Rabu, 14 Maret 2018

Mantan Pejabat Oposisi Rusia Ditemukan Tewas di Inggris


Mantan Pejabat Oposisi Rusia Ditemukan Tewas di Inggris
Ilustrasi. (Thinkstock/Katarzyna Bialasiewicz)



Jakarta, CB -- Mikolai Glushkow, mantan pejabat Rusia yang pernah bekerja untuk tokoh oposisi Kremlin, Boris Berezovsky, ditemukan tewas di London, Inggris.

Media lokal Inggris dan Rusia melaporkan bahwa Glushkov ditemukan tewas oleh putrinya, Natalya, di kediamannya di New Malden, barat daya London, pada Senin (12/3).

Kabar ini datang di tengah kisruh kasus peracunan seorang mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, di Salisbury pada pekan lalu. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan bahwa ada indikasi kuat Rusia menjadi dalang di balik serangan kimi terhadap Skripal.


Kepolisian kontra-terorisme Inggris yang menyelidiki kasus itu menyatakan bahwa mereka sedang menginvestigasi kematian seorang pria berusia 60-an tahun di barat daya London, tapi tak mengungkap identitasnya.


Mereka hanya mengatakan bahwa penyelidikan itu dilakukan "sebagai penyelidikan awal atas kemungkinan kaitan pria tersebut.

Namun, juru bicara kepolisian itu memastikan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keterkaitan kematian ini dengan insiden di Salisbury.

"Kematian itu masih tidak bisa dijelaskan," katanya kepada AFP.


Guardian melaporkan bahwa Glushkov menerima suaka politik dari Inggris setelah mendekam selama lima tahun di penjara Rusia atas tuduhan pencucian uang.

Berezovsky sendiri adalah seorang tokoh kuat yang pernah menjadi pendukung Presiden Vladimir Putin, tapi kemudian berubah haluan ke oposisi.

Ia kemudian ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi di rumahnya di London pada 2013. Glushkov mengatakan bahwa dia tidak percaya Berezovsky mati karena alasan medis.




Credit  cnnindonesia.com


Eks Warga Rusia Tewas, Polisi Sebut Tak Terkait Agen Ganda


Eks Warga Rusia Tewas, Polisi Sebut Tak Terkait Agen Ganda
Ilustrasi korban tewas. (Foto: Joe Belanger/thinkstock)



Jakarta, CB -- Nikolai Glushkov, 68, eks warga Rusia yang pindah ke Inggris, ditemukan meninggal, di London, Inggris, Senin (12/3) malam waktu setempat.

Seperti dillaporkan oleh Reuters, kematiannya diunggah oleh salah satu temannya, Damian Kudryavtsev, melalui akun Facebook-nya. Namun, penyebab kematiannya belum jelas.



Nikolai merupakan teman dekat dari mendiang taipan Rusia Boris Berezovsky. Ia tercatat pernah bekerja pada perusahaan penerbangan Aeroflot dan perusahaan mobil milik Berzovsky, LogoVAZ, pada dekade 90-an.

Pada 1999, Nikolai didakwa penipuan dan pencucian uang. Ia mendekam dalam penjara selama lima tahun dan bebas pada 2004. Dalam beberapa tahun terakhir, ia tinggal di London dan mendapat suaka politik dari Inggris.

Terpisah, kepolisian Inggris mengonfirmasi bahwa kematian seorang pria berusian 60-an di London tak terkait dengan tewasnya seorang agen ganda di Salisbury, belum lama ini.



Kepolisian sendiri tidak mengungkap identitas korban ataupun membenarkan bahwa korban adalah Nikolai.

Hal itu diketahui setelah pihak kepolisian antiteroris melakukan pemeriksaan ke lokasi ditemukannya korban di Clarence Avenue, New Malden, pada Senin (12/3) pukul 22.46 GMT.

"Kematiannya saat ini dianggap tak bisa dijelaskan," ujar kepolisian London dalam sebuah pernyataan. "Tidak ada bukti yang mengaitkannya dengan kematian di Salisbury," imbuhnya.

Sebelumnya, Sergei Skripal (66), eks mata-mata Rusia ditemukan dalam keadaan tak sadar bersama putrinya, Yulia (33), di sebuah bangku pusat perbelajaan, di Salisbury, Inggris, pada Minggu (4/3).



Pada 2006, Skripal divonis 13 tahun penjara di Rusia karena dianggap terbukti mengkhianati intelijen Rusia dengan menjadi agen lembaga intelijen Inggris, MI6, sejak 1990-an.

Polisi mengonfirmasi Skripal dan putrinya diracun menggunakan agen saraf, zat kimia yang bisa melumpuhkan sistem saraf hingga menyebabkan kematian.





Credit  cnnindonesia.com