Senin, 12 November 2018

Tiga Bom Mobil Guncang Mogadishu, Tewaskan 22 Orang



Tiga Bom Mobil Guncang Mogadishu, Tewaskan 22 Orang
Asap mengepul dari ledakan yang terjadi di Mogadishu, Somalia. Foto/Istimewa

MOGADISHU - Dua bom mobil bunuh diri meledak di dekat hotel Sahafi di Ibu Kota Somalia, Mogadishu, Jumat waktu setempat. Sedikitnya 22 orang tewas akibat serangan tersebut.

Para penjaga hotel dan petugas Departemen Investigasi Kriminal Somalia (CID) melepaskan tembakan setelah ledakan terjadi. Sekitar 20 menit kemudian, ledakan ketiga dari sebuah bom yang ditempatkan di sebuah kendaraan tuk-tuk beroda tiga di dekat hotel menghantam jalan yang sibuk.

"Empat militan yang berusaha memasuki hotel ditembak mati oleh polisi dan penjaga hotel," kata kapten polisi Mohamed Ahmed seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/11/2018).

“Dua militan lainnya adalah pembom mobil bunuh diri yang diledakkan oleh bom mobil mereka. Mobil ketiga diledakkan dari jarak jauh. Jadi total 28 orang tewas, termasuk enam militan," terangnya.

Seorang saksi, Mohamed Abdiqani mengatakan, pemilik hotel Abdifatah Abdirashid termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan. Abdirashid mengambil alih hotel Sahafi dari ayahnya setelah tewas dalam serangan militan pada 2015 lalu.

“Para militan yang memasuki kompleks hotel dihujani tembakan oleh penjaga hotel. Abdifatah Abdirashid, pemilik hotel, dan tiga pengawalnya meninggal,” kata Abdiqani.

Seorang fotografer Reuters di tempat kejadian melihat 20 mayat warga sipil dan minibus yang terbakar, sepeda motor dan mobil.

Kelompok militan Islam al Shabaab, yang terkait dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap hotel yang berada di dekat markas besar CID itu.

Abdiasisi Abu Musab, juru bicara al Shabaab untuk operasi militer, mengatakan kelompok itu memilih serangan terhadap Hotel Sahafi karena hubungannya dengan pemerintah yang ingin digulingkan oleh kelompok Islam.

“Kami menargetkannya karena berfungsi sebagai basis pemerintah. Pejabat pemerintah dan pasukan keamanan selalu ada di hotel,” katanya kepada Reuters.

Somalia telah dilanda oleh kekerasan dan pelanggaran hukum sejak diktator Mohamed Siad Barre digulingkan pada awal 1990-an. 




Credit  sindonews.com