Ilustrasi peluncuran roket (Tasnim News Agency/Handout via Reuters)
Jakarta, CB -- China sedang membuat program ambisius untuk melakukan eksplorasi bulan.
Tak cuma berencana untuk melakukan eksplorasi di kutub bulan pada 2030,
tapi mereka juga akan mengirimkan misi manusia ke bulan dan mendirikan
pangkalan di sana. Mereka berencana untuk mengirimkan taikonauts
(istilah astronot di China) dalam misi ke bulan.
Hal ini diungkap
Li Guoping, direktur Biro Administrasi Ruang Angkasa Nasional China
(CNSA), saat menghadiri Konferensi Dunia mengenai Literasi Sains 2018 di
Beijing, seperti diberitakan China Daily.
LiGuoping, direktur
Biro Administrasi Ruang Angkasa Nasional China (CNSA), mengatakan bahwa
China sedang merencanakan empat misi untuk eksplorasi bulan. Menurut Li
misi pertama ke bulan ini akan diluncurkan sebelum akhir tahun.
Mereka akan mengirim misi eksplorasi Chang'e-4 untuk mengamati sisi
bulan. Jika berhasil, maka Chang'e-4 akan menjadi pendaratan pertama di
sisi bulan pertama di dunia.
Dilansir dari Sputnik News,
CNSA meletakkan sesuatu dalam misi Chang'e-4 ketika meluncurkan satelit
Quequiao ke titik L-2 Lagrangian. Satelit itu akan berfungsi sebagai
relay komunikasi yang mendukung misi eksplorasi China ke bulan.
Pada
2017 lalu, roket Chang'e-5 mengalami kegagalann mesin untuk berangkat
menjalankan misi nya ke bulan, sehingga digantikan oleh Chang'e-4.
Pada 2019 mendatang, Chang'e-5 akan dikembangkan agar bisa melanjutkan misinya ke bulan dan kembali ke bumi.
Sputnik news melaporkan bahwa pada April lau, China
mengembangkan ide-ide inovatif untuk misi ke bulan. Mereka mencari
ide-ide baru untuk melakukan desain pendaratan di permukaan bulan serta
kendaraan untuk melakukan pendakian saat di bulan.
Zhou Jianping,
peneliti yang merancang program pesawat luar angkasa China mengatakan
bahwa eksplorasi bulan merupakan bagian paling penting dari program
pesawat luar angkasa ini.
"Publik dipersilahkan untuk memberikan ide mereka untuk melakukan pengembangan program luar angkasa Tiongkok," kata dia.
Koordinasi dengan ASDalam diskusi panel di
Jerman, Administrator CNSA, Zhang Kejian dan Jim Bridenstine dari NASA
mengindikasikan bahwa keduanya tertarik melakukan kerja sama bilateral
meskipun adanya persaingan yang meningkat antara AS dan China.
"CNSA bersedia untuk bergabung dengan mitra Internasional kami untuk kepentingnya peradaban dan kemajuan manusia," kata dia.
"Saya
memiliki diskusi yang sangat bagus dengan NASA untuk kerja sama
bilateral di daerah ini. Saya pikir responnya positif," kata dia
menambahkan.
Jim Bridenstine juga mengatakan bahwa China dan AS
bekerja sama dalam banyak hal meskipun bukan berarti kepentingan mereka
selalu sejalan.
"Sejauh ini negara-negara dan agensi dari seluruh
dunia dapat bekerja sama di luar angkasa, hal ini benar-benar merupakan
minat kami untuk melakukannya," kata dia.
"Saya menantikan untuk mengeksplorasi lebih banyak kesempatan melakukan itu," kata dia menambahkan.
Dilansir dari
Sputnik News,
Zhang mengatakan bahwa dirinya percaya bahwa kerja sama kedua belah
pihak dapat memulai daftar kerja sama. Mereka dapat menghentikan
penelitian yang mereka tidak dapat laksanakan sekarang, atau mereka
dapat bekerja sama pada bagian substansial.
Bridenstine juga setuju untuk melakukan beberapa eksperimen ilmiah.
"Kami
dapat berbagi data dan berkolaborasi dengan cara itu sehingga setiap
negara dapat belajar lebih banyak mengenai sains," kata dia.
Credit
cnnindonesia.com