Kamis, 24 Januari 2019

Trump Akui Pemimpin Oposisi Venezuela Sebagai Presiden


Seorang warga Venezuela menyuapi anaknya di dalam bus yang membawa mereka menuju Peru pada Jumat (24/8) waktu setempat. Ribuan orang telah menyeberang ke Peru beberapa jam sebelum pihak berwenang mulai menegakkan aturan baru.
Seorang warga Venezuela menyuapi anaknya di dalam bus yang membawa mereka menuju Peru pada Jumat (24/8) waktu setempat. Ribuan orang telah menyeberang ke Peru beberapa jam sebelum pihak berwenang mulai menegakkan aturan baru.
Foto: AP Photo/Martin Mejia

Guaido mengklaim akan menyelematkan Venezuela dari kediktatoran.




CB, VENEZUELA -- Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido telah menyatakan dirinya sebagai presiden. Langkah itu langsung disambut oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Kanada.


Seperti yang dilansir dari The Guardian, Rabu (23/1) lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan menggunakan pengaruh penuh dari kekuatan ekonomi dan diplomatik AS untuk mendorong pemulihan demorasi Venezuela.

Di depan ribuan pengunjuk rasa di Caracas, Guaido mengangkat tangan kanannya dan mengatakan ia secara resmi memikul tanggung jawab eksekutif nasional. Anggota parlemen berusia 35 tahun itu mengatakan langkah tersebut adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Venezuela dari kediktatoran dan memulihkan ketertiban konstitusional.

“Kami tahu bahwa ini akan memiliki konsekuensi,” kata Guaido pada kerumunan yang bersorak-sorai berdiri di depan sebuah mimbar berhiaskan lambang nasional Venezuela.

Untuk dapat mencapai tugas ini dan membangun kembali konstitusi Venezuela, Guaido mengatakan perlu persetujuan semua rakyat Venezuela. Guaido sebelumnya menyatakan dirinya bersedia memangku jabatan kepresidenan secara sementara dengan dukungan angkatan bersenjatan untuk mengadakan pemilihan.

Dalam sebuah pernyataan, Trump menggambarkan majelis nasional sebagai satu-satunya cabang pemerintah yang sah, yang dipilih oleh rakyat Venezuela. Ia meminta negara-negara lain di pemerintah belahan bumi barat untuk mengakui Guaido sebagai presiden sementara.

“Kami terus menganggap rezim (Nicolas) Maduro tidak sah secara langsung bertanggung jawab atas segala ancaman yang mungkin ditimbulkannya untuk keselamatan rakyat Venezuela,” ujar Trump.

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan pemerintah Maduro sekarang sepenuhnya sebagai keditaktoran dan meminta dia untuk menyerahkan kekuasaan pada Majelis Nasional sampai pemilihan baru diadakan.

“Penderitaan Venezuela hanya akan memburuk jika ia terus secara tidak sah berpegang teguh pada kekuasaan,” katanya dalam sebuah pernyataan.



Credit  republika.co.id




Venezuela Tuding AS Coba Sulut Penggulingan Maduro


Venezuela Tuding AS Coba Sulut Penggulingan Maduro
Wapres Venezuela, Delcy Rodriguez, menuding Amerika Serikat mencoba menyulut kudeta di negaranya untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. (Reuters/Carlos Garcia Rawlins)




Jakarta, CB -- Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menuding Amerika Serikat mencoba menyulut kudeta di negaranya untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Melalui pernyataan yang disiarkan di stasiun televisi nasional pada Selasa (22/1), Rodriguez mengatakan bahwa AS "menyerukan kudeta secara terbuka."

"Pergi lah Yankee! Kami tak akan membiarkan mereka mengintervensi urusan dalam negeri," ujar Rodriguez sebagaimana dikutip AFP.


Pernyataan ini dilontarkan setelah Wapres AS, Mike Pence, menyatakan dukungan kepada oposisi yang bakal menggelar demonstrasi besar-besaran di Venezuela pada Rabu (23/1).


"Ketika rakyat baik Venezuela menyerukan suaranya besok, mewakili rakyat Amerika, kami mengatakan, 'Estamos con ustedes. Kami bersama kalian,'" kata Pence melalui akun Twitter resminya.

Peningkatan ketegangan di Venezuela bermula ketika 27 tentara Venezuela menyatakan akan membelot dari pemerintahan Maduro dan meminta masyarakat mendukung mereka dengan mengadakan demonstrasi.

Tak lama setelah pesan itu disebarkan melalui media sosial, puluhan tentara itu ditahan, tapi warga sudah memadati ruas-ruas jalan ibu kota untuk berdemonstrasi.

Para demonstran membanting pot-pot di sekitar pos polisi dan memblokir jalanan dengan membakar sampah sebagai bentuk dukungan terhadap pemberontakan.

"Kami ingin Maduro pergi. Kami muak," ucap seorang pria yang ikut berdemonstrasi.


Angkatan bersenjata pun menembakkan gas air mata guna membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar pos komando.

Gelombang penolakan terhadap Maduro ini semakin besar sejak 10 Januari lalu, ketika mantan sopir bus itu mengucap sumpah sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Maduro memenangkan pemilu kontroversial pada Mei lalu yang diboikot oposisi dan dianggap tidak sah oleh Uni Eropa.


Pada 2016, Maduro kehilangan kendali atas Dewan Nasional yang memungkinkan opisisi untuk menentang pemerintahannya. Namun pada 2017, Mahkamah Agung Venezuela menghapuskan hukum tersebut.

Ketidakpercayaan rakyat terhadap Maduro memuncak karena sang presiden tak dapat membawa Venezuela dari kemiskinan, bahkan membuat perekonomian kian terpuruk.





Credit  cnnindonesia.com




Raja Thailand Terbitkan Dekrit Pemilu Pertama Sejak Kudeta


Raja Thailand Terbitkan Dekrit Pemilu Pertama Sejak Kudeta
Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, mengeluarkan dekrit mendukung pelaksanaan pemilihan umum pertama sejak kudeta pada 2014 lalu. (AFP Photo/Lillian Suwanrumpha)



Jakarta, CB -- Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, mengeluarkan dekrit mendukung pelaksanaan pemilihan umum pertama sejak kudeta pada 2014 lalu.

Keputusan yang diterbitkan melalui media pemerintah Thailand, Royal Gazette, itu berbunyi "seruan untuk pelaksanaan pemilihan anggota parlemen."

Dekrit kerajaan itu juga memberi wewenang kepada Komisi Pemilihan Umum Kerajaan untuk mengumumkan jadwal tetap pelaksanaan pesta demokrasi tersebut dalam waktu lima hari ke depan.


Pemilihan umum ini akan mejadi yang pertama sejak pemerintahan militer Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha menggulingkan pemerintah sipil Perdana Menteri Yingluck Shinawatra hampir lima tahun silam.


Sejak itu, rezim Prayut menulis ulang konstitusi, memberangus oposisi dan pengkritik, hingga menempatkan sekutunya yang merupakan petinggi militer di seluruh puncak birokrasi.

Junta militer menyatakan pemilu akan diadakan selambat-lambatnya pada akhir Februari mendatang. Namun, karena penandatanganan dekrit oleh Raja Maha Vajiralongkorn terlambat, pemilu diperkirakan akan molor beberapa minggu dari rencana semula.



Dengan dekrit ini, masa kampanye resmi dimulai. Sejumlah partai kubu pemerintah hingga partai pendukung klan Shinawarta dilaporkan telah memulai pertemuan dan perekrutan.

Partai Phalang Pracharat, yang dikenal dekat dengan pemerintahan junta militer, dilaporkan telah menggelar perekrutan di sejumlah wilayah, termasuk pedesaan tempat kubu Yingluck dan saudaranya, Thaksin, yang digulingkan melalui kudeta pada 2006 lalu.

Kini, keduanya masih berada di luar negeri untuk mengasingkan diri menghindari hukuman di dalam negeri. Meski begitu, keduanya tetap gencar berkampanye.



Thaksin gencar membagikan pandangannya tentang masyarakat dan ekonomi Thailand melalui podcast yang ia rilis tiap pekan, sementara Yingluck semakin rajin merilis foto kegiatannya.

Sejumlah analis mengatakan militer masih berupaya mendominasi pemerintah dalam pemilu ini, sementara Prayut berupaya lebih menonjolkan perannya sebagai pemimpin sipil di mata rakyat.

Meski langkah oposisi junta diperkirakan mulus dalam pemilu nanti, pemerintahan sipil tetap tak bisa bergerak bebas lantaran konstitusi yang ditulis ulang oleh rezim militer saat ini.

"Anda bisa menyebutnya (Thailand) sebagai demokrasi hibrid," kata Somjai Phagaphasvivat, analis politik Universitas Thammasat, kepada AFP.






Credit  cnnindonesia.com



Warganya Dilaporkan Hilang, Australia Minta Penjelasan China


Warganya Dilaporkan Hilang, Australia Minta Penjelasan China
Ilustrasi Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. (AAP/Mick Tsikas/via Reuters)


Jakarta, CB -- Pemerintah Australia tengah menyelidiki laporan yang menyebutkan salah satu warganya, Yang Hengjun, hilang di China pada pekan lalu. Yang merupakan penulis novel peranakan Australia-China dan pernah menjabat sebagai diplomat Negeri Tirai Bambu sekaligus aktivis demokrasi.

Kerabat melaporkan Yang hilang ketika kembali ke kampung halamannya di Guangzhou. Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan telah mengetahui kabar itu dan tengah mencari informasi keberadaan Yang.

"Karena kewajiban privasi kami, kami tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut," ucap juru bicara Kemlu Australia kepada AFP pada Rabu (23/1).


Sementara itu, Sydney Morning Herald melaporkan Yang melawat ke China bersama sang istri dan anak laki-lakinya pada 18 Januari lalu dan pergi ke Shanghai. Namun, ketiganya dilaporkan tidak pernah sampai ke kota itu.


Berita hilangnya Yang memicu kekhawatiran ada kemungkinan dia ditahan otoritas China. Seorang kerabat yang juga merupakan jurnalis, John Garnaut menganggap Yang sebagai seorang yang brilian dan berani memperjuangkan demokrasi.

"Insiden ini akan bergema secara global jika pihak berwenang tidak cepat menemukan jalan keluar," kata Garnaut memperingatkan.

Yang pernah bekerja di Kementerian Luar Negeri China di Provinsi Hainan. Namun, dia hijrah ke Hong Kong pada 1992 dan lalu pergi ke AS lima tahun kemudian. Di Negeri Paman Sam, Yang bekerja di sebuah lembaga analisis bernama Atlantic Council.



Dia kemudian memutuskan beralih kewarganegaraan Australia. Sejak itu, ia menulis sejumlah buku novel bertemakan mata-mata dan sebuah blog berbahasa China yang cukup populer.

Yang pernah dinyatakan hilang pada 2011 lalu, tetapi ternyata cuma salah paham. Dia juga pernah dianggap sebagai salah satu blogger politik China paling berpengaruh.

Berita hilangnya Yang memicu kekhawatiran dia telah ditangkap otoritas China.

Sebab, insiden ini terjadi ketika China tengah bersitegang dengan Kanada akibat penangkapan Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, beberapa waktu lalu di Kanada atas permintaan Amerika Serikat. China membalas penangkapan Meng dengan menahan dua warga Kanada.



Belakangan, Australia juga mengungkapkan keprihatinan terhadap penangkapan warga Kanada tersebut.






Credit  cnnindonesia.com



Senin, 21 Januari 2019

Protes Penggantian Nama Makedonia di Yunani Berujung Ricuh

Kepolisian Yunani menembakkan gas air mata setelah demonstrasi puluhan ribu orang yang menentang penggantian nama Makedonia pada Minggu (20/1) berujung ricuh. (Reuters/Alexandros Avramidis)

Jakarta, CB -- Kepolisian menembakkan gas air mata setelah demonstrasi puluhan ribu orang yang menentang penggantian nama Makedonia di depan gedung parlemen Yunani di Athena pada Minggu (20/1) berujung ricuh.

Kepolisian Yunani melaporkan bahwa 10 petugas terluka karena diserang pengunjuk rasa dengan batu dan bom bensin dalam demonstrasi tersebut.

Aksi protes dilakukan menjelang pemungutan suara parlemen untuk meratifikasi kesepakatan penggantian nama Makedonia menjadi Makedonia Utara, atau Kesepekatan Prespes, pada pekan ini.


Mayoritas masyarakat Yunani menganggap nama Makedonia menyiratkan klaim teritorial atas salah satu provinsi mereka yang memiliki nama serupa.

Penyelenggara aksi protes mengonfirmasi setidaknya 100 ribu pengunjuk rasa berkumpul di Lapangan Syntagma sambil mengibarkan bendera kebangsaannya. Namun, polisi memperkirakan jumlah demonstran mencapai 600 ribu.

"Kami tidak dapat menyetujui perjanjian untuk memberikan nama Makedonia kami, sejarah kami. Makedonia adalah bahasa Yunani," tutur Amalia Savria, salah satu pengunjuk rasa, seperti dikutipReuters.


Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, nama Makedonia tercatat secara resmi sebagai Bekas Republik Yugoslavia Makedonia (FYROM).

Untuk mengakhiri 28 tahun pertikaian, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk mengubah nama negara tersebut menjadi Makedonia Utara.

Kesepakatan yang telah ditandatangani oleh kedua pemerintah ini juga dapat membuka kesempatan Makedonia bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.

"Kesepakatan Prespes adalah langkah bersejarah, tidak hanya untuk kedua negara dan wilayah yang lebih luas, tapi juga untuk Eropa secara keseluruhan. Kesepakatan ini memperkuat hubungan bersahabatan, kerja sama dan stabilitas," tutur Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras.


Penengah pembicaraan antara kedua negara, Diplomat PBB, Matthew Nimetz, mengaku telah menanti-nanti perjanjian ini.

"PBB telah berkomitmen untuk bekerja dengan kedua pihak dalam menyelesaikan perbedaan di antara mereka," katanya dalam sebuah pernyataan.

Menanggapi langkah Tsipras, pihak oposisi beranggapan perdana menteri yang memerintah sejak 2015 itu telah membuat terlalu banyak konsesi.

Pekan lalu Tsipras berhasil lolos dari mosi tidak percaya setelah koalisinya menarik dukungan.



Credit CNN Indonesia


https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190121121657-134-362445/protes-penggantian-nama-makedonia-di-yunani-berujung-ricuh



Taliban tewaskan belasan pasukan keamanan di pangkalan militer Afghanistan


(Arsip Foto) - Anggota pasukan keamanan Afghanistan berjaga-jaga di samping mobil-mobil tentara pascaserangan Taliban di Kota Ghazni, Afghanistan, 15 Agustus 2018. (REUTERS/Mustafa Andaleb)


Kabul, Afghanistan (Antara/Reuters) - Pemerintah Afghanistan mengatakan Taliban menewaskan sedikitnya 12 anggota pasukan keamanan dalam serangan bom mobil di pangkalan militer di Provinsi Maidan Wardak pada Senin (21/1).

Dua pria bersenjata yang berusaha memasuki komplek ditembak mati, seperti yang diungkap juru bicara gubernur Provinsi Maidan Wardak, Mohebullah Sharifzai.

"Mobil (ke dua), yang dilengkapi alat peledak, juga ditemukan dan dijinakkan," kata dia.

Direktur kesehatan provinsi Mohammad Salem Asgharkhil mengatakan 28 anggota pasukan keamanan yang mengalami luka-luka dilarikan ke rumah sakit.

"Melihat kerusakannya, jumlah korban tewas kemungkinan bertambah dan tim kesehatan kami masih melakukan pencarian korban," kata juru bicara itu kepada Reuters.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang Juru bicara Taliban di Afghanistan, Zabihullah Mujahid, sebut telah menewaskan atau melukai puluhan orang.

Gerilyawan menggencarkan serangan dalam beberapa bulan terakhir dalam upaya menggulingkan pemerintah yang didukung Negara Barat dan mengembalikan hukum Islam garis keras versi mereka, bahkan saat pembicaaan dengan Amerika Serikat yang berupaya mengakhiri perang selama 17 tahun dipercepat.

Berada di lokasi yang strategis di sepanjang rute yang menghubungkan Kabul ke bagian selatan, Maidan Wardak menjadi tempat ajang pertunjukkan bom bunuh diri di ibu kota oleh gerilyawan yang mempunyai kendali atas desa-desa pegunungan terdekat.



Credit AntaraNews

 
https://m.antaranews.com/berita/789986/taliban-tewaskan-belasan-pasukan-keamanan-di-pangkalan-militer-afghanistan



Erdogan katakan Turki siap ambil alih Kota Manbij, Suriah


Presiden Turki Tayyip Erdogan. (REUTERS/Umit Bektas)


Istanbul (CB) - Turki siap mengambil alih keamanan di Kota Manbij, Suriah, tempat empat warga Amerika Serikat tewas dalam pengeboman yang diklaim ISIS pekan lalu, kata Presiden Tayyip Erdogan kepada Presiden AS Donald Trump dalam percakapan telepon pada Minggu (20/1), demikian informasi kepresidenan Turki.

Erdogan mengatakan kepada Trump bahwa bom bunuh diri di Manbij, kota di bagian timur-laut Suriah yang dikendalikan militan yang bersekutu dengan pasukan Kurdi dukungan AS, merupakan tindakan provokatif yang berniat mempengaruhi keputusan Trump pada Desember untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Trump mengecam tim keamanannya sendiri dengan keputusan yang mengejutkan pada 19 Desember, terkait penarikan menyeluruh 2.000 pasukan AS dari Suriah, dengan menyatakan kelompok militan ISIS di tempat itu telah dilenyapkan.

Manbij, yang direbut dari ISIS pada 2016 oleh pasukan yang didukung Amerika Serikat , menjadi pusat ketegangan setelah keputusan Trump untuk menarik pasukan AS yang kehadirannya secara efektif menghalangi Turki menyerang pasukan Kurdi.

Manbij dikendalikan Pasukan Demokratik Suriah atau Syrian Democratic Forces (SDF), yang bersekutu dengan YPG Kurdi dukungan AS. Ankara memandang YPG sebagai kelompok teroris sekaligus penerus Partai Pekerja Kurdi atau Kurdistan Workers Party (PKK) terlarang yang dalam puluhan tahun melancarkan pemberontakan separatis di Turki.

Dalam menggambarkan percakapan tersebut, Gedung Putih tidak menyebutkan tawaran Erdogan untuk mengambil alih keamanan di Kota Manbij namun mengatakan keduanya sepakat untuk terus gencar menyelesaikan perundingan mengenai bagian timur laut Suriah untuk kebutuhan keamanan kedua negara.

"Presiden Trump menggarisbawahi pentingnya mengalahkan elemen teroris yang menempel di Suriah", kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam mendeskripsikan percakapan via telepon tersebut.

"Kedua pemimpin sepakat untuk terus melanjutkan perundingan solusi wilayah timur laut Suriah yang mencapai masalah keamanan masing-masing. Mereka juga membahas kepentingan bersama dalam memperluas hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Turki", kata juru bicara.

Trump sebelumnya telah memperingatkan Turki untuk tidak menyerang Kurdi di Suriah dan tampaknya mengancam ekonomi Turki jika seranga itu dilakukan.

Dalam pernyataannya, kepresidenan Turki juga mengatakan bahwa kedua pemimpin telah sepakat untuk mempercepat pembahasan antara kepala staf mereka tentang zona aman di bagian timur laut Suriah.

Pekan lalu, Trump menciptakan zona aman yang disarankan kepadanya, tanpa penjelasan lebih lanjut. SDF mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya siap membantu mewujudkan zona aman, saat meningkatnya kekhawatiran bahwa penarikan pasukan AS akan memberi Turki peluang melakukan kekerasan baru.

Turki ingin zona aman tersebut terbebas dari kelompok Kurdi.


Credit AntaraNews

 https://m.antaranews.com/berita/789967/erdogan-katakan-turki-siap-ambil-alih-kota-manbij-suriah



Suriah Tangkis Serangan 4 Jet Tempur Israel, 7 Rudal Ditembak Jatuh

Pesawat jet tempur F-16 Israel. Foto/REUTERS/Amir Cohen




DAMASKUS - Sistem pertahanan udara Suriah menangkis rentetan serangan empat pesawat jet tempur F-16 Israel. Menurut militer Rusia, sebanyak tujuh rudal dari jet-jet tempur rezim Zionis ditembak jatuh.

Tidak ada kerusakan atau pun korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serbuan Israel terjadi sekitar pukul 13.32 siang waktu setempat pada hari Minggu waktu Damaskus.


"Empat jet tempur F-16 Israel terbang di atas Laut Mediterania ketika mereka meluncurkan rudal ke Suriah, yang menargetkan bandara internasional, barat daya Damaskus," kata para pejabat militer Moskow.

Sistem pertahanan udara yang digunakan militer Damaskus untuk menangkis serbuan rudal Israel adalah sistem pertahanan Pantsir dan Buk. Belum jelas berapa banyak misil yang ditembakkan empat jet tempur F-16 Israel, namun tujuh di antaranya ditembak jatuh.

Sumber militer Suriah sebelumnya mengatakan tentara pemerintah menggagalkan agresi udara rezim Zionis terhadap negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengonfirmasi serangan udara di dekat bandara."Itu adalah bagian dari kebijakan permanen negara untuk menentang upaya Iran untuk mendapatkan pijakan di Suriah dan untuk melukai orang-orang (yang) berusaha untuk menyakiti kita," katanya, seperti dikutip Haaretz, Senin (21/1/2019).

Pada hari yang sama, tentara Israel mengatakan bahwa sistem pertahanan Iron Dome mereka telah menghalau sebuah roket yang diluncurkan di Dataran Tinggi Golan utara, tanpa menyebutkan dari mana roket itu berasal. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah melakukan beberapa serangan udara di wilayah Suriah dengan klaim menyerang target yang diduga terkait Iran. Tidak semua serangan yang dilaporkan oleh Suriah kemudian dikonfirmasi oleh IDF. Para pejabat di Tel Aviv menuduh Iran menggunakan proksi di tanah Suriah untuk melemahkan keamanan Israel.

Damaskus berulang kali mengecam serangan udara Israel dan menekankan bahwa tindakan itu merupakan pelanggaran yang merajalela terhadap kedaulatan negaranya. Rusia telah bergabung dengan Suriah dalam mengutuk operasi Israel. Para pejabat kedua negara mengecam serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebagai tindakan sembrono yang membahayakan penerbangan sipil di daerah tersebut.

Tahun lalu, Damaskus menerima sejumlah sistem pertahanan udara S-300 Rusia, yang dipasok oleh Moskow sebagai tanggapan atas jatuhnya pesawat pengintai Il-20 Rusia di Suriah pada 17 September. Pesawat, dengan 15 prajurit di dalamnya, menjadi korban salah sasaran unit pertahanan udara Suriah yang saat itu sedang merespons serangan jet-jet tempur F-16 Israel.

Moskow dan Damaskus sejatinya sudah lama menyepakati kontrak penjualan S-300. Namun, pasokan sistem rudal itu dibekukan selama bertahun-tahun karena Rusia mempertimbangkan kekhawatiran pihak Israel.



Credit Sindonews.com





https://international.sindonews.com/read/1372153/43/suriah-tangkis-serangan-4-jet-tempur-israel-7-rudal-ditembak-jatuh-1548030254




Netanyahu: Kebijakan Kami Adalah Hancurkan Iran di Suriah


Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu angkat bicara mengenai serangan udara yang dilancarkan oleh Angkatan Udara Israel di Suriah. Foto/Reuters



TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu angkat bicara mengenai serangan udara yang dilancarkan oleh Angkatan Udara Israel di Suriah. Netanyahu menegaskan, serangan itu sesuai dengan kebijakan Israel.

Militer Tel Aviv mengatakan, tembakan misil oleh pasukan Iran dari Suriah ke wilayah Israel dengan tujuan untuk menghantam Dataran Tinggi Golan utara telah diintersepsi sistem pertahanan Iron Dome. Sebagai respons, pesawat-pesawat jet tempur IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menyerang sasaran militer dan sistem pertahanan udara Suriah pada Minggu malam dan Senin dini hari.


Netanyahu mengatakan, salah satu kebijakan utama Israel di kawasan adalah menghancurkan siapapun yang berusaha untuk menyakiti Israel. Dia menyebut, Iran berusaha melakukan itu, oleh karena itu Tel Aviv menyerang basis Iran di Suriah.

"Kami memiliki kebijakan permanen, untuk menyerang kubu Iran di Suriah dan melukai siapa pun yang mencoba melukai kami," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (21/1).


Sebelumnya, Menteri Intelijen Israel, Israel Katz menyatakan konfrontasi terbuka dengan Iran di negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

"Kebijakan telah berubah. Ini adalah konfrontasi terbuka dengan Iran. Ketika kita perlu meningkatkannya, kita akan meningkatkannya," ujarnya, yang menambahkan bahwa Israel akan meningkatkan serangannya terhadap ambisi teror Iran di Suriah.


Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1372301/43/netanyahu-kebijakan-kami-adalah-hancurkan-iran-di-suriah-1548062667





Iran Mengaku Tak Sabar Memulai Perang dengan Israel



Komandan Angkatan Udara Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengatakan, pihaknya tidak sabar untuk melawan Israel dan menghancurkan mereka. Foto/Istimewa



TEL AVIV - Komandan Angkatan Udara Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh mengatakan, pihaknya tidak sabar untuk melawan Israel dan menghancurkan mereka. Pernyataan ini datang setelah Israel menyatakan konfrontasi terbuka dengan Iran di Suriah.

"Anak-anak muda di Angkatan Udara Iran sepenuhnya siap dan tidak sabar untuk menghadapi rezim Zionis dan menghilangkannya dari Bumi," kata Nasirzadeh dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (21/).


Seperti diketahui, Menteri Intelijen Israel, Israel Katz menyatakan, konfrontasi terbuka dengan Iran di negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

"Kebijakan telah berubah. Ini adalah konfrontasi terbuka dengan Iran. Ketika kita perlu meningkatkannya, kita akan meningkatkannya," ujarnya, yang menambahkan bahwa Israel akan meningkatkan serangannya terhadap ambisi teror Iran di Suriah.


Pernyataan Katz ini disampaikan tidak lama setelah Militer Tel Aviv mengatakan tembakan misil oleh pasukan Iran dari Suriah ke wilayah Israel dengan tujuan untuk menghantam Dataran Tinggi Golan utara telah diintersepsi sistem pertahanan Iron Dome.

Sebagai respons atas serangan itu, pesawat-pesawat jet tempur IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menyerang sasaran militer dan sistem pertahanan udara Suriah pada Minggu malam dan Senin dini hari.




Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1372308/43/iran-mengaku-tak-sabar-memulai-perang-dengan-israel-1548062964



Israel Nyatakan Konfrontasi Terbuka dengan Iran di Suriah


Sistem pertahanan rudal Pantsir yang dioperasikan militer Suriah. Foto/Sputnik/Mikhail Fomichev



TEL AVIV - Pemerintah Israel yang selama ini bungkam terkait operasi militernya di Suriah telah mengubah kebijakannya. Rezim Zionis kini menyatakan konfrontasi terbuka dengan Iran di negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Israel Katz, menteri intelijen rezim Zionis, dalam sebuah wawancara dengan Army Radio, Senin (21/1/2019).


Militer Tel Aviv mengatakan tembakan misil oleh pasukan Iran dari Suriah ke wilayah Israel dengan tujuan untuk menghantam Dataran Tinggi Golan utara telah diintersepsi sistem pertahanan Iron Dome. Sebagai respons, pesawat-pesawat jet tempur IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menyerang sasaran militer dan sistem pertahanan udara Suriah pada Minggu malam dan Senin dini hari.

"Ini adalah pesan yang jelas untuk Iran," kata Katz, yang dilansir Jerusalem Post.

Berbeda dengan serangan sebelumnya, IDF kali ini mengaku bertanggung jawab atas serangan secara real time.


"Kebijakan telah berubah," kata Katz. "Ini adalah konfrontasi terbuka dengan Iran. Ketika kita perlu meningkatkannya, kita akan meningkatkannya," ujarnya, yang menambahkan bahwa Israel akan meningkatkan serangannya terhadap ambisi teror Iran di Suriah.

"Kami tidak akan membiarkan kubangan mereka di Suriah," ujar Katz. Dia mengatakan peluncuran rudal di Israel jelas ditujukan pada Hermon di Dataran Tinggi Golan utara.

"Siapa pun yang menyerang kita akan membayar mahal," kata Katz.



Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1372239/43/israel-nyatakan-konfrontasi-terbuka-dengan-iran-di-suriah-1548052427





Militer Israel Serang Iran di Suriah

Sejumlah tank Israel bersiaga di kawasan Dataran Tinggi Golan dekat perbatasan dengan Suriah.

CB, DAMASKUS -- Militer Israel mengonfirmasi telah menyerang sasaran militer Iran di Suriah. Pernyataan tersebut muncul usai beberapa jam pertahanan rudal Israel mencegat rudal di Dataran Tinggi Golan setelah serangan bandara pada Senin (21/1) waktu setempat.

"Kami telah mulai menyerang sasaran Qud Iran di wilayah Suriah. Kami memperingatkan Angkatan Bersenjata Suriah agar tidak berusaha merusak pasukan atau wilayah Israel," tulis pernyataam militer Israel seperti dikutip France24, Senin (21/1).

Militer Suriah mengatakan, Israel melakukan serangan udara intensif berturut-turut tak lama setelah pukul 1 pagi. Namun, pertahanan udara Suriah menghancurkan sebagian besar rudal sebelum mereka mencapai target.

Pada Ahad (20/1), media pemerintah Suriah melaporkan bahwa pertahanan udaranya mengusir mundur serangan udara Israel di dekat bandara internasional selatan Damaskus. Israel menargetkan enam rudal di sebuah daerah dekat Bandara Internasional Damaskus, sebanyak lima rudal dilepaskan jatuh dan satu dialihkan ke tanah pertanian kosong di dekatnya.

Warga ibu kota mengatakan, mereka mendengar lima ledakan pada Ahad sore, yang menurut mereka merupakan suara pertahanan udara. Militer Israel pada awalnya menolak mengomentari serangan udara itu, meskipun dikatakan bahwa sebuah roket yang ditembakkan di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dicegat oleh sistem pertahanan Israel.

Menurut media pemerintah Suriah, pesawat-pesawat tempur Israel telah menggunakan wilayah udara Lebanon untuk menyerang ke dalam wilayah Suriah, termasuk kasus ledakan di sebuah gudang dekat Bandara Internasional Damaskus pada awal bulan ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa waktu belakangan mengonfirmasi bahwa Israel telah menyerang ratusan target di Suriah terkait dengan Iran dan kelompok militan Hizbullah Libanon, termasuk fasilitas senjata dua minggu lalu. Seperti diketahui, Iran dan Hizbullah bersekutu dengan pemerintah Suriah dalam perang saudara.

"Kami memiliki kebijakan pasti untuk merusak pertahanan Iran di Suriah dan untuk merusak siapa pun yang mencoba menyakiti kami," kata Netanyahu.

Credit REPUBLIKA.CO.ID






Filipina Gelar Referendum Perluasan Otonomi Muslim Mindanao

Pejuang MILF

CB, MANILA -- Hampir tiga juta orang Filipina tercatat untuk memberikan suara mereka pada Senin (21/1) dalam pemungutan suara bersejarah sebagai penentu perluasan daerah otonomi di wilayah mayoritas Muslim di Mindanao, Filipina. Hal itu telah tertera pada Undang-Undang Organik Bangsamoro sebagai hasil kesepakatan damai antara pemerintah dan Kelompok Pemberontak Fron Pembela Islam Moro (MILF) guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

"Kami sangat bersemangat untuk memilih. Dalam hati kami bahwa suara Ya untuk perdamaian," ujar dalah satu pemilih Mindanaoan Baimon Kambal Makakua seperti dikutip Channel News Asia, Senin. 

Makakua tengah berusaha menemukan namanya dalam daftar pendaftaran pemilih sementara jajak pendapat yang dibuka pukul 7 pagi waktu setempat. "Di sini, di Mindanao, selalu ada konflik. Di berbagai daerah, kita mengalami konflik. Selalu. Jika suara Ya menang, tidak akan ada lagi konflik. Ini adalah kesempatan kita. Kita tidak akan lagi takut. Sekali lagi, ini adalah kesempatan kita," tegas Makakua menambahkan.

Komisi Pemilihan Umum Filipina mengharapkan sebesar 75 persen jumlah pemilih ikut berpartisipasi memberikan hak suaranya. Undang-undang yang dipilih pada Senin ini sebenarnya telah diberlakukan tahun lalu, namun ada prasyarat ratifikasi oleh konstituen wilayah yang ingin bergabung sehingga tertunda pada awal 2019.

Seperti diketahui, MILF merupakan organisasi yang memisahkan diri dari Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). Organisasi induk MNLF telah mencari kemerdekaan di pulau Mindanao Selatan yang bergolak dari tahun 1976, ketika memasuki perjanjian damai dengan pemerintah.

Hal itu menyebabkan ketidakpuasan di antara beberapa anggota yang mengarah pada pembentukan MILF. Meski demikian, pakta antara MNLF dan pemerintah Filipina telah mengarah pada pembentukan Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM), yang sebagian besar dianggap sebagai percobaan gagal sebab tidak mampu memadamkan pemberontakan bersenjata di wilayah tersebut.

Sementara entitas otonom baru yang dibayangkan yang disebut Daerah Otonomi Muslim Bangsamoro Mindanao (BARMM) akan menggantikan ARMM. Entitas baru akan beralih ke pemilihan perdana yang diusulkan pada tahun 2022. Nantinya, konstituen akan dapat memilih parlemennya sendiri dan menteri utama. Anggota otoritas transisi tersebut akan ditunjuk oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Kini, nasib proses perdamaian berada di tangan konstituen yang berhak memilih. Ratifikasi Undang-Undang Organik Bangsamoro akan mengarah pada penghilangan senjata dari sekitar 30 ribu militan MILF. Sebagai imbalan, paket sosial-ekonomi akan memungkinkan mereka beralih ke kehidupan sipil.



Credit REPUBLIKA.CO.ID

https://m.republika.co.id/berita/internasional/asia/19/01/21/ploi48415-filipina-gelar-referendum-perluasan-otonomi-muslim-mindanao




PT PAL Serahkan Kapal Perang Rumah Sakit Jenis LPD 124 ke TNI AL

Ilustrasi kapal perang milik Australia. TEMPO/Iqbal Lubis

CBJakarta - PT PAL Indonesia menyerahkan Kapal Perang Rumah Sakit jenis Landing Platform Dock (LPD) 124 dengan nama KRI Semarang pesanan TNI AL, sebagai bagian melengkapi armada militer multi tugas yang mampu mendukung tugas nonmiliter.


Penyerahan dilakukan di Dermaga Divisi Kapal Niaga, PT PAL Indonesia, Kawasan Ujung Tanjung Perak, Surabaya, Senin, 21 Januari 2019. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh mengatakan kapal yang diproduksi insan PAL Indonesia ini telah melalui tahap pengecekan dan serangkaian pengetesan yang ketat.

"Setelah melalui tahapan 'sea trial' yang dilaksanakan tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan Commodorre Inspection, kapal ini telah teruji kualifikasinya," tutur Budiman.

Ia mengatakan, dengan sumber daya yang ada, PT PAL Indonesia selalu siap untuk pesanan selanjutnya, dan tidak akan henti-hentinya melakukan transformasi untuk pasar kapal kombatan.

Dikatakannya, proses produksi kapal sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan, dengan adanya penambahan fungsi khusus yang akan melengkapi tugas kapal ini ke depannya. Sebelumnya, kapal perang rumah sakit ini proses pengerjaannya dilakukan selama 23 bulan dengan fasilitas dua kapal pengangkut kecil atau "Landing Craft Utility" (LCU) dan total daya angkut 700 penumpang.


Kapal dengan nomor pembangunan W000298 ini dibangun atas kontrak jual beli NO KTR/03/02-49/I/2017/Disadal memiliki kecepatan sebesar 16 knot dengan mesin pendorong sebesar 2 x 2920 KW dan mampu bertahan selama 30 hari di laut serta bisa mengangkut tiga helikopter dan dua kapal LCVP serta beberapa kendaraan tempur.

Sementara itu, dengan adanya tambahan satu kapal perang rumah sakit, melengkapi armada TNI AL yang sebelumnya hanya memiliki satu kapal perang rumah sakit, yakni KRI dr Soeharso.


Credit TEMPO.CO





https://nasional.tempo.co/amp/1167033/pt-pal-serahkan-kapal-perang-rumah-sakit-jenis-lpd-124-ke-tni-al






Sabtu, 19 Januari 2019

Mahathir: Israel Sangat Kuat, tapi Malaysia Tak Harus Bersahabat

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Foto/REUTERS

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Mahathir Mohamad menegaskan bahwa orang Israel tidak boleh datang ke Malaysia karena kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik. Dia mengakui rezim Zionis sangat kuat, tapi Kuala Lumpur tak harus menunjukkan persahabatannya

Perdana Menteri berusia 93 tahun ini mengatakan Malaysia memiliki hak untuk menjaga perbatasannya agar tertutup bagi orang-orang tertentu, terutama dari negara-negara yang merasa banyak melakukan kesalahan.

"Banyak negara saat ini melihat orang luar datang ke negara mereka dan tidak terlalu senang tentang hal itu. Mereka menggulingkan pemerintah tersebut karena mengizinkan imigran masuk," ujar Mahathir.


"Jadi, sebuah negara memiliki hak untuk menjaga perbatasannya tertutup bagi orang-orang tertentu, itu sebabnya perbatasan ada di sana, tetapi di Malaysia, kami tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sama sekali dan kami merasa bahwa mereka melakukan banyak hal yang salah," lanjut dia setelah menyampaikan pidatonya untuk Oxford Union yang disiarkan langsung oleh Astro Awani dari London pada Sabtu (19/1/2019) pagi.

Mahathir menyampaikan hal itu ketika diminta oleh Presiden Oxford Union Daniel Wilkinson menjelaskan larangan Malaysia atas partisipasi atlet Israel dalam Kejuaraan Para Renang Dunia yang akan diadakan di Sarawak pada bulan Juli mendatang.

Perenang dari sekitar 70 negara diperkirakan akan bersaing di kejuaraan 29 Juli-4 Agustus. Kejuaraan itu menjadi tonggak penting sebelum Olimpiade Tokyo tahun 2020.

Ditanya apakah adil untuk menghukum orang Israel dan bukannya pemerintah Israel, Mahathir mengatakan bahwa sebagian besar orang Israel terlihat mendukung pendirian yang diambil oleh pemerintah mereka.

“Kami tidak bisa berbuat banyak tentang pemerintah Israel, mereka sangat kuat. Jadi, kami tidak mengatakan apa-apa tentang pemerintah Israel tetapi kami tidak harus menunjukkan persahabatan kepada mereka," katanya, yang dilansir Bernama.

Pemimpin Malaysia itu mengaku tidak keberatan bahwa pernyataannya terhadap Israel dianggap anti-Semit. Dia menegaskan bahwa haknya untuk mengatakan apa pun tentang tindakan Israel terhadap Palestina.

"Saya tidak bisa mengerti ini. Kami berbicara tentang kebebasan berbicara, tetapi Anda tidak bisa mengatakan apa-apa terhadap Israel, terhadap orang Yahudi, mengapa begitu? Jika kita bebas mengatakan apa yang kita sukai, kita dapat mengatakannya, tetapi kita dianggap anti-Semit oleh orang Yahudi," paparnya.

"Itu adalah hak mereka untuk memegang pendapat seperti itu pada saya, ini hak saya untuk memberi tahu mereka juga bahwa mereka telah melakukan banyak hal yang salah," katanya, yang mendapat tepuk tangan dari kerumunan.




Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1371833/40/mahathir-israel-sangat-kuat-tapi-malaysia-tak-harus-bersahabat-1547880727





Dituding Anti-semit, PM Mahathir Mohamad: Saya Tidak Peduli

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendorong Malaysia agar menjadi masyarakat tanpa uang tunai. Gagasan ini bagian dari upaya untuk membuat tindak kejahatan korupsi semakin sulit. Sumber: Razak Ghazali/malaymail.com

CBJakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad membela diri atas tudingan anti-semit karena dirinya menolak visa atlet Israel yang akan berlomba di World Para Swimming Championships, Sarawak pada Juli mendatang.

Ini disampaikan Mahathir saat menyampaikan ceramah di Oxford Union Address dan menekankan bahwa Malaysia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel.


"Saya tidak berpikir mereka harus datang ke negara kita karena kita tidak memiliki hubungan dengan mereka. Dan kita merasa bahwa mereka akan membawa banyak masalah dan lolos begitu saja karena tidak ada yang berani mengatakan apa pun terhadap mereka," kata Mahathir, dilansir dari New Straits Times, 19 Januari 2019.



Pekan lalu pemerintah Malaysia menolak warga Israel untuk masuk ke Malaysia untuk acara apapun dan hal ini dikecam oleh media Yahudi.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (tengah) tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018. Mahathir dijadwalkan akan menghadiri ASEAN Leaders Gathering di kawasan Nusa Dua, Bali. ANTARA/ICom/AM IMF - WBG/Fikri Yusuf

Dalam laporan media Israel Arutz Sheva, Menteri Luar Negeri Israel mengecam Malaysia karena melarang atlet Israel berpartisipasi dalam salah satu agenda Paralympics 2020.

"Pemerintah Malaysia telah mengambil keputusan untuk melarang partisipasi warga Israel dalam acara-acara olahraga internasional resmi di Malaysia, termasuk partisipasi atlet-atlet penyandang disabilitas dalam kompetisi renang yang diselenggarakan oleh Komite Paralimpik Internasional," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel.


"Ini memalukan dan benar-benar menentang semangat Olimpiade," tambah rilis kementerian. Kecaman itu menambahkan bahwa "Israel mengutuk keputusan itu, yang diilhami, dan tanpa diragukan lagi, oleh anti-semit fanatik PM Malaysia Mahatir.

Mahathir membalas tudingan anti-semit dan menanggapnya tidak adil dan berat sebelah.

"Itu tidak adil menyebut saya antisemitisme. Mereka harusnya menyebut orang lain anti-semit. Orang-orang Arab juga orang semit," kata Mahathir.



Ketika ditanya kenapa Mahathir tidak menentang langsung pemerintahan Israel daripada mengomentari Yahudi, Mahathir menjawab Malaysia tidak bisa melakukan apapun terhadap pemerintah Israel karena mereka sangat kuat. Namun Mahathir menekankan Malaysia tidak perlu menunjukkan persahabatan kepada Israel dan bahwa Malaysia hanya menerima orang-orang yang disukai untuk masuk ke Malaysia. Dia juga mengatakan pemerintah Israel tidak pernah peduli opini orang lain dan mengecam kejahatan perang Israel.


"Saya punya hak untuk bicara. Jika mereka tidak suka, mereka tinggal bilang kalau tidak suka. Saya tidak peduli," tutur Mahathir.

"Tapi orang-orang yang banyak melakukan pelanggaran, kita anggap mereka tidak pantas mengunjungi Malaysia. Itu adalah hak kita," kata Mahathir Mohamad.




Credit TEMPO.CO


https://dunia.tempo.co/read/1166680/dituding-anti-semit-pm-mahathir-mohamad-saya-tidak-peduli



Peremajaan Alutsista, Singapura Penjajakan Beli Jet F-35

Ilustrasi pesawat tempur siluman F-25. (AFP PHOTO / JACK GUEZ)

Jakarta, CB -- Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen mengatakan negaranya berencana membeli sejumlah jet tempur mutakhir F-35, guna menggantikan armada F-16 yang dinilai sudah uzur. Ng menganggap jet tempur canggih buatan perusahaan Amerika Serikat, Lockheed Martin, itu paling cocok untuk menggantikan armada 'Fighting Falcon'.

"Mereka (pejabat pertahan) telah memutuskan bahwa F-35 akan menjadi petarung penggati yang paling cocok," tulis Ng dalam unggahannya di Facebook, pada Jumat (18/1).

"Kami ingin membeli beberapa pesawat itu terlebih dahulu sehingga bisa secara penuh mengevaluasi kapabilitas F-35 sebelum memutuskan membeli untuk armada penuh."


Dikutip Reuters, Ng mengatakan pihaknya akan berbicara dengan mitra mereka di AS untuk membicarakan rencana pembelian tersebut. Dia memaparkan butuh waktu sekitar sembilan bulan hingga satu tahun untuk menyelesaikan persyaratan kesepakatan pembelian awal.

F-35 merupakan salah satu jet tempur generasi kelima di dunia, dan hasil penjualannya menyumbang sekitar seperempat total pendapatan Lockheed.

Berdasarkan kontrak negosiasi dengan Kementerian Pertahanan AS, harga jual F-35 bervariasi mulai dari seri F-35A sekitar US$90 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.

Harga tersebut sempat dikritik Presiden Donald Trump dan pejabat AS lainnya, yang juga mengeluh perusahaan kerap mengulur waktu produksi dan pembengkakan biaya.


Tahun lalu, seluruh F-35 buatan Lockheed Martin terpaksa ditarik untuk pemeriksaan mesin, menyusul insiden kecelakaan F-35B pada 28 September lalu di dekat Beaufort, South Carolina. 

Credit CNN Indonesia



https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190118184034-106-362041/peremajaan-alutsista-singapura-penjajakan-beli-jet-f-35




Strategi Rudal Pertahanan AS Disebut Memicu Perlombaan Senjata

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri), dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan), bersalaman di istana kepresidenan Finlandia untuk memulai pertemuan empat mata dalam KTT AS -- Rusia pertama, Senin, 16 Juli 2018. Doug Mills/The New York Times

CBJakarta - Strategi rudal pertahanan Amerika Serikat hanya akan membuka perlombaan senjata di angkasa. Rusia juga menyebut, strategi rudal pertahanan Amerika Serikat hanya akan memicu peluncuran kembali ‘bintang-bintang’ era perang dingin.


Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, Moskow mengutuk strategi rudal pertahanan Amerika Serikat itu karena dinilai tak bertanggung jawab dan mencerminkan sebuah bentuk konfrontasi. Dalam keterangannya, Rusia tidak menyebut akan membalas tindakan Amerika Serikat itu dengan sebuah rencana baru untuk mengembangkan kemampuan nuklirnya.


Sebelumnya pada Kamis, 17 Januari 2019, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap sebuah rencana untuk mengembangkan sensor yang berpusat di ruang angkasa untuk mendeteksi rudal-rudal musuh. Trump juga mengungkap pihaknya sedang mengekplorasi senjata-senjata untuk menangkal rudal-rudal musuh sebelum rudal itu jatuh di wilayah daratan Amerika Serikat.



Menanggapi pernyataan Trump itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyerukan kepada Washington agar memikirkan ulang rencananya itu dan melakukan dialog dengan Moskow untuk menemukan kata sepakat terkait bagaimana mengatur senjata nuklir dunia.


“Strategi ini secara de facto memberikan lampu hijau kepada prospek mendasarkan kemampuan serangan rudal di ruang angkasa. Implementasi ide-ide ini pasti akan mengarah pada dimulainya perlombaan senjata di ruang angkasa, yang akan memiliki konsekuensi paling negatif bagi keamanan dan stabilitas internasional. Untuk itu, kami ingin menyerukan pemerintahan Trump agar memikirkan kembali rencana mereka dan meninggalkan upaya tak bertanggung jawab ini yang mengingatkan pada era mantan Presiden Reagan," tulis Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu, 19 Januari 2019.



Perlombaan senjata akan menjadi sebuah beban finansial yang besar bagi Rusia yang sekarang ini perekonomiannya sedang lesu setelah bertahun-tahun harga minyak turun dan mengalami resesi ekonomi akibat sanksi ekonomi yang dijatuhkan negara-negara barat. Dukungan masyarakat Rusia terhadap Presiden Vladimir Putin mulai tergerus karena masyarakat tak puas dengan standar hidup dan turunnya pemasukan rumah tangga.

Credit TEMPO.CO



https://dunia.tempo.co/read/1166563/strategi-rudal-pertahanan-as-disebut-memicu-perlombaan-senjata




Serbia-Rusia Teken Kerjasama Pengembangan Nuklir


Perusahaan energi atom Rusia, Rosatom menuturkan Rusia dan Serbia telah menandatangani dokumen kerja sama strategis untuk penggunaan energi nuklir secara damai. Foto/Istimewa



MOSKOW - Perusahaan energi atom negara Rusia, Rosatom menuturkan Rusia dan Serbia telah menandatangani dokumen kerja sama strategis untuk penggunaan energi nuklir secara damai.

Dalam sebuah pernyataan, Rosatom menuturkan perjanjian tersebut yang ditandangai oleh Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev dan Menteri Teknologi Serbia, Nenad Popovich, dieteken saat Presiden Rusia, Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Serbia.


Likhachev dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Jumat (18/1), menuturkan bahwa kerjasama ini termasuk pembangunan pusat sains, teknologi, dan inovasi nuklir.

"Secara khusus, implementasi proyek untuk membangun pusat ilmu nuklir, teknologi dan inovasi tidak hanya akan memberikan dorongan kuat untuk kerja sama bilateral antara Rusia dan Serbia di sejumlah bidang inovatif, termasuk kedokteran, industri dan pertanian, tetapi akan juga berfungsi sebagai platform untuk kerja sama di tingkat seluruh kawasan Eropa Tengah," kata Likhachev.


Dia kemudian, mengatakan perjanjian tersebut juga memungkinkan untuk kerjasama di beberapa bidang, termasuk penciptaan dan peningkatan infrastruktur energi nuklir Serbia, desain, konstruksi dan modernisasi reaktor nuklir penelitian.

Selain itu, kerjasama ini juga mencakup pengembangan aplikasi teknologi radiasi di bidang pertanian dan industri, pendidikan, pelatihan dan pelatihan ulang spesialis untuk industri nuklir, serta pengembangan teknologi kedokteran berbasis nuklir.




Credit Sindonews.com





https://international.sindonews.com/read/1371688/41/serbia-rusia-teken-kerjasama-pengembangan-nuklir-1547818875






Rusia: AS Sedang Cari Alasan untuk Kembali Sanksi Korut

Rusia mengatakan, Amerika Serikat (AS) sedang mencari-cari alasan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut). Foto/Istimewa


PYONGYANG - Rusia mengatakan, Amerika Serikat (AS) sedang mencari-cari alasan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara (Korut). Ini adalah respon atas tuduhan Washington bahwa Pyongyang mendapat sistem pertahanan udara dari Moskow.

Duta Besar Rusia untuk Korut, Alexander Matsegora mengatakan, tuduhan Korut diduga memperoleh teknologi pertahanan rudal Rusia adalah upaya AS untuk menemukan dalih untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi pada Pyongyang.


"Washington dengan tergesa-gesa mencari dalih lain untuk melanjutkan dan meningkatkan tekanan sanksi terhadap Korut. Tuduhan Amerika bahwa Korut telah memperoleh sistem pertahanan udara yang baru mungkin menghasilkan salah satu alasan seperti itu," kata Matsegora, seperti dilansir Tass pada Jumat (18/1).


Sebelumnya diwartakan, AS dalam Tinjauan Pertahanan Rudal 2019 menuturkan bahwa Korut telah memperoleh teknologi pertahanan rudal Rusia dan sedang mengembangkan kemampuan pertahanan rudalnya sendiri.

"Meskipun mereka (Korut) sediri yang memproduksi sistem ini. Sistem pertahanan udara dan sistem radar itu memiliki kesamaan dengan sistem pertahanan yang dimilik oleh Rusia," bunyi Tinjauan Pertahanan Rudal AS.


Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1371657/40/rusia-as-sedang-cari-alasan-untuk-kembali-sanksi-korut-1547809760




Urusan Nuklir Mandek, Pejabat AS-Korut Bertemu di Swedia

Ilustrasi. (Reuters/Jonathan Ernst)

Jakarta, CB -- Sejumlah diplomat tingkat tinggi Amerika Serikat dan Korea Utara dilaporkan mengadakan pertemuan di Stockholm, Swedia, pada Jumat (18/1), di tengah kemandekan perundingan perlucutan senjata nuklir kedua negara.

Seorang sumber diplomatik mengonfirmasi kabar ini kepada Reuters dan mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari konferensi tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura tahun lalu.

"Setelah pertemuan di Singapura, semuanya tersendat. Tujuan pertemuan ini untuk menyuntikkan energi dan mengambil langkah ke depan untuk hubungan AS dan Korut," ujar sumber tersebut.


Sumber itu kemudian menjabarkan bahwa pertemuan itu dihadiri sejumlah pejabat tingkat tinggi, seperti Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, dan utusan khusus AS, Stephen Biegun.

Sebagai tuan rumah, Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallstrom, dan Sekretaris Kabinet, Annika Soder, juga utusan untuk Korea, Kent Harstedt, juga hadir dalam rapat ini.

Menurut sumber terseut, rapat yang sudah direncanakan secara sembunyi-sembunyi sejak beberapa bulan lalu ini sebenarnya sudah dimulai dari Kamis dan akan berlanjut hingga akhir pekan.


Sementara itu, orang nomor dua di Korut, Kim Yong-chol, juga berkunjung ke AS untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, dan jika memungkinkan, ia juga bakal menemui Trump.

Isu perlucutan senjata nuklir mulai memanas setelah Trump dan Kim Jong-un bertemu tahun lalu. Salah satu kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan itu adalah denuklirisasi.

Namun, sejak saat itu, pembicaraan mengenai denuklirisasi ini dianggap stagnan karena perbedaan definisi perlucutan senjata nuklir kedua negara. 

Credit CNN Indonesia

https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190118221919-134-362087/urusan-nuklir-mandek-pejabat-as-korut-bertemu-di-swedia



NASA dan China Ternyata Berkolaborasi dalam Penjelajahan Bulan


Ilustrasi (Getty Images)

Washington DC - Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA ternyata melakukan kolaborasi dengan otoritas luar angkasa China dalam misi penjelajahan Bulan. Kolaborasi ini dilakukan saat AS sedang menyusun kerangka kerja legal yang tegas demi melindungi keamanan nasional dan mencegah transfer teknologi ke China.

"Dengan persetujuan yang diperlukan dari Kongres, NASA melakukan diskusi dengan China untuk menjajaki kemungkinan mengamati kendaraan penjelajah bulan milik mereka, Chang'e 4, menggunakan instrumen kendaraan luar angkasa @NASAMoon milik kami," tutur Associate Administrator NASA untuk Direktorat Misi Ilmiah, Thomas Zurbuchen, via Twitter seperti dilansir AFP, Sabtu (19/1/2019). 

Keterangan Zurbuchen via Twitter itu mengonfirmasi pernyataan senada yang disampaikan Wakil Ketua Komandan Program Eksplorasi Bulan China, Wu Yanhua, pada Senin (14/1) lalu. 

NASA berbagi informasi dari sebuah satelit AS sementara Chinamemberitahu AS soal koordinat garis lintang dan garis bujur juga waktu pendaratan kendaraan luar angkasanya di sisi terjauh Bulan beberapa waktu lalu. Harapan dari kolaborasi ini adalah Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA bisa mengamati pendaratan bersejarah dari Chang'e 4 pada 3 Januari lalu.


NASA telah memberikan jalur orbit LRO kepada China, namun ternyata Chang'e 4 tidak berada di lokasi yang tepat untuk dipantau oleh LRO. "Untuk sejumlah alasan, NASA tidak mampu menetapkan orbit LRO pada lokasi optimal saat pendaratan Chang'e 4 terjadi, namun NASA masih tertarik pada kemungkinan mendeteksi kendaraan itu setelah pendaratan," demikian pernyataan NASA. 

"Informasi ilmiah akan dikumpulkan soal bagaimana debu Bulan yang terlontar ke atas saat pendaratan luar angkasa bisa membantu misi yang akan datang dan bagaimana mereka ada di permukaan Bulan," imbuh pernyataan itu. 

Pengamatan semacam itu dinilai bisa membantu para astronot mempersiapkan misi ke Bulan di masa mendatang. 

Diketahui bahwa orbiter Bulan milik NASA akan melewati lokasi pendaratan Chang'e 4 pada 31 Januari mendatang. Nantinya LRO milik NASA itu akan mengambil foto-foto kendaraan luar angkasa buatan China yang berhasil mendarat di sisi terjauh Bulan yang jarang didatangi misi luar angkasa.


Ditambahkan NASA bahwa temuan signifikan dari kolaborasi dengan China itu akan dibagikan dengan komunitas peneliti global pada Februari mendatang dalam forum luar angkasa PBB di Austria. 

Diketahui sejak tahun 2011, Kongres AS melarang NASA maupun Kantor Kebijakan Ilmiah dan Teknologi Gedung Putih menggunakan anggaran federal 'untuk mengembangkan, mendesain, merencanakan, menyebarluaskan, menerapkan atau mengeksekusi kebijakan, program, perintah bilateral atau kontrak semacamnya dalam berpartisipasi, berkolaborasi dan berkoordinasi secara bilateral dalam cara apapun dengan China atau setiap perusahaan milik China'.

Namun larangan tersebut memiliki pengecualian. NASA harus bisa meyakinkan Kongres AS dan FBI bahwa aktivitas dengan China itu tidak akan berisiko pada 'transfer teknologi, data atau informasi lain dengan implikasi keamanan nasional atau keamanan ekonomi pada China atau perusahaan milik China'.

Credit detiknews


https://m.detik.com/news/internasional/d-4391825/nasa-dan-china-ternyata-berkolaborasi-dalam-penjelajahan-bulan


China Umbar Ancaman, AS Tak Takut Kirim Kapal Induk ke Selat Taiwan


Kepala Operasi Angkatan Laut (CNO) AS Laksamana John Richardson. Foto/REUTERS



TOKYO - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) tidak mengesampingkan untuk mengirim kapal induk ke Selat Taiwan meski China telah mengumbar ancaman dengan senjata canggih. Beijing yang telah mengancam Taipei dengan kekuatan militer untuk reunifikasi telah memodernisasi senjatanya dengan misil DF-26 yang dijuluki sebagai "rudal pembunuh kapal".

Washington telah mengirim kapal-kapal perangnya melalui jalur laut strategis yang memisahkan Taiwan dari China (Tiongkok) daratan tersebut tiga kali sepanjang tahun lalu. Namun, Washington belum mengirim satu kapal induk dalam 10 tahun terakhir.


"Kami tidak benar-benar melihat batasan apa pun pada jenis kapal apa pun yang dapat melewati perairan itu," kata Kepala Operasi Angkatan Laut (CNO) AS Laksamana John Richardson kepada wartawan di Tokyo hari Jumat, ketika ditanya apakah senjata Tiongkok yang lebih canggih akan menimbulkan risiko yang terlalu besar.

"Kami melihat Selat Taiwan sebagai perairan internasional yang lain, jadi itu sebabnya kami melakukan transit," ujarnya, yang dikutip dari Reuters, Sabtu (19/1/2019).

Kapal induk Amerika—biasanya dilengkapi dengan sekitar 80 pesawat jet tempur dan sekitar 5.000 awak—adalah kunci kemampuan militer AS untuk memproyeksikan kekuatan secara global.

Komentar Richardson tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan lintas selat di mana Beijing mengancam reunifikasi China dengan Taiwan, termasuk menggunakan kekuatan militer jika perlu.

Awal bulan ini Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer dan bersikeras Taiwan harus dipersatukan kembali dengan daratan China.

Dia juga mengatakan Beijing memiliki opsi untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan terhadap pasukan eksternal yang melakukan intervensi untuk mencegah reunifikasi Taiwan dan China secara damai. Xi belum lama ini juga memerintahkan tentara militernya untuk siap perang.

Presiden Tawian Tsai Ing-wen telah menyerukan dukungan internasional dalam membela wilayah yang dia pimpin. Wilayah yang dianggap China sebagai provinsinya yang membangkang itu tetap menolak kebijakan "satu-China".

AS sendiri dalam sebuah laporan Badan Intelijen Pertahanan (DIA) menyebut Taiwan sebagai pendorong utama modernisasi militer Tiongkok.

Richardson, yang mengunjungi Tiongkok sebelum melakukan perjalanan ke Jepang, mengaku sudah menyampaikan kepada rekan-rekannya dari China bahwa Amerika Serikat menentang tindakan sepihak oleh Beijing atau pun Taipei.

Dia juga mendesak Tiongkok untuk tetap berpegang pada aturan internasional selama pertemuan di Beijing.

Permintaan Richardson itu muncul setelah sebuah kapal perang Tiongkok mendekati kapal perang Amerika, USS Decatur, pada Oktober lalu dan memaksanya untuk mengubah rute karena mendekati pulau yang diklaim Beijing di Laut China Selatan. Washington tetap menentang klaim teritorial Tiongkok di Laut China Selatan.

"Kami telah membuat ini sangat jelas bahwa ini adalah perjalanan, keberangkatan dari kepatuhan normal terhadap aturan-aturan itu dan kami berharap bahwa perilaku di masa depan akan jauh lebih konsisten," kata Richardson.

"Kita seharusnya tidak melihat satu sama lain sebagai kehadiran yang mengancam di perairan itu," imbuh dia.


Analis mencatat bahwa sikap yang lebih tegas baik AS dan China yang telah diadopsi di Taiwan cenderung meluas ke wilayah lain.

James Floyd Downes, seorang dosen ilmu politik komparatif di Chinese University of Hong Kong, mengatakan; "Masalah Taiwan kemungkinan akan bertindak sebagai penghalang utama antara kedua negara dan pada akhirnya menghentikan mereka dari bekerja sama. Bentrokan sangat jauh di cakrawala di masa depan antara China dan AS."

Downes juga berpendapat bahwa ketidaksepakatan mereka pada Taiwan kemungkinan akan memengaruhi sikap mereka pada bidang-bidang lain seperti ekonomi dan perang dagang yang sedang berlangsung.

"Ini juga bisa berdampak buruk pada ekonomi global jika hubungan dingin berlanjut," kata Downes.

Ryo Hinata-Yamaguchi, seorang profesor tamu di Universitas Nasional Pusan ​​di Korea Selatan dan asisten di Forum Pasifik, mengatakan komentar Richardson adalah sinyal yang jelas dari AS bahwa Washington tidak akan diintimidasi oleh kemajuan militer Beijing.

“Kedua belah pihak memandang satu sama lain sebagai pihak yang mengabaikan status quo. AS semakin khawatir tentang postur China terhadap Taiwan, dan respons Washington tentu akan memperburuk (sikap) Beijing," kata Ryo.

Credit Sindonews.com





https://international.sindonews.com/read/1371796/40/china-umbar-ancaman-as-tak-takut-kirim-kapal-induk-ke-selat-taiwan-1547869063





Venezuela di Ambang Kudeta, Militer Diklaim Siap Melawan Maduro

Demo kelompok oposisi Venezuela yang menentang rezim Presiden Nicolas Maduro. Foto/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins


CARACAS - Venezuela di ambang kudeta militer setelah angkatan bersenjata diklaim siap untuk berbalik melawan presiden negara itu, Nicolas Maduro. Klaim ini muncul dari para perwira angkatan bersenjata yang berada di pengasingan.

Para perwira yang menjadi oposisi anti-rezim Maduro itu mendesak orang-orang untuk turun ke jalan. Mereka ingin Presiden Majelis Nasional, Juan Guaido, dilantik sebagai presiden dan panglima tertinggi negara.


Para pejabat militer di pengasingan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa para perwira yang melayani negara saat ini menjadi kecewa dengan Maduro. Namun, belum ada yang mau memimpin pemberontakan secara habis-habisan. 

Para perwira oposisi itu juga mengklaim bahwa militer tidak mau menindas para pemrotes secara besar-besaran.

"Kami berada di waktu terbaik untuk sesuatu seperti apa yang terjadi pada tahun 2002," kata Mayor Jenderal Herbert Garcia Plaza, perwira non-aktif yang sekarang tinggal di Washington, merujuk pada kudeta militer yang menyebabkan penggulingan singkat Presiden Hugo Chavez.

"Angkatan bersenjata hari ini tidak memiliki kapasitas atau keinginan untuk melawan penduduk dalam protes besar-besaran," ujarnya, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (19/1/2019).

Jenderal Anotonio Rivero, perwira non-aktif lain yang tinggal di Miami, juga mengklaim militer Venezuela kecewa pada Maduro. Menurutnya, para perwira aktif ingin melihat Presiden Majelis Nasional, Juan Guaido, mengambil peran sebagai panglima tertinggi.

Menurut Rivero, Guaido seharusnya dilantik sebagai pemimpin bangsa pada 10 Januari 2019.

Komentar para perwira non-aktif itu muncul sebagai apa yang terlihat menjadi bagian dari upaya kudeta terkoordinasi yang lebih besar. Menurut laporan MSN, materi-materi hasutan untuk kudeta mulai menyebar di media sosial.

Sebuah video yan beredar menunjukkan orang-orang berseragam militer yang mengaku mewakili bagian penting dari angkatan bersenjata, menghasut rakyat Venezuela untuk protes besar-besaran pada 23 Januari 2019.

"Yakinlah bahwa Anda dapat sepenuhnya menggunakan hak-hak konstitusional Anda dan pergi ke jalan-jalan untuk memprotes secara damai pada 23 Januari. Angkatan bersenjata secara konstitusional diberi mandat untuk menjamin keamanan semua rakyat Venezuela," kata kelompok itu dalam sebuah komunike yang dibacakan oleh perwira militer yang membangkang, Letnan Hidalgo Azuaje.


Kendati demikian, klaim-klaim para perwira non-aktif yang provokatif itu bertentangan dengan pernyataan yang telah dikeluarkan oleh pejabat pertahanan di dalam negeri.

Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez menyatakan pada pekan lalu bahwa dia siap untuk menyerahkan hidupnya untuk membela pemerintahan Maduro.

Pada 10 Januari, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilantik sebagai presiden untuk masa jabatan periode kedua, yang membuatnya akan berkuasa hingga 2025. Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengecam perkembangan politik di negara Amerika Latin itu dengan mengatakan rezim Maduro tidak sah. Pompeo mengancam akan menggunakan kekuatan ekonomi dan diplomatik AS secara penuh untuk "mengembalikan demokrasi" yang nyata ke rakyat Venezuela.

Credit Sindonews.com


https://international.sindonews.com/read/1371869/42/venezuela-di-ambang-kudeta-militer-diklaim-siap-melawan-maduro-1547890135


Soal Larangan Atlet, Mahathir: Israel Tidak Boleh Masuk Malaysia

PM Malaysia Mahathir Mohamad. REUTERS

CBJakarta - Perdana Menteri Mahathir Mohamad menekankan bahwa orang Israel seharusnya tidak boleh datang ke Malaysia karena negara itu tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, setelah Malaysia menolak terbitkan visa bagi atlet Israel.

Mahathir mengatakan, Malaysia memiliki hak untuk menjaga perbatasannya tertutup bagi orang-orang tertentu, terutama dari negara-negara yang dirasa banyak melakukan pelanggaran.


"Banyak negara saat ini melihat orang luar datang ke negara mereka dan tidak terlalu senang tentang hal itu. Mereka menggulingkan pemerintah mereka karena mereka mengizinkan imigran masuk," papar Mahathir, seperti dikutip dari laporan The Star, 19 Januari 2019.



"Jadi, sebuah negara memiliki hak untuk menjaga perbatasannya tertutup bagi orang-orang tertentu, itu sebabnya perbatasan ada di sana, tetapi di Malaysia, kami tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sama sekali dan kami merasa bahwa mereka melakukan banyak hal yang salah dan lolos begitu saja, tetapi tidak mempedulikan mereka karena tidak ada yang berani mengatakan apa pun terhadap mereka," katanya setelah menyampaikan ceramah Oxford Union pada Sabtu 19 Januari.

PM Malaysia Mahathir Mohamad berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa di New York pada Jumat, 28 September 2018 waktu setempat. UN News

Perdana Menteri menegaskan kembali hal ini ketika ditanya oleh Presiden Serikat Oxford Daniel Wilkinson tentang larangan Malaysia atas partisipasi atlet Israel dalam World Para Swimming Championships yang akan diadakan di Sarawak pada Juli.

Perenang dari sekitar 70 negara dijadwalkan akan bersaing di kejuaraan pada 29 Juli-4 Agustus, perlombaan penting sebelum Paralimpiade Tokyo tahun depan.


Ketika ditanya apakah adil untuk menghukum orang Israel dan bukan pemerintah Israel, Perdana Menteri mengatakan bahwa tampaknya sebagian besar orang Israel mendukung keputusan yang diambil oleh pemerintah mereka.

"Kami tidak bisa berbuat banyak tentang pemerintah Israel, mereka sangat kuat. Jadi, kami tidak mengatakan apa-apa tentang pemerintah Israel tetapi kami tidak harus menunjukkan persahabatan kepada mereka," tukas Mahathir.



Mahathir juga mengatakan bahwa dia tidak keberatan bahwa pernyataannya terhadap Israel dianggap anti-semitisme, mencatat bahwa itu adalah haknya untuk mengatakan apa pun tentang tindakan Israel terhadap Palestina.


"Saya tidak bisa mengerti ini. Kami berbicara tentang kebebasan berbicara, tetapi Anda tidak bisa mengatakan apa-apa terhadap Israel, terhadap orang Yahudi, mengapa begitu? Jika kita bebas mengatakan apa yang kita sukai, kita dapat mengatakannya, tetapi kita dianggap anti-semitisme oleh orang Yahudi," tambahnya.

"Itu adalah hak mereka untuk berpegang pada pendapat seperti itu terhadap saya, ini hak saya untuk memberi tahu mereka juga bahwa mereka telah melakukan banyak hal yang salah," lanjut PM Malaysia Mahathir Mohamad menanggapi tudingan anti-semitisme karena melarang masuk atlet Israel ke negaranya.

Credit TEMPO.CO


https://dunia.tempo.co/read/1166675/soal-larangan-atlet-mahathir-israel-tidak-boleh-masuk-malaysia


Ditahan di AS, Jurnalis Iran Jadi Saksi Material Kasus 'Misterius'

Marzieh Hashemi (Hossein Hashemi via AP)

Washington DC - Seorang jurnalis wanita Iran bernama Marzieh Hashemi ternyata ditahan otoritas Amerika Serikat (AS) sebagai saksi untuk sebuah kasus 'misterius'. Dokumen pengadilan AS menyatakan Hashemi tidak terjerat tindak kriminal apapun di AS dan akan dibebaskan segera.

Hashemi, yang merupakan penyiar berita ternama untuk televisi Iran berbahasa Inggris, Press TV, ini ditahan setelah mendarat di Bandara Internasional St Louis Lambert di St Louis, Missouri, AS pada Minggu (13/1) waktu setempat. 

Alasan penahanan Hashemi tidak langsung dijelaskan oleh otoritas AS. Penahanan ini memicu kecaman keras otoritas Iran yang menyebutnya sebagai 'permainan politik'.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (19/1/2019), sebuah dokumen pengadilan AS yang dirilis pada Jumat (18/1) waktu setempat mengungkapkan bahwa Hashemi ditahan di AS sebagai saksi material. Tidak disebut lebih lanjut kasus apa yang membutuhkan keterangan Hashemi sebagai saksi. 


Diketahui bahwa istilah saksi material merupakan sebutan untuk seorang saksi yang keterangannya kemungkinan besar menjadi bukti cukup penting untuk mempengaruhi hasil persidangan. 

Dokumen pengadilan itu juga menyebutkan bahwa Hashemi akan dibebaskan dari sebuah fasilitas penahanan di Washington DC setelah dia memberikan keterangan di hadapan 'dewan juri yang menyelidiki pelanggaran-pelanggaran aturan hukum kriminal AS'. Tidak diketahui secara jelas kasus yang dimaksud.

Disebutkan dokumen pengadilan itu bahwa Hashemi telah menunjuk seorang pengacara dan telah dua kali hadir dalam persidangan di pengadilan federal AS sejak dia ditahan. 

Hashemi yang lahir di AS ini sempat menjadi warga negara AS dengan nama asli Melanie Franklin, sebelum menikah dengan serang pria Iran. Hashemi menjadi seorang mualaf dan tinggal di Iran selama bertahun-tahun. Otoritas Iran menyebut Hashemi sebagai warga negaranya. 


Pada hari dia ditangkap, Hashemi disebut hendak mengunjungi saudara laki-lakinya yang sakit juga menemui anggota keluarganya yang lain di AS. Namun keterangan Press TV dan pihak keluarganya menyebut Hashemi hendak merekam sebuah dokumenter soal Black Lives Matter.

Sejak ditahan, Hashemi baru diperbolehkan menghubungi keluarganya pada Selasa (15/1) lalu. Kepada anak perempuannya, Hashemi menyebut dirinya diborgol dan dirantai di bagian kaki serta diperlakukan seperti pelaku kriminal. Tak hanya itu, jilbab yang dipakai Hashemi juga dilepas secara paksa dan dia diambil fotonya tanpa jilbab oleh otoritas setempat. 

Credit detikNews


https://m.detik.com/news/internasional/d-4391795/ditahan-di-as-jurnalis-iran-jadi-saksi-material-kasus-misterius


Kolombia Berkabung 3 Hari Usai Ledakan Bom Tewaskan 21 Orang

ledakan bom di Kolombia (Foto: CNN)

Bogota - Pemerintah Kolombia mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari menyusul serangan bom mobil di Bogota, ibu kota Kolombia. Ledakan bom mobil di akademi pelatihan kadet kepolisian tersebut menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk pelaku.

Otoritas menyatakan telah mengidentifikasi pelaku pengeboman yang juga melukai 68 orang tersebut. Pria itu diketahui tidak terkait dengan kelompok-kelompok gerilyawan bersenjata.

Kementerian Pertahanan menyatakan, aksi teroris itu dilakukan dengan menggunakan sebuah kendaraan bermuatan 80 kilogram bahan peledak.

"Sayangnya, korban awal adalah 21 orang tewas, termasuk orang yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, dan 68 orang luka-luka," demikian disampaikan kepolisian Kolombia dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (18/1/2019).



Kepolisian menambahkan, sebanyak 58 orang dari 68 korban luka telah dibolehkan meninggalkan rumah sakit. Serangan bom ini merupakan insiden serupa terburuk di Bogota dalam kurun waktu 16 tahun terakhir.

"Semua warga Kolombia menolak terorisme dan kita bersatu dalam memeranginya," demikian cuitan Presiden Ivan Duque di Twitter usai ledakan bom mobil tersebut.



Kemudian dalam statemennya, Presiden Ivan Duque mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan tambahan personel di perbatasan-perbatasan Kolombia dan rute-rute dari dan ke kota-kota di Kolombia.

Sejauh ini belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut. Pelaku yang diidentifikasi sebagai Jose Aldemar Rojas Rodriguez mengemudikan kendaraannya menuju Sekolah General Francisco de Paula Santander Office di sebelah selatan Bogota saat berlangsung seremoni promosi bagi para kadet polisi.

Credit detikNews


https://m.detik.com/news/internasional/d-4390654/kolombia-berkabung-3-hari-usai-ledakan-bom-tewaskan-21-orang



Jumat, 18 Januari 2019

Meksiko setujui pembentukan garda nasional penumpas kejahatan


Meksiko setujui pembentukan garda nasional penumpas kejahatan
Omar Trevino Morales, yang dikenal dengan sebutan "Z-42" dan merupakan pemimpin kartel narkoba Zetas, dikawal tentara saat konferensi media mengenai penahanannya di Kota Meksiko, Meksiko, Rabu (4/3). Pasukan keamanan Meksiko berhasil menangkap Morales, pemimpin kartel narkoba Zetas dan salah satu orang paling dicari di Meksiko, kata pejabat keamanan Rabu lalu. Omar Trevino Morales merupakan saudara dari mantan pemimpin Zetas yang telah telah ditangkap sebelumnya yaitu Miguel Angel Trevino Morales. (REUTERS/Edgard Garrido )




Mexico City (CB) - Legislator Meksiko dalam pemungutan suara pada Rabu menyetujui pembentukan garda nasional baru beranggotakan 60.000 personel untuk memerangi kejahatan terorganisasi.

Pembentukan garda itu didukung penuh oleh Presiden Andres Manuel Lopez Obrador .

Proposal pembentukan garda disetujui oleh sekitar tiga perempat anggota majelis rendah Kongres, 362 memilih setuju berbanding 119 suara menolak. Perubahan konstitusi Meksiko memerlukan dua pertiga suara dukungan di kedua majelis.

Partai MORENA naungan Obrador bekerja sama dengan sekutu-sekutu kecil berhaluan kiri dan legislator dari Partai Revolusioner Institusional (PRI) dalam menyetujui pembentukan garda nasional baru yang akan menggantikan angkatan bersenjata dalam memerangi kejahatan termasuk  terhadap kartel-kartel narkoba.

Kalangan pengkritik mengkhawatirkan bahwa pembentukan garda baru akan menimbulkan militerisme lebih lanjut dalam perang terhadap kejahatan serta berujung pada pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Beberapa penentang proposal itu bahkan menyerukan perubahan yang dapat membatasi pengerahan kekuatan dan menghilangkan perlindungan terhadap penuntutan bila personelnya melakukan kejahatan terhadap warga sipil.

Pada tahap awal, garda tersebut akan terdiri atas sekitar 60.000 personel dari pasukan militer dan kepolisian federal, namun masih belum jelas apakah garda akan diperkuat oleh tenaga rekrut baru.

Menurut naskah proposal tersebut, kepala pasukan garda akan dijabat warga sipil, namun kepala operasionalnya akan dijabat perwira militer.

Proposal itu masih harus mendapat persetujuan dari Senat, lalu mayoritas legislator negara bagian. Meskipun demikian, keduanya kemungkinan besa menyetujui mengingat kekuatan politik MORENA dan sekutu-sekutunya di penjuru Meksiko.

Obrador, yang menjabat pada 1 Desember, mengatakan dia juga ingin menyelesaikan masalah lama Meksiko atas kekerasan dan pelanggaran hukum geng dengan mengatasi kemiskinan dan kesenjangan. Dia mengisayaratkan kemungkinan pengampunan bagi sejumlah pelaku aksi kriminal yang lebih ringan.

Pembentukan garda nasional ini bukanlah hal baru yang diupayakan pemerintah untuk mengatasi masalah keamanan dengan diplomasi yang berbeda.

Pemerintahan mantan presiden Enrique Pena Nieto sebelumnya membentuk gendarmeri untuk mengawasi penumpasan kejahatan terorganisasi, namun kekuatan satuan itu kemudian dipangkas.

Lebih dari satu dasawarsa sebelumnya, mantan presiden Felipe Calderon pernah mengerahkan angkatan bersenjata untuk memerangi kartel narkoba. Tapi ketika kebijakan itu berhasil menewaskan atau menangkap para pemimpin kartel, kelompok kriminal menjadi terpecah dan kekerasan geng merenggut lebih dari 170 ribu jiwa.







Credit  antaranews.com





Pihak bertikai Yaman mulai rundingkan pertukaran tahanan


Pihak bertikai Yaman mulai rundingkan pertukaran tahanan
Delegasi dari gerakan Houthi, yang bersekutu dengan Iran, serta pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi, bertemu di Amman, Jordania pada 17 Januari, 2019, untuk merundingkan pertukaran tahanan. (REUTERS/Muhammad Hamed)



Amman (CB) - Pihak-pihak yang bertikai di Yaman memulai perundingan di Amman pada Rabu untuk membahas pelaksanaan pertukaran tahanan sebagai bagaian dari upaya perdamaian yang dipimpin Perserikatan Bangsa-bangsa,  kata para pejabat PBB dan delegasi.

Pertukaran tahanan tersebut akan memungkinkan banyak keluarga berkumpul kembali.

Delegasi gerakan Al Houthi ,yang bersekutu dengan Iran, dan pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi, sebelumnya bertemu di Ibu Kota Jordania untuk membahas pertukaran tersebut, yang disepakati dalam pembicaraan pimpinan PBB di Swedia, Desember lalu.

"Kedua pihak bertukar daftar tahanan di Swedia dan mereka kini membahas langkah-langkah untuk menjalankannya," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada awak media di New York.

Negara-negara Barat, beberapa di antaranya memasok senjata dan intelijen untuk koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah, telah menekan kedua pihak untuk menyepakati jalan untuk membangun kepercayaan.

Upaya itu dilakukan untuk menerapkan genjatan senjata yang lebih luas dan proses politik guna mengakhiri peperangan yang telah menewaskan puluhan ribu orang.

Sebagai bagian dari upaya itu, kedua pihak telah memberikan sekitar 15.000 nama tahanan untuk pertukaran, yang menurut para delegasi akan dilakukan melalui bandara Sanaa yang dikuasai pemberontak di Yaman utara dan bandara Sayun yang dikuasai pemerintah di selatan.

Langkah itu juga meliputi rencana untuk penarikan dari Hudaidah, kota pelabuhan yang diperebutkan, bantuan bagi jutaan orang yang menghadapi kelaparan, dan menempatkan kota tersebut di bawah kendali entitas sementara.

Kepala Delegasi Pemerintah Yaman Hadi Haig mengatakan kedua pihak melakukan verifikasi atas daftar tahanan sebagai bagian dari proses lima tahap sebelum pertukaran tahanan dilaksanakan.

Pertukaran tahanan akan diawasi PBB dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC). Menurut ICRC, koalisi pimpinan Saudi harus menjamin bahwa wilayah udara aman untuk diterbangi. 



Credit  antaranews.com





Trump Bakal Tarik Amerika Keluar NATO?


Presiden AS, Donald Trump, dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, dalam pertemuan bilateral mereka saat KTT NATO, Rabu, 11 Juli 2018 di Brussels, Belgia. [AP Photo / Pablo Martinez Monsivais]
Presiden AS, Donald Trump, dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, dalam pertemuan bilateral mereka saat KTT NATO, Rabu, 11 Juli 2018 di Brussels, Belgia. [AP Photo / Pablo Martinez Monsivais]

CBWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengutarakan niatnya beberapa kali untuk menarik diri dari keanggotaan North Atlantic Treaty Organization atau pakta pertahanan NATO.

Media CNBC melansir New York Times memberitakan Trump mengutarakan niatnya ini secara privat ke sejumlah penasehatnya pada 2018.
“Niat itu diutarakan pertama kali pada tahun lalu saat pemimpin AS ini mengatakan dia bisa meninggalkan blok pertahanan yang berisi 29 negara anggota tanpa persetujuan Kongres,” begitu dilansir CNBC pada Selasa, 15 Januari 2019.

Saat itu, Trump mendesak negara-negara anggota untuk meningkatkan anggaran untuk iuran keanggotaan NATO. Sejak itu, tokoh dari Partai Republik ini telah mundur dari rencananya keluar dari NATO.
Seusai pertemuan NATO yang berlangsung kacau pada Juli 2018, Trump mengklaim negara-negara anggota berkomitmen memenuhi permintaannya dan mengatakan penarikan diri AS dari pakta pertahanan itu tidak perlu dilakukan.

Mengenai rencana Trump itu, seorang pejabat Gedung Putih mengulangi pernyataan Presiden pada Juli 2018. Saat itu, Trump mengatakan komitmen Washington terhadap NATO sangat kuat dan aliansi itu sangat penting.
Ada analisis yang menyatakan pelemahan NATO justru menjadi tujuan geopolitik dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Sebelum membahas penarikan diri dari NATO, Trump telah diketahui kurang suka berpartisipasi di organisasi internasional. Ini misalnya, Trump menarik AS keluar dari kesepakatan Paris mengenai perubahan iklim. Trump juga menyatakan AS keluar dari perjanjian dagang Pasifik.

 
Menanggapi rencana Trump ini, para politisi di Kongres AS bereaksi. Sekelompok senator dari Partai Republik dan Demokrat merancang undang-undang untuk mencegah Trump menarik AS keluar dari NATO tanpa persetujuan Senat. Media Axios melansir undang-undang serupa juga bakal dibuat di DPR AS.







Credit  tempo.co




Amerika Jajaki Teknologi Laser Luar Angkasa Hadapi Rudal



Ilustrasi senjata laser luar angkasa. Youtube.com
Ilustrasi senjata laser luar angkasa. Youtube.com

CBWashington – Kajian Pentagon dalam dokumen Missile Defense Review Amerika Serikat menyoroti perlunya pengembangan kemampuan teknologi laser untuk pertahanan berbasis luar angkasa.

 
Teknologi pertahanan luar angkasa ini diperlukan untuk mengatasi serangan rudal balistik, yang dimiliki negara-negara seperti Korea Utara, Iran, Rusia dan Cina.
Menurut seorang pejabat senior pemerintahan, kajian ini mengenai teknologi sensor berbasis luar angkasa untuk mendeteksi serangan rudal jarak jauh sebelum diluncurkan musuh.
“Juga permintaan agar studi mengenai penggunaan senjata laser untuk melawan rudal balistik yang diluncurkan negara musuh,” begitu dilansir seorang pejabat senior AS seperti dilansir ABC News pada Kamis, 17 Januari 2019.

 
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kajian Missile Defense Review ini di Pentagon. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan,”Tujuan kita sederhana: memastikan kita dapat mendeteksi dan menghancurkan setiap serangan rudal terhadap AS, dari manapun, dan kapanpun.”
Menurut pejabat senior AS tadi, kajian ini menyajikan informasi lengkap mengenai kemampuan pertahanan rudal, program dan postur,” kata pejabat ini. “Kajian ini menyajikan apa yang kita punya hari ini, apa perbaikan yang akan dilakukan, dan apa program generasi berikutnya untuk mendului ancaman.”

 
Salah satu poin kunci dalam pertahanan rudal AS adalah senjata berbasis luar angkasa. “Luar angkasa merupakan kunci untuk pertahanan rudal berikutnya,” kata dia.
Reuters melansir kajian Missile Defense Review merekomendasikan studi mengenai teknologi berbasis laser yang bisa digunakan untuk menembak jatuh rudal musuh.
Ini mengingatkan pada rencana pertahanan luar angkasa era Presiden Ronald Reagan pada 1980 yang dikenal sebagai “Star Wars Initiative”.

 
“AS sekarang menyesuaikan postur pertahanannya untuk menghadapi serangan rudal termasuk rudal jelajah dan hipersonik,” kata Trump.
Pengembangan sistem pertahanan ini melibatkan sejumlah perusahaan teknologi senjata yaitu Raytheon, Lockheed Martin, dan Boeing.
“Pemerintah berkomitmen untuk membuat program pertahanan rudal yang dapat menangkal serangan rudal terhadap setiap kota di AS. Kita tidak akan pernah menegosiasikan hak kita untuk melakukan ini,” kata Trump.
Seorang anggota DPR senior Rusia, Viktor Bondarev, seperti dilansir Interfax, mengatakan pengumuman Trump soal sistem pertahanan rudal baru ini meningkatkan ketegangan global.
AS bakal menambah jumlah rudal pencegat di Alaska dari 44 buah menjadi 64 buah.

 
Trump juga menyebut Iran sebagai negara di Timur Tengah dengan kemampuan rudal balistik terbesar di Timur Tengah.
“Keinginannya untuk memiliki rudal penangkis strategis terhadap AS bisa membawanya mengembangkan ICBM,” begitu bunyi kajian Missile Defense Review mengenai Iran. ICBM merupakan singkatan dari Intercontinental Ballistic Missile.





Credit  tempo.co




Dua Jet Bomber Su-34 Rusia Tabrakan, Nasib Pilot Belum Diketahui


Dua Jet Bomber Su-34 Rusia Tabrakan, Nasib Pilot Belum Diketahui
Pesawat jet pembom Su-34 Rusia. Foto/Sputnik/Maksim Blinov

MOSKOW - Dua pesawat jet pembom (bomber) Su-34 Rusia secara tidak sengaja bertabrakan di tengah penerbangan di Timur Jauh Rusia, Jumat (18/1/2019). Militer setempat belum bisa memastikan kedua pilot karena masih dalam pencarian tim penyelamat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kedua jet “saling menyentuh” di udara saat terbang di atas Laut Jepang. Para awak pesawat terlontar keluar, namun belum ditemukan keberadaannya.

Operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan pesawat An-12 dan dua helikopter Mi-8 telah diluncurkan.

Insiden itu terjadi selama penerbangan pelatihan. Menurut militer Moskow, kedua pesawat yang tabrakan tidak membawa senjata apa pun.

Seorang sumber militer kepada Sputnik mengatakan para kru berhasil mengeluarkan diri dari pesawat mereka. "Sebuah Su-34 menghilang dari radar di Timur Jauh. Pilot pesawat kedua yang terbang di sebelahnya melihat dua parasut terbuka dari kru yang mengeluarkan (diri)," kata sumber tersebut.

Belum jelas penyebab tabrakan kedua pesawat tersebut. Pesawat dengan bobot 45 ton dan memiliki kemampuan terbang dengan kecepatan Mach 1,8 itu dirancang untuk membawa pesenjataan hingga 8 ton.

Pesawat pembom itu memiliki radius taktis 4.000 km dan mampu melakukan penerbangan hingga sejauh 18.000 meter.

Pesawat Su-34 juga dapat dilengkapi tiga tangki bahan bakar tambahan, yang memungkinkannya terbang 8 jam tanpa pengisian bahan bakar. 




Credit  sindonews.com