Kamis, 03 November 2016

Ini yang Akan Ditawarkan Rusia di Indo Defence 2016

 
Ini yang Akan Ditawarkan Rusia di Indo Defence 2016
Sistem pertahanan udara S-300. Foto/http://army-news.ru
 
JAKARTA - Rusia kembali memastikan diri terlibat dalam pagelaran Indo Defence 2016. Kepastian ini terlihat dengan datangnya salah satu kapal perang Rusia, Admiral Tribut ke Jakarta.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikahel Y Galuzin membeberkan apa saja yang akan ditwarkan Rusia dalam pagelaran tahunan tersebut. Dia menyebut, hampir semua peralatan dan persenjataan Rusia akan dipamerkan di Indo Defence 2016.

"Peralatan perang yang paling jadi andalan, meliputi kapal selam baru Rusia, Varshavyanka 636 Project atau Improved Kilo, kapal laut, kapal patroli dan mobil amfibi. Selain kendaraan tempur untuk Angkatan Laut, kami juga membawa pesawat Sukhoi-35, Sukhoi 30 dan kapal pelatihan Yakovlev Yak-130," kata Galuzin.

"Selain itu, akan ada juga tank T-90, mobil lapis baja pembawa senjata BTR-80, serta dua sistem pertahanan, yakni S-300 dan S-400," sambungnya pada Rabu (2/11). Dua sistem pertahanan tersebut adalah dua sistem pertahanan udara paling canggih dan terbaik di dunia saat ini.

Delegasi Rusia dalam Indo Defence 2016 akan dipimpin oleh Wakil Direktur Layanan Federal untuk Kerjasama Teknik-Militer (FSMTC) Mikhail Petukhov. Selain menghadiri Indo Defence 2016, ia juga diharapkan untuk bertemu dengan para pejabat militer dan pasukan keamanan Indonesia.



Credit  Sindonews







Berapa Harga Kapal Tank Antasena Buatan Pindad?






CB, Jakarta PT Pindad (Persero) memperkenalkan produk terbarunya, yaitu kapal tank (tank boat) 105 mm dengan nama Antasena. Produk kerja sama Pindad dengan perusahaan lokal PT Laudin Industry Invest dan CMI Defence asal Belgia ini .
Direktur Komersial PT Pindad ‎Widjajanto mengatakan, tank ini rencananya baru akan diproduksi secara komersial pada tahun depan. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyempurnaan terhadap kemampuan dan peralatan tank boat tersebut.
"Tahun depan di Oktober 2017 mulai beroperasi‎," ujar dia JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/11/2016).
Sementara untuk harga, lanjut Widjajanto, akan dibanderol sekitar 10 juta sampai 15 juta euro atau sekitar Rp 144 miliar hingga Rp 217 miliar. Meski belum diproduksi secara komersil, namun sudah ada beberapa negara yang berminat untuk membeli tank boat ini.
Namun Widjajanto masih merahasiakan negara-negara peminat tank boat tersebut karena pembeliannya melalui skema antar pemerintah (government to go‎vernment/G to G).
‎"Harga estimasi 10 juta-15 juta Euro. Peminat mulai antri, peminat dalam negeri seperti TNI, dan luar negeri dari Timur Tengah," kata dia.
Sebagai informasi, kapal tank ini memiliki panjang 18 m dan bisa beroperasi di perairan dangkal 90 cm hingga perairan laut dalam. Ini dinilai cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang punya banyak perairan.
‎Tank boat ini terbuat dari komposit dengan platform kapal catamaran (double hull). Dengan berbekal mesin diesel buatan MAN, tank boat tersebut mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dengan daya jelajah 400 nautical mile (NM).‎
‎Sementara untuk sistem persenjataan, Pindad menggandeng CMI Defence yang memasang turret 105 mm. ‎Nantinya proses pembuatan turret 105 mm ini akan dilakukan di pabrik Pindad di Bandung, Jawa Barat.
Selain itu, produk ini juga dibekali dengan sistem persenjataan lain seperti remote control weapon system (RCWS) dengan kaliber 7.62 mm dengan sistem nadir dan navigasi canggih.




Credit  Liputan6.com









Indo Defence 2106, Tata Motors Berharap Pasok Alutsista RI



Pengunjung melihat mobil tempur pada pameran Indo Defence 2016 di JIExpo Kemayoran, 2 November 2016. Tahun ini tercatat ada 844 peserta dari 45 negara yang akan ikut dalam pameran dua tahunan tersebut. Tempo/ Aditia Noviansyah
 
 
CB, Jakarta - Tata Motors Limited (Ltd), salah satu dari 10 besar produsen kendaraan komersial global, hadir pada ajang Indo Defence 2016 di JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, yang digelar 2–5 November 2016.

"Keikutsertaan Tata Motors Ltd di Indo Defence 2016 adalah partisipasi yang kedua kali divisi Pertahanan dari Tata Motors. Tujuannya, memperkenalkan produk dan kapabilitas kendaraan militer Tata Motors sekaligus merupakan solusi kendaraan militer dan pertahanan yang sangat cocok untuk memperkuat pertahanan Indonesia," kata Presiden Direktur Tata Motor Distribusi Indonesia Biswadev Sengupta.

Dalam pernyataan persnya di Jakarta Rabu, 3 November 2016, Sengupta menjelaskan, Tata Motors telah memasarkan kendaraan untuk pertahan dan militer sejak tahun 1958. Lebih dari 125 ribu unit kendaraan pertahanan dan militer Tata Motors telah terjual di berbagai negara.

Perusahaan ini telah dipercaya pasukan pertahanan internasional di beberapa negara dan dipercaya menjadi mitra PBB di berbagai daerah konflik dan pernah memasok lebih dari 500 kendaraan militer untuk kontingen Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afrika. Sengupta  berharap, kendaraan pertahanan dan militer Tata Motors dapat diterima oleh Indonesia dan menjadi salah satu pemasok Alutsista Indonesia.



"Di Indonesia, sejak 2014 kendaraan pertahanan dan militer Tata Motors sudah digunakan oleh Korps Brimob sebagai kendaraan SAR. Tata Motors memiliki pilihan kendaraan pertahanan dan militer yang beragam untuk berbagai kebutuhan. Pada event ini, kami menampilkan 3 kendaraan militer; truk Tata LPTA 715 4x4 GS, Tata LPTA 2038  6x6 dan Tata Kestrel 8x8," jelas Sengupta.

Paviliun Tata Motors Defence Army di Indo Defence Expo 2016 terletak di Hall D-228 India Pavillion JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.



Credit  TEMPO.CO




Ini Resep Bisnis Jusuf Kalla untuk Dirgantara Indonesia


 Ini Resep Bisnis Jusuf Kalla untuk Dirgantara Indonesia
Pekerja menyelesaikan pembuatan Pesawat jenis CN, di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 11 Februari 2016. TEMPO/Imam Sukamto
 
CB, Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (Persero) diminta berfokus memproduksi hanya beberapa jenis pesawat terbang dan lebih memperhatikan tahap pemeliharaan dengan kelengkapan onderdil, agar kegiatan bisnis bisa berkembang secara keberlanjutan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku telah meminta Direktur Utama PT DI Budi Santoso agar tak hanya memproduksi pesawat dengan berbagai tipe yang banyak, karena persoalan bukan hanya berasal dari proses produksi pesawat terbang saja.

Produksi Helikopter perusahaan nasional jenis ini telah digunakan oleh sejumlah kepala negara di dunia dan siap dijadikan pilihan untuk pembelian Helikopter kepresidenan Indonesia karena dianggap sudah mumpuni untuk keamanan Presiden dan Wakil Presiden.

“Memang PT DI saya berbicara dengan Pak Budi bahwa harus fokus, jangan ingin semua, jangan begitu banyak tipe pesawat yang dibuat,” ujarnya usai menghadiri Pameran Indo Defens 2016 di Kemayoran, Rabu, 2 November 2016.

Selain produksi, perseroan memiliki tantangan lain yakni pada tahap penjualan dan pemeliharaan produk setelah penjualan. Oleh karena itu, perseroan diminta menyediakan kelengkapan komponen dan onderdil (sparepart) sesuai dengan tipe produksi pesawat secara matang.

Akhir Oktober lalu, Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Dirgantara Indonesia yang membahas kinerja perusahaan.

Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijana meminta penjelasan terkait perkembangan kinerja perusahaan pelat merah pengadaan alat pertahanan tersebut.

Sebelumnya, PT DI telah menerima penyertaan modal negara (PMN) sebanyak tiga kali sejak 2011, antara lain sebanyak Rp 1,18 triliun pada 2011, Rp 1,4 triliun pada 2012, dan Rp 400 miliar pada 2015.



Credit  TEMPO.CO





LITENING Pod, Sensor Sakti Pespur AS yang Juga Dibeli TNI AU

 
Dalam kunjungannya ke Indonesia dalam rangka Cope West 17, F/A-18D Hornet dari VMFA(AW)-225 nampak membopong pod AN/AAQ-28(V) LITENING pod. Pod sensor standar AU, AL, dan Korp Marinir AS ini rencananya juga akan diakuisisi oleh TNI AU, sesuai dengan rilis DSCA mengenai paket penjualan 24 unit F-16 Block 25 Upgrade (52ID).
LITENING Pod sendiri merupakan pod sensor yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi militer Rafael dari Israel, dan telah diadopsi oleh Northrop Grumman sebagai lini dari produk yang ditawarkan untuk integrasi dengan pesawat tempur generasi 3 ke atas. Korps Marinir AS merupakan kecabangan pertama di Angkatan Bersenjata AS yang menggunakan AN/AAQ-28(V) LITENING II yang diintegrasikan ke pesawat serang AV-8B Harrier II pada 2001.
LITENING lahir dari tantangan alam yang harus dihadapi oleh pilot pesawat tempur. Pilot seringkali harus beroperasi dalam kondisi cuaca yang tidak ideal, namun tuntutan misi, khususnya misi pemboman harus dilakukan pada saat itu juga. Jangankan bisa presisi, energi pilot jauh terkuras bila setiap waktu harus memperhatikan sekitar pesawat dan panel indikator saat jarak pandang minim akibat cuaca buruk. Selain cuaca, kondisi sasaran yang harus dibom seringkali dikelilingi oleh aset sipil, sehingga harus dicari cara untuk memastikan bahwa titik yang dibom benar-benar akurat.
LITENING sendiri dihadirkan sebagai pod sensor pertama yang menggabungkan antara kemampuan penginderaan berbasis teknologi IR (Infra Red), navigasi, dan pemandu bom pintar ke sasaran, yang didesain untuk memampukan pesawat pembawanya beroperasi siang dan malam. LITENING menggabungkan sistem FLIR (Forward Looking Infra Red), laser designator, laser spot designator, navigasi berbasis GPS, dan kamera dengan sensor CCD (Charged Coupled Device) resolusi tinggi.
Gabungan tiga sensor ini memampukan pesawat tempur untuk mengenali sasaran darat dari ketinggian 40.000 kaki dan menyorotnya dengan laser pengarah sehingga bom berpemandu laser bisa mengikuti tuntunan laser tersebut. Tak hanya laser dari pesawat tempur pembopong, LITENING juga dapat mengenali sorotan sinar laser (laser spot designator) yang ditembakkan oleh pasukan khusus, sehingga pesawat dengan LITENING dapat mengantarkan serangan presisi yang menjadi tipikal operasi pasukan khusus.
LITENING targeting system
LITENING targeting system
Saat membidik sasaran yang sudah dikunci, sinar laser akan ditembakkan dan distabilisasi oleh giroskop yang menjejak sasaran secara terus-menerus. Pilot cukup menerbangkan pesawat dalam cakupan kemampuan putar sensor sampai bom berpemandu laser dilepaskan dan mengenai sasaran.
Jika menggunakan bom berpemandu GPS, laser yang ditembakkan ke sasaran akan memberikan input koordinat final sasaran yang dapat dipasok ke prosesor pada bom pintar yang memiliki kemampuan update koordinat pada fase penerbangan, dan tinggal dijatuhkan sementara pesawat tempur terbang menjauh.
Yang menyenangkan, LITENING menyediakan tiga FoV (Fields of View) atau moda tampilan, lebar, sedang, dan sempit sesuai kegunaan. Tampilan dari tangkapan sensor kamera atau FLIR disajikan langsung ke salah satu display MFD (Multi Function Display) yang ada pada panel kokpit. FoV lebar dapat digunakan untuk scanning permukaan darat dan udara, sedang dan sempit dapat digunakan apabila sasaran di darat telah diperoleh dan sedang dijejak untuk misi pengeboman.
Karena sensor pada LITENING juga dapat diputar, maka kamera FLIR dapat diarahkan ke depan untuk fungsi sekunder menjejak emisi panas dari exhaust pesawat lawan yang tengah terbang, sehingga deteksi dapat dilakukan secara pasif tanpa menyalakan radar, jika diinginkan.
litening-breakdown-lr
Sejauh ini, Northrop Grumman sudah mengembangkan beberapa varian LITENING, mulai dari LITENING II/ER (resolusi kamera lebih tinggi)/AT (jarak deteksi lebih jauh dan sistem datalink yang lebih fleksibel), LITENING G4 dengan jarak pengenalan dan kualitas gambar dengan prosesor dan sensor yang lebih baik.
Mengenai versi mana yang akan dipilih oleh TNI AU, kita masih harus menebak-nebak karena rilis DSCA sendiri menyebutkan bahwa masih ada kemungkinan dimana TNI AU dapat mengadopsi LITENING atau Sniper Pod. Kita tunggu saja realisasinya, sambil menunggu kisah pilot TNI AU yang beradu ilmu dengan pilot USMC yang menggunakan LITENING Pod.





Credit  Angkasa.co.id




Pindad, Len, dan Thales Bermitra Membuat Kendaraan Lapis Baja Digital Indonesia

 
Anoa Personnel Carrier, salah satu kendaraan angkut personel buatan Pindad. Sumber gambar: Pindad
Pada gelaran Indo Defence 2016, PT Pindad, PT Len, dan Thales memperkenalkan konsep Kendaraan Lapis Baja Digital yang mengintegrasikan Sistem  C5I (Computerized, Command, Control, and Combat Information) Indonesia yang pertama.
Nota Kesepahaman pertama ditandatangani oleh tiga perusahaan tersebut di ajang EUROSATORY, Pameran Pertahanan & Keamanan yang berlangsung di Paris pada Juni 2016, untuk bersama-sama merancang sistem misi kendaraan militer Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan operasional kendaraan lapis baja yang diajukan oleh PT Pindad untuk Tentara Nasional Indonesia.
Pada era digitalisasi medan tempur, keunggulan informasi di medan tempur sangat penting untuk pelaksanaan operasi yang sukses. Dalam konteks ini, ada kebutuhan bagi TNI untuk mengoperasikan kendaraan yang terintegrasi dengan peralatan elektronik di dalam kendaraan.
Dalam kemitraan ini ketiga perusahaan akan menggabungkan keahlian masing-masing dalam pembangunan kendaraan, komunikasi taktis, komando dan kendali serta peralatan elektronik, serta integrasi dengan sistem C5I.
Thales akan menyediakan kemampuan komunikasi radio, sistem misi, dan integrasi sistem elektronik. Perusahaan ini dipilih bukan hanya karena keahlian global dalam digitalisasi medan tempur, melainkan juga karena kesediaan mereka untuk melakukan alih teknologi kepada Indonesia.
Melalui nota kesepahaman tersebut, Thales dan PT Len berkolaborasi untuk menumbuhkan kemampuan lokal untuk digitalisasi kendaraan masa depan, sementara PT Pindad akan mengajukan sebuah kendaraan lapis baja yang secara khusus dirancang sesuai dengan kebutuhan operasional TNI yang baru.
“Dengan MoU ini, perusahaan kami akan membangun teknologi canggih untuk kendaraan masa depan TNI. Kendaraan lapis baja yang kami kembangkan akan mengintegrasikan paket elektronik dengan kemampuan komunikasi generasi terbaru, ” ujar Abraham Mose, Dirut PT Pindad.



Credit  Angkasa.co.id





Pesawat N219 Terbang Desember 2016?



 
Pesawat karya anak bangsa N219 yang didesain PT Dirgantara Indonesia (PTDI) diharapkan bisa terbang perdana (first flight) pada Desember nanti. Hal ini diungkapkan Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo ketika bertemu di Kementerian Perhubungan Jakarta kemarin (1 /11). Direktur Teknologi dan Pengembangan Andi Alisjahbana yang ditemui usai pembukaan Indo Defence 2016 Expo & Forum di Jakarta tadi (2/11) siang juga menegaskan hal tersebut.
Menurut Arie, proses pembuatan pesawat berkapasitas 19 penumpang itu berjalan terus. Namun ada beberapa pekerjaan yang masih memerlukan proses untuk diselesaikan, seperti sertifikasi beberapa komponen. “Ini memang biasa untuk suatu desain pesawat yang baru. Tidak ada desain yang diubahm hanya komponen-komponen yang dibuat lokal itu memerlukan sertifikasi dan ini membutuhkan waktu,” ujarnya.
Andi pun mengatakan, “Masih banyak yang harus kita tes, seperti landing gear drop test dan tes berbagai komponen lain. Sertifikasi tiap komponen jalan terus sampai sekarang. Setiap satu komponen jadi, dicocokkan dengan gambar. Kalau cocok, disertifikasi, dan boleh dipasang. Ini juga yang membuat lama dan waktu terbangnya mundur.” Kata dia, banyak hal yang harus diperhatikan sebelum pesawat melakukan first flight, seperti kesiapan pesawat dari berbagai pengujian.
Untuk terbang perdana N219 itu, menurut Andi, skenarionya sudah disusun. “Nanti pesawat akan membawa fuel untuk satu jam terbang. Namun yang terpenting adalah ada 200 parameter yang diukur ketika first flight ini,” ungkapnya. Jika pesawat sudah terbang perdana, proses sertifikasi kelaikan terbangnya dimulai.
Rencananya, pesawat yang diperuntukan bagi penerbangan ke pelosok-pelosok, terutama di kawasan timur Indonesia, ini bisa diproduksi tahun 2017.  Andi menjelaskan bahwa pesawat N219 yang berbahan aluminium 20 dan 24, seperti yang digunakan pada NC212 dan CN235, itu bukan pesawat “mewah”, tapi fungsional yang diproduksi khususnya untuk penerbangan perintis. “Kami juga tak menargetkan untuk menjualnya dengan produksi besar di pasar internasional. Yang paling besar adalah untuk pasar Indonesia, kemudian di Asia ada sedikit dan di Afrika,” ucapnya.
Pesawat N219 dibangun dengan unsur lokalitas yang kental. Arie mengatakan, selain  komponen-komponen inti, seperti mesin PT6-42 dari Pratt & Whitney, avionik Garmin 1000, dan propeller buatan Hartzell Propeller Inc., jig dan semua komponen diupayakan produksi dalam negeri. “Kami bermitra dengan berbagai perusahaan yang memroduksinya. Begitu pula dengan landing gear, yang dibuat oleh gabungan perusahaan lokal,” ujarnya.
Biaya pengembangan N219 sampai tahun 2017 sekitar Rp500miliar. “Dana ini ada yang dari perusahaan sendiri dan dari Lapan (Pemerintah),” ujar Andi, yang seperti juga Arie tetap optimis N219 bisa terbang dan diproduksi PTDI, kemudian dipasarkan dan dioperasikan di seluruh pelosok Nusantara.





Credit Angkasa.co.id







225 Jenis Peralatan Militer Dipamerkan Rosoboronexport di Indo Defence 2016




rosoboronexport
Pada ajang pameran persenjataan dan alat militer internasional Indo Defence 2016, JSC Rosoboronexport (bagian dari Rostec State Corporation) memamerkan tak kurang dari 225 jenis peralatan militer untuk Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara. JSC Rosoboronexport merupakan pelaksana yang menampilkan produk-produk unggulan dari industri pertahanan dalam negeri Rusia yang terbagi dalam sembilan booth.
Rombongan delegasi resmi produsen alat persenjataan dan pertahanan asal negeri beruang merah raksasa ini dipimpin oleh Wakil Direktur Layanan Federal untuk Kerja Sama Militer-Teknik Rusia (Russian Federal Service for Military-Technical Cooperation/FSMTC) Mikhail Petukhov.

“Indo Defence 2016 merupakan salah satu pameran persenjataan terbesar di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan pengalaman, kawasan ini menyumbang sekitar 40 persen ekspor Rosoboronexport. Eksportir khusus yang ditampilkan adalah perangkat keras angkatan pertahanan udara Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan pasukan khusus terbaru yang hingga kini telah teruji dalam kondisi pertempuran sesungguhnya dan ini merupakan persenjataan yang sangat diminati,” ujar Wakil CEO Rosoboronoxport Sergey Goreslavsky yang merupakan pimpinan delegasi Rostec dan Rosoboronexport, Rabu (2/11/2016).
Persenjataan yang ditampilkan oleh negara eksportir khusus termasuk model replika berskala dari pesawat multiperan Sukhoi Su-35 yang kemampuan manuver tempur yang hebat, helikopter Kamov Ka-52 intai dan serang, tank tempur utama (main battle tank/MBT) T-90S, kendaraan tempur infanteri BMP-3M, Buk-M2E SAM System, kapal selam disel proyek 636, kapal kawal (frigate) proyek 11356 dan UGST universal deep-sea homing torpedo.

Sebagai tambahan terkait persenjataan antara lain, coastal mine countermeasures ship dari proyek 12071 Alexandrite-E, kapal pendaratan besar yang berasal dari proyek 11711, dan kapal penyelamat proyek 21301 merupakan peluang untuk promosi pada pasar di kawasan. Pelanggan luar negeri berharap untuk mengambil sebuah ketertarikan aktif pada combat-proven sistem rudal jelajah Kalibr-PLE (kelas S) dan Kalibr-NKE (kelas N).
Pesawat tempur garis depan multifungsi MiG-29M/M2, Su-32 tempur-pembom, pesawat latih tempur Yak-130, pesawat angkut militer Il-76MD-90A, Mi-26T2, Mi-17V-5/Mi-171Sh, Mi-35M, serta sistem pesawat tanpa awak Orlan-10E dan Tachyon merupakan perangkat keras yang dianggap menjanjikan untuk perlengkapan Angkatan Udara negara-negara di kawasan ini (pasifik).
Para delegasi luar negeri, termasuk perwakilan termasuk negara pengorganisir pameran, juga memperlihatkan ketertarikan pada pesawat amfibi Be-200, yang mana pada tahun 2015 pernah mengambil bagian dalam memadamkan kebakaran hutan di pulau Sumatera. Tank T-72 dan T-90, kendaraan lapis baja pengangkut personel BTR-80A dan BTR-82A, kendaraan tempur infanteri BMP-3 dan hal lain yang terkait dengan mendukung latihan mungkin sama diminatinya oleh perwakilan Angkatan Bersenjata.
Di Indo Defence 2016, delegasi Rosoboronexport memiliki agenda bisnis tambahan yang meliputi pertemuan dengan perwakilan pemerintah, Angkatan Bersenjata dan komunitas bisnis di Indonesia serta negara lainnya di kawasan Asia Pasifik.





Credit  Angkasa.co.id



Abaikan Ultimatum Rusia, Pemberontak Suriah Tolak Serahkan Aleppo

 
Abaikan Ultimatum Rusia, Pemberontak Suriah Tolak Serahkan Aleppo
Kelompok pemberontak Suriah sudah diultimatum Rusia agar tinggalkan Kota Aleppo maksimal Jumat malam. Foto/REUTERS
 
ALEPPO - Kelompok pemberontak Suriah mengabaikan ultimatum Rusia dan rezim Suriah yang memerintahkan mereka untuk meninggalkan Aleppo paling lama hari Jumat. Kelompok pemberontak anti-rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad itu menolak untuk menyerahkan Aleppo kepada Rusia dan rezim Suriah.

”Ini benar-benar keluar dari pertanyaan. Kami tidak akan menyerahkan Kota Aleppo ke Rusia dan kami tidak akan menyerah,” kata Zakaria Malahifji dari kelompok pemberontak Suriah, Fastaqim, kepada Reuters, Kamis (3/11/2016).

Rusia telah mengultimatum pemberontak Suriah untuk tinggalkan Aleppo melalui koridor kemanusiaan. Tapi, Malahiji, membantah adanya koridor yang menjamin keamanan bagi perjalanan kelompok oposisi maupun warga sipil. Menurutnya, warga sipil di Aleppo tidak percaya pada Pemerintah Assad.

 
Seperti diberitakan sebelumnya, Rusia mengultimatum pemberontak Suriah untuk meninggalkan Kota Aleppo paling lama Jumat malam. Ultimatum Rusia ini sekaligus menandai perpanjangan moratorium serangan udara terhadap sejumlah sasaran di Kota Aleppo.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pemberontak, baik yang terluka atau tidak, diizinkan untuk keluar dari Kota Aleppo dengan senjata mereka antara pukul 09.00-19.00 waktu setempat pada 4 November melalui dua koridor khusus.

”Warga sipil dan orang sakit serta yang terluka akan diizinkan untuk meninggalkan Aleppo melalui enam koridor lainnya,” kata Kementrian Pertahanan Rusia.

”Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan jeda pertempuran untuk menghindari korban yang tidak masuk akal,” lanjut kementerian itu. Rusia menjamin bahwa pihak berwenang Suriah akan menarik tentaranya dari dua koridor yang disiapkan untuk kelompok pemberontak.

”Semua upaya oleh pemberontak untuk menerobos Aleppo telah gagal. Para teroris telah menderita kerugian besar dalam hidup, senjata dan peralatan,” imbuh kementerian itu.



Credit  Sindonews

Rusia Ultimatum Pemberontak Suriah Tinggalkan Aleppo Jumat Malam

Rusia Ultimatum Pemberontak Suriah Tinggalkan Aleppo Jumat Malam
Rusia mengultimatum pemberontak Suriah untuk keluar dari Aleppo pada Jumat malam. Foto/Istimewa
 
MOSKOW - Rusia mengatakan pemberontak anti pemerintah Suriah yang bersembunyi di kota Aleppo untuk meninggalkan kota tersebut Jumat malam. Pernyataan ini sekaligus menandakan diperpanjangnya moratorium serangan udara terhadap sejumlah sasaran di dalam kota.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pemberontak, baik yang terluka atau tidak, diizinkan untuk keluar dari kota dengan senjata mereka antara pukul 09:00 dan 19:00 waktu setempat pada 4 November melalui dua koridor khusus.

"Warga sipil dan orang sakit serta terluka akan diizinkan untuk meninggalkan Aleppo melalui enam koridor lainnya," kata Kementrian Pertahanan Rusia seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/11/2016).

"Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan jeda pertempuran untuk menghindari korban yang tidak masuk akal," kata Kementerian Pertahanan Rusia lagi. Rusia juga mengatakan bahwa pihak berwenang Suriah akan memastikan tentara pemerintah akan ditarik dari dua koridor yang disiapkan untuk kelompok pemberontak.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pemberontak di dalam Aleppo telah mengalami kerugian besar selama pertempuran dan secara efektif telah terjebak.

"Semua upaya oleh pemberontak untuk menerobos Aleppo telah gagal. Para teroris telah menderita kerugian besar dalam hidup, senjata dan peralatan. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk keluar dari kota," kata kementerian itu.

Rusia dan Suriah mengatakan mereka menghentikan serangan udara di Aleppo pada 18 Oktober. Pemerintah Barat telah menuduh bahwa serangan telah menewaskan warga sipil dalam jumlah besar, namun tuduhan itu dibantah oleh Moskow.

Credit  Sindonews

Ada Paket Mencurigakan, Pusat Senjata Nuklir AS Ditutup

 
Ada Paket Mencurigakan, Pusat Senjata Nuklir AS Ditutup
Situs nuklir Savannah River Site terpaksa ditutup sementara setelah ditemukan paket mencurigakan di toilet. Foto/Istimewa
 
WASHINGTON - Paket mencurigakan yang diduga bom ditemukan di toilet Savannah River Site kompleks senjata nuklir di Carolina Selatan. Pihak pengelola situs langsung memberlakukan situasi tanggap darurat setelah penemuan paket tersebut.

Juru bicara Departemen Energi, Jim Giusti mengatakan, pihaknya telah memperlakukan perangkat yang ditemukan tersebut sebagai peledak sampai dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Giusti mengatakan perangkat tersebut ditemukan di dalam Area A.

"Kami menemukan item di kamar kecil yang tengah kami selidiki. Kami memiliki barang yang mencurigakan. Kami telah mengeluarkan peringatan keamanan dan kita akan melakukan semua prosedur yang benar," kata Giusti seperti dikutip dari Express, Kamis (3/11/2016).

Giusti tidak menampik kemungkinan jika paket tersebut adalah sebuah bom. "Benda itu adalah benda yang mencurigakan. Kami memperlakukannya seolah-olah itu berpotensi menjadi alat peledak," katanya.

Namun kini, para pejabat berwenang telah menyatakan daerah tersebut telah aman. "Setelah penyelidikan menyeluruh, item yang mencurigakan itu bukan sebuah ancaman dan situs telah kembali beroperasi secara normal," begitu pernyataan pejabat setempat.

Kompleks Savannah River Site dibangun pada tahun 1950, digunakan untuk memperbaiki bahan nuklir guna penyebaran senjata nuklir. Kompleks ini mempunyai luas 310 mil persegi dan mempekerjakan lebih dari 10 ribu orang.

Credit  Sindonews







Rusia Sindir AS Soal Anggaran Militer

 
Rusia Sindir AS Soal Anggaran Militer
Kapal Admiral Tributs. Foto/Victor Maulana/Sindonews
 
JAKARTA - Rusia melemparkan sindiran kepada Amerika Serikat (AS) terkait anggaran dana militer yang dimiliki Negeri Paman Sam. Sindiran ini disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin.

Sindiran itu muncul saat Galuzin ditanya apakah Rusia akan meningkatkan anggaran militer mereka. Galuzin mengatakan, untuk saat ini anggaran Rusia sudah sesuai dengan kebutuhan. Dan, tanpa perlu ditambah, Rusia selalu disebut sebagai ancaman dunia oleh AS.

"Tidak ada rencana penambahan anggaran militer. Tanpa kami tambah, negara dengan anggaran militer terbesar di dunia saja sudah menuding kami sebagai ancaman dunia," kata Galuzin merujuk pada AS.

"Apakah dengan keadaan seperti itu, menurut kalian (wartawan) kami harus menambah anggaran militer?" tanya Galuzin saat menyampaikan konferensi pers di atas kapal perang Rusia, Admiral Tributs pada Rabu (2/11).

Hubungan antara Rusia dan AS sendiri saat ini tengah dalam keadaan yang cukup tegang. Bahkan, menurut beberapa pengamat, ketegangan kedua negara adalah yang tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Tegangnya hubungan kedua negara disebabkan oleh perbedaan pandangan mengenai Suriah. Dimana, AS adalah pihak yang mendukung pemberontak Suriah dan Rusia mendukung pemerintah Suriah.


Credit  Sindonews





Admiral Tributs, Kapal Perang Rusia Pemburu Kapal Selam



 
Admiral Tributs, Kapal Perang Rusia Pemburu Kapal Selam
Kapal Admiral Tributs. Foto/Victor Maulana/Sindonews
  -
JAKARTA - Rusia dikenal sebagai salah satu negara produsen peralatan militer terbaik di dunia. Salah satu karya tangan Rusia adalah kapal Admiral Tributs, yang saat ini tengah merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Menurut Laksaman Muda Eduard Mikhallov, yang merupakan Kapten Admiral Tributs, Kapal perang dengan panjang 163 meter tersebut adalah kapal yang memiliki tugas khusus, yakni memburu dan menghancurkan kapal selam musuh.

"Kapal ini dibangun 30 tahun lalu di Lengingard. Sebelum berkunjung ke Jakarta, kapal ini sudah mengalami tiga kali modernisasi. Dan, modernisasi terakhir dilakukan dua tahun lalu," kata Mikhallov, saat ditemui di Jakarta pada Rabu (2/11).

"Tugas utama kapal ini adalah mencari dan menghancurkan kapal musuh, terutama kapal selam. Kapal ini dilengkapi dengan sejumlah roket. Selain untuk mengancurkan kapal selam, kapal ini juga bertugas memberikan peringatan kepada kapal lain," sambungnya.

Berdasarkan keterangan di rusnavy, kapal ini dilengkapi dengan torpedo, delapan buah peluncur roket, senapan AK-100 dan AK-630M, dan roket anti-kapal selam RBU-6000. Kapal yang bisa memuat 300 awak ini juga dilengkapi dengan satu buah helikopter.

Kedatangan kapal yang merupakan bagian dari Armada Pasifik Rusia ini sendiri merupakan bagian dari keterlibatan Rusia di Indo Defence 2016. Pada awalnya, ada empat kapal yang akan didatangkan ke Indonesia, namun karena satu dan lain hal, hanya Admiral Tributs yang berkunjung ke Jakarta.

"Pada awalnya ada empat kapal yang akan berkunjung, namun tiga kapal lainnya tiba-tiba mendapat tugas dari pusat, hanya Admiral Tributs yang datang ke Jakarta," tukas Mikhallov.

Credit  Sindonews






Rusia Berharap Segera Ada Kesepakatan dengan RI Soal Pembelian Su-35

 
Rusia Berharap Segera Ada Kesepakatan dengan RI Soal Pembelian Su-35
Sukhoi Su-25. Foto/sputniknews
 
JAKARTA - Hingga kini, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhael Y Galuzin masih enggan berbicara banyak mengenai recana pembelian jet tempur Su-35 oleh Indonesia. Sebelumnya beredar kabar, militer Indonesia berencana membeli 10 unit Su-35.

"Kami berharap dalam waktu dekat akan ada kesepakatan (mengenai pembelian Su-35). Dan, jika kesepakatan itu sudah ada, kami pasti akan memberitahukan kepada media," kata Galuzin pada Rabu (2/11).

Setali tiga uang dengan Rusia, pihak militer Indonesia juga menolak membocorkan apakah Indonesia dan Rusia sudah resmi mencapai kesepakatan soal pembelian sembilan atau sepuluh pesawat jet tempur Su-35 Rusia.

”Kami masih melakukan negosiasi,” kata Leonardi, kepala fasilitas pertahanan di Kementerian Pertahanan Indonesia, seperti dikutip Reuters, kemarin. ”Kami masih tawar-menawar, berapa banyak yang mereka ingin jual?” kata pejabat yang hanya bersedia diidentifikasi dengan nama singkat itu.

Indonesia sendiri sejatinya sudah memiliki sekitar 24 unit jet tempur buatan Negeri Beruang Merah tersebut. Indonesia memiliki dua jenis Sukhoi, yakni Su-27 dan juga Su-30.


Credit  Sindonews










AS Batalkan Penjualan, Duterte Beli Senjata ke Rusia

 
AS Batalkan Penjualan, Duterte Beli Senjata ke Rusia  
Menurut Duterte, warga Filipina dapat dengan mudah memproduksi senjata dan negaranya juga akan membeli senjata dari Rusia. (CNN Indonesia/Safir Makki)
 
Jakarta, CB -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku tak peduli dengan keputusan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk menghentikan penjualan senjata ke negaranya. Menurut Duterte, warga Filipina dapat dengan mudah memproduksi senjata dan negaranya juga akan membeli senjata dari Rusia.

"Banyak senjata di sini. Saya tidak takut kekurangan senjata hanya karena AS menghentikan penjualan senjata ke Filipina," tutur Duterte seperti dikutip Inquirer pada Rabu (2/11).

Duterte kemudian mengatakan bahwa Rusia dapat menyediakan pasokan senjata kepada Filipina.

Duterte mengaku, tak lama setelah dirinya terpilih sebagai presiden, salah satu diplomat Rusia, Igor Khovaev, mengajaknya datang ke Rusia dan menyatakan Moskow memiliki segala yang dibutuhkan Filipina.

Dalam pertemuan Mei lalu, keduanya sepakat memperkuat hubungan bilateral antara Filipina dan Rusia. Menurut Duterte, hubungan antar Filipina-Rusia "sangat akrab."

"Kami (Filipina-Rusia) tidak memiliki sengketa, kontradiksi politik, atau perbedaan lainnya," kata Khovaev.

Dalam pertemuan Asean Summit di Laos beberapa waktu lalu, Duterte juga sempat bertemu Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. Dalam pertemuan itu, Duterte menyebut Medvedev berjanji bahwa Rusia akan membantu Filipina.

Sementara itu, dalam pernyataannya ke media, Senator Partai Liberal Filipina Ralph Recto mendesak Duterte untuk segera membangun industri produksi senjata dan peralatan militer lokal.

Recto menggambarkan penghentian penjualan senjata AS ke Filipina ini sebagai panggilan pemerintah untuk segera menghentikan ketergantungan negara pada pihak asing.

"Senjata yang dibuat di Marikina sama bagusnya dengan senjata yang dibuat di Amerika," kata Recto merujuk pada industri alat militer Filipina di Marikina.

Keputusan Kemlu AS untuk membatalkan rencana penjualan 26 ribu senjata ke Filipina dipicu oleh penolakan salah satu senator AS, Ben Cardin.

Senapan-senapan dari AS ini seharusnya dijual ke Manila untuk digunakan oleh Kepolisian Nasional Filipina.

Salah satu sumber mengatakan, politisi Partai Demokrat itu tidak setuju jika AS harus menyediakan bantuan senjata ke Manila karena adanya dugaan pelanggaran HAM yang semakin mengkhawatirkan di Filipina.




Credit  CNN Indonesia


Geram Penjualan Senjata Batal, Duterte Sebut AS 'Monyet'


Geram Penjualan Senjata Batal, Duterte Sebut AS 'Monyet'  
Menyusul batalnya penjualan 26 ribu senjata AS ke Filipina, Presiden Rodrigo Duterte memaparkan bahwa kepercayaannya kepada Washington kini sudah pudar. (Reuters/Erik De Castro)
 
Jakarta, CB -- Presiden Rodrigo Duterte kembali meluncurkan kata-kata kasar ketika mencaci keputusan Amerika Serikat menghentikan 26 ribu penjualan senjata ke Filipina. Duterte menyebut keputusan itu "bodoh" dan pejabat AS yang menyebabkan pembatalan itu "monyet", sembari menegaskan bahwa ia akan dengan mudah beralih ke Rusia dan China untuk membeli senapan.

Komentar tajam semacam itu kini menjadi hal yang biasa diucapkan oleh pria 71 tahun yang memimpin Filipina sejak akhir Juni lalu. Dalam pidatonya yang disiarkan televisi lokal pada Rabu (2/11), Duterte memaparkan bahwa kepercayaannya kepada Washington kini sudah pudar.

"Lihatlah monyet-monyet ini, kita ingin membeli 26 ribu senjata, mereka tidak ingin menjualnya. Keparat, kami memiliki banyak senjata buatan sendiri di sini. Amerika bodoh," tutur Duterte.

Keputusan Kemlu AS untuk membatalkan penjualan senjata untuk Kepolisian Nasional Filipina dipicu oleh penolakan salah satu senator AS, Ben Cardin. Salah satu sumber Reuters mengatakan, politisi Partai Demokrat itu tidak setuju atas penjualan senjata, menyusul adanya dugaan pelanggaran HAM yang semakin mengkhawatirkan di Filipina.

Pasalnya, lebih dari 3.800 orang yang diduga pengguna dan pengedar narkoba tewas tanpa melalui proses hukum, sebanyak 2.300 di antaranya terbunuh dalam baku tembak dengan polisi.

Duterte geram atas sikap AS dan PBB yang mengkritik perang melawan narkoba yang diusungnya, yang dinilai tidak memperhatikan HAM para terduga pecandu narkoba.

"Itu sebabnya saya kasar pada mereka, karena mereka kasar pada saya," katanya.

Menurut prosedur di Washington, Kementerian Luar Negeri AS akan menginformasikan Kongres ketika terdapat rencana penjualan senjata internasional. Namun, Kemlu AS diberitahu bahwa Cardin akan menentang penjualan senjata itu, sehingga rencana ini otomatis terhenti.

Juru bicara Kemlu AS, John Kirby mengaku tak dapat berkomentar soal status penjualan senjata itu, namun menekankan bahwa AS berkomitmen terhadap persekutuannya dengan Filipina.

Sementara, kepala polisi Filipina, Ronald dela Rosa, mengaku kecewa atas penghentian penjualan senjata, karena polisi Filipina kita tak akan mendapatkan senapan M4.

"Kita punya beberapa pilihan, tapi jika memang [penjualan terhenti], maka mereka yang rugi, bukan kita," ujarnya.

"Rusia, mereka mengundang kita, begitu juga dengan China. Tapi saya masih menundanya, karena ingin bertanya kepada militer, 'Apakah Anda tetap ingin senjata AS?' Tapi mereka kasar kepada kita," ujar dela Rosa.

Renggangnya hubungan antara Filipina dan AS mulai terlihat ketika pada awal September lalu Duterte menyebut presiden petahana AS, Barack Obama "anak pelacur". Komentar itu membuat pertemuan kedua kepala negara yang sudah dijadwalkan disela-sela KTT ASEAN-AS di Laos batal.

Pada akhir Oktober lalu dalam kunjungannya ke Beijing, China, Duterte bahkan mengumumkan "perceraian" dengan AS. Duterte mengaku ia berupaya meninggalkan AS dan merapat ke pemerintah Beijing.



Credit  CNN Indonesia




Pemimpin spiritual Iran menentang pemulihan hubungan dengan AS


 
Pemimpin spiritual Iran menentang pemulihan hubungan dengan AS
Ayatollah Ali Khamenei melambaikan tangan saat memberikan pidatonya dalam pertemuan tentara Iran, di Teheran, Rabu (7/10/2015). (REUTERS/leader.ir/Handout via Reuters )
 
Teheran (CB) - Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Rabu (2/11) menyampaikan penentangan terhadap pemulihan hubungan dengan Amerika Serikat, yang dibekukan pada 1980, kata jejaring resmi pemimpin Iran tersebut.

Ada wacana yang mensahkan hubungan dengan Amerika Serikat berdasarkan logika bahwa "jika kita berkompromi dengan Amerika, semua masalah di negara kita akan dapat diselesaikan".

"Kepercayaan ini sangat berbahaya," kata Khamenei, sebagaimana dikutip Xinhua. Ia berpendapat bahwa "karena ada alasan akurat untuk membuktikan (kepercayaan) ini adalah dusta, penipuan dan keliru".

Pernyataan Khamenei dikeluarkan saat rakyat Iran bersiap memperingati Ulang Tahun Ke-37 pada Kamis pengambil-alihan Kedutaan Besar AS oleh satu kelompok mahasiswa Iran.

"Satu contoh untuk membuktikan kepalsuan kepercayaan ini ialah sikap Amerika Serikat mengenai kesepakatan nuklir Iran," kata Khamenei.

Ia menyampaikan kembali komentar yang berulangkali dikemukakannya mengenai betapa tak bisa dipercayanya Amerika Serikat. Ia mengatakan, "Bukan cuma saya yang mengatakan mereka (Amerika) tidak tulus, bahkan pejabat lain Iran dan perunding nuklir sendiri berbicara mengenai ketidak-tulusan Amerika Serikat dalam memenuhi kewajibannya berkaitan dengan kesepakatan nuklir."

Kesepakatan itu, yang dicapai antara Iran dan negara besar di dunia pada Juli tahun lalu, dilaksanakan pada Januari. Kesepakatan tersebut menyaksikan Iran menghapuskan sebagian besar program nuklirnya sebagai imbalan bagi penghapusan sanksi Barat dan internasional.

Amerika Serikat masih mempertahankan sanksi atas Iran sehubungan dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan dukungan bagi terorisme, tuduhan yang dibantah oleh Iran.

Pada Rabu, pemimpin senior Iran itu juga menolak tuntutan bagi perundingan dengan Amerika Serikat mengenai masalah dalam dan luar negeri.

"Sasaran utama Amerika Serikat ialah untuk menghalangi kemajuan Iran dan perundingan dengan AS takkan menyelesaikan masalah ekonomi kita," tambahnya.




Credit  ANTARA News




Ukraina perkuat AL untuk imbangi kekuatan militer Rusia di Krimea


 
Kiev (CB) - Ukraina sedang melengkapi dan memperluas armada angkatan laut, termasuk memperbaiki kapal utamanya "Hetman Sahaydachnyy", untuk mengimbangi peningkatan keberadaan militer Rusia di wilayah Krimea yang dicaplok, kata komandan AL Ukraina.

Pengembangan AL Ukraina itu akan didukung dengan bantuan dari Amerika Serikat senilai 30 juta dolar AS, bagian dari paket 500 juta dolar dari Washington yang dijadwalkan akan diterima Kiev tahun depan.

"Kami akan membangun kembali armada kami tahap demi tahap dari awal," kata Laksamana Madya Ihor Vorochenko dalam wawancara dengan Reuters.

"Kemampuan kami dalam hal kualitas akan lebih baik dibandingkan dengan yang ada di Krimea."

Ukraina kehilangan dua pertiga armadanya, yang sebelumnya sebagian besar berada di Sevastopol, ketika Rusia mencaplok Krimea dari Kiev pada 2014. Sejak itu, Ukraina terus memerangi para separatis dukungan Rusia di wilayah Donbass dalam perang yang telah menewaskan hampir 10.000 orang.

Sebelum mencaplok Krimea, Rusia menyewa berbagai fasilitas dari Ukraina untuk menempatkan Armada Laut Hitamnya, yang telah berada di Krimea selama lebih dari dua abad.

Fasilitas-fasilitas tersebut, kebanyakan berada di sekitar Sevastopol, saat ini sedang diperluas.

Rusia telah memulai program untuk memiliterisasi Krimea, termasuk dengan membangkitkan kembali fasilitas-fasilitas yang dulu dibangun Soviet, membuat markas-markas baru serta menempatkan pasukannya di wilayah itu, menurut Laporan Khusus Reuters.

Ketika Rusia menduduki Krimea, Ukraina mencegah "Hetman Sahaydachnyy", kapal landas "Yuriy Olifirenko", perahu peluru kendali "Pryluky" serta sejumlah perahu bersenjata jatuh ke tangan Rusia.

"Kami baru saja mulai melakukan perbaikan pada kapal utama kami," kata Vorochenko.

Dua perahu bersenjata sudah hampir siap untuk digunakan "dan saya yakin kami akan menerima empat perahu lagi pada Juli tahun depan," ujarnya.

Angkatan Laut Ukraina juga berencana sudah akan memiliki satu kapal perang Corvette baru dan satu perahu rudal baru pada 2020.

Langkah-langkah lainnya yang dijalankan Ukraina untuk memperkuat pertahannya termasuk meningkatkan pelatihan bagi para personel AS serta menciptakan unit-unit baru pasukan pertahanan perairan.

Sebagian pelatihan sedang dilangsungkan di beberapa negara anggota NATO, yaitu Italia, Prancis dan Inggris.

Vorochenko mengatakan Rusia sedang berencana untuk membuat Krimea menjadi sebuah "pangkalan militer" dengan menempatkan tiga perahu selam, kapal-kapal perang kecil yang baru serta lebih banyak fasilitas penerbangan. Ia juga mengatakan kapal-kapal Rusia sedang mengalami banyak masalah teknis.

"Kami mendapat informasi, kami melalukan pengintaian. Saya tidak bisa mengungkapkan semuanya," ujar Vorochenko. "Tapi kami bisa menyerang balik semua rencana berbahaya mereka. Mereka juga ada masalah dalam hal sumber daya."

Sergei Zgurets, direktur lembaga konsultan Defense Express, mengatakan kapasitas angkatan laut Ukraina dalam keadaan rendah dan, karena itu, angkatan udara dan artilerinya masih menjadi alat pertahanan utama terhadap serangan dari laut.

"Jadi kita (Ukraina, red) akan memerangi pasukan angkatan laut milik musuh dengan menggunakan pasukan darat dan udara," kata Zgurets.

Vorochenko akan bertemu dengan kepala staf angkatan laut Rumania, negara yang juga anggota Uni Eropa dan NATO, pada 23 November untuk membahas kemungkinan aksi bersama di Laut Hitam jika Rusia melakukan serangan.

Hubungan antara Ukraina dan Rusia memburuk setelah Presiden Viktor Yanukovich, yang didukung Kremlin, digulingkan melalui serangkaian unjuk rasa pada Februari 2014. Kondisi tersebut berujung pada pencaplokan Krimea serta merebaknya perjuangan oleh kalangan separatis di wilayah-wilayah lainnya.



Credit  ANTARA News






Pangeran Arab Saudi dihukum cambuk

 
Dubai (CB) - Seorang pangeran Arab Saudi dari keluarga kerajaan Al Saud, yang berkuasa, dicambuk di penjara di Jeddah sebagai bagian dari hukuman, yang diperintahkan pengadilan, kata surat kabar Saudi, Rabu.

Pencambukan itu berlangsung satu bulan setelah kerajaan Arab Saudi menghukum mati satu pangeran lain karena melakukan pembunuhan.

Harian "Okaz" tidak menyebutkan jati diri pangeran itu atau kesalahannya hingga ia mendapat hukuman tersebut.

"Okaz" melaporkan bahwa sang pangeran juga diharuskan menjalani hukuman penjara.

Pemecutan terhadap pangeran itu dilaksanakan pada Senin oleh seorang polisi setelah anggota keluarga kerajaan itu menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan bahwa ia cukup kuat untuk menerima cambukan.

Pemberitaan soal pemecutan terhadap pangeran jarang terjadi.

Sejumlah pengguna media sosial Saudi mengatakan pencambukan itu menunjukkan bahwa hukum Islam tidak membeda-bedakan antara seorang pangeran dan orang-orang Saudi biasa.

Sejumlah lain mencurigai bahwa pemecutan terhadap pangeran tersebut merupakan taktik untuk menenangkan keresahan masyarakat menyangkut pengetatan ekonomi oleh pemerintah.

Laporan surat kabar itu tidak mengatakan berapa cambukan yang diterima oleh sang pangeran.

Human Rights Watch, yang mengutip pegiat hak asasi manusia Arab Saudi, mengatakan bahwa pencambukan lazim dilakukan dengan menggunakan tongkat kayu ringan ke arah punggung serta kaki dan dapat menimbulkan luka memar, namun tidak sampai mengoyak kulit.

Juru bicara Kementerian Kehakiman kerajaan, yang kaya akan minyak itu, belum dapat dimintai tanggapan.

Arab Saudi, sekutu utama Amerika Serikat di kalangan Arab serta merupakan tempat lahirnya Islam, mengikuti ajaran Muslim Sunni Wahabi dan memberikan alim ulama ruang untuk mengendalikan sistem peradilannya.

Seorang pangeran Saudi pada 18 Oktober dihukum mati di Riyadh setelah pengadilan menyatakan ia bersalah menembak hingga tewas seorang warga Saudi, kata laporan media, yang menyebutkan bahwa para warga Saudi mengatakan hukuman itu merupakan eksekusi pertama yang dialami seorang pangeran sejak 1970-an.

Pangeran terhukum mati itu, Turki bin Saud al-Kabir, sebelumnya menyatakan bersalah menembak Adel al-Mohaimeed setelah perkelahian terjadi, kata kementerian dalam negeri.

Pengguna media gaul melihat hukuman mati, yang jarang dialami pangeran, adalah tanda bahwa hukum Islam menganut persamaan perlakuan.

Di media gaul, seorang pengguna berkomentar, "Pencambukan terhadap seorang pangeran itu tidak akan membuat perut warga kenyang, orang mulai mengalami kelaparan."

Komentator lain mengatakan tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum Islam.





Credit  ANTARA News




Laporan terbaru soal nasib MH370 : "turun dengan cepat" lalu hilang

 
Laporan terbaru soal nasib MH370  :
foto arsip 2015 - Seorang pria di Pantai Jamaique di Saint-Denis, Pulau La Reunion milik Prancis di Samudera Hindia tengah mencari kemungkinan puing-puing lainnya dari pesawat hilang MH370. (Jacky Naegelen/Reuters)
 
Sydney, Australia  (CB) - Sebuah laporan terkait pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 oleh penyelidik keamanan Australia yang memimpin usaha pencarian mendukung pandangan bahwa pesawat itu turun dengan cepat setelah kehabisan bahan bakar tanpa adanya campur tangan manusia.

Penerbangan nomor MH370 itu hilang pada Maret 2014 saat mengarah ke Beijing dari Kuala Lumpur dengan mengangkut 239 orang penumpang dan kru pesawat yang menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.

Laporan dari Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) yang dikeluarkan pada Rabu mengatakan bahwa analisa puing bagian sayap menunjukkan bahwa pesawat itu tidak diatur untuk melakukan pendaratan.

Laporan itu juga mengatakan bahwa komunikasi satelit dari pesawat itu konsisten dengan asumsi yang menyebutkan pesawat itu "turun semakin cepat" saat pesawat itu hilang, yang biasa disebut dengan terjun kematian.

Laporan sebanyak 28 halaman itu berisi sejumlah simulasi akhir penerbangan dan penyimpangan yang baru, yang mengindikasikan para pakar meyakini wilayah pencarian yang tercakup saat ini diperkirakan menjadi lokasi kejadian. Bersamaan dengan dimulainya sebuah pertemuan tiga hari oleh para pakar untuk mengembangkan sejumlah rencana untuk melanjutkan pencarian.

Kepala pencarian ATSB, Peter Foley mengatakan kepada media pada Rabu bahwa analisis terhadap bagian sayap itu telah "menambahkan kepastian" terkait apa yang terjadi.

"Itu kemungkinan berada dalam sebuah posisi yang tidak diperpanjang yang berarti pesawat itu tidak diatur untuk melakukan pendaratan," ujar Foley, mengacu kepada praktik memperpanjang bagian sayap untuk membuat pesawat dapat mendarat dengan selamat.

"Anda dapat menarik kesimpulan sendiri apakah itu berarti terdapat seseorang yang memegang kendali atau tidak," katanya seperti dikutip Reuters.

Pertanyaan terkait apakah ada campur tangan manusia saat pesawat jatuh itu menjadi penting karena jika pesawat itu turun perlahan, puing-puingnya dapat berada di luar wilayah pencarian seluas 120.000 kilometer persegi, yang hampir diperiksa seluruhnya.

Pihak berwenang beranggapan bahwa pesawat itu tidak "menerima perintah" pada saat-saat akhirnya, itu berarti tidak ada pilot atau tidak ada pilot yang sadar.

Mereka meyakini bahwa pesawat itu sedang dalam pengaturan pilot otomatis dan turun berputar saat kehabisan bahan bakar.

Namun kelompok teknik yang memimpin pencarian itu, Fugro, sebelumnya telah mengangkat prospek terkait seseorang yang menurunkan pesawat itu secara perlahan untuk menjelaskan mengapa hingga saat ini pesawat itu belum ditemukan.

Jason middleton, kepala aviasi dari Universitas New South Wales, mengatakan bahwa analisa bagian sayap itu hanya memberikan hal terbatas.

"Itu berarti pilot tidak waspada, sadar atau merencanakan sebuah pendaratan yang aman, hanya itu artinya," Middleton mengatakan kepada wartawan Reuters.

Dia mengatakan bahwa simulasi penyimpangan yang baru hanya menunjukkan pesawat itu "berada di bagian tertentu di laut itu" yang sedang dicari dan tidak memberikan sebuah wilayah pencarian yang baru di Samudera Hindia.

Dalam sebuah perkembangan terpisah, seorang pengacara dari keluarga empat orang korban asal Australia mengatakan kepada wartawan Reuters bahwa Malaysia Airlines telah sepakat untuk mengeluarkan informasi terkait pesawat yang hilang sebagai bagian dari kompensasi yang diberikan.

John Dawson, dari firma hukum Carneys Lawyers, mengatakan bahwa dia telah mendapatkan kabar akan menerima informasi itu pada akhir bulan. Informasi itu akan mencantumkan sertifikat kesehatan terbaru yang dimiliki oleh kru pesawat.





Credit  ANTARA News







Mengintip Kecanggihan ZTQ, Tank Terbaik Tiongkok untuk Medan Berat



Mengintip Kecanggihan ZTQ, Tank Terbaik Tiongkok untuk Medan BeratNet/Angkasa
CB - Biarpun soal kualitas produk boleh jadi nomer sekian, siapapun harus mengakui kapabilitas desain dan produksi alutsista Tiongkok.
Belum lama ZTZ-99 memulai debutnya, ternyata Tiongkok memiliki tank kedua yang jarang terdengar bunyinya yang berkode ZTQ (Zhuangjia Tanke Qingxing – Tank Lapis Baja Ringan).
Jika ZTZ-99 diperuntukkan untuk Divisi lapis baja reguler, tank ZTQ didesain untuk medan dengan dukungan beban permukaan rendah seperti medan bersalju atau berlumpur yang terdapat di Wilayah Komando Militer Selatan dan Utara (Tibet).
Untuk medan yang berat tersebut, PLA menginginkan bobot tank yang seringan mungkin agar tidak mudah terjebak di kubangan lumpur.
Sebelumnya PLA menggunakan Type 62 yang bobotnya hanya 21 ton. Karena teknologinya sudah ketinggalan jaman, PLA pun mencari pengganti dalam bentuk ZTQ.
Pembuatan tank baru ini dikerjakan oleh institut no.201 dan institut no. 617, dengan desain institut no. 617 akhirnya memenangkan persaingan dan diproduksi oleh Norinco.
Oleh karena itu, Norinco sebagai pembuatnya mendesain sasis ringan, dimana bobot tank ZTQ konon hanya berada pada kisaran 30-35 ton, dengan bentuk yang mirip dengan ZTZ-99.
Tank ini menggunakan desain hull ringan seperti kendaraan tempur, dengan bagian sisi tegak lurus dan pada bagian bawah ditutup dengan slat dari bahan karet sebagai pelindung rantai dan sistem penggerak.
Posisi untuk palka pengemudi diletakkan di tengah, depan kubah, yang mengingatkan posisi penempatan pada ZTZ-99. Palka pengemudi tersebut dilengkapi dengan tiga periskop dengan cakupan hampir 180o
Melihat pada sistem penggeraknya, ZTQ memiliki enam pasang roda lincir alumunium dengan lima lubang (lightening cuts) yang dibungkus oleh sistem rantai logam tanpa tapak karet.


Terlihat jarak antar roda berbeda pada ZTQ, dengan posisi roda lincir 1, 2, 3 lebih jarang dan 4, 5, 6 lebih rapat untuk mengantisipasi bobot mesin yang lebih berat pada bagian belakang.
Sistem suspensinya konon sudah menggunakan suspensi hidropneumatik yang bisa menyesuaikan tinggi kendaraan dan sangat nyaman untuk medan berat, Mesin terpasang di bagian belakang dengan exhaust juga menghadap ke belakang.
Berbicara sistem perlindungan, ZTQ mengandalkan pada balok ERA (Explosive Reactive Armor) dan slat armor alias pagar pelindung. Balok ERA dapat ditemui di setiap sisi, dengan balok berbentuk bujur sangkar.
Balok serupa melindungi bagian glacis serta bagian depan kubah, yang berbentuk tajam seperti anak panah jika dilihat dari samping.
Sistem senjata utama yang digunakan pada ZTQ adalah meriam 105 mm Type 94.
Ini merupakan meriam berulir yang dikopi dari meriam legendaris Royal Ordnance L7 standar NATO. Meriam ini nampak sudah dilengkapi dengan bore evacuator, tetapi sepertinya belum memiliki muzzle reference system untuk meningkatkan akurasi penembakan.
Walaupun sudah dilewati oleh meriam 120mm di Barat, meriam 105 mm masih memiliki gigi untuk berlaga melawan MBT pada jarak 1-2 km, apalagi kalau menggunakan proyektil APFSDS generasi terbaru.
Pada bagian atas mantlet dilengkapi dengan sistem IFF untuk mengenali kawan dan lawan). Kubahnya sendiri memiliki dua palka, sebelah kiri untuk juru tembak, dan sebelah kanan untuk komandan.
Karena ukuran bustle yang kecil, patut diduga bahwa ZTQ baru ini menggunakan sistem pengisian amunisi otomatis dengan peluru disimpan di lantai kendaraan.
Sistem bidiknya terdiri dari sistem kamera bidik yang distabilisasi di depan palka juru tembak, dan sistem kamera panoramik yang bisa bergerak independen untuk komandan.


Terakhir, Norinco memamerkan tank ringan baru berkode VT5 dalam pameran militer bergengsi China International Aviation & Aerospace Exhibition 2016 di Zhuhai, yang merupakan versi ekspor dari ZTQ dengan sejumlah perubahan.
VT5 menampilkan desain kubah yang lebih sederhana, dengan bentuk mengotak.
Boleh jadi, strategi Tiongkok menjual VT5 akan menangguk cuan yang tidak sedikit mengingat tren pasar kendaraan tempur dunia yang makin menjauh dari Main Battle Tank dan mendekat ke pendulum tank sedang dan ringan yang lebih mudah dan lebih murah untuk dimobilisasi ke titik-titik yang membutuhkan kehadiran militer.



Credit  TRIBUNNEWS.COM

Kasau Kunjungi Stan F-16 Block 72 Viper di Indo Defence



 
Kasau Kunjungi Stan F-16 Block 72 Viper di Indo DefenceDispenau

CB - Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna didampingi Asrena Kasau Marsda TNI Suprianto Basuki, Aslog Kasau Marsda TNI Nurullah, Aspers Kasau Marsda TNI Yadi Husyadi dan Koorsahli Kasau Marsda TNI UH, Harahap, mengunjungi stand F-16 Block 72 Viper.
Kunjungan ini diterima oleh Kepala Proyek F-16 Block 72 Mr. Mario Magana di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/11).
Dalam kesempatan itu, Kasau mendapat penjelasan yang komprehensif tentang kecanggihan pesawat F-16 yang paling mutahir dan ditawarkan ke Indonesia.
Pesawat F-16 Block 72 ini memiliki kemampuan setara dengan pesawat generasi ke-5 dan memiliki kemampuan untuk menjaga ruang udara dengan persenjataan udara ke udara dan udara ke permukaan yang paling modern saat ini.
Dijelaskan pula bahwa Pesawat F-16 type ini sangat cocok untuk mengawal negara kepulauan yang luas dengan tantangan modern namun cukup efisien dan efektif karena dalam penjelasannya, Lockheed Martin menyediakan peralatan dan dukungan serta persenjataan sesuai kebutuhan Indonesia.
Dalam kesempatan itu Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna yang juga penerbang F-16 TNI AU menyatakan, sangat interest terhadap kemampuannya pesawat tersebut.


Credit  TRIBUNNERS

Delegasi Bisnis Rusia dan Indonesia Bertemu di Jakarta, Ini yang Dibahas




Delegasi Bisnis Rusia dan Indonesia Bertemu di Jakarta, Ini yang DibahasPuspen TNI
Ilustrasi

CB - Tanggal 31 Oktober 2016, Jakarta menjadi tuan rumah forum bisnis tahunan Indonesia-Rusia yang didedikasikan untuk Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknis.
Forum Bisnis dibuka dengan partisipasi dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Denis Manturov, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Mikhail Galuzin.
Di antara peserta yang terdaftar, terdapat lebih dari 150 delegasi yang mewakili sejumlah perusahaan Indonesia dan hampir 100 perwakilan perusahaan dari pihak Rusia, termasuk di antaranya perusahaan penting seperti Russian Railways, United Shipbuilding Corporation, Rosneft, Rusal, Rusnano, dan Rostech.
"Sangat penting bahwa kebanyakan peserta Rusia yang tertarik untuk bekerja di Indonesia, sudah memiliki mitra lokal, atau sedang dalam proses seleksi," kata Mikhail Kuritsyn.
Program bisnis resmi dimulai dengan sidang pleno dan diskusi panel pertama.
Presidium sidang dikepalai oleh Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Rosan Roeslani selaku Presiden Kamar Dagang Indonesia, Djauhari Oratmangun selaku Staf Khusus Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Mikhail Kuritsyn selaku CEO Dewan Bisnis Rusia-Indonesia, dan Oleg Bundukov selaku CEO Blackspace.
Sementara, para pembicara panel pada sesi diskusi kedua adalah Ketua Dewan Bisnis Indonesia-Rusia Dhidie Soewondho, Direktur Rosatom Asia Egor Simonov, serta Direktur PT Kereta Api Borneo Sergey Kuznetsov.
Sebagai bagian dari agenda, terdapat penandatangan sejumlah kesepakatan penting.
JSC Rusnano yang berinvestasi ke dalam produksi berdasarkan perkembangan terbaru teknologi nano, dan perusahaan infrastruktur Indonesia dengan dukungan negara PT Wijaya Infrastruktur Indonesia menandatangani kesepakatan atas pembentukan Yayasan Dirgantara Antarbangsa (IASF).
Dengan demikian, Indonesia menjadi negara asing pertama yang berpartisipasi pada Yayasan Kedirgantaraan Rusnano dengan kontribusi sebesar 30 juta dolar AS dari jumlah total dana pada tahap awal sebesar 100 juta.

Setelah penyelesaian pembentukan kolam investor, dalam waktu lima tahun, dana tersebut akan diinvestasikan dalam pengembangan sistem navigasi dan sistem komunikasi satelit, pembuatan bahan baru dan komponen untuk satelit, pengembangan dan produksi pesawat, dan sektor ekonomi terkait lainnya.
Periode pengerjaan pembuatan yayasan adalah 10 tahun.
Nota kesepahaman ditandatangani oleh Dmitry Pimkin selaku Direktur Manajer Investasi Rusnano dan Didie Soewondho selaku Presiden Direktur PT Wijaya Infrastruktur Indonesia.
Badan Asuransi Kredit Ekspor dan Investasi (EXIAR) dan lembaga asuransi ekspor Indonesia Asuransi Asei (ASEI RE) menandatangani perjanjian reasuransi.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal EXIAR sekaligus Direktur Pusat Ekspor Rusia Aleksey Tyupanov dan Direktur Utama Lembaga Asuransi Ekspor Indonesia ASEI Eko Santoso.
Perjanjian ini bertujuan untuk memberikan dukungan asuransi bagi perusahaan-perusahaan Rusia dan Indonesia yang terlibat dalam proyek-proyek bersama.
Dokumen ini menyediakan pembangunan pendukung alat asuransi bersama bagi eksportir dari kedua negara melalui mekanisme pembagian risiko.
Pembuatan platform pembagian risiko akan berfungsi sebagai dorongan untuk pelaksanaan proyek-proyek di sejumlah sektor ekonomi dan memperkuat perdagangan dan hubungan ekonomi antara Rusia dan Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh Roscongres Foundation yang merupakan penyelenggara acara internasional skala besar di Rusia dan di arena internasional, termasuk Saint-Petersburg International Economic Forum (SPIEF) yang rutin diadakan setiap tahunnya.
Yang menjadi fokus pada forum ini adalah topik pariwisata yang menempati tempat khusus dalam kerja sama Rusia-Indonesia.


Dewan Bisnis mengharapkan adanya peningkatan arus wisatawan ke Rusia dari Indonesia hingga 18.000 wisatawan pada tahun 2016.
"Oleh sebab itu, arus wisatawan dari Rusia juga harus dipulihkan: kami berharap dalam tahun-tahun mendatang, jumlah turis dari Rusia akan meningkat menjadi 100 ribu orang," kata Mikhail Kuritsyn.
Ada juga harapan diversifikasi pariwisata Rusia ke Indonesia, agar warga Rusia tidak hanya datang mengunjungi pulau Bali, tetapi juga pulau lainnya di negara seribu pulau Indonesia.
Penerbangan langsung antara Jakarta-Moskow akan menjadi stimulan pertama, penerbangan nasional Indonesia Garuda Indonesia akan menjadi operator penerbangan antara Indonesia-Moskow sebelum kuartal kedua tahun 2017.
Hal tersebut akan mengurangi biaya dan waktu penerbangan.
Dalam rangkaian acara juga termasuk program meja bundar secara sektoral serta pertukaran kontak bisnis yang memungkinkan perusahaan Rusia dan Indonesia mendapatkan kesempatan untuk membahas secara rinci masalah kerja sama pada proyek-proyek tertentu.











Credit  TRIBUNNERS







Rabu, 02 November 2016

Pertama Kalinya, Korsel Tembak Kapal Pukat China


 
Pertama Kalinya, Korsel Tembak Kapal Pukat China Ilustrasi kapal China. (Reuters/Jason Reed)
 
 
Jakarta, CB -- Polisi air Korea Selatan untuk pertama kalinya menembak kapal pukat China yang diduga sedang digunakan untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Korsel pada Selasa (1/10).

Pejabat senior polair Korsel, Kim Jung-Shik, mengatakan bahwa perintah penembakan itu dikeluarkan saat sekitar 30 kapal China sedang beroperasi secara ilegal di dekat Laut Kuning, Korsel, yang berbatasan dengan Korea Utara.

"Mereka mencoba mendekati kapal kami meskipun kami sudah memperingati mereka berulang kali," ujar Kim kepada kantor berita Korsel, Yonhap, seperti dikutip AFP, Rabu (2/10).

Saat itu, Kim berpikir bahwa jika ia tak mengambil keputusan, para personel polair akan ada dalam masalah. Polair pun memutuskan menggunakan senjata mesin mereka.

Awalnya, tembakan dilepaskan ke udara. Namun kemudian, kru diperintahkan untuk menembak busur kapal China yang mendekat ke arah armada polair.

Setelah insiden ini, dua kapal pukat China disita oleh otoritas Korsel.

Masalah penangkapan ikan secara ilegal memang kerap menjadi pemicu ketegangan antara Korsel dan China.

Seoul sebenarnya cukup lunak terhadap China di masa lampau. Mereka sempat memberikan toleransi terhadap kapal kecil China yang kedapatan berlayar di wilayah Korsel.

Namun kini, bukan hanya kapal kecil, tapi pukat besar China pun mulai beroperasi dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Korsel.

Seoul pun meminta Beijing untuk mengambil tindakan lebih tegas terhadap pemilik atau awak kapal yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah Korsel.




Credit  CNN Indonesia





Sekjen OKI Mundur Usai Dianggap Mengejek Presiden Mesir

 
Sekjen OKI Mundur Usai Dianggap Mengejek Presiden Mesir  
Sekretaris Jenderal OKI Iyad Madani mengundurkan diri dari jabatannya, sepekan setelah salah menyebutkan nama Presiden Tunisia dalam konferensi. (ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Subekti)
 
Jakarta, CB -- Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Iyad Madani mengundurkan diri dari jabatannya pada awal pekan ini. Keputusan Madani ini dipublikasikan hanya sepekan setelah ia dinilai menghina Pesiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, dan memicu kemarahan warga Mesir.

Sekretariat OKI menyebutkan bahwa mantan perdana Menteri Arab Saudi itu mengundurkan diri pada Senin (31/10) karena alasan kesehatan.

The Independent melaporkan, pekan lalu ketika memimpin sebuah sidang OKI, Madani ingin memanggil Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, namun salah mengucapkan namanya. Madani mencampur nama Essebsi dengan Sisi, menjadi 'Presiden Beji Caid el-Sisi.'

"Presiden Beji Caid el-Sisi. Essebsi, maaf. Ini suatu kesalahan besar. Saya yakin 'kulkas Anda tidak hanya berisi air', Yang Mulia," ucap Madani kepada Essebsi.

Pernyataan Madani itu merujuk pada komentar yang sempat disampaikan Sisi sebelumnya, yang menyatakan bahwa "isi kulkasnya hanyalah air minum selama satu dekade terakhir." Pernyataan Sisi ini mencerminkan keinginannya untuk menempatkan diri setara dengan rakyat Mesir yang menderita akibat krisis ekonomi belakangan ini.

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry menilai pernyataan Madani itu telah merendahkan salah satu pemimpin negara anggota OKI. Pernyataan Madani dianggap tidak mencerminkan tanggung jawabnya sebagai seorang Sekjen.

Madani telah memimpin organisasi negara Islam terbesar itu sejak 2014 lalu. Madani kemudian menyatakan permintaan maaf atas kesalahannya itu. Ia menegaskan tidak bermaksud menghina Presiden el-Sisi.



Credit  CNN Indonesia





Sebar Pasukan di Perbatasan, PM Irak Sebut Turki Lakukan Provokasi

 
Sebar Pasukan di Perbatasan, PM Irak Sebut Turki Lakukan Provokasi
PM Irak menyebut Turki melakukan aksi provokasi dengan menyebar tank dan pasukan di dekat perbatasan kedua negara. Foto/Istimewa
 
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi memperingatkan Turki telah memprovokasi untuk konfrontasi sambil mengatakan ia tidak ingin perang. Pernyataan ini dikeluarkan al-Abadi setelah Ankara mengirimkan tank dan artileri ke dekat perbatasan kedua negara.

Sebelumnya, Turki telah menegaskan akan mengambil peranan dalam pertempuran untuk merebut kembali Mosul dari militan ISIS. Namun, Baghdad menolak keinginan Turki dan berulang kali meminta Ankara untuk menarik pasukannya yang telah dikerahkan di dekat kota.

"Invasi Irak yang dipimpin oleh Turki semakin terbuka. Kami tidak ingin perang dengan Turki, dan kami tidak ingin konfrontasi dengan Turki. Tapi jika konfrontasi terjadi, kami siap untuk itu. Kami akan mempertimbangkan (Turki) musuh kami dan kami akan menghadapinya sebagai musuh," kata Abadi seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Rabu (2/11/2016).

Sumber-sumber militer Turki mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan tank dan artileri ke wilayah tenggara dekat perbatasan Irak. Setidaknya 30 kendaraan konvoi meninggalkan Ankara menuju Silopi, kata sumber tersebut sambil menambahkan bahwa kini tengah berada di dekat provinsi Adana, Turki selatan.

Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik mengatakan pengerahan itu bagian dari persiapan Ankara untuk perkembangan penting di wilayah tersebut. "Turki sedang mempersiapkan apa pun yang terjadi dan ini adalah salah satu unsur itu," katanya.


Credit  Sindonews


Turki Tumpuk Tank dan Tentara di Dekat Perbatasan Irak

Turki Tumpuk Tank dan Tentara di Dekat Perbatasan Irak
Turki menumpuk tank dan tentaranya di dekat perbatasan Irak dengan alasan mencegah ancaman keamanan. Foto/Istimewa
 
ANKARA - Turki dilaporkan telah mengerahkan kendaraan lapis baja berat, termasuk tank, ke perbatasan dekat Irak. Sementara Menteri Pertahanan Turki mengatakan bahwa militer akan mengatasi potensi peningkatan ancaman terhadap negara.

Tank-tank Turki serta kendaraan lapis baja telah mulai bergerak ke kota Silopi, yang terletak dekat perbatasan dengan Irak. Menurut Menteri Pertahanan Fikri Isik, penyebaran tentara tersebut adalah bagian dari peperangan anti teroris dan juga terkait dengan perkembangan di Irak.

"Kami tidak akan membiarkan ancaman ke Turki meningkat. Ankara tidak memiliki kewajiban untuk menunggu sampai para pejuang Partai Pekerja Kurdi (PKK) akan merebut wilayah di daerah Sinjar Irak," tutur Isik. Turki menganggap kelompok PKK sebagai kelompok teroris seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (2/11/2016).

Penyebaran pasukan Turki di dekat perbatasan Irak ini terjadi ditengah ketegangan antara Baghdad dengan Ankara. Hal ini dipicu kemunculan pasukan Turki di Irak. Pada medio Oktober lalu, pasukan Turki masuk ke Irak dengan alasan turut memerangi militan ISIS di dekat Mosul. Aksi Turki ini memicu protes Irak.

Ankara resmi mempertahankan sekitar 25 tank serta 150 tentara dan staf "penasehat militer" diperkirakan mencapai sekitar 2.000 di Bashiqa kamp dekat Mosul. Hal ini membuat Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi naik pitam dan menyebut kehadiran pasukan Turki adalah pelanggaran kedaulatan dan tidak mempunyai alasan pembenaran.




Credit  Sindonews






Total Aset NKRI Capai Rp 5.285 Triliun


Total Aset NKRI Capai Rp 5.285 Triliun
Foto: Ardan Adhi Chandra

Jakarta - Total aset negara sampai dengan Juni 2016 tercatat mencapai Rp 5.285 triliun. Aset tersebar pada berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) yang berada di seluruh Indonesia.

"Per 30 Juni, total aset Rp 5.285 triliun. Setiap tahun naik dengan adanya belanja modal dan inventarisasi, ini menunjukkan skala perekonomian Indonesia semakin besar," ungkap Dirjen Kekayaan Negara, Sonny Loho, dalam rapat kerja nasional di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Pengelolaan aset negara baru terhitung aktif sejak 10 tahun yang lalu, saat pemerintah baru membentuk Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

"10 tahun DJKN, kami fokus pada pada pengelolaan aset yaitu tertib azas hukum dan administrasi tercermin dari laporan keuangan pemerintah pusat, yang semula disclaimer karena pencatatan asetnya belum tertib sampai akhirnya wajar tanpa pengecualian," paparnya.

Sonny mengakui, masih banyak kekurangan dalam pengelolaan aset negara. Terutama untuk Sumber Daya Alam (SDA) yang masih sulit dipantau sepenuhnya oleh negara.

"Memasuki tahun ke-11 untuk optimalkan kekayaan negara untuk negara yakni perekonomian. Tingkatkan reputasi DJKN juga kami pilih sebagai titik penenganan karena reputasi jadi input atau modal awal sekaligus outcome dari optimalisasi DJKN tersebut," pungkasnya.



Credit  detikFinance



Kapal Perang Made In Surabaya Ini Diekspor Sampai ke Filipina



Kapal Perang Made In Surabaya Ini Diekspor Sampai ke Filipina
Foto: Ardan Adhi Chandra

Jakarta - PT PAL (Persero) tengah menyelesaikan kapal perang kedua jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan Filipina. Sebelumnya, kapal SSV pesanan Filipina yang pertama sudah diekspor Mei 2016 lalu.

Kapal Perang Made In Surabaya Ini Diekspor Sampai ke FilipinaFoto: Ardan Adhi Chandra

Kapal SSV buatan PT PAL memiliki panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, dan tinggi 11,30 meter. Kapal buatan Surabaya ini juga mampu mengangkut 621 personil tentara dan 120 kendaraan amfibi.

"SSV kapal militer mengangkut tentara 500, ABK 120, dan satu tamu khusus. Kendaraannya dia 9 AAV (Amphibious Armored Vehicle)," kata General Manager of Design PT PAL Gonot Hendrasmono dalam pameran Indodefence di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2016).

Kapal perang ini mampu melesat dengan kecepatan 16 knot dan daya jelajah selama 30 hari. Kapal ini juga berfungsi sebagai angkutan bantuan kemanusiaan.

Kapal Perang Made In Surabaya Ini Diekspor Sampai ke FilipinaFoto: Ardan Adhi Chandra

Kapal yang didesain oleh PT PAL sendiri ini juga memiliki beragam fasilitas penunjang di dalamnya seperti kamar, rumah sakit, hingga helipad.

"Di dalamnya ada rumah sakit, kalau kamar ada banyak Rumah sakit, kamar banyak, ada juga untuk helikopter," kata Gonot.

Dirinya menambahkan, masa pembuatan kapal perang SSV memakan waktu hingga 2 tahun. Waktu tersebut termasuk desain hingga proses akhir pembuatan kapal. Satu kapal SSV pesanan Filipina akan dikirim awal 2017 mendatang.

"Produksi 2 tahun sama desainnya dan kita serahkan kapal tepat waktu awal 2017 satu lagi," tutur Gonot.

Kapal Perang Made In Surabaya Ini Diekspor Sampai ke FilipinaFoto: Ardan Adhi Chandra

Kapal perang berukuran besar ini juga dilengkapi dengan senjata dengan kaliber 75 milimeter (mm). Badan kapal juga bisa dipasang perangkat rudal sesuai dengan kebutuhan.

"Senjatanya ada bisa macam-macam mampu, siap dipasang 75 mm main gun. Mau dipasang rudal bisa tinggal pasang saja mau dipasang saja bisa," tutup Gonot.


Credit  detikFinance




Dijual Rp 286 M, Pesawat PT DI Diekspor ke Thailand Hingga Senegal


Dijual Rp 286 M, Pesawat PT DI Diekspor ke Thailand Hingga Senegal
Foto: Ardan Adhi Chandra

Jakarta - Industri dirgantara Indonesia ternyata menjadi primadona di mata dunia. Meskipun redup di negeri sendiri, PT Dirgantara Indonesia (Persero) ternyata dipercaya untuk memproduksi pesawat militer tipe CN 235 oleh Thailand dan Senegal.

Industri dirgantara milik negara yang berpusat di Bandung tersebut dipercaya untuk memproduksi pesawat militer untuk kebutuhan patroli di Thailand dan Senegal.

"Tahun ini kita deliver 3 unit CN 235, satu buat TNI AU, satu buat Royal Thai Police, dan satu lagi buat Senegal," jelas Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia Arie Wibowo kepada detikFinance dalam pameran Indodefence di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2016).

Dijual Rp 286 M, Pesawat PT DI Diekspor ke Thailand Hingga SenegalFoto: Ardan Adhi Chandra

Memiliki panjang 21,4 meter, tinggi 8,18 meter, dan lebar sayap 25,81 meter, CN 235 mampu mengangkut 42 penumpang. Tidak hanya itu, pesawat militer ini juga mampu mengangkut kendaraan untuk bantuan logistik dengan daya angkut maksimal 5,2 ton.

"Namanya multi platform, bisa bawa truk, special mission cargo, buat bawa penumpang, dan lainnya," kata Arie.

Dijual Rp 286 M, Pesawat PT DI Diekspor ke Thailand Hingga SenegalFoto: Ardan Adhi Chandra

Pesawat ini mampu melesat hingga 280 knot. Pesawat multi fungsi ini juga memiliki kapasitas mesin 1.750 share horsepower (shp)

"Kecepatan sekitar 220 knot sampai 280 knot. Bisa buat militer, Basarnas, special mission, dan ini memang tidak didesain untuk komersial," tutur Arie.

Dijual Rp 286 M, Pesawat PT DI Diekspor ke Thailand Hingga SenegalFoto: Ardan Adhi Chandra

Dalam sekali mengisi bahan bakar, pesawat ini mampu menjelajahi langit selama 10 jam dengan ketinggian maksimal 25.000 kaki. Pesawat ini dihargai US$ 22 juta atau setara Rp 286 miliar (Kurs Rp 13.000/US$).

"Daya jelajah bisa 9 sampai 10 jam. Ini harganya US$ 22 juta," ujar Arie.



Credit  detikFinance





Dibanderol Rp 125 Juta, 3D Printer Ini Bisa Bikin Pistol Hingga Senapan Mesin


Dibanderol Rp 125 Juta, 3D Printer Ini Bisa Bikin Pistol Hingga Senapan Mesin
Foto: Ardan Adhi Chandra

Jakarta - Inovasi di industri pertahanan seakan tidak ada habisnya. Kebutuhan akan senjata sebagai kebutuhan keamanan setiap tahunnya juga terus bertambah.

PT Tanfoglio Indonesia Jaya sebagai pemilik merek Komodo Armament menghadirkan printer 3 dimensi yang mampu mencetak senjata laras panjang dan laras pendek. Printer ini dihargai Rp 125 juta dan ikut dipajang dalam pameran Indodefence di JIExpo Kemayoran.

"Harga printernya Rp 125 juta. Material yang digunakan untuk membuat senjata pakai polimer," ujar engineer PT Tanfoglio Indonesia Jaya, Krisna kepada detikFinance di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2016).

Pembuatan senjata menggunakan printer 3 dimensi ini hanya membutuhkan waktu 3 menit saja untuk senjata laras pendek, sedangkan untuk laras panjang membutuhkan waktu 3 hari. Berbeda dengan pencetakan badan senjata secara konvensional yang memakan waktu lebih lama.

"Kalau untuk yang pro, inject molding makanya dia keuntungannya untuk produksi 2-3 menit jadi satu. Laras panjang materialnya metal alumunium butuh waktu lama kita, satu senjata 2-3 hari," tutur Krisna.

Dibanderol Rp 125 Juta, 3D <i>Printer</i> Ini Bisa Bikin Pistol Hingga Senapan MesinSenjata laras panjang hasil cetakan printer 3D (Foto: Ardan Adhi Chandra)

Printer yang diproduksi PT Tanfoglio Indonesia Jaya dipasaekan secara umum ke berbagai kalangan. Namun, jika pembeli menggunakannya untuk mencetak senjata dan digunakan tanpa izin yang sah akan menjadi tanggung jawab pembeli itu sendiri.

Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Bekasi tersebut juga menjual senjata api. Namun, penjualan senjata api hanya dilakukan kepada pihak yang memiliki izin dari kepolisian dan instansi terkait.

"Kalau kita jual senjata ke mereka yang sudah punya izin dari polisi atau TNI," kata Krisna.

Dibanderol Rp 125 Juta, 3D <i>Printer</i> Ini Bisa Bikin Pistol Hingga Senapan MesinSenapan mesin hasil cetakan printer 3D (Foto: Ardan Adhi Chandra)

Dirinya menambahkan, produknya sudah banyak dipesan di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, dirinya enggan merinci secara detail negara mana saja yamg sudah membeli senjata buatan Bekasi ini.

"Pasarnya senjata luar dan dalam negeri. Luar negeri ada beberapa negara sudah agree, sudah hampir di seluruh dunia," ujar Krisna.



Credit  detikFinance