Ketergantungan terhadap dolar berimbas ke ekonomi Turki.
CB,
ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengusulkan agar tak
menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan, dan memilih
memakai lira. Ketergantungan perdagangan internasional pada dolar AS,
kata dia, harus diturunkan sebab hal itu berimbas menjadi kendala bagi
Turki.
"Kami mengusulkan untuk memperdagangkan mata uang kami sendiri
daripada dolar AS," ujar Erdogan pada KTT ke--6 mewakili Dewan Turki di
Pusat Kebbudayaan Ruhk Ordo, Kyrgyztan seperti dikutip Andolou Agency, Selasa (4/9).
KTT
tersebut diselenggarakan oleh Presiden Kyrgyzstan Sooronbay Jeenbekov
di Pusat Kebudayaan Rukh Ordo. Selain presiden Turki, Azerbaijan,
Kazakhstan, dan Uzbekistan, perdana menteri Hongaria juga berpartisipasi
dalam acara ini sebagai pengamat.
Di KTT, Erdogan
mengatakan, Turki dan negara-negara sahabat tidak boleh menunda dalam
memerangi organisasi teror fetullah (FETO). Organisasi yang dipimpin
Fetullah Gulen mengatur kudeta pada 15 Juli 2016 yang menyebabkan 251
orang menjadi martir dan hampir 2200 orang terluka.
Ankara
juga menuduh FETO berada di belakang kampanye utnuk menggulingkan negara
melalui iniltrasi Turki, khususnya militer, polisi dan peradilan.
Erdogan menambahkan, organisasi teroris telah membentuk struktur
organisasi dengan mendirikan institusi pendidikan di seluruh dunia dan
juga di Turki.
Ekonomi Turki
Sebelumnya
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (25/8) meminta semua
rakyatnya memerangi serangan terhadap perekonomian Turki. Saat ini Turki
terlibat perselisihan terus-menerus dengan Amerika Serikat (AS). Nilai
mata uang Turki, lira anjlo ke level yang terendah.
"Tekad
rakyat Turki adalah jaminan untuk memerangi serangan terhadap
perekonomian Turki," kata Erdogan dalam pernyataan, yang disiarkan untuk
memperingati Pertempuran Manzikert pada 1071.
Hubungan
Turki dengan AS mengalami keretakan menyangkut penahanan pendeta AS,
Andrew Brunson, di Turki. Pada pekan lalu, pengadilan Turki kembali
menolak permohonan pembebasan pendeta berusia 50 tahun ini yang dituduh
sebagai mata-mata.
Pesawat jet tempur siluman F-35 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat. Foto/The National Interest
MOSKOW
- Sudah ada laporan—sekali lagi, hanya laporan—bahwa jet tempur siluman
F-35 Israel telah menerbangkan misi tempur. Mengingat bahwa Angkatan
Udara AS dan Israel termasuk yang paling aktif di dunia, cepat atau
lambat F-35 benar-benar akan benar-benar melihat pertempuran.
Tapi
laporan tak mengenakkan kembali menerpa jet tempur buatan Lockheed
Martin Amerika Serikat itu, yang disebut-sebut telah dioperasikan
Israel di Suriah.
Media pro-Rusia, Southfront.org, melaporkan bahwa F-35I Israel terkena dan rusak oleh rudal surface-to-air
(SAM) S-200 buatan Rusia selama serangan udara Israel di Suriah.
Israel, menurut laporan itu, mengklaim bahwa salah satu jet tempur
F-35-nya rusak setelah bertabrakan dengan seekor burung.
Cerita
dimulai pada 16 Oktober 2017, ketika Israel mengumumkan bahwa pesawatnya
telah menghantam baterai SAM Suriah di dekat Damaskus. Serangan
dilakukan dua jam setelah militer Damaskus menembak pesawat pengintai
Tel Aviv yang terbang di atas wilayah udara Lebanon.
Menurut
Israel, serangan itu merusak baterai SAM Suriah, dan tidak ada pesawat
Israel yang terkena. Kebetulan atau tidak, insiden itu terjadi pada hari
yang sama saat Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, tiba di Israel
untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu
dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman.
Namun, Southfront.org,
situs yang memantau militer Rusia dan intervensinya dalam perang sipil
Suriah, menyuguhkan cerita yang berbeda. "Menurut informasi yang
tersedia, Pasukan Pertahanan Suriah menggunakan rudal S-200 melawan
pesawat tempur Israel," tulis Southfront, yang dikutip The National Interest, Senin (3/9/2018).
Southfront
tidak bisa menahan diri untuk menunjukkan bahwa pesawat tempur siluman
F-35 "dibayangi" oleh rudal buatan Rusia tahun 1960-an. “Rudal buatan
Soviet ini adalah sistem anti-pesawat jarak jauh paling canggih yang
dioperasikan oleh militer Suriah. Bahkan dalam hal ini, itu kuno dalam
hal peperangan modern," lanjut laporan tersebut.
Namun, bukti yang dikutip oleh Southfront
belum cukup kuat. Beberapa jam setelah militer Israel mengumumkan
serangan terhadap baterai SAM Suriah, media Israel melaporkan bahwa F-35
Israel telah dirusak oleh serangan burung dua minggu sebelumnya.
Pesawat
itu dilaporkan mendarat dengan selamat, tetapi Angkatan Udara Israel
mengakui bahwa pesawat itu tidak yakin apakah akan terbang lagi atau
tidak. Israel telah menerima pengiriman tujuh F-35 sejauh ini, namun
telah memesan total 50 unit.
"Insiden itu diduga terjadi 'dua
minggu yang lalu' tetapi secara terbuka dilaporkan hanya pada 16
Oktober," imbuh laporan Southfront. "Namun, sumber-sumber Israel tidak
dapat menunjukkan foto pesawat perang F-35 setelah 'menabrak burung'."
Southfront tidak menjelaskan mengapa Angkatan Udara Israel akan merasa perlu untuk merilis foto pesawat siluman yang rusak.
Sementara itu, situs pertahanan AS, The Drive
melaporkan bahwa F-35 baru saja memasuki layanan Israel saat ini.
Sehingga tidak mungkin akan terbang untuk misi ke Suriah, kecuali jika
ada beberapa jenis aksi darurat (dan Israel memiliki banyak F-15 dan F
-16 untuk menangani hal semacam itu sekarang). Pesawat itu juga tak
difokuskan untuk misi pengintaian di atas Lebanon.
The Drive menyimpulkan dengan agak rapi; “Meskipun kita tidak
dapat mengesampingkan kemungkinan itu sepenuhnya, seperti yang dikatakan
oleh Freud—terkadang serangan burung hanyalah sebuah serangan burung."
Kendati
demikian, yang paling menarik dari laporan ini ini adalah apakah F-35
terkena rudal Rusia atau tidak. Seperti keberadaan UFO, ceritanya
mungkin benar atau tidak benar, tetapi itu membutuhkan bukti untuk
dipercaya.
Bagian lain yang menarik adalah bahwa F-35 yang telah
menjadi simbol dari kecakapan teknologi AS diuji kompetensinya seiring
dengan laporan bahwa F-35 telah rusak. Rusia dan para pendukungnya
diyakini akan mendukung setiap laporan yang menyebut F-35 telah dihantam
rudal tersebut. Namun, negara-negara pendukung F-35 dipastikan akan
menentang laporan semacam itu.
Presiden Israel Reuven Rivlin [MIDDLE EAST MONITOR]
CB, Jakarta - Korea Selatan baru-baru ini menolak permintaan resmi Presiden Israel Reuven Rivlin untuk berkunjung ke Seoul beberapa bulan ke depan.
Media
Israel, Ynet melaporkan Duta besar Israel di Korea Selatan, Chaim
Choshen, telah mengajukan permohonan kunjungan atas nama Menteri Luar
Negeri dan berkoordinasi dengan kantor kepresidenan Israel.
Namun Korea Selatan tidak menjelaskan secara terbuka alasan menolak kunjungan presiden Israel.
Sejumlah pejabat Israel percaya bahwa Seoul semakin frustasi dengan
penolakan Israel berulang kali untuk membeli perlengkapan militer dari
Korea.
Sedangkan yang lainnya mengatakan, Korea Selatan membuat
keputusan itu karena Israel tidak menyampaikan ucapan selamat saat
terjadi pertemuan bersejarah antara Presiden Moon Jae in dengan pemimpin
Korea Utara Kim Jong Un pada April lalu.
Dugaan
berikutnya, Korea Selatan selama ini menghindar untuk menandatangani
kesepakatan perdagangan bebas dengan Israel, meskipun telah disetujui.
Israel sudah satu tahun menunggu Korea Selatan menandatanganinya.
Fakta
lainnya, Korea Selatan di PBB tidak menyetujui keputusan Presiden
Amerika Serikat Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Amerika Serikat
dari Tel Aviv ke Jerusalem yang diklaim Israel akan menjadi ibukota barunya.
Pulau sengketa di Laut China Timur. (Reuters/Kyodo/File Photo)
Jakarta, CB -- Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera menuding China dan Rusia sedang meningkatkan aktivitas militer di wilayahnya. Ancaman tersebut juga diperlihatkan Korea Utara.
Mengutip South China Morning Post,
Onodera mengatakan China secara sepihak telah meningkatkan aktivitas
militernya termasuk melakukan operasi udara dan menjalankan kapal selam
nuklir sejak tahun lalu.
"China dengan cepat meningkatkan
kekuatan militernya," kata dia pada pertemuan tahunan para petinggi
Pasukan Bela Diri Jepang, Senin (3/9).
Padahal kedua negara
diketahui sedang berupaya untuk meningkatkan hubungan
diplomatik. Dirinya akan mengunjungi China, yang merupakan mitra dagang
terbesar Jepang, bersama dengan Perdana Menteri, Shinzo Abe pada bulan
depan.
Dalam berbagai kesempatan, Abe mengambil posisi tegas atas
klaim Jepang terhadap pulau-pulau yang disengketakan di Laut China
Timur. Kondisi ini disebut memperparah ketegangan dengan China.
Jepang juga menyerukan China untuk menekan Korea Utara agar
menghentikan program nuklir dan rudalnya. Para pebisnis Jepang juga
menyuarakan keinginan untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan China
untuk meningkatkan perdagangan.
Onodera mengatakan Rusia juga melenturkan kekuatan militernya untuk mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.
"Moskow
berencana untuk mengadakan latihan terbesar sejak era Perang Dingin dan
membawa senjata-senjata kuat, termasuk rudal darat ke kepulauan Kuril
Selatan yang disengketakan," katanya.
"Kami melihat gerakan untuk kembali mendorong kegiatan militernya di Timur Jauh," kata dia menambahkan.
Onodera juga menekankan bahwa Korea Utara terus menimbulkan ancaman
serius bagi Jepang, meskipun diplomasi internasional terus dilakukan
dalam upaya meyakinkan Pyongyang untuk melakukan denuklirisasi.
Dokumentasi latihan militer
Indonesia-Singapura. Foto menunjukkan personel Angkatan Udara Singapura
bersiap di Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, di Pekanbaru, Riau,
Rabu (19/7/2017). Latihan gabungan dengan menggunakan helikopter NAS-332
Super Puma ini meliputi latihan evakuasi medis, pengiriman logistik,
dan SAR tempur. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Beijing (CB) - ASEAN dan China menggelar latihan militer bersama di perairan laut wilayah selatan daratan China.
Menurut rencana latihan di dekat Zhanjiang, Provinsi Guangdong, itu akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2018.
Latihan militer dilakukan dalam dua tahap, demikian pernyataan juru
bicara Kementerian Pertahanan Nasional China Wu Qian seperti dikutip
laman resmi adminsitratur Zhanjiang, Selasa.
Latihan tahap pertama telah digelar di Pangkalan Angkatan Laut Singapura di Changi pada 2-3 Agustus lalu.
Kemudian tahap kedua pada bulan Oktober, 10 negara anggota ASEAN akan
melakukan latihan bersama China, terutama dalam mengimplementasikan
peraturan pertempuran laut tidak terencana, termasuk juga operasi
pencarian dan penyelamatan korban (SAR) di perairan.
Latihan militer itu juga meliputi formasi manuver, formasi komunikasi,
operasi SAR bersama, dan pendaratan helikopter di atas beberapa kapal
peserta latihan.
Latihan tersebut merupakan hasil kesepakatan yang dicapai para menteri
pertahanan ASEAN dan China dalam kerangka peningkatan kerja sama
keamanan dan pertahanan serta rasa saling percaya.
Wu berharap latihan tersebut dapat mempererat kemitraan China dengan
negara-negara anggota ASEAN, meningkatkan kerja sama pengamanan bahari,
dan menambah kemampuan dalam menghadapi berbagai jenis ancaman keamanan.
China dan beberapa negara anggota ASEAN, yakni Vietnam, Filipina,
Malaysia, dan Brunei masih terlibat sengketa wilayah di perairan Laut
China Selatan.
Suasana kamp pengungsi Rohingya Balukhali, Bangladesh,
Foto: Altaf Qadri/AP
Juru bicara pemerintah dan militer tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
CB,
YANGON -- Militer Myanmar mengeluarkan permintaan maaf pada Senin (3/9)
dan mengakui dua foto yang diterbitkan dalam buku miliknya bukan foto
asli.
Surat kabar resmi militer, harian Myawady, mengeluarkan pernyataan pada Senin dari divisi penerbitannya yang menghasilkan buku Myanmar Politics and Tatmadaw: Part I. Penerbit meminta maaf atas dua foto.
"Ditemukan
dua foto itu salah diterbitkan. Kami dengan tulus meminta maaf kepada
para pembaca dan pemilik foto untuk kesalahan itu," kata kelompok
penerbitan dalam sebuah pernyataan.
Ini merujuk pada foto dari Tanzania dan satu lagi foto yang menunjukkan korban perang kemerdekaan Bangladesh 1971. Myawady, dalam pernyataannya, tidak menyebutkan perubahan gambar.
Juru
bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay dan juru bicara militer Mayor
Jenderal Tun Tun Nyi tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Jumat lalu, kantor berita Reuters memberitakan tentara Myanmar
menerbitkan sebuah buku yang menceritakan tentang krisis Rohingya. Dalam
buku itu terdapat foto-foto yang menggambarkan Rohingya.
Sebuah
foto hitam-putih menunjukkan seorang lelaki berdiri di atas dua mayat,
sambil memegang alat pertanian. "Bengali membunuh etnis lokal secara
brutal", tulis keterangan di bawah foto.
Foto itu muncul di
bagian buku yang mencakup kerusuhan etnis di Myanmar pada 1940-an.
Keterangan foto menyebutkan umat Buddha dibunuh oleh Rohingya. Rohingya
disebut sebagai "Bengali" untuk menyiratkan mereka adalah imigran gelap.
Reuters
melakukan pemeriksaan untuk mengecek keaslian foto itu. Dari hasil
pemeriksaan diketahui foto itu diambil selama perang kemerdekaan
Bangladesh 1971. Saat itu ratusan ribu orang Bangladesh dibunuh oleh
pasukan Pakistan.
Ini adalah salah satu dari tiga foto yang
muncul dalam buku itu. Buku diterbitkan pada Juli oleh departemen
militer hubungan masyarakat Myanmar. Foto itu telah disalahpahami
sebagai gambar arsip dari negara bagian barat Rakhine.
Bahkan, Reuters
menemukan dua foto aslinya diambil di Bangladesh dan Tanzania. Foto
ketiga diberi label palsu karena menggambarkan Rohingya memasuki Myanmar
dari Bangladesh. Padahal kenyataannya para migran meninggalkan negara
itu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berkunjung ke Kyrgyztan, Minggu (2/9/2018). Foto/REUTERS
BISHKEK
- Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan mengejar
transaksi non-dolar dalam perdagangan dan investasi dengan negara lain.
Dia mengecam Amerika Serikat (AS) yang dia sebut berperilaku seperti
"serigala liar" karena menjatuhkan sanksi terhadap Ankara baru-baru ini.
Kecaman itu disampaikan di sebuah forum bisnis selam kunjungan Erdogan ke Kyrgyzstan pada hari Minggu.
"Kita
perlu secara bertahap mengakhiri monopoli dolar sekali untuk selamanya
dengan menggunakan mata uang lokal dan nasional di antara kita,"
katanya.
Ankara bukan negara satu-satunya yang dihantam sanksi oleh AS. Rusia juga mengalami nasib serupa.
Sanksi
Washington telah memengaruhi nilai mata uang Turki, lira, yang anjlok
pada bulan lalu. Sanksi dijatuhkan kepada dua menteri di kabinet Erdogan
setelah Ankara menolak membebaskan pastor Amerika, Andrew Brunson, yang
ditahan di Turki atas tuduhan terlibat terorisme dan mendukung upaya
kudeta militer.
"Amerika berperilaku seperti serigala liar.
Jangan percaya mereka," kata Erdogan. "Menggunakan dolar hanya merusak
kita. Kita tidak akan menyerah. Kita akan menang," katanya lagi, seperti
dikutip Al Jazeera, Senin (3/9/2018).
Hubungan Turki
dan AS, yang merupakan sekutu di keanggotaan NATO, semakin memburuk
setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif masuk yang besar untuk
produk baja dan aluminium Turki ketika masuk pasar Washington. Kebijakan
Trump ini juga untuk menanggapi penahanan pastor Brunson.
Menurut Erdogan, Turki memutuskan untuk membangun kemandirian ekonomi, khususnya dalam industri pertahanannya.
Turki
tahun lalu mengumumkan tecapainya kesepakatan akuisisi sistem rudal
anti-pesawat jarak jauh Rusia yang paling canggih; S-400. Namun, langkah
itu membuat AS marah karena sistem pertahanan tersebut tidak kompatibel
dengan perangkat keras militer NATO.
Pada bulan Juni, Senat AS
meloloskan RUU yang melarang penjualan jet tempur siluman F-35 ke Turki.
Alasannya, karena Ankara membeli S-400 dan menahan Pastor Brunson, yang
merupakan warga AS.
Erdogan mengatakan, beberapa pihak terganggu
dengan pembelian S-400 Rusia oleh Turki. Namun, dia menegaskan bahwa
Ankara tidak perlu izin dari siapa pun untuk menjaga wilayahnya.
Kremlin
mengatakan bahwa Amerika Serikat secara kasar mencoba merekrut warga
negara Rusia untuk bertindak sebagai agennya. Foto/Istimewa
MOSKOW
- Kremlin mengatakan bahwa Amerika Serikat secara "kasar" mencoba
merekrut warga negara Rusia untuk bertindak sebagai agennya. Kremlin
menyebut bahwa ini menunjukkan Washington ikut campur dalam urusan dalam
negeri Rusia.
Pernyataan kremlin ini adalah respon dari laporan
yang dirilis oleh New York Times. Di mana dalam laporanya New York Times
menulis bahwa FBI dan Departemen Kehakiman coba merekrut pengusaha asal
Rusia, Oleg Deripaska menjadi informan mereka.
Upaya tersebut,
menurut laporan New York Times pada tahun 2014 dan 2016. Namun,
sayangnya upaya untuk merekrut Deripaska selalu menemui jalan buntu.
Juru
bicara Kremlin, Dmitri Peskov yang berbicara saat menggelar konferensi
pers di Moskow , menyatakan laporan ini sekali menunjukan bahwa AS terus
berupaya untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri Rusia.
"Faktanya
adalah bahwa AS dalam beberapa tahun terakhir bekerja kasar menggunakan
layanan intelijennya, mencoba merekrut warga Rusia, mengerahkan moral
dan tekanan lain pada mereka. Saya pikir insiden ini dengan cara yang
paling fasih bersaksi untuk upaya untuk ikut campur dalam urusan
internal Rusia," kata Peskov, seperti dilansir Reuters pada Senin (3/9).
Sejauh
ini belum ada pernyataan dari pemerintah AS mengenai laporan NEw York
Times ini. sejauh ini, AS yang selalu menuduh Rusia mencoba untuk campur
tangan dalam urusan domestik mereka, termasuk dalam pemilihan umum 2014
lalu.
Kelompok bersenjata di Libya terlibat pertempuran sengit
CB,
TRIPOLI -- Pemerintah Libya yang didukung PBB mengumumkan keadaan
darurat di ibukota, Tripoli, dan daerah pinggirannya. Keadaan darurat
diberlakukan setelah pertempuran sengit antara kelompok bersenjata
terjadi selama beberapa hari.
Dilansir Aljazirah, Senin (3/9), setidaknya 39 orang, termasuk warga
sipil, tewas dalam kekerasan dan hampir 100 orang lainnya terluka.
"Karena
situasi bahaya saat ini dan demi kepentingan publik, dewan kepresidenan
mendeklarasikan keadaan darurat untuk melindungi dan mengamankan warga
sipil, barang milik umum dan pribadi serta lembaga-lembaga penting,"
ujar Pemerintah Nasional (GNA) dalam sebuah pernyataan pada Ahad (2/9)
Berdasarkan
laporan wartawan Aljazirah, Mahmoud Abdelwahed dari Tripoli diketahui
bahwa roket-roket yang salah sasaran menimbulkan banyak korban dari
warga sipil.
"Sejak awal bentrokan yang meletus sepekan
yang lalu, banyak warga sipil tewas akibat roket jatuh ke daerah-daerah
padat penduduk," katanya.
Ia mengatakan banyak penduduk
menyalahkan Pemerintah Kesepakatan Nasional karena tidak melakukan upaya
untuk menghentikan konflik. Libya jatuh ke dalam kekacauan setelah
pemberontakan 2011 yang menggulingkan dan membunuh Muammar Gaddafi.
Saat
ini, Libya diperintah oleh dua otoritas yang bersaing didukung oleh
berbagai kelompok bersenjata yang kuat. Mereka yakni GNA yang berbasis
di Tripoli, yang diakui oleh PBB sebagai pemerintah resmi Libya dan
Dewan Perwakilan yang berbasis di Tobruk di bagian timur negara itu,
yang mendapat dukungan dari Jenderal Khalifah Haftar.
Pertempuran
di ibu kota meletus pekan lalu ketika kelompok-kelompok bersenjata dari
Tripoli bentrok dengan kelompok lain dari satu kota ke selatan. Mereka
memperebutkan kekuasaan di pemerintahan yang berbasis di barat negara
itu.
Pertempuran jalanan pada Senin dan Selasa terjadi
antara Brigade Ketujuh atau Kaniyat, dari Tarhouna, sebuah kota 65 km
tenggara Tripoli, melawan Brigade Revolusi Tripoli dan Nawasi, dua faksi
terbesar ibu kota.
Kaniyat dan kelompok-kelompok lain dari
luar Tripoli telah menyaksikan keberhasilan saingan di dalam kota
dengan kegelisahan yang meningkat. Laporan tentang kekayaan, kekuasaan
dan gaya hidup mewah dari beberapa komandan pemberontak Tripoli telah
memicu kebencian.
Sebuah gencatan senjata dicapai dalam
koordinasi dengan misi PBB di Libya. Gencatan senjata mulai berlaku
pada Kamis pekan lalu. Namun kesepakatan itu dengan cepat dilanggar.
Dalam
pernyataannya, pemerintah yang berbasis di Tripoli meminta milisi lawan
untuk menghentikan pertempuran dan menghormati perjanjian gencatan
senjata. Pemerintah menyampaikan kembali pernyataan yang dikeluarkan
oleh , sekretaris jenderal PBB Antonio Guterres sehari sebelumnya.
"Sekretaris
Jenderal mengutuk eskalasi kekerasan di dalam dan di sekitar ibukota
Libya dan, khususnya, penggunaan oleh kelompok bersenjata pemboman
sembarangan yang mengarah pada kematian dan cedera warga sipil, termasuk
anak-anak," kata pernyataan PBB pada Sabtu.
Guterres meminta
semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan dan mematuhi
perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh PBB dan Komite
Rekonsiliasi.
Inggris, Prancis, Italia, dan Amerika Serikat
mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa eskalasi akan menghambat
proses politik di Libya yang berencana untuk mengadakan pemilihan
nasional pada Desember mendatamg.
Keempat negara itu
mengatakan mereka memperingatkan pihak yang merusak keamanan di Tripoli
atau tempat lain di Libya akan dimintai pertanggungjawaban atas
tindakan semacam itu.
Penjara
Ain Zara, di pinggiran Tripoli, Libya. Sekitar 400 narapidana melarikan
diri dari penjara itu saat perang antar-milisi pecah.
Foto/REUTERS/Ismail Zitouny
TRIPOLI
- Perang antar-kelompok milisi pecah di Libya dalam beberapa hari
terakhir. Konflik ini menyebabkan sekitar 400 narapidana (napi)
melarikan diri dari penjara di pinggiran Tripoli.
Pemerintah Libya mengumumkan keadaan darurat di Tripoli dan sekitarnya.
Selama
konflik berlangsung, ratusan napi yang keluar dari sel penjara Ain Zara
menyerbu pintu gerbang. Hal itu membuat para penjaga takut akan
keselamatannya.
"Para tahanan dapat memaksa membuka pintu dan pergi," kata kepolisian setempat pada hari Minggu dalam sebuah pernyataan.
Penjara itu terletak di Tripoli selatan, sebuah wilayah yang dilanda perang sengit antar-kelompok milisi yang bersaing.
Tripoli
telah diperebutkan sejak invasi pimpinan NATO pada tahun 2011
meninggalkan negara itu dalam kekacauan. Hal itu perparah dengan sistem
politik dan ekonomi yang hancur.
Kekerasan meningkat sejak
minggu lalu, di mana milisi Brigade Ke-7 dari kota Tarhuna, sekitar 65
km (40 mil) dari Tripoli, menyerang sebuah koalisi milisi yang terdiri
dari Brigade Revolusioner Tripoli (TRB), Brigade Nawasi, Brigade
Chanewa, Brigade Bab Tajoura dan juga Brigade 301 Misrata, yang kemudian
mundur.
Tidak diketahui apa yang mendorong eskalasi tersebut,
tetapi Brigade Ke-7 mengklaim akan mencoba membersihkan Tripoli dari
milisi korup. Menurut kelompok tersebut, para milisi di Tripoli menerima
pinjaman jutaan dolar dari bank yang dikendalikan pemerintah, sementara
penduduk setempat berjuang untuk mendapatkan beberapa dinar.
Sejak
bentrokan pecah pada Senin pekan lalu, beberapa upaya negosiasi
gencatan senjata sudah dilakukan oleh para tokoh senior Libya. Namun,
upaya itu gagal dan kekerasan semakin parah.
Pemerintah Nasional Libya (GNA) yang didukung PBB, seperti dikutip Reuters, Senin
(3/9/2018), membantah bahwa pihaknya mendukung salah satu pihak dalam
pertempuran itu. GNA juga menolak kaitannya dengan Brigade Ke-7.
Secara
terpisah, rudal jatuh pada hari Minggu di kamp al-Fallah, sebuah bagi
orang-orang Tawergha yang telantar. Serangan rudal itu menewaskan dua
orang dan melukai tujuh lainnya, termasuk dua anak. Hal itu disampaikan
Emad Ergeha, seorang aktivis yang mengikuti krisis Tawergha.
Para
penduduk Tawergha dipaksa untuk meninggalkan pemukiman mereka di dekat
kota barat Misrata dalam pemberontakan yang didukung NATO saat
penggulingan Muammar Gaddafi pada tahun 2011. Sejak itu, mereka dicegah
untuk kembali ke wilayahnya.
Ergeha, yang merupakan warga Tawergha, juga mengunggah video secara
online yang menunjukkan petugas pemadam kebakaran memadamkan api dan
menunjukkan kerusakan parah pada wadah-wadah yang terbuat dari baja di
kamp.
Roket juga dilaporkan menghantam hotel Waddan di pusat kota
Tripoli dekat Kedutaan Besar Italia pada hari Sabtu. Tiga orang cedera.
Beberapa negara Eropa telah mengecam kekerasan di Libya.
Duterte mengucapkan terima kasih atas bantuan Israel.
CB,
TEL AVIV -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte memuji Perdana Menteri
Israel Benyamin Netanyahu untuk bantuannya dalam mengatasi pemberontakan
di Marawi. Israel membantu Filipina dalam mengakhiri pengepungan selama
lima bulan oleh pemberontak di selatan kota pada 2017 lalu.
Hal itu dikatakan Duterte pada Senin (3/9) waktu setempat di Tel Aviv
dalam kunjungan pertamanya ke Israel di tengah kecaman terhadap catatan
hak asasi manusia pempimpin Filipina itu. "Konflik Marawi di pulau
Mindano dapat dimusnahkan jika bukan karena peralatan yang substansial
dan krusial dari Israel," ujarnya.
Hal ini merupakan
pertama kalinya Duterte mengakui bantuan Israel secara terbuka dalam
mengakhiri pengepungan Marawi pada 2017 lalu. Menurutnya, bantuan dari
Israel sangat penting dalam memenangkan perang di negeri sendiri.
"Pak
Perdana Menteri, saya hanya bisa berterima kasih banyak kepada Anda
terutama pada bantuan kritis Anda yang telah memperluas negara saya pada
waktunya ketika kami sangat membutuhkannya," kata Duterte.
Pengepungan
Marawi terjadi antara Mei dan iOktober 2017. Para pejuang yang
bersumpah setia kepada ISIS mengambil alih kota. Pertempuran menewaskan
lebih dari 1.000 pemberontak, tentara dan warga sipil. Perang juga dan
menelantarkan ratusan ribu penduduk.
Kunjungan pertama
Duterte mengindikasikan kedua negara dalam damai dan terhindar dari
konflik. "Kami berbagi semangat yang sama untuk perdamaian, kami berbagi
semangat yang sama untuk manusia. Tetapi juga kami berbagi semangat
yang sama untuk tidak membiarkan negara kami dihancurkan oleh mereka
yang tidak tahu apa-apa selain membunuh dan menghancurkan," katanya.
Duterte
sangat ingin meningkatkan kerja sama keamanan dengan Israel. Otoritas
Zionis telah menjual ke Filipina sebanyak tiga sistem radar dan 100
kendaraan lapis baja. Manila kini mengincar kesepakatan pesawat dengan
Israel.
Selain bertemu Netanyahu, Duterte mengunjungi
pemakaman Yad Vashem Holocaust di Yerusalem. Kemudian, dia pergi ke
sebuah monumen dalam memperingati penyelamatan orang Yahudi di Filipina
selama Holokus.
Pada 1939, Presiden Manuel L Quezon
mengeluarkan 10 ribu visa untuk orang Yahudi Eropa. Namun hanya sekitar
1.300 yang benar-benar masuk ke negara Asia Tenggara.
Netanyahu
mencatat bagaimana Filipina mengambil para pengungsi yang melarikan
diri dari Nazi. Filipina juga merupakan satu-satunya suara dari Asia
untuk pembentukan negara Israel. Baru-baru ini, Filipina memilih abstain
dalam suara PBB yang menegur keputusan Presiden AS Donald Trump untuk
mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Kami ingat
teman-teman kami dan persahabatan itu telah berkembang selama
bertahun-tahun dan terutama selama beberapa tahun terakhir," kata
Netanyahu kepada Duterte.
CB, Jakarta - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte
kembali mengeluarkan kata-kata kutukan saat berpidato di Israel,
sehingga membuat asistennya mendekati Duterte dan memintanya berhenti
untuk sumpah serapah.
Duterte mengeluarkan kata-kata kasar dalam
pertemuan tertutup dengan ratusan warga Filipina yang tinggal di Israel.
Pertemuan diadakan di hotel Ramada di Jerusalem pada hari Minggu, 2
September 2018.
Menurut
laporan reporter seperti dikutip dari Haaretz, 3 September, Duterte
mengeluarkan sumpah serapahnya dalam bahasa Filipina.
Duterte dalam pertemuan itu membahas tentang pernyataannya pekan lalu
mengenai perkosaan. Duterte mengatakan dimana banyak perempuan cantik,
maka di sana akan banyak kasus perkosaan.
Duterte membenarkan pernyataannya itu dengan mengaitkannya pada demokrasi dan kemerdekaan berpendapat.
Pekan lalu, Duterte menanggapi data kepolisian yang menyebutkan angka perkosaan tertinggi terjadi di Davao, tanah kelahirannya.
"Mereka
katakan di sana banyak kasus perkosaan di Davao. Jika di sana banyak
perempuan cantik, maka akan ada kasus perkosaan," ujar Duterte.
Juru bicara Duterte kemudian meminta agar pernyataan Duterte itu tidak ditanggapi secara serius.
Pernyataan Duterte tentang perkosaan dikecam keras oleh sejumlah aktivis hak-hak perempuan.
"Cantik tidak mengakibatkan perkosaan, pemerkosa jadi pelakunya," kata Risa Hontiveros, anggota parlemen.
Duterte berkunjung
ke Israel untuk selama 4 hari, 2-6 September 2018. Ini merupakan
kunjungan perdana presiden Filipina setelah kedua negara secara resmi
menjalin hubungan diplomatik tahun 1957. Ratusan warga Filipina
menyambut kedatangan Duterte sebagai presiden yang dianggap berhasil
memberangus perdagangan narkoba di negara itu.
Pemerintah
Yordania menolak usulan perwakilan Presiden Amerika Serikat (AS),
Donald Trump untuk membentuk negara konfederasi Palestina-Yordania.
Foto/Istimewa
AMMAN
- Pemerintah Yordania menolak usulan perwakilan Presiden Amerika
Serikat (AS), Donald Trump untuk membentuk negara konfederasi
Palestina-Yordania. Usulan itu disampaikan saat terjadi pertemuan antara
penasihat Trump, Jared Kushner dan utusan Timur Tengah AS, Jason
Greenblatt dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.
Juru bicara
pemerintah Yordania, Jumana Ghuneimat mengatakan, penggabungan dengan
Yordania dengan Tepi Barat yang diduduki Israel bukanlah masalah yang
terbuka untuk diskusi, dan itu tidak mungkin menjadi hal yang akan
didiskusikan.
Ghuneimat, seperti dilansir Anadolu Agency pada
Senin (3/9), lalu menyatakan bahwa sikap Yordania, yang dia katakan
mendukung solusi dua negara mengenai masalah Palestina-Israel, sudah
pasti dan jelas.
Hal senada juga disampaikan oleh sayap politik
Ikhwanul Muslimin Yordania, Front Aksi Islam (IAC). Juru bicara IAC,
Murad al-Adailah mengatakan pembentukan konfederasi akan menyebabkan
orang Palestina kehilangan hak mereka untuk merebut kembali tanah mereka
yang diduduki.
“Ide
konfederasi berarti rakyat Palestina kehilangan hak mereka untuk
membebaskan tanahnya yang diduduki. Hak ini hanya dapat dicapai dengan
pembebasan semua tanah Palestina," kata Adaliah.
Adaliah kemudian
menegaskan bahwa rakyat Yordania tidak akan menerima solusi apa pun
yang akan membuat hak-hak warga Palestina terancam.
Sebelumnya
diwartakan, Abbas menyatakan, perwakilan Trump menawarkan kepada dirinya
rencana pembetukan negara konfederasi Palestina-Yordania. Abbas
menuturkan, dia mengakui minatnya dalam proyek semacam itu, tetapi hanya
jika Israel akan menjadi bagian dari itu.
Menhan
Israel Avigdor Lieberman mengisyratkan untuk menyerang basis Iran yang
ada di Irak menyusul adanya laporan bahwa Teheran telah mengirimkan
rudal ke Irak. Foto/Reuters
TEL AVIV
- Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman mengisyratkan untuk
menyerang basis Iran yang ada di Irak, menyusul adanya laporan bahwa
Teheran telah mengirimkan rudal ke Irak.
"Kami tentu memonitor
semua yang terjadi di Suriah, dan mengenai ancaman Iran kami tidak
membatasi diri hanya untuk wilayah Suriah. Ini juga harus jelas," kata
Lieberman dalam sebuah pernyataan.
Ketika ditanya apakah ini
termasuk Irak, di mana ada laporan bahwa Iran telah mengirimkan rudal
balistik ke negara itu, Lieberman menyatakan Israel akan menyerang
setiap posisi Iran yang mengancam Tel Aviv.
"Saya mengatakan
bahwa kita akan menghadapi ancaman Iran, dan tidak masalah dari mana
datangnya. Kebebasan Israel adalah mutlak. Kami mempertahankan kebebasan
bertindak ini," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (3/9).
Sebelumnya,
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menyatakan, dia
benar-benar khawatir dengan laporan Iran telah mengirimkan rudal ke
Irak. Pompeo menyebut, jika laporan ini benar, maka hal ini adalah
pelanggaran terhadap kedaulatan Irak.
“Sangat prihatin dengan
laporan Iran yang mengirim rudal balistik ke Irak. Jika benar, ini akan
menjadi pelanggaran berat terhadap kedaulatan Irak dan resolusi Dewan
Keamann (DK) PBB 2231. Baghdad harus menentukan apa yang terjadi di
Irak, bukan Teheran,” kata Pompeo.
Iran dilaporkan mengirimkan
rudal Zelzal, Fateh-110 dan Zolfaqar yang misterius memiliki jangkauan
sekitar 200 km hingga 700 km ke Irak. Ini menempatkan Ibu Kota Arab
Saudi, Riyadh, atau Ibu Kota Israel Tel Aviv dalam jarak tembak jika
senjata-senjata itu dikerahkan di Irak selatan atau barat.
Teheran
sendiri telah membantah telah mengirimkan rudal ke Irak. Juru bicara
Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menyebut hal itu adalah
tuduhan palsu dan tidak masuk akal.
Jakarta, CB -- Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmemperingatkan Suriahagar
tidak meminta bantuan Iran dan Rusia untuk menyerang Idlib. Sebab,
menurutnya serangan tersebut malah akan menimbulkan tragedi
kemanusiaan.
Peringatan ini dilakukan setelah Menteri Luar
Negeri Iran, Mohammad Javed Zarif bertemu dengan pemimpin Suriah, Bashar
al-Assad. Zarif mengadakan kunjungan dadakan ke Damaskus ditengah
ketidakjelasan rencana serangan.
Saat ini, tentara Suriah tengah
bersiap untuk menyerang. Mereka dikumpulkan sekitar barat daya provinsi
Idlib. Idlib sendiri adalah kota terakhir yang dikuasai oleh pemberontak
negara itu.
"Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak boleh sembarangan menyerang
provinsi Idlib. Rusia dan Iran akan membuat kesalahan kemanusiaan yang
besar jika ikut serta dalam potensi tragedi kemanusiaan ini," cuit
Trump.
"Ratusan ribu orang bisa terbunuh. Jangan sampai hal ini terjadi!"
PBB
dan berbagai kelompok pemberi bantuan telah memeringahtkan bahwa
serangan besar-besaran di Idlib bisa memercikkan bencana kemanusiaan
terbesar selama tujuh tahun konflik Suriah berlangsung.
Tapi,
Rusia dan Iran bersikeras bahwa kelompok ekstrim di Idlib harus
dikalahkan. Kedua negara ini diperkirakan akan mendukung pasukan
pemerintah dalam bentuk serangan apapun.
Kunjungan Zarif ke
Suriah ini juga dilakukan beberapa hari sebelum pertemuan tripartit yang
dilakukan oleh para petinggi Iran. Pertemuan itu dilakukan untuk
mendiskusikan konflik Iran. Konflik Suriah sendiri saat ini telah
mencapai tahun ke delapan.
Ia menemui Assad untuk mendiskusikan isu mengenai agenda untuk pertemuan
tripartit itu. Hal ini diketahui dari akun kepresidenan Suriah di
layanan pesan instan Telegram.
Idlib sendiri awalnya adalah
wilayah damai dimana semua tindak kekerasan antara pemerintah dan kaumn
pemberontak dihentikan. Wilayah damai ini akan diikuti oleh gencatan
senjata di seluruh negeri. Rusia belakangan terus mendorong agar
pemerintah melancarkan serangan ke Idlib.
Teheran dan Moskow
telah memasok dukungan militer, keuangan, dan politik yang stabil bagi
pemerintahan Assad selama perang berlangsung. Sebanyak 350.000 orang
tewas sejak perang pecah pada 2011.
Iran mengatakan militan penguasa provinsi
Idlib, Suriah yang bergabung dalam aliansi Hayat Tahrir al-Sham harus
diursir dari wilayah itu. (AFP/Omar Haj Kadour)
Jakarta, CB -- Menteri luar negeri IranMohammad Javad Zarif mengatakan seluruh militan harus "diusir" dari provinsi Idlib agar Suriah bisa membangun kembali wilayahnya.
Pernyataan
Mohammad Javad Zarif ini dikeluarkan menjelang perundingan antara Iran,
Suriah dan Rusia mengenai upaya merebut kantung wilayah terakhir yang
masih dikuasai kelompok penentang Presiden Bashar al-Assad.
"Seluruh
wilayah Suriah harus dipertahankan dan seluruh sekte dan kelompok harus
memulai upaya pembangunan kembali sebagai satu kesatuan. Seluruh
pengungsi harus kembali ke keluarga masing-masing," ujar Zarif di
Damaskus, Senin (3/9).
"Dan teroris yang tersisa di
sebagian wilayah Idlib harus diusir dan wilaya itu harus kembali
dikuasai rakyat Suriah," kata Zarif seperti dikutip kantor berita Fars.
Presiden
Iran Hassan Rouhani akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin
dan Presiden Turki Tayyip Erdogan pada 7 September di Iran.
Pasukan
Suriah sedang mempersiapkan serangan ke Idlib dan wilayah sekitarnya
yang masih dikuasi oleh kelompok penentang Assad yang merupakan sekutu
dekat Rusia.
Presiden Assad juga didukung oleh pasukan Iran dalam perang saudara yang sudah terjadi sejak 2011.
Menteri
Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pemerintah negaranya memandang
serangan pemerintah Suriah ke Idlib sebagai peningkatan dalam perang
saudara di Suria. Departemen luar negeri AS juga telah memperingatkan
bahwa Washington akan melakukan aksi jika terjadi serangan senja kimia
oleh pemerintah Suriah.
Aliansi Jihadis
Menlu
Iran Javad Zarif mengatakan pertemuan antara pemimpin ketiga negara itu
akan membicarakan pertempuran melawan kelompok-kelompok militan di
Suriah yang masih tersisa.
"Dalam
pertemuan yang akan diadakan di Tehran Jumat mendatang merupakan
kelanjutan dari metode putaran politik tiga kubu yang mengkaji ulang
dari upaya melawan kelompok ekstrimis dan teroris seperti Tahrir
al-Sham," kata Zarif seperti dikutip Kantor Berita Repubul Islam (IRNA).
Zarif tidak menjelaskan lokasi pertemuan tiga presiden itu.
Minggu
lalu, menteri pertahanan Iran mengunjungi Damaskus dan menandatangani
kesepakatan kerjasama pertahanan antara negaranya dan Suriah.
Citra
satelit memperlihatkan armada helikopter tempur milik Rusia yang
ditempatkan di Suriah untuk melawan pemberontak penentang Presiden
Bashar al-Assad. (Reuters/www.Stratfor.com/Digital Globe)
Hayat
Tahrir al-Sham, yang juga meliputi kelompok Front Nusra yang sebelumnya
memiliki kaitan dan al Qaeda, merupakan aliansi jihadis terkuat di
Idlib.
Juru bicara kementerian luar negeri Iran Bahram Qassemi
mengatakan negaranya akan terus membantu pasukan pemerintah Suriah dalam
pertempuran di Idlib.
"Pemerintah
Suriah berhak memerangi teroris di wilayahnya. Dan Iran, sebagai
pendukung pemerintah Suriah, akan hadir dan terus menjadi pendukung
selama diminta oleh pemerintah Suriah," kata Qassemi.
Qeshm
Fars Air, sebuah perusahaan penerbangan sipil Iran, dicurigai
menyelundupkan senjata ke Lebanon, diperuntukkan bagi kelompok militan
Hizbullah dan pabrik senjata Iran. Foto/Fox News
WASHINGTON
- Sebuah perusahaan penerbangan sipil Iran diduga menyelundupkan
senjata ke Lebanon. Senjata-senjata itu berasal dari pabrik di Iran dan
diperuntukkan bagi kelompok militan Hizbullah.
Sumber-sumber intelijen Barat mengatakan telah menemukan rute rahasia yang digunakan Iran untuk mencoba menghindari deteksi.
Sumber
itu mengindentifikasi dua penerbangan yang dilakukan Qeshm Fars Air
yang jarang dan tidak biasa dari Teheran ke bandara internasional di
Beirut selama dua bulan terakhir.
Penerbangan pertama, pada
tanggal 9 Juli, menggunakan Boeing 747 yang berangkat dari pangkalan
angkatan udara di Teheran, berhenti untuk singgah sebentar di bandara
internasional di Damaskus, Suriah. Pesawat itu kemudian melanjutkan
perjalanan dengan "jalur penerbangan yang tidak biasa" ke bandara
internasional Beirut, di mana ia mendarat tak lama setelah jam 4 sore
waktu lokal.
Menurut
data penerbangan yang diperoleh Fox News, rute tersebut melewati
Lebanon utara, tidak mengikuti jalur penerbangan yang umum digunakan.
Sumber
intelijen regional yang meminta untuk tetap anonim mengatakan:
"Orang-orang Iran sedang mencoba untuk menemukan cara-cara baru dan rute
untuk menyelundupkan senjata dari Iran ke sekutunya di Timur Tengah,
menguji dan menentang kemampuan Barat untuk melacak mereka," seperti
dikutip dari Fox News, Selasa (4/9/2018).
Sumber
intelejen Barat mengklaim pesawat membawa komponen untuk membuat senjata
dari pabrik-pabrik Iran di Lebanon. AS dan Israel, serta lembaga
intelijen barat lainnya, telah memberikan bukti bahwa Iran telah
mengoperasikan pabrik-pabrik senjata di Libanon, Suriah dan Yaman.
Pekan
lalu, mengutip sumber Iran, Irak dan Barat, kantor berita Reuters
melaporkan bahwa Iran telah mengirim rudal balistik jarak pendek ke
sekutu Syiahnya di Irak dalam beberapa bulan terakhir. Teheran dan
Baghdad secara resmi membantah laporan itu.
Penerbangan
kedua dilakukan pada 2 Agustus. Nomor penerbangan QFZ9960 mendarat di
Beirut pada pukul 17:59 waktu setempat, setelah meninggalkan bandara
internasional Teheran dua setengah jam sebelumnya. Kali ini, pesawat
tidak berhenti di Damaskus, tetapi pesawat itu mengikuti rute utara
Suriah yang tidak teratur.
Qeshm Fars Air dianggap sebagai salah
satu dari berbagai maskapai penerbangan semi-sipil yang digunakan untuk
penyelundupan senjata oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan
elit al-Quds yang dipimpin oleh Qassem Soleimani. Kembali pada bulan
Oktober 2017, Presiden Trump menjatuhkan sanksi pada IRGC dan pasukan
al-Quds.
Maskapai itu telah menghentikan operasinya pada 2013,
dengan alasan manajemen yang buruk, tetapi mulai beroperasi kembali di
bawah manajemen baru pada Maret 2017. Maskapai itu dikatakan memiliki
dua Boeing 747 dalam armadanya. Di antara anggota dewan perusahaan ada
tiga perwakilan IRGC: Ali Naghi Gol Parsta, Hamid Reza Pahlvani, dan
Gholamreza Qhasemi.
Amerika Serikat adalah mitra keamanan utama Lebanon, menurut Departemen
Luar Negeri. Sejak 2006, AS telah memberikan bantuan keamanan lebih dari
USD1,7 miliar kepada Libanon, sebagian untuk melawan pengaruh
Hizbullah.
Hizbullah dianggap sebagai organisasi teror oleh
banyak pejabat AS dan negara-negara barat lainnya, dan didukung dan
didanai oleh Iran.
Teheran (CB) - Nilai tukar (kurs) mata uang Iran, rial,
mencapai rekor terendah terhadap dolar AS di pasar tidak resmi pada
perdagangan Senin (3/9) di tengah memburuknya situasi ekonomi dan
reimposisi sanksi-sanksi oleh Amerika Serikat.
Dolar AS ditawarkan untuk 128.000 real, menurut situs valuta asing
Bonbast.com, yang melacak pasar tidak resmi. Demikian laporan yang
dikutip dari Reuters.
Mata uang rial telah bergejolak selama berbulan-bulan karena ekonomi
yang lemah, kesulitan keuangan di bank-bank lokal dan permintaan besar
untuk dolar AS di kalangan orang Iran yang takut penarikan Washington
dari perjanjian nuklir penting 2015 dan sanksi-sanksi baru AS yang
dapat memperkecil ekspor minyak Iran dan barang-barang lainnya.
Sejumlah sanksi AS yang menargetkan industri minyak Iran akan mulai berlaku pada November.
Pekan lalu, parlemen Iran memecat menteri urusan ekonomi dan keuangan,
yang terbaru dalam kelanjutan perombakan personil ekonomi utama.
Pada awal Agustus anggota parlemen Iran memilih menteri tenaga kerja dan
pada Juli Presiden Hassan Rouhani menggantikan kepala bank sentral.
Protes terkait dengan situasi ekonomi yang sulit di Iran meletus
Desember lalu, menyebar ke lebih dari 80 kota dan mengakibatkan 25
kematian.
Protes sporadis, yang dilalukan oleh supir truk, petani, dan pedagang di
bazaar Teheran, telah berlanjut sejak itu dan kadang-kadang
menghasilkan konfrontasi penuh kekerasan dengan pasukan keamanan.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin
Salman berbincang dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmad Aboul
Gheit, menjelang KTT Arab di Dhahran, Arab Saudi, Minggu (15/4/2018).
(REUTERS/Hamad I Mohammed
Riyadh (CB) - Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman
menyatakan pada Sabtu bahwa pihaknya menerima bahwa serangan udara bulan
lalu yang menewaskan puluhan orang termasuk anak-anak yang menumpang
sebuah bus, tidak dibenarkan.
Koalisi tersebut berjanji akan meminta pertanggungjawaban siapa saja yang terlibat dalam kesalahan itu.
Pengakuan yang jarang itu dibuat setelah tekanan internasional, termasuk
dari para sekutu, untuk membatasi jatuhnya korban jiwa di kalangan
warga sipil dalam perang saudara lebih tiga tahun itu. Lebih dari 10.000
orang tewas dalam perang itu dan mendorong negara yang sudah miskin
tersebut ke jurang kelaparan.
Aliansi dukungan Barat yang memerangi kelompok Houthi di Yaman, yang
bersekutu dengan Iran menyatakan pada saat itu serangan-serangan udara
pada 9 Agustus di satu pasar di Provinsi Saada telah menyasar
peluncur-peluncur peluru kendali yang digunakan untuk menyerang bagian
selatan Saudi sehari sebelumnya dan menuduh Houthi menggunakan anak-anak
sebagai tameng manusia, demikian Reuters melaporkan.
Tim Penilaian Insiden Gabungan (JIAT), sebuah badan penyelidikan yang
dibentuk koalisi, mengatakan pada Sabtu bahwa serangan-serangan
didasarkan pada informasi intelijen yang mengindikasikan bus tersebut
membawa para pemimpin Houthi, sasaran militer yang sah, tapi
menangguhkan eksekusi serangan itu dan menerima perintah jangan serang
hingga penyelidikan lebih lanjut.
"Sudah ada penangguhan dalam mempersiapkan jet tempur pada waktu dan
tempat yang tepat, sehingga kehilangan (peluang) untuk menyasar bus ini
sebagai sasaran militer di satu kawasan terbuka agar terhindar dari
kerusakan tambahan," kata Mansour Ahmed al-Mansour, penasehat hukum
JIAT, kepada wartawan di ibu kota Saudi.
"Tim yakin pasukan koalisi itu hendaknya segera meninjau ulang aplikasi
peraturan-peraturan keterlibatan untuk menjamin tindakan sesuai
peraturan," tambahnya.
Koalisi itu kemudian mengumumkan bahwa pihaknya menerima temuan-temuan
tersebut dan berjanji akan meminta pertanggungjawaban kepada siapa saja
yang terbukti telah membuat kesalahan.
"Komando Pasukan Gabungan Koalisi menyatakan penyesalan atas
kesalahan-kesalahan, menyampaikan rasa simpati, belasungkawa dan
solidaritas kepada keluarga para korban," demikian pernyataan yang
disiarkan kantor berita Saudi SPA.
Koalisi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah Yaman
untuk memberikan ganti rugi kepada keluarga para korban dan akan terus
meninjau kembali peraturan-peraturan keterlibatan guna mencegah jangan
sampai insiden-insiden seperti itu terulang kembali.
Semburan api pada platform produksi minyak di ladang minyak Soroush, di Teluk Persia, Iran, 25 Juli 2005.[Reuters]
CB, Jakarta - Distributor utama minyak Jepang akan menghentikan impor minyak mentah dari Iran pada Oktober dan beralih ke produsen lain di Timur Tengah, untuk mematuhi sanksi dari AS.
Karena
minyak Iran lebih murah dibandingkan dengan negara lain, pengalihan
impor minyak akan meningkatkan biaya distributor dan dapat menyebabkan
harga bensin lebih tinggi di Jepang, seperti dilaporkan Times of Japan, 3
September 2018.
Harga
eceran rata-rata untuk satu liter bensin reguler di Jepang di atas 150
Yen (Rp 20.000) sejak akhir Mei, sementara pada 27 Agustus, harga
berkisar di 151.80 Yen (Rp 20.282).
Donald Trump telah
menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir internasional
2015 yang ditandatangani antara Iran dan negara-negara besar lain, dan
berujung pada penetapan kembali beberapa sanksi terhadap Iran, termasuk
impor minyak.
AS menyerukan negara-negara dunia
menghentikan impor minyak dari Iran pada 4 November dan akan mengenakan
sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang menolak mematuhi sanksi impor
minyak Iran.
Iran Pasok 200 Ribu Barel Minyak
Jepang
telah meminta pengecualian terhadap sanksi AS ini, karena impor minyak
mentah Iran baru-baru ini sedang turun. Tapi distributor minyak utama
membuat pengaturan untuk transportasi dan pembayaran lunas sebelum
mengalihkan minyak Iran ke pemasok lain untuk menutup hilangnya pasokan
Iran.
Selama masa sanksi anti-Iran sebelumnya, Jepang dan
Korea Selatan, telah mendapat pengecualian yang memungkinkan mereka
untuk membeli volume terbatas minyak Iran, seperti dilaporkan
Sputniknews.
Pemimpin
JXTG Nippon Oil & Energy Corp dan distributor minyak lainnya perlu
memutuskan pada awal bulan ini apakah akan terus mengimpor minyak Iran
pada waktunya untuk membuat pengaturan ulang yang diperlukan.
Langkah
terbaru juga muncul ketika bank-bank besar Jepang bersiap untuk
menghentikan transaksi yang terkait dengan Iran, yang akan menyulitkan
distributor untuk memproses pembayaran bahkan jika mereka memutusukan
untuk terus membeli minyak Iran.
Kurangnya
sumber daya alam Jepang sangat bergantung pada impor energi. Dalam
beberapa tahun terakhir, sekitar 80 persen dari impor minyaknya berasal
dari Timur Tengah.
Arab
Saudi adalah pemasok minyak mentah terbesar Jepang pada tahun fiskal
2017, menyumbang 39 persen, sementara Iran di posisi keenam sekitar 5
persen.
Meskipun minyak Iran
merupakan bagian yang relatif kecil dari total, para ahli industri
mengatakan konsumen di Jepang mungkin harus membayar lebih untuk bensin
dan produk-produk terkait minyak lainnya jika impor dari Iran
dihentikan.