PBB (en.wikipedia.org)
Perserikatan Bangsa-bangsa (CB) - Dewan Keamanan PBB pada
Kamis menunda pemungutan suara atas pengesahan resolusi, yang akan
menuntut Israel mengakhiri pembangunan pemukiman.
Sejumlah diplomat mengatakan penundaan itu dilakukan setelah
perdana menteri Israel dan presiden terpilih Amerika Serikat Donald
Trump mendesak wakil AS di Dewan Keamanan agar menggunakan hak veto
terhadap rancangan resolusi.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memerintahkan perwakilan
negaranya di Perserikatan Bangsa-bangsa agar menunda pemungutan suara.
Jika jadi digelar, pemungutan suara itu akan memaksa Presiden
Barack Obama untuk memutuskan apakah akan melindungi Israel dengan
menyatakan veto (menolak), abstain, ataukah justru akan menyampaikan
kritik terhadap pembangunan pemukiman di tanah yang diduduki Israel,
yang ingin dijadikan Palestina sebagai wilayah negaranya, kata para
diplomat.
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Gedung Putih untuk memveto rancangan resolusi.
Desakan itu menampakkan ketakutan kedua pemimpin tersebut bahwa akan menanggalkan perlindungan AS bagi Israel di PBB.
Sisi meminta pemungutan ditunda setelah ada permintaan dari Israel,
kata dua sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada Reuters.
Mesir merupakan negara Arab pertama yang membuat perdamaian dengan Israel.
Setiap anggota Dewan Keamanan diperbolehkan mengajukan rancangan resolusi.
Mesir, yang saat ini menjadi anggota, bekerja sama dengan Palestina dalam menyusun rancangan.
Mesir menyebarkan rancangan resolusi itu pada Rabu malam dan kelima
belas anggota Dewan dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Kamis
pukul 15.00 waktu setempat, kata para diplomat.
Tidak jelas posisi apa yang akan diambil Amerika Serikat, yang
selama ini melindungi Israel dari tindakan PBB, terhadap rancangan
resolusi tersebut.
Resolusi akan menuntut Israel untuk "segera menghentikan sepenuhnya
seluruh kegiatan pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang
diduduki, termasuk Jerusalem Timur".
Rancangan memperingatkan bahwa Israel tidak memiliki hak
secarahukum untuk melakukan pembangunan pemukiman tersebut, yang
dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.
Rancangan resolusi juga menyuarkan kekhawatiran mendalam bahwa
terus berlangsungnya kegiatan pembangunan pemukiman bisa "membahayakan
kemungkinan tercapainya penyelesaian dua-negara", demikian Reuters
melaporkan.
Credit
ANTARA News
PM Israel Desak AS Veto Resolusi PBB soal Permukiman Yahudi
Selama ini, PBB berulang kali
menyerukan penghentian pendudukan Israel di wilayah tersebut dan
menilainya sebagai pembangunan ilegal. (Reuters/Andrew Kelly)
Jakarta, CB
--
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak
Amerika Serikat memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan
Bangsa-Bangsa yang mengecam permukiman Yahudi yang didirikan Israel di
wilayah Palestina.
DK PBB dijadwalkan untuk menggelar pemungutan
suara terkait rancangan resolusi tersebut pada Kamis (22/12) pukul
15.00 waktu setempat. Jika diadopsi, resolusi mengharuskan Israel untuk
"menghentikan segera dan sepenuhnya aktivitas permukiman di wilayah
Palestina yang diokupasi, termasuk Yerusalem Timur."
Terkait
pemungutan suara ini, Netanyahu melalui kicauan di akun Twitter-nya
menuliskan bahwa AS "harus memveto resolusi anti Israel."
Rancangan resolusi ini digagas Mesir dan mulai diedarkan pada Rabu (21/12) malam, menurut keterangan para diplomat.
Belum
jelas langkah yang dilakukan AS dalam pemungutan suara ini. AS
merupakan salah satu sekutu terkuat Israel, dan termasuk salah satu dari
lima negara yang memiliki hak veto di DK PBB.
Reuters melaporkan bahwa seorang pejabat Gedung Putih menolak berkomentar terkait hal ini.
Selama
ini, PBB berulang kali menyerukan penghentian pendudukan Israel di
wilayah tersebut dan menilainya sebagai pembangunan ilegal. Terlebih,
sejumlah pejabat PBB juga telah melaporkan adanya percepatan konstruksi
yang dilakukan Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Pendudukan
Israel dianggap sebagai hambatan besar dalam proses perdamaian konflik
Palestina dan Israel selama ini. Pasalnya, Israel berkukuh melaksanakan
sejumlah pembangunan di wilayah yang dianggap Palestina sebagai negara
masa depan mereka.
Rancangan resolusi itu juga menekankan,
penghentian tindakan ilegal israel ini "penting untuk menyelamatkan
resolusi damai kedua negara." Selain itu, diserukan kepada seluruh pihak
untuk mengambil langkah afirmatif guna mencegah hal negatif.
November
lalu, Israel berencana membangun 500 rumah baru untuk bangsa Yahudi di
wilayah Yerusalem yang dicaplok Israel. Pencaplokan ini terjadi tak lama
usai Donald Trump memenangkan pemilu presiden Amerika Serikat.
Sejumlah
spekulasi mencuat di kalangan para diplomat PBB yang meragukan apakah
pemerintah AS bisa menahan diri dari menggunakan hak veto untuk
memblokir resolusi yang merugikan Irael ini. Pasalnya, resolusi yang
sama sempat diveto oleh AS pada 2011.
Credit
CNN Indonesia