Dubes AS untuk Estonia mundur karena frustrasi
pada pernyataan dan perlakuan Presiden Donald Trump kepada Uni Eropa.
(REUTERS/Yves Herman)
Jakarta, CB -- Duta Besar Amerika Serikat
untuk Estonia mengundurkan diri karena frustrasi terhadap
pernyataan-pernyataan dan perlakuan Presiden Donald Trump terhadap
sekutu Eropa-nya.
Pengunduran James D. Melville Jr., sebagai dubes AS untuk Estonia pertama kali diberitakan Majalah Foreign Policy. Dia adalah dubes AS ketiga yang mengundurkan diri dari Kementerian Luar Negeri.
Majalah Foreign Policy mengutip postingan pribadi Melville di laman Facebook, di mana diplomat itu mengutarakan alasannya untuk pensiun dini.
"Seorang pegawai Kementerian Luar Negeri diprogram dan
dididik sejak awal untuk mendukung kebijakan. Jika pada satu titik kami
tidak dapat melakukannya, terutama jika seseorang dalam posisi pemimpin,
cara yang terhormat adalah mengundurkan diri," tulis Melville seperti
dikutip
Foreign Policy.
"Setelah melayani enam presiden dan 11 menteri luar negeri, saya tidak pernah berpikir akan mencapai titik itu."
Melville mengutip pernyataan-pernyataan Presiden Trump yang menjadi alasan dia mengundurkan diri.
"Bagi
seorang presiden mengatakan bahwa Uni Eropa 'dibentuk untuk mengambil
keuntungan dari Amerika Serikat, menyerang 'celengan' kami', atau 'NATO
seburuk NAFTA', tak hanya salah secara faktual tapi membuktikan pada
saya bahwa sudah waktunya saya untuk pergi," kata Melville.
Dilansir
CNN, juru bicara Kementerian Luar Negeri memastikan pengunduran diri Melville.
"Duta Besar Amerika Serikat untuk Estonia, Jim Melville, mengumumkan
niatnya untuk mengundurkan diri dari Dinas Luar Negeri, efektif mulai
29 Juli setelah 33 tahun melayani publik," kata Kementerian Luar Negeri,
seperti dikutip
CNN, Minggu (1/7).
Pengunduran diri
Melville terjadi di saat meningkatnya ketegangan dengan aliansi, yang
sebelum Trump menjadi presiden adalah hubungan paling solid dan dapat
diandalkan Amerika Serikat.
Namun serangan Trump terhadap anggota
NATO, perang dagang dengan negara-negara Uni Eropa, penolakan atas
kesepakatan nuklir Iran dan kesepakatan iklim Paris serta serangan
terhadap para pemimpin Eropa seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel
telah merusak hubungan AS dengan Eropa.
Banyak pejabat Eropa khawatir pada kehadiran Trump di KTT NATO di
Brussels, Belgia pertengahan Juli mendatang. Mereka khawatir pertemuan
Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelahnya bakal tampak lebih
bersahabat ketimbang pertemuan NATO.
"Kami sekarang mengalami krisis besar," kata seorang diplomat Eropa kepada
CNN.Pengunduran
diri Melville juga diikuti Susan Thornton, yang rencananya bakal
menjadi Asisten Menlu soal Asia Timur. Pejabat Kementerian Luar Negeri
menyatakan Thornton mengajukan pensiun dini mulai Juli.
Sebelum
Melville, pada Januari lalu, Dubes AS untuk Panama John Feely
mengundurkan diri. "Sebagai pegawai dinas luar negeri, saya
menandatangani sumpah untuk melayani Presiden dan pemerintahannya dengan
setia tanpa berpolitik, bahkan jika saya mungkin tidak setuju dengan
kebijakan tertentu."
"Para instruktur saya menjelaskan bahwa jika
saya tidak bisa melakukan itu, adalah sebuah kehormatan jika saya
mengundurkan diri. Saat itu telah tiba," tulis Feeley, Januari lalu.
Maret
lalu, Dubes AS untuk Meksiko, Roberta Jacobson mengumumkan pengunduran
diri di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara akibat
retorika Trump soal Meksiko, warganya dan perdagangan dengan AS
Credit
cnnindonesia.com