Batang
pohon bertindak seperti kabel serat optik yang menghantar cahaya menuju
fitokrom, yaitu reseptor cahaya pada akar tumbuhan. (Sumber Science
Photo Library/Dr. John Runions)
CB, Seoul -
Manusia memandang penggunaan serat optik sebagai terobosan penting
dalam pengiriman data dalam teknologi komputer. Data komputer itu
dikirim dalam bentuk cahaya dan disalurkan melalui serat optik seakan
dikirimkan dalam 'pipa saluran'.
Ternyata, tanaman pun diduga menyalurkan cahaya matahari masuk ke dalam akar di bawah tanah guna membantu pertumbuhan.
Reseptor cahaya di batang, daun, dan bunga memang telah lama
diketahui mengatur pertumbuhan tanaman. Akar juga memiliki reseptor ini,
tapi selama ini belum jelas bagaimana reseptor di akar mengindra cahaya
dalam tanah yang gelap.
Dikutip dari New Scientist pada Rabu (9/11/2016), seorang ilmuwan bernama Hyo-Jun Lee dari Seoul National University, Korea Selatan, dan rekan-rekannya menggunakan tanaman bunga Arabidopsis thaliana untuk mempelajari fenomena ini.
Mereka mengungkapkan bahwa batang pohon bertindak seperti kabel serat
optik yang menghantar cahaya menuju fitokrom, yaitu reseptor cahaya
pada akar tumbuhan.
Proses penghantaran memicu produksi protein yang disebut HY5 guna menjamin pertumbuhan akar secara sehat.
Ketika tanaman-tanaman itu direkayasa agar mengalami mutasi fitokrom,
produksi HY5 pun menurun. Dan, dengan mutasi HY5, akar-akar tanaman
menjadi kerdil serta awut-awutan.
Cahaya atau kimia?
Untuk memeriksa apakah cahaya memang dipancarkan langsung menembus
tanaman dan bukan sekedar melalui aktivasi zat kimia yang mengalir ke
akar, para peneliti memasang sumber cahaya pada batang tanaman melalui
serat optik.
Di bawah tanah dipasang alat deteksi pada ujung akar untuk memastikan
bahwa memang benar cahaya itu dikirim menembus batang tanaman.
Selain itu, para peneliti juga merangsang spesimen A. thaliana dalam gelap bersama-sama dengan zat kimia lazim pada tanaman, seperti sukrosa.
Arabidopsis thaliana. (Sumber University of Iowa)
Ternyata, tidak ada penambahan berarti pada akar yang sedang diamati.
Dengan demikian, zat kimia diduga tidak menjadi pendorong pertumbuhan
akar.
Selain itu, terungkap juga bahwa warna merah sepertinya paling
efisien dalam menembus tanaman. Dengan panjang gelombang yang lebih
besar, cahaya merah lebih menguntungkan karena dapat merambat lebih jauh
daripada panjang gelombang yang lebih kecil pada warna biru atau hijau,
demikian menurut Lee.
Namun demikian, intensitas cahaya dalam tanah sangat rendah sehingga
makhluk-makhluk hidup di dalam tanah tidak melihat akarnya berpendar dan
bakteri juga tidak bisa memanfaatkan cahaya itu untuk fotosintesis,
imbuh peneliti itu.
Fungsi yang Lazim?
Kebanyakan tanaman memiliki fitokrom, sehingga diduga bahwa penyaluran langsung sinar matahari melalui batang menuju akar tanaman merupakan mekanisma lazim untuk pertumbuhan akar paling tepat, demikian menurut Lee.
Menurut Mike Haydon dari University of Melbourne, Australia, hal itu dapat diterima nalar, karena persinyalan menggunakan cahaya lebih cepat daripada persinyalan menggunakan zat kimia.
Tapi, penelitian tersebut tidak memberikan bukti definitif, katanya.
Para peneliti mendapati bahwa diperlukan waktu 2 jam dari penyinaran
awal tanaman agar menggiatkan fitokrom di akar tanaman itu, jauh lebih
lama daripada yang diharapkan seandainya cahaya itu langsung diberikan.
Bukan hanya itu, penelitian hanya menyidik segelintir zat kimia
pemberi sinyal yang dapat bertindak sebagai perantara bergerak antara
cahaya, batang, dan akar, demikian menurut Haydon.
"Penelitian ini tidak menepis adanya kemungkinan keberadaan sinyal perantara yang bergerak (mobile)," ujar Haydon.
Tudingan disampaikan oleh penikmat teori konspirasi dan alien.
Salah satu bagian dari fasilitas akselerator partikel di CERN, Jenewa. (Reuters)
CB – Organisasi
Eropa untuk Riset Nuklir menjadi tertuduh dan dituding menjadi biang
bencana gempa Bumi yang melanda Italia akhir Oktober lalu.
Tudingan itu disampaikan BP Earthwatch, sebuah saluran teori konspirasi di YouTube dan pemburu kehidupan mahluk asing.
Dikutip dari International Business Times, Rabu 9 November
2016, diketahui CERN sudah menyiapkan penumbuk raksasa Hadron (LHC) di
perbatasan Swiss dan Prancis untuk menguak rahasia alam semesta.
Fasilitas yang mendapat sokongan tenaga baru itu dijadwalkan akan
dioperasikan pada April tahun depan.
Namun fasilitas penumbuk yang pernah menemukan Partikel Tuhan pada 2012 itu dituding menjadi biang munculnya gempa Bumi.
Dalam video yang diunggah di YouTube, narator BP Earthwatch
mengatakan, aktivitas CERN memberikan dampak langsung dengan gempa Bumi
yang terjadi di Norcia, Italia pada akhir Oktober lalu.
Tak hanya BP Earthwatch saja, pegiat kehidupan mahluk asing yaitu
Scott Waring, juga menyalahkan aktivitas di CERN. Waring menuding,
aktivitas ilmuwan di dalam fasilitas dalam tanah itu memicu gempa dan
akhirnya merusak struktur bangunan dan gereja kuno di Norcia.
"Teknologi (yang dipakai di CERN) bisa memungkinkan dipakai orang
sebagai portal mengumpulkan sumber daya, bertemu dengan spesies lain dan
menaklukkan mereka. Ini juga memungkinkan alien datang dari dunia lain
untuk menaklukkan kita," jelas Waring.
Merespons hal tersebut, CERN tegas membantah tudingan menjadi biang
gempa bumi di Italia. Perwakilan CERN mengatakan, medan magnetik yang
ada di CERN tidak bisa mempengaruhi aktivitas Bumi.
"Tumbukan LHC yang ada saat ini tak berbahaya dan tak ada alasan untuk hal itu," jelas CERN dalam keterangan di website mereka.
Din
Syamsudin (kanan) saat konferensi pers terkait World Peace Forum ke-5
di Jakarta, Selasa (4/11/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
CB, Jakarta - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mengeluarkan enam rekomendasi pasca-aksi demo 4 November 2016. Rekomendasi yang telah disepakati oleh 99 perwakilan ulama ini diberi nama Tausiah Kebangsaan.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din
Syamsuddin mengatakan, Tausiah Kebangsaan ini perlu dikeluarkan setelah
melihat situasi nasional yang mulai goyah terkait pernyataan Basuki
Tjahaja Purnama atau Ahok yang dianggap menistakan agama. MUI ingin
persoalan ini segera dibuat terang agar tidak menimbulkan perpecahan.
"Ujaran kebencian yang ditampilkan telah menimbulkan sentimen. MUI
ingin meredam kondisi tersebut," ujar Din di Kantor MUI, Jakarta Pusat,
Rabu (9/11/2016).
Rekomendasi yang dikeluarkan melalui rapat pleno ini berkesimpulan bahwa ucapan Ahok mengandung unsur penistaan agama. Rekomendasi ini juga mendukung Pendapat Keagamaan Dewan Pimpinan MUI yang telah dikeluarkan pada 11 Oktober 2016.
"Selain mendukung Pendapat Keagamaan MUI, kami minta Pendapat
Keagamaan itu dijadikan rujukan Bareskrim Polri terkait kasus dugaan
penistaan agama Ahok," kata dia.
Berikut enam butir Tausiah Kebangsaan Dewan Pertimbangan MUI: 1. Memperkuat Pendapat Keagamaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama
Indonesia tanggal 11 Oktober 2016 tentang penistaan agama, dan
seharusnya menjadi rujukan utama dalam menangani proses hukum masalah
dugaan penistaan agama, sebagaimana yang telah menjadi kebiasaan selama
ini. Juga mendukung pernyataan sikap PBNU dan PP Muhammadiyah yang
merupakan pendapat dan sikap sesuai ajaran Islam berdasarkan Al-Qur'an
dan Al-Hadits. Pendapat Keagamaan tersebut dikeluarkan sebagai kewajiban para
ulama dalam menjaga agama dan mendorong kehidupan duniawi yang tertib,
harmonis, penuh maslahat (haratsat addin wa siyaszu addunya), serta
memelihara kerukunan hidup antarumat beragama demi persatuan dan
kesatuan bangsa. 2. Menyesalkan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
di Pulau Seribu, "Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam
hati kecil Bapak itu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai
Surat Al Maidah 51, macem-macem ini. Itu hak Bapak Ibu. Jadi Bapak Ibu
perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin
gitu ya," yang beredar luas di masyarakat. Ucapan tersebut jelas dirasakan Umat Islam sebagai penghinaan
terhadap Agama Islam, Kitab Suci Al Qur'an, dan ulama, karena memasuki
wilayah keyakinan pemeluk agama lain dengan memberikan penilaian dan
pemahaman yang diberikan para ulama, dan dengan memakai kata yang
bersifat negatif, pejoratif, dan mengandung kebencian (hate speech).
Ucapan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tersebut menunjukkan intoleransi
dan rendahnya tenggang rasa terhadap keyakinan orang lain dan sangat
potensial menciptakan kegaduhan sosial dan politik yang dapat mengarah
kepada terganggunya stabilitas nasional. 3. Memberikan apresiasi kepada umat Islam dan beberapa elemen
bangsa yang menggelar aksi damai 4 November 2016 sebagai reaksi yang
telah berlangsung dengan aman dan damai yang dipimpin oleh para ulama,
habaib dan para tokoh Islam. Aksi damai tersebut yang menunjukkan
kesatuan dan kebersamaan semua elemen bangsa merupakan ekspresi
demokrasi yang konstitusional dan positif untuk mendorong penegakan
hukum di negeri yang menganut supremasi hukum. Insiden yang terjadi di
luar waktu unjuk rasa adalah ulah provokator yang hanya ingin menciderai
aksi damai tersebut. 4. Menyampaikan bela sungkawa dan simpati yang mendalam atas
jatuhnya korban (yang terluka maupun yang meninggal dunia), baik dari
kalangan peserta aksi dan peserta keamanan dan diharapkan pada masa yang
akan datang aksi damai tidak dihadapi dengan tindakan represif. 5. Karena kasus penistaan agama bukan masalah kecil, maka diminta
agar proses hukum dijalankan secara berkeadilan, transparan, cepat, dan
memperhatikan rasa keadilan masyarakat luas. 6. Menyerukan kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk tidak
terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan dan provokatif serta memecah
belah kehidupan umat dan bangsa Indonesia. Seraya menyerukan dan
mengajak umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan
ukhuwah wathoniyah, dan terus memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk
kebaikan dan kemaslahatan bangsa.
Perang kemerdekaan tak bisa lepas dari ikon ‘granggang’
(bambu runcing.). Senjata tradisional yang dibuat dari bambu yang
ujungnya diruncingkan telah dikenal luas. Senjata ini sudah mulai
dipakai dalam ketentaraan semenjak pendudukan Jepang. Dari beberapa foto
tua tampak prajurit Peta berlatih menggunakan bambu runcing. Mereka
memperlakukan bambu runcing layaknya senjata bayonet.
Dan bila
pada hari ini, 19 Desember 2015, (agrersi Belanda II terjadi pada 19
Desember 1948), adalah hari ulang tahun penyerbuan Belanda ke
Yogyakarta, maka soal bambu runcing harus juga dibahas. Bahkan, ketika
nanti memperingati peristiwa penting lainnya, misalnya ketika Kolonel
Sudirman berhasil mempecundangi pasukan Inggris di Ambarawa (dikenal
dengan Palagan Ambarawa, 15 Desember 1945), ternyata semangat heroisme
pejuang saat itu juga terkait dengan soal bambu runcing.
Maka
ketika memperingati peristiwa bersejarah tersebut, pada sisi lain
memang tidak juga bisa terlepas dari kenangan atas jasa para pejuang
lasykar Hizbulah dan para ulama. Bahkan, khusus untuk soal penggunaan
bambu runcing maka dipastikan akan terkait dengan peran dari KH Subkhi,
dari Pondok Pesantren Parakan. Letak pesantren ini berada di 'kota
sejuk’ Temanggung dan tak jauh dari salah satu markas tentara Belanda
yang berada di Ambarawa.
Saat itu, kaum muslim, khususnya para
pejuang, sangat percaya akan tuah dari bambu runcing bila sudah didoakan
oleh Kiai Subkhi. Bahkan saking terkenalnya, masa rakyat beramai-ramai
mendatangi pesantrennya. Jalur kereta api (kini rutenya sudah dimatikan)
yang menuju kawasan Temanggung kala itu selalu penuh disesaki penumpang
yang membawa sebatang bambu dengan panjang dua meter yang ujungnya
diruncingkan itu. Mereka datang untuk meminta ‘karomah’ dari kiai
tersebut.
KH Subkhi Parakan
Bambu Runcing Menjatuhkan Cocor Merah
Tak hanya para
santri pesantren saja, orang tua mereka juga mendorong agar putranya
yang menuntut ilmu di pesantren agar membuat bambu runcing yang nantinya
akan disuwukan (didoakan) kepada Kiai Subkhi. Pesantren Parakan ini
tentu saja segera menjadi tujuan para pejuang yang datang dari seantero
Jawa yang ingin memenangan perang. Dan tak hanya soal doa untuk bambu
runcing. di antara mereka tak lupa juga banyak yang meminta agar
tubuhnya bisa kebal tusukan dan sabetan senjata tajam, atau kebal dari
terjangan peluru.
Dari kisah yang beredar di kalangan mantan
pejuang Hizbullah, ‘karomah' bambu runcing Kiai Subkhi mulai terkenal
saat menjelang pertempuran Ambarawa. Pada suatu pagi, seusai mengajar
santrinya, Kiai Subkhi berdiri di tengah halaman sembari memegang
sebilah ‘granggang’. Tiba-tiba tepat di atas langit pesantrennya,
melintaslah pesawat pengebom Belanda yang saat itu memang sangat
ditakuti pejuang kemerdekaan. Pesawat itu oleh para pejuang diberi
julukan ‘cocor merah’ karena bagian depan pesawat tersebut dilumuri cat
berwarna merah.
Nah, karena kesal terhadap pesawat itu, tiba-tiba
saja Kiai Subkhi mengangkat bambu runcing yang dipegangnya seraya
mengarahkan ujung runcingnya ke arah pesawat Cocor Merah yang tengah
melintas di atas kepalanya.’’Allahu Akbar..!’’ kata Kiai Subkhi sembari
mengarahkan bambu runcingnya.
Anehnya, entah karena apa, setelah
takbir diteriakan dan bambu runcing diarahkan, pesawat Cocor Merah
tiba-tiba terlihat oleng. Tak hanya itu, pesawat pengebom itu kemudian
menukik kencang ke arah bumi. Semua santri pun terkesima. Dan beberapa
jam kemudian, datang laporan dari para pejuang yang menyatakan bahwa ada
pesawat Cocor Merah yang terjun ke Rawa Pening. Katanya, pesawat itu
mengalami gangguan mesin sehingga pesawat pun jatuh tercebur masuk ke
dalam rawa.
Kisah inilah yang kemudian meluas. Menteri agama di
era Presiden Sukarno, KH Syaifuddin Zuhri pun mengisahkan:
“Berbondong-bondong barisan-barisan Lasykar dan TKR menuju ke Parakan,
sebuah kota kawedanan di kaki dua gunung pengantin Sundoro dan
Sumbing..... Diantaranya yang paling terkenal adalah Hizbullah di bawah
pimpinan Zainul Arifin, Barisan Sabilillah di bawah pimpinan KH Masykur.
“Barisan
Pemberontak Rakyat Indonesia” di bawah pimpinan Bung Tomo, “Barisan
Banteng” di bawah pimpinan dr. Muwardi, Lasykar Rakyat dibawah pimpinan
Ir. Sakirman, “Laskar Pesindo” dibawah pimpinan Krissubbanu dan masih
banyak lagi. Sudah beberapa hari ini baik TKR maupun badan-badan
kelasykaran berbondong-bondong menuju ke Parakan……”.
KH Saefudin
Zuhri yang juga ayah dari menteri agama Lukman Hakim Saefudin, bahkan
sempat mengantarkan para terkemuka seperti KH AWahid Hasyim, KH Zainul
Arifin, dan beberapa petinggi negara untuk datang ke Parakan. Sejak
itulah Parakan di dalam masa perang kemerdekaan dikenal sebagai kota
‘ganggrang’ atau bambu runcing.
Yang Belum Sunat tak Boleh Minta Doa Kebal
Semangat perjuangan
kaum santri melawan penjajah yang dicirikan melawan tentara Ingris dan
Belanda (sekutu) saat itu memang bergaung dengan hebat. Tak peduli tua,
muda, atau anak-anak mereka ingin pergi berperang. Kalau tidak punya
senjata api seperti senapan atau pistol, mereka akan membuat bambu
runcing. Dan agar lebih percaya diri mereka membawa senjata tradisonal
'granggang' ini ke Kiai Subkhi untuk didoakan.
Maka pada saat
itu, jangan heran bila di rumah sederhana para santri yang kebanyakan
masih terbuat dari bambu, selalu tersimpan bambu runcing yang telah
didoakan Kiai Subkhi itu. Di atap langgar, di bawah genteng, pasti
terselip beberapa bilah bambu runcing. Juga di rumah para santtri di
antara dinding bilik bambu juga terselip bambu runcing. Jadi tampaknya
kaum santri saat itu sudah merasa harus siap bertempur ketika tentara
penjajah datang ke lingkungan atau rumahnya.
Bagi anak-anak, pada
saat itu pun banyak yang merengek ingin pergi ke Pesantren Parakan.
Tujuannya sama dengan mereka yang dewasa, yakni meminta doa untuk bambu
runcing yang dibuatnya hingga meminta doa kekebalan senjata dan peluru.
Tentu
saja keinginan tersebut tak bakal diluluskana oleh para orang tua
mereka dengan berbagai alasan. Salah satu argumen yang dipakainya
adalah: Yang boleh meminta doa kebal hanyalah orang yang sudah dewasa
(baligh) dan sudah disunat!
“Hanya orang yang sudah sunat saja
yang boleh minta doa kekebalan. Yang belum, tentu tidak boleh. Coba kamu
pikir apabila kamu benar-benar kebal senjata tajam. Terus nanti
bagaimana kamu bisa dipotong ‘kulup’-nya (ujung kemaluan pria). Lha ini
kan buat repot tukang sunat saja,’’ begitu alasan para orang tua ketika
menolak anaknya pergi ke Parakan untuk minta doa kebal kepada Kiai
Subkhi.
Antusiasme anak-anak untuk ikut meminta doa kekebalan
saat itu memang masuk akal. Alasannya, selain mereka ingin pergi piknik
naik kereta api ke Parakan yang terkenal punya jalur pemandangan indah,
alasan lainnya adalah dalam soal ‘transfer' doa kebal dari Kiai Subkhi,
saat itu dikabarkan melalui metode atau cara yang sederhana saja. Hanya
berdzikir sebentar, lalu mengucapkan syahadat, shalawat dan kemudian
meminum air putih yang sudah didoakan Kiai Subkhi.
Setelah diberi
alasan itu maka anak-anak pun yakin bahwa mereka belum bisa pergi ke
Parakan.’’Iya ya..nanti dagingnya alot. Masa kalau sunat harus pakai
pisau besar seperti yang dipunyai pedagang daging di pasar,’’ kata
anak-anak menyakinkan dirinya.
Tokoh sekaligus ulama asal Jawa Timur almarhum Kiai Haji Raden As'ad Syamsul Arifin?. Ilustrasi/Istimewa
JAKARTA
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan gelar Pahlawan Nasional
kepada tokoh sekaligus ulama asal Jawa Timur almarhum Kiai Haji Raden
As'ad Syamsul Arifin di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Gelar
tersebut diberikan kepada almarhum terkait peringatan Hari Pahlawan 10
November 2016. Adapun pemberian gelar itu berdasarkan atas Keputusan
Presiden RI Nomor 90/TK/tahun 2016 tanggal 3 November 2016.
Kepala
Biro, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Sekretariat Militer Presiden
Laksma TNI Suyono Thamrin menjelaskan pemberian gelar Pahlawan Nasional
kepada As'ad yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) melalui berbagai
pertimbangan dan penilaian.
Menurut dia, Dewan Gelar, Tanda Jasa
dan Tanda Kehormatan telah melaksanakan sidang pada 11 Oktober 2016
untuk memberikan pertimbangan dan rekomendasi kepada Presiden atas
usulan permohonan gelar Pahlawan Nasional tahun 2016 dari Kementerian
Sosial melalui surat nomor 23/MS/A/09/2016 tanggal 21 September 2016.
Kemudian
Dewan Gelar Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan dalam bersidang
berpedoman pada kriteria pemberian gelar Pahlawan Nasional yang
tercantum pada Pasal 26 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar,
Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Penganugerahan gelar Pahlawan
Masional kepada As'ad Syamsul Arifin diwakilkan kepada pihak keluarga
yang dilakukan secara simbolis oleh Presiden. Acara penganugerahan gelar
tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga
negara.
Presiden Joko Widodo berikan gelar Pahlawan Nasional pada cucu As'ad Syamsul Arifin, Achmad Azaim Ibrahimy. (Biro Pers Kepresidenan)
CB – Setiap
tahun, saat memperingati Hari Pahlawan 10 November, negara selalu
memberikan gelar Pahlawan Nasional pada seorang tokoh yang ikut membantu
memberikan sumbangsihnya pada kemerdekaan Indonesia.
Gelar ini hanya diberikan kepada seseorang yang berjuang melawan
penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi kawasan NKRI, yang meninggal
dunia demi membela bangsa dan negara, yang semasa hidupnya melakukan
tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya luar biasa
bagi pembangunan, kemajuan bangsa, dan negara Republik Indonesia.
Tahun ini, gelar itu diberikan pada Kiai Haji Raden As'ad Syamsul
Arifin. Seorang tokoh yang ikut membantu membangun organisasi masyarakat
Nahdlatul Ulama. Penghargaan ini diterima cucu As’ad, yaitu Achmad
Azaim Ibrahimy.
Upacara pemberian gelar ini dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 9 November 2016.
Di tengah upacara, turut dibacakan Keputusan Presiden Nomor
90/TK/Tahun 2016 yang disahkan pada 3 November 2016, mengenai pemberian
gelar As'ad sebagai Pahlawan nasional.
As'ad Syamsul Arifin lahir pada 1897 di Mekkah, Arab Saudi, dan
meninggal 4 Agustus 1990 di Situbondo pada usia 93 tahun. Jenazah
almarhum dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah.
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi, menjelaskan
penghargaan tertinggi yang bisa diberikan negara pada warganya ini,
diberikan pada As'ad untuk menghormati baktinya pada negeri.
"Diberikan karena jasa-jasanya pada negara," jelas Johan saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu, 9 November 2016.
As'ad merupakan ulama besar sekaligus tokoh pendiri Nahdlatul Ulama,
bersama KH Kholil dan KH Hasyim Asy’ari. Di NU, terakhir As'ad tercatat
menjabat sebagai Dewan Penasihat atau Musytasar PBNU, hingga akhir
hayatnya.
Pada kesempatan ini, Presiden juga memberikan tanda kehormatan
Bintang Mahaputra, kepada dua tokoh yang dianggap memiliki jasa yang
luar biasa dalam berbagai bidang.
Mereka adalah almarhum Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta, tokoh dari
Sulawesi Selatan. Selain itu, almarhum Letkol Inf. (Anumerta) Mohammad
Sroedji, tokoh dari Jawa Timur.
Andi Mattalatta lahir di Barru, Sulawesi Selatan, 1 September 1920,
dan meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan pada 16 Oktober 2004 di usia
84 tahun. Andi merupakan tokoh pejuang kemerdekaan asal Bugis,
sekaligus tokoh olahraga dalam bidang renang, ski air dan tinju.
Dia juga merupakan ketua penyelenggara PON IV di Makassar, dan ayah
dari penyanyi Indonesia, Andi Meriem Mattalata. Atas jasa-jasanya
namanya diabadikan sebagai nama stadion di Makassar yaitu Stadion Andi
Mattalata.
Adapun Sroedji, dilahirkan di Bangkalan-Madura, pada 1 Februari 1915
dan meninggal pada 8 Februari 1949 pada pertempuran di Jember, Jawa
Timur. Sroedji merupakan tentara yang berjuang di Kabupaten Jember
melawan penjajah Belanda. Pejuang tersebut wafat akibat ditembak pasukan
Belanda pada 1949. Jasa As'ad pada Negeri
Semasa hidup, As'ad merupakan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah
Syafi'iyah di Desa Sukorejo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo,
Jawa Timur. Dia ikut berperan menggerakkan rakyat dan santri, khususnya
dari Jawa Timur, agar ikut dalam Pertempuran 10 November 1945 di Kota
Surabaya, Jawa Timur.
Dikutip dari situs resmi NU, Dosen UIN Walisongo sekaligus Sekretaris
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU, M. Rikza
Chamami, menuliskan sedikit sejarah mengenai As'ad.
Pria ini memiliki garis kerurunan dari Sunan Ampel Raden Rahmat,
karena menjadi putra pertama dari KH. Syamsul Arifin atau dikenal
sebagai Raden Ibrahim, yang menikah dengan Siti Maimunah.
As’ad menempuh pendidikan di Mekkah sampai usia 16 dan kembali
mengaji di Jawa. Setelah kembali ke tanah leluhurnya, dia belajar di
berbagai pesantren, diantaranya Pondok Pesantren Sidogiri, Siwalan Panji
Sidoarjo, Kademangan Bangkalan, dan Ponpes Tebuireng.
Berbekal ilmu dari berbagai pesantren itu, As'ad meneruskan
perjuangan ayahnya untuk membesarkan Pondok Pesantren Salafiyyah
Syafi’iyyah, pada 1938.
Perjuangan As’ad dalam mengusir penjajah tak hanya terjadi saat
menggerakkan massa untuk mempertahankan Surabaya. Sebelumnya pondok
Salafiyyah Syafi’iyyah pernah diserbu pasukan Belanda. Berkat
kegigihannya, sekitar 10 ribu santri dan warga sekitar bisa dievakuasi.
Kemahiran As’ad dalam seni perang juga dibuktikan dengan memenangkan
pertempuran di Bantal Asembagus, dimana Belanda sempat mengepung markas
TNI.
Jasa As’ad lainnya pada negara adalah ikut mendorong NU berasaskan
Pancasila. Saat Pemerintahan Soeharto mewajibkan penggunaan Pancasila
pada 1982/1983, NU merespon cepat dengan menggelar Musyawarah Nasional
Alim Ulama di pesantren milik As’ad.
Kemudian tepat 21 Desember 1983, Munas memutuskan menerima Pancasila
dan revitalisasi Khittah 1926. Pada bulan Desember 1984 dalam Muktamar
NU XXVII diputuskan asas Pancasila dan Khittah NU. Dan NU menjadi ormas
pertama yang menerima Pancasila, demi keutuhan NKRI. Proses Pemberian Gelar Pahlawan
Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada As'ad dilakukan berdasarkan
pertimbangan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, yang
berpedoman pada kriteria pemberian gelar Pahlawan Nasional sesuai Pasal
26 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2006 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan
Tanda Kehormatan.
Aturan itu mensyaratkan gelar diberikan pada mereka yang pernah
memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik, atau
perjuangan bidang lain dalam mencapai, merebut, mempertahankan, dan
mengisi kemerdekaan. Serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Kemudian tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan. Melakukan
pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya,
dan melebihi tugas yang diemban.
Selain itu pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat
menunjang pembangunan bangsa dan negara. Serta pernah menghasilkan karya
besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat luas atau meningkatkan
harkat dan martabat bangsa.
Lalu, memiliki konsistensi jiwa semangat kebangsaan yang tinggi. Dan
terakhir, melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan
berdampak secara nasional.
Namun, meskipun seseorang memenuhi syarat khusus itu, tak serta merta
mereka akan dianugerahi Pahlawan Nasional. Sebab, dalam situs resmi
Sekretariat Negara, nama tokoh itu harus diusulkan sebagai calon
pahlawan nasional oleh masyarakat, ke pemerintah daerah setempat.
Calon itu selanjutnya diteliti dan dikaji Tim Peneliti dan Pengkaji
Gelar Daerah. Jika memenuhi kriteria, maka nama itu diajukan ke Menteri
Sosial selaku Ketua Umum Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat.
Di Kementerian Sosial, nama itu kembali diteliti secara administrasi,
serta diteliti dan dikaji kembali. Jika memenuhi kriteria, nama itu
baru bisa diajukan ke Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan
Tanda Kehormatan untuk mendapatkan persetujuan Penganugerahan Pahlawan
Nasional sekaligus Tanda Kehormatan lainnya.
Sebelumnya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkap ada 13
nama yang diusulkan sebagai penerima gelar pahlawan nasional. Namun,
sembilan nama dinyatakan belum memenuhi syarat administratif.
Sedangkan empat nama yang lolos adalah Abdurrachman Wahid atau Gus
Dur, Soeharto, As'ad Syamsul Arifin, dan Abdurrahman Baswedan. Namun,
hanya As'ad yang diberikan gelar tahun ini.
Khofifah memastikan, Presiden kedua RI, Soeharto, maupun Presiden
keempat RI, Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gusdur kembali tak akan
mendapatkan gelar kehormatan ini.
"Bukan, bukan (Soeharto ataupun Gusdur)," ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, Minggu, 6 November 2016.
Padahal kedua tokoh tersebut sudah lama diusulkan ke Dewan Gelar
Tanda Jasa dan Kehormatan untuk menjadi pahlawan nasional, karena
dinilai banyak berjasa pada negeri.
Menanggapi keputusan ini, Ketua DPR Ade Komarudin memberikan
pendapatnya. Secara diplomatis dia menyerahkan masalah ini kepada Dewan
Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan sebagai pihak yang berwenang.
Namun, "Kalau aspirasi saya pribadi, inginnya apa sih susahnya
(memberikan gelar)," kata Ade di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 9 November
2016.
Dia menilai Soeharto dan Gus Dur telah cukup berbakti pada negara,
meski beragam polemik mengikuti sepak terjang mereka semasa menjadi
pemimpin negeri.
"Pahlawan yang sempurna tak ada. Tapi itu kewenangan dewan gelar, kita serahkan pada dewan gelar," ucapnya.
JAKARTA
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Panglima TNI Jenderal Gatot
Nurmantyo tampil di hadapan media. Tampilnya Panglima TNI bersama Jokowi
bersamaan dengan merebaknya kabar Jenderal Gatot Nurmantyo akan dicopot
dari jabatannya.
Jokowi mengatakan, dirinya sengaja mengajak
Gatot Nurmantyo untuk memberikan pernyataan sikap terkait kabar
pergantian Panglima TNI.
"Tidak ada yang namanya penggantian Panglima TNI," tegas Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Menurutnya
loyalitas Gatot Nurmantyo kepada negara patut diapresiasi. Bahkan,
Gatot Nurmantyo, kata Jokowi mencurahkan semua waktunya untuk
kepentingan bangsa ini.
"Karena beliau telah bekerja pagi siang malam dengan baik," ucapnya.
Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Informasi Pergantian Panglima TNI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto/Isra Triansyah/SINDOnews
JAKARTA
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah informasi yang beredar bahwa
dirinya akan mengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurut
Jokowi, isu tersebut perlu diluruskan kepada masyarakat.
Jokowi
menyesalkan adanya informasi yang beredar tersebut. Untuk itu dirinya
memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, untuk menelusuri penyebar
informasi itu.
"Nanti saya perintah ke Kapolri, tidak benar. ini namanya ingin memanaskan suasana," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Saat ditanya mengenai kepercayaan Jokowi kepada Gatot Nurmantyo, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjawab secara diplomatis.
"Wong
tiap hari sama panglima, gimana. Kemarin kita makan siang lebih satu
jam dengan panglima juga. Sudah nanti (tanya) ke panglima," tandasnya.
Panglima TNI: Kalau Ada Pergantian, Presiden Panggil Saya Dahulu
Panglima
TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menilai isu pergantian jabatannya adalah
karangan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA
- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan klarifikasi terkait
isu tentang pergantian jabatannya. Dia menganggap kabar tersebut
karangan yang sengaja diembuskan oknum tidak bertanggung jawab.
"Tentunya
kalau ada pergantian, Presiden panggil saya dahulu kan," kata Gatot di
Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Ketika
ditanya apakah kabar itu untuk memanasi keadaan, Gatot menandaskan biar
masyarakat yang memberikan penilaian atas isu tersebut.
Dia
mengaku berada bersama Presiden saat pascaperistiwa bentrokan antara
para demonstran dengan aparat keamanan di depan Istana Merdeka, 4
November 2016 malam.
Gatot juga sempat mendampingi Presiden saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI di Markas Besar Angkatan Darat.
Terkait
dengan pernyataan Presiden yang memerintahkan Kapolri untuk menelusuri
pihak isu pergantian Panglima TNI, Gatot tidak banyak berkomentar. "Tadi
kan Presiden sudah menyampaikan biar nanti Kapolri (menelusuri),"
ujarnya.
Kapal perang Rusia usir kapal selam Belanda di Laut Mediterania. Foto/Istimewa
MOSKOW
- Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov
mengatakan, dua kapal angkatan laut Rusia melihat kapal selam kelas
Walrus pada Rabu (9/11/2016). Kapal tersebut berjarak 11 mil laut dari
kapal induk Admiral Kuznetsov dan kapal pengawalnya.
"Kapal
perusak telah melacak kapal selam itu selama lebih dari satu jam,
menggunakan helikopter anti kapal selam, sebelum memaksanya untuk
meninggal daerah itu," katanya seperti dikutip dari Belfast Telegraph,
Kamis (10/11/2016).
Konashenkov menambahkan bahwa kapal selam itu
terlihat "canggung" untuk bermanuver di dekat skuadron Rusia yang bisa
mengakibatkan kecelakaan. Skuadron Rusia sendiri sebelumnya telah
melihat beberapa kapal selam NATO, termasuk kapal selam nuklir Amerika
Serikat (AS) kelas Virginia, dalam perjalanan ke perairan Mediterania
timur.
Seorang pejabat NATO mengatakan bahwa angkatan laut
aliansi bentukan AS itu telah memantau armada Rusia dalam beberapa pekan
terakhir dengan teratur dan bertanggung jawab. Namun ia menolak untuk
menguraikan bagaimana NATO melakukan hal tersebut.
Kapal induk
Laksamana Admiral Kuznetsov ditemani kapal bertenaga nuklir Peter the
Great yang merupakan kapal penjelajah dengan rudal besar dan beberapa
kapal lainnya menjalankan misi di pantai Suriah. Ini adalah penyebaran
terbesar angkatan laut Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.
NATO
telah menyatakan keprihatinannya dan mengatakan langkah itu bisa
pertanda peningkatan jumlah serangan udara Rusia di Suriah, khususnya di
sekitar kota yang terkepung Aleppo.
Para
demonstran di Italia menggeruduk pangkalan militer AS di Vicenza,
mendesak semua tentara AS hengkang dari Italia. Foto / Olol Jackson /
Facebook
VICENZA
- Sekitar 200 pengunjuk rasa menggeruduk pangkalan militer Amerika
Serikat (AS) di Vicenza, Italia, tepat di hari pemilihan presiden
(Pilpres) AS, kemarin. Massa mendesak semua tentara AS hengkang dari
Italia.
Dalam aksi “usir” tentara AS itu, mereka menggunakan petasan. Namun, polisi menghalau dengan tembakan gas air mata.
Para demonstran tak peduli siapa yang pemenang Pilpres AS. Mereka hanya ingin semua tentara AS pulang.
Vicenza, yang terletak di timur laut Italia, adalah rumah bagi pangkalan militer AS ”Dal Molin”.
“Clinton
atau Trump? Tentara pulang!,” bunyi spanduk yang diusung para
demonstran sebelum pemenang Pilpres AS muncul. Seperti diketahui, Donald
Trump dari Partai Republik mengalahkan Hillary Clinton dari Partai
Demokrat dalam Pilpres AS kemarin.
”Bagi kami, Clinton atau Trump
tak ada bedanya; Tujuan kami adalah untuk membebaskan wilayah kami dan
semua wilayah dari kehadiran militer,” kata Olol Jackson, juru bicara
“Presidio No Dal Molin”, organisasi protes yang mendesak semua tentara
AS hengkang dari Italia, seperti dikutip Ruptly.
”Kami
pikir ini adalah saat terbaik untuk membuat Presiden AS berikutnya
mengerti bahwa kami menentang pangkalan militer dan bahwa sudah waktunya
bagi mereka untuk pulang,” ujar Jackson.
Dinding-dinding
fasilitas di pangkalan militer AS juga ditempeli poster bertuliskan
“tentara pulang”. Tak lama setelah unjuk rasa dimulai, sekitar 50 orang
memisahkan diri dan mulai melemparkan petasan ke pangkalan militer AS.
Tidak ada yang terluka dalam insiden itu.
Italia tercatat
sebagai negara terbesar kedua di Eropa yang menjadi rumah bagi militer
AS. Pada bulan Agustus, Menteri Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni
mengumumkan negaranya juga akan mempertimbangkan permintaan Washington
yang menggunakan pangkalan udara Sigonela Italia untuk serangan udara
terhadap target ISIS di Libya.
Pakar menilai bahwa akan ada perubahan
menarik dalam pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald
Trump dan wakilnya, Mike Pence. (Reuters/Mike Segar)
Jakarta, CB --
Taipan real-estate Donald Trump telah
berhasil menunjukan kepada publik Amerika Serikat, bahkan dunia, bahwa
dirinya mampu keluar sebagai pemenang dalam pemilu dan terpilih sebagai
Presiden AS ke-45.
Hasil perhitungan cepat menunjukkan Trump memperoleh 288 electoral votes di 29 negara bagian AS, jauh meninggalkan rival, Hillary Clinton, yang hanya mampu meraup 215 electoral votes. Dibutuhkan minimal 270 electoral votes untuk mampu melenggang ke Gedung Putih.
Meski masih ada satu tahapan lagi sebelum meresmikan Trump sebagai presiden, yakni electoral college, namun nampaknya posisi Trump saat ini tak tergoyahkan.
"Jika dalam popular vote sudah menang, biasanya kandidat tersebut dalam tahap electoral college sudah pasti menang," ucap Diandra Dewi, pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Parahyangan Bandung saat dihubungi CNN Indonesia.com, Rabu (9/11).
Dosen pengajar matakuliah Politik Global Amerika Serikat itu menuturkan,
kemenangan Trump dalam pemilu popular jelas memperbesar kesempatan pria
berusia 70 tahun itu untuk resmi menjadi presiden AS setelah tahapan electoral college pada Desember mendatang.
"Pada electoral college biasanya jika tidak terjadi hal-hal besar, tidak akan mempengaruhi hasil pemilu popular," kata Diandra.
Hal serupa turut diutarakan oleh peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siswanto yang mengatakan, hasil electoral college biasanya berbanding lurus dengan hasil pemilu popular.
Siswanto
menyatakan, kemenangan dalam pemilu biasanya turut menghantarkan
seorang capres meraih kemenangan di tahap electoral college nanti,
walaupun, tidak selalu mutlak.
Siswanto menyatakan, akan ada perubahan menarik dalam pemerintahan AS di tangan Trump. Taipan real-estate itu, tutur Siswanto, akan lebih berfokus pada politik dalam negeri AS.
Ia
berujar, khusus mengenai kebijakan ekonomi AS, Trump dinilai akan
menekankan beberapa kebijakan ekonomi yang terfokus pada penguatan iklim
pengusaha dan pebisnis dalam negeri.
"Merujuk pada kampanye
Trump, kebijakan ekonomi Trump nampaknya lebih berpihak pada kalangan
menengah atas seperti dalam permasalahan pajak dan juga memperkuat para
pengusaha lokal di sana," kata Siswanto.
Hal ini senada dengan
peryataan Trump dalam pidato kemenangan pemilu dihadapan para
pendukungnya di Hotel Hilton Midtown, Manhattan, pada Rabu (9/11).
Dengan
bangga dan lantang, Trump berjanji akan memulai pemerintahannya dengan
sebuah proyek pembangunan yang dapat memperluas dan meningkatkan
pertumbuhan serta pembaharuan nasional.
Selain itu, Trump juga berjanji terus memperbaiki infrastrukur publik dan memberi pekerjaan bagi jutaan warga AS.
"Saya
akan memanfaatkan orang-orang kreatif, berbakat, dan cerdas untuk
dimanfaatkan dalam membangun bangsa ini bagi kebaikan dan manfaat bagi
semua warga AS," kata Trump.
Politik Inward Looking
Siswanto
berujar, akan ada perbedaan yang cukup signifikan dalam politik luar
negeri AS di tangan Trump yang notabene merupakan seorang Republik.
Ahli
Politik Amerika ini menyatakan, politik luar negeri AS dibawah seorang
pemimpin Republik akan cenderung lebih terfokus pada penguatan kendali
AS secara global.
Hal ini, tuturnya, dapat menimbulkan beberapa
perubahan yang cukup signifikan dalam pendekatan AS untuk menjalin dan
menangani permasalahan dengan komunitas internasional.
Siswanto
mengatakan, terpilihnya Trump dapat membuat pendekatan AS terhadap
negara lain menjadi lebih tegas dan keras dibandingan dengan
pemerintahan sebelumnya, khususnya dalam hal menangani situasi konflik.
"Biasanya
pendekatan AS dengan pemimpin seorang Republik cenderung mengedapnkan
kekuatan daripada melalui negosiasi. (Terpilihnya Trump) bisa jadi
meningkatkan ketegangan hubungan AS, misalnya dengan China, karena AS
akan lebih mengedepankan kekuatan daripada negosiasi," ucap Siswanto.
Siswanto juga memprediksi kebijakan luar AS di tangan Trump akan terkesan lebih inward looking. Trump akan menerapkan kebijakan luar negeri yang tidak terlalu ekspansif saat dipimpin oleh Barrack Obama.
"Dari
segi ekonomi, akan ada semacam rasionalisasi kebijakan luar negeri yang
disesuaikan dengan kebijakan internal sehingga tidak akan terlalu
ekspansif. (Kebijakan AS) akan cenderung lebih tertutup atau introvert," katanya.
Pemaparan yang akan disajikan oleh
analis veteran karier intelijen AS itu akan mencakup operasi spionase
penyamaran dan rahasia metode pengumpulan data intelijen. (Reuters/Scott
Morgan)
Jakarta, CB
--
Badan intelijen Amerika Serikat akan segera
menggelar sesi pemaparan berbagai rahasia keamanan negara kepada Donald
Trump sebagai presiden terpilih dalam pemilihan umum, layaknya yang
mereka berikan sebelumnya kepada Barack Obama.
Seorang pejabat
intelijen mengatakan bahwa sesi pemaparan itu akan dimulai dalam waktu
beberapa hari ke depan. Pemaparan yang akan disajikan oleh analis
veteran karier intelijen AS itu akan mencakup operasi spionase
penyamaran dan rahasia metode pengumpulan data intelijen.
Sementara
Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (ODNI) belum berkomentar, seorang
mantan Wakil Direktur Badan Intelijen Pusat AS, John McLaughlin,
sebagai salah satu orang yang akan melakukan pemaparan itu akhirnya
angkat bicara.
"Saya yakin badan-badan intelijen akan melakukan pemaparan ini dengan
benar-benar profesional. Ketika rakyat Amerika sudah memilih presiden,
dia diwajibkan mendapatkan dukungan penuh dari intelijen dan badan
intelijen harus yakin bahwa presiden terpilih akan sama profesionalnya,"
katanya, seperti dikutip Reuters.
Selama ini, Trump
dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Gagasan-gagasan kebijakan yang
ia kemukakan saat kampanye juga sangat berbeda dengan kebijakan
pemerintah AS sebelumnya.
"Saya sudah melihat bagaimana perubahan
yang terjadi ketika seorang capres menjadi presiden dan mengetahui
betapa istimewanya tanggung jawab yang ia emban. Kami hanya berharap itu
terjadi lagi," tutur McLaughlin.
Seorang mantan analis senior
CIA, Paul Pillar, mengatakan bahwa pemaparan ini sangat penting.
Pasalnya, Trump merupakan presiden terpilih yang nantinya akan
bertanggung jawab atas semua kebijakan negara.
"Presiden terpilih
sudah ditunjuk oleh rakyat Amerika dan dia adalah orang yang diketahui
oleh intelijen akan menjabat selama empat tahun ke depan. Itu adalah
alasan kuat untuk melakukan sesi pemaparan kepada presiden terpilih,
layaknya dia memang sudah menjadi presiden," ucapnya.
Sebelumnya,
Trump sudah mendapatkan pemaparan intelijen ketika ia dipastikan
menjadi calon presiden dari Partai Republik. Dalam sesi tersebut, tim
kecil intelijen menggambarkan garis besar ancaman dan isu kebijakan luar
negeri yang dihadapi AS.
Sesi pemaparan sebelum pemilu tersebut
mencakup beberapa informasi rahasia, tapi tak menjabarkan secara rinci
mengenai operasi atau metode pengumpulan data intelijen.
Berbagai skandal dan kontroversi yang
mewarnai kampanye Donald Trump selama lebih dari setahun terakhir
ternyata tak menghalanginya meraup mayoritas suara. (Reuters/Andrew
Kelly)
Jakarta, CB
--
Donald Trump berhasil meraup mayoritas suara dan
keluar sebagai pemenang dalam pemilihan umum presiden, Selasa (9/11).
Konglomerat asal New York ini terbukti mampu merebut hati mayoritas
pemilih AS dan mengejutkan dunia, meski ia sama sekali tak memiliki
pengalaman di dunia politik.
Sebelum masa kampanye pencalonan
presiden AS dimulai, publik hanya mengenal Trump sebagai sosok taipan
yang memiliki beragam bisnis properti, mulai dari real-estate, hotel, kasino, hingga sejumlah fasilitas mewah lainnya, yang tersebar tak hanya di AS tapi juga di negara lain.
Hingga
pada Juni 2015, ketika ia memutuskan mencalonkan diri sebagai presiden
menggantikan petahana Barack Obama, publik dunia banyak melihat sisi
lain dari mantan bintang televisi itu. Sadar sebagai orang yang tak
memiliki pengalaman politik, Trump menawarkan berbagai janji yang
populis, meski cenderung konservatif dan kontroversial.
Saat
itu, publik bahkan tak yakin Trump akan memenangkan pertarungan menjadi
calon presiden dari Partai Republik. Trump selalu dianggap sebagai sosok
yang hanya ikut meramaikan bursa bakal capres, sebab harus berhadapan
dengan nama-nama besar lain yang lebih potensial, seperti Jeb Bush,
Marco Rubio, Ted Cruz, atau bahkan Carly Fiorina.
Ternyata, Trump dapat melibas 16 kandidat capres AS lain dan resmi mewakili Republik dalam pertarungan kursi Gedung Putih.
Pencalonan
Trump sebagai capres AS membawanya meraih beberapa rekor pemilihan
dalam konvesi nasional Partai Republik. Namun, sikap ambisius dan
lidahnya yang terkesan ceplas-ceplos tak jarang mengantarkan dirinya
bahkan citra Partai Republik dalam kondisi buruk.
Program Kontroversial
Selama
masa kampanye, tak jarang komentar Trump dan perilakunya menimbulkan
kontroversi publik AS bahkan internasional. Trump juga sempat disebut
sebagai calon presiden AS terburuk sepanjang masa.
Semenjak
keputusan Trump memutuskan mendaftarkan diri menjadi kandidat capres AS,
terhitung setidaknya Trump telah menghina sekitar 282 orang melalui
perkataan dalam akun Twitter resminya.
Tak hanya menghina
rivalnya, pria berusia 70 tahun ini juga meluncurkan kritikan pedas
kepada sejumlah negara lain, seperti China, Meksiko, Jepang dan Korsel.
Trump menilai China dan Meksiko telah merebut lapangan pekerjaan AS,
sementara Jepang dan Korsel seharusnya "membayar uang keamanan kepada
AS, karena selalu meminta perlindungan."
Pria kelahiran 14 Juni
1946 itu menyebutkan Amerika bagai negara yang sudah mati akibat
kepentingan bisnis yang jahat dan korupsi para politikusnya. Trump
berkoar, hanya dia yang dapat mengembalikan kekuatan dan kehebatan AS.
Salah
satu programnya yang kontroversial yaitu komentar Trump yang ingin
membangun tembok pembatas di perbatasan Meksiko-AS untuk mencegah para
imigran masuk. Trump juga menganggap imigran Meksiko sebagai kriminal
dan pemerkosa.
Celotehan Trump lainnya yang membuat publik
terkejut adalah komentar mengenai warga Muslim di AS. Trump sempat
menyatakan akan melarang Muslim untuk masuk ke AS dan mengatakan, "Islam
membenci kami."
Bahkan, dalam debat capres terakhir, Trump
mengatakan bahwa pemerintah AS seharusnya menyebut terorisme dengan
"teroris Islam radikal", istilah yang tak pernah digunakan oleh
pemerintah Barack Obama.
Serangan Skandal
Tak
hanya kontroversi yang ia ucapkan, kampanye Trump juga diwarnai oleh
berbagai skandal yang membuat citranya buruk di mata publik.
Pada
Oktober lalu, Trump terjerat skandal dugaan pelecehan terhadap wanita
yang terekam dalam sebuah rekaman suara dan membuatnya semakin
tersungkur jauh dari Clinton dalam sebagian survei pemilu nasional.
Dalam
rekaman itu, Alumni Universitas Fordham ini mengaku kerap memegang dan
mencium wanita tanpa meminta izin terlebih dahulu. Walaupun rekaman
percakapan itu sudah secara gamblang menunjukan "perilakunya", Trump
tetap membantah tidak pernah melakukan pelecehan terhadap wanita.
Tak
lama setelah rekaman itu beredar, lebih dari 10 wanita yang mengaku
pernah dilecehkan Trump angkat bicara kepada media. Namun, Trump justru
menuduh mereka berbohong dan mengancam akan menuntut mereka.
Berbagai
skandal dan kontroversi Trump ternyata tak menghalanginya meraup
mayoritas dukungan pemilih AS. Trump berhasil meraup 289 electoral votes, jauh meninggalkan Clinton dengan 218 electoral votes. Hasil ini mampu melenggangkan Trump ke Gedung Putih.
Dokumentasi
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) memeriksa pasukan
saat memimpin upacara Wisuda Prajurit Bhayangkara Taruna, di Lapangan
Sapta Marga, komplek Akademi Militer, di Lembah Tidar, Magelang, Jawa
Tengah, Selasa (3/11). Sebanyak 800 taruna taruni yang terdiri dari 268
matra darat, 126 matra laut, 106 matra udara dan 300 kepolisian diwisuda
setelah selesai mengikuti pendidikan dasar Integrasi Kemitraan
Chandradimuka Akademi TNI dan Akademi Polisi 2015 selama tiga bulan.
(ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Magelang (CB) - Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo,
mewisuda jurit 758 prajurit-bhayangkara taruna, di Lapangan Sapta Marga,
Kampus Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Selasa.
Upacara wisuda itu --secara tradisi dinamakan Wisuda Prajurit--
menandai akhir masa pendidikan dasar terintegrasi kemitraan Akademi TNI
dan Akademi Kepolisian tahun akademik 2016.
Tahap
integrasi itu dinamakan tahap Chandradimuka yang dijalani selama
setahun bagi taruna, kadet, dan karbol Akademi Milter, Akademi TNI AL,
dan Akademi TNI AU.
Sedangkan bagi taruna
Akademi Kepolisian, mereka hanya tiga bulan bersama-sama dengan
rekan-rekannya dari ketiga matra TNI itu; dan kembali lagi bergabung di
ujung tahun pertama tahap Chandradimuka itu.
Prajurit
taruna dan bhayangkara taruna yang di-Wisuda Jurit itu terdiri atas 458
calon prajurit taruna menjadi prajurit taruna dan 300 calon bhayangkara
taruna menjadi bhayangkara II taruna.
Nurmantyo mengatakan, pendidikan dasar integrasi kemitraan Akademi
TNI dan Akademi Kepolisian untuk membentuk para prajurit TNI dan
bhayangkara kepolisian secara bersama-sama membangun semangat integrasi.
Selain itu, katanya pendidikan dasar integrasi kemitraan Akademi
TNI dan Akademi Kepolisian agar para taruna Akademi TNI maupun Akademi
Kepolisian memiliki pengetahuan dan keterampilan profesi keprajuritan
serta kesamaptaan jasamani untuk dapat mengikuti latihan dasar lanjutan
di akademi angkatan dan akademi kepolisian.
Menurut dia pendidikan dasar integrasi kemitraan bersama diberikan
agar para taruna dan taruni dari ketiga angkatan dan kepolisian
mempunyai sikap dan perilaku keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
Ia mengatakan taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian merupakan
pemuda/pemudi pilihan yang disiapkan menjadi calon pimpinan TNI dan
Kepolisian Indonesia pada masa depan.
"Agar mampu mengemban tugas negara, taruna harus ditempa dalam
berbagai tahapan, ditempa lalu pematangan kepemimpinan secara bertahap
dan berkelanjutan," katanya.
Ia mengatakan untuk mencapai cita-cita tersebut, para prajurit
taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dituntut dapat mewujudkan
semangat kebersamaan dan membangun soliditas antara TNI dan Polri.
458
prajurit taruna selama tujuh bulan ke depan masih menjalani pendidikan
lanjutan di Resimen Chandradimuka Akademi Militer Magelang, sedangkan
300 bhayangkara dua taruna meneruskan pendidikan lanjutan di Akademi
Kepolisian di Semarang.
Sebuah keluarga mengunjungi pemakaman yang dirusak ekstremis ISIS di Qayara, 50 Km dari Mosul, Irak, Kamis, 27 Oktober 2016.
CB, MOSUL -- Sebuah kuburan massal ditemukan
oleh pasukan Irak di dekat Mosul. Penemuan mengerikan ini akan
diselidiki lebih mendalam, mengingat kemungkinan besar banyak orang yang
merupakan korban kekejaman Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikubur
di dalamnya.
Kelompok militan itu diduga menewaskan ribuan orang
dalam berbagai eksekusi, maupun pembunuhan disengaja lainnya di
wilayah-wilayah yang mereka kuasai. Sejak dua tahun lalu, ISIS menguasai
banyak daerah di Irak dan Suriah.
Namun, dalam satu tahun terakhir, kelompok itu mulai kehilangan
kontrol atas wilayah kekuasaan. Seperti di Irak, perlawanan dari pasukan
pemerintah negara itu dilakukan dan kini hampir mencapai pusat Mosul,
kota yang menjadi salah satu basis terbesar ISIS.
Seiring
pergerakan pasukan Irak ke dalam Mosul, kuburan massal ditemukan dengan
banyaknya tulang belulang berserakan. Tak hanya itu, potongan baju dan
kantong plastik juga ditemuka di sekitarnya, menunjukkan tubuh para
jenazah dimakamkan denga cara yang sesuka hati.
"Penyidik
terbang pagi ini dan sedang dalam perjalanan menuju kuburan massal untuk
memeriksa penyebab kematian mayoritas jenazah yang berada d sana," ujar
salah satu pejabat berwenang Irak, Haider Majeed, dilansir Belfast Telegraph, Selasa (8/11).
Lokasi
kuburan massal berada di dekat sebuah lahan pertanian. Di sana terdapat
sekitar 100 jenazah yang dalam kondisi membusuk ditemukan, dan terlihat
bahwa kepala mereka terpenggal.
Operasi untuk membersihkan ISIS
dari Mosul dilakukan pasukan Irak bersama dengan Peshmerga Kurdi, dan
dukungan dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dimulai pada 17
Oktober lalu. Diperkirakan serangan ofensif berlangsung selama dua
bulan. Pasukan saat ini sudah mulai memasuki pusat Mosul. Namun,
beberapa masih terhenti akibat serangan balasan dari ISIS di pinggir
timur kota tersebut.
Gulungan Laut Mati (Dead Sea Scrolls) yang ditampilkan di internet.
CB, TEPI BARAT -- Otoritas pemerintahan
Palestina meminta agar pemerintah Israel mengembalikan Gulungan Laut
Mati, atau salinan paling awal dari Alkitab Ibrani yang ditemukan di
wilayah Palestina. Badan otoritas pemeritah Palestina yang mengontrol
Tepi Barat menegaskan, tulisan-tulisan dari Alkitab Ibrani tersebut
sebelumnya telah dicuri oleh Israel dari wilayah Palestina.
Israel
memandang, Gulungan Laut Mati tersebut telah menjadi harta nasional
yang menjelaskan akar warga Yahudi dan Nasrani di Tanah Suci itu. Dan
Gulungan Laut Mati dianggap salinan kitab suci paling awal dari 10
Perintah Tuhan yang diyakini Yahudi dan Nasrani.
Namun
bagaimanapun klaim Israel, Badan PBB untuk Ilmu Pengetahuan dan
Kebudayaan (UNESCO) telah meminta Israel untuk menyerahkan Gulungan Laut
Mati yang juga salinan dari beberapa bagian Alkitab tersebut ke
Palestina. "Tulisan-tulisan yang ditemukan oleh penggembala Palestina
di gua-gua yang berada di daerah Qumran, di gurun Yudea pada tahun 1947
merupakan bagian dari warisan Palestina," kata wakil Palestina untuk
UNESCO, Munir Anis Nasser dilansir dari Ibtimes, Selasa (8/11).
Jerussalem
Post sebelumnya melaporkan daerah Qumran, yang sekarang menjadi situs
arkeologi, merupakan salah satu daerah pelestarian pemerintah Palestina.
Dimana Palestina menginginkan wilayah itu terdaftar di bawah 'Negara
Palestina' dan masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.
Langkah
Palestina ini menyusul keberhasilan serangkaian resolusi UNESCO pada
Oktober lalu yang menandakan kompleks keagamaan di wilayah Yerusalem
sebagai al-Haram al-Sharif atau semata-mata tempat suci Muslim. Bukan
Temple Mount seperti yang diinginkan Yahudi.
Namun, keinginan
Palestina ini ditentang keras oleh delegasi Israel untuk UNESCO, Carmel
Shama-HaCohen. "Ini adalah contoh lain dari provokasi dan 'hutzpah'
dari Palestina yang mencoba untuk menulis ulang sejarah dan menghapus
hubungan kita dengan tanah kami," kata Shama-HaCohen dilansir Times Of Israel.
Asal-usul
dari Gulungan Laut Mati ditelusuri berasal dari abad ketiga sebelum
masehi (SM). Bahkan diduga salinan aslinya berasal dari sebelum
kehancuran Bait David kedua di Temple Mount.
Gulungan Laut Mati
ini terdiri dari perkamen kulit hewan, dan sebagian besar ditulis
menggunakan bahasa Ibrani. Meskipun sekitar 15 persen dari teks ditulis
dalam bahasa Aram dan ada banyak bagian menggunakan bahasa Yunani.
JAKARTA -- Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi bereaksi
atas munculnya persoalan dan meluasnya kontroversi berbagai soal
kebangsaan terkait soal kasus dugaan pensitaan Alquran Surat Al Maidah
ayat 51 yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjaja Purnama.
KH
Hasyim Muzadi, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Depok
mengatakan memang ada beberapa hal yang membuat isu tersebut menjadi
sangat sensitif terkait dengan agama Islam. Dalam release yang
dikirimkan kepada Republika.co.id, Rabu pagi (9/10) dia
menyatakan pandangannya yang diberi judul 'Kekuatan (Energi) Alquran dan
Politisasi'. Isi lengkapnya sebagai berikut:
Dikalangan umat
Islam seluruh dunia ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau
direndahkan yakni : Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Al-Quran. Pertama,
apabila salah satu dari hal itu, apalagi ketiganya disinggung dan
direndahkan pasti mendapat reaksi spontan dari umat islam tanpa disuruh
siapapun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh
sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut
akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Kedua,
fenomena demo 4 Nopember 2016 tentu secara lahiriah dipimpin oleh
beberapa tokoh yang merasa terpanggil untuk membela kesucian kitabnya.
Namun jumlah yang hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spritiual)
yang dahsyat dari pengaruh Al-Quran tersebut. Hal ini dapat dibuktikan
para pemimpin yang melakukan demo atau mengumpulkan masa tanpa dorongan
spiritualisme tersebut tidak mungkin dapat menggerakan umat yang
berjumlah jutaan. Mereka berjalan dengan damai, tertib dan siap untuk
berkorban. Sehinga sesungguhnya tidak perlu dicari dalangnya, provokator
atau siapa yang membayar. karena provokator dan bayaran setingkat
apapun tidak akan mampu menggalang kekuatan tersebut. Yang ada mereka
adalah menempel gelombang besar untuk kepentingannya bukan kemampuan
menciptakan gelombang itu sendiri.
Ketiga,
kedahsyatan energi Alquran tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan dan
diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani Alquran. Tentu sangat
sulit untuk diterangkan kepada mereka yang tidak percaya kepada Alquran,
berpikiran atheis, sekuler dan liberal. Karena mereka jangan lagi
memahami energi Alquran, menerima alquran pun belum tentu bisa.
Sehingga perdebatan antara keimanan kepada aquran dan ketidak percayaan
kepada Alquran hanya akan melahirkan advokasi bertele-tele dan berbagai
macam rekayasa.
Keempat, Alquran sebagai kitab suci sekaligus kitab pembeda (Alfurqon)
yang membedakan antara yang hak dan yang batil. Maka tidak heran kalau
kemudian kelihatan dikalangan umat islam sendiri mana yang bertindak
sebagai pejuang, sebagai pengikut perjuangan yang ikhlas tanpa pamrih,
yang mengambil posisi memanfaatkan keadaan (kepentingan duniawi sesaat)
dan mana yang memang menyelewengkan Alquran. Sedangkan di kalangan non
muslim sendiri hanya sangat sedikit yang membuat konflik lintas agama
dengan kaum muslimin. Mereka adalah fihak yang sudah basah politisasi
dan kapitalisasi ekonomi serta hegemoni kekuasaan. Sedangkan mayoritas
mutlak non muslim tetap bersatu bersama kaum muslimin dalam penegakan
NKRI.
Lautan masa memadati kawasan Bundaran Air Mancur Bank Indonesia sebelum menuju ke depan Istana Merdeka di Jakarta, Jumat (4/11).
Kelima, di era demokratisasi
politik indonesia gerakan pembelaan Al-Quran tidak akan lolos dari
upaya pihak-pihak tertentu dalam melakukan politisasi yang tujuannya
membelokkan dan mengaburkan tujuan suci tersebut. Politisasi sebenarnya
tidak hanya terjadi pada tanggal 4 11 malam hari, tetapi sesungguhnya
telah dimulai semenjak rakyat merasakan penggunaan kekuasaan untuk
mendukung atau tidak mendukung salah satu pihak yang memiliki
kepentingan.
Seorang gubernur petahana yang akan mencalonkan
kembali sebagai gubernur diharuskan oleh undang-undang untuk menjalani
cuti. Artinya tidak boleh ada penggunaan kekuasaan didalam proses
demokratisasi pemilihan. Apabila terjadi termasuk abuse of power
(Penyalahgunaan kekuasaan). Keenam, perdebatan tentang siapa dalang,
provokator, penunggangan politik, sebenarnya sudah tidak diperlukan
lagi sebagai isu, demi kesatuan dan persatuan NKRI. Lebih bermanfaat
kalau kita fokus kepada kewajiban negara dalam melindungi hak yang
adil dari kaum muslimin indonesia. Sehubungan dengan adanya penistaan
alquran tersebut yang diproses menurut hukum negara (UU No 1. Tahun
1965). Hal semacam ini sebenarnya pernah terjadi di Indonesia pada
kasus Arswendo, lia eden dan musadek. Namun bedanya mereka tidak
sebesar Ahok.
Ketujuh, khusus untuk kaum
muslimin indonesia agar terus memperbaiki kualitas perjuangannya.
Hendaknya janganlah masalah kemurnian perjuangan pembelaan Al-Quran
ini dicampur aduk dengan isu khilafah, pendirian negara islam, memberi
peluang terhadap ISIS, peluang terhadap teroris, dan perlawanan terhadap
pesatuan dan kesatuan bangsa. Karena apabila hal-hal tersebut
dilakukan oleh kaum muslimin akan menjadi alat pukul balik terhadap
kaum muslimin itu sendiri, dan dapat mengakibatkan umat islam
bercerai-berai.
Kedelapan, seluruh kaum Muslimin
apapun ormasnya jangan beranggapan bahwa sekat-sekat ormas itu dapat
menghadang energi Alquran. Karena kalau dipaksakan, justru berakibat
tidak ditaatinya pemimpin oleh umatnya sendiri yang memang ghirah
alqurannya tinggi.
Kesembilan, saat ini upaya
untuk menciptakan opini bahwa Ahok tidak menistakan agama tampak akan
berlanjut. Kita masih menunggu hasil finalnya. Hasil finalnya tersebut
bergantung siapa yang dimintai pendapat dan fatwanya oleh pihak
kepolisian. Semoga akan selaras dengan keputusan MUI (Majelis ulama
Indonesia).
Wakil
Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Kapolri Jendral Pol Tito
Karnavian (kedua kanan), Presiden Interpol, Mireille Ballestrazzi (kedua
kiri), Sekjen Interpol Jurgen Stock (kiri) dan Gubernur Bali Made
Mangku Pastika (kanan) saat pembukaan Sidang Umum ke 85 Interpol di Nusa
Dua, Bali, 7 November 2016. ANTARA FOTO
CB, Nusa Dua - Kepala Biro
Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri Brigadir Jenderal
Johanis Asadoma mengatakan tidak ada nama dari Indonesia dalam bursa
calon Presiden Interpol.
Presiden Interpol saat ini, Mireille
Ballestrazzi, yang berkebangsaan Prancis, akan mengakhiri masa
jabatannya tahun ini. Meski demikian, ada wacana bahwa personel dari
Indonesia menjadi anggota eksekutif komite Interpol.
"Kami akan
mengajukan personel," kata Johanis saat jumpa pers di Bali Nusa Dua
Convention Center, Selasa malam, 8 November 2016. Menurut Johanis,
personel yang diajukan untuk menjadi anggota eksekutif komite Interpol
tidak hanya anggota Polri, tapi juga dari lembaga penegak hukum yang
lain di Indonesia.
Ihwal pengganti Mireille Ballestrazzi, kata
Johanis, berdasarkan informasi yang beredar selama dua hari Sidang Umum
Interpol ke-85 di Bali, calon Presiden Interpol selanjutnya berasal dari
Cina. Namun Johanis tidak menyebutkan nama calon yang diajukan
itu. "Calon dari negara lain saya belum dengar," tuturnya.
Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Sidang Umum Interpol 2016 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian dalam
sambutannya saat pembukaan pada Senin, 7 November 2016, mengatakan
Indonesia merupakan anggota Interpol yang selalu aktif menjalin kerja
sama. "Selama ini kami telah berbagi dan kerja bersama dalam
penyelenggaraan sejumlah kegiatan strategis, yaitu pengembangan
kapasitas, konferensi, dan penanganan kejahatan terorganisasi lintas
negara," ujarnya.
Incar Komite Eksekutif, Indonesia Tak Ajukan Calon Presiden Interpol
Ambaranie Nadia K.M
Suasana menjelang sidang umum Interpol di Bali Nusa Dua Convention
Center (BNDCC), Bali. Acara ini berlangsung selama empat hari, mulai
Senin (7/11/2016) hingga Kamis (10/11/2016).
NUSA DUA, CB - Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Pol Johanis Asadoma mengatakan, Indonesia tidak mengajukan diri sebagai calon Presiden Interpol 2016-2020.
Presiden Interpol Mireille Ballestrazzi akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini.
"Kami tidak mengajukan calon Presiden Interpol. Yang sudah santer
beredar adalah Tiongkok akan mencalonkan calonnya untuk menjadi
presiden," ujar Johanis, dalam konferensi pers di Bali Nusa Dua
Convention Center (BNDCC) Bali, Selasa (8/11/2016) malam.
Johanis mengaku belum mendapatkan informasi apakah ada negara lain yang juga mengajukan diri.
Indonesia lebih mengincar posisi sebagai salah satu anggota komite eksekutif.
"Jadi ada 11 anggota komite eksekutif. Kami akan ajukan satu calon untuk komite eksekutif," kata Johanis.
Anggota yang diajukan tak tertutup hanya dari Polri.
Johanis mengatakan, bisa juga calon berasal dari lembaga penegak
hukum lain seperti kejaksaan atau Komisi Pemberantasan Korupsi yang
diajukan.
Menurut dia, Indonesia bisa memperoleh sejumlah keuntungan jika berada dalam keanggotaan komite eksekutif.
Salah satunya yakni merancang rencana kerja Interpol.
"Dapur untuk mengelola semua program-program kerja Interpol itu ada di executive committee. Keuntungannya, kita bisa terlibat di situ, kita membawa nama bangsa Indonesia ke dunia internasional," kata Johanis.
Interpol merupakan organisasi terbesar kedua setelah Persatuan Bangsa Bangsa.
Jika ada perwakilan Indonesia di sana, kata dia, maka nama Indonesia akan dikenal di kancah internasional.
Tak hanya itu, Indonesia bisa lebih mudah melakukan koordinasi terkait misi negara sendiri.
"Dengan adanya personil kita di sana maka akan lebih cepat koordinasi dan implementasi di lapangan," kata dia.
Rencananya pemilihan presiden baru interpol akan dilakukan pada hari terakhir sidang, Kamis (10/11/2016).
Pada sidang hari kedua, Selasa kemarin, para delegasi mulai menyusun
road map tahun 2020 dan action plan 2017-2020 untuk pengurus baru.
Gatot mengatakan, Presiden Jokowi adalah atasannya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memantau unjuk rasa 4 November (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
CB – Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa malam, 8 November 2016. Gatot mengatakan, dia bersama pasukannya dalam menjaga persatuan bangsa.
Seperti dalam aksi demo 4 November 2016 kemarin, Gatot mengatakan,
pihaknya bersama pihak Kepolisian sudah melakukan tindakan dan kerja
sama yang baik dalam melakukan pengamanan.
"Karena, Indonesia tanpa umat Muslim, bukan Indonesia. Karena,
Indonesia tanpa umat Kristen, umat Khatolik, umat Hindu, tanpa umat
Budha, bukan Indonesia," ucap Gatot.
Gatot juga menegaskan, dia akan siap melaksanakan perintah yang
diberikan 'atasannya', yakni Presiden Joko Widodo. Menurutnya, dia sudah
bersumpah sejak saat menjadi anggota TNI, 4 Maret 1982 untuk siap
menjaga Bhinneka Tunggal Ika.
"Saya lebih baik jadi tumbal untuk melaksanakan tugas Kebhinneka Tunggal Ikaan, daripada saya jadi presiden," ucap Gatot.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedara Nashir. (www.muhammadiyah.or.id)
CB, Jakarta -
Senin 7 November 2016, dengan senyuman dan lambaian tangan, Basuki
Tjahaja Purnama atau Ahok, memasuki Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta
Selatan. Pukul 08.13 WIB Ahok tiba dengan menumpang Kijang Innova B
1330 EOB.
Ahok menjalani pemeriksaan sebagai terlapor atas
kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan Buni Yani. Pemeriksaan Ahok
kemarin, merupakan kali kedua.
Mantan Bupati Bangka Belitung
itu, diduga menistakan agama, kala sosialisasi program pada 30 September
2016 di Pulau Seribu. Saat itu, ia menyinggung soal Pilkada DKI Jakarta
yang membawa-bawa Surat Al Maidah ayat 51.
Saat pemeriksaan
kemarin, Ahok diperiksan selama kurang lebih sembilan jam. Sebanyak 40
pertanyaan sudah diajukan penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Ahok sejak
dua kali pemeriksaan.
Penyidik telah meminta keterangan baik saksi dari pihak pelapor
maupun terlapor. Total sudah ada sekitar 20 saksi diperiksa polisi. Jika
semua pihak telah dimintai keterangan, polisi rencananya akan gelar
perkara secara terbuka (ekspose) pada Selasa atau Rabu pekan depan.
Ekspose terbuka tersebut merupakan perintah langsung Presiden Joko
Widodo atau Jokowi terkait kasus Gubernur nonaktif DKI Jakarta Ahok.
Ekspose terbuka juga sekaligus jawaban atas tuntutan para pengunjuk rasa
pada Jumat 4 November 2016 yang berakhir ricuh.
Sandera Bangsa
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap kasus dugaan penistaan
agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama atau Ahok segera selesai. Sehingga bangsa Indonesia tak perlu lagi tersandera karena masalah ini.
"Yang berkaitan dengan problem kita sebagai bangsa, kasus ini memang
kita harapkan segera berakhir dan ada kata putus agar bangsa ini tidak
tersandera oleh 1-2 orang yang bertindak gegabah di dalam kehidupan
berkebangsaan kita dan kita menatap ke depan," ujar Haedar, di Kantor PP
Muhammadiyah, Jakarta, Selasa 8 November 2016.
Dugaan penistaan agama ini mengundang unjuk rasa besar-besaran pada
Jumat 4 November 2016 kemarin. Aksi itu dinilai sebagai wujud ekspresi
kekecewaan sebagai aspirasi umat Islam kepada pemerintah.
"Aspirasi umat Islam yang muncul pada 4 November kemarin itu aspirasi
yang mewakili denyut nadi perasaan keagamaan seluruh umat Islam tanpa
ada klaim golongan atau kelompok. Dan kami juga yakin bahwa biarpun di
ujung demo yang damai itu ada sedikit kericuhan atau kerusuhan, itu
justru tidak sejalan dengan spirit pendemo," Haedar menjelaskan.
Dia berharap seluruh komponen bangsa bisa menciptakan suasana yang
lebih kondusif untuk mengawal kasus ini. Sehingga hasil dari pengusutan
kasus ini memenuhi rasa keadilan dan aspirasi umat Islam yang rasa dan
jiwa keagamaannya terganggu.
"Kami juga berharap dan mengajak kepada seluruh umat Islam untuk
terus mengembangkan suasana damai sambil mengawal proses hukum ini
secara demokratis, konstitusional mengikuti koridor hukum dan tetap
bermartabat," beber Haedar.
Polisi Ikut Menafsir
Kepolisian,
menurut dia, seharusnya fokus pada penuntasan kasus dugaan penistaan
agama. Tidak perlu, Polri ikut mengungkapkan tafsir atas kasus itu.
"Kita berharap juga Kepolisian tidak perlu mengembangkan
tafsir-tafsir yang bisa justru menambah keraguan atau menimbulkan
ekskalasi baru mengenai pengusutan kasus ini," ujar Haedar.
Belakangan sedang heboh penggunaan kata 'pakai' dalam kasus Ahok.
Berbagai pandangan muncul setelah Kapolri Jenderal Tito Karnavian
mengungkapkan ada temuan baru berupa dugaan penghilangan kata 'pakai'
dalam video sambutan Ahok.
Menurut Haedar, hal seperti itu tidak perlu diungkapkan kepolisian.
Dapat dirasakan, reaksi masyarakat atas pernyataan itu begitu luas
utamanya di media sosial.
"Itulah maksudnya Pak Kapolri jangan masuk ke area tafsir tersebut
agar tidak menimbulkan prasangka tertentu. Baik benar lebih-lebih salah
bisa menimbulkan prokontra lagi dan nanti polisi dituding memihak,"
jelas Haedar.
Untuk menghindari hal itu, Haedar meminta polisi fokus pada pemeriksaan kasus Ahok. Sehingga kasus ini cepat selesai. "Kita berharap bahwa itu dilaksanakan secara konsisten," pungkas Haedar.
Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan European Union Commissioner for Agricultural and Rural Development, Phil Hogan. Pertemuan tersebut digelar secara tertutup disela-sela EU-Indonesia Business Dialog.
Menperin
Airlangga menyebut dalam pertemuan itu membahas tentang keluhan
Indonesia terhadap pengenaan dumping pada produk kelapa sawit. Saat ini
pengenaan dumping pada produk tersebut bertarif 50%.
Dumping
adalah suatu bentuk diskriminasi harga internasional yang dilakukan oleh
sebuah perusahaan atau negara pengekspor, yang menjual barang di pasar
luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari harga di pasar dalam
negeri (harga normal).
"Membahas mengenai CEPA dengan Eropa, lalu
terkait pengenaan dumping untuk kelapa sawit. Kita dikenakan dumping,"
kata Airlangga, di Intercontinental Midplaza Hotel, Jakarta Selatan,
Selasa (8/11/2016).
Selain itu, pertemuan itu juga membahas
terkait hambatan yang terjadi di dalam perdagangan kelapa sawit atau
turunannya, biodiesel, dan cokelat atau kakao.
"Juga ada hambatan perdagangan dengan kelapa sawit, biodiesel dan turunannya," ujar Airlangga.
Dirjen
Industri Agro Kementerian Perindustrian yang juga hadir dalam pertemuan
mengatakan kakao saat ini masih dikenakan biaya masuk sekitar 4%-6%.
Sementara negara lain tidak kena sehingga Indonesia meminta kesetaraan.
"Untuk
yang kita terhambat juga (perdagangan) kita di sana contohnya seperti
kakao/cokelat masih dikenakan biaya masuk 4-6% sedangkan negara lain
tidak kena. Lalu masalah biodiesel dan juga terkait vetisi/
produk-produk turunan sawit masih dikenakan dumping," imbuh Panggah.
Airlangga juga menjelaskan pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) alias perjanjian kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa. Dengan disepakatinya CEPA antar dua belah pihak, maka produk Indonesia tak perlu lagi dikenakan bea masuk.
"Indonesia
kan ekspornya hanya berdasarkan tarifnya MFN (bea masuk). Sedangkan
mereka (Singapura dan Vietnam) tarifnya lebih rendah lagi. Nah itu kalau
beda 5% sampai 10% untuk produk garmen dan yang lain, atau alas kaki
tentu akan menguntungkan Vietnam. Itu yang tadi disampaikan," imbuh
Airlangga.
Menurut Airlangga pihak Uni Eropa akan menanggapinya
nanti di dalam parlemen. "Mereka kan mesti tanggapi sebagai parlemen,"
imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri
Agro, Panggah Susanto menyebut, pada pertemuan itu juga membahas soal
kerjasama investasi dan beberapa potensi. Misalnya terkait kerjasama
teknologi penggemukan sapi.
"Ada beberapa potensi yang bisa dikerjasamakan terkait daily
produk terkait cattle dan penggemukan sapi, mereka kan ada teknologi,
kita masih sangat membutuhkan untuk mengatasi tingginya importasi dari
produk tersebut," kata Panggah.
Disamping itu, Panggah menyebut Uni Eropa siap membantu produk makanan atau produk pertanian/ agro masuk dalam standar Eropa.
"Uni
Eropa juga siap membantu untuk mendorong produk-produk makanan atau
produk agro untuk dalam hal standar masuk ke Eropa kan ada standar. Kita
minta Indonesia di dorong untuk memenuhi standar Eropa," ujar Panggah.
Panggah
menyebut ada kenaikan yang terjadi pada industri hutan atau pulp and
paper. Hal itu menurutnya dapat dijadikan model untuk menyelesaikan
isu-isu lain.
"Kita juga mencapai kemajuan di bidang industri
hasil hutan, kertas dan pulp, ini mengalami kemajuan. Ini bisa saja
dijadikan model untuk menyelesaikan isu-isu lain," ungkap Panggah.