Jumat, 21 Oktober 2016

Schiaparelli, Pesawat Penjelajah di Planet Mars

 Schiaparelli, Pesawat Penjelajah di Planet Mars
Sebuah model berukuran penuh yang merupakan pesawat penjelajah Mars, Schiaparelli ditampilkan saat konferensi pers peneliti di Markas European Space Agency (ESA), Darmstadt, Jerman, 20 Oktober 2016. REUTERS

 Schiaparelli, Pesawat Penjelajah di Planet Mars
Sebuah model berukuran penuh yang merupakan pesawat penjelajah Mars, Schiaparelli ditampilkan saat konferensi pers peneliti di Markas European Space Agency (ESA), Darmstadt, Jerman, 20 Oktober 2016. Pesawat tersebut dikabarkan telah diluncurkan dan berhasil mendarat di Mars. REUTERS
 Schiaparelli, Pesawat Penjelajah di Planet Mars
Sebuah model berukuran penuh yang merupakan pesawat penjelajah Mars, Schiaparelli ditampilkan saat konferensi pers peneliti di Markas European Space Agency (ESA), Darmstadt, Jerman, 20 Oktober 2016. Schiaparelli berbentuk piringan seberat 577 kilogram. REUTERS

 Schiaparelli, Pesawat Penjelajah di Planet Mars
Sebuah model berukuran penuh yang merupakan pesawat penjelajah Mars, Schiaparelli ditampilkan saat konferensi pers peneliti di Markas European Space Agency (ESA), Darmstadt, Jerman, 20 Oktober 2016. Saat kini keberadaan Schiaparelli masih belum dapat diketahui usai mengirimkan transmisi data. REUTERS

 Schiaparelli, Pesawat Penjelajah di Planet Mars
Sebuah ilustrasi pesawat Schiaparelli usai mendarat di planet Mars yang dikeluarkan oleh peneliti dalam konferensi pers di Markas European Space Agency (ESA), Darmstadt, Jerman, 20 Oktober 2016. REUTERS





Credit  Tempo.co




Ini Dua Direktur Baru di PT Pertamina

 Ini Dua Direktur Baru di PT Pertamina
TEMPO/Budi Setyarso
 
CB, Jakarta - Menteri BUMN, Rini Soemarno, menambah dua jabatan baru di jajaran direksi PT Pertamina (Persero). Ahmad Bambang menjadi Wakil Direktur Utama dan Rachmat Hardadi sebagai Direktur Megaproject Pengolahan dan Petrokimia.

Penunjukan dua direksi baru PT Pertamina itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina yang dihadiri Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat, dan komisaris Pertamina, di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

Komisaris Utama PT Pertamina, Tanri Abeng, mengatakan, dengan penambahan dua pejabat tersebut maka total direksi PT Pertamina menjadi sembilan orang.

Bambang sebelumnya menjabat sebagai direktur pemasaran PT Pertamina, sedangkan Rachmad Hardadi sebelumnya menjabat direktur pengolahan PT Pertamina.

"Pertamina merupakan perusahaan energi dalam skala besar yang mengelola minyak dan gas dari hulu ke hilir. Jadi pengelolaannya harus secara holistik dan fokus pada bidang eksplorasi dan eksploitasi," kata Abeng.

Khusus Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia yang ditempati Rahmad Hardadi, Abeng menjelaskan, direktorat itu akan menangani proyek skala raksasa.

Setidaknya, kata dia, saat ini Pertamina menangani empat proyek besar refinery yang harus dikerjasamakan untuk meningkatkan kapasitas.

Total investasi ke empat proyek tersebut diperkirakan mencapai 30 miliar dolar AS-40 miliar dolar AS dalam 5-6 tahun ke depan.

Salah satu kilang yang dimaksud yaitu pembangunan kilang Tuban yang sedang dirancang membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan raksasa migas Rusia, Rosneft.

"Sudah seharusnya Pertamina sebagai BUMN terbesar Indonesia harus fokus menangani proyek-proyek besar," ujar dia.

Untuk itu ia berharap, Bambang dan Hardadi dengan pengalaman yang dimiliki mampu menangani tugas yang diberikan pemegang saham untuk mengembangkan Pertamina menuju perusahaan berskala global.


Credit TEMPO.CO








LAPAN Tengah Kaji Lokasi Pembangunan Bandara Antariksa

 LAPAN Tengah Kaji Lokasi Pembangunan Bandara Antariksa
Sejumlah tim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memeriksa roket yang dilombakan sebelum diluncurkan di pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta, (30/11). Lomba roket ini diikuti 18 universitas swasta dan negeri di Indonesia. ANTARA
CB, Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) masih mengkaji rencana lokasi pembangunan bandar udara (bandara) antariksa Indonesia.
"Sekarang sudah mengerucut apakah lokasinya di Morotai atau Biak. Tahun ini kami harapkan sudah bisa ditentukan," kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin usai Seminar Nasional "Pengembangan Kebijakan dan Regulasi Nasional Penerbangan dan Antariksa: Problema dan Tantangan" di Universitas Atmajaya, Yogyakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

Thomas mengatakan rencana induk pembangunan bandara antariksa (space spot) telah tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.
Bandara itu penting bagi Indonesia untuk merespons terus berkembangnya teknologi keantariksaan dunia serta mendorong kemandirian penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan antariksa nasional.

Menurut dia, saat ini LAPAN telah memiliki Stasiun Peluncuran Roket di Desa Cilautereun, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun, stasiun itu hanya berfungsi sebagai pusat uji terbang roket berskala kecil. "Sedangkan untuk peluncuran roket berskala besar tentu memerlukan tempat yang lebih aman," kata dia. *




Credit  TEMPO.CO


Lapan Segera Bangun Bandara Antariksa

Lapan Segera Bangun Bandara Antariksa
Peneliti memeriksa satelit rakitan buatan dalam negeri bernama LAPAN A2/LAPAN ORARI di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bogor, Jawa Barat, 3 September 2015. Peluncurannya sendiri akan dilakukan di pusat antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India. TEMPO/Subekti
 
CB, Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) masih melakukan pengkajian rencana lokasi pembangunan bandar udara (bandara) antariksa Indonesia.

"Sekarang sudah mengerucut apakah lokasinya di Morotai atau Biak. Tahun ini kami harapkan sudah bisa ditentukan," kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin usai Seminar Nasional "Pengembangan Kebijakan dan Regulasi Nasional Penerbangan dan Antariksa: Problema dan Tantangan" di Universitas Atmajaya, Yogyakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

Thomas mengatakan rencana induk pembangunan bandara antariksa (space spot) telah tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Bandara itu penting bagi Indonesia untuk merespons terus berkembangnya teknologi keantariksaan dunia serta mendorong kemandirian penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan antariksa nasional.

Menurut dia, saat ini LAPAN telah memiliki Stasiun Peluncuran Roket di Desa Cilautereun, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun, stasiun itu hanya berfungsi sebagai pusat uji terbang roket berskala kecil. "Sedangkan untuk peluncuran roket berskala besar tentu memerlukan tempat yang lebih aman," kata dia.

Selain berfungsi menunjang pengembangan program keantariksaan nasional, pembangunan bandara antariksa disebut cukup potensial untuk dikomersialisasikan di kancah internasional karena wilayah ekuator menjadi kawasan favorit bagi negara-negara peluncur roket atau satelit.

Thomas mengatakan pemilihan lokasi di wilayah Indonesia bagian Timur yakni Kabupaten Biak, Papua atau Kabupaten Morotai, Maluku Utara paling memungkinkan sebab tingkat kepadatan penduduk relatif lebih rendah dan berhadapan dengan Samudera Pasifik. "Harus memilih lokasi yang aman supaya jangan sampai ada risiko kejatuhan objek antariksa setelah dilakukan peluncuran," kata dia.

Penentuan lokasi masih memerlukan kajian secara komprehensif sebab baik di Biak atau Morotai sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.  Ditinjau dari sisi kesiapan infrastruktur, Biak relatif lebih memadai, namun di wilayah itu jumlah warga lebih tinggi sehingga harus ada relokasi penduduk. "Sedang di Morotai penduduk sangat jarang, namun insfrastruktur penunjang masih belum banyak," kata dia.

Setelah lokasi diputusakan dan mendapatkan persetujuan tingkat nasional kemudian akan dilakukan pendalaman dan perencanaan anggaran yang diperlukan untuk pembangunan bandara antariksa itu.

Proses pengembangan bandara akan melibatkan mitra-mitra LAPAN di kancah internasional. "Yang jelas 25 tahun ke depan Indonesia sudah harus memiliki bandara antariksa," kata dia.




Credit  TEMPO.CO








Kim Jong-un Perintahkan Eksekusi 64 Pengkhianat Sepanjang 2016

 
Kim Jong-un Perintahkan Eksekusi 64 Pengkhianat Sepanjang 2016
Diktator muda Korea Utara, Kim Jong-un, disebut sudah memerintahkan eksekusi terhadap 64 orang sepanjang tahun ini. Data itu diungkap badan intelijen Korea Selatan (NIS) pada Rabu (20/10/2016). Foto/REUTERS
 
SEOUL - Diktator muda Korea Utara (Korut) memerintahkan eksekusi 64 orang atas tuduhan menjadi pengkhianat sepanjang tahun 2016 ini. Data itu diungkap Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan pada hari Rabu.

Kepala NIS, Lee Byung-ho, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa data dari agen mata-mata menyatakan rezim Kim Jong-un terus melakukan upaya pembersihan. Menurutnya, 64 orang telah dieksekusi di depan umum sepanjang tahun ini.

Sejak Kim mengambil alih kekuasaan pada akhir 2011, dia telah memerintahkan eksekusi terhadap lebih dari 100 pejabat tinggi Korut.

”Alasan utama di balik sebagian besar pembersihan oleh (rezim)  Kim Jong-un adalah persepsi bahwa dia telah dilecehkan,” ujar seorang sumber intelijen Korsel. ”Ada tanda-tanda jelas bahwa loyalitas yang bimbang atau sikap acuh tak acuh pejabat yang gelisah pada Kim karena usianya yang masih muda," ujar sumber intelijen itu.

Lee mengatakan badan keamanan dan badan intelijen Korut, yang bertugas memantau perbedaan pendapat, kini hanya berniat membuat uang. “Ada insiden di beberapa bagian wilayah Korut,  di mana warga menyerbu kantor regional Partai Pekerja untuk memprotes setelah listrik dan persediaan air dihentikan,” ujar Lee, seperti dikutip dari The Chosun Ilbo, Kamis (21/10/2016).

Kepala NIS itu melanjutkan, ada peningkatan rasa ketidakpuasan publik yang ditandai dengan maraknya pembelotan warga Korut sekitar 20 persen pada tahun ini.

NIS memperkirakan bahwa Korut mengalami penurunan pendapatan mata uang asing sebesar USD200 juta setelah resolusi Dewan Keamanan PBB  dijatuhkan pada bulan Maret 2016. Rezim Pyongyang menghabiskan hampir USD200 juta untuk uji coba senjata nuklir dan manuver rudal yang dipamerkan pada Korea Selatan.

Sejak terkena sanksI PBB atas pecobaan rudal, bantuan masyarakat internasional untuk Korut yang baru-baru ini dilanda banjir berkurang. “Banjir di Provinsi Hamgyong Utara disebabkan oleh bendungan yang tiba-tiba membuka pintu karena hujan deras,” kata Lee.

”Ini adalah bencana belum pernah terjadi sebelumnya, tapi Korut hanya mendapat sekitar USD17,5 juta  bantuan dari masyarakat internasional karena provokasi nuklirnya,” imbuh Lee.




Credit  Sindonews





Perintah Raja Salman Eksekusi Pangeran Saudi Bukti Adilnya Hukum Islam

 
Perintah Raja Salman Eksekusi Pangeran Saudi Bukti Adilnya Hukum Islam
Raja Kerajaan Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz. Perintah Raja Salman untuk mengeksekusi seorang pangeran Saudi yang bersalah karena membunuh warga disambut publik sebagai penegakan keadilan hukum Islam. Foto/REUTERS/Andrew Hamik
 
RIYADH - Publik Arab Saudi melalui media sosial menilai eksekusi langka terhadap seorang pangeran Saudi karena dinyatakan bersalah menembak mati seorang pemuda, merupakan bukti adilnya hukum Islam. Ekskusi terhadap Pangeran Turki bin Saud al-Kabir pada hari Selasa lalu dijalankan atas perintah Raja Salman bin Abdulaziz.

Pada tahun 2004, Pangeran Turki bin Saud al-Kabir menembak mati seorang pemuda Saudi dalam sebuah perkelahian. Keluarga korban menolak “uang darah” dan akhirnya pangeran Saudi itu dieksekusi di alun-alun Riyadh sebagai penegakan hukum.

Penegakan hukum terhadap anggota keluarga Kerajaan Saudi sejatinya bukan sekali ini terjadi. Pada tahun 1975, seorang pangeran Saudi yang membunuh pamannya, Raja Faisal, telah dieksekusi pancung. Dua tahun kemudian, seorang putri Saudi dieksekusi tembak atas tuduhan berzina.

 

Berita dari eksekusi terhadap Pangeran Turki bin Saud al-Kabir disambut publik di negara itu melalui media sosial. Khalid al-Saud, seorang akademisi dan anggota keluarga kerajaan, menulis komentar di akun Twitter dengan bunyi: ”Ini adalah hukum Allah SWT, dan ini adalah pendekatan bangsa kami yang diberkati.”

“Ini hanya penguasa dari aturan negara Islam dengan legitimasi Islam,” tulis jurnalis Saudi, Nasser bin Fareon, melalui Twitter.

Pengguna media sosial juga berbagi video klip pidato Raja Salman yang mengatakan bahwa publik tidak perlu takut untuk menggugat anggota keluarga kerajaan jika mereka mengalami ketidakadilan.

Mohammed al-Masloukhi, imam masjid Safa di Riyadh, membenarkan bahwa eksekusi terhadap Pengeran Turki bin Saud al-Kabir dijalankan setelah keluarga korban menolak untuk menerima ratusan juta riyal ”uang darah”.

”Tuhan tidak membedakan antara pedagang dan orang miskin, atau antara seorang pangeran dan seorang warga negara (biasa),” katanya melalui Twitter, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/10/2016).




Credit  Sindonews








Update Bom Atom B61, AS Bakal Habiskan Dana Lebih dari USD8,25 Miliar

 
Update Bom Atom B61, AS Bakal Habiskan Dana Lebih dari USD8,25 Miliar
Bom atom B61-12 Amerika Serikat. Untuk program pembaruan bom atom itu, AS bakal menghabisan dana lebih dari USD8,25 miliar. Foto/Daily Mail/DOD
 
WASHINGTON - Program life-extension (LEP) untuk bom atom B61-12 Amerika Serikat (AS) akan menghabiskan biaya lebih dari USD8,25 miliar. Demikian nominal perkiraan dari Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) untuk biaya update bom nuklir.

Rincian perkiraan biaya mencakup biaya dasar dari program update bom nuklir sebesar USD7,6 miliar dan biaya tambahan USD648 juta. ”Dana lain dari imbas program NNSA untuk teknologi dan kesiapan manufaktur,” bunyi pernyataan NNSA.

Biaya tersebut tidak termasuk angka taksiran USD1,3 miliar dari Pentagon yang berencana untuk menghabiskannya pada pengembangan dan pengadaan senjata.

NNSA merupakan sebuah departemen semi-otonom di dalam Departemen Energi AS. Departemen Pertahanan AS berwenang mengelola sistem pengiriman kekuatan nuklir  yang mencakup  kapal, pesawat dan rudal. Sedangkan NNSA berwenang dalam hal pengawasan, pengembangan, pemeliharaan dan pembuangan hulu ledak nuklir.

Bom atom B61-12 menggantikan varian bom B61-3, -4, -7 dan -10. Penggantian varian itu sebagai sebuah langkah pembaruan senjata nuklir AS yang mengalami penuaan dan sekaligus untuk menurunkan biaya pemeliharaan.

”LEP B61-12 adalah kegiatan terkait (bom) B61-12 yang paling kompleks dari keamanan nuklir yang telah dilakukan lebih dari 20 tahun,” lanjut NNSA, seperti dikutip Defense News, semalam (20/10/2016).

“Senjata ini memainkan peran penting dalam keamanan nasional dan langsung mendukung direktif Presiden Obama untuk mempertahankan keamanan, efektivitas penangkal nuklir, dan sekaligus mengurangi ukuran persediaan nuklir,” lanjut pernyataan NNSA.


Credit  Sindonews








Rusia Uji Tembak Rudal Nuklir Iskander-M

 
Rusia Uji Tembak Rudal Nuklir Iskander-M
Miiter Rusia dilaporkan tengah melakukan uji tembak rudal Iskander-M, yang merupakan salah satu senjata andalan Rusia. Foto/Sputnik

 
MOSKOW - Miiter Rusia dilaporkan tengah melakukan uji tembak rudal Iskander-M, yang merupakan salah satu senjata andalan Rusia. Uji tembak ini merupakan bagian dari pemeriksaan rutin kecakapan rudal tersebut.

Menurut layanan pers Distrik Militer Barat Rusia, uji tembak ini bukan hanya dimaksudkan untuk mengecek kecakapan rudal Iskander-M. Tapi, juga dimaksudkan untuk melihat seberapa jauh kemampuan prajurit Rusia dalam menggunakan rudal ini.

"Unit-unit operasi sistem rudal Iskander-M mengadakan sesi latihan di sekitar Luzhsky di Distrik Militer Barat. Latihan taktis diselenggarakan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin," kata layanan pers Distrik Militer Barat Rusia, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (20/10).

"Komando distrik akan mengevaluasi keterampilan para prajurit dalam menembak sasaran simulasi dalam jarak beberapa ratusan kilometer. Setidaknya 100 prajurit terlibat dalam latihan ini," sambungnya.

Beberapa waktu lalu, pengerahan rudal ini ke Kalinigrad sempat memancing kecaman dari negara-negara Baltik. Kepala Staf Angkatan Pertahanan Estonia, Letnan Jenderal Riho Terras mengatakan kepada ERR, bahwa dia melihat langkah Rusia itu sebagai upaya untuk mendominasi Laut Baltik.

Credit  Sindonews


Rusia Tempatkan Rudal Iskander-M, NATO Khawatir

Rusia Tempatkan Rudal Iskander-M, NATO Khawatir
Akhir minggu lalu, media-media ramai memberitakan laporan intelijen Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Rusia menempatkan rudal Iskander-M ke Kaliningrad, berbatasan dengan Polandia dan Lithuania. Berita ini direspon oleh Moskow bahwa penempatan itu hanyalah bagian dari latihan perang rudal yang rutin dilakukan. Unit pasukan rudal Rusia berlatih sepanjang tahun, di seluruh wilayah udara, laut, dan darat, Rusia yang luas. Menurut Moskow, penempatan Iskander-M di Kalingrad tidak rahasia. Sputniknews.com/Alexei Danichev


 Rusia Tempatkan Rudal Iskander-M, NATO Khawatir
Polandia, Lithuania, dan anggota NATO lainnya patut khawatir dengan tindakan Rusia menempatkan rudal Iskander-M (NATO menyebutnya SS-26 Stone) di Kaliningrad, karena rudal itu mampu mencapai target sejauh 500 km lebih dengan CEP (Circular Error Probable) atau kemungkinan meleset hanya 2 m, seperti klaimnya Moskow, terlebih Iskander-M dirancang dapat menghadapi sistem pertahanan udara yang dimiliki negara-negara NATO. sdelanounas.ru


 Rusia Tempatkan Rudal Iskander-M, NATO Khawatir
Untuk menghadapi sistem pertahanan udara lawan, rudal Iskander-M mampu melaju dengan kecepatan 7 mach atau 8.644 km/jam, melakukan manuver, dan melepas decoy untuk mengecoh rudal pertahanan udara lawan. Iskander-M juga dapat mengubah arah pada saat memburu target yang bergerak dan dapat ditembakkan dalam cuaca kabut dan gelap. defence.ru

 Rusia Tempatkan Rudal Iskander-M, NATO Khawatir
Rudal Iskander-M memiliki panjang 7,2 m, diameter 950 mm, dan mampu membawa hulu ledak seberat 480 kg, nuklir atau konvesional. Rudal balistik ini juga dilengkapi dengan pemandu internal dan optik. Iskander-M dapat dikontrol oleh radio dienkripsi transmisi, seperti dari AWACS atau UAV. On-board komputer rudal menerima gambar target, kemudian mengunci target, dan menghancurkannya dengan kecepatan kecepatan supersonik. morning-news.ru

 Rusia Tempatkan Rudal Iskander-M, NATO Khawatir
Rudal Iskander-M ditempatkan di truk pengangkut atau transport-erector-launcher (TEL) MZKT-7930 Astrolog 8x8 sehingga Rusia dapat menempatkannya dimana pun pada saat diperlukan. Setiap truk membawa dua rudal dan didampingi dengan truk yang membawa rudal cadangan untuk reload. Mobilitas rudal ini membuat peluncuran Iskander sulit dicegah. baodatviet.vn

 Rusia Tempatkan Rudal Iskander-M, NATO Khawatir
Rusia membuat rudal Iskander versi ekspor yang disebut dengan Iskander E yang hanya mampu sejauh 280 km dengan CEP atau kemungkinan meleset 30-70 m. Varian terakhir sistem rudal Iskander adalah Iskander-K yang memiliki akurasi tinggi, anti jamming, mampu menghancurkan sistem pertahanan rudal balistik, dan sistem pertahanan udara lawan. youtube.com









Credit  Tempo.co



















Rusia dan Suriah Jadikan Kelaparan Sebagai Senjata di Aleppo

 
Rusia dan Suriah Jadikan Kelaparan Sebagai Senjata di Aleppo  
Sebulan serangan Rusia dan Suriah di Aleppo telah menewaskan sekitar 500 orang, dan diperkirakan makanan di kota itu habis pada akhir Oktober ini. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
 
Jakarta, CB -- Sebulan serangan udara Rusia ditambah gempuran darat pasukan Suriah di Aleppo telah menewaskan sekitar 500 orang, menurut laporan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon pada Kamis (20/10). Serangan juga memutus akses pangan membuat makanan di Aleppo diperkirakan habis akhir bulan ini, mengancam nyawa ratusan ribu orang.

Ban seperti dikutip AFP mengatakan di hadapan Majelis Umum PBB, gempuran rezim Bashar al-Assad di Aleppo yang dibekingi Rusia sejak 22 September lalu merupakan salah satu pertempuran paling sengit dalam lima tahun konflik di Suriah.

"Hasilnya sangat buruk," kata Ban.

Sekitar 500 orang tewas dan 2.000 lainnya terluka, tidak sedikit anak-anak. Ban mengatakan, bantuan PBB tidak bisa memasuki kota di barat laut Suriah itu sejak 7 Juli dan makanan diperkirakan habis di akhir Oktober ini.

Menurut Ban, "kelaparan telah digunakan sebagai senjata perang."

Rusia pada Kamis waktu setempat mulai melakukan gencatan senjata kemanusiaan selama 24 jam di kota tersebut. Namun PBB mengatakan waktu sehari tidak cukup untuk menyalurkan bantuan di Aleppo. Prioritas saat ini adalah mengeluarkan mereka yang terluka dari kota itu.

Walau pertempuran mulai mereda, namun warga Aleppo masih juga belum terlihat meninggalkan kota. Moskow menuding para pemberontak Suriah mencegah warga meninggal Aleppo.

Pertemuan PBB digelar oleh Kanada dan diikuti 72 negara untuk mengakhiri kebuntuan perundingan damai Suriah setelah Dewan Keamanan gagal menelurkan resolusi akibat veto Rusia.

Rusia bersikeras kehadiran militer mereka di Suriah adalah untuk membantu Assad memerangi terorisme ISIS dan pemberontak yang berafiliasi dengan al-Qaidah. Namun dalih ini dimentahkan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Samantha Power.

"Bukan teroris yang menjatuhkan bom-bom bunker di rumah sakit dan rumah sipil di timur Aleppo, atau yang membunuhi warga sipil di sana, tapi rezim Assad dan Rusia," kata Power.

Menurut Menteri Luar Negeri Kanada Stephane Dion yang menggagas pertemuan darurat PBB itu, perlu ada tindakan segera yang harus disepakati oleh 193 anggota PBB. "Kita harus bertindak, dan bertindak sekarang," tegas Dion.

Belum diketahui apakah ada hasil konkret dalam pertemuan tersebut, yand disinyalir diadakan untuk mendesak Rusia dan Suriah untuk berhenti menyerang Aleppo.

Lebih dari 300 ribu orang terbunuh sejak konflik Suriah dimulai pada Maret 2011, kekerasan di Aleppo disebut yang terparah. Total ada sekitar 250 ribu warga sipil yang masih terjebak di timur Aleppo, wilayah yang dikuasai pemberontak.





Credit CNN Indonesia




Pemimpin Berganti, Kebijakan AS di Asia Dipastikan Sama


 
Pemimpin Berganti, Kebijakan AS di Asia Dipastikan Sama  
Deputi Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Asia Tenggara W. Patrick Murphy (kiri) meyakini hubungan kerja sama negaranya dengan Asia Pasifik akan tetap terjaga, kendati pergantian kepemimpinan tahun depan. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
 
Jakarta, CB -- Pejabat tinggi Amerika Serikat meyakini hubungan kerja sama negaranya dengan Asia Pasifik akan tetap terjaga, kendati pergantian kepemimpinan tahun depan.

“Saya percaya politik luar negeri AS akan tetap konsisten walaupun dengan pemerintahan baru pada tahun mendatang. Fokus kami masih tetap sama yakni memperhatikan negara-negara berkembang khususnya di Asia Pasifik,” ujar Deputi Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Asia Tenggara W. Patrick Murphy.

Berbicara di Jakarta, Kamis (20/10), Murphy menegaskan bahwa pemerintahan yang baru nanti tidak akan banyak mengubah esensi politik luar negeri AS yang telah ditetapkan, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Dia melanjutkan, ikatan AS dengan negara di Asia Pasifik bukan sebatas politik saja, melainkan terwujud dalam bentuk konkret kerja sama dan upaya bersama mengatasi isu-isu global.

Khusus Indonesia, Murphy menjamin hubungan antar kedua negara akan terus dijaga. Ia menyatakan, hubungan AS-Indonesia merupakan salah satu contoh konsistensi kebijakan pemerintahan Presiden Barack Obama di kawasan.

Dalam pemerintahan Obama, kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu fokus utama politik luar negeri AS, terutama demi menandingi pengaruh China di kawasan tersebut.

“kita (AS-Indonesia) memiliki ikatan kuat sejak bertahun-tahun lalu, karena hubungan kedua negara merupakan simbol penyeimbang politik AS di Asia ,” kata Murphy.

Murphy berujar, ke depan fokus AS di Asia Pasifik tidak hanya membangun dan memperkuat kerja sama antar pemerintah negara di Asia Pasifik, tapi juga memperluas ikatan kerja sama tersebut pada tingkatan antar pengusaha dan individu.

“AS dan negara Asia Pasifik telah mendapatkan banyak manfaat dari kerja sama yang telah terjalin selama ini. Kami berniat untuk terus memperkuat kerja sama yang telah ada untuk memaksimalkan manfaat itu,” ucap Murphy.



Credit  CNN Indonesia






Penghinaan Terhadap Monarki Thailand Marak Usai Raja Wafat

 
Penghinaan Terhadap Monarki Thailand Marak Usai Raja Wafat  
Kematian Raja Bhumibol setelah tujuh dekade berkuasa menimbulkan rasa duka yang mendalam dan sensitivitas tinggi di masyarakat Thailand. (Reuters/Chaiwat Subprasom)
 
Jakarta, CB -- Pemerintah Thailand menyatakan bahwa jumlah kasus pencemaran nama baik kerajaan meningkat menyusul kematian Raja Thailand Bhumibol Adulyadej pekan lalu.

Kepolisian Thailand mencatat terdapat 12 kasus pencemaran nama baik kerajaan yang sedang diselediki, di tengah meningkatnya pengawasan terhadap pemberitaan soal keluarga kerajaan oleh pemerintah.

Juru bicara kepolisian Thailand Kitsana Pattanacharoen mengungkapkan terdapat 12 kasus lese majeste sejak Kamis (13/10), setelah kerajaan mengumumkan kepergian Raja Bhumibol. Lese majeste merupakan hukum terkait penghinaan terhadap kerajaan yang diterapkan dengan sangat ketat di Thailand.

Sejumlah kasus tersebut, lanjut Kitsana, telah ditindaklanjuti dengan dirilisnya surat penangkapan untuk delapan tersangka. Empat tersangka di antaranya telah ditangkap polisi.

"Mereka melakukan tindakan pidana yakni mengunggah berbagai pesan dan gambar yang dinilai menghina kerajaan di media sosial," ujar Kitsana dikutip dari Reuters, Rabu (19/10).

Sementara, pakar dari kelompok pengawas hukum iLaw, Weerawat Somnuek, mencatat terdapat 70 kasus pencemaran nama baik kerajaan sejak kudeta pada Mei 2014 terjadi.

Menurut Weerawat, 12 kasus pencemaran dalam sepekan pertama setelah kematian raja merupakan jumlah yang tak sedikit.

Wakil Perdana Menteri Thailand Prachin Chanthong memaparkan pemerintah telah menemukan lebih dari 60 situs yang dinilai berisikan penghinaan terhadap kerajaan dan mengancam keamanan nasional.

Pemerintahan junta militer Thailand meminta penyedia layanan internet memblokir beberapa situs yang dinilai menghina monarki. Sekitar 100 polisi juga telah dikerahkan dalam tim khusus untuk mengawasi secara ketat berbagai konten di internet.

Terkait melonjaknya kasus penghinaan terhadap monarki, Menteri Kehakiman Thailand Paiboon Koomchaya menulis surat kepada tujuh duta besar yang ditempatkan di luar Thailand untuk meminta bantuan menuntut 19 tersangka penghinaan yang tinggal di tujuh negara. Meski demikian, pihak kementerian tidak mempublikasikan tujuh negara yang dimaksud.

Kematian Raja Bhumibol setelah tujuh dekade berkuasa menimbulkan rasa duka yang mendalam dan sensitivitas tinggi di masyarakat Thailand.

Raja Bhumibol dikenal sebagai sosok yang dapat menstabilkan situasi ditengah kondisi internal politik Thailand yang kacau dan dinamis. Kepergian raja berusia 88 tahun ini memicu kekhawatiran soal stabilitas politik di negara yang kerap dilanda kudeta militer itu.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha bergerak cepat untuk meredam ketidakpastian seputar suksesi kerajaan, dengan mengumumkan bahwa penobatan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, sebagai penerus Bhumibol, akan ditunda sampai masa berkabung usai.



Credit  CNN Indonesia







Ceko kirim dokter militer ke Irak untuk perangi ISIS

 
Ceko kirim dokter militer ke Irak untuk perangi ISIS
Konvoi aparat keamanan Irak memasuki pinggiran Mosul, untuk menumpas militan ISIS di Irak. (REUTERS/Ako Rasheed )
 
Praha (CB) - Republik Ceko, atas persetujuan Senat negara itu, Kamis waktu setempat memutuskan untuk mengirimkan dokter dan instruktur militernya ke Irak guna bergabung dalam operasi memerangi kelompok teroris ISIS.

Tim yang akan dikirimkan ini akan berjumlah paling banyak 30 orang, terdiri dari para ahli bedah, ahli anastesi dan perawat.

Mereka akan berangkat ke Irak Desember nanti untuk diikuti dengan keberangkatan para instruktur tahun depan.

Para dokter militer akan menjalankan tugas mereka di rumah sakit Angkatan Laut Amerika Serikat yang berada 70 kilometer sebelah selatan Mosul.

Mereka akan menyiapkan perawatan bagi para tentara koalisi dan tentara Irak yang terluka. Sementara itu, pasokan peralatan medis akan disediakan oleh AS.

Ceko selama ini telah mengirim instruktur-instruktur penerbangannya ke Irak untuk melatih para pilot menggunakan pesawat tempur L-159 buatan Ceko.

Negara itu juga telah memasok senjata dan amunisi bagi pasukan bersenjata di Irak, demikian Xinhua.



Credit ANTARA News




Malam di Sanaa sunyi sejak gencatan senjata dimulai

 
Malam di Sanaa sunyi sejak gencatan senjata dimulai
Pemandangan Kota Tua Sanaa di Yaman, Minggu (25/9/2016). (REUTERS/Mohamed al-Sayaghi)
 
 
Sanaa (CB) - Pihak bertikai di Yaman di sebagian besar kawasan mematuhi gencatan senjata 72 jam, yang dimulai menjelang Rabu tengah malam, dan ibu kota Sanaa melewati malam pertama dalam tiga bulan tanpa serangan udara, kata warga dan pejabat.

Gencatan senjata itu berlaku di seluruh Yaman, meski ada beberapa pelanggaran kecil di Provinsi Taiz, Hajja dan Mareb, kata pejabat setempat dan warga kepada Reuters.

"Ini malam sunyi. Kami tidur tanpa ledakan," kata Bassam, pekerja di toko grosir di Sanaa.

"Kami harap perang ini segera berakhir, karena rakyat lelah. Kami ingin hidup, bukan mati."

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan gencatan senjata di antara pihak berperang pada pekan ini. Gencatan senjata tersebut diperkirakan diperpanjang jika dipatuhi.

Sekutu pimpinan Saudi melancarkan serangan udara di Sanaa setiap malam sejak 7 Agustus, kata warga, sejak dialog damai dengan gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran dan pasukan yang setia pada mantan presiden Ali Abdullah Saleh gagal.

Beberapa gencatan senjata sebelumnya gagal membuka jalan untuk mengakhiri konflik, meskipun secara nyata mengurangi pertempuran yang telah menewaskan setidaknya 10 ribu orang.

Badan bantuan berharap dapat menggunakan gencatan senjata itu untuk menjangkau wilayah di negara tersebut, yang terputus akibat pertempuran berbulan-bulan dan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.


Credit  ANTARA News







PM Irak: gerakan pembebasan Mosul lebih cepat dari perkiraan

 
PM Irak: gerakan pembebasan Mosul lebih cepat dari perkiraan
PM Irak Haider al-Abadi (REUTERS)
 
Paris (CB) - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Kamis menyatakan pasukan pemerintah bergerak maju lebih cepat daripada yang diperkirakan dalam upaya pembebasan kota Mosul dari ISIS.

Selain itu, Abadi juga menegaskan bahwa koordinasi petempur Syiah dengan gerilyawan Kurdi menunjukkan persatuan di Irak.

Abadi menyampaikan pesan tersebut kepada sejumlah menteri luar negeri negara Barat, yang berkumpul di Paris untuk membahas upaya memulihkan perdamaian dan stabilitas Mosul saat ISIS dikalahkan.

Melalui temu video dari Baghdad, Abadi menerangkan semua upaya dilakukan untuk menciptakan jalur pengungsian bagi warga, yang ingin melarikan diri dari Mosul, kota kedua terbesar di Irak, yang berpenduduk 1,5 juta jiwa.

"Pasukan kami bergerak menuju Mosul lebih cepat dari perkiraan dan rencana kami," kata Abadi.

Pada Selasa, pasukan pemerintah dan gerilyawan Kurdi mengaku berhasil menguasai sekitar 20 desa di pinggiran Mosul yang merupakan benteng pertahanan terakhir ISIS di Irak.

Pembebasan Mosul akan menjadi kekalahan terbesar ISIS di Irak. Namun di sisi lain, operasi militer itu juga berpotensi membuka kemungkinan terjadinya perpecahan sektarian berdarah antara milisi Syiah, yang turut dalam operasi pembebasan, dengan penduduk Mosul yang mayoritas menganut Sunni.

Abadi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan pelanggaran hak asasi manusia dalam operasi militer di Mosul. Dia berupaya meyakinkan komunitas internasional bahwa negaranya tidak akan jatuh dalam spiral kekerasan sektarian yang sempat melanda Irak sejak serbuan Amerika Serikat tahun 2003.

"Kami akan membebaskan Mosul untuk membela warga Irak dan mempertahankan wilayah Irak," kata dia sambil menyebut bahwa ini adalah pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir pasukan Irak memasuki wilayah utara Kurdi untuk bertempur secara bersama-sama.

"Berbagai faksi di Irak telah bersatu untuk mengalahkan terorisme," kata dia.

Pertemuan di Paris membahas garis acuan bagaimana pengaturan Mosul setelah ISIS berhasil dikalahkan dan perlindungan terhadap warga kota tersebut.

Dalam pidato pembukaan, Presiden Prancis Francois Hollande menegaskan pentingnya rencana pemisahan operasi pembebasan Mosul dengan Raqqa di Suriah, kota tujuan gerilyawan ISIS melarikan diri dari Mosul.

"Kita harus merencanakan dengan sungguh-sungguh pemburuan teroris, yang lari dari Mosul menuju Raqqa. Kita tidak boleh membiarkan mereka muncul di daerah lain untuk melakukan serangan," kata dia, seperti dilaporkan Reuters.


Credit  ANTARA News







Pasukan elite Irak dan Peshmerga dekati Mosul


 
Pasukan elite Irak dan Peshmerga dekati Mosul
Pasukan Peshmerga berkumpul di timur Mosul selama persiapan serangan ke Mosul, Irak, pada 16 Oktober 2016. (REUTERS/Azad Lashkari)
 
Mosul (CB) - Satu unit pasukan elite Irak dan pejuang Kurdi Peshmerga hari ini melancarkan ofensif untuk mengusir para militan ISIS dari desa-desa sekitar Mosul yang menjadi kota besar terakhir di Irak yang masih dikuasai ISIS, di bawah dukungan serangan udara koalisi pimpinan AS.

Howitzer dan mortir ditembakkan mulai 6.00 pagi waktu setempat atau 10.00 WIB tadi dengan menerjang beberapa desa yang dikuasai ISIS yang berjarak sekitar 20 km dari arah utara dan timur Mosul, sedangkan helikopter-helikopter terbang di atas desa-desa itu.

"Tujuan serangan adalah membersihkan desa-desa terdekat dan mengamankan kendali area-area strategis untuk semakin membatasi pergerakan ISIS," kata komando militer Kurdi Peshmerga seperti dikutip Reuters.

Lusinan Humvee bercat hitam dari pasukan elite Kontraterorisme Irak yang dipersenjatai oleh senapan-senapan mesin bergerak ke arah Bartella yang menjadi sasaran utama serangan di front timur.

Asap hitam membumbung tinggi di desa-desa garis depan itu yang kemungkinan akibat api minyak yang menjadi taktik ISIS dalam mengelabui intaian dari udara.

Di front utara, Peshmerga menembak jatuh pesawat tak berawak yang diterbangkan dari garis pertahanan ISIS di Desa Nawaran.  Tidak dijelaskan apakah drone sepanjang 2 meter itu membawa bom atau hanya sedang dalam misi pengintaian.

Ali Awni, perwira Peshmerga, membiarkan penerima radionya terbuka pada frekuensi yang digunakan ISIS. "Mereka memberikan target-target untuk mortir-mortir mereka," kata Awni seperti dikutip Reuters.



Credit  ANTARA News





Terkait Teror Bom, Argentina Desak Iran Ekstradisi Ali Akbar Velayati

 
 
THE TIMES OF ISRAEL Mantan Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Velayati
 
BUENOS AIRES, CB -  Pemerintah Argentina mengupayakan ekstradisi terhadap Mantan Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Velayati, terkait kasus pengeboman di Kota Buenos Aires pada tahun 1994.
Hakim yang memimpin investigasi kasus ini, Rodolfo Canicoba mengungkapkan, permintaan ekstradisi tersebut disampaikan kepada Pemerintah Iran. 
Sebab, Velayati yang namanya ada di dalam daftar buruan Interpol, saat ini menetap di wilayah Iran.
Dia mendesak Iran untuk menangkap Velayati dan kemudian mengekstradisi. Perintah ini muncul setelah Argentina mendapat informasi melalui media, bahwa buronan tersebut berada di Baghdad.
Demikian kutipan dalam pernyataan tertulis Kementerian Kehakiman Argentina yang dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/10/2016). 
Permintaan serupa pernah disampaikan Argentina kepada Pemerintah Singapura dan Malaysia, begitu mendengar kabar Velayati menjadi dosen tamu di negara itu.
Penyidik Argentina menuduh Velayani bersama empat mantan pejabat Iran lainnya, termasuk Mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani, merancang serangan yang terjadi pada 18 Juli 1994.
Kala itu, sebuah bom mobil meledak di Pusat Asosiasi Yahudi Argentina, di pusat Kota Buenos Aires.
Iran diduga memerintahkan milisi Hisbulah dari Libanon untuk melakukan aksi tersebut. Peristiwa ini menjadi aksi teror paling mematikan dalam sejarah negara-negara di Amerika selatan.
Baghdad membantah tuduhan itu. Berulang kali Iran menolak permintaan Argentina yang meminta Iran mengakui perbuatan itu.
Dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Argentina, C5N, tahun lalu, Velayati menolak tuduhan itu dan menyebutkan sebagai kebohongan.
Jaksa utama dalam kasus ini, Alberto Nisman, ditemukan tewas tahun lalu. Dia tewas secara misterius, empat hari setelah menuduh Presiden Cristina Kirchner melakukan konspirasi.
Nisman menuduh Kirchner melindungi para tersangka untuk menghindar dari hukuman.
Tuduhan melawan Kirchner pun telah dikesampingkan menyusul kurangnya bukti. 

Sementara, kasus kematian Nisman hingga kini belum terungkap. Aparat menyebut proses penyidikan masih bergulir. 





Credit  KOMPAS.com



Presiden Putin Setuju Misi Pemantau Bersenjata di Ukraina Timur

 
 
REUTERS/SERGEI KARPUKHIN Vladimir Putin
MOSKWA, CB - Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung pengiriman pasukan misi Organisasi Kerja Sama Keamanan Eropa (OSCE) ke wilayah konflik di Ukraina timur, meski hal ini ditentang pemberontak pro-Rusia.

"Putin setuju pengerahan misi OSCE dalam pembicaraan hari Rabu," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Pembicaraan yang dimaksud Peskov adalah perundingan empat negara yaitu Rusia, Jerman, Perancis dan Ukraina terkait konflik di bekas bagian Uni Soviet itu.

Misi pemantauan khusus OSCE (SMM) terdiri dari 580 personel tak bersenjata yang ditempatkan di zona konflik dan mandat misi ini sudah diperpanjang hingga akhir Maret 2017.

Ide untuk mempersenjatai para pemantau OSCE ini tidak disukai pasukan pemberontak yang memproklamasikan negara merdeka di kawasan industri Luganks dan Donetsk.

Salah satu pemimpin separatis Donetsk, Denis Pushilin mengatakan, pihaknya menentang langkah tersebut karena tak disebut dalam kesepakatan damai 2015 di Minks, Belarusia.

"Fakta bahwa kami menentang pasukan bersenjata OSCE bukan hanya semata karena posisi Republik Rakyat Donestk dan Republik Rakyat Lugansk," ujar Pushilin.

"Penolakan ini sudah dinyatakan ribuan orang dalam unjuk rasa yang dilakukan di wilayah kami," ujar Pushilin.

Pada Juni lalu, sekitar 5.000 orang turun ke jalan di kota Donetsk untuk memprotes kehadiran para pemantau OSCE di kawasan yang diamuk perang tersebut.

Rusia, yang menganeksasi Semenanjung Crimea dari Ukraina pada 2014, mendukung pemberontak pro-Moskwa di wilayah timur Ukraina dalam konflik yang sudah menewaskan 10.000 orang dalam dua tahun.



Credit  KOMPAS.com





Para pemimpin ISIS diduga telah lari dari Mosul


Mosul
Sejumlah pemimpin dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) kemungkinan telah melarikan diri dari Mosul saat pasukan Irak mendekati kota itu, kata militer AS.
"Tak diragukan, pasukan keamanan Irak mendapatkan momentum," kata Jenderal Gary Volesky dari militer AS.
Militer Irak telah bergerak menuju Mosul dari selatan, sementara pasukan Kurdi yang merupakan sekutu mereka mendekat dari timur.
Diperkirakan, masih ada hingga 5.000 pasukan ISIS berada di Mosul.
    "Kami mengamati pergerakan orang-orang yang keluar dari Mosul, dan mendapatkan indikasi bahwa para pemimpin ISIS telah pergi," kata Jenderal Volesky.
    Tapi dia tidak memastikan siapa saja yang sudah melarikan diri, ia juga tidak mengatakan ke arah mana mereka pergi.

    Di mana Abu Bakr al-Baghdadi?

    Keberadaan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi juga tidak diketahui. Beberapa laporan mengatakan ia berada di Mosul; yang lain mengatakan ia telah melarikan diri dari kota di Irak utara itu.

    Suasana salah-satu sudut kota Mosul. Belum diketahui beradaan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. 
     
    Ada kemungkinan juga, pasukan ISIS yang meninggalkan kota sebenarnya untuk menempati daerah garis depan, yang masih berada di luar kawasan pinggiran kota, kata analis Timur Tengah BBC Alan Johnston.
    Tidak ada yang meragukan bahwa sekelompok garis keras militan ISIS akan tetap bertahan untuk bertempur habis-habisan, tambah wartawan kami.
    Jenderal Volesky mengatakan bahwa para milisi asing ISIS cenderung membentuk sebagian dari kekuatan yang akan bertahan di Mosul.
    "Kami menduga banyak milisi asing akan tetap tinggal, karena mereka tidak akan dapat membaur dengan mudah sebagaimana para milisi atau pemimpin yang berasal dari kawasan sekitar, jadi kami menduga akan terjadi pertempuran sengit," paparnya.

    Seseorang yang tidak diketahui identitasnya melakukan selfie di dekat lokasi serangan pasukan Irak di dekat Mosul. 
     
    Sejumlah kamp pengungsi tengah dibangun di selatan, timur, dan utara Mosul untuk mengantisipasi tingginya jumlah warga yang mengungsi, yang diperkirakan PBB akan mencapai jumlah 200.000 orang dalam beberapa pekan mendatang.
    Pemerintah Irak mengatakan mungkin lebih aman bagi warga untuk tetap berada di dalam kota sementara operasi militer digelar. Mereka beralasan para petempur ISIS dikhawatirkan menanam ranjau di berbagai titik penting menuju luar kota.
    Namun juga ada kekhawatiran ISIS akan menggunakan warga sebagai tameng hidup. Kekhawatiran lain adalah ISIS menyiapkan senjata kimia.diduga lolos dari Mosul




    Credit  BBC




    Duterte sampaikan 'berpisah' dari Washinton, AS minta penjelasan


    Presiden Rodrigo Duterte dan Presiden Xi Jinping  
    Presiden Rodrigo Duterte bertemu dengan Presiden Xi Jinping dalam lawatan empat harinya di Cina. 
     
    Amerika Serikat mengatakan pernyataan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, untuk 'berpisah' dari Washinton bertentangan dengan hubungan baik kedua negara selama ini.
    Hal tersebut dinyatakan Presiden Duterte usai bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, di Beijing, Kamis 20 Oktober, dalam lawatan selama empat harinya.
    "Saya mengumumkan perpisahan dengan Amerika Serikat," katanya, "Amerika tidak mengendalikan hidup kami. Cukup sudah omong kosong."

    Presiden Rodrigo Duterte  
    Bukan pertama kali, Presiden Duterte mengeluarkan komentar kontroversial terkait AS dan Presiden Obama. 
     
    Bagaimanapun Kementerian Luar Negeri AS menyatakan akan mencari penjelasan tentang hal yang sebenarnya dimaksud Duterte.
    "Aliansi AS-Filipina dibangun atas sejarah 70 tahun, kaya dengan hubungan rakyat antar rakyat dan daftar panjang atas keprihatinan keamanan bersama," kata juru bicara gedung Putih, Eric Schultz, kepada para wartawan.
    Penjelasan atas pernyataan Duterte itu agaknya menjadi agenda utama dalam kunjungan Daniel Russel -salah seorang diplomat senior untuk Asia Timur dan Pasifik- ke Manila akhir pekan ini.

    Duterte 
    Presiden Duterte bertemu dengan Presiden Xi Jinping dalam lawatan empat hari ke Cina. 
     
    Bukan pertama kalinya Presiden Duterte mengeluarkan pernyataan keras terkait hubungan dengan Amerika Serikat maupun atas Presiden Barack Obama.
    Presiden Duterte bahkan pernah mengumpat Obama sebagai 'anak pelacur' maupun menyuruhnya 'untuk pergi ke neraka'.
    Kunjungan Presiden Duterte ke Cina memang tidak hanya dilihat untuk meningkatkan hubungan kedua negara, tapi juga 'menandai pergeseran orientasi' kebijakan luar negeri Manila.
    Sebenarnya hubungan Filipina-Cina memburuk terkait sengketa kepemilikan atas Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan.
    Bulan Juli, Mahkamah Internasional memutuskan untuk mendukung Manila dan menolak klaim Beijing, yang membuat ketegangan semakin meningkat.
    Namun belakangan Duterte memperlihatkan nada bersahabat dengan Cina, dan pada saat bersamaan mengecam AS serta negara-negara Barat, yang mengkritik kebijakannya dalam membunuh pengedar narkotika tanpa proses hukum.



    Credit  BBC



    Presiden Duterte Resmi Nyatakan Filipina Berpisah dengan AS

     
     
    WU HONG / POOL / AFP Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara di hadapan forum dagang dan investasi di Beijing, China, Kamis (20/10/2016).
    BEIJING, CB — Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Kamis (20/10/2016), secara resmi mendeklarasikan "perpisahan" dengan sekutu lama negeri itu, Amerika Serikat.

    Deklarasi ini disampaikan Duterte pada saat dia tengah mencoba memperbaiki hubungan diplomatik Filipina dengan China.

    "Saya umumkan perpisahan kami dengan Amerika Serikat," ujar Duterte disambut tepuk tangan meriah para pejabat tinggi kedua negara.

    Pernyataan Duterte ini disampaikan setelah dia menggelar pertemuan dengan Presiden Xi Jinping dalam kunjungan kerja ke Negeri Tirai Bambu itu.

    Sebelumnya, kedua pemimpin sudah menegaskan akan memperkuat kerja sama, persahabatan, dan rasa saling percaya seraya mengesampingkan sengketa wilayah di Laut China Selatan.

    Kunjungan resmi Duterte ini juga dianggap banyak kalangan sebagai sebuah langkah untuk mempertegas niatnya menjauhkan Filipina dari Amerika Serikat.

    Tanda-tanda Duterte hendak "menyingkirkan" Amerika Serikat sudah beberapa kali terlihat antara lain dengan membatalkan patroli bersama di Laut China Selatan.

    Selain itu, beberapa kali Duterte melontarkan pernyataan keras terhadap Presiden Barack Obama yang mengkritik perang melawan narkoba yang dikobarkan mantan Wali Kota Davao itu.


    Credit  KOMPAS.com




    Duterte ke Cina, sinyal Filipina 'jauhi Amerika Serikat'

    Duterte  
    Presiden Duterte bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan juga Perdana Menteri Li Keqiang. 
     
    Kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Cina tak hanya untuk menghangatkan hubungan kedua negara, tetapi juga 'menandai pergeseran orientasi' kebijakan luar negeri Manila.
    Duterte tiba di Beijing hari Selasa (18/10) dalam lawatan empat hari dan pada Kamis (20/10) ia diterima oleh Presiden Xi Jinping.
    Pemimpin Filipina tersebut membahas sejumlah kesepakatan perdagangan dengan Presiden XI, selain menemui Perdana Menteri Li Keqiang dan menghadiri jamuan makan kenegaraan.
    Hubungan Filipina-Cina memburuk dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait klaim kepemilikan atas Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan.
      Sengketa ini mencapai puncaknya pada Juli ketika Mahkamah Internasional mendukung Manila dan menolak klaim Beijing.
      Memang nada yang dikeluarkan Duterte terhadap Cina selama kampanye pemilihan presiden tergolong keras, tapi begitu berkuasa nadanya melunak.
      Pada saat yang sama Duterte mengatakan akan mengakhiri latihan militer bersama dengan Amerika Serikat, menyerang balik Washington yang mengecam perang melawan narkoba yang ia lancarkan.

      Hapus 'noda hitam'

      Duterte  
       Presiden Duterte dan delegasi pemerintah Filipina membahas kesepakatan perdagangan dengan para pejabat Cina. 
       
      Pemerintah Amerika secara khusus khawatir karena perang melawan narkoba ini 'diikuti dengan eksekusi ribuan orang yang tak didahului dengan proses hukum yang semestinya'.
      Sebelum terbang ke Beijing, dalam wawancara dengan media Cina, Duterte berbicara tentang perlunya memulihkan hubungan baik dengan Cina dan menegaskan bahwa Filipina memerlukan bantuan Cina.
      Ia juga mengatakan tak akan memasukkan masalah Laut Cina Selatan ke agenda pembicaraan dengan pemerintah Cina.
      "Ini momen yang sangat menentukan dalam masa kepresidenan saya untuk membuka persahabatan dan kerja sama," kata Duterte kepada media resmi Cina, CCTV.
      Ia menambahkan ingin 'menghapus secara total noda-noda hitam' dalam persahabatan kedua negara.
      Menanggapi pernyataan Duterte, Cina mengatakan bahwa lawatan Duterte ini adalah 'awal baru hubungan bilateral Cina-Filipina'.
      Cina adalah mitra dagang terbesar kedua bagi Filipina.
      Filipina antara lain mengekspor produk-produk elektronik namun saat ini berupaya juga memasok produk makanan.





      Credit  BBC







      Kamis, 20 Oktober 2016

      AS Ancam Merespons "Luar Biasa" jika Korut Serang Korea Selatan

       
      AS Ancam Merespons Luar Biasa jika Korut Serang Korea Selatan
      Sistem rudal pertahanan THAAD Amerika Serikat yang segera disebar di Korea Selatan. AS mengancam akan merespons 'luar biasa' setiap serangan Korut terhadap Korea Selatan. Foto/REUTERS
       
      WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengancam akan merespons “luar biasa” untuk setiap serangan Korea Utara (Korut) terhadap Korea Selatan. Respons AS itu termasuk serangan balasan dengan senjata nuklir jika rezim Kim Jong-un serang Korea Selatan dengan senjata nuklir.

      Ancaman AS itu diungkap para pejabat Washington. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter mengirim pesan ancaman AS itu selama mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Yun Byung-se dan Menteri Pertahanan Korea Selatan, Han Min-goo, di Washington, hari Rabu.

      ”Komitmen AS untuk pertahanan Korea Selatan tak tergoyahkan,” kata Carter. ”Ini termasuk komitmen kami untuk memberikan pencegahan yang diperpanjang, yang dijamin oleh spektrum penuh dari kemampuan pertahanan AS,” ujar kepala Pentagon itu, seperti dikutip Russia Today, Kamis (20/10/2016).

      ”Jangan salah, setiap serangan terhadap Amerika atau sekutu, kami tidak akan kalah, tetapi setiap penggunaan senjata nuklir akan bertemu dengan respons yang luar biasa dan efektif,” ujar Carter.

      Respons AS ini muncul setelah para kritikus konservatif Korea Selatan menyerukan agar Seoul mengembangkan senjata nuklir sendiri untuk menanggapi uji coba rudal nuklir dan balistik Korut.

      ”Seharusnya tidak ada pertanyaan di benak siapa pun bahwa aliansi dengan Republik Korea Selatan akan tetap seperti yang telah berjalan selama puluhan tahun, yang merupakan landasan perdamaian dan keamanan di Asia-Pasifik,” ujar Kerry dalam konferensi pers dengan rekannya dari Korea Selatan.

      ”Saya yakin komitmen menteri kami, komitmen Amerika Serikat, untuk membela Korea Selatan melalui postur pertahanan gabungan yang kuat dan melalui pencegahan yang diperpanjang, termasuk payung nuklir AS, serangan dan sistem rudal pertahanan konvensional,” imbuh Kerry.

      Mengutip ancaman dari Korut, Washington juga telah memutuskan segera menyebarkan sistem rudal pertahanan High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan.



      Credit  Sindonews






      Armada Kapal Induk Rusia Mendekat, Militer Inggris Diledek

       
      Armada Kapal Induk Rusia Mendekat, Militer Inggris Diledek
      Armada kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov yang menuju Laut Mediterania untuk misi militer di Suriah terpantau melintasi Orkney Island, Skotlandia. Foto/FRPU Royal Navy
       
      ORKNEY - Armada kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov yang berlayar menuju Laut Mediterania untuk misi militer di Suriah mulai mendekati perairan Inggris. Di saat negara-negara NATO siaga memantau sepak terjang armada kapal induk Rusia, ahli militer Moskow meledek militer Inggris sebagai kekuatan yang lemah dengan kapal militer yang kecil.

      Pada Rabu malam, armada kapal induk Admiral Kusnetsov terpantau melewati lepas pantai Orkney Island, Skotlandia. Tak lama lagi, rombongan kapal induk terkuat Rusia itu akan melintasi kawasan Selat Inggris, di mana kapal perang Inggris, HMS Richmond, sudah siaga penuh untuk bertindak jika kapal Rusia itu masuk perairan teritorial Inggris.

      Angkatan Laut Norwegia, Swedia, Finlandia dan Belanda juga siaga di sekitar Laut Utara. Selain meledek militer Inggris, pakar militer Rusia Alexander Khrolenko juga meremehkan kekuatan NATO saat ini.

      ”Sementara blok Atlantik Utara (NATO) adalah mengulur-ulur dalam pasir di Timur Tengah, Angkatan Laut Rusia merebut kendali atas Atlantik, belum lagi di Mediterania dan Laut Hitam," katanya. “Mereka (NATO) tidak sama di Mediterania,” lanjut Khrolenko, seperti dikutip dari RIA Novosti, Rabu malam (19/10/2016).

      Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, armada kapal induk Rusia sedang dipantau ketat Angkatan Udara dan Angkatan Laut Inggris.

      “Admiral Kuznetsov saat ini sedang melakukan operasi di lepas pantai timur Orkney,” kata sumber di Kementerian Pertahanan Inggris, seperti dikutip Mail Online, Kamis (20/10/2016).

      ”Mereka bebas untuk melakukan hal ini di perairan internasional, tapi begitu mereka berada di Selat Inggris, pesawat (tempur Inggris) akan membumi,” lanjut dia.



      Credit  Sindonews






      Empat Negara Sepakati Road Map Perdamaian Ukraina

       
      Empat Negara Sepakati Road Map Perdamaian Ukraina
      Empat negara sepakati road map perdamaian di Ukraina. Foto/Istimewa
       
      BERLIN - Para pemimpin dari Jerman, Rusia, Prancis dan Ukraina menyepakati road map untuk menghidupkan kembali rencana perdamaian yang tersendat-sendat untuk Timur Ukraina. Kesepakatan itu didapat setelah keempat negara melakukan pertemuan di Berlin, Jerman.

      "Perjanjian tersebut meliputi penarikan pasukan di empat area tambahan di wilayah konflik Donbass dan perluasan misi pemantauan OSCE," kata Kanselit Jerman Angela Merkel dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Francois Hollande seperti dikutip dari Washington Post, Kamis (20/10/2016).

      Merkel juga mengungkapkan, selanjutnya para menteri luar negeri dari empat negara akan membahas road map tersebut secara lebih rinci dalam sebuah pertemuan dibulan November.

      Sedikit kemajuna telah dibuat dalam pelaksanaan gencatan senjata di Timur Ukraina sejak kanselir Jerman, presiden Perancis, Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu setahun lalu dalam format yang sama.

      Menurut Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), gencatan senjata di Timur Ukraina dilanggar hampir setiap hari. Selain itu, ketegangan baru-baru ini diperparah dengan pembunuhan kontroversial komandan pemberontak pro-Rusia Arsen Pavlov, dijuluki Motorola, yang tewas dalam ledakan bom di Donetsk, Minggu. Kamp Pavlov dengan cepat menyalahkan presiden Ukraina atas kematiannya, sementara para pejabat Kiev menuduh pihak Rusia.

      Pertemuan tersebut berlangsung sehari sebelum para pemimpin Uni Eropa ditetapkan untuk bersidang di Brussels untuk membahas sanksi baru terhadap Rusia untuk tindakannya di Suriah, yang pengamat mengatakan memperburuk situasi kemanusiaan yang mengerikan di Aleppo. Keputusan ini datang di tengah meningkatnya kekhawatiran eskalasi ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat.



      Credit  Sindonews





      Tetangga Indonesia Gugup Lihat Irak Coba Rebut Mosul dari ISIS


       
      Tetangga Indonesia Gugup Lihat Irak Coba Rebut Mosul dari ISIS
      Pasukan Kurdi Peshmerga dengan peralatan militernya bersiap membantu Irak melakukan operasi pembebasan Mosul dari pendudukan ISIS. Foto/REUTERS
       
      JAKARTA - Dua negara tetangga Indonesia, Malaysia dan Singapura, nervous atau gugup melihat operasi militer Irak untuk membebaskan Mosul dari kelompok ISIS. Malaysia menyerukan pemerintah negara-negara Asia Tenggara untuk memperketat langkah-langkah anti-teror karena khawatir para milisi ISIS pulang ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

      Operasmi militer Baghdad untuk membebaskan Mosul dari kelompok ISIS atau Islamic State didukung oleh Amerika Serikat dan para milisi Kurdi. Operasi sudah dimulai pekan ini setelah ISIS menduduki Mosul sejak 2014 lalu.

      Ada sekitar 8.000 militan ISIS lokal dan asing yang berada di Mosul, Irak utara. Kota itu berbatasan langsung dengan wilayah Suriah.

      Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan pengamanan perbatasan dan bandara telah ditingkatkan.

      ”Kami bertukar informasi dengan badan-badan intelijen dan kami memiliki daftar tersangka. Lembaga penegak hukum kami selalu siap tidak hanya di bandara tetapi juga di ‘terowongan tikus’,” kata Zahid Hamidi, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/10/2016).

      Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein, pada hari Senin, mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan militer untuk mengawasi perkembangan di Irak dan Suriah.”Karena kami khawatir bahwa (militan ISIS) mungkin datang ke sini dan itu tidak hanya berjumlah kecil,” ujarnya.

      ”Ini akan menjadi ribuan dari mereka. Inilah sebabnya mengapa penting bagi kita untuk memiliki hubungan trilateral dengan Indonesia dan Filipina. Kita perlu memastikan bahwa kita bisa mendapatkan data intelijen sebanyak mungkin untuk memperkuat dan melindungi wilayah kami,” ujar Hishammuddin seperti dikutip New Straits Times.

      Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Singapura, Teo Chee Hean, mengatakan bahwa Singapura telah menggelar latihan anti-teror terbesar sebelum serangan Irak di Mosul. ”Peperangan (Mosul) itu kemungkinan untuk meningkatkan ancaman di wilayah kami,” ujarnya.

      Sejak 2013, sekitar 90 warga Malaysia telah bergabung dengan kelompok militan yang juga dikenal dengan nama Daesh itu. Sedangkan militan ISIS asal Indonesia tidak ada angka resmi yang disebut oleh Pemerintah Presiden Joko Widodo. Namun, namun para ahli yang berbasis di Jakarta menyebut jumlahnya sekitar 500 orang.

      ”Saya pikir ini akan menjadi sebuah ancaman. Ketika para militan (ISIS) kembali ke negara-negara seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina, mereka akan membangun semacam jaringan alumni, seperti para milisi dari Afghanistan hampir dua dekade lalu,” ujar Ridlwan Habib, seorang ahli kontraterorisme di Universitas Indonesia.
      Ridlwan mengatakan, para militan ISIS itu kemungkinan pulang dengan strategi baru. ”Mereka akan memiliki eksposur dan pelatihan dalam hal-hal seperti cyberterrorism, dan serangan 'lone wolf' dengan persenjataan yang sangat lembut,” kata Ridlwan.






      Credit  Sindonews



      Rezim Kim Jong-un Disebut Bikin 79 Senjata Nuklir pada 2020

       
      Rezim Kim Jong-un Disebut Bikin 79 Senjata Nuklir pada 2020
      Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (paling kanan). Rezim Kim Jong-un disebut akan mampu membuat 79 senjata nuklir pada 2020. Foto/REUTERS
       
      SEOUL - Rezim Kim Jong-un di Korea Utara (Korut) disebut mampu membuat hingga 79 senjata nuklir pada tahun 2020. Laporan itu muncul dari Wakil Presiden Korea Selatan, Lee Sang-hyun.

      Laporan itu merujuk pada persediaan plutonium Korut yang bisa menghasilkan empat hingga delapan senjata nuklir setiap tahunnya. Menurut asumsi, Sang-hyun, rezim Pyongyang saat ini memiliki 50 kilogram plutonium dan 300 kilogram uranium yang diperkaya.

      Ambisi program senjata nuklir Korut itu membuat Korea Selatan mempertimbangkan tindakan strategis. “Seiring dengan sanksi dan tekanan, ada kebutuhan untuk mempertimbangkan untuk mengejar persuasi strategis dan menawarkan insentif dalam menangani Korut,” katanya, seperti dikutip express.co.uk, semalam (19/10/2016).

      Laporan dari Wakil Presiden Korea Selatan itu muncul setelah Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi laporan intelijen yang menyebut bahwa rezim Kim Jong-un bersiap untuk melakukan uji coba senjata nuklir terbaru.

      PBB sejatinya sudah menjatuhkan sanksi yang membatasi perdagangan setiap negara dengan Korut dengan tujuan memotong dana untuk program nuklir rezim Pyongyang. Namun, sanksi PBB ini belum bisa menekan ambisi militer Korut soal program senjata nuklir.

      Para pejabat Korea Selatan juga mengklaim bahwa Korut sudah memiliki sebuah terowongan rahasia yang berpotensi jadi lokasi untuk uji coba senjata nuklir terbaru Pyongyang.



      Credit  Sindonews








      Kedubes AS di Manila Didemo, Presiden Duterte Penasaran

       
      Kedubes AS di Manila Didemo, Presiden Duterte Penasaran
      Demonstrasi anti-Amerika Serikat (AS) oleh sekitar 1.000 pengunjuk rasa di kompleks Kedubes AS di Manila pada Rabu (19/10/2016) berujung rusuh. Foto/REUTERS/Romeo Ranoco
       
      BEIJING - Presiden Filipina Rodrigo Duterte penasaran untuk melihat demonstrasi yang berujung rusuh di kompleks Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Manila pada hari Rabu. Duterte yang sedang berada di China mengatakan bahwa dia ingin menelepon untuk mengetahui kondisi demonstrasi.

      Sekitar 1.000 demonstran pendukung kebijakan Duterte mendatangi Kedubes AS. Namun, demo yang semula berlangsung damai menjadi rusuh ketika mobil van polisi digunakan untuk menabrak demonstran.

      Sekitar tiga demonstran terluka setelah ditabrak mobil van polisi Filipina. Kelompok demonstran sayap kiri Filipina yang marah menuduh polisi Filipina sebagai “peliharaan” AS.

      Duterte baru bisa kembali ke Filipina akhir pekan ini. Dia masih harus berada di China untuk menuntaskan kunjungan empat hari dan melakukan pembicaran bilateral dengan para pemimpin China.

      ”Saya harus menyelidiki. Saya harus membuat panggilan (telepon) malam ini (Rabu). Tapi hanya untuk menjadi sangat yakin bahwa saya tidak tidak menyimpang bersama isu lain. Saya hanya akan menunggu pengumuman resmi untuk kedatangan saya,” kata Duterte dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip GMA, Rabu (19/10/2016) petang.

      Duterte selama beberapa pekan terakhir telah mengkritik AS setelah para pemimpin Washington, termasuk Presiden Barack Obama, menyatakan keprihatinan atas dugaan pembunuhan di luar hukum dalam perang melawan narkoba di Filipina. Duterte juga telah mengumumkan diakhirinya latihan militer bersama dengan AS selama dia menjabat sebagai presiden.

      Duterte mengaku mendapatkan laporan tentang kekerasan dalam demonstrasi di Kedubes AS di Manila dari Sekretaris Eksekutif Salvador Medialdea.

      ”Apakah itu bentuk ramah dari kedutaan yang tidak begitu ramah di seluruh dunia, kita terikat oleh aturan internasional dan bahwa kita harus memungkinkan pembentukan kedutaan terutama jika Anda memiliki warga di negara itu untuk melindunginya,” ujar Duterte.

      Sekitar 23 demonstran telah ditangkap di luar Kedubes AS. Polisi juga menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan sekitar 1.000 pengunjuk rasa anti-AS.
      Seorang polisi yang mengemudikan mobil van, Franklin Kho, mengakui tindakannya dengan alasan dia khawatir demonstran akan merebut mobil untuk menyerang polisi.

      ”Kami harus membubarkan mereka. Mereka yang memulai. Mereka mencoba untuk memasuki kedutaan,” kata Kepala Inspektur Polisi Arsenio Riparip. ”Kami harus menggunakan gas air mata. Mereka dikendalikan polisi kami.”


      Credit  Sindonews



      Kelompok Sayap Kiri Sebut Polisi Filipina 'Peliharaan" AS

      Kelompok Sayap Kiri Sebut Polisi Filipina Peliharaan AS
      Pernyataan ini muncul setelah adanya aksi kekerasan yang dilakukan polisi Filipina terhadap massa yang melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar AS di Manila. Foto/Reuters
       
      MANILA - Pemimpin kelompok sayap kiri Filipina, Renato Reyes menyebut polisi Filipina sebagai "peliharaan" Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini muncul setelah adanya aksi kekerasan yang dilakukan polisi Filipina terhadap massa yang melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar AS di Manila.

      Polisi Filipina menggunakan gas air mata untuk membubarkan sekitar 1.000 pengunjuk rasa di luar Kedubes AS di Manila, Rabu. Dimana, dalam cuplikan berita televisi menunjukkan sebuah mobil polisi yang diserang oleh demonstran, menabrak para demonstran tersebut.

      "Sama sekali tidak ada pembenaran (untuk kekerasan polisi). Bahkan ketika Presiden kita telah diakui oleh kebijakan luar negerinya yang independen, pasukan polisi Filipina masih bertindak sebagai "peliharan" AS," kata Reyes, seperti dilansir Reuters pada Rabu (19/10).

      Reyes menambahkan, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap 29 orang demonstran. Sementara itu, setidaknya 10 orang dibawa ke rumah sakit setelah tertabrak oleh mobil polisi.

      Demontrasi ini terjadi saat Presiden Rodrigo Duterte mengunjungi Beijing untuk memperkuat hubungan dengan China. Penguatan hubungan dengan China terjadi di tengah semakin memburuknya hubungan dengan AS, yang disebabkan oleh kritik berkelanjutan terhadadap kebijakan anti-narkoba yang dianut Duterte.




      Credit  Sindonews









      Kesucian Al-Aqsa dan Sejarah Perpindahan Kiblat

       Tampak peziarah yang sedang berjalan menuju Masjid Al Aqsa
      Tampak peziarah yang sedang berjalan menuju Masjid Al Aqsa
       
      CB, JAKARTA -- Masjid Al-Aqsha yang berada di Kota Palestina, merupakan salah satu tempat kebanggaan umat Muslim di seluruh dunia. Sebab, Rasulullah SAW pernah menyinggahi tempat ini ketika peristiwa Isra dan Mi'raj untuk menerima perintah shalat lima waktu. (QS Al-Isra [17]: 1). Dan sejarah telah mencatat, bagaimana peristiwa Isra dan Mi'raj itu berlangsung.

      Masjid Al-Aqsha menjadi tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Hal ini juga diakui oleh Karen Armstrong dalam bukunya yang berjudul Jerusalem; Satu Kota Tiga Iman.
      Sebelum melaksanakan Mi'raj (naik ke langit), Rasulullah SAW melaksanakan shalat sunnat di masjid Al-Aqsha. Selain itu, masjid Al-Aqsha juga pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya datang perintah Allah kepada Rasulullah SAW untuk menghadap kiblat ke Baitullah (ka'bah) di Makkah.
      (QS Al-Baqarah [2]: 142-145)
      Tentu menjadi sebuah pertanyaan besar, baik di kalangan umat Islam maupun umat lainnya, mengapa Rasulullah SAW justru melaksanakan Mi'raj dari Masjid Al-Aqsha? Mengapa tidak di Masjidil Haram? Mengapa saat melaksanakan shalat itu dulunya Rasulullah SAW menghadap ke Baitul Maqdis (Al-Aqsha)? Dan tentunya masih banyak pertanyaan lainnya.
      Oleh karena itu, teramat penting bagi umat Islam untuk mengetahui hal tersebut. Dalam beberapa keterangan disebutkan, ketika Allah memerintahkan perintah shalat dan menghadap ke Masjid Al-Aqsha, hal itu dimaksudkan agar menghadap ke tempat yang suci, bebas dari berbagai macam berhala dan sesembahan.
      Ketika itu, kondisi Masjid Al-Haram yang merupakan tempat keberangkatan Isra dan Mi'raj, belum berupa bangunan masjid. Sebab, kala itu masih dipenuhi berhala-berhala yang jumlahnya mencapai 309 buah dan senantiasa disembah oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam. Sehingga, dibawah dominasi kekufuran seperti itu, Rasulullah SAW belum bisa menunaikan ibadah shalat di tempat tersebut.
      Selain itu, bila Rasulullah SAW saat itu melaksanakan shalat dengan menghadap ke Masjid Al-Haram, maka hal itu akan menjadi kebanggaan bagi kaum kafir quraisy bahwa Rasulullah SAW seolah mengakui berhala-berhala mereka sebagai tuhan. Inilah salah satu hikmah diperintahkannya shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis (Al-Aqsha).
      Dalam surah Al-Baqarah [2] ayat 142, Allah SWT menjelaskan mengapa perpindahan kiblat itu dilakukan. Sewaktu Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, sekitar 16-17 bulan setelah hijrah itu, Allah memerintahkan Rasulullah untuk menghadapkan wajahnya ke masjidil Haram (Ka'bah).
      Perpindahan ini dimaksudkan, bahwa ibadah shalat itu bukan semata-mata menghadap ke masjid al-Haram atau Al-Aqsha sebagai tujuan, melainkan menghadapkan diri pada Allah. Dan adapun ka'bah adalah sebagai pemersatu umat Islam dalam menentukan arah kiblat.
      Sama seperti Al-Aqsha yang juga belum berupa bangunan masjid (ketika itu), dan al-Shakhra masih berupa gundukan tanah yang dipenuhi dengan debu. Adapun hikmah dibalik penyebutan Allah terhadap Al-Haram dan Al-Aqsha sebagai masjid (sebagaimana surah al-Isra` [17] ayat 1), adalah untuk menunjukkan pada umat Islam bahwa semua itu merupakan mukjizat yang akan datang dan terwujud seiring dengan berjalannya waktu sebagaimana sekarang ini, keduanya telah menjadi Masjid.


      Credit  REPUBLIKA.CO.ID




      Masjid al-Aqsa, Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

      Masjid al-Aqsa, Yerusalem.
      Masjid al-Aqsa, Yerusalem.
       
      CB, JAKARTA --  Selain masjid Al-Aqsa, di Palestina (Yerusalem) ini, juga sangat istemewa, lantaran di kota ini beberapa rasul terdahulu menerima wahyu dari Sang Khalik. Syahdan, kali pertama Yerusalem dibangun Nabi Daud AS setelah menguasai kota itu dari masyarakat Yebusit. Nabi Daud lalu mengembangkan dan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota kerajaannya.

      Tahta kerajaan Nabi Daud lalu digantikan Nabi Sulaiman AS. Di kota itu, Nabi Sulaiman membangun sebuah Haekal atau Harem Syarief (tempat yang mulia) yang lengkap dengan singgasananya. Para ahli sejarah Yahudi menyatakan, Nabi Sulaiman membangun sebuah kuil yang bernama Baitallah.
      Haekal atau Baitallah itu menjadi tempat beribadah umat Yahudi pertama yang indah dan megah. Di tengah Haekal itulah terdapat sebuah batu hitam bernama Sakhrah Muqaddasah. Berlandaskan batu itulah, Rasulullah SAW melanjutkan mi'raj menghadap Sang Pencipta untuk menerima perintah shalat.
      Namun demikian, Hanafi al-Mahlawi, dalam bukunya Al-Amakin al-Masyhuriyah fi Hayati Muhammad SAW, (Harum Semerbak, Tempat-tempat Bersejarah yang dikunjungi Rasulullah SAW), menyatakan, jauh sebelum Nabi Sulaiman AS membangun Haikal tersebut, Nabi Ya'kub AS (nenek moyang Sulaiman AS) telah membangun sebuah masjid di Palestina yaitu Masjid Al-Aqsa.
      Masjid Al-Aqsa pertama kali dibangun oleh Nabi Ya'kub AS dan direnovasi oleh Nabi Daud AS kemudian disempurnakan oleh Nabi Sulaiman AS. Masjid Al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun diatas dunia ini setelah Masjid Al-Haram (Makkah).
      Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, Abu Dzar RA meriwayatkan bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid pertama yang dibangun di muka bumi, Rasul menjawab : ''Masjid Al-Haram.'' Abu Dzar bertanya lagi, ''Selanjutnya masjid apa?'' Beliau menjawab, ''Masjid Al-Aqsa.''
      Abu Dzar bertanya lagi, ''Berapa lama jarak pembangunan keduanya?'' Rasulullah SAW berkata, ''40 tahun.” Lalu Allah menjadikan bumi ini bagi kalian sebagai masjid. Oleh karena itu, kapanpun waktu shalat, lakukanlah shalat diatasnya, karena dia memiliki keutamaan.''
      Dalam beberapa keterangan, Masjid Al-Aqsa pertama kali dibangun pada sekitar 2.500 tahun sebelum masehi (SM).



      Credit  REPUBLIKA.CO.ID



      Al-Shakhra, Batu Tambatan Buraq

      Dome of The Rock (Masjid Kubah Batu) di Yerusalem, Palestina.
      Dome of The Rock (Masjid Kubah Batu) di Yerusalem, Palestina.
       
      CB, JAKARTA --  Salah satu poin penting yang terjadi dalam peristiwa Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW adalah tempat berpijaknya kaki Rasulullah saat akan naik ke langit dan menaiki buraq (kendaraan yang membawa Rasulullah SAW dan malaikat Jibril, sejenis baghal yang lebih kecil dari kuda namun lebih besar dari keledai), yakni sebuah batu (al-Shakhra).
      Batu itu terletak di sekitar Masjid al-Shakhra (kubah batu) yang juga dijuluki dengan nama Dome of the Rock. Masjid ini dibangun atas perintah Khalifah Umar bin Khattab RA, pada tahun 15 H/636 M, ketika tentara Islam berhasil menaklukkan Palestina (Yerusalem) dari tangan Israel. Karenanya ada pula yang menyebutnya dengan nama Masjid Umar. Dan hingga kini, batu itu tersimpan dengan baik didalam Masjid Kubah Batu tersebut.
      Banyak pihak yang mengaitkan batu tempat berpijak kaki Rasulullah SAW dan tambatan buraq tersebut dengan cerita-cerita mistik, yaitu batu terapung. Konon disebutkan, batu itu dulunya juga ingin ikut naik bersama Rasulullah SAW, namun beliau melarangnya. Karena sudah sempat naik (mengambang), Rasulullah memerintahkannya untuk berhenti, sehingga menjadi terapung.
      Cerita ini diungkapkan oleh banyak pihak untuk merusak keimanan umat Islam. Bahkan, di internet banyak beredar foto-foto batu yang seolah-olah terapung (mengambang). Padahal, foto 'mengambang' itu merupakan hasil rekayasa. Karena sesungguhnya, pada batu itu terdapat penyangga dibawahnya. Wa Allahu A’lam.


      Credit  REPUBLIKA.CO.ID





      Luhut: Jepang Tawarkan Kapal Cepat Jaga Keamanan Laut

       Luhut B Panjaitan
      Luhut B Panjaitan
       
      CB, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan perbankan Jepang, Japan Bank of International Corporation (JBIC), menawarkan investasi kapal cepat untuk menjaga keamanan laut.
      "Jadi mereka punya kapal cepat dan mereka menawarkan untuk kerja sama. Mungkin kalau kita mau beli kapalnya. Tapi (mereka) baru menawarkan saja," katanya di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (19/10) petang.
      Menurut mantan Menko Polhukam itu, dalam pertemuan dengan CEO JBIC Tadashi Maeda di kantornya Rabu sore, ada banyak hal yang didiskusikan, termasuk keinginan Jepang untuk lebih banyak berinvestasi di Tanah Air.
      Beberapa proyek yang dibahas selain kerja sama kapal penjaga laut diantaranya Pelabuhan Patimban (Subang, Jawa Barat), kereta berkecepatan sedang rute Jakarta-Surabaya.
      "Tadi bicara soal Patimban, juga bicara soal kereta cepat Jakarta-Surabaya, kemudian soal kerja sama kapal cepat untuk coast guard (jaga pesisir pantai)," ujarnya.
      Kendati membahas sejumlah proyek strategis, Luhut mengaku belum ada arah pembicaraan mengenai pendanaan proyek-proyek tersebut.
      Tadashi Maeda menuturkan, Indonesia jadi pelanggan utama investasi Jepang sejak lama. Bahkan menurut dia, dalam lima tahun terakhir, rekam jejak pembiayaan Jepang ke Indonesia dua kali lipat pinjaman Bank Pembangunan Asia dan setara pinjaman Bank Dunia.

      Ia mengatakan ada banyak proyek garapan Jepang di Indonesia saat ini, termasuk pembangkit listrik, pengadaan barang untuk PLN hingga proyek gas alam cair (LNG).
      Ada pun terkait proyek kereta berkecepatan sedang Jakarta-Surabaya yang ditawarkan kepada Jepang, Maeda menyebutkan pihaknya masih ikut melihat perkembangan studi kelayakan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

      Ia pun tak menampik jika pihaknya bisa ikut ambil bagian dalam proyek kereta berkecepatan 160 km/jam hingga 200 km/jam itu.
      "Jepang punya banyak badan seperti JICA atau institusi lain di bawah kementerian transportasi. Kalau institusi itu tertarik, ya mungkin saja. Tapi kami memang tidak mendapat permintaan khusus terkait pendanaan," ujar Maeda.




      Credit  REPUBLIKA.CO.ID