Penampakan
cahaya misterius di langit California yang merupakan hasil dari uji
tembak rudal Trident II oleh Angkatan Laut AS. Foto / Twitter @esilva13
WASHINGTON
- Militer Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi telah menguji tembak dua
rudal Trident II di lepas pantai California pada hari Selasa. Sebelum
ada konfirmasi dari militer AS, muncul spekulasi bahwa ada penampakan
kendaraan makhluk luar angkasa atau UFO di langit California.
Konfirmasi
dari Angkatan Laut AS itu sekaligus mengakhiri spekulasi liar yang
berkembang di kalangan warga California. Uji tembak dua rudal Trident II
itu dilakukan oleh dua kapal selam (SSBN). Sesaat setelah ditembakkan,
warga California melihat cahaya misterius di langit.
”Program
Sistem Strategis Angkatan Laut menjalankan uji coba rudal Trident II
(D5) terjadwal di laut dari SSBN Ohio-class di lepas pantai California,”
bunyi pernyataan Angkatan Laut AS, yang dikutip CBS Local, Rabu (15/2/2017).
Juru
bicara Angkatan Laut AS John Daniels mengatakan rudal Trident II
pertama kali diluncurkan pada pukul 03.00 pagi. Disusul kemudian rudal
kedua yang ditembakkan pada pukul 06.20 pagi.
Daniels menjelaskan
bahwa cahaya misterius yang dilihat warga California kemungkinan besar
hasil dari tahap pertama peluncuran rudal yang berlangsung sekitar satu
menit atau mungkin juga hasil dari peluncuran rudal tahap kedua.
”Semua
uji coba peluncuran rudal dilakukan dari laut, terbang di atas laut,
dan mendarat di laut. Tidak pernah ada waktu rudal terbang di atas
darat,” lanjut pernyataan Angkatan Laut AS. ”Semua rudal dilacak dari
beberapa sumber, mulai dari peluncuran sampai dampak akhir di laut.”
Kapal-kapal perang Rusia tembakkan rudal dalam parade Angkatan Laut di kawasan Vladivostok. Foto / REUTERS / Yuri Maltsev
WASHINGTON
- Rusia dilaporkan menyebarkan rudal jelajah SSC-8 secara diam-diam
yang hampir bersamaan dengan pengiriman kapal mata-mata di dekat wilayah
Amerika Serikat (AS). Para pejabat pemerintah AS mengeluh atas
pengerahan rudal jelajah oleh Rusia tersebut karena melanggar perjanjian
pengawasan senjata pasca-Perang Dingin.
Laporan pengerahan rudal
jelajah oleh Rusia itu pertama kali dilansir New York Times mengutip
para pejabat AS. Selain menyebar rudal jelajah, Rusia juga disebut
mengembangkan dan menguji rudal canggih itu selama beberapa tahun
terakhir. Pajabat AS tidak menyebut lokasi persis penyebaran rudal
jelajah SSC-8 oleh Rusia.
Tindakan Rusia ini dianggap melanggar perjanjian yang bernama Intermediate-range Nuclear Forces (INF) 1987.
”Kami
tahu bahwa ini adalah isu lama. Rusia telah membangun dan mengujinya,
hal-hal ini melanggar perjanjian INF,” kata salah satu pejabat
pemerintah AS kepada Reuters, Rabu (15/2/2017) yang berbicara dengan syarat anonim.
”Masalahnya
sekarang adalah hal-hal ini dikerahkan dan ini merupakan pelanggaran
yang lebih besar dari perjanjian INF,” lanjut pejabat itu.
Kementerian Pertahanan Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut.
Departemen
Luar Negeri AS pada Juli 2014 atau di era pemerintahan Presiden Barack
Obama melansir laporan bahwa Rusia melanggar kewajibannya. “Berdasarkan
perjanjian INF, tidak boleh memiliki, memproduksi, atau menguji rudal
jelajah dengan berbagai kemampuan jangkauan mulai dari 500km hingga
5.500 km (310 mil hingga 3.420 mil),” bunyi laporan departemen itu.
Rusia
pernah merespons laporan departemen tersebut dengan menuduh Washington
melakukan "megaphone diplomacy", yakni tindakan mengulang-ulang tuduhan.
Rusia pada saat itu juga membantah telah melanggar perjanjian INF,
sebuah perjanjian yang membantu mengakhiri Perang Dingin antara kedua
negara.
Rusia membantah telah menyebar rudal jelajah SSC-8. Foto/Istimewa
MOSKOW
- Juru bicara presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan dari para
pejabat Amerika Serikat jika Moskow telah menyebar rudal jelajah SSC-8.
Penyebaran rudal tersebut dianggap telah melanggar perjanjian
pengawasan senjata yang menjadi kunci mengakhiri Perang Digin.
"Rusia
tetap berkomitmen terhadap kewajiban internasional, termasuk di bahwa
perjanjian INF. Belum ada yang secara resmi menuduh Rusia melanggar
INF," kata Dmitry Peskov, seperti dikutip dari CBS News, Kamis (16/2/2017).
Rusia
dilaporkan menyebarkan rudal jelajah SSC-8 secara diam-diam yang hampir
bersamaan dengan pengiriman kapal mata-mata di dekat wilayah Amerika
Serikat (AS). Para pejabat pemerintah AS mengeluh atas pengerahan rudal
jelajah oleh Rusia tersebut karena melanggar perjanjian pengawasan
senjata pasca-Perang Dingin.
Laporan pengerahan rudal jelajah
oleh Rusia itu pertama kali dilansir New York Times mengutip para
pejabat AS. Selain menyebar rudal jelajah, Rusia juga disebut
mengembangkan dan menguji rudal canggih itu selama beberapa tahun
terakhir. Pajabat AS tidak menyebut lokasi persis penyebaran rudal
jelajah SSC-8 oleh Rusia.
Tindakan Rusia ini dianggap melanggar perjanjian yang bernama Intermediate-range Nuclear Forces (INF) 1987.
Juru
bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov
mengonfirmasi pertemuan pesawat militer Rusia dengan kapal perang AS di
Laut Hitam. Foto / Itar-Tass
MOSKOW
- Pesawat militer Rusia terbang rendah di atas kapal perang Amerika
Serikat (AS) saat sama-sama beroperasi di kawasan Laut Hitam. Militer
Rusia menegaskan tidak ada insiden dalam pertemuan pesawat militer
Moskow dan kapal perang Washington tersebut.
Juru bicara
Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan,
kejadian itu berlangsung pada hari Jumat lalu.
”Pada tanggal 10
Februari, tidak ada insiden terkait dengan aksi terbang lintas dari
pesawat militer Rusia di dekat kapal perusak USS Porter di Laut Hitam,”
katanya.
”Semua penerbangan oleh pesawat kami telah dilakukan di
atas perairan netral di Laut Hitam sejalan dengan aturan internasional
dan peraturan keamanan,” lanjut Konashenkov, seperti dikutip dari Itar-Tass, Rabu (15/2/2017).
”Jika
juru bicara Pentagon mengatakan, sebuah kapal perusak AS melakukan misi
patroli rutin di dekat wilayah Rusia, ribuan mil jauhnya dari
pantai-pantainya, tidak ada yang mengejutkan tentang penerbangan oleh
pesawat-pesawat kami di atas Laut Hitam, yang hanya sebagai rutinitas,”
imbuh pejabat militer Moskow itu.
Pentagon sebelumnya mengklaim
bahwa pesawat militer Rusia dengan transponder dimatikan terbang rendah
di atas kapal perang USS Porter yang beroperasi di perairan
internasional Laut Hitam.
Wapres Venezuela, Tareck El Aissami,
disebut mengatur rute penyelundupan narkoba dari pelabuhan-pelabuhan
negaranya. (Reuters/Marco Bello/File Photo)
Jakarta, CB
--
Amerika Serikat memasukkan nama Wakil Presiden
Venezuela, Tareck El Aissami, ke dalam daftar hitam karena dianggap
sebagai penyelundup narkoba.
"El Aissami memfasilitasi pengiriman
narkotika dari Venezuela, termasuk mengontrol pesawat yang berangkat
dari pangkalan udara Venezuela, juga mengatur rute penyelundupan dari
pelabuhan Venezuela," ujar seorang pejabat Kemendag AS.
Selain itu, rekan El Aissami, Samark Jose Lopez Bello, juga menjadi target karena diduga memberikan dukungan finansial.
"Lopez Bello adalah pemimpin kunci bagi El Aissami dan dalam kapasitas
itu, penyelundupan narkoba dapat terlaksana," demikian bunyi pernyataan
resmi dari Kemendag AS, sebagaimana dikutip AFP, Selasa (14/2).
Kementerian
Perdagangan AS menyatakan, El Aissami dan Lopez Bello dijatuhi sanksi
atas Undang-Undang Penetapan Gembong Narkoba Asing.
Melalui
sanksi ini, pemerintah AS membekukan semua aset kedua orang tersebut. AS
juga melarang warga atau entitas lainnya untuk berbisnis dengan El
Aissami dan Lopez Bello, juga 13 perusahaan yang asetnya dibekukan
tersebut.
Kasus ini mencoreng nama El Aissami yang merupakan
mantan menteri pada periode pemerintahan Hugo Chavez. Pasalnya, El
Aissami sendiri pernah mengatakan bahwa ia berhasil menghancurkan
gembong-gembong narkoba.
Saat menjabat sebagai wapres, El Aissami
kerap membantu Presdien Venezuela, Nicolas Maduro, untuk mengambil
tindakan atas para oposisi politik.
Melalui dekrit pada 31
Januari lalu, Maduro memberikan kewenangan baru kepada El Aissami untuk
menyita properti serta menyetujui anggaran kementerian.
Namun,
Kemendag AS memastikan bahwa sanksi yang dijatuhkan saat ini merupakan
imbas hasil penyelidikan selama beberapa tahun dan tak berkaitan dengan
naiknya jabatan El Assami menjadi wapres.
"Pesan dari keputusan ini bukan hal politis. Ini semua murni mengenai penyelundupan narkoba," kata seorang pejabat AS.
Sejumlah pengamat mengatakan, Trump
mulai menurunkan intonasi bicaranya mengenai konflik Israel dan
Palestina. (AFP Photo/Saul Loeb)
Jakarta, CB
--
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menghentikan
pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina di Tepi Barat.
"Saya
ingin melihat Anda menghentikan sedikit pembangunan itu," ujar Trump
kepada Netanyahu saat menggelar jumpa pers setelah pertemuan bilateral
mereka di Gedung Putih, Rabu (15/2).
Isu ini sempat memanaskan
hubungan Israel dan AS. Netanyahu naik pitam karena di akhir
pemerintahan Barack Obama, AS sebagai sekutu Israel tak menggunakan hak
vetonya ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa akan merilis pernyataan yang
mengecam pembangunan permukiman tersebut.
Trump yang kala itu masih menyandang predikat sebagai presiden terpilih,
mengkritik Obama. Sejak masa kampanye, Trump mendukung pembangunan
permukiman yang dikecam oleh komunitas internasional tersebut.
Taipan real estate
ini memang dikenal sebagai pendukung Israel. Saat menang pemilihan umum
pada November lalu, Trump bahkan menyatakan ingin memindahkan kedutaan
besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, daerah yang selama ini masih
diperebutkan oleh Israel dan Palestina.
Namun dalam pertemuan
ini, Trump hanya mengatakan ingin memindahkan kedubes itu, tapi tak
menjabarkan lebih lanjut rencana tersebut. Ia juga enggan mengomentari
pertanyaan mengenai waktu pasti pemindahan kedubes itu.
Sejumlah pengamat mengatakan, Trump mulai menurunkan intonasi
bicaranya mengenai konflik Israel dan Palestina. Dalam jumpa pers ini,
Trump juga menekankan bahwa AS akan mengembalikan proses perundingan
damai itu kepada kedua negara.
Namun, Trump dikritik karena tak
menunjukkan sikap tegas atas perundingan damai itu. "Saya melihat upaya
perundingan dua negara dan satu negara, dan saya setuju dengan pilihan
yang dipilih oleh kedua negara. Saya bisa setuju dengan kedua pilihan,"
kata Trump.
Tak lama setelah jumpa pers itu, warga Palestina pun
angkat bicara. Mereka mengapresiasi pernyataan Trump mengenai permukiman
di Tepi Barat, tapi juga menekankan bahwa Palestina tetap menginginkan
perundingan damai yang adil dengan melibatkan kedua negara.
Menteri Pertahanan AS, James Mattis menemui NATO guna membahas anggaran militer. (Reuters/Jonathan Ernst)
Jakarta, CB
--
NATO bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika
Serikat yang baru, James Mattis, untuk kali pertama di Brussels, Belgia.
Keduanya bertemu bukan untuk membicarakan komitmen Presiden AS Donalds
Trump, melainkan tentang anggaran militer dua belah pihak.
Pemimpin
Pentagon tersebut telah menyatakan dukungan akan lembaga negara
Atlantik tersebut, meski bertentangan dengan Trump yang lebih cenderung
memuji Rusia. Mantan jenderal Angkatan Laut tersebut juga tetap
mendorong 28 negara anggota NATO berkumpul, guna membicarakan
peningkatan anggaran militer mereka, meski banyak negara Eropa
menghadapi berbagai masalah finansial.
Kepala NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan bahwa peningkatan anggaran menjadi prioritas negara anggota organisasi tersebut.
"Hal
terpenting adalah kami akan meningkatkan anggaran pertahanan dan itulah
yang akan kami lakukan," kata Stoltenberg, seperti dilansir dari AFP.
Mantan Perdana Menteri Norwegia tersebut menyebut organisasi itu telah
menghentikan potongan anggaran militer pada 2015 dan tahun lalu,
meningkatkan jumlah anggaran sebesar 3,8 persen, atau sebesar US$ 10
miliar.
Di sisi lain, Washington telah lama bersikeras bahwa
anggota NATO harus menganggarkan dua persen dari pendapatan mereka pada
bidang pertahanan, meski hanya beberapa negara yang setuju pada
pertemuan di Wales pada 2014 itu.
Pada penerbangan menuju Brussels, Mattis memuji NATO saat membantu Amerika Serikat di Afghanistan.
"Ini menjadi aliansi militer tersukses dalam sejarah," kata Mattis.
Dia
menambahkan pengunduran diri penasihat keamanan nasional Donald Trump,
Michael Flynn, tidak akan berdampak pada hubungan Amerika Serikat dan
NATO.
Para pemimpin NATO dijadwalkan bertemu dengan Trump untuk pertama kali pada pertemuan di Brussels, 25 Mei mendatang.
Stoltenberg
yakin bahwa Trump tetap berkomitmen pada NATO. Ia juga menampik
berbagai laporan terkait ketegangan yang mungkin muncul dalam kebijakan
AS akibat perbedaan yang terjadi di dalam tubuh pemerintah negara
adidaya itu.
"Yang penting bagi saya adalah sang Presiden,
Menteri Pertahanan, dan Menteri Dalam Negeri, memiliki pendapat yang
sama terkait NATO," kata Stoltenberg.
Pertemuan di Brussels itu juga membicarakan Rusia dan ancaman dari kelompok ISIS.
NATO juga menantikan posisi kebijakan baru Amerika Serikat, setelah serangkaian pernyataan kontradiktif dari Trump.
Presiden
terpilih Amerika Serikat Donald Trump, pada wawancara 15 Januari lalu,
menyebut NATO sudah ketinggalan zaman karena tidak bisa melindungi
anggotanya dari serangan teror.
"Organisasi ini kuno karena tidak
menanggulangi teror. Saya menerima kritik selama dua hari, lalu mereka
bilang saya benar," kata Trump.
Tentara
pasukan Libya sekutu pemerintah dukungan PBB mengibarkan bendera Libya
menandakan kemenangann saat berdiri di atap reruntuhan rumah setelah
berhasil merebut Ghiza Bahriya, distrik terakhir yang sebelumnya
dikuasai Negara Islam di Sirte, Libya, Selasa (6/12/2016).
(REUTERS/Hani Amara)
Kairo (CB) - Faksi-faksi yang berperang di Libya
menyepakati sebuah peta jalan sementara yang dimediasi Mesir pada Selasa
untuk menyelesaikan perpecahan dengan pembentukan satu komite bersama
guna merundingkan rekonsiliasi dan pemilihan pada Februari 2018.
Persetujuan tersebut dibuat setelah usaha-usaha diplomatik oleh
Mesir selama berbulan-bulan dan berkulminasi pekan ini dengan
kunjungan-kunjungan oleh Fayez Seraj, perdana menteri pemerintahan
dukungan PBB di Tripoli dan Khalifa Haftar, seorang panglima militer
dukungan faksi-faksi di bagian timur Libya.
Kedua orang itu bertemu dengan para perwira militer Mesir secara
terpisah dan telah diagendakan untuk bertemu bersama dalam satu sesi
pada Selasa malam tapi gagal karena perbedaan-perbedaan pada menit-menit
terakhir.
Namun tiga sumber Mesir yang terlibat dalam pembicaraan mengatakan
kepada kantor berita Reuters bahwa Seraj dan Haftar telah sepakat untuk
menghormati persetujuan itu kendati masih ada ketegangan-ketegangan.
"Kedua pihak telah sepakat. Saya ragu mengenai implementasinya
karena suasana di antara mereka ... tegang tetapi kami berharap akan
terjadi sebaliknya," kata salah satu sumber tersebut.
Khawatir terhadap penyebaran militan IS dari negara tetangganya di
sebelah barat, Mesir telah membuat langkah untuk menstabilkan Libya
sebagai prioritas dan telah menjadi tuan rumah pertemuan-pertemuan dalam
beberapa bulan terakhir dengan mengajak para politisi Libya dari timur
dan barat.
Kepemimpinan Pemerintahan Perjanjian Nasional (GNA) yang
berkedudukan di Tripoli, Dewan Kepresidenan, terdiri atas sembilan
anggota untuk mewakili kawasan-kawasan geografis yang berbeda dan
kelompok-kelompok politik di dalam Libya.
Presiden Rusia Vladimir Putin (REUTERS/Sergei Karpukhin )
Kiev, Ukraina (CB) - Para peretas Rusia yang disponsori
negara telah menggunakan jenis virus baru yang dirancang untuk menyerang
infrastruktur penting Ukraina seperti pembangkit listrik dan sistem
keuangan, kata seorang pejabat keamanan nasional Ukraina seperti dikutip
Reuters.
Disebut "telebots", virus baru ini tidak seperti
malware pada umumnya karena dirancang untuk mencuri data pribadi dan
menyerang lembaga-lembaga spesifik, kata Oleksandr Tkachuk, kepala
keamanan siber Ukraina.
Tkachuk mengatakan serangan siber ini
diorkestrai oleh dinas keamanan Rusia yang bersekongkol dengan
perusahan-perusahaan piranti lunak swasta dan peretas kriminal. Dan
tampaknya mereka dirancang oleh orang yang sama yang menciptakan malware
bernama "BlackEnergy".
Kiev menuduh Rusia telah melancarkan
perang siber ke Ukraina sejak hubungan kedua negara ambruk menyusul
aneksasi Krimea oleh Rusia pada 2014 dan pecahnya pemberontakan dukungan
Rusia di wilayah Donbass, Ukraina.
"Kami menerima informasi
bahwa tidak hanya staf dinas keamanan nasional yang terlibat dalam
serangan itu, namun juga perusahaan-perusahaan IT swasta dan
kelompok-kelompok teroris kriminal di wilayah Federasi Rusia," kata
Tkachuk.
Kode virus ini dirancang untuk menyasar proses-proses
industri dengan menyerang bagian infrastruktur industri yang penting.
Ukraina mengakui bahwa perang siber oleh Rusia semakin sengit di mana
selama November dan Desember tahun silam saja telah terjadi 6.500
serangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta (CB) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump
menyebut pemerintahan sebelumnya pimpinan Barack Obama terlalu lembut
kepada Rusia menyangkut aneksasi Semenanjung Krimea.
Tak biasa
dari sebelumnya, Trump mencuit di Twitter bahwa Semenanjung Krimea
"telah diambil" oleh Rusia dari Ukraina semasa pemerintahan Obama.
Komentar itu merupakan pembalikan sikap seratus delapan puluh derajat Trump yang sebelumnya mengamini klaim Kremlin atas Krimea.
Rusia menganeksasi Krimea, wilayah bekas Republik Soviet Ukraina, pada Maret 2014 menyusul ketegangan di wilayah ini.
Belakangan
ini terjadi perang kata-kata antara Gedung Putih dan Kremlin menyangkut
Krimea di mana baru-baru ini Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer
berkata "Presiden Trump telah jelas mengatakan bahwa dia menginginkan
Rusia tidak memperluas kekerasan di Ukraina dan mengembalikan Krimea."
Setelah itu juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan bahwa Rusia tidak akan mengembalikan Krimea.
"Krimea adalah bagian dari Federasi Rusia," kata dia.
Beberapa jam kemudian, Trump mencuit "Apakah Obama terlalu lembut kepada Rusia?"
Senator
Partai Republik John McCain yang berseberangan dengan Trump dalam
beberapa hal, sependapat dengan Trump bahwa Obama memang terlalu lembut.
Untuk itu, menurut McCain, AS harus memberikan bantuan persenjataan dan
pasukan kepada Ukraina dan mempertahankan sanksi kepada Rusia, demikian
CNN.
Washington (CB) - Pemerintahan Presiden Donald Trump telah
menawarkan posisi penasihat keaman nasional Gedung Putih yang lowong
setelah mantan pejabat intelijen Michael Flynn mundur, kepada Laksamana
Madya Robert Harward, kata dua sumber yang mengetahui masalah ini kepada
Reuters, hari ini.
Belum diketahui apakah Harward yang mantan
wakil panglima Komando Tengah AS yang berpengalaman tempur sebagai
anggota pasukan khusus Navy SEAL, menerima tawaran itu.
Flynn
mengundurkan diri Senin lalu setelah terbongkar dia merundingkan sanksi
AS kepada Rusia, dengan duta besar Rusia di AS sebelum Presiden Donald
Trump dilantik.
Mundurnya penasihat keamanan nasional yang hanya
beberapa hari setelah ditunjuk adalah tamparan bagi pemerintahan baru AS
yang menempatkan keamanan nasional sebagai prioritas tertingginya.
Harward,
warga asli Rhode Island yang pernah kuliah di Tehran sebelum Shah Iran
digulingkan pada 1979 dan pernah bertugas pada Dewan Keamanan Nasional
di bawah President George W.Bush, punya spesialisasi pada bidang
kontraterorisme.
Dia juga memiliki pengalaman tempur di tim SEAL dan pernah bertugas di Irak serta Afghanistan.
Harward
kini menjabat eksekutif pada kontraktor pertahana Lockheed Martin yang
bentangan bisnisnya di Uni Emirat Arab di Timur Tengah.
Presiden
Amerika Serikat Donald Trump saat memperhatikan pengambilan sumpah
Menteri Pertahanan James Mattis di Pentagon, Washington, Jumat
(27/1/2017). (REUTERS/Carlos Barria )
Washington (CB) - Gedung Putih mengumumkan bahwa Michael
Flynn mengundurkan diri sebagai penasihat keamanan nasional Presiden
Donald Trump pada Senin (13/2), di tengah meningkatnya kontroversi
tentang kontaknya dengan Moskow.
Dalam surat pengunduran diri
resminya, Flynn mengakui bahwa dalam periode menjelang pelantikan Trump:
"Saya tidak sengaja memberikan penjelasan kepada wakil presiden
terpilih dan orang-orang lain dengan informasi yang tidak lengkap
mengenai pembicaraan telepon saya dengan duta besar Rusia."
Trump
menunjuk purnawirawan letnan jendral Joseph Kellogg, yang menjabat
sebagai direktur Kepala Staf Gabungan, sebagai penasihat keamanan
nasional sementara, kata Gedung Putih sebagaimana dikutip kantor berita
AFP.
Kehilangan Kepercayaan Motif Trump Minta Flynn Mundur
Flynn disebut-sebut telah menyesatkan
Wakil Presiden Mike Pence terkait pembicaraan lewat telepon dengan Duta
Besar Rusia untuk Amerika Serikat. (Reuters/Carlos Barria).
Jakarta, CB --Juru Bicara Gedung Gedung Putih Sean Spicer
mengatakan bahwa Presiden Donald Trump meminta Michael Flynn
mengundurkan diri, setelah kehilangan kepercayaan terhadap penasihat
keamanannya tersebut.
Mengutip CNN.com, Selasa (14/2), Flynn disebut-sebut telah
menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence terkait pembicaraan lewat telepon
dengan Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS).
“Segera setelah Departemen Kehakiman memberitahu penasihat
Gedung Putih terkait situasinya, penasihat Gedung Putih menjelaskan
kepada presiden dalam sekelompok kecil penasihat senior,” ujar Spicer.
Spicer bersikeras bahwa Flynn tidak melakukan sesuatu yang ilegal.
Tetapi, Trump kehilangan kepercayaan kepada Flynn terkait pengawasan
pada penanganan hubungan dengan Moskow.
“Tingkat kepercayaan antara Presiden dan Jenderal Flynn
terkikis ke titik di mana ia merasa harus membuat perubahan. Presiden
sangat prihatin bahwa Jenderal Flynn telah menyesatkan wakil presiden
dan pejabat pemerintah lainnya,” terang Spicer.
Karenanya, Trump merasa tidak bisa mempercayai Flynn untuk
tugas-tugas dan kebijakan luar negeri, terutama isu-isu keamanan
nasional, seperti dengan China dan Timur Tengah.
Senator Roy Blunt yang melayani Komite Intelijen menuturkan,
kontroversi pengunduran diri Flynn berpotensi menyebar luas dan merusak
hubungan di Gedung Putih. “Saya kira, semua orang butuh adanya
investigasi,” katanya.
Saudara tiri Pemimpin Korut, Kim Jong Un, dilaporkan tewas dibunuh di Malaysia. (Kyodo/via REUTERS)
Jakarta, CB
--
Seorang sumber di pemerintahan Korea Selatan
menyebut saudara tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, tewas dibunuh
di Malaysia.
Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, selama ini diketahui tinggal terasing di luar negeri.
Kepolisian Malaysia kepada Reuters,
Selasa (14/2), mengatakan memang ada seorang warga negara Korea Utara
yang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit dari bandara Kuala Lumpur,
sehari sebelumnya.
Abdul Azis, Kepala Kepolisian Distrik Sepang, mengatakan identitas pria tersebut belum dapat dipastikan.
Seorang pegawai di Rumah Sakit Putrajaya mengatakan pria yang terbunuh itu berusia 70 tahun dan mempunyai nama depan Kim.
Stasiun televisi Korea Selatan, Chosun, melaporkan Kim diracun di Kuala Lumpur oleh dua perempuan, diyakini sebagai agen Korea Utara yang kini buron.
Sementara sumber di pemerintahan Korea Selatan yang berbicara kepada Reuters tidak menjelaskan lebih jauh mengenai dugaan tersebut.
Kementerian
Luar Negeri Korea Selatan menyatakan belum bisa mengonfirmasi laporan
tersebut, sementara badan intelijen belum bisa dihubungi untuk dimintai
komentar.
Pada 2001 lalu, Kim Jong-nam sempat ditangkap di sebuah bandara di Jepang karena bepergian menggunakan paspor palsu.
Polisi Bekuk Wanita Terkait Kematian Kakak Tiri Kim Jong Un
Sebelumnya, Komite Intelijen Korea
Selatan mengungkapkan bahwa dua perempuan Asia diduga menghilangkan
nyawa Kim Jong Nam. (CNN).
Jakarta, CB
--
Kepolisian Malaysia menangkap seorang perempuan
terkait kematian mendadak kakak tiri Kim Jong Un, yakni Kim Jong Nam.
Perempuan itu dibekuk di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia,
bersamaan dengan dokumen perjalanan Vietnam.
Seperti dilansir
CNN.com, Rabu (15/2), sebelumnya, Komite Intelijen Korea Selatan
mengungkapkan bahwa dua perempuan Asia diduga menghilangkan nyawa Kim
Jong Nam.
Saat ini, penyidik masih menunggu hasil otopsi tubuh
Kim Jong Nam. Menurut Ketua Komite Intelijen Majelis Nasional Lee Cheoi
Woo, pria bertubuh tambun tersebut telah diracun.
Kendati demikian Cheoi Woo tidak merinci bagaimana Kim Jong Nam diracun
atau pun bagaimana intelijen Korea Selatan memperoleh informasi.
Hingga
kini, kematian Kim Jong Nam belum dipublikasikan di tanah kelahirannya,
Korea Utara. Bahkan, tidak akan dipublikasikan dalam waktu dekat ini,
mengingat kondisi politik Pyongyang saat ini.
Kim Jong Nam hendak
menumpang pesawat ke Macau dalam rangka mengunjungi keluarganya ketika
ia diracun. Ia terlihat makan di salah satu hotel mewah sepekan
sebelumnya.
Kepolisian Malaysia menyebutkan, Kim berlari ke
konter di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, meminta bantuan.
Ia sempat dibawa ke klinik bandara, kemudian petugas klinik memutuskan
mengirimnya ke rumah sakit. Namun, ia meninggal dalam perjalanan.
“Almarhum
merasa seperti seseorang tengah menarik wajahnya dari belakang,” kata
Kepala Investigasi Kriminal Departemen Luar Negeri Selangor Fadzil Ahmad
kepada Reuters.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengklaim,
pihaknya telah bekerja sama dengan otoritas Malaysia menyelidiki
kematian mendadak Kim Jong Nam pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional.
Sementara
itu, Kedutaan Besar Korea Utara di Malaysia mengaku tidak memiliki
informasi apapun terkait kematian Kim Jong Nam. Namun, mobil dinas
kedutaan terlihat memasuki kamar mayat rumah sakit yang diyakini
mengangkut jasad korban.
Inspektur Jenderal Polisi Malaysia
mengungkapkan, almarhum yang berusia pertengahan 40 tahun itu bepergian
dengan identitas paspor bernama Kim Choi. Kim Jong Nam pernah tersangkut
kasus paspor palsu saat bepergian ke Jepang.
Korut dicurigai dibalik pembunuhan saudara tiri Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (REUTERS)
Kuala Lumpur/Seoul (CB) - Pemerintah Amerika Serikat
sangat yakin saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah dibunuh
di Malaysia oleh agen-agen Korut, kata sejumlah sumber pada
pemerintahan AS, Selasa.
Pihak berwenang Amerika Serikat belum memastikan bagaimana sang
saudara tiri, Kim Jong Nam, dibunuh, menurut dua sumber yang tidak
memberikan bukti rinci untuk mendukung perkiraan pemerintahan AS.
Seorang sumber di kalangan pemerintah Korea Selatan juga mengatakan
Kim Jong Nam dibunuh di Malaysia. Ia tidak memberikan keterangan lebih
rinci.
Jika dipastikan sebagai pembunuhan, insiden itu merupakan bagian
dari rangkaian terbaru pembunuhan dalam berpuluh-puluh tahun baik di
dalam maupun di luar Korea Utara, yang ditujukan untuk membungkam mereka
yang dianggap para pemimpin Korut sebagai ancaman terhadap kekuasaan
mereka, kata seorang sumber yang tidak ingin disebutkan jati dirinya.
Melalui pernyataan, kepolisian Malaysia mengatakan bahwa Kim Jong Nam (46 tahun) memakai paspor dengan nama Kim Chol.
Jong Nam sebelumnya pernah ditangkap karena melakukan perjalanan menggunakan paspor palsu.
Pejabat kepolisian Malaysia Fadzil Ahmat mengatakan penyebab
kematian Kim Jong Nam belum dipastikan dan bahwa jenazah Kim akan
diotopsi.
"Sejauh ini tidak ada tersangka, namun kita sudah mulai melakukan
penyelidikan dan mencari beberapa kemungkinan untuk mendapatkan petunjuk
(soal kematian Jong Nam)," kata Fadzil kepada Reuters.
Menurut Fadzil, Jong Nam sebelumnya berencana berangkat ke Makau
pada Senin namun ia jatuh sakit ketika berada di Bandar Udara
Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
"Mendiang ... merasa ada seseorang yang memegang kepalanya dari
belakang," kata Fadzil. "Dia merasa pusing lalu minta pertolongan di
loket KLIA."
Kim Jong Nam dibawa ke sebuah klinik di bandara dan di sana ia
masih merasa tidak sehat. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit namun
menghembuskan nafas terakhir di dalam ambulans dalam perjalanan menuju
Rumah Sakit Putrajaya, tambah Fadzil.
Sumber-sumber di pemerintahan AS mengatakan ada kemungkinan Kim
Jong Nam diracun. Mereka mengatakan bukan tidak mungkin bahwa para
pembunuh menggunakan alat "semacam pena racun".
Jaringan televisi berlangganan Korea Selatan, TV Chosun, melaporkan
bahwa Kim telah diracun menggunakan sebuah jarum oleh dua perempuan,
yang diyakini sebagai mata-mata Korea. Kedua perempuan itu melarikan
diri dengan taksi dan menjadi buronan, kata televisi yang mengutip
sejumlah sumber di kalangan pemerintahan Korea Selatan, demikian
Reuters.
PM Korsel gelar pertemuan keamanan terkait kematian saudara pemimpin Korut
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (REUTERS)
Seoul (CB) - Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) akan
pimpin pertemuan dewan keamanan nasional pada Rabu untuk membahas
kematian saudara tiri pemimpin Korea Utara (Korut) di Malaysia, kata
seorang pejabat di kantor Perdana Menteri.
Pertemuan berlangsung pada pukul 08.50 waktu Seoul.
Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un,
ditemukan tewas di Malaysia, menurut keterangan dari polisi Malaysia.
Sumber-sumber pemerintah Amerika Serikat dan Korea Selatan telah
mengatakan pada Reuters dia telah dibunuh, tanpa memberikan rincian
lebih lanjut.
Melalui pernyataan, kepolisian Malaysia mengatakan bahwa Kim Jong Nam (46 tahun) memakai paspor dengan nama Kim Chol.
Jong Nam sebelumnya pernah ditangkap karena melakukan perjalanan menggunakan paspor palsu.
Pejabat kepolisian Malaysia Fadzil Ahmat mengatakan penyebab
kematian Kim Jong Nam yang hidup di pengasingan belum dipastikan dan
bahwa jenazah Kim akan diotopsi.
Menurut Fadzil, Jong Nam sebelumnya berencana berangkat ke Makau
pada Senin namun ia jatuh sakit ketika berada di Bandar Udara
Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
"Mendiang ... merasa ada seseorang yang memegang kepalanya dari
belakang," kata Fadzil. "Dia merasa pusing lalu minta pertolongan di
loket KLIA."
Kim Jong Nam dibawa ke sebuah klinik di bandara dan di sana ia masih
merasa tidak sehat. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit namun
menghembuskan nafas terakhir di dalam ambulans dalam perjalanan menuju
Rumah Sakit Putrajaya, tambah Fadzil.
Kim Jong Nam dan Kim Jong Un adalah putra mantan pemimpin Korut
Kim Jong Il, yang meninggal pada akhir 2011, namun mereka berbeda ibu.
Kim Jong Nam tidak menghadiri upacara pemakaman ayahnya.
Jong Nam diyakini memiliki hubungan dekat dengan pamannya, Jang
Song Thaek, yang merupakan orang kuat kedua Korea Utara sebelum ia
dihukum mati atas perintah Kim Jong Un pada 2013.
Jong Nam telah mengatakan dalam beberapa tahun belakangan bahwa ia tidak tertarik menjadi pemimpin negaranya.
Korut Melarang Malaysia Mengautopsi Jasad Kakak Kim Jong-un
Kim
Jong-nam, 45 (kanan), kakak tiri diktator muda Korut Kim Jong-un
dibunuh dengan racun di Malaysia pada hari Senin, 13 Februari 2017. Foto
/ REUTERS / Lim Se-young
KUALA LUMPUR
- Para pejabat pemerintah Korea Utara (Korut) minta otoritas Malaysia
untuk melakukan autopsi terhadap jasad Kim Jong-nam, kakak tiri diktator
Korut Kim Jong-un. Namun, pihak berwenang Malaysia menolaknya.
Upaya
melarang autopsi itu dilakukan melalui diplomasi berjam-jam oleh para
pejabat rezim Kim Jong-un. Upaya Korut gagal, dan proses autopsi tetap
dilakukan pada hari Rabu, 15 Februari.
Kakak tiri Kim Jong-un itu
dibunuh dengan semprotan racun oleh dua wanita yang diduga agen
mata-mata Korut pada hari Senin lalu di Bandara Kuala Lumpur. Korban
dibunuh saat sedang menunggu penerbangan ke Macau, China.
Meski autopsi sudah dijalankan, namun rincian post-mortem dari jasad Kim Jong-nam belum diumumkan.
Kantor berita Reuters pada
Kamis (16/2/2017) melaporkan bahwa tiga sumber—semuanya pejabat
pemerintah Malaysia—mengklaim bahwa para pejabat Korut telah mencoba
menghalangi mereka untuk melaksanakan post-mortem guna menentukan
penyebab kematian Jong-nam.
Pejabat polisi Sepang, Abdul Aziz Ali
mengatakan jasad Kim Jong-nam dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Kuala
Lumpur di mana pos-morten dilakukan. Dia mengaku tidak tahu siapa yang
akan mengklaim jasad dari kakak tiri Kim Jong-un itu.
Pemerintah
Korut dilaporkan telah meminta agar jasad Kim Jong-nam diserahkan ke
kedutaan besar mereka di Kuala Lumpur. Namun pihak berwenang Malaysia
belum membuat permintaan resmi dari Pyongyang.
”Malaysia menyatakan tidak akan ditekan, kami akan tetap berpegang pada prosedur,” kata seorang sumber kepada Reuters.
Para
pejabat Kedutaan Besar Korut mengikuti pengiriman jasad Kim Jong-nam
ketika dibawa ke rumah sakit pada Rabu pagi. Duta Besar Korut untuk
Malaysia, Kang Chol dan rekan-rekannya tiba di rumah sakit pada sore
hari dan tinggal di sana sampai malam.
Empat mobil milik kedutaan Korut telah meninggalkan kompleks kamar mayat rumah sakit pada pukul 20.00 waktu setempat.
Asteroid dalam perjalanan ke Bumi (ilustrasi) (dailymail.co.uk)
CB – Setelah
sekian puluh tahun mengamati benda luar angkasa, dan menemukan puluhan
ribu asteroid, badan luar angkasa AS akhirnya mengakui ada batu besar
yang mengancam kehidupan bumi. Asteroid itu diberi nama 2015 BN509.
Batu luar angkasa itu ditemukan oleh NASA dan gerak-geriknya direkam
The Arecibo Observatory di Puerto Rico. Bentuknya memang besar
menyerupai sebuah kacang.
Dijelaskan ilmuwan NASA, 2015 BN509 memiliki bodi sebesar gedung
Empire State dengan panjang 400 meter dan lebar 200 meter. NASA
menganggapnya sebagai ancaman serius yang bisa menjadi alat penghancur
bumi.
"Kecepatan batu luar angkasa itu sekitar 70.500 kilometer per jam.
Lintasan pertama yang terdekat dengan bumi telah berlangsung pekan
kemarin. Jarak terdekatnya sekitar 14 kali ketimbang jarak bumi ke
bulan. Benar-benar ancaman," ujar Dr. Edgard Rivera-Valentin, ilmuwan
planet dari University Space Research seperti dikutip dari Business Insider.
Dijelaskan Rivera, bentuk kacang yang menyerupai asteroid merupakan
hasil dari kontak biner yang terjadi antara dua bagian pada asteroid.
Kontak dua bagian itu sepertinya tidak sukses mengorbit satu sama lain
dan jatuh bersamaan.
"Satu dari enam asteroid bisa dikategorikan sebagai objek dengan kontak biner," katanya.
India berhasil menguji tembak rudal pencegat PDV tipe Star Wars pada Sabtu (11/2/2017). Foto / NDTV
NEW DELHI
- India berhasil menguji tembak rudal pencegat tipe Star Wars yang
menembus 50km di atas atmosfer bumi. Rudal pencegat yang ditembakkan itu
berhasil menghantam target berupa rudal yang melesat di angkasa.
Uji
tembak rudal pencegat yang dikenal dengan nama PDV (Prithvi Defence
Vehicle) ini berlangsung di Kepulauan Abdul Kalam atau Wheeler Island,
pantai Odisha, sekitar pukul 08.00 pada Sabtu (11/2/2017).
”Misi
PDV adalah (pertama) untuk terlibat (menembak) target di wilayah
exo-atmosfer, pada ketinggian di atas 50km dari atmosfer bumi. Kedua,
PDV pencegat pada tahap dua menargetkan rudal, berhasil,” kata kantor
Defence Research Development Organisation (DRDO), sebuah lembaga
pertahanan resmi India, seperti dikutip dari NDTV, Minggu (12/2/2017).
Target
PDV yang dibuat mirip rudal balistik diluncurkan dari sebuah kapal yang
berlabuh di Teluk Benggala, sedangkan rudal pencegat PDV diluncurkan
dari Kepulauan Abdul Kalam. Rudal pencegat tipe Star Wars ini memang
dikembangkan untuk mencegat rudal balistik.
Penembakan rudal PDV
ini merupakan uji coba rudal terbaru yang dilakukan DRDO sebagai bagian
dari pengembangan perisai atau anti-rudal balistik (ABM). Hasil dari
pengembangan ABM ini untuk melindungi India terhadap serangan rudal
balistik nuklir yang bisa ditembakkan oleh Pakistan atau China.
Rudal
PDV dianggap sebagai salah satu rudal pencegat terbaik di dunia. Sumber
di DRDO mengatakan bahwa India telah mengusai kemampuan dalam
mengembangkan rudal PDV dan saat ini siap menggunakannya.
India
selama ini merasa terancam dengan rudal balistik berkemampuan nuklir
yang berpotensi ditembakkan dari Pakistan dan China. Khusus dengan
Pakistan, India kerap bersteru.
Perdana Menteri India Narendra
Modi mengucapkan selamat kepada para ilmuwan atas uji coba rudal PDV.
”Hari ini, para ilmuwan kami telah membuat rudal yang bisa menyerang
rudal yang masuk ke langit, hanya 4-5 negara di dunia yang telah
berhasil melakukan ini,” kata Modi.
Para mahasiswa Pakistan beraksi menentang perayaan Hari Valentine di Universitas Peshawar. Foto / REUTERS
ISLAMABAD
- Pakistan menjadi negara terbaru yang melarang perayaan Hari Valentine
oleh publik. Alasannya, perayaan Hari Kasih Sayang saban 14 Februari
itu tak Islami atau bukan bagian dari tradisi Muslim.
Putusan itu dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi Islamabad. Putusan, seperti dikutip BBC, Selasa (14/2/2017), keluar setelah upaya pelarangan pada tahun lalu gagal.
Presiden
Pakistan Mamnun Hussain mendesak rakyatnya untuk tidak merayakan Hari
Valentine. Dia mengkritik perayaan Hari Valentine sebagai impor dari
Barat yang bisa merusak nilai-nilai Islam.
Presiden Hussain
pernah mengeluarkan larangan serupa pada tahun lalu, namun tak
sepenuhnya ditaati rakyatnya. ”Hari Valentine tidak ada hubungannya
dengan budaya kita dan itu harus dihindari,” katanya pada tahun lalu.
Pengadilan
Tinggi Islamabad menyatakan putusannya berlaku untuk seluruh wilayah.
Semua kementerian, pemerintah federal, dan para pejabat diwajibkan
menyampaikan putusan itu dalam waktu sepuluh hari.
Perayaan Hari
Valentine pernah populer di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, sejumlah kelompok agama telah menarik diri dari perayaan itu.
Putusan
Pengadilan Tinggi Islamabad juga untuk menanggapi sebuah petisi dari
kalangan swasta yang berpendapat bahwa perayaan Hari Valentine telah
mempromosikan amoralitas, ketelanjangan dan ketidaksenonohan dengan
kedok merayakan cinta.
Di Indonesia, ada juga kalangan pelajar di
sejumlah daerah—salah satunya di Surabaya—yang menentang perayaan Hari
Valentine. Alasannya, perayaan itu hanya mendorong perilaku seks.
Arab
Saudi juga melarang perayaan Hari Valentine sejak 2008. Pada tahun itu,
polisi agama di Saudi memerintahkan semua tokok untuk tidak menjual
semua barang dengan item “merah” termasuk mawar dan kertas kado yang
identik dengan Hari Valentine.
Presiden
Rusia Vladimir Putin. Kremlin ikut mengutuk uji tembak rudal balistik
terbaru Korut pada hari Minggu lalu. Foto / REUTERS
MOSKOW
- Rusia ikut bergabung dengan Amerika Serikat (AS), Jepang dan Korea
Selatan untuk mengutuk uji tembak rudal balistik terbaru Korea Utara
(Korut). Kremlin marah atas manuver Pyongyang tersebut karena bisa
memicu konflik panas di Asia.
Pemerintah Presiden Vladmir Putin
menyatakan masalah dari rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un telah
menjadi tantangan bagi semua negara. Kremlin secara tegas menentang
manuver-manuver berbahaya oleh rezim Kim Jong-un.
Rusia melalui
Kementerian Luar Negeri-nya mengatakan, tes rudal balistik Korut sudah
“mengabaikan dan menantang” resolusi Dewan Keamanan PBB. Resolusi itu
dirancang untuk menghentikan senjata nuklir yang dibangun oleh Korut.
Kepala
Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Rusia, Lenoid Slutsky, sependapat
bahwa tindakan rezim Kim Jong-un bisa memicu konflik berbahaya di
kawasan Asia, khususnya semenanjung Korea. ”Kita harus memahami bahwa
situasi semenanjung (Korea) cukup stabil dan dapat berubah menjadi
konflik panas,” katanya, seperti dikutip Daily Star, semalam (13/2/2017).
“Tes rudal adalah pengingat bahwa kita tidak harus santai,” katanya lagi.
Kim
Jong-un sendiri tak peduli dengan reaksi para pemimpin dunia. Dia
bangga dengan kesukesan uji tembak rudal balistik terbaru yang
ditembakkan pada hari Minggu.
Kim mengklaim rudal balistiknya
yang melesat ke Laut Jepang itu mampu membawa hulu ledak nuklir dan bisa
bermanuver menghindar dari pencegatan sistem rudal pertahanan musuh.
Rudal balistik yang melesat lebih dari 500km itu diklaim merupakan rudal balistik terbaru yang diberi nama Rudal Pukguksong-2.
Kim Jong-un seperti dilaporkan kantor berita negara Korut, KCNA,
mengawasi langsung uji tembak rudal berbahaya itu. ”(Dengan rudal) baru
itu berarti Pyongyang mampu mengirimkan hulu ledak nuklir,” tulis KCNA mengutip pernyataan Kim Jong-un.
“Tes (rudal) diverifikasi, fiturnya bisa menghindari intersepsi,” lanjut KCNA.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, kini mendapat protes dari sekutunya sendiri. (KCNA via REUTERS)
Jakarta, CB
--
Meski merupakan salah satu sekutu dan rekan
perdagangan utama Korea Utara, China menyatakan menentang uji coba
peluncuran peluru kendali yang dilakukan oleh Pyongyang, kemarin.
Sebagaimana diberitakan Reuters, Senin (13/2), China menentang aksi agresif yang berulang kali dilakukan Korut karena bertentangan dengan resolusi PBB.
"Semua
pihak harus menahan diri dan bersama-sama mempertahankan perdamakan dan
keamanan kawasan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng
Shua.
Dia juga menambahkan, negaranya akan berpartisipasi dalam pembicaraan di
PBB soal peluncuran rudal tersebut dengan sikap "bertanggung jawab dan
konstruktif."
Sebelumnya, Jepang juga telah meminta China untuk berperan konstruktif dalam pembahasan tersebut.
"Kami
telah meminta China dalam berbagai tingkatan untuk mengambil aksi
konstruktif sebagai anggota permanen Dewan Keamanan PBB dan kami akan
terus mengupayakannya," kata Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga.
Negaranya,
bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan telah meminta PBB untuk
melaksanakan pertemuan untuk membahas aksi Korut ini.
Bahkan, Rusia sekalipun menyatakan prihatin atas langkah yang dilakukan negara pimpinan Kim Jong-un ini.
Peluncuran
rudal Korea Utara dilakukan pada 7.55 waktu setempat dari pangkalan
udara Banghyon di Pyongan Utara. Peluru itu mengudara ke arah Laut
Jepang, kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan.
Lima uji coba nuklir dan serangkaian peluncuran rudal sejak 2006 silam membuat Korut semakin dihantam sanksi internasional.
Namun, langkah-langkah itu tidak membuat Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menghentikan ambisinya soal persenjataan nuklir.
Sistem rudal taktis Tochka-U Ukraina saat dipamerkan dalam parade militer. Foto / REUTERS / Gleb Garanich
MOSKOW
- Komite Investigasi Rusia menemukan bukti bahwa pasukan bersenjata
Ukraina menggunakan senjata pemusanah massal terhadap warga sipil di
Ukraina timur. Senjata pemusanah massal itu adalah rudal taktis
Tochka-U.
”Kantor Komite Investigasi Rusia, yang berurusan dengan
kejahatan yang melibatkan penggunaan sarana dan metode perang
terlarang, telah menemukan bukti tak terbantahkan bahwa Angkatan
Bersenjata Ukraina telah menggunakan senjata pemusnah massal, yaitu
rudal taktis Tochka-U terhadap warga sipil dalam konflik di Ukraina
timur,” kata Komite komite itu dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan
di situs resminya, Senin (13/2/2017).
Rudal taktis Tochka-U oleh
NATO dinamai sebagai rudal SS-21 Scarab. Menurut komite tersebut, rudal
taktis itu mampu membawa hulu ledak nuklir atau pun kimia.
”Menurut
data penyelidikan, militer Ukraina menggunakan rudal yang dilengkapi
dengan fragmentasi dan cluster berdaya ledak tinggi terhadap penduduk
sipil dari Donbass,” lanjut laporan komite.
”Senjata seperti
(Tochka-U) dapat diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal,
memiliki kekuatan destruktif yang sangat tinggi di wilayah yang luas.
Mereka bertujuan untuk menyebabkan korban massal dan kerusakan ruang
besar,” imbuh Komite Investigasi Rusia.
Para investigator Rusia
itu memperoleh bukti bahwa militer Ukraina menggunakan rudal taktis
Tochka-U terhadap sejumlah pemukiman di wilayah Lugansk, Novosvetlovka
dan Ternovoye di distrik Krasnodon, Kota Rovenki dan desa di pinggiran
Kota Yubileyniy.
”Penggunaan senjata tersebut menunjukkan bahwa
pihak berwenang di Kiev mengejar tujuan kehancuran total penduduk dan
infrastruktur di negara wilayah timur,” kata para investigator Rusia
dalam kesimpulan laporannya, seperti dikutip Russia Today.
Sebagian
besar sistem rudal Tochka-U berada di Ukraina setelah runtuhnya Uni
Soviet. Menurut Komite Investigasi Rusia, senjata berbahaya itu adalah
salah satu senjata yang paling kuat di gudang Angkatan Darat Ukraina.
Pemerintah
Ukraina di Kiev belum merespons tuduhan dari Komite Investigasi Rusia.
Konflik di Ukraina timur dalam beberapa pekan ini memanas lagi setelah
sempat mereda beberapa bulan melalui kesepakatan gencatan senjata.
Para
pendukung Sheikh Raed Salah, kepala cabang Gerakan Islam, protes di
kota Umm el-Fahm untuk menentang RUU 'pembungkam azan'. Foto / REUTERS
TEL AVIV
- Komite Menteri yang dipimpin Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked
mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) kontroversial tentang
“pembungkaman” kumandang azan di tempat-tempat ibadah. RUU ini melarang
azan dengan menggunakan pengeras suara atau speaker.
“RUU untuk pencegahan suara di rumah-rumah doa diluluskan,” bunyi pengumuman Kementerian Kehakiman Israel, Senin (13/2/2017).
Dalam
pengumuman itu, tidak disebutkan agama tertentu yang jadi target
pelaksaan aturan baru di Isrel tersebut. Namun, sejak awal aturan itu
dikenal sebagai “hukum muazin” setelah para pejabat Muslim menganggap
aturan tersebut untuk membungkam azan yang selama ini dikumandangkan
melalui speaker yang terpasang di menara-menara masjid.
Draft
aturan tersebut sempat ditolak karena umat Yahudi juga merasa jadi
target, di mana mereka terbiasa membunyikan sirine di rumah ibadah saat
matahari terbenam pada hari Jumat. Suara itu untuk menandai dimulainya
hari Sabat.
Setelah ditolak, draft aturan itu direvisi.
Hasilnya, larangan diberlakukan mulai pukul 23.00 malam hingga pukul
07.00 pagi. Aturan ini akan “membungkam” suara azan subuh bagi warga
Muslim.
”Hukum ini tidak berurusan dengan kebisingan atau dengan
kualitas hidup, (tapi) hanya dengan hasutan rasis terhadap minoritas,”
kritik anggota parlemen Israel dari kalangan Arab, Ayman Odeh, dalam
sebuah pernyataan, seperti dikutip Al Arabiya.
”Suara
muazin itu terdengar di sini jauh sebelum ada (aturan) rasis dari
pemerintah (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu,” katanya.
Presiden
Israel Reuven Rivlin telah menentang RUU kontroversial tersebut setelah
dikecam negara-negara Muslim Arab. Jika RUU itu disahkan menjadi
undang-undang, maka azan di masjid Al-Aqsa, Yerusalem, bisa menjadi
target.
RUU itu semula diusulkan Motti Yogev, dari Yahudi Home.
Menurutnya, aturan itu diperlukan untuk menghindari gangguan kehidupan
sehari-hari yang dirasakan warga non-Muslim Israel.
Jakarta, CB
--
Aparat Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE)
dilaporkan sudah menahan 680 orang dalam rangkaian operasi selama
beberapa hari belakangan.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, John
Kelly, mengatakan bahwa 75 persen dari orang yang ditahan dalam operasi
rutin itu memiliki rekam jejak kriminal.
Dalam pernyataan yang dikutip Reuters,
Senin (13/2), Kelly menjabarkan, kejahatan para imigran ilegal itu
beragam, mulai dari pembunuhan hingga berkendara dalam keadaan mabuk.
ICE
melaporkan, sebagian imigran yang ditahan itu mengabaikan peringatan
terakhir untuk deportasi. Namun, mereka tak menjelaskan rincian alasan
penahanan imigran lainnya.
Beberapa advokat hak asasi imigran mengatakan, ICE mendeportasi imigran
tanpa pandang bulu dan operasi itu tidak mempertimbangkan tingkat
ancaman orang yang ditahan itu terhadap keamanan AS.
Merujuk pada
data ICE, tak semua imigran yang ditahan memiliki rekam jejak kriminal
maupun sudah diperintahkan untuk angkat kaki dari AS.
Di Los
Angeles, misalnya, 151 dari 161 imigran yang ditahan tak memiliki
sejarah kriminal. Namun, ICE tidak memberikan alasan penangkapan 10
imigran yang bersih dari sejarah kriminal tersebut.
Meskipun
demikian, di sela pernyataan pers setelah bertemu dengan Perdana Menteri
Kanada, Justin Trudeau, Trump mengatakan bahwa ICE "melakukan pekerjaan
hebat" dengan penahanan imigran ini.
"Kami benar-benar menahan
para pelaku kriminal yang sangat sangat berat, dengan rekam jejak
pelecehan dan masalah yang sangat berat," katanya.
Sejak masa kampanye, Trump memang berjanji akan memulangkan 2 hingga 3 juta imigran dengan rekam jejak kriminal.
Operasi
ini dilaksanakan di tengah penangguhan kebijakan imigrasi Trump yang
menghentikan sementara pemberian visa bagi warga dari tujuh negara
mayoritas Muslim.
Operasi semacam ini sebenarnya sudah biasa
dilakukan AS. Saat menjabat pada 2012 lalu, Barack Obama juga pernah
dikritik karena mendeportasi lebih dari 400 ribu orang dalam setahun,
memecahkan rekor pemulangan imigran yang pernah dilakukan oleh seorang
presiden AS.
Trump dilaporkan tengah mengevaluasi
kinerja Penasihat Keamanan Negara yang diduga bertemu dengan pihak Rusia
sebulan sebelum pelantikan. (AFP Photo/Nicholas Kamm)
Jakarta, CB
--
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan
tengah mengevaluasi kinerja Penasihat Keamanan Negara, Michael Flynn,
yang diduga bertemu dengan pihak Rusia sebulan sebelum pelantikan.
"Presiden
mengevaluasi situasi ini. Ia berbicara dengan Wakil Presiden Pence
mengenai perbincangannya dengan Flynn, juga dengan sejumlah orang lain
mengenai apa yang ia sebut sebagai masalah paling penting, keamanan
nasional kita," ujar sekretaris pers Gedung Putih, Sean Spicer,
sebagaimana dilansir Reuters, Senin (13/2).
Belakangan ini, Flynn menjadi pusat pemberitaan media karena diduga
mengadakan pertemuan privat dengan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergei
Kislyak.
Washington Post melaporkan, pertemuan ini terjadi sekitar satu bulan sebelum Trump dilantik sehingga "berpotensi dilakukan secara ilegal."
Dalam
pembicaraan itu, mereka diduga kuat membicarakan kemungkinan
penangguhan sanksi tambahan yang dijatuhkan pemerintahan Barack Obama
pada Desember lalu akibat peretasan Rusia dalam pemilu.
Gedung
Putih mengatakan, mereka masih terus menyelidiki dugaan bahwa Spicer
membuka kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap Rusia ketika Trump
sudah resmi dilantik.
Jika benar pembicaraan itu terjadi, berarti
Flynn melanggar satu hukum yang disebut Logan Act. Aturan itu melarang
warga sipil privat terlibat dalam kebijakan luar negeri.
Penasihat
Gedung Putih, Kellyane Conway, mengatakan bahwa Flynn sudah berbicara
dengan Wakil Presiden AS, Mike Pence, sebanyak dua kali. Dalam
pembicaraan itu, Flyyn meminta maaf kepada Pence secara personal.
Jakarta, CB
--
Amerika Serikat mendesak Dewan Keamanan Perserikatan
Bangsa-Bangsa untuk mengambil tindakan keras atas Korea Utara akibat
peluncuran rudal pada Senin (13/2).
"Kami menyerukan kepada semua anggota Dewan Keamanan untuk menggunakan
segala sumber daya untuk menegaskan kepada rezim Korut bahwa peluncuran
ini tidak dapat diterima. Ini saatnya membuat Korut bertanggung jawab.
Bukan dengan kata-kata kita, tapi tindakan," ujar Duta Besar Amerika
Serikat untuk PBB, Nikki Haley.
Pernyataan ini dilontarkan Haley
setelah anggota DK PBB, termasuk China sebagai sekutu terdekat
Korut, menyepakati draf pernyataan AS yang menyatakan bahwa peluncuran
rudal Korut itu sebagai "pelanggaran berat" atas resolusi PBB dan badan
itu "akan mengambil langkah signifikan."
Diberitakan Reuters,
Rudal yang diklaim Pyongyang dapat membawa hulu ledak nuklir itu
meluncur sejauh 500 kilometer dari timur Korut dan jatuh di Laut Jepang.
Peluncuran
rudal ini menambah panjang daftar pelanggaran resolusi yang dilakukan
oleh Korut. Resolusi PBB itu melarang Korut meluncurkan rudal balistik
maupun melakukan uji coba nuklir.
Tahun lalu, Korut dilaporkan
sudah melakukan dua kali uji coba nuklir dan sejumlah peluncuran rudal.
Mereka bahkan mengklaim bahwa rudal tersebut dapat mencapai wilayah AS.
Sejak
Korut pertama kali menguji coba perangkat atomnya pada 2006, DK PBB
sudah menjatuhkan setidaknya enam paket sanksi atas Pyongyang.