Kamis, 14 Maret 2019

Parlemen Inggris Kembali Tolak Proposal Brexit Theresa May



Parlemen Inggris Kembali Tolak Proposal Brexit Theresa May
Parlemen Inggris sekali lagi menolak proposal Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May. Foto/Istimewa


LONDON - Parlemen Inggris sekali lagi menolak proposal Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May. Dalam pemungutan suara yang digelar semalam, 391 suara menentang dan 242 menyetujui proposal, yang telah direvisi dari upaya terakhir pada awal tahun.

Berbicara setelah pemungutan suara, May mengatakan dia sangat menyesali keputusan Parlemen Inggris. Dia mengatakan, pilihan terbaik Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE) adalah keluar dengan sebuah kesepakatan.

"Saya terus percaya bahwa sejauh ini hasil terbaik adalah Inggris meninggalkan UE secara teratur, dengan kesepakatan," kata May dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (13/3).

Saat ini, London dan Brussels belum menyetujui kerangka kerja untuk suatu hubungan setelah batas akhir penentuan kesepakatan, yang jatuh pada akhir Maret. May telah berulang kali memperingatkan tentang potensi kerusakan pada UE yang dapat disebabkan oleh Brexit tanpa sebuah kesepakatan.

Sementara itu, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, yang memimpin oposisi di Parlemen, mengatakan sudah waktunya untuk pemilihan umum. "Pemerintah telah dikalahkan lagi oleh mayoritas besar dan mereka sekarang harus menerima kesepakatan mereka sudah mati," kata Corbyn dan mencatat bahwa Partai Buruh siap untuk bekerja dengan May pada kesepakatan baru Brexit.

Karena pemungutan suara terbaru berujung kegagalan, pemungutan suara pada skenario tanpa kesepakatan diharapkan akan digelar hari ini dan jika itu gagal, maka pemungutan suara untuk memperpanjang batas waktu Brexit melewati 29 Maret digelar kemudian. 




Credit  sindonews.com




Skandal Suap, Aktris Hollywood Bebas dengan Jaminan Rp14,2 M


Skandal Suap, Aktris Hollywood Bebas dengan Jaminan Rp14,2 M
Aktris Hollywood, Lori Loughlin, bebas dengan jaminan setara Rp14,2 miliar setelah menjalani sidang skandal suap universitas yang melibatkan 50 tersangka lain. (Reuters/Danny Moloshok/File Photo)




Jakarta, CB -- Aktris Hollywood bintang serial televisi Full House, Lori Loughlin, bebas dengan jaminan US$1 juta atau setara Rp14,2 miliar setelah menjalani persidangan skandal suap universitas elite Amerika Serikat yang melibatkan 50 tersangka lainnya.

Sebagaimana dilansir AFP, Hakim di Pengadilan Los Angeles, Steve Kim, menjelaskan bahwa dengan jaminan ini, Loughlin bebas bepergian untuk kerja selama pengadilan tahu semua jadwalnya.

Pengadilan juga menetapkan jumlah jaminan US$1 juta bagi suami Loughlin, Mossimo Giannulli, yang terlibat dalam skandal ini.


Pasangan suami istri ini diwajibkan untuk hadir kembali dalam persidangan pada 29 Maret mendatang.

Mereka dituduh memberikan suap US$500 ribu untuk memastikan kedua putrinya dapat masuk ke University of Southern California melalui jalur atlet.

Kedua putrinya dimasukkan ke dalam tim dayung universitas elite tersebut meski mereka tak pernah mengikuti kegiatan apa pun.

Pasutri ini merupakan bagian dari 50 orang yang diadili atas skema suap untuk memasukkan anak mereka ke dalam universitas elite di AS.

Bintang serial televisi Desperate Housewives, Felicity Huffman, juga terlibat dalam skandal ini. Ia ditahan oleh agen Biro Investigasi Federal AS (FBI) di rumahnya pada Selasa (12/3), tapi kemudian bebas dengan jaminan.

Aktris kelahiran 56 tahun silam itu dituduh membayar US$15 ribu agar putri sulungnya mendapatkan nilai tinggi dalam ujian masuk universitas.

Sebelumnya, jaksa AS menerangkan bahwa para tersangka memberikan uang ke lembaga yang dioperasikan oleh William Rick Singer.

Institusi itu kemudian mencarikan orang untuk mewakili para anak orang kaya itu mengikuti ujian SAT dan ACT yang diperlukan untuk mendaftar ke universitas ternama, seperti Yale dan Stanford.

Hingga saat ini, empat orang sudah dinyatakan sebagai tersangka otak di balik skema tersebut. Selain itu, 13 pejabat tim olahraga dan penerimaan mahasiswa sejumlah universitas juga diadili.

Menurut keterangan Jaksa AS di Boston, Massachusetts, Andrew Lelling, para pejabat universitas mendapat bayaran sekitar US$200 juta hingga US$6,5 juta.

Sementara itu, para pelatih, termasuk pelatih tim sepak bola perempuan di Yale University dan pelatih dayung di Stanford University, memasang tarif US$200 ribu hingga US$400 ribu untuk memasukkan anak ke tim olahraga mereka.

Namun, para mahasiswa sama sekali tidak dituntut dan dapat tetap belajar di universitas tempat mereka kini bernaung.

"Orang tua dan tersangka lainnya jelas menjadi pelaku utama pelanggaran ini," kata Lelling.




Credit  cnnindonesia.com




Aktris Hollywood Terlibat Skema Suap Masuk Kampus Elite di AS


Aktris Hollywood Terlibat Skema Suap Masuk Kampus Elite di AS
Dua aktris Hollwywood, Felicity Huffman dan Lori Loughlin, masuk daftar 50 tersangka pelaku penipuan untuk memasukkan anak mereka ke universitas elite di AS. (Reuters/Lucy Nicholson)




Jakarta, CB -- Dua aktris Hollywood, Felicity Huffman dan Lori Loughlin, masuk daftar 50 tersangka pelaku penipuan untuk memasukkan anak mereka ke universitas elite di Amerika Serikat.

Jaksa federal AS menyatakan bahwa para tersangka melakukan kecurangan agar lolos ujian masuk universitas atau memberikan sogokan agar anak mereka bisa masuk ke perguruan tinggi ternama, seperti Yale dan Stanford.

Menurut jaksa, para tersangka memberikan uang ke lembaga yang dioperasikan oleh William Rick Singer.


Institusi itu kemudian mencarikan orang untuk mewakili para anak orang kaya itu mengikuti ujian SAT dan ACT yang diperlukan untuk mendaftar ke universitas.


Mereka juga menyuap para pejabat kampus dan pelatih olahraga untuk merekrut anaknya sehingga dapat masuk ke universitas itu melalui jalur atlet. Para tersangka tetap memaksa meski anaknya tak memenuhi persyaratan untuk masuk tim olahraga universitas.

Hingga saat ini, empat orang sudah dinyatakan sebagai tersangka otak di balik skema tersebut. Selain itu, 13 pejabat tim olahraga dan penerimaan mahasiswa sejumlah universitas juga diadili.

Menurut keterangan Jaksa AS di Boston, Massachusetts, Andrew Lelling, para pejabat universitas mendapat bayaran sekitar US$200 juta hingga US$6,5 juta.

"Para orang tua yang kaya membayar Singer total sekitar US$25 juta," tutur Lelling kepada AFP.


Sementara itu, para pelatih, termasuk pelatih tim sepak bola perempuan di Yale University dan pelatih dayung di Stanford University, memasang tarif US$200 ribu hingga US$400 ribu untuk memasukkan anak ke tim olahraga mereka.

"Beberapa anak tidak pernah datang. Beberapa anak berpura-pura mengalami cedera, sementara beberapa lainnya sempat bermain kemudian keluar," ucap Lelling.

Namun, para mahasiswa sama sekali tidak dituntut dan dapat tetap belajar di universitas tempat mereka kini bernaung.

"Orang tua dan tersangka lainnya jelas menjadi pelaku utama pelanggaran ini," kata Lelling.


Berdasarkan penyelidikan selama setahun belakangan, pihak universitas sebagai institusi dinilai tidak terlibat dalam skema ini.

"Kami belum melihat sekolah-sekolah tersebut sebagai otaknya," ucap Lelling. 




Credit  cnnindonesia.com




Delapan tewas dalam penembakan sekolah di Brazil



Delapan tewas dalam penembakan sekolah di Brazil
Seorang pemrotes membawa spanduk dalam sebuah aksi mengenai pengendalian senjata lebih lanjut, tiga hari setelah terjadi penembakan di Sekolah Marjory Stoneman Douglas, di Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (17/2/2018). (REUTERS/Jonathan Drake)




Sao Paulo (CB) - Sedikitnya delapan orang tewas di satu sekolah dasar Brazil, tempat dua remaja tampak memasuki gedung itu dan melepaskan tembakan pada Rabu pagi, kepolisian Sao Paulo mengatakan.

Sebanyak lima anak-anak sekolah, seorang dewasa yang bekerja di gedung sekolah itu dan dua penembak yang masih remaja tewas dalam insiden itu, kata kepolisian.

Sejumlah anak yang tak disebutkan juga ditembak di SD Raul Brasil dan dilarikan ke beberapa rumah sakit. Keadaan kesehatan mereka sejauh ini belum segera diketahui.

Penembakan-penembakan sekolah jarang terjadi di Brazil, walaupun negara itu termasuk salah satu yang paling kejam di dunia, dengan lebih banyak pembunuhan tiap tahun daripada negara-negara lain. Penembakan sekolah terjadi tahun 2011, ketika 12 anak-anak ditembak mati oleh seorang mantan siswa di Rio de Janeiro.

Kendati undang-undang tentang kepemilikan senjata diberlakukan sangat ketat di Brazil, namun tidak sulit untuk membeli secara ilegal sepucuk senjata.

Polisi mengatakan dua remaja yang mengenakan penutup muka memasuki gedung sekolah dan mulai menembak sekitar pukul 9.30 waktu setempat. Kedua remaja itu kemudian menembak diri mereka dan tewas.

Polisi mengatakan kepada jejaring Globo TV bahwa penembakan lain terjadi sekitar 500 meter dari sekolah Raul Brasil beberapa saat setelah pembunuhan di sekolah tersebut, tetapi belum jelas apakah kedua insiden tersebut berkaitan.



Credit  antaranews.com



Rabu, 13 Maret 2019

Pakistan Tes 'Senjata Pintar' di Tengah Ketegangan dengan India



Pakistan Tes Senjata Pintar di Tengah Ketegangan dengan India
Jet tempur JF-17 Thunder milik Pakistan. Foto/Istimewa


ISLAMABAD - Angkatan Udara Pakistan berhasil menguji coba rudal jarak jauh terbaru buatan dalam negeri yang dikatakan sebagai senjata pintar. Pakistan juga menegaskan akan menanggapi dengan kekuatan penuh agresi asing.

Angkatan Udara Pakistan mengatakan senjata tersebut telah digunakan oleh JF-17 Thunder, jet tempur multirole buatan China-Pakistan. Senjata baru yang dimaksud tampaknya adalah sebuah rudal-ke-permukaan. Karakteristik rudal baru tersebut belum diketahui secara umum, namun digambarkan sebagai senjata pintar yang memiliki jangkauan "diperpanjang".

Sebuah video pendek dari tes tersebut telah dirilis, memperlihatkan sebuah jet tempur yang menembakkan rudal yang kemudian mengenai area yang telah ditargetkan di sebuah area latihan. Rekaman berakhir dengan masih menunjukkan kawah yang dibuat oleh rudal tersebut.

Pengembangan dan pengujian senjata baru yang sukses ini menuai pujian dari Kepala Staf Udara Pakistan, Mujahid Anwar Khan, yang memuji para insinyur dan ilmuwan negara atas capaian ini.

"Pakistan adalah negara yang cinta damai tetapi jika menjadi sasaran agresi oleh musuh, kami akan menanggapi dengan kekuatan penuh," pejabat itu memperingatkan seperti disitir dari RT, Rabu (13/3/2019).

Tes itu dilakukan di tengah-tengah perselisihan antara Pakistan dan India, yang berlanjut antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir itu sejak akhir Februari. Gejolak itu dipicu oleh bom bunuh diri mematikan di di wilayah Kashmir bagian India, yang menewaskan sekitar 40 polisi paramiliter. Serangan itu diklaim oleh kelompok militan yang bermarkas di Pakistan, mendorong India untuk melakukan serangan udara lintas perbatasan ke kamp-kamp militan. Pakistan merespons operasi New Delhi dengan menembaki dan membom sasaran di India.






Credit  sindonews.com




India Akan Bangun 110 Blast Pen Jet Tempur Dekat China dan Pakistan



India Akan Bangun 110 Blast Pen Jet Tempur Dekat China dan Pakistan
Pesawat tempur Su-30MKI andalan Angkatan Udara India, IAF. Foto/Istimewa


NEW DELHI - Pemerintah India akan membangun sekitar 110 blast pen (tempat perlindungan) jet tempur Angkatan Udara India, IAF, generasi berikutnya yang dilindungi dekat perbatasan Pakistan dan China. Tempat perlindungan itu akan digunakan untuk melindungi jet-jet tempur dari kehancuran akibat pemboman dan serangan rudal di pangkalan-pangkalan udara.

Kantor berita India, ANI melaporkan, mayoritas tempat perlindungan akan menampung jet tempur Sukhoi buatan Rusia yang merupakan andalan IAF.

"Pemerintah pusat telah menyelesaikan sebuah proyek untuk pembangunan sekitar 110 tempat penampungan yang keras yang juga dikenal sebagai blast pen yang melindungi pesawat-pesawat tempur dari rudal musuh atau serangan bom," kutip Sputnik dari ANI yang menyitir sumber-sumber pemerintah, Rabu (13/3/2019).

Menurut ANI, tempat perlindungan generasi berikutnya jet-jet tempur IAF akan dibangun secara bertahap di pangkalan udara yang dekat dengan perbatasan dengan China dan Pakistan.

Saat ini, IAF menyimpan Su-30MKI dan jet tempur lainnya di "lini belakang" selama operasi di dekat perbatasan Pakistan karena kurangnya tempat perlindungan. Karena kelemahan ini, IAF harus menerbangkan jet MiG-21 saat menanggapi serangan Angkatan Udara Pakistan pada 27 Februari karena jet tempur Sukhoi tidak siap untuk digunakan.

Sebelumnya, selama perang dengan Pakistan pada tahun 1965, IAF telah kehilangan beberapa jet tempurnya karena mereka tanpa tempat perlindungan, tambah laporan itu. 




Credit  sindonews.com


Berkonflik dengan India, Cina Sebut Pakistan 'Iron Brother'




PM Pakistan, Imran Khan (kiri) dan PM India, Narendra Modi (kanan), bertemu di rumah Modi pada 2015 sebelum Khan menjabat sebagai Perdana Menteri. Dailynews
PM Pakistan, Imran Khan (kiri) dan PM India, Narendra Modi (kanan), bertemu di rumah Modi pada 2015 sebelum Khan menjabat sebagai Perdana Menteri. Dailynews

CBBeijing – Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, menyebut Pakistan sebagai saudara yang kokoh atau ‘Iron Brother’ dan memintanya bekerja sama dengan India menurunkan eskalasi ketegangan.

“Cina memainkan peran vital dalam meredakan konflik antara Islamabad dan New Delhi, keduanya perlu bertemu untuk mendeeskalasi krisis,” kata Wang saat jumpa pers di sela-sela Kongres Nasional Rakyat ke – 13 seperti dilansir Sputnik News dan Samaa Tv pada Selasa, 12 Maret 2019.
Wang mengatakan Cina berharap Pakistan dan India mau memulai dialog untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dan menciptakan kerja sama lebih baik untuk masa depan.

“Cina berharap Pakistan dan India mau menggunakan krisis ini sebagai kesempatan untuk saling bertemu. Kami menyarankan kedua negara untuk segera membalik lembaran ini dan membangun hubungan fundamental jangka panjang yang lebih baik,” kata Wang.

Wang juga menegaskan naga Cina dan gajah India tidak bakal bertempur karena keduanya bakal saling berdansa.
Komentar Wang ini muncul beberapa hari setelah Wakil Menlu Cina, Kong Xuanyou, mengunjungi Islamabad pada 6 Maret 2019. Kong menyatakan dukungan Beijing kepada Paksitan untuk membangun perdamaian dan stabilitas di wilayah ini. Beijing juga mengakui upaya Pakistan dalam menangani aksi terorisme.
“Cina memperhatikan situasi saat ini antara Pakistan dan India, dan mengapresiasi sikap Pakistan yang tenang dan mengendalikan diri sejak awal, serta berupaya menurunkan temperatur dengan India lewat dialog,” kata Kong saat mengunjungi Islamabad.

Cina merupakan sekutu dekat Pakistan lewat investasi puluhan triliun dengan membangun Koridor Ekonomi Cina dan Pakistan. Ini merupakan proyek infrastruktur yang menghubungkan antara Provinsi Xinjiang dan Pelabuhan Laut Arab di Kota Gwadar di Provinsi Balochistan.


Seperti dilansir Reuters, hubungan Pakistan dan India sempat memanas pada Februari 2019 menyusul terjadinya serangan bom terhadap pasukan paramliter India di Kashmir, yang menewaskan sekitar 40 orang. India membalas dengan menyerang lokasi yang disebutnya sebagai kamp pelatihan milisi Jaish-e-Mohammed di perbukitan Kota Balakot, Pakistan.

Pakistan membalas dengan menyerang target non-militer di wilayah Kashmir, yang dikuasai India. Angkatan Udara Pakistan menyebut menembak dua jet tempur MiG-21 Bison milik India, yang menyebabkan satu jet tempur jatuh di wilayah Kashmir yang dikontrol Pakistan. Satu pilot ditahan dan telah dikembalikan sebagai gestur perdamaian.




Credit  tempo.co





Militer Diduga Kuasai Tambang Emas dan Tembaga Terbesar Pakistan



Parade militer Pakistan.[REUTERS / Faisal Mahmood]
Parade militer Pakistan.[REUTERS / Faisal Mahmood]

CB, Jakarta - Militer memiliki peran penting dalam pengembangan salah satu cadangan tembaga dan emas terbesar Pakistan yang belum dimanfaatkan, dan saat ini mandek oleh perselisihan multi-miliar dolar dengan perusahaan pertambangan asing.
Tambang emas dan tembaga Reko Diq menjadi ujian Perdana Menteri Imran Khan untuk menarik investasi asing ke Pakistan karena untuk mencegah krisis ekonomi yang memaksanya meminjam dana ke IMF.
Sepuluh pejabat pemerintah provinsi dan federal yang masih menjabat dan yang sudah purnabakti, serta sumber pertambangan yang akrab dengan proyek di wilayah Baluchistan mengatakan, militer telah menjadi suara paling penting tentang masa depan Reko Diq, yang dipandang sebagai aset nasional yang strategis, seperti dikutip dari Reuters, 12 Maret 2019.

Militer tidak hanya akan berada dalam posisi untuk memutuskan investor mana yang mengembangkan tambang, tetapi sebuah perusahaan teknik yang dikontrol tentara, Frontier Works Organization (FWO), memposisikan dirinya untuk menjadi anggota konsorsium yang terlibat, kata sumber.
"(tambang) ini telah diambil alih oleh GHQ," kata seorang pejabat senior pemerintah Baluchistan, merujuk pada Markas Besar Jenderal Angkatan Darat Pakistan di kota garnisun Rawalpindi.
"(Militer) hanya dapat berpartisipasi dalam rencana pengembangan pemerintah Reko Diq, sesuai dengan persyaratan nasional," kata kantor juru bicara militer menanggapi laporan ini.

Tetapi pihaknya mengakui bahwa FWO, yang terkenal karena membangun jalan melalui wilayah perbatasan Pakistan yang ekstrem dan tak terjangkau hukum, telah mengembangkan kemampuan penambangan "substansial" dalam beberapa tahun terakhir dan akan tertarik untuk mengambil peran dalam proyek tersebut.
"Jika ada peluang untuk berpartisipasi dalam mengembangkan Reko Diq, FWO dapat bekerja sama dengan perusahaan pesaing lainnya (atau) asalkan proyek tersebut layak secara finansial (atau) sesuai," kata jubir militer.

Reko Diq, aset cadangan emas terbesar Pakistan.[The Express Tribune]
Menteri Informasi dan Komunikasi Pakistan Fawad Chaudhry mengatakan, otoritas sipil di provinsi Baluchistan barat daya yang dilanda pemberontakan bertanggung jawab atas Reko Diq dan, bersama dengan PM Khan, akan mengambil keputusan. Namun, ia menambahkan bahwa militer dan semua pemangku kepentingan lainnya jelas merupakan pemain penting.

FWO mengajukan pertanyaan ke kantor juru bicara militer. Juru bicara Khan Iftikhar Durrani mengatakan provinsi Baluchistan bertanggung jawab atas Reko Diq, dan mengajukan pertanyaan kepada pemerintah provinsi dan kantor juru bicara militer.

Manuver di belakang proyek ini menunjukkan bagaimana militer, yang secara historis mendikte keamanan dan kebijakan luar negeri Pakistan, meningkatkan kekuasaannya atas pemerintah sipil di tingkat federal dan provinsi untuk mengukir peran yang tumbuh dalam urusan ekonomi negara.Polemik penguasaan tambang emas Reko Diq, menunjukkan bagaimana militer telah memerintah negara yang memiliki senjata nuklir selama hampir setengah sejarah Pakistan dan dianggap memiliki pengaruh besar terhadap pemerintahan Imran Khan yang baru terpilih.





Credit  tempo.co




Melihat Senjata Kapal Perang Rusia Penyebab Halusinasi dan Muntah



Melihat Senjata Kapal Perang Rusia Penyebab Halusinasi dan Muntah
Sinar yang ditembakkan Filin 5P-42, senjata aneh yang dipasang di kapal perang Rusia. Foto/Zvezda/YouTube


ST PETERSBURG - Filin 5P-42, senjata aneh yang dipasang pada kapal perang Rusia terekam kamera media untuk pertama kalinya. Senjata itu mengeluarkan sinar yang menyebabkan pasukan musuh mengalami halusinasi, pusing, muntah dan bahkan buta untuk sementara.

Media Moskow, Zvezda yang dikelola Kementerian Pertahanan Rusia, dalam laporannya Senin (11/3/2019), merekam senjata tersebut ketika diaktifkan dalam sebuah uji coba di St Petersburg. Dalam video yang telah dirilis kemarin, Filin 5P-42 menunjukkan lampu yang menyala tajam dan berkedi secara terus-menerus.
Melihat Senjata Kapal Perang Rusia Penyebab Halusinasi dan Muntah
Foto/Zvezda/YouTube
Salah satu dari Filin 5P-42 saat in dipasang di kapal perang Admiral Gorshkov. Kapal itu terlihat melintasi lepas pantai Inggris minggu lalu.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris dipaksa mengirim kapal perang HMS Defender untuk menguntit kapal Admiral Gorshkov dan rombongannya. Kapal HMS Defender melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal Rusia pengawal kapal Admiral Gorshkov di perairan timur laut Skotlandia. 

Filin 5P-42 bukan senjata mematikan. Namun, sinar yang ditembakkan seperti strobo bisa mengganggu penglihatan dan mencegah serangan pasukan musuh. Senjata aneh itu sudah menjadi bagian dari isi gudang senjata Rusia yang mencakup peluru kendali (rudal) Kalibr.
Melihat Senjata Kapal Perang Rusia Penyebab Halusinasi dan Muntah
Foto/Zvezda/YouTube
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal Admiral Gorshkov—namanya diambil dari Laksamana Angkatan Laut Soviet, Sergey Gorshkov—berlayar dengan kapal Elbrus, kapal penyelamat Nikolay Chiker dan kapal tanker Kama.

Admiral Gorshkov mulai beroperasi tahun lalu dan diperkirakan akan bergabung dengan armada kapal Rusia di Mediterania.

Sedangkan HMS Defender, kapal perusak Tipe 45 yang dilengkapi dengan sistem rudal Sea Viper, dikirim sejak akhir pekan untuk berjaga-jaga ketika kapal Admiral Gorshkov dan tiga kapal rombongannya melintasi Selat Inggris. 




Credit  sindonews.com




AS Minta Warganya Tinggalkan Venezuela


Menteri Luar Negeri AS Mike Richard Pompeo.
Menteri Luar Negeri AS Mike Richard Pompeo.
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Amerika akan menarik semua staf kedutaan dari Venezuela akhir pekan ini.





CB, WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan, warga Amerika di Venezuela harus lebih mempertimbangkan meninggalkan negara itu. Pejabat juga berusaha memfasilitasi pengaturan perjalanan bagi warga AS, yang ingin pergi dari situasi yang semakin berbahaya dan tidak stabil di Caracas.


"Kami sedang mengejar semua opsi yang memungkinkan untuk mengamankan opsi perjalanan bagi warga AS," kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri, dilansir di USA Today, Rabu (13/3).

Palladino membuat pernyataan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengumumkan Amerika akan menarik semua staf kedutaan AS yang tersisa dari Venezuela akhir pekan ini. Pompeo mengatakan, kondisi di Caracas mengerikan dan mengancam keselamatan diplomat Amerika.

Venezuela telah mengalami pemadaman listrik besar-besaran sejak Kamis pekan lalu. Kondisi ini memperburuk krisis ekonomi yang sudah tidak stabil dan kekurangan pangan yang merajalela.

"Keputusan ini mencerminkan situasi yang memburuk di Venezuela, serta kesimpulan bahwa kehadiran staf diplomatik AS di kedutaan telah menjadi kendala pada kebijakan AS," kata Pompeo dalam pernyataan.

Terkait pernyataan Pompeo, diplomatik Amerika di Venezuela mewakili kendala kebijakan AS, telah memicu spekulasi baru tentang kemungkinan intervensi militer AS. Sebuah langkah yang disebutkan Presiden AS, Donald Trump berulang kali merupakan pilihan yang kemungkinan akan diambil.

Pada briefing Selasa sore, Utusan Khusus AS untuk Venezuela Elliott Abrams, tidak mengatakan bagaimana kebijakan AS terhambat dengan memiliki staf kedutaan di Caracas. Ketika ditanya apakah itu petunjuk aksi militer Amerika di Venezuela, Abrams menyampaikan, "Tidak ada yang berubah. Kami terus mengatakan, karena itu benar, semua opsi ada di atas meja".

Abrams mengungkapkan, Pompeo membuat keputusan menarik staf kedutaan AS yang tersisa Senin malam, karena kekhawatiran mereka akan kehabisan air dan bahan bakar sebab generator telah digunakan untuk listrik selama pemadaman massal.

"Saya tidak percaya kedutaan pada saat ini terhubung ke sistem air, jadi ada pertanyaan tentang bagaimana Anda mendapatkan air bersih," kata Abrams.

Ia melanjutkan, jika kedutaan kehabisan listrik, para diplomat tidak akan lagi dapat berkomunikasi dengan para pejabat di Washington. Namun, ia tidak bisa mengungkapkan jumlah diplomat Amerika yang ditempatkan di Venezuela. Dia mengatakan mereka akan kembali ke Washington pada akhir pekan ini.




Credit  republika.co.id




Venezuela Beri Diplomat AS Waktu 72 Jam untuk Angkat Kaki


Venezuela Beri Diplomat AS Waktu 72 Jam untuk Angkat Kaki
Ilustrasi. (morgueFile/click)




Jakarta, CB -- Venezuela memerintahkan diplomat Amerika Serikat untuk angkat kaki dalam waktu 72 jam terhitung mulai Selasa (12/3), setelah Presiden Nicolas Maduro menuding Washington sebagai dalang di balik masalah listrik di negara mereka.

"Kehadiran para pejabat ini di tanah Venezuela menimbulkan risiko terhadap perdamaian, persatuan, dan stabilitas negara," ujar Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza, sebagaimana dikutip Reuters.

Kementerian Luar Negeri AS sendiri sudah mengumumkan akan menarik staf perwakilan diplomatik mereka dari Venezuela pada pekan ini.


Pernyataan itu dirilis tak lama setelah Maduro menuding bahwa padam listrik berkepanjangan di negaranya merupakan salah satu upaya AS untuk melakukan sabotase.

Sejak Kamis pekan lalu, aliran listrik di sebagian besar wilayah Venezuela terputus, membuat rakyat kian sengsara di tengah krisis ekonomi yang mereka alami.

Akibat masalah listrik ini, banyak moda transportasi mengalami gangguan, sementara belasan pasien meninggal karena rumah sakit tak punya daya alternatif untuk mengoperasikan peralatan yang dibutuhkan.

Pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, Juan Guaido, akhirnya menyerukan demonstrasi besar-besaran untuk memprotes Maduro karena membiarkan situasi ini.

Listrik di Venezuela kerap kali padam karena kekurangan investasi pemerintah di bidang infrastruktur.

Pemerintah sering menuding ada upaya sabotase, tapi tak pernah menyebut pihak yang mereka anggap sebagai dalangnya.

Tahun lalu, Maduro meminta angkatan bersenjata menjaga generator di Guri, tapi listrik tetap sering padam. Situasi ini dianggap sebagai kemunduran karena sebelumnya, Guri dianggap sebagai salah satu pembangkit listrik paling kuat di Amerika Latin.

Guaido meminta Maduro menepikan urusan politik dan mulai membenahi masalah ini karena rakyat semakin menderita. Namun, Maduro berkeras bahwa AS yang patut disalahkan atas kesengsaraan rakyat Venezuela ini.

Selama ini, AS dan 50 negara lain mendukung Guaido untuk memegang kekuasaan sementara di Venezuela dan mendesak pemilu yang adil secepatnya.

Desakan ini muncul setelah Maduro dilantik kembali menjadi presiden usai menang dalam pemilihan umum yang dianggap tidak sah.

Mayoritas rakyat dilaporkan sudah tak mempercayai Maduro untuk memimpin bangsa karena selama ini, ia tak berhasil membangkitkan perekonomian, malah menimbulkan hiperinflasi.





Credit  cnnindonesia.com



UE Kesampingkan Kemungkinan Intervensi Militer ke Venezuela



UE Kesampingkan Kemungkinan Intervensi Militer ke Venezuela
Menteri Luar Negeri UE, Frederica Mogherini mengatakan solusi untuk krisis di Venezuela harus bersifat politis, serta damai dan demokratis. Foto/Istimewa


BRUSSELS - Uni Eropa (UE) menuturkan, mereka mengesampingkan kemungkinan untuk melakukan intervensi terhadap Venezuela. UE menyebut intervensi militer bukan opsi untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan dan politik di Venezuela.

Menteri Luar Negeri UE, Frederica Mogherini mengatakan bahwa sementara ketegangan telah meningkat secara dramatis di Venezuela, solusi untuk krisis harus bersifat politis, serta damai dan demokratis.

"Tidak ada intervensi militer dari dalam atau luar negeri yang dapat diterima bagi kami. Dan solusi tidak dapat, dan tidak boleh, dipaksakan dari luar," ucap Mogherini, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (13/3).

Mayoritas negara UE, bersama dengan Amerika Serikat (AS), dan lusinan negara lainnya telah mengakui presiden Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido sebagai pemimpin sah negara itu setelah ia menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada 23 Januari.

Namun Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dengan gigih menolak seruan dari Guaido dan para pendukungnya untuk menyerahkan kekuasaan, bersikeras dia adalah korban dari kudeta yang diatur oleh AS.

AS sendiri telah memimpin kampanye internasional untuk menerapkan tekanan ekonomi dan diplomatik pada Maduro, termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik negara negara itu, Petroleos De Venezuela S.A., atau PDVSA, dan sejumlah pejabat pemerintah Venezuela yang tetap setia pada Maduro. 





Credit  sindonews.com



Pompeo Sebut Kuba dan Rusia Telah Rusak Venezuela



Pompeo Sebut Kuba dan Rusia Telah Rusak Venezuela
Pompeo sebut Kuba dan Rusia telah merusak demokrasi di Venezuela, dengan tidak mengakui Guaido sebagai Presiden sementara Venezuela dan terus mendukung Maduro. Foto/Reuters


WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, Kuba dan Rusia telah merusak demokrasi di Venezuela. Dia menuturkan, bukan AS yang tidak mengakui Juan Guaido sebagai Presiden sementara Venezuela, tapi Kuba dan Rusia.

Pompeo mengklaim bahwa Kuba adalah kekuatan imperialis sejati di Amerika Selatan, dan bahwa negara kepulauan itu telah melatih polisi rahasia Venezuela dalam taktik penyiksaan, di antara disiplin ilmu lainnya. Lebih jauh, lanjut Pompeo, pasukan keamanan Kuba telah menggusur posisi pasukan keamanan Venezuela.

"Saya bahkan mendengar bahwa Maduro tidak memiliki orang Venezuela di sekitarnya," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (12/3).

Dia juga menyalahkan kesengsaraan ekonomi Venezuela disebabkan oleh Kuba "Ketika tidak ada listrik, terima kasih keajaiban modern listrik Kuba, ketika tidak ada makanan, terima kasih tuan komunis Kuba," ucapnya.

Dirinya kemudian menyalahkan krisis Venezuela terhadap Rusia, dengan mengatakan bahwa Moskow karena alasannya sendiri, mendistorsi harapan sah rakyat Venezuela atas demokrasi. "Moskow terus mengakui presiden terpilih Venezuela, bukan Guaido," ungkapnya.

Menurut Pompeo, Moskow menggunakan media-medianya sebagai sarana untuk mengalihkan perhatian orang dari krisis yang sedang dihadapi, dan bahwa, Kremlin berdiri bersama kroni-kroninya di Venezuela dalam upaya untuk melemahkan kehendak rakyat Venezuela.

"Rusia terus membeli minyak dari Venezuela dan memperdagangkan emas dengan negara mirip dengan bertindak sebagai "ATM pribadi" untuk oligarki, dan bahwa Moskow memberikan "bantuan dan kenyamanan" kepada pemerintah Maduro," tukasnya.  




Credit  sindonews.com






Eks Militan ISIS Mengaku Pernah Jadi Tentara Prancis



Agen intelijen pasukan khusus Irak memeriksa identitas pria ketika mencari anggota ISIS di Mosul, Irak pada 27 November. [Goran Tomasevic / Reuters]
Agen intelijen pasukan khusus Irak memeriksa identitas pria ketika mencari anggota ISIS di Mosul, Irak pada 27 November. [Goran Tomasevic / Reuters]

CB, Jakarta - Salah seorang dari 14 eks militan asing ISIS asal Prancis mengaku pernah menjadi tentara di kesatuan militer Prancis.
Pengadilan Tinggi Irak merilis rekaman pengakuan 14 eks militan ISIS yang ditahan di Suriah dan dikirim ke Irak.
Salah seorang pria berusia 37 tahun mengaku dia adalah keturunan Tunisia, dan pernah bertugas di kesatuan militer Prancis dan tinggal di Toulouse, Prancis selatan.
"Saya lahir di Prancis dan tamat sekolah di sana. Saya bergabung dengan angkatan darat Prancis pada 2000 selama sepuluh tahun, kemudian saya ditugaskan ke Afganistan pada 2009 sebagai tentara Prancis di sana," katanya, seperti dikutip dari Kurdistan24, 12 Maret 2019.
"Ketika saya kembali ke Prancis dan kontrak saya di angkatan darat Prancis berakhir, saya bekerja sebagai sopir untuk perusahaan minyak sampai menikah dengan perempuan Prancis," katanya. "Alasan saya bergabung ke ISIS karena keinginan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan tertarik kepada kelompok ini setelah mencari tentang mereka di media sosial hingga situsnya."

Beberapa anggota ISIS Prancis yang ditahan dan dipindahkan dari Suriah ke Irak.[Supreme Judicial Council of Iraq/Kurdistan24]
Kemudian dia pindah ke Belgia dan bertemu teman yang bertugas merekrut anggota untuk kelompok militan. Dari Belgia, dia pindah ke Maroko bersama temannya. Dia menikah lagi dengan seorang perempuan yang dikenal di media sosial, dan juga ingin tinggal di Suriah yang dikuasai ISIS.
"Saya masuk Aleppo Suriah secara ilegal lewat Turki dan menyelesaikan latihan militer dan keagamaan di sana. Kemudian saya ke Mosul di Irak untuk bersumpah setia kepada salah satu pemimpin ISIS yang saat itu mengenakan penutup wajah," katanya.

Dia mengatakan banyak pemimpin ISIS yang takut menunjukkan wajah mereka kepada milisi asing karena takut mereka adalah mata-mata intelijen asing.Dewan Kehakiman Irak telah mengkonfirmasi pengakuan dari 14 terdakwa ISIS asal Prancis, dan mereka semua menikah di Suriah dan memiliki anak.





Credit  tempo.co




Pengakuan Eks Militan Asal Prancis Gabung ke ISIS



Beberapa anggota ISIS Prancis yang ditahan dan dipindahkan dari Suriah ke Irak.[Supreme Judicial Council of Iraq/Kurdistan24]
Beberapa anggota ISIS Prancis yang ditahan dan dipindahkan dari Suriah ke Irak.[Supreme Judicial Council of Iraq/Kurdistan24]

CB, Jakarta - Pengadilan tinggi Irak mengungkapkan pengakuan 14 mantan militan asing ISIS asal Prancis yang ditangkap dan dikirim dari Suriah ke Irak.
Pengakuan eks militan itu direkam di ruang pengadilan Karkh di Baghdad, yang digunakan untuk mengadili kasus terorisme, seperti dikutip dari laporan Kurdistan24, 12 Maret 2019.
"Salah satu dari mereka adalah mantan tentara Prancis, yang bertugas di Afganistan pada 2009," kata dewan pengadilan.

Para militan terdiri dari keturunan asli Prancis dan sebagian keturunan Arab berkebangsaan Prancis. Mereka menerima pelatihan militer dan doktrin agama sebelum bergabung ke ISIS. Para militan mengaku bergabung dengan kelompok faksi militan lain sebelum bergabung ke ISIS.
Agen intelijen pasukan khusus Irak memeriksa identitas pria ketika mencari anggota ISIS di Mosul, Irak pada 27 November. [Goran Tomasevic / Reuters]
Salah satu terdakwa mengaku sebelum ke Suriah untuk bertempur, dia bekerja sebagai sopir truk di perusahaan pembersih di Prancis. Dia tinggal di kota Figeac sebelum ke Mesir untuk studi Bahasa Arab sampai 2013.

"Saya bertemu seorang teman di sana, ketika belajar di Kairo, Mesir, dan dia berencana untuk pergi ke Suriah untuk berperang. Dia mulai membujuk saya untuk ikut bertempur dengan menunjukkan aksi mereka di sana." kata salah seorang eks militan berusia 33 tahun.

"Saya pergi dari Mesir ke Prancis untuk beberapa lama, bertemu keluarga: ayah, ibu, istri, adik, yang kemudian semuanya ikut ISIS. Dari Paris saya ke Istanbul lalu masuk ke Suriah ilegal," lanjutnya.Pria itu mengaku bergabung dengan Front Al-Nusra pada 2013. Dia bertugas sebagai penerjemah dan pengajar Bahasa Arab untuk militan asing.
Pria Prancis itu kemudian bergabung ISIS setelah mendeklarasikan "kekhalifahan" pada 2011 dan ikut pelatihan militer di Homs sampai 2015.



Credit  tempo.co




Iran Sebut AS Pindahkan Teroris dari Timteng ke Asia



Iran Sebut AS Pindahkan Teroris dari Timteng ke Asia
Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan Amerika Serikat (AS) sekarang memindahkan teroris dari Timur Tengah ke Afghanistan, Asia Tengah, dan Kaukasus. Foto/Istimewa


BAGHDAD - Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, perang melawan terorisme belum berakhir, meskipun kelompok ISIS telah runtuh di Irak dan Suriah. Dia menyebut, Amerika Serikat (AS) sekarang memindahkan teroris dari Timur Tengah ke Afghanistan, Asia Tengah, dan Kaukasus.

Dalam sebuah pertemuan dengan para elit Irak di Baghdad, Rouhani mengatakan AS telah membawa ISIS dan teroris lainnya ke wilayah itu dalam upaya untuk menabur perselisihan di antara negara-negara, bangsa, suku dan agama mereka sehingga mereka dapat membenarkan kehadiran tidak sah mereka di wilayah tersebut.

AS, lanjut Rouhani kemudian menawarkan gambaran kekerasan tentang Islam dan akhirnya menggambarkan diri mereka sebagai "penyelamat". Namun, ia mengatakan, Irak dan Suriah, dibantu oleh negara sekutu di kawasan, menggagalkan plot-plot yang ditetaskan oleh kekuatan imperialis.

"Muslim di wilayah tersebut berhasil membuat dunia tahu bahwa para teroris bukanlah Muslim sejati, dan bahwa Islam adalah agama keadilan, rahmat dan hidup berdampingan secara damai di antara semua etnis dan agama yang bertentangan dengan semua propaganda Islamofobia," kata Rouhani, seperti dilansir PressTV pada Selasa (12/3).

Negara-negara regional, katanya, menunjukkan kepada dunia bahwa arogansi global, itu sendiri, adalah sponsor utama para teroris. "Jelas di mana mereka (teroris) menerima dukungan keuangan dan militer dan bagaimana dan di pasar mana mereka menjual artefak yang dijarah," ucapnya.

"Kami tidak mengizinkan kekuatan imperialis untuk menampilkan diri sebagai penyelamat kawasan dan sekarang semua orang tahu bahwa kekuatan Barat tidak memiliki peran dalam penghancuran teroris di kawasan itu," sambung Rouhani.

Rouhani menuturkan, pada faktanya bangsa dan tentara Irak serta dengan dorongan dari fatwa para ulama adalah yang sukses mengalahkan teroris. Namun, dia memperingatkan, bagaimanapun, bahwa masalah terorisme masih harus diselesaikan.

"Teroris mungkin masih menciptakan masalah bagi orang-orang di wilayah ini dengan cara yang berbeda karena orang Amerika memiliki mimpi lain untuk wilayah tersebut dan mentransfer teroris ke Afghanistan, Asia Tengah dan Kaukasus," tukasnya. 





Credit  sindonews.com




Dua Warga Palestina Ditembak Mati Pasukan Israel


  Pengunjuk Palestina bentrok dengan pasukan pendudukan Israel di Hebron, Palestina  Sabtu (10/10).  (REUTERS/Mussa Qawasma)
Pengunjuk Palestina bentrok dengan pasukan pendudukan Israel di Hebron, Palestina Sabtu (10/10). (REUTERS/Mussa Qawasma)

Tentara Israel membunuh lebih dari 260 orang Palestina sejak 2015.




CB, YERUSALEM -- Dua warga Palestina tewas di Tepi Barat oleh tembakan pasukan Israel. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dua orang itu tewas dalam insiden yang berbeda.

Dilansir dari Voice of America, Rabu(13/3), militer Israel mengatakan tentara mereka menembak dan membunuh seorang laki-laki berusia 37 tahun yang berlari ke arah mereka dengan pisau dapur. Mereka mengatakan laki-laki itu mencoba melakukan serangan ke pos militer di Hebron.

Ayah dari laki-laki tersebut, Fawzi Sheaki membantah putranya Yasser mencoba menusuk seseorang. Sheaki mengatakan Yasser melakukan pekerjaan di pengadilan Islam di Hebron.

Di waktu yang lain pejabat kesehatan Palestina mengatakan seorang laki-laki 23 tahun yang diidentifikasi sebagai Mohammed Shahin terbunuh saat bentrok dengan pasukan Israel. Ia melempari pasukan Israel dengan batu di desa Tepi Barat di Salfit.

Militer Israel menolak berkomentar tentang dua insiden ini. Sejak 2015, warga Palestina telah membunuh lebih dari 50 orang Israel dengan penusukan, penembakan. dan serudukan mobil. Sementara tentara Israel telah membunuh lebih dari 260 orang Palestina di periode yang sama.

Israel mengatakan sebagian besar orang Palestina terbunuh saat melakukan penyerangan. Tapi bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi juga kerap berbuah kematian.






Credit  republika.co.id



Polisi Israel serang jemaah Masjid Al-Aqsha


Polisi Israel serang jemaah Masjid Al-Aqsha

Muslim Palestina sembahyang di dalam Golden Gate (Gerbang Emas) dekat Masjid Al Aqsa di kota tua Yerusalem, Kamis (7/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad/wsj.





Al-Quds (CB) - Pasukan Israel menutup gerbang yang menjadi tempat bentrokan di Masjid Al-Aqsha di Al-Quds (Jerusalem) Timur di tengah bentrokan dengan warga Palestina, kata seorang pejabat Palestina pada Selasa.

"Puluhan prajurit Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha dan menyerang sejumlah tokoh agama," kata Firas Ad-Dibbs, Juru Bicara Departemen Waqaf Islam Al-Quds, organisasi yang dikelola oleh Jordania dan bertanggung-jawab untuk mengawasi tempat suci Islam, di dalam satu pernyataan.

Ia mengatakan Direktur Masjid Al-Aqsha Omar Kiswani dan Sheikh Wasef Al-Bakri, Penjabat Hakim Tertinggi Pengadilan Agama Islam di Al-Quds, termasuk di antara orang yang diserang oleh polisi Israel.

Ia menyatakan pasukan Israel menyerang dengan menggunakan pentungan puluhan orang Muslim yang sedang beribadah di dekat Masjid Kubbah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock) di kompleks tersebut, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

"Lima orang Palestina ditangkap dan ditahan untuk diinterogasi," kata Ad-Dibs.

Tak ada laporan dari Pemerintah Israel mengenai laporan itu.

Ketegangan telah meningkat di Al-Quds sejak Februari, ketika polisi Israel sempat menutup Bab Ar-Rahmah di Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang terletak berdampingan dengan tempat suci umat Yahudi, Tembok Barat (Bouraq/Tembok Ratapan), di Kota Tua Al-Quds, sehingga menyulut kemarahan demonstran Palestina.

Dalam beberapa pekan, Pemerintah Israel telah melarang sejumlah orang Palestina --termasuk tokoh agama-- memasuki Kompleks Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim setelah Mekkah dan Madinah.

Israel menduduki Al-Quds Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota itu pada 1980, dalam tindakan yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.





Credit antaranews.com






Menlu UEA Sebut Pernyataan Netanyahu Menjijikan



Menlu UEA Sebut Pernyataan Netanyahu Menjijikan
Sebut Israel tanah air Yahudi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuai kecaman. Foto/Istimewa


ABU DHABI - Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pernyataan terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap minorita Arab di negara itu sangat menjijikan, bahkan ketika yang bersangkutan membanggakan hubungan Israel dengan negara-negara Teluk.

Lewat akun Twitternya, Anwar Gargash mengatakan pernyataan Netanyahu bahwa Israel bukan negara untuk semua warganya dan merupakan tanah air orang-orang Yahudi saja memberikan pembenaran yang dicari oleh para ekstremis dan merusak upaya perdamaian, seperti disitir dari ABC News.go.com, Rabu (13/3/2019).

Netanyahu, yang menghadapi persaingan ketat untuk pemilihan umum, telah menggunakan slogan kampanye yang membenci para legislator dan pemilih Arab untuk menggalang basis nasionalisnya. Lawan-lawan politiknya menuduh ia telah menghasut.

Komentar Netanyahu di Instagram tersebut sejatinya merujuk pada undang-undang yang sangat kontroversial yang disahkan tahun lalu yang menyatakan Israel sebagai negara bagi bangsa Yahudi.

"Israel bukan negara dari semua warganya," tulis Netanyahu. Komentar itu sekaligus sebagai jawaban atas kritik dari aktor Israel, Rotem Sela.

Pada upacara peringatan di Yerusalem, Netanyahu menyebut telah tumbuh benih-benih aliansi dengan dunia Arab di belakang layar. Dia mengatakan "normalisasi yang dipercepat" Israel di antara negara-negara Arab memajukan perdamaian. 




Credit sindonews.com




Turki Kecam Netanyahu karena Sebut Israel Hanya untuk Yahudi



Turki Kecam Netanyahu karena Sebut Israel Hanya untuk Yahudi
Turki mengecam apa yang mereka sebut rasisme secara terbuka oleh Netanyahu, setelah ia menyebut Israel negara-bangsa orang Yahudi saja, tidak semua warganya. Foto/Reuters


ANKARA - Turki mengecam apa yang mereka sebut rasisme secara terbuka oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, setelah ia menyebut Israel negara-bangsa orang-orang Yahudi saja, tidak semua warganya.

"Saya mengutuk keras rasisme dan diskriminasi yang mencolok ini. 1,6 juta orang Arab / Muslim tinggal di Israel. Akankah pemerintah Barat bereaksi atau tetap diam di bawah tekanan lagi?" tanya juru bicara pemerintah Turki, Ibrahim Kalin seperti dilansir Arab News pada Selasa (12/3).

Seperti dietahui, pernyataan itu disampaikan Netanyahu di akun Instagramnya. Dia sejatinya merujuk pada undang-undang yang sangat kontroversial yang disahkan tahun lalu yang menyatakan Israel sebagai negara bagi bangsa Yahudi.

"Israel bukan negara dari semua warganya. Menurut hukum kewarganegaraan dasar yang kami berikan, Israel adalah negara dari bangsa Yahudi, dan hanya itu" tulis Netanyahu.

Sebelumnya, kecaman juga datang dari aktris sekaligus aktivis Israel, Gal Gadot dan Rotem Sela.

Sela mengatakan dia berharap ada orang di pemerintahan ini yang akan memberi tahu publik bahwa ini adalah negara dengan semua warganya, dan semua orang dilahirkan sederajat. "Orang Arab juga manusia. Dan juga kaum Druze, kaum gay, dan kaum lesbian dan kaum Kiri," ucapnya.

Sementara itu, Gadot, melalui akun Istragramnya mengatakan mengasihi sesama manusia, seperti diri sendiri bukanlah masalah kiri-kanan, Yahudi-Arab, sekuler atau religius. Dia mengatakan ini adalah masalah dialog, dialog untuk perdamaian, kesetaraan dan toleransi satu sama lain.

"Tanggung jawab atas harapan seperti itu adalah pada kita untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita. Rotem (Sela), saudara saya, Anda adalah inspirasi bagi kita semua," imbuh dia. 





Credit  sindonews.com