Senin, 04 Maret 2019

Menlu Turki: Banyak Aktor Ingin Kacaukan Palestina



Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat berbicara di Konferensi Keamanan di Muenchen, Jerman, Ahad (19/2).
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat berbicara di Konferensi Keamanan di Muenchen, Jerman, Ahad (19/2).
Foto: Matthias Balk/dpa via AP

Membela perjuangan Palestina di arena internasional adalah prioritas utama Turki



CB, ISTANBUL -- Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan, agresi pemerintah Israel menjadi ujian yang menantang bagi Palestina. Menurutnya, selain Israel, ada beberapa pihak lain yang hendak mengacaukan wilayah Palestina.


"Tidak hanya serangan Israel terhadap hak rakyat Palestina, tetapi beberapa aktor lain secara sepihak dan ilegal juga hendak mengacaukan wilayah itu," kata dia dalam pertemuan dengan duta besar Palestina untuk negara-negara Eropa, dilansir dari Anadolu Agency, Ahad (3/3).

Cavusoglu juga menekankan, membela perjuangan Palestina di arena internasional adalah prioritas utama Turki. Ia juga menyampaikan belasungkawa bagi warga Palestina yang syahid dan juga Abdulkarim al-Khatib, konsul Palestina di Istanbul, yang baru-baru ini meninggal dunia.


Melindungi status historis dan hukum Yerusalem, lanjut Cavusoglu, adalah salah satu prioritas utama kebijakan luar negeri Turki. "Ini alasan suci bagi kami. Kami melakukan yang terbaik untuk menarik perhatian komunitas internasional terhadap ketidakadilan di Yerusalem," katanya.


"Israel bukannya belajar dari pengalaman sebelumnya malah mengulangi kesalahan yang sama. Sementara mempertahankan blokade tidak manusiawi di Gaza, Israel menjalankan kampanye yang mengarah pada kekerasan dan bertujuan melumpuhkan solusi dua negara," tambahnya.


Cavusoglu juga menyoroti RUU negara-bangsa yang disahkan tahun lalu oleh parlemen Israel. Menurut dia, itu adalah contoh baru yang mencerminkan pola pikir yang bertujuan mengacau.


"Kami tidak akan pernah membiarkan upaya-upaya seperti itu membayangi tujuan kami dalam menciptakan perdamaian yang adil dan abadi melalui dialog dan diplomasi. Semakin Israel mengintensifkan kegiatan ilegal, semakin kita akan berjuang untuk keadilan dan perdamaian," ungkapnya.


Cavusoglu mengatakan, Turki telah menyediakan lebih dari 460 juta dolar untuk Palestina sejak 2005. TIKA, badan bantuan negara Turki, juga telah melakukan sekitar 550 proyek di Palestina.


Motif utama Turki membantu lanjut Cavusoglu, yakni memastikan Palestina dapat menumbuhkan ekonomi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan dengan dukungan proyek-proyek tersebut. Dia juga mendesak pengakuan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, dengan ibukota di Yerusalem Timur, berdasarkan perbatasan pra-1967.





Credit  republika.co.id


Trump Sebut Cohen Picu Kegagalan Pertemuan dengan Kim Jong-un


Trump Sebut Cohen Picu Kegagalan Pertemuan dengan Kim Jong-un
Donald Trump menyebut keputusan menggelar sidang Michael Cohen di hari yang sama saat ia bertemu Kim Jong-un berpengaruh pada kegagalan hasil pertemuan itu. (Reuters/Leah Millis)




Jakarta, CB -- Presiden Donald Trump menyebut keputusan kubu Demokrat untuk menggelar sidang kesaksian mantan pengacaranya, Michael Cohen, di hari yang sama saat ia bertemu dengan Kim Jong-un berpengaruh pada kegagalan hasil pertemuan dengan pemimpin tertinggi Korea Utara tersebut.

"Keputusan Demokrat untuk menggelar sidang terbuka terhadap pembohong dan penipu di saat yang sama ketika Pertemuan Nuklir dengan Korea Utara, adalah titik terendah baru dalam politik Amerika yang mungkin berkontribusi terhadap 'kepergian,'" kata Trump melalui Twitter.

Melalui kutipan tersebut, Trump merujuk pada keputusannya untuk meninggalkan perundingan dengan Kim pada pekan lalu karena kedua belah pihak tak mencapai mufakat mengenai perlucutan senjata nuklir.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.


Namun, Trump memilih untuk tak meneken dokumen apa pun karena tidak mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi.

Menurut Trump, Kim menawarkan menutup kompleks nuklir Yongbyon dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut.

Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklirnya secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.

Saat Trump bertemu dengan Kim di Hanoi, Dewan Perwakilan AS menggelar sidang dengar pendapat untuk mendapatkan keterangan dari mantan pengacara Trump, Michael Cohen.

Dalam sesi tersebut, Cohen mengakui sejumlah dugaan keputusan kontroversial yang diambil Trump. Salah satu keputusan tersebut adalah mengenai pembayaran uang tutup mulut bagi sejumlah bintang porno yang memiliki hubungan gelap dengan Trump.

Ketika ditanya mengenai sidang Cohen dalam konferensi pers di Hanoi, Trump hanya mengatakan bahwa segala tuduhan itu tidak benar dan mengkritik keputusan untuk menggelar sesi tersebut saat ia sedang ke luar negeri.

"Saya mencoba menontonnya. Saya tidak bisa menonton banyak karena saya sedikit sibu, tapi saya pikir menggelar sidang palsu seperti itu di tengah pertemuan sangat penting seperti ini adalah keputusan yang sangat buruk," katanya.




Credit  cnnindonesia.com



Turki Siap Bantu Redam Ketegangan Pakistan dan India


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Foto: AP Photo/Richard Drew

Meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan tidak akan memberikan keuntungan.



CB, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan siap membantu meredam ketegangan antara Pakistan dan India. Menurut dia, meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan tidak akan memberikan keuntungan bagi siapa pun.

Dilansir dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Senin (4/3), Erdogan dalam kampanye di Trabzon, di wilayah Laut Hitam Turki, juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pakistan menyerahkan pilot asal India yang jatuh dalam ketegangan baru-baru ini. Erdogan berharap bahwa India bisa melakukan hal serupa.

Jumat kemarin, seorang pilot India yang terlibat dalam konflik antarnegara tetangga yang bersenjata nuklir, Komandan Wing Abhinandan Varthaman, diserahkan kepada pemerintah India oleh Pakistan.


Varthaman ditahan di Pakistan setelah pesawatnya jatuh pada Rabu lalu, dalam pertempuran udara dengan jet Pakistan di sepanjang perbatasan de facto Kashmir. Sehari kemudian, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengumumkan pembebasannya dengan isyarat niat baik.


Ketegangan antara kedua negara terjadi menyusul serangan bom bunuh diri yang menewaskan 40 polisi paramiliter India di wilayah Kashmir yang dikendalikan India pada 14 Februari. India menyalahkan Pakistan atas insiden tersebut. Sementara Pakistan membantah terlibat penyerangan.


Amerika Serikat, Cina dan kekuatan dunia yang lain mendesak kedua negara untuk menahan diri. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan juga menyerukan perundingan.


"Sejarah mengajarkan pada kita bahwa perang selalu penuh salah perhitungan. Pertanyaan saya adalah dengan memperhitungkan senjata yang kita miliki, apakah kita bisa mencapai salah perhitungan," kata Khan dalam pidato singkat di televisi yang disiarkan secara nasional. "Kita harus duduk dan berbicara."


Pakistan dan India telah tiga kali berperang sejak merdeka dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1047. Dari tiga perang itu, dua di antaranya adalah masalah Kashmir. Pakistan telah menutup wilayah udaranya, sehingga memaksa penerbangan komersial untuk mengubah arah.



Credit  republika.co.id



Rusia Siap Luncurkan S-500 dan S-350, Momok bagi Jet Siluman F-35 AS



Rusia Siap Luncurkan S-500 dan S-350, Momok bagi Jet Siluman F-35 AS
Transporter Erector Launcher dari S-350E Vityaz di MAKS 2013, Airshow di Rusia. Foto/Armyrecognition.com


MOSKOW - Rusia mengumumkan sistem pertahanan rudal canggih S-500 dan S-350 segera memasuki layanan tempur angkatan bersenjata Moskow. Media setempat mengutip sumber militer Moskow mengklaim kedua sistem rudal itu akan menjadi momok bagi pesawat jet tempur siluman F-35 dan F-22 Amerika Serikat (AS) karena bisa menjatuhkan dua jenis pesawat itu dari jarak ratusan mil.

Komandan Akademi Dirgantara Zhukov, Letnan Jenderal Vladimir Lyaporov, mengumumkan persiapan peluncuran senjata pertahanan terbaru Rusia itu dalam sebuah wawancara yang diterbitkan surat kabar Krasnaya Zvezda pada hari Jumat.

Pada tahun 2019, kelompok perwira pertama akan menyelesaikan kursus pelatihan untuk menggunakan S-500, sebuah sistem rudal jarak jauh yang akan membentuk tulang punggung sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal yang terintegrasi.

"Saya ingin mencatat bahwa pada tahun 2019, kelompok perwira pertama akan menyelesaikan kursus akademi untuk menggunakan sistem S-500. Sistem belum masuk layanan, tetapi kami berharap mereka akan melakukannya dalam waktu dekat," katanya, yang dilansir kantor berita TASS, Sabtu (2/3/2019).

"Pada akhir tahun, (angkatan bersenjata) pusat diharapkan menerima sistem S-350 Vityaz pertama," lanjut jenderal tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pengiriman sistem S-500 kepada pasukan Rusia akan dimulai pada tahun 2020. Tergantung pada jenis rudal yang dilengkapi, sistem itu akan mampu menembak jatuh kedua target di udara, seperti pesawat tempur, drone, dan rudal balistik.

Media-media Barat sebelumnya melaporkan bahwa sistem pertahanan rudal canggih Rusia itu berhasil mencapai target sejauh 481,2 km, atau melampaui rekor sebelumnya yakni 80 km. Pada Mei tahun lalu, sumber-sumber intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Rusia telah menggunakan S-500 dalam sebuah tes untuk menyerang target pada jarak 299 mil, sekitar 50 mil lebih jauh dari serangan sebelumnya yang diketahui.

S-350 Vityaz dirancang untuk mempertahankan fasilitas administrasi dan militer yang penting dari serangan udara. Senjata pertahanan ini beroperasi secara otomatis dan tim menyebarkan dan mengendalikan senjata.

Sistem S-350 yang terdiri dari pos komando 50K6E, radar multifungsi 50N6E dan peluncur 50P6E dengan setiap peluncur dirancang untuk menembakkan 12 rudal 9M96E2. Secara bersamaan sistem ini dapat menembakkan 16 target udara atau 12 target balistik. Jangkauan maksimum adalah 60 km dan ketinggian 30 km. Waktu penyebaran adalah lima menit. Awak yang mengoperasikannya terdiri dari tiga orang. 






Credit sindonews.com



Kemampuan Tempur India dan Pakistan dari Pesawat Hingga Nuklir


Pasukan militer India berjaga-jaga sebelum dilakukan pembebasan pilot Angkatan Udara India Abhinandan, yang ditangkap Pakistan pada hari Rabu, di perbatasan Wagah, di pinggiran kota utara Amritsar, India, 1 Maret 2019. Pakistan membebaskan pilot India yang ditahan setelah pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Kashmir. REUTERS/Danish Siddiqui
Pasukan militer India berjaga-jaga sebelum dilakukan pembebasan pilot Angkatan Udara India Abhinandan, yang ditangkap Pakistan pada hari Rabu, di perbatasan Wagah, di pinggiran kota utara Amritsar, India, 1 Maret 2019. Pakistan membebaskan pilot India yang ditahan setelah pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Kashmir. REUTERS/Danish Siddiqui

CB, Jakarta - Dua negara nuklir, India dan Pakistan mulai terlibat pertempuran darat di Kashmir, sehari setelah pembebasan pilot tempur India yang ditahan Pakistan.
Sejak kemerdekaan keduanya apda 1947, India dan Pakistan terlibat konflik terutama di wilayah Himalaya, Kashmir.
Dua negara terlibat beberapa perang besar dan yang terakhir terjadi pada 1999, menewaskan ribuan orang di garis perbatasan Kashmir yang dikenal Line of Control (LoC).
Sehabis pertempuran itu, kedua negara mulai membangun kekuatan militernya.

Sepuluh tahun setelahnya, militer India kini melampau Pakistan dalam jumlah pesawat tempur, tentara, tank dan helikopter.
Menurut laporan CNN, 3 Maret 2019, yang mengutip data SIPRI, belanja militer India melampaui Pakistan dan mencapai US$ 64 miliar (Rp 903 triliun) berbanding US$ 11 miliar (Rp 155 triliun).

India memiliki sekitar 3 juta personel militer, sementara Pakistan meiliki 1 juta personel.
Namun India mesti membagi pasukannya ke wilayah timur lautnya yang berbatasan dengan Cina. Pada 1962, India dan Cina pernah bertempur di perbatasan, dan konflik terakhir terjadi di Doklam pada 2017.

Pasukan militer India berjaga-jaga sebelum dilakukan pembebasan pilot Angkatan Udara India Abhinandan, yang ditangkap Pakistan pada hari Rabu, di perbatasan Wagah, di pinggiran kota utara Amritsar, India, 1 Maret 2019. Perdana Menteri Pakistan mengatakan pilot India akan dibebaskan pada hari Jumat, setelah militer Pakistan mengkonfirmasi empat warga sipil Pakistan tewas selama serangan udara India di Kashmir. REUTERS/Danish Siddiqui
Di lain sisi, Cina memiliki kedekatan dengan Pakistan yang menyuplai alutsista Pakistan. 40 persen ekspor senjata Cina dikirim ke Pakistan, menurut data forum diskusi Brookings Institution di Washington.
Sementara India lebih dekat dengan negara-negara Barat untuk modernisasi militernya.

Di antara pembelian peralatan baru-baru ini adalah peringatan dini udara dan pesawat kontrol dengan teknologi Israel dan badan pesawat AS. Selain itu, artileri buatan AS dikerahkan di sepanjang garis perbatasan Kashmir untuk menggantikan senjata Swedia 1980-an, kata Nishank Motwani, pakar India dan Pakistan di Akademi Diplomasi Asia-Pasifik.
India bahkan menginginkan lebih banyak teknologi militer baru, tetapi seringkali dihambat oleh kontrol ekspor yang ketat dari pemasok utama seperti AS dan Inggris. Menurut pengamat, India terpaksa mengekspor senjata karena kekurangan industri militer.

Sementara Pakistan sedang membuat pesawat tempurnya sendiri JF-17 dari rancangan Cina.
Menurut beberapa laporan, JF-17 adalah salah satu dari skuadron yang menembak jatuh salah satu MiG 21 India.
MiG-21 buatan Uni Soviet adalah tulang punggung angkatan udara India. India memiliki sekitar 200 unit MiG dan masih beroperasi.

Keuntungan India adalah luas wilayah, di mana luas India nyaris empat kali dari Pakistan. Ini menjadi modal India untuk menjauhkan aset militernya dari perbatasan dan membuat India unggul di udara. Sementara Pakistan akan lebih kesulitan melindungan pangkalan militer dan persenjataannya.
Sementara keuntungan udara tampaknya condong ke arah India, aksi darat skala besar melintasi perbatasan akan lebih sulit bagi India.
Perbatasan Pakistan memiliki medan yang curam dan terdiri dari perbatasan internasional, membuat formasi darat India kesulitan.

Kereta yang mengangkut truk dan senjata artileri tentara India di sebuah stasiun kereta di pinggiran Jammu, India, Kamis, 28 Februari 2019. Dalam serangan bom mobil tersebut, sedikitnya 42 tentara India tewas. REUTERS
Pakistan, dengan garis pantai yang jauh lebih kecil untuk dipertahankan, telah menempatkan bagian terbesar dari sumber daya ke pasukan dan angkatan udara, kata Motwani.
New Delhi memiliki kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir dalam armadanya, peralatan tempur yang tidak dapat disamakan dengan Pakistan.
Satu-satunya senjata yang sejajar bagi kedua negara, dan yang paling ditakuti adalah senjata nuklir.
Stockholm Internasional Peace Research Institute (SIPRI) tahun lalu merilis data bahwa Pakistan memiliki 140 sampai 150 hulu ledak nuklir dan India memiliki 130 hingga 140 nuklir.

Peter Layton, mantan perwira Angkatan Udara Australia dan sekarang peneliti di Griffith Asia Institute, mengatakan jika situasi semakin mendesak bagi Pakistan, maka komandan tingkat rendah Pakistan siap membuka gudang nuklir mereka.
"Pakistan memiliki kebijakan strategis untuk mendelegasikan persetujuan pelepasan nuklir ke unit-unit taktis tingkat rendah," katanya. "Ada bahaya nyata karena kelonggoran nuklir itu, yaitu komandan tingkat rendah yang menggunakan senjata nuklir taktis jika mereka mau."
Menurut Motwana, Pakistan ingin India sadar bahwa ancaman nuklir mereka akan selalu ada. Setiap kali India melakukan serangan balasan, Pakistan tidak segan untuk mengeluarkan ancaman senjata nuklirnya jika senjata konvensional gagal.



Credit  tempo.co





Pembatasan Wilayah Udara Pakistan Masih Diberlakukan



Upacara di perbatasan Wagah-Attari antara pasukan Pakistan dan India.[NDTV]
Upacara di perbatasan Wagah-Attari antara pasukan Pakistan dan India.[NDTV]

CB, Jakarta - Pakistan masih akan memberlakukan pembatasan wilayah udaranya bagi pesawat-pesawat komersial. Pembatasan wilayah udara diberlakukan awal pekan lalu saat hubungan negara itu dengan India diselimuti ketegangan.
Ketegangan yang terjadi antara India - Pakistan telah membuat negara itu untuk pertama kali sejak perang 1971 melancarkan serangan udara. Kashmir yang masih menjadi perebutan kedua negara telah menjadi medan pertempuran India - Pakistan.
Otoritas Penerbangan Pakistan pada Minggu, 3 Maret 2019, mengatakan masih membatasi operasional di bandara internasional Allama Iqbal di wilayah timur kota Lahore. Larangan ini muncul setelah sejumlah operasi secara parsial dilakukan Karachi, Quetta, Peshawar dan ibukota Islamabad.
Bandara lain di Gilgit Baltistan, Provinsi Punjab dan wilayah pedalaman Sindh tetap ditutup pada hari Minggu, 3 Maret 2019. Otoritas penerbangan sipil Pakistan mengatakan pembatasan perjalanan ini diperkirakan akan dicabut pada Senin pukul 1 siang waktu setempat.


Pesawat tempur India menjatuhkan bom di wilayah Pakistan.[Aljazeera]



Lalu lintas penerbangan internasional dan domestik di Pakistan dan sekitarnya telah terganggu, dimana sejumlah bandara di Pakistan dan India ditutup. Walhasil rute penerbangan harus memutar dan ditangguhkan. Pada Selasa, 26 Februari 2019, jet-jet tempur India melancarkan serangan ke wilayah timur laut Pakistan, Balakot. New Delhi mengklaim di wilayah itu terdapat kamp-kamp milik Jaish-e-Muhammad atau JeM yakni sebuah kelompok bersenjata yang diduga telah melakukan serangan bom mobil pada 14 Februari 2019 dan menewaskan setidaknya 40 pasukan militer India yang berjaga di kota Pulwama, Kashmir. Peristiwa bom bunuh diri ini telah memicu agresi militer India - Pakistan 







Credit  tempo.co




India Setop Serangan Udara, Tuntut Pakistan Perangi Teroris



India Setop Serangan Udara, Tuntut Pakistan Perangi Teroris
India tidak berencana untuk melakukan serangan baru di perbatasan dengan Pakistan. Foto/Istimewa


MOSKOW - India tidak berencana untuk melakukan serangan baru di perbatasan dengan Pakistan dan ketegangan di Kashmir secara bertahap akan stabil. Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar India untuk Rusia Shri D. Bala Venkatesh Varma mengatakan kepada Sputnik dalam sebuah wawancara.

"Tidak, kami tidak punya rencana (seperti) itu pada saat ini," kata Varma menjawab pertanyaan seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (3/3/2019).

Menurut utusan India itu, New Delhi telah dengan jelas menyatakan tidak tertarik dengan eskalasi dan cara terbaik agar situasi kembali normal adalah Pakistan memerangi kelompok teroris.

"Ini bukan perjuangan antara India dan Pakistan. Ini adalah masalah perlindungan India terhadap kepentingannya dalam menghadapi ancaman dari kelompok-kelompok teroris. India bukan satu-satunya negara di kawasan yang menderita atas tindakan mereka," ujarnya.

Menurut Varma, dengan mengatakan India menolak gagasan dilibatkannya mediator untuk melesaikan krisis dengan Pakistan, ia percaya bahwa Islamabad perlu mengambil langkah-langkah spesifik untuk memerangi kelompok teroris.

"Saya perlu mengklarifikasi bahwa tidak ada tawaran mediasi resmi. Dan bahkan jika itu dibuat, kami tidak akan menerimanya. Tidak ada negara yang menawarkan untuk menengahi antara India dan Pakistan. Ada percakapan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi tadi malam, dan titik mediasi tidak disebutkan sama sekali," ungkap Varma.

Ia menekankan bahwa posisi Rusia sangat mendukung tindakan India. Pakistan harus mengambil tindakan terhadap kelompok-kelompok teroris di wilayahnya.

"Kami selalu siap untuk dialog dengan Pakistan dalam suasana yang bebas dari terorisme," kata duta besar.

Lebih lanjut Varma mengatakan bahwa Rusia dapat mempengaruhi Islamabad untuk berhenti membiarkan kelompok-kelompok teroris menggunakan wilayah negara itu.

"Peran Rusia adalah terus memberikan pengaruhnya pada Pakistan untuk tidak mengizinkan wilayahnya digunakan oleh kelompok teror," ucapnya.

Dia mencatat bahwa Rusia telah mengambil posisi yang jelas dan tidak ambigu mengenai peningkatan hubungan India dan Pakistan saat ini.

"Presiden Vladimir Putin menyatakan dukungannya dalam percakapan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi," tambah diplomat India itu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow akan mengatur platform untuk pembicaraan Indo-Pakistan jika kedua negara menyatakan keinginan untuk menegosiasikan perselisihan tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah Angkatan Udara India melakukan serangan terhadap dugaan pangkalan teroris di Kashmir yang dikuasai Pakistan, menghancurkan beberapa fasilitas pada 26 Februari lalu. Serangan udara New Delhi dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan bunuh diri yang diklaim oleh organisasi teroris yang berbasis di Pakistan Jaish-e-Mohammad pada 14 Februari lalu.

Setelah serangan itu, India menuduh Pakistan mendukung kelompok-kelompok teroris. Islamabad, pada gilirannya, menolak tuduhan itu sebagai tuduhan yang tidak berdasar, menyarankan untuk melakukan penyelidikan bersama dengan New Delhi atas insiden tersebut.

Insiden itu memperumit hubungan yang sudah tegang antara New Delhi dan Islamabad, sekali lagi menempatkan wilayah itu di ambang konflik militer. 




Credit  sindonews.com




Agresi Militer India - Pakistan, Begini Nasib Warga Kashmir



Masyarakat Kashmir berebut membeli tiket bus untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kehidupan ribuan masyarakat Kashmir mendadak berubah 180 derajat setelah India dan Pakistan melancarkan agresi militer. Sumber: Reuters
Masyarakat Kashmir berebut membeli tiket bus untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kehidupan ribuan masyarakat Kashmir mendadak berubah 180 derajat setelah India dan Pakistan melancarkan agresi militer. Sumber: Reuters

CB, Jakarta - Kehidupan ribuan masyarakat Kashmir mendadak berubah 180 derajat setelah India dan Pakistan melancarkan agresi militer. Ada yang melarikan diri dari rumah, ada yang berlindung di bunker, ada pula yang menggali tanah agar bisa melihat pertempuran pasukan militer India dan Pakistan.
Wilayah Garis Kendali atau LoC atau Kashmir saat ini telah menjadi medan pertempuran India dan Pakistan. Agresi militer dipicu serangan bom mobil pada 14 Februari 2019 di Kashmir yang menewaskan 40 tentara India. Kashmir adalah wilayah yang masih diperebutkan India dan Pakistan.


Pasukan militer India berjaga-jaga sebelum dilakukan pembebasan pilot Angkatan Udara India Abhinandan, yang ditangkap Pakistan pada hari Rabu, di perbatasan Wagah, di pinggiran kota utara Amritsar, India, 1 Maret 2019. Pakistan membebaskan pilot India yang ditahan setelah pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Kashmir. REUTERS/Danish Siddiqui
Pertempuran pasukan India dan Pakistan meletup dua pekan setelah serangan bom mobil. Masyarakat Kashmir melihat jet-jet tempur berseliweran di atas kepala mereka dan tiarap di bawah hujan tembakan.
Dikutip dari english.alarabiya.net, Minggu, 3 Maret 2019, setidaknya dua ribu orang yang tinggal di wilayah perbatasan meninggalkan tempat tinggal mereka. Otoritas berwenang meliburkan sekolah. Di sejumlah distrik terlihat eksodus warga.

"Semakin banyak orang meninggalkan tempat tinggal mereka dan berlindung ke tempat yang lebih aman," kata Umar Azam, pejabat senior Kotli, Kashmir.
Di sejumlah wilayah khususnya area perbatasan, akses internet sudah terputus. Perempuan, laki-laki dan anak-anak dengan membawa tas-tas besar berduyun-duyun di jalan-jalan utama Kashmir untuk mengungsi. Ada pula mereka yang mengungsi itu ambil membawa hewan ternak mereka.
Habib Ullah Awan, 46 tahun, seorang pemilik toko sembako di Chakothi, wilayah perbatasan India - Pakistan, mengatakan hujan peluru masih terjadi ketika dia meninggalkan rumahnya bersama delapan anggota keluarga yang lain pada Rabu pagi.
Sebagian besar masyarakat desa Chakothi mengungsi ke Muzaffarabad, jantung wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan atau tinggal menumpang di rumah sanak - saudara di desa yang lain. Mereka yang tak punya kerabat yang bisa menampung, pergi ke kamp Hattian Bala yang dibangun oleh pemerintah setempat. 




Credit  tempo.co






Delapan Tewas dalam Pertempuran India-Pakistan di Kashmir



Delapan Tewas dalam Pertempuran India-Pakistan di Kashmir
Sedikitnya 8 orang tewas dalam pertempuran India-Pakistan di Kashmir. Foto/Ilustrasi


SRINAGAR - Tentara India dan Pakistan kembali terlibat pertempuran. Tentara masing-masing negara menjadikan pos dan desa di sepanjang perbatasan Kashmir yang bergejolak menjadi sasaran. Sedikitanya enam warga sipil dan dua tentara Pakistan tewas dalam insiden tersebut.

Pertempuran kembali pecah pada Jumat malam. Militer Pakistan mengatakan dua tentaranya tewas dalam baku tembak dengan pasukan India di dekat Garis Kontrol yang memisahkan Kahsmir dengan dua negara bermusuhan itu. Ini adalah korban tewas pertama bagi pasukan Pakistan sejak Rabu, ketika ketegangan meningkat secara dramatis kedua negara.

Sementara itu, polisi India mengatakan dua saudara kandung dan ibu mereka terbunuh di Kashmir yang dikuasai negara itu. Ketiganya tewas setelah sebuah peluru yang ditembakkan oleh tentara Pakistan menghantam rumah mereka di wilayah Poonch dekat Garis Kontrol. Ayah anak-anak itu terluka parah.

Di Kashmir yang dikuasai Pakistan, pejabat pemerintah Umar Azzam megatakan pasukan India dengan senjata berat membidik membidik penduduk desa perbatasan tanpa pandang bulu di sepanjang Garis Kontrol, membunuh seorang anak lelaki dan melukai tiga orang lainnya. Dia mengatakan beberapa rumah dihancurkan oleh penembakan India.

Setelah sempat jeda selama beberapa jam, penembakan kembali berlanjut pada Sabtu (2/3/2019). Militer Pakistan menyatakan dua warga sipil tewas dan dua lainnya cedera dalam pertempuran baru itu. Tentara India mengatakan pasukan Pakistan menyerang pos-pos India di beberapa tempat di sepanjang garis militer seperti dilansir dari AP.

Ketegangan telah meningkat sejak pesawat India melintas ke Pakistan Selasa lalu. India menyebut hal itu sebagai serangan pendahuluan terhadap gerilyawan yang dituduh melakukan bom bunuh diri pada 14 Februari lalu di Kashmir yang dikuasai India yang menewaskan 40 tentara India. 

Pakistan kemudian membalas, menembak jatuh sebuah jet tempur India pada hari Rabu dan menahan pilotnya, yang kemudian dikembalikan ke India pada hari Jumat kemarin dengan sikap damai.

Kekerasan saat ini menandai eskalasi paling serius dari konflik yang lama membara sejak 1999, ketika militer Pakistan mengirim pasukan darat ke Kashmir yang dikuasai India. Pada tahun itu juga sebuah jet tempur India menembak jatuh sebuah pesawat angkatan laut Pakistan, menewaskan semua penumpangnya yang berjumlah 16. 





Credit  sindonews.com




Korban Berjatuhan dalam Baku Tembak India-Pakistan


Korban Berjatuhan dalam Baku Tembak India-Pakistan
Inida-Pakistan tampaknya tidak berdamai dalam waktu dekat. (Foto: REUTERS/Danish Ismail)



Jakarta, CB -- Tensi semakin meninggi antara India dan Pakistan setelah pada Sabtu (2/3) terjadi baku tembak yang berakhir dengan terbunuhnya tujuh orang dari kedua pihak.

Hanya dalam 24 jam, dua tentara dan dua warga sipil Pakistan disebut AFP tewas tertembak. Di pihak seberang, seorang wanita dan dua anaknya meninggal setelah rumah mereka dihancurkan oleh mortir.

Di wilayah Kashmir di India, warga setempat diminta berlindung di bunker sementara polisi memerintahkan pengosongan jalan. Panglima Angkatan Darat India harus tergopoh-gopoh menuju Udhampur untuk meninjau keamanan perbatasan.


Pekan lalu, situasi menjadi semakin riuh ketika India menyebut dua pasukan paramiliter dan pejabat polisi unit kontra terorisme mereka meninggal dalam sebuah kontak senjata. Keesokannya, seorang pengunjuk rasa meninggal ditembak polisi India.

Padahal, pada Kamis (28/2), Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi menyatakan pihaknya siap memulangkan pilot helikopter India yang ditangkap di Kashmir, jika tindakan tersebut memang dapat meredakan ketegangan dengan Pakistan.

Jumat (1/3), janji tersebut ditepati. Abhinandan Varthaman pulang dengan pengawalan ketat melalui pos perbatasan di Kota Lahore, Pakistan. Namun kemudian beredar sebuah video yang menampilkan Varthaman memuji para penculiknya dan mengkritik media India.

Laporan-laporan media lokal mengatakan bahwa video itu dibuat di bawah paksaan Pakistan.

Perdana Menteri India, Narendra Modi menegaskan, tidak ada seorang pun yang boleh mengancam India yang baru, yang tak kenal takut dan berani menentukan langkah. Ia juga mengatakan bahwa negaranya membutuhkan pesawat jet tempur Rafale yang ingin dibeli di Prancis.



"Jika India menyelesaikan pengadaan Rafale tepat waktu, maka hasil pertempuran baru-baru ini dengan Pakistan bisa berbeda," katanya.

Melalui Adel al-Jubeir sebagai Menteri Luar Negeri, Arab Saudi pun angkat suara, menawarkan diri membantu mengakhiri permusuhan ini.

"Dia [al-Jubeir] mengunjungi kami dan juga akan mengunjungi India. Dia adalah teman kami dan kami memiliki hubungan sejarah dengan Arab Saudi," kata Qureshi, dilansir AFP.




Credit  cnnindonesia.com




India dan Pakistan Bombardir Kashmir, Korban Sipil Berjatuhan




Kereta yang mengangkut truk dan senjata artileri tentara India di sebuah stasiun kereta di pinggiran Jammu, India, Kamis, 28 Februari 2019. Konflik antara India dengan Pakistan dipicu serangan bom mobil terhadap konvoi tentara India di Distrik Pulwama, Kashmir pada 14 Februari lalu. REUTERS
Kereta yang mengangkut truk dan senjata artileri tentara India di sebuah stasiun kereta di pinggiran Jammu, India, Kamis, 28 Februari 2019. Konflik antara India dengan Pakistan dipicu serangan bom mobil terhadap konvoi tentara India di Distrik Pulwama, Kashmir pada 14 Februari lalu. REUTERS

CB, Jakarta - Pakistan dan India saling menembakkan artileri di sepanjang perbatasan Kashmir setelah pembebasan pilot tempur India.
Menurut laporan Aljazeera, 3 Maret 2019, pertempuran terjadi di sepanjang garis perbatasan Line of Control (LoC), dan menewaskan lima warga sipil dan dua tentara.
Kedua negara nuklir tersebut mulai menembakkan peluru mortir dan artileri setelah pembebasan pesawat tempur India yang ditangkap, usai pesawat MiG-21 Angkatan Udara India ditembak jatuh Pakistan.

Pertempuran yang terjadi pada Sabtu sore membuat dua kakak=beradik dan ibunya tewas akibat peluru artileri yang ditembakkan militer Pakistan di wilayah Poonch, dekat dengan LoC, yang membagi wilayah Himalaya dengan dua negara.
"Pukul 6 pm, Pakistan mulai membombardir selama tiga jam. Salah satu peluru yang ditembakkan Pakistan menghantam rumah, menyebabkan satu keluarga tewas, termasuk dua anak-anak," kata penduduk Poonch, Mohammad Saleem. Sang ayah dari keluarga tersebut dilaporkan kritis dan dibawa ke rumah sakit.

Masyarakat Kashmir berebut membeli tiket bus untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kehidupan ribuan masyarakat Kashmir mendadak berubah 180 derajat setelah India dan Pakistan melancarkan agresi militer. Sumber: Reuters




Sementara penduduk di Uri, 50 kilometer dari Poonch, mengungsi ke wilayah yang lebih aman karena takut terkena bombardir artileri Pakistan di sepanjang garis LoC.
Di wilayah Kashmir Pakistan, seorang pria dan bocah laki-laki di Nakiyal tewas. Rumah sakit setempat mengatakan seorang pria juga terluka di Tatta Pani.
Militer Pakistan mengkonfirmasi dua tentaranya tewas di Nakiyal.

Pemerintah India dan Pakistan saling menyalahkan atas setiap konfrontasi militer yang terjadi di Kashmir. Baik India dan Pakistan mengatakan tentara mereka hanya membalas aksi satu sama lain karena melanggar pelanggaran perjanjian gencatan senjata 2003 di beberapa sektor di sepanjang perbatasan Kashmir, yang menargetkan kedua pos tentara serta desa.




Credit  tempo.co




India Tolak Tunjukkan Bukti Serangan di Pakistan Tewaskan Militan



India Tolak Tunjukkan Bukti Serangan di Pakistan Tewaskan Militan
India menolak menunjukkan bukti serangan udara di di Pakistan menewaskan militan. Foto/Ilustrasi/Istimewa


SRINAGAR - Seorang menteri utama India mengatakan pemerintah tidak akan membagikan bukti bahwa "sejumlah besar" gerilyawan tewas dalam serangan udara di Pakistan minggu ini. Hal itu disebabkan munculnya keraguan adanya korban dalam serangan udara yang memicu ketegangan dengan Pakistan.

Pesawat-pesawat tempur India melakukan serangan udara pada hari Selasa di dalam Balakot Pakistan timur laut yang disebut New Delhi sebagai kamp-kamp militan. Namun Islamabad membantah ada kamp seperti itu, sama seperti penduduk desa setempat.

Pakistan mengatakan bom-bom India menghantam lereng bukit yang sebagian besar kosong tanpa melukai siapa pun. Beberapa pemimpin oposisi India pun meminta pemerintah untuk memberikan bukti serangan.

Tetapi Menteri Keuangan India Arun Jaitley, salah satu pembantu utama Perdana Menteri Narendra Modi, mengatakan tidak ada lembaga keamanan yang pernah berbagi rincian operasional.

"Ini sikap yang sangat tidak bertanggung jawab," kata Jaitley pada konferensi yang diselenggarakan oleh kelompok media India Today.

"Angkatan bersenjata harus memiliki, dan badan-badan keamanan dan intelijen kita harus memiliki, kelonggaran penuh dalam menghadapi situasi, dan jika ada yang ingin rincian operasional diumumkan kepada publik dia tentu saja tidak memahami sistem," cetusnya seperti dilansir dari Reuters, Minggu (3/3/2019).

Para pejabat Angkatan Udara India sebelumnya mengatakan hal itu tergantung kepada para pemimpin politik untuk memutuskan kapan dan bagaimana merilis bukti serangan Balakot.

Jaitley menepis anggapan bahwa peningkatan ketegangan yang cepat dengan Pakistan ada hubungannya dengan politik dalam negeri India menjelang pemilihan umum yang akan diadakan Mei nanti. Lembaga survei berharap partai yang berkuasa mendapat manfaat dari semangat nasionalistis yang melanda negeri itu.

Ketegangan meningkat dengan cepat setelah aksi bom mobil bunuh diri pada 14 Februari yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter India di Kashmir yang dikuasai India. India menuduh Pakistan menyembunyikan kelompok Islamis Jaish-e Mohammad yang mengklaim melakukan pemboman. 



Credit  sindonews.com



Koalisi AS Diduga Gunakan Bom Fosfor Putih untuk Serang ISIS



Bom fosfor terlihat saat latihan perang pasukan marinir Amerika Serikat di Queensland, Australia pada 13 Agustus 2013. [GLOBALNEWS.AC]
Bom fosfor terlihat saat latihan perang pasukan marinir Amerika Serikat di Queensland, Australia pada 13 Agustus 2013. [GLOBALNEWS.AC]

CB, Jakarta - Pasukan SDF dilaporkan menggunakan bom fosfor dalam serangan melawan ISIS di Baghouz, Suriah. Serangan dilakukan untuk merebut wilayah terakhir yang dikuasai ISIS di timur Suriah.
Menurut media Suriah Ikhbarya, dikutip dari Sputnik, 4 Maret 2019, melaporkan bombardir fosfor dilakukan pada Ahad malam, dan diduga beberapa warga sipil terluka, menurut sumber warga. Koalisi AS menggunakan bom fosfor putih selama serangan kantong terakhir ISIS, Baghouz.

Sejumlah laporan telah bermunculan di media Suriah tentang korban sipil akibat fosfor. Penggunaan fosfor putih dilarang berdasarkan konvensi internasional.
Amerika Serikat berulang kali membantah menggunakan fosfor putih dalam serangan udara. Menanggapi tuduhan sebelumnya, Pentagon menyatakan bahwa amunisi yang digunakan oleh AS di Suriah mematuhi semua aturan internasional.

Asap tebal terlihat di langit Baghouz, selama serangan ke kantong terakhir ISIS.[Sky News]
Dalam beberapa bulan terakhir, SDF yang dipimpin Kurdi telah melakukan operasi terhadap gerilyawan ISIS di Suriah, dengan dukungan dari koalisi yang dipimpin AS.
Koalisi yang dipimpin AS, yang terdiri dari lebih dari 70 negara, sedang melakukan operasi militer terhadap ISIS di Suriah dan Irak.
Pada Ahad, ISIS mengerahkan bom mobil terhadap pasukan SDF yang menyerang Baghouz, dalam upaya terakhir untuk menjaga wilayah terakhirnya, menurut laporan Reuters.

SDF memulai pertempuran yang menentukan pada Ahad setelah maju secara bertahap selama 18 jam untuk menghindari ranjau darat yang disebar ISIS. ISIS juga menggunakan terowongan bawah tanah untuk melakukan penyergapan, sementara SDF maju perlahan didukung serangan udara Koalisi AS.




Credit tempo.co



ISIS Terdesak, Mulai Sembunyi di Bawah Tanah dan Gunakan Sniper



Ledakan dari pertempuran terlihat di Baghouz, Deir Al Zhour, Suriah, 3 Maret 2019.[REUTERS]
Ledakan dari pertempuran terlihat di Baghouz, Deir Al Zhour, Suriah, 3 Maret 2019.[REUTERS]

CB, Jakarta - Pasukan SDF Kurdi mengatakan ISIS memberikan perlawanan sengit saat serangan ke wilayah terakhir mereka di Baghouz, timur laut Suriah.
SDF mengerahkan tembakan artileri dan serangan udara untuk menekan perlawanan ISIS.
Aljazeera melaporkan, 4 Maret 2019, terlihat asap hitam tebal di desa Baghouz, Provinsi Deir Az Zor, ketika serangan pertama diluncurkan, ujar komandan SDF.

Milisi ISIS melawan balik dengan sniper, bom bunuh diri dan perangkap.
Komandan SDF mengatakan milisi mengirim bom mobil menuju posisi SDF pada Sabtu malam.
Juru bicara SDF, Mustafa Bali, serangan udara koalisi AS menghancurkan beberapa bom mobil selama dua hari serangan.

Asap tebal terlihat di langit Baghouz, selama serangan ke kantong terakhir ISIS.[Sky News]
Pada Ahad, SDF maju secara bertahap untuk menghindari ranjau darat yang ditanam ISIS. Selain itu, SDF juga waspada serangan dari terowongan bawah tanah yang digali ISIS.

Diperkirakan ada ratusan milisi ISIS yang terjebak di Baghouz, dan kebanyakan adalah warga asing.
"Milisi ISIS menggunakan rompi bunuh diri dan bom mobil untuk memperlambat serangan SDF dan bersembunyi dari serangan udara koalisi di Baghouz," kata Kolonel Sean Ryan, juru bicara koalisi, dikutip dari Reuters.

Ryan mengatakan ISIS bersembunyi di bawah tanah sehingga sulit berapa jumlah mereka yang tersisa.
Baghouz adalah kantong terakhir ISIS. Kekuasaan ISIS semakin menyempit setelah kampanye militer koalisi dan pemerintah Suriah. Ribuan milisi ISIS akhirnya kabur ke Baghouz, desa di timur Suriah di tepi sungai Eufrat yang berbatasan dengan Irak.




Credit  tempo.co




Trump Akui Kebijakan AS di Timur Tengah Telah Gagal



Trump Akui Kebijakan AS di Timur Tengah Telah Gagal
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengakui bahwa kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah telah gagal. Foto/Istimewa


WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengakui bahwa kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah telah gagal. Dia menuturkan, pemerintahannya akan fokus pada memperbaiki infrastruktur Amerika daripada ikut dalam perang tanpa akhir.

Berbicara dalam Konferensi Tindakan Politik Konservatif (CPAC), Trump mengatakan bahwa ISIS akan dikalahkan "seratus persen" dalam satu atau dua hari. Ia juga kembali menegaskan sikap pemerintahannya untuk menarik pasukan Amerika dari Suriah dan juga mungkin Irak.

"Kami akan meninggalkan sekelompok kecil tentara pria dan wanita, tetapi kami ingin membawa orang-orang kami pulang, sudah waktunya. Kami seharusnya berada di Suriah selama 4 bulan, tetapi kami berakhir 5 tahun," ucap Trump, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (3/3).

Dia lalu mengecam kebijakan Timur Tengah yang telah diambil pemerintah AS sebelumnya, dengan mengingat kunjungan pertamanya ke Irak pada 2017 ketika pesawat yang dia tumpangi harus mematikan semua lampu sebelum mendarat untuk tujuan keamanan.

"Pikirkan ini. Kami menghabiskan USD 7 triliun di Timur Tengah dan kami tidak dapat mendaratkan pesawat dengan lampu menyala, 20 tahun kemudian. Betapa buruknya itu!" ungkap Trump.





Credit  sindonews.com



16 Dewan Negara Arab Bersatu Adang Sikap AS Atas Yerusalem


permukiman illegal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat
permukiman illegal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat
Foto: VOA

Keputusan AS yang mengakui Israel sebagai ibu kota Israel adalah gegabah.



CB, AMMAN -- Konferensi parlemen antar-Arab digelar di Amman Yordania dengan menjadikan Yerusalem sebagai topik utama. Konferensi tersebut bertujuan menarik dukungan untuk menentang keputusan AS yang telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel secara sepihak.

"Topik utama konferensi kami adalah soal Yerusalem pascakeputusan AS yang merusak semua prinsip manusia," kata Ketua Uni Parlemen Arab, Ali Abdelal pada sesi pembukaan, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Senin (4/3).

Abdelal menuturkan, keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu gegabah. Sebab keputusan tersebut sebetulnya bertentangan dengan seluruh prinsip hukum internasional dan secara hukum pun tidak sah.

Sementara itu, Ketua Parlemen Yordania, Atef Tarawneh menyerukan untuk menggalang dukungan dari negara-negara Arab dengan tujuan agar menghasilkan langkah-langkah yang patut ditempuh atas keputusan Presiden AS Donald Trump.

Konferensi yang berlangsung selama dua hari itu menghadirkan pembicara dari 16 parlemen Arab bersama dengan perwakilan dari majelis-majelis lain.


Pada akhir 2017 lalu, pihak AS secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israels sehingga memicu kemarahan dunia.

Yerusalem tetap menjadi jantung dari konflik Timur Tengah yang telah berlangsung beberapa dekade. Warga Palestina berharap, Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel sejak 1967, suatu hari nanti dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.




Credit  republika.co.id




Saudi Tegaskan Kemerdekaan Palestina Tetap Jadi Prioritas



Saudi Tegaskan Kemerdekaan Palestina Tetap Jadi Prioritas
Jubeir menegaskan Saudi akan tanpa henti untuk mengejar kemerdekaan Palestina sesuai dengan perjanjian perbatasan 1967 dan dengan Yerusalem sebagai Ibu Kotanya. Foto/Reuters


ABU DHABI - Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Adel Jubeir menegaskan Saudi akan tanpa henti untuk mengejar kemerdekaan Palestina, sesuai dengan perjanjian perbatasan 1967 dan dengan Yerusalem sebagai Ibu Kotanya.

"Perjuangan Palestina adalah prioritas bagi Riyadh dan tidak akan berhenti sampai pembentukan negara Palestina," ucap Jubeir saat berbicara di pertemuan ke-46 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, seperti dilansir Arab News pada Minggu (3/3).

Dalam pertemuan itu, Jubeir juga turut menyinggung mengenai Iran. Dia mengatakan, Iran terus dengan kegiatan teroris dan perilaku agresifnya di kawasan itu, dengan memicu ketegangan sektarian dan mencampuri urusan negara-negara lain.

Dirinya, dalam pertemuan tersebut mengutuk pelanggaran HAM terhadap Muslim Rohingya di Myanmar. Jubeir lalu menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan praktik-praktik semacam itu dan memberikan hak minoritas kepada kaum Muslim tanpa diskriminasi atau klasifikasi etnis.

Selain Saudi, dukungan terhadap Palestina di pertemuan OKI juga turut digaungkan oleh Indonesia. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan dukungan konkret untuk Palestina adalah satu-satunya pilihan bagi OKI.

"Saya ingin mengingatkan kembali anggota OKI mengenai pekerjaan kita yang belum selesai, yaitu isu Palestina, yang situasinya semakin memburuk," kata Retno dan menyatakan saat tidak ada pilihan lain bagi OKI selain memberikan dukungan nyata, solid dan konkret bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.  



Credit  sindonews.com



Al-Azhar Kairo Kecam Serbuan Israel ke Al-Aqsha


Kubah Nabi, Kompleks Masjid Al Aqsha, Yerusalem, Palestina.
Kubah Nabi, Kompleks Masjid Al Aqsha, Yerusalem, Palestina.
Foto: Screen Capture Youtube

Israel menutup pintu gerbang Ar-Rahmah dengan rantai dan gembok.




CB, KAIRO -- Universitas Al-Azhar Kairo Mesir mengecam serangkaian pelanggaran yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Termasuk penahanan terhadap warga Palestina dan penggerebakan di Masjid Al-Aqsha di Yerusalem.

Al-Azhar dalam sebuah pernyatannya, seperti dilansir dari Anadolu Agency, mengatakan, mendukung Palestina di Yerusalem atas praktik sewenang-wenang Israel seperti penutupan pintu Al-Aqsha. Tindakan Israel jelas tidak dapat diterima.

Pernyataan tersebut juga menyerukan adanya aksi segera, termasuk langkah-langkah politik dan hukum terhadap pelanggaran Israel dan dukungan bagi rakyat Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka.

Ketegangan meningkat di Yerusalem sejak pekan lalu ketika polisi Israel menutup gerbang Masjid Al-Aqsa, Ar-Rahma, sehingga ini membuat para jamaah Palestina tak bisa memasuki situs tersebut dan memicu aksi demonstrasi dari para warga Palestina.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel menganeksasi seluruh kota pada 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Pada akhir 2000, kunjungan politisi Israel kontroversial Ariel Sharon ke Al-Aqsa memicu apa yang kemudian dikenal sebagai "Intifada Kedua," selama lima tahun. Ribuan warga Palestina syahid.




Credit  republika.co.id




Jet Israel Tabrak Pos Militer Milik Hamas



Seorang perempuan Palestina berlari membawa bendera Palestina dan menghindari serangan gas air mata dari tentara Israel.
Seorang perempuan Palestina berlari membawa bendera Palestina dan menghindari serangan gas air mata dari tentara Israel.
Foto: aljazeera

Ketegangan di dekat pagar Gaza-Israel meningkat.

CB, YERUSALEM -- Jet tempur Israel menabrak sebuah pos militer milik kelompok Palestina Hamas di Jalur Gaza. Jet tersebut menyerang pos militer milik Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, di Jalur Gaza tengah.


Dilansir dari Anadolu Agency, Senin (4/3), Menteri Kesehatan Palestina belum bisa memberikan rincian tentang cedera atau korban tewas. Pihak Hamas yang memerintah Jalur Gaza juga belum memberikan komentar atas kejadian tersebut.

Ketegangan di dekat pagar Gaza-Israel meningkat di tengah demonstrasi yang sedang berlangsung. Demonstran asal Palestina menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka di tanah Palestina yang bersejarah.




Demonstrasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menghancurkan pengepungan Israel selama satu dekade di Jalur Gaza. Sejak unjuk rasa Gaza dimulai pada 30 Maret, sejumlah demonstran Palestina telah meninggal dunia akibat tembakan tentara Israel.




Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan agresi pemerintah Israel di wilayah Palestina memang menjadi persoalan tersendiri. Sebab selain Israel, ada beberapa pihak lain yang hendak mengacaukan wilayah Palestina.




"Tidak hanya serangan Israel terhadap hak rakyat Palestina, tetapi beberapa aktor lain secara sepihak dan ilegal juga hendak mengacaukan wilayah itu," kata dia.




Cavusoglu juga menekankan, membela perjuangan Palestina di arena internasional adalah prioritas utama bagi Turki. Ia juga memberikan belasungkawa bagi warga Palestina yang syahid dan juga Abdulkarim al-Khatib, konsul Palestina di Istanbul, yang baru-baru ini meninggal dunia.




"Kami tidak akan pernah membiarkan upaya-upaya seperti itu membayangi tujuan kami dalam menciptakan perdamaian yang adil dan abadi melalui dialog dan diplomasi. Semakin Israel mengintensifkan kegiatan ilegal, semakin kita akan berjuang untuk keadilan dan perdamaian," ucapnya.



Credit  republika.co.id




AS Selidiki Klaim F-16 Digunakan Pakistan untuk Tembak Jatuh Jet India



AS Selidiki Klaim F-16 Digunakan Pakistan untuk Tembak Jatuh Jet India
Pesawat jet tempur F-16 buatan Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Akhtar Soomro/File Photo


ISLAMABAD - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui kedutaan besarnya di Islamabad mengatakan bahwa Washington sedang menyelidiki klaim bahwa Pakistan menggunakan jet tempur F-16 untuk menembak jatuh pesawat jet tempur MiG-21 India. Jika klaim itu benar, maka Islamabad melanggar perjanjian perdagangan peralatan militer Washington yang hanya membolehkan penggunaan jet tempur AS untuk misi kontra-terorisme.

"Kami mengetahui laporan ini dan mencari lebih banyak informasi," kata Kedutaan AS melalui seorang juru bicara seperti dikutip Reuters, Senin (4/3/2019). "Kami menanggapi semua dugaan penyalahgunaan dengan sangat serius," lanjut Kedutaan AS.

Pakistan dan India sama-sama melakukan misi pemboman udara Rabu pekan lalu, di mana jet tempur MiG-21 India ditembak jatuh di atas wilayah Kashmir dan pilotnya ditangkap militer Pakistan. Namun, India juga mengklaim menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan dengan jet tempur MiG-21.

Pakistan telah menyerahkan kembali pilot India yang ditangkap pada hari Jumat sebagai langkah nyata untuk mewujudkan perdamaian.

Pakistan sendiri membantah telah menggunakan jet tempur F-16 selama pertempuran udara dengan pesawat tempur India. Namun, Islamabad belum bersedia mengungkap pesawat tempur apa yang digunakannya. Laporan lain dari seorang pensiunan militer Pakistan mengklaim jet tempur JF-17 yang dirancang China adalah pesawat yang menjatuhkan jet tempur MiG-21 India.

Pakistan memiliki sejarah panjang dalam membeli perangkat keras militer AS, terutama pada tahun-tahun setelah 2001 ketika Islamabad dipandang sebagai mitra utama dalam perang melawan teror oleh koalisi pimpinan AS.

Pakistan membeli beberapa pesawat F-16, yang diproduksi oleh Lockheed Martin Corp AS, sebelum hubungan memburuk dan AS menghentikan penjualan peralatan militer bersubsidi pada 2016.

Tidak jelas apa yang sebenarnya disebut sebagai "perjanjian pengguna akhir" yang membatasi Pakistan untuk menggunakan jet tempur AS untuk serangan ofensif terhadap negara lain. "Pemerintah AS tidak mengomentari atau mengonfirmasi investigasi yang masih menunggu," imbuh Kedutaan AS di Islamabad.

Pada hari Kamis, para pejabat India menunjukkan bukti puing-puing rudal buatan AS yang hanya dapat ditembakkan dari jet F-16. Puing-puing rudal itu merupakan bukti pemboman udara oleh militer Pakistan di perbatasan Kashmir pada hari Rabu. Puing rudal itu pula yang dijadikan bukti oleh New Delhi bahwa Islamabad menggunakan jet tempur F-16 dalam pertempuran udara.

Di Kashmir yang dikelola India, pasukan New Delhi menembak mati dua gerilyawan pada hari Minggu setelah pertempuran tiga hari yang juga menewaskan lima personel pasukan keamanan India. Kematian itu menambah total korban tewas dalam konflik Kashmir menjadi 25 orang dalam dua minggu terakhir.

Serangan anti-militan diluncurkan India setelah kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammed menewaskan 40 polisi paramiliter India dalam sebuah bom bunuh diri pada 14 Februari. 





Credit  sindonews.com



Pakistan-India Masih Saling Serang di Kashmir


Pakistan-India Masih Saling Serang di Kashmir
Ilustrasi pasukan India di Kashmir. (REUTERS/Danish Ismail)




Jakarta, CB -- Pertikaian antara India dan Pakistan di wilayah Kashmir masih terjadi. Kedua negara saling serang dengan melepaskan tembakan meriam dan kontak senjata.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (2/3), serangan artileri Pakistan menghantam sebuah rumah warga di daerah Pooch, wilayah Kashmir bagian India. Akibatnya seorang ibu dan dua anaknya meninggal. Sedangkan suaminya kritis.

Pasukan India juga melepaskan serangan balasan ke wilayah Kashmir bagian Pakistan. Bom itu jatuh di sebuah desa dan menewaskan seorang anak dan melukai tiga orang lain.


Selain itu, dua tentara Pakistan meninggal dalam kontak senjata dengan pasukan India di wilayah Nakiyal.

Pada Kamis lalu, India menyatakan dua pasukan paramiliter dan pejabat polisi unit kontra terorisme mereka meninggal ketika terlibat kontak senjata dengan kelompok bersenjata. Keesokan harinya, seorang pengunjuk rasa meninggal ditembak polisi India.

Kedua belah negara mengklaim aksi saling serang itu dilakukan karena pasukan India dan Pakistan menargetkan pos penjagaan.

Warga sipil yang tinggal di wilayah dekat Garis Kendali (LoC) Kashmir mengungsi menghindari pertempuran yang terus terjadi. Namun, posisi mereka rentan karena masih berada di tengah-tengah konflik.

Ketegangan di Kashmir ini meningkat setelah bom bunuh diri menerjang konvoi militer India di wilayah itu pada 14 Februari lalu dan menewaskan 40 personel di dalamnya. India menuding Pakistan menyembunyikan dalang serangan itu, yakni kelompok Jaish-e-Muhammad.

India lantas mengirim dua jet tempurnya ke wilayah Kashmir bagian Pakistan tetapi berhasil dihalau. Keesokan harinya militer Pakistan mengirim pesawat ke wilayah Kashmir bagian India dan menjatuhkan bom sebagai aksi menggertak. Hal itu dilakukan supaya India tidak lagi menerobos perbatasan.

Saat itu, India juga mengirim jet tempur dan mencegat pesawat Pakistan. Kedua belah pihak terlibat pertempuran udara, dan akibatnya dua pesawat dari masing-masing negara ditembak jatuh.

Meski hidup bertetangga, relasi India dan Pakistan selalu terganjal konflik di Kashmir. Sejak merdeka dari Inggris, Kashmir dibagi dua menjadi wilayah untuk India dan Pakistan. Kedua negara kemudian bertarung untuk memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir.

India dan Pakistan tercatat telah berperang sebanyak dua kali memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan pada 1947 dan pada 1999 dalam Perang Kargil. Masing-masing juga menyimpan lebnih dari seratus hulu ledak nuklir.

Pemerintah Pakistan memenuhi janji dengan memulangkan pilot jet tempur India, Abhinandan Varthaman, yang pesawatnya ditembak dan jatuh di Kashmir bagian Pakistan. Dia dikembalikan dengan pengawalan ketat melalui pos perbatasan di Kota Lahore, Pakistan, pada Jumat kemarin, pukul 20.50 waktu setempat 




Credit  cnnindonesia.com




India Mengaku Tak Butuh Mediasi dengan Pakistan



India Mengaku Tak Butuh Mediasi dengan Pakistan
Duta Besar India untuk Rusia, Venkatesh Varma menuturka India tidak akan menerima tawaran mediasi dengan Pakistan. Foto/Istimewa


NEW DELHI - Duta Besar India untuk Rusia, Venkatesh Varma menuturkan, tidak ada negara yang menawarkan untuk menyelesaikan krisis antara India dan Pakistan, dan India tidak akan menerima tawaran mediasi.

Rusia dan Turki adalah sejumlah negara yang telah menawarkan diri untuk menjadi mediator pembicaraan antara India dan Pakistan. Baik Rusia ataupun Turki akan melakukan itu jika diminta oleh salah satu pihak.

"Saya ingin menekankan bahwa kami tidak menerima tawaran mediasi formal. Bahkan, jika kami melakukannya, kami tidak akan menerimanya. Sejauh ini, tidak ada negara yang menawarkan untuk menengahi dalam menyelesaikan konflik," ucap Varma, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (3/3).

Varma di kesempatan yang sama menegaskan bahwa India tidak tertarik untuk meningkatkan ketegangan dengan Pakistan.

"India telah dengan jelas menyatakan bahwa mereka tidak tertarik pada eskalasi situasi. Dan cara terbaik untuk mencapai keadaan normal di kawasan itu terletak pada tindakan Pakistan dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris," ungkapnya.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah serangan 14 Februari di Pulwama oleh kelompok teror yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammed. Serangan bom bunuh diri dengan mobil yang sarat bahan peledak itu menewaskan lebih dari 40 polisi paramiliter India.

Sebagai respons, militer India membombardir fasilitas pelatihan Jaish-e-Mohammed di Balakot, Pakistan, sekitar 80 km dari Garis Kontrol (LoC) Kashmir. Pakistan menganggap serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan membalas dengan menyerang posisi militer India di dekat perbatasan.

Aksi saling serang itu mencapai puncaknya ketika jet-jet tempur kedua pihak terlibat pertarungan udara atau dogfight pada hari Rabu. Militer Pakistan mengklaim menembak jatuh dua jet tempur MiG-21 Bison yang salah satunya diterbangkan pilot Abhinandan Varthaman. Namun, India hanya mengaku kehilangan satu jet tempur.

Sebaliknya, militer India mengklaim menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan dengan pesawat tempur MiG-21 Bison. Sayangnya, Pakistan membantah telah kehilangan jet tempur. Islamabad juga tidak mengakui maupun membantah telah menggunakan jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat dalam dogfight dengan jet tempur New Delhi. 






Credit  sindonews.com




AS Hentikan Latihan Militer Skala Besar dengan Korsel


AS Hentikan Latihan Militer Skala Besar dengan Korsel
AS bersiap untuk mengumumkan latihan bersama skala besar tahunan yang dilakukan dengan Korsel dihentikan. Foto/Istimewa

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) bersiap untuk mengumumkan latihan bersama skala besar tahunan yang dilakukan dengan Korea Selatan (Korsel) dihentikan. Latihan tersebut kerap dilakukan setiap musim semi.

Dua pejabat pertahanan AS mengatakan latihan utama AS-Korsel sedang dibatasi sebagai bagian dari upaya pemerintahan Trump meredakan ketegangan dengan Korea Utara (Korut). Latihan tersebut - yang dikenal sebagai Key Resolve dan Foal Eagle - akan diganti dengan pelatihan khusus misi yang lebih kecil.

Sejak menjabat, Presiden Donald Trump telah berulang kali mengeluhkan latihan skala besar. Ia mengatakan latihan itu terlalu mahal dan AS menanggung terlalu banyak beban keuangan.

Menurut pejabat senior pertahanan militer telah melakukan latihan besar untuk mempertahankan kesiapan pasukannya menghadapi rezim Korea Utara (Korut).

Seorang pejabat AS mengatakan kepemimpinan militer kini sedang mengerjakan bagaimana serangkaian latihan yang lebih kecil dan pelatihan yang akan datang dapat digunakan untuk memastikan kesiapan pasukan. Dengan kemajuan teknologi, beberapa pelatihan dapat dilakukan secara virtual dan tidak lagi membutuhkan ribuan pasukan.

"AS telah mengidentifikasi cara untuk mengurangi potensi masalah kesiapan dengan melihat tugas misi yang disyaratkan dibandingkan harus melakukan latihan skala besar," kata seorang pejabat pertahanan seperti dilansir dari NBC News, Sabtu (2/3/2019).

Rencananya hal ini akan diumumkan kurang dari 48 jam setelah pertemuan puncak antara Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un berakhir tiba-tiba tanpa kesepakatan. Setelah pertemuan itu, Trump mengatakan bahwa latihan tahunan militer dengan Korsel sangat mahal dan pemerintah di Seoul hari membayar lebih untuk itu.

Berita tentang pengumuman yang direncanakan datang kurang dari 48 jam setelah pertemuan puncak antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berakhir dengan tiba-tiba tanpa kesepakatan. Trump mengatakan setelah itu bahwa latihan militer tahunan dengan Korea Selatan "sangat, sangat mahal" dan pemerintah di Seoul harus membayar lebih untuk itu.

Namun pejabat AS mengatakan keputusan itu tidak terkait dengan pertemuan di Hanoi, tetapi telah dipertimbangkan dalam beberapa waktu.

Setelah pertemuan puncak pertamanya dengan Kim Jong-un di Singapura pada Juni lalu, Trump mengumumkan bahwa AS akan menangguhkan latihan militer skala besar bersama Korsel, tetapi latihan dan pelatihan yang lebih kecil terus berlanjut.

Tetapi beberapa ahli terhadap masalah Korut mempertanyakan apakah latihan besar dapat ditunda tanpa secara signifikan mempengaruhi kemampuan pasukan memerangi ancaman.

"Itu akan bertentangan dengan apa yang dikatakan militer selama beberapa dekade," kata Bruce Klingner, mantan perwira CIA yang mengikuti perkembangan Korut dan sekarang menjadi pengajar senior di Heritage Foundation.

"Militer perlu berlatih," tegasnya.

"Jika Anda terus membatasi latihan Anda, di dalam suatu waktu hal itu mencapai proporsi bencana?" Klingner menambahkan.

"Sulit untuk diukur. Tapi tahukah Anda, seiring berjalannya waktu, pasti ada degradasi," tukasnya.

Namun pejabat AS bersikeras latihan dan skenario perlu beradaptasi untuk menyesuaikan dengan situasi yang berubah di wilayah tersebut. Sementara seorang juru bicara Pentagon menolak berkomentar. 



Credit  sindonews.com




China Tak Sudi Akui India dan Pakistan sebagai Negara Nuklir



China Tak Sudi Akui India dan Pakistan sebagai Negara Nuklir
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang. Foto/REUTERS


BEIJING - Pemerintah China menegaskan sikapnya yang tidak akan pernah mengakui India dan Pakistan sebagai negara bersenjata nuklir. Sikap yang sama juga berlaku untuk sekutunya, Korea Utara.

"Saya ingin mengatakan bahwa China tidak pernah mengakui India dan Pakistan sebagai negara-negara yang memiliki senjata nuklir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang dalam sebuah media briefing di Beijing, pada hari Jumat.

"Posisi China dalam perjanjian tentang non-proliferasi senjata nuklir tetap kokoh dan tidak berubah," katanya lagi, seperti dikutip India Today, Sabtu (2/3/2019).

Sikap China itu, kata Lu Kang, mengacu pada Perjanjian Non-Proliferasi yang tidak ditandatangani oleh India maupun Pakistan. China telah memblokir masuknya India ke dalam Kelompok Pemasok Nuklir (NSG) yang beranggotakan 48 negara dengan alasan bahwa mereka belum menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. India telah secara resmi mengajukan keanggotaan NSG pada Mei 2016.

Dalam reaksi pertamanya terhadap serangan udara Angkatan Udara India (IAF) terhadap kamp teror Jaish-e-Mohammed di Garis Kontrol (LoC) Kashmir, China mendesak India dan Pakistan untuk menahan diri. China telah meminta New Delhi untuk memerangi terorisme melalui kerja sama internasional.

Sementara itu, Prancis pada hari Jumat memberikan dukungan penuh kepada India dalam perang melawan terorisme dalam segala bentuknya. Paris juga menyambut baik pembebasan pilot jet tempur India, Komandan Angkatan Udara Abhinandan Varthaman, yang ditangkap militer Pakistan pada hari Rabu setelah jet tempur MiG-21-nya ditembak jatuh.

"Saya menyambut pelonggaran ketegangan antara India dan Pakistan serta pembebasan pilot Angkatan Udara India yang ditahan di Pakistan," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian. "Saya memuji pilihan kedua pemerintah untuk menahan diri dan bertanggung jawab dan mendesak mereka untuk melanjutkan dialog bilateral."

Le Drian mengatakan Prancis akan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan 14 Februari di Pulwama dikenai sanksi. Jaish-e-Mohammed yang berbasis di Pakistan telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan lebih dari 40 polisi paramiliter India itu.

Bersama dengan Amerika Serikat dan Inggris, Prancis telah mengajukan proposal baru di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memasukkan pemimpin Jaish-e-Mohammed; Masood Azhar, ke dalam daftar hitam pelaku terorisme. Tiga anggota tetap Dewan Keamanan PBB telah meminta komite sanksi Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara untuk membuat Azhar terkena embargo senjata, larangan perjalanan global, dan pembekuan aset.

Prancis sendiri telah mengambil alih kepresidenan Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat. 





Credit sindonews.com





Sebut Patut Dicontoh, PM India Sambut Pilot yang Dibebaskan Pakistan



Sebut Patut Dicontoh, PM India Sambut Pilot yang Dibebaskan Pakistan
Komandan Sayap Abhinandan Varthaman, 35, pilot jet tempur India saat dibebaskan militer Pakistan di wilayah perbatasan, Jumat (1/3/2019) malam. Foto/REUTERS


NEW DELHI - Perdana Menteri (PM) Narendra Modi memuji keberanian pilot Angkatan Udara India (IAF) yang ditangkap militer Pakistan dan telah dibebaskan lagi pada hari Jumat. PM Modi menyambut kepulangan pilot bernama Abhinandan Varthaman tersebut.

Komandan Sayap Abhinandan Varthaman, 35, ditangkap militer Islamabad setelah pesawat jet tempur MiG-21 Bison yang dia terbangkan ke wilayah Kasmir Pakistan ditembak jatuh. Pilot tersebut sempat dipukuli warga Pakistan di Kashmir hingga wajahnya berlumuran darah sebelum akhirnya diamankan militer Islamabad. Jet tempurnya ditembak jatuh pada hari Rabu lalu.

"Dunia memperhatikan apa yang dilakukan India. India memiliki kekuatan untuk mengubah arti kata-kata dalam kamus, Abhinandan dulu berarti selamat datang. Dan sekarang makna bahasa Abhinandan akan berubah," kata PM Modi di Delhi, Sabtu (2/3/2019), dikutip NDTV.

Kata-kata pertamanya ketika dia berjalan menyeberang dari wilayah Pakistan melalui perbatasan Attari-Wagah adalah; "Senang bisa kembali ke negara saya."

Sebelumnya, PM Modi melalui Twitter pada Jumat malam menyambut Komandan Sayap itu kembali ke India. "Selamat datang di rumah, Komandan Sayap Abhinandan! Bangsa ini bangga dengan keberanianmu yang patut dicontoh. Angkatan bersenjata kita adalah inspirasi bagi 130 crore India. Vande Mataram!," tulis PM Modi.

Pembebasan pilot tempur India itu atas perintah PM Pakistan Imran Khan sebagai langkah nyata Islamabad untuk perdamaian. PM Khan berupaya meredam ketegangan Pakistan dan India yang sudah di ambang perang.

Konfrontasi kedua negara pecah setelah serangan 14 Februari di Pulwama oleh kelompok teror yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammed. Serangan bom bunuh diri dengan mobil yang sarat bahan peledak itu menewaskan lebih dari 40 polisi paramiliter India.

Sebagai respons, militer India membombardir fasilitas pelatihan Jaish-e-Mohammed di Balakot, Pakistan, sekitar 80 km dari Garis Kontrol (LoC) Kashmir. Pakistan menganggap serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan membalas dengan menyerang posisi militer India di dekat perbatasan.

Aksi saling serang itu mencapai puncaknya ketika jet-jet tempur kedua pihak terlibat pertarungan udara atau dogfight pada hari Rabu. Militer Pakistan mengklaim menembak jatuh dua jet tempur MiG-21 Bison yang salah satunya diterbangkan pilot Abhinandan Varthaman. Namun, India hanya mengaku kehilangan satu jet tempur.

Sebaliknya, militer India mengklaim menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan dengan pesawat tempur MiG-21 Bison. Sayangnya, Pakistan membantah telah kehilangan jet tempur. Islamabad juga tidak mengakui maupun membantah telah menggunakan jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat dalam dogfight dengan jet tempur New Delhi. 





Credit  sindonews.com




Penjelasan Pakar Mengapa MiG-21 India Bisa Jatuhkan F-16 Pakistan



Penjelasan Pakar Mengapa MiG-21 India Bisa Jatuhkan F-16 Pakistan
Pesawat jet tempur MiG-21 India. Foto/REUTERS/Ajay Verma


NEW DELHI - Militer India telah membuktikan bahwa jet tempur MiG-21 miliknya menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan. Insiden ini mengejutkan, pesawat tempur buatan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih modern bisa dijatuhkan jet tempur buatan Rusia yang sudah tua.

Sejauh ini, militer Pakistan tetap menyangkal bahwa F-16 miliknya ditembak jatuh. Namun, bukti yang disodorkan militer India cukup kuat termasuk puing rudal AIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile atau AIM-120 AMRAAM buatan Amerika Serikat yang memang menjadi senjata F-16.

Pakar militer Mikhail Khodarenok kepada Russia Today, Jumat (1/3/2019), mengatakan jatuhnya F-16 oleh MiG-21—jika dikonfirmasi militer Islamabad—maka sepenuhnya kesalahan pilot Pakistan, bukan faktor pesawat tempurnya.

IAF (Angkatan Udara India) mengonfirmasi bahwa salah satu dari pesawat tempur MiG-21 miliknya menjatuhkan F-16 PAF (Angkatan Udara Pakistan) pada hari Kamis, dua hari setelah Pakistan mengklaim menembak jatuh dua jet tempur India ketika ketegangan terus meningkat antara dua kekuatan nuklir tersebut di wilayah Kashmir yang disengketakan.

"Laporan berita dari zona pertempuran sering mengandung ketidakakuratan atau disinformasi yang disengaja, tetapi itu tidak berarti bahwa MiG-21 tidak dapat mencapai F-16, meskipun kedua pesawat itu sepenuhnya dari generasi yang berbeda," kata Khodarenok, yang merupakan pensiunan kolonel yang pernah bertugas di pasukan pertahanan rudal Rusia.

MiG-21 adalah pesawat jet tempur dan pencegat supersonik generasi ketiga, yang diperkenalkan ke militer Soviet pada tahun 1959. Sedangkan F-16 adalah pesawat tempur multirole supersonik generasi keempat, yang memasuki layanan Angkatan Udara AS hampir dua dekade kemudian .

Jelas, F-16 memiliki karakteristik yang jauh lebih maju, termasuk radius tempur 547 km, dibandingkan dengan MiG-21 yang memiliki radius tempur 370 km.

Namun, Khodarenok menjelaskan bahwa MiG-21 Bison yang digunakan oleh Angkatan Udara India adalah versi pesawat yang sebagian besar dimodernisasi.

"Sistem radar 'Spears' memungkinkan pelacakan pesawat musuh yang masuk pada jarak hingga 57 kilometer di depan dan hingga 30 kilometer di belakang. Ia dapat melacak delapan target pada saat bersamaan, dengan pencarian cepat dan penangkapan otomatis terhadap target yang diamati secara visual dalam mode pertempuran jarak dekat, yang diakhiri dengan penggunaan peluru kendali atau pun meriam," katanya.

MiG-21 Bison memiliki rudal jarak jauh R-77 sebagai bagian dari arsenalnya. "Jadi MiG-21 bisa menembak jatuh F-16 dengan baik. Dan bisa melakukannya dengan mudah," kata Khodarenok. “Selain itu, pesawat terbaik adalah yang memiliki pilot terbaik di dalam," imbuh dia.

Kemarin, komandan Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut bersama-sama berbicara di konferensi pers dan mengungkapkan kebohongan Pakistan bahwa militer Islamabad tidak melibatkan F-16 dalam serangan balasan mereka yang menargetkan instalasi militer India pada hari Rabu. "Ada cukup bukti untuk menunjukkan F-16 digunakan dalam misi ini dan Pakistan berusaha menyembunyikan fakta ini," kata wakil komandan IAF, Marsekal Udara RGK Kapoor. 







Credit  sindonews.com




Israel, Rusia akan amankan penarikan pasukan asing dari Suriah

Israel, Rusia akan amankan penarikan pasukan asing dari Suriah

Seorang pejuang dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) memberikan roti kepada anak-anak di dekat desa Baghouz, Provinsi Deir al- Zor, Suriah, Rabu (20/2/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Rodi Said/cfo (REUTERS/RODI SAID)




Yerusalem (CB) - Israel dan Rusia akan bekerja sama dalam mengamankan penarikan pasukan asing dari Suriah, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu.

PM Israel mengungkapkan rencana kerja sama tersebut setelah ia berkunjung ke Moskow dalam rangka mendorong Rusia untuk menentang keberadaan Iran di Suriah.

Sementara Presiden Suriah Bashar al-Assad memukul gerakan pemberontakan delapan tahun, Israel khawatir bahwa penguatan dukungan bagi Bashar yang diberikan Iran dan milisi Hizbullah Lebanon --yang didukung Teheran, akan terus berlangsung untuk membentuk gerakan baru yang mengancamnya, demikian Reuters melaporkan.

Israel telah melancarkan ratusan kali serangan di Suriah ke target-target yang diduganya memiliki kaitan dengan Iran dan Hizbullah.

Operasi tersebut sebagian besar diabaikan Rusia, yang ikut campur secara militer atas nama Bashar pada 2015.

Netanyahu, yang diterima Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu, mengatakan ia telah menjelaskan bahwa serangan semacam itu akan tetap berlangsung dan saluran telepon khusus Israel-Rusia akan terus mencegah bentrokan tak sengaja antara kedua negara muncul.

"Saya dan Presiden Putin juga sepakat soal tujuan bersama, yaitu membersihkan Suriah dari keberadaan pasukan asing yang datang setelah perang saudara meletus," kata Netanyahu kepada kabinet Israel.

"Kami setuju untuk membentuk suatu gugus tugas yang, bersama-sama dengan lainnya, akan berupaya mencapai tujuan ini."

Rusia sebelumnya telah mengungkapkan sikap setuju soal pasukan-pasukan lainnya keluar dari Suriah walaupun Rusia sendiri berencana mempertahankan keberadaan garnisunnya di sana untuk jangka panjang.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan dalam wawancara dengan kantor berita Kuwait KUNA bahwa situasi di Suriah sudah terlihat stabil setelah operasi dijalankan pasukan Pemerintah Suriah dengan dukungan kekuatan udara Rusia.

Namun, Lavrov mengatakan terlalu dini untuk menyatakan "ancaman teroris" di Suriah sudah dibasmi.

Amerika Serikat sudah mulai menarik pasukannya dari Suriah sementara para pemberontak dari kelompok IS hampir dikalahkan.






Credit  antaranews.com


Pasukan Suriah dukungan AS perkirakan bertempur dengan IS Minggu


Pasukan Suriah dukungan AS perkirakan bertempur dengan IS Minggu

Tentara Pasukan Demokratis Suriah menaiki kendaraan lapis baja setelah Raqqa dibebaskan dari milisi Negara Islam, di Raqqa, Suriah, Selasa (17/10/2017). (REUTERS/Erik De Castro)




Dekat Baghouz, Suriah (CB) - Pasukan Suriah dukungan Amerika Serikat yang menutup benteng teritorial terakhir IS dekat perbatasan Irak memperkirakan "pertempuran menentukan" akan terjadi pada Minggu setelah ada pergerakan lamban, kata seorang juru bicara Sabtu (2/3) malam.

"Kami perkirakan pertempuran menentukan akan terjadi pada pagi," kata Marvan Qamishlo, perwira media militer untuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kepada Reuters di satu bukit yang menghadap desa Baghouz.

"Daesh menanam ranjau-ranjau di kawasan itu. Ribuan ranjau ditanam di sepanjang di jalan-jalan," katanya, menggunakan penyebutan IS dalam bahasa Arab yang dikutip oleh Reuters.

IS mengalami kekalahan di wilayah terakhir yang mereka kuasai pada Sabtu, saat SDF mengatakan mereka mendekati benteng terakhir kelompok itu di dekat perbatasan Irak, mengakhiri upaya selama empat tahun untuk mengusirnya.

"Kami berharap itu akan segera berakhir," kata juru bicara SDF, Mustafa Bali kepada Reuters.

Sementara kejatuhan Baghouz, desa Suriah di pinggiran Sungai Eufrat, akan menandai tonggak sejarah dalam aksi melawan ekstremis, mereka tetap menjadi ancaman dengan menggunakan taktik gerilya dan menguasai beberapa tempat terpencil lebih jauh ke barat.

Ribuan pengikut dan pejuang IS, yang secara perlahan-lahan mundur ke Baghouz saat kelompok tersebut terusir berbagai negara-negara, keluar dari sekelompok dusun kecil dan lahan pertanian di Provinsi Deir al-Zor selama beberapa pekan terakhir.

Evakuasi mereka menghalangi serangan terakhir hingga Jumat malam saat SDF mengatakan pihaknya berhasil maju dan tidak akan berhenti sampai para ekstremis dikalahkan.



Credit  antaranews.com