Pemecatan Jaksa Agung AS oleh Donald Trump
memicu kritikan dari Partai Demokrat yang memperingatkan sang presiden
agar tetap melanjutkan penyelidikan Rusia. (Reuters/Carlo Allegri)
Jakarta, CB -- Pemecatan Jaksa Agung Amerika Serikat, Jeff Sessions, oleh Donald Trump kembali
memicu kritikan dari kubu Partai Demokrat yang memperingatkan sang
presiden agar tetap melanjutkan penyelidikan intervensi Rusia dalam pemilu 2016.
Peringatan
ini muncul karena Matthew Whitaker ditunjuk sebagai pengganti Mueller.
Selama menjabat sebagai kepala staf Sessions, Whitaker terus berupaya
untuk membatasi penyelidikan intervensi Rusia.
"Kongres harus
mengambil langkah menyeluruh untuk memastikan integritas penyelidikan
Penyelidik Khusus Mueller," ujar seorang anggota Dewan Perwakilan dari
Partai Demokrat, Steny Hower, sebagaimana dikutip Reuters.
Hower kemudian mengatakan bahwa jika pemecatan Sessions ini adalah
bagian dari upaya Trump untuk mencampuri penyelidikan Mueller, "presiden
harus bertanggung jawab."
Langkah Trump ini sebenarnya
sudah diprediksi sejak tahun lalu, ketika Sessions menolak mengawasi
langsung proses penyelidikan tersebut, diduga karena ia pun memiliki
kaitan dengan Rusia saat membantu kampanye sang presiden.
Sessions
lantas memberikan kuasa kepada wakilnya, Rod Rosenstein, untuk
mengawasi penyelidikan tersebut, membuat Trump kehilangan kendali.
Kini, Partai Demokrat pun meminta Whittaker untuk mengambil langkah serupa dengan Sessions.
"Melihat
komentar dia sebelumnya yang berusaha membatasi penyelidikan Mueller,
Whittaker harus melepaskan diri dari pengawasan selama menjabat sebagai
jaksa agung," kata pemimpin Partai Demokrat dalam Senat, Chuck Schumer.
Calon
Ketua Komite Kehakiman Dewan Perwakilan AS, Jerrold Nadler, pun
mengatakan bahwa jika Trump sampai mencampuri penyelidikan Rusia, akan
ada konsekuensi keras.
"Donald Trump mungkin berpikir ia memiliki
kuasa untuk mempekerjakan dan memecat siapa pun yang ia mau, tapi ia
tak bisa melakukan itu untuk melanggar supremasi hukum dan mengganggu
keadilan. Jia ia melakukan itu, akan ada konsekuensi," katanya.
Tak hanya dari Demokrat, partai tempat Trump bernaung, Partai Republik,
juga meminta agar pemecatan Sessions ini tak mengganggu penyelidikan
Mueller.
"Di bawah pelaksana tugas Jaksa Agung Matthew Whitaker,
tentu pekerjaan penting Kementerian Kehakiman harus tetap berlangsung,
dan penyelidikan Mueller harus berlanjut hingga mencapai simpulan," kata
Mitt Romney yang pernah menjadi kandidat presiden dari Partai Republik
dalam pemilu 2012.
Credit
cnnindonesia.com