Rabu, 09 Januari 2019

Uni Eropa Beri Sanksi Unit Intelijen Iran Soal Plot Pembunuhan


Markas Uni Eropa di Brussels. Vvce.eu
Markas Uni Eropa di Brussels. Vvce.eu

CB, Kopenhagen – Uni Eropa membekukan aset milik unit intelijen Iran dan dua stafnya pada Selasa, 8 Januari 2019. Ini terkait tudingan lembaga intelijen Iran terlibat melakukan dua pembunuhan di Belanda. Prancis dan Denmark menuduh Teheran berencana melakukan serangan di Eropa.


“UE sepakat untuk mengenakan sanksi kepada Lembaga Intelijen Iran atas plot pembunuhan di wilayah Eropa. Ini sinyal kuat dari UE bahwa kami tidak akan menerima perilaku itu,” kata Anders Samuelsen, menteri Luar Negeri Denmark, lewat Twitter seperti dilansir Reuters pada 8 Januari 2019 waktu setempat.
Langkah ini dinilai bersifat simbolis karena satu dari dua pelaku dipenjara di Belgia. Namun, ini menandai UE mengenakan sanksi kepada Iran pertama kali sejak mencabut sanksi tiga tahun lau menyusul kesepakatan nuklir 2015 dengan enam negara besar.


Keputusan ini juga menyatakan unit intelijen Iran dan dua orang stafnya sebagai teroris. Ini menyusul pengungkapan oleh Denmark dan Prancis pada tahun lalu bahwa ada dugaan lembaga intelijen Iran merancang plot pembunuhan di negara mereka.
Prancis, misalnya, meyakini lembaga intelijen Iran berada di belakang serangan bom gagal di Paris beberapa waktu lalu. Serangan itu ditujukan kepada aksi unjuk rasa yang digelar MEK di Paris.

Sedangkan pemerintah Denmark mengatakan telah menggagalkan lembaga intelijen Iran untuk membunuh seorang tokoh oposisi Arab di wilayahnya.


Mengenai ini, pemerintah Iran mengatakan tidak terlibat dalam plot yang dituduhkan. Iran menilai tuduhan itu dibuat untuk merusak hubungan UE dan Iran.

“Menuduh Iran tidak akan menghilangkan tanggung jawab Eropa yang melindungi teroris,” kata Jazad Zarif, menteri Luar Negeri Iran, lewat cuitan pada Selasa, 8 Januari 2019.





Credit  tempo.co