Kamis, 13 Oktober 2016

Putin Marah, Perintahkan Warga Rusia di Luar Negeri Pulang

 Putin Marah, Perintahkan Warga Rusia di Luar Negeri Pulang    
Foto asli Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama yang bertemu disela-sela KTT G20 di Hangzhou, Cina, 5 September 2016. boredpanda.com
CBMoskow - Rusia memerintahkan semua pejabatnya memulangkan anggota keluarga yang saat ini berada di luar negeri. Perintah ini dipicu ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat yang semakin panas sehingga berpotensi pecahnya perang global.

Seorang pejabat top Rusia mengutip perintah Presiden Vladimir Putin agar seluruh pejabat Rusia membawa pulang orang-orang tercinta mereka secepatnya.



Peringatan ini muncul setelah Putin membatalkan rencananya berkunjung ke Prancis untuk meresmikan pusat spiritual di Gereja Ortodoks Rusia di dekat Menara Eiffel. Putin marah setelah Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan pasukan Suriah melakukan kejahatan perang di Aleppo dengan dukungan pasukan udara Rusia.

Sebelumnya, di Dewan Keamanan PBB, Prancis, sekutu Amerika Serikat, mengajukan draf resolusi untuk menghukum Rusia sebagai penjahat perang di Suriah. Mengutip Daily Mail, 12 Oktober 2016, Rusia memerintahkan semua pejabat dan staf pada semua level untuk mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah-sekolah asing secepatnya.

Belum ada penjelasan resmi tentang alasan Putin memerintahkan warga Rusia di luar negeri pulang. Namun, menurut analis politik Rusia, Stanislav Belkovsky, perintah itu bermakna sebagai langkah untuk persiapan perang besar. "Ini semua sebagai langkah mempersiapkan para elite untuk perang besar," kata Belkovsky kepada Daily Star.

Hubungan Rusia dan Amerika Serikat saat ini mengalami titik terburuk sejak Perang Dingin setelah keduanya melibatkan diri dalam konflik bersenjata di Rusia. Dalam perang di Suriah, Rusia mendukung pasukan pemerintah Suriah dan Amerika Serikat mendukung pemberontak anti-Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev mengingatkan dunia saat ini dalam titik berbahaya, dipicu permusuhan Rusia dan Amerika Serikat dalam perang di Suriah.





Credit  TEMPO.CO




Media Inggris: Waswas PD III, Putin Desak Warganya di Barat Pulang

Media Inggris: Waswas PD III, Putin Desak Warganya di Barat Pulang
Media Inggris, Daily Star, menerbitkan laporan yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak warganya di Barat untuk pulang terkait ancaman Perang Dunia III. Foto/Daily Star.co.uk

LONDON - Media Inggris, Daily Star, menerbitkan laporan yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak para pejabat dan kerabatnya di negara-negara Barat untuk pulang ke Rusia. Desakan itu terkait potensi pecahnya Perang Dunia III antara Rusia dan Barat.

Laporan yang belum dikonfirmasi itu mengklaim mengutip sumber-sumber anonim di lingkup Pemerintah Rusia. Namun, Kremlin dilaporkan membantah laporan media Inggris ini.

”Russia ‘urgently recalls officials’ families living abroad’ as WW3 threat looms (Rusia mendesak untuk menarik pejabat dan keluarganya yang tinggal di luar negeri,  mengingat ancaman Perang Dunia (PD) III),” demikian judul headline Daily Star, yang dikutip Kamis (13/10/2016).

Publikasi media Inggris ini disertai  gambar Presiden sedang melirik marah dengan latar belakang sebuah ledakan. Gambar lainnya menunjukkan Putin dan peta Eropa, di mana Rusia diwarnai cat merah dengan sabit dan palu simbol Uni Soviet hendak membombardir negara-negara Eropa dengan rudal nuklir.

Surat kabar itu juga mengutip analis politik Rusia; Stanislav Belkovsky, yang mengatakan bahwa laporan perintah evakuasi keluarga pejabat Rusia di Barat sebagai bagian dari Rusia untuk mempersiapkan perang besar dengan Barat.

Keputusan Rusia menangguhkan kesepakatan dengan AS soal pembuangan plutonium dari senjata nuklirnya juga dijadikan latar belakang laporan tersebut untuk mendukung asumsi Rusia mempersiapkan perang besar dengan Barat.

Klaim deskan Putin untuk warga Rusia di Barat agar eksodus awalnya dilaporkan znak.com, sebuah situs berita yang berbasis di Yekaterinburg di Ural. Laporan ini mengutip lima pejabat Rusia, namun bukan rekomendasi resmi dari Kremlin.

Menurut media itu, mahasiswa Rusia yang belajar di perguruan tinggi asing harus segera dipindahkan ke universitas-universitas Rusia untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Ketika ditanya tentang laporan itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa itu adalah pertama kalinya dia mendengar tentang adanya desakan penarikan pejabat Rusia dan keluarganya yang ada di negara-negara Barat.




Credit  Sindonews





Suriah Memanas, Rusia Kirim Tiga Korvet Pembawa Rudal


 Suriah Memanas, Rusia Kirim Tiga Korvet Pembawa Rudal
Kantor Berita Rusia TASS, 5 Oktober 2016, melaporkan bahwa Rusia mengirim dua kapal perang kelas Buyan-M, Serpukhov (603) dan Zelyony Dol (602) menuju Laut Mediteranian. Kapal perang itu terlihat melintasi Selat Bosphorus, pada 5 Oktober 2016. REUTERS/Murad Sezer

 Suriah Memanas, Rusia Kirim Tiga Korvet Pembawa Rudal
Kapal perang Rusia jenis korvet, Zelyony Dol (602) melewati Selat Bosphorus, Istanbul, Turki, 5 Oktober 2016. Rusia mengirim beberapa kapal perangnya ke Laut Mediteranian untuk bergabung dengan pasukan di Suriah. REUTERS/Murad Sezer

 Suriah Memanas, Rusia Kirim Tiga Korvet Pembawa Rudal
Meskipun berukuran kecil, panjang 60 m, kapal perang kelas Buyan-M dipersenjatai dengan delapan rudal jelajah Kalibr. Buyan-M pernah menjadi perhatian dunia militer, ketika korvet dari armda Laut Kaspia menembakkan rudal Klibr dengan sasaran basis ISIS di Suriah, yang jauhnya 1.500 km, pada Oktober 2015. Buyan-M juga menembakan rudal Kalibr dengan sasaran Front al-Nusra di propinsi Aleppo, Suriah, pada Agustus 2016. yotutube.com

 Suriah Memanas, Rusia Kirim Tiga Korvet Pembawa Rudal
Selain mengirim dua kapal kelas Buyan-M, Rusia juga mengirim korvet kelas Nanuchka-III (Project 1234) Mirazh (617) melintasi Selat Bosphorus menuju Laut Mediteranian, 7 Oktober 2016. Rusia mengirimkan Mirazh dari Sevastopol. REUTERS/Osman Orsal


 Suriah Memanas, Rusia Kirim Tiga Korvet Pembawa Rudal
Tidak seperti kelas Buyan-M, kapal perang kelas Nanuchka-III tidak dipersenjatai dengan rudal jelajah permukaan ke darat Kalibr, tetapi membawa enam rudal anti kapal P-120 Malakhit (NATO menyebutnya SS-N-9 Siren). REUTERS/Osman Orsal













Credit  Tempo.co









Tumbukan asteroid musnahkan dinosaurus?

asteroid 
Lukisan dinosaurus Titanosaurus di depan tsunami akibat tumbukan asteroid. 
 
Para ilmuwan menemukan informasi baru yang menarik terkait bencana lingkungan yang disebabkan tumbukan asteroid pada Bumi sekitar 66 juta tahun lalu.
Mereka menemukan bahwa kehidupan kembali normal dengan cukup cepat setelah terjadi tumbukan benda angkasa luar yang diduga banyak pihak memusnahkan dinosaurus tersebut.
    Para peneliti memeriksa batu dari kawah raksasa selebar 100km dan sedalam 30km yang membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai Teluk Meksiko.

    asteroid 
    Lukisan tumbukan asteroid pada bumi 66 juta tahun lalu yang menciptakan kawah Chicxulub, Semenanjung Yucatan, Meksiko. 
     
    Mereka menemukan organisme kecil ternyata dapat berevolusi hanya dalam waktu ribuan tahun pertama setelah peristiwa tersebut.
    Professsor Joanna Morgan dari Imperial College, London yang merupakan salah satu pimpinan proyek penelitian mengatakan batu yang ditemukan sangat berbeda dengan yang ada di bagian lain dunia.
    "Batu ini sangat aneh, batu yang membentuk hal ini, dinamakan cincin puncak, mereka sangat, sangat (mewakili) apa yang kami namakan 'shocked', tekanan kejutan puluhan gigapascal merusak batu dalam cara yang dinamakan 'metamorfisma kejutan'; (batu) sangat terpecah-pecah, sehingga tersebar pada jarak yang berjauhan, sangat berpori, jadi meskipun terbuat dari batu sejenis granit, sangat berbeda dengan yang lainnya, (sangat berbeda dengan ) jenis batu granit manapun yang kami lihat di dunia," kata Prof. Morgan.
      Pada saat itu puing asteroid diduga keras melontar ke langit, membuat iklim membeku selama berbulan-bulan dan memusnahkan bukan hanya dinosaurus tetapi juga hal-hal lain, lapor wartawan BBC Jonathan Amos.
      Para peneliti memperkirakan peristiwa ini dapat dipakai untuk mengetahui evolusi yang terjadi pada kejadian yang menghapuskan hampir semua bentuk kehidupan di dunia.



      Credit  BBC


      Apa yang terjadi setelah dinosaurus punah?

      Asteroid  
      Asteroid menghantam wilayah yang sekarang ialah Meksiko. 
       
      Di tempat pepohonan pernah menjulang tinggi, menaungi semak belukar dan paku-pakuan yang lebat, hanya batang-batang pohon hangus yang tersisa.
      Alih-alih dengungan serangga yang tak putus-putus mengaburkan geraman dinosaurus raksasa, hanya ada kesunyian, yang sesekali dipecahkan suara angin. Kegelapan merajalela: warna biru, hijau, kuning, dan merah yang pernah menari-nari di bawah sinar matahari telah sirna.
      Itulah kondisi Bumi setelah tabrakan asteroid selebar 9,6 kilometer, 66 juta tahun lalu.
      “Dalam hitungan menit sampai jam, Bumi berubah dari tempat yang subur dan penuh kehidupan menjadi hening total dan kosong,” kata Daniel Durda, ilmuwan dari Southwest Research Institute di Colorado. “Terutama dalam radius ribuan kilometer di sekeliling lokasi benturan, semuanya tersapu bersih.”
        Layaknya menyusun potongan gambar puzzle, saintis telah menguraikan dampak jangka panjang dari tubrukan meteor. Peristiwa itu memusnahkan lebih dari tiga perempat spesies hewan dan tumbuhan di bumi termasuk dinosaurus – meskipun sebagian dari mereka mampu bertahan dan berevolusi menjadi burung.
        Namun melengkapi detail, terutama apa yang terjadi setelah benturan dan apa yang memungkinkan beberapa organisme bertahan hidup, ternyata lebih menantang dari yang diperkirakan.

        Kawah tubrukan 
          Kawah tubrukan Chicxulub terkubur di bawah tanah, sebagian di bawah laut. 
         
        Perkiraan bahwa dinosaurus musnah karena hantaman asteroid pertama kali diajukan pada tahun 1980. Ide tersebut dianggap kontroversial pada waktu itu.
        Kemudian pada tahun 1991, geolog menemukan lokasi tumbukan: kawah berdiameter 180 km di sepanjang Semenanjung Yukatan, Meksiko. Mereka menamakannya Chicxulub, seperti nama kota terdekat.
        Kawah itu tersembunyi di bawah tanah. Bagian utaranya berada di lepas pantai, terkubur di bawah 600m sedimen lautan.
        Pada April 2016, ilmuwan memulai pengeboran sedalam dua kilometer di bagian kawah di lepas pantai, untuk mengambil sampel sedalam 3 meter. Mereka akan menganalisis sampel tersebut untuk melihat perubahan pada jenis batuan, mencari fosil dan bahkan DNA yang terperangkap di dalam bebatuan.
        “Kami akan melihat apa yang kemungkinan besar merupakan samudera yang steril di ground zero tak lama setelah tumbukan, lalu kami dapat melihat bagaimana kehidupan muncul kembali,” kata seorang peneliti yang terlibat dalam pengeboran, Sean Garrick dari Institut Geofisika University of Texas.

        Kawah Chicxulub  
        Ilustrasi kawah Chicxulub. 
         
        Beberapa hal dapat diperkirakan tanpa mengebor ke dalam kawah.
        Berdasarkan ukuran kawah, ilmuwan telah menghitung seberapa besar energi yang dihasilkan dari tumbukan asteroid.
        Dengan informasi ini, Durda bersama David Kring dari Lunar and Planetary Institute di Texas, membuat simulasi kejadian detail tabrakan asteorid – dan memprediksi apa saja kejadian yang dipicu oleh tabrakan itu. Para peneliti kemudian menguji skenario tersebut dengan bukti fosil untuk menentukan apakah yang diprediksikan benar-benar terjadi.
        “Semua perhitungan itu dilakukan dengan cermat,” kata paleobotanis Kirk Johnson, direktur Museum Smithsonian. “Kami dapat menyusun skenario detail, mulai dari momen tabrakan hingga menit, jam, hari, bulan, dan tahun-tahun setelah kejadian itu.”
        Berbagai penelitian mengungkap suatu bencana besar.

        Tsunami  
         Gelombang tsunami menyapu Teluk Meksiko. 
         
        Asteroid melesat di udara dengan kecepatan lebih dari 40 kali kecepatan suara. Ketika menghantam bumi, batu dari luar angkasa itu menghasilkan ledakan yang setara dengan 100 triliun ton TNT, kira-kira tujuh miliar kali lebih kuat dari bom Hiroshima.
        Tumbukan dengan permukaan bumi mengirimkan gelombang kejut ke sekitarnya.
        Gelombang tsunami setinggi 100 hingga 300 meter menyapu Teluk Meksiko. Gempa berkekuatan 10 skala Richter menghancurkan garis pantai dan hempasan udara meratakan hutan dalam radius ribuan kilometer. Setelah itu, berton-ton batuan berjatuhan dari langit dan mengubur kehidupan yang tersisa.
        “Meteor itu bagaikan peluru berdiameter 10km,” kata Johnson.
        Namun dampak langsung ini bukan satu-satunya penyebab kepunahan massal.

        Puing-puing asteroid  
        Puing-puing akibat tubrukan menyelimuti seluruh Bumi. 
         
        Ketika asteroid menghantam bumi, ia menguapkan bongkahan besar kerak bumi. Puing-puingnya terlempar bagaikan bulu-bulu api ke atas lokasi tubrukan, hingga ke langit.
        “Bagaikan bola plasma yang menembus atmosfer sampai ruang angkasa,” kata Durda.
        Puing-puing itu menyebar ke timur dan barat hingga menyelimuti seluruh permukaan bumi. Kemudian, karena masih terikat gravitasi, mereka jatuh kembali ke atmosfer bagaikan hujan.
        Ketika mendingin, mereka terpadatkan menjadi triliunan butiran gelas berukuran seperempat milimeter. Butiran-butiran tersebut melesat ke permukaan bumi dengan kecepatan setara kecepatan pesawat ruang angkasa, membuat atmosfer begitu panas sehingga, di sejumlah tempat, tumbuh-tumbuhan darat terbakar.
        “Pijar panas dari puing-puing yang kembali memasuki atmosfer menjadikan planet bumi seperti oven raksasa,” kata Johnson.

        Ejekta  
        Puing-puing jatuh ke bumi bagaikan hujan. 

         
        Jelaga dari api, bercampur debu dari tubrukan, menghalangi cahaya matahari dan mengantarkan bumi ke musim dingin yang gelap berkepanjangan.
        Selama beberapa bulan setelahnya, partikel-partikel kecil turun bagai gerimis ke tanah, menutupi seluruh permukaan planet dengan lapisan debu asteroid. Sekarang paleontolog dapat menemukan lapisan ini terawetkan bersama fosil. Ia menandakan “Batas Cretaceous-Paleogen (K-Pg)”, titik balik dalam sejarah planet kita.
        Pada tahun 2015, Johnson menelusuri lapisan Batas K-Pg sejauh 177km di North Dakota, mencari fosil di sepanjang perjalanan. “Jika Anda melihat ke bawah lapisan ini, ada dinosaurus di mana-mana,” ujarnya. “Tapi jika Anda melihat ke atas, tidak ada dinosaurus.”

        Triceratops  
         Triceratops ialah salah satu jenis dinosaurus besar terakhir yang hidup di Bumi. 
         
        Di Amerika Utara, sebelum tubrukan Chicxulub, bukti fosil menggambarkan hutan kanopi yang rimbun, terjalin dengan rawa dan sungai; serta dipenuhi paku-pakuan, tumbuhan air, dan semak belukar.
        Iklim di masa itu lebih hangat dari sekarang. Tidak es yang menutupi kutub, dan dinosaurus memenuhi daratan dari Alaska sampai Antartika.
        “Alam penuh dengan kehidupan beraneka ragam seperti yang kita punya sekarang,” kata Durda. “Namun setelah tubrukan, ia jadi seperti di bulan. Gersang dan tandus.”
        Saintis memperkirakan dampak asteroid dengan mempelajari lapisan K-Pg, yang telah mereka temukan di 300 lokasi di seluruh dunia.

        Kebakaran hutan 
         Banyak hutan terbakar. 
         
        “Tak seperti proses geologi lainnya, dampak asteroid terasa dalam sekejap,” kata Johnson. “Setelah kita memastikan bahwa lapisan itu ialah debris dari kawah tubrukan asteroid, kita dapat melakukan perbandingan atas dan bawah, sebelum dan sesudah.”
        Di dekat lokasi tubrukan, hewan dan tumbuhan mati akibat temperatur sangat tinggi, hempasan angin kuat, gempa, tsunami, atau batu-batuan yang jatuh dari langit. Di tempat yang jauh, banyak spesies menderita karena dampak berantai seperti kekurangan cahaya matahari.
        Di habitat yang tidak hancur oleh api, panas ekstrem membunuh makanan bagi hewan dan hujan asam mencemari sumber air. Lebih parah lagi, puing-puing di udara membuat bumi gelap, menghentikan fotosintetis dan menghancurkan rantai makanan.
        “Di darat, semua terbakar. Dan semua hewan besar kelaparan sampai mati,” kata Johnson.

        Setelah bencana 
        Setelah bencana, seluruh hutan mati. 
         
        Bukti fosil mengungkap bahwa tidak ada hewan yang lebih besar dari rakun berhasil bertahan hidup. Spesies bertubuh kecil punya peluang lebih besar untuk bertahan karena jumlah mereka lebih banyak, makan lebih sedikit, dan beranak-pinak lebih cepat.
        Ekosistem air tawar tampaknya lebih berhasil dibandingkan ekosistem darat. Namun di lautan, seluruh rantai makanan hancur.
        Dampak musim dingin lebih besar di belahan bumi yang memasuki musim semi. “Jika Anda menghentikan fotosintetis selama musim tumbuh, itu akan jadi masalah,” kata Johnson.
        Bukti fosil mengindikasikan bahwa Amerika Utara dan Eropa bertahan lebih baik setelah bumi terbakar. Dari situ diperkirakan bahwa belahan bumi utara baru mulai memasuki musim dingin ketika asteroid datang.
        Namun bahkan di area yang terkena dampak paling buruk, kehidupan perlahan kembali muncul tak lama kemudian.

        Lapisan tanah 
        Batas Cretaceous-Paleogen yang ditemukan di Raton, New Mexico. Lapisan putih ialah debu dari tubrukan dan batuan di bawahnya berasal dari zaman Cretaceous. 
         
        “Ada dua sisi dalam persoalan kepunahan massal ini,” kata Kring. “Satu sisi adalah apa yang memusnahkan kehidupan? Sisi lainnya: hewan atau tumbuhan apa yang punya kemampuan bertahan hidup dan akhirnya memulihkan diri?”
        Pemulihan itu butuh waktu panjang: ratusan atau ribuan tahun. Saintis memperkirakan bahwa, di lautan, butuh tiga juta tahun hingga aliran materi organik kembali normal.
        Seperti halnya setelah kebakaran hutan di masa sekarang, tumbuhan paku-pakuan memenuhi lanskap yang hangus. Di ekosistem lainnya, alga dan lumut mendominasi.
        Di wilayah yang lolos dari kehancuran terparah, beberapa spesies bertahan dan berkembang biak. Di laut, hiu, buaya, dan beberapa jenis ikan berhasil melalui situasi terburuk.
        Punahnya dinosaurus berarti satu relung ekologi baru terbuka. “Karena spesies mamalia mengisi relung ekologis yang kosong inilah Bumi memiliki keanekaragaman mamalia yang kita lihat sekarang,” jelas Durda.

        Dinosaurus punah  
        Semua dinosaurus punah, kecuali burung. 
         
        Ketika para ilmuwan memulai pengeboran pada musim semi ini, mereka akan berusaha mendapatkan gambaran lebih jelas tentang bagaimana kawah terbentuk. Informasi itu akan memperjelas perkiraaan tentang dampak tubrukan terhadap iklim.
        “Kami akan melakukan analisis yang lebih akurat akan isi kawah ini,” kata Johnson. “Kami akan belajar banyak tentang distribusi energi, dan pada dasarnya, apa yang terjadi pada bumi jika dihantam sesuatu sebesar itu.”
        Selain itu, mereka akan memeriksa mineral dan retakan di bebatuan untuk melihat apa yang pernah hidup di sana. Ini dapat membantu kita memahami bagaimana kehidupan kembali muncul.
        “Dengan melihat kehidupan kembali muncul, Anda dapat menjawab beberapa pertanyaan,” kata Gulick. “Siapa yang pertama kali muncul? Apakah spesialis? Atau generalis? Keanekaragaman evolusi apa yang terjadi dan seberapa cepat?”
        Meskipun banyak spesies dan individu musnah, bentuk kehidupan lain justru berkembang pesat dengan ketiadaan mereka. Inilah dualisme bencana dan kesempatan yang terjadi berulang-ulang sepanjang sejarah planet Bumi.
        Lebih tepatnya, jika asteroid itu tidak jatuh ke Bumi 66 juta tahun lalu, jalannya evolusi mungkin akan sangat berbeda – dan tidak akan menghasilkan manusia. “Adakalanya, saat sedang puitis, saya membayangkan bahwa kawah Chicxulub ialah ujian besar bagi evolusi manusia,” kata Kring.

        Kawah  
        Bakteri termofilik berkembang dengan baik dalam kondisi panas ekstrem. 
         
        Dia juga berpendapat kalau tubrukan besar mungkin membantu kehidupan bermula.
        Ketika asteroid menghantam bumi, panas yang dahsyat memicu aktivitas hidrotermal di dalam kawah Chicxulub yang diperkirakan berlangsung selama 100.00 tahun.
        Kondisi itu memungkinkan organisme termofilik dan hipertermofilik – mahluk bersel satu yang berkembang dengan baik dalam lingkungan yang panas dan kaya materi organik – hidup dalam kawah. Proyek pengeboran akan menguji ide ini.
        Sejak kelahirannya pada sekitar 3,9 miliar tahun lalu, Bumi dibombardir asteroid dan puing-puing luar angkasa lainnya. Pada tahun 2000, Kring mengajukan teori bahwa tubrukan tersebut menciptakan sistem hidrotermal di bawah tanah, seperti yang mungkin terjadi di Chicxulub.
        Kondisi panas, kaya materi organik, dan basah ini dapat mendukung bentuk kehidupan pertama. Jika itu benar, maka bakteri termofilik yang tahan panas adalah bentuk kehidupan pertama di Bumi.







        Credit  BBC




        Tersangka Perencana Bom Berlin Tewas dalam Tahanan Polisi

         
        Tersangka Perencana Bom Berlin Tewas dalam Tahanan Polisi 
         Ilustrasi simpatisan ISIS (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
         
        Jakarta, CB -- Departemen Kehakiman wilayah Saxony, Jerman mengumumkan bahwa pengungsi Suriah tersangka perencana serangan bom di bandara Berlin tewas dalam pusat penahanan polisi di Leipzig, Rabu (12/10) kemarin.

        "Rabu malam, Jaber Albakr, tersangka perencana serangan bom telah bunuh diri di lembaga pemasyarakatan Leipzig," bunyi pernyataan Departemen Kehakiman Saxony melalui situs resmi mereka, dikutip Reuters.

        Departemen Kehakiman menyatakan akan memberikan keterangan lebih lanjut seputar tewasnya Albakr itu dalam konferensi pers di Dresden hari ini, Kamis (13/10) pagi waktu setempat.

        Penyidik meyakini bahwa Jaber Albakr, 22, yang mengungsi ke Jerman sejak tahun lalu, merencanakan serangan bom yang akan sama besar dampaknya seperti serangan Paris pada November lalu yang menewaskan 130 orang maupun serangan Belgium yang menewaskan 32 orang pada Maret lalu.

        Kantor berita Spiegel Online melaporkan, Albakr berada dalam pengawasan dan pemantauan polisi yang sangat ketat dikarenakan besarnya potensi Albakr untuk bunuh diri akibat mogok makan. Sampai saat ini, belum jelas bagaimana Albakr membunuh diri.

        Kantor berita Jerman, DPA, melaporkan bahwa Albakr menggantung dirinya sendiri di sel tahanannya.

        Albakr sudah diincar polisi sejak akhir pekan lalu atas dugaan terkait dengan kelompok militan ISIS yang juga merencanakan serangan di bandara Berlin. Namun, Albakr berhasil lolos ketika petugas menggerebek apartemennya di Chemnitz, Jerman timur, Sabtu (8/10).

        Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan 1,5 kilogram TATP, bahan peledak buatan yang digunakan para teroris dalam serangan di Paris dan Brussles lalu.

        Albakr ditangkap pada Senin (10/10) setelah dua orang pengungsi Suriah lainnya mengetahui bahwa Albakr adalah buronan polisi dan menahannya di apartemen mereka. Salah satu pengungsi itu lalu melaporkannya ke polisi.





        Credit  CNN Indonesia






        Rudal Houthi Kembali Menyasar Kapal Perang AS

         
        Rudal Houthi Kembali Menyasar Kapal Perang AS  
        Kapal perang Amerika Serikat kembali menjadi target dalam serangan rudal yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak Houthi di Yaman. (Reuters/Karl Ronstrom)
         
        Jakarta, CB -- Kapal perang Amerika Serikat kembali menjadi target dalam serangan rudal yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Serangan rudal yang gagal itu merupakan insiden kedua dalam empat hari terakhir.

        Kapal perusak AS, USS Mason, kemudian meluncurkan artileri pertahanan sebagai respons dari penembakan setidaknya satu rudal yang gagal mengenai kapal atau menyebabkan kerusakaan apapun terhadap kapal yang tengah beroperasi di wilayah utara Selat Bab al-Mandab pada Rabu (12/10), menurut keterangan Pentagon.

        Salah satu pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyatakan terdapat indikasi bahwa artileri kedua yang ditembakkan dari kapal perang AS berhasil menjatuhkan rudal lain yang menyasar kapal itu.

        Serangan terbaru terhadap kapal perang Angkatan Laut AS akan menambah tekanan militer AS untuk membalas serangan, sebuah langkah yang akan mewakili tindakan militer pertama AS terhadap Houthi dalam konflik Yaman. Pentagon menyatakan akan menanggapi serangan itu "pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat."

        "Menarget kapal perang AS adalah tanda bahwa Houthi telah memutuskan untuk bergabung dengan kubu perlawanan yang saat ini berisi kelompok Hizbullah dari Libanon, Hamas dan Iran," kata Knight, dikutip dari Reuters.

        Kapal USS Mason sebelumnya juga menjadi sasaran serangan rudal gagal yang ditembakkan dari wilayah Houthi di Yaman pada Minggu (9/10). Juru Bicara Pentagon Kapten Jeff Davis memaparkan kedua rudal ditembakkan pada saat USS Mason sedang berada di wilayah selatan perairan internasional Laut Merah. Jarak waktu peluncuran antara rudal pertama dan kedua sekitar 60 menit.

        Davis yang dikutip CNN mengatakan, kapal perang jenis perusak rudal-pemandu itu langsung melancarkan "langkah pertahanan" dan tidak mengalami kerusakan apa pun.

        Sementara, kelompok Houthi sudah membantah terlibat dalam upaya menyerang USS Mason.

        Amerika Serikat merupakan sekutu Arab Saudi, yang tengah membantu Presiden Abu Rabbu Mansour Hadi memerangi kelompok pemerontak Houthi di Yaman. AS juga menyuplai senjata dan menyediakan pengisian bahan bakar untuk jet tempur koalisi serangan udara yang dipimpin Saudi untuk memberangus Houthi.

        Gedung Putih menyatakan sedang mengkaji dukungan untuk pasukan yang dipimpin Saudi di Yaman, menyusul serangan udara koalisi itu yang menewaskan sedikitnya 140 orang dengan satu serangan pada Sabtu (8/10) lalu.




        Credit  CNN Indonesia






        Bersitegang dengan AS, Duterte Merapat ke China dan Rusia

         
        Bersitegang dengan AS, Duterte Merapat ke China dan Rusia  
        Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan menyambangi China pekan depan untuk meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang. (Reuters/Erik De Castro)
         
        Jakarta, CB -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte tidak main-main saat mengatakan akan meninggalkan ketergantungan dengan Amerika Serikat dan mulai merapat ke China dan Rusia. Pekan depan Duterte akan bertandang ke Beijing untuk mewujudkan rencananya tersebut.

        Diberitakan Reuters, Rabu (12/10), China telah mengonfirmasi kunjungan Duterte pekan depan, tepatnya pada 18-21 Oktober.  Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, Duterte akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang untuk "berbagi pandangan" demi meningkatkan hubungan kerja sama.

        "China tidak sabar untuk meningkatkan rasa saling percaya antara dua negara, memperdalam kerja sama praktis dan melanjutkan tradisi persahabatan melalui kunjungan Presiden Duterte," ujar Geng.

        Duterte akan membawa 250 pengusaha Filipina ke Beijing. Dalam agenda, Filipina ini meningkatkan kerja sama dan membuat kesepakatan terkait berbagai sektor, termasuk perkeretaapian, konstruksi, pariwisata, agrobisnis dan manufaktur.

        Duterte juga mengatakan berencana mengunjungi Rusia setelah dari Jepang bulan ini.

        Pemerintah Filipina kian merapat ke China dan Rusia setelah Duterte mengeluarkan makian terhadap Presiden AS Barack Obama, seperti "anak pelacur" dan "pergilah kau ke neraka".

        Mantan walikota Davao ini beberapa kali menyatakan akan menghentikan kerja sama dengan AS yang menurut dia telah mengekang Filipina, termasuk latihan militer bersama.

        Di bawah pemerintahan Duterte, Filipina seakan mengesampingkan seteru dengan China dalam sengketa Laut China Selatan. Sebelumnya pengadilan arbitrase internasional mengabulkan dakwaan Filipina bahwa klaim China di Laut China Selatan tidak dibenarkan.

        Bagi AS, Filipina adalah salah satu sekutu yang kian memantapkan posisi mereka di Asia. AS memiliki pangkalan militer dan tentara di Filipina, begitu juga Vietnam, dua negara yang terlibat perebutan laut dengan China.

        Duterte telah menyiratkan akan menghentikan kerja sama militer dengan AS, termasuk pembelian senjata. Dalam hal ini, Filipina berencana beralih ke Rusia dan China untuk memodernisasi militer mereka.

        Di mata Barat, Duterte telah melakukan pelanggaran HAM dengan program pemberantasan narkotikanya yang telah menewaskan lebih dari 3.000 orang. Namun di Filipina, popularitas Duterte melonjak berkat programnya tersebut, dibuktikan dari hasil berbagai lembaga survei.


        Credit  CNN Indonesia


        Erdogan dan PM Irak Saling Serang soal Kisruh Tentara Turki

         
        Erdogan dan PM Irak Saling Serang soal Kisruh Tentara Turki  
        Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi saling melontarkan serangan terkait pengerahan tentara Turki di Irak. (Reuters/Huseyin Aldemir)
         
        Jakarta, CB -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi saling melontarkan pernyataan yang menyerang masing-masing pihak terkait pengerahan tentara Turki di Irak menjelang operasi untuk mengambil alih Kota Mosul dari tangan kelompok militan ISIS.

        Erdogan pada Selasa (11/10) meminta agar Abadi "menyadari kekurangannya" dan "memahami posisinya", setelah Abadi mengkritik kehadiran tentara Turki di Irak.

        "Dia menghina saya secara pribadi. Anda tidak usah berbicara kepada saya, Anda tidak berada di level saya," ujar Erdogan dalam sebuah pertemuan di Istanbul, mengomentari kritik Abadi.

        "Tidak penting sama sekali bagaimana Anda berteriak dari Irak. Anda harus tahu bahwa kami akan melakukan apa yang ingin kami lakukan," kata Erdogan, dikutip dari AFP.

        "Siapa Anda? Perdana menteri Irak. Anda seharusnya tahu tempat Anda!" tutur Erdogan menambahkan.

        Pemerintah Turki menyatakan akan tetap mengerahkan pasukannya di Irak utara meskipun Baghdad geram.

        "Tentara Republik Turki belum kehilangan kualitasnya untuk menerima instruksi dari Anda," kata Erdogan, merujuk kepada Abadi.

        Menanggapi pernyataan keras Erdogan, Abadi kemudian menyinggung upaya Erdogan yang meminta bantuan warganya melalui rekaman video ketika kudeta di Turki berlangsung pada pertengahan Juli lalu.

        "Kami akan membebaskan tanah kami melalui upaya yang sungguh-sungguh dari para putra bangsa, bukan melalui rekaman video," tulis Abadi melalui akun Twitter resmi miliknya, dikutip dari AFP, Selasa.

        Sementara itu, juru bicara Abadi, Saad al-Hadithi menyatakan kepada AFP bahwa pernyataan Erdogan itu bagaikan "menyiram minyak di kobaran api." Ia menilai respons Turki telah menyebabkan masalah hukum dan keamanan menjadi "masalah personal."

        "Nampaknya Turki tidak serius untuk menyelesaikan masalah dengan Irak," kata Hadithi

        Ankara mempertahankan sekitar 2.000 tentara di Irak, sekitar 500 di antaranya berada di kamp Bashiqa di Irak utara untuk melatih pejuang lokal yang akan bergabung dengan pertempuran untuk merebut kembali Mosul, menurut laporan media Turki.

        Baghdad telah berulang kali menyerukan agar Ankara menarik pasukannya. Abadi memperingatkan bahwa penyebaran tentara Turki di Irak akan memicu perang regional.

        Kisruh antara Ankara dan Baghdad berkobar setelah parlemen Turki memperpanjang mandat pemerintah yang memungkinkan pasukan Turki tetap berada di Irak dan Suriah selama satu tahun ke depan.

        Terkait hal ini, parlemen Irak menyebut tentara Turki "pasukan pengokupasi."

        Ketegangan Turki-Irak mewarnai upaya militer untuk merebut kembali Mosul, yang dikuasai ISIS sejak 2014.

        Presiden Turki telah menyatakan kesediaan negaranya untuk bergabung dengan pertempuran darat di Irak, sebagaimana yang dilakukan tentara Turki di Jarablus, Suriah.




        Credit  CNN Indonesia






        Stasiun TV China meminta maaf tidak tampilkan Taiwan dalam peta

         
        Stasiun TV China meminta maaf tidak tampilkan Taiwan dalam peta
        Bendera China. (Wikimedia Commons)
         
        Beijing (CB) - Sebuah stasiun televisi di China meminta maaf seusai menayangkan sebuah peta pada acara pencarian bakat yang tidak mmasukkan Pulau Formosa atau Taiwan, yang menjadi salah satu isu politik paling sensitif bagi Beijing.

        China belum pernah berhenti menggunakan kekuatan untuk mengembalikan Taiwan yang demokratis ke bawah kendalinya. China menganggap Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari negaranya. Pasukan Nasionalis yang kalah lari ke Taiwan di akhir perang saudara pada 1949.

        Semua peta yang diterbitkan di China diharuskan memperlihatkan Taiwan sebagai salah satu provinsi di negara tersebut.

        Namun di sebuah acara pencarian bakat untuk warga negara asing yang sedang mempelajari bahasa China di Stasiun TV Hunan, Minggu (9/10), peta yang ditayangkan sebagai latar belakang hanya diwarnai merah pada wilayah China sedangkan Taiwan ditandai dengan warna putih, demikian menurut laporan di laman resmi Peoples Daily.

        Pada pernyataan resminya pada Selasa (11/10), Stasiun TV Hunan meminta maaf, mereka menunjuk kesalahan ada pada perusahaan alih daya serta kesalahan petugas internal yang tidak memperhatikan masalah tersebut sebelum disiarkan.

        "Kami meminta maaf sedalam dalamnya atas kejadian peta bermasalah ini dan sangat sangat menyesalinya," mereka mengatakan.

        Semua pegawai di stasiun TV tersebut yakin dengan kepercayaan mereka bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan menentang segala bentuk separatisme di negara tersebut, mereka menambahkan.

        Semua pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut sudah dihukum, kata TV Hunan tanpa meberikan keterangan rinci, serta mendapat "kritik tajam".

        Hubungan antara China dan Taiwan memburuk sejak Tsai Ing-Wen dari Partai Progresif Demokratis, yang pro kemerdekaan, terpilih sebagai presiden Januari lalu.

        Walaupun Tsai telah berjanji untuk menjaga perdamaian dengan China, Beijing curiga bahwa ia ingin mendorong pulau tersebut sebagai negara merdeka secara resmi, demikian Reuters.


        Credit  ANTARA News



        Tentara Prancis terluka akibat serangan pesawat tanpa awak di Irak

         
        Tentara Prancis terluka akibat serangan pesawat tanpa awak di Irak
        MQ-9 Reaper (laman resmi General Atomics Aeronautical Systems)
         
        Paris (CB) - Dua tentara Prancis terluka parah dan dua tentara Peshmerga tewas terkena jebakan pesawat tanpa awak yang dikirim oleh sekelompok militan jaringan ISIS di Irak, kata laporan Le Monde, Selasa.

        Pesawat itu disergap ketika terbang dan meledak setelah mendarat di tanah, kata surat kabar itu.

        Serangan dengan pesawat tanpa awak itu kemungkinan merupakan pertama kalinya yang dilaporkan digunakan oleh kelompok bersenjata terhadap pasukan Prancis.

        Dalam laporannya, Le Monde mengatakan serangan terjadi pada 2 Oktober namun tidak jelas apakah pesawat diledakkan melalui kendali jarak jauh atau membawa bom waktu.

        Dua tentara Prancis segera diterbangkan untuk diberi perawatan di negaranya. Satu di antara mereka dalam keadaan koma, Le Monde menuliskan.

        Sejumlah tentara Prancis lainnya mengalami luka ringan namun Le Monde tidak memberikan jumlah pastinya.

        Prancis memiliki sekitar 500 personel militer di Irak sebagai bagian dari pasukan koalisi yang dipimpin Amerika untuk memerangi milisi ISIS.

        Jumlah tentara termasuk pasukan khusus yang berperan dalam pelatihan pasukan Kurdish Peshmerga di negara bagian utara.

        Kementerian Pertahanan Prancis, yang memiliki kebijakan untuk tidak membeberkan operasi pasukan khususnya, menolak berkomentar kepada Le Monde.

        Juru bicara militer Irak di Baghdad tidak dapat mengonfirmasi laporan tersebut dan laporan seorang sumber dari Peshmerga belum bisa dipastikan kebenarannya, demikian Reuters.




        Credit  ANTARA News




        ISIS bersiap perang penghabisan di Mosul, bom ditanam di mana-mana

         
        ISIS bersiap perang penghabisan di Mosul, bom ditanam di mana-mana
        Para ekstremis militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) (Reuters)
         
        Erbil/Baghdad (CB) - Para militan ISIS menanam ranjau di seluruh penjuru kota Mosul, menggali terowongan dan merekrut anak kecil untuk menjadi mata-mata mereka sebagai antisipasi ofensif besar-besaran pemerintah Irak dalam mengusir kaum militan tersebut dari kubu pertahanan utamanya di Irak itu, kata para pejabat Irak dan AS seperti dikutip Reuters.

        Mosul yang dihuni 1,5 juta penduduk, telah menjadi ibu kota ISIS di Irak utara sejak 2014. Kelompok militan ini tengah membuat persiapan yang kompleks demi antisipasi untuk memukul mundur pasukan keamanan Irak yang didukung koalisi pimpinan AS.

        Pertempuran memperebutkan kota yang diperkirakan berlangsung bulan ini akan menentukan masa depan Irak dan warisan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

        Sekalipun nanti ISIS diusir keluar dari Mosul, masih ada bahaya nyata konflik sektarian, khususnya jika jatuh korban sipil yang besar di kota berpenduduk mayoritas Sunni itu, tergantung kepada pasukan Irak yang didominasi warga Syiah dan milisi-milisi Syiah.

        ISIS yang menyapu Mosul hampir tak mendapatkan perlawanan dua tahun silam ketika pasukan Irak kabur, kini memasang bahan peledak di lima jembatan di kota ini, menyiapkan bom-bom mobil dan para penyerang bunuh diri serta meningkatkan pengintaian, kata empat warga Mosul yang berbicara lewat telepon dan media sosial.

        "Mereka menggali tanah untuk mempertahankan Mosul. Mereka semakin hati-hati, mencukur janggut mereka untuk menyatu dengan penduduk biasa dan memindah-mindahkan markas besarnya setiap waktu," kata bekas menteri keuangan dan luar negeri Hoshiyar Zebari.

        Zebari, anggota senior Partai Demokratik Kurdistan yang memiliki akses ke intelijen mengenai pergerakan ISIS di Mosul, dan Kolonel John Dorrian, juru bicara koalisi pimpinan AS, menyebut ISIS terus memindahmindahkan personel dan perlengkapan perang melalui terowongan-terowongan bawah tanah.

        "Anda akan meliihat seorang petempur masuk di satu tempat dan muncul di sudut lain. Pintu masuk selalu terekspos dan itulah yang menjadi sasaran prioritas," kata Dorrian.

        Para petempur ISIS memasang tanggul-tanggul beton dan menggunakan dinding beton berbentuk "T" untuk menutup titik-titik masuk dari pasukan penyerang, kata dia.

        Warga Mosul mengatakan para militan juga menggali parit sedalam dua meter di sekitar perimeter kota itu yang akan diisi dengan api dari minyak demi menyulitkan serangan udara musuh.

        Sekitar 200.000 penduduk Mosul diperkirakan mengungsi dalam dua pekan pertama pertempuran Mosul nanti, kata Lise Grande dari badan kemanusiaan PBB di Irak.

        ISIS sudah kehilangan Falluja dan Ramadi. Mereka mengancam mengeksekusi siapa pun yang membicarakan "pembebasan" Mosul, kata warga setempat seperti dikutip Reuters.



        Credit  ANTARA News



        ISIS tempatkan jebakan bom jelang operasi pembebasan Mosul

        ISIS tempatkan jebakan bom jelang operasi pembebasan Mosul
        Dokumentasi sukarelawan dari Mosul, bergabung dengan tentara Irak untuk berperang melawan militan Negara Islam, berkumpul di pinggiran provinsi Dohuk, Sabtu (24/1). (REUTERS/Ari Jalal)
         
         
        Erbil/Baghdad, Irak (CB) - Kelompok bersenjata ISIS membuat sejumlah jebakan, menggali terowongan, dan merekrut anak-anak sebagai mata-mata di kota Mosul untuk mengantisipasi operasi pembebasan kota tersebut oleh pasukan pemerintah Irak.

        Mosul, kota berpenduduk 1,5 juta jiwa, adalah ibu kota ISIS sejak mereka rebut dari Irak pada 2014 lalu.

        Pertempuran pembebasan kota Mosul, yang diperkirakan akan dimulai pada akhir bulan ini, akan menjadi pertaruhan masa depan Irak sekaligus warisan politik luar negeri Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

        Jikapun kota tersebut berhasil dibebaskan, masih akan ada bahaya perpecahan sektarian, terutama jika operasi militer--yang melibatkan milisi-milisi Syiah--memakan banyak korban sipil dari penduduk Sunni yang merupakan mayoritas di Mosul.

        ISIS kini telah menempatkan bahan peledak di lima jembatan utama Mosul. Mereka juga menyiapkan sejumlah bom mobil dan pelaku serangan bunuh diri, kata empat warga Mosul yang dihubungi Reuters melalui telepon dan media sosial.

        "Mereka kini lebih berhati-hati. Mereka mencukur janggut untuk membaur dengan masyarakat sekitar dan terus-menerus memindahkan kantor pusat," kata mantan menteri keuangan dan menteri luar negeri Irak, Hoshiyar Zebari.

        Sementara itu juru bicara koalisi internasional dari Amerika Serikat, Kolonel John Dorrian, menyatakan bahwa ISIS tengah memindahkan para anggota dan perlatan militer melalui terowongan bawah tanah.

        "Mereka bisa berpindah dari satu tempat kemudian muncul tiba-tiba di tempat lain," kata Dorrian.

        Selain itu, ISIS telah menggali parit sedalam dan selebar dua meter di sekeliling kota untuk kemudian mengisinya dengan minyak. Mereka akan membakar minyak tersebut dengan tujuan mempersulit serangan dari udara.

        Sementara itu sejumlah organisasi humaniter menyuarakan kekhawatiran akan banyaknya korban sipil selama operasi pembebasan. Sekitar 200.000 orang diperkirakan akan melarikan diri dari Mosul dalam dua pekan pertama pertempuran, kata koordinator kemanusiaan PBB untuk Irak, Lise Grande.

        Satu orang warga Mosul mengatakan bahwa ISIS telah merekrut anak-anak, mempersenjatai mereka dengan pedang dan senjata api, untuk mengawasi kota.

        "Saya sangat sedih melihat anak-anak Mosul menjadi teroris di masa mendatang. Saya harus mengajari anak saya berpura-pura menjadi autis untuk menghindari perekrutan ISIS," kata warga tersebut melalui pesan singkat WhatsApp.

        Sejumlah anggota ISIS berjaga di sejumlah bangunan tinggi dengan teropong pendek untuk mengawasi warga yang hendak melarikan diri. Mereka menggali lubang dan menempatkan bom di dalamnya.

        Operasi pembebasan Mosul akan menentukan masa depan Irak, apakah negara kelompok-kelompok sektarian akan semakin bersatu atau sebaliknya.

        Irak pernah dilanda perang saudara antara kelompok Sunni dan Syiah usai invasi militer Amerika Serikat yang menggulingkan Saddam Hussein. Kini, beberapa pemimpin suku Arab Sunni dan mantan pendukung Saddam telah menyatakan dukungan terhadap ISIS.

         Credit  ANTARA News










        Tentara Turki sebut ISIS beri "perlawanan keras" di Suriah

         
        Tentara Turki sebut ISIS beri
        Dokumentasi seorang wanita membawa walkie-talkie menuju lokasi kerusakan setelah terjadi serangan udara di kawasan dikendalikan pemberontak, kota Maaret al-Numan, provinsi Idlib, Suriah, Selasa (31/5/2016).(REUTERS/Khalil Ashawi)
         
        Istanbul, Turki (CB) - Para militan ISIS di bagian utara Suriah memberikan "perlawanan keras" terhadap serangan yang dilancarkan pasukan pemberontak dukungan Turki, sebagaimana dinyatakan militer Turki, Rabu.

        Serangan tersebut berlangsung hampir dua bulan setelah mereka melancarkan pergerakan untuk mengusir ISIS dari perbatasan.

        Dibantu sejumlah tank dan serangan udara Turki, pihak pemberontah telah bergerak ke arah markas besar ISIS di Dabiq.

        Sejumlah bentrokan dan serangan udara dalam 24 jam terakhir telah menewaskan 47 orang militan, pihak militer mengatakan dalam sebuah pernyataan.

        "Karena ada perlawanan keras dari kelompok bersenjata ISIS, perkembangan tidak dapat dicapai dalam sebuah serangan yang dilancarkan untuk merebut empat lokasi," katanya, menyebutkan wilayah-wilayah yang ada di bagian timur kota yaitu Azazas Kafrah, Suran, Ihtimalat dan Duyavbik.

        Operasi untuk mengusir kelompok ekstremis dari perbatasan Turki, yang disebut dengan "Perisai Euphrates," berjalan pada hari ke-50 pada Rabu. Para pemberontak yang dibantu oleh Turki itu telah merebut kendali atas wilayah seluas kurang lebih 1.100 kilometer persegi dari kelompok ISIS sejak operasi dimulai, pihak militer mengatakan.

        Dalam sebuah pengepungan harian, disebutkan bahwa 19 orang petarung ISIS telah "dinetralisir" dalam bentrokan yang ada, sementara delapan orang pemberontak yang dibantu Turki tewas.

        Sebanyak 22 orang pemberontak luka namun pasukan Turki tidak memiliki korban yang jatuh.

        Sejumlah pesawat tempur Turki menghancurkan lima unit bangunan yang digunakan oleh petarung ISIS, sementara pesawat jet tempur dari koalisi pimpinan AS "menetralisir" 28 orang ekstremis dan menghancurkan tiga bangunan, ujarnya.

        Operasi itu juga menyasar sebuah kelompok milisi Kurdi yang kehadirannya di perbatasan dianggap sebagai ancaman oleh Turki.



        Credit  ANTARA News





        Pasukan pemerintah Afghanistan rebut kembali kota Kunduz

         
        Pasukan pemerintah Afghanistan rebut kembali kota Kunduz
        Seorang Tentara Nasional Afganistan berjaga di pos pemeriksaan di provinsi Logar, Afganistan, Selasa (16/2/2016). Penasehat NATO menginginkan tentara Afganistan mengurangi waktu untuk melayani pos pemeriksaan dan lebih terlibat memerangi militan Taliban, pergeseran kunci taktis dari koalisi diharapkan akan memungkinkan pasukan lokal mengatasi pemberontakan yang semakin meningkat. Foto diambil tanggal 16 Februari 2016. (ANTARA FOTO//cfo/16)
         
        Kunduz, Afghanistan (CB) - Militer Pemerintah Afghanistan setelah berhari-hari pertempuran sengit pada Rabu merebut kembali Kota Kunduz di bagian utara negeri tersebut, dan memaksa petempur Taliban mundur ke bekas pangkalan mereka, kata seorang polisi senior.

        "Anggota Taliban setelah kehilangan banyak rekan mereka dan meninggalkan banyak mayat menyelamatkan diri dari Kota Kunduz pada Rabu dan seluruh kota itu saat ini dikuasai pasukan pemerintah," kata pejabat tersebut, Mahfozullah Akbari, kepada Xinhua.

        Anggota Taliban merebut banyak bagian Kota Kunduz pada 3 Oktober, sehingga membuat pasukan pemerintah melancarkan serangan balasan.

        "Lebih dari 200 anggota Taliban telah tewas dan lebih dari 300 lagi cedera sejak dilancarkannya serangan balasan guna mengusir gerilyawan dari kota itu," kata pejabat tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua. Pejabat itu, yang menyatakan sejumlah mayat petempur Taliban tergeletak di jalan-jalan dan gerilyawan yang melarikan diri tak bisa membawa mayat teman mereka.

        Menurut pejabat tersebut, lebih dari 20 personel polisi telah tewas dan 45 lagi cedera sejak serangan Taliban terhadap Kota Kunduz dan serangan balasan guna mengusir gerilyawan.

        Gerilyawan Taliban belum mengeluarkan komentar mengenai situasi di Kota Kunduz.

        Sebelumnya Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan lebih dari 32.000 orang menyelamatkan diri dari Kunduz di Afghanistan Utara, tempat pertempuran antara kelompok bersenjata dan pasukan pemerintah memasuki hari kedelapan pada Senin (10/10).

        Menurut laporan awal, lebih dari 32.400 orang telah menyelamatkan diri dari Kunduz dan tiba di Taloqan, Kabul, Pul-e-Khumri, dan Mazar-i-Sharif, kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam satu taklimat harian di Markas Besar PBB di New York. "Jumlah ini tampaknya akan bertambah."

        Pertempuran yang berlangsung tanpa henti juga telah merenggut banyak nyawa warga sipil selama delapan hari belakangan sampai Senin dan pasukan pemerintah belum merebut kembali kota penting di wilayah Afghanistan Utara itu.

        Anggota Taliban telah meningkatkan operasi selama dua bulan belakangan dan pertempuran sengit telah berkecamuk terus di Provinsi Kunduz, Farah serta Helmand.




        Credit  ANTARA News





        Rabu, 12 Oktober 2016

        Polandia Batalkan Pembelian 50 Unit Helikopter, Airbus Meradang


         
        Peugeot Peugeot mendesain eksterior Airbus Helicopters H160
        LONDON, CB - Pimpinan produsen pesawat asal Perancis Airbus mengkritisi pemerintah Polandia. Pasalnya, pemerintah Polandia membatalkan kontrak pemesanan helikopter senilai 3,5 miliar dollar AS.
        Pemerintah Polandia mengabaikan rencana pembelian 50 unit helikopter Caracal pekan lalu. Ini membuat hubungan diplomatik antara Perancis dan Polandia memanas, di mana Presiden Perancis Francois Hollande membatalkan kunjungan ke Warsawa dan mengancam bakal melakukan peninjauan kembali terkait kerjasama pertahanan lainnya.
        Mengutip BBC, Rabu (12/10/2016), CEO Airbus Tom Enders pun berang atas keputusan tersebut. Menurut Enders, pihaknya sudah terjebak selama berbulan-bulan dan akan mengajukan kompensasi.
        Raksasa penerbangan Eropa tersebut memenangkan tender dalam penyediaan helikopter angkatan bersenjata Polandia pada April 2015. Kedua belah pihak pun sejak itu mulai menegosiasi rincian kontrak.
        Dalam kontrak tersebut, Polandia akan membeli 50 unit helikopter. Sebagai gantinya, Airbus akan mendirikan fasilitas pabrik di Polandia. Perjanjian seperti itu, di mana kontraktor memberikan insentif bagi negara yang membeli produknya, relatif wajar terjadi di industri penerbangan dan pertahanan.
        Namun, hubungan menjadi renggang sejak terpilihnya pemerintahan di bawah pimpinan Andrzej Duda pada bulan Oktober.
        Pekan lalu, Polandia membatalkan pembicaraan dengan klaim bahwa kontrak yang diajukan tidak sesuai dengan kepentingan ekonomi dan keamanan negara tersebut.
        "Airbus Helicopters (divisi produsen helikopter Airbus) tidak memberikan penawaran memuaskan pada pembicaraan tahap akhir. Mereka tidak merespon posisi Polandia dan inilah mengapa negosiasi kontrak dihentikan," ujar Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz.
        Dalam pernyataannya, Airbus bersikeras bahwa penawaran investasinya akan memberikan lebih banyak manfaat kepada Polandia ketimbang pendapatan yang diperoleh Airbus Helicopters melalui kontrak pengadaan helikopter.






        Credit  KOMPAS.com





        Indonesia Gelar Pertemuan Negara Kawasan Samudera Hindia

         
        Indonesia Gelar Pertemuan Negara Kawasan Samudera Hindia
        Indonesia akan kembali menggelar pertemuan negara-negara yang berada di kawasan Samudera Hindia, atau yang dikenal dengan nama IORA. Foto/Ilustrasi/Istimewa
         
        JAKARTA - Indonesia akan kembali menggelar pertemuan negara-negara yang berada di kawasan Samudera Hindia, atau yang dikenal dengan nama IORA. Pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri itu akan digelar di Bali pada pekan depan.

        IORA beranggotakan 21 negara, yang tersebar mulai dari benua Asia hingga Afrika. Beberapa anggotanya adalah Indonesia, Singapura, Thailand, Australia, Iran, Uni Emirat Arab, India, dan Yaman.

        Selain itu, menurut keterangan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra Percaya, selain beranggotakan 21 negara, IORA juga memiliki tujuh negara mitra wicara. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat (AS), China, Prancis, Jepang, Inggris, Jerman, dan juga Mesir.

        "Fokus (IORA) adalah kerjasama ekonomi, itu pada awal pembentukannya. Didirikan pada tanggal 7 Maret 1997, dan seketeriatnya berada di Maurutius," kata Desra pada Selasa (11/10).

        Dia mengatakan, pada awal pembentukannya belum ada kejelasan mengenai bentuk kerjasama yang akan dianut. Namun, lambat laun mulai terbentuk fokus-fokus kerjasama dalam IORA, yang tidak lagi hanya berkutat pada kerjsama ekonomi, tetapi juga berkembanng ke sektor keamanan.

        "Pada tahun 2011 itu sudah ada diprioritaskan mengenai enam sektor kerjsama. Pertama mengenai keamanan dan keselamatan maritim, kedua mengenai fasilitasi perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, manajemen resiko bencana, kerjasama akademik dan ilmu pengetahun, pariwisata dan pertukaran budaya," ucapnya.

        Tahun 2013, lanjut Desra, ada sektor kerjasama baru lagi yang terbentuk yakni pada sektor pemberdayaan wanita, dan mengenai blue ekonoi atau kerjasama ekonomi yang berbasis ramah lingkungan.

        Indonesia sendiri merupakan ketua IORA sejak tahun 2015 lalu, hingga pada tahun 2017 mendatang.





        Credit  Sindonews





        Indonesia dan Inggris Teken Kerjasama Teknologi dan Inovasi

         
        Indonesia dan Inggris Teken Kerjasama Teknologi dan Inovasi
        Indonesia dan Inggris menandatangani kerjasama di bidang teknologi dan inovasi. Foto/SINDOnews/Victor Maulana
         
        JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Inggris menandatangani kerjasama di bidang teknologi dan inovasi. Kerjasama itu diteken saat kunjungan Menteri Inggris urusan Asia Pasifik, Alok Sharma.

        Bertempat di Gedung BPPT, Jakarta, pada Selasa (11/10), penandatanganan nota kerjasama dilakukan antara Sharma dan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenresdikti, Jumain Appe. Penandatanganan ini disaksikan oleh Menristekdisti, Muhamad Nasir.

        Perjanjian ini akan mendukung kolaborasi antara Indonesia dan Inggris, tepatnya dengan UK Royal Academy of Enggering, yang akan menyediakan dana pelatihan intensif bagi teknipreneur Indonesia. Selain itu, akan ada proyek bersama di bidang perkembangann teknologi, dengan nilai 800 ribu poundsterling.

        "Inggris adalah yang terdepan dalam inovasi global, kami bangga menjadi rekan Indonesia dalam mengembangkan inovasi teknologi. Indonesia adalah mitra penting bagi program Newton Fund, program layanan pembangunan senilai 375 juta poundsterling yang bertujuan mempromosikan kerjasama riset dan teknologi," kata Sharma.

        "Dalam era inovasi ini, Inggris akan terus berkoloborasi dengan rekan-rekan penting seperti Indonesia untuk dapat menghadapi tantangan global," ujarnya, saat menyampaikan sambutan sebelum melakukan penandatanganan kerjasama.

        Sementara itu, Nasir dalam sambutannya, mengatakan bahwa melalui kerjasama ini Indonesia mampu membangun kapasitas para inovator untuk dapat menghadapi tantangan global.

        "Kami ingin mengadopsi keahlian Inggris dan membangun kerjasama dengan cara membantu para inovator mempelajari praktiknya dan berkolaborasi dalam proyek bersama. Tahun ini akan menjadi langkah awal dari apa yang kita harapkan, yakni kolaborasi bilateral yang bermanfaat dalam bidang sains dan teknologi," ujar Nasir.



        Credit  Sindonews




        Krisis Mengerikan di Venezuela, Tahanan Mati Kelaparan di Penjara

         
        Krisis Mengerikan di Venezuela, Tahanan Mati Kelaparan di Penjara
        Para tahanan di penjara Venezuela kelaparan. Mereka terkena imbas krisis ekonomi mengerikan di negara itu. Foto/Daily Mail/CEN
         
        GUARICO - Sejumlah gambar dan video menunjukkan tahanan di Venezuela mati kelaparan di dalam penjara. Kondisi itu merupakan dampak dari krisis ekonomi mengerikan di Venezuela, di mana makanan dan obat-obatan untuk tahanan sulit terbeli.

        Video diselundupkan keluar dari penjara di San Juan de los Morros, di wilayah Guarico tengah Venezuela. Dalam video, beberapa narapidana yang tampak kurus harus berjuang untuk bertahan hidup.

        Melalui video itu pula, para narapidana berdiri berbaris dan meminta pertolongan dari dunia luar.

        Krisis ekonomi di Venezuela yang tak kunjung usai sudah melumpuhkan sektor kesehatan publik. Sekitar 30 juta rakyat di negara itu berjuang keras untuk mengakses pelayanan kesehatan dasar.

        Video kondisi tahanan di penjara itu direkam oleh narapidana bernama Franklin Paul Hernandez Quezad. Dalam pembuatan video, seorang tahanan yang sangat lemah harus diangkat ke kursi.

        Salah satu tahanan dilaporkan telah meninggal karena kelaparan dan mengidap penyakit di sebuah penjara di pusat Venezuela.

        “Lihat saya, lihat keadaan kami, kami membutuhkan obat untuk bertahan hidup,” keluah seorang tahanan dalam video tersebut.

        Narapidana lain yang sebuah kursi roda memohon bantuan obat dan berkata; ”Kami semua manusia dan kami perlu kesempatan kedua.”

        Tahanan ketiga menyerukan permohonan bantuan karena tidak ingin meninggal. ”Tolong, jangan tinggalkan kami mati di sini, bantu kami saudara. Kami tidak ingin mati,” katanya, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (11/10/2016).

        Pria yang merekam video itu mengatakan; ”Media perlu tahu apa yang terjadi di sini.”

        Sementara itu, media lokal menuduh polisi Venezuela memblokir makanan, obat-obatan dan air ke penjara. Tuduhan itu telah menyebabkan kemarahan, di mana para kerabat tahanan mendesak aparat berwenang mengambil tindakan.

        Sejak krisis ekonomi menghantam Venezuela, Presiden Nicholas Maduro, menjadi kecaman dari warganya, terutama yang pro-oposisi. Namun, presiden penerus Hugo Chavez ini menyalahkan oposisi dan Barat.





        Credit  Sindonews





        Menlu Jerman: Ketegangan AS dan Rusia Lebih Bahaya dari Perang Dingin

         
        Menlu Jerman: Ketegangan AS dan Rusia Lebih Bahaya dari Perang Dingin
        Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walker Steinmeir memperingatkan ketegangan AS dan Rusia saat ini lebih berbahaya dari Perang Dingin. Foto/REUTERS
         
        BERLIN - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang belum mereda hingga kini lebih berbahaya dari Perang Dingin. Demikian pendapat Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman; Frank-Walker Steinmeir.

        Dalam sebuah wawancara dengan tabloid Jerman, Bild, Steinmeir mengatakan selama Perang Dingin dua negara adidaya itu masih memiliki "garis merah” dan saling menghormati. Tapi, ketegangan saat ini tidak hanya terus meningkat tapi keperacayaan di antara kedua kubu sudah terkikis.

        ”Jika ini terus berlanjut, kita akan kembali ke masa konfrontasi antara dua kekuatan besar,” kata Steimeir memperingatkan bahaya ketegangan AS dan Rusia. ”Tapi sayangnya itu adalah ilusi untuk percaya bahwa itu adalah Perang Dingin yang lama,” katanya lagi, yang dilansir news.com.au, Selasa (11/10/2016).

        ”Sebelumnya, dunia dibagi menjadi dua, tapi Moskow dan Washington tahu garis merah dan menghormati mereka (satu sama lain),” lanjut Menlu Jerman tersebut.

         

        Dia cenderung menyalahkan Rusia untuk menerapkan ketegangan antara Timur dan Barat. Namun, dia juga menekankan pentingnya para pemimpin dunia menemukan solusi untuk krisis Suriah sebelum terlambat.

        Peringatan itu datang setelah Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault, meminta Pengadilan Pidana Internasional untuk menyelidiki Rusia atas dugaan kejahatan perang di Aleppo, Suriah. Permintaan itu mendukung seruan serupa yang lebih dulu disuarakan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.

         
        Ayrault mengatakan negaranya tidak setuju dengan Rusia untuk membombardir Aleppo. Dia menganggap Rusia tidak berkomitmen seperti sebelumnya untuk menyelamatkan penduduk Suriah.

        Dia mengatakan investigasi tersebut akan bergantung pada peran Moskow terkait serangan udara di bagian timur Aleppo yang dikuasai pemberontak Suriah.





        Credit  Sindonews





        Dilema NATO, Antara Penumpukan Militer dan Dialog dengan Rusia

         
        Dilema NATO, Antara Penumpukan Militer dan Dialog dengan Rusia
        Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, dalam forum di Bavaria, Jerman. NATO ingin penguatan militer sekaligus dialog dengan Rusia untuk cegah Perang Dingin baru. Foto/NATO
         
        PASSAU - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO; Jens Stoltenberg, melihat ada kontradiksi antara penumpukan kekuatan militer di dekat perbatasan Rusia dengan keinginan untuk melanjutkan dialog dengan Rusia. Menurutnya, kedua opsi itu dibutuhkan NATO.

        ”Kami harus menggabungkan ide kekuatan, pencegahan, pertahanan dan dialog. Bagi saya, jangan ada kontradiksi antara pertahanan yang kuat dan dialog politik,” kata Stoltenberg dalam sebuah forum Passau, Bavaria, Jerman.

        Dalam forum itu, Stoltenberg bergabung dengan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz. ”Hal ini sangat penting, pada saat yang sama untuk menghindari Perang Dingin baru. Kami tidak ingin perlombaan senjata baru,” ujarnya, Selasa (11/10/2016).

         

        Sekjen NATO ini mengaku tidak terlalu khawatir dengan manuver Rusia baru-baru yang mengerahkan rudal nuklir Iskander-M ke Kaliningrad, yang berbatasan langsung dengan negara-negara NATO di Baltik.

        ”Kami telah mendeteksi bahwa mereka telah memindahkan rudal, dan ini adalah bagian dari kecenderungan umum yang kami lihat dalam beberapa kali,” kata mantan Perdana Menteri Norwegia ini, seperti dikutip Russia Today. ”NATO telah merespon. Anda harus memahami bahwa kami telah menerapkan penguatan terbesar dari pertahanan kolektif sejak akhir Perang Dingin,” ujarnya.

        Pada bulan Juli lalu, NATO menyetujui pengerahan empat batalion internasional tambahan untuk negara-negara yang berbatasan dengan Rusia. Masing-masing diperkirakan berjumlah hingga 1.000 tentara. Selain itu, NATO juga diperintahkan untuk terus menyebarkan sistem rudal pertahanan.



        Credit  Sindonews








        China Berpotensi Sebar "Bayi Reaktor Nuklir" ke Laut China Selatan

         
        China Berpotensi Sebar Bayi Reaktor Nuklir ke Laut China Selatan
        Kapal pasukan Coast Guard China di Laut China Selatan. China kembangkan 'bayi reaktor nuklir' yang bisa disebar di kawasan Laut China Selatan. Foto/REUTERS/Nguyen Minh
         
        BEIJING - Para peneliti China sedang mengembangkan reaktor nuklir portabel yang akan dimuat di dalam kontainer berukuran standar. Dalam lima tahun, reaktor nuklir itu bisa menjadi sumber energi ideal yang bisa disebar di pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan.

        Surat kabar South China Morning Post, dalam laporannya Selasa (11/10/2016) menyebut “bayi reaktor nuklir” itu dengan julukan "hedianbao" yang bermakna “baterai nuklir portabel”.

        Meskipun dianggap calon reaktor nuklir, proyek China ini bentuknya cukup kecil, yakni berukuran panjang sekitar 6,1 meter dan tinggi 2,6 meter.

        Dengan dimensi mungil seperti itu, “bayi reaktor nuklir” tersebut diklaim akan mampu menghasilkan panas 10 megawatt. Jika dikonversi menjadi listrik, akan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi 50.000 rumah tangga.

        Penelitian itu dilakukan oleh Chinese Academy of Sciences  Institute of Nuclear Energy Safety Technology di Hefei, Provinsi Anhui. Program penelitian sebagian didanai oleh Tentara Pembebasan Rakyat China.

        ”Bagian dari pendanaan kami berasal dari militer, tapi kami berharap—dan itu tujuan utama kami—bahwa teknologi pada akhirnya akan menguntungkan bagi pengguna sipil,” tulis media itu mengutip Profesor Huang Qunying, seorang ilmuwan nuklir yang terlibat dalam penelitian.

        Peneliti itu  mengatakan, bagaimanapun akan lebih sulit untuk meyakinkan publik bahwa teknologi ini cukup aman untuk digunakan.

        Para peneliti mengakui bahwa teknologi ini mirip dengan reaktor nuklir yang digunakan pada kapal selam Soviet era 1970-an. China diyakini menjadi negara pertama yang berencana menggunakan teknologi tersebut untuk darat.



        Credit  Sindonews




        Di Forum Pertahanan, China Kecam Intervensi AS di Asia

         
        Di Forum Pertahanan, China Kecam Intervensi AS di Asia  
        China mengecam campur tangan AS di kawasan, terutama dalam konflik Laut China Selatan. (AFP Photo/Lockheed Martin)
         
        Jakarta, CB -- China mengecam intervensi Amerika Serikat di Asia, khususnya terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan dan konflik kedua Korea.

        Berbicara dalam Forum Pertahanan Regional Xiangshan ke-7 di Beijing, Menteri Pertahanan China Chang Wanguan secara tidak langsung menyinggung AS yang menurutnya sering mendiskreditkan kepentingan bahkan keamanan negara-negara lainnya di kawasan.

        "Beberapa negara mencari superioritas militer yang absolut, memperkuat aliansi militernya, dan keamanan nasional yang mutlak bagi negaranya dengan mengorbankan keamanan negara lainnya," ujar Chang seperti dikutip AFP, Senin (11/10).

        China telah gerah semenjak pemerintah Barack Obama memfokuskan kebijakan luar negeri AS pada penguatan eksistensi di Asia. Melalui kebijakan luar negeri 'Pivot to Asia', AS berupaya mempererat kerjasama militer dan ekonomi dengan negara-negara rival China, terutama yang bersengketa di Laut China Selatan.

        Hal ini memicu ketidaksukaan China. Pemerintah Beijing menilai, kehadiran AS di Asia semakin menahan China menjadi yang terkuat  di kawasan itu.

        Dengan dalih mempertahankan kebebasan navigasi, AS meningkatkan perannya di Laut China Selatan. China sendiri memicu ketegangan setelah bersikap agresif dengan mengirim kapal patroli ke perairan yang juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan itu,

        China dalam pertemuan Forum Pertahanan Regional Xiangshan juga mengkritik penempatan sistem pertahanan rudal di Korea Selatan untuk mengantisipasi serangan dari Korea Utara. Beijing khawatir, sistem bernama THAAD itu akan digunakan untuk menyerang China.

        Jenderal China Chai Jun dalam pertemuan itu mengatakan kehadiran sistem pertahanan AS di Korsel bisa memicu "perlombaan senjata tingkat tinggi, bahkan di antariksa."

        Setali tiga uang dengan China, Rusia dalam pertemuan itu juga menyatakan kecaman terhadap sistem rudal AS di Korsel. Menurut wakil menteri pertahanan Rusia Anatoly Antonov, tanpa menyebut nama AS, penempatan THAAD akan memperparah ketegangan di kawasan dan menambah masalah.

        "Kami prihatin atas adanya upaya negara tertentu mengekploitasi situasi yang rumit di Semenanjung Korea," kata Antonov.






        Credit  CNN Indonesia