Selasa, 27 September 2016

10 Penguasa Perempuan Paling Tangguh dalam Sejarah


 
CB, Jakarta - Pada zaman dahulu perempuan sering terpinggirkan dalam sejarah. Selain dilarang untuk ikut andil dalam politik, kegiatan yang dapat dilakukan oleh kaum hawa pun juga terbatas.
Walaupun begitu, ada nama-nama perempuan tangguh yang cukup terkenal akan "kegarangannya" dan peranannya dalam masyarakat.
Mereka berkompetisi di dunia yang kala itu masih didominasi oleh kekuatan pria. Seperti layaknya kaum Adam, para perempuan tangguh itu ikut memperjuangkan hak-hak kaumnya dan tidak segan-segan menggunakan pembunuhan untuk mencapai tujuan.
Selain terkenal dengan kegarangannya, para perempuan itu juga dikagumi rakyatnya karena kebijaksanaan mereka dalam membangun warisan budaya.
Siapa saja perempuan-perempuan tangguh yang berperan aktif dalam sejarah itu?
Berikut selengkapnya 10 perempuan terkuat legendaris dalam sejarah, dikutip dari Listverse.com, Senin (26/9/2016).
1. Amina
Dilahirkan pada abad ke-16, Amina merupakan seorang prajurit, komandan militer, dan penguasa Kerajaan Hausa Zazzau, sekarang Zaria, Nigeria.
Perempuan tangguh tersebut merupakan anak tertua dari penguasa kala itu, Raja Bakwa Turunku.
Setelah menduduki takhta kerajaan, Amina memperkuat pasukan militer guna memperluas wilayah kekuasaannya.
Demi menjaga kekuasaan penuh atas pemerintahan kerajaan yang dipimpinnya, sang ratu tidak pernah menikah. Setiap malamnya dia memilih "suami" sementara dari penjaga pribadinya untuk memenuhi kebutuhan seksual.
Saat pagi menjelang, "suami-suami" tersebut akan dibunuh. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga rahasia seksual Amina.
Namun suatu hari, mengetahui nasib yang akan menimpanya, salah satu "suami" sang ratu melarikan diri setelah selesai berhubungan suami istri.
Amina langsung memburu pria tersebut dan menenggelamkannya di sungai hingga tewas.

Zoe Porphyrogenita

2.  Zoe Porphyrogenita
Zoe Porphyrogenita adalah putri kedua dari penguasa Romawi, Contantine VIII. Setelah sang raja meninggal, Zoe yang dinobatkan menjadi penerus oleh Four Byzatine menduduki takhta kerajaan bersama dengan suaminya, Romanos III Argyros.
Pernikahan Zoe dan Romanos tidak berjalan lancar. Suatu hari sang suami ditemukan tewas tenggelam di dalam bak mandi kamarnya.

Insiden itu diduga kuat ada hubungannya dengan perselingkuhan sang ratu dengan Michael IV. Dugaan tersebut menjadi semakin kuat karena satu hari setelah sang suami tewas, Zoe memutuskan untuk menikahi kekasihnya.

Pernikahan tersebut merupakan sebuah pelanggaran terhadap tradisi kerajaan. Seorang janda, terutama ratu, seharusnya baru bisa menikah lagi setelah satu tahun menjanda.

Setelah Michael IV meninggal, anak angkat mereka Michael V mengambil alih takhta kerajaan.

Michael V menjadi pemimpin tunggal kerajaan dan membuang ibu angkatnya, Zoe.

Namun hal tersebut malah menimbulkan pemberontakan. Zoe memiliki banyak pengikut dan terkenal sebagai sosok yang mempunyai pengaruh besar.

Sang ratu pun akhirnya bekerja sama dengan adiknya, Theodora, dan mengambil alih kekuasaan.

Micharl V akhirnya dibutakan dan dikebiri akibat perbuatan yang pernah dilakukannya kepada sang perempuan penguasa.

Namun Zoe dan adiknya tidak memiliki ambisi yang sama dalam berkuasa. Muak dengan nafsu Theodora, Zoe akhirnya kembali menikah dengan Constantine IX.

Mereka kemudian memerintah kerajaan hingga Zoe wafat pada 1050.

Burnhilda dari Austrasia

3. Burnhilda dari Austrasia
Burnhilda merupakan anak dari raja kejam Visigoth, Athanagild. Setelah dewasa perempuan itu kemudian menikahi penguasa dari Kerajaan Austrasia, Sigebert I.

Saudara perempuan Burnhilda juga menikah dengan kerabat jauh Sigebert. Sayangnya pernikahan tersebut tidak bertahan lama.

Adik Burnhilda dibunuh atas perintah sang suami akibat adanya hasutan dari selingkuhan pria tersebut.

Mengetahui kekejaman di balik kematian sang adik, Burnhilda memutuskan untuk membalaskan dendam.

Dalam kurun waktu setengah abad kemudian, perang berkecamuk di antara keduanya. Sigebert tewas dalam peperangan itu di tangan seorang pembunuh bayaran.

Sementara itu, Burnhilda dijerumuskan ke dalam penjara.

Setelah keluar dari kurungan, Burnhilda kembali berkuasa. Kala itu dia menggunakan nama anaknya yang tewas di usia muda.

Perempuan itu memerintah dari balik layar melalui kepemimpinan cucunya. Namun Burnhilda kembali diasingkan oleh cucu tertuanya.

Sekembalinya perempuan tangguh itu dari pengasingan, dia kembali memegang kekuasaan melalui cicitnya, Sigebert II. Namun masa kepemimpinannya tidak berlangsung lama.

Sigebert II dikhianati dan dibunuh oleh Clothar II dari Neustria.

Closthar pun akhirnya memutuskan untuk membunuh Burnhilda. Perempuan itu tewas mengerikan. Tubuhnya diseret hingga tewas oleh kuda.

Jadwiga dari Polandia

4. Jadwiga dari Polandia
Perempuan satu ini merupakan wanita pertama yang memimpin monarki Polandia. Jadwiga atau yang juga dikenal dengan nama Hedwig, merupakan anak bungsu dari Raja Hungaria dan Polandia, Louis the Great.

Setelah kematian sang Raja, takhta jatuh ke tangan kakak tertuanya, Maria, yang merupakan penerus kekuasaan Hungaria.

Namun, bangsawan Polandia khawatir akan pengaruh yang dimiliki oleh suami Maria, serta ikatan yang dimilikinya dengan Kekaisaran Suci Romawi.

Oleh karena itu, mereka membujuk ibu Jadwiga untuk menunjuk putrinya sebagai Ratu Polandia, walaupun kala itu dia berusia 10 tahun.

Setelah dinobatkan menjadi ratu, pada 1384 Jadwiga melakukan perjalanan ke Krokow. Di tempat itu dia kemudian diangkat menjadi 'Raja'.

Walaupun kala itu perempuan yang juga dipanggil Hedwig tersebut tengah bertunangan dengan William of Habsburg, bangsawan Polandia membujuknya untuk menikahi seorang pria bernama Jogaila.

Calon suaminya itu adalah seorang Grand Duke of Lithuana dan merupakan seorang pasangan politik yang lebih berpengalaman.

Jadwiga memerintah bersama sang suami dengan gagah. Mereka dikenal sebagai salah satu penguasa paling berpengaruh dalam sejarah kekerajaan Polandia.

Sayangnya perempuan itu meninggal pada usia yang sangat muda. Dia meninggal saat berumur 25 tahun setelah melahirkan.

Ratu Seondeok dan Ratu Ana Nzinga

5.  Ratu Seondeok dari Silla

Ratu Seondeok merupakan penguasa ke-27 dari Kerajaan Silla yang merupakan satu dari tiga kerajaan yang ada di Korea Selatan.

Seondok juga merupakan perempuan pertama yang menjadi ratu dalam sistem kerajaan itu.

Konon perempuan itu diangkat menjadi penguasa akibat ayahnya tidak memiliki keturunan laki-laki.

Dengan cepat Seondeok membentuk dirinya menjadi seorang yang cerdas, bijaksana, dan penguasa yang adil.

Keinginan sang ratu untuk melestarikan kebudayaan berujung pada pembuatan peta yang mengakibatkan bersatunya tiga kerajaan.

Seondeok juga merupakan orang yang berada di balik pembangunan menara pengawas tertua di dunia, Cheomseongdae.

Salah satu cerita yang paling terkenal mengenai Ratu Seondeok adalah kisah masa kecilnya.

Kala itu ayah sang ratu menerima hadiah berupa biji tumbuhan liar peony dan lukisan bunga peony mekar.

Saat ditanya oleh sang ayah maksud dari lukisan tersebut, Seondeok dengan benar menyimpulkan bahwa bunga tersebut tidak memiliki aroma keran tidak ada kupu-kupu yang menghinggapinya.

Seondeok juga konon dikabarkan meramalkan waktu kematiannya dengan tepat. 6. Ratu Ana Nzinga
Ana Nzinga mulai ikut serta dalam kepemimpinan kerajaan daerah yang kini dikenal sebagai Angola, dengan menjadi administrator keponakannya.

Dia memerangi masalah kesulitan air yang kala itu melanda negeri yang rakyatnya banyak dijadikan budak itu.

Ana Nzinga kala itu berada dalam keadaan yang sulit. Dia pun akhirnya memutuskan untuk menjalin persekutuan dengan Portugal.

Namun sayang, Portugal mengkhianati persekutuan tersebut. Tak punya pilihan lain, Ratu Ana Nzinga akhirnya terpaksa melarikan diri bersama rakyatnya.

Di tengah-tengah kepelikan yang dihadapinya, perempuan itu tetap peduli dengan nasib para budak. Dia lalu menyediakan penampungan untuk mereka.

Di tempat itu Ana Nzinga melatih pasukan militer untuk merebut kembali tanahnya dari Portugal.

Setelah melalui pertarungan sengit, perempuan itu akhirnya menyerah karena melihat tidak ada harapan bagi mereka untuk mengalahkan lawan.

Menyerah bukan berarti putus asa. Perempuan itu lalu memusatkan perhatiannya pada pembaruan kerajaannya barunya, Matamba.

Ketika perempuan tangguh itu tewas, Matamba telah berdiri kukuh. Hal tersebut membuat penerus kerajaan dapat menyelesaikan masalah dengan Portugal.


Rani Lakshmi Bai dan Toregene Khatun

7. Rani Lakshmi Bai
Pada masa mudanya Rani Lakshmi Bai adalah sosok yang gemar mempelajari ilmu perang, seni bela diri, dan pertarungan pedang.

Pelatihan tersebut sangat membantunya di masa depannya, ketika dia mewarisi takhta Kerajaan Jhansi, India.

Dia menduduki takhta setelah suaminya meninggal dunia dan menjadi penasihat bagi anak angkatnya.

Namun kedudukan sang anak tidak diakui karena di bukanlah darah daging raja dan ratu. Kemudian Rani memutuskan untuk menggabungkan kerajaannya dengan wilayah kekuasaan sang anak.

Saat Inggris mulai menjajah wilayah India, Rani menolak untuk menyerahkan kerajaannya. Dia lalu membentuk pasukan untuk memberontak.

Dengan berpakaian sebagai laki-laki, ratu berusia 22 tahun itu memimpin langsung penyerangan melawan East India Company.

Dia kemudian dilaporkan tewas dalam peperangan. 8. Toregene Khatun
Toregene Khatun merupakan istri dari penguasa Mongpolia, Ogedei Khan, dan ibu dari pewaris takhta, Guyuk Khan.

Ketika suaminya meninggal, Toregene mengambil alih kekuasaan dan memerintah rakyatnya dengan gagah.

Dengan menggunakan taktik politiknya, dia menjaga stabilitas pertahanan dan perekonomian, hingga penerus Khan selanjutnya terpilih.

Perempuan itu memerintah wilayah kekuasaannya dalam kondisi damai. Tonege bekerja lebih untuk negaranya, hingga akhirnya mendapatkan nama di mata pejabat asing.

Penobatan anaknya, Gayuk, menjadi penerus kepemimpinan mendapatkan tentangan keras dari sejumlah pihak.

Walaupun begitu, setelah empat tahun melewati rintangan, Gayuk akhirnya berhasil menggantikan sang ibu dan menjadi Raja Mongolia.

Christina dan Tomyris

9. Christina, Ratu Swedia
Christina merupakan salah satu dari sedikit perempuan berpendidikan di abad ke-17. Perempuan itu dinobatkan menjadi ratu pada usia 6 tahun akibat kematian sang ayah, Raja Gustav II Adolph.

Walaupun begitu, dia tidak langsung memerintah kerajaan. Christina resmi menjadi penguasa ketika berusia 18 tahun.

Pada usia 27 tahun, penolakan Christina untuk menikah menjadi salah satu alasan dia digulingkan dari takhta.

Penduduk berharap dia menikah dan memberikan keturunan pewaris takhta selanjutnya. Tak senang dengan hal tersebut, Christina akhirnya memilih untuk meninggalkan negaranya.

Dia bertolak menuju Roma bersama dengan Paus Alexander VII. Konversi perempuan itu menjadi Katolik Romawi diduga juga merupakan salah satu alasan pengunduran dirinya.

10. Tomyris Setelah kematian suaminya, Tomyris menjadi ratu dari sebuah suku yang dikenal dengan sebutan Massagetae.

Perlawanan terkenalnya adalah mempertahankan kekuasaannya melawan Raja Persia, Cyrus the Great.

Dengan menolak lamaran dari sang raja, Tomyris hendak menghindari terjadinya peperangan antara kedua pihak.

Dia mengatakan, "perintahlah orang-orangmu dan lihat saja aku memerintah rakyatku."

Walaupun begitu Persia tetap menginvasi kerajaannya dan menculik anak Tomyris yang pada akhirnya bunuh diri selama berada di pengasingan.

Hal tersebut memicu kemarahan Tomyris. Dia pun berperang dengan Persia. Kabarnya di mencari Cyrus dan memotong kepala pria itu.

Perempuan tangguh itu lalu mencelupkan kepala itu ke dalam wadah yang dipenuhi dengan darah manusia.





Credit  Liputan6.com




Sejarah Hari Ini: Yordania-Palestina Sepakati Perjanjian Damai Perang Saudara


 Raja Hussein dari Yordania (kiri) dan Pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat.
Raja Hussein dari Yordania (kiri) dan Pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat.
 
CB, Raja Hussein dari Yordania dan Pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat menandatangani perjanjian damai pada 27 September 1970. Kesepakatan gencatan senjata antara keduanya dilakukan setelah perang saudara terjadi di selama 10 hari di Yordania.

Perjanjian ditandatangani pada pertemuan darurat di ibu kota Mesir, Kairo. Dalam perjanjian tersebut dituliskan, gencatan senjata dan penarikan pasukan harus dilakukan di setiap kota di Yordania.

Selain pemimpin Yordania dan Palestina, delapan pemimpin Arab lainnya juga turut menandatanganinya. Mereka diundang ke Mesir oleh Presiden Gamel Abdel Nasser dalam upaya mengakhiri krisis.

Dilansir dari BBC, Pemerintah Yordania dan gerilyawan PLO telah berselisih paham sejak 1967. Saat itu Israel telah menguasai Tepi Barat.

Dari kamp pengungsi Yordania, para gerilyawan menggunakan dana dari negara-negara Arab dan Eropa Timur untuk menyerang Israel dan membunuh Raja Hussein. Raja Hussein mulai memberikan perlawanan kepada mereka pada 17 September 1970.

Beberapa hari kemudian Pasukan Suriah menyerbu dari utara untuk mendukung Palestina. Tapi mereka menarik diri pada 24 September 1970 karena menderita kerugian besar dalam pertempuran dengan Yordania.


Credit  REPUBLIKA.CO.ID





Penuh Haru, Kolombia-FARC Akhirnya Resmi Berdamai

 Presiden Kolombia Juan Manuel Santos (depan kiri) dan pemimpin FARC Rodrigo Londono usai menandatangani perjanjian damai di Cartagena, Kolombia yang mengakhiri perang 50 tahun, Senin, 26 September 2016.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos (depan kiri) dan pemimpin FARC Rodrigo Londono usai menandatangani perjanjian damai di Cartagena, Kolombia yang mengakhiri perang 50 tahun, Senin, 26 September 2016.
 
CB, CARTAGENA -- Kesepakatan damai bersejarah Kolombia akhirnya ditandatangani secara resmi, Senin (27/9). Kesepakatan antara pemerintah dan gerakan oposisi terbesar itu menandai berakhirnya perang saudara berusia 50-an tahun.

Presiden Juan Manuel Santos dan pemimpin Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (Revolutionary Armed Forces of Colombia/FARC) Rodrigo Londono menandatangani kesepakatan setebal 297 halaman dalam upacara khusus. Momen bersejarah itu disaksikan oleh 2.500 perwakilan asing dan tamu khusus.

Tampak hadir Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Momen ini diliputi haru. Banyak orang menangis saat kedua pemimpin berjabat tangan di podium.

Tak lama lima pesawat jet terbang membentuk formasi dan mengeluarkan asap warna bendera Kolombia. Perayaan ini juga dibarengi dengan mengheningkan cipta untuk para korban perang. Sebanyak 50 bendera dikibarkan.

Semua orang yang hadir menggunakan pakaian putih sebagai simbol perdamaian. "Viva Kolombia," teriak Ban diakhir pidatonya menyambut kesepakatan damai. Perang saudara ini telah menewaskan lebih dari 220 ribu orang dan lebih dari delapan juta orang mengungsi.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID





Ini Kabar Baru tentang Mesin Roket Pembawa Manusia ke Mars

 Ini Kabar Baru tentang Mesin Roket Pembawa Manusia ke Mars
SpaceX menguji mesin Raptor yang akan membawa manusia ke Mars, Minggu malam, 25 September 2016. engadget.com
 
CBTexas - SpaceX telah melakukan pengujian pertama terhadap mesin Raptor, sistem pendorong yang dibangun perusahaan itu untuk membawa manusia ke Mars.

Bos SpaceX Elon Musk mencuit gambar-gambar pengujian itu tadi malam, Minggu, 25 September 2016. Ia berbagi sebuah gambar yang menunjukkan aliran api yang keluar dari mesin itu, dan gambar lain menunjukkan pola "intan Mach" yang terbentuk pada knalpot mesin supersonik tersebut.

 
Musk masih merahasiakan spesifikasi Raptor sejauh ini. Namun dia mencuit beberapa detail tambahan setelah itu yang membenarkan tujuan produksi dan tekanan ruang.

Sebelumnya, CEO SpaceX tresebut telah mengindikasikan bahwa mesin Raptor akan menghasilkan daya dorong lepas landas 500 ribu pon—serupa dengan mesin utama Space Shuttle—dan akan menggunakan metana cair. Mesin Raptor skala penuh pertama kali tiba di fasilitas pengujian SpaceX di McGregor, Texas, awal tahun ini, tapi masih banyak yang belum diketahui tentang teknologinya, termasuk berapa banyak yang akan digunakan untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa antarplanet SpaceX, BFS.

 

Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk misi berawak SpaceX ke Mars. Namun Musk telah berulang kali menyatakan bahwa ia ingin mengirim orang pertama ke Planet Merah itu pada 2024.

Perjalanan ke Mars akan menjadi serangkaian misi, dijadwalkan akan dimulai pada 2018, yang bertujuan untuk menjatuhkan pasokan ke permukaan planet tetangga kita tersebut.

Jika pengujian Raptor semalam diasumsikan berjalan dengan baik, dan jika perusahaan dapat menghindari kecelakaan peluncuran pada masa depan, jadwal ambisius Musk itu mungkin dapat berjalan sebagaimana direncanakan.




Credit  TEMPO.CO





Meski "Musuh" AS, Duterte Ingin Bersekutu dengan Rusia

 
Meski Musuh AS, Duterte Ingin Bersekutu dengan Rusia
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. | (REUTERS)
 
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa dia akan mengunjungi Rusia dan China tahun ini dan ingin menjalin “aliansi terbuka” dengan kedua negara itu. Keinginan Duterte ini jadi kejutan, mengingat Rusia saat ini jadi “musuh” utama Amerika Serikat (AS).

Filipina sudah lama jadi sekutu AS, di mana pasukan militer AS sudah lama ditempatkan di wilayah Filipina.

Pekan lalu, Duterte menyatakan, dia akan mengunjungi China—negara yang bersengketa dengan Filipina atas klaim wilayah Laut China Selatan. Kali ini, Duterte mengatakan bahwa Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev sudah mengharapkan dia berkunjung ke Moskow.

”Saya siap untuk tidak benar-benar break soal hubungan (dengan AS), tapi kami akan membuka aliansi dengan Cina dan ... Medvedev,” kata Duterte kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Selasa (27/9/2016).

Presiden Filipina ini menyambut investasi dan mengabaikan kekhawatiran lembaga pemeringkat Standard and Poor yang pada pekan lalu menyatakan kondisi ekonomi Filipina yang mulai goyah.

”Sudahlah tentang peringkat," katanya. "Saya akan membuka Filipina bagi mereka untuk melakukan bisnis, aliansi perdagangan dan perdagangan,” ujar Duterte.

Mata uang Peso Filipina jatuh pada hari Senin ke level terendah sejak 2009, dan para investor asing telah “membuang” saham lokal selama enam minggu berturut-turut. Kondisi itu dipicu retorika Duterte yang anti-AS.

Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, mengatakan Pemerintah Filipina tidak menghubungi AS tentang komentar yang dibuat oleh Duterte.

”Mereka bangsa yang berdaulat dan kita pasti tidak akan menahan mereka kembali mengejar hubungan yang lebih erat dengan salah satu dari negara-negara itu. Ini bukan zero-sum game,” ujarnya.

Duterte selama ini menghujat AS dan Presiden Barack Obama dengan ucapan-ucapan kotor. Reaksi Duterte itu dipicu oleh kritik AS atas perang narkoba di Filipina yang memakan banyak korban jiwa, baik pengedar maupun pengguna.

AS, PBB, Uni Eropa dan kelompok HAM kompak mengkritik pelanggaran HAM dalam perang narkoba yang dikobarkan Duterte di Filipina.





Credit  Sindonews





WikiLeaks Rilis Kabel Diplomatik soal Pembantaian Duterte di Davao

 
WikiLeaks Rilis Kabel Diplomatik soal Pembantaian Duterte di Davao
Ilustrasi. | (Reuters)
 
MANILA - Situs anti-kerahasiaan WikiLeaks telah merilis kabel diplomatik rahasia yang mengungkapkan bahwa Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakui terlibat dalam pembantaian main hakim sendiri di Davao. Kabel diplomatik itu ditulis oleh Kristie Kenny pada 8 Mei 2009 yang saat itu menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Filipina.

Pembantaian di luar hukum itu terjadi saat Duterte menjabat sebagai Walikota Davao. Sebelumnya, Pemerintah Filipina membantah Presiden Duterte terlibat atau memerintahkan pembantaian di Davao, termasuk terhadap komunitas Muslim di wilayah Filipina selatan itu.

Dokumen rahasia dari Kenny itu di dalamnya ikut mengutip pernyataan Direktur  Komisi Hak Asasi Manusia Regional (CHR) Alberto Sipaco Jr. Dokumen yang ditulis Kenny diberi judul “Walikota Mengakui Terlibat”.

“Dalam pertemuan pribadi Sipaco memiliki penegasan bahwa Walikota Duterte tahu tentang pembunuhan dan memungkinkannya,” tulis Kenny dalam kabel diplomatik yang dirilis WikiLeaks.

Dalam surat resmi berjudul; "The Mayor's rage: a personal angle", Kenny menulis; ”Menceritakan kembali percakapan yang pernah dimiliki dengan Duterte, dia adalah teman dekat dan mantan saudara Sipaco yang katanya memohon walikota untuk menghentikan pembunuhan main hakim sendiri dan mendukung metode lain untuk mengurangi kejahatan, seperti program rehabilitasi bagi pelanggar. Menurut Sipaco, Walikota menjawab, ‘saya belum selesai’. Sipaco katanya berulang kali berusaha untuk mencari alasan pada Duterte bahwa pembunuhan itu tidak sah dan merugikan masyarakat, tetapi Duterte menolak untuk membicarakan masalah ini.”

Sementara itu, pihak Istana Kepresidenan Filipinan atau Malacanang mengaku akan melihat bocoran dokumen rahasia itu. ”Kami akan melihat itu pertama,” kata Menteri Komunikasi Filipina, Martin M Andanar, seperti dikutip GMA, Senin (26/9/2016).

Bocoran kabel diplomatik ini hampir bersamaan dengan pengungkapan mantan pembunuh bayaran, Edgar Matobato, yang mengaku disuruh Duterte secara pribadi untuk melakukan pembantaian di Davao di masa lalu.

Dalam pengakuannya, Motabato yang merupakan mantan anggota “Davao Death Squad” menuduh Duterte telah memerintahkan pembunuhan terhadap lawan-lawannya. Matobato bahkan mengaku diperintah Duterte untuk mengebom masjid dan membunuh warga Muslim di Davao.




Credit  Sindonews





Rusia Kecam Pernyataan Inggris Soal Konflik Suriah


 
Rusia Kecam Pernyataan Inggris Soal Konflik Suriah
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova melemparkan serangan balik terhadap Menteri Luar Negeri Inggris, Borish Johnson. (Reuters)
 
MOSKOW -
Moskow mengaku geram dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Borish Johnson soal Suriah. Johnson mengatakan, Rusia adalah penyebab semakin kacaunya konflik yang terjadi di Suriah.

Menurut Johnson, kehadiran Rusia di Suriah membuat perang di negara tersebut semakin bertambah buruk, dan semakin lama berlangsung, yang membuat situasi di Suriah kian tidak menentu.

Johnson bahkan menyebut apa yang dilakukan Rusia di Suriah bisa masuk dalam kategori kejahatan perang. Sama halnya dengan Amerika Serikat (AS), Inggris juga percaya bahwa Rusia adalah pihak yang melakukan serangan terhadap warga sipil di Aleppo.

Menanggapi hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova melemparkan serangan balik terhadap Negeri Tiga Singa itu. Dia menyebut Inggris tidak berkaca pada apa yang mereka lakukan di Irak.

"Semua dalam pernyataan itu benar, kecuali dua kata, orang-orang harus menempatkan Inggris bukan Rusia, dan Irak bukan Suriah," kata Zakharova dalam pernyataan yang dia unggah di laman Facebooknya, seperti dilansir Russia Today pada Senin (26/9).

Bersama dengan AS, Inggris telah melakukan serangan besar-besaran terhadap Irak untuk menggulingkan Saddam Hussein. Ribuan warga sipil tewas dalam operasi yang kemudian diketahui dilakukan secara serampangan.

Pemerintah Inggris telah mengakui bahwa apa yang mereka lalukan di Irak adalah sebuah kesalahan. Dimana, berdasarkan hasil investigasi diketahui bahwa operasi itu tidak memiliki dasar hukum dan tidak direncanakan dengan matang.

Dalam Laporan hasil investigasi itu Inggris disebut telah bergabung dalam invasi tanpa mengedepankan pilihan damai, telah meremehkan konsekuensi dari invasi, dan perencanaan atas operasi itu sepenuhnya tidak memadai.



Credit  Sindonews





Usik Indonesia, Negara-negara Pasifik Ikut Campur soal Papua Barat


 
Usik Indonesia, Negara-negara Pasifik Ikut Campur soal Papua Barat
Para pemimpin negara di Kepulauan Pasifik ikut campur urusan dalam negeri Indonesia perihal Papua Barat. | (U.N. Photo)
 
NEW YORK - Negara-negara di Kepulauan Pasifik terang-terangan mengusik dan ikut campur urusan dalam negeri Indonesia. Negara-negara itu di forum PBB menyerukan kebebasan bagi Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri.

Ada enam negara Kepualauan Pasifik—Vanuatu, Solomon Island, Tonga, Nauru, Marshall Island dan Tuvalu—yang blak-blakan menyatakan keprihatinan tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua.

”Pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat dan mengejar untuk menentukan nasib sendiri bagi Papua Barat adalah dua sisi dari mata uang yang sama,” kata Perdana Menteri Solomon Island, Manasye Sogavare.

”Banyak laporan tentang pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat yang menekankan penguatan hak untuk menentukan nasib sendiri, yang menghasilkan pelanggaran HAM langsung oleh Indonesia dalam upaya untuk meredakan segala bentuk oposisi,” lanjut dia, seperti dikutip radionz.co.nz, Senin (26/9/2016).

Presiden Marshall Island, Hilda Heine, mendesak Dewan HAM PBB untuk melakukan penyelidikan yang kredibel atas pelanggaran di Papua Barat.

Sikap ikut campur negara-negara Kepulauan Pasifik itu membuat Indonesia terkejut.  Nara Masista Rakhmatia, seorang pejabat Indonesia untuk misi tetap di PBB, menyayangkan pernyataan para pemimpin Kepulauan Pasifik itu.

Masalah Papua Barat sejatinya tidak ada dalam agenda pembahasan di forum PBB. Agenda yang dibahas itu sejatinya soal tujuan pembangunan berkelanjutan dan respon global terhadap perubahan iklim.

”Para pemimpin yang sama memilih bukan untuk melanggar Piagam PBB dengan mencampuri kedaulatan negara lain dan melanggar integritas teritorialnya,” kata Nara.

Nara menolak tuduhan adanya pelanggaran HAM oleh Indonesia di Papua Barat. “Laporan bermotif politik mereka rancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi tersebut (Papua Barat dan Papua) yang telah secara konsisten terlibat dalam menghasut kekacauan publik dan melakukan serangan teroris bersenjata,” kata Nara.

Dia menegaskan bahwa Indonesia memiliki mekanisme untuk menangani masalah di Papua.




Credit  Sindonews





India Sebar 100 Rudal BrahMos di Perbatasan, China Ketakutan

 
India Sebar 100 Rudal BrahMos di Perbatasan, China Ketakutan
Rudal-rudal BrahMos saat dipamerkan India Mei 2016 lalu. | (REUTERS)
 
BEIJING - Militer India mengerahkan sekitar 100 rudal supersonik BrahMos dan lima peluncur rudal otonom di wilayah utara dan timur Arunachal Pradesh yang dekat dengan perbatasan China. Langkah India ini membuat China ketakutan dan merasa wilayahnya di Yunnan dan Tibet terancam.

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dalam sebuah pernyataan mengecam penyebaran sekitar 100 rudal supersonik BrashMos di dekat perbatasan China. Tindakan militer India itu, menurut PLA, telah meningkatkan ketegangan atas sengketa teritorial lama di antara kedua negara.

“Rudal BrahMos dengan kemampuan yang diperbarui untuk ‘perang siluman’ bisa mengancam Yunnan dan Provinsi Daerah Otonomi Tibet (TAR), yang terletak di seberang perbatasan dari Arunachal Pradesh,” bunyi pernyataan PLA dalam editorial media yang dikelola negara China, sebagaimana dikutip Sputniknews, Senin (26/9/2016).

Menurut PLA, langkah India sudah di luar dari kebutuhan normal untuk membela diri. Ketakutan China itu wajar, karena rudal BrahMos saat ini telah dikembangkan dan memiliki jangkauan hingga 180 mil (290km) yang berpotensi membahayakan wilayah di perbatasan China.

Rudal supersonik BrahMos dibangun bersama-sama oleh India dan Rusia. Rudal canggih ini diklaim memiliki kecepatan maksimum 2.113 Mph (3.400 km per jam).

Rudal BrahMos juga telah dirancang khusus yang diklaim mampu membidik target tersembunyi di balik pegunungan dan dengan potensi jangkauan yang lebih panjang.

Militer India belum merespons reaksi ketakutan China atas penyebaran rudal-rudal BrahMos-nya di dekat perbatasan kedua negara. Kedua negara sebelumnya sempat tegang setelah muncul laporan China mengirim banyak tank-tank tempur di dekat perbatasan, meski akhirnya militer China membantah laporan itu.





Credit  Sindonews






AS Nilai Rusia Salah Gunakan Posisi Anggota Tetap DK PBB

 
AS Nilai Rusia Salah Gunakan Posisi Anggota Tetap DK PBB
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Samantha Power menilai Rusia telah menyalahgunakan posisinya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. (Reuters)
 
NEW YORK - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Samantha Power menilai Rusia telah menyalahgunakan posisinya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Power menyebut penyalahgunaan itu dilakukan Rusia terkait dengan konflik di Suriah.

Pernyataan Power disampaikan saat pertemuan DK PBB untuk membahas situasi terbaru di Suriah. Power dalam pernyataannya menyebut Rusia sebagai negara barbar, karena mendukung pemerintah Suriah membombardir warga sipil Suriah.

"Apa yang Rusia lakukan bukan mensponsori upaya kontra-terorisme, itu adalah barbarisme. Alih-alih mengejar perdamaian, Rusia dan (Bashar) Assad justru terus berperang. Alih-alih membantu warga sipil, Rusia dan Assad membom konvoi kemanusiaan, rumah sakit dan responden pertama yang berusaha mati-matian untuk menjaga orang-orang hidup. Ini saatnya untuk mengatakan siapa yang melaksanakan orang serangan udara dan siapa yang membunuh warga sipil," kata Power.

"Rusia memiliki kursi permanen di DK PBB. Ini merupakan suatu kehormatan dan itu adalah tanggung jawab. Namun di Suriah dan di Aleppo, Rusia menyalahgunakan hak istimewa bersejarah ini," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (26/9).

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft mengatakan, Rusia kemungkinan besar tidak akan dilibatkan dalam setiap pertemuan di DK PBB mengenai proses perdamaian Suriah, setelah adanya peningkatan serangan di Suriah, khususnya di Aleppo.



Credit  Sindonews






Disebut sebagai Penjahat Perang oleh Barat, Ini Respon Suriah

 
Disebut sebagai Penjahat Perang oleh Barat, Ini Respon Suriah
Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja'afari, menyebut bahwa negara yang melemparkan tudingan tersebut sebagai munafik. (Istimewa)
 
NEW YORK -
Pemerintah Suriah merespon tudingan yang dilontarkan Barat terhadap mereka. Sejumlah diplomat negara Barat menyebut Rusia dan Suriah sebagai penjahat perang, karena melakukan serangan terhadap warga sipil Suriah.

Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja'afari, dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membahas konflik Suriah menyebut bahwa negara yang melemparkan tudingan tersebut sebagai munafik.

Dirinya menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu contohnya. Mereka mengecam aksi Suriah dan Rusia, tapi di sisi lain AS telah melakukan serangan terhadap posisi pasukan Suriah, dan mendukung kelompok pemberontak yang sudah masuk dalam daftar hitam kelompok teroris, seperti Ahrar Al-Sham.

"Beberapa negara anggota PBB harus berhenti berbohong kepada diri mereka sendiri dan ke seluruh dunia," ucap Ja'afari dalam pertemuan tersebut, seperti dilansir Russia Today pada Senin (26/9).

Dia mengatakan, pemerintah Suriah mengambil semua langkah yang mungkin untuk memastikan penduduk sipil tidak menjadi korban serangan, dan telah meminta warga sipil untuk menjauh dari posisi teroris.

"Namun, sayangnya kelompok militan tidak membiarkan warga sipil meninggalkan Aleppo dan menggunakannya sebagai perisai," sambung diplomat senior Suriah tersebut.




Credit  Sindonews




Sekutu Lama Korut sejak Perang Dingin Mulai Menarik Diri

 
Sekutu Lama Korut sejak Perang Dingin Mulai Menarik Diri  
Menumpuknya sanksi terhadap Korut membuat pemerintahan Kim Jong Un terus mencari cara untuk mendapatkan sumber lain guna memenuhi kebutuhan mereka. (Kyodo/via Reuters)
 
Jakarta, CB -- Mulai dari memecat pekerja Korea Utara dan tak menerbitkan visa bagi warga negaranya, para negara sekutu sejak zaman Perang Dingin, seperti Polandia dan Mongolia, mulai menarik mundur langkahnya, menjauh dari negara terisolasi tersebut.

Dengan dorongan dari Korea Selatan dan Amerika Serikat, diperkirakan akan lebih banyak negara yang menjauh dari Korut setelah belakangan ini Pyongyang memantik ketegangan dengan uji coba nuklir kelima mereka.

Menumpuknya sanksi terhadap Pyongyang membuat pemerintahan Kim Jong Un terus mencari cara untuk mendapatkan sumber lain guna memenuhi kebutuhan mereka.

Hal ini terungkap dalam penelitian teranyar dari para ahli di Universitas Harvard dan Institut Teknologi Massachusetts yang dirujuk oleh Reuters, Senin (26/9).

"Jika teman lama Korut terus memangkas hubungan di hadapan publik, Pyongyang akan kehilangan tempat asing di mana jaringan terlarang mereka dapat dioperasikan tanpa hambatan atau perlindungan politik dari negara tuan rumah," ujar Andrea Berger, wakil direktur program kebijakan nuklir Royal United Services Institute (RUSI).

Menanggapi hasil penelitian ini, pejabat Korsel menolak memberikan komentar terkait kemungkinan adanya upaya bujukan kepada negara-negara lain untuk menghukum Korut.

"Agaknya dalam masalah interaksi politik, sudah ada penegasan juga kepada para rekan Pyongyang bahwa hubungan perdagangan yang lebih erat dengan Korsel saja tidak akan cukup [jika tidak mengambil langkah melawan Korut]," tutur Berger.

Sebut saja Angola, contohnya. Mereka menangguhkan semua perdagangan komersial dengan Pyongyang, melarang semua perusahaan Korut untuk beroperasi di negaranya sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa menjatuhkan sanksi tambahan pada Maret lalu.

Pemerintah Angola menolak memberikan tanggapan, tapi negara itu pada Juli lalu mengatakan kepada PBB bahwa mereka tak pernah lagi mengimpor senjata ringan dari Korut selama beberapa tahun belakangan.

Tak hanya perdagangan, beberapa negara juga mulai menghentikan penerimaan pekerja Korut di wilayah mereka. Ketenagakerjaan merupakan salah satu sektor penyokong perekonomian Korut dengan 50 ribu pekerja yang menyumbangkan sekitar US$1,2 miliar hingga 2,3 miliar dalam satu tahun.

Polandia, negara penampung 800 pekerja Korut, pada tahun ini menghentikan pembaruan visa Korut, begitu pula dengan Malta.

Pada Juli lalu, Ukraina juga mencabut kesepakatan era Soviet yang memungkinkan bebas visa kunjungan untuk warga Korut.

Singapura sebagai jalur penghubung perdagangan Korut juga akan mewajibkan semua warga Korut untuk mengajukan permohonan visa terlebih dahulu sebelum mengunjungi negaranya.

Kendati demikian, Korut dianggap masih akan bertahan karena adanya dukungan dari China sebagai sekutu dekatnya. Hingga kini, China dan Rusia masih mempekerjakan banyak karyawan dari Korut dan tak pernah menunjukkan niat menghentikan itu di hadapan publik.

Menurut para ahli, China masih menjadi kunci kekuatan Korut. "Alih-alih efisien, tindakan unilateral seperti ini hanya akan memberikan tekanan psikologi kepada Korut. Namun layaknya geng kriminal, Korut tak akan terlalu takut terhadap tekanan psikologis," kata Chang Yong-seok, peneliti senior Studi Unigikasi dan Perdamaian dari Universitas Nasional Seoul.


Credit  CNN Indonesia







China Selidiki Pejabat Bank Korut Terkait Pendanaan Nuklir

 
China Selidiki Pejabat Bank Korut Terkait Pendanaan Nuklir 
 Ilustrasi uji coba rudal Korea Utara (KCNA via Reuters)
 
Jakarta, CB -- Pemerintah China tengah menyelidiki sejumlah pejabat dari bank Korea Utara yang diyakini terkait dengan pendanaan pengadaan berbagai senjata dan materi terlarang untuk mengembangkan program nuklir.

Media Korea Selatan, JoongAng Daily, pada Senin (26/9) melaporkan bahwa China dan Amerika Serikat sepakat untuk meningkatkan kerja sama di Dewan Keamanan PBB dan sejumlah jalur penegakan hukum, utamanya setelah Korut meluncurkan uji coba nuklir kelima pada 9 September lalu.

China, yang merupakan sekutu utama Korut, juga mengaku geram atas serangkaian uji coba nuklir dan rudal Korut selama beberapa bulan terakhir.

Salah satu bentuk kerja sama AS dan China dalam bidang penegakan hukum adalah dengan menargetkan keuangan Liaoning Hongxiang Industrial, sebuah perusahaan raksasa yang dikepalai oleh seorang kader Partai Komunis. Pemerintahan Obama menilai perusahaan itu membantu program nuklir Korut, seperti dilaporkan Wall Street Journal pekan lalu.

JoongAng Daily melaporkan bahwa pihak berwenang China sedang menyelidiki seorang pejabat tinggi dari cabang Kwangson Banking Corporation di kota perbatasan Dandong.

Pada 2009 lalu, Kementerian Keuangan AS menyebut bank tersebut sebagai salah satu bank yang diduga mendukung penyelundupan senjata ke Korut, baik melalui pengadaan senjata untuk perorangan maupun militer.

"Kepala cabang, Ri Il Ho, sementara ini tengah kembali ke Korea Utara, sehingga wakil eksekutifnya kini diselidiki," ungkap seorang sumber kepada JoongAng Daily, dikutip dari Reuters.

Harian ini tidak mempublikasikan identitas sang sumber, namun menyebutnya "memiliki informasi yang luas soal Korea Utara."

Pada Maret tahun ini, selain menjatuhkan sanksi terbaru kepada Korut, PBB juga memperpanjang masa pembekuan aset kepada seluruh pendanaan asing bank tersebut di luar negeri.

Cabang bank di Dandong kemudian pindah ke sebuah kantor di lantai 13 sebuah gedung yang sama dengan Hongxiang dan terus beroperasi secara diam-diam, menurut laporan JoongAng Daily.

Kementerian Luar Negeri China belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan ini.

Sementara itu, laporan dari Asan Institute for Policy Studies di Seoul dan lembaga think-tank C4ADS yang berbasis di Washington pekan lalu mengidentifikasi dana sebesar lebih dari US$500 juta dalam perdagangan periode Januari 2011 hingga September 2015 antara Korut dengan Liaoning Hongxiang Group. Laporan itu menyebutkan bahwa Liaoning Hongxiang Group melakukan perdagangan besar-besaran dengan Korut.

JoongAng juga melaporkan bahwa lebih dari 20 pejabat bea cukai dan kota Dandong sedang diselidiki atas dugaan memberikan bantuan ke Ma Xiaohong, pemimpin dan pendiri Hongxiang. Laporan JoongAng ini mengutip sumber "yang mengetahui hubungan antara Beijing dan Pyongyang."

Sejumlah aset tertentu yang terkait dengan Ma dan beberapa kerabat serta rekannya telah dibekukan oleh otoritas China dalam beberapa pekan terakhir, menurut laporan Wall Street Journal.

JoongAng juga menyebut bahkan sejumlah "karyawan tak dikenal dari Korea Utara" lainnya yang tinggal di China juga tengah diselidiki.



Credit  CNN Indonesia




Presiden Perancis Konfirmasi Penutupan Kamp Imigran di Calais

 
Presiden Perancis Konfirmasi Penutupan Kamp Imigran di Calais  
Calais, atau yang disebut juga kamp hutan, merupakan wilayah di Perancis yang berbatasan dengan Inggris. Sekitar 10 ribu imigran, berasal dari negara berkonflik seperti Irak, Suriah dan Afghanistan. (Reuters/Pascal Rossignol)
 
Jakarta, CB -- Presiden Perancis Francois Hollande mengumumkan bahwa kamp imigran Calais akan ditutup pada akhir tahun dan menyerukan London untuk membantu mengatasi arus imigran yang memenuhi kamp itu demi mimpi mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Inggris.

Calais, atau yang disebut juga kamp "Hutan", merupakan wilayah di Perancis yang berbatasan dengan Inggris. Sekitar 10 ribu imigran, berasal dari negara berkonflik seperti Irak, Suriah dan Afghanistan yang berusaha memasuki Inggris terlantar di sejumlah kamp pengungsian di sana, sementara pemerintah Inggris menutup perbatasannya.

"Situasi ini tidak dapat diterima dan semua orang di sini tahu itu," kata Hollande dalam kunjungannya ke kota pelabuhan di wilaya utara itu, Senin (27/9).

"Kami harus membongkar kamp ini secara menyeluruh," ujar Hollande, dikutip dari Reuters.

Perancis berencana untuk merelokasi para migran dalam sejumlah kelompok kecil yang akan ditempatkan di penjuru negara itu. Namun, rencana ini mendapat penentangan keras dari oposisi sayap kanan, yang menilai bahwa para imigran yang terlantar di Calais adalah masalah Inggris, bukan Perancis.

Sementara, pemerintah Inggris sendiri menilai bahwa imigran yang ingin mencari suaka harus mengikuti hukum Uni Eropa, yakni mendaftar pengajuan suaka di negara pertama yang mereka masuki.

Permasalahan imigrasi merupakan salah satu faktor pendorong utama warga Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa melalui referendum tahun ini. Isu imigrasi juga akan menjadi itu utama menjelang pemilihan umum presiden Perancis pada April mendatang.

Jika Perancis menghentikan upaya untuk menampung imigran di perbatasan, maka masalah imigrasi itu mau tak mau harus ditangani Inggris. Oleh karena itu, Hollande secara terus terang mengingatkan Inggris untuk menepati perjanjian pada pengelolaan aliran migran antara Inggris dan Perancis.

"Saya juga ingin menyatakan kembali tekad saya bahwa pemerintah Inggris [harus] memainkan peran mereka dalam upaya kemanusiaan yang dilakukan Perancis, dan mereka harus terus melakukan hal itu di masa depan," ujar Hollande.

London dan Paris telah menyepakati sejumlah kerja sama imigrasi, seperti pembangunan tembok raksasa dari pelabuhan di Calais dalam upaya menyetop arus imigran yang datang hampir setiap hari menuju Inggris.

"Apa yang terjadi di [kamp] 'Hutan' pada akhirnya merupakan masalah bagi otoritas Perancis, terserah kepada mereka apa yang akan dilakukan di sana," ujar juru bicara pemerintah Inggris.

"Posisi kami sangat jelas: kami tetap berkomitmen untuk melindungi perbatasan bersama yang kita miliki di Calais. Kerja sama kami dengan Perancis untuk menjaga keamanan perbatasan akan terus berlangsung, terlepas dari apa pun terjadi di kamp 'Hutan'," ujarnya.





Credit  CNN Indonesia



Latihan Bilateral dengan Filipina, AS Kirim Kontingen Udara

 
Latihan Bilateral dengan Filipina, AS Kirim Kontingen Udara  
Ilustrasi. (U.S. Air Force photo)
 
Jakarta, CB -- Militer Amerika Serikat mengirimkan kontingen udara ke Filipina untuk menggelar misi pelatihan bilateral dan berintegrasi dengan unit yang ada di sana.

Kedutaan Besar AS di Manila menjabarkan bahwa Washington mengerahkan dua pesawat Hercules C-130 dan sekitar 100 penerbang 347th Air Wing dari Pangkalan Udara Yokota, Jepang; 36th Contingency Response Group dari Pangkalan Udara Andersen, Guam; dan ke Pangkalan Udara Mactan Ebuenito di Cebu, Filipina.

"Tujuan Kontingen Udara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bersama antara pasukan AS dan Filipina dan lebih jauh lagi memperkuat kerja sama keamanan antara kedua sekutu," demikian kutipan pernyataan resmi Kedubes AS di Manila seperti dikutip Inquirer, Senin (26/9).

Pengiriman kontingen ini merupakan kali ketiga sepanjang tahun 2016. Rotasi pertama dilakukan di Pangkalan Udara Clark pada April lalu setelah Menteri Pertahanan Filipina, Voltaire Gazmin, dan Menhan AS, Ash Carter, menekankan inisiatif untuk memperkuat kerja sama kedua negara.

Saat itu, AS mengirimkan A-10C Thunderbolt IIs, HH-60G Pave Hawks, dan sekitar 200 personel dari unit Pasukan Udara Pasifik (PACAF).

Dua bulan kemudian, tepatnya 15 Juni, pengiriman kedua dilakukan, yaitu mencakup EA-18G Growlers bersama personel tentara.

Namun pengiriman pada bulan ini merupakan kali pertama sejak pemerintahan Filipina bergulir ke tangan Presiden Rodrigo Duterte.

Belakangan ini, hubungan kedua negara memanas. Duterte sempat mengimbau sisa pasukan AS untuk segera hengkang dari wilayah selatan Filipina atas alasan keamanan.

Saat berkunjung ke Indonesia, Duterte juga sempat menyinggung bantuan militer AS yang terkesan sekadar formalitas, seperti pengiriman jet tempur tanpa rudal.

Namun, Duterte akhirnya mengakui bahwa Filipina membutuhkan AS, terutama di tengah kemelut sengketa lahan di Laut China Selatan.

Program pengiriman kontingen ini pun akan terus dilanjutkan. Sekitar 1.400 tentara direncanakan tiba pada bulan depan untuk ikut serta dalam pelatihan bilateral ini.




Credit  CNN Indonesia




Sindikat Malaysia Janjikan Gelar Datuk dengan Biaya Rp1,9 M

 
Sindikat Malaysia Janjikan Gelar Datuk dengan Biaya Rp1,9 M  
Ilustrasi. (Reuters/Edgar Su)
 
Jakarta, CB -- Kepolisian Malaysia membekuk seorang pria Singapura yang diduga merupakan otak dari sindikat penipuan pemberian gelar datuk dengan biaya mencapai miliaran rupiah.

Direktur Perdagangan Bukit Aman dari Departemen Investigasi Kriminal Malaysia, Acryl Sani Abdullah Sani, mengatakan bahwa tersangka berusia 68 tahun itu ditahan di satu restoran di Macap Baru, Malacca, pada Sabtu (24/9).

Warga Singapura itu diduga melakukan sedang menjalankan satu misi penipuan, yaitu menjebak seorang pengacara yang dijanjikan bisa mendapatkan gelar datuk dengan biaya 604 ribu ringgit atau setara Rp1,9 miliar.
"Tersangka diduga berkenalan dengan korban dan mengaku sebagai perantara untuk menghubungkannya dengan sindikat itu," kata Acryl seperti dikutip kantor berita Malaysia, Bernama, Senin (26/9).

Menurut Acryl, penangkapan ini merupakan bagian dari upaya penyelidikan kepolisian untuk mengungkap satu sindikat penipuan. Warga Singapura itu diduga merupakan otak dari sindikat ini.
Pada Kamis pekan lalu, polisi menangkap delapan orang lainnya yang diduga terkait dengan sindikat ini, yaitu empat perempuan dan empat laki-laki dengan kisaran usia 30-40 tahun.

Kedelapan orang yang ditahan di Kelantan, Perak, dan Kuala Lumpur ini di antaranya merupakan seorang asisten pribadi, pedagang, pekerja hotel, ibu rumah tangga, petugas keamanan kelab malam, broker, dan agen asuransi.

Para tersangka kemungkinan akan dikirim ke Kuching untuk penyelidikan lebih lanjut.





Credit  CNN Indonesia



Mantan PM Portugal pimpin persaingan pencalonan Sekjen PBB

 
Mantan PM Portugal pimpin persaingan pencalonan Sekjen PBB
Dokumentasi--Antonio Guterres, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), tiba untuk konferensi pers di kantor PBB di Jenewa, Swiss, 18 Desember 2015. (REUTERS/Denis Balibouse)
 
Perserikatan Bangsa-bangsa (CB) - Mantan perdana menteri Portugal Antonio Guterres pada Senin memimpin perolehan nilai, dalam jajak pendapat rahasia, sebagai calon terkuat untuk menjabat sebagai sekretaris jenderal PBB menggantikan Ban Ki-moon.

Pemungutan suara tak resmi dan tertutup itu dilakukan kelima kalinya oleh para anggota Dewan Keamanan PBB.

Guterres unggul empat angka dibandingkan saingan terdekatnya, Vuk Jeremic, yang merupakan mantan menteri luar negeri Serbia dan mantan presiden Majelis Umum PBB.

Selain sebagai perdana menteri Portugal, Guterres juga pernah menjadi kepala Badan PBB urusan Pengungsi.

Dalam pemungutan suara itu, Guterres mengumpulkan 12 nilai dukungan, dua nilai penolakan, dan satu nilai tanpa keputusan.

Jeremic mendapat angka 8-6-1.

Miroslav Lajcak, mantan menteri luar negeri Republik Slovakia, berada di posisi ketiga dengan perolehan 8-7-0.

Majelis Umum PBB, yang beranggotakan 193 negara, sedang melakukan proses seleksi untuk mencari pengganti Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Ban akan mengakhiri jabatannya pada 31 Desember 2016 setelah menjalankan tugas sebagai Sekjen PBB selama dua kali periode lima tahun.

Piagam PBB hanya membolehkan Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara merekomendasikan satu calon untuk diajukan ke Majelis Umum guna dapat disetujui.

Tahun ini, semua kandidat masing-masing diwawancarai selama dua jam oleh para anggota Majelis Umum sementara Dewan Keamanan melakukan pemungutan suara rahasia, yang hasilnya bocor secara cepat dan luas.

Kandidat perempuan yang paling banyak mengumpulkan nilai di Dewan Keamanan adalah Susanna Malcorra, mantan luar negeri Argentina dengan angka 7-7-1. Ia bersaing ketat dengan Danilo Turk, mantan presiden Slovania.

Direktur Jenderal Badan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan PBB (UNESCO), Irina Bokova, berada di tempat keenam dengan mengumpulkan 6-7-1.

Helen Clark, mantan perdana menteri Selandia Baru yang juga saat ini menjabat sebagai kepala Program Pembangunan PBB, bersaing ketat dengan mantan luar negeri Makedonia, Srgjan Kerim, dengan angka 6-9-0.

Mantan luar negeri Moldova, Natalia Gharman, berada di posisi terakhir. Ia mendapatkan nilai 3-11-1.

Selama ini, ada dorongan agar sekjen PBB berikutnya datang dari Eropa Timur, yang belum pernah menempatkan wakilnya pada posisi tersebut.

Juga ada harapan kuat dari banyak pihak agar perempuan tampil sebagai pemimpin PBB.




Credit  ANTARA News





Sidang Majelis Umum PBB berakhir


 
Sidang Majelis Umum PBB berakhir
Sekjen PBB Ban Ki-moon (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
 
Perserikatan Bangsa-bangsa (CB) - Sidang umum sesi ke-71 Majelis Umum PBB berakhir pada Senin dan menyelesaikan pembicaraan menyangkut berbagai topik, dari perubahan iklim, pengungsi dan migran, perdamaian, hingga pembangunan.

Sepanjang sepekan terakhir ini, lebih dari 140 pemimpin dan perwakilan negara telah menyampaikan pidato mereka di Majelis Umum, yang tahun ini mengangkat tema "Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Dorongan Universal Untuk Mengubah Dunia Kita."

Pada Rabu (21/9), 31 negara lagi, termasuk Brazil, Argentina, Meksiko dan Thailand, menyerahkan ratifikasi Perjanjian Paris kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon.

Selain itu, pertemuan puncak yang berlangsung pada Senin pekan lalu di Markas Besar PBB mengesahkan deklarasi soal pengungsi dan migran serta tekad untuk membangun kerangka penanganan pengungsi yang komprehensif.

Majelis Umum merupakan badan pertimbangan utama PBB.

Badan itu beranggotakan seluruh 193 negara anggota PBB dan merupakan forum untuk melakukan pembahasan multilateral terkait berbagai masalah internasional.

Setiap tahun, Majelis Umum menjalankan sidang intensif secara berkala dari September hingga Desember.

Pada setiap awal sesi berkala, Majelis Umum menyelenggarakan sidang umum. Sidang Umum tersebut banyak diisi dengan pidato oleh para kepala negara dan pemerintahan untuk menyampaikan pandangan mereka tentang masalah-masalah yang menurut mereka paling mendesak dihadapi oleh masyarakat internasional.




Credit  ANTARA News




UE luncurkan program bantuan untuk pengungsi Suriah di Turki


 
UE luncurkan program bantuan untuk pengungsi Suriah di Turki
Pengungsi Suriah beristirahat sejenak di pintu perbatasan Akcakale setelah menyeberang ke Turki di Provinsi Sanliurfa, Senin (15/6/15). (REUTERS/Umit Bektas)
 
Ankara (CB) - Uni Eropa (UE) meluncurkan program bantuan terbesar yang mengalokasikan hibah tunai bulanan lewat Bulan Sabit Merah Turki  (Kizilay) bagi satu juta pengungsi Suriah di Turki pada Senin (26/9).

"Hari ini kita meluncurkan proyek kemanusiaan terbesar yang pernah didukung UE. Ini akan menyediakan sumber pendapatan dasar bagi satu juta pengungsi Suriah," kata Christos Stylianides, Komisioner untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, saat konferensi pers dengan Menteri Turki Urusan UE Omer Celik.

Omer Celik menyambut program bantuan yang nilainya hampir tiga miliar euro (Rp43,9 triliun) untuk para pengungsi di Turki, namun mengkritik sistem penyaluran bantuan melalui organisasi-organisasi internasional.

"Menyalurkan bantuan melalui organisasi-organisasi non-pemerintah menghambat proses," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

Program Jaring Pengaman Sosial Darurat (Emergency Social Safety Net/ESSN) akan mentransfer bantuan tunai bulanan 100 lira Turki ( sekitar Rp437 ribu) per orang ke kartu debit untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, perlindungan dan transportasi menurut seorang pejabat Uni Eropa yang meminta namanya tidak disebut karena mereka tidak diberi kewenangan untuk bicara dengan media.

Para pengungsi paling rentan akan dipilih dari para pendaftar dan setiap keluarga akan memiliki satu Kartu Kizilay.

Brussels menjanjikan bantuan enam miliar euro sampai 2018 untuk membantu meringankan beban Turki yang menampung sekitar tiga juta pengungsi, di samping membebaskan biaya visa bagi warga Turki yang melakukan perjalanan ke Eropa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berulang kali mengingatkan UE bahwa Ankara tidak akan mematuhi kesepakatan penanganan migran mereka jika UE menunda menyampaikan komitmen mereka.

Turki saat ini menampung 250.000 lebih pengungsi di 26 kamp, tapi sekitar 90 persen pengungsi Suriah tinggal di luar kamp pengungsian di daerah-daerah urban dan pedesaan.


Credit  ANTARA News



Uni Eropa luncurkan proyek bantuan terbesar untuk pengungsi Suriah di Turki

Ankara (CB) - Uni Eropa, Senin, meluncurkan program bantuan kemanusiaan terbesar yang pernah dibuatnya dengan mengalokasi bantuan dana bulanan elektronik bagi satu juta pengungsi Suriah di Turki melalui Bulan Sabit Turki (Kizilay).

"Hari ini kami meluncurkan proyek kemanusiaan terbesar dan terluas yang pernah EU lakukan. (Proyek) ini akan memberikan bantuan berupa sumber pemasukan pokok bagi satu juta pengungsi Suriah," kata Christos Stylianides, Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, saat jumpa pers bersama Menteri Turki urusan Uni Eropa, Omer Celik.

Program bantuan itu bernilai hingga tiga miliar euro (Rp44 triliun).

Menteri Celik menyatakan menyambut baik program EU tersebut namun, pada saat yang sama, mengkritik sistem pengiriman dana melalui organisasi-organisasi internasional.

"Mengirimkan bantuan melalui Lembaga Swadaya Masyarakat akan memperlambat proses," ujarnya.

Melalui program Jaring Pengaman Sosial Darurat (ESSN), Uni Eropa setiap bulan akan mentransfer uang sebesar 100 lira Turki (sekitar Rp437 ribu) ke kartu debet setiap penerima bantuan.

Dana tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok, seperti makanan, tempat tinggal dan transportasi, kata para pejabat EU kepada Xinhua.

Pengungsi-pengungsi yang paling rentan akan dipilih dari kalangan pemohon dan setiap keluarga akan mendapatkan satu Kartu Kizilay.

Uni Eropa telah berjanji menyediakan dana sekitar enam miliar euro (Rp88 triliun) hingga 2018 untuk membantu Turki mengurangi beban menampung sekitar tiga juta pengungsi.

Selain menyediakan bantuan dana, EU juga akan memberi pembebasan visa bagi para warga negara Turki yang bepergian ke Eropa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berkali-kali memperingatkan Uni Eropa bahwa Ankara tidak akan mematuhi kesepakatan soal migran jika EU lambat dalam menjalankan komitmennya.

Saat ini, Turki menampung lebih dari 250.000 pengungsi di 26 kamp, namun sekitar 90 persen pengungsi Suriah tinggal di luar kamp di daerah-daerah perkotaan dan pedesaan.


Credit  ANTARA News

Pasukan Yaman tewaskan tersangka pemimpin Al Qaeda


Pasukan Yaman tewaskan tersangka pemimpin Al Qaeda
Tentara pemerintah Yaman mengendarai kendaraan lapis baja di garis depan provinsi Marib, Sabtu (19/9). (REUTERS/Stringer )
Aden (CB) - Pasukan Yaman menewaskan tersangka pemimpin Al Qaeda dalam bentrok di rumahnya di provinsi bagian selatan Abyan pada Senin (26/9) menurut pejabat keamanan.

Seorang tentara Yaman juga tewas dan yang lainnya luka-luka setelah pasukan menyerbu kediaman tersangka pemberontak yang diidentifikasi bernama Abdullah Hubaibat di pinggiran kota kecil Loder menurut para pejabat.

Dua tersangka ekstremis lain terluka dalam pertempuran itu, sementara tersangka ketiga ditangkap, kata beberapa sumber kepada kantor berita AFP.

Pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi memasuki ibu kota Abyan, Zinjibar, bulan lalu dan merebut kembali kota lain di seluruh provinsi itu.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak yang didukung Iran di Yaman juga mendukung pasukan pemerintah dari udara sepanjang perang melawan Al Qaeda dan kelompok ISIS.

Selain itu Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan drone terhadap Al Qaeda di Semenanjung Arab (Al-Qaeda in the Arabian Peninsula/AQAP) yang beroperasi di Yaman.



Credit  ANTARA News



Pasukan Yaman tewaskan tokoh senior Al-Qaida

Aden, Yaman (CB) - Prajurit militer Yaman menewaskan seorang tokoh senior Al-Qaida di Provinsi Abyan di Yaman Selatan pada Senin, kata seorang pejabat keamanan Yaman kepada Xinhua.

Pemimpin cabang Al-Qaida di Yaman, yang diidentifikasi sebagai Abdullah Hubaibat, tewas ketika tentara pemerintah menyerbu sejumlah rumah yang dikuasai petempur Al-Qaida di Loder, Kota kecil di Provinsi Abyan, kata pejabat keamanan itu, yang tak ingin disebutkan jatidirinya,.

Lima orang lagi cedera dalam penyerbuan tersebut.

Hubaibat diduga sebelumnya telah terlibat dalam beberapa serangan bersenjata terhadap pasukan keamanan di Abyan, kata sumber itu.

Dalam dua bulan belakangan, pasukan Pemerintah Yaman melancarkan serangan anti-teror dan mengusir sejumlah pria bersenjata yang memiliki kaitan dengan Al-Qaida dan cabang ISIS yang berpusat di Yaman dari permukiman penting dan kompleks pemerintah di Provinsi Lahj serta Abyan.

Yaman, salah satu negara Arab di Teluk, telah dirongrong oleh salah satu aksi perlawanan kelompok Al-Qaida yang paling aktif di wilayah Timur Tengah.

Al-Qaida di Jazirah Arab (AQAP), yang berpusat di Yaman dan juga di negeri itu dikenal dengan naman Ansar Ash-Sharia, muncul pada Januari 2009 dan mengaku bertanggung-jawab atas sejumlah serangan terhadap lembaga pemerintah dan militer Yaman.

AQAP memanfaatkan kevakuman keamanan saat ini dan perang saudara yang berkecamuk untuk memperluas pengaruhnya dan merebut lebih banyak wilayah di Yaman Selatan.

Keamanan di Yaman telah memburuk sejak Maret 2015, ketika perang meletus antara pengikut kelompok Syiah Al-Houthi --yang didukung oleh mantan presiden Ali Abdullah Saleh-- dan pasukan pemerintah, yang didukung oleh koalisi Arab pimpinan Arab Saudi.

Lebih dari 6.400 orang telah tewas dalam pertempuran darat dan serangan udara sejak itu, banyak dari mereka adalah warga sipil.



Credit  ANTARA News


Teleskop raksasa Cina mulai fase pengujian

Pembangunan teleskop raksasa ini membutuhkan waktu lima tahun. 
 
Teleskop radio yang baru rampung dibuat di Cina akan mengawali fase pengujian intensif.
Laporan ilmuwan Cina menyebutkan bahwa teleskop radio berdiameter 500 meter itu telah menerima sinyal pertamanya dari luar angkasa.
Kini diperlukan waktu tiga tahun untuk mengkalibrasi instrumen tersebut sampai beroperasi secara penuh.
Fasilitas tersebut, bagian dari upaya Cina untuk menjadi negara adidaya sains, diresmikan dalam sebuah upacara pada Minggu (25/9).
"Ini sangat menarik," kata Profesor Peng Bo, wakil manajer proyek teleskop yang disebut FAST (Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope), kepada BBC.
    "Selama bertahun-tahun, kita harus ke luar Cina untuk melakukan observasi - dan kini kita memiliki teleskop terbesar. Orang-orang tak sabar untuk menggunakannya."
    Teleskop radio yang terletak di kawah alami Provinsi Guizhou, barat daya Cina, adalah proyek ambisius Observatiorium Astronomi Nasional Cina.
    Dengan antena parabola berdiameter 500 meter yang terdiri dari ribuan panel triangular, teleskop ini jauh mengungguli teleskop terbesar dunia sebelumnya, yaitu Observatorium Aricebo di Puerto Rico dengan diameter 305 meter.
    Meski begitu, pembangunan teleskop ini hanya membutuhkan lima tahun dan menghabiskan US$180 juta atau sekitar Rp2 triliun lebih.
      Meski berada dalam fase pengujian, tapi ilmuwan bisa melakukan berbagai penelitian dan bekerja dengan astronom dunia. 
     
    Teleskop radio berfungsi dengan "mendengarkan" gelombang radio yang dikirimkan oleh objek di luar angkasa.
    Karena ukurannya yang besar, teleskop ini mampu mengumpulkan sinyal dari titik-titik semesta terjauh.
    Setelah pembangunan selesai, Profesor Peng mengatakan bahwa alat ini mampu mendeteksi gelombang radio dari tiga pulsar, yaitu bintang-bintang yang sangat padat dan berputar dengan cepat. Ini adalah target kunci bagi tim.
    Meski begitu, menurutnya, ada banyak yang masih harus dikerjakan sebelum teleskop bisa berfungsi secara penuh. Ini akan melibatkan pengujian, penyetelan dan kalibrasi.
    Namun, dia menambahkan, timnya akan dapat melakukan berbagai penelitian dalam fase pengujian ini, dan akan bekerja dengan astronom dunia.



    Credit  BBC

    Jepang kerahkan pesawat tempur sergap pesawat Cina


    Pesawat Cina
    Sebagian dari 40 pesawat yang dikatakan oleh Cina terlibat dalam latihan rutin tetapi membuat marah Jepang. 
     
    Pemerintah Jepang mengatakan sejumlah pesawat tempur dikerahkan untuk operasi reaksi cepat pada hari Minggu (25/09) setelah pesawat-pesawat militer Cina terbang di antara pulau-pulau Jepang.
    Pesawat-pesawat Cina itu diperkirakan meliputi pesawat pengebom, pesawat pengintai dan pesawat tempur yang terbang di atas Selat Miyako, antara Okinawa dan Miyakojima.
      Menurut otorita Cina, sekitar 40 pesawatnya terlibat dalam kegiatan yang disebut sebagai latihan rutin.
      Pesawat-pesawat Cina tersebut tidak sampai masuk ke wilayah udara Jepang, namun langkah itu dianggap sebagai unjuk kekuatan Cina.
      "Pemerintah Jepang terus mengawasi aktivitas militer Cina, yang cenderung meluas dan lebih aktif, sementara kita melakukan kegiatan pengintaian," kata Menteri Sekretaris Negara Yoshihide Suga dalam konferensi pers di Tokyo pada Senin (26/09).

      Pesawat JepangPesawat Jepang diterjunkan setelah pesawat-pesawat Cina melintas di Selat Miyako. Selat Miyako merupakan wilayah penting dengan panjang 250 km di selatan Okinawa dan dekat dengan Taiwan.

      Lokasinya juga dekat dengan gugusan pulau di Laut Cina Selatan yang sama-sama diklaim oleh Jepang dan Cina. Jepang, yang menguasai kepulauan itu, menyebutnya sebagai Senkaku, sedangkan Cina menyebutnya Kepulauan Diaoyu.







      Sengketa perbatasan Timor Leste-Australia dibawa ke pengadilan

      Demo warga Timor Leste  
      Warga Timor Leste menggelar unjuk rasa di depan kantor kedutaan Australia di Jakarta, menentang perjanjian bagi hasil eksplorasi minyak. 
       
      Pengadilan Arbitrase Internasional (PCA) di Belanda pada hari Senin (26/09) setuju untuk menangani sengketa perbatasan laut antara Timor Leste dan Australia yang telah berlangsung selama kurang lebih sepuluh tahun.
      Keputusan ini diambil oleh pengadilan yang berada di Den Haag itu meski Australia menyatakan keberatan.
      Kasus ini diajukan Timor Leste pada bulan lalu yang meminta pengadilan arbitrase memutuskan siapa yang sebenarnya berhak memiliki ladang gas dan minyak bawah laut.
      Timor Leste mengatakan upaya perundingan sudah diambil tapi tidak mendapatkan titik temu, sehingga kasus ini perlu diteruskan ke pengadilan.
      "Kami tidak akan berhenti sampai kami mendapatkan hak kedaulatan, baik di darat maupun di laut," kata mantan Perdana Menteri Xanana Gusmao, seperti dikutip kantor berita AFP.
      Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan Canberra menerima keputusan ini dan akan terus terlibat dalam seluruh proses yang diambil untuk menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan.
      "Kami masih ingin memperkuat kerja sama dan mencari jalan keluar atas masalan di Laut Timor," kata Bishop.
      Kedua negara pada 2006 menyepakati perjanjian bagi hasil eksplorasi dengan masing-masing negara mendapatkan 50%, namun pemerintah Timor Leste mengatakan ini tidak adil 'karena dipaksakan ke negara yang baru saja merdeka'.
      Australia sementara itu bersikukuh dengan implementasi perjanjian tersebut.



      Credit  BBC







      Senin, 26 September 2016

      Ilmuwan Mulai Lakukan Simulasi Hidup di Mars

       
      Ilmuwan Mulai Lakukan Simulasi Hidup di Mars  
      Ilustrasi Planet Mars (MR1805/Thinkstock)
       
      Jakarta, CB -- Organisasi nirlaba Mars Society yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat telah memulai misi simulasi Mars di Utah, akhir pekan lalu.

      Simulasi tersebut bernama "Mars 160", di mana tujuh ilmuwan dari enam negara berbeda menghabiskan waktu selama 160 hari di gurun pasir Utah dan kawasan Kanada yang mengarah ke Kutub Utara.

      Sejatinya, durasi 160 hari tersebut dibagi menjadi dua, yakni 80 hari di Mars Desert Research Station di Utah dan 80 hari sisanya di lingkungan Kutub Utara. Simulasi pertama dari Mars Society itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan manusia tentang bagaimana mengeksplorasi permukaan Mars.

      Presiden Mars Society Robert Zubrin kepada Space.com mengatakan, simulasi tersebut sifatnya bukan untuk 'mengurung' kru yang menjalaninya.

      "Menurut saya misi Mars bukan persoalan isolasi. Misi Mars tujuannya bukan mengirim manusia ke Planet Merah untuk tidak melakukan apa-apa dan melihat mereka jenuh," ujar Zubrin.

      Ia melanjutkan, "misi Mars adalah mengirim manusia ke sana dan melakukan penelitian program agresif dalam bidang eksplorasi."

      Lebih lanjut, pihak Mars Society juga menjelaskan, kru tersebut akan menjalankan program eksplorasi geologis berkelanjutan, paleontologis, dan mikro-biologis.

      "Semuanya dilakukan tentunya di dalam kondisi yang mirip dengan Mars," tutur juru bicara Mars Society.

      Kru ilmuwan juga akan membawa riset teknis yang berkaitan dengan kondisi di Mars, menguji coba biomedis, teknologi seragam antariksa, hingga pelatihan astronaut yang berkenaan adaptasi habitat.

      Melalui akun Twitter @TheMarsSociety, organisasi itu memamerkan foto kru yang sedang berpose di depan stasiun riset di gurun pasir Utah.





      Credit  CNN Indonesia



      Ribuan Warga Finlandia Memprotes Kelompok Neo Nazi

       
      Ribuan Warga Finlandia Memprotes Kelompok Neo Nazi 
       Mengacungkan plakat bergambar simbol perdamaian dan swastika, para pengunjuk rasa mengatakan sudah waktunya untuk memecah keheningan yang membiarkan rasisme dan kekerasan gerakan ultra-kanan tumbuh di Finlandia. (Roni Rekomaa/Lehtikuva/via Reuters)
       
      Jakarta, CB -- Lebih dari 1.500 orang turun ke jalan di Helsinki pada Sabtu (24/9) untuk memprotes kekerasan dan rasisme setelah satu orang yang terluka dalam unjuk rasa Neo Nazi pada bulan lalu akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

      Korban tersebut diduga meludah di depan kelompok ultra-kanan, Gerakan Perlawanan Finlandia, yang sedang menggelar aksi unjuk rasa anti-imigran.

      Pada pekan lalu, kepolisian menahan satu orang anggota Gerakan Perlawanan yang diduga menyerang pria tersebut. Kabar ini pun menyulut amarah warga yang selama ini bungkam.

      Mengacungkan plakat bergambar simbol perdamaian dan simbol swastika yang dicoret, para pengunjuk rasa mengatakan sudah waktunya untuk memecah keheningan yang membiarkan rasisme dan kekerasan gerakan ultra-kanan tumbuh di Finlandia.


      "Rakyat merasa pembicaraan mengenai rasisme sangat kurang di sini. Terlalu banyak pengabaian. Kami semua harus berbicara lebih banyak mengenai rasisme, termasuk para pemimpin," ujar seorang pengunjuk rasa bernama Rosa kepada Reuters.

      Setelah selama ini dikritik karena sangat berhati-hati ketika berkomentar mengenai gerakan ultra-kanan, Julia Sipila selaku Perdana Menteri Finlandia akhirnya ikut serta dalam unjuk rasa serupa di Kota Kuopio.

       
      Sentimen anti-imigran mulai meningkat di seluruh Eropa sejak tahun lalu. (Reuters/Attila Cser)

      "Rakyat berkumpul di sini karena sebuah alasan. Tindakan oleh gerakan ultra-kanan merupakan kekhawatiran bagi mayoritas negara yang selama ini bungkam," ucapnya kepada lembaga penyiaran publik YLE.

      Ia pun mengatakan bahwa pemerintah sedang berencana memperketat regulasi yang mengatur gerakan ekstremis dan ujaran kebencian.

      Tahun lalu, kepolisian juga menahan satu orang dalam demonstrasi yang digagas oleh Gerakan Perlawanan. Menurut polisi, orang itu menyerang satu pengamat.

      Kisruh ini sebenarnya sudah mulai terjadi sejak tahun lalu, tepatnya ketika gelombang pengungsi membanjiri Eropa sehingga menyebabkan sentimen anti-imigran.

      Menanggapi rangkaian demonstrasi ini, sekelompok orang di sudut lain Helsinki juga menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "Tutup perbatasan." Menurut mereka, kritik terhadap kebijakan imigrasi seharusnya tak disebut rasis.

      Merujuk pada data pemerintah, sekitar 32 ribu pencari suaka, kebanyakan dari Irak, tiba di Finlandia tahun lalu.




      Credit  CNN Indonesia




      PBB Ingin Selidiki Pembunuhan dalam Perang Narkoba Duterte

       
      PBB Ingin Selidiki Pembunuhan dalam Perang Narkoba Duterte  
      Sudah lebih dari 3.300 terduga pengedar dan pengguna narkoba tewas sejak ia menjabat, sebagian besar diduga karena praktik pembunuhan di luar hukum. (AFP Photo\/NOEL CELIS)
       
      Jakarta, CB -- Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa soal penegakan hak asasi manusia, tindakan di luar hukum dan eksekusi arbitrase, Agnes Callamard, mengungkapkan keinginannya berkunjung ke Filipina guna menyelidiki dugaan ribuan kasus pembunuhan di luar hukum dalam program pemberantasan narkoba yang diusung Presiden Rodrigo Duterte.

      Keinginan Callamard ini menyusul undangan Duterte terhadap Sekretaris Jenderal PBB dan Uni Eropa pekan lalu untuk datang ke negaranya dan menyelidiki langsung tuduhan pembunuhan di luar hukum selama ia menjalankan kampanye anti-narkoba sejak menjabat pada 30 Juni lalu.

      Meski pemerintah Filipina belum mengeluarkan undangan resmi terkait hal ini, Callamard menyambut baik undangan Duterte tersebut dan mengaku ingin mengunjungi Filipina. Callamard kini tengah berupaya mencari jaminan keamanan bagi warga atau saksi mata yang berani bersaksi dan berbicara kepadanya.

      "Saya menyambut laporan belakangan ini (yang disampaikan) melalui media bahwa presiden dan pemerintah Filipina akan mengundang misi PBB untuk menyelidiki dugaan eksekusi di luar hukum," kata Callamard dalam pernyataan resmi kepada AFP, Senin (26/9).

      Callamard menyatakan bahwa dia akan mencari cara untuk memastikan bahwa para saksi mata yang berani mengungkapkan keadaan yang sebenarnya kepadanya tidak akan menerima pembalasan atau kekerasan dari para pendukung Duterte.

      "Tanggal dan ruang lingkup misi pencari fakta akan dibahas dan dinegosiasikan dengan pemerintah, bersama dengan sejumlah jaminan keamanan yang utama," katanya.

      Jaminan keamanan itu, kata Callamard, akan mencakup "kebebasan saya untuk bergerak dan kebebasan penyelidikan, dan jaminan bahwa mereka yang bekerja sama dengan saya tidak akan menjadi objek pembalasan, seperti intimidasi, ancaman, pelecehan atau hukuman."

      Sejak dilantik hampir tiga bulan lalu, Duterte berjanji akan membunuh 100 ribu penjahat, sebagai bagian dari upayanya memberantas penyalahgunaan narkotika di Filipina. Ia membolehkan warga sipil dan petugas untuk mengangkat senjata dan menembak mati setiap terduga narkoba yang melawan dan tidak mau menyerahkan diri.

      Sudah lebih dari 3.300 terduga pengedar dan pengguna narkoba tewas sejak ia menjabat, sebagian besar diduga karena praktik pembunuhan di luar hukum. Polisi mengklaim bahwa sekitar sepertiga dari jumlah tersebut tewas dalam adu tembak dengan polisi dalam operasi antinarkoba, sementara sisanya tewas karena perang antar-geng. Duterte sendiri menampik bahwa ia mendorong terjadinya praktik pembunuhan di luar hukum.

      Dugaan ribuan pembunuhan akibat main hakim sendiri di Filipina memantik kecaman dari PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat dan berbagai kelompok hak asasi manusia internasional.

      Namun, Duterte menegaskan ia akan terus menumpas tersangka pengedar dan pemakai narkoba hingga Filipina bersih dari narkotika.

      Duterte kerap merespon kasar dan keras terhadap kritik atas kampanyenya melawan narkoba. Sasaran mulut pedas Duterte yang teranyar adalah Presiden Barack Obama, sebelum keduanya dijadwalkan bertemu di pertemuan tingkat tinggi pemimpin negara ASEAN pada pekan awal September.

      Saat itu, sebelum bertolak ke Vientiane, Laos untuk menghadiri KTT ASEAN, Duterte menyebut Obama "anak pelacur," berujung pada pembatalan pertemuan antara kedua pemimpin negara.




      Credit  CNN Indonesia




      Penampakan Benda-benda Mencurigakan di Sumenep yang Dikira Bagian Pesawat


      Penampakan Benda-benda Mencurigakan di Sumenep yang Dikira Bagian Pesawat
      Foto: Istimewa

      Surabaya - Warga Giliraja dan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur, kaget setelah menemukan benda-benda misterius di perairan dan daratan. Mereka mengira itu bagian pesawat. Benarkah?

      Ada beberapa benda yang ditemukan. Dari foto-foto yang didapatkan detikcom, ada yang mirip onderdil mesin. Ada juga yang mirip tabung terbungkus plastik.

      Foto: IstimewaFoto: Istimewa

      Kondisinya bervariasi. Ukurannya juga. Ada yang hangus, ada yang utuh.

      Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan polisi turun tangan. Namun mereka belum bisa memastikan.

      Foto: IstimewaFoto: Istimewa

      Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Febrianto mengatakan, "Kabarnya begitu (pesawat jatuh). (Benda yang ditemukan) Sekarang sudah ada di Kepala Desa Bringsang Kecamatan Gili Genting."

      Polsek Giligenting juga masih menyelidiki benda-benda tersebut.

      "Saat ini masih dilakukan penyelidikan, apakah benar serpihan itu dari pesawat jatuh," kata Brigadir Medi Kurniawan, provost Polsek Bringsang, saat dihubungi detikcom melalui telepon seluler, Senin (26/9/2016).

      Foto: IstimewaFoto: Istimewa

      Benda-benda tersebut menurut warga, jatuh di perairan dan rumah warga pada pukul 10.00 WIB. Tak diketahui sumbernya. Beruntung, tidak ada warga yang kejatuhan.

      "Selain jatuh di Giligenting, serpihan juga ditemukan di Kepulauan Gili Raja," jelas Medi.

      Foto: IstimewaFoto: Istimewa





      Credit  detikNews


      Jalur Pesawat dan Gambaran Lokasi Penemuan Benda Mencurigakan di Sumenep

      Jalur Pesawat dan Gambaran Lokasi Penemuan Benda Mencurigakan di Sumenep
      Foto: Istimewa


      Surabaya - Pagi yang heboh di Kecamatan Gili Raja dan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur, Senin (26/9/2016). Beberapa benda jatuh dari langit sekitar pukul 10.00 WIB. Warga curiga itu serpihan pesawat. Padahal di situ bukan lintasan pesawat. Jadi apa?

      Foto di atas menunjukkan lintasan pesawat komersial. Sumenep yang berada di bawah, memang tak dilintasi. Bandara Juanda memastikan hal itu.

      "Sumenep bukan jalur pesawat komersial," kata petugas Administrasi Bandara Juanda Sidoarjo, Herdiono. Kemenhub dan AirNav Indonesia juga menyebut, tidak ada pesawat jatuh di Sumenep.

      Mungkinkah pesawat militer? Herdiono mengaku tak tahu. Bisa saja itu terjadi. Namun ia mengaku tak mendapatkan laporan pesawat militer melintas di jalur tersebut.

      Foto: IstimewaFoto: Istimewa

      Benda-benda mencurigakan ditemukan di perairan dan daratan. Bahkan ada yang jatuh di kandang sapi. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

      Dari foto-foto yang didapatkan detikcom, bentuk, kondisi, dan ukuran benda-benda tersebut bervariasi. Ada yang mirip onderdil mesin, serupa tabung terbungkus plastik. Ada yang hangus, ada yang utuh.

      Lokasi jatuhnya benda bukan tempat yang mudah dijangkau dari Sumenep. Sebab lokasi berada di pulau tersendiri. Jadi harus menggunakan menyeberangi perairan.

      Sejak menerima laporan, polisi, BPBD, dan pihak-pihak terkait turun ke lokasi. "Belum (tahu). Saya masih di atas, ini di atas kapal," kata Kapolres Sumenep AKBP Josep Ananta Pinora saat dihubungi detikcom, Senin (26/9/2016).

      "Saya masih perjalanan," kata kapolres yang baru menjabat ini.

      Foto: IstimewaFoto: Istimewa

      Di Kecamatan Giligenting, terdapat tiga lokasi yang ditemukan serpihan dan benda misterius yang diduga bagian pesawat. Selain benda berbentuk tabung berdiameter 50 cm yang jatuh di kandang sapi, ada juga benda semacam onderdil dan serpihan kecil.

      Menurut keterangan Camat Giligenting Yudha Yanuar Bahtiar, warga mendengar suara ledakan di udara dan melihat badan pesawat jatuh ke laut. Namun, ia sendiri tak bisa memastikan apakah benda itu bagian pesawat atau bukan.

      Jadi, benda apakah yang berceceran di perairan dan daratan Sumenep?

      Foto: IstimewaFoto: Istimewa


      Credit  detikNews

      Bandara Juanda: Tidak Ada Pesawat Melintas di Atas Sumenep


      Surabaya - Warga di Kepulauan Giligenting dan Kepulauan Giliraja Sumenep, pukul 10.00 WIB, dihebohkan dengan jatuhnya benda misterius dari langit. Pihak Administrasi Bandara Juanda mengatakan wilayah tersebut bukan lintasan pesawat.

      "Wilayah itu bukan lintasan pesawat komersial," jelas Herdiono, salah satu petugas Administrasi Bandara Juanda Sidoarjo, Herdiono, saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Senin (26/9/2016).

      Meski bukan lintasan pesawat komersial tambah Herdiono, wilayah tersebut bisa saja dipakai pesawat militer. "Kalau militer bebas. Bisa saja. Namun kita tidak mendapat laporan adanya pesawat militer yang melintas saat itu," kata Herdiono.

      Menurut Herdiono, pihaknya sampai saat ini masih belum mendapat kabar adanya pesawat yang diduga jatuh di sekitar Kepulauan Giligenting. "Sampai saat ini kita masih belum mendapat kabar," pungkas Herdiono.

      Pihak Bandar Udara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep juga belum mengetahui secara pasti benda dan serpihan yang ditemukan warga Dusun Taman Kecamatan Gili Genting itu dari pesawat atau bukan.

      "Maaf mba, masih kita telusuri apakah benar itu serpihan atau benda dari pesawat," kata Yadi, seorang petugas bandara saat dihubungi detikcom.

      Yadi mengaku hingga kini pihak bandara masih menelusuri kebenarannya. Sebab pihak Air Traffic Controller (ATC) masih clear. "Sampai saat ini dari pihak ATC masih clear atau tidak ada kabar apa-apa," tambahnya.

      Kemenhub dan AirNav sebelumnya juga menyebutkan, tidak ada pesawat jatuh di Sumenep. Sudah dicek ke berbagai maskapai, tidak ada yang melaporkan kehilangan pesawat.

      Credit  detikNews