Siim Vahur Baru pada tahun 1930-an jendela pengintip untuk kamera dibuat.
CB - Setiap mengambil foto, tentu akan terbantu apabila Anda punya gambaran tentang hal yang akan tertangkap oleh kamera.
Sekarang
kita merasa itu hal yang biasa saja. Namun fotografer zaman dulu harus
menduga-duga, karena mereka tak bisa melihat langsung lewat lensa
bagaimana rupa foto yang sedang mereka ambil.
Ada beberapa kamera
di akhir abad ke-19 yang memecahkan persoalan ini dengan menggunakan
cermin berayun yang memantulkan gambar dari lensa ke juru foto yang
mengintip dari atas kamera.
Namun itu masih sangat permulaan. Cermin kerap harus dipasang terpisah menggunakan sehelai benang sebelum kamera dapat dipakai.
Kameranya
sendiri teramat besar dan ketika ukuran kamera mulai menyusut serta
lebih mudah dibawa, maka kebutuhan untuk 'lensa pengintip' justru
menjadi lebih mendesak.
Sport dengan prisma
Siim Vahur Walau tidak terkenal, tapi ide Sport sangat orisinal.
Baru
pada tahun 1930-an persoalan ini dipecahkan. Hampir 80 tahun lalu
sebuah kamera tak terkenal muncul di Uni Soviet yang menyertakan sebuah
penemuan yang sederhana tapi teramat orisinal.
Kamera kotak
bertampang buruk bernama Sport ini muncul pertama kali tahun 1937 dibuat
oleh GOMZ di kota Leningrad (sekarang namanya St Petersburg).
Intisari
penemuan pada Sport adalah sebuah kotak berbentuk prisma yang
diletakkan di dalam badan kamera. Kotak itu memuat cermin yang
memantulkan gambar yang ditangkap oleh lensa dengan bentuk terbalik.
Inilah
kamera pertama yang punya prisma seperti itu -sebuah kamera 'single
lens reflex' -atau dikenal dengan singkatan SLR- yang belakangan
berkembang menjadi 'pentraprisma' yang bisa ditemukan pada kamera modern
yang bisa memantulkan cahaya keluar lewat jendela bidik.
GOMZ Petunjuk penggunaan kamera Sport.
"Menurut
pendapat saya, Sport merupakan capaian revolusioner di Uni Soviet dan
dunia industri fotografi serta dan menjadi batu loncatan kepada kamera
35mm SLR," kata Vladislav Kern yang mengelola situs sejarah fotografi
USSRPhoto.com, sebagaimana
KompasTekno ambil dari
BBC Indonesia, Selasa (7/6/2016).
Namun mengapa Sport tidak dipuji sekarang ini?Sport
menjadi catatan kaki dalam sejarah fotografi, kalah dari keberhasilan
Kine Exakta, kamera yang sangat dihormati sampai dipakai oleh James
Stewart dalam film klasik Alfred Hitchcock, Rear Window.
Michael
Pritchard, Direktur Jendral Royal Photographic Society mengatakan,
"Secara teknis, Sport sangat berpengaruh, tapi tak pernah dijual banyak
di luar Uni Soviet.
"The Kine Exakta lebih berpengaruh karena
dipasarkan di luar Jerman, diekspor secara meluas, dan dipandang sebagai
karena yang melakukan terobosan penting pada masanya.
Exakta
berkembang menjadi yang disebut sebagai 'kamera sistem' yang datang
dengan lensa berbeda-beda serta asesoris bermacam-macam.
"Sedangkan Sport tidak begitu."
HANSPETER SCHOLZ WIKIPEDIA Exakta yang jauh lebih terkenal sampai digunakan dalam film Alfred Hitchcock, Rear Window.
Sport berhenti tahun 1941Vladislav Kern juga menyatakan bahwa Sport bukan kamera yang mudah digunakan.
"Rada
canggung mengintip lewat jendela pengintip -hampir seperti pengintip
setinggi pinggang yang ada di kamera tua. Sudut penglihatannya sangat
aneh."
Bagaimanapun Sport mengalami beberapa kali modifikasi
dengan produksi sebanyak 20.000 unit sampai terhenti ketika Jerman
menginvasi Leningrad tahun 1941.
Rancangan rintisan Sport menjadi
terkenal sesudah runtuhnya Tembok Berlin, tetapi masih tetap dilihat
sebagai model yang kalah dibandingkan kamera semasanya, meskipun
prestasi kamera itu luar biasa.
"Anda bisa bilang Sport itu seperti Betamax dalam dunia video," kata Pritchard.
Sebagaimana
banyak penemuan lain, Sport mungkin gagal menaklukkan saingan
komersialnya, tetapi penciptanya bisa mengaku satu hal: mereka adalah
yang pertama.
Credit
KOMPAS.com