Jumat, 14 Oktober 2016

Bhumibol Adulyadej Meninggal, Bagaimana Nasib Thailand?

 
Bhumibol Adulyadej Meninggal, Bagaimana Nasib Thailand? 
 Bagaimana nasib Thailand sepeninggal Raja Bhumibol ? (REUTERS/Jorge Silva)
 
Jakarta, CB -- Kepergian Raja Bhumibol Adulyadej, pemimpin monarki terlama di dunia, menyebabkan bangsa yang tengah berduka ini masuk ke dalam sebuah momen ketidakpastian yang besar.

Meski kesehatan raja Bhumibol Adulyadej sudah memburuk selamabertahun-tahun, namun istana tak pernah mengungkap ke muka publik tentang suksesi kerajaan selanjutya.

Akibatnya sedikit yang tahu tentang bagaimana negara akan menghadapi perubahan pertama tahta setelah 70 tahun.

Siapa ahli warisnya?

Ahli waris Raja Bhumibol Adulyadej adalah Putra Mahkota Vajiralongkorn. Vajiralongkorn sendiri saat ini berusia 64 tahun.

Tak lama setelah kematian Raja Bhumibol Adulyadej, Perdana Menteri Prayut pergi ke semua stasiun televisi Thailand untuk mengatakan bahwa parlemen akan diinformasikan kemudian pada malam hari bahwa Bhumibol Adulyadej sudah menunjuk Vajiralongkorn untuk menggantikannya.

Momen Vajiralongkorn naik tahta ini sama seperti saat Bhumibol yang langsung naik tahta setelah kakaknya meninggal. Bhumibol Adulyadej menjadi raja pada 1946 di hari yang sama saat kakaknya ditemukan tewas secara misterius dengan luka tembakan di kepala.

Vajiralongkorn sendiri tak menikmati tingkat kepopuleran Bhumibol. Hal ini membuat para analis sulit memprediksi gaya kepemimpinannya saat menjadi raja.

Vajiralongkorn menghabiskan sebagian besar kehidupannya di Eropa. Meskipun dia sendiri juga banyak mengambil alih tugas kenegaraan di rumah selama masa pemerintahan ayahnya.

Bagaimana efek suksesi bagi rakyat Thailand?

“Dengan meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej, psikologis Thailand akan berubah,” kata David Streckfuss, ahli monarki Thailand kepada AFP.

Banyak warga Thailand yang menyembah Raja Bhumibol sdengan cara yang mendekati gaya keagamaan. Fotonya dipasang di dalam rumah dan di jalan-jalan di seluruh negara. Bahkan penonton di bioskop pun berdiri setiap kali mendengar lagu kebangsaan diputar sebelum mulai menonton film.

Hukum lese majeste atau antipenghasutan kerajaan telah melindungi raja dari kritik terbuka. Di sisi lain Raja Bhumibol sendiri banyak dipuji sebagai pemimpin moral dan kebanggaan kaum miskin. Beberapa mengkreditkan raja dengan pergolakan politik selama tujuh dekade.

“Orang-orang punya kecemasan dan kekhawatiran tentang masa depan karena peran raja di masa lalu sangatlah penting dan diperlukan. Mereka melihat perkembangan Thailand yang meningkat dari sebuah desa terpencil menjadi bangsa yang modern,” kata Thitinan Pongsudhirak, pakar politik di Chualalongkorn University.

Mungkinkah terjadi kerusuhan?

Kemungkinan besar hal ini tidak terjadi karena militer masih ada dalam kontrol kuat kerajaan sejak kudeta tahun 2014.

Paul Chambers, seorang ahli militer Thailand memprediksi terjadinya tindakan keras militer yang intesif dan kemungkinan penundaan untuk kembali ke demokrasi.

“Sebagian besar tanda-tanda menunjukkan suksesi kerajaan yang stabil,” kata perusahaan konsultan risiko Eurasia Group dalam catatannya kepada kliennya di pekan ini.

Bagaimana dengan bisnis?

Mengingat sensitivitas isu tersebut, pejabat pemerintah dan istana tak merilis informasi apapun tentang rencana setelah kepergian raja dan juga status kesehatannya karena dikhawatirkan akan menyebabkan kegelisahan pasar.

Dalam pidato di televisi, Prayut mengungkapkan bahwa pemerintah Thailand dan perusahaan negara akan mengadakan masa berkabung selama satu tahun. Semua warga Thailand diundang untuk melakukan hal yang sama. Sekolahan dan perusahaan akan diliburkan selama beberapa hari mendatang.

Namun pemerintah Thailand menyadari bahwa periode penutupan bisnis dan kementerian yang panjang akan mengganggu stabilitas ekonomi. Khususnya karena puncak musim liburan akan segera dimulai pada Desember.





Credit  CNN Indonesia




Lese Majeste, 'pasal pelindung' keluarga Kerajaan Thailand


 
Raja Bhumibol Adulyadej dicintai publik Thailand. 
 
Di Thailand, kerajaan dan keluarga kerajaan dilindungi hukum Lese Majeste.
Dalam konteks hukum yang mengatur perilaku khalayak umum dan kaitannya dengan kerajaan, Lese Majeste dinilai paling ketat di dunia. Berikut penjelasannya.

Apa yang dimaksud dengan Lese Majeste?

Lese Majeste adalah pasal yang melindungi anggota senior keluarga kerajaan Thailand dari hinaan atau ancaman.
Berdasarkan pasal 112 hukum pidana Thailand, seseorang yang “merusak nama baik, menghina, atau mengancam raja, ratu, putra mahkota, atau bangsawan” akan dihukum penjara hingga 15 tahun.
Aturan ini tidak berubah sejak pemberlakuan hukum pidana pertama Thailand pada 1908, kecuali ketika sanksi dalam pasal Lese Majeste diperkuat pada 1976.
    Lese Majeste juga muncul saat konstitusi Thailand diamendemen.

     
    Putra Mahkota Pangeran Vajiralongkorn dilindungi Lese Majeste. 

     
    Bunyinya, “Raja harus ditempatkan di singgasana dalam posisi yang disanjung dan tidak boleh dicemari. Tiada seorang pun boleh menyampaikan tuduhan atau aksi dalam bentuk apapun terhadap Raja.”
    Akan tetapi, tiada definisi yang jelas tentang hinaan terhadap kerajaan.
    Delik aduan Lese Majeste bisa disampaikan siapa saja dan terhadap siapa saja. Setiap delik aduan itu harus diselidiki secara formal oleh kepolisian.
    Meski demikian, rincian tentang aduan kasus Lese Majeste jarang diungkap ke publik lantaran aparat khawatir pelanggaran yang sama bisa diulang khalayak umum.
    Para pengkritik menilai pemaknaan Lese Majeste terlalu luas dan hukumannya terlalu keras.

    Mengapa Thailand menerapkan Lese Majeste?

    Monarki menempati kedudukan yang sangat penting di tengah rakyat Thailand. Raja Bhumibol Adulyadej sangat dicintai publik dan kerap diperlakukan layaknya dewa.
    “Monarki di atas segala konflik,” ujar Winthai Suvaree, juru bicara junta militer Thailand sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
    Ucapan ini menegaskan pandangan bahwa junta militer, yang menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra adalah pendukung kuat kerajaan.
    Dengan dalih akan mengembalikan stabilitas di Thailand, militer mengambil alih kekuasaan pada 22 Mei 2014 setelah negara itu berbulan-bulan diguncang demonstrasi antipemerintah.

     
    Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengingatkan warga Thailand untuk berhati-hati berpendapat soal kerajaan Thailand. 
     
    Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha telah menekankan bahwa pasal Lese Majeste diperlukan untuk melindungi keluarga kerajaan.
    “Yang Mulia tidak berada dalam posisi untuk merespons atau menjelaskan,” kata Chan-Ocha.
    Salah satu alasan untuk membenarkan kudeta militer pada 2006 adalah perdana menteri saat itu, Thaksin Shinawatra, mengabaikan institusi monarki, tuduhan yang belakangan dia bantah.

    Bagaimana Lese Majeste digunakan?

    Selama bertahun-tahun diterapkan, pasal itu menjaring beragam pelanggar.
    Pada 2007, Oliver Jufer dipenjara selama 10 tahun setelah mencoret poster Raja Bhumibol Adulyadej dengan cat semprot. Pria berkebangsaan Swiss itu mengaku dalam keadaan mabuk dan belakangan diampuni.
    Kemudian, pada 2011, seorang kakek berusia 61 tahun dihukum 20 tahun penjara lantaran mengirim SMS yang dinilai bernada hujatan terhadap Ratu.
    Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengatakan pasal Lese Majeste telah digunakan sebagai senjata politik untuk memberangus kebebasan berpendapat.
      Lembaga Amnesty International mengecam putusan pengadilan Thailand yang menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara terhadap pegiat sosial dan mantan editor majalah Somyot Prueksakasemsuk.

       
       Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha telah menekankan bahwa pasal Lese Majeste diperlukan untuk melindungi keluarga kerajaan. 
       
      Dia dipenjara pada 2013 lalu setelah merilis dua artikel yang dinilai menyinggung keluarga kerajaan.
      “Selama beberapa tahun terakhir aparat di Thailand semakin sering menggunakan hukum, termasuk pasal lese majeste, untuk membungkam demonstran dan memenjarakan orang yang menyuarakan pandangan politik,” sebut Amnesty International.
      Akhir-akhir ini, penahanan terhadap pelanggar Lese Majeste terkait dengan pesan-pesan di situs media sosial.
      Seorang pria, misalnya, divonis hukuman penjara selama 15 tahun karena mengunggah foto-foto anjing kesayangan Raja Bhumibol di Facebook. Jaksa menilai unggahan pria itu sengaja dibuat dengan sikap menghina Raja.
      Lalu ada seorang petugas pemersih yang dibawa ke pengadilan berdasarkan Lese Majeste karena mengunggah kalimat “Oh, begitu” saat bertukar pesan dengan seorang pegiat politik di Facebook.
      Aparat menilai pesan-pesan itu bersifat hujatan.
      Bahkan, memencet tombol suka pada pesan di Facebook yang dinilai menyinggung Raja Bhumibol dapat diusut aparat dengan menggunakan Lese Majeste ini.




      Credit  BBC




      Raja Bhumibol meninggal, Thailand berduka satu tahun


      raja Bhumibol
      Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej meninggal dunia pada usia 88 tahun, Kamis (13/10).
      Raja akan digantikan oleh Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn. Thailand menetapkan masa berduka selama satu tahun dengan pengibaran bendera setengah tiang selama 30 hari.
      Inilah sejumlah poin tentang Raja Bhumibol.
      • Raja terlama di dunia dan memegang tahta sejak 9 Juni 1946
      • Ia dianggap sebagai pemersatu dan menjaga kestabilan Thailand selama memerintah, dan telah menghadapi 19 kali kudeta militer dengan lebih banyak lagi perdana menteri.
      • Dalam dua tahun terakhir ini, Raja Bhumibol lebih banyak di rumah sakit dan jarang tampil di depan umum.
      • Raja Bhumibol banyak dihormati oleh rakyat Thailand.
      Ikuti laporan LIVE BBC Indonesia, tentang mengapa Raja Thailand ini dihormati dan apakah hukum ketat tentang ucapan negatif terhadap raja mempengaruhi kepopulerannya? sejumlah poin tentang Raja Bhumibol.

      Inilah ringkasan yang terjadi sejauh ini.
      • Raja Thailand yang dihormati Bhumibol Adulyadej meninggal dunia setelah 70 tahun bertahta, pada usia 88 tahun.
      • Warga berkumpul di luar rumah sakit, tempat raja meninggal.
      • Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, yang berusia 64 tahun, diangkat menjadi penggantinya, namun meminta penundaan penobatan untuk berduka.

      Putra Mahkota minta waktu untuk berduka

       maha vajiralongkorn

      Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn meminta waktu untuk dinobatkan sebagai raja, kata Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha.
      Ia mengatakan Maha Vajiralongkorn meminta waktu untuk berduka bersama rakyat Thailand lain.


      Mengheningkan cipta di PBB

      majelis umum PBB

      Pertemuan Majelis Umum PBB di New York didahului dengan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang Raja Bhumibol.
      Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon sebelumnya memuji raja yang ia sebut "pemimpin yang mempersatukan" bangsa.

      Doa di luar rumah sakit

       duka warga thailand

      duka warga thailand

       duka warga thailand

      Paling tidak 1.000 orang berkumpul di rumah sakit di Bangkong, tempat raja meninggal.
      Mereka membawa dupa dan melantunkan doa. Karangan bunga juga diletakkan di luar rumah sakit.

      Silsilah kerajaan Thailand

       silsilah kerajaan thailand

      Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, putra dan pengganti raja yang berusia 64 tahun, adalah salah seorang dari empat anaknya.
      Vajiralongkorn adalah putra satu-satunya dan selama 44 tahun menjadi putra mahkota.
      Sejak tahun 1975, ia menjadi perwira militer.
      Ia menikah dan cerai tiga kali dan memiliki tujuh anak.
      Para pengamat mengatakan ia belum memiliki popularitas seperti ayahnya.

      Apakah Lese majeste - peraturan kerajaan yang super ketat?
       
      Melaporkan monarki Thailand dibatasi oleh undang-undang kerajaan yang sangat ketat.
      Sejumlah media yang berkantor di luar negeri namun memiliki staf di Thailand juga harus mematuhi peraturan itu.
      Undang-undang itu melindungi anggota paling senior kerajaan Thailand dari penghinaan dan ancaman namun tidak ada definisi yang jelas apa yang dimaksud dengan penghinaan terhadap kerajaan.
      Pengaduan lese majeste juga dapat disampaikan oleh siapapun terhadap siapapun dan harus diselidiki secara resmi oleh polisi.
      Para pengkritik mengatakan interpretasi undang-undang itu terlalu luas dan hukumannya juga terlalu berat.
      Pemerintah militer Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha menekankan undang-undang itu diperlukan untuk melindungi kerajaan.

      Presiden Obama gambarkan mendiang Raja Bhumibol sebagai pribadi yang hangat

      Bhumibol

      Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan dirinya mendapatkan kehormatan bisa bertemu dengan Raja Bhumibol saat melawat ke Thailand pada 2012.
      "Raja adalah pribadi yang hangat dan sangat mencintai rakyatnya. Ia tanpa kenal lelah berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Presiden Obama.


      Tahta tujuh dekade dalam foto

       Raja Bhumibol

       Raja Bhumibol

       Raja Bhumibol

       
      Raja Bhumibol naik tahta pada 1946.
      Raja kelahiran Amerika Serikat ini mengenyam pendidikan di Swiss dan dikenal sebagai tokoh pemersatu dan juga bapak pembangunan di Thailand.
      Lihat perjalanan hidup Raja Bhumibol di galeri foto BBC Indonesia.


      Presiden Joko Widodo sampaikan dukacita

       Presiden Jokowi

      "Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya Raja Bhumibol Adulyadej," ucap Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Kamis (13/10).
      "Dunia kehilangan seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, pembawa kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan bagi rakyat Thailand. Kesederhanaan Raja Bhumibol Adulyadej dan perhatiannya terhadap rakyat patut kita teladani," tambah Presiden.

      Apa yang akan terjadi kemudian?

       Raja Bhumibol

      Jenazah Raja Bhumibol akan dibawa dari Siriraj di Bangkok menuju Istana Agung untuk dimandikan. Besar kemungkinan ritual ini akan dilangsungkan hari Jumat (14/10).
      Almarhum kemudian akan disemayamkan selama 100 hari.
      Setelah itu akan digelar upacara kremasi.
      Keseluruhan prosesi pemakaman raja bisa berlangsung lama dan pemerintah sudah mengumumkan periode berkabung selama satu tahun.


      Credit  BBC




      Raja Bhumibol, sang pemersatu Thailand, meninggal dunia

       
      Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia, hari Kamis (13/10), pada usia 88 tahun, setelah sakit dalam beberapa tahun terakhir dan konisinya memburuk dalam beberapa hari ini.
      Raja yang banyak dihormati di Thailand ini jarang tampil di depan umum dalam beberapa tahun terakhir karena buruknya kesehatannya.
      Rakyat Thailand menempatkannya sebagai bapak bangsa yang berada di atas politik walau sering menjadi penengah dalam ketegangan politik untuk menemukan solusi tanpa kekerasan.
      Hingga akhir hayatnya, Raja Bhumibol Adulyadej merupakan raja yang paling lama berkuasa di dunia.
      Perayaan 70 tahun tahtanya pada Kamis 7 Juni 2016 berlangsung dengan dibayang-bayangi kesedihan karena kesehatannya yang memburuk dan Raja tidak tampil di depan umum.

      Raja Bhumibol

      Raja Bhumibol menjalani perawatan sejak beberapa tahun terakhir dan sejak itu jarang tampil di depan umum. 
       
      Suasana yang amat berbeda dengan perayaan 10 tahun sebelumnya, Juni 2006, ketika ratusan ribu orang berkumpul mendengarkan pidatonya.
        Raja Bhumibol berkuasa pada 9 Juni 1946 setelah saudaranya, Raja King Ananda Mahidol, meninggal dalam insiden penembakan yang sampai sekarang tidak jelas penyebabnya di Istana Kerajaan di ibu kota Bangkok.

        Main saksofon

        Raja Bhumibol Adulyadej 
        Raja Bhumibol Adulyadej naik tahta pada 9 Juni 1946. 
         
        Bhumibol Adulyadej lahir di Cambridge, Massachusetts, AS pada 5 Desember 1927, ketika ayahnya, Pangeran Mahidol Adulyadej, sedang berkuliah di Universitas Harvard.
        Keluarga tersebut kemudian kembali ke Thailand, namun ayahnya meninggal saat dia berusia dua tahun.
        Setelah kematian ayahnya, ibunya pindah ke Swiss, tempat pangeran muda ini menimba ilmu.
        Sebagai lelaki muda, dia menikmati kegemaran berbudaya seperti fotografi, bermain saksofon dan juga menggubah, melukis, dan menulis.
        Pada masa itu, status monarki Thailand mengalami 'penurunan' setelah kekuasaan monarki absolut dihapuskan pada 1932, dan terjadi pula 'pukulan susulan' atas kerajaan ketika pamannya, Raja Prajadhipok, turun tahta pada 1935.
        Tahta diserahkan kepada abang Bhumibol, Ananda, yang saat itu berusia sembilan tahun.

        'Pemerintahan boneka'

        Pada 1946, Raja Ananda meninggal karena insiden penembakan di istananya di Bangkok -yang hingga sekarang belum terungkap sepenuhnya- dan Bhumibol menduduki tahta ketika masih berusia 18 tahun.
        Masa tahun-tahun awalnya sebagai seorang raja, Thailand dipimpin oleh seorang 'pemimpin sementara' karena Bhumibol harus melanjutkan studinya di Swiss.
          Ketika mengunjungi Paris, dia bertemu calon istrinya, Sirikit, anak perempuan dari duta besar Thailand untuk Prancis.

          Raja Bhumibol Adulyadej  
          Seorang warga Thailand sedang memotret foto Raja Bhumibol Adulyadej di rumah sakit tempat dia dirawat saat dia sakit pada 2014 lalu. 
           
          Pasangan tersebut menikah pada 28 April 1950 atau seminggu sebelum raja baru dinobatkan di Bangkok.
          Tujuh tahun awal di masa kekuasannya, Thailand dipimpin seperti kediktatoran militer dan kerajaan seakan-akan seperti 'pemerintahan boneka'.
          Pada September 1957, Jenderal Sarit Dhanarajata mengambil alih kekuasaan dan Raja mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan Sarit sebagai Pembela Militer ibu kota.
          Di bawah kediktatoran Sarit, Bhumibol menghidupkan kembali kerajaan, antara lain dengan berkunjung ke provinsi-provinsi dan meminjamkan namanya untuk beberapa pembangunan, khususnya di bidang pertanian.
          Semenara Jenderal Sarit mengembalikan tradisi adat yang mewajibkan orang-orang yang menghadap keluarga kerajaan untuk berjalan membungkuk untuk menghormati mereka.

          Jatuhnya pemerintahan militer

          Bhumibol secara dramatis menengahi politik Thailand pada 1973 ketika para demonstran prodemokrasi ditembaki tentara.
          Para pengunjuk rasa diperbolehkan berlindung di istana dan gerakan tersebut menyebabkan jatuhnya pemerintahan perdana menteri waktu itu, Jenderal Thanom Kittikachorn.

          Raja Bhumibol Adulyadej  
          Raja Bhumibol Adulyadej terlihat sedang mengikuti upacara di Bangkok, Thailand pada 2015. 
           
          Tapi tiga tahun setelah itu, raja gagal untuk mencegah hukuman mati tanpa proses pengadilan atas mahasiswa-mahasiswa sayap kiri oleh paramiliter yang main hakim sendiri.
          Pada masa-masa itu, pihak kerajaan cemas atas pertumbuhan simpatisan komunis setelah berakhirnya perang Vietnam.
          Ketika terjadi lagi upaya untuk menggulingkan pemerintah, pada tahun 1981, raja memilih berdiri di depan kelompok pejabat militer yang melancarkan kudeta melawan Perdana Menteri Prem Tinsulanond.
          Para pemberontak sempat berhasil menduduki ibu kota sampai kelompok-kelompok yang setia kepada raja mengambil alih Bangkok.
          Namun, kecenderungan raja yang berdampingan dengan pemerintah dalam hal kekuasaan, menyebabkan beberapa warga Thailand mempertanyakan kenetralannya.
          Bhumibol turun tangan kembali dalam konflik politik pada 1992, ketika puluhan demonstran ditembak setelah protes melawan percobaan kudeta oleh mantan pemimpin kudeta, Jenderal Suchinda Kraprayoon untuk menjadi perdana menteri.

          Pengaruh kerajaan

          Raja memanggil Suchinda, dan pemimpin prodemokrasi, Chamlong Srimuang untuk muncul di depannya, keduanya berjalan membungkuk karena perintah yang tertulis di protokol kerajaan.
          Suchinda mundur dan pemilu-pemilu susulan menunjukkan kembalinya pemerintahan demokrasi.
          Selama krisis yang muncul selama kepemimpinan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra pada 2006, raja sering kali diminta untuk turut campur tapi bersikeras bahwa hal ini tidak pantas.

          Thailand 
          Raja Bhumibol Adulyadej pada perayaan ulang tahunnya yang ke-70. 
           
          Namun, pengaruhnya masih dilihat penting ketika Thaksin menang pemilu pada April, dinyatakan dibatalkan oleh pengadilan.
          Thaksin akhirnya makzul dalam sebuah kudeta tanpa pertumpahan darah, di mana militer bersumpah setia kepada raja.
          Pada tahun-tahun berikutnya, nama dan figur raja dipanggil oleh kedua faksi baik yang setia maupun melawan Thaksin, karena mereka berlomba-lomba meraih kekuasaan.
          Seluruh negeri bergabung untuk merayakan ulang tahun Raja Bhumibol yang ke-80 pada 2008, mencerminkan keunikan statusnya di masyarakat Thailand.

          Penghormatan

          Jenderal Prayuth Chan-ocha mengambil alih kekuasaan pada kudeta Mei 2014 dan menjadikannya perdana menteri oleh parlemen militer yang ditunjuk beberapa bulan setelah itu.
          Dia berjanji pembentukan kembali politik untuk mencegah kembalinya ketidakstabilan pada beberapa tahun belakangan.
          Tapi pengkritik mencurigai prioritas utamanya adalah untuk menghancurkan partai mantan perdana menteri, Thaksin, dan untuk memastikan proses kedudukan kerajaan kembali berjalan lancar.

          Thailand  
          Rakyat Thailand menghormati Raja Bhumibol Adulyadej yang merupakan tokoh pemersatu dalam konflik politik. 
           
          Penghormatan publik atas Raja Bhumibol tulus, tapi juga dengan hati-hati diasuh oleh departemen hubungan masyarakat kerajaan.
          Selama masa pemerintahannya yang panjang, Raja Bhumibol Adulyadej menghadapi negara yang terus-menerus mengalami pergolakan politik.
          Dalam menghadapi politik, terlihat kecakapannya sebagai seorang diplomat, dan kemampuannya untuk 'merangkul' warga sipil di Thailand.
          Sehingga dia meninggalkan kerajaan negara itu jauh lebih kuat dibandingkan saat dia memerintah.



          Credit  BBC





          Kamis, 13 Oktober 2016

          Piramida Kristal di Dasar Laut Picu 'Kutukan' Segitiga Bermuda?

           
          CB, Nassau - Sejumlah orang menganggap Segitiga Bermuda sebagai tempat yang misterius. Lokasi itu, diyakini menjadi lokasi hilangnya lebih dari 20 pesawat dan 50 kapal dalam jangka waktu 100 tahun.
          Segitiga Bermuda adalah wilayah imajiner yang menghubungkan tiga titik, yakni Florida, Puerto Rico dan Pulau Bermuda, yang letaknya berada di tengah-tengah Samudra Atlantik. Total, area tersebut mempunyai luas 4 juta kilometer persegi.
          Banyak teori berusaha menjelaskan hilangnya kapal dan pesawat di lokasi itu, seperti makhluk ekstraterresterial yang menculik manusia untuk dijadikan kelinci percobaan, pengaruh Atlantis yang Hilang (Lost Atlantis), pusaran yang menyedot benda ke dimensi lain, dan hal-hal lainnya.
          Kali ini terdapat teori lain yang mengklaim dapat menguak penyebab hilangnya kapal dan pesawat di wilayah itu. Sebuah teori -- yang menyebut bahwa piramida besar terbuat dari kristal yang terletak 2.000 meter di bawah Segitiga Bermuda -- kembali muncul.
          Teori tersebut mengklaim, 'ilmuwan' menemukan struktur misterius itu pada 2012 dengan menggunakan teknologi yang belum diketahui oleh ilmu pengetahuan modern.
          Pencetus teori konspirasi menyebut, piramida kristal itulah penyebab hilangnya sejumlah pesawat dan kapal di wilayah Segitiga Bermuda.
          Laporan yang beredar secara online pada 2012, menyebut seorang ilmuwan bernama Dr Meyer Verlag, menemukan piramida kristal yang ukurannya tiga kali lebih besar dari Piramida Giza.
          "Verlag meyakini bahwa penyelidikan lebih lanjut di pusat piramida dapat mengungkap banyak informasi mengenai sejumlah kasus hilanganya sejumlah hal terkait dengan Segitiga Bermuda," demikian menurut website Before It's News.
          Laporan tersebut mengklaim, Verlag mempresentasikan temuannya itu dalam sebuah konferensi pers yang dilakukan di Bahama, di mana ia mengungkap koordinat piramida.
          Namun, tak ada bukti yang menunjukkan bahwa Verlag benar-benar ada. Selain itu, tak ada catatan yang mengungkap koordinat tersebut.
          "Selalu ada hal mistis tentang struktur piramida. Fakta bahwa piramida ini dibangun dengan kristal menambah misteri dan kekuatan, yang menyiratkan bahwa benda itu menghasilkan penyembuhan ajaib dan kekuatan paranormal," ujar penulis UFO Investigations Manual, Nigel Watson, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (11/10/2016).
          Namun ia mengatakan, kita perlu menggali lebih dalam akan kebenaran keberadaan piramida kristal dan bagaimana hubungannya dengan sejumlah kehilangan di Segitiga Bermuda.
          "Pada saat ini tampaknya hal itu seperti sebuah cerita internet yang secara cerdik menggabungkan keyakinan dalam tiga misteri paranormal besar yang dipopulerkan pada 1970-an, yaitu piramidologi, kekuatan/penyembuhan kristal, dan keajaiban Segitiga Bermuda yang mencakup seluruh perihal tak biasa yang meliputi area di lautan," kata Nigel.
          Menurut Nigel, disamping klaim tersebut, pada 2012 tim peneliti Amerika dan Prancis tak sengaja melihat sebuah struktur terangkat dari dasar laut, di mana temuan itu mengguncang para ilmuwan di seluruh dunia.
          Namun pencarian untuk menemukan identitas atau informasi lain tentang 'tim peneliti' atau bukti tentang artikel, foto, video, atau apa pun yang mendokumentasikan penemuan tersebut tak membuahkan hasil.
          "Salah satu misteri adalah, bagaimana ilmuwan di seluruh dunia telah 'terguncang' dengan sesuatu yang tak pernah mereka lihat, dan hanya ada di pseudo-dokumenter buatan paranormal," ujar Nigel.

          Versi Ilmuwan

          Sebelumnya, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badan ilmiah di bawah Departemen Perdagangan AS kembali meluruskan anggapan keliru soal Segitiga Bermuda.
          NOAA menegaskan, faktor cuaca dan buruknya navigasi menjadi segala penyebab hilangnya banyak alat transportasi di Segitiga Bermuda.

          "Tidak ada bukti bahwa kehilangan misterius yang terjadi di Segitiga Bermuda terjadi dengan frekuensi yang lebih besar dibandingkan wilayah laut lainnya," demikian pernyataan lembaga itu dalam situsnya.

          Ben Sherman, juru bicara Layanan Kelautan Nasional NOAA kepada Sun Sentinel mengatakan, lembaganya menulis kisah Segitiga Bermuda sebagai bagian dari program pembelajaran masyarakat dan menjawab pertanyaan dari para pembaca situs.

          NOAA juga berpegangan pada bukti ilmiah dari Angkatan Laut AS atau US Navy dan US Coast Guard yang tak mengakui eksistensi Segitiga Bermuda, sebagai wilayah geografis yang memiliki ancaman khusus untuk kapal atau pesawat.

          "Berdasarkan kajian, kecelakaan pesawat dan kapal di daerah tersebut selama bertahun-tahun, tidak ditemukan bukti yang mengindikasikan bahwa itu disebabkan apa pun selain penyebab fisik."
          Sementara, Badan Survei Geologi AS (USGS) membantah gas hidrat di sedimen dalam laut dekat Segitiga Bermuda sebagai alasan tenggelamnya banyak kapal dan pesawat.

          Menurut geolog USGS, pelepasan gas hidrat hanya terjadi di akhir zaman es, sekitar 15.000 tahun lalu atau lebih. Di mana saat itu kapal yang paling maju yang mungkin bisa dibuat manusia saat itu, tak lebih dari kayu berongga. Apalagi, terbukti lebih banyak kapal yang tenggelam di lokasi lain.
          "Misteri Segitiga Bermuda tak lebih dari dongeng. Maaf," kata geolog USGS, Bill Dillon, di laman USGS.

          Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA pun berpendapat demikian. "Tidak ada lubang hitam di Segitiga Bermuda. Pada kenyataannya, bahkan tak ada yang namanya Segitiga Bermuda. Banyaknya kasus kehilangan di wilayah itu konsisten dengan yang terjadi wilayah lainnya," demikian jelas Ilmuwan NASA, Dr Eric Christian.

          Kawah Bawah Laut
          Baru-baru ini, sejumlah ilmuwan yakin bahwa mereka selangkah lebih dekat dengan jawaban misteri Segitiga Bermuda setelah ditemukannya serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, lepas pantai Norwegia.
          Meskipun tidak dekat dengan Segitiga Bermuda, mereka berharap bahwa kawah tersebut jadi kunci untuk menjelaskan fenomena yang membingungkan itu.

          Kawah dengan lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter, diyakini terbentuk karena gas metana yang terdapat di bawah sedimen dasar laut. Lalu, gas tersebut meledak dan ledakan tersebut membentuk kawah.

          "Banyak kawah besar terdapat di dasar laut yang terletak di pusat-barat Laut Barents dan mungkin terbentuk karena ledakan besar gas," ujar peneliti dari the Arctic Univeristy of Norway kepada Sunday Times.

          "Kawah tersebut mungkin merupakan salah satu tempat yang merepresentasikan lokasi meledaknya gas metan di Arktik," tambahnya.

          Tahun lalu, kemungkinan semacam itu sebenarnya sudah ditemukan. Igor Yelstov dari Trofimuk Institute berkata, "Ada versi dari beberapa teori bahwa fenomena Segitiga Bermuda merupakan konsekuensi dari reaksi gas hidrat."

          "Mereka mulai aktif terurai dengan es metana dan berubah menjadi gas. Hal itu terjadi seperti longsoran, layaknya reaksi nuklir, dan menghasilkan gas dalam jumlah besar."

          "Hal tersebut membuat air laut menjadi panas dan kapal tenggelam di perairan yang sudah tercampur dengan gas dalam proporsi besar," tambahnya.







          Credit  Liputan6.com






          Obama: Manusia Akan Menjejakkan Kaki di Mars pada 2030

           
          CB, Jakarta The sky is the limit... Langit lah yang jadi batas impian seorang Barack Obama. Ia telah mendobrak semua 'kemustahilan' dengan menjadi pria keturunan Afrika pertama dalam sejarah yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

          Dan kini, melalui op-ed atau artikel opini di CNN, Selasa 11 Oktober 2016, Obama mencanangkan sebuah impian baru bagi bangsanya: menjejakkan kaki di Planet Mars.

          'Si Anak Menteng' menetapkan tujuan yang lebih jelas terkait penjelajahan antariksa Amerika Serikat, dengan niat mengirimkan manusia ke Planet Merah pada 2030 dan mengembalikan mereka dengan selamat ke Bumi -- bukan perjalanan sekali jalan yang dibayangkan banyak orang.

          "Dengan ambisi utama untuk bisa ada di sana dalam waktu yang lama," kata Obama, seperti dikutip dari CBS News, Selasa (11/10/2016).

          "Suatu saat, aku berharap bisa menggendong cucu-cucuku, mendudukkan mereka di pundak. Kami masih memandang bintang-bintang di langit dengan penuh kekaguman, seperti halnya semua manusia di setiap zaman," tulis Obama.

          Suami Michelle Obama itu menambahkan, alih-alih menanti kepulangan para penjelajah angkasa, "dengan pilihan yang kita buat saat ini, mereka tak menjelah langit hanya untuk berkunjung, tapi untuk menetap. Dan dengan melakukannya, kita membuat kehidupan lebih baik di sini, di Bumi."
          Untuk mewujudkan hal itu, Obama menambahkan, diperlukan kerja sama antara pemerintah dan inovator swasta. Sebuah kolaborasi yang akan dimulai pada tahun-tahun mendatang ketika perusahaan swasta akan mulai mengirim astronot ke Stasiun Antariksa Internasional atau International Space Station (ISS).

          Ayah dua anak itu mengumumkan, pemerintah bekerja sama dengan mitra komersial untuk membangun habitat yang bisa mempertahankan dan mengirim astronot dalam misi jangka panjang di belantara angkasa.

          Dalam blog kerja sama Gedung Putih dan NASA disebutkan, ada 7 perusahaan yang menerima kesempatan untuk mengembangkan sistem habitasi tersebut. Pada musim gugur tahun ini NASA akan memberikan kesempatan pada perusahaan-perusahaan itu untuk menambah modul dan fasilitas lain ke ISS.

          Obama, yang kini ada di bulan-bulan terakhir kepemimpinannya selama 8 tahun di Gedung Putih, berupaya menggagas kerja nyata demi menggapai Mars -- yang mungkin akan jadi salah satu warisannya sebagai presiden.

           

          Mimpi Obama dan Kennedy

          Ini bukan kali pertama Obama mengatakan sesuatu terkait penjelajahan manusia ke Mars.

          Pada 15 April 2010, ia mengutarakan visi penerbangan antariksa AS, yakni mengirim astronot ke asteroid dan lalu Mars.

          "Saya berharap dapat menyaksikan mimpi itu terwujud," kata Obama, di pangkalan pesawat luar angkasa, Kennedy Space Center -- di mana manusia pertama ke Bulan diberangkatkan.

          Kata dia kala itu, perjalanan ke asteroid adalah perintis, sebelum mewujudkan mimpi besar -- ekspedisi ke planet merah, Mars, yang akan jadi prestasi kolosal yang dicatat sejarah. Sama halnya ketika mengirimkan manusia pertama ke Bulan.

          "Kita menginginkan lompatan di masa depan. Tidak menapak terus di jalan yang sama," kata Obama.

          Mungkinkah suatu hari manusia akan menjejakkan kaki ke Mars? Apakah impian itu tak terlalu muluk?

          Tak ada satu pun hal mustahil. Apa yang diucapkan Obama mirip deklarasi Presiden John F Kennedy pada 1961.

          "Saya percaya bangsa ini akan mewujudkan mimpi, sebelum dekade ini berakhir, mendaratkan manusia ke Bulan dan kembali dengan selamat ke Bumi," kata Kennedy saat itu.

          Pada tahun 1969, mimpi itu terwujud. Meski Kennedy terlalu cepat berpulang dan tak sempat menyaksikannya.

          John F Kennedy tewas Jumat, 22 November 1963 pukul 12.30 waktu Dallas, Texas.





          Credit  Liputan6.com





          Dengan Nama 'Barry Soetoro', Obama Dikirim CIA ke Mars?

           
          CB, Washington DC - Meski masa kepemimpinannya sebagai presiden Amerika Serikat tinggal hitungan Bulan, Barack Obama meretas peluang bagi negaranya untuk mengirimkan manusia ke Planet Mars pada tahun 2030 dan mengembalikan para astronot dengan selamat ke Bumi.

          Obama, dalam op-ed atau artikel opini yang dimuat CNN pada Selasa 11 Oktober 2016,  juga mengumumkan bahwa pemerintah AS bekerja sama dengan mitra komersial untuk membangun habitat yang bisa mempertahankan dan mengirim astronot dalam misi jangka panjang menjelajah angkasa hingga ke Mars.
          Ke depan, kata Obama, penjelajahan antariksa tak hanya sekedar berkunjung, tapi juga menetap -- menciptakan koloni lain di luar Bumi.

          Sejatinya, Obama punya keterkaitan kuat dengan Mars. Pada 15 April 2010, di Kennedy Space Center -- di mana manusia pertama ke Bulan diberangkatkan, ia juga mengungkapkan cita-citanya mengirim manusia ke asteroid, kemudian Planet Mars.
          Penampakan mirip wajah Obama juga pernah dilaporkan ada di permukaan Mars.

          Dan, tak hanya itu. Meski lebih mirip teori konspirasi daripada fakta, nama Obama disebut pada November 2011 oleh Andrew D. Basiago dan William Stillings, yang mengklaim menjadi bagian dari pelatihan CIA pada 1980-an, yang kemudian melakukan teleportasi ke Mars.

          Menurut mereka, salah satu peserta program atau 'chrononauts' adalah pemuda 19 tahun yang kelak menjadi Presiden ke-44 AS. Kala itu, Obama diduga menggunakan nama 'Barry Soetoro' -- sebagai penghormatan pada ayah tirinya yang orang Indonesia, Lolo Soetoro Mangunharjo.
          Mereka juga menyebut nama Regina Dugan yang kelak menjadi Kepala Defense Advanced Research Projects Agency  (DARPA), sebagai salah satu peserta.

          Pelatihan konon digelar di  College of the Siskiyous, California. Menurut mereka, sepuluh pemuda yang terpilih, termasuk Obama kemudian dikirim ke Mars melalui fasilitas teleportasi rahasia yang disebut jump room'.

          Basiago dan Stillings -- yang juga mengaku 'chrononauts' -- mengklaim bertemu dengan Obama muda di pangkalan Amerika Serikat di Mars. Si 'Anak Menteng', tambah mereka, berkunjung ke planet tetangga Bumi itu dua kali, antara 1981 dan 1983.

          "Kita ada di sini," Basiago mengklaim mendengar kalimat itu keluar dari mulut Obama, seperti Liputan6.com kutip dari Wired, Rabu (12/10/2016).

          Pihak Gedung Putih pun langsung membantah pernyataan tersebut, dengan mengatakan, Obama tak pernah ke Mars.
          "Kecuali jika Anda menonton Marvin the Martian masuk kategori (sebagai kunjungan ke Mars)," kata Tommy Vietor, juru bicara Dewan Keamanan Nasional (National Security Council).






          Credit  Liputan6.com



          Balas Dendam, Rudal Tomahawk AS Hancurkan 3 Situs Radar Houthi

           
          Balas Dendam, Rudal Tomahawk AS Hancurkan 3 Situs Radar Houthi
          Kapal perang perusak USS Mason di Laut Merah, lepas pantai Yaman, sudah dua kali jadi target serangan rudal dari wilayah yang dikuasai Houthi Yaman. Foto/REUTERS/U.S. Navy
           
          WASHINGTON - Kapal perang destroyer Amerika Serikat (AS) USS Nitze menghancurkan tiga situs radar kelompok pemberontak Houthi Yaman dengan rudal-rudal jelajah Tomahawk, Kamis (13/10/2016). Pentagon mengkonfirmasi, serangan rudal ini sebagai pembalasan setelah kapal perang AS, USS Mason, jadi target serangan rudal yang ditembak dari wilayah yang dikuasai Houthi.

          Serangan pembalasan ini, menurut Pentagon, disahkan oleh Presiden Barack Obama.  Menurut pejabat AS, semua target rudal jelajah Tomahawk berada di daerah terpencil, yang diklaim bersiko kecil menimbulkan korban sipil.

          ”Ini serangan pertahanan diri yang terbatas dilakukan untuk melindungi personel, kapal, dan kebebasan navigasi kami di lorong maritim yang penting ini,” kata juru bicara Pentagon, Peter Cook, seperti dikutip Reuters.
          Menurut Peter Cook, Presiden Obama secara resmi merekomendasi kepada Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter dan Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Joseph Dunford, untuk melakukan serangan. “Militer AS berjanji untuk menanggapi ancaman lebih lanjut terhadap kapal dan lalu lintas komersial,” lanjut Cook.

          Sebelumnya pada hari Rabu, kapal perang destroyer USS Mason untuk kedua kalinya jadi target serangan rudal dari wilayah yang dikuasai pemberontak Houthi Yaman. Serangan pertama terhadap kapal itu terjadi pada Sabtu pekan lalu.

          Dalam serangan kedua, ada satu rudal yang menargetkan kapal USS Mason, namun berhasil digagalkan. ”Tidak ada kerusakan pada kapal atau awaknya,” kata Peter Cook.

          AS memang tidak terlibat langsung dalam perang Yaman. Namun, AS memasok senjata untuk Arab Saudi yang memimpin koalisi Arab dalam menggempur kelompok pemberontak Houthi. Koalisi Arab menyerang Houthi atas permintaan pemerintah Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi yang nyaris digulingkan Houthi.




          Credit  Sindonews






          Wakil PM Turki Sebut Rusia dan AS Akan Terlibat Perang Besar

           
          Wakil PM Turki Sebut Rusia dan AS Akan Terlibat Perang Besar
          Wakil Perdana Menteri (PM) Turki, Numan Kurtulmus, memperingatkan bahwa AS dan Rusia akan terlibat perang besar jika perang proxy di Suriah berlanjut. Foto/REUTERS
           
          ANKARA - Wakil Perdana Menteri (PM) Turki, Numan Kurtulmus, percaya konflik Suriah kini telah menjadi meda ”perang proxy” antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Dia memperingatkan bahwa jika perang proxy ini berlanjut, kedua negara itu akan terlibat perang besar.

          Dia khawatir konflik Suriah bisa meluas di luar Timur Tengah. ”Jika perang proksi ini terus berlanjut, setelah ini, biarkan saya menjadi jelas, Amerika dan Rusia akan datang ke titik perang,” kata Kurtulmus kepada  kantor berita negara Anadolu.

          ”Dunia di ambang perang besar, perang regional atau global,” katanya lagi. Kurtulmus menggambarkan Pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad sebagai ”pion” dalam konflik, dan mendesak untuk mencari perdamaian.

          Politisi Turki ini bersikeras bahwa Presiden Assad tidak memiliki tempat dalam sistem politik di masa depan di negaranya. Alasannya, oposisi Suriah tidak akan bernegosiasi dengan “kediktatoran berdarah”.

          Turki selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung pelengseran Assad sejak konflik Suriah pecah tahun 2011. Tapi, Rusia yang  merupakan sekutu rezim Suriah menolak opsi pelengseran Assad secara sepihak kecuali atas kehendak rakyat Damaskus.

          Dalam sebuah wawancara dengan siaran televisi Prancis pada Rabu malam, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Presiden Assad akan setuju untuk mengembangkan konstitusi baru Suriah yang lebih demokratis dan inklusif serta merombak sistem politik.

          ”Jika orang-orang tidak memilih Presiden Assad, akan ada perubahan demokratis, tetapi tanpa bantuan intervensi bersenjata dari luar dan di bawah kontrol internasional yang ketat, di bawah pengawasan PBB,” kata Putin, seperti dikutip Reuters, Kamis (13/10/2016).

          “Saya tidak mengerti siapa yang tidak bisa menerima proposal ini. Ini adalah solusi demokratis untuk pertanyaan dari kekuasaan di negara itu,” ujar Putin.





          Credit  Sindonews




          Rusia Jajal 3 Rudal Balistik dari Kapal Selam dan Pusat Ruang Angkasa

           
          Rusia Jajal 3 Rudal Balistik dari Kapal Selam dan Pusat Ruang Angkasa
          Rudal RS-12 M atau rudal Topol M Rusia diuji tembak dari pusat ruang angkasa Plesetsk. Foto/Sputnik
           
          MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pasukan rudal strategis negara itu telah berhasil meluncurkan tiga rudal balistik secara terpisah. Dua rudal balistik diluncurkan dari kapal selama dari armada Utara dan Pasifik dan satu rudal balistik antarbenua  diluncurkan dari pusat ruang angkasa Plesetsk.

          Semua uji coba rudal balistik itu dilakukan sebagai bagian dari latihan kesiapan tempur. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim semua rudal sukses mencapai target yang dibidik.

          Dari Laut Okhotsk, kapal selam nuklir Georgiy Pobedonosets dari Armada Pasifik Rusia meluncurkan rudal balistik terhadap target yang terletak di wilayah utara Rusia. Kapal Project 667BDR Kalmar-class, lanjut kementerian itu, juga meluncurkan rudal balistik dari dalam laut dan menghantam target sesuai waktu yang ditentukan.

          “Peluncuran menunjukkan tingkat tinggi kesiapan Pasukan Kapal Selam Armada Pasifik dan mengkonfirmasi efektivitas dari komando dan sistem kendali pasukan nuklir strategis angkatan laut,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dikutip Russia Today, semalam (12/10/2016).

          Selanjutnya, dalam tes ketiga Pasukan Rudal Strategis Rusia melakukan peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) RS-12M dari pusat ruang angkasa Plesetsk. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim rudal itu berhasil menghantam target di lapangan tembak di Kamchatka.

          Rudal RS-12M yang juga dikenal sebagai rudal Topol-M adalah rudal balistik antarbenua dengan jangkauan maksimum 10.000 km (6.125 mil). Rudal ini dapat membawa hulu ledak nuklir hingga 550 kiloton.

          Pada awal 2016, para Pasukan Rudal Strategis Rusia telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan uji tembak 16 ICBM pada tahun ini. Kementerian Pertahanan Rusia juga berjanji untuk meningkatkan tes pada tahun depan untuk menguji kesiapan teknis sistem rudal Rusia.




          Credit  Sindonews





          Putin kepada Barat: Kompromi atau Tanggung Konsekuensinya

           
          Putin kepada Barat: Kompromi atau Tanggung Konsekuensinya
          Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuntut Barat untuk melakukan kompromi atas permasalahan Suriah. Foto/Istimewa
           
          MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengirim pesan kuat kepada Barat, khususnya kepada Amerika Serikat (AS). Putin mengatakan, Rusia siap berdialog dengan AS, namun berdialog dalam artian kompromi. Putin menegaskan, AS harus berkompromi.

          "Ada kebutuhan untuk berperilaku seperti mitra dan mengambil kepentingan masing-masing dalam tanggung jawabnya. Kami siap untuk itu," kata Putin dalam sebuah forum ekonomi seperti dikutip dari laman Daily Express, Kamis (12/10/2016).

          Mengaku khawatir dengan memburuknya hubungan dengan AS, Putin mengatakan Washington telah membiayai oposisi radikal Ukraina dan membantu kudeta di sana. Moskow kemudian dipaksa untuk melindungi etnis Rusia yang tinggal di Ukraina.

          Putin juga menyerang Prancis dengan menuduh mereka sengaja memancing Rusia untuk memveti resolusi PBB tentang Suriah dan mempertanyakan apakah Paris tengah menjajakan penawaran dari AS. Prancis telah mengusulkan resolusi di Dewan Keamanan PBB tanpa konsultasi dengan Moskow dan mengetahui bahwa Rusia akan menggunakan hak vetonya karena resolusi tersebut menyalahkan Damaskus atas semua kekerasan yang terjadi. Rusia pun dituding tidak tertarik untuk menghentikan kekerasan di Suriah.

          "Seharusnya bukan mitra kami yang tersinggung oleh veto kami, tetapi kami yang seharusnya tersinggung. Kami harapkan kerjasama, kerja konstruktif dengan Prancis dan dengan anggota tetap Dewan Keamanan lainnya. Tapi apa yang terjadi?" tanya Putin.

          "Saya tidak tahu apakah itu sesuai dengan kepentingan negara-negara Eropa atau tidak. Tapi apakah hanya untuk kepentingan ini pelayanan kebijakan luar negeri, atau mungkin bahkan kepentingan politik dalam negeri, dari sekutu mereka dalam hal ini AS? Saya tidak tahu. Apakah itu benar-benar peran negara yang serius bercita-cita untuk melakukan kebijakan independen dan disebuh negara besar. Saya tidak tahu," kata Putin.

          Hubungan antara Barat dan Moskow telah memburuk sejak pendudukan Rusia di Ukraina bersama dengan ketegangan yang meningkat selama perang melawan ISIS di Suriah.





          Credit  Sindonews




          Korsel Ancam Tenggelamkan Kapal China yang Mencuri Ikan


           
          Korsel Ancam Tenggelamkan Kapal China yang Mencuri Ikan
          Korea Selatan (Korsel) mengancam akan mengkaramkan kapal nelayan China yang memasuki wilayah mereka secara ilegal. Foto/Ilustrasi/Istimewa
           
          SEOUL -  Korea Selatan (Korsel) mengancam akan mengkaramkan kapal nelayan China yang memasuki wilayah mereka secara ilegal. Ancaman ini datang setelah semakin banyaknya kapal nelayan China yang melakukan pencurian ikan di wilayah Korsel.

          Wakil kepala Penjaga Pantai Korsel, Lee Choon-jae mengatakan, pihaknya akan menggunakan segala cara yang memungkinkan untuk mengusir kapal nelayan China itu, termasuk melepaskan tembakan langsung, yang mungkin akan menghancurkan kapal nelayan China tersebut.

          "Kami akan secara aktif menanggapi kapal nelayan China yang menghalangi keadilan dengan menggunakan segala cara yang mungkin diperlukan, seperti melepaskan tembakan langsung dan menyita kapal nelayan tersebut, serta menembakkan senjata," ucap Lee, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (12/10).

          Bulan lalu, tiga nelayan China tewas dalam kebakaran setelah penjaga pantai Korsel melemparkan suar ke atas kapal ketiga nelayan tersebut. Beijing langsung melemparkan protes keras atas insiden tesebut.

          "Kami berharap Korsel dapat mulai dari perspektif situasi yang lebih luas dalam hubungan bilateral dan dengan tenang dan rasional menangani isu yang relevan," kata juru bicara pemerintah China Geng Shuang sebuah jumpa pers di Beijing beberapa waktu lalu.



          Credit  Sindonews






          Perkuat Kerjasama di Berbagai Sektor, Menlu Rumania Sambangi Jakarta

           
          Perkuat Kerjasama di Berbagai Sektor, Menlu Rumania Sambangi Jakarta
          Menteri Luar Negeri Rumania, Lazar Comanescu mengatakan, kunjungan yang dia lakukan ke Jakarta dimaksudkan untuk memperkuat dan memperluas kerjasama dengan Indonesia. Foto/Sindonews/Victor Maulana
           
          JAKARTA - Menteri Luar Negeri Rumania, Lazar Comanescu mengatakan, kunjungan yang dia lakukan ke Jakarta dimaksudkan untuk memperkuat dan memperluas kerjasama dengan Indonesia. Comanescu merupakan Menlu Rumania pertama yang berkunjung ke Jakarta.

          Pernyataan tersebut disampaikannya paska melakukan pertemuan dengan Menlu RI, Retno Marsudi. Comanescu menyatakan, Indonesia adalah negara besar dan penting, khususnya di kawasan ASEAN. Oleh karena itu, Rumania ingin memperkuat hubungan dengan Indonesia.

          "Kunjungan ke Indonesia menunjukkan betapa pentingnya pemerintah Indonesia, kami ingin menindaklanjuti dan memperkuat hubungan bilateral kami. Bagi kami, Indonesia negara yang sangat penting di Asia. Anggota yang penting di ASEAN. Saya juga datang ke sini dengan tujuan yang jelas, tidak hanya untuk meningkatkan kerjasama, namun juga untuk memastikan kepada Menlu (Retno) Marsudi bahwa ini adalah suatu yang penting bagi kita," kata Comanescu pada Rabu (12/10).

          "Kami telah mereview hubungan bilateral dan mewujudkannya dalam hubungan yang sangat baik. Namun, kami juga menyampaikan fakta bahwa ada ruang untuk meningkatkan kerjasama dan substansi kerjasama. Dalam hal itu kami menyimpulkan bahwa ekonomi kedua negara memiliki potensi yang sangat baik. Indonesia adalah mitra kunci di kawasan ini dan Rumania mungkin suatu saat bisa mendapatkan jalur untuk akses Indonesia di Uni Eropa," sambungnya.

          Dirinya juga mengatakan, sebagai bentuk penguatan kerjasama ini, Indonesia dan Rumania semalam sudah menandatangi kesepakatan dalam bidang ekonomi. Kesepakatan itu ditandangani oleh Kadin kedua negara.

          "Selebihnya, kami sepakati bahwa ada beberapa potensi kerjasama lebih lanjut antara sains teknologi, pertukaran pelajar, human contact dan universitas rumania yang menawarkan beasiswa Indonesia dan sebaliknya juga diperlukan," ucapya.

          Comanescu menambahkan, dalam pertemuan dengan Retno, dia juga membahas perkembangan di wilayah ASEAN dan membahas isu yg secara global perlu untuk ditangani secara tepat. Salah satunya adalah migrasi. "Kami juga dalam kerangka internasional menyusun suatu kerjasama tidak hanya untuk berkembang, namun akan diperkuat dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia dan Rumania akan mencari tempat sebagai anggota DK PBB," tukasnya.




          Credit  Sindonews