Senin, 24 Oktober 2016

Indonesia dan Qatar Berlakukan Perjanjian Bebas Visa

 
Indonesia dan Qatar Berlakukan Perjanjian Bebas Visa 
 Indonesia dan Qatar akan memberlakukan Persetujuan Bebas Visa bagi pemegang Paspor Diplomatik, Dinas dan Khusus RI-Qatar. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
 
Jakarta, CB -- Indonesia dan Qatar akan memberlakukan Persetujuan Bebas Visa bagi pemegang Paspor Diplomatik, Dinas dan Khusus RI-Qatar.

Hal tersebut disampaikan ketika Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi dalam acara silaturahmi menyambut kunjungan kerja Inspektur Jenderal Kemnaker, Soenarno dan Kunjungan Tim BPK yang dipimpin Kepala Auditorat III, Ali Sadli, akhir pekan lalu.

Dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (23/10), Dubes Basri, mengatakan ketentuan tersebut dilakukan setelah Direktur Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri RI, Dubes Nurul Aulia menyerahkan Nota Diplomatik Kemlu RI kepada Dubes Qatar untuk Indonesia, Ahmed bin Jassim Mohammed Ali Hamar pada tanggal 18 Oktober 2016.

Penyerahan nota tersebut menandai telah terpenuhinya semua prosedur hukum yang dipersyaratkan oleh perundang-undangan Indonesia untuk berlakunya Persetujuan mengenai Pembebasan Visa tersebut.

Persetujuan bebas visa tersebut akan berlaku 30 (tiga puluh) hari setelah nota pemberitahuan diterima oleh Kedutaan Besar Qatar di Jakarta. Perjanjian tersebut merupakan hasil kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Qatar, pada 14-15 September 2015. Sebelumnya pada awal 2016, Pemerintah Qatar telah melakukan ratifikasi perjanjian bebas visa tersebut.

Dubes Basri mengatakan, pemberlakukan kerjasama bebas visa tersebut diharapkan akan meningkatkan kerjasama bilateral kedua negara.

"Kami telah menyampaikan infomasi tersebut kepada pihak terkait di Indonesia dan Qatar agar tidak ada lagi hambatan visa dalam kunjungan pejabat di kedua negara," ujar mantan anggota DPR tersebut.

Kunjungan Irjen Soenarno ke Qatar bertujuan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dakhiri dengan Menteri Pembangunan Adminstrasi, dan Urusan Buruh dan Sosial Qatar, Dr. Issa bin Saad al-Jafali al-Nuaimi pada tanggal 25 Mei 2016.

Qatar menjanjikan pemberian tambahan kuota bagi tenaga kerja Indonesia sebanyak 24 ribu dalam rangka persiapan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Kunjungan tersebut juga bertujuan memonitor Kebijakan moratorium pengiriman tenaga kerja informal ke kawasan Timur Tengah yang diberlakukan sejak Mei 2015.

Acara pertemuan dengan Soenarno juga dimanfaatkan untuk berkumpul bersama dengan 42 TKW bermasalah di Wisma Duta. Kegiatan ini bertujuan untuk menghibur para TKI yang umumnya didominasi Tenaga Kerja Wanita (TKW), sambil menunggu dipulangkan dan sekaligus wujud dari bentuk perhatian pemerintah terhadap TKW di luar negeri.

Dubes Basri memaparkan jumlah TKI di Qatar sekitar 40 ribu, sekitar 10 ribu diantaranya adalah tenaga kerja terampil dan semi terampil, sedangkan sisanya 30 ribu tenaga kerja infomal.

"Hanya 0,4 persen dari total jumlah buruh migran Indonesia yang mengalami masalah di Qatar", ujarnya.



Credit  CNN Indonesia





Pensiunan Tentara Berada di Balik Bom Bunuh Diri di Jepang

 
Pensiunan Tentara Berada di Balik Bom Bunuh Diri di Jepang  
Ledakan terjadi di Jepang, menewaskan seorang pelaku dan melukai tiga lainnya. (AFP Photo / Jiji Press)
 
Jakarta, CB -- Ledakan bom bunuh diri mengejutkan Jepang pada Minggu (23/10), menewaskan seorang pria tua dan melukai tiga orang lainnya di kota Utsunomiya. Dalam penyelidikan polisi diketahui korban tewas adalah seorang pensiunan tentara yang meledakkan dirinya sendiri.

AFP memberitakan, pensiunan tentara Jepang Toshikatsu Kurihara, 72, meledakkan dirinya di sebuah taman di Utsunomiya. Kurihara langsung tewas dan tiga orang terluka akibat terkena pecahan bom.

Ledakan kedua terjadi di dekat tempat parkir yang memicu terbakarnya mobil Kurihara, sementara rumah pria itu yang terletak sekitar 8 km dari taman terbakar. Polisi masih mencari hubungan antara ketiga ledakan tersebut, namun motif ledakan oleh Kurihara dipastikan bunuh diri karena masalah pribadi.

Polisi menemukan surat wasiat di dalam kaus kaki Kurihara. "Saya membayarnya dengan nyawa saya," tulis salah satu kalimat dalam surat tersebut. Diduga, Kurihara mengalami masalah dengan keluarganya. Dia diketahui menghabiskan masa tuanya sendirian di rumahnya.

Dua orang korban luka berusia 64 dan 58 tahun berada dalam kondisi kritis, sementara seorang korban lainnya yang berusia 14 tahun telah stabil. Akibat peristiwa itu, sebuah festival seni di taman itu terpaksa dihentikan.

Saksi mata mengaku mencium bau mesiu dan suara ledakan keras dalam peristiwa tersebut.

Bunuh diri di Jepang memang menurun dalam beberapa tahun terakhir, namun angkanya masih termasuk yang tertinggi di dunia dengan 30 ribu orang mengakhiri nyawanya setiap tahun. Motif bunuh diri beragam, namun yang paling sering adalah karena masalah keuangan, terutama para lansia yang bertahan hidup dengan tunjangan pensiun yang kecil.

Tahun 2015, seorang pria 71 tahun bakar diri di dalam gerbong kereta cepat dari Tokyo menuju Osaka. Insiden itu juga menewaskan seorang wanita berusia 52 tahun yang berada di gerbong itu.

Penggunaan peledak untuk bunuh diri jarang terjadi di Jepang. Beberapa kelompok sayap kiri ekstrem memang pernah menggunakan bom pipa untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer AS, namun jumlahnya sedikit.

Insiden ledakan terakhir terjadi pada November tahun lalu saat sebuah bom pipa rakitan meledak di kuil Yasukuni, Tokyo. Tidak ada yang terluka dalam peristiwa tersebut. Seorang warga negara Korea Selatan ditangkap dan divonis empat tahun akibat ledakan itu.


Credit  CNN Indonesia


Ledakan Bom Guncang Taman di Jepang, Tewaskan 1 Orang


Ledakan Bom Guncang Taman di Jepang, Tewaskan 1 Orang Dua buah ledakan terjadi dalam waktu hampir bersamaan sekitar pukul 11:30 waktu setempat di Utsunomiya, distrik Tochigi, di utara Tokyo. (Kyodo/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua buah ledakan terjadi dalam waktu hampir bersamaan sekitar pukul 11:30 waktu setempat di Utsunomiya, distrik Tochigi, di utara ibu kota Jepang, Tokyo.

Tim penyelamat melaporkan ledakan yang terjadi dekat taman Utsunomiya Joshi ini menewaskan satu korban jiwa dan tiga korban luka-luka.

Stasiun televisi NHK World menyiarkan gambar yang menunjukkan dua mobil terbakar di area parkir taman tersebut.

Ledakan Bom Guncang Taman di Jepang, Tewaskan 1 OrangDua mobil terbakar di area parkir taman di Utsunomiya, Tokyo, Jepang. (Kyodo/via REUTERS)



Pihak kepolisian mendapati salah satu korban meninggal dunia tergeletak di dekat parkiran sepeda di taman tersebut. Sementara tiga korban luka-luka diketahui berada di taman saat ledakan terjadi.

Seorang pria, yang sedang berada di taman, mengatakan kepada NHK bahwa dia mendengar suara keras dan mencium bau mesiu.

Belum diketahui secara jelas penyebab ledakan tersebut.


Kepolisian hingga kini masih mencari tahu keterkaitan antara dua ledakan yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Terlebih insiden ini terjadi saat komunitas setempat sedang mengadakan festival budaya tradisional di sebuah taman dekat lokasi kejadian.

Stasiun televisi yang berbasis di Tokyo ini melaporkan kamera video yang ditempatkan di stasiun Utsunomiya merekam setidaknya tiga suara ledakan secara beruntun dan ledakan ke-tiga dengan suara paling keras.

Untuk sementara pihak kepolisian Jepang telah menutup lokasi ledakan.

Ledakan Bom Guncang Taman di Jepang, Tewaskan 1 OrangBelum diketahui secara jelas penyebab ledakan di taman di Utsunomiya, Tokyo, Jepang. (Kyodo/via REUTERS)




Credit  CNN Indonesia



Pangkalan MIliter Rahasia Nazi Ditemukan di Kutub Utara


Pangkalan MIliter Rahasia Nazi Ditemukan di Kutub Utara  
Ilustrasi (Reuters/NASA)
 
Jakarta, CB -- Sebuah pangkalan militer rahasia Nazi di kutub utara ditemukan oleh para ilmuwan asal Rusia. Di dalamnya terdapat banyak peninggalan bersejarah masa Perang Dunia II.

Diberitakan The Independent, Jumat (21/10), pangkalan militer itu ditemukan di pulau Alexandra. Instalasi itu dibangun pada 1942, setahun setelah Adolf Hitler menginvasi Rusia.

Bernama sandi "Schatzgraber” yang artinya "pemburu harta karun" oleh tentara Jerman, pangkalan militer tersebut digunakan sebagai stasiun cuaca taktis. Pangkalan itu ditinggalkan setelah para peneliti di dalamnya jatuh sakit setelah keracunan daging beruang kutub pada 1944 sehingga harus diselamatkan oleh U-boat Jerman.

Sejak saat itu, pangkalan militer tersebut tidak diketahui keberadaannya. Pangkalan itu ditemukan 72 tahun kemudian dan lebih dari 500 benda ditemukan di dalamnya, di antaranya dokumen-dokumen yang masih tertata rapi.

Benda lainnya yang ditemukan di dalam bunker pangkalan militer itu, termasuk peluru-peluru berkarat dan barang-barang bersenjata dari Perang Dunia II. Semuanya dalam kondisi yang baik karena diawetkan oleh cuaca yang dingin.

Pulau Alexandra sangat penting bagi Jerman dalam Perang Dunia II. Di tempat ini, peneliti mengirimkan laporan cuaca yang vital bagi perencanaan serangan, pergerakan tentara, kapal selam dan armada tempur laut.

Nama "pemburu harta karun" disematkan karena pangkalan militer itu diyakini memiliki misi rahasia, yang diduga oleh para sejarawan adalah untuk memenuhi ambisi Hitler menemukan benda-benda antik.

Rusia juga berencana membangun pangkalan militer permanen di pulau ini.



Credit  CNN Indonesia





Hacker Lancarkan Serangan Terbesar, Situs-situs di AS Lumpuh

 
Hacker Lancarkan Serangan Terbesar, Situs-situs di AS Lumpuh
Ilustrasi (cookelma)
 
Jakarta, CB -- Hacker melakukan salah satu serangan terbesar yang pernah dilancarkan pada Jumat waktu Amerika Serikat (21/10). Serangan dengan menggunakan ratusan ribu perangkat yang terhubung ke internet ini membuat situs-situs besar di AS dan Eropa langsung lumpuh.

Seperti diberitakan Reuters, serangan dialamatkan kepada perusahaan infrastruktur jaringan internet Dyn di New Hampshire. Klien-klien perusahaan ini seperti Twitter, Paypal, Airbnb, Spotify dan banyak lainnya terkena gangguan koneksi selama serangan berlangsung beberapa kali dari jam 7 pagi waktu setempat hingga sore.

 
Beberapa situs besar lainnya yang tidak bisa diakses di AS dan beberapa bagian Eropa adalah Mashable, CNN, New York Times, Wall Street Journal, Yelp dan beberapa anak perusahaan internet di bawah naungan Amazon.com Inc.

Serangan ini tidak mempengaruhi konten dan fungsi situs, tapi membuat akses melambat atau bahkan pengguna tidak bisa masuk. Dalam kasus Paypal, pengguna di AS dan beberapa negara Eropa tidak bisa melakukan pembayaran.

Dyn mengatakan serangan ini berdatangan dari jutaan alamat internet, menjadikannya salah satu serangan hacker terbesar yang pernah terjadi. Ahli keamanan jaringan mengatakan serangan diduga berbentuk denial-of-service atau DDoS yang membuat situs mati karena kebanjiran permintaan akses.

Menurut kepala strategi Dyn, Kyle York, pelaku menggunakan ratusan ribu perangkat internet yang telah diinfeksi kode perusak sehingga mampu melumpuhkan situs-situs besar, dimulai dari bagian timur Amerika Serikat lalu menyebar hingga Eropa.

"Kerumitan serangan ini menjadikannya tantangan bagi kami," kata York.

Para hacker juga memanfaatkan layanan penghubung lalu lintas internet seperti yang ditawarkan oleh Google milik Alphabet Inc dan Open DNS milik Cisco Systems Inc. Hal ini membuat Dyn sulit memutus aliran situs penyerang.

"Dyn tidak bisa begitu saja menghalau alamat situs yang mereka lihat, karena itu berarti juga akan memblokir Google dan OpenDNS. Ini adalah serangan yang jahat, salah satu yang paling sulit," kata Matthew Prince, direktur utama CloudFlare.

Dyn dalam pernyataannya mengatakan bahwa beberapa serangan DDoS datang dari piranti terkoneksi seperti webcam dan perekam video digital yang telah terinfeksi perangkat lunak pengendali bernama Mirai. Allison Nixon, direktur lembaga riset keamanan Flashpoint yang membantu Dyn mengatasi kasus ini mengatakan, kode aplikasi Mirai disebar di internet sekitar sebulan lalu dan mulai banyak digunakan kelompok kriminal untuk melakukan serangan siber.

Dyn adalah satu dari banyak perusahaan penyedia Domain Name System atau DNS yang berfungsi menghubungkan sebuah situs ke internet. DNS bekerja dengna menerjemahkan alamat situs menjadi kode yang memungkinkan komputer terkoneksi satu sama lain. Tanpa operasi DNS, internet tidak akan bisa bekerja.

Serangan terhadap penyedia domain seperti Dyn bisa menciptakan bencana besar karena perusahaan ini menangani klien-klien yang memiliki lalu internet terpadat di seluruh dunia.

Dyn mengaku telah berhasil mengatasi serangan di pagi hari yang berlangsung selama dua jam. Beberapa jam kemudian serangan berikutnya dilancarkan, menyebabkan gangguan yang sama. Di sore harinya, serangan ketiga muncul dan kembali harus dilawan.

Kasus ini terjadi di tengah ancaman siber yang dialami AS, termasuk tudingan keterlibatan hacker asal Rusia. Namun belum diketahui dari mana serangan kali ini berasa. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan FBI tengah menyelidiki kasus ini.



Credit  CNN Indonesia





Vonis 20 Tahun Bui Bagi Mursi


Vonis 20 Tahun Bui Bagi Mursi  
Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
 
Jakarta, CB -- Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi divonis 20 tahun penjara oleh pengadilan. Melansir laman Reuters, hukuman tersebut diberikan terkait aksi pembunuhan massal pada demonstrasi besar 2012 silam.

Vonis tersebut merupakan yang pertama dari empat tuntutan yang ditujukan pada Mursi. Dia pun tidak diperkenankan mengajukan banding.

Selain Mursi, beberapa tokoh politik Mesir lainnya yang dulu berkuasa di bawah rezim Muslim Brotherhood, juga dijatuhi hukuman serupa, yakni Mohamed el-Beltagy dan Essam el-Erian.

Mursi, el-Beltagy dan el-Erian dituntut pada 2015 lalu dengan tuduhan penculikan, penyiksaan dan pembunuhan para demonstran saat aksi unjuk rasa pada 2012. Rezim Muslim Brotherhood menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan para korban dihabisi orang-orang mereka sendiri.

Selain kasus tersebut, Mursi juga mendapatkan hukuman atas tiga kasus lainnya, termasuk hukuman mati untuk pembobolan penjara para tahanan Muslim Brotherhood pada 2011, saat kudeta untuk menggulingkan Presiden Hosni Mubarak. Hukuman lainnya adalah penjara seumur hidup karena menjadi mata-mata bagi kelompok Hamas Palestina.

Mursi menjadi presiden Mesir pertama yang terpilih dalam pemilu, pada 2012. Namun, kudeta militer menggulingkan Mursi dari kekuasaan pada 2013 akibat demonstrasi massa yang tidak setuju dengan gaya pemerintahannya. Sejak saat itu ratusan aktivis Islam Mesir terbunuh dan ribuan lainnya ditangkap serta disiksa.



Credit  CNN Indonesia






Junta Militer Thailand Denda Mantan PM Yingluck Rp13 Triliun


Junta Militer Thailand Denda Mantan PM Yingluck Rp13 Triliun  
Pemerintahan junta militer Thailand menjatuhkan hukuman pembekuan aset dan denda sebesar 35 miliar baht kepada mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra. (Reuters/Chaiwat Subprasom)
 
Jakarta, CB -- Pemerintahan junta militer Thailand menjatuhkan hukuman berupa pembekuan aset dan denda sebesar 35 miliar baht, atau sekitar Rp13 triliun kepada mantan perdana menteri Thailand, Yingluck Shinawatra. Hukuman ini terkait dengan skema subsidi beras yang diusung Yingluck pada masa pemerintahannya, namun dinilai gagal dan merugikan negara hingga miliaran dolar.

Skema subsidi beras berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, melalui cara membayar beras yang mereka hasilkan di atas harga pasar. Skema ini menjadi fokus pemerintahan Yingluck yang membantunya menang dalam pemilu 2011 lalu.

Namun, ketika pemerintahannya digulingkan pada 2014, Yingluk didakwa atas tuduhan kelalaian terkait skema subsidi beras dan kini tengah berjuang untuk lepas dari tuduhan itu di persidangan.

Ketika hendak menjalani sidang lanjutan terhadap kasusnya di ibu kota Bangkok pada Jumat (21/10), Yingluck memaparkan bahwa dia menerima surat pemberitahuan tentang pembekuan asetnya dua hari lalu.

"Hukuman itu tidak benar dan tidak adil. Saya akan menggunakan seluruh jalur hukum yang tersedia untuk melawan putusan ini," tuturnya, dikutip dari Reuters.

Yingluck memiliki waktu 45 hari untuk mengajukan banding.

Skema subsidi beras merupakan program yang populer dan diinisiasi oleh kakaknya, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Serupa dengan Yingluck, Thaksin juga digulingkan melalui kudeta pada 2006.

Para pendukung Yingluck menuding bahwa kasus terhadapnya merupakan salah satu upaya pemerintahan junta militer untuk menyapu bersih pengaruh keluarga Shinawatra di kancah perpolitikan Thailand. Pemerintahan junta menampik tuduhan itu.

"Ini merupakan bagian dari upaya kudeta militer untuk melenyapkan pengaruh Thaksin selamanya," kata Thitinan Pongsudhirak, pakar ilmu politik dari Chulalongkorn University.

Sementara, salah satu penasihat Yingluck, yang menolak identitasnya dipublikasikan, mengungkapkan kepada Reuters bahwa pembekuan aset Yingluck dilakukan menggunakan pasal 44 dari konstitusi interim, yang memberikan kekuasaan bagi pemimpin junta, Prayuth Chan Ocha, untuk menjatuhkan hukuman apapun untuk "memperkuat persatuan dan keharmonisan publik."

Selain kasus yang terkait dengan Yingluck dan pejabat kabinetnya, junta kini tengah menyelidiki sekitar 850 kasus yang terkait dengan skema beras, atas tuduhan korupsi, menurut keterangan juru bicara pemerintah, Jenderal Sansern Kaewkamnerd.

Junta mengklaim bahwa kudeta militer pada 2014 perlu dilakukan guna menjaga kestabilan politik dan ekonomi di Thailand, menyusul kerusuhan yang telah terjadi selama beberapa bulan. Junta menampik tuduhan bahwa kudeta dilakukan untuk membatasi pengaruh Thaksin dan keluarga beserta sekutu politiknya.




Credit  CNN Indonesia





Destroyer Amerika USS Decatur usili China di Laut China Selatan


Destroyer Amerika USS Decatur usili China di Laut China Selatan
USS Decatur (Reuters)
Washington (CB) - Sebuah destroyer Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar dekat kepulauan di Laut China Selatan yang diklaim China sehingga memicu kapal perang-kapal perang China untuk mengeluarkan peringatan kepada destroyer itu agar meninggalkan wilayah itu.

Langkah AS ini adalah upaya terbaru Washington dalam melawan upaya Beijing membatasi kebebasan berlajar di perairan strategis itu, kata para pejabat AS seperti dikutip Reuters.

Kementerian Pertahanan China menyebut langkah AS itu ilegal dan provokatif. Dua kapal perang China kemudian memperingatkan destroyer AS itu untuk segera hengkang.

Destroyer berpeluru kendali bernama USS Decatur itu berlayar di dalam perairan yang diklaim China dan dekat garis batas 12 mil laut dari kepulauan itu.

Pentagon menyatakan Decatur melakukan patroli rutin tanpa didampangi kapal lain. Destroyer ini kemudian meninggalkan perairan yang diaku China itu. Dia dibuntuti tiga kapal perang China sampai ke perairan internasional, demikian Reuters.



Credit  ANTARA News


Kapal Perang AS Menentang Klaim China di Laut China Selatan

Kapal Perang AS Menentang Klaim China di Laut China Selatan
Kapal perang USS Decatur. Kapal perang ini patroli di wilayah sengketa di Laut China Selatan yang membuat China marah. Foto/REUTERS
 
WASHINGTON - Sebuah kapal perang perusak Amerika Serikat nekat patroli di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh China di Laut China Selatan pada hari Jumat. Aksi kapal perang AS USS Decatur itu sebagai aksi menentang klaim China di Laut China Selatan.

Para pejabat AS mengatakan aksi kapal perang USS Decatur itu sebagai tindakan terbaru Washington terhadap China yang membatasi hak kebebasan navigasi di perairan strategis. Patroli berlangsung di dekat Kepulauan Paracel.

Patroli kapal perang USS Decatur itu pertama kali dilaporkan Reuters, Sabtu (22/10/2016). Kapal perang perusak itu sengaja patroli di dekat perairan yang diklaim oleh China, tapi tdak melebihi batas teritorial 12 mil laut dari pulau-pulau yang diklaim China.

Pentagon mengatakan kapal USS Decatur melakukan transit secara rutin tanpa pengawalan kapal dan tanpa insiden.

Gedung Putih juga sudah mengkonfirmasi patroli kapal perang AS itu. ”Operasi ini menunjukkan bahwa negara-negara pantai mungkin tidak sah membatasi hak navigasi, kebebasan dan penggunaan yang sah di laut, bahwa AS dan semua negara berhak untuk latihan di bawah hukum internasional,” kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, dalam sebuah jumpa pers.

Patroli kapal perang AS terbaru ini merupakan penentangan keempat Washington atas klaim maritim berlebihan oleh China di Laut China Selatan pada tahun lalu.

Sementara itu, Pemerintah China marah dan memprotes patroli kapal perang AS. Kementerian Pertahanan China menyebut patroli kapal perang AS itu sebagai tindakan ilegal dan provokatif.

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, kementerian itu mengatakan dua kapal perang China telah memperingatkan kapal perang AS agar meninggalkan lokasi patroli. Militer China bersumpah akan meningkatkan patroli udara dan laut sesuai dengan kebutuhan.

Dua kapal China yang dikerahkan untuk memperingatkan kapal perang AS agar hengkang dari lokasi patroli adalah kapal perang Guangzhou dan Luoyang.

”Ini adalah perilaku ilegal yang serius, dan sengaja berperilaku provokatif. Kementerian Pertahanan China tegas menentang ini dan telah mengajukan pernyataan (protes) serius pada pihak AS,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan China.




Credit  Sindonews





Perompak Somalia bebaskan 26 sandera, termasuk WNI


Perompak Somalia bebaskan 26 sandera, termasuk WNI
Perompak meninggalkan kapal dagang MV Faina di Samudra India menuju pantai Somalia pada 8 Oktober 2008 di bawah pengawasan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat. (Wikimedia Commons/U.S Navy)
Nairobi (CB) - Perompak Somalia membebaskan 26 sandera Asia, termasuk di antaranya dari Indonesia, yang sudah mereka tawan selama hampir lima tahun setelah membajak kapal penangkap ikan mereka menurut para perunding pada Sabtu (22/10).

"Kami dengan gembira mengumumkan pembebasan awak Naham 3 pagi ini," kata John Steed, Koordinator Hostage Support Partners (HSP) yang membantu merundingkan pembebasan mereka dalam sebuah pernyataan yang dirilis Oceans Beyond Piracy (OBP).

Anak buah kapal Naham 3, tawanan terlama kedua bajak laut Somalia, ditangkap ketika kapal mereka yang berbendera Oman dibajak pada Maret 2012 di sebelah selatan Seychelles.

Steed mengatakan bahwa mereka berada di tangan pihak berwenang di Galmudug di Somalia tengah, dan akan dipulangkan menggunakan penerbangan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelum dikirim ke negara asal mereka.

Para perompak awalnya menyandera 29 awak kapal tapi satu di antaranya meninggal dunia saat pembajakan kapal, dan dua lagi "meninggal karena sakit" selama dalam tawanan menurut pernyataan OBP.

"Dua puluh enam awak kapal lainnya menjalani sebagian besar masa penyanderaan di daratan Somalia. Awak Naham 3 anggotanya berasal dari Kamboja, Tiongkok, Indonesia, Filipina, Taiwan dan Vietnam" menurut pernyataan OBP yang dikutip kantor berita AFP.



Credit  ANTARA News






Bentrokan meletus begitu gencatan senjata Aleppo berakhir

 
Bentrokan meletus begitu gencatan senjata Aleppo berakhir
Tumpukan roti rusak akibat serangan udara di Bab al-Maqam Aleppo yang dikuasai oleh pemberontak Suriah pada Rabu (28/9/2016). (REUTERS/Abdalrhman Ismail )
 
Beirut, Lebanon (CB) - Bentrokan hebat antara pasukan rezim dan pemberontak meletus di beberapa daerah di Kota Aleppo pada Sabtu (22/10) malam setelah gencatan senjata sepihak yang diumumkan sekutu pemerintah Suriah, Rusia, berakhir menurut pemantau.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pertempuran sengit terjadi di beberapa daerah sepanjang garis terdepan yang membagi kota tersebut, demikian pula tembakan artileri.

Seorang koresponden kantor berita AFP di wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak juga melaporkan suara pertempuran dan tembakan artileri.

Bentrokan terjadi setelah gencatan senjata dalam serangan tentara Suriah yang didukung Rusia di distrik pemberontak di Aleppo berakhir, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tidak dapat mengevakuasi seorang pun dari kota yang porak-poranda tersebut.

Moskow memperpanjang "jeda kemanusiaan" sepihak itu hingga hari ketiga sampai 16.00 GMT pada Sabtu tapi mengumumkan bahwa tidak akan ada perpanjangan gencatan senjata lebih lanjut meski ada permintaan gencatan senjata lebih lama dari PBB untuk mengevakuasi warga sipil yang terluka.

Baik warga maupun pemberontak di wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak tidak menggubris seruan dari tentara Suriah dan Moskow untuk meninggalkan tempat itu, setelah pengeboman berminggu-minggu dan pengepungan pemerintah selama tiga bulan.

Hampir 500 orang tewas dan lebih dari 2.000 warga sipil terluka sejak militer melancarkan serangan untuk mengusir para pemberontak dari distrik timur Aleppo yang sudah mereka kuasai sejak sejak 2012. 

Lebih dari 300.000 orang tewas di Suriah sejak perang mulai tahun 2011 dengan protes-protes anti-pemerintah menurut warta kantor berita AFP.




Credit  ANTARA News




Rusia tuduh koalisi AS lakukan "kejahatan perang" di Irak

 
Rusia tuduh koalisi AS lakukan
Tentara Irak berkumpul setelah membebaskan sebuah desa dari militan ISIS di selatan Mosul, dalam operasi penyerangan militan di Mosul, Irak, Jumat (21/10/2016), sementara asap beracun terlihat di wilayah tersebut setelah militan membakar pabrik sulfur. (REUTERS/Thaier Al-Sudan/djo/16)
 
 
Moskow (CB) - Kementerian Pertahanan Rusia menuduh koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang memerangi ekstremis di Irak melakukan kejahatan perang pada Sabtu (22/10), sehari setelah serangan udara menewaskan 15 perempuan di sebuah masjid di dekat Kota Kirkuk.

"Kami mengamati beberapa kali bahwa serangan-serangan mematikan ini... yang punya semua ciri kejahatan perang, praktis sudah menjadi rutinitas sehari-hari pesawat tempur koalisi internasional," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.

"Sangat sering pernikahan, upacara pemakaman, rumah sakit, kantor polisi dan konvoi kemanusiaan menjadi sasaran koalisi," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
   
Pernyataan itu muncul setelah Presiden Prancis Francois Hollande menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di Suriah, tempat pesawat-pesawat tempurnya melancarkan serangan udara guna mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.


Credit ANTARA News






Irak tolak keterlibatan Turki di Mosul

 
Irak tolak keterlibatan Turki di Mosul
Pasukan Irak bersiap melancarkan serangan untuk merebut kembali Mosul yang sejak 2014 diduduki ISIS. (Reuters)
 
Baghdad (CB) - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Sabtu (22/10) menegaskan kembali penolakannya atas keterlibatan Turki dalam operasi yang sedang berlangsung untuk merebut Mosul dari tangan kelompok ISIS.

Abadi menegaskan bahwa keterlibatan Turki tidak diinginkan setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter, yang tiba di Baghdad pada Sabtu untuk meninjau kemajuan operasi yang sudah berlangsung enam hari itu.

"Saya tahu bahwa Turki ingin berpartisipasi... Kami mengatakan kepada mereka 'terima kasih, ini sesuatu yang akan ditangani Irak dan Irak akan membebaskan Mosul'," kata Abadi sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

"Kami tidak ada masalah. Jika kami membutuhkan bantuan, kami akan memintanya dari Turki atau negara-negara lain di kawasan ini," katanya.

Carter mengunjungi anggota NATO Turki pada Jumat dan menyatakan dia bisa melihat peran bagi Turki dalam operasi Mosul.

Amerika Serikat merupakan pendukung utama Abadi dan operasi militer Irak untuk merebut kembali sejumlah besar wilayah yang jatuh ke tangan ISIS pada 2014.

Amerika Serikat memimpin koalisi 60 negara yang sudah melancarkan ribuan serangan udara yang menyasar ISIS, serta melatih ribuan pasukan Irak dan memberikan nasihat kepada mereka di lapangan.

Turki memiliki pangkalan di Irak utara dan sebenarnya sudah turun tangan di wilayah utara negara itu tapi Abadi didesak untuk secara resmi menolak kehadiran Ankara.

Kompenen utama dari pemerintah di Baghdad menuduh Ankara bersekongkol dengan kelompok ISIS yang pernah menguasai lebih dari sepertiga wilayah Irak. 

Pada 17 Oktober, Abadi mengumumkan awal serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota kedua Irak yang menjadi benteng pertahanan ISIS.

Operasi militer besar Irak itu sangat rumit, melibatkan sejumlah besar kelompok etnis dan agama di bagian utara Irak, banyak di antaranya mendapat dukungan dari Turki dan Iran.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan jelas sudah menyatakan bahwa dia ingin pasukannya berperan aktif dalam serangan Mosul.





Credit  ANTARA News




Mengenal Pasukan Khusus Irak di balik remuknya ISIS

 
Mengenal Pasukan Khusus Irak di balik remuknya ISIS
Pasukan Khusus Irak (Reuters)
 
Baghdad (CB) - Pasukan khusus Irak yang merangsek ke sebuah kota di sebelah timur Mosul, Kamis waktu setempat lalu, kendati menghadapi gelombang serangan bunuh diri, adalah pasukan paling profesional di Irak yang juga paling tidak sektarian di Irak.

Bernama resmi Dinas Kontra Terorisme (CTS), pasukan didikan Amerika Serikat ini memainkan peran kunci dalam merebut kembali desa-desa dan kota-kota dari ISIS. Kini mereka memimpin ofensif ke Mosul yang merupakan medan pertempuran paling keras mereka.

Berikut fakta-fakta mengenai pasukan khusus Irak ini, dikutip dari laman Fox News:

BENTUKAN AMERIKACTS dibentuk oleh militer AS tidak beberapa lama setelah invasi 2003 sebagai unit komando elite yang bertugas memburu para pemimpin pemberontak dan terlibat dalam berbagai penyergapan yang rumit. Mereka dilatih, dipersenjatai dan dipasok oleh Pasukan Khusus AS (Baret Hijau) yang bersama-sama memerangi pemberontak.
Pasukan ini menjadi mitra yang lebih bisa diandalkan oleh AS ketimbang pasukan keamanan biasa Irak yang terkenal korup dan banyak unit tempurnya terafiliasi kepada partai politik dan milisi. Namun banyak warga Irak yang menilai pasukan khusus ini sebagai pasukan pendudukan dan menyebutnya sebagai "Divisi Kotor."

DISEBUT BODYGUARD
Ukuran pasukan ini bertambah besar dari tahun ke tahun dan meluas lebih dari sekadar pasukan komando yang di antaranya ambil bagian dalam pertempuran-pertempuran konvensional dan bahkan menjadi penjaga pos pemeriksaan. Sekarang mereka berjumlah 12.000 orang dan sekitar 2.600 orang turut dalam operasi merebut kembali Mosul.
Unit ini tidak digabungkan ke dalam Kementerian Dalam Negeri dan hanya menerima perintah langsung dari perdana menteri. Pada masa pemerintahan Perdana Menteri Nouri al-Maliki banyak yang menyebut pasukan ini sebagai pasukan bodyguard (praetorian guard) untuk makin menancapkan kekuasaan al-Maliki sebelum dia mengundurkan diri pada 2014.

"KOTOR" JADI "EMAS"

Ketika ISIS menyapu bagian utara dan tengah Irak pada 2014, pasukan keamanan Irak hancur remuk. Para perwiranya tunggang langgang, sedangkan serdadu-serdadunya lari terbirit-birit ketakutan sambil menanggalkan seragam mereka dan meninggalkan begitu saja senjata-senjata dan (kendaraan tempur) humvee-humvee mereka.
Tetapi pasukan khusus tidak begitu. Mereka menolak menyerah sehingga menjadi sumber kebanggaan nasional.
"CTS mempertahankan kohesi dan struktur organisasinya pada 2014 ketika banyak unit tempur dari pasukan Irak tercerai berai," kata David M. Witty, kolonel purnawirawan Baret Hijau AS dan bekas penasihat CTS. "Para komandan CTS menjadi figur-figur sentral dalam persepsi publik Irak pada kampanye menghancurkan ISIS."
Pasukan yang juga dikenal dengan sebutan "Brigade Kesatu" itu kini tidak lagi disebut "kotor", melainkan luas dipanggil "Divisi Emas".

NON SEKTARIAN
CTS dirancang sebagai pasukan yang non sektarian di mana anggotanya berasal dari orang Syiah, Sunni dan Kurdi yang tidak terafiliasi ke faksi politik atau milisi mana pun. Mereka memerangi pemberontak Sunni, namun juga menjadi pemimpin dalam ofensif melawan milisi Syiah pada 2008. Mayor Jenderal Fadhil al-Barwari yang menjadi panglima "Divisi Emas" adalah seorang Kurdi.
Catatan pelanggaran HAM mereka juga relatif sedikit, ketimbang pasukan lain yang berpartisipasi dalam Ofensif Mosul. Laporan Amnesti Internasional mengenai pelanggaran kemanusiaan di Anbar belakangan ini juga lebih banyak menyebut milisi Syiah, dan hanya sekali merujuk CTS.

PIMPIN OFENSIF MOSUL
Pasukan khusus Irak ini melancarkan serangan pertama mereka dalam Operasi Mosul Kamis pagi lalu dengan menduduki kota Bartella dibantu serangan udara helikopter, kendati menghadapi perlawanan sengit dari ISIS yang melepaskan sembilan serangan bom bunuh diri dengan sembilan truk berisi penuh bom. Salah satu truk ini menghantam sebuah Humvee bersenjata. Sisanya hancur sebelum mencapai target-targetnya.
"Kami akan memimpin masuk ke Mosul karena kami terlatih dalam perang kota dan perang gerilya," kata Brigadir Jenderal Haider Fadhil dari pasukan khusus Irak ini. "Kami terlatih menerobos desa dan kota dengan sedikit jatuh korban."
Pasukan khusus diperkirakan bisa mengusir ISIS keluar dari Mosul dalam beberapa pekan atau bulan ke depan. Namun masalahnya mereka tidak bisa menjadi polisi untuk negaranya, sehingga begitu mereka selesai dalam tugasnya, maka urusan setelah itu menjadi tanggung jawab tentara dan polisi Irak, selain milisi Syiah dan para pejuang suku Sunni. Adalah tugas mereka untuk memastikan ISIS tidak kembali.






Credit  ANTARA News







Jumat, 21 Oktober 2016

Ditemukan, Kapal Selam yang Ditenggelamkan 'Monster Laut'








CB, London - Sebuah kapal selam Jerman dari masa Perang Dunia I disebut-sebut ditenggelamkan oleh monster. Baru-baru ini, bangkai kapal selam tersebut ditemukan di dasar laut, lepas pantai Skotlandia.
Citra sonar yang ada menunjukkan bahwa bangkai kapal berusia sekitar 100 tahun itu masih lumayan utuh. Temuan itu mengusik kembali kisah hikayat kelautan tentang nasib kapal selam.

Dikutip dari CNN pada Kamis (20/10/2016), para pakar menduga temuan itu adalah bangkai kapal selam UB-85 yang terkenal karena legenda selama ini disebut tenggelam akibat serangan monster laut.
Menurut hikayat lama itu, Kapten Gunther Krech, mengatakan bahwa kapal selam sedang menjelajah di permukaan laut untuk keperluan mengisi baterai, ketika didatangi "makhluk aneh" yang muncul dari dalam laut.
Menurut komandan kapal selam tersebut, makhluk yang dimaksud memiliki "mata yang besar pada tengkorak yang bertanduk".
Menurut pernyataan Scottish Energy News, Krech menjelaskan bahwa makhluk itu memiliki kepala yang kecil, tapi "gigi-giginya terlihat mengilap di bawah cahaya bulan."
Sebagai catatan, para awak Scottish Power menemukan bangkai kapal selam itu ketika sedang melakukan survei landas laut untuk keperluan peletakkan kabel laut baru.
Menurut cerita di masa lalu, ukuran makhluk itu luar biasa besarnya sehingga U-boat itu oleng dan para awaknya harus menembaki monster itu hingga kembali masuk ke dalam laut.
Kapten mengatakan bahwa dek depan kapal sudah sangat rusak, sehingga kapal selam itu tidak bisa lagi menyelam.






Tapi, pihak militer Inggris memiliki pandangan yang sedikit berbeda.
Laporan-laporan resmi menengarai bahwa ketika UB-85 naik ke permukaan pada 30 April 1918, kapal itu dipergoki dan dihancurkan oleh kapal patroli HMS Coreopsis milik Inggris.


Sejarah U-boat

Laura Clouting, ahli sejarah di Imperial War Museum, mengatakan kepada CNN bahwa kapal selam jenis tersebut ditugaskan untuk merusak perdagangan dengan cara menyasar kapal-kapal laut pengangkut barang impor ke Inggris.
"Serangan-serangan kapal selam sangat efektif dan memusnahkan jutaan ton barang yang sedang menuju Inggris," katanya. "Hal itu merupakan strategi jangka panjang."
Karena Inggris merupakan sebuah pulau, impor dari seluruh dunia penting untuk kebutuhan penduduknya. Ia juga mengatakan bahwa strategi U-boat dianggap kontroversial, sehingga banyak sekutu Inggris yang geram.
"Amerika marah karena U-boat tidak sungkan membidik pelayaran penumpang dan bukan hanya sasaran militer."






Philip Robertson dari Historic Scotland menjelaskan kepada CNN bahwa Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy) kemudian menugaskan konvoi mengawal dan melindungi kapal-kapal pembawa barang-barang impor.
Dengan demikian, lebih sulit bagi U-boat untuk mengenali kapal mana yang sebenarnya membawa barang-barang impor. Menurut Robertson, "Hal itu sangat berpengaruh dan mengakibatkan turunnya serangan Jerman pada pelayaran sekutu."


Misteri Belum Terjawab

Para peneliti belum bisa memastikan bahwa bangkai kapal yang ditemukan di lepas pantai Skotlandia adalah UB-85 yang misterius. Tapi seorang ahli sejarah dan arkeologi kelautan bernama Innes McCartney berpendapat, bahwa mereka selangkah lebih maju untuk membongkar misteri kapal tersebut.
McCartney membenarkan bahwa temuan itu adalah kapal selam kelas UBIII yang mencakup dua kapal, yakni UB-85 yang terkenal dan satu lagi, UB-82.
"Saya bisa memastikan bahwa bangkai ini adalah salah satunya, tapi secara praktis sulit dibedakan, kecuali pada nomor yang dituliskan selama dinas yang jelas sudah luruh," katanya dalam pernyataan oleh Scottish Energy News.
"Kecuali kalau ada penyelam dapat menemukan stempel dari galangan kapal, kita tidak bisa memastikan, tapi lebih dekat lagi kepada pemecahan misteri UB-85 dan penyebab tenggelamnya -- entah karena kegagalan mekanis ataupun sesuatu yang lebih sulit dijelaskan."
Namun demikian, Gary Campbell, aktivis Official Sightings Register of the Loch Ness Monster berpendapat bahwa "mungkin sekali ada makhluk laut berukuran besar merusak kapal selam itu" dan "kawasan tempat diserangnya kapal itu memiliki sejarah penampakan monster laut."













Credit  Liputan6.com




Belasan Tank Leopard Dikirim ke Natuna

Selain Leopard, TNI juga mengirim rudal Astros.
Belasan Tank Leopard Dikirim ke Natuna

Tank Leopard diangkut dengan kapal menuju Natuna. (VIVA/Danardono)
 
CB – TNI Angkatan Darat memberangkatkan 19 Tank Leopard ke Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, 21 Oktober 2016. Pemberangkatan tank tempur utama ini dalam rangka persiapan latihan  yang akan digelar di Natuna pada 10 November hingga 17 November 2016 mendatang.
Sebelum diberangkatkan ke Natuna, belasan Tank Leopard itu terlebih dahulu menjalani proses embarkasi ke kapal angkut ADRI L. Kapal ADRI L sendiri merupakan kapal angkut tank terbesar yang dimiliki oleh TNI AD. Sekali angkut, kapal ini dapat membawa 13 unit tank.
Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan 4 Tanjung Priok, Letkol Atjep MS mengatakan, untuk pengiriman alutsista tersebut menggunakan lima kapal milik Yon Bekang 4, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Pagi ini, kita laksanakan pengiriman untuk latihan gabungan kecabangan. Kita bawa Tank Leopard dan rudal Astros ke wilayah Natuna," kata Atjep di Yon Bekang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat, 21 Oktober 2016.
Atjep mengatakan, di Natuna akan dilaksanakan latihan kecabangan terbesar TNI AD. Beberapa kapal dari Batalyon Perbekalan dan Angkutan (Yon Bekang) turut dilibatkan. Yon Bekang sendiri memiliki beberapa kapal terdiri dari kapal ADRI 13 unit, Kapal Motor Cepat Komando, 1 Hovercraft dan l Landing Craft Rubber .
"19 tank yang dikirim Ini untuk latihan kesiapan tugas jika diperlukan sewaktu-waktu," ujar Atjep




Credit  VIVA.co.id





Kiprah Korps Penerbad TNI AD di Afrika Saat Jalankan Misi PBB


Kiprah Korps Penerbad TNI AD di Afrika Saat Jalankan Misi PBB
Sumber gambar: Satgas Heli TNI
Pertama kali mendarat di Timbuktu, Mali.
CB - Tertunda cukup lama sejak 2013 akibat berbagai kendala politik dan militer di negara tujuan, akhirnya tiga helikopter Mil Mi-17V5 Hip Puspenerbad mendarat di Mali, Afrika untuk menjalankan misi perdamaian PBB.
Kontingen berkekuatan 140 personel (121 AD, 19 AU) ini diberangkatkan pada 18 September 2015, disusul ketiga heli yang diangkut pesawat kargo Antonov sewaan PBB dari Halim pada 23 September.
Khususnya bagi Puspenerbad, misi ini jadi istimewa karena menjadi debut TNI mengirimkan pesawatnya dalam misi PBB.
Komandan Satgas dipercayakan kepada Letkol CPN Zulfirman Caniago (alumni Akmil 1996) yang kesehariannya menjabat Komandan Skadron 12/Serbu Puspenerbad di Waytuba, Lampung.
Untuk mendukung tugas ini, dari komposisi personel yang dikirim, 13 di antaranya berkualifikasi penerbang, disusul flight engineer (7), mekanik (6), avionik (4), dan fungsi-fungsi lainnya.
Ketiga heli yang dikirim sengaja dipilih dari armada heli termuda dari 12 unit yang dimiliki Puspenerbad.
Yaitu heli dengan nomor HA-5156, HA-5157, dan HA-5159. Dengan beroperasi di bawah bendera PBB, otomatis ketiga heli menyandang nomor ekor PBB, masing-masing UNO-067P, UNO-068P, dan UNO-069P. Ketiga Mi-17 hasil pengadaan 2011.

Mi-17 dilengkapi dua senapan mesin FN MAG-58 kaliber 7,62mm sebagai alat bela diri. Begitu pula setiap kru, dilengkapi rompi antipeluru serta dipersenjatai pistol dan senapan laras panjang.
Sesuai persyaratan PBB, jam terbang maksimal per bulan untuk setiap heli adalah 135 jam.
Guna mengantisipasi misi yang beragam dan sesuai requirement PBB, setiap heli memiliki kekhususan.
Masing-masing hanya satu heli yang dilengkapi sling, hoist/winch dengan kabel 40 meter, dan FLIR (Forward Looking Infra Red).
Dengan kesiapan heli seperti itu, maka semua penerbang dipersiapkan mampu melaksanakan tugas apapun yang diberikan Minusma.
Mekanisme penugasan diatur Air Operations Centre (AOC) Minusma yang bertugas mengolah dan membuat perencanaan misi.
Hasilnya akan dikeluarkan dalam bentuk surat perintah terbang kepada Penerbad berdasarkan status kesiapan pesawat yang dilaporkan Satgas dan kebutuhan Minusma.

Perintah operasi dari AOC berbentuk Air Tasking Order yang dikirim melalui email khusus kepada Satgas TNI dan hanya bisa dibuka dengan laptop inventaris Minusma yang terhubung dengan jaringan Minusma.
Mission area mencakup seluruh area negara Mali.
Pemeliharaan terjadwal dilaksanakan sesuai perencanaan yang telah dibuat dan diajukan ke AOC setiap bulannya.
Apabila terjadi kerusakan akan diajukan perbaikan (unscheduled maintenance) ke AOC. Jika sparepart yang dibutuhkan tidak tersedia di gudang Satgas TNI, akan diajukan ke Mabes TNI.
Di awal penugasan cukup banyak tantangan dihadapi, seperti ritme dan prosedur kerja PBB yang ketat.
Namun berkat pengalaman penugasan di tanah air dan pembekalan yang cukup dari PMPP TNI, Satgas Heli TNI Penerbad dengan cepat menyesuaikan.
Medan padang pasir dan berdebu serta angin yang cukup kencang, merupakan tantangan lain.


Termasuk perbedaan cuaca yang ekstrem antara siang dan malam. Jika siang suhu mencapai 46 derajat Celcius, sebaliknya di malam hari mencapai 6 derajat Celcius.
Di luar tugas penerbangan, Satgas Heli TNI Penerbad melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial seperti mengunjungi tokoh masyarakat setempat, memberi bantuan pengobatan, memberikan beras dan perlengkapan sekolah untuk warga dan anak-anak setempat.





Credit  TRIBUNNEWS.COM

















Gubernur Papua: Kami ini Indonesia, Tidak Ada yang Minta Merdeka


Gubernur Papua: Kami ini Indonesia, Tidak Ada yang Minta Merdeka
Gubernur Papua Lukas Enembe (Foto: Wilpret Siagian/detikcom)

Jakarta - Gubernur Papua Lukas Enembe bicara soal kelompok pro Papua Merdeka United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Lukas mengatakan, lebih penting mengurus kesejahteraan rakyat Papua daripada menghabiskan energi memikirkan kelompok tersebut.

Lukas mengatakan, ULMWP tidak ada urusannya dengan pemerintah daerah Papua. Sebab kelompok itu merupakan gerakan diplomasi di dunia internasional.

"Itu (ULMWP) bukan urusan kita (Pemda). Itu soal urusannya diplomasi internasional dan ini kan perkaranya ke luar negeri. Jadi kita tidak punya kapasitas, kewenangan untuk mengurus itu," kata Lukas saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Lukas mengatakan, fokus pemerintah daerah Papua saat ini adalah bagaimana untuk mensejahterakan rakyat Papua.

"Kami punya kapasitas mengurus bagaimana menyejahterakan rakyat Papua. Karena ULMWP kan urusannya sudah kewenangan diplomasi internasional," katanya.

Terkait dengan adanya warga Papua yang ikut dalam kelompok ULMWP, Lukas juga mengatakan tidak ada urusannya dengan Pemda Papua.

"Itu kan orang-orang yang berjuang di luar itu tidak ada urusan dengan kita," tegas Lukas.

Jadi NKRI harga mati?

"Bukan harga mati, tapi kita sudah katakan Papua itu sudah menjadi bagian dari negara ini (Indonesia). Jadi kita berharap, rakyatnya harus kita (perhatikan) bagaimana menjadikan mereka sebagai warga negara Indonesia. Kita mau itu, harus diperlakukan adil bagi mereka (rakyat Papua). Seperti kemarin, dengan (BBM) satu harga maka orang Papua merasa kami warga Indonesia," jawab Lukas.

Lukas juga menegaskan, tidak ada rakyat Papua yang ingin merdeka dari Indonesia. Sebab, Indonesia sudah merdeka, dan Papua adalah Indonesia.

"Sudah pastilah (rakyat Papua tidak ingin merdeka). Kita sudah merdeka, Indonesia sudah merdeka. Tidak ada yang minta Papua merdeka," katanya.





Credit  detikNews








Simposium di Seattle: Indonesia Model De-Radikalisasi Dunia


 Simposium di Seattle: Indonesia Model De-Radikalisasi Dunia
Orator bebicara saat aksi Majelis Pembela Tanah Suci, melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Republik Iran, Jakarta, 14 Apri 2015. Dalam aksi damai tersebut mereka mengecam dan mendesak Iran untuk menghentikan penyebaran revolusi radikalismenya ke seluruh negara-negara Islam. TEMPO/Imam Sukamto
 
CB, Seattle, AS - Indonesia, negeri yang memiliki jumlah penduduk Islam terbesar se-dunia, dianggap menjadi model bagi negara lain dalam mengembangkan demokrasi. Ini karena mayoritas kalangan Islam Indonesia adalah kalangan yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan pluralisme. Pendapat itu muncul dalam simposium bertema: “Approaches to Religious Violence, Radicalism, and Deradicalization: Perspectives from the US and Indonesia” di University of Washington, Seattle, Amerika Serikat, Selasa (18/10). Simposium menghadirkan antropolog dan professor kajian wilayah Asia dari University of Puget Sound Gareth Barkin. Ikut berbicara dalam acara ini adalah Mark Smith, pengajar Ilmu Politik UW dan James Wellman, pakar bidang perbandingan agama,  juga dari University of Washington.

Dalam acara itu, pakar dari Indonesia juga tampil berbicara. Mereka adalah Ketua Program Middle Eastern and Islamic Studies UC-Riverside Muhammad Ali, Tonny Pariela professor sosiologi Universitas Pattimura, dan Muhammad Wildan, pengajar dan peneliti mengenai politik Islam dari UIN Sunan Kalijaga. Acara ini terselenggara atas kerjasama Konsulat Jenderal RI San Francisco dan University of Washington.

Konsul Jenderal RI Ardi Hermawan saat membuka acara menyatakan Indonesia merupakan model bagi dunia internasional. “Umat Islam Indonesia mayoritas adalah Islam moderat, demokratis”. Simposium ini adalah rangkaian dari simposium bertema serupa di beberapa kampus di Amerika. Sabtu lalu (15/10), acara ini juga berlangsung di Portland State University, Oregon (baca: Seminar di Portland: Indonesia Contoh Sukses Deradikalisasi).

Pada pembahasan di dua sesi simposium yang dihadiri oleh 102 peserta ini, para pembicara menyampaikan bahwa penanganan kelompok teroris di Indonesia telah berjalan dengan sukses. Ini antara lain karena a Indonesia tidak memiliki pemerintahan yang represif. “Indonesia juga berhasil melakukan pendekatan de-radikalisasi yang tepat untuk menekan kelompok radikal di tingkat akar rumput,” ujar Muhammad Ali.

Sedangkan Tonny Pariela dan Muhammad Wildan memaparkan sejumlah hasil penelitian, pengamatan dan temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang mencintai perdamaian dan sama sekali tidak bertentangan dengan demokrasi.


“Memang ada sekelompok kecil masyarakat di Indonesia yang belum percaya dengan demokrasi, namun cepat atau lambat semua akan sepakat bahwa demokrasi merupakan model politik terbaik bagi semua negara, tidak terkecuali Indonesia,” demikian kata Wildan.


Para pembicara sepakat bahwa sekolah dan perguruan tinggi memegang peranan penting untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai demokrasi. Sekolah juga bisa berperan mencegah tumbuhnya benih-benih ekstrimisme di kalangan generasi muda.



Credit  TEMPO.CO


Seminar di Portland: Indonesia Contoh Sukses Deradikalisasi  

Seminar di Portland: Indonesia Contoh Sukses Deradikalisasi  
Puluhan ribu warga Sukoharjo yang didominasi pelajar SLTA dan orgnisasi masa berkumpul di Alun-alun Satya Negara, Sukoharjo, 29 Juli 2016. Dengan dipimpin oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mereka mendeklarasikan anti radikalisme dan mengecam praktik bom bunuh diri di Mapolresta Solo jelang Lebaran lalu. Acara deklarasi tersebut juga dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori peserta terbanyak yaitu 26.955 orang. Bram Selo Agung/Tempo
 
CB, San Fransisco - Indonesia bisa menjadi contoh keberhasilan melakukan upaya deradikalisasi bagi negara-negara lain. Upaya ini akan terus dilakukan, termasuk dengan memperkuat program deradikalisasi di tingkat akar rumput. Kesimpulan itu mengemuka dalam seminar “Deradicalizing Radicalization: Learning from Interfaith Peacebuilding in Indonesia and The United States” yang berlangsung di Portland State University, negara bagian Oregon, Amerika Serikat, Sabtu, 15 Oktober 2016.

Dalam seminar yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia San Francisco berkerjasama dengan Portland State University (PSU) ini, Roger Paget, Indonesianis dari Lewis and Clark College, Portland, Oregon, mengatakan negara-negara lain sudah sepantasnya mencontoh Indonesia. “Indonesia sukses meredam aksi-aksi teror yang saat ini banyak dipengaruhi ISIS” kata Paget.

Selain Paget, akademisi Amerika yang hadir adalah Amanda Byron, ahli resolusi konflik, studi perdamaian dan genosida, serta Harry Anastasiou, pakar hubungan internasional–keduanya dari Portland State University. Ada pun akademisi Indonesia yang berbicara adalah Tonny Pariela dari Universitas Pattimura di Ambon dan Muhammad Wildan dari UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta.

Pariela menyampaikan bagaimana konflik komunal masyarakat di Ambon pada 1999 hingga 2001 silam merupakan konflik berdarah yang terburuk di Maluku, serta bagaimana pemerintah dan masyarakat lokal dapat menyelesaikan melalui konsep deradikalisasi yang menggunakan kearifan lokal.

Sedangkan Wildan mengungkapkan berbagai aksi radikalisme di Indonesia yang dipengaruhi ISIS. Wildan menjelaskan bagaimana pola rekrutmen pemuda-pemuda di Indonesia agar bersimpati terhadap ISIS, dan bagaimana kelompok madani dan pemerintah Indonesia menggunakan berbagai pendekatan untuk meredamnya. “Saat ini, Indonesia sudah memasuki era Post-Islamism atau Islam yang menjunjung tinggi demokrasi,” kata dia.

Adapun Paget, Byron, dan Anastasiou masing-masing menampilkan berbagai perspektif mengenai konsep radikalisasi yang terjadi di Amerika. Mereka mengakui keberhasilan Indonesia dalam melakukan deradikalisasi ketika menanggulangi paham radikal dan ekstrem.

Seminar di perguruan tinggi negeri di Portland ini mengamini penting dan efektifnya pendekatan soft approach dalam meredam benih-benih radikalisme di generasi muda, baik di Indonesia, Amerika, maupun negara-negara lainnya. Hal inilah yang menyebabkan konsep deradikalisasi yang dipopulerkan oleh Indonesia menjadi semakin relevan dalam menciptakan keamanan dan perdamaian dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Konsul Jenderal Indonesia untuk San Fransisco Ardi Hermawan menyampaikan bahwa seminar ini penting sebagai medium berbagi konsep deradikalisasi Indonesia kepada kaum intelektual di Amerika. “Forum ini menjadi penting karena Indonesia dan Amerika saling belajar bagaimana pemerintah masing-masing negara mengatasi aksi kekerasan sehingga perlu melibatkan sekolah, perguruan tinggi, maupun pemimpin agama di tingkat akar rumput,” ujar Ardi.




Credit  TEMPO.CO


Militer Inggris Lakukan Serangan Cyber untuk ISIS

 ISIS
ISIS
 
CB, LONDON -- Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon mengatakan pasukan militer negara itu tengah meluncurkan serangan cyber untuk membobol data dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal ini sekaligus menjadi dukungan atas pertempuran ofensif yang tengah dilakukan untuk mengusir kelompok militan itu dari Mosul, Irak.

"Kami mengkonfrimasi menggunakan serangan di dunia maya pertama kalinya terhadap ISIS," ujar Fallon dilansir AP Jumat (21/10).

Ia tidak menjelaskan secara rinci apa saja serangan cyber yang dilakukan. Namun, diyakini selain pencurian data juga termasuk mengubah spreadsheet, serta mencegah arus email yang masuk. 

Pernyataan Fallon datang beberapa bulan setelah seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan cyber bombs untuk ISIS. Hal ini juga menjadi tanda bahwa militer negara-negara Barat memiliki menggunakan serangan ini di medan perang.





Credit  REPUBLIKA.CO.ID




Sejarah Hari Ini: Cina Invasi Tibet

 
Tibet
Tibet
 
CB, Pada 21 Oktober 1950 tentara Cina menginvasi Tibet. Padahal Tibet telah mendeklarasikan kemerdekaan dari Cina pada 1913. Namun rupanya Cina tak pernah menggubris dan terus menganggap Tibet bagian dari Cina.
Akibat invasi Cina, Tibet mengalami kekalahan dan terpaksa menandatangani 17  pokok perjanjian yang menyatakan pengakuan Pemerintahan Cina terhadap Tibet. Dalam perjanjian itu, Cina memperbolehkan adanya administrasi otonomi yang dipimpin oleh Dalai Lama.

Perjanjian tersebut baru diratifikasi di Lhasa sebulan setelah ditandatangani. Dalam perjanjian itu disebutkan kalau Dalai Lama memerintah di Tibet yang merupakan bagian dari wilayah Cina.

Perdana Menteri Tibet Lukhangwa kala itu tak pernah mau menerima perjanjian dengan Cina. Ia menganggap Cina adalah penjajah yang tak perlu dipatuhi.

Sebaliknya, Majelis Nasional Tibet meminta agar Perdana Menteri Tibet Lukhangwa menerima perjanjian itu sebab tentara Tibet telah dikalahkan oleh tentara Cina yang jumlahnya sangat banyak. Faktanya kala itu, Tibet tak mampu melawan Cina.





Credit  REPUBLIKA.CO.ID


Israel Harus Terima Konsekuensi Langgar Hukum Internasional

 Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina di depan tentara Israel setelah terjadi bentrokan di dekat perbatasan Israel dan Jalur Gaza, (20/11).
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina di depan tentara Israel setelah terjadi bentrokan di dekat perbatasan Israel dan Jalur Gaza, (20/11).
 
CB, PALESTINE -- Utusan Palestina untuk Perserikatan Bagsa-Bangsa (PBB) mengatakan kepada Dewan Kemanan bahwa Israel harus diberi konsekuensi karena tidak mengindahkan seruan internasional untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina.

Duta Besar Palestina Riyad Mansour menilai Israel telah mengikis masa depan negara Pelestina dengan pendirian permukiman Yahudi ini. “Seruan inernasional untuk penghentian kegiatan permukiman Israel dan kejahatan terhadap rakyat Palestina harus didukung dengan langkah-langkah praktis yang serius dan memaksa Israel mematuhi hukum. Harus ada konsekuensi jika Israel terus melanggar hukum internasional,”  kata Mansour dikutip Al Arabiya, Kamis (20/10).

Sebelumnya, PBB telah menyatakan bahwa permukiman Yahudi di tanah Palestina adalah tindakan ilegal. PBB juga telah berulang kali menyerukan Israel untuk menghentkan kegiatan permukiman mereka. Namun, menurut laporan PBB, terdapat peningkatan aktivitas pembangunan selama beberapa bulan terakhir.

Utusan PBB Nickolay Mladenov menyebutkan kepada Dewan Kemanan bahwa Israel baru-baru ini memutuskan membangun permukiman dari yang hanya 98 unit perumahan menjadi 300 unit di Shilo, Tepi Barat.




Credit  REPUBLIKA.CO.ID