Kamis, 05 Februari 2015

KASAU Minta TNI AU Jalankan Nawa Cita Jokowi-JK


Ilustrasi. (Foto:Antara/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi. (Foto:Antara/Muhammad Adimaja)
CB, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Madya TNI Agus Supriatna meminta seluruh jajaran TNI AU dapat menjalankan program Nawa Cita yang diusung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Terlebih, TNI AU dalam hidup berbangsa dan bernegara tidak lepas dari visi misi pemerintah untuk mengimplementasikan revolusi mental, khususnya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim.

Hal ini disampaikannya dalam acara yang digelar di Gedung Serbaguna Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2015) pagi. Rapat tersebut juga dihadiri para panglima komandan jajaran TNI AU seluruh Indonesia.

"Visi misi yang dikenal dengan Nawa Cita secara nyata menyatakan, menghadirkan kembali negara melalui politik negara bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara tri matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim," kata Agus.

Selain itu, dalam hidup berbangsa dan bernegara, para prajurit TNI AU pun ditekankan harus menjalankan seluruh program pemerintah. Selain Nawa Cita, yakni tujuh kebijakan yang diberikan oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

"TNI AU dalam hidup berbangsa dan bernegara tidak hanya kita berpikir selalu ke dalam, tetapi kita juga harus bisa merefleksikan apa yang ada dalam program pemerintah. Ada Nawa Cita, ada tujuh kebijakan Panglima TNI dan bagaimana implementasinya harus dilaksanakan oleh TNI AU," pungkas dia.


Credit  Metrotvnews.com

Gantikan F-5 Tiger, TNI AU Incar Sukhoi SU-35

Pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU.
Pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU. (sumber: Defense Update)
 
Jakarta (CB) - TNI Angkatan Udara (AU) menginginkan agar pesawat tempur yang lebih canggih bisa menggantikan pesawat F-5 Tiger yang memasuki masa pensiun, seperti Sukhoi SU-35 buatan Rusia.
"Keinginan kita jelas generasi di atas 4 lah ya. Kalau F-16 yang Blok 60 mungkin ya. Kalau dari timur atau Rusia kalau bisa Sukhoi SU-35. Ini kita minta bantuan dari teman-teman media," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya TNI Agus Supriatna usai membuka Rapim TNI AU di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/2).
Ia menilai, pesawat Sukhoi Su-35 buatan Rusia memenuhi spesifikasi untuk melengkapi kekuatan alutsista TNI AU.
Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah dapat menyetujui keinginan TNI AU dalam memperkuat alutsista guna melakukan pengamanan udara wilayah NKRI, dengan pembelian pesawat Sukhoi Su-35. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya pesawat lain yang memang memiliki spesifikasi sesuai yang dibutuhkan TNI AU.
"Mudah-mudahan (pengadaan pesawat Sukhoi SU-35) disetujui oleh pemerintah. Semua boleh menawarkan (pesawat), tapi keinginan kita sebagai orang-orang operasional ingin kalau bisa pesawat generasi 4 ke atas," ujar Agus.
Selain itu, alasan TNI AU menginginkan pesawat Sukhoi SU-35 yakni agar perawatan pesawat lebih mudah dilakukan oleh TNI AU, sehingga banyak alasan yang mendukung untuk membeli Sukhoi SU-35.
"Supaya tidak merepotkan teknisi kita juga, jadi kalau bisa pesawat yang sudah ada meningkat lagi generasinya, maka kita lebih baik beli itu," tuturnya.


Credit Beritasatu.com

Sambangi Indonesia, Menlu Inggris Menentang Eksekusi Mati

Sambangi Indonesia, Menlu Inggris Menentang Eksekusi Mati
Menlu Inggris, Philip Hammond,-kiri- menentang eksekusi mati di Indonesia. Foto Sindonews-Victor Maulana.
JAKARTA (CB) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, Philip Hammond, datang ke Indonesia, Rabu (4/2/2015). Dalam kunjungannya, dia menyampaikan bahwa Inggris menentang eksekusi mati di Indonesia.

Sikap resmi pemerintah Inggris itu disampaikan Menlu Phillip saat melakukan pertemuan dengan Menlu Indonesia, Retno Marsudi, di kompleks Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta.

Hammond mengatakan, Inggris sepenuhnya mendukung Indonesia dalam pemberantasan narkoba. Namun, Inggris tetap tidak setuju dengan hukuman yang dijatuhkan Indonesia kepada para pelaku penyalahgunaan narkoba.

"Kami tadi berbagi pandangan bagaimana melawan kejahatan internasional, termasuk di dalamnya soal peredaran narkoba. Namun, saya menegaskan bahwa Inggris  menentang eksekusi mati," ucap Philip Hammond.

Seorang warga Inggris, Lindsay Sandiford, 57, telah terancam dieksekusi mati di Indonesia atas kejahatannnya dalam menyelundupkan narkoba. Nenek asal Cheltenham, Inggris, itu divonis telah mati setelah menyelundupkan kokain senilai £1,6 juta dari Thailand ke Bali pada Mei 2012.



Credit SINDOnews

Pakistan uji tembak peluru kendali berkemampuan nuklir


Pakistan uji tembak peluru kendali berkemampuan nuklir
Pakistan (ist)
Islamabad (CB) - Pakistan pada Senin menguji tembak peluru kendali jelajah, yang mampu membawa hulu ledak nuklir, hanya sepekan lebih sesudah pesaing utamanya, India, mencapai kesepakatan baru nuklir damai dengan Amerika Serikat.

Tentara menggambarkan Ra'ad, buatan dalam negeri, sebagai peluru kendali cerdas terbang rendah, yang dapat melepaskan hulu ledak nuklir atau konvensional ke sasaran hingga 350 kilometer dengan sangat tepat.

Kesepakatan tercapai dalam kunjungan Presiden Barack Obama ke New Delhi itu memecahkan kebuntuan bertahun-tahun mengenai perjanjian tenaga atom damai di antara kedua negara tersebut.

Tapi, itu mengundang kecaman dari Pakistan, yang menyatakan kesepakatan tersebut dapat mengacaukan keamanan Asia Selatan.

Amerika Serikat dan India pada 2008 menandatangani kesepakatan bersejarah, yang memberikan India jalan ke teknologi nuklir damai, tapi sejak itu tertahan oleh kekhawatiran negara adidaya tersebut mengenai undang-undang ketat India tentang kewajiban jika terjadi kecelakaan nuklir.

India dan Pakistan sama-sama bersenjata nuklir, di samping mengelola pembangkit listrik atom damai. Mereka terlibat tiga kali perang sejak merdeka dari Inggris pada 1947.

Pakistan dan India pada awal tahun ini saling tukar daftar tempat nuklir, seperti yang diamanatkan perjanjian, yang melarang kedua negara itu saling serang sarana atom masing-masing ketika terjadi perang, kata pejabat.

Pertukaran setiap tahun pada hari Tahun Baru itu terwujud karena perjanjian 1988. Kedua negara tetangga tersebut juga menyediakan saluran telepon untuk menghindarkan kemelut nuklir tak terduga.

Daftar itu diserahkan pejabat Komisi Tinggi Pakistan dan India di New Delhi dan Islamabad, kata pernyataan kementerian urusan luar negeri Pakistan.

Kedua negara itu juga bertukar daftar tahanan bukan tentara di bawah perjanjian 2008.

"Kementerian luar negeri menyerahkan daftar 526 tahanan, termasuk 50 warga dan 476 nelayan, di Pakistan kepada Komisi Tinggi India di Islamabad," kata kementerian luar negeri Pakistan.

"Daftar serupa menyangkut tahanan warga Pakistan di penjara India juga diserahkan kepada Komisi Tinggi Pakistan di New Delhi," kata pernyataan itu, tanpa menyebut jumlah.

Credit  ANTARA News


Jordania hukum mati dua jihadis setelah IS bakar pilotnya

Jordania hukum mati dua jihadis setelah IS bakar pilotnya
Dokumentasi saat pilot tempur Jordania, Maaz al-Kassasbeh, ditangkap militan Islam ISIS. Dia dibunuh secara sangat sadis oleh ISIS dan bahkan video proses pembakaran dia itu tidak bisa lagi diunggah di banyak situs karena terlalu sadis. Pembunuhan dia membuat raja dan rakyat Jordania sangat murka. (istimewa).
... Siapa pun yang meragukan kesatuan rakyat Jordania, kami akan membuktikan bahwa Anda keliru...
Amman, Jordania (CB) - Pembalasan habis-habisan kontan dilakukan Jordania dengan menghukum mati dua jihadis tahanannya, Rabu subuh. Ini adalah satu wujud pembalasan atas pembunuhan secara sangat keji terhadap pilot tempur Jordania yang dibakar hidup-hidup kelompok militan Negara Islam Islam (IS).

Seorang pilot perempuan yang gagal melakukan bom bunuh diri, Sajida al-Rishawi, dan anggota Al Qaida Irak, Ziad al-Karboli, dihukum gantung pada pukul empat pagi waktu setempat, kata juru bicara pemerintah Mohammad al-Momani.

Sebuah sumber di pihak keamanan mengatakan hukuman mati itu dilakukan di penjara Swaga di selatan ibukota Amman dengan dihadiri petugas hukum Islam.

Jordania berjanji akan mulai menghukum mati para esktrimis yang sudah masuh dalam daftar pidana mati sebagai tanggapan atas pembunuhan terhadap pilotnya, Maaz al-Kassasbeh, yang tertangkap Negara Islam (IS) ketika pesawatnya jatuh di Suriah, Desember lalu.

Rishawi, 44, dijatuhi hukuman mati atas keterlibatannya dalam serangan mematikan di Amman pada 2005 dan IS menjanjikan akan menyelamatkan nyawa Kassasbeh serta membebaskan dua tawanan Jepang --yang sudah dipancung-- bila pilot perempuan itu dibebaskan.

Karboli juga dijatuhi hukuman mati pada 2007 atas dakwaan terorisme termasuk membunuh seorang warga Jordania di Irak.

Jordania pada Selasa bersumpah akan menuntut balas pembunuhan terhadap Kassasbeh, beberapa jam setelah rekaman video mengerikan tentang pilot F-16 berusia 26 tahun itu berada di dalam kerangkeng yang terbakar, beredar di dunia maya.

Video --yang paling mengerikan dari serangkatan rekaman pembunuhan para tawanan IS-- memicu reaksi global dan upaya-upaya internasional untuk memerangi gerakan ekstrimis Suni.

Jordania, sekutu penting Washington di Timur Tengah adalah salah satu dari lima negara Arab yang bergabung dalam koalisi pimpinan AS yang melancarkan serangan udara melawan IS di Suriah dan Irak.

Pembunuhan Keji
Raja Jordania, Abdullah II, yang sedang berkunjung ke Washington saat rekaman video itu beredar, memberikan pidato dalam rekaman televisi ditujukan ke bangsanya yang sedang terkejut dan sakit hati.

Raja yang juga tokoh militer menyebut Kassasbeh sebagai seorang pahlawan dan ia berjanji akan memerangi IS.

Tentara dan pemerintah bersumpah melakukan tindakan atas pembunuhan pilot itu dan Momani mengatakan, "Jordania akan menanggapinya dengan luar biasa".

"Siapa pun yang meragukan kesatuan rakyat Jordania, kami akan membuktikan bahwa Anda keliru."

Presidan Amerika Serikat, Barack Obama, yang menjadi tuan rumah Raja Abdullah II, di Ruang Oval Gedung Putih, mengecaman pembunuhan sangat sadis itu.


Credit  ANTARA News

Tiongkok Ambil Alih "Simbol Bersejarah" AS



Hotel Waldorf Astoria, New York, Amerika Serikat.


CB - Tiongkok semakin "menguasai dunia". Hal ini terlihat dari kiprah investor, perusahaan swasta maupun sayap bisnis pemerintah yang mengakuisisi beberapa properti beken dan berpengaruh di dunia dengan nilai miliaran dollar AS.

Terbaru adalah pembelian hotel supermewah sekaligus salah satu ikon beken kota New York, The Waldorf Astoria Hotel and Towers. Anbang Insurance Group mengambil alih aset Hilton Worldwide Holdings Inc tersebut senilai 1,95 miliar dollar AS. Nilai akuisisi ini sekaligus merupakan transaksi hotel termahal sejagat raya yang pernah ada.

Lokasi hotel supermewah ini berada di jantung pusat bisnis dan keuangan New York, yakni Manhattan. Waldorf Astoria tak pernah sepi tamu dengan tingkat hunian yang selalu mencapai 90 persen. Tamu-tamu ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pesohor, pemuncak perusahaan, pemimpin negara serta tamu-tamu penting lainnya.

Tak mengherankan, jika perjamuan-perjamuan penting, acara amal yang melibatkan pesohor, serta transaksi bisnis dan politik yang menentukan hajat hidup beberapa negara, pernah dilangsungkan di sini.

Hotel Waldorf Astoria sebanyak 1.413 kamar ini juga diakui sebagai bangunan bersejarah. Oleh karena itu, mendapat perhatian luas dari pemerintah Amerika Serikat. Bangunan ini berada di 301 Park Avenue, dan memiliki ketinggian 47 lantai atau 190,5 meter.

Arsitekturnya berlanggam art deco hasil karya Schultze dan Weaver, yang selesai dibangun pada 1931. Waldorf Astoria pernah menjadi hotel tertinggi di dunia dalam kurun 1931-1963 sebelum dikalahkan Hotel Ukraina di Moskow dengan selisih ketinggian 7 meter.

Kendati telah mengambil alih, namun Anbang Insurance Group masih menjalin kemitraan strategis jangka panjang selama 100 tahun dengan Hilton Worldwide Holdings untuk mengelola Hotel Waldorf Astoria.



Credit  KOMPAS.com

Kunjungan Jokowi dan Tantangan Hubungan Indonesia-Malaysia



TRIBUN MEDAN / RISKI CAHYADI Presiden Joko Widodo (Jokowi)




JAKARTA, CB - Presiden Joko Widodo, hari ini, Kamis (5/2/2015), mulai melakukan lawatan ke Malaysia. Ini merupakan lawatan resmi pertamanya ke sebuah negara yang bersifat bilateral. Hal tersebut juga mencerminkan bahwa hubungan Indonesia dengan negara tetangga tersebut menjadi salah satu prioritas bagi pemerintahan Jokowi.
Namun, lawatan resmi tersebut tampaknya dibayang-bayangi dengan insiden iklan produk rumah tangga yang dinilai melecehkan tenaga kerja asal Indonesia.
Iklan itu dipasang untuk sebuah mesin penyedot debu, dengan tagline "fire your Indonesian maid now..." atau "pecat PRT Anda sekarang". Kalimat itu untuk menggambarkan bahwa dengan mesin pembersih rumah tersebut maka tidak diperlukan PRT. Iklan itu muncul dalam bentuk papan pajangan serta di situs resmi produk itu.
Menurut Tian Chua, anggota parlemen dan wakil presiden Parti Keadilan Malaysia, sebagian kalangan di Malaysia memang tidak memiliki kepekaan dalam hal hubungan Indonesia-Malaysia. Bagaimanapun Chua menegaskan Malaysia dan Indonesia harus berhubungan baik walau sering dilanda berbagai masalah.
Chua pun berharap kunjungan Presiden Jokowi kali ini juga bisa membawa nilai hak asasi dan demokrasi.
"Indonesia sebagai negara yang sudah memiliki budaya politik demokrasi yang dinamis, harus menegaskan (kepada Malaysia) bahwa segala bentuk hubungan di negara-negara ASEAN harus berasaskan hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi," tegas pendiri media oposisi Malaysiakini.com itu.
"Kita sebagai (anggota) ASEAN tidak boleh menepikan nilai-nilai itu. Dan Indonesia sudah membuktikan, bahwa dengan majunya demokrasi dan HAM, ekonomi pun bisa berjaya," jelasnya kepada wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar.
Implikasi konsep Jokowi
Bagi pengamat masalah internasional Universitas Paramadina, Dinna Wisnu, pilihan ke Malaysia merupakan cerminan bahwa Presiden Jokowi mengutamakan negara-negara kawasan.
"Malaysia, terutama, memang pantas diutamakan, terkait juga berbagai masalah yang kerap muncul, terutama masalah TKI. Lalu soal perbatasan, terkait isu kelautan. Malaysia tentu akan memapar posisinya," kata Dinna.
Dinna menambahkan kunjungan Jokowi juga bisa mengundang pertanyaan-pertanyaan terkait konsep Jokowi dan implikasinya terhadap negara-negara tetangga.
"Buat Malaysia, merupakan pertanyaan besar, apakah Indonesia di bawah Jokowi punya niat untuk menambah postur pertahanan. Dan apakah ini 'cukup aman' buat mereka, apakah mengubah keseimbangan kekuatan."
Tentu pula keberadaan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia merupakan salah satu tak bisa dilupakan dalam hubungan kedua negara.
Data Migrant Workers -sebuah lembaga pembelaan TKI- menunjukkan di Malaysia terdapat sekitar 2,1 juta TKI, dan hanya 600.000 yang merupakan tenaga kerja resmi. Sisanya, sekitar 1,5 juta adalah pekerja yang tidak terdokumentasi sehingga rentan terhadap tekanan, manipulasi, dan perlakuan buruk.
Namun tidak berarti bahwa iklan pesan penyedot debut yang kontroversial itu akan menjadi pembahasan kedua pemimpin walaupun KBRI di Kuala Lumpur sudah mengajukan pertanyaan resmi kepada Malaysia soal itu.




Credit  KOMPAS.com

Rabu, 04 Februari 2015

Korea Utara Tuding Marzuki Darusman 'Oportunis'

Korea Utara menuding pelapor khusus PBB tentang Korea, Marzuki Darusman, sebagai "oportunis" dan mengecam keras laporan tim PBB yang dipimpin Marzuki.

Marzuki, yang pernah menjabat sebagai jaksa agung Indonesia, dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press, mengatakan bahwa laporan mereka -yang menjadi dasar resolusi PBB bulan Desember lalu- tidak menganjurkan opsi militer untuk perubahan rezim sebagaimana disebutkan Korea Utara.

"Yang penting, menurut saya, tugas pertama adalah untuk membantu pembebasan 80.000 hingga 100.000 (tahanan) dan pembubaran kamp-kamp (tahanan) ini," kata Marzuki.

"Namun itu hanya bisa terjadi jika sistem kepemimpinan kultus itu benar-benar dibongkar. Dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah jika keluarga Kim Jong-un secara efektif diasingkan, secara efektif dikeluarkan dari posisinya, dan diganti dengan kepemimpinan baru," kata Marzuki

Kata-kata eksplisit seperti itu memang jarang terdengar dari seorang pejabat tinggi PBB, meskipun umum di antara para pejabat Amerika Serikat.

Ia mengatakan usulan yang disampaikan kepada PBB sebelumnya mengenai upaya membujuk atau memaksa Korea Utara untuk memperbaiki catatan hak asasi manusianya hanya sebatas langkah "retoris".


Resolusi DK PBB

Namun ia mengatakan resolusi ini, disahkan oleh Majelis Umum pada bulan Desember, lebih berbobot karena menganggap Kim bertanggung jawab berdasarkan laporan sepanjang 372 halaman yang disampaikan tahun lalu oleh Komisi Penyelidikan yang didukung oleh PBB yang memaparkan secara rinci penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, eksekusi dan kamp-kamp penjara politik.

"Ini merupakan suatu gelombang perubahan dalam sikap masyarakat internasional," katanya.

Korea Utara, menurut Marzuki, "berada dalam posisi paling rentan, setiap kali kesalahan dan tanggung jawab pemimpin mereka mendapat sorotan publik internasional".

Tanggapan keras Korea Utara antara lain ancaman tes nuklir yang lebih banyak lagi, aksi massa, kampanye hitam terhadap pembelot yang bekerja sama untuk laporan PBB itu dan tuduhan bahwa Washington mengatur semua ini sebagai upaya mempercepat perubahan rezim.

Media pemerintah pekan lalu mencerca temuan PBB lagi dengan mengatakan "orang-orang yang memalsukan laporan itu semua merupakan penipu politik yang disuap dan manusia sampah tercela".

Mereka juga menyebut Marzuki sebagai "oportunis."

Dalam sebuah upaya perundingan yang langka, diplomat Korea Utara di PBB melobi untuk tidak membawa-bawa kesalahan Kim dalam resolusi itu. Namun mereka gagal.

Proposal tersebut masuk dalam agenda Dewan Keamanan, yang tahun ini diharapkan untuk membuat keputusan apakah akan membawa kasus ini ke Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag.


Sikap Cina

Hanya beberapa saat sebelum resolusi itu disahkan Majelis Umum PBB, diplomat Korea Utara minta berbicara dengan Marzuki untuk menghapus kata-kata tersebut. Selama pertemuan, Ri Hung Sik, duta besar Korea Utara, mengisyaratkan bahwa masa depan mereka dipertaruhkan, kata Marzuki.

"Mereka mengatakan bahwa orang lain akan mengambil alih, dan garis keras akan mengambil alih," kata Marzuki, yang menyiratkan bahwa perpecahan mungkin sudah terbentuk antara faksi-faksi yang berebut membuktikan loyalitas dan efektifitas dalam melindungi kepemimpinan di Korea Utara.

Namun inilah realitas mengenai resolusi tersebut: Kemungkinan proses pidana terhadap Kim sangat kecil.

Hal itu mungkin akan ditidak setujui oleh Cina atau Rusia, yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan. Selain itu, walaupun lebih dari 120 negara mendukung Mahkamah Pidana Internasional, Amerika Serikat bukan salah satu dari mereka, jadi agak susah bagi Washington untuk secara kuat mendorong hal ini.

Namun bahkan tanpa membawa Kim ke pengadilan, Marzuki mengatakan, menempatkan masalah hak asasi warga Korea Utara dalam agenda Dewan Keamanan berarti Pyongyang akan menghadapi peningkatan pengawasan dari masyarakat internasional.

Ia mengatakan Cina juga akan berada di bawah tekanan untuk menjauhi Pyongyang atau beresiko kehilangan kredibilitas.

"Mungkin susah dipercaya, namun pada tahap tertentu Cina tidak dapat terus berhubungan dengan rezim yang dikecam oleh masyarakat internasional," katanya.


Credit   BBC World - detikNews

Utang Menumpuk, Peringkat Malaysia Terancam Diturunkan


Tiga kali menunggak bayar utang ke kreditor dalam tiga bulan terakhir.

Utang Menumpuk, Peringkat Malaysia Terancam Diturunkan
PM Malaysia Najib Tun Razak. (REUTERS/Rob Griffith)
 
  CB - Peringkat utang Malaysia terancam turun karena ketidakmampuan lembaga dana investasi milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) membayar utangnya.

Seperti diberitakan CNBC, Rabu 4 Februari 2015, lembaga pemeringkat Moody's memperingatkan bahwa memburuknya Malaysia dalam pengelolaan utang atau kristalisasi kewajiban kontingensi besar, bisa menekan peringkatnya turun dari posisi A3 saat ini.

Sementara itu, lembaga pemeringkat Fitch telah memberikan nilai A- dengan outlook negatif pada Malaysia, di mana berarti ada kemungkinan pemangkasan dalam 12 bulan hingga 18 bulan ke depan.

1MDB yang dipimpin oleh Perdana Menteri Najib Razak, telah tiga kali melewati tenggat waktu membayar pinjaman kepada bank kreditornya sebesar US$550 juta selama tiga bulan terakhir. Kondisi itu memicu kekhawatiran bahwa perusahaan tidak mampu untuk melunasi kewajibannya.

Secara keseluruhan beban utang 1MDB mencapai US$11,6 miliar, di mana hampir US$2 miliar dijamin oleh pemerintah. Kalangan ekonom menyatakan bahwa dengan besarnya utang tersebut dapat menciptakan risiko kerugian serius bagi perekonomian yang anggarannya sudah sangat ketat, dan dampak penurunan harga minyak dalam enam bulan terakhir. Minyak mentah berkontribusi 30 persen pada pendapatan pemerintah.

"Posisi keuangan 1Malaysia Development Berhad telah menjadi sumber ketidakpastian. Fitch memandang 1MDB sebagai sebuah kewajiban kontingensi dekat penguasa karena sifat operasi dan kepemimpinannya, serta jaminan berdaulat eksplisit," demikian laporan agen pemeringkat internasional Fitch.

Jika 1MDB tidak dapat memenuhi kewajibannya, pemerintah harus turun tangan dan itu kemungkinan menambah utang publik secara besar-besaran di negara itu. Utang pemerintah Malaysia sudah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan rasio 55 persen terhadap produk domestik bruto.

Credit   VIVA.co.id

Pindad gandeng tiga negara untuk produksi senjata


Pindad gandeng tiga negara untuk produksi senjata
Dirut PT Pindad Silmy Karim (kiri) saat memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo (kanan) saat kunjungan ke Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1). (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Banyak negara yang menawarkan kerja sama tapi kami memilih dengan tiga negara ini
Jakarta (CB) - PT Pindad (Persero), BUMN produsen alat-alat militer dan komersial, menggandeng sejumlah negara untuk pengembangan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Kerja sama pengembangan kami lakukan tahun ini (2015) dengan Jerman, Turki dan Belgia. Selain transfer," kata Direktur Utama Pindad Silmy Karim, sebelum mengikuti Rapat Kerja Panja Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan Komisi XI DPR, di Gedung MPR/DPR/DPD , Jakarta, Senin.

Menurut Silmy, Pindad bekerja sama dengan Rheinmetall, Jerman, memproduksi amunisi tank.

Dengan FNSS Turki mengembangkan pembuatan tank kelas sedang.

Sementara dengan Belgia bekerja sama dengan Cockerell Maintenance & Ingeniere SA Defence (CMI) memproduksi sistem senjata atau turret untuk kaliber 90 mm dan 105 mm.

"Kerja sama ini dilakukan dengan negara-negara yang memang memiliki kemampuan teknologi persenjataan dan tank terkemuka di dunia. Bentuk kerja sama fleksibel, bisa kerja sama operasi, kerja sama produk, dan membentuk anak usaha bersama," ujarnya.

Silmy yang baru menjabat Dirut Pindad sejak 22 Desember 2014 ini menuturkan, bahwa kerja sama dengan negara tertentu itu selain untuk transfer teknologi juga guna memenuhi kebutuhan alusista dalam negeri.

"Banyak negara yang menawarkan kerja sama tapi kami memilih dengan tiga negara ini," katanya.

Alasan lainnya adalah keterbatasan Pindad dalam hal pendanaan untuk pengembangan produk alutsista sendiri.

Dalam rangka pengembangan produksi alutsista tahun 2015, Pindad membutuhkan dana sekitar Rp4,7 triliun.

"Sebanyak Rp700 miliar diharapkan dapat diperoleh dari PMN APBN-P 2015, dari kas internal Rp100 miliar. Selebihnya tentu diupayakan dari mitra," tegasnya.

Saat ini Komisi VI DPR sedang membahas rencana pengucuran dana PMN sebesar Rp700 miliar pada 2015 untuk Pindad, yang akan dialokasikan untuk perbaikan lini produksi alutsista sebesar Rp593,5 miliar, meliputi pengembangan lini amunisi kalber besar dan roket, lini produksi tank dan kendaraan tempur, amunisi kaliber kecil senjata laras panjang dan laras pendek.

Selanjutnya pengembangan bisnis produk industrial untuk mendukung proros maritim Rp66,5 miliar, meliputi bisnis peledak, bisnis sarana dan pertahanan transportasi.

Sedangkan sebesar Rp25 miliar dialokasikan untuk pengembangan fasilitas produk dan proses "learning center", serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia sebesar Rp15 miliar.

Jika PMN dikucurkan, Pindad menargetkan pendapatan pada 2019 sebesar Rp4,035 triliun, naik dari pendapatan tahun 2015 yang diproyeksikan sebesar Rp2,1 triliun.

Sementara laba bersih Pindad diperkirakan Rp200,7 miliar pada 2019, tumbuh dari tahun 2015 yang diperkirakan Rp85,3 triliun.

Credit  ANTARA News

PMN disetujui, Pindad akan genjot produksi senjata




PMN disetujui, Pindad akan genjot produksi senjata
Senjata produksi PT Pindad dipajang saat kunjungan Presiden Joko Widodo di Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, Jabar. Presiden menyatakan akan menyuntikkan dana Rp700 miliar ke PT Pindad guna mendorong berkembangnya industri alutsista produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Jakarta (CB) - Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmy Karim mengatakan siap memenuhi permintaan senjata oleh Pemerintah kepada TNI/Polri sejalan dengan rencana perolehan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp700 miliar yang diusulkan pada RAPBN-P 2015.

"Kemenhan pada 2015 meningkatkan pembelian senjata higga 40 persen. Kami (Pindad) siap memenuhinya dengan terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi senjata dan amunisi," kata Silmy, sebelum Rapat Kerja Panja PMN dengan Komisi VI DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Senin.

Menurut Silmy, proses trasformasi di Pindad tengah berlangsung dengan tiga target yaitu: mampu memenuhi keinginan dari pemerintah untuk melengkapi alutsista.

Kedua, memenuhi spesifikasi dan kualitas dari konsumen, dan ketiga menyiapkan Pindad bersaing dengan produsen senjata internasional.

Ia menjelaskan, kebutuhan dana PMN sebesar Rp700 miliar pada 2015 akan dialokasikan untuk perbaikan lini produksi alutsista sebesar Rp593,5 miliar, meliputi pengembangan lini munisi kalber besar dan roket, lini produksi tank dan kendaraan tempur, munisi kalber kecil senjata laras panjang dan laras pendek.

Selanjutnya pengembangan bisnis produk industrial untuk mendukung proros maritim Rp66,5 miliar, meliiputi bisnis peledak, bisnis sarana dan pertahanan transportasi.

Sedangkan sebesar Rp25 miliar dialokasikan untuk pengembangan fasilitas produk dan proses "learning center", serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia sebesar Rp15 miliar.

Menurut Silmy, proses trasformasi di PT Pindad tengah berlangsung dengan tiga target yaitu pertama mampu memnuhi keingingan dari pemerintah untuk memenuhi alutsista.

Kedua memenuhi spesifikasi dan kualitas dari konsumen, dan ketiga menyiapkan Pindad bersaing dengan produsen senjata internasional.

Silmy yang baru sekitar 40 hari menjabat Dirut Pindad ini menuturkan tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini adalah bagaimana memenuni kebutuhan alutsista dalam negeri, yang dikaitkan dengan penghematan devisa, peningkatan pajak, peningkatan jumlah lapangan pekerjaan dan pengembangan teknologi.

"Tidak ada alasan untuk tidak mandiri dari sisi alutsista. Memang perlu proses untuk menyempurnakan kapasitas, namun harus yakin Pindad itu mengembangkan diri," tegasnya.

Credit  ANTARA News

Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Pertahanan


Yusron Ilza Mahendra. [Google]











Yusron Ilza Mahendra. [Google]


JAKARTA (CB) - Dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bidang pertahanan dengan pemerintah Jepang.

Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ilza Mahendra, mendorong industri pertahanan di Indonesia seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Menurut Yusron, Jepang saat ini sudah melakukan deregulasi kebijakan atas ekspor alat-alat pertahanan atau penjualan senjata.

Sebelumnya, kerja sama pertahanan Jepang dengan negara lain selalu terhambat aturan di dalam negeri yang membatasi Jepang untuk memiliki kekuatan militer.

"Saya menilai ini peluang yang besar sekali. Misalnya, kerja sama pesawat dengan PT DI atau kita bisa join dalam riset, produksi, dan capital (modal). Kerjasama di bidang industri pertahanan, iklimnya sangat baik," kata Yusron yang ditemui wartawan saat rapat kerja (raker) para pimpinan Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Selasa (3/2).

Yusron mengungkapkan, Jepang di bawah Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe berusaha mengamandemen pasal 9 UUD Jepang yang isinya membatasi negara itu untuk memiliki kekuatan militer.

Namun, amandemen ternyata tidak dimungkinkan sehingga pemerintah Jepang mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) yang isinya menyebutkan konstitusi bisa memiliki tafsiran baru.

Dia mengatakan RUU itu sudah disepakati oleh parlemen, sehingga Jepang berani membuka diri untuk kerjasama pertahanan sejak 1 April 2014.

"Dengan tafsir baru, seandainya ada masalah-masalah di Laut Cina Selatan, konflik Vietnam, atau konflik yang menyangkut kepentingan nasional mereka. Jepang secara kualitatif bisa meningkatkan pertahanannya," kata Yusron.

Yusron mengatakan MoU itu juga memungkinkan alat-alat pertahanan atau senjata asal Jepang untuk masuk ke Indonesia.

Dia mencontohkan Indonesia sebelumnya pernah berkeinginan mengimpor mesin Hino dari Jepang, namun terhambat pasal 9 UUD Jepang.

Dia menambahkan Indonesia bisa mendapatkan tiga keuntungan sekaligus lewat kerjasama pertahanan atau ibaratnya "buy one get three".

Keuntungannya adalah pertahanan di dalam negeri semakin bagus, diplomasi pertahanan menjadi semakin kuat, dan industri pertahanan bisa meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Kalau Jepang mau menjual produk ke Indonesia, syaratnya mereka harus mau investasi di sini," kata Yusron.
Credit  BeritaSatu

Menhan Minta TNI Jangan Terpengaruh Kisruh Polri-KPK


Menhan Minta TNI Jangan Terpengaruh Kisruh Polri-KPK 
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. 

CB, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meminta jajaran TNI tidak terpengaruh perkembangan isu politik akhir-akhir ini Khususnya kisruh Polri versus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Jadi pokoknya TNI jangan terpengaruh. Itu saja, jangan terpengaruh dengan situasi itu," kata Menhan di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Menhan mengingatkan agar personil TNI tetap memperkuat soliditas agar tidak terpengaruh isu-isu yang berkembang akhir-akhir ini.
"Jadi intinya yang sudah solid dipertahankan saja. Kan tentara solid. Enggak pakai apa namanya, terpengaruh yang lain-lain," tegasnya.
Siang tadi, Presiden Jokowi mengundang sejumlah petinggi TNI. Mereka diantaranya Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna dan sejumlah petinggi TNI lainnya.
Acara dirangkaian dengan makan siang bareng dan juga dihadiri Kepala BIN Marciano Norman.
Usai acara, Menhan menegaskan tidak ada agenda politik terselubung di tengah kisruh Polri Vs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apalagi dengan mengundang makan siang Bersama pentinggi TNI.
Kata dia, makan siang itu hanya untuk mempererat dan mensolidkan TNI dengan panglima tertinggi TNI yaitu presiden.
"Tidak ada apa-apa. Hanya makan bersama kok. Tidak ada bahas isu keamanan juga. Saya ulangi, presiden itu mengajak makan bersama. Ini atas saran dari bang Luhut Pandjaitan dan saya, agar setengah tahun sekali diadakan. Untuk mempererat," tegas Ryamizard.


Credit  TRIBUNNEWS.COM

Pertemuan Presiden-Panglima Singgung Netralitas TNI di Kisruh Polri-KPK



Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu--Antara/Andika Wahyu
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu--Antara/Andika Wahyu
CB, Jakarta: TNI menyatakan soal kesetiaan dan soliditas kepada Presiden Joko Widodo. Kisruh hukum pun disebut tak berpengaruh pada prajurit.

Komitmen untuk tak memihak dalam konflik KPK-Polri pun tercetus. Hal tersebut dikatakan usai diplomasi meja makan Jokowi dengan semua petinggi TNI, di Istana Merdeka, Selasa (3/2/2015).

Terungkap, ada obrolan ringan seputar kisruh KPK-Polri di sela-sela acara makan itu.

"Ditanya sama Presiden, 'TNI terpengaruh enggak? Enggak. 'Oh bagus'. Biar urusannya urusan hukum. Jangan kita ikut-ikut ke sana. TNI loyalitasnya kepada negara. Pimpinan tertingginya Presiden. Makanya saya sampaikan loyalitas TNI tegak lurus," cetus Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan, di Istana Negara, Jakarta.

Netralitas TNI ini juga disokong oleh situasi keamanan dalam negeri yang masih kondusif. Menurutnya, TNI belum perlu turun tangan dalam polemik saat ini. Bahkan dikatakannya, warga di daerah, seperti wilayah perbatasan yang sempat dikunjunginya dalam tiga hari lawatan belum lama ini, tak peduli dengan konflik tersebut.

"Kecuali bangsa, negara ini terganggu, dia (TNI) bergerak. Kalau masalah hukum, ada hukum. Jangan ikut-ikut yah. Selesaikan secara hukum," akunya.

Pertemuan yang rencananya digelar setengah tahun sekali ini juga digelar agar kesolidan TNI tetap terjaga, tanpa ada provokasi dari kekuatan luar yang ingin memanfaatkan prajurit. "Beliau (Jokowi) udah puas. Kita sudah bersatu. Sudah solid. Jangan sampai solid itu dirusak," imbuh mantan KSAD ini.

Senada, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kepala Badan Intelejen Negara Marciano Norman sama-sama menyampaikan bahwa masalah hukum yang berkembang saat ini harus dituntaskan lewat jalur hukum. Situasi keamanan dalam negeri pun disebut dalam kondisi stabil.

"Jadi masyarakat enggak usah ribet. Tenang-tenang saja," cetus Moeldoko.

Selain Moeldoko, dalam pertemuan itu, hadir pula para pejabat tinggi TNI, yakni Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna, Kepala Staf Angkatan Laut Marsekal Ade Supandi.

Tampak pula Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen Moelyono, Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus Mayjen Doni Monardo, Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU Marsda MB Manurung, Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen (Mar) Ahmad Faridz Washington.

Dari jajaran pejabat setingkat Menteri, di samping Marciano dan Ryamizard, tak ketinggalan dalam acara makan siang bersama itu Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan.

Soal tak diikutkannya Polri dan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno dalam acara yang terkait keamanan itu, Ryamizard menyebut pihaknya tak ikut campur dalam undangan yang merupakan inisiatif Presiden itu. Dalam pandanganya, Jokowi semestinya melakukan pertemuan sejenis dengan Korps Bhayangkara.

"Harus. Tapi kalau dalam keadaan kisruh begini kalau Presiden kumpulin (Polri) ada politik lagi tuh. Kurang bagus. Sementara biarkan dulu," tuturnya.

Credit  Metrotvnews.com

TNI AU: Poros Maritim Bisa Eksis, Jika Udara Kita Kuasai


KASAU Mersekal Madya TNI Agus Supriatna--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli
KASAU Mersekal Madya TNI Agus Supriatna--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli
CB, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Agus Supriatna mengatakan TNI AU sangat berperan dalam mewujudkan semangat poros maritim. Apalagi, memperkuat poros maritim merupakan prioritas pemerintah saat ini.

"Bicara poros maritim, itu sudah ada dalam Nawa Cita pemerintah, dengan semangat trisakti yang ingin dicapai, dan TNI AU signifikan berperan dalam mewujudkan semangat tersebut. Nawa Cita, menghadirkan kembali negara, memberikan rasa aman. Keamanan nasional yang terpercaya," kata Agus di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2015).

Dia menekankan penguatan kekuatan udara perlu dilakukan guna mengamankan wilayah udara Indonesia dari gangguan dan ancaman pihak luar.

Jika penguatan udara terwujud, Agus yakin penguatan poros maritim Indonesia akan tewujud dengan memberikan rasa aman bagi keamanan nasional.

"Bagaimana poros maritim bisa eksis kalau penguasaan udaranya tidak dikuasai kita. Bisa tidak kalau laut dan darat dikuasai kita tapi udaranya dikuasai orang?" terang dia.

Agus menyatakan poros maritim bisa eksis jika penguatan udara dikuasai oleh TNI AU. Lantas apakah selama ini TNI AU belum menguasai udara Indonesia?. "(Selama ini) Ya tentu dikuasai oleh kita," tegas dia.

Credit  Metrotvnews.com

Tim Jupiter TNI AU ke Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition


Tim Jupiter TNI AU ke Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition
Tim aerobatik TNI Angkatan Udara, Jupiter Aerobatic Team (JAT) menunjukkan kebolehannya saat acara lomba lari Independence Day Run 2014 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (31/8/2014). Sejumlah atraksi turut memeriahkan lomba lari yang diikuti sebanyak 45 ribu peserta tersebut. TRIBUNNEWS/HERUDIN

CB - JOGJAKARTA - Tim The Jupiters dari Bumi Maguwo Lanud Adisutjipto kembali akan beraksi ke Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2015, mulai  tanggal 17 hingga  21 Maret 2015 mendatang.
Untuk tahun 2015 Formasi dari The Jupiters menurut laman Dinas Penernagan TNI AU telah mengalami regenerasi antara lain : Letkol Pnb Fery Yunaldi sebagai flight Leader, Kapten Pnb Ida Satria sebagai Right Wing, Kapten Pnb Yogi Indra sebagai Left Wing, Mayor Pnb Putu Sucahyadi sebagai Slot, Mayor Pnb Sri Raharjo sebagai Lead Synchro,, dan May Pnb H.S Romas sebagai Syncro. Para member ini merupakan proses perpaduan member baru dan member lama yang nantinya siap memasuki proses regenerasi.
Jupiter Aerobatic Team (JAT) kebanggaan TNI AU, juga tidak ketinggalan akan ikut memeriahkan Lima 2015. Dengan akan tampilnya JAT ke Langkawi ini maka di awal pekan Februari ini Selasa (3/2/2015), JAT mulai melaksanakan persiapan, melaksanakan latihan rutin di atas langit Lanud Adisutjipto, Jogjakarta dan sekitarnya. Latihan hari ini difokuskan untuk formasi 3 dan 4. serta 6. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih kerjasama dan familirisasi gerakan dan pasangan.
The Jupiters merupakan team Aerobatik Angkatan Udara Indonesia, yang terdiri dari tim yang menggabungkan ketrampilan para instruktur Penerbang TNI Angkatan Udara, Teknologi Kedirgantaraan dan pemeliharaan serta penyiapan pesawat yang luar biasa. Dengan menampilkan kekuatan udara yang kuat melalui sebuah pertunjukan aerobatik yang menampilkan 6 pesawat KT-1B dengan warna patriotik Indonesia, merah-putih.
Kehadiran The Jupiters ke Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition ( Lima) sudah ketiga kalinya, pameran Internasioanal alutsista Maritim dan Dirgantara yang diselenggarakan 2 tahun sekali di Kota Langkawi, Malaysia. Event ini merupakan Eksibisi terbesar di Asia Pasific, tidak hanya memfokuskan pada Industri pertahanan negara tapi juga didukung oleh industri industri Alutsista dari Sipil.
Pada Pameran Tahun 2013 yang lalu tercatat perkembangan yang sangat pesat, dengan jumlah 433 peserta pameran dari 31 negara. 333 delegasi Pertahanan dri 38 Negara, 632 personel media dari 127 Agen media dan 68 kapal laut serta 78 pesawat terbang. Pameran kedirgantaraan ini merupakan ajang strategis mempromosikan kemampuan produk-produk maritim dan kedirgantaraan, yang menargetkan pangsa pasar Asia Pasifik di bidang pertahanan

Credit  TRIBUNNEWS.COM

Sabet Puluhan Emas, TNI Juara Umum Menembak Dunia


Ilustrasi. FOTO: THOMAS KUKUH/JPNN.com
Ilustrasi. FOTO: THOMAS KUKUH/JPNN.com

JAKARTA (CB) - Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko mengatakan kemampuan menembak prajurit TNI harus tetap diasah dengan baik dan harus melakukan regenerasi dari waktu ke waktu. Kata Moeldoko,  TNI tidak boleh kehilangan atlet-atlet yang handal di masa depan.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI saat menerima Kontingen TNI Lomba Tembak Brunei International Skill Arms Meet (BISAM) ke-11 tahun 2015 Brunei Darussalam, di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (3/2).
"Dalam lomba tembak BISAM ke-11 yang diikuti oleh 16 negara peserta, kontingen TNI menjadi juara umum dengan memperoleh 34 medali. Prestasi tersebut harus dipelihara dan ditingkatkan terus-menerus," kata Moeldoko.
Posisi juara umum ini lanjutnya, semakin menambah profil dan performance TNI di kawasan Asia. Moeldoko melanjutkan, apa yang telah dilakukan anak buahnya itu memberikan kontribusi yang sangat positif atas eksistensi TNI di dunia Internasional.
Panglima mengingatkan, kecenderungan seseorang setelah mendapatkan sesuatu adalah tidak waspada, lengah. “Sikap-sikap seperti itu supaya ditinggalkan, dan sebagai prajurit, kewaspadaan adalah nomor satu," ujarnya.
BISAM ke-11 diselenggarakan dari tanggal 15 Januari hingga 2 Februari 2015. Diikuti oleh Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, China, Oman, Singapura, Australia, United Kingdom, Vietnam, New Zaeland, United States Of America, Philipina, Laos, Thailand, Kamboja dan Pakistan.
Kontingen TNI dipimpin oleh Komandan Kontingen Kolonel Arm Budi Suwanto yang berjumlah 35 orang. Mereka meliputi 13 official, 10 atlet petembak senapan, 6 atlet petembak SO/GPMG dan 6 atlet petembak pistol. 
Kontingen TNI menjadi juara umum dengan memperoleh 34 medali, terdiri dari: individu meraih 6 emas, 6 perak, dan 4 perunggu, sedangkan tim/ kelompok meraih 14 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

Credit JPNN.com

KSAL dan KSAU Resmi Naik Pangkat

CB, Jakarta - KSAL Laksamana TNI Ade Supandi dan KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna resmi naik pangkat. Selain kenaikan pangkat KSAU dan KSAL, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko juga telah menerima laporan Korps Kenaikan Pangkat (Kenkat) 25 Perwira Tinggi (Pati) TNI di Ruang Hening, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (3/2/2015).

Kenaikan pangkat para Pati tersebut berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor: Sprin/219/II/2015 tanggal 2 Februari 2015 dan  Nomor: Sprin/220/II/2015 tanggal 2 Februari 2015.

"Dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja TNI melalui kenaikan pangkat di tingkat Strata Perwira Tinggi TNI, sehingga kinerja TNI ke depan lebih optimal," kata Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Sementara, Panglima TNI Moeldoko dalam sambutannya mengimbau kepada para Perwira, bahwa hidup harus selalu optimistis dapat menjadi Perwira Tinggi dengan adanya perubahan-perubahan kinerja guna mengejar Profil TNI yang lebih bagus. Seperti Profil TNI yang telah ditunjukkan pada saat APEC, Pemilu, HUT TNI dan Air Asia dengan penemuan black box tercepat di dunia, hal itu sudah baik tetapi harus lebih ditingkatkan.

"Semoga dengan kenaikan pangkat, kalian bisa memberikan dorongan untuk meningkatkan-meningkatkan dan meningkatkan kinerja, demikian harapan saya dan seluruh prajurit," harap Moeldoko.

Berikut pelaporan kenaikan pangkat 25 Pati TNI:

TNI Angkatan Darat

Mayjen TNI Beny D. Suwardiyanto Pa Sahli Tk. III. Bid. Polkamnas Panglima TNI, Mayjen TNI Robby Win Kadir Koorsahli Kasad, Brigjen TNI Jundan Eko Bintoro, M. Si. (Han) Kapuskom Publik Kemhan, Brigjen TNI Agus Suhardi Kasdivif-2 Kostrad, Brigjen TNI Nuah Barus Pa Sahli TK. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI, Brigjen TNI Hidayat Saleh, S.I.P. Pati Ahli Kasad Bid. Ekonomi, Brigjen TNI Wuryanto, S.Sos Kadispenad, Brigjen TNI Binarko Sugihantyo Danrem 131/Stg (Manado) Kodam VII/Wrb, Brigjen TNI Arif Susilo Kapus Pengamanan dan Pemeliharaan Kawasan Bainstranas Kemhan, Brigjen TNI H. Sitorus, S.I.P., M.Sc., M.Si. (Han) Karoum Unhan, Brigjen TNI Teguh Arief Indratmoko Danrem 091/Asn (Samarinda) Kodam VI/Mlw, Brigjen TNI Hoedi Irianto Athan RI di Washington DC (USA), Brigjen TNI Juanda Syaifuddin, M.Si. (Han) Pa Sahli Tk. II Bid. Kawasan Khusus dan LH Panglima TNI dan Brigjen TNI Priyo Patmonoyogo Pa Sahli Tk. II Bid. Intekmil Panglima TNI.

TNI Angkatan Laut

Laksda TNI Lefrand Alanus Tuelah Pa Sahli Tk. III Bid. Wassua dan LH Panglima TNI, Laksma TNI Marhuale Simbolon, S.Pi Kadisfaslanal, Laksma TNI Ir. Listyanto Kapusada Baranahan Kemhan, Brigjen TNI (Mar) Muh. Hari Pati Sahli Kasal Bid. Iptek, Laksma TNI Djoko Erwan P., M.Tr. (Han) Irbin Itjenal dan Laksma TNI Ir. Sudirman, M.Kom. Pati Sahli Kasal Bid. Ekojemen.

TNI Angkatan Udara

Marsda TNI Hasan Londang, M.SS. Dankoharmatau, Marsma TNI Tamsil Gustari Malik Danlanud  Hnd, Marsma TNI Dr. D. Herly Dwiyanto, S.T., M.M., M.Si. (Han) Kadislambangjaau, Marsma TNI Fakhrizal Basyir, S.E., M.M. Kadismatau dan Marsma TNI M. Fadjar Sumarijadji Athan RI di Canbera (Australia).

Credit  Liputan6.com

Faisal Basri Mulai Kritik Penetapan Harga Bensin Pemerintah


Faisal Basri Mulai Kritik Penetapan Harga Bensin Pemerintah 
 Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri (kiri) dan Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir (kanan). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
 
Jakarta, CB -- Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) Faisal Basri menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di level Rp 6.600 per liter masih terhitung mahal jika dibandingkan dengan harga BBM negara lain.

“Di Amerika Serikat (AS), national average prices untuk regular gasoline setara RON 92 pada 1 Februari 2015 adalah US$ 2,056 per gallon,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/2).

Dia menjelaskan dengan kurs jual Bank Indonesia pada 1 Februari 2015 sebesar Rp 12.688 per dolar AS, maka harga minyak setara RON 92 di negeri Paman Sam tersebut dilego Rp 6.891 per liter.

“Coba bandingkan saja, kita Rp 6.600 cuma dapat premium yang kadarnya RON 88. Makanya saya heran, rakyat kita itu baik banget sama pemerintah. Padahal jelas banget itu masih lebih mahal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, jika tidak termasuk pajak, harga BBM RON 92 di AS sebesar Rp 5.240 per liter. Padahal lanjutnya, harga tanpa pajak BBM premium sebesar Rp 5.826 per liter. Sementara harga tanpa pajak BBM jenis Pertamax senilai Rp 6.956 per liter.

“Di Malaysia, malah tidak menjual RON 88 dan RON 92. Mereka hanya jualan BBM RON 95 yang harganya per Februari hanya sebesar RM 1,70 atau Rp 5.950 per liter,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku telah mulai mengambil untung dari penjualan BBM khusus dan penugasan jenis premium ke masyarakat melalui PT Pertamina (Persero).

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi I Gusti Nyoman Wiratmadja mengatakan, mekanisme tersebut sudah diberlakukan mulai 1 Februari kemarin.

"Kami sudah mengambil untung dari delta yang dikenakan pada penjualan premium. Tapi besarannya berfluktuasi mengikuti naik-turunnya harga minyak," kata Wiratmadja.

Dia menjelaskan, keuntungan dari penjualan BBM akan digunakan pemerintah untuk meningkatkan stok minyak Pertamina yang saat ini baru mencapai 22 hari. Menurutnya penggunaan keuntungan tadi tadi akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


Credit   CNN Indonesia

Pertengahan Tahun Pertamina Berencana Jual Bensin Jenis Baru


Pertengahan Tahun Pertamina Berencana Jual Bensin Jenis Baru SPBU Pertamina akan menjual BBM jenis baru mulai pertengahan tahun ini. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
 
Jakarta, CB -- Para pembeli bahan bakar minyak (BBM) dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) tentu sudah tidak asing dengan bensin jenis premium, solar, maupun pertamax yang dijual perusahaan migas pelat merah tersebut. Mulai pertengahan tahun ini, jangan kaget jika ada satu lagi jenis bensin yang dijual Pertamina di SPBU miliknya.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengungkapkan perseroan tengah menguji coba produk BBM baru yang akan dijual di wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Bambang memberi bocoran, produk BBM baru ini memiliki kandungan RON 88 dengan penambahan beberapa bahan aditif.

"Sekarang masih di ujicoba di laboratorium. Nanti diumumkan kalau sudah ada hasil," ujar Bambang di Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (3/2).

Bambang mengklaim produk BBM barunya tersebut lebih ramah lingkungan dan hemat ketimbang produk premium yang memiliki kadar RON yang sama. Meski begitu, dia masih enggan membeberkan perkiraan harga jual bensin baru tersebut ke masyarakat.
"Untuk harga masih hitung, yang pasti harganya akan bersaing dengan premium," pungkasnya.

Tengah Tahun

Sementara itu Vice President Retail and Fuel Marketing Pertamina M. Iskandar menargetkan produk bensin baru ini bisa mulai dijual ke masyarakat pada tengah tahun ini.

"Nanti juga akan ada roadshow untuk promosi sebelum dirilis. Ini juga menjadi strategi bisnis Pertamina di retail BBM," terangnya.
Credit  CNN Indonesia