Upaya partai Republik membatalkan Obamacare gagal di Senat setelah sempat menuai protes (AFP Photo/Saul Loeb)
Jakarta, CB -- Kegagalan Presiden Donald
Trump mencabut Obamacare membuat marah sayap konservatif Partai Republik
dan meningkatkan ketegangan internal menjelang pemilihan umum Kongres
2018.
Para donor dan pegiat yang marah karena kegagalan
undang-undang layanan kesehatan di Senat mengatakan hal tersebut
memperkuat tekadnya untuk mendukung kandidat konservatif tahun depan,
bahkan jika itu berarti harus menggulingkan petahana dari Partai
Republik.
"Saya muak. Saya sangat frustrasi," kata Mica Mosbacher, pengumpul dana Partai Republik asal Houston yang dikutip Reuters,
Rabu (27/9). Dia juga mengaku "sangat kecewa pada Ted Cruz," senator
Republik asal Texas yang sempat mengancam akan menentang UU layanan
kesehatan terbaru karena ia ingin melihat perubahan.
Semasa kampanye 2016, Trump bersumpah akan menghapus Akta Layanan
Terjangkau 2010, capaian pendahulunya yang berasal dari Partai Demokrat,
Barack Obama. Sementara partai tersebut mengklaim telah memperluas
jangkauan asuransi kesehatan bagi jutaan orang lewat undang-undang yang
dikenal dengan Obamacare itu, Partai Republik justru melihatnya sebagai
pemborosan.
Undang-undang terbaru untuk membatalkan Obamacare
gagal pada Selasa waktu setempat setelah tiga senator Republik, termasuk
Susan Collins dan konservatif Rand Paul, mengatakan mereka tidak bisa
memberikan dukungan. Partai Republik menguasai kamar atas Kongres itu
dengan perbandingan tipis, 52-48.
Pada November 2018, seluruh 435
kursi Dewan Perwakilan dan 33 kursi di Senat akan diperebutkan dalam
pemilu. Di Senat, angka itu termasuk 23 jabatan yang kini dipegang
Demokrat dan delapan dari Republik.
Jika sejumlah besar anggota Republik terpaksa melawan anggota partai
sendiri dalam pemilu primer, Demokrat bakal mencari cara untuk
mengeksploitasi kelemahan para kandidat untuk bergulat merebut kuasa di
Dewan Perwakilan dan Senat dari lawannya.
Pergeseran pada kedua
kamar Kongres ke tangan Demokrat bakal membuat Trump semakin kesulitan
untuk meloloskan agenda reformasi pajak, memperkeras hukum imigrasi dan
mencabut Obamacare. Sejak Trump menjabat, Partai Republik sejauh ini
belum juga meloloskan legislasi yang signifikan bagi AS.
Bendera Palestina berkibar di samping bendera PBB (Reuters/Andrew Kelly)
Beijing (CB) - Interpol pada Rabu (27/9), menerima
Palestina sebagai negara anggota organisasi kepolisian internasional
tersebut meski mendapatkan penentangan keras dari Israel.
Hal
itu merupakan bagian dari upaya Palestina untuk menjadi anggota berbagai
organisasi internasional untuk diakui seluruh dunia sebagai negara.
Israel
secara konsisten menentang upaya tersebut dan berusaha keras melobi
agar Palestina gagal mewujudkan impian mereka. Rezim Zionis mengklaim
meraih kemenangan tahun lalu ketika Palestina gagal menjadi anggota
Interpol.
Pencalonan Palestina sebagai anggota disetujui bersama Kepulauan Solomon dalam konferensi tahunan Interpol di Beijing.
"Negara
anggota baru Negara Palestina dan Kepulauan Solomon menjadikan jumlah
anggota Interpol 192 negara," menurut keterangan Interpol di Twitter.
Palestina
memperoleh status negara pengamat di PBB pada 2012 dan sejak saat itu
bergabung dengan lebih dari 50 organisasi internasional dan konvensi,
menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Palestina.
Beberapa organisasi tersebut antara lain Mahkamah Pidana Internasional dan badan kebudayaan PBB UNESCO, demikian AFP.
Dokumen foto polisi penjaga perbatasan di kawasan Rakhine, Myanmar. (Reuters)
Yangon (CB) - Pemerintah Myanmar akan mengatur pembangunan
kembali desa-desa yang hancur selama kekerasan di negara bagian
Rakhine, kata seorang menteri, Rabu.
Hampir setengah juta warga Muslim Rohingya terpaksa mengungsi
karena kekerasan itu, yang dituding pemerintah dipicu oleh para
pemberontak Rohingya.
Rencana pembangunan kembali daerah-daerah yang hancur karena
terbakar itu tampaknya akan meningkatkan kekhawatiran soal masa depan
480.000 pengungsi dan menambah ketakutan atas praktik pembersihan etnis.
"Menurut undang-undang, tanah yang terbakar akan menjadi tanah yang
dikelola oleh pemerintah," kata Menteri Pembangunan Sosial, Bantuan dan
Pemukiman Kembali, Win Myat Aye, dalam suatu pertemuan di ibu kota
negara bagian Rakhine, Sittle, menurut laporan surat kabar Global New
Light of Myanmar.
Win Myat Aye juga mengepalai komite yang bertugas menerapkan
berbagai rekomendasi untuk mengatasi ketegangan Rakhine yang telah
sekian lama mendidih.
Dengan mengutip undang-undang pengelolaan bencana, Menteri Aye juga
mengatakan dalam pertemuan dengan pihak berwenang pada Selasa itu bahwa
pembangunan kembali akan menjadi langkah yang "sangat efektif".
Menurut UU, pemerintah mengawasi rekonstruski daerah-daerah yang rusak dalam bencana, termasuk karena konflik.
Tidak ada keterangan rinci soal rencana ataupun akses apa yang bisa
didapatkan oleh warga Rohingya ketika mereka kembali ke desa-desa
tempat mereka berasal.
Menteri Aye belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Berbagai kelompok pembela hak asasi manusia yang menggunakan
gambar-gambar satelit mengatakan bahwa sekitar setengah dari 400-an desa
di utara negara bagian Rakhine hangus terbakar dalam kekerasan.
Para pengungsi yang tiba di Bangladesh menuding tentara Myanmar dan
sejumlah warga Buddha, yang main hakim sendiri, meningkatkan kampanye
untuk melancarkan kekerasan serta pembakaran dengan tujuan untuk
mengusir warga Rohingya dari Myanmar.
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi terus menghadapi serangkaian
kritik pedas, juga desakan agar hadiah Nobel Perdamaian yang diterimanya
ditarik.
Suu Kyi pekan lalu mengeluarkan kecaman terhadap pelanggaran hak
dan ia bertekad bahwa para pelanggar akan diadili, demikian dikutip dari
Reuters.
Sebuah kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh, Selasa (19/9/2017). (REUTERS/Cathal McNaughton/cfo/17)
Jakarta (CB) - Organisasi kemanusiaan Indonesia, Aksi
Cepat Tanggap (ACT), menyampaikan rencana untuk memulai pembangunan
1.000 hunian sementara untuk pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh
pekan depan.
"Setelah mengirim bantuan pangan, kami akan meluncurkan 1.000 shelter, bukan plastik atau tenda, tetapi membangun rumah yang nyaman," kata Presiden ACT Ahyudin di Jakarta, Rabu.
Ahyudin mengatakan 1.000 hunian sementara tersebut akan dibagi dalam
10 blok pengungsian dengan masjid dan madrasah di masing-masing blok.
Sekitar 500 unit hunian sementara, menurut dia, akan diprioritaskan
untuk anak yatim dan piatu yang kehilangan orangtua saat berusaha
mengungsi ke Bangladesh.
Untuk membangun hunian sementara itu, Ahyudin mengatakan, ACT telah
menyiapkan dana Rp25 miliar sumbangan rakyat Indonesia untuk Rohingya.
Ahyudin menuturkan pembangunan hunian sementara akan dimulai Senin
pekan depan dan diperkirakan bisa selesai dalam tiga bulan.
ACT, ia menjelaskan, akan memanfaatkan tenaga lokal karena tidak
mungkin membawa tenaga dari Indonesia untuk mengerjakannya di
Bangladesh.
"Setelah pangan dialirkan, lalu perumahan, dilanjutkan dengan
pendidikan. Kami akan bikin madrasah dan membuat pasar agar tidak
selamanya bergantung pada bantuan," kata Ahyudin.
Pada Kamis (21/9), Indonesia telah mengirim 2.000 ton beras
menggunakan kapal kemanusiaan dari Terminal Petikemas Surabaya. Itu
merupakan bantuan kemanusiaan terbesar dari Indonesia untuk Rohingya.
Pengungsi
Rohingya baru menunggu memasuki kamp pengungsi sementara Kutupalang, di
Cox Bazar Bangladesh, Rabu (30/8/2017). (REUTERS/Mohammad Ponir
Hossain)
Cox's Bazar (CB) - Sekitar 480.000 muslim Rohingya sudah
melarikan diri ke Bangladesh sejak kekerasan pecah di Myanmar pada 25
Agustus menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (26/9),
bertambah dari sekitar 450.000 dalam dua hari.
Laporan
badan-badan PBB dan badan amal internasional menyebutkan perubahan
tersebut sebagian besar karena sekitar 35.000 warga Rohingya, yang
sebelumnya tidak dihitung, masuk ke dua kamp pengungsi.
Mereka
juga menyebutkan jumlah warga yang menyeberangi perbatasan mulai
bertambah lagi. PBB pada Sabtu memberikan data kedatangan 435.000 warga
Rohingya lebih.
Setelah melaporkan penurunan drastis kedatangan
pekan lalu, laporan baru itu menyatakan ratusan warga Rohingya
menyeberangi perbatasan setiap hari akhir-akhir ini.
Lahan seluas
delapan kilometer persegi di dekat kamp-kamp disiapkan untuk menampung
para pendatang baru tersebut, namun belum ada fasilitas yang dibangun.
Serangan
militan Rohingya di Rakhine State Myanmar pada 25 Agustus memicu
operasi militer balasan yang memaksa warganya menyeberangi perbatasan
untuk mengungsi ke Bangladesh.
Kamp-kamp dan tenda pengungsi di
sisi batas Bangladesh sudah menampung sekitar 300.000 warga Rohingya
sebelum kekerasan terakhir, dan sekarang kelebihan penghuni.
Mereka
yang berbondong-bondong menuju Bangladesh mengungkapkan tuduhan
pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran yang mereka saksikan di tempat
tinggal mereka di Myanmar yang mayoritas penduduknya Buddha, demikian
menurut warta kantor berita AFP.
New Delhi, India (CB) - Tentara India pada Rabu menyatakan
telah menewaskan beberapa gerilyawan dalam operasi besar di sepanjang
perbatasan dengan Myanmar.
Di dalam satu pernyataan, Komando Timur Angkatan Darat India
mengatakan operasi tersebut dilancarkan oleh selusin prajurit pada Rabu
dini hari. Pernyataan itu juga menjelaskan bahwa tentara tidak
menyeberangi perbatasan internasional, lapor Xinhua.
Operasi tersebut dilancarkan terhadap gerilyawan anggota
NSCN-Khaplang, cabang organisasi teror yang berusaha mendirikan negara
terpisah Nagaland di bagian timur-laut India.
"Serombongan prajurit Angkatan Darat India saat beroperasi di
sepanjang perbatasan India-Myanmar ditembaki oleh gerilyawan yang tak
dikenal. Tentara kami bereaksi dengan cepat dan melancarkan tembakan
sengit balasan terhadap gerilyawan," kata pernyataan tersebut,
sebagaimana dikutip Xinhua.
Tak ada korban jiwa di pihak India, kata Angkatan Darat.
Operasi itu dilancarkan dua tahun setelah Angkatan Darat India
melancarkan operasi besar serupa di perbatasan dengan Myanmar dan
menghancurkan beberapa kamp teror yang dioperasikan oleh anggota Naga
setelah tewasnya 20 prajurit dalam satu penyergapan di Negara Bagian
Manipur.
Presiden Pemerintah Regional Kurdi Irak Masoud Barzani. (ANTARA FOTO/REUTERS/Azad Lashkari)
Baghdad/Erbil (CB) - Pemimpin Kurdi Irak Masoud Barzani
mengatakan pada Selasa waktu setempat bahwa warga Kurdi memilih "ya"
dalam referendum kemerdekaan meski mendapat tentangan dari pemerintah di
Baghdad serta memicu kemarahan negara tetangga dan sekutu mereka
Amerika Serikat.
Suku Kurdi, yang memerintah wilayah otonomi di Irak sejak serbuan
pimpinan Amerika Serikat pada 2003, yang menggulingkan Saddam Hussein,
menggelar referendum pada Senin dalam langkah bersejarah dalam upaya
lama bergenerasi-generasi untuk membentuk negara sendiri.
Irak menganggap pemungutan suara itu melanggar hukum, terutama
karena diadakan tidak hanya di wilayah Kurdi, namun juga di wilayah
sengketa yang dikendalikan Kurdi di daerah lain di Irak utara.
Amerika
Serikat, negara besar Eropa dan tetangganya, Turki dan Iran, sangat
menentang keputusan untuk menggelar referendum itu, yang mereka anggap
merusak keseimbangan kawasan karena pada saat bersamaan semua pihak
masih berusaha melawan ISIS.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Barzani mengatakan bahwa suara
"ya" telah memenangkan referendum dan dia meminta pemerintah pusat Irak
di Baghdad terlibat dalam "pembicaraan serius" dan bukannya mengancam
Pemerintah Daerah Kurdi dengan penjatuhan sanksi.
Pemerintah Irak sebelumnya menolak melakukan pembicaraan mengenai
kemerdekaan Kurdi dan Turki mengancam akan memberlakukan blokade.
"Kami
mungkin akan menghadapi kesulitan namun kami akan bisa mengatasinya,"
kata Barzani, menyerukan kekuatan dunia untuk "menghormati kehendak
jutaan warga Kurdi yang telah memberikan suara" dalam referendum.
Sebelumnya, saluran Televisi Kurdi, Rudaw TV, mengatakan bahwa suara
kebanyakan, kemungkinan lebih dari 90 persen, telah memilih "ya". Hasil
akhir diperkirakan sudah dapat dipastikan pada Rabu waktu setempat.
Perayaan
berlanjut hingga dini hari pada Selasa di Erbil, ibu kota wilayah
Kurdi, yang disemarakkan oleh kembang api dan dihiasi dengan kibaran
bendera merah-putih-hijau milik Kurdi.
Di negara tetangganya,
Iran, ribuan warga Kurdi bergerak untuk mendukung referendum, tentangan
ditunjukkan oleh Teheran dengan mengerahkan jet tempur yang terbang di
daerah mereka.
Referendum telah memicu kekhawatiran akan timbulnya kemelut baru di kawasan.
Turki, yang telah memerangi pemberontakan Kurdi di dalam wilayah
perbatasannya selama beberapa dasawarsa, mengulangi ancaman ekonominya
dan pembalasan aksi militer.
Barzani, yang merupakan presiden Pemerintahan Regional Kurdi,
mengatakan bahwa hasil pemungutan suara tidak mengikat, namun
dimaksudkan untuk memberikan mandat untuk perundingan perdamaian
mengenai kemerdekaan Kurdi dengan Baghdad dan negara tetangga lain.
Warga
mengikuti sebuah unjuk rasa mendukung referendum kemerdekaan Kurdi Irak
di depan Palais des Nations di Jenewa, Swiss, Minggu (10/9/2017).
(REUTERS/Pierre Albouy)
Kairo, Mesir (CB) - Mesir pada Selasa (26/9) menyampaikan
keprihatinan yang mendalam mengenai konsekuensi negatif yang mungkin
muncul setelah referendum kemerdekaan Kurdistan Irak, demikian laporan
kantor berita resmi Mesir, MENA.
Mesir mendesak semua pihak terkait di Irak agar menahan diri dan
tidak melakukan tindakan sepihak yang bisa menambah rumit situasi,
merusak kestabilan Irak, dan memelihara ketegangan di wilayah tersebut,
kata Kementerian Luar Negeri Mesir di dalam satu pernyataan, sebagaimana
dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.
Mesir menyoroti pentingnya semua pihak yang terlibat dalam dialog
konstruktif untuk mencapai penyelesaian yang menyeluruh dan memuaskan
semua pihak selama menunggu penyelesaian masalah antara Baghdad dan
Erbil, Ibu Kota Wilayah Semi-Otonomi Kurdistan (KRG) di Irak Utara.
Pernyataan itu juga menyampaikan dukungan Mesir bagi keutuhan wilayah dan pemeliharaan persatuan Irak.
Suku Kurdi Irak pada Senin (25/9) mengadakan referendum mengenai
pemisahan diri Wilayah Kurdistan dari Irak, kendati ada tekanan dan
penentangan kuat dari Pemerintah Sentral Irak dan beberapa negara
tetangga utama Irak termasuk Turki dan Iran.
Hasil awal pemungutan suara memperlihatkan sedikitnya 93 persen
orang Kurdi Irak memberi suara "Ya" dalam referendum kemerdekaan Wilayah
Kurdistan dari Irak.
Turki, Iran serta Suriah khawatir kemerdekaan Kurdistan Irak akan
mengancam keutuhan wilayah mereka sendiri dengan mengilhami banyak orang
Kurdi di dalam negeri mereka untuk mengikuti tindakan itu.
CB – Gunung Agung masih berstatus awas
sampai Selasa petang, 26 September 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi Kementerian ESDM dan badan penanggulangan bencana
menegaskan tidak bisa memprediksi kapan gunung tertinggi itu meletus.
Gunung Agung telah berstatus Awas sejak Jumat 22 September 2017.
Peningkatan
aktivitas Gunung Agung mengundang perhatian dari ilmuwan geologi,
Richard Arculus. Profesor emeritus Universitas Nasional Australia itu
memperkirakan saat nanti Gunung Agung meletus, maka akan berdampak
penurunan suhu.
Perkiraan Arculus itu didasarkan dari letusan Gunung Agung pada 1963. Dikutip dari Abc News, Selasa
26 September 2017, dia mengatakan saat erupsi 54 tahun lalu, Gunung
Agung memuntahkan abu dan belerang dioksida dalam jumlah besar ke
atmosfer.
Belerang sulfur kemudian bereaksi dengan uap air di
udara dan kemudian membentuk tetesan asam sulfat. Tak main-main, kala
itu diprediksi sekitar 10 juta ton tetesan asam sulfat terakumulasi di
stratosfer, lapisan atas troposfer. Selanjutnya akumulasi itu membentuk
kabut asap.
Arculus menjelaskan, kabut asap kemudian beraksi
sebagai penghalang dan mengurangi jumlah sinar ultraviolet ke permukaan
bumi. Kondisi ini mengakibatkan efek pendinginan bumi.
Dia
mengatakan, pada letusan 1963 memang berdampak pada penurunan suhu
atmosfer global, turun sekitar 0,1 sampai 0,4 derajat celsius. Menurut
Arculus, kabut asam sulfat bisa bertahan di atmosfer atas bumi dalam
waktu beberapa tahun dan akhirnya jatuh ke bumi.
"Tetesan itu cukup kecil sehingga mereka bisa tinggal di sana sementara waktu tapi akhirnya mereka jatuh dalam hujan," ujarnya.
Dia
menjelaskan, jika nantinya terjadi penurunan suhu satu digit celsius,
maka pendinginan bumi itu tak banyak menolong dalam pemanasan global
saat ini.
Arculus mengatakan, pendinginan bumi yang terjadi
dampak letusan Gunung Agung tak akan begitu terasa oleh warga, sebab
berlangsung tidak lama.
"[Perubahan suhu] tidak berlangsung cukup
lama untuk kita perhatikan. Ini lebih mungkin menjadi efek instrumental
yang disadari ilmuwan," kata Arculus.
Dalam catatan sejarah, sejumlah dampak vulkanik menyebabkan perubahan iklim.
Letusan
Gunung Tambora, Sumbawa Nusa Tenggara Barat pada 1815 berdampak pada
suhu global secara luas. Arculus mengatakan, setelah Gunung Tambora
meletus, kawasan Eropa Utara dan Amerika timur laut mengalami apa yang
disebut 'Tahun tanpa musim panas’.
"Letusan Tambora menyebabkan
penurunan suhu yang cukup besar sehingga terjadi embun beku di wilayah
New England, Amerika Serikat pada Agustus, yang sebelumnya tak pernah
terjadi," jelasnya.
Dampak letusan Gunung Tambora juga
menyebabkan gagal panen yang meluas. Suhu global yang terpengaruh
letusan membuat orang yang bercocok tanam dan beternak mengalami
kesusahan.
CB – Dampak erupsi Gunung Agung pada 1963
menarik perhatian para peneliti. Gunung tertinggi di Bali yang meletus
terakhir kali pada 17 Maret 1963 itu dampaknya sampai ke belahan dunia
lain.
Warga di Amerika Serikat tidak bisa melihat penampakan
Gerhana Bulan pada Desember 1963, sembilan bulan usai letusan. Hal ini
lantaran letusan Gunung Agung membawa material partikel vulkanik ke
atmosfer dan bertahan dalam waktu lama. Dalam waktu lama partikel
tersebut makin bergerak ke atmosfer lapisan atas dan membuat penampakan
gerhana menjadi berbeda.
Selain berdampak menghilangnya Gerhana Bulan, dampak letusan itu juga
menarik studi dampak pendinginan bumi dari James Hansen, peneliti studi
ruang angkasa di Goddard Institute Badan Amerika Serikat. Hansen
merupakan salah satu saksi yang tak bisa melihat penampakan Gerhana
Bulan pada Desember 1963. Pada 1967 dia sudah menjadi karyawan NASA.
Dikutip
dari situs NASA, Senin 25 September 2017, pada periode 1960-an, terjadi
“pertarungan” wacana. Beberapa ilmuwan menduga bumi sedang memasuki
pendinginan global, sedangkan sebagian ilmuwan lain meyakini bumi
mengalami pemanasan global.
Untuk wacana pendinginan bumi,
berdasar dari teori perubahan suhu bumi yang dilontarkan matematikawan
Serbia, Milutin Milankovitch, yang menjelaskan bumi seharusnya memasuki
siklus zaman es, pendinginan.
Ide Milankovitch kala itu, mendapat
dukungan dari data yang dimiliki Murray Mitchell, peneliti dari Badan
Klimatologi dan Cuaca AS (NOAA), yang punya kumpulan data suhu
terlengkap. Tapi data tersebut hanya mencakup belahan bumi utara.
Data
Mitchell saat itu menunjukkan, suhu permukaan bumi mengalami periode
pendinginan sekitar 0,3 derajat celsius pada periode 1940 sampai 1970.
Sedangkan
perkiraan pemanasan global dilontarkan ahli iklim Uni Soviet, Mikhail
Budyko, dengan mengamati tren pendinginan bumi selama tiga periode. Tapi
selain itu, pada 1967, Budyko memperkirakan pendinginan akan beralih ke
pemanasan, salah satu penyebabnya karena emisi karbon dioksida dari
manusia.
Ilmuwan lain yang seide dengan bumi bakal mengalami
pemanasan global kala itu yaitu Veerabhadran Ramanathan.
Dalam makalahnya 1975, Ramanathan menuturkan Klorofluorokarbon (CFC)
adalah gas rumah kaca yang berbahaya, dan bisa menambah bumi makin
panas. CFC merupakan senyawa organik yang hanya mengandung karbon,
klorin, dan fluorin, yang diproduksi sebagai derivat volatil dari
metana, etana, dan propana.
Gagasan pendinginan dan pemanasan bumi itu menarik perhatian Hansen.
"Sudah diketahui lebih dari seabad peningkatan karbon dioksida bisa berdampak pada suhu global," kata Hansen.
Simulasi Efek Letusan
Didorong penasaran, Hansen bersama koleganya di NASA, Andy Lacis
mengembangkan model iklim sederhana untuk menyimulasikan perubahan
atmosfer menyebabkan suhu rata-rata bumi berubah dari waktu ke waktu.
Mereka memasukkan data berdasarkan rumus persamaan fisika tentang iklim
yang telah dikembangkan Hansen selama satu dekade terakhir.
Dalam rumusan baru, Hansen dan Lacis mengubah input datanya dengan
menyimulasikan pengaruh kumulatif semua gas rumah kaca buatan manusia
kecuali karbon dioksida. Input yang dimasukkan yaitu CFC,metana,
dinitrogen oksida dan ozon. Hasilnya mengejutkan, keduanya menemukan
efek pemanadan dari semua elemen yang digabungkan itu sebanding dengan
efek pemanasan karbon dioksida saja.
Model tersebut kemudian dipakai untuk mensimulasikan dampak letusan
Gunung Agung, 15 tahun setelah peristiwa itu terjadi. Maka Hansen
kemudian mengkalkulasi efek pendinginan Gunung Agung terhadap suhu
global.
Hansen dan Lacis kemudian menambahkan data cuaca global nyata dari peneliti Pusat Penelitian Atmosfer Nasional, Roy Jenne.
Pada pertengahan 1970-an, Hansen meminta mahasiswanya Jeremy Barberra
untuk mengolah data dari Jenne. Kolaborasi Hansen dan Barberra
menghasilkan perubahan rata-rata suhu.
Kemudian dalam analisisnya pada 1981, dalam jurnal Science,
tim Hansen melaporkan secara keseluruhan, suhu rata-rata bumi naik
sekitar 0,4 derajat celsius pada periode 1880 sampai 1978. Sedangkan
pada periode itu, antara 1940-1970, ada pendinginan global sekitar 0,1
derajat celsius.
Selain itu, tim Hansen menemukan tren pendinginan bumi beralih ke
tren pemanasan pada 1970. Tim tersebut mencatat, tren pemanasan yang
diamati dalam data dunia nyata ternyata konsisten dengan hasil model
iklim global yang ia kembangkan.
Hasilnya disimpulkan model iklim meski sederhana tapi secara akurat
mencerminkan penurunan suhu tropis dampak letusan Gunung Agung.
Pada grafis yang disampaikan, tim Hansen menunjukkan prediksi model
iklim menunjukkan pendinginan bumi terjadi sejak letusan Gunung Agung
sampai setidaknya 1966 dan pemanasan bumi terjadi setelahnya. Sedangkan
pada data pengamatan yang nyata, menunjukkan tren yang sama. Terjadi
pendinginan bumi setelah letusan Gunung Agung 1963.
Lokasi guncangan 6,5 SR yang diduga bom hidrogen Korea Utara
CB – Uji coba bom nuklir yang diklaim Korea
Utara sebagai bom hidrogen yang kekuatannya melebihi bom atom di
Hirosima dan Nagasaki Jepang pada Perang Dunia II, ternyata berdampak ke
Indonesia.
Deputi Perizinan dan Inspeksi Badan Pengawas Tenaga
Nuklir Khoirul Huda mengatakan, dari alat deteksi gempa yang dimiliki
oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, membenarkan bahwa uji
coba tersebut getarannya sampai di Indonesia.
"Kita dapat laporan bahwa getaran bukan dari gempa bumi. Tapi titik
pusatnya dari wilayah Korea Utara," kata dia, di sela-sela acara wisuda
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Batan, Yogyakarta, Rabu 27 September
2017.
Namun sayang, Khoirul enggan menyebut berapa kekuatan daya
getarnya. Kendati demikian, radiasi nuklirnya tidak bisa diketahui
sehingga dalam waktu dekat ini Bapeten akan membangun stasiun pemantau
radioatif.
"Supaya bisa memantau langsung radiasi nuklir yang
terpapar di udara jika ada uji coba senjata pemusnah massal. Kami
memandang penting keberadaan stasiun ini," paparnya.
Seperti diketahui, tidak semua negara bisa mengembangkan bom hidrogen seperti yang diklaim oleh Korea Utara.
Hal itu dikarenakan bom hidrogen merupakan versi yang lebih maju dari bom atom dan tingkat kesulitannya sangat tinggi.
CB – Badan Tenaga Nuklir Nasional atau Batan
menegaskan bahwa tidak ada laporan mengenai ilmuwan asal Indonesia
bergabung dalam proyek senjata nuklir Korea Utara.
Kepala Batan,
Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan, lembaganya tetap memantau adanya
informasi tersebut serta memberikan perhatian khusus terkait uji coba
bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara beberapa waktu lalu.
"Sampai sekarang belum ada laporan, dan saya berharap jangan sampai
ada (ilmuwan nuklir Indonesia bergabung di Korut)," kata pria lulusan
Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu, 27 September
2017.
Djarot pun sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri
Retno LP Marsudi dalam menyikapi tindakan nekad negeri paling tertutup
di dunia tersebut.
"Apa yang dilakukan (Korut) itu (uji coba bom
hidrogen) adalah tindakan ‘gila’. Kita juga sudah menyatakan pendapat
resmi atas apa yang sudah dilakukan Korut," dia menegaskan.
Bom
hidrogen merupakan versi yang lebih maju dari bom atom dan tingkat
kesulitannya sangat tinggi. Selain itu, bom hidrogen memiliki perbedaan
secara kimia.
Bom ini berbeda dengan bom eksplosif yang digunakan
teroris internasional yang kerap digunakan di Indonesia atau negara
lain. Dampak dari ledakan bom hidrogen pun ribuan kali lebih dahsyat
ketimbang bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat Perang Dunia
II.
CB – "Amerika Serikat telah menghina
Korea Utara. Pemimpin Agung (Kim Jong-un) sedang mempertimbangkan
mengujicoba bom hidrogen di Samudera Pasifik. Ini bisa jadi ledakan yang
paling kuat di Pasifik.”
Itulah pernyataan resmi Menteri
Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong-ho, dalam Sidang Tahunan Perserikatan
Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.
Pernyataan Ri ini sebagai tanggapan atas ancaman Presiden AS Donald
John Trump untuk menghancurkan Korea Utara secara total dan menyebut
Jong-un sebagai 'Manusia Rudal'.
Andaikata Korea Utara benar-benar meledakkan bom hidrogen di Samudera Pasifik, apa yang akan terjadi?
Profesor
Matematika Terapan dari NYU, Oliver Bühler, mengatakan, ledakan di
bawah air atau ledakan di atas tanah akibat uji coba bom hidrogen akan
menciptakan ombak dan getaran.
"Keduanya sangat kuat.
Pascaledakan, ombak atau getaran memancar keluar dan membawa energi ke
atmosfer sebesar 140 kiloton. Ini lebih tinggi dari bom yang dijatuhkan
di Hiroshima dan Nagasaki, yang masing-masing membawa 15 dan 21 kiloton
energi," kata Bühler, seperti dikutip Motherboard, Rabu, 27 September 2017.
Kendati
demikian, Bühler memastikan ombak tidak akan menyebabkan tsunami.
Sebab, usai ledakan ombak akan cepat memecah atau menyebar.
Akan
tetapi, partikel radioaktif akan semakin berisiko ketika berada di dekat
tanah atau air. Ledakan nuklir dapat menyedot kotoran, puing, air, dan
bahan lainnya serta menciptakan dampak radioaktif yang lebih luas.
Material
ini kemudian naik hingga atmosfer dan akan menyebar sejauh ratusan
kilometer. Ia juga meyakini bahwa dampak terbesar dari uji coba nuklir
bagi manusia adalah psikologis.
"Ketika Anda 'melempar' radiasi ke
mana saja, maka orang-orang segera mengubah kebiasaan hidup mereka,"
paparnya. Mulai dari tidak memakan makanan dari laut seperti ikan atau
bertamasya ke pantai sembari berenang.
"Hal-hal ini mungkin tidak
didukung oleh sains, tapi jelas menimbulkan kepanikan. Apalagi
kejadiannya berada di wilayah penduduk padat," tutur dia.
Intinya,
Bühler bersama sejumlah ilmuwan, menekankan betapa sulitnya memprediksi
konsekuensi jangka panjang dari hasil pengujian detonasi nuklir.
Meski
hingga kini belum terungkap di mana lokasi sesungguhnya uji coba
tersebut, pernyataan Ri memberi kesan bahwa Pyongyang tengah menyiapkan
ledakan yang melampaui uji coba yang pernah dilakukan oleh AS.
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis (REUTERS/Adnan Abidi)
Kabul - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis
melakukan kunjungan mendadak ke Kabul, Afghanistan. Sedikitnya enam
roket mendarat di dekat Bandara Internasional Kabul setelah pesawat yang
membawa Mattis mendarat.
Dituturkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish, kepada AFP,
Rabu (27/9/2017), sejumlah roket diluncurkan dan jatuh di dekat bagian
militer di kompleks Bandara Kabul pada Rabu (27/9) waktu setempat.
Danish menyatakan, tidak ada korban jiwa akibat roket itu.
Kepolisian
setempat telah mengisolasi lokasi tersebut. Penyelidikan tengah
dilakukan untuk mencari tahu lokasi persis asal roket diluncurkan. Tidak
ada penerbangan yang dibatalkan atau ditunda akibat serangan roket ini.
Situasi dekat Bandara Kabul usai serangan roket Foto: REUTERS/Mohammad Ismail
Secara terpisah, kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket itu. Melalui sayap media mereka, AMAQ, seperti dilansir Reuters, ISIS menyebut 'sejumlah penyusup' menggunakan beberapa roket SPG-9 dan mortir dalam serangan itu.
Serangan
roket ini terjadi beberapa jam setelah Mattis tiba di Kabul. Mattis
dilaporkan tidak berada di bandara saat serangan roket terjadi. Mattis
menjadi anggota kabinet pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang
mengunjungi Afghanistan.
Kunjungan mendadak Mattis di Kabul ini
dilakukan setelah Trump mengumumkan strategi baru untuk Afghanistan.
Trump berjanji meningkatkan operasi militer terhadap Taliban di
Afghanistan.
Situasi dekat Bandara Kabul usai serangan roket Foto: REUTERS/Mohammad Ismail
Mattis
mengatakan AS akan mengirimkan 3 ribu tentara tambahan ke Afghanistan,
untuk membantu melatihkan tentara Afghanistan yang bertempur melawan
Taliban dan kelompok militan lainnya. Diketahui saat ini ada 8.400
tentara AS di Afghanistan, yang kebanyakan menjadi penasihat militer
bagi pasukan bersenjata negara tersebut.
Bangkok - Mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, dijatuhi vonis 5 tahun penjara secara in-absentia dalam kasus subsidi beras. Yingluck melarikan diri ke luar negeri sejak 25 Agustus lalu.
Seperti dilansir Reuters dan AFP,
Rabu (27/9/2017), pembacaan putusan untuk kasus subsidi beras yang
menjerat Yingluck seharusnya digelar pada 25 Agustus, namun adik mantan
Perdana Menteri Thaksin Shinawatra itu tidak hadir.
Ketidakhadiran
Yingluck saat itu mengejutkan ratusan pendukungnya yang telah menunggu
di pengadilan. Sejumlah ajudan menyebut Yingluck kabur keluar dari
Thailand karena khawatir dijatuhi vonis berat.
Sidang pembacaan putusan akhirnya digelar oleh Mahkamah Agung Thailand pada Rabu (27/9) secara in-absentia,
atau tanpa dihadiri terdakwa. Dalam putusan pengadilan, Yingluck
dinyatakan bersalah atas dakwaan melakukan kelalaian dalam pelaksanaan
kebijakan subsidi beras yang gagal.
"Pengadilan menyatakan
terdakwa bersalah atas dakwaan yang dijeratkan... pengadilan menjatuhkan
vonis 5 tahun terhadapnya dan pengadilan juga sepakat secara bulat
bahwa vonis itu tidak ditunda pelaksanaannya," tegas hakim yang
membacakan putusan pengadilan.
Keberadaan Yingluck masih belum diketahui pasti. Bulan lalu, Reuters melaporkan Yingluck berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Sang kakak, Thaksin, dilaporkan memiliki rumah di Dubai.
Yingluck
menjabat PM Thailand setelah memenangkan pemilu tahun 2011. Dia
memperkenalkan kebijakan subsidi beras yang populer di kalangan petani,
namun disebut memicu kerugian negara hingga miliaran dolar Amerika.
Pemerintahan Yingluck dikudeta oleh militer Thailand tahun 2014.
Berdasarkan jumlah penduduk, Korea Utara berada di peringkat ke-52 namun memiliki kekuatan militer keempat terbesar di dunia.
Di tengah retorika
saling ancam antara Korea Utara dan Amerika Serikat, tidak jelas
bagaimana pendapat warga Korea Utara atas perang kata-kata itu karena
rezim Kim Jong-un mencengkeram kehidupan warga, antara lain dengan
menutup akses untuk informasi dari luar.
Negara itu terisolasi
dan sekaligus tertinggal di Abad ke-21 ini. Tak mudah mendapatkan
data-data dari Korea Utara dan sering kali hanya berupa perkiraan untuk
mencerminkan kehidupan di sana.
BBC menurunkan sembilan informasi grafis untuk membandingkan kondisi di Korea Utara dan Selatan.
Kim Il-sung mendirikan Korea Utara pada tahun 1948
dan dinasti keluarganya kemudian memerintah dengan peralihan kekuasaan
dari ayah ke anak laki-laki.
Dalam periode yang sama, Korea
Selatan sudah menjalani revolusi, beberapa kudeta, maupun pemilihan
umum. Total 12 presiden sudah memimpin Korea Selatan dalam 19 periode
pemerintahan.
Tiga juta telepon genggam mungkin banyak namun di
sebuah negara dengan 25 juta jiwa, artinya hanya sekitar satu telepon
genggam untuk setiap 10 orang di Korea Utara. Sebagian pemilik telepon
genggam kemungkinan berada di ibu kota Pyongyang.
Sementara di
Korea Selatan dengan penduduk 51 juta jiwa, malah lebih banyak pelanggan
telepon genggam daripada jumlah total penduduk.
Pasar perusahaan
jasa telepon genggam Koryolink berkembang di Korea Utara walau amat
terbatas. Perusahaan itu didirikan berdasarkan kemitraan dengan
perusahaan telekomunikasi asal Mesir, Orascom.
Koryolink sempat menjadi satu-satunya operator, namun belakangan Korea Utara mendirikan satu perusahaan lain, Byol.
Selain
terbatasnya telepon genggam, sebagian besar warga Korea Utara hanya
boleh menggunakan layanan internet negara, yang diawasi dengan ketat.
Mungkin terdengar sebagai mitos, namun beberapa
penelitian memperlihatkan bahwa secara rata-rata pria Korea Utara lebih
pendek dibandingkan pria Korea Selatan.
Profesor Daniel
Schwekendiek dari Universitas Sungkyunkwan di Seoul meneliti tinggi para
pengungsi Korea Utara yang menerobos ke Korea Selatan dan menemukan
perbedaan sekitar 3cm hingga 8cm.
Schwekendiek menyatakan bahwa
perbedaan tinggi itu tidak bisa dikaitkan dengan faktor genetika karena
kedua warga berasal dari 'keluarga yang sama'.
Dia juga menolak pandangan bahwa para pengungsi kecenderungannya lebih miskin sehingga lebih pendek.
Diperkirakan kekurangan pangan menjadi penyebab utama kenapa orang di Korea Utara lebih pendek dibanding orang Korea Selatan.
Gambar-gambar dari ibu kota Korea Utara, Pyongyang,
sering kali menghadirkan jalan yang lebar, licin, dan lenggang namun di
luar ibu kota situasinya berbeda.
Korea Utara memiliki jalan
sepanjang 25.554km berdasarkan data pada tahun 2006 namun hanya sekitar
3% yang beraspal atau hanya 724km.
Diperkirakan hanya 11 dari
1.000 orang Korea Utara yang memiliki mobil, yang artinya adalah antrean
panjang di halte bus bagi orang yang ingin bepergian.
Korea Utara mengandalkan batubara untuk menopang
perekonomiannya namun sulit menghitung nilainya secara akurat karena
data berasal dari negara-negara penerima batubara tersebut.
Sebagian
besar batubara asal Korea Utara diekspor ke Cina, yang sudah
memperlakukan larangan impor mulai Februari 2017. Namun beberapa
pengamat meragukan pelaksanaan larangan impor itu di lapangan.
"Ada
beberapa orang yang menelusuri jalur kapal dan melihat kapal-kapal
Korea Utara merapat di beberapa pelabuhan batubara di Cina setelah
larangan diterapkan. Saya yakin Cina mengurangi impor batubara namun
tidak menghentikan sama sekali," kata Kent Boydston, peneliti di
Peterson Institute for International Economics.
Hingga tahun 1973, Korea Utara dan Selatan amat seimbang jika dilihat dari perekonomian.
Namun
setelah itu, Korea Selatan meroket menjadi salah satu negara produsen
penting di dunia, dengan perusahaan seperti Samsung dan Hyundai menjadi
merek global.
Sementara Korut tampaknya mandek pada tahun 1980-an dengan sistem perekonomian terpusat yang kaku.
Walau merupakan negara yang berada di peringkat
ke-52 dari jumlah penduduk, Korea utara memiliki kekuatan militer
keempat terbesar di dunia.
Anggaran militer diperkirakan mencapai
25% dari GDP dan hampir setiap warga Korea Utara mengikuti latihan
milter dalam berbagai bentuk.
Serangkaian bencana kelaparan pada akhir 1990-an menyebabkan turunnya
tingkat harapan hidup di Korea Utara, namun sebenarnya tanpa bencana
itupun, usia rata-rata warga Korea Utara lebih singkat hampir 12 tahun.
Kekurangan pangan yang berkelanjutan merupakan salah satu faktor yang membuat tingkat harapan hidup di Korea Utara lebih rendah.
Tahun 2017, tingkat kelahiran di Korea Seatan mencapai yang terendah
walau selama satu dekade berupaya untuk mendongkrak tingkat kelahiran.
Pemerintah
Seoul sudah menyalurkan anggaran sebesar US$70 miliar atau sekitar
Rp936 triliun untuk bonus bagi kelahiran bayi, perpanjangan cuti
kelahiran, dan layanan kesehatan bagi kesuburan.
Drone untuk layanan taksi terbang terlihat di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin 25 September 2017. Kredit: Reuters
CB, Jakarta - Dubai melakukan uji terbang drone
pada hari Senin, 25 September 2017, untuk layanan taksi terbang tak
berawak pertama di dunia. Ini merupakan sebuah rencana ambisius kota Uni
Emirat Arab untuk memimpin dunia Arab dalam inovasi.
Taksi terbang yang dikembangkan oleh perusahaan drone Jerman
Volocopter menyerupai kabin helikopter dua kursi yang berada di bawah
sebuah ring besar yang dilengkapi 18 baling-baling.
Drone itu tidak berpenumpang untuk uji coba perdananya dalam sebuah
acara yang dirancang untuk Putra Mahkota Dubai Sheikh Hamdan bin
Mohammed.
Dirancang untuk terbang tanpa kontrol jarak jauh dan dengan durasi
penerbangan maksimum 30 menit, drone ini dilengkapi dengan banyak
pengaman jika terjadi masalah, seperti baterai cadangan, rotor dan,
untuk skenario terburuk, beberapa parasut.
Volocopter bersaing dengan lebih dari selusin perusahaan Eropa dan AS
yang didanai dengan baik. Masing-masing memiliki visi terinspirasi
fiksi ilmiah untuk menciptakan bentuk baru transportasi perkotaan yang
merupakan persilangan antara mobil listrik tanpa sopir dan pesawat yang
lepas landas dan mendarat secara vertikal untuk jarak pendek.
Pesertanya termasuk raksasa kedirgantaraan Airbus, yang bermaksud
untuk meluncurkan taksi terbang pada tahun 2020; Kitty Hawk, perusahaan
yang didukung oleh pendiri Google Larry Page; dan Uber, yang bekerja
sama dengan mitranya dalam strategi taksi terbangnya.
"Implementasinya dilakukan dengan menggunakan ponsel cerdas Anda,
sebuah aplikasi, dan memerintahkan Volocopter ke voloport berikutnya di
dekat Anda. Volocopter akan datang dan secara otonom menjemput Anda dan
membawa Anda ke tempat tujuan Anda," kata CEO Florian Reuter.
"Drone ini sudah mampu terbang berdasarkan jalur GPS hari ini, dan
kami akan menerapkan kemampuan indra penuh, juga menangani hambatan yang
tidak diketahui di jalan," tambahnya. Ia mengatakan bahwa pengembang
bermaksud untuk memulai taksi ini dalam waktu lima tahun.
Dalam penerbangan uji coba hari Senin, drone itu melayang naik
sekitar 200 meter dan berputar sekitar lima menit melewati hamparan
pasir yang mengepul dari pantai Teluk.
Sheikh Hamdan dan rombongannya bertepuk tangan dari lokasinya saat drone taksi terbang itu turun.
CB, Jakarta - Misteri
antariksa yang mungkin belum terkuak selama ini adalah bagaimana jika
bulan terbuat dari emas? Pertanyaan tersebut muncul di Quora,
sebuah situs pertukaran pengetahuan yang mengumpulkan
pertanyaan-pertanyaan dan jawabannya pada topik-topik tertentu. Corey
Powell, seorang penulis buku dan editor sains di laman berita Aeon mencoba menjawab permasalah tersebut. Jika bulan terbuat dari emas Kepadatan
emas yang tinggi akan menyebabkan massa bulan emas tujuh kali lebih
tinggi dari bulan kita saat ini. Bulan emas akan menyebabkan gravitasi
yang lebih tinggi. Jika memiliki radius yang tetap sama, gravitasi
permukaan akan meningkat secara linier dengan massa permukaan. Tingkat
gravitasinya permukaan bulan emas juga akan lebih besar dari gravitasi
permukaan bumi (sekitar 11 meter per detik). Kecepatan bulan akan lebih tinggi Kecepatan
tersebut meningkat sebagai akar kuadrat massa. Tidak akan ada manusia
yang bisa mendarat di bulan dalam 45 tahun karena akan sangat sulit dan
memakan biayar mahal. Pemandangan langit malam akan sangat indah Jika
bulan yang sebenarnya diganti dengan bulan emas, pemandangan bulan
dilangit akan tampak indah. Semua jenis kawah, batu, dan debu
dipermukaan bulan yang terbuat dari emas akan membuat refleksi berkilau
yang tersebar di seluruh bulan. Refleksi ini akan berlawanan dengan
bayangan matahari yang memantul dari permukaan emas bulan.
Bulan emas kira-kira akan delapan kali lebih terang di langit.
Refleksi sinar matahari yang berkilau bersinar seperti berlian di
langit, menciptakan bayangan tajam. Bulan Emas akan dramatis, bahkan di
siang hari. Berpengaruh pada pasang-surut laut Selain
itu, bulan emas akan menyebabkan kekuatan pasang surut air meningkat
secara linier dengan massa bulan. Pasang surut akan menjadi lima kali
lebih kuat dari pasang surut saat ini. Setiap pesisir bumi akan
mengalami banjir harian yang kuat. Kota-kota pesisir dan pantai di
seluruh dunia dipastikan akan hancur di bawah bulan emas. Daerah dengan
dataran rendah dan memiliki pantai yang luas akan berada dalam masalah.
Pasang-surut
bulan juga berhubungan dengan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi.
Bulan emas hanya akan terlihat bagus di fisiknya saja, namun dampak yang
disebabkan sangat merugikan kehidupan di bumi.
Salah satu kapal Ottoman yang tenggelam di kedalaman 300
meter di bawah Laut Hitam yang ditemukan tim Proyek Arkeologi Maritim
Laut Hitam. (Daily Mail)
CB, Jakarta - Penemuan
60 kapal Romawi kuno di Laut Hitam ternyata menarik perhatian ilmuwan
Indonesia, terutama di bidang arkeologi maritim. Salah satunya adalah
Shinatria Adhityatama, ilmuwan arkeologi maritim dari Pusat Penelitian
Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas).
Menurut pria yang karib
disapa Adit ini, Indonesia sebetulnya bisa melakukan hal yang sama.
"Banyak situs bawah laut di Nusantara yang belum tergali," kata dia,
saat dihubungi, Selasa, 26 September 2017. Proyek Arkeologi Maritim Laut
Hitam, menemukan 60 kapal Romawi, Bizantium, dan Ottoman kuno dari yang
berumur 2.500 tahun di dasar Laut Hitam, Bulgaria, Kamis, 22 September
2017.
Mulanya, puluhan kapal kuno yang tersebar di bagian bawah
Laut Hitam ini ditemukan saat penelitian tentang perubahan iklim,
terutama dampak perubahan tingkat air laut setelah siklus glasial
terbaru dan di paparan yang tenggelam. Laporan awal tersebut kemudian
ditindaklanjuti dengan pembentukan tim proyek Arkeologi Maritim Laut
Hitam, proyek arkeologi maritim terbesar yang pernah dilakakukan.
Menurut
laporan yang dirilis, Kamis, 22 September 2017, kapal tertua yang
ditemukan berusia hampir 2.500 tahun atau sekitar 400 atau 500 sebelum
Masehi. Jon Adams, arkeolog dari University of Southampton yang memimpin
ekspedisi tersebut, mengatakan kumpulan kapal tersebut merupakan bukti
arkeologi maritim terbesar yang pernah ditemukan. "Kami sedang
mengangkat 'museum' dari bawah laut," ujar Adams, seperti dikutip dari
NBC News, Senin, 25 September 2017.
Adit mengatakan, fitur geologi serupa, yakni ada di antara Paparan
Sunda dan Paparan Sahul. Sekadar informasi, Paparan Sunda pada zaman es
terakhir (75-10 ribu tahun lalu), menyatukan Pulau Sumatera, Jawa,
Kalimantan, dan daratan Asia Tenggara. Sedangkan Paparan Sahul
menyatukan Australia dan Papua. "Bisa saja dalam proses penelitian
paparan yang tenggelam itu kita menemukan kapal tenggelam yang umurnya
tua," ujar Shinatria.
Menurut dia, memang penelitian seperti itu
akan memakan biaya besar dan tenaga. Namun, hal itu bisa diatasi dengan
kerja sama bersama lembaga riset atau perguruan tinggi internasional.
Adit
menilai, temuan kapal Romawi kuno dan kapal era Ottoman akan memiliki
nilai sejarah yang tinggi. "Misalnya, bisa mengungkap pola pelayaran dan
perdagangan maritim saat itu," kata dia.
Proyek Arkeologi Maritim
Laut Hitam (Black Sea MAP) melibatkan sebuah tim internasional yang
dipimpin oleh University of Southampton. Ekspedisi tersebut telah
menjelajahi perairan 1.800 meter (5.900 kaki) di bawah permukaan Laut
Hitam sejak 2015 dengan menggunakan kapal lepas pantai yang dilengkapi
beberapa peralatan bawah laut paling maju di dunia.
Ed Parker, CEO
Black MAP mengatakan, "kapal-kapal yang ditemukan hanya terlihat di
mural dan mosaik sampai saat ini." Bangkai kapal ditemukan dengan
menggunakan teknik pemindaian laser robot, teknik akustik dan
fotogrametri. Sebagian besar kapal yang ditemukan berusia sekitar 1.300
tahun, namun yang tertua berasal dari abad 400-500 SM.
Banyak
kapal Romawi kuno tersebut menampilkan fitur struktural, perlengkapan
dan peralatan yang hanya dikenal dari gambar atau deskripsi tertulis
namun belum pernah terlihat sampai sekarang. "Kondisi bangkai kapal di
bawah sedimen ini sangat mengejutkan, struktural kayunya terlihat bagus
seperti baru," kata Jon menambahkan.
Jakarta - Tahun ini, tingkat es laut di Antartika
mengalami penurunan drastis. Menurut para ahli, tingkat penurunan es
tersebut tidak ada kaitannya dengan perubahan iklim, sebagaimana
dilaporkan The Guardian.
Berdasarkan kejadian tersebut, lebih dari 60 ahli meteorologi dan
ilmuwan seluruh dunia mengadakan pertemuan selama seminggu di Hobart,
Tasmania, untuk memahami perubahan es di benua beku itu.
Dr Jan Lieser dari Antarctic Climate and Ecosystems Cooperative
Research Centre, mengatakan telah terjadi peningkatan variabilitas es
laut Antartika selama beberapa tahun terakhir.
Pada bulan Maret lalu, terdapat laporan mengenai turunnya cakupan
es menjadi 2,075 juta kilometer persegi, terendah sejak pengamatan
satelit tahun 1979. Sedangkan rekor tertinggi dipecahkan tiga tahun
sebelumnya dengan cakupan lebih dari 20 juta kilometer persegi es.
Lieser mengatakan, suhu permukaan laut yang meningkat dapat menjadi
penyebab mencairnya es, namun juga dapat membantu es untuk membeku
kembali.
"Suhu yang meningkat mengurangi permukaan es laut tapi ada juga
mekanisme lain," katanya. "Peningkatan suhu meningkatkan lelehan di
bawah dataran - yang meningkatkan keseimbangan air tawar samudera. Air
segar lebih mudah membeku di permukaan, yang akan kembali meningkatkan
es."
The International Ice Charting Working Group Tasmanian melakukan
pertemuan untuk memetakan dan meramalkan perubahan suhu tersebut dengan
lebih baik, untuk membantu pelayaran di kutub.
Perubahan tingkat es laut di Antartika menyebabkan meningkatnya
jumlah turis dan kapal penelitian mengunjungi benua beku tersebut.
Manajer operasi Divisi Antartika Australia, Robb Clifton, mengatakan
jumlah dan lokasi es laut berperan besar dalam perencanaan perjalanan
musim panas.
Ketua kelompok kerja dan direktur Institut Meteorologi Denmark,
Marianne Thyrring, mengatakan, diperlukan lebih banyak data dari Antartika untuk mengidentifikasi kejadian ini.
Retakan Gletser di Pine Island Glacier, Antartika. (gizmodo.com)
CB, Jakarta - Gunung es baru seluas 100 mil (160 kilometer), sekitar panjang jarak Jakarta-Bandung, muncul dari Pine Island Glacier di Antartika.
Penampakan gunung es tersebut diambil dari gambar satelit pada akhir
pekan ini. Fenomena ini berpengaruh pada kenaikan permukaan air laut di
masa depan.
Pine Island Glacier (PIG) adalah gletser yang paling
cepat mencair di Antartika. Gletser ini bertanggungjawab atas seperempat
es yang hilang di Benua Antartika dan menghasilkan 45 miliar ton es
setiap tahunnya.
Gambar satelit yang diambil pada 23-24 September
itu menunjukan celah perairan terbuka alias retakan yang muncul di
antara lapisan dan gunung es. Panjang retakan tersebut ukurannya
mencapai 103 mil persegi atau 267 kilometer persegi.
Pada hari
Sabtu, spesialis observasi satelit Stef Lhermitte di Delft University of
Technology di Belanda memposting gambar Satelit Sentinel1 tentang
gunung es PIG yang baru. Daerah luasan PIG mencakup sekitar 10 persen es
dari Antartika barat. Ini merupakan fitur geologi penting yang
menyebabkan kenaikan permukaan air laut.
Kejadian
tersebut merupakan ice calving (pemunculan es) terbesar ketiga dalam
empat tahun terakhir setelah sebelumnya pada 2013 seluas 252 mil persegi
(652 kilometer persegi) dan 2015 dengan 225 mil persegi (582 kilometer
persegi). Ice calving merupakan pemecahan potongan es dari tepi gletser
yang disebabkan oleh gletser yang berkembang.
Christopher A.
Shuman, seorang ilmuwan riset di Laboratorium Ilmu Cryospheric di NASA
Goddard Space Flight Center, seperti dilansir laman berita Gizmodo,
mengkonfirmasi kejadian ini. Shuman mengatakan bahwa kejadian ini
bukanlah pertanda bagus dan menyebabkan kerugian yang sama besarnya pada
2013.
Shuman menegaskan bahwa perpecahan itu terbentuk di tengah
gletser dan memanjang ke arah tepinya. "Ini berarti perpecahan terbentu
hingga ke dalam, kemungkinan karena penggalian air laut terhadap dasar
gletser," ujarnya.
Hal itu menjelaskan menipisnya PIG hingga empat
kali lipat sejak pertengahan 1990-an. Jika tingkat penipisan ini terus
berlanjut, seluruh batang utama gletser bisa mengapung dalam waktu
sekitar 100 tahun.
Jakarta - PT PLN (Persero) bekerjasama dengan perusahaan
pengembang energi terbarukan asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar,
berencana membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di
Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat.
PLTS dibuat terapung di
atas waduk agar biaya investasinya murah dan tidak memerlukan pembebasan
lahan. PLTS terapung tersebut direncanakan memiliki kapasitas 200
Megawatt (MW).
"Iya, kita fokus di EBT. di Jawa Khususnya. Kan
udah murah ya, kita pengin Cirata 200 MW PLTS," kata Direktur Utama PLN
Sofyan Basir di Hotel JW Marriot, Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2017).
Selain itu, PLN juga berencana membangun pembangkit listrik tenaga
bayu/angin (PLTB) alias kebun angin di Sukabumi, Jawa Barat. PLTB ini
rencananya memiliki kapasitas 150 MW.
"Mau bikin (pembangkit tenaga) angin di Sukabumi Selatan 150 MW," ujar Sofyan.
Selain
itu, PLN juga telah menandatangani kontrak jual beli listrik (Power
Purchase Agreement/PPA) dengan 64 pengembang energi terbarukan dari
Amerika Serikat (AS), China, hingga Arab Saudi.
"Banyak, ada 64 berbagai negara, Skandinavia, Denmark, Amerika, China, Singapura, Arab ada, Iran juga ada," tambah Sofyan.
Pihaknya
akan terus berupaya melakukan percepatan penggunaan EBT agar dapat
mencapai target 23% dalam porsi energi di tahun 2025 mendatang.
"Kita terus berkembang, tidak kita tahan sampai kita dapat 23% di 2025," ujar Sofyan.
London - Pedagang perhiasan asal Inggris, Graff, membeli berlian
terbesar di dunia yang ukurannya sebesar bola tenis, dengan harga US$ 53
juta atau sekitar Rp 705 miliar.
Berlian tersebut dibeli dari
penambang asal Kanada, yaitu Lucara Diamond. Berlian 1.019 karat ini
ditemukan di tambang Karowe, Botswana, pada akhir 2015.
"Kami
merasa terhormat bisa menjadi pemilik baru dari berlian yang mengagumkan
ini," kata Chairman Graff, Laurence Graff, dilansir dari AFP, Rabu (27/9/2017).
"Batu ini akan memberikan cerita tersendiri, dan akan memberitahu bagaimana dia akan dipotong nanti," kata Laurence.
Menurut
CEO Lucara, William Lamb, berlian bernama Lededi La Rona ini merupakan
barang langka. Lesedi La Rona berarti cahaya kami dalam bahasa Botswana.
Batu ini bisa dipotong kecil atau dibiarkan seperti bentuknya sekarang
untuk koleksi pribadi.
Para warga Rohingya saat melarikan diri dari wilayah Rakhine, Myanmar untuk mengindari kekerasan. Foto/Amnesty International
NEW YORK
- Pemerintah Myanmar tersinggung dengan laporan yang menyebut
militernya melakukan pembersihan etnis atau genosida terhadap minoritas
muslim Rohingya. Di forum Majelis Umum PBB di New York, Myanmar
menyampaikan keberatannya.
Duta Besar Myanmar untuk PBB Hau Do
Suan mengatakan bahwa pihkanya keberatan ”dengan ketentuan yang paling
kuat” kepada negara-negara yang telah menggunakan kata-kata genosida
untuk menggambarkan situasi di negara bagian Rakhine.
Hau Do Suan
menggunakan ”hak jawab”-nya pada akhir pertemuan enam hari para
pemimpin dunia di Majelis Umum PBB pada hari Senin. Dalam pidatonya,
diplomat Myanmar ini mengatakan tuduhan genosida atau pembersihan etnis
adalah ucapan yang tidak bertanggung jawab dan tuduhan yang tidak
berdasar.
“Tidak ada pembersihan etnis. Tidak ada genosida,” sangkal Hau Do Suan, seperti dikutip AP, Selasa (26/9/2017). “Kami akan melakukan segalanya untuk mencegah pembersihan dan genosida etnis,” lanjut dia.
Kekerasan terbaru pecah di Rakhine sejak 25 Agustus 2017 lalu. Awalnya, kelompok ARSA atau Arakan Rohingya Salvation Army meluncurkan serangan terhadap sekitar 30 pos polisi yang menewaskan 12 petugas.
Serangan
itulah yang memicu operasi militer terhadap warga etnis Rohingya yang
oleh PBB digambarkan sebagai langkah pembersihan etnis muslim Rohingya.
Lebih
dari 430.000 warga Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine ke
Bangladesh dalam waktu kurang dari sebulan. Mereka telah menceritakan
kisah-kisah tentara Myanmar yang bekerja sama dengan gerombolan
bersenjata untuk membantai warga sipil dan membakar seluruh desa.
Para wanita Rohingya melaporkan banyaknya tindak pemerkosaan yang dilakukan militer Myanmar. Foto : Amnesty
COX?S BAZAR
- Para dokter Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan para
pengungsi perempuan Rohingya menjadi korban pemerkosaan massal yang
dilakukan tentara Myanmar. Pemerkosaan ini dilakukan secara sistematis
yang bertujuan mengusir warga etnis Rohingya.
Reuters berbicara
dengan delapan pekerja kesehatan di Cox’s Bazar, Bangladesh, yang
merawat lebih dari 25 perempuan korban pemerkosaan sejak Agustus lalu.
Mereka mengungkapkan para korban pemerkosaan juga menceritakan kalau
tentara Myanmar bertindak kejam memerkosa para perempuan Rohingya.
Kemudian,para
dokter di klinik yang dikelola Organisasi Internasional untuk Migrasi
(IOM) di Leda, Bangladesh, juga merawat ratusan perempuan Rohingya
korban pemerkosaan. "Tentara Myanmar sepertinya melakukan tindakan
agresif terhadap terhadap perempuan," ujar Niranta Kumar, koordinator
kesehatan klinik di Leda, Bangladesh.
Para dokter di Leda menunjukkan dokumen medis kepada Reuters tentang
seorang perempuan berusia 20 tahun yang diperkosa tentara di Myanmar.
Perempuan itu dirawat sejak 10 September lalu. "Tentara menarik
rambutnya dan menggunakan senapan untuk memukulnya sebelum akhirnya
diperkosa," demikian bunyi laporan medis tersebut.
Dokter juga
menemukan banyak luka di bagian organ intim korban pemerkosaan. "Itu
menunjukkan kalau perempuan Rohingya dipaksa dan diperlakukan tidak
manusiawi," ujar petugas medis IOM Tasnuba Nourin.
Kemudian, lima
perempuan pengungsi Rohingya yang baru datang juga melaporkan diri
sebagai korban pemerkosaan. Mereka mengalami luka fisik yang dialami
banyak korban lainnya.
Di klinik milik Pemerintah Bangladesh yang
didukung lembaga PBB di Ukhia juga merawat 19 perempuan korban
pemerkosaan. "Bukti pemerkosaan adalah luka gigitan, luka di organ
intim, dan pengakuan pengungsi," ujar Misbah Uddin Ahmed, dokter yang
bertugas di klinik. Dia menuding kalau pelaku pemerkosaan adalah tentara
Myanmar.
Sementara itu, Myanmar membantah tudingan tersebut.
Mereka menganggap tuduhan tersebut sebagai upaya untuk memojokkan upaya.
Juru bicara pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengungkapkan,
otoritas akan menginvestigasi tuduhan tersebut. "Korban pemerkosaan
seharusnya datang ke kita," ucapnya. Dia akan menjamin keamanan para
korban. "Kita akan menyelidiki dan kita akan bertindak," janjinya.
Suu
Kyi sendiri tidak berkomentar mengenai sejumlah tuduhan pemerkosaan
yang dilakukan prajurit terhadap perempuan Rohingya. Kekerasan seksual
menjadi ancaman perempuan Rohingya menyusul kekerasan yang berlangsung
sejak 25 Agustus lalu. Itu juga menjadi penyebab warga Rohingya memilih
untuk mengungsi untuk menghindari tindakan keji tersebut.
Sementara
itu, kepala badan pengungsi PBB Filippo Grandi mengaku terkejut dengan
"kekerasan yang mengerikan" terhadap pengungsi Rohingya. Dia
mengungkapkan penderitaan pengungsi semakih parah ketika kebutuhan hidup
mereka juga tidak terpenuhi.
"Saya begitu terkejut dengan
ketakutan yang dialami para pengungsi," ungkap Grandi, Ketua Komisioner
Tinggi PBB untuk Pengungsi. Dia menemui pengungsi di kamp pengungsi
Kutapalong, Bangladesh. "Orang tua terbunuh, keluarga terpisah, banyak
korban terluka, trauma perempuan yang diperkosa," ungkap Grandi. Dia
mengungkapkan banyak cerita kekerasan yang telah terjadi. "Butuh waktu
lama untuk menyembuhkan luka dibandingkan memenuhi kebutuhan hidup
mereka," ujarnya.
Banyaknya jumlah pengungsi menyebabkan ratusan ribu pengungsi Rohingya
harus tinggal di kamp pengungsian yang sangat memprihatinkan. Lembaga
kemanusiaan juga harus berjuang keras untuk memberikan bantuan makanan
dan membangun tenda pengungsian. Para pekerja kesehatan juga harus
mencegah penyebaran penyakit.
Pejabat senior PBB memperkirakan
dibutuhkan dana senilai USD200 juta untuk para pengungsi Rohongya selama
enam bulan ke depan. Para pekerja kemanusiaan mengkhawatirkan krisis
kemanusiaan yang lebih parah akan terjadi di Rakhine. Pasalnya, Myanmar
membatasi akses kemanusiaan ke wilayah konflik tersebut.
Rohingya
merupakan etnis minoritas di Myanmar yang tidak mendapatkan status
kewarganegaraan. Ketegangan yang terjadi selama beberapa dekade
menyebabkan mereka semakin terpinggirkan. Konflik kekerasan yang semakin
parah menyebabkan mereka memilih mengungsi ke wilayah perbatasan
Bangladesh.
Pemimpin nasional Myanmar Aung San Suu Kyi dikritik
dunia internasional karena tidak melindungi etnis Rohingya. Dia dianggap
tidak memiliki kekuasaan untuk menekan militer. Grandi sebelumnya
pernah menyerukan kepada Myanmar agar memberikan status kewarganegaraan
terhadap warga Rohingya. Namun, upaya itu diabaikan Myanmar dan para
pengungsi. Menurut para pengungsi, meski mendapatkan status
kewarganegaraan, kekerasan tetap berlanjut.
Myanmar: Wanita Rohingya yang Diperkosa Tentara Harusnya Laporan kepada Kami
Pemerintah
Myanmar menyatakan, setiap wanita Rohingya yang menjadi korban
pemerkosaan oleh tentara harusnya melaporkan diri kepada pemerintah.
Foto/Reuters
YANGON
- Pemerintah Myanmar menyatakan, setiap wanita Rohingya yang menjadi
korban pemerkosaan oleh tentara harusnya melaporkan diri kepada
pemerintah. Myanmar mengatakan, mereka akan memberikan perlindungan
kepada para korban tersebut.
Juru bicara pemimpin de-factor
Myanmar Aung San Suu Kyi, Zaw Htay menuturkan, pihaknya akan melakukan
penyelidikan penuh atas laporan pemerkosaan tersebut, dan kesaksian dari
para korban sangat dibutuhkan dalam proses penyelidikan.
"Korban-korban
pemerkosaan itu harus mendatangi kami. Kami akan memberikan keamanan
penuh kepada mereka, kami akan menyelidiki dan kami akan mengambil
tindakan," kata Htay, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu
(24/9).
Pernyataan Htay ini muncul tidak lama setelah adanya
laporan dari dokter dan petugas kesehatan PBB yang bertugas di kamp
pengungsian Rohingya di PBB. Mereka menuturkan telah melihat puluhan
wanita pengungsi Rohingya dengan luka-luka yang sesuai dengan serangan
seksual dengan kekerasan.
Petugas kesehatan dan perlindungan di
distrik Cox's Bazar di Bangladesh, di mana terdapat kamp pengungsi
Rohingya, mengatakan bahwa mereka telah merawat lebih dari 25 korban
pemerkosaan sejak akhir Agustus.
Petugas medis mengatakan bahwa
mereka tidak berusaha untuk menetapkan secara pasti apa yang terjadi
pada pasien mereka, namun telah melihat pola yang pasti atas kekerasan
seksual, di mana para wanita etnis Rohingya menuturkan tentara Myanmar
adalah pelakunya.
Sekjen
PBB, Antonio Gutteres menyatakan kekhawatiran akan adanya dampak buruk
dari referendum kemedekaan yang digelar pemerintah Kurdi Irak atau KRG.
Foto/Reuters
NEW YORK
- Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres menyatakan kekhawatiran
akan adanya dampak buruk dari referendum kemedekaan yang digelar
pemerintah Kurdi Irak atau KRG. Dalam referendum yang berlangsung
kemarin itu, diketahui lebih dari 70 persen warga Kurdi ingin merdeka
dari Irak.
Gutters menuturkan, dia khawatir referendum itu akan
membuat situasi di kawasan semakin tidak stabil. Dia kemudian
menegaskan, persatuan Irak adalah salah satu syarat bagi stabilitas
kawasan.
"Guterres menghormati kedaulatan, integritas teritorial
dan kesatuan Irak dan merekomendasikan agar semua masalah yang ada untuk
diselesaikan melalui dialog terstruktur dan kompromi yang membangun,"
kata juru bicaranya Gutters, Stephane Dujarric, seperti dilansir Anadolu
Agency pada Selasa (26/9).
Sementara itu, Presiden Turki Recep
Tayyip Erdogan mengecam pemungutan suara referendum kemerdekaan Kurdi
Irak. Dia membenarkan bahwa tentaranya sudah berada di perbatasan
Irak-Turki. ”Siap untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan,”
ujarnya.
Pemimpin Ankara ini sudah memperingatkan bahwa
referendum kemerdekaan Pemerintah Otonom Kurdi dapat berakibat
konsekuensi yang meluas untuk wilayah tersebut, termasuk aksi militer
Turki dan blokade pipa minyak.
Dia menambahkan bahwa segala yang
berkaitan dengan Irak dan Suriah yang menimbulkan ancaman bagi Turki,
maka pihaknya akan menggunakan semua opsi.
Dubes Arab Saudi untuk RI, Osama bin Mohammed Abdullah al Shuabi. FOTO/Victor Maulana/SINDONEWS
JAKARTA
- Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al
Shuabi menyebut hubungan antara Saudi dan Indonesia sangatlah baik. Dia
menggambarkan hubungan kedua negara layaknya saudara dekat.
Berbicara
saat menyampaikan sambutan di peringatan hari jadi Saudi yang ke-97,
Osama menuturkan, Riyadh dan Jakarta memiliki hubungan yang sangat erat
dalam berbagai bidang.
"Pada level formal, hubungan kita dengan
saudara-saudara kita di Pemerintah Indonesia dalam kondisi yang sangat
baik. Disamping itu, kedua negara juga merupakan anggota penting G-20,
sebuah forum internasional bagi ekonomi terbesar di dunia," ungkapnya
pada Selasa (26/9).
Terkait dengan hari jadi Saudi, Osama
menyatakan peringatan ini memiliki makna penting bagi rakyat negeri kaya
minyak tersebut. Ini dikarenakan hari tersebut menandakan penyatuan
sebagian besar wilayah jazirah Arab.
"Sesungguhnya, hari nasional
bagi Arab Saudi bukanlah hari kemerdekaan, melainkan hari uniletarisasi
umat dan Jazirah Arab, saat Kerajaan Arab Saudi mempresentasikan 90%
dari luas wilayahnya yang belum pernah dijajah oleh asing. Namun yang
terjadi adalah perpecahan antara dua kekuatan yang saling berperang,"
ujarnya.
Saudi terbentuk saat raja pertama mereka, Raja Abdulaziz
Bin Abdulrahman al Saud meluncurkan kampanye pada 1920 untuk
mempersatukan wilayahnya. Dari sanalah bangkit sebuah negara bernama
Arab Saudi dan semenjak itu menjadi salah satu motor ekonomi terkuat di
Timur Tengah.
Ilustrasi militer Korea Utara. (Reuters/Damir Sagolj)
Jakarta, CB --
China memperingatkan tidak akan ada pihak yang diuntungkan
seandainya terjadi pertempuran di Semenanjung Korea. Hal ini diutarakan
menyusul tudingan Korea Utara yang menyebut Amerika Serikat telah
menyatakan perang melalui komentar Presiden Donald Trump.
"Tidak
akan ada pemenang jika perang terjadi di Semenanjung Korea. Perang hanya
akan berdampak lebih buruk bagi kawasan dan negara-negara di
sekitarnya," ucap juru bicara menteri luar negeri China, Lu Kang, Selasa
(26/9).
Komentar itu diutarakan Beijing menyusul silih ancam dan
penghinaan yang terus memanas antara Washington dan Pyongyang dalam
sepekan terakhir.
Menlu Korut Ri Yong Ho menuduh AS telah
mendeklarasikan perang melalui pernyataan Trump di Twitter. Ia merujuk
pada kicauan orang nomor satu di Amerika itu yang mengatakan bahwa rezim
Kim Jong-un tidak akan bertahan lama.
Ri bahkan memperingatkan
bahwa Korut siap menembak jatuh setiap jet tempur AS, tak lama setelah
pesawat pengebom Amerika terbang di lepas pantai negara terisolasi itu.
Dalam
Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Trump bahkan
mengancam akan menghancurkan Korut dan menyebut Kim Jong-un sebagai
"manusia roket" yang sedang mencoba bunuh diri dengan terus meluncurkan
provokasinya.
Beijing terus menekankan agar seluruh pihak menahan diri dan
menghentikan seluruh retorika dan provokasi yang hanya akan memperkeruh
suasana.
China, sebagai sekutu terdekat Korut, juga mendesak
dialog dan perundingan damai untuk menyelesaikan krisis di Semenanjung
Korea.
Pemerintahan Kim Jong-un menyebut Donald Trump telah mendeklarasikan perang. (KCNA via REUTERS)
"Beijing berharap Washington dan Pyongyang menyadari bahwa superioritas
membabi-buta dan provokasi hanya akan meningkatkan risiko konfrontasi
dan mempersempit peluang manuver kebijakan [dialog] untuk menyelesaikan
konflik," kata Lu Kang.
Berbeda dengan Trump yang berapi-api
menghadapi Kim Jong-un, dalam kesempatan berbeda, Menteri Pertahanan AS
James Mattis justru mengatakan bahwa AS menginginkan solusi diplomatik
untuk menyelesaikan krisisnya dengan Korut.
"Kami tetap mempertahankan kapabilitas [militer] untuk menghadapi
ancaman Korut. Namun untuk mendukung para diplomat, kami menyimpan [opsi
militer] selama solusi diplomatik masih memungkinkan," kata Mattis di
New Delhi, India, seperti dikutip AFP.
"Tujuan kita adalah untuk
menyelesaikan konflik secara diplomatik dan saya yakin Presiden Trump
sudah sangat jelas mengenai isu ini," paparnya menambahkan.
Konflik semenanjung Korea, China yakin takkan ada yang menang
Pemimpin
Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan peluncuran rudal Hwasong-12 dalam
foto tidak bertanggal yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea
Utara (KCNA), Sabtu (16/9/2017). (KCNA via REUTERS )
Beijing (CB) - China memperingatkan tidak akan ada
pemenang dalam konflik di semenanjung Korea setelah Korea Utara menuding
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menabuh genderang perang
dengan negara itu.
Beijing kembali menyerukan pelaksanaan
perundingan damai setelah pemimpin AS dan Korea Utara saling melontarkan
retorika yang mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir menyusul uji
coba senjata nuklir keenam Pyongyang awal bulan ini.
China
berharap Washington dan Pyongyang menyadari bahwa "menunjukkan
superioritas secara membabi-buta dengan kata-kata dan saling
memprovokasi hanya akan meningkatkan risiko konfrontasi dan mempersempit
ruang manuver kebijakan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri
Tiongkok Lu Kang.
"Perang di semenanjung Korea tidak akan
menghasilkan pemenang dan akan kian parah bagi kawasan dan negara-negara
di kawasan," ujar Lu dalam konferensi pers.
Trump melontarkan
pernyataan di Twitter akhir pekan lalu bahwa rezim Korea Utara akan
binasa jika mereka tetap menimbulkan ancaman.
Menteri Luar
Negeri Korea Utara Ri Yong-ho menuding Trump menabuh genderang perang,
dan memperingatkan bahwa negaranya siap menembak jatuh pesawat tempur
AS.
Menteri Pertahanan AS James Mattis berusaha meredakan
ketegangan dengan menyatakan pada Selasa bahwa Washington menginginkan
solusi diplomatik atas krisis di semenanjung Korea, demikian AFP.
Pemimpin
Korea Utara Kim Jong-un mengekspresikan kegembiraannya saat tes rudal
Hwasong-14 sukses beberapa bulan lalu. Foto/KCNA/REUTERS
WASHINGTON
- Seorang mantan jenderal Amerika Serikat (AS) mengatakan, jika perang
pecah di Semenanjung Korea, sekitar 20.000 orang di Korea Selatan
(Korsel) akan terbunuh setiap harinya. Menurutnya, angka perkiraan ini
berasal dari Pentagon.
Rob Givens, pensiunan Brigadir Jenderal Angkatan Udara AS, mengatakan kepada Los Angeles Times pada hari Senin bahwa jika perang terjadi di Korea, maka situasinya tidak sama seperti invasi di Irak, Afghanistan dan Libya.
Dia
mencontohkan, invasi di Libya yang berhasil menyingkirkan Muammar
Gaddafi, pasukan AS bisa “santai” karena yang bekerja keras adalah
pasukan oposisi Libya.
”Ini tidak akan menyerupai konflik
tersebut,” kata Givens. Menurut Givens, perkiraan internal Pentagon
menyebutkan korban tewas sekitar 20.000 per hari di Korsel. Angka itu
tidak termasuk korban yang ditimbulkan pada populasi Korea Utara (Korut)
antara 27 sampai 28 juta orang.
Komentar
mantan jenderal Pentagon ini munculnya hampir bersamaan dengan
pernyataan Menteri luar Negeri Korut Ri Yong-ho yang menuduh AS sebagai
pihak pertama yang menyatakan perang terhadap Pyongyang.
Menurut
Ri, konsekuensi dari deklarasi perang itu adalah hak Pyongyang untuk
menembak jatuh pesawat pembom strategis Washington, bahkan jika tak
berada di wilayah udara Korut.
Presiden AS Donald Trump, lanjut
Ri, telah secara efektif mengumumkan perang terhadap Pyongyang, yang
berarti bahwa semua opsi ada di meja untuk kepemimpinan negaranya.
”Seluruh
dunia harus ingat dengan jelas bahwa AS yang pertama kali mengumumkan
perang terhadap negara kami,” katanya seperti dikutip Reuters, Selasa (26/9/2017).
”Sejak
AS mengumumkan perang terhadap negara kami, kami memiliki hak untuk
melakukan penanggulangan, termasuk hak untuk menembak jatuh (pesawat)
pembom strategis AS bahkan ketika mereka tidak berada di dalam wilayah
udara negara kami,” papar Ri.
Sementara itu, manuver dua pesawat pembom B-1B AS di lepas pantai Korut
pada Sabtu lalu diketahui atas mandat Presiden Korsel Moon Jae-in.
”Moon
menerima pengarahan tentang rencana tersebut selama berada di New York,
di mana pejabat Korsel dan AS mencapai kesepakatan mengenai status
operasi tersebut untuk mengirim (pesawat) pembom ke (dekat Korea)
Utara,” kata seorang pejabat dari Gedung Biru atau kantor presiden
Korsel kepada The Korea Times, dalam kondisi anonim.
Pentagon
sendiri menyatakan manuver pesawat pembom AS di dekat Korut sebagai
pesan kuat bagi rezim Kim Jong-un atas perilaku sembrono Pyongyang,
termasuk rentetan uji coba rudal dan senjata nuklir.
”Jelas Korea Utara adalah ancaman,” kata juru bicara Departemen Pertahanan AS Letnan Kolonel Christopher Logan pada hari Senin.