Donald Trump meminta asas praduga tak bersalah
diterapkan atas Riyadh terkait kasus jurnalis yang menghilang di
konsulat Arab Saudi di Turki, Jamal Khashoggi. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CB -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta publik menerapkan asas praduga tak bersalah atas Riyadh terkait kasus jurnalis Washington Post yang menghilang di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Jamal Khashoggi.
"Kita
harus kembali ke asas praduga tak bersalah," ujar Trump dalam wawancara
khusus dengan Associated Press, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa
(16/10).
Sebelumnya, Trump juga mengatakan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman.
Menurut Trump, Salman mengaku tak mengetahui apa pun mengenai Khashoggi
yang menghilang setelah masuk ke dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul
pada 2 Oktober lalu.
"Baru saja bicaara dengan Putra
Mahkota Arab Saudi yang benar-benar mengaku tak mengetahui apa pun
mengenai kejadian di Konsulat mereka di Turki," kata Trump melalui akun
Twitter pribadinya.
Trump mengatakan bahwa Salman sedang bersama
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, yang memang ia utus untuk bertemu
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam rangka mengusut kasus Khashoggi.
"Dia
sedang bersama Menlu Mike Pompeo saat menerima telepon, dan mengatakan
bahwa ia sudah mulai, dan akan terus melanjutkan, penyelidikan penuh
atas kasus ini. Jawaban akan segera datang."
Setelah pertemuan dengan Putra Mahkota, Pompeo melaporkan ia
sudah mendapatkan kepastian bahwa Saudi akan melakukan investigasi
mendalam atas kasus Khashoggi ini.
"Tugas saya dalam pertemuan
ini adalah komitmen serius untuk mendapatkan semua fakta dan memastikan
akuntabilitas, termasuk akuntabilitas pemimpin senior atau pejabat
senior Arab Saudi," kata Pompeo dalam pernyataannya.
"[Putra
Mahkota] berjanji bahwa penyelidik publik Saudi akan mengambil simpulan
penuh dan komplet dengan transparan di hadapan dunia."
Kasus ini mencuat pada 2 Oktober lalu, setelah Khashoggi dikabarkan
menghilang usai memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul untuk
mengurus keperluan dokumen pernikahan.
Dua pejabat mengatakan
kepada CNN bahwa jurnalis pengkritik Saudi itu tewas saat diinterogasi
secara ilegal di dalam gedung konsulat.
Pejabat tersebut mendapatkan informasi langsung dari aparat Turki yang melakukan penyelidikan di konsulat Saudi di Istanbul.
Mereka
dikabarkan menggeledah bangunan itu serta hunian khusus diplomat Saudi
di dekatnya, guna mencari tahu yang sebenarnya terjadi dengan Khashoggi.
Menurut
sumber itu, kepolisian Turki sudah mengantongi bukti berupa rekaman
suara dan video yang membuktikan Khashoggi diduga meninggal ketika
diinterogasi secara ilegal dan tertutup.
Sumber lainnya
mengatakan pemerintah Saudi saat ini tengah mempersiapkan pernyataan
resmi mengenai yang sebenarnya terjadi. Aparat Turki pun sudah siap
menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat.
Sebelumnya, Trump sendiri mengatakan bahwa AS akan menjatuhkan "serangkaian hukuman" bagi dalang di balik kasus ini.
Saudi pun mengancam akan membalas dendam atas sanksi apa pun yang dijatuhkan terkait kasus Khashoggi.
Credit
cnnindonesia.com