Selasa, 30 Mei 2017

Program Rp 1.000 Jadi Rp 1 Tak Kunjung Jadi, Ini Penyebabnya




Program Rp 1.000 Jadi Rp 1 Tak Kunjung Jadi, Ini Penyebabnya 
Foto: Muhammad Ridho


Jakarta - Rancangan Undang-undang (UU) redenominasi atau mengubah Rp 1.000 menjadi Rp 1 masih belum jadi prioritas bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sudah sejak dua tahun lalu RUU diajukan, akan tetapi belum juga masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Alasan yang selalu disampaikan, yaitu, DPR masih berfokus pada RUU yang berkaitan dengan penerimaan negara. Di antaranya adalah RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), RUU Pajak Penghasilan (PPh) dan lainnya.

"Prioritasnya lebih ke UU yang terkait penerimaan negara," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo saat berbincang di kantornya, Senin malam (30/5/2017).



Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Hukum dan HAM, menurut Agus sebagai pihak yang mengajukan RUU sudah sepakat untuk segera memulai pembahasan dan selesaikan secepat mungkin. Sehingga bisa segera di realisasikan.

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang, bukan sanering yang berarti adalah pemotongan. Jadi harga barang dan jasa yang berlaku tetap akan mengikuti nilai rupiah yang baru.

"UU redenominasi itu akan sangat baik karena redenominasi mata uang sama-sama pahami bukan sanering pemotongan uang. Tapi itu redenominasi tentukan ulang jumlah angka dari mata uang dan bersamaan harga barang dan jasa," paparnya.


Agus mengharapkan, tahun depan RUU redenominasi bisa masuk ke dalam prolegnas. "Kalau dari sekarang sampai akhir tahun ada kemungkinan bisa memasukkan RUU redenominasi ke Prolegnas," tukasnya.





Credit  finance.detik.com

Jadi Kapan BI Mau Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1?



Jadi Kapan BI Mau Ubah Rp 1.000 Jadi Rp 1?
Foto: Lamhot Aritonang

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan masa yang pas untuk melakukan redenominasi rupiah adalah saat kondisi ekonomi makro terjaga baik.

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan tahun ini dinilai cocok untuk melakukan redenominasi rupiah. Redenominasi adalah penyederhanaan nominal uang, dalam hal ini adalah memangkas tiga nol di belakang uang rupiah.

Rencananya, jika redenominasi dilakukan maka uang senilai Rp 1.000 akan ditulis menjadi Rp 1. Penyederhanaan nominal ini tidak mengganggu nilai uang tersebut.

"Cocok karena inflasi rendah, ekonomi terjaga dibanding 2016 kita sudah recovery dan membaik," kata Agus di gedung BI, Jakarta, Selasa (29/5/2017)

Dia mengatakan, BI sebelumnya sudah memasukan rancangan undang-undang redenominasi di Program legislasi nasional (Prolegnas) 2 tahun lalu, tapi belum terpilih karena pemerintah memprioritaskan undang-undang yang terkait dengan penerimaan negara.

Dia menyebutkan, butuh waktu sekitar 7 tahun untuk masa transisi redenominasi rupiah.

"Redenominasi itu baik untuk reputasi ekonomi Indonesia dan agar lebih efisien, kebetulan RUU itu hanya ada 18 pasal dan mungkin bisa dipertimbangkan," kata dia.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, masa transisi dilakukan untuk mengurangi terjadinya salah paham di masyarakat.

"Sebagai penjelasan bahwa redenominasi bukanlah pemotongan uang, jadi nantinya akan ada dua mata uang yang lama dan baru yang sudah nolnya dikurangi," imbuh dia.

Dia menyebutkan, saat ini BI sudah siap untuk membahas RUU tersebut. Namun ini harus diawali dari inisiatif pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Sebenarnya timing yang pas itu adalah 2 tahun lalu, di mana kondisi makto ekonomi bagus, pertumbuhan ekonomi dan inflasi bagus," imbuh dia.


Credit  finance.detik.com

Tak Perlu Panik, Transisi Rp 1.000 Jadi Rp 1 Butuh Waktu 7 Tahun



Tak Perlu Panik, Transisi Rp 1.000 Jadi Rp 1 Butuh Waktu 7 Tahun
Foto: Rengga Sancaya


Jakarta - Masyarakat tak perlu khawatir terhadap rencana redenominasi atau penyederhanaan jumlah nol dalam mata uang rupiah. Meskipun Undang-undang (UU) redenominasi selesai tahun depan, butuh masa transisi selama 7-8 tahun sebelum berlaku aktif sepenuhnya.

"Redenominasi mata uang itu untuk transisinya 7-8 tahun," kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, saat berbincang di kantornya, Jakarta, Senin malam (30/5/2017).



BI akan menjalankan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat. Mulai dari pengenalan redenominasi lewat berbagai media hingga praktik di lapangan. Dimungkinkan kedua jenis uang akan berlaku pada kesempatan yang sama, sembari penarikan uang jenis lama dilakukan.

Masa transisi selama 7 tahun dinilai cukup. Indikatornya adalah realisasi pada banyak negara dan kondisi Indonesia yang sangat luas. "Makanya itu transisinya minimum 7 tahun," imbuhnya.



Agus menuturkan pentingnya redenominasi berkaitan dengan reputasi Indonesia di dunia Internasional. Dalam hal yang sederhana, redenominasi akan menimbulkan efisiensi di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perbankan.

"Redenominasi itu baik untuk reputasi ekonomi Indonesia dan efisiensi dan akuntabilitas," tegas Agus.




Credit  finance.detik.com










Hebat! Kereta Made In Madiun Laris Diborong Bangladesh Hingga Australia




Hebat! Kereta Made In Madiun Laris Diborong Bangladesh Hingga Australia Foto: istimewa


Jakarta - Deretan produk kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) tembus pasar internasional. Kereta buatan INKA laris dibeli sejumlah negara, mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, hingga ke negara kanguru yakni Australia.

Tak hanya itu, INKA juga sedang menjajaki pasar sejumlah negara di benua Afrika.

"Kami sudah ke Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, dan sudah ke Banglades. Dalam waktu dekat kami menembak pasar ke Tanzania, Senegal. Delegasi kami sudah ke sana, dan delegasi mereka sudah ke sini untuk tindak lanjut yang lebih intens," kata Senior Manager Humas Protokoler dan PKBL PT INKA, Cholik Mochamad, kepada detikFinance, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Menurut Cholik, negara-negara tersebut memesan produk kereta yang berbeda-beda dari INKA. Tergantung kebutuhan masing-masing negara.

Jumlah pesanan juga tak hanya satu dua unit saja, tapi hingga ratusan unit. Contohnya Bangladesh yang tahun lalu memesan kereta penumpang INKA hingga lebih dari 200 unit.

Kereta Pesanan BangladeshKereta Pesanan Bangladesh Foto: istimewa


Tahun ini, INKA juga kembali mengikuti tender di Bangladesh sebanyak 250 unit, dan telah memenangkan 50 unit. Selain Bangladesh, masih ada beberapa negara yang sudah memakai produk racikan INKA.

"Kalau untuk gerbong yang banyak dipesan itu sama Thailand, mereka kita kirim gerbong untuk pemecah batu, tahun lalu mereka pesan 200 gerbong. Filipina baru (pesan) lokomotif, Malaysia kereta pembangkit dan penumpang," terang Cholik.

Flat Car Pesanan AustraliaFlat Car Pesanan Australia Foto: Dok. PT INKA

Flat Car Pesanan Australia
Flat Car Pesanan Australia Foto: Dok. PT INKA


Selain kereta penumpang, INKA juga menerima pesanan kereta jenis Flat car atau yang biasa digunakan untuk mengangkut barang atau alat berat. Negara yang memesan flat car INKA adalah Singapura dan Australia.

"Singapura (type) well wagon 5 unit dan flat wagon 15 unit tahun 2011-2012. Australia itu Flat car 500 unit tahun 2004-2005," jelasnya.

INKA juga mulai membidik pasar Afrika, salah satunya Ethiopia. BUMN produsen kereta yang bermarkas di Madiun, Jawa Timur itu, sudah mengirim tim menjajaki pasar Ethiopia.

Sebaliknya, pihak Ethiopia juga sudah menyambangi INKA membahas rencana kerja sama pengadaan kereta api.

"Delegasi kami sudah ke sana, dan delegasi mereka sudah ke sini untuk tindak lanjut yang lebih intens. Di Ethiopia sendiri sekarang masih penjajakan juga, kita masih coba tender, itu kira-ratusan," kata Cholik.

Menurut Cholik, perseroan melihat banyak peluang besar masuk ke pasar Afrika, khususnya Ethiopia. Pasalnya, pasar Afrika belum banyak dilirik pelaku industri kereta.

"Kami melihat pangsa pasar Afrika juga masih terbuka lebar, masih luas. Pemainnya pun masih beberapa. Chance INKA untuk menang masih terbuka lebar, daripada kami main tender di Eropa, atau Jepang. Itu yang bisa mengukur kemampuan kami," tutur Cholik.

Dia menambahkan, selain Ethiopia, saat ini INKA juga menjajaki pasar negara Afrika lainnya, yaitu Tanzania dan Senegal.

"Dalam waktu dekat kami menembak pasar ke Tanzania, Senegal," ujar Cholik.

Incar Pasar Baru

Cholik mengatakan, INKA menyasar negara-negara berkembang karena melihat potensi yang besar di wilayah tersebut.

"Jadi memang arah kami ke sana, karena perusahaan-perusahaan kelas dunia tidak akan merambah ke pasar sana. Sehingga pasar ini, pasar yang masih terbuka lebar. Sehingga belum ada yang masuk, nah di situ kita masuki," ungkap Cholik.

Walau tak banyak pemain di kawasan Asia dan Afrika itu, bukan berarti INKA tak punya pesaing. Dua Negara yang jadi kompetitor INKA adalah China dan India.

Meski dibayang-bayangi kompetitor, INKA yakin produk kereta buatan Madiun tetap diminati pasar. Salah satunya karena INKA memiliki layanan purna jual hingga ke negara pemesan.

Contohnya di Bangladesh, INKA menempatkan personel layanan purna jual di negara tersebut.



Credit  finance.detik.com





Ilmuwan Rusia Patenkan Metode Penciptaan Atmosfer di Mars



Seorang ilmuwan Rusia telah mematenkan metode penciptaan atmosfer di Mars, sehingga manusia dapat menghuni 'planet merah'.
2011年,“福布斯-土壤”探测器本应按计划飞往火星卫星。然而,在与运载火箭分离后,探测器推进系统未能启动。最终导致星际站失去方向,部分在大气层中爆炸,碎片于2012年1月中旬坠入太平洋。图片来源:ESA / Press Photo
Dengan mengisi atmosfer Mars dengan karbon dioksida, temperatur akan meningkat dan lingkungan lebih cocok untuk ditinggali. Sumber: ESA / Press Photo

Ilmuwan Rusia dari kota Arkhangelsk, Aleksandr Popov, telah mematenkan penemuannya terkait metode penciptaan atmosfer di Mars. Menurutnya metode tersebut dapat membantu mengendalikan cuaca di ‘planet merah’ sehingga membuatnya dapat dihuni manusia.
Popov, yang berasal dari Akademi Ilmu Pengetahuan Internasional, dalam metodenya menekankan penggunaan polar cap (daerah sebuah planet yang diselimuti es) di planet Mars, yang terbuat dari karbon dioksida dan es. Menurutnya, setiap sekitar dua tahun sekali, polar cap ini akan “meleleh” dan berubah menjadi gas, sementara tetap ada es di permukaan.
“Dengan bantuan dari sistem tenaga surya yang terkonsentrasi, ia (gas dari polar cap) dapat diubah menjadi uap, dan kemudian berubah menjadi kabut atau awan,” ujar Popov kepada harian Rossiyskaya Gazeta, seperti yang diberitakan Sputnik, Senin (29/5).
Selain itu, Popov juga mematenkan metode pembentukan lapisan ozon di atmosfer Mars. Sementara para ilmuwan lain berupaya membuat atmosfer Mars mirip seperti di bumi, Popov menawarkan solusi yang lebih mudah: mengisi atmosfer Mars dengan karbon dioksida, sehingga temperatur akan meningkat dan lingkungan lebih cocok untuk ditinggali.
Untuk hal ini, Popov menawarkan penggunaan kabel besi yang dapat mengeluarkan asam nitrat; sehingga saat terjadi badai debu di Mars, partikel-partikel debu akan memberi tenaga listrik ke kabel melalui gesekan. Pelepasan elektrik yang tercipta di atmosfer akan menyebabkan penguraian karbon dioksida menjadi karbon monoksida dan oksigen, sehingga lapisan ozon terbentuk.
Popov yakin bahwa penghunian Mars sudah di depan mata, dan bahkan dapat dimulai dalam 20 – 30 tahun ke depan. Saat ini, ia sedang berusaha meningkatkan tingkat efisiensi penemuannya, dan membuatnya lebih murah dan praktis. Popov telah memiliki delapan paten, yang semuanya berkaitan dengan eksplorasi Mars.




Credit  indonesia.rbth.com









2020, Brigade Artileri AD Rusia Sepenuhnya Pakai Peluncur Roket ‘Tornado’



Hingga 2020, seluruh brigade artileri Angkatan Darat Rusia akan dipersenjatai dengan sistem MLRS berkaliber besar Tornado-S.


Land weapons
Sistem peluncur roket ganda (MLRS) Tornado-S. Sumber: Dmitry Rogulin/TASS



Brigade misil Rusia akan beralih sepenuhnya dari sistem peluncur roket Smerch ke sistem peluncur roket ganda (MLRS) Tornado-S dalam tiga tahun ke depan, kata Komandan Pasukan Misil dan Artileri Angkatan Darat Rusia Jenderal Mikhail Matveyevsky.
“Hingga 2020, seluruh brigade misil akan dipersenjatai dengan sistem misil canggih Iskander-M, dan seluruh brigade artileri akan dipersenjatai dengan sistem MLRS berkaliber besar Tornado-S,” ujar Matveyevsky, seperti yang diberitakan Sputnik, Senin (29/5). Ia menambahkan bahwa rencana tersebut telah dimulai sejak tahun ini.
Tornado-S dikembangkan oleh Perusahaan Penelitian dan Manufaktur Splav (bagian dari perusahaan negara Rostec). Sistem tersebut berukuran 300 milimeter, dapat meluncurkan roket hingga sejauh 120 kilometer, dan menyerang area seluas 60 hektare.
Tornado dapat meninggalkan posisinya bahkan sebelum misil yang ditembakkan menyentuh tanah. Saat misil terakhir meledak menghancurkan target, sistem ini mungkin sudah ada beberapa kilometer dari lokasi penembakan.   



Credit  indonesia.rbth.com






Jepang Siapkan 'Aksi Spesifik' setelah Dihantam Rudal Korut



Jepang Siapkan Aksi Spesifik setelah Dihantam Rudal Korut
Jepang akan mengambil aksi spesifik setelah wilayah ZEE-nya dihantam rudal Korea Utara, Senin (29/5/2017). Foto/REUTERS


TOKYO - Jepang akan mengambil ”aksi spesifik” setelah wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE)-nya dihantam rudal Korea Utara (Korut), pagi ini. Untuk menjalankan aksi spesifik itu, Jepang akan bergabung dengan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan dari Jepang itu disampaikan Perdana Menteri Shinzo Abe. Rudal Scud Korut melesat sejauh 450km sebelum menghantam wilayah ZEE Jepang di Laut Timur.

”Seperti yang kita sepakati pada pertemuan G-7 baru-baru ini, isu Korea Utara adalah prioritas utama bagi masyarakat internasional,” kata Abe kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Senin (29/5/2017).

”Bekerja dengan AS, kami akan mengambil tindakan spesifik untuk mencegah Korea Utara,” lanjut Abe. Jepang, ujar dia, juga akan melakukan kontak dekat dengan negara tetangganya, Korea Selatan dan negara-negara lain. Abe tak merinci aksi spesifik yang dia maksud.

Rudal yang ditembakkan rezim Korut pimpinan Kim Jong-un menghantam wilayah yang berjarak 300km dari pantai Jepang.

Komando Pasifik AS dan Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan menyatakan rudal jenis Scud ditembakkan militer Pyongyang dari pangkalan udara di dekat Wonsan, sebuah kota di pantai timur Korut.

Juru bicara JCS, Roh Jae-cheon, mengatakan bahwa rudal itu terbang di ketinggian 120km (75 mil). ”Sejauh ini, setidaknya ada satu rudal, tapi kami menganalisis jumlah rudal,” katanya pagi tadi.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa rudal Korea Utara yang ditembakkan menimbulkan risiko bagi lalu lintas udara di kawasan, serta bagi jalur maritim di Laut Jepang.

"Peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara ini sangat bermasalah,” katanya, ”Dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Suga.



Credit  sindonews.com





Iran Tegaskan Tak Akan Hentikan Pengembangan Rudal


Iran Tegaskan Tak Akan Hentikan Pengembangan Rudal
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menegaskan, pihaknya tidak akan menghentikan pengembangan program rudal mereka. Foto/Istimewa


TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menegaskan, pihaknya tidak akan menghentikan pengembangan program rudal mereka. Dia menyatakan, program rudal ini ditujukan untuk pencegahan dan bukan untuk melakukan invasi.

"Iran memiliki kebijakan rudal yang transparan dan program rudal Iran tidak melanggar satupun resolusi PBB," kata Qasemi dalam konferensi pers di Teheran, seperti dilansir Fars News pada Senin (29/5).

Di kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan peran Iran di Irak dan Suriah, serta mengenai rancangan undang-undang baru di Amerika Serikat (AS). Dimana RUU baru AS tersebut memungkinan AS untuk memperkuat sanksi terhadap Iran.

Terkait Irak dan Suriah, Qasemi menuturkan, Iran hanya memainkan peran sebagai penasihat di Irak dan Suriah atas permintaan dari pemerintah kedua negara. Dia mencatat, tujuan utama Iran adalah untuk membantu kedua negara mengusir teroris dan membangun perdamaian di wilayah yang dilanda perang tersebut.

Mengenai RUU baru AS, dia mengatakan, tindakan dan kebijakan praktis AS penting bagi Iran, dan Teheran siap untuk melawan tindakan AS.

Berbicara mengenai reaksi Qatar dan Kuwait terhadap kunjungan Presiden AS Donald Trump ke wilayah tersebut, Qasemi mengatakan, kehadiran kekuatan asing di kawasan tersebut selalu mengganggu keamanan dan kesatuan regional.

"Tidak ada konsensus di antara negara-negara yang ikut dalam KTT Riyadh dalam deklarasi KTT tersebut," ungkapnya.

Qasemi menambahkan, Iran telah selalu berbicara dengan negara-negara regional, termasuk Kuwait, Qatar dan Oman untuk menyelesaikan perbedaan. "Sebelum KTT Riyadh, kami memperingatkan negara-negara Arab-Islam mengenai Israel berusaha menjahit perselisihan di antara negara-negara Islam," tukasnya.





Credit  sindonews.com





Jerman: Trump Lemahkan Barat dan Lukai Kepentingan Uni Eropa



Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump


CB, BERLIN -- Jerman memberikan kritik tajam ke Presiden AS Donald Trump. Trump dinilai telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dibuat dengan pemikiran pendeknya. Kebijakan itu telah melemahkan Barat dan melukai kepentingan Uni Eropa.

Kata-kata tajam itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel pada Senin (29/5), setelah Trump mengakhiri tur resminya pertama ke luar negeri. Dalam tur itu, Trump mengunjungi Arab Saudi, Israel, Palestina, Vatikan, Belgia, dan kemudian Italia untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi G7.

Pada Ahad (28/5), Kanselir Jerman Angela Merkel telah terlebih dahulu memperingatkan, AS dan Inggris saat ini mungkin tidak akan lagi menjadi mitra yang benar-benar dapat diandalkan. Kegelisahan Jerman semakin memuncak setelah pertemuan G7 pada Sabtu (27/5), saat AS menolak untuk mendukung kesepakatan iklim Paris 2015.

Saat mengunjungi Arab Saudi, Trump justru membuat kesepakatan senjata baru dengan negara itu. Kesepakatan itu menjadi yang terbesar dalam sejarah Amerika, senilai 110 miliar dolar AS, yang termasuk pembuatan kapal, tank, dan sistem anti-rudal.

"Siapa pun yang mempercepat perubahan iklim dengan melemahkan perlindungan terhadap lingkungan, serta menjual lebih banyak senjata di zona konflik, dan tidak ingin menyelesaikan konflik agama secara politis, akan membuat perdamaian di Eropa menjadi sangat berisiko," kata Gabriel, dikutip Aljazirah.

"Kebijakan pemerintahan Amerika yang dibuat dengan pemikiran pendek, sangat bertentangan dengan kepentingan Uni Eropa. Barat telah menjadi lebih kecil dan telah menjadi lebih lemah."


Gabriel menegaskan, penduduk Eropa, harus berjuang untuk memberikan lebih banyak perlindungan terhadap iklim, lebih sedikit memberikan senjata, dan juga banyak melawan fanatisme agama. Jika tidak, Timur Tengah dan Afrika akan semakin tidak stabil.

Kritik tajam Berlin untuk Washington, yang merupakan sekutu dekat, muncul saat hubungan keduanya semakin membeku. Saat Trump dilantik sebagai Presiden AS pada Januari lalu, Merkel telah memberi tahu miliarder dan mantan bintang acara reality show itu bahwa kerja sama mereka akan didasarkan pada nilai-nilai demokrasi bersama.

Hubungan antara Merkel dan Trump sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan hubungan hangat antara dia dan mantan Presiden AS Barack Obama. Obama bahkan pekan lalu masih bertemu Merkel dalam kunjungannya ke Berlin untuk menghadiri sebuah acara.

Keikutsertaan Obama dalam sebuah acara dengan Merkel, terjadi beberapa jam sebelum Merkel bertemu dengan Trump di Brussels, pada pertemuan puncak NATO. Dalam pertemuan NATO itu, Trump mengecam 23 dari 28 anggota aliansi tersebut, termasuk Jerman, karena belum membayar biaya yang harus mereka bayar terkait pendanaan NATO.

Setelah pertemuan puncak NATO di Brussels dan G7 di Taormina, Merkel mencurahkan isi hatinya dan mengatakan Jerman tidak lagi dapat bergantung pada orang lain. "Saya telah mengalaminya dalam beberapa hari terakhir," kata Merkel.

"Kita, orang-orang Eropa, harus membawa nasib kita di tangan kita sendiri. Persahabatan kita dengan AS dan Inggris, hubungan bertetangga kita dengan Rusia dan juga dengan negara-negara lain, tentu saja harus diperhitungkan. Tapi kita harus tahu, kita harus berjuang untuk masa depan kita sendiri," ungkap dia.

Sebagai tanggapan atas komentar Merkel, Inggris mengatakan akan tetap menjadi mitra yang kuat bagi Jerman. "Ketika kita memulai negosiasi untuk meninggalkan Uni Eropa, kita harus dapat meyakinkan Jerman dan negara-negara Eropa lainnya bahwa kita tetap akan menjadi mitra yang kuat bagi mereka dalam pertahanan dan keamanan, serta dalam perdagangan," ujar Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd, kepada radio BBC.




Credit REPUBLIKA.CO.ID




140 Ribu Warga Palestina Terancam Terusir dari Yerusalem



Kota tua Yerusalem.
Kota tua Yerusalem.

CB, YERUSALEM -- Kamp pengungsian Syuafat di Yerusalem Timur dan di kota Kofr Aqab dikabarkan tidak akan lagi dianggap bagian dari Yerusalem. Hal itu diungkapkan media Israel Jewish Channel 10.

Seperti dilansir dari Al Bawaba, Selasa (30/5), pengumuman seakan jadi konfirmasi kecurigaan terhadap rencana sistematis Israel yang dianggap semakin menegaskan kedigdayaan Yahudi atas kota tua ini. Langkah itu akan dilaksanakan Dewan Keamanan Nasonal Israel bertetapan dengan 50 tahun pendudukan mereka di Yerusalem.

Pimpinan Gerakan Lokal, Fakhri Abu Diyab menilai, Israel mengeluarkan Syuafat dan Kofr Aqab dari Yerusalem lewat penggantian kartu identitas biru Yerusalem. Kartu itu akan diganti dengan kartu hijau Tepi Barat, dan menerapkan satu kontrol keamanan baru yang membuat batas-batas Yerusalem.

Sebanyak 140 ribu warga Palestina tinggal di dua daerah itu. Sekitar 75 ribu di Syuafat dan 65 ribu di Kofr Aqab. Pimpinan Komite Lingkungan Yerusalem, Muneer Zughair menerangkan, pengungsi di dua daerah itu telah menderita kekurangan fasilitas dan air.

Warga di Kofr Aqab telah menuntut pemerintah kota karena beberapa kali karena gagal memberi layanan, sedangkan telah membayar pajak kepada otoritas Israel. Daerah itu jadi salah satu tempat yang ingin disatukan Israel sebagai ibu kota abadi dengan menggusur warga Palestina.





Credit  REPUBLIKA.CO.ID



Undang-undang keamanan siber di China, ini yang dikeluhkan kalangan bisnis



Undang-undang keamanan siber di China, ini yang dikeluhkan kalangan bisnis
Ilustrasi keamanan siber (Pixabay)


Shanghai, 29/5 (CB) - China berjuang menghadapi peningkatan ancaman kejahatan siber dan peretasan dengan memberlakukan undang-undang dinilai bermasalah pada Kamis mendatang.

Undang-undang tersebut mengamanatkan pengawasan dan penyimpanan ketat data terhadap perusahaan di negara itu, kata kantor berita resmi Xinhua.

Undang-undang tersebut, yang disahkan pada November oleh sebagian besar parlemen negara, melarang penyedia layanan berjaringan mengumpulkan dan menjual informasi pengguna pribadi dan memberi pengguna hak menghapus informasi mereka, dalam perkara penyalahgunaan.

"Yang melanggar ketentuan dan melanggar hak informasi pribadi akan dikenai denda besar," kata kantor berita tersebut pada Senin, tanpa merinci.

Reuters melaporkan pada bulan ini bahwa kelompok pelaku bisnis di luar negeri mendorong regulator China untuk menunda pelaksanaan Hukum tersebut, dengan mengatakan bahwa peraturan tersebut akan sangat menghambat kegiatan bisnis.

Kritikus luar negeri mengatakan bahwa undang-undang baru tersebut dapat mengancam perusahaan teknologi asing keluar dari sektor dianggap "kritis" oleh negara, karena memuat persyaratan bermasalah terhadap ulasan keamanan dan data tersimpan pada "server" di China.






Credit  antaranews.com




Filipina Klaim Kendali Penuh atas Marawi


Filipina Klaim Kendali Penuh atas Marawi Militer sudah memegang kendali penuh atas Marawi, berarti mereka dapat menentukan orang yang bisa keluar dan masuk. (Reuters/Romeo )


Jakarta, CB -- Setelah sepekan bertempur, pemerintah Filipina akhirnya mengklaim bahwa pasukan militer mereka sudah memegang kendali penuh atas Kota Marawi dan memastikan pertempuran dengan kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS, Maute, akan segera berakhir.

"Pasukan kami sudah mengontrol penuh kota itu, kecuali sejumlah wilayah di mana mereka terus bertahan. Itu semua masuk ke dalam operasi pembersihan yang sedang dilakukan," ujar juru bicara Pasukan Bersenjata Filipina (AFP), Restituto Padilla.

Padilla kemudian menjelaskan, kendali penuh yang dimaksud adalah mereka dapat "mengatur siapa yang keluar dan masuk, juga siapa yang boleh bergerak dan tidak."

Sebagaimana dilansir Channel NewsAsia, Padilla mengatakan bahwa militer bertekad untuk menyelesaikan pertempuran ini secepat mungkin meski tak memiliki waktu pasti.

Dalam wawancara terpisah dengan Radio DZMM, salah satu juru bicara militer Filipina, Edgar Arevalo, mengatakan bahwa pertempuran itu sudah menewaskan 61 militan Maute, 20 personel militer pemerintah, dan 19 warga sipil.

Bentrokan ini bermula ketika militer Filipina melancarkan operasi untuk menangkap pemimpin kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, pada pekan lalu.

Tak lama setelah bentrokan tersebut, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, langsung memberlakukan darurat militer.

Dampak dari bentrokan ini kian luas ketika pemerintah Filipina menerima laporan, militan Maute mulai masuk ke kota Iligan yang terletak sekitar 38 kilometer dari Marawi

Para militan itu dilaporkan menyamar menjadi warga sipil yang akan dievakuasi. Pemerintah akhirnya menutup kota tersebut sehingga tak ada orang yang dapat masuk.

Sengitnya perlawanan Maute menimbulkan kekhawatiran bahwa kelompok militan tersebut memang ingin mendirikan kekhalifahan di selatan Filipina, dengan bantuan ekstremis dari Malaysia dan Indonesia. 




Credit  CNN Indonesia






Menlu Sebut 16 WNI Terperangkap di Bentrok Marawi


Menlu Sebut 16 WNI Terperangkap di Bentrok Marawi Menlu Retno Marsudi menyebut ada 16 WNI yang terjebak di Marawi dan evakuasi belum bisa dilakukan karena operasi masih berlangsung. (REUTERS/Erik De Castro)


Jakarta, CB -- Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi mengatakan ada 16 warga negara Indonesia yang terjebak dalam operasi militer yang terjadi di Marawi, Filipina. Namun evakuasi terhadap 16 orang tersebut masih sulit dilakukan lantaran operasi masih berlangsung.

Menurut Retno, informasi dari lapangan mengatakan selama operasi berlangsung tidak boleh ada pergerakan apapun. Hal itu sontak mempersulit proses evakuasi.

"Kami sampai saat ini belum bisa bergerak karena berdasarkan kontak dengan otoritas setempat, operasi masih berlangsung, sehingga tak mungkin ada pergerakan apapun," kata Retno saat ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (29/5).



Retno menjelaskan sebanyak 16 WNI yang menjadi korban terbagi dalam dua bagian, yaitu 10 orang di satu tempat sedangkan enam sisanya ada di lokasi berbeda. Untuk enam orang itu, kata dia, berada di lokasi yang berjarak sekitar tiga jam dari Marawi City.

Keberadaan 16 WNI itu diketahui karena mereka semua berada di masjid setempat sehingga otoritas lokal bisa dengan mudah mengidentifikasi keberadaan mereka.

Selain itu, Retno juga mendapat informasi bahwa keadaan 16 WNI itu baik-baik saja dan komunikasi terus dilakukan agar informasi bisa terus diperbaharui.

"Kami terus melakukan komunikasi dengan KJRI Davao City, dan menurut otoritas setempat mereka dalam kondisi baik," ujar dia.

Bentrokan antara militer Filipina dan militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS telah berlangsung selama sepekan dan menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk warga sipil.Bentrokan antara militer Filipina dan militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS telah berlangsung selama sepekan dan menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk warga sipil. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)

WNI Meninggal Belum Bisa Dikonfirmasi

Sementara itu untuk kabar yang mengatakan bahwa ada satu WNI yang meninggal dunia akibat operasi di Marawi, Retno mengungkapkan itu belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Hal itu lantaran informasi yang didapat, menyebut adanya warga negara asing yang turut menjadi korban bentrokan. Namun, Retno menegaskan, belum bisa dipastikan apakah salah satu dari korban warna negara asing itu berstatus WNI atau bukan.



"Dalam operasi itu ada beberapa WNA yang meninggal dunia dan diduga WNA yang meninggal itu (salah satunya WNI). Jadi jika ditanya saya belum dapat konfirmasi," katanya.

Sebelumnya Kepolisian menelusuri informasi WNI yang tewas dalam bentrokan antara militer Filipina dengan Kelompok Maute yang berbaiat ke ISIS di Kota Marawi, Filipina selatan.

Berdasarkan catatan Polri, terdapat 11 orang WNI yang menyeberang ke Filipina melalui jalur legal dan bertujuan untuk berdakwah saat serangan terjadi di kota tersebut.



"Saya dapat informasi ada satu korban yang diiidentifikasi sebagai WNI. Tapi itu perlu pendalaman lagi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri, Senin (29/5).

Berdasarkan informasi yang beredar atas laporan Asintel Kepala Staf Daerah Militer VI/Mulawarman, ada 11 WNI yang berhasil masuk ke wilayah Marawi.  Mereka di antaranya Denny Purwasubekti, Handris, Slamet Riyadi Winoto, Ahmad Wahyudi, Della Sunjaya dan Andri Supriyanto asal Bandung.

Kemudian Hery Endang asal Karawang, Ahmad Saran dan Wawan Sadira asal Tasikmalaya, Wifiek Gunawan asal Kendari dan Yusup Burhanudin asal Bogor. 




Credit  CNN Indonesia




Senin, 29 Mei 2017

AASAM 2017: TNI AD Memang Tidak Terkalahkan




Tim TNI AD dalam AASAM 2017. Sumber gambar: Facebook AASAM

Mengantongi 28 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu, TNI AD kembali menjadi juara umum AASAM tahun 2017 yaitu lomba tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 20 negara. Seperti tahun lalu, tim TNI AD kembali menggunakan senapan SS2-V4 buatan PT Pindad.
Kegiatan yang diselenggarakan Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army) ini bertajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM). AASAM 2017 dilangsungkan dari 5 sampai  26 Mei 2017 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.


Sersan Hamzan sebagai Champion Shot 2017.

Sersan Hamzan sebagai Champion Shot 2017.

Negara-negara yang ikut berpartisipasi pada lomba tembak internasional tahunan ini adalah Indonesia, Australia, Jepang, Uni Emirat Arab, Anzac, Philipina, US Army, Inggris, Canada, Malaysia, Thailand, US Marines, Korea, Singapura, New Zealand, Kamboja, Timor Leste, Tonga, PNG, dan Perancis.
Kontingen TNI AD berjumlah 14 orang, 4 official dan 10 petembak. Tim TNI AD dipimpin Letkol Inf Josep T. Sidabutar yang sehari-hari menjabat Kepala Staf Brigif Para Raider 17 Kostrad.
Sersan Hamzan terpilih sebagai Champion Shot AASAM 2017.





Credit  angkasa.grid.id/






Rusia Bikin Pesawat Saingan Airbus dan Boeing, Ini Penampakannya





Rusia Bikin Pesawat Saingan Airbus dan Boeing, Ini Penampakannya Foto: Meliyanti

Moskow - Mengikuti jejak China yang membuat pesawat C919 saingan Airbus dan Boeing, Rusia juga melakukan hal yang sama. Pada hari Minggu kemarin, Rusia melakukan penerbangan perdana pesawat sipil buatannya, yang diberi nama MS-21.

Mengutip Reuters, Irkut Corporation dan United Aircraft Corporation menyebut, pesawat MS-21-300 sudah menyelesaikan uji coba penerbangan selama 30 menit di ketinggian 1.000 meter, dengan kecepatan 300 km per jam.


 

"Misi penerbangan sudah selesai dan baik baik saja, pengujian selanjutnya segera dilakukan," ujar pilot penguji MS-21, Oleg Kononeko, seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/5/2017).

Rusia Bikin Pesawat Saingan Airbus dan Boeing, Ini PenampakannyaFoto: Reuters


Dengan jangkauan atau jarak terbang hingga 6.000 kilometer (km), MS-21 diprediksi bisa menjadi rival Boeing 737 dan Airbus A320 yang saat ini mendominasi pasar pesawat berbadan kecil untuk jarak menengah.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengapresiasi penerbangan perdana MS-21. Putin menyebut produksi pesawat ini dilakukan agar Rusia tidak ketergantungan dengan perusahaan asing.

Nantinya, pesawat twin turbo ini akan diproduksi dua jenis, yakni MS-21-300 dengan kapasitas 160-211 kursi dan kapasitas 130-165 kursi.

Rusia Bikin Pesawat Saingan Airbus dan Boeing, Ini PenampakannyaFoto: Reuters


Produksi pesawat penumpang ini diproyeksi akan dilakukan dua tahun ke depan. Pemerintah Rusia mengatakan sudah menandatangani kontrak dengan operator domestik dan asing yang telah ditunjuk.

Direktur Jenderal Irkut, Oleg Demchenko, mengatakan tahap awal pemerintah Rusia menargetkan bisa memproduksi 175 unit pesawat MS-21.

Analis menyebutkan, meskipun Airbus dan Boeing sudah merajai pesawat di dunia, namun MS-21 berpotensi merebut pasar di dalam negeri Rusia, sejumlah negara Eropa dan Asia Timur. Hal ini karena Rusia memasang harga 15% lebih murah daripada pesawat yang ada saat ini.

Seorang pejabat di Rusia menyebutkan, MS-21 bisa lebih unggul dibandingkan duopoli pesawat Airbus dan Boeing. Namun masih banyak tantangan untuk menyaingi dua pesawat besutan Amerika dan Prancis itu.





Credit  detik.com






Richard Browning, Iron Man Nyata dari Inggris



Richard Browning, Iron Man Nyata dari Inggris
Penemu Richard Browning telah membangun startup bernama Gravity Industries, dengan project utamanya bernama Daedalus, yakni pakaian terbang di Somerset, Inggris, 25 Mei 2017. REUTERS


  
Richard Browning, Iron Man Nyata dari Inggris
Richard Browning mencoba penemuannya, Daedalus, yakni pakaian terbang di Somerset, Inggris, 25 Mei 2017. Richard Browning berhasil membuat pakaian terbang layaknya sebuah pakaian yang digunakan pada superhero, Iron Man. REUTERS



Richard Browning, Iron Man Nyata dari Inggris
Richard Browning mencoba penemuannya, Daedalus, yakni pakaian terbang di Somerset, Inggris, 25 Mei 2017. Proyek Richard Browning ini merupakan proyek personal yang terinspirasi dari ayahnya yang juga seorang engineer dan punya ketertarikan kuat dengan mesin terbang. REUTERS


Richard Browning, Iron Man Nyata dari Inggris
Richard Browning mencoba penemuannya, Daedalus, yakni pakaian terbang di Somerset, Inggris, 25 Mei 2017. Proyek ini telah menarik perhatian investor dan militer Inggris, yang membuat Browning terus mengembangkan agar mampu terbang lebih tinggi dan jauh. REUTERS


Richard Browning, Iron Man Nyata dari Inggris
Richard Browning mencoba penemuannya, Daedalus, yakni pakaian terbang di Somerset, Inggris, 25 Mei 2017. Pria berumur 38 tahun ini, mendesain dan mencoba pertama hasil penemuannya hanya membutuhkan waktu selama 10 bulan. REUTERS

Richard Browning, Iron Man Nyata dari Inggris
Richard Browning mencoba penemuannya, Daedalus, yakni pakaian terbang di Somerset, Inggris, 25 Mei 2017. REUTERS






Credit  tempo.co




Menhan AS Bilang Perang dengan Korut Akan Menjadi Bencana



Menhan AS Bilang Perang dengan Korut Akan Menjadi Bencana
Menteri Pertahanan AS, James Mattis. Foto/Istimewa



WASHINGTON - Bayang-bayang perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Korea Utara (Korut) yang dipicu proyek rudal balistik dan nuklir Pyongyang terus menghantui. Menurut Menteri Pertahanan AS, James Mattis, konflik militer dengan Korut akan menjadi bencana.

AS telah meningkatkan ancaman dan pertikaiannya melawan Korut sejak Trump mengambil alih kepresidenan. Pada saat yang sama, negara Asia Timur itu telah meningkatkan program uji coba rudal. Laporan menunjukkan telah mencoba tujuh tes pada 2017, termasuk dua tes baru-baru ini dalam satu minggu saja.

Mattis mengklaim Korut merupakan ancaman bagi wilayah sekitarnya, termasuk Jepang, China dan Rusia. Ia juga mengklaim rezim Pyongyang merupakan ancaman langsung bagi AS.

"Konflik di Korea Utara, mungkin akan menjadi pertempuran terburuk dalam kehidupan kebanyakan orang. Intinya adalah perang yang dahsyat jika ini berubah menjadi pertempuran jika kita tidak dapat mengatasi situasi ini melalui cara diplomatik," kata Mattis seperti dikutip dari Independent, Senin (29/5/2017).

"Mereka sangat jelas dalam retorika mereka. Kami tidak perlu menunggu sampai mereka memiliki rudal balistik antar benua dengan senjata nuklir di atasnya untuk mengatakan bahwa sekarang ini terwujud sepenuhnya," imbuhnya.

Mempersiapkan diri atas ancaman Korut, Pentagon akan mencoba menembak jatuh rudal jarak antar benua untuk pertama kalinya dalam sebuah tes minggu ini. Pencegat Amerika telah berhasil dalam sembilan dari 17 usaha sejak 1999. Tes terbaru pada bulan Juni 2014 berhasil, tapi itu hanya setelah tiga kegagalan.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, telah bersumpah untuk memiliki rudal yang mampu mencapai AS, meskipun dia belum melakukannya. Pekan lalu, Badan Intelijen Pertahanan mengatakan bahwa "tak terelakkan" bahwa senjata nuklir yang diluncurkan dari Korut akan mencapai daratan AS.

Letnan Jenderal Vincent Stewart mengatakan kepada Komite Bersenjata Senat bahwa kemungkinan serangan tersebut sangat nyata setelah sebuah uji coba rudal baru-baru ini dilakukan oleh Pyongyang.

Dia mengklaim bahwa jika negara dan pemimpinnya ditinggalkan pada lintasan saat ini, rezim pada akhirnya akan berhasil.


Credit  https://international.sindonews.com/read/1208831/42/menhan-as-bilang-perang-dengan-korut-akan-menjadi-bencana-1495997860



Mattis: Perang dengan Korut Akan Berbahaya bagi Rusia dan China



Mattis: Perang dengan Korut Akan Berbahaya bagi Rusia dan China
Perang AS dengan Korut akan berbahaya bagi China dan Rusia. Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian



WASHINGTON - Sebuah perang dengan Korea Utara (Korut) akan menjadi yang terburuk dalam kehidupan banyak orang. Begitu pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Jim Mattis.

Mattis mengatakan sebuah kemungkinan kegagalan diplomatik dan diikuti oleh perang dengan Korut akan menjadi bencana. Perang dengan Korut merupakan ancaman bagi banyak negara, termasuk Rusia.

"Rezim Korut merupakan ancaman bagi wilayah ini, ke Jepang, ke Korea Selatan (Korsel), dan jika terjadi perang, mereka juga akan membawa bahaya ke China dan Rusia," kata Mattis dalam sebuah wawancara dengan CBS News.

"Namun, intinya ini akan menjadi bencana perang jika ini berubah menjadi pertempuran di mana kita tidak menyelesaikan situasi ini melalui cara diplomatik," imbuhnya seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (29/5/2017).

Mattis menambahkan bahwa kemungkinan konflik bersenjata dengan Korut akan menjadi yang terburuk dalam masa hidup kebanyakan orang. Pasalnya, adalah fakta jika Korut memiliki ratusan meriam artileri dan peluncur roket dengan jarak tembak hingg wilayah ibu kota Korsel, Seoul.

Ketegangan seputar kegiatan Korut dengan senjata nuklir dan non-nuklir telah meningkat drastis dalam beberapa bulan terakhir, setelah Pyongyang melakukan sejumlah uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.



Credit  sindonews.com


AS Ternyata Kirim Kapal Induk Ketiga ke Semenanjung Korea


AS Ternyata Kirim Kapal Induk Ketiga ke Semenanjung Korea

Kapal induk USS Nimitz, kapal induk ketiga Amerika Serikat (AS) yang dikirim menuju semenanjung Korea. Foto/REUTERS


WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) ternyata mengirim kapal induk ketiga ke semenanjung Korea setelah dua kapal induk lainnya sudah lebih dulu siaga di kawasan tersebut. Mengirim tiga kapal induk sekaligus di kawasan yang sama merupakan langkah tak biasa bagi militer Washington.

Kapal induk ketiga yang sedang bergerak ke semananjung Korea adalah kapal USS Nimitz. Kapal yang rencananya akan ditempatkan di Pasifik barat selama sekitar enam bulan ini ternyata digerakkan menuju kawasan semenanjung Korea.

USS Nimitz, salah satu kapal perang terbesar di dunia itu, akan bergabung dengan dua kapal induk AS lainnya, USS Carl Vinson dan USS Ronald Reagan, yang sudah berlayar di kawasan perairan Korea.

Pengiriman tiga kapal induk sekaligus oleh AS ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan di semenanjung Korea, di mana rezim Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un gencar menguji tembak rudal balistiknya.

Angkatan Laut AS tidak secara eksplisit menyebut bahwa USS Nimitz ditujukan untuk operasi yang berkaitan dengan Korut. Namun, mereka mengatakan bahwa kapal induk raksasa itu akan dimobilisasi di Asia Pasifik dan Timur Tengah.

”Saya sangat bangga dengan seluruh tim Nimitz, koordinasi dan dukungan hebat di seluruh kelompok penyerang, terutama dalam siklus latihan yang kental. Awak melangkah dan saya yakin kami siap untuk bertemu. Apapun tantangan yang ada di depan, penerapan yang akan muncul,” kata Kapten Kevin Lenox, komandan kapal USS Nimitz, sebagaimana dikutip dari IB Times, Senin (29/5/2017).

Kapal USS Nimitz dalam pelayarannya diapit oleh kapal perusak bersenjata rudal yang dipandu dan kapal dengan rudal jelajah.

Dua sumber terkait mengatakan kepada Voice of America bahwa penyebaran kapal induk ketiga ini ditujukan untuk menunjukkan kekuatan kepada Korut, setelah Pyongyang dengan cepat meningkatkan program persenjataannya dalam beberapa bulan terakhir.

Kapal USS Ronald Reagan dan kapal USS Carl Vinson yang sudah berada di kawasan semenanjung Korea merupakan kapal induk bertenaga nuklir yang membawa puluhan pesawat jet tempur.

Kapal Ronald Reagan dengan panjang 1.092 kaki membawa lebih dari 4.500 awak dikirim ke wilayah tersebut pada pertengahan bulan Mei, sedangkan kapal Carl Vinson dikirim lebih dulu pada bulan April lalu. 




Credit  sindonews.com






Eks Komandan Pasifik: AS Bisa Lakukan Serangan Premptive ke Korut



Eks Komandan Pasifik: AS Bisa Lakukan Serangan Premptive ke Korut
AS bisa lancarkan serangan peremptove terhadap Korut. Foto/Express


WASHINGTON - Mantan Komandan Komando Pasifik Amerika Serikat (AS) mengatakan Washington bisa melakukan serangan preemptive terhadap Korea Utara (Korut). Serangan itu dilakukan karena ketakutan Perang Dunia ke-III tumbuh di wilayah itu.

"Hanya karena ini merupakan serangan mendadak terhadap Korut, tragis tidak berarti Donald Trump tidak akan melakukannya," kata Samuel J Locklear seperti dikutip dari Express, Minggu (28/5/2017).

"Jika kepentingan nasional cukup tinggi, dan saya pikir ini adalah kesalahan yang harus dipikirkan oleh pemimpin Korut Kim Jong-un, jika Anda mulai menekan masalah yang berkaitan dengan kelangsungan hidup AS melawan serangan nuklir, tragis menjadi mungkin untuk menghentikannya. Itu bisa menjadi tragis," jelasnya.

Pandangan Locklear kemudian diaminkan oleh Admiral Timothy J Keating, mantan komandan Komando Pasifik lainnya. "Ada banyak pilihan yang tersedia bagi Presiden dan Menteri Pertahanan dalam kerangka perencanaan di Pacific Command," katanya.

Pyongyang telah berulang kali mengancam baik tetangga dekatnya seperti Korea Selatan dan Jepang serta AS dengan serangan nuklir. Negara komunis tertutup itu diyakini memiliki 15 senjata nuklir. Pemimpin Korut yang tidak dapat diperdiksi, Kim Jong-un, mengeluarkan ancaman terakhirnya untuk menghilangkan AS awal pekan ini.

Ancaman yang terus berlanjut dari Korut itu terjadi di tengah-tengah uji coba pencegat rudal balistik antarbenua pertama (interceptor ballast intercontinental) AS.

Dalam tes pertama dari jenisnya, Badan Pertahanan Rudal AS mengumumkan bahwa pihaknya akan menembakkan pencegat Ground-based Midcourse Defence (GMD) dari sebuah pangkalan militer di California.

Sasarannya adalah rudal custom yang menyerupai ICBM yang ditembakkan dari Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall, di tengah Samudra Pasifik. 




Credit  sindonews.com/read






Serangan Koalisi AS Tewaskan Warga Sipil, Rusia Tuntut Penyelidikan Menyeluruh


Serangan Koalisi AS Tewaskan Warga Sipil, Rusia Tuntut Penyelidikan Menyeluruh
Rusia tuntut penyelidikan menyeluruh atas serangan udara koalisi AS yang menewaskan warga sipil. Foto/Istimewa



MOSKOW - Hilangnya kehidupan warga sipil di Raqqa Suriah, seperti serangan teroris di Manchester Arena Inggris, harus diselidiki secara menyeluruh. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Pertama Parlemen Rusia untuk Pertahanan dan Keamanan Frames Klintsevich.

Sebelumnya kantor berita SANA melaporkan bahwa koalisi internasional pimpinan AS telah melakukan operasi anti-teroris di provinsi Raqqa, Suriah, yang mengakibatkan kematian 20 warga sipil.

"Tragedi di Raqqa, dan juga di Manchester, harus diselidiki secara menyeluruh, dengan hukuman wajib bagi mereka yang bersalah," kata Klintsevich, seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (29/5/2017).

Klintsevich menekankan bahwa ini bukan kasus pertama pembunuhan warga sipil di Suriah akibat serangan udara koalisi.

Koalisi yang dipimpin AS terhadap 68 negara sedang melakukan serangan udara, melepaskan tembakan artileri berbasis darat dan roket di Suriah dan Irak melawan ISIS. Koalisi tersebut mendukung Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang didominasi oleh pejuang Kurdi, tetapi juga termasuk anggota Koalisi Arab Suriah.

Koalisi belum memberikan komentar mengenai serangan udara di Raqqa sejauh ini.

Pada tanggal 15 Mei lalu, sebuah serangan udara yang dilakukan oleh koalisi di kota timur Suriah al-Bukamal dilaporkan membunuh setidaknya 31 warga sipil dan melukai banyak lainnya.

Sebelumnya, serangan pasukan koalisi AS juga memakan korban warga sipil tepatnya di distrik al-Mayadin, sebuah kota yang dikuasai oleh para jihadis dekat Deir al-Zor di Suriah timur. Setidaknya lebih dari 100 orang termasuk anak-anak dan anggota keluarga pejuang ISIS meregang nyawa.



Credit  sindonews.com




Serangan Udara Koalisi AS Bunuh 20 Warga Sipil di Raqqa

Serangan Udara Koalisi AS Bunuh 20 Warga Sipil di Raqqa
Serangan udara pasukan koalisi pimpinan AS menyasar konvoi warga sipil di Raqqa menewaskan 20 orang. Foto/Ilustrasi/Istimewa

DAMASKUS - Sedikitnya 20 warga sipil terbunuh saat serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat (AS) menghantam konvoi di dekat Raqqa, Suriah. Demikian laporan kantor berita pemerintah Suriah.

"Pesawat tempur koalisi anti teror pimpinan AS menargetkan mobil yang mengangkut warga sipil dari Raqqa di antara kota-kota Ratleh dan Kasrah pada hari Sabtu," tulis SANA seperti dikutip dari Xinhua, Senin (29/5/2017).

Jumlah warga sipil yang menjadi korban serangan udara pimpinan koalisi AS telah meningkat baru-baru ini. Koalisi AS sendiri tengah intensif melakukan serangan udara terhadap Raqqa, ibu kota de facto dari kelompok ekstrimis ISIS, dan sejumlah basis ISIS lainnya di Suriah utara dan timur.

Kamis lalu, 35 warga sipil terbunuh oleh serangan AS di kota Mayadeen yang dikuasai ISIS di provinsi timur Deir al-Zour.

Pemerintah Suriah berulang kali mengecam serangan yang menargetkan warga sipil, yang memperkuat operasi koalisi anti teror pimpinan AS di Suriah sebagai tidak sah.

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan bahwa serangan AS terhdap warga sipil yang menjadi bagian dari serangkaian serangan yang dilakukan oleh koalisi internasional adalah ilegal.

"Serangan tersebut melawan kedaulatan Suriah dan integritas teritorial dengan dalih memerangi terorisme, sementara tindakan aliansi ini hanya berkontribusi pada menyebarkan kekacauan dan kehancuran yang menguntungkan organisasi teroris ekstremis, terutama ISIS dan organisasi teroris lainnya," kata Kementerian Luar Negeri Suriah.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa Suriah mengutuk serangan koalisi pimpinan AS yang menargetkan warga sipil dan menyebabkan kerusakan material yang besar terhadap infrastruktur, fasilitas, dan properti di Suriah. Suriah juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan resolusi mengenai menjaga integritas wilayah dan orang-orang Suriah dan menghentikan serangan koalisi ilegal tersebut.

Pernyataan ini menyimpulkan dengan mengatakan bahwa Suriah mengulangi pentingnya menghentikan tindakan koalisi pimpinan AS dan menerapkan resolusi Dewan Keamanan terkait dengan kontra-terorisme, termasuk resolusi no.2253.






Credit  sindonews.com








Terungkap, Pasukan Khusus Prancis Beroperasi di Suriah


Terungkap, Pasukan Khusus Prancis Beroperasi di Suriah

Pasukan khusus Prancis telah beroperasi di Suriah. Foto/Istimewa



PARIS - Prancis mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki pasukan khusus yang dikerahkan di Suriah. Pengerahan itu mengesampingkan pengiriman pasukan darat konvensional ke ibu kota de facto ISIS Raqqa.

Menteri Pertahanan Sylvie Goulard mengatakan kepada Radio Eropa 1 bahwa Prancis memenuhi semua yang dibutuhkan oleh koalisi anti ISIS yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Secara khusus, Goulard mengatakan bahwa Prancis telah menyediakan jet tempur, penasihat militer dan pasukan artileri untuk koalisi anti ISIS seperti dikutip dari Al Araby, Minggu (28/5/2017).

Pernyataan ini keluar menyusul sebuah pernyataan baru-baru ini oleh Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian. Drian menekankan bahwa konflik Suriah tidak akan diselesaikan dengan solusi militer.

Prancis telah memberikan beberapa rincian tentang jumlah pasukan khusus yang beroperasi di Suriah, yang diperkirakan berada di lusinan.

Penyebaran ini dikerdilkan oleh AS, pemimpin koalisi anti ISIS. AS sendiri saat ini memiliki 900 penasihat militer, pasukan khusus dan marinir yang ditempatkan di wilayah yang dimiliki oleh Pasukan Demokratik Suriah - sebuah koalisi pejuang Arab-Kurdi.




Credit  sindonews.com





Korea Utara tembakkan rudal Scud, Jepang protes


Korea Utara tembakkan rudal Scud, Jepang protes
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memeriksa roket balistik strategis jarak jauh Hwasong-12 (Mars-12) dalam foto tidak bertanggal yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA), Senin (15/5/2017). (KCNA via REUTERS)


Seoul (CB) - Korea Utara menembakkan apa yang terlihat sebagai rudal balistik berjangkauan pendek yang mendarat di laut pantai timurnya pada Senin menurut militer Korea Selatan.

Peluncuran rudal itu segera dilaporkan ke Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, yang lantas mengadakan pertemuan di Dewan Keamanan Nasional pukul 07.30 menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam satu pernyataan.

Rudal itu diyakini rudal balistik kelas Scud dan terbang sekitar 450 kilometer menurut Kepala Staf Gabungan dalam pernyataannya yang dikutip Reuters.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Senin mengecam peluncuran rudal terkini Korea Utara dan berikrar akan bertindak bersama negara lain untuk menghalangi provokasi berulang Pyongyang.

"Seperti yang kami sepakati dalam pertemuan G7 terkini, masalah Korea Utara adalah prioritas tertinggi bagi masyarakat internasional," kata Abe kepada para pewarta dalam taklimat yang disiarkan televisi.

"Bekerja sama dengan Amerika Serikat, kami akan mengambil tindakan spesifik untuk merintangi Korea Utara."

Abe mengatakan Jepang akan berupaya sepenuhnya untuk melindungi rakyatnya, dengan tetap berhubungan erat dengan Korea Selatan dan negara lainnya.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga pada Senin juga menyatakan protes Jepang terhadap peluncuran rudal terkini Korea Utara.

"Peluncuran rudal balistik Korea Utara ini sangat problematik dari perspektif keamanan perkapalan dan lalu lintas udara dan jelas melanggar resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Suga.

"Jepang sepenuhnya tidak bisa menoleransi tindakan provokasi berulang Korea Utara. Kami memprotes keras Korea Utara dan mengecam tindakannya dalam istilah paling keras," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Meski demikian, Suga mengatakan bahwa tidak ada kerusakan pesawat mau pun kapal yang dilaporkan terkait dengan peluncuran rudal Korea Utara.






Credit  antaranews.com





Kim Jong-un pimpin uji senjata baru anti-pesawat udara



Seoul (CB) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memimpin pengujian senjata baru anti-pesawat udara dan memerintahkan pembuatan besar-besaran senjata baru itu serta penempatannya di seluruh negeri, kata kantor berita negara tersebut pada Minggu.

Sebelumnya, mereka berpekan-pekan melancarkan uji peluru kendali balistik, lapor Reuters.

Kantor berita Korea Utara KCNA tidak melaporkan sifat tepat senjata itu atau waktu pengujiannya, namun menyebutkan bahwa pengujian tersebut dilakukan Akademi Ilmu Pertahanan Nasional, yang diyakini mengembangkan senjata nuklir dan peluru kendali.

Korea Utara mendorong pengembangan berbagai senjata sejak awal tahun lalu dengan kecepatan belum pernah terjadi, termasuk peluru kendali jarak jauh, yang mampu menyerang daratan Amerika Serikat.

Dalam beberapa pekan belakangan, mereka menguji peluru kendali balistik jarak menengah, yang mendapat beberapa kemajuan teknis.

Negara tertutup itu menolak sanksi PBB dan unilateral oleh negara lain, dengan mengatakan bahwa pembatasan program senjata sebagai pelanggaran hak untuk membela diri dan menyatakan bahwa program ini diperlukan untuk melawan agresi AS.

Mereka terakhir kali melakukan uji coba peluru kendali balistik pada satu minggu yang lalu.

"Kim Jong-un...menyaksikan pengujian satu jenis baru sistem senjata anti-pesawat terbang yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmu Perthanan Nasional," kata KCNA dalam laporannya pada Minggu.

"Sistem senjata ini, yang kemampuan operasinya sudah secara menyeluruh diverifikasi, harus diproduksi masal untuk dikerahkan di seluruh negeri...dengan demikian sepenuhnya akan membuyarkan mimpi musuh untuk menguasai udara serta bualannya mengenai supremasi udara dan kekuatan senjata," tambah laporan itu.

KCNA melaporkan bahwa Kim didampingi oleh ajudan militernya dan mencantumkan tiga nama yang diyakini sebagai pejabat tinggi di negara yang tengah mempercepat program pengembangan peluru kendali.

Mereka adalah Ri Pyong-chol, bekas jendeal Angkatan Udara; Kim Jong-sik, ilmuwan roket veteran; dan Jang Chang-ha, kepala Akademi Ilmu Pertahanan Nasional, pusat pengembangan dan pengadaan senjata.

Korea Utara pada Senin menyatakan sukses menguji apa yang disebut rudal balistik berjangkauan menengah yang memenuhi semua persyaratan teknis dan sudah bisa diproduksi massal.

Pada Selasa, Kepala Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan jika dibiarkan tanpa pengawasan, Korea Utara berada di jalur mencapai kemampuan rudal nuklir yang bisa menghantam Amerika Serikat.

Dalam sidang Senat, Direktur Badan Intelijen Pertahanan Vincent Stewart menolak menyampaikan perkiraan waktunya, namun ahli Barat meyakini bahwa Korea Utara masih butuh beberapa tahun untuk mengembangkan senjata semacam itu.






Credit  antaranews.com




China kecewa dengan pernyataan G7


China kecewa dengan pernyataan G7
Persiapan sedang berlangsung di depan Hotel San Domenico Palace, lokasi konferensi tingkat tinggi G7 di Taormina, Sisilia, Italia, Jumat (26/5/2017). (REUTERS/Stephane De Sakutin )


Beijing (CB) - China "sangat tidak puas" dengan penyebutan massalah Laut China Timur dan Selatan dalam pernyataan Kelompok Tujuh (G7), dan sekutu G7 harus berhenti mengeluarkan pernyataan tidak bertanggung jawab, kata juru bicara kementerian luar negeri China.

China bertekad menyelesaikan perselisihan dengan negara terlibat dengan benar melalui perundingan sambil menjaga perdamaian dan ketenangan di Laut China Timur dan Laut China Selatan, kata juru bicara Lu Kang dalam pernyataan pada Minggu.

China berharap G7 dan negara lain menahan diri, menghormati sepenuhnya upaya negara di kawasan sengketa untuk menangani perselisihan, dan berhenti membuat pernyataan tidak bertanggung jawab, kata Lu, seperti dilaporkan Reuters.

Dalam pernyataan pada Sabtu, pemimpin G7 mengatakan prihatin dengan keadaan di Laut Cina Selatan dan China Timur. Mereka juga menyerukan demiliterisasi "kawasan sengketa".

China berselisih dengan Jepang atas sekelompok pulau tidak berpenghuni di Laut China Timur.

Klaim luas Beijing terhadap Laut China Selatan juga ditentang oleh Brunei, Malaysia, Filipina dan Vietnam, serta Taiwan.

Amerika Serikat telah mengkritik pembangunan yang dilakukan China di pulau itu dan pembangunan fasilitas militer di Laut China Selatan, khawatir mereka bisa digunakan untuk membatasi pergerakan bebas dan memperluas jangkauan strategis Beijing.

Pada awal pekan ini, sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan apa yang disebut sebagai latihan kebebasan navigasi di dekat Mischief Reef yang terletak dalam kawasan sengketa Kepulauan Spratly.

Keputusan itu, yang pertama di bawah pemerintahan Trump, memicu sebuah respons marah dari Beijing.

G7 terdiri atas Amerika Serikat, Prancis, Kanada, Jerman, Inggris, Italia dan Jepang.

Sebelumnya, China dan negara Asia Tenggara telah menyetujui kerangka kerja untuk kode etik di Laut China Selatan guna meningkatkan upaya mengurangi ketegangan di jalur laut bersengketa tersebut.

China dan ASEAN mengharapkan kerangka kerja tersebut disetujui pada tahun ini, setelah 15 tahun rancangan tersebut dibuat.

Beberapa diplomat ASEAN menyatakan keprihatinannya mengenai sikap China, apakah tulus atau apakah ASEAN memiliki pengaruh cukup untuk membuat China berkomitmen pada seperangkat peraturan.

Beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Filipina, serta Amerika Serikat, menyatakan keprihatinannya terhadap yang mereka lihat sebagai militerisasi China di Laut China Selatan, termasuk membangun landasan udara di pulau buatan.

Setelah pertemuan antara pejabat China dan ASEAN di kota Guiyang di China, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa kerangka kerja tersebut telah disepakati, walaupun tidak memberikan rincian isinya.

Perundingan tersebut dilakukan secara terus terang dan mendalam serta menghasilkan pencapaian positif, demikian disebutkan dalam sebuah pernyataan tertulis.

Semua pihak menjunjung tinggi kerangka kerja peraturan kawasan untuk mengelola dan mengendalikan perselisihan, untuk memperdalam kerja sama maritim praktis, untuk mempromosikan konsultasi mengenai kode tersebut dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan", tambahnya.

Wakil Menteri Luar Negeri China Liu Zhenmin mengatakan kerangka kerja itu komprehensif dan mempertimbangkan kekhawatiran semua pihak.

Tapi, dia meminta pihak asing tidak ikut campur, pesan secara jelas ditujukan ke Amerika Serikat.





Credit  antaranews.com





Komandan pengawal Revolusi Iran tewas saat memerangi IS di Irak



Komandan pengawal Revolusi Iran tewas saat memerangi IS di Irak
ilustrasi: Sistem peluru kendali pertahanan udara S-300 buatan Rusia. (Reuters)


Baghdad (CB) - Seorang komandan tinggi Korps Pengawal Revolusioner Islam Iran (IRGC) tewas dalam pertempuran melawan IS di sebelah barat kota Mosul, Irak, kantor berita Tasnim yang bermarkas di Teheran melaporkan pada Sabtu.

Ini merupakan pertama kalinya Iran mengumumkan kematian seorang komandan tinggi mereka sejak operasi dilancarkan pada Oktober untuk mendesak petempur IS keluar dari Mosul.

"Komandan Shaaban Nassiri menjadi martir dalam operasi militer untuk membebaskan wilayah sebelah barat Mosul," menurut laporan kantor berita Tasnim mengutip pernyataan Pengawal Revolusi.

IRGC adalah pendukung utama kekuatan paramiliter Syiah Irak yang dikenal sebagai Mobilisasi Populer. Mereka memerangi kelompok IS di sebelah barat Mosul.

Nassiri tewas di dekat Baaj, salah satu kota terakhir yang masih berada di bawah kendali kelompok IS, di dekat perbatasan Suriah, menurut Mashregh, sebuah laman berita Iran.

Pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi diyakini bersembunyi di wilayah ini, menurut pejabat AS dan Irak.

Nassiri bertempur dalam perang Iran tahun 1980-1988 dan telah terlibat dalam perang enam tahun di Suriah, mendukung Presiden Bashar al-Assad, menurut Mashregh.

Seorang jenderal dari Garda Revolusi mengambil alih pos Duta Besar Iran untuk Irak pada April lalu, sebagai tanda peran kunci pasukan militer sedang bermain di negara tetangganya itu.

Mobilisasi Populer pada Jumat mengumumkan perebutan pangkalan militer Sinjar, dekat Baaj, menggerakkan kehadirannya lebih dekat di perbatasan Suriah

Pemerintah Irak ingin mengendalikan perbatasan dengan melakukan koordinasi bersama pasukan Bashar yang didukung oleh Iran.

Menghubungkan kedua belah pihak akan memberi Bashar sebuah keuntungan besar dalam menghadapi pemberontakan yang telah berlangsung enam tahun melawan pemerintahannya.

Iran telah memberikan dukungan militer kepada Bashar setidaknya sejak 2012, awalnya tidak berkomentar secara terbuka mengenai perannya tersebut. Namun ketika dukungan militer mereka semakin meningkat dan korban dari pihak Iran juga meningkat, para pejabat mulai berbicara lebih terbuka.

Seorang pejabat Iran mengatakan pada akhir tahun lalu bahwa sudah lebih dari 1.000 warga Iran tewas dalam perang saudara Suriah. Termasuk beberapa komandan tinggi Garda Revolusi, menurut laporan media Iran.

Iran telah membantu melatih dan mengatur ribuan petempur Syiah Irak, Afghanistan dan Pakistan dalam konflik Suriah. Petempur dari Hisbullah Lebanon juga bekerja sama dengan komandan militer Iran di Suriah, demikian Reuters.






Credit  antaranews.com





Filipina hentikan perundingan perdamaian dengan pemberontak

Filipina hentikan perundingan perdamaian dengan pemberontak

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo)


Manila (CB) - Perunding perdamaian pemerintah Filipina membatalkan perundingan perdamaian dengan pemberontak pimpinan Maois di Belanda pada Sabtu sesudah Tentara Rakyat Baru (NPA) meningkatkan serangan di pedesaan.

Kedua pihak terlibat dalam pembicaraan perdamaian, yang ditengahi Norwegia untuk mengakhiri perang hampir lima dasawarsa, yang menewaskan lebih dari 40.000 orang.

Pada putaran terakhir pembicaraan dengan Kubu Demokratiik Bangsa, lengan politik NPA, penasihat presiden Jesus Dureza menyatakan pemerintah menunda perundingan karena pemberontak tidak membalas upaya perdamaian Presiden Rodrigo Duterte.

Dengan membaca pernyataan, Dureza mengatakan pembicaraan akan dilanjutkan hanya bila ada "tanda jelas, yang memungkinkan lingkungan dapat mencapai perdamaian adil dan berkelanjutan di negeri itu melalui perundingan perdamaian".

Dureza menyatakan keputusan itu diambil saat pemimpin pemberontak memerintahkan gerilyawan "meningkatkan serangan" sesudah keadaan darurat diberlakukan pada Selasa malam di pulau selatan, sebagai tanggapan atas perebutan kota oleh gerilyawan kelompok keras Maute, yang tidak terhubung dengan NDF.

Itu adalah kedua kali pemerintah menghentikan pembicaraan perdamaian dengan pemberontak komunis atas serangan gerilya terhadap tentara dan usaha, seperti, pertambangan dan perkebunan.

Duterte sangat ingin mengadakan kesepakatan perdamaian dengan komunis tapi marah karena kelompok itu terus melakukan kekerasan. Ia menyatakan tuntutan mereka berlebihan dan ia sudah memberi konsesi.

Penangguhan tersebut muncul saat ketakutan tumbuh seiring dengan kemunculan radikalisme di wilayah Moro di Filipina selatan.

Perunding utama pemberontak, Luis Jalandoni, menyatakan tuntutan pemerintah untuk menghentikan serangan gerilya "konyol" dan "tidak dapat diterima" karena tentara menyerang masyarakat pedesaan tempat pemberontak itu berada.

"Tentara harus menghentikan pelanggaran hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional. Itu tidak dapat kami terima," katanya kepada wartawan.

Dureza menyatakan Duterte berusaha keras menciptakan perdamaian dengan membebaskan lebih dari 20 pemimpin pemberontak dan memberlakukan gencatan senjata sepihak.

Ia menyatakan pemerintah terbuka untuk mengadakan "perundingan perdamaian daerah" karena pemimpin pemberontak, beberapa di antaranya tinggal di pengasingan di luar negeri, menyatakan kehilangan kendali atas gerilya di lapangan., demikian Reuters.








Credit  antaranews.com


Jumat, 26 Mei 2017

Ilmuwan Hitung Peluang Hidup di Bumi Kedua, Hasilnya...


Ilmuwan Hitung Peluang Hidup di Bumi Kedua, Hasilnya...
Planet Proxima B. youtube.com


CB, Exeter - Pernahkah Anda berpikir untuk tinggal di bumi kedua? Membuat koloni baru di planet lain menjadi salah satu ambisi manusia melakukan perjalanan ke angkasa luar. Proxima b, planet serupa bumi yang ditemukan pada Agustus tahun lalu, menjadi salah satu incaran eksplorasi mencari bukti kehidupan.

Studi simulasi terbaru menunjukkan bahwa Proxima b mungkin bisa menjadi tempat yang mampu menyokong kehidupan dan, ini yang penting: bisa dihuni.



Proxima b adalah eksoplanet alias planet di tata surya lain yang terdekat dengan bumi. Planet yang diperkirakan berwujud batu seperti bumi itu terletak sekitar 7,5 juta kilometer dari bintang Proxima centauri. Sama seperti bumi di dalam tata surya, Proxima b berada di dalam zona aman atau kawasan yang memungkinkan sebuah planet memiliki air dan unsur pendukung kehidupan lainnya.


Perbandingan Proxima b dengan matahari dan bumi. (Phl.upr.edu)

Para peneliti di Universitas Exeter, Inggris, membuat berbagai skenario kondisi lingkungan untuk Proxima b. Bekerja sama dengan Met Office, badan layanan cuaca Inggris, mereka menggunakan pemodelan yang dipakai dalam proyeksi perubahan iklim di bumi dan mengkombinasikannya dengan posisi orbit dan proyeksi susunan atmosfer Proxima b.



Pemimpin riset Ian Boutle mengatakan berbagai skenario dibuat berdasarkan konfigurasi orbit Proxima b. Tak seperti bumi, Proxima b mengorbit dengan satu sisi yang sama selalu menghadap bintang induk yang menyebabkan perbedaan suhu yang besar antara bagian terang dan gelap.

Proxima b juga punya siklus rotasi yang unik. "Mirip Merkurius, planet itu berotasi tiga kali pada porosnya setiap dua kali mengelilingi bintangnya," kata Ian dalam laman Universitas Exeter, pekan lalu.

Hasil simulasi, seperti dilaporkan dalam jurnal Astronomy and Astrophysics edisi 1 Maret lalu, menunjukkan bahwa kondisi Proxima b memungkinkan mendukung kehidupan. Bahkan, dengan skenario susunan atmosfer yang lebih sederhana, hanya berupa nitrogen dan karbon dioksida, Proxima b memiliki temperatur cukup hangat untuk menyokong air.


Ilustrasi visual Planet Proxima b. (Youtube.com)

Menurut Nathan Maine, ahli astrofisika yang terlibat dalam riset itu, berbagai variasi radiasi yang mungkin diterima Proxima b juga diperhitungkan dalam simulasi. "Dalam kondisi yang tepat, permukaan Proxima b mungkin mengandung air dan dihuni," kata Nathan.



Di dalam simulasi, suhu tertinggi di bagian yang selalu menghadap bintang hanya sekitar 17 derajat. Namun temperatur di sisi gelap anjlok sampai minus 123 derajat Celsius. Ini mungkin bukan tempat yang nyaman untuk membangun koloni baru.

Berbagai skenario dibuat, tapi kondisi Proxima b yang sebenarnya masih menjadi misteri. Teka-teki adanya penyokong kehidupan di Proxima b setidaknya baru bisa terjawab setelah teleskop antariksa tercanggih James Webb diluncurkan tahun depan. Pengganti teleskop antariksa Hubble itu memiliki instrumen yang lebih baik untuk mengobservasi obyek jauh secara detail.

Sejauh ini, Proxima b dinilai sebagai planet mati tanpa udara. Bintang induknya, Proxima centauri, tergolong bintang katai merah yang massanya hanya 10 persen dari matahari dan relatif lebih dingin daripada matahari. Meski begitu, Proxima centauri masih punya energi cukup besar untuk menghancurkan atmosfer planet. Belum diketahui juga apakah Proxima b memiliki medan magnet seperti bumi yang bisa melindunginya dari badai energi matahari.


Planet Proxima b selama ini dianggap planet tanpa udara. (businesinsider.com)

Kalaupun lingkungan Proxima b sangat mendukung untuk hidup, manusia punya masalah besar untuk mencapai planet yang berjarak sekitar 40 ribu triliun kilometer itu. Belum ada teknologi transportasi buatan manusia saat ini yang bisa menempuh jarak sejauh itu. Untuk mencapai bulan saja, jaraknya sekitar 384 ribu kilometer, diperlukan waktu sekitar tiga hari.



Dengan konsep teknologi roket yang ada saat ini, setidaknya perlu 81 ribu tahun untuk mencapai sistem Proxima centauri. Teknologi roket termal nuklir dinilai lebih cepat, tapi masih dalam pengembangan. Dengan sistem ini, manusia bisa mencapai Mars dalam 90 hari. Namun perlu waktu 1.000 tahun untuk mencapai Proxima b.

Teknologi roket dengan reaksi fusi, seperti yang terjadi ketika matahari melepaskan energi, secara teori bisa mengantarkan manusia ke Proxima b dalam waktu 36 tahun. Sayangnya, belum ada cara aman untuk menguasai teknologi reaksi fusi seperti ini. Jadi, siapa yang mau pergi ke bumi kedua ini?




Credit  Tempo.co






Asal-usul Nenek Moyang Manusia Kembali Picu Perdebatan Ilmuwan


Asal-usul Nenek Moyang Manusia Kembali Picu Perdebatan Ilmuwan
Fosil Graecopithecus freybergi. Telegraph.co.uk



CB,Toronto - Asal-usul manusia kembali menuai perdebatan antara ilmuwan. Baru-baru ini terungkap fosil yang umurnya jauh lebih tua dengan yang pernah ditemukan di Afrika.

Fosil berupa tulang rahang bawah dan gigi yang terpisah yang ditemukan di Yunani dan Bulgaria itu berasal dari makhluk mirip kera yang hidup 7,2 juta tahun lalu. Namanya, Graecopithecus freybergi. Umur fosil hominin ini mengalahkan rekor hominin tertua yang pernah ada, Sahelanthropus, yang hidup sekitar 6-7 juta tahun lalu di Chad, Afrika Tengah.



Paleoantropolog dari Universitas Toronto yang juga anggota studi, David Begun, mengatakan kemungkinan perpisahan evolusi terjadi di luar Afrika sesuai dengan fitur fosil hominin. "Kita tahu banyak mamalia Afrika aslinya berasal dari Eurasia lalu tersebar ke Afrika saat G. freybergi hidup. Kenapa G. freybergi tidak bisa?" kata Begun, seperti dikutip dari laman berita Reuters.

G. freybergi diperkirakan berukuran sebesar simpanse betina. Ia diperkirakan tinggal di lingkungan kering campuran hutan dengan padang rumput, mirip sabana Afrika, bersama kijang, jerapah, badak, gajah, hyena dan babi hutan.



Namun, kesimpulan asal-usul manusia dari Eropa itu diragukan oleh para ilmuwan lain. "Buktinya baru sedikit," ujar Richard Potts, pakar paleantropologi dari Smithsonian Institution, seperti dikutip dari laman berita CBS News. Dia tidak terlibat dalam studi fosil G. freybergi.

Salah satunya, Potts menjelaskan, yakni pengurangan akar gigi taring pada fosil mirip dengan hominin. Fakta tersebut, menurut dia, tak memiliki bukti kontekstual yang cukup kuat untuk menarik kesimpulan nenek moyang manusia dari Eropa. Menurut dia, perlu sampel lain untuk memperkuat klaim tersebut. Misalnya, mahkota gigi taring.

"Fosil ini baru ditemukan satu, kurang lengkap untuk dijadikan perbandingan. Klaim para peneliti melampaui bukti yang ada," kata Potts.



Jay Kelly, pakar paleontologi dari Arizona State University, pula menggugat klaim asal-usul manusia dari Eropa yang menyatakan akar gigi geraham depan yang menyatu menunjukkan adanya hubungan dengan hominin. "Akar gigi geraham depan yang bersatu tak selalu berhubungan dengan hominin," ujar dia, seperti dikutip dari laman berita The Washington Post.

Fosil G. freybergi ditemukan terpisah, yakni gigi depan di Athena pada 1944 dan gigi depan ditemukan di Bulgaria pada 2009. Para ilmuwan memeriksa dengan teknik terbaru, termasuk pindai CT dan menentukan usia dengan melihat endapan batuan di sekitar tempat fosil ditemukan.


Mereka menemukan perkembangan akar gigi ciri khas manusia tidak terlihat pada simpanse dan nenek moyangnya. Atas dasat itulah fosil G. freybergi ditempatkan dalam garis keturunan asal-usul manusia, yang dikenal sebagai hominin.


Credit  TEMPO.CO