Kamis, 26 Maret 2015

Pemberontak Pro-Rusia Langgar Gencatan Senjata di Ukraina



CB, Kiev - Konflik di Ukraina saat ini tengah dalam proses gencatan senjata. Namun demikian, ada sejumlah hal yang dilanggar pihak pemberontak pro-Rusia, yakni melarang akses bagi para pemantau asing yang bertugas untuk menyelesaikan sengketa.

Juru bicara Anti-Terrosist Operation (ATO) Ukraina Kolonel Andriy Lysenko menegaskan pelarangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional yang menyatakan bahwa pemantau OSCE wajib diizinkan masuk dan tak terbatas ke seluruh wilayah yang berada di zona konflik.

"Para pemantau mendapati adanya sekelompok tank tempur sebanyak 15-20 buah yang turut berpartisipasi dalam latihan perang di wilayah yang dikuasai oleh (pemberontak) LPR, tepatnya di Oleksandrivsk yang berjarak sekitar 15 km dari garis kontak. Perlengkapan militer seperti itu harus meninggalkan wilayah ini menurut perjanjian Minsk," ujar Lysenko dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Dia menjelaskan, intensitas serangan militan di Ukraina timur menurun. Akan tetapi, ada milisi yang melepaskan tembakan sebanyak tiga kali dari tank dan satu kali dengan menggunakan senjata artileri pada Selasa 24 Maret kemarin.

"Tentara bayaran Rusia kembali melakukan serangan provokasi bersenjata sebanyak dua kali setelah tengah malam. Kota-kota yang berlokasi dekat bandara Donetsk masih menjadi titik utama terjadinya konflik," ujar dia.

Menurut Kolonel Lysenko, lebih dari 50% pelanggaran gencatan bersenjata terjadi di wilayah ini. Pasukan Ukraina juga mendapati adanya 10 pesawat tanpa awak milih 'musuh' di wilayah Mariupol, Sartana, dan Krasna Talakivka. Satu orang pasukan Ukraina terbunuh dalam aksi ini dan 8 lainnya mendapat perawatan dalam 24 jam terakhir.



Credit  Liputan6.com

Perang Yaman dan Perseteruan Sengit Saudi-Iran



Perang Yaman dan Perseteruan Sengit Saudi Iran
Perang di Yaman diyakini tak bisa lepas dari rivalitas sengit antara Arab Saudi dan Iran. Foto: Russia Today.
 
 
SANAA   (CB) - Perang di Yaman antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman tak bisa lepas dari peta politik perseteruan sengit antara Arab Saudi dan Iran. Rivalitas sektarian antara kaum Sunni dan Syiah dalam perebutan kekuasan di Yaman juga mulai tampak.

Hari ini (26/3/2015), Saudi dan sembilan negara Teluk resmi meluncurkan agresi militer di Sanaa, Yaman. Mereka berdalih, agresi itu untuk memerangi kelompok Houthi dan menyelamatkan pemerintah sah Yaman di bawah kepemimpinan Presiden Mansour Hadi.

Kelompok Houthi yang didominasi kaum Syiah dikenal sebagai sekutu utama Iran. Pemerintah Iran sendiri belum bereaksi setelah sekutunya di Yaman dikeroyok 10 negara Teluk. 

 
Para analis melihat rivalitas Saudi dan Iran ikut mewarnai perang di Yaman. Iran yang hampir mencapai kesepakatan nuklir dengan enam negara kekuatan dunia sudah membuat Saudi resah.

”Ini tidak biasa bahwa Saudi mengambil langkah militer. Pada saat ini, saya tidak berpikir harga minyak sangat mungkin akan melejit hanya karena ini. Namun hal ini menjadi seperti perang proxy antara Sunni dan Syiah sehingga merupakan sumber keprihatinan,” kata Norihiro Fujito, analis investasi senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, seperti dikutip Reuters, Kamis (26/3/2015). 

 
“Sekarang, reaksi Iran akan menjadi fokus. Saya hanya berharap Iran tidak akan bereaksi berlebihan terhadap hal ini. Jika perang proxy ini menjadi perang nyata, seluruh Timur Tengah akan dilalap perang, meskipun saya berpikir itu tidak mungkin terjadi,” lanjut Fujito.

Jang JI-hyang, Direktur Middle East and North Africa Center di Asan Institute For Policy Studies yang berbasis di Seoul, juga sependapat bahwa perang di Yaman tak bisa lepas dari ketegangan Saudi dan Iran.

”Kenapa sekarang? Arab Saudi tidak puas dengan pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang tampaknya menghasilkan kemajuan,” ujarnya. 

 
“Namun Iran tidak mungkin untuk menanggapi Saudi dalam operasi (militer) di Yaman, karena mereka tidak ingin menjadi pengacau dengan terlibat dalam konflik, sementara kesepakatan nuklir masih tertunda,” imbuh Ji-hyang.




Credit  SINDOnews

Agresi Militer Saudi Buat Perang di Yaman Melebar


Agresi Militer Saudi Buat Perang di Yaman Melebar
Pemimpin Houthi menyatakan agresi militer Saudi dan sembilan negara Teluk membuat perang di Yaman melebar. Foto: Reuters.
 
 
SANAA  (CB) - Seorang pemimpin senior kelompok Houthi di Yaman, Mohammed al-Bukhaiti, mengatakan, agresi militer Arab Saudi dan sembilan negara Teluk lainnya di Ibu Kota Sanaa, Yaman, membuat perang di negara itu melebar.

Meski dikeroyok 10 negara Teluk, kata Bukhaiti, kelompok Houthi tidak gentar. ”Ada agresi yang berlangsung di Yaman, dan kami akan menghadapinya dengan gagah berani,” kata Bukhaiti, yang merupkan anggota dari politburo Houthi.

Komentar pemimpin Houthi itu muncul dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Al Jazeera yang berbasis di Doha, Kamis (26/3/2015). ”Operasi militer akan menyeret wilayah (Yaman) tersebut ke perang lebar!,” kata Bukhaiti. 

 
Sebelumnya, Arab Saudi mengkonfirmasi telah meluncurkan agresi militer bersaama sembilan negara Teluk lainnya di Sanaa, Yaman. Mereka berdalih, agres militer itu untuk mengusir kelompok pemberontak Houthi dan menyelamatkan presiden Yaman yang sah, Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel bin Ahmed Al-Jubeir, mengatakan, serangan udara Saudi menggunakan pesawat jet tempur Air Force One. Seranga militer dimulai sejak semalam pukul 19.00 waktu Yaman.

Presiden Hadi sendiri sampai saat ini bersembunyi di Aden, setelah Istana Presiden di Sanaa diserbu milisi Houthi pada pekan lalu. Presiden Hadi sebelumnya meminta PBB untuk ikut campur karena negaranya sudah di ambang perang saudara.



Credit  SINDOnews

Mabes TNI AD Bentuk Batalyon Baru di Bali



Mabes TNI AD Bentuk Batalyon Baru di Bali
Mabes TNI AD Bentuk Batalyon Baru di Balik (Okezone)


DENPASAR (CB) -- Mengantisipasi isu ancaman yang dihadapi seperti penyusupan, invasi, gerakan separatis bersenjata, dan perkembangan sosial masyarakat. Mabes TNI AD membentuk Batalyon Infanteri Mekanis 741/Satya Bhakti Wirottama di Bali.
Markas Batalyon baru berkedudukan di Kota Negara Kabupaten Jembrana bakal diresmikan pada Rabu 25 Maret 2015, besok. Rencananya, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Torry Johar Banguntoro akan meresmikan Batalyon Infanteri Mekanis 741/Satya Bhakti Wirottama.
Kapendam IX/Udayana Kolonel CZI Abdijon Sinaga mengatakan, Kodam IX/Udayana sebagai Komando Utama Operasi (Kotama Ops) memiliki salah satu fungsi pembinaan kekuatan. Namun, dengan pembentukan Batalyon baru ini tentu saja untuk memperkuat jajaran Kodam IX/Udayana yang dinilai cukup mendesak dan harus segera dilakukan.
"Kepala Staf Angkatan Darat memandang perlu dibentuknya batalyon baru di Bali wilayah Kodam IX/Udayana," tegas Abdijon, Selasa (24/3/2015).
Dalam pelaksanaanya, menurut Abdijon, Kodam IX/Udayana senantiasa melakukan pengkajian, penataan, pembinaan organisasi satuan jajarannya secara terarah dan berkesinambungan dalam menghadapi setiap potensi ancaman yang mungkin timbul di wilayah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara.
Berbagai potensi dan isu ancaman yang dihadapi Kodam IX/ Udayana seperti penyusupan, invasi, gerakan separatis bersenjata dan perkembangan sosial masyarakat perlu dicegah dengan pembangunan kekuatan dan penataan kekuatan jajaran Kodam IX/Udayana.
"Langkah ini merupakan salah satu solusi yang tepat dalam rangka mengoptimalkan peran dan tugas pokok Kodam IX/Udayana," tegasnya.
Disamping itu, sesungguhnya Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama ini sebelumnya sudah pernah ada yang kemudian dirubah menjadi Yonif 900/Raider sebagai satuan pemukul Kodam.
Diakuinya, tugas Yonif 900/Raider sebagai kekuatan pemukul kodam dinilai tidak relevan lagi, dalam melaksanakan tugas-tugas pengamanan VVIP dan VIP sesuai dengan keberadaan daerah Bali yang sering dijadikan sebagai tempat kegiatan yang bersifat nasional maupun internasional.
"Batalyon ini penting dan strategis agar Kodam IX/Udayana sebagai kompartemen strategis dapat mewujudkan pertahanan dan keamanan yang optimal di wilayah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara," tutupnya.


Credit Okezone

Mengenal kehebatan pesawat tempur Rafale


Mengenal kehebatan pesawat tempur Rafale
Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I Marsma TNI Fahru Zaini Isnanto (kiri) berbincang dengan pilot Angkatan Udara Perancis Capitaine Sebastian Dupont (kanan) usai uji terbang pesawat tempur Rafale di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (25/3). Kehadiran dua unit Rafale di Indonesia tersebut untuk memberi alternatif sumber pengadaan calon pengganti F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
 
 
Jakarta (CB) - Penerbangan tandem demonstrasi udara Dassault Rafale beromor registrasi 104-IC ke ruang udara (aerodome) Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, telah selesai. Kokpit tandem pesawat tempur omnirole itu dibuka dan pilot utama, Kapten Sebastian Dupont, keluar dari kursi lontarnya. 

Sesaat sebelumnya, tandem seater-nya, Marsekal Pertama TNI Fachru Zaini, sudah berdiri di sisi sayap delta pesawat tempur berkelir kelabu kelam itu. Benar, mereka baru mendarat dari penerbangan uji coba Dassaut Rafale dari Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Pelabuhan Ratu, Rabu. 

Pilot kedua dari TNI AU ini dalam kesehariannya adalah panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I, yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma. 

Selama 45 menit, mereka mencoba berbagai manuver. Mulai dari kecepatan dua Mach (dua kali kecepatan suara), terbang rendah di atas ombak laut, mengikuti kontur tanah, hingga menyimulasikan serangan darat. 

Dassault Rafale B yang mereka pakai memang tipe kursi ganda yang populasinya paling banyak dalam Angkatan Udara Prancis (Armee de l’Air), sampai sekitar 60 persen. 

Tipe ini dibuat pabrikan Dassault Aviation untuk pendidikan konversi penerbang hingga misi tempur sesungguhnya. Pilot utama menerbangkan pesawat tempur itu, pilot kedua untuk misi lain tambahan yang bisa berjalan secara simultan. 

Menurut Letnan Kolonel Sylvain “Guigui” Guillard, instruktur penerbang Armee de l’Air yang turut dalam misi pengenalan Dassault Rafale ke Jakarta sesudah turut dalam Langkawi International Maritime and Aerospace 2015, Rafale sejak lahir dirancang untuk memenuhi semua keperluan pilot tempur. 

“Anda hanya menyaksikan data dalam satu layar monitor saja, yang di tengah. Jadi Anda tidak akan disibukkan dengan hal lain selain misi menghancurkan sasaran atau mengacaukan serbuan lawan,” kata “Guigui”, yang telah mengoleksi 1.500 jam terbang dengan Rafale. 

Dassault Aviation merancang C01 Rafale dalam banyak varian, yaitu Rafale A, Rafale B, Rafale C, Rafale D, Rafale M, dan Rafale N untuk menggotong senjata nuklir. 

Belakangan, cuma tiga varian yang paling banyak diproduksi, yaitu Rafale B (Biplace - tandem seater), Rafale C (Chasseur - kursi tunggal), dan Rafale M (Marine - ditempatkan di kapal induk untuk Korps Udara Angkatan Laut Prancis/Aeronavale). 

Perbedaan paling pokok Rafale M dengan kedua varian lain adalah perangkat roda pendarat yang lebih kekar dan bobotnya yang bertambah 500 kilogram. 

Dalam konfigurasi standar, Dassault Rafale dilengkapi sistem avionika (sistem sensor dan kinerja elektronika dalam keseluruhan sistem aviasi) yang dinilai cukup mumpuni. 

Tipe-tipe awal dilengkapi Spectra yang digadang-gadang menciptakan situasi siluman virtual berbasis peranti lunak. Belakangan dipertinggi kemampuannya melalui radar AESA RBE2 AA, yang dipercaya mampu meladeni berbagai keperluan. 

Radar alias mata dan telinga bagi pesawat terbang. Semakin tajam dan awas mata-telinga itu, semakin menakutkan pesawat tempur itu karena akan meninggikan efektivitas pemakaian persenjataan, baik peluru kendali ataupun sistem roket yang dibawa. 

Dia akan lebih mampu mengenali mana sasaran yang harus dimusnahkan sesegera dan sebanyak mungkin, dan mana yang tidak perlu. 

Radar AESA dan sistem avionika lainlah yang juga diadopsi serta dipercanggih habis-habisan oleh banyak pabrikan pesawat tempur. 

Sebut JAS39 Gripen dari SAAB AB (Swedia) yang juga menjadi pesaing Dassault Rafale di Tanah Air sebagai calon pengganti F-5E/F Tiger II dari Skuadron Udara 14. 

Gripen juga memiliki teknologi andalan serupa yang disebut portal www.aviatia.com “lebih lethal” ketimbang yang dimiliki Dassault Rafale

Menurut data dari pabrikan, Rafale, dalam operasionalisasinya, memiliki “otak” bernama Integrated Modular Avionics dalam arsitektur Modular Data Processing Unit. Inilah semua yang memungkinkan pilot untuk fokus saja pada misi sepanjang data yang dimasukkan akurat. Jikapun kurang akurat, pilot masih bisa mengambil keputusan secepat mungkin sesuai situasi yang dia hadapi. 

Zaini pun ingin mencoba fitur-fitur yang ada di kokpit Dassault Rafale dalam penerbangan ujicoba ini. 

“Saya coba simulasikan penyerangan darat terhadap obyek vital. Saya cuma masukkan data koordinat sasaran, pilih jenis persenjataan atau bom yang dipakai, lalu Rafale meluncur secara otomatis ke arah sasaran,” kata dia, segera setelah mendarat dalam percakapan tentang performansi pesawat tempur bersayap delta itu. 

Secara otomatis pula, katanya, pesawat tempur dengan sayap kanard di belakang dome radar utama itu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, termasuk ketinggian dan kontur daratan sasaran, cuaca saat itu, hingga potensi ancaman yang ada. 

“Saya sampai lepas tangan saja, semuanya dikerjakan pesawat tempur sesuai data dan saya tinggal menentukan kapan jari tangan ini bergerak memencet tombol pelepasan senjata,” kata dia.



Credit  ANTARA News

Alasan koalisi Arab serang Yaman


Alasan koalisi Arab serang Yaman
Ilustrasi-Milisi Houthi, Sanaa, Yaman, January 21, 2015. (REUTERS/Khaled Abdullah)
 
Washington (CB) - Arab Saudi dan koalisi Teluk melancarkan serangan udara ke posisi pemberontak Houthi di Yaman sebagai awal dari operasi militer guna melindungi pemerintah sah Yaman, kata Duta Besar Saudi di Amerika Serikat Adel al-Jubeir.

"Operasi ini adalah untuk mempertahankan dan mendukung pemerintah sah Yaman dan mencegah gerakan radikal Houthi menguasai negara itu," kata Adel al-Jubeir kepada wartawan di Washington.

Al-Jubeir mengatakan koalisi melibatkan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC), namun juga ada negara di luar koalisi yang turut serta.

"Kami punya koalisi yang terdiri dari 10 negara yang akan turut serta dalam operasi ini guna mencegah Yaman jatuh ke tangan Houthi," kata dia.

Secara terpisah, pernyataan yang dikeluarkan di Riyadh atas nama Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain dan Uni Emirat Arab yang adalah negara-negara GCC kecuali Oman yang berbatasan dengan Yaman, menyatakan mereka telah dimintai tolong oleh Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi.

Al-Jubeir mengatakan koalisi pimpinan Saudi akan melakukan langkah apa pun yang diperlukan di Yaman.

Dia menyatakan Saudi juga berkonsultasi dengan banyak sekutunya, khususnya Amerika Serikat.

"Kami menghadapi situasi di mana Anda menghadapi satu kelompok milisi yang kini menguasai atau bisa menguasai peluru kendali balistik, senjata berat dan angkatan udara," kata dia.

Menteri Luar Negeri Yaman Riyad Yassin telah memperingatkan bahwa jatuhnya Aden akan berarti mulainya perang saudara. Aden yang terletak di Yaman selatan, sedangkan Houthi berasal dari Yaman utara, adalah tempat mengungsi Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi.

Al-Jubeir berkata, "Kami berharap kebijaksanaan akan memenangkan hati Houthi dan mereka menjadi bagian dari proses politik ketimbang terus mengambil pendekatan radikalnya untuk mengambil alih Yaman."


Credit  ANTARA News

Serangan udara Saudi hantam posisi utama Houthi


Serangan udara Saudi hantam posisi utama Houthi
Presiden terguling Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi (REUTERS)
 
 
Sanaa, Yaman (CB) - Serangan udara Arab Saudi menghantam posisi-posisi kunci milisi Syiah Houthi di Yaman setelah koalisi Arab Teluk melancarkan serangan untuk membantu presiden terguling negeri itu, kata sumber-sumber militer seperti dikutip AFP.

Bombardemen ini menyasar pangkalan udara al-Daylami dan bandara internasional Sanaa, selain juga kompleks kepresidenan yang dikuasai pemberontak Januari lalu.

Pangkalan militer lainnya yang dikuasai pemberontak dan sekutunya juga menjadi sasaran pemboman koalisi Teluk.

Ledakan besar terdengar di ibukota Yaman begitu senjata anti pesawat menerangi langit, para saksi mata.

Di selatan negeri itu, warga melaporkan mendengar ledakan besar di pangkalan Al-Anad, utara Aden, yang dikuasai pasukan anti pemerintah.

Televisi pemberontak Al-Massira juga melaporkan serangan udara ke Sanaa, selain lalu lalang orang mengankut para korban ke rumah sakit di ibukota itu.

Serangan udara itu diumumkan Duta Besar Saudi untuk AS begitu lima negara Teluk menyatakan menyanggupi permintaan Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi untuk melancarkan intervensi melawan Houthi yang sudah mencapai ke Aden di mana sang presiden mengungsi.

Dari Washington, AS mengaku berkoordinasi rapat dengan Saudi dan sekutu-sekutu Arabnya dalam aksi militer melawan milisi Houthi itu.

"Presiden Obama telah mengotorisasi ketentuan dukungan logistik dan intelijen kepada operasi militer pimpin GCC (Dewan Kerjasama Teluk)," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Bernadette Meehan seperti dikutip AFP.



Credit  ANTARA News

Arab Saudi bersiap intervensi Yaman?


Arab Saudi bersiap intervensi Yaman?
Ilustrasi-Milisi Houthi, Sanaa, Yaman, January 21, 2015. (REUTERS/Khaled Abdullah)
 
 
Washington (CB) - Saudi Arabia memindahkan perangkat militer beratnya, termasuk artileri, ke wilayah-wilayah dekat perbatasannya dengan Yaman sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa negara kaya minyak di Timur Tengah itu akan tertarik pada konflik Yaman yang semakin memburuk tersebut.

Penggelaran kekuatan militer ini menyusul bergeraknya milisi Syiah Houthi dukungan Iran ke arah selatan Yaman. Milisi ini telah menguasai ibukota Sanaa September lalu dan menguasai kota Taiz akhir pekan ini yang semakin dekat ke basis Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi di selatan negeri itu.

Mendekatkan diri kepada perang di Yaman telah membuat Saudi berhadapan langsung dengan musuh regionalnya Iran yang dituduh Riyadh tengah memicu konflik sektarian dengan mendukung milisi Houthi.

Konflik ini berisiko menciptakan perang terselubung antara Syiah Iran yang mendukung Houthis yang para pemimpinnya menganut mahzab Syiah Zaidiyah, melawan Saudi Arabia dan monarki-monarki Sunni di kawasan ini yang menyokong Presiden Hadi.

Kendaraan tempur dan artileri yang dipindahkan oleh Arab Saudi ini bisa digunakan untuk tujuan baik ofensif maupun defensif, kata dua sumber pemerintah AS seperti dikutip Reuters. Namun kedua pejabat lebih condong menganggapnya untuk tujuan defensif.

Penggelaran kekuatan militer Saudi di perbatasan Yaman dianggap besar sekali, bahkan Saudi dianggap sudah bersiap melancarkan serangan udara untuk membela Presiden Hadi jika Houthi menyerang basis sang presiden di Aden, Yaman Selatan.

Seorang pejabat AS lainnya mengatakan Washington memiliki informasi intelijen mengenai pembangunan kekuatan militer Saudi itu, namun tidak tahu persis lokasinya di mana dan berapa kekuatan yang digelarkan.

Hadi, yang mendukung kampanye Washington menyerang basis Alqaeda di Yaman dengan pesawat tak berawak, tengah bertahan di Aden dengan pasukan yang loyal kepadanya setelah kabur dari Sanaa Februari lalu.

Selasa kemarin, pasukan loyalis Hadi memukul mundur pejuang Houthi dari dua kota yang mereka duduki dua jam sebelumnya.



Credit  ANTARA News

Mau Tahu Asal Nama Domain Dot Com?


Mau Tahu Asal Nama Domain Dot Com?

CALIFORNIA (CB) - Kata Dot Com tidak asing lagi di dunia maya karena domain dot com ini selalu dikaitkan untuk bisa membuka situs atau website. Nama dot com (.com) yang merupakan tanda titik ini, kali pertama diperkenalkan pada 15 Maret 1945.
Meskipun domain dot com awalnya ditujukan untuk menunjukkan lembaga komersial seperti instansi pemerintahan atau lembaga pendidikan yang memiliki top-level domain (TLD) berbeda, namun tidak ada pembatasan untuk mendaftar domain dot com sejak pertengahan 1990-an.
Perusahaan komputer bernama Symbolics terdaftar dengan nama Symbolics.com dan menjadi perusahaan pertama yang menggunakan domain dot com. Secara harfiah, memiliki pilihan kata atau nama lain untuk dijadikan domain saat itu, tetapi mengingat nama perusahaan tersebut sehingga terdengar paling masuk akal.
Kini, nama domain dot com menjadi populer dan banyak digunakan, baik itu perusahaan atau digunakan untuk personal. Sebelum domain ini menjadi populer seperti saat ini, domain dot com membutuhkan beberapa waktu dan berikut ulasannya sebagaimana dilansir Venturebeat, Kamis (26/3/2015).
Pada 1987, hanya 100 domain yang terdaftar, proses yang ada saat itu dikelola oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Pada batch pertama, banyak didominasi dari merek dagang ternama seperti Xerox.com (9 Januari 1986), HP.com (3 Maret 1986), IBM.com (19 Maret 1986), Intel.com (25 Maret 1986), Adobe.com (17 November 1986), dan Apple.com (19 Februari 1987).
Pada 1990 merupakan tahun yang penting untuk perjalanan internet karena ini merupakan ketika World Wide Web mulai hidup. Inilah yang memberi internet antarmuka yang dapat digunakan dengan tepat. Sampai saat itu, internet dapat digunakan untuk berkomunikasi, tapi dengan web bisa membawa suara dan gambar.
Sebanyak 25 tahun setelah itu, banyak milestone .com yang terjadi seperti Microsoft.com (1993), AOL.com (1995), Amazon.com (1995), eBay.com (1995), Google.com (1997), Facebook.com (2004), Youtube.com (2005), dan Twitter.com (2006).
Sedangkan pada 2000, Verisign mengakuisisi Network Solution, perusahaan yang memiliki peran layaknya operator, namun khusus untuk domain dot com, di mana ada lebih dari 20 juta domain .com telah terdaftar. Verisign tetap menjadi badan pengoperasian dot com dan mempertahankan kewenangan tersebut setidaknya hingga 2018.
Pada 2015, domain dot com terdaftar setiap detik dan setidaknya pada hitungan akhir terdapat hampir 117 juta domain dot com terdaftar, naik dari 91 juta lima tahun lalu. Walaupun domain dot com menjadi populer, namun saat ini sudah dapat ditemukan beberapa negara memiliki domain sendiri seperti .co.uk di Inggris atau .de di Jerman.
Kendati demikian, dunia menginginkan domain pada tingkat atas, di mana Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) telah membuka aplikasi lebih terfokus secara lokal seperti .NYC untuk perusahaan berbasis di New York atau .dev untuk pengembangan.
Meskipun saat ini mulai bermunculan domain unik dan bagus yang digunakan, namun domain .com akan selalu menjadi yang paling menonjol di antara lainnya.



Credit  Okezone

Pilot Germanwings Terkunci di Luar Kokpit


Pilot Germanwings Terkunci di Luar Kokpit

PARIS  (CB) - Penyelidik yang mencoba mendapat informasi dari rekaman suara kokpit pesawat Germanwings Black Box (kotak hitam) nomor penerbangan 4U 9525 yang jatuh di Pegunungan Alpen. Menurut dugaan, salah seorang pilot terkunci di luar kokpit sebelum kecelakaan yang menewaskan 150 orang penumpang dan kru pesawat itu terjadi.

Mengutip hasil investigasi rekaman kotak hitam, penyelidik yang tidak disebutkan namanya itu menjelaskan kepada New York Times. “Seseorang berada di luar mengetuk pintu dan tidak mendapat jawaban. Dia kemudian mengetuk lebih keras namun tetap tidak ada jawaban. Tidak pernah ada jawaban,” katanya.
Dia mengatakan tidak mengetahui alasan salah satu pilot meninggalkan kokpit, dan mengapa pilot yang berada di dalam kokpit tidak menjawab saat pintu kokpit diketuk.
“Anda dapat mendengar dia mencoba mendobrak pintu kokpit,” tambah si penyelidik, seperti yang dikutip The Independent, Kamis (26/3/2015).

Rekaman suara dari kokpit tersebut berhasil diambil dari kotak hitam pesawat yang berhasil ditemukan kemarin. Meskipun dilaporkan mengalami kerusakan, namun tim penyelidik mampu mendapatkan beberapa informasi dari sana termasuk rekaman suara tersebut.
Sampai saat ini penyelidikan masih terus berlanjut, dan mereka masih tidak dapat menjelaskan mengapa pesawat naas itu terbang ke dalam Pegunungan Alpen, Prancis.





Credit  Okezone


Ratusan Marinir Rusia Gelar Latihan Militer di Crimea


Ratusan Marinir Rusia Gelar Latihan Militer di Crimea
Layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, setidaknya 500 anggota Marinir mereka akan terlibat dalam latihan militer itu. Foto: Sputnik
 
 
CRIMEA  (CB) - Pemerintah Rusia dikabarkan kembali menggunakan wilayah Crimea sebagai lokasi untuk latihan militer mereka. Ini terlihat dari ratusan anggota Marinir Rusia telah bersiap di wilayah laut Hitam tersebut.

Layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip Sputnik pada Rabu (25/3/2015) mengatakan, setidaknya 500 anggota Marinir mereka akan terlibat dalam latihan militer itu. Beberpa kapal perang Rusia juga sudah bersandar di pelabuhan Crimea.

"Sebuah kapal pendaratan besar, Novocherkassk, telah dikerahkan ke Opuk, bidang militer selatan dan membawa ratusan marinir dan staf komando. Kapal ini juga membawa kendaraan lapis baja. Marinir akan berpatisipasi dalam pelatihan perakitan peluncur rudal dan artileri di Distrik Militer Selatan," bunyi keterangan layanan pers itu.

"Fokus latihan adalah bongkar muat kendaraan militer dan juga perakitan senjata. Mereka juga akan berlatih bagaimana mengendarai kendaraan lapis baja dan berlatih menembakan artileri berat," tambahnya.

Latihan militer yang beberapa kali dilakukan Rusia terus mendapat protes dari pemerintah Ukraina. Protes ini muncul karena Kiev masih merasa bahwa Crimea masih bagian dari Ukraina, dan Rusia harusnya tidak menggunakan wilayah itu untuk kepentingan mereka.


Credit  SINDOnews

Rabu, 25 Maret 2015

Presiden ingin ada "shinkansen" di Indonesia


Presiden ingin ada
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
...kita akan putuskan untuk bangun high speed train.


Nagoya (CB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin ada "shinkansen" alias kereta super cepat seperti yang ada di Jepang bisa beroperasi di Indonesia.

Presiden pada hari terakhir kunjungannya ke Jepang bahkan sempat menjajal menaiki Shinkansen dari Stasiun Tokyo ke Nagoya, Rabu, untuk berkunjung ke pabrik Toyota Machimoto yang berjarak 353 km.

Dengan kereta supercepat Shinkansen Nozomi 311, perjalanan Presiden bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 40 menit.

Sebenarnya, perjalanan itu bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat namun Presiden memutuskan untuk memilih menggunakan kereta yang di Jepang tercatat belum pernah mengalami kecelakaan sejak pertama dioperasikan hingga saat ini.

Soal rencana pembangunan kereta serupa shinkansen di Indonesia, Presiden mengatakan hal itu akan segera diputuskan tahun ini.

"Nanti dilihat, kita akan putuskan untuk bangun high speed train. Tidak tahu apakah (untuk) Jakarta-Bandung atau Jakarta-Surabaya," katanya.

Saat wartawan yang turut serta dalam rombongannya bertanya bagaimana rasanya naik shinkansen, Presiden Jokowi hanya tersenyum.

"Tidak tahu ya, saya tidur. Habis lihat Gunung Fuji saya tidur," katanya.

Sepanjang perjalanan dengan shinkansen Nozomi yang dalam bahasa Jepang kata Nozomi berarti harapan, kereta itu memang melewati wilayah yang memungkinkan penumpang di dalamnya menikmati keindahan Gunung Fuji dengan puncak yang berselimut salju abadi.

Gunung itu menjadi simbol khusus bagi masyarakat Jepang dan merupakan gunung tertinggi di Negeri Sakura.

Credit  ANTARA News

Yordania dan Rusia Bangun Pembangkit Nuklir Rp129 Triliun



Yordania dan Rusia Bangun Pembangkit Nuklir Rp129 Triliun  
Setelah meluncurkan proyek PLTN Bushehr di Iran pada 2011, Rusia berharap dapat membangung lebih banyak pembangkit nuklir di negara lain. (Ilustrasi/Getty Images/IIPA)
 
 
Jakarta, CB -- Yordania dan Rusia menandatangani perjanjian pembangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama berkapasitas 2.000 megawatt senilai US$10 miliar, atau setara dengan Rp129 triliun.

Dilaporkan Reuters, Yordania mengimpor hampir 98 persen produk minyak dan minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energinya. Saat ini, kebutuhan listrik di kerajaan yang dipimpin oleh Raja Abdullah tumbuh lebih dari 7 persen per tahun karena populasi meningkat dan ekspansi industri.

Kerja sama yang ditandatangani dengan Rosatom, perusahaan nuklir milik negara Rusia ini, akan diwujudkan dengan pembangunan dua unit PLTN di wilayah Amra, sebelah utara Yordania tahun 2022 mendatang.

"Kami memilih teknologi Rusia dalam proses yang sangat kompetitif sesuai dengan kebutuhan Yordania dalam hal pembangkit listrik dan kemampuan untuk menghasilkan listrik dengan harga yang sangat kompetitif," Khaled Toukan, Ketua Komisi Energi Atom Yordania (JAEC), mengatakan pada konferensi pers.

Kesepakatan tersebut termasuk dengan studi kelayakan, proses evaluasi situs PLTN dan dampaknya terhadap lingkungan. Yordania berharap bahwa tenaga nuklir mempu berkontribusi hampir 40 persen dari total kapasitas pembangkit listriknya.


Pada Oktober 2013, Rusia terpilih sebagai pemenang lelang untuk memasok pembangkit listrik tenaga nuklir pertama bagi Yordania.

Unit pertama PLTN diharapkan mulai beroperasi setelah tahun 2022. Unit PLTN kedua akan mulai beroperasi dua tahun kemudian.

CEO Rosatom, Sergei Kiriyenko, menyatakan kerja sama dengan Yordania akan membuka peluang untuk penawaran pasokan bahan bakar nuklir di masa depan.

"Pembangkit listrik tenaga nuklir merupakan perwujudan dari kemitraan strategis," kata Kiriyenko.

Rusia tertarik untuk memasuki pasar baru yang menguntungkan bagi teknologi dan penerapan pengetahuan nuklirnya sehubungan dengan sanksi ekonomi Barat terhadap negara ini.

Rusia akan menanggung 49 persen dari seluruh biaya pembangunan PLTN ini, sementara Yordania membiaya 51 persen sisanya.

Selain dengan Yordania, dalam kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Kairo bulan lalu, ia menandatangani nota kesepahaman untuk membangun PLTN pertama di Mesir.

Rosatom juga menandatangani perjanjian untuk membangun dua reaktor nuklir di Hungaria pada awal tahun ini. Selain itu, Moskow juga berharap untuk membangun lebih banyak reaktor di Iran, setelah proyek PLTN Bushehr diluncurkan pada 2011 lalu.

Program investasi Rosatom bersumber dari APBN Rusia, memungkinkan perusahaan tersebut untuk menghabiskan sekitar US$300 miliar hingga US$350 miliar per tahun untuk membangun pembangkit nuklir di Rusia dan luar negeri.

Hingga saat ini, Rosatom mempertahankan rekor sebagai pembangun reaktor paling aman di dunia.


Credit  CNN Indonesia

Panglima Keluarkan Dua Perintah soal Penembakan TNI di Aceh


Panglima Keluarkan Dua Perintah soal Penembakan TNI di Aceh  
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko di Dermaga Ujung Komando Armada Timur, Surabaya, Senin, 6 Oktober 2014. (CNN Indonesia/Safir Makki)
 
 
Jakarta, CB -- Tewasnya dua TNI anggota intel Komando Distrik Militer 0103/ Aceh Utara mendapatkan perhatian khusus dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Panglima pun segera mengeluarkan dua perintah untuk menyikapi penembakan tersebut.

"Begitu menerima laporan, Panglima langsung memberikan petunjuk dan perintah terkait penembakan itu," kata Kapuspen TNI Mayor Jenderal Fuad Basya saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (25/3).

Perintah pertama, sebut Fuad adalah agar semua anggota TNI meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan kewaspadaan ini harus disertai dengan kecermatan. Ambil tindakan yang dinilai perlu tetap dengan batasan koridor hukum.

Perintah kedua, Panglima ingin agar semua anggota TNI disiplin saat bertugas. Jika dalam tugas itu mewajibkan untuk membawa senjata, maka harus membawa senjata. Jika tugas itu tidak boleh membawa senjata, maka jangan membawa senjata. Disiplin dalam bertugas ini agar bisa terus bersiap dalam segala sesuatu.

Fuad menambahkan, selain mengeluarkan perintah, Panglima juga memberikan imbauan kepada selutuh masyarakat, terutama warga Aceh, untuk tidak segan melaporkan segala tindak kejahatan atau aktivitas yang mencurigakan kepada TNI atau Polri.


TNI sendiri, ungkap Basya, menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada POlri karena masuk dalam ranah kriminal atau pidana. Meski demikian, TNI memberikan bantuan yang diperlukan oleh Polri untuk mengungkap siapa pelaku penembakan yang menyebabkan tewasnya Sertu Indra dan Serda Hendrianto ini.

"Kami tentu tidak diam saja. Kami tentu memberikan bantuan kepada Polri karena kami juga paham keterbatasan anggota Polri," terangnya. Untuk itu, TNI masih belum hendak meminta secara resmi agar POM TNI dilibatkan dalam penyelidikan kasus ini.

"Ini kan kriminal. Itu wilayahnya Polri. Kecuali kalau nanti ada dari pelaku itu tertangkap dan mengindikasikan ada hal lain di luar kriminal, seperti ancaman terhadap kedaulatan, TNI pasti akan bertindak," tukasnya.

Fuad tak ingin mengandai-andai apakah peristiwa ini sebagai indikasi munculnya separatisme. "Menurut Undang-Undang, GAM itu sudah tidak ada. Kita lihat saja hasil penyelidikannya apa," lanjutnya.

Upaya untuk mengungkap pelaku penembakan ini bukanlah hal mudah. Kapuspen TNI AD Brigadir Jenderal Wuryanto, Rabu (25/3) mengatakan, seluruh satuan organik di Lhoksumawe kini diturunkan untuk membantu kepolisian mengungkap kasus ini.

"Anggota kami selain mengejar pelaku juga mencari informasi terkait indentitas pelaku penembakan," kata Wuryanto kepada CNN Indonesia.

Namun sejauh ini belum ada hasil yang didapat. Meski sempat dinyatakan ciri-ciri pelaku sudah dikantongi, namun petugas, kata Wuryanto, belum mau berspekulasi.

Salah satu yang jadi kendala petugas dalam mencari pelaku ini adalah, para pelaku yang berbaur dengan masyarakat. Berbeda jika mengejar kelompok bersenjata seperti Gerakan Aceh Merdeka yang bermarkas di hutan.

"Orang-orang ini (pelaku) tidak tinggal di hutan, kalau dulu kami kejar di hutan dapat, sekarang sulit karena berbaur dengan penduduk," kata Wuryanto.

Kemarin dua anggota TNI Sertu Indra dan Serda Hendrianto ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka tembak Desa Batee Pila, Nisam Antara, Aceh Utara.

Keduanya ditemukan oleh Satuan Intelijen dan Keamanan serta Satuan Narkoba Polres Lhokseumawe. Petugas kepolisian mencari keduanya yang dikabarkan diculik orang yang mencari keduanya yang hilang sejak hari Senin.

Indra dan Hendrianto diculik oleh sekelompok orang usai mengintai kelompok bersenjata di Desa Alumbang, Nisam Utara. Mereka dipaksa naik mobil berwarna hitam dan dibawa ke arah Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Dua anggota intel Kodim Aceh Utara ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan hanya mengenakan celana dalam. Di sekitar lokasi temuan dua jenazah ini, petugas menemukan 12 selongsong peluru AK-47 dan 3 selongsong peluru M-16. Diduga, keduanya dihabisi pelaku dari jarak dekat. Kasus penembakan ini kini ditangani Polda Aceh.



Credit  CNN Indonesia

Sejarah Kelam Kehancuran Tata Surya akibat Ulah Jupiter Terungkap



 
NASA Bumi dan Bulan dipotret oleh wahana Galileo yang mengorbit Jupiter.


CB — Jika bukan karena ulah Jupiter, Bumi— yang memiliki atmosfer tipis dan terletak pada jarak yang pas sehingga bisa mendukung kehidupan—mungkin takkan pernah ada.

Gregory Laughlin, profesor astronomi dan astrofisika dari University of California di Santa Cruz, dalam publikasinya di Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkapkan betapa kelahiran Jupiter telah mengubah Tata Surya.

Laughlin dan rekannya, Konstantin Batygin, melakukan simulasi komputer untuk melihat pengaruh kehadiran Jupiter pada Tata Surya sesuai hipotesis Grand Tack yang diajukan oleh astronom KJ Walsh pada tahun 2011.

Berdasarkan hipotesis itu, setelah lahir, Jupiter bergerak ke bagian dalam Tata Surya, mencapai jarak 224 juta km dari Matahari, sebelum kembali lagi ke jarak 773 juta km setelah kehadiran Saturnus.

Dalam simulasi dan perhitungan rumit yang dilakukan, Laughlin dan Batygin melihat pengaruh migrasi Jupiter ke bagian dalam Tata Surya terhadap planet-planet batuan yang sudah mendiami wilayah tersebut.

Terungkap, kehadiran Jupiter mengobrak-abrik wilayah dalam Tata Surya. Planet batuan berukuran lebih besar dari Bumi, disebut Bumi Super, mengalami ketidakseimbangan orbit, saling overlap, hingga saling tabrakan dan akhirnya hancur berkeping-keping.

Kelahiran Saturnus kemudian membuat Jupiter kembali ke posisinya. Pembentukan planet batuan terjadi lagi dengan modal kepingan-kepingan yang tersisa dari peristiwa tabrakan sebelumnya.

Hasil penelitian itu konsisten dengan umur Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars yang lebih muda dibanding planet-planet di bagian luar Tata Surya. Dengan material lebih sedikit, planet-planet di dalam Tata Surya juga punya massa lebih kecil.

Adanya dua planet gas raksasa, seperti Jupiter dan Saturnus, menjadikan Tata Surya unik. Sistem keplanetan lain yang ditemukan ilmuwan umumnya memiliki bumi super yang terletak sangat dekat dengan Tata Surya.

Dengan hasil penelitian itu, Laughlin, seperti dalam rilis University of California di Santa Cruz, Senin (23/3/2015), mengatakan, "Salah satu prediksi dari teori kami, planet yang benar-benar menyerupai Bumi adalah sesuatu yang langka."


Credit  KOMPAS.com

F-5E Tiger, Pertahanan Udara Orde Baru


 
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Pesawat tempur F-16, F-5 Tiger, dan Hawk 100/200 disiagakan saat Panglima Kostrad yang juga Panglima Komando Gabungan TNI dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 Letnan Jenderal TNI M Munir melakukan peninjauan komando tugas udara gabungan di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2013). Pembukaan Latgab TNI akan dillaksanakan pada tanggal 2-3 Mei yang rencananya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.


Oleh: Iwan Santosa

JAKARTA, CB - Pada 1960-an, TNI Angkatan Udara memiliki arsenal udara yang ditakuti di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik berbasiskan jet tempur MiG-15 hingga MiG-21, pengebom Tu-16, peluru kendali, pesawat intai Gannet, dan pesawat transpor C-130 Hercules. Namun, kekuatan itu kemudian lenyap seiring dengan pembersihan militer oleh penguasa Orde Baru.
Sejarawan Yayasan Nation Building, Didi Kwartanada, mengatakan, semasa awal 1970-an hingga akhir 1970-an, bisa dikatakan kekuatan udara Indonesia nyaris lumpuh karena ketiadaan suku cadang akibat terganggunya hubungan dengan Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok. Di dalam negeri, konsolidasi kekuatan rezim Soeharto yang berbasiskan TNI Angkatan Darat berusaha meredam kekuatan Angkatan Udara dan Angkatan Laut yang dikenal memiliki banyak elemen pendukung rezim Soekarno.
"Pesawat MiG-21 akhirnya di-grounded setelah terjadi beberapa kali kecelakaan. Sesudah itu, pada 1970-an sempat didatangkan hibah pesawat F-86 Sabre eks RAAF Australia dan pesawat latih T-33 dari Amerika Serikat untuk menjaga kemampuan terbang para penerbang TNI AU. Kondisi memang sangat memprihatinkan ketika itu. Pada Operasi Seroja di Timor-Timur 1976 masih dioperasikan pesawat tua, termasuk B-25 Mitchell dan pesawat-pesawat tua Dakota untuk mendukung operasi tempur," kata Didi.
Akhirnya, menjelang dekade 1970-an, meski ada tekanan internasional terkait dengan operasi militer di Timor-Timur, Soeharto berhasil meyakinkan Amerika Serikat untuk mendapat dukungan persenjataan, termasuk jet-jet tempur.
Hadirlah jet tempur yang ditampilkan dalam parade Hari ABRI pertama kali-dan belum pernah terulang-di Jalan Tol Jagorawi, 5 Oktober 1980, jet tempur F-5E yang dibeli baru dari Amerika Serikat dan jet tempur A4-E Skyhawk (Skuadron Udara 11) bekas pakai yang dibeli dari Israel hasil Operasi Alpha yang diungkap dalam buku terbitan TNI AU, Elang Tanah Air di Kaki Lawu: Sejarah Pangkalan Udara Iswahjudi, 1939-2003.
F-5E dirancang sejak medio 1950-an oleh pabrikan Northrop. Pesawat dengan persenjataan dua kanon 20 milimeter M39 serta bom dan rudal AIM-9 Sidewinder yang legendaris.
Pesawat-pesawat F-5E Tiger datang dengan diangkut pesawat angkut raksasa C-5A Galaxy yang mendarat di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur, 21 April 1980. Teknisi Amerika Serikat melatih teknisi TNI AU. Pelatihan kepada penerbang TNI AU di Amerika Serikat dimulai dengan kehadiran mereka sejak 5 Desember 1979 dan 19 Januari 1980 di Lanud Williams di Negara Bagian Arizona. Sebanyak 16 unit atau satu skuadron penuh F-5E dimiliki TNI AU.
Operator F-5E adalah Skuadron Udara 14 yang sebelumnya mengoperasikan MiG-21 (1962-1970) dan F-86 Sabre (1974-1980). F-86 Sabre dikenal kiprahnya dalam Perang Korea (1950-1953) dan F-5E Tiger termasyhur dalam Perang Vietnam yang dioperasikan Amerika Serikat dan sekutunya, Vietnam Selatan.
Wakil Asisten Operasi KSAU Marsekal Pertama Yuyu Sutisna, yang lama mengawaki F-5E Tiger, mengaku, pesawat tersebut membutuhkan keahlian khusus untuk mengendalikannya karena kecepatannya tinggi. "Bentuknya sangat ramping sehingga kecepatannya tinggi dan harus pas mengatur pendaratan. Sangat mudah terjadi over shoot-melewati pendaratan-sehingga pesawat celaka," kata Yuyu yang sempat berlatih dengan sesama penerbang F-5E Tiger dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Memang, bentuk fuselage- badan pesawat Tiger-mirip dengan F-104 Starfighter yang dijuluki "widow maker" karena sering mengalami kecelakaan yang menewaskan penerbang yang mengawaki Starfighter, lama digunakan negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Secara fisik, pesawat berbentuk mirip pensil terbang yang memiliki panjang 14,45 meter dan lebar bentang sayap 8,13 meter itu memiliki kecepatan terbang 940 knot atau 1,5 kali kecepatan suara!
Tulang punggung
Yuyu mengisahkan, dirinya mengalami era transisi F-5E yang mengalami modernisasi ibarat dari sistem analog ke digital yang serba terkomputerisasi. Ketika itu, KSAU Marsekal Rilo Pambudi, seusai mengunjungi Pameran Dirgantara Le Bourget di Paris, Perancis, berniat mengadakan upgrading pesawat F-5E yang sudah 13 tahun dioperasikan TNI AU. Program modernisasi Tiger tersebut diberi nama "MACAN" yang merupakan singkatan dari Modernisation of Avionics Capabilities for Armament and Navigation. Pemenang kontrak adalah SABCA, sebuah perusahaan Belgia. Pada 1995, dialokasikan waktu 18 bulan untuk memodernisasi F-5E Tiger.
Namun, dalam buku Sejarah Pangkalan Udara Iswahjudi diungkapkan, ada kendala pembuatan konfigurasi sistem avionik yang ditargetkan selesai dalam tujuh bulan ternyata terlambat hingga hampir dua tahun baru selesai. "Saya adalah salah satu penerbang yang menguji dan menerbangkan pesawat program MACAN tersebut. Pesawat ini unik, bisa start scramble dengan satu mesin, lalu menjelang take off menyalakan mesin kedua," kata Yuyu Sutisna.
Modifikasi yang dilakukan mencakup radar warning receiver, inertial navigation unit, pilot display unit, dan sistem airborne video camera recorder (AVCR). Sistem baru tersebut bisa mendeteksi ancaman rudal ataupun arah radar lawan secara 360 derajat. Salah satu yang berkesan dalam mengoperasikan F-5E Tiger, menurut Yuyu Sutisna, adalah ketika dirinya dalam satu flight (empat pesawat) terjebak awan badai (Cumulonimbus) di atas perairan Laut Jawa di utara Cirebon saat terbang ferry dari Pekanbaru ke Lanud Iswahjudi, Madiun.
"Selama tiga-empat menit kami terjebak Cumulonimbus. Bahkan, pesawat yang diterbangkan Errys Heryanto dihantam petir di bagian ekor. Pesawat anjlok dari ketinggian 37.000 kaki (10,6 kilometer) ke 13.000 kaki (4.000 meter). Kami tidak bisa saling berkomunikasi dan saling menjaga heading arah pesawat agar tidak bertabrakan," kata Yuyu. Akhirnya, flight F-5E itu bisa lolos dari perangkap Cumulonimbus.
Modernisasi MACAN sempat terhenti karena embargo Barat terhadap rezim Orde Baru pasca Mei 1998. Meski demikian, para teknisi TNI AU akhirnya berhasil melakukan modernisasi MACAN mengacu pada pesawat yang sudah diselesaikan oleh Belgia.
Semasa Perang Dingin dan puncak kekuasaan Orde Baru pada 1980-an hingga 1990-an, F-5E Tiger menjadi tulang punggung kekuatan dirgantara yang terlibat dalam pelbagai operasi, termasuk menjaga Konferensi Tingkat Tinggi Nonblok di Jakarta pada 1992 hingga misi gila, yakni merekam penembakan rudal Harpoon yang dilakukan Mayor Dradjad Rahardjo dan Letda Agung Sasongkojati sebagai juru kamera. F-5E mereka terbang dengan kecepatan 0,93 Indicated Mach Number atau 1.000 kilometer per jam membuntuti rudal Harpoon. Peristiwa itu terjadi pada 3 November 1989.
Purna tugas
Saat ini, F-5E Tiger TNI AU memasuki masa purna tugas dan ada beragam pilihan jet tempur, seperti Rafale buatan Perancis, Sukhoi 27 atau Sukhoi 30 buatan Rusia, serta Saab JAS 39 Grippen buatan Swedia.
Sementara itu, para penerbang senior yang dilahirkan dari F-5E Tiger, di antaranya adalah Marsekal Madya (Purn) Errys Heryanto dan Marsekal (Purn) Djoko Suyanto. Djoko Suyanto kemudian menjadi Panglima TNI dan selanjutnya menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode kedua (2009-2014).



Credit  KOMPAS

Pesawat AL Milik India Jatuh, Dua Kru Hilang


Pesawat AL Milik India Jatuh, Dua Kru Hilang
lustrasi pesawat jatuh. (Foto: Shutterstock)


GOA  (CB) – Sebuah kecelakaan pesawat kembali terjadi. Kali ini, kecelakaan menimpa sebuah pesawat Angkatan Laut milik India di Goa. Insiden itu menyebabkan dua orang kru hilang.
Menurut pihak AL India, pesawat mata-mata kenis Dornier itu sedang melakukan penerbangan rutin ketika terjatuh. Sampai saat ini, penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Demikian, seperti diberitakan BBC, Rabu (25/3/2015).
Juru Bicara AL, Rahul Sinha, mengatakan salah seorang kru pesawat berhasil diselamatkan dan sampai saat ini pencarian terhadap dua kru yang hilang masih dilakukan. Ini merupakan sebuah kecelakaan terbaru di militer India.
November 2014, sebuah kapal milik AL India juga tenggelam ketika melakukan latihan di perairan Visakhapatnam. Pada March 2014, seorang petugas angkatan laut tewas dalam kecelakaan di atas kapal yang terjadi di perairan Mumbai.
Satu bulan kemudian, kebakaran dialami sebuah kapal selam nuklir di perairan Mumbai. Insiden tersebut menewaskan dua orang pelaut. Pada Agustus 2013, 18 pelaut tewas ketika kapal selam tenggelam juga di tempat yang sama.

Credit Okezone

2016 Pesawat N-219 Buatan Dalam Negeri Mengudara


2016 Pesawat N 219 Buatan Dalam Negeri Mengudara
Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir. (Bramantyo/Okezone).
 
 
SOLO  (CB) - PT Dirgantara Indonesia diharapkan bisa mempercepat produksi pesawat N-219. Pesawat ini akan menjangkau antar kota di wilayah Indonesia sekitar 200 kilometer.

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan, pesawat N-219 sangat menjanjikan, karena jenis pesawat ini bisa menjangkau daerah terpencil.

“Target kami tahun 2016 nanti sudah bisa diwujudkan, jika sudah bisa dilaksanakan pada tahun 2016, berarti menandakan kebangkitan kedirgantaraan Indonesia,” ujar Nasir di sela-sela kegiatan kunjungannya ke Solo Tekno Park (STP), Selasa (24/3/2015).

Dia menjelaskan, pesawat N-219 memiliki kelebihan bisa lepas landas dalam jarak pendek. Lanjutnya, N-219 adalah proyek yang dikerjakan anak bangsa mulai dirancang sejak 2007 lalu.

Sementara itu Agustus 2015 ini ditarget prototipe atau purwarupa pesawat tersebut selesai dan bisa dipamerkan. Selanjutnya, kata dia, akan menjalani penerbangan pertamanya (first flight) pada 2016.
Dia menambahkan, pesawat N-219 mengandung komponen lokal capai 60% dan ditargetkan masuk pasar pada 2017 setelah memasuki proses sertifikasi.

Bahkan kata dia, ada dua negara sudah menyatakan tertarik dengan keberadaan pesawat terbang jenis N-219, yaitu Thailand dan Fhiliphina.

“Namun kami belum ada pemikiran untuk ke sana, karena distribusi ke dalam negeri saja belum mencukupi,” tukasnya.


Credit  SINDOnews

DPR Pertimbangkan Usulan Pemerintah Soal Perppu ISIS


DPR Pertimbangkan Usulan Pemerintah Soal Perppu ISIS
Fadli Zon, (SINDOnews).
JAKARTA  (CB) - Pemerintah berencana akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu), untuk memberi kepastian hukum terhadap sejumlah warga Indonesia yang dicurigai telah bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Menurut Wakil Ketua DPR Fadli Zon, DPR masih akan melihat urgensi dari rencana Perppu tersebut. "Apakah tidak bisa tertampung oleh undang-undang yang sekarang," ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/3/2015).

DPR kata dia, akan mengkaji apakah sudah ada undang-undang yang mengatur keberadaan mereka. Sehingga Perppu bisa sinergi dengan peraturan yang sudah baku.

"Kalau harus ada Perppu ISIS yang saya kira, yang saya rasa masih bisa dihadapi dengan perangkat (hukum) yang ada," katanya.

Maka itu, menurut Politikus Gerindra ini, Perppu yang diajukan pemerintah akan dipertimbangkan berdasarkan kepentingan dan kegunaannya. "Saya kira pasti akan dihadapkan pilihan diterima atau ditolak," tukasnya.

Wacana Perppu dimunculkan pemerintah guna menangkal bergabungnya warga Indonesia dengan kelompok ISIS. Sejauh ini para terduga orang yang dituding menjadi bagian kelompok ISIS masih belum bisa ditindak karena tak masuk dalam UU darurat terorisme.

Chep Hermawan yang disebut-sebut sebagai jaringan kelompok ISIS di Indonesia sempat ditangkap polisi (tahun 2014) kemudian dibebaskan karena tidak terbukti melakukan tindakan terorisme meskipun polisi menemukan barang bukti berupa atribut dan simbol ISIS.

Belum lagi penggerebekan disertai penangkapan sejumlah orang oleh polisi yang diduga menjadi bagian kelompok ISIS berpotensi akan lepas dari jeratan hukum. Hal ini yang menjadi perhatian pemerintah.



Credit  SINDOnews

Obama Bantah Punya Masalah Pribadi dengan Netanyahu


Obama Bantah Punya Masalah Pribadi dengan Netanyahu
Menurutnya, masalah yang terjadi antara dirinya dan Netanyahu adalah masalah substantif semata. Foto: al arabiya
 
WASHINGTON  (CB) - Presiden Amerika Serikat (AS) membantah memiliki masalah pribadi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurutnya, masalah yang terjadi antara dirinya dan Netanyahu adalah masalah substantif semata.

"Ketidaksepakatan dengan Perdana Menteri Netanyahu mengenai bagaimana mengejar kesepakatan perdamaian Timur Tengah itu substantif, bukan pribadi," ucap Obama dalam sebuah pernyataan.

Obama, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (25/3/2015) menyatakan, hubunganya dengan Netanyahu layaknya hubungan dua orang pengusaha. "Dia mewakili kepentingan negaranya dengan cara yang dia pikir perlu, dan saya melakukan hal yang sama. Jadi masalah ini bukanlah masalah hubungan antara para pemimpin," ucapnya.

"Masalahnya sangat jelas, tantangan substantif. Kami percaya bahwa solusi dua negara adalah jalan terbaik bagi keamanan Israel, aspirasi Palestina dan stabilitas regional. Itu pandangan kami dan itu terus menjadi pandangan kami.  Netanyahu memiliki pendekatan yang berbeda," tambahnya.

Hubungan AS dan Israel sedikit renggang paska pemilhan umum di Negara Zionis tersebut. Ini bermula saat Netanyahu, yang kembali memenangkan pemilu mengatakan tidak akan melanjutkan negosiasi damai dengan Palestina, yang membuat AS kecewa.

AS bahkan mengancam, jika Netanyahu tetap tidak mau melanjutkan negosiasi tersebut, maka AS akan merevisi kebijakan luar negeri terkait Israel, salah satunya mencabut dukungan terhadap Israel di semua forum internasional, termasuk di dalamnya PBB.



Credit  SINDOnews