Jumat, 21 Oktober 2016

PM Irak: gerakan pembebasan Mosul lebih cepat dari perkiraan

 
PM Irak: gerakan pembebasan Mosul lebih cepat dari perkiraan
PM Irak Haider al-Abadi (REUTERS)
 
Paris (CB) - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Kamis menyatakan pasukan pemerintah bergerak maju lebih cepat daripada yang diperkirakan dalam upaya pembebasan kota Mosul dari ISIS.

Selain itu, Abadi juga menegaskan bahwa koordinasi petempur Syiah dengan gerilyawan Kurdi menunjukkan persatuan di Irak.

Abadi menyampaikan pesan tersebut kepada sejumlah menteri luar negeri negara Barat, yang berkumpul di Paris untuk membahas upaya memulihkan perdamaian dan stabilitas Mosul saat ISIS dikalahkan.

Melalui temu video dari Baghdad, Abadi menerangkan semua upaya dilakukan untuk menciptakan jalur pengungsian bagi warga, yang ingin melarikan diri dari Mosul, kota kedua terbesar di Irak, yang berpenduduk 1,5 juta jiwa.

"Pasukan kami bergerak menuju Mosul lebih cepat dari perkiraan dan rencana kami," kata Abadi.

Pada Selasa, pasukan pemerintah dan gerilyawan Kurdi mengaku berhasil menguasai sekitar 20 desa di pinggiran Mosul yang merupakan benteng pertahanan terakhir ISIS di Irak.

Pembebasan Mosul akan menjadi kekalahan terbesar ISIS di Irak. Namun di sisi lain, operasi militer itu juga berpotensi membuka kemungkinan terjadinya perpecahan sektarian berdarah antara milisi Syiah, yang turut dalam operasi pembebasan, dengan penduduk Mosul yang mayoritas menganut Sunni.

Abadi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan pelanggaran hak asasi manusia dalam operasi militer di Mosul. Dia berupaya meyakinkan komunitas internasional bahwa negaranya tidak akan jatuh dalam spiral kekerasan sektarian yang sempat melanda Irak sejak serbuan Amerika Serikat tahun 2003.

"Kami akan membebaskan Mosul untuk membela warga Irak dan mempertahankan wilayah Irak," kata dia sambil menyebut bahwa ini adalah pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir pasukan Irak memasuki wilayah utara Kurdi untuk bertempur secara bersama-sama.

"Berbagai faksi di Irak telah bersatu untuk mengalahkan terorisme," kata dia.

Pertemuan di Paris membahas garis acuan bagaimana pengaturan Mosul setelah ISIS berhasil dikalahkan dan perlindungan terhadap warga kota tersebut.

Dalam pidato pembukaan, Presiden Prancis Francois Hollande menegaskan pentingnya rencana pemisahan operasi pembebasan Mosul dengan Raqqa di Suriah, kota tujuan gerilyawan ISIS melarikan diri dari Mosul.

"Kita harus merencanakan dengan sungguh-sungguh pemburuan teroris, yang lari dari Mosul menuju Raqqa. Kita tidak boleh membiarkan mereka muncul di daerah lain untuk melakukan serangan," kata dia, seperti dilaporkan Reuters.


Credit  ANTARA News







Pasukan elite Irak dan Peshmerga dekati Mosul


 
Pasukan elite Irak dan Peshmerga dekati Mosul
Pasukan Peshmerga berkumpul di timur Mosul selama persiapan serangan ke Mosul, Irak, pada 16 Oktober 2016. (REUTERS/Azad Lashkari)
 
Mosul (CB) - Satu unit pasukan elite Irak dan pejuang Kurdi Peshmerga hari ini melancarkan ofensif untuk mengusir para militan ISIS dari desa-desa sekitar Mosul yang menjadi kota besar terakhir di Irak yang masih dikuasai ISIS, di bawah dukungan serangan udara koalisi pimpinan AS.

Howitzer dan mortir ditembakkan mulai 6.00 pagi waktu setempat atau 10.00 WIB tadi dengan menerjang beberapa desa yang dikuasai ISIS yang berjarak sekitar 20 km dari arah utara dan timur Mosul, sedangkan helikopter-helikopter terbang di atas desa-desa itu.

"Tujuan serangan adalah membersihkan desa-desa terdekat dan mengamankan kendali area-area strategis untuk semakin membatasi pergerakan ISIS," kata komando militer Kurdi Peshmerga seperti dikutip Reuters.

Lusinan Humvee bercat hitam dari pasukan elite Kontraterorisme Irak yang dipersenjatai oleh senapan-senapan mesin bergerak ke arah Bartella yang menjadi sasaran utama serangan di front timur.

Asap hitam membumbung tinggi di desa-desa garis depan itu yang kemungkinan akibat api minyak yang menjadi taktik ISIS dalam mengelabui intaian dari udara.

Di front utara, Peshmerga menembak jatuh pesawat tak berawak yang diterbangkan dari garis pertahanan ISIS di Desa Nawaran.  Tidak dijelaskan apakah drone sepanjang 2 meter itu membawa bom atau hanya sedang dalam misi pengintaian.

Ali Awni, perwira Peshmerga, membiarkan penerima radionya terbuka pada frekuensi yang digunakan ISIS. "Mereka memberikan target-target untuk mortir-mortir mereka," kata Awni seperti dikutip Reuters.



Credit  ANTARA News





Terkait Teror Bom, Argentina Desak Iran Ekstradisi Ali Akbar Velayati

 
 
THE TIMES OF ISRAEL Mantan Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Velayati
 
BUENOS AIRES, CB -  Pemerintah Argentina mengupayakan ekstradisi terhadap Mantan Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Velayati, terkait kasus pengeboman di Kota Buenos Aires pada tahun 1994.
Hakim yang memimpin investigasi kasus ini, Rodolfo Canicoba mengungkapkan, permintaan ekstradisi tersebut disampaikan kepada Pemerintah Iran. 
Sebab, Velayati yang namanya ada di dalam daftar buruan Interpol, saat ini menetap di wilayah Iran.
Dia mendesak Iran untuk menangkap Velayati dan kemudian mengekstradisi. Perintah ini muncul setelah Argentina mendapat informasi melalui media, bahwa buronan tersebut berada di Baghdad.
Demikian kutipan dalam pernyataan tertulis Kementerian Kehakiman Argentina yang dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/10/2016). 
Permintaan serupa pernah disampaikan Argentina kepada Pemerintah Singapura dan Malaysia, begitu mendengar kabar Velayati menjadi dosen tamu di negara itu.
Penyidik Argentina menuduh Velayani bersama empat mantan pejabat Iran lainnya, termasuk Mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani, merancang serangan yang terjadi pada 18 Juli 1994.
Kala itu, sebuah bom mobil meledak di Pusat Asosiasi Yahudi Argentina, di pusat Kota Buenos Aires.
Iran diduga memerintahkan milisi Hisbulah dari Libanon untuk melakukan aksi tersebut. Peristiwa ini menjadi aksi teror paling mematikan dalam sejarah negara-negara di Amerika selatan.
Baghdad membantah tuduhan itu. Berulang kali Iran menolak permintaan Argentina yang meminta Iran mengakui perbuatan itu.
Dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Argentina, C5N, tahun lalu, Velayati menolak tuduhan itu dan menyebutkan sebagai kebohongan.
Jaksa utama dalam kasus ini, Alberto Nisman, ditemukan tewas tahun lalu. Dia tewas secara misterius, empat hari setelah menuduh Presiden Cristina Kirchner melakukan konspirasi.
Nisman menuduh Kirchner melindungi para tersangka untuk menghindar dari hukuman.
Tuduhan melawan Kirchner pun telah dikesampingkan menyusul kurangnya bukti. 

Sementara, kasus kematian Nisman hingga kini belum terungkap. Aparat menyebut proses penyidikan masih bergulir. 





Credit  KOMPAS.com



Presiden Putin Setuju Misi Pemantau Bersenjata di Ukraina Timur

 
 
REUTERS/SERGEI KARPUKHIN Vladimir Putin
MOSKWA, CB - Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung pengiriman pasukan misi Organisasi Kerja Sama Keamanan Eropa (OSCE) ke wilayah konflik di Ukraina timur, meski hal ini ditentang pemberontak pro-Rusia.

"Putin setuju pengerahan misi OSCE dalam pembicaraan hari Rabu," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Pembicaraan yang dimaksud Peskov adalah perundingan empat negara yaitu Rusia, Jerman, Perancis dan Ukraina terkait konflik di bekas bagian Uni Soviet itu.

Misi pemantauan khusus OSCE (SMM) terdiri dari 580 personel tak bersenjata yang ditempatkan di zona konflik dan mandat misi ini sudah diperpanjang hingga akhir Maret 2017.

Ide untuk mempersenjatai para pemantau OSCE ini tidak disukai pasukan pemberontak yang memproklamasikan negara merdeka di kawasan industri Luganks dan Donetsk.

Salah satu pemimpin separatis Donetsk, Denis Pushilin mengatakan, pihaknya menentang langkah tersebut karena tak disebut dalam kesepakatan damai 2015 di Minks, Belarusia.

"Fakta bahwa kami menentang pasukan bersenjata OSCE bukan hanya semata karena posisi Republik Rakyat Donestk dan Republik Rakyat Lugansk," ujar Pushilin.

"Penolakan ini sudah dinyatakan ribuan orang dalam unjuk rasa yang dilakukan di wilayah kami," ujar Pushilin.

Pada Juni lalu, sekitar 5.000 orang turun ke jalan di kota Donetsk untuk memprotes kehadiran para pemantau OSCE di kawasan yang diamuk perang tersebut.

Rusia, yang menganeksasi Semenanjung Crimea dari Ukraina pada 2014, mendukung pemberontak pro-Moskwa di wilayah timur Ukraina dalam konflik yang sudah menewaskan 10.000 orang dalam dua tahun.



Credit  KOMPAS.com





Para pemimpin ISIS diduga telah lari dari Mosul


Mosul
Sejumlah pemimpin dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) kemungkinan telah melarikan diri dari Mosul saat pasukan Irak mendekati kota itu, kata militer AS.
"Tak diragukan, pasukan keamanan Irak mendapatkan momentum," kata Jenderal Gary Volesky dari militer AS.
Militer Irak telah bergerak menuju Mosul dari selatan, sementara pasukan Kurdi yang merupakan sekutu mereka mendekat dari timur.
Diperkirakan, masih ada hingga 5.000 pasukan ISIS berada di Mosul.
    "Kami mengamati pergerakan orang-orang yang keluar dari Mosul, dan mendapatkan indikasi bahwa para pemimpin ISIS telah pergi," kata Jenderal Volesky.
    Tapi dia tidak memastikan siapa saja yang sudah melarikan diri, ia juga tidak mengatakan ke arah mana mereka pergi.

    Di mana Abu Bakr al-Baghdadi?

    Keberadaan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi juga tidak diketahui. Beberapa laporan mengatakan ia berada di Mosul; yang lain mengatakan ia telah melarikan diri dari kota di Irak utara itu.

    Suasana salah-satu sudut kota Mosul. Belum diketahui beradaan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. 
     
    Ada kemungkinan juga, pasukan ISIS yang meninggalkan kota sebenarnya untuk menempati daerah garis depan, yang masih berada di luar kawasan pinggiran kota, kata analis Timur Tengah BBC Alan Johnston.
    Tidak ada yang meragukan bahwa sekelompok garis keras militan ISIS akan tetap bertahan untuk bertempur habis-habisan, tambah wartawan kami.
    Jenderal Volesky mengatakan bahwa para milisi asing ISIS cenderung membentuk sebagian dari kekuatan yang akan bertahan di Mosul.
    "Kami menduga banyak milisi asing akan tetap tinggal, karena mereka tidak akan dapat membaur dengan mudah sebagaimana para milisi atau pemimpin yang berasal dari kawasan sekitar, jadi kami menduga akan terjadi pertempuran sengit," paparnya.

    Seseorang yang tidak diketahui identitasnya melakukan selfie di dekat lokasi serangan pasukan Irak di dekat Mosul. 
     
    Sejumlah kamp pengungsi tengah dibangun di selatan, timur, dan utara Mosul untuk mengantisipasi tingginya jumlah warga yang mengungsi, yang diperkirakan PBB akan mencapai jumlah 200.000 orang dalam beberapa pekan mendatang.
    Pemerintah Irak mengatakan mungkin lebih aman bagi warga untuk tetap berada di dalam kota sementara operasi militer digelar. Mereka beralasan para petempur ISIS dikhawatirkan menanam ranjau di berbagai titik penting menuju luar kota.
    Namun juga ada kekhawatiran ISIS akan menggunakan warga sebagai tameng hidup. Kekhawatiran lain adalah ISIS menyiapkan senjata kimia.diduga lolos dari Mosul




    Credit  BBC




    Duterte sampaikan 'berpisah' dari Washinton, AS minta penjelasan


    Presiden Rodrigo Duterte dan Presiden Xi Jinping  
    Presiden Rodrigo Duterte bertemu dengan Presiden Xi Jinping dalam lawatan empat harinya di Cina. 
     
    Amerika Serikat mengatakan pernyataan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, untuk 'berpisah' dari Washinton bertentangan dengan hubungan baik kedua negara selama ini.
    Hal tersebut dinyatakan Presiden Duterte usai bertemu dengan Presiden Cina, Xi Jinping, di Beijing, Kamis 20 Oktober, dalam lawatan selama empat harinya.
    "Saya mengumumkan perpisahan dengan Amerika Serikat," katanya, "Amerika tidak mengendalikan hidup kami. Cukup sudah omong kosong."

    Presiden Rodrigo Duterte  
    Bukan pertama kali, Presiden Duterte mengeluarkan komentar kontroversial terkait AS dan Presiden Obama. 
     
    Bagaimanapun Kementerian Luar Negeri AS menyatakan akan mencari penjelasan tentang hal yang sebenarnya dimaksud Duterte.
    "Aliansi AS-Filipina dibangun atas sejarah 70 tahun, kaya dengan hubungan rakyat antar rakyat dan daftar panjang atas keprihatinan keamanan bersama," kata juru bicara gedung Putih, Eric Schultz, kepada para wartawan.
    Penjelasan atas pernyataan Duterte itu agaknya menjadi agenda utama dalam kunjungan Daniel Russel -salah seorang diplomat senior untuk Asia Timur dan Pasifik- ke Manila akhir pekan ini.

    Duterte 
    Presiden Duterte bertemu dengan Presiden Xi Jinping dalam lawatan empat hari ke Cina. 
     
    Bukan pertama kalinya Presiden Duterte mengeluarkan pernyataan keras terkait hubungan dengan Amerika Serikat maupun atas Presiden Barack Obama.
    Presiden Duterte bahkan pernah mengumpat Obama sebagai 'anak pelacur' maupun menyuruhnya 'untuk pergi ke neraka'.
    Kunjungan Presiden Duterte ke Cina memang tidak hanya dilihat untuk meningkatkan hubungan kedua negara, tapi juga 'menandai pergeseran orientasi' kebijakan luar negeri Manila.
    Sebenarnya hubungan Filipina-Cina memburuk terkait sengketa kepemilikan atas Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan.
    Bulan Juli, Mahkamah Internasional memutuskan untuk mendukung Manila dan menolak klaim Beijing, yang membuat ketegangan semakin meningkat.
    Namun belakangan Duterte memperlihatkan nada bersahabat dengan Cina, dan pada saat bersamaan mengecam AS serta negara-negara Barat, yang mengkritik kebijakannya dalam membunuh pengedar narkotika tanpa proses hukum.



    Credit  BBC



    Presiden Duterte Resmi Nyatakan Filipina Berpisah dengan AS

     
     
    WU HONG / POOL / AFP Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara di hadapan forum dagang dan investasi di Beijing, China, Kamis (20/10/2016).
    BEIJING, CB — Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Kamis (20/10/2016), secara resmi mendeklarasikan "perpisahan" dengan sekutu lama negeri itu, Amerika Serikat.

    Deklarasi ini disampaikan Duterte pada saat dia tengah mencoba memperbaiki hubungan diplomatik Filipina dengan China.

    "Saya umumkan perpisahan kami dengan Amerika Serikat," ujar Duterte disambut tepuk tangan meriah para pejabat tinggi kedua negara.

    Pernyataan Duterte ini disampaikan setelah dia menggelar pertemuan dengan Presiden Xi Jinping dalam kunjungan kerja ke Negeri Tirai Bambu itu.

    Sebelumnya, kedua pemimpin sudah menegaskan akan memperkuat kerja sama, persahabatan, dan rasa saling percaya seraya mengesampingkan sengketa wilayah di Laut China Selatan.

    Kunjungan resmi Duterte ini juga dianggap banyak kalangan sebagai sebuah langkah untuk mempertegas niatnya menjauhkan Filipina dari Amerika Serikat.

    Tanda-tanda Duterte hendak "menyingkirkan" Amerika Serikat sudah beberapa kali terlihat antara lain dengan membatalkan patroli bersama di Laut China Selatan.

    Selain itu, beberapa kali Duterte melontarkan pernyataan keras terhadap Presiden Barack Obama yang mengkritik perang melawan narkoba yang dikobarkan mantan Wali Kota Davao itu.


    Credit  KOMPAS.com




    Duterte ke Cina, sinyal Filipina 'jauhi Amerika Serikat'

    Duterte  
    Presiden Duterte bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan juga Perdana Menteri Li Keqiang. 
     
    Kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Cina tak hanya untuk menghangatkan hubungan kedua negara, tetapi juga 'menandai pergeseran orientasi' kebijakan luar negeri Manila.
    Duterte tiba di Beijing hari Selasa (18/10) dalam lawatan empat hari dan pada Kamis (20/10) ia diterima oleh Presiden Xi Jinping.
    Pemimpin Filipina tersebut membahas sejumlah kesepakatan perdagangan dengan Presiden XI, selain menemui Perdana Menteri Li Keqiang dan menghadiri jamuan makan kenegaraan.
    Hubungan Filipina-Cina memburuk dalam beberapa bulan terakhir, terutama terkait klaim kepemilikan atas Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan.
      Sengketa ini mencapai puncaknya pada Juli ketika Mahkamah Internasional mendukung Manila dan menolak klaim Beijing.
      Memang nada yang dikeluarkan Duterte terhadap Cina selama kampanye pemilihan presiden tergolong keras, tapi begitu berkuasa nadanya melunak.
      Pada saat yang sama Duterte mengatakan akan mengakhiri latihan militer bersama dengan Amerika Serikat, menyerang balik Washington yang mengecam perang melawan narkoba yang ia lancarkan.

      Hapus 'noda hitam'

      Duterte  
       Presiden Duterte dan delegasi pemerintah Filipina membahas kesepakatan perdagangan dengan para pejabat Cina. 
       
      Pemerintah Amerika secara khusus khawatir karena perang melawan narkoba ini 'diikuti dengan eksekusi ribuan orang yang tak didahului dengan proses hukum yang semestinya'.
      Sebelum terbang ke Beijing, dalam wawancara dengan media Cina, Duterte berbicara tentang perlunya memulihkan hubungan baik dengan Cina dan menegaskan bahwa Filipina memerlukan bantuan Cina.
      Ia juga mengatakan tak akan memasukkan masalah Laut Cina Selatan ke agenda pembicaraan dengan pemerintah Cina.
      "Ini momen yang sangat menentukan dalam masa kepresidenan saya untuk membuka persahabatan dan kerja sama," kata Duterte kepada media resmi Cina, CCTV.
      Ia menambahkan ingin 'menghapus secara total noda-noda hitam' dalam persahabatan kedua negara.
      Menanggapi pernyataan Duterte, Cina mengatakan bahwa lawatan Duterte ini adalah 'awal baru hubungan bilateral Cina-Filipina'.
      Cina adalah mitra dagang terbesar kedua bagi Filipina.
      Filipina antara lain mengekspor produk-produk elektronik namun saat ini berupaya juga memasok produk makanan.





      Credit  BBC







      Kamis, 20 Oktober 2016

      AS Ancam Merespons "Luar Biasa" jika Korut Serang Korea Selatan

       
      AS Ancam Merespons Luar Biasa jika Korut Serang Korea Selatan
      Sistem rudal pertahanan THAAD Amerika Serikat yang segera disebar di Korea Selatan. AS mengancam akan merespons 'luar biasa' setiap serangan Korut terhadap Korea Selatan. Foto/REUTERS
       
      WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengancam akan merespons “luar biasa” untuk setiap serangan Korea Utara (Korut) terhadap Korea Selatan. Respons AS itu termasuk serangan balasan dengan senjata nuklir jika rezim Kim Jong-un serang Korea Selatan dengan senjata nuklir.

      Ancaman AS itu diungkap para pejabat Washington. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter mengirim pesan ancaman AS itu selama mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Yun Byung-se dan Menteri Pertahanan Korea Selatan, Han Min-goo, di Washington, hari Rabu.

      ”Komitmen AS untuk pertahanan Korea Selatan tak tergoyahkan,” kata Carter. ”Ini termasuk komitmen kami untuk memberikan pencegahan yang diperpanjang, yang dijamin oleh spektrum penuh dari kemampuan pertahanan AS,” ujar kepala Pentagon itu, seperti dikutip Russia Today, Kamis (20/10/2016).

      ”Jangan salah, setiap serangan terhadap Amerika atau sekutu, kami tidak akan kalah, tetapi setiap penggunaan senjata nuklir akan bertemu dengan respons yang luar biasa dan efektif,” ujar Carter.

      Respons AS ini muncul setelah para kritikus konservatif Korea Selatan menyerukan agar Seoul mengembangkan senjata nuklir sendiri untuk menanggapi uji coba rudal nuklir dan balistik Korut.

      ”Seharusnya tidak ada pertanyaan di benak siapa pun bahwa aliansi dengan Republik Korea Selatan akan tetap seperti yang telah berjalan selama puluhan tahun, yang merupakan landasan perdamaian dan keamanan di Asia-Pasifik,” ujar Kerry dalam konferensi pers dengan rekannya dari Korea Selatan.

      ”Saya yakin komitmen menteri kami, komitmen Amerika Serikat, untuk membela Korea Selatan melalui postur pertahanan gabungan yang kuat dan melalui pencegahan yang diperpanjang, termasuk payung nuklir AS, serangan dan sistem rudal pertahanan konvensional,” imbuh Kerry.

      Mengutip ancaman dari Korut, Washington juga telah memutuskan segera menyebarkan sistem rudal pertahanan High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan.



      Credit  Sindonews






      Armada Kapal Induk Rusia Mendekat, Militer Inggris Diledek

       
      Armada Kapal Induk Rusia Mendekat, Militer Inggris Diledek
      Armada kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov yang menuju Laut Mediterania untuk misi militer di Suriah terpantau melintasi Orkney Island, Skotlandia. Foto/FRPU Royal Navy
       
      ORKNEY - Armada kapal induk Rusia Admiral Kuznetsov yang berlayar menuju Laut Mediterania untuk misi militer di Suriah mulai mendekati perairan Inggris. Di saat negara-negara NATO siaga memantau sepak terjang armada kapal induk Rusia, ahli militer Moskow meledek militer Inggris sebagai kekuatan yang lemah dengan kapal militer yang kecil.

      Pada Rabu malam, armada kapal induk Admiral Kusnetsov terpantau melewati lepas pantai Orkney Island, Skotlandia. Tak lama lagi, rombongan kapal induk terkuat Rusia itu akan melintasi kawasan Selat Inggris, di mana kapal perang Inggris, HMS Richmond, sudah siaga penuh untuk bertindak jika kapal Rusia itu masuk perairan teritorial Inggris.

      Angkatan Laut Norwegia, Swedia, Finlandia dan Belanda juga siaga di sekitar Laut Utara. Selain meledek militer Inggris, pakar militer Rusia Alexander Khrolenko juga meremehkan kekuatan NATO saat ini.

      ”Sementara blok Atlantik Utara (NATO) adalah mengulur-ulur dalam pasir di Timur Tengah, Angkatan Laut Rusia merebut kendali atas Atlantik, belum lagi di Mediterania dan Laut Hitam," katanya. “Mereka (NATO) tidak sama di Mediterania,” lanjut Khrolenko, seperti dikutip dari RIA Novosti, Rabu malam (19/10/2016).

      Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, armada kapal induk Rusia sedang dipantau ketat Angkatan Udara dan Angkatan Laut Inggris.

      “Admiral Kuznetsov saat ini sedang melakukan operasi di lepas pantai timur Orkney,” kata sumber di Kementerian Pertahanan Inggris, seperti dikutip Mail Online, Kamis (20/10/2016).

      ”Mereka bebas untuk melakukan hal ini di perairan internasional, tapi begitu mereka berada di Selat Inggris, pesawat (tempur Inggris) akan membumi,” lanjut dia.



      Credit  Sindonews






      Empat Negara Sepakati Road Map Perdamaian Ukraina

       
      Empat Negara Sepakati Road Map Perdamaian Ukraina
      Empat negara sepakati road map perdamaian di Ukraina. Foto/Istimewa
       
      BERLIN - Para pemimpin dari Jerman, Rusia, Prancis dan Ukraina menyepakati road map untuk menghidupkan kembali rencana perdamaian yang tersendat-sendat untuk Timur Ukraina. Kesepakatan itu didapat setelah keempat negara melakukan pertemuan di Berlin, Jerman.

      "Perjanjian tersebut meliputi penarikan pasukan di empat area tambahan di wilayah konflik Donbass dan perluasan misi pemantauan OSCE," kata Kanselit Jerman Angela Merkel dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Francois Hollande seperti dikutip dari Washington Post, Kamis (20/10/2016).

      Merkel juga mengungkapkan, selanjutnya para menteri luar negeri dari empat negara akan membahas road map tersebut secara lebih rinci dalam sebuah pertemuan dibulan November.

      Sedikit kemajuna telah dibuat dalam pelaksanaan gencatan senjata di Timur Ukraina sejak kanselir Jerman, presiden Perancis, Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu setahun lalu dalam format yang sama.

      Menurut Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), gencatan senjata di Timur Ukraina dilanggar hampir setiap hari. Selain itu, ketegangan baru-baru ini diperparah dengan pembunuhan kontroversial komandan pemberontak pro-Rusia Arsen Pavlov, dijuluki Motorola, yang tewas dalam ledakan bom di Donetsk, Minggu. Kamp Pavlov dengan cepat menyalahkan presiden Ukraina atas kematiannya, sementara para pejabat Kiev menuduh pihak Rusia.

      Pertemuan tersebut berlangsung sehari sebelum para pemimpin Uni Eropa ditetapkan untuk bersidang di Brussels untuk membahas sanksi baru terhadap Rusia untuk tindakannya di Suriah, yang pengamat mengatakan memperburuk situasi kemanusiaan yang mengerikan di Aleppo. Keputusan ini datang di tengah meningkatnya kekhawatiran eskalasi ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat.



      Credit  Sindonews





      Tetangga Indonesia Gugup Lihat Irak Coba Rebut Mosul dari ISIS


       
      Tetangga Indonesia Gugup Lihat Irak Coba Rebut Mosul dari ISIS
      Pasukan Kurdi Peshmerga dengan peralatan militernya bersiap membantu Irak melakukan operasi pembebasan Mosul dari pendudukan ISIS. Foto/REUTERS
       
      JAKARTA - Dua negara tetangga Indonesia, Malaysia dan Singapura, nervous atau gugup melihat operasi militer Irak untuk membebaskan Mosul dari kelompok ISIS. Malaysia menyerukan pemerintah negara-negara Asia Tenggara untuk memperketat langkah-langkah anti-teror karena khawatir para milisi ISIS pulang ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

      Operasmi militer Baghdad untuk membebaskan Mosul dari kelompok ISIS atau Islamic State didukung oleh Amerika Serikat dan para milisi Kurdi. Operasi sudah dimulai pekan ini setelah ISIS menduduki Mosul sejak 2014 lalu.

      Ada sekitar 8.000 militan ISIS lokal dan asing yang berada di Mosul, Irak utara. Kota itu berbatasan langsung dengan wilayah Suriah.

      Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan pengamanan perbatasan dan bandara telah ditingkatkan.

      ”Kami bertukar informasi dengan badan-badan intelijen dan kami memiliki daftar tersangka. Lembaga penegak hukum kami selalu siap tidak hanya di bandara tetapi juga di ‘terowongan tikus’,” kata Zahid Hamidi, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/10/2016).

      Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein, pada hari Senin, mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan militer untuk mengawasi perkembangan di Irak dan Suriah.”Karena kami khawatir bahwa (militan ISIS) mungkin datang ke sini dan itu tidak hanya berjumlah kecil,” ujarnya.

      ”Ini akan menjadi ribuan dari mereka. Inilah sebabnya mengapa penting bagi kita untuk memiliki hubungan trilateral dengan Indonesia dan Filipina. Kita perlu memastikan bahwa kita bisa mendapatkan data intelijen sebanyak mungkin untuk memperkuat dan melindungi wilayah kami,” ujar Hishammuddin seperti dikutip New Straits Times.

      Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Singapura, Teo Chee Hean, mengatakan bahwa Singapura telah menggelar latihan anti-teror terbesar sebelum serangan Irak di Mosul. ”Peperangan (Mosul) itu kemungkinan untuk meningkatkan ancaman di wilayah kami,” ujarnya.

      Sejak 2013, sekitar 90 warga Malaysia telah bergabung dengan kelompok militan yang juga dikenal dengan nama Daesh itu. Sedangkan militan ISIS asal Indonesia tidak ada angka resmi yang disebut oleh Pemerintah Presiden Joko Widodo. Namun, namun para ahli yang berbasis di Jakarta menyebut jumlahnya sekitar 500 orang.

      ”Saya pikir ini akan menjadi sebuah ancaman. Ketika para militan (ISIS) kembali ke negara-negara seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina, mereka akan membangun semacam jaringan alumni, seperti para milisi dari Afghanistan hampir dua dekade lalu,” ujar Ridlwan Habib, seorang ahli kontraterorisme di Universitas Indonesia.
      Ridlwan mengatakan, para militan ISIS itu kemungkinan pulang dengan strategi baru. ”Mereka akan memiliki eksposur dan pelatihan dalam hal-hal seperti cyberterrorism, dan serangan 'lone wolf' dengan persenjataan yang sangat lembut,” kata Ridlwan.






      Credit  Sindonews



      Rezim Kim Jong-un Disebut Bikin 79 Senjata Nuklir pada 2020

       
      Rezim Kim Jong-un Disebut Bikin 79 Senjata Nuklir pada 2020
      Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (paling kanan). Rezim Kim Jong-un disebut akan mampu membuat 79 senjata nuklir pada 2020. Foto/REUTERS
       
      SEOUL - Rezim Kim Jong-un di Korea Utara (Korut) disebut mampu membuat hingga 79 senjata nuklir pada tahun 2020. Laporan itu muncul dari Wakil Presiden Korea Selatan, Lee Sang-hyun.

      Laporan itu merujuk pada persediaan plutonium Korut yang bisa menghasilkan empat hingga delapan senjata nuklir setiap tahunnya. Menurut asumsi, Sang-hyun, rezim Pyongyang saat ini memiliki 50 kilogram plutonium dan 300 kilogram uranium yang diperkaya.

      Ambisi program senjata nuklir Korut itu membuat Korea Selatan mempertimbangkan tindakan strategis. “Seiring dengan sanksi dan tekanan, ada kebutuhan untuk mempertimbangkan untuk mengejar persuasi strategis dan menawarkan insentif dalam menangani Korut,” katanya, seperti dikutip express.co.uk, semalam (19/10/2016).

      Laporan dari Wakil Presiden Korea Selatan itu muncul setelah Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi laporan intelijen yang menyebut bahwa rezim Kim Jong-un bersiap untuk melakukan uji coba senjata nuklir terbaru.

      PBB sejatinya sudah menjatuhkan sanksi yang membatasi perdagangan setiap negara dengan Korut dengan tujuan memotong dana untuk program nuklir rezim Pyongyang. Namun, sanksi PBB ini belum bisa menekan ambisi militer Korut soal program senjata nuklir.

      Para pejabat Korea Selatan juga mengklaim bahwa Korut sudah memiliki sebuah terowongan rahasia yang berpotensi jadi lokasi untuk uji coba senjata nuklir terbaru Pyongyang.



      Credit  Sindonews








      Kedubes AS di Manila Didemo, Presiden Duterte Penasaran

       
      Kedubes AS di Manila Didemo, Presiden Duterte Penasaran
      Demonstrasi anti-Amerika Serikat (AS) oleh sekitar 1.000 pengunjuk rasa di kompleks Kedubes AS di Manila pada Rabu (19/10/2016) berujung rusuh. Foto/REUTERS/Romeo Ranoco
       
      BEIJING - Presiden Filipina Rodrigo Duterte penasaran untuk melihat demonstrasi yang berujung rusuh di kompleks Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Manila pada hari Rabu. Duterte yang sedang berada di China mengatakan bahwa dia ingin menelepon untuk mengetahui kondisi demonstrasi.

      Sekitar 1.000 demonstran pendukung kebijakan Duterte mendatangi Kedubes AS. Namun, demo yang semula berlangsung damai menjadi rusuh ketika mobil van polisi digunakan untuk menabrak demonstran.

      Sekitar tiga demonstran terluka setelah ditabrak mobil van polisi Filipina. Kelompok demonstran sayap kiri Filipina yang marah menuduh polisi Filipina sebagai “peliharaan” AS.

      Duterte baru bisa kembali ke Filipina akhir pekan ini. Dia masih harus berada di China untuk menuntaskan kunjungan empat hari dan melakukan pembicaran bilateral dengan para pemimpin China.

      ”Saya harus menyelidiki. Saya harus membuat panggilan (telepon) malam ini (Rabu). Tapi hanya untuk menjadi sangat yakin bahwa saya tidak tidak menyimpang bersama isu lain. Saya hanya akan menunggu pengumuman resmi untuk kedatangan saya,” kata Duterte dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip GMA, Rabu (19/10/2016) petang.

      Duterte selama beberapa pekan terakhir telah mengkritik AS setelah para pemimpin Washington, termasuk Presiden Barack Obama, menyatakan keprihatinan atas dugaan pembunuhan di luar hukum dalam perang melawan narkoba di Filipina. Duterte juga telah mengumumkan diakhirinya latihan militer bersama dengan AS selama dia menjabat sebagai presiden.

      Duterte mengaku mendapatkan laporan tentang kekerasan dalam demonstrasi di Kedubes AS di Manila dari Sekretaris Eksekutif Salvador Medialdea.

      ”Apakah itu bentuk ramah dari kedutaan yang tidak begitu ramah di seluruh dunia, kita terikat oleh aturan internasional dan bahwa kita harus memungkinkan pembentukan kedutaan terutama jika Anda memiliki warga di negara itu untuk melindunginya,” ujar Duterte.

      Sekitar 23 demonstran telah ditangkap di luar Kedubes AS. Polisi juga menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan sekitar 1.000 pengunjuk rasa anti-AS.
      Seorang polisi yang mengemudikan mobil van, Franklin Kho, mengakui tindakannya dengan alasan dia khawatir demonstran akan merebut mobil untuk menyerang polisi.

      ”Kami harus membubarkan mereka. Mereka yang memulai. Mereka mencoba untuk memasuki kedutaan,” kata Kepala Inspektur Polisi Arsenio Riparip. ”Kami harus menggunakan gas air mata. Mereka dikendalikan polisi kami.”


      Credit  Sindonews



      Kelompok Sayap Kiri Sebut Polisi Filipina 'Peliharaan" AS

      Kelompok Sayap Kiri Sebut Polisi Filipina Peliharaan AS
      Pernyataan ini muncul setelah adanya aksi kekerasan yang dilakukan polisi Filipina terhadap massa yang melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar AS di Manila. Foto/Reuters
       
      MANILA - Pemimpin kelompok sayap kiri Filipina, Renato Reyes menyebut polisi Filipina sebagai "peliharaan" Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini muncul setelah adanya aksi kekerasan yang dilakukan polisi Filipina terhadap massa yang melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar AS di Manila.

      Polisi Filipina menggunakan gas air mata untuk membubarkan sekitar 1.000 pengunjuk rasa di luar Kedubes AS di Manila, Rabu. Dimana, dalam cuplikan berita televisi menunjukkan sebuah mobil polisi yang diserang oleh demonstran, menabrak para demonstran tersebut.

      "Sama sekali tidak ada pembenaran (untuk kekerasan polisi). Bahkan ketika Presiden kita telah diakui oleh kebijakan luar negerinya yang independen, pasukan polisi Filipina masih bertindak sebagai "peliharan" AS," kata Reyes, seperti dilansir Reuters pada Rabu (19/10).

      Reyes menambahkan, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap 29 orang demonstran. Sementara itu, setidaknya 10 orang dibawa ke rumah sakit setelah tertabrak oleh mobil polisi.

      Demontrasi ini terjadi saat Presiden Rodrigo Duterte mengunjungi Beijing untuk memperkuat hubungan dengan China. Penguatan hubungan dengan China terjadi di tengah semakin memburuknya hubungan dengan AS, yang disebabkan oleh kritik berkelanjutan terhadadap kebijakan anti-narkoba yang dianut Duterte.




      Credit  Sindonews









      Kesucian Al-Aqsa dan Sejarah Perpindahan Kiblat

       Tampak peziarah yang sedang berjalan menuju Masjid Al Aqsa
      Tampak peziarah yang sedang berjalan menuju Masjid Al Aqsa
       
      CB, JAKARTA -- Masjid Al-Aqsha yang berada di Kota Palestina, merupakan salah satu tempat kebanggaan umat Muslim di seluruh dunia. Sebab, Rasulullah SAW pernah menyinggahi tempat ini ketika peristiwa Isra dan Mi'raj untuk menerima perintah shalat lima waktu. (QS Al-Isra [17]: 1). Dan sejarah telah mencatat, bagaimana peristiwa Isra dan Mi'raj itu berlangsung.

      Masjid Al-Aqsha menjadi tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Hal ini juga diakui oleh Karen Armstrong dalam bukunya yang berjudul Jerusalem; Satu Kota Tiga Iman.
      Sebelum melaksanakan Mi'raj (naik ke langit), Rasulullah SAW melaksanakan shalat sunnat di masjid Al-Aqsha. Selain itu, masjid Al-Aqsha juga pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya datang perintah Allah kepada Rasulullah SAW untuk menghadap kiblat ke Baitullah (ka'bah) di Makkah.
      (QS Al-Baqarah [2]: 142-145)
      Tentu menjadi sebuah pertanyaan besar, baik di kalangan umat Islam maupun umat lainnya, mengapa Rasulullah SAW justru melaksanakan Mi'raj dari Masjid Al-Aqsha? Mengapa tidak di Masjidil Haram? Mengapa saat melaksanakan shalat itu dulunya Rasulullah SAW menghadap ke Baitul Maqdis (Al-Aqsha)? Dan tentunya masih banyak pertanyaan lainnya.
      Oleh karena itu, teramat penting bagi umat Islam untuk mengetahui hal tersebut. Dalam beberapa keterangan disebutkan, ketika Allah memerintahkan perintah shalat dan menghadap ke Masjid Al-Aqsha, hal itu dimaksudkan agar menghadap ke tempat yang suci, bebas dari berbagai macam berhala dan sesembahan.
      Ketika itu, kondisi Masjid Al-Haram yang merupakan tempat keberangkatan Isra dan Mi'raj, belum berupa bangunan masjid. Sebab, kala itu masih dipenuhi berhala-berhala yang jumlahnya mencapai 309 buah dan senantiasa disembah oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam. Sehingga, dibawah dominasi kekufuran seperti itu, Rasulullah SAW belum bisa menunaikan ibadah shalat di tempat tersebut.
      Selain itu, bila Rasulullah SAW saat itu melaksanakan shalat dengan menghadap ke Masjid Al-Haram, maka hal itu akan menjadi kebanggaan bagi kaum kafir quraisy bahwa Rasulullah SAW seolah mengakui berhala-berhala mereka sebagai tuhan. Inilah salah satu hikmah diperintahkannya shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis (Al-Aqsha).
      Dalam surah Al-Baqarah [2] ayat 142, Allah SWT menjelaskan mengapa perpindahan kiblat itu dilakukan. Sewaktu Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, sekitar 16-17 bulan setelah hijrah itu, Allah memerintahkan Rasulullah untuk menghadapkan wajahnya ke masjidil Haram (Ka'bah).
      Perpindahan ini dimaksudkan, bahwa ibadah shalat itu bukan semata-mata menghadap ke masjid al-Haram atau Al-Aqsha sebagai tujuan, melainkan menghadapkan diri pada Allah. Dan adapun ka'bah adalah sebagai pemersatu umat Islam dalam menentukan arah kiblat.
      Sama seperti Al-Aqsha yang juga belum berupa bangunan masjid (ketika itu), dan al-Shakhra masih berupa gundukan tanah yang dipenuhi dengan debu. Adapun hikmah dibalik penyebutan Allah terhadap Al-Haram dan Al-Aqsha sebagai masjid (sebagaimana surah al-Isra` [17] ayat 1), adalah untuk menunjukkan pada umat Islam bahwa semua itu merupakan mukjizat yang akan datang dan terwujud seiring dengan berjalannya waktu sebagaimana sekarang ini, keduanya telah menjadi Masjid.


      Credit  REPUBLIKA.CO.ID




      Masjid al-Aqsa, Masjid Kedua yang Dibangun di Bumi

      Masjid al-Aqsa, Yerusalem.
      Masjid al-Aqsa, Yerusalem.
       
      CB, JAKARTA --  Selain masjid Al-Aqsa, di Palestina (Yerusalem) ini, juga sangat istemewa, lantaran di kota ini beberapa rasul terdahulu menerima wahyu dari Sang Khalik. Syahdan, kali pertama Yerusalem dibangun Nabi Daud AS setelah menguasai kota itu dari masyarakat Yebusit. Nabi Daud lalu mengembangkan dan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota kerajaannya.

      Tahta kerajaan Nabi Daud lalu digantikan Nabi Sulaiman AS. Di kota itu, Nabi Sulaiman membangun sebuah Haekal atau Harem Syarief (tempat yang mulia) yang lengkap dengan singgasananya. Para ahli sejarah Yahudi menyatakan, Nabi Sulaiman membangun sebuah kuil yang bernama Baitallah.
      Haekal atau Baitallah itu menjadi tempat beribadah umat Yahudi pertama yang indah dan megah. Di tengah Haekal itulah terdapat sebuah batu hitam bernama Sakhrah Muqaddasah. Berlandaskan batu itulah, Rasulullah SAW melanjutkan mi'raj menghadap Sang Pencipta untuk menerima perintah shalat.
      Namun demikian, Hanafi al-Mahlawi, dalam bukunya Al-Amakin al-Masyhuriyah fi Hayati Muhammad SAW, (Harum Semerbak, Tempat-tempat Bersejarah yang dikunjungi Rasulullah SAW), menyatakan, jauh sebelum Nabi Sulaiman AS membangun Haikal tersebut, Nabi Ya'kub AS (nenek moyang Sulaiman AS) telah membangun sebuah masjid di Palestina yaitu Masjid Al-Aqsa.
      Masjid Al-Aqsa pertama kali dibangun oleh Nabi Ya'kub AS dan direnovasi oleh Nabi Daud AS kemudian disempurnakan oleh Nabi Sulaiman AS. Masjid Al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun diatas dunia ini setelah Masjid Al-Haram (Makkah).
      Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, Abu Dzar RA meriwayatkan bahwa ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid pertama yang dibangun di muka bumi, Rasul menjawab : ''Masjid Al-Haram.'' Abu Dzar bertanya lagi, ''Selanjutnya masjid apa?'' Beliau menjawab, ''Masjid Al-Aqsa.''
      Abu Dzar bertanya lagi, ''Berapa lama jarak pembangunan keduanya?'' Rasulullah SAW berkata, ''40 tahun.” Lalu Allah menjadikan bumi ini bagi kalian sebagai masjid. Oleh karena itu, kapanpun waktu shalat, lakukanlah shalat diatasnya, karena dia memiliki keutamaan.''
      Dalam beberapa keterangan, Masjid Al-Aqsa pertama kali dibangun pada sekitar 2.500 tahun sebelum masehi (SM).



      Credit  REPUBLIKA.CO.ID



      Al-Shakhra, Batu Tambatan Buraq

      Dome of The Rock (Masjid Kubah Batu) di Yerusalem, Palestina.
      Dome of The Rock (Masjid Kubah Batu) di Yerusalem, Palestina.
       
      CB, JAKARTA --  Salah satu poin penting yang terjadi dalam peristiwa Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW adalah tempat berpijaknya kaki Rasulullah saat akan naik ke langit dan menaiki buraq (kendaraan yang membawa Rasulullah SAW dan malaikat Jibril, sejenis baghal yang lebih kecil dari kuda namun lebih besar dari keledai), yakni sebuah batu (al-Shakhra).
      Batu itu terletak di sekitar Masjid al-Shakhra (kubah batu) yang juga dijuluki dengan nama Dome of the Rock. Masjid ini dibangun atas perintah Khalifah Umar bin Khattab RA, pada tahun 15 H/636 M, ketika tentara Islam berhasil menaklukkan Palestina (Yerusalem) dari tangan Israel. Karenanya ada pula yang menyebutnya dengan nama Masjid Umar. Dan hingga kini, batu itu tersimpan dengan baik didalam Masjid Kubah Batu tersebut.
      Banyak pihak yang mengaitkan batu tempat berpijak kaki Rasulullah SAW dan tambatan buraq tersebut dengan cerita-cerita mistik, yaitu batu terapung. Konon disebutkan, batu itu dulunya juga ingin ikut naik bersama Rasulullah SAW, namun beliau melarangnya. Karena sudah sempat naik (mengambang), Rasulullah memerintahkannya untuk berhenti, sehingga menjadi terapung.
      Cerita ini diungkapkan oleh banyak pihak untuk merusak keimanan umat Islam. Bahkan, di internet banyak beredar foto-foto batu yang seolah-olah terapung (mengambang). Padahal, foto 'mengambang' itu merupakan hasil rekayasa. Karena sesungguhnya, pada batu itu terdapat penyangga dibawahnya. Wa Allahu A’lam.


      Credit  REPUBLIKA.CO.ID





      Luhut: Jepang Tawarkan Kapal Cepat Jaga Keamanan Laut

       Luhut B Panjaitan
      Luhut B Panjaitan
       
      CB, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan perbankan Jepang, Japan Bank of International Corporation (JBIC), menawarkan investasi kapal cepat untuk menjaga keamanan laut.
      "Jadi mereka punya kapal cepat dan mereka menawarkan untuk kerja sama. Mungkin kalau kita mau beli kapalnya. Tapi (mereka) baru menawarkan saja," katanya di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (19/10) petang.
      Menurut mantan Menko Polhukam itu, dalam pertemuan dengan CEO JBIC Tadashi Maeda di kantornya Rabu sore, ada banyak hal yang didiskusikan, termasuk keinginan Jepang untuk lebih banyak berinvestasi di Tanah Air.
      Beberapa proyek yang dibahas selain kerja sama kapal penjaga laut diantaranya Pelabuhan Patimban (Subang, Jawa Barat), kereta berkecepatan sedang rute Jakarta-Surabaya.
      "Tadi bicara soal Patimban, juga bicara soal kereta cepat Jakarta-Surabaya, kemudian soal kerja sama kapal cepat untuk coast guard (jaga pesisir pantai)," ujarnya.
      Kendati membahas sejumlah proyek strategis, Luhut mengaku belum ada arah pembicaraan mengenai pendanaan proyek-proyek tersebut.
      Tadashi Maeda menuturkan, Indonesia jadi pelanggan utama investasi Jepang sejak lama. Bahkan menurut dia, dalam lima tahun terakhir, rekam jejak pembiayaan Jepang ke Indonesia dua kali lipat pinjaman Bank Pembangunan Asia dan setara pinjaman Bank Dunia.

      Ia mengatakan ada banyak proyek garapan Jepang di Indonesia saat ini, termasuk pembangkit listrik, pengadaan barang untuk PLN hingga proyek gas alam cair (LNG).
      Ada pun terkait proyek kereta berkecepatan sedang Jakarta-Surabaya yang ditawarkan kepada Jepang, Maeda menyebutkan pihaknya masih ikut melihat perkembangan studi kelayakan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

      Ia pun tak menampik jika pihaknya bisa ikut ambil bagian dalam proyek kereta berkecepatan 160 km/jam hingga 200 km/jam itu.
      "Jepang punya banyak badan seperti JICA atau institusi lain di bawah kementerian transportasi. Kalau institusi itu tertarik, ya mungkin saja. Tapi kami memang tidak mendapat permintaan khusus terkait pendanaan," ujar Maeda.




      Credit  REPUBLIKA.CO.ID






      7 Fakta Mengerikan Parasit 'Pengendali Pikiran Manusia'




      CB, New York - Sukar dipercaya, tapi ada sejenis parasit sel tunggal yang ditengarai dapat mengendalikan pikiran manusia. Bagaimana caranya?
      Parasit tersebut, Toxoplasma gondii (T. gondii) mungkin paling dikenal karena keterkaitannya dengan kucing. Ternyata, parasit itu dapat berpindah dari kucing ke manusia, terutama melalui persentuhan dengan tinja kucing.
      Parasit itu biasanya menyebabkan infeksi ringan, kadang-kadang dengan gejala seperti flu biasa.
      Namun demikian, pada orang-orang yang sistem kekebalannya sedang melemah, infeksi yang diderita bisa menjadi masalah serius, mulai dari kejang-kejang hingga masalah paru-paru.
      Selain itu, seperti dikutip dari Live Science pada Rabu (19/10/2016), infeksi T. gondii juga bisa memberikan dampak yang aneh.
      Dalam beberapa tahun belakangan, parasit ini membingungkan para peneliti, sekaligus memberi pengertian tentang cara kerja perilaku manusia.
      Berikut ini adalah 7 fakta tentang T. gondii:
      1. T.gondii terbukti meningkatkan keberanian pada tikus
      Tikus-tikus yang terinfeksi parasit ini diduga kehilangan rasa takut menghadapi kucing, khususnya ketakutan mereka pada urine kucing.
      Dalam penelitian 2011 yang tertera dalam PLOS ONE, ada dugaan tikus-tikus yang terinfeksi mulai merasakan sejenis "ketertarikan seksual" kepada bau urine kucing, padahal biasanya mereka memberikan tanggapan defensif terhadap bau tersebut.
      Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan kegiatan syaraf di beberapa bagian otak yang disebabkan oleh T. gondii, demikian menurut para peneliti.
      Seperti dituliskan dalam laporan penelitian, parasit tersebut "mengacaukan tanggapan ketakutan" sehingga tikus-tikus tidak lagi menghindari bau urine kucing. Mereka malah tertarik, sehingga mudah diburu oleh kucing.
      2. T. gondii dapat berpindah antara hewan-hewan berdarah panas
      Kucing dan tikus bukan satu-satunya hewan yang menjadi induk semang parasit. T. gondii adalah suatu parasit luar biasa yang mampu melompat dari hampir semua mahluk berdarah panas ke mahluk berdarah panas lainnya.
      Diperkirakan, sekitar 6 di antara 10 penyakit infeksi manusia bersifat zoonotik, artinya bisa melompat dari hewan ke manusia. Tapi, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tidak ada yang menyamai kemampuan T. gondii dalam hal keberagaman induk semang parasit tersebut.

      Para peneliti belum bisa memastikan alasan untuk hal ini, tapi sejumlah penelitian, misalnya yang diterbitkan pada 2011 dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, menduga bahwa sebagian jawaban tentang hal ini dapat ditelaah dalam protein parasit tersebut.
      Ketika ada suatu jenis protein tertentu dihilangkan, parasit itu tidak bisa lagi menular. Para peneliti menduga bahwa protein yang dimaksud merusak protein kunci dalam sel induk semang yang penting untuk tanggapan kekebalan (imun).
       

      Bikin Saki Jiwa?

      3. T.gondii diduga ikut andil dalam sejumlah jenis lain sakit kejiwaan
      Skizofrenia bukanlah satu-satunya penyimpangan psikologi yang mungkin bisa dikaitkan dengan T. gondii.
      Suatu penelitian pada tikus yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE mengungkapkan bahwa parasit tersebut mungkin dapat menyebabkan infeksi sel-sel otak sehingga mengeluarkan dopamin dalam jumlah besar.
      Penambahan dopamin terlibat dalam sejumlah penyimpangan mood tertentu, misalnya pada penyakit bipolar yang sebelumnya telah dikaitkan dengan kekacauan dopamin, demikian menurut penelitian tersebut.
      Penelitian lain pada manusia menengarai bahwa Toksoplasma dapat berkaitan dengan letupan-letupan suasana hati, bahkan bunuh diri.
      Parasit itu bukanlah patogen pertama yang mengubah otak dan perilaku. Virus rabies, yang mematikan bagi manusia, telah lama terbukti memiliki dampak neurologis berbahaya.
      4. Sejumlah penelitian mengkaitkan T. gondii dengan skizofrenia
      Salah satu kemungkinan dampak Toksoplasma yang paling mengerikan dan paling kontroversial adalah dampaknya pada pikiran.

      Jika seorang wanita terinfeksi virus ketika sedang hamil, janinnya bisa berisiko mengembangkan skizofrenia dan penyimpangan mental lainnya, demikian menurut penelitian 2006 pada sejumlah warga Denmark sebagaimana diterbitkan dalam jurnal Biological Psychiatry.
      Bukan hanya itu, sebuah penelitian 2014 yang diterbitkan dalam The Journal of Nervous and Mental Disease mengungkapkan bahwa antibodi Toksoplasma pada pasien dengan skizofrenia. Hal ini menjadi bukti tambahan potensi kaitan antara parasit itu dengan sakit mental.

       

      Belum Ada Obat

      5. T. gondii belum ada penyembuhannya
      Belum ada obat yang dapat menyembuhkan T. gondii. Selain kewaspadaan agar tidak tertular, tak banyak hal lain yang bisa dilakukan.
      Dalam penelitian 20005 di American Journal of Obstetrics and Gynecology, pada penyedia jasa kesehatan menasehatkan kaum wanita hamil ataupun yang berencana hamil agar memeriksakan T. gondii.
      Para penulis penelitian juga mengusulkan agar kaum wanita mengerti faktor-faktor risiko infeksinya, misalnya paparan kepada kucing (apalagi wadah tinja kucing), konsumsi daging kurang matang, dan minum air belum diolah.
      6. Lebih dari setengah penduduk dunia terinfeksi
      Para peneliti sepertinya belum sepakat tentang penyebaran T. gondii, karena banyak kasus yang tidak dilaporkan.
      Dalam penelitian 2002 yang tertera di jurnal Clinical Microbiology and Infection, diperkirakan antara 16 hingga 40 persen warga dunia terinfeksi. Tapi, di sejumlah kawasan seperti Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Eropda daratan. Angkanya antara 50 hingga 80 persen.

      Suatu penelitian 2011 yang dilaporkan dalam Journal of Global Infectious Diseases memberikan perkiraan yang lebih tinggi tentang jumlah orang yang terinfeksi, yaitu sekitar 6 miliar manusia—setara dengan 80 persen populasi dunia.
      CDC memperkirakan sekitar 60 juta orang di Amerika Serikat—setara dengan 20 persen penduduk—telah terinfeksi.
      Padahal, suatu uji darah sederhana dapat mengungkapkan apakah seseorang memiliki antibodi T. gondii sebagai penanda hadirnya infeksi parasit tersebut.
      7. Seringkali, T. gondii tidak memiliki gejala
      Dalam kasus-kasus ringan, T. gondii dapat memberikan gejala-gejala seperti flu.
      Suatu penelitian 2014 yang tertera dalam American Journal of Tropical Medicine and Hygiene menduga bahwa, dalam kebanyakan kasus, orang sekedar mengalami gejala ringan, atau bahkan tidak ada gejala sama sekali.
      Menurut para peneliti, hal itulah yang menjadi alasan mengapa parasit itu kerap diabaikan.
      Parasit tersebut paling berbahaya pada orang yang sudah memiliki kondisi-kondisi tertentu, misalnya keberadaan penyakit yang andil dalam pelemahan sistem kekebalan.
      Kebanyakan orang yang terinfeksi T. gondii tidak menyadari memilikinya.







      Credit  Liputan6.com




      AS Antisipasi Serangan Senjata Kimia ISIS di Mosul

       
      AS Antisipasi Serangan Senjata Kimia ISIS di Mosul  
      Militan ISIS diduga menggunakan senjata kimia berupa gas mustard untuk menyerang pasukan Irak di Mosul. (Reuters/Stringer)
       
      Jakarta, CB -- Amerika Serikat mengantisipasi penggunaan senjata kimia oleh ISIS di tengah gempuran puluhan ribu pasukan Irak di kota Mosul.

      Diberitakan Reuters, Selasa (19/10), pasukan AS saat ini tengah mengumpulkan pecahan-pecahan amunisi di Mosul untuk mencari bukti-bukti penggunaan senjata kimia. Menurut seorang pejabat pertahanan AS, beberapa bulan sebelum dimulai serangan ke Mosul, ISIS telah menggunakan gas mustard.

      Dalam sebuah pecahan amunisi yang ditemukan pada 5 Oktober lalu, pasukan AS menemukan sisa-sisa mustard. Biasanya senjata ini digunakan untuk menyerang pasukan Irak, bukan koalisi AS.

      "Melihat perilaku serangan ISIS dan pengabaian mereka terhadap standar dan norma internasional, peristiwa ini tidak mengejutkan," kata pejabat pertahanan AS kepada Reuters.

      Gas mustard belerang bisa menyebabkan kulit terbakar jika terpapar atau kerusakan pada paru-paru. Dalam dosis rendah, gas ini tidak menyebabkan kematian. Pejabat pertahanan AS meyakini ISIS belum mampu membuat senjata kimia hingga taraf yang mematikan.
       
       
      Saat ini ada sekitar 5.000 tentara AS di Irak, lebih dari 100 di antara mereka berada bersama pasukan setempat dan Kurdi atau Peshmerga. Tugas tentara AS adalah memberikan nasihat soal strategi dan langkah penyerangan, selain membantu dengan gempuran pasukan udara.

      ISIS yang tinggal berjumlah sekitar 5.000 masih berada di Mosul yang kini dikepung puluhan ribu tentara Irak, Peshmerga dan pasukan suku. Diperkirakan upaya merebut Mosul akan berlangsung hingga dua bulan.




      Credit  CNN Indonesia


      Perangi Ekstremisme, Negara OKI Bentuk Badan Resolusi Konflik

       
      Perangi Ekstremisme, Negara OKI Bentuk Badan Resolusi Konflik  
      Badan resolusi konflik, atau Contact Group on Peace and Conflict Resolution, merupakan gagasan Presiden Jokowi untuk menghadapi ekstremisme. (OIC-ES2016/Akbar Nugroho Gumay)
       
      Jakarta, CB -- Para menteri luar negeri negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sepakat membentuk badan resolusi konflik atau Contact Group on Peace and Conflict Resolution (CG-PCR) dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI pada Rabu (19/10) di Uzbekistan.

      Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengungkapkan pembentukan CG-PCR dilakukan sebagai upaya bersama menghadapi permasalahan yang sedang menjadi perhatian negara anggota OKI, seperti memerangi radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

      "Melalui CG-PCR diharapkan juga dapat memberi masukan dan solusi terhadap berbagai konflik yang sedang dihadapi berbagai negara OKI, baik itu konflik dalam negeri suatu negara maupun antar negara,” tutur Arrmanatha melalui keterangan tertulis pada Selasa (19/10).

      Arrmanatha menuturkan CG-PCR merupakan gagasan Presiden Joko Widodo yang semula diusulkan pada pertemuan informal di sela-sela Konferensi Asia-Afrika pada 2015 lalu. Pembentukan mekanisme resolusi konflik ini merupakan yang pertama atas inisiatif negara anggota OKI.

      Proses panjang, kata Arrmanatha, mewarnai pembentukan dan pengesahan CG-PCR. Indonesia harus meyakinkan 55 negara anggota OKI lain bahwa CG-PCR bukan hanya dijadikan sebuah forum tapi juga dapat memberikan solusi yang bersifat fungsional dan konkret.

      "CG-PCR perlu dimanfaatkan sebagai forum untuk berbagi pengalaman, strategi serta pengetahuan dalam mencari solusi bersama bagi berbagai tantangan yang dihadapi umat Muslim," tutur Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi dalam KTM OKI Ke-43 itu.

      Setelah mengesahkan pendirian CG-PCR, negara anggota bersama sekretariat OKI akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme dan format pertemuan CG-PCR. Hal ini, ucap Arrmanatha, guna memastikan forum ini ke depannya dapat fokus pada penanganan konflik negara-negara anggota.

      Selain mengesahkan resolusi pendirian CG-PCR, KTM OKI juga telah mengesahkan 114 resolusi lain terkait isu-isu yang menjadi perhatian bersama seperti situasi konflik di berbagai negara anggota OKI. Di antaranya konflik Suriah, Irak, Afghanistan, Somalia, dan Yaman serta berbagai isu tematik lain seperti upaya memerangi terorisme dan radikalisme, serta upaya membantu minoritas Muslim di berbagai negara non-anggota OKI.




      Credit  CNN Indonesia





      China Pertimbangkan Akses Laut Sengketa bagi Nelayan Filipina

       
      China Pertimbangkan Akses Laut Sengketa bagi Nelayan Filipina 
       China akan mempertimbangkan pemberian akses bersyarat bagi nelayan Filipina untuk memasuki perairan yang disengketakan di Laut China Selatan. (Reuters/U.S. Navy)
       
      Jakarta, CB -- China akan mempertimbangkan pemberian akses bersyarat bagi nelayan Filipina untuk memasuki perairan yang disengketakan di Laut China Selatan. Pertimbangan ini terungkap menyusul pertemuan presiden kedua negara di Beijing pekan ini.

      Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji akan membicarakan nasib para nelayan saat bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping pada Kamis (20/10). Duterte dijadwalkan tiba di Beijing dari Brunei pada Selasa (18/10).

      China mengklaim kepulauan Scarborough Shoal pada 2012. Beijing menyebut kawasan itu sebagai Pulang Huangyan, sedangkan Manila menyebutnya Penatag. Semenjak itu, China memblokir akses nelayan Filipina ke perairan yang kaya ikan itu.

      Dua sumber Reuters asal China yang dekat dengan masalah ini mengungkapkan bahwa Beijing saat ini sedang mempertimbangkan membuat perjanjian konsesi dengan Duterte. Semenjak pemimpin berusia 71 tahun ini dilantik pada akhir Juni lalu, hubungan Filipina dan China berangsur membaik.

      "Semua orang dapat pergi ke sana, tapi akan ada syarat," kata salah satu sumber asal China yang dekat dengan para pejabat senior pada Rabu (19/10), merujuk soal akses masuk bagi nelayan Filipina dan China ke perairan sengketa itu.

      Ditanya soal syarat yang akan diberlakukan, sumber itu menyatakan, "kedua negara harus membentuk kelompok kerja untuk mendiskusikan rinciannya."

      Belum ada informasi terkait apakah kedua negara akan menyetujui patroli penjaga pantai bersama.

      "Ini akan kembali seperti masa kepemimpinan Arroyo," kata sumber lainnya asal China, mengacu pada masa pemerintahan mantan presiden Gloria Macapagal Arroyo, periode 2001-2010, ketika nelayan dari kedua negara memiliki akses ke perairan dekat Scarborough.

      Jika rencana ini diresmikan, maka kerja sama ini akan menjadi salah satu dari 10 perjanjian antara kedua negara yang akan ditandatangani Duterte dalam kunjungannya ke China pekan ini, menurut pengakuan sumber itu.

      Kementerian Luar Negeri Filipina menolak berkomentar terkait hal ini. Sementara, Menlu China Wang Yi menyatakan bahwa, "Ini akan menjadi kunjungan bersejarah dan awal yang baru dalam hubungan China-Filipina."

      Pada Minggu (16/10) sebelum kunjungannya ke Beijing, Duterte berjanji dia akan mengangkat hasil pengadilan arbitrase internasional yang menolak klaim teritorial China di Laut China Selatan, termasuk klaim soal zona ekonomi eksklusif sepanjang 200 mil laut di sekitar Pulau Spratly yang disengketakan.

      Pembahasan masalah ini nampaknya tidak akan disambut baik oleh China, karena China menampik keputusan pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda itu. Beijing menilai pengadilan arbitrase tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan sengketa di perairan yang memiliki nilai perdagangan mencapai US$5 triliun per tahun itu.

      Hakim Senior Mahkamah Agung Filipina Antonio Carpio memperingatkan bahwa Duterte bisa dimakzulkan jika dia menyerahkan kedaulatan negaranya untuk Kepulauan Scarborough, menurut laporan sejumlah media Filipina.

      Klaim China di Laut China Selatan tumpang-tindih dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.




      Credit  CNN Indonesia




      Rabu, 19 Oktober 2016

      Roket Tanpa Awak Bawa Kapal Kargo ke Stasiun Luar Angkasa

       Roket Tanpa Awak Bawa Kapal Kargo ke Stasiun Luar Angkasa
      Roket dan kapsul 'New Shepard' meluncur ke angkasa saat uji coba ketiga di situs peluncuran di West Texas, AS, 2 April 2016. Roket produksi Blue Origin ini akan mengangkut turis berjalan-jalan ke luar angkasa pada 2018 mendatang. REUTERS
       
      CB, Jakarta - Roket tanpa awak Antares milik Orbital ATK Inc meluncur dari Virginia  dengan membawa kapal kargo ke Stasiun Antariksa Internasional, Senin (17/10), menandai peluncuran kembali roket itu dua tahun setelah meledak saat peluncuran.

      Roket setinggi 14 lantai yang ditenagai sepasang mesin buatan Rusia itu lepas landas dari Pulau Wallops, Virginia, pukul 19.45 menurut siaran TV NASA.

      Peluncuran itu ditunda lima menit untuk memberikan waktu tambahan kepada awak guna meninjau kembali daftar mereka, kata Presiden Orbital Frank Culbertson kepada wartawan.

      "Sungguh menggembirakan melihat kendaraan itu meluncur.  ...Saya sangat senang melihat Antares kembali," kata Amanda Davis, direktur program rekayasa Orbital, sebagaimana dilansir kantor berita Reuters.

      Roket itu membawa kapsul Cygnus bermuatan 5.290 pound (2.400 kilogram) makanan, perbekalan, peralatan dan sarana penelitian ilmiah untuk stasiun antariksa, laboratorium senilai 100 miliar dolar AS di orbit 400 kilometer di atas permukaan Bumi.


       
      Kapsul itu diperkirakan mencapai stasiun luar angkasa pada Minggu setelah melayang beberapa hari di orbit untuk memberikan waktu bagi kapsul Soyuz dari Rusia membawa tiga awak baru mencapai stasiun pada Jumat. Soyuz dijadwalkan meluncur Rabu dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.

      Peluncuran terakhir Antares pada 28 Oktober 2014 berakhir menjadi bencana beberapa detik setelah lepas landas karena masalah dengan perbaruan penggerak yang merupakan mesin era-Soviet. Setelah kecelakaan itu, Orbital segera merencanakan penggantian motornya.

      Selama perbaikan, Orbital menumpangkan dua kapal kargo Cygnus ke roket Atlas, yang dibangun dan diluncurkan oleh United Launch Alliance, kemitraan antara Lockheed Martin dan Boeing.

      Orbital melakukan uji penyalaan mesin Antares selama 30 detik di landasan luncur Virginia pada 31 Mei, namun belum pernah berhasil menerbangkan roket yang sudah diperbarui itu sebelum Senin.

      Misi itu menjadi lebih penting bagi Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah kecelakaan 1 September menghancurkan roket Falcon 9 yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk dan sebuah satelit komunikasi Israel senilai 200 juta dolar AS.

      Kecelakaan itu, yang terjadi saat roket tersebut sedang diisi bahan bakar sebelum duji coba pra-peluncuran rutin memberikan pukulan bagi SpaceX, satu-satunya perusahaan selain Orbital yang dikontrak NASA untuk menerbangkan kargo ke stasiun luar angkasa.

      Kontraktor-kontraktor swasta untuk pengiriman kargo itu menjadi penting menyusul pemensiunan pesawat-pesawat pengangkut pada 2011.

      Dengan SpaceX sedang tidak aktif, NASA mengatakan menambahkan lebih banyak makanan, pakaian, laptop dan bagian baju luar angkasa ke daftar muatan Cygnus.



      Credit  TEMPO.CO