KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Petugas melayani warga yang mengikuti program pengampunan pajak (Tax
Amnesty) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta
Selatan, Jumat, 30/9/2016.
MALANG, CB – Hingga pekan kedua
Oktober, dana repatriasi tax amnesty yang berasal dari Swiss belum juga
nampak. Padahal, Swiss adalah negara favorit warga negara Indonesia
(WNI) menyimpan harta-hartanya.
Menurut pengamat perpajakan dari Center of Indonesia Taxation
Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, ada kekhawatiran dana yang berasal
dari Swiss dicurigai sebagai upaya pencucian uang oleh organisasi
internasional Financial Action Task Force (FATF).
“Ternyata memang kita belum selesai dengan FATF. Jadi uang dari Swiss
masih dianggap sebagai uang kejahatan. Ini juga belum putus,” ujar
Yustinus di Malang, Jakarta Jumat (14/11/2016).
Selama ini, Swiss dikenal sebagai negara tempat penyimpanan uang para
WNI sejak masa Orde Baru silam. Oleh karena itu, potensi repatriasi
harta sangat besar.
Bahkan berdasarkan informasi yang didapatkan Yustinus, ada satu grup
perusahaan yang berencana merepatriasi Rp 150 triliun dananya ke
Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri sudah bertemu dengan FATF saat
kunjungan kerja ke Amerika Serikat pekan lalu. Ia menyampaikan komitmen
kuat Indonesia untuk bekerja sama dengan FATF dalam rangka membangun
transparansi kegiatan transaksi keuangan.
Selain itu, Sri Mulyani juga menyatakan keinginan Indonesia untuk dapat menjadi anggota penuh FATF dalam waktu dekat.
“Katanya (Sri Mulyani) sudah melobi FATF supaya bisa lolos. Kita berharap itu segera jadi,” kata Yustinus.
Sebelumnya, berdasarkan periode pertama tax amnsty, jumlah repatriasi
atau dana masuk berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) tercatat
sebanyak Rp 137 triliun.
Repatriasi dari Singapura sebanyak Rp 79,13 triliun," kata Direktur
Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi di Jakarta,
Senin malam (3/10/2016).
Singapura menduduki peringkat pertama negara asal dana repatriasi,
dengan total dana Rp 79,13 triliun atau mencapai 57,71 persen dari total
dana repatriasi.
Pada peringkat kedua ada Cayman Island dengan nominal dana repatriasi
sebesar Rp 16,50 triliun atau 12,04 persen dari total dana repatriasi.
Berturut-turut setelahnya yaitu Hongkong sebanyak Rp 14,05 triliun
(10,25 persen), China sebanyak Rp 3,56 triliun (2,6 persen), serta
Virgin Island sebanyak Rp 2,49 triliun (1,82 persen).
Sekadar informasi, dalam program tax amnesty ini, pemerintah menargetkan bisa meraup tebusan sebesar Rp 165 triliun hingga akhir periode program ini di 31 Maret 2017.
Adapun target repatriasi harta WNI yang ada di luar negeri untuk
dibawa ke dalam negeri mencapai Rp 1.000 triliun dan deklarasi aset
sebesar Rp 4.000 triliun.
Komandan
Pasukan Luar Angkasa Rusia, Viktor Bondarev mengatakan kepada media
bahwa ia berharap pasukannya akan memiliki pesawat generasi kelima PAK
FA T-50, pada 2017. Pernyataan ini disampaikan kepada media, pada
Jum'at, 14 Oktober 2016. Bondarev melanjutkan bahwa tahun depan,
pasukannya akan mencoba pesawat siluman PAK FA, lima pesawat sesuai
kontrak. ITAR-TASS/Marina Lystseva
Pesawat
tempur siluman T-50 PAK-FA (Promising Aviation Complex of Frontline
Aviation) dibangun sebagai jawaban dari pesawat generasi kelima Amerika
Serikat F-22 Raptor. Kantor Berita Rusia TASS menulis bahwa PAK FA
adalah intisari dari semua teknologi rancang bangun pesawat tempur
Rusia. Hanya sedikit informasi yang diketahui tentang pesawat ini.
Kecanggihan dan kemampuan T-50 PAK FA menjadi rahasia yang disimpan
rapa. tass.com
Pesawat
generasi kelima PAK FA terbuat dari gabungan beberapa macam serat
karbon yang diperkuat polimer. Penggunaan bahan ini untuk pertama
kalinya digunakan dalam pembuatan sebuat pesawat. Bahan ini lebih ringan
dari alumunium, lebih kuat dibanding titanium, dan empat atau lima kali
lebih ringan dari pada baja. PAK FA empat kali lebih ringan dari pada
pesawat tempur yang menggunakan bahan baja, karena 70% badan pesawat
menggunakan bahan -bahan tradisional. tass.com
Sukhoi
Design Bureau, perancang dan pembuat T-50 PAK FA, mencatat belum pernah
ada pesawat dengan jejak radar rendah, visibilitas optikal dan infra
merah. Para ahli di Rusia memperkirakan Radar Cross-Section (RCS) PAK
FA adalah 0,3-0,4 meter persegi, sementara para ahli Barat memperkirakan
RCS pesawat siluman ini tiga kali lebih kecil, sekitar 0,1 meter
persegi. RCS PAK FA sebenarnya sangat dirahasiakan. Semakin kecil RCS
sebuah pesawat, semakin sulit terdeteksi radar. tass.com
Pesawat
generasi kelima Rusia, T-50 PAK FA dibedakan oleh tingkat
intelektualnya yang tinggi. Pesawat siluman ini menggunakan Active
Phased Antenna Array buatan Biro Desain Tikhomirov, yang dapat
mendeteksi target pada jarak 400 km lebih, melacak 60 target, dan
menembak 16 sasaran. Radar PAK FA mampu melacak target dengan RCS
minimun 0,01 meter persegi. tass.com
Ruang
mesin yang lebar membuat pengembang dapat meningkatkan thrust vectoring
agar pesawat dapat lebih bermanuver dan ruang senjata yang mampu
membawa senjata berat atau lebih banyak. PAK FA adalah pesawat tempur
yang memiliki kemampuan manuver tinggi dan kontrol yang baik saat
pesawat terbang horisontal dan vertikal dengan kecepatan supersonik dan
kecepatan rendah. AP/Sukhoi Company Press Service
Kantor
berita Rusia, TASS dan media online Sputnik memberitakan bahwa Armada
Utara Rusia yang dipimpin kapal induk Admiral Kuznetsov, dengan
persenjataan lengkap dan membawa pesawat tempur serta helikopter, telah
meninggalkan pelabuhan Severomorsk menuju Laut Mediterania, pada Sabtu,
15 Oktober 2016. Armada Utara, termasuk kapal perang penjelajah Pyotr
Velikiy, Kapal perusak anti kapal selam Severomorsk dan Vice-Admiral
Kulakov, dan beberapa kapal pendukung, akan bergabung dalam operasi
militer Rusia memerangi ISIS di Suriah. tass.com
Kapal
induk Rusia dipersenjatai dengan 12 sel peluncur rudal vertikal (VLS)
untuk menembakan rudal jelajah anti kapal P-700 Granit (NATO menyebutnya
SS-N-19). Rudal Granit dapat mnjangkau target sejauh 600 km dan dapat
membawa hulu ledak nuklir. Admiral Kuznetsov juga dilengkapi membawa 192
sel untuk menembakan rudal anti pesawat Kinzhal, delapan sistem
pertahanan udara jarak pendek (close-in weapon system/CIWS) Kortik, 256
roket, dan 48.000 putaran amunisi. sputniknews.com
Admiral
Kuznetsov membawa pesawat tempur superioritas udara Su-33 dan pesawat
tempur multi peran MiG-29K. Sputnik melaporkan bahwa Su-33 dilengkapi
dengan sistem pentargetan ultra presisi SVP-24, yang terbukti sukses
saat digunakan pada operasi militer di Suriah. MiG-29K dirancang untuk
memberi perlindungan udara bagi angkatan laut Rusia, dengan kemampuannya
menghancurkan target di laut dan darat. Kapal induk Rusia juga membawa
helikopter anti kapal selam (ASW) Ka-27/Ka-29 dan helikopter serang dan
intai Ka-52K. sputniknews.com
Kapal
perang penjelajah Pyotr Veliky, adalah kapal perang bertenaga nuklir
kelas Kirov. Kapal sepanjang 252 meter ini dipersenjatai dengan 20 rudal
permukaan ke permukaan P-700 Granit (SS-N-19 Shipwreck), 16 rudal anti
kapal selam Rastrub (SS-N-14 Silex), 10 rudal anti kapal Vodopad
(SS-N-16 Stallion), 96 rudal permukaan ke udara Fort (SA-N-6 Grumble),
128 rudal pertahanan udara Kinshal (SA-N-9 Gauntlet), pertahanan anti
rudal jarak dekat Osa-M (SA-N-4 Gecko) dengan 40 rudal. Pyotr Veliky
juga dilengkapi dengan sistem anti rudal S-300F. theHZ.ru
Kapal
perusak anti kapal selam Severomorsk (616) dan Admiral Kulakov (626),
termasuk kelas Udaloy I, merupakan dua kapal anti kapal selam Armada
Utara yang berangkat ke Laut Mediteranian. Sebelum berangkat, kedua
perusak ini melakukan latihan menghadapi serangan udara di Laut Barens,
pada September 2016. Latihan menggunakan rudal permukaan ke udara atau
surface-to-air missile (SAM) 3K95 Kinzhal yang sukses menghancurkan
drone target Saman. SKNews.ru
Kelas
Udaloy I dirancang untuk menghancurkan kapal selam musuh. Perusak ini
dipersenjatai dengan rudal anti kapal selam Metel URPK-4 ( (NATO
menyebutnya SS-N-14 Silex) . Metel URPK-4 mampu menjangkau kapal selam
musuh sejauh 5-50 km, pada kedalaman 20-500 m. SS-N-14 dapat melaju
dengan kecepatan 0,95 Mach (1173 km/jam) dan membawa hulu ledak HE
(high-explosive) 100 kg atau hulu ledak nuklir 5 kiloton. Udaloy I juga
dilengkapi dengan dua meriam 100mm/70cal DP, dan meriam 30 mm AK-630
sebagai CIWS. tass.com
Kapal
induk tenaga nuklir Amerika Serikat, USS Ronald Reagan memasuki
Pelabuhan Busan, Korea Selatan, setelah melakukan latihan militer
bersama di perairan Semenajung Korea, 16 Oktober 2016. Latihan bersama
dilakukan setelah Korea Utara beberapa kali melakukan uji coba rudal
balistik. Ha Kyung-min/Newsis via AP
Kru
Kapal Induk USS Ronald Reagan, kapal induk tenaga nuklir kelas Nimitz,
berjalan menuju pesawat tempur F/A-18 Super Hornet, selama latihan
militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat,
Korea Selatan, 14 Oktober 2016. REUTERS/Kim Hong-Ji
Kru
kapal induk USS Ronald Reagan memperhatikan pesawat tempur F/A-18 Super
Hornet yang akan lepas landas dari kapal induk kelas Nimitz, dalam
latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut
Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2016. Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP
Kru
USS Ronald Reagan memandu pesawat tempur F/A-18 Super Hornet lepas
landas dari kapal induk, selama latihan militer bersama antara Amerika
Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2016.
REUTERS/Kim Hong-Ji
Pesawat
tempur Angkatan Laut Amerika Serikat, F/A-18 Super Hornet bersiap
mendarat di kapal induk USS Ronald Reagan, dalam latihan militer bersama
antara Amerika Serikat dan Korea Selatan di Laut Barat, Korea Selatan,
14 Oktober 2015. Kim Hong-Ji/Pool Photo via AP
Pesawat
tempur F/A-18 Super Hornet bersiap mendarat di kapal induk USS Ronald
Reagan, dalam latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korea
Selatan di Laut Barat, Korea Selatan, 14 Oktober 2015. Kim Hong-Ji/Pool
Photo via AP
USS Zumwalt, kapal perusak terbesar dan tercanggih milik Angkatan Laut AS. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menyambut lahirnya kapal perang
terbaru mereka. Kapal yang diberi nama Zumwalt itu adalah kapal perusak
terbesar dan paling canggih seharga USD4,5 miliar.
"Jika Batman
memiliki kapal perang, itu akan menjadi USS Zumwalt. Selama Presiden
kita dan Anda orang Amerika memiliki nafsu tak terpuaskan untuk
keamanan, maka saya memiliki nafsu tak terpuaskan untuk hal-hal
mempertahankan keamanan itu," kata Komandan Komando Pasifik AS Laksamana
Harry Harris seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (16/10/2016).
Menurut
sekretaris Angkatan Laut (AL) AS, Ray Mabus, USS Zumwalt adalah
lompatan kuantum untuk kapal AL. "Ini yang pertama dari jenis pembuka
jalan bagi kelas baru kapal perang, sistem baru yang bisa kita gunakan
dan ityu akan memperluas hal yang dapat kita lakukan dan cara kita
melakukannya," kata Mabus.
USS Zumwalt memiliki panjang 610 kaki
dengan bentuk sudut yang tajam untuk meminimalkan pendeteksian radar.
Kapal akan terlihat jauh lebih kecil di radar. Anjungan kapal ini mirip
dengan pesawat Star Trek dimana dua kursi dikelilingi oleh hampir 360
monitor video.
Kapal ini cukup tenang di banding kapal lain, yang
membuat Zumwalt sulit untuk dideteksi, dilacak dan diserang. Sebuah
deckhouse dengan komposit mampu membuatnya tersembunyi dari radar dan
sensor lainnya. Zumwalt diperkuat dengan sistem senjata terbaru yang
mampu memuntahkan 600 proyektil bertenaga roket dengan target lebih dari
70 mil jauhnya.
Zumwalt mampu meluncurkan rudal jelajah
Tomahawk, Evolved Sea Sparrow Rudal, rudal standar dari permukaan ke
udara dan rudal anti kapal selam dari 80 tabung rudal. Zumwalt juga
dilengkapi dengan lambung untuk menusuk gelombang konvensional yang
membuatnya bergerak dengan sangat halus. Kapal dengan berat hampir 15
ribu ton ini dilengkapi dengan teknologi canggih dan kemampuan yang
memungkinkannya diterjunkan dalam berbagai misi baik defensif maupun
ofensif dimana pun dibutuhkan.
Pasukan
pemberontak Suriah berhasil menguasai Dabiq. Insert: ISIS bersumpah
akan melakukan pertempuran apokaliptik. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
DAMASKUS
- Pasukan pemberontak Suriah, pasukan pembebasan Suriah atau FSA, yang
didukung oleh militer Turki berhasil merebut kota Dabiq dari ISIS.
Keberhasilan ini membuat ISIS bersumpah akan melakukan pertumpuran
terakhir, pertempuran apokaliptik atau pertempuran yang penuh dengan
kehancuran.
Pemimpin kelompok Sultan Murad, salah satu faksi FSA,
Ahmed Osman mengatakan para pemberontak mengambil Dabiq dan daerah
tetangganya Soran setelah terlibat bentrokan dengan ISIS pada Minggu
pagi. FSA mendapat dukungan dari tank dan pesawat tempur Turki.
"Mitos ISIS tentang pertempuran besar di Dabiq telah berakhir," katanya seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Dalam
propagandanya, ISIS kerap menyebut sebuah ramalan menyatakan Dabiq akan
menjadi lokasi pertempuran antara kaum Muslim dan kaum kafir yang akan
pertanda menjadi kiamat.
Kekalahan di Dabiq memperpanjang daftar
kekalahan yang diderita oleh ISIS. Perlahan tapi pasti kelompok yang
dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi ini mulai kehilangan satu per satu
wilayah kekuasaannya di Suriah dan Irak.
Kelompok yang menghentak
dunia dengan pernyataannya mendirikan kekhalifahan baru ini kini
berkonsentrasi penuh untuk mempertahankan Mosul dari serangan pemerintah
Irak. Mosul menjadi basis paling berharga kelompok ekstrimis itu.
Rusia
menyatakan peserta perundingan di Swiss sepakat jika Suriah menentukan
masa depannya sendiri. Foto/Reuters/Jean-Christophe Bott
MOSKOW
- Rusia mengatakan semua peserta dalam pembicaraan Suriah di Lausanne
telah menyetujui Suriah harus memutuskan masa depan mereka sendiri
melalui dialog inklusif dan bahwa negara harus tetap utuh dan sekuler.
Pernyataan itu muncul setelah pertemuan berakhir tanpa terobosan.
Kementerian
Luar Negeri Rusia mengatakan agar perjanjian gencatan senjata Amerika
Serikat (AS)-Rusia berhasil dan memfasilitasi pengiriman bantuan
kemanusiaan, oposisi moderat Suriah harus terpisah dari Jabhat Fatah al
Sham, sebelumnya dikenal sebagai Nusra depan, dan "kelompok teroris"
lainnya.
"Pada saat yang sama, harus dipahami bahwa operasi
melawan teroris dari negara Islam dan Front Nusra akan dilanjutkan,"
kata kementerian itu seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Pembicaraan mengenai Suriah yang diselenggarakan oleh Sekretaris NegaraAS
John Kerry di Laussane, Swiis, gagal menyepakati strategi bersama
dengan Rusia untuk mengakhiri konflik di Suriah. Perang saudara yang
terjadi di Suriah sendiri kini telah memasuk tahun keenam.
Pertemuan
di Lausanne dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan
Menlu Rusia Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab
Saudi, Turki, Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah
runtuhnya rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan
diharapkan bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.
Negara-negara
Barat menuduh Rusia dan Suriah melakukan kekejaman dengan membom rumah
sakit, membunuh warga sipil dan mencegah evakuasi medis di kota terbesar
Suriah Aleppo, serta menargetkan konvoi bantuan dengan hilangnya
sekitar 20 jiwa. Namun, tudingan ini dibantah oleh Suriah dan Rusia
dengan mengatakan mereka hanya menargetkan militan.
Pembicaraan
soal Suriah yang dilakukan Menlu Rusia dan Menlu AS bersama tujuh Menlu
dari sejumlah negara gagal menghasilkan terobosan baru.
Foto/Reuters/Jean-Christophe Bott
LAUSANNE
- Rusia dan Amerika Serikat (AS) gagal membuat terobosan dalam
pembicaraan terbaru mengenai perang Suriah di Lausanne, Swiss. Kedua
negara gagal menyepakati strategi bersama untuk mengakhiri konflik di
Suriah yang telah memasuki tahun keenam.
Pertemuan di Lausanne
dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dan Menlu Rusia
Sergei Lavrov beserta tujuh menlu dari Iran, Irak, Arab Saudi, Turki,
Qatar, Yordania dan Mesir. Pertemuan ini digelar setelah runtuhnya
rencana gencatan senjata Rusia-AS yang susah payah dibuat dan diharapkan
bisa mengakhiri perang saudara di Suriah.
Kepada wartawan Kerry
mengatakan ada konsensus tentang sejumlah pilihan yang dapat menciptakan
gencatan senjata. Meski begitu, Kerry mengakui, ada beberapa ketegangan
selama pembicaraan.
"Saya akan menggolongkan ini sebagai contoh
dari apa yang kita inginkan, yang merupakan sebuah tukar pikiran dan
diskusi yang sangat jujur untuk pertama kali," kata Kerry seperti
dikutip dari Reuters, Minggu (16/10/2016).
"Sejumlah ide datang
dari sejumlah menteri yang berbeda seperti yang kita harapkan yang
mungkin dapat membentuk beberapa pendekatan yang berbeda," tambah Kerry.
Namun
pertemuan itu gagal membuahkan sebuah pernyataan bersama atau visi
bersama. Mengenai hal ini, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan para
menteri telah membahas beberapa ide menarik tanpa memberikan penjelasan
lebih lanjut.
Terkait Suriah, Prancis Tidak Akan Kurangi Tekanan kepada Rusia
Presiden
Prancis, Francois Hollande, menyatakan tidak akan mengurangi tekanan
kepada Rusia terkait krisis di Suriah. Foto/Istimewa
PARIS
- Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan ia tidak berencana
untuk mengurangi tekanan pada Rusia atas dukungannya bagi pemerintah
Suriah dalam memerangi pemberontak. Meski begitu, ia tetap siap untuk
bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas perang
"Vladimir
Putin tidak ingin serius membahas Suriah. Saya siap setiap saat, tapi
aku tidak akan mengurangi tekanan," kata Hollande dalam wawancara dengan
surat kabar Prancis.
Hollande menambahkan bahwa prioritas mutlak
adalah penghentian pemboman, gencatan senjata, bantuan kemanusiaan dan
pembukaan negosiasi seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Sebelumnya,
Presiden Rusia Vladimir Putin membatalkan rencana kunjungan ke Prancis.
Awalnya Putin dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Prancis pada 19
Oktober mendatang, dan akan melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis
Francois Hollande.
Keputusan Putin ini datang tidak lama setelah
Hollande menuturkan bahwa dia mungkin akan membatalkan pertemuan dengan
Putin. Keputusan Hollande ini dilatarbelakangi oleh konflik yang terjadi
di Suriah, dimana Prancis tidak senang dengan sikap Rusia yang
mendukung rezim Bashar al-Assad.
Credit Sindonews
Inggris dan AS Siap Jatuhkan Sanksi Tambahan untuk Assad
Inggris dan AS tengah mempertimbangkan menjatuhkan sanksi bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya. Foto/Istimewa
LONDON
- Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka sedang
mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Presiden Suriah Bashar
al-Assad dan para pendukungnya. Kedua negara sekutu itu juga meminta
Rusia untuk membantu mengakhiri konflik di Suriah.
"Sangat
penting bahwa kita menjaga tekanan dan ada banyak langkah-langkah yang
kita ajukan, hubungannya dengan sanksi tambahan terhadap rezim Suriah
dan pendukung mereka, langkah-langkah untuk membawa mereka yang
bertanggung jawab atas kejahatan perang ke Mahkamah Pidana
Internasional," kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson kepada
wartawan.
"Hal-hal ini akhirnya akan datang untuk menggigit para
pelaku kejahatan ini dan mereka harus berpikir tentang hal itu
sekarang," kata Johnson, yang juga mengatakan tidak ada nafsu bagi Eropa
untuk "pergi berperang" di Suriah seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Johnson
sendiri meragukan pemerintah Assad dan sekutunya, Rusia, akan mampu
merebut kembali Aleppo dan memenangkan perang. Ia pun menyerukan Rusia
dan Iran untuk menunjukkan kepemimpinannya untuk mengakhiri konflik.
"Terserah
mereka untuk menunjukkan rasa belas kasihannya, menunjukkan belas
kasihan kepada orang-orang di kota itu dan mendapatkan gencatan senjata
diberlakukan," tambahnya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri AS
John Kerry menegaskan bahwa AS dan sekutunya sedang mempertimbangkan
sanksi tambahan atas Suriah, namun tidak menyebutkan nama Rusia sebagai
target.
"Kami sedang mempertimbangkan sanksi tambahan dan kami
juga membuat jelas bahwa Presiden (Barack) Obama belum mengambil pilihan
dari meja," kata Kerry.
Perdana
Menteri (PM) Libya, Fayez al-Sarraj, tidak diketahui keberadaannya
selama upaya kudeta berlangsung di negara itu sejak Jumat petang.
Foto/REUTERS
TRIPOLI
- Upaya kudeta untuk menggulingkan Pemerintah Libya yang didukung PBB
berlangsung di Ibu Kota Tripoli sejak Jumat petang. Perdana Menteri (PM)
Libya, Fayez al-Sarraj, yang juga menjabat sebagai presiden sementara
negara itu “menghilang” dan nasibnya tak diketahui.
Pemerintah
Libya (GNA) menuduh mantan PM Khalifa al-Ghwell, sebagai pemimpin kudeta
militer di negeri Moammar Khadafi itu. Pemerintah pada Sabtu
(15/10/2016) memerintahkan penangkap semua komplotan kudeta, termasuk
pemimpinnya, Ghwell.
Komplotan kudeta dilaporkan telah menduduki
sejumlah bangunan penting di negara itu, termasuk Hotel Rixos dan
gedung-gedung administrasi pemerintah lainnya. Hingga hari ini, para
milisi pendukung kudeta masih menguasai bangunan Hotel Rixos.
Ghwell
merupakan PM Libya yang digulingkan pada Maret lalu oleh kubu
pemerintah saat ini. Para milisi pendukung kudeta menyiagakan truk
pickup yang dipasangi senapan mesin di sekitar Hotel Rixos.
Komplotan
kudeta dalam sebuah pernyataan mengklaim bahwa GNA saat ini mengalami
kekosongan kepemimpinan. Tidak ada yang tahu keberadaan PM Libya Fayez
al-Sarraj, namun laporan media menyebut dia berada di negara tetangga,
Tunisia.
Jika semua milisi Tripoli muncul dan mendukung kudeta,
maka GNA berada dalam bahaya. Selain didukung PBB sebagai pemerintah sah
Libya, GNA juga didukung para diplomat Barat, seperti dari Amerika
Serikat (AS), Inggris dan Uni Eropa.
Menurut laporan Guardian,
belum ada laporan korban jiwa dalam upaya kudeta di Libya. Selain itu,
juga belum ada laporan perihal penangkapan terhadap para pelaku kudeta.
Korut
mengancam akan menyerang AS dengan nuklir jika Washington memobilisasi
kekuatan untuk menentang Pyongyang.Foto/Ilustrasi/SINDOnews
PYONGYANG
- Korea Utara (Korut) memperingatkan mungkin akan melakukan tes nuklir
kembali setelah sempat melakukan uji coba pada 9 September lalu. Korut
juga mengatakan siap meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Amerika
Serikat (AS) jika negara itu memobilisasi kekuatan untuk menentangnya.
"AS
memiliki senjata nuklir di lepas pantai kami, menargetkan negara kami,
Ibu Kota dan pemimpin terhormat kami, Kim Jong Un," ucap seorang pejabat
atas Korut, Lee Yong-pil, mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif
dengan NBC News, Senin (17/10/2016).
"Kami tidak akan mundur
selama ada ancaman nuklir kepada kami dari AS. Sebuah serangan nuklir
preemptive bukanlah apa-apa bagi AS yang memiliki monopoli atas itu.
Jika kami melihat bahwa AS akan melakukannya kepada kami, kami akan
melakukannya pertama kali. Kami memiliki teknologi itu," tambah Lee,
yang merupakan direktur dari Departemen Luar Negeri Institut Studi
Amerika.
Yong-pil juga memperingatkan bahwa Korut mungkin akan
melakukan uji coba nuklir lanjutan. Hal itu didorong oleh semakin
agresifnya latihan gabungan AS dan Korea Selatan (Korsel). Ia pun
menyatakan bahwa tidak ada sanksi dari PBB maupun tekanan dari AS yang
akan menghentikan Korut untuk membangun gudang senjata.
"Kami harus memiliki senjata nuklir untuk melindungi negara kami, dan itu kebijakan kami untuk memiliki nuklir," katanya.
Pejabat
Korut yang lain mengatakan bahwa negara itu telah memiliki kemampuan
untuk mencapai daratan AS dengan roket. Hwang Yongnam, yang berwenang
untuk berbicara tentang program rudal negara itu, mengatakan Pentagon
telah berbohong dengan menyatakan Korut belum bisa mencapai daratan AS
dengan senjata.
Sedangkan seorang pejabat senior Korut yang
terlibat dalam program luar angkasa, Ri Won-hyok mengatakan kemajuan
yang dicapai negaranya bukan hanya senjata. Korut juga telah meluncurkan
roket untuk membawa satelit ke ruang angkasa dan tujuan negaranya tidak
hanya pergi ke bulan tetapi juga planet-planet lain.
Dia
membantah bahwa program roket negara itu telah mendapat bantuan dari
Rusia atau Iran. Ia mengklaim jika proyek itu 100 persen buatan Korut.
Pentagon: Korut Gagal Lakukan Uji Coba Rudal Balistik
Korea Utara gagal melakukan uji coba rudal balistik. Foto/Istimewa
WASHINGTON
- Militer Amerika Serikat (AS) mendeteksi Korea Utara (Korut) melakukan
uji coba peluncuran rudal balistik. Namun, uji coba itu berujung pada
kegagalan.
Pentagon mengatakan Sistem Komando Strategis AS
mendeteksi bahwa rudal Musudan gagal dalam peluncuran yang dilakukan di
dekat kota barat laut Kusong, Korut. "Kami sangat mengutuk ini dan tes
rudal terbaru Korut lainnya," kata juru bicara Pentagon, Gary Ross.
Uji
coba ini adalah yang terbaru dalam serangkaian uji coba yang dilakukan
Korut dan melanggar resolusi PBB. AS pun mengungkapkan keprihatinannya
dan menyerukan agar badan dunia menjatuhkan sanksi yang lebih tegas
kepada Korut.
"Komitmen kami adalah untuk pertahanan sekutu kami,
termasuk Republik Korea (Korea Selatan) dan Jepang, dalam menghadapi
ancaman ini, akan lebih ketat. Kami tetap siap untuk mempertahankan diri
dan sekutu kami dari serangan atau provokasi," kata Ross seperti
dikutip dari Reuters, Minggu (16/10/2016).
Ross mengatakan AS
menyerukan Korut untuk menahan diri dari tindakan yang dapat
meningkatkan ketegangan di wilayah Semenanjung Korea.
Pyongyang
sudah berada di bawah sanksi internasional yang berat lebih setelah
melakukan uji coba rudal dan nuklir. Meski begitu, Korut tetap melakukan
uji coba nuklir kelima pada 9 September lalu.
Kim Jong-un Peringatkan Inggris Tak Gabung Manuver AS dan Korsel
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un peringatkan Inggris tak gabung dalam latihan militer AS dan Korea Selatan. Foto/REUTERS
PYONGYANG
- Diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, memperingatkan Inggris
untuk tidak bergabung dalam latihan militer angkatan udara bersama
Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Korut sebut rencana
manuver gabungan itu sebagai tantangan serius yang tak terampuni.
Inggris
telah dijadwalkan untuk bergabung dalam latihan Angkatan Udara dengan
AS dan Korsel di tengah meningkatnya ketegangan antara Pyongyang dan
Seoul. Inggris berencana mengerahkan empat pesawat jet tempur
Eurofighter Typhoon, pesawat tanker Voyager dan pesawat angkut C-17
Globemaster untuk latihan gabungan.
Peringatan dari Kim Jong-un itu disampaikan kantor berita milik negara Korut, KCNA, melalui seorang juru bicara.”Ini adalah tantangan serius, tak pernah diampuni untuk perdamaian dan keamanan,” tulis KCNA.
“Inggris
harus segera menarik keputusannya untuk ambil bagian dalam latihan
militer untuk agresi,” lanjut media Pemerintah Korut itu, yang dikutip Daily Star, Sabtu (15/10/2016).
Reaksi
Kim Jong-un ini muncul beberapa pekan setelah Angkatan Udara Korsel
mengumumkan akan menggelar latihan militer “Invincible Shield” dengan
Inggris dan AS mulai 4 hingga 10 November 2016 mendatang.
Latihan
militer gabungan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan Seoul
untuk menyerang fasilitas kepemimpinan utama Korut dan mencegat serangan
udara yang masukke Korsel.
Pemerintah Inggris belum berkomentar
atas peringatan Kim Jong-un. Tak seperti AS, Inggris selama ini tidak
terlibat langsung dalam konflik antara Korut dan Korsel.
Credit Sindonews
Perdana Menteri India Narendra Modi
membawa kisruh dengan Pakistan di wilayah Kashmir ke Konferensi Tingkat
Tinggi BRICS. (Reuters/Adnan Abidi)
Jakarta, CB
--
Perdana Menteri India Narendra Modi membawa kisruh
dengan Pakistan ke Konferensi Tingkat Tinggi BRICS pada Minggu (16/10).
Dia mengatakan Pakistan adalah "kapal induk terorisme" di hadapan kepala
negara anggota BRICS.
Pernyataan ini disampaikan Modi sesuai
dengan keputusannya untuk mengisolir Pakistan di ranah internasional
menyusul ketegangan kedua negara di wilayah sengketa Kashmir. Sebelumnya
India berusaha membuat Pakistan terkucil di PBB dengan mengatakan bahwa negara pendukung terorisme.
"Di wilayah kami, terorisme menjadi ancaman besar bagi perdamaian,
keamanan dan pembangunan," kata Modi dalam KTT BRICS, kelompok negara
berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika
Selatan, di Goa.
"Tragisnya, kapal induk terorisme adalah negara
di sekitar India," lanjut Modi seperti yang dikutip Reuters, tanpa
secara langsung menyebut nama Pakistan.
Ketegangan antara kedua
negara pemilik senjata nuklir di Asia ini telah tinggi sejak serangan
pangkalan militer di Kashmir pada 18 September lalu, menewaskan 19
tentara India.
India mengklaim telah melakukan serangan balasan
di dekat perbataan Kashmir yang diklaim Pakistan. Pemerintah Pakistan
membantah terlibat dalam serangan ke pangkalan militer India dan
mengatakan klaim serangan balasan dari India tidak pernah terjadi.
Menanggapi
tudingan India, pemerintah Pakistan menuding Modi telah menyesatkan
negara-negara anggota BRICS dan mencoba menutupi kekejaman mereka di
Kashmir, saat puluhan orang tewas sejak aksi protes pecah Juli lalu.
"Rakyat
Wilayah Pendudukan India di Kashmir menjadi sasaran genosida oleh India
karena meminta hak-hak dasar mereka untuk menentukan nasib sendiri,"
kata Sartaj Aziz, penasihat kebijakan luar negeri Perdana Menteri
Pakistan Nawaz Sharif.
Pernyataan Modi tidak masuk dalam komunike KTT BRICS di India. Tidak ada komentar dari negara BRICS lainnya.
Operasi untuk membebaskan Mosul dari
ISIS dimulai, seperti disiarkan oleh Perdana Menteri Irak Haider
al-Abadi lewat televisi pada Senin pagi. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CB
--
Operasi untuk membebaskan Mosul dari ISIS dimulai,
seperti disiarkan oleh Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi lewat
televisi pada Senin pagi (17/10).
CNN melansir,
pertempuran diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu bahkan
bulan. Jika didasarkan pada apa yang sebelumnya terjadi dalam perebutan
Falluja dan Ramadi dari ISIS, maka Mosul diperkirakan akan kacau.
Serangan untuk merebut Mosul sendiri telah dipersiapkan lama. Pasukan AS
dan Irak telah menggempur target ISIS di Mosul bahkan selama setahun.
Baru-baru ini, AS mengumumkan penurunan 600 pasukan tambahan untuk
operasi Mosul.
Puluhan penasihat militer AS dan Inggris terlibat
dalam persiapan merebut Mosul, begitu pula sebuah unit artileri AS yang
akan memberi perlindungan bagi pasukan di selatan Mosul.
ISIS,
di lain pihak, dilaporkan mulai membangun terowongan yang dipersiapkan
untuk meninggalkan kota terbesar kedua di Irak tersebut. AS
memperkirakan terdapat 3.500 hingga 5.000 militan ISIS di Mosul.
Pertempuran di sekitar Mosul telah berkobar selama beberapa hari terakhir.
Sebelum
direbut ISIS, Mosul dihuni oleh lebih dari 2 juta orang. Dan saat ini,
masih terdapat sekitar 1 juta warga yang tinggal di kota itu.
Ilustrasi serangan udara di Yaman (Reuters/Mohamed al-Sayaghi)
Jakarta, CB
--
Koalisi serangan udara pimpinan Arab Saudi yang
memerangi kelompok pemberontak Houthi di Yaman menyerang sebuah
pemakaman akibat menerima informasi yang salah dari sejumlah tokoh
militer Yaman, bahwa terdapat sejumlah pemimpin Houthi di wilayah yang
dihantam serangan udara itu.
Koalisi pimpinan Saudi di Yaman
menghadapi berbagai kritik tajam akibat serangan udaranya pada akhir
pekan lalu menghantam sebuah acara pemakaman di ibu kota Sanaa,
menyebabkan 140 warga tewas, menurut laporan PBB. Sementara Houthi
menyebutkan serangan itu menyebabkan 82 orang tewas.
Para pelayat yang tewas dalam serangan itu termasuk sejumlah pejabat
politik dan keamanan, yang diduga bergabung dengan Houthi untuk melawan
pemerintahan Yaman yang didukung Saudi.
"Sebuah pihak yang
terafiliasi dengan Kepala Staf Kepresidenan Yaman memberikan kami
informasi yang salah bahwa di daerah tersebut terdapat sejumlah pemimpin
Houthi bersejenjata di Sanaa, dan memaksa kami menargetkan wilayah itu
secepatnya," bunyi kesimpulan badan penyidik yang menginvestigasi
serangan itu, dikutip dari Reuters, Sabtu (15/10).
Tim
Peninjauan Insiden Gabungan (JIAT) menyatakan bahwa Pusat operasi
serangan udara di Yaman juga gagal memberikan persetujuan soal serangan
tersebut dari para komandan, sebuah pelanggaran terhadap protokol yang
ada.
JIAT kemudian menyerukan peninjuan kembali aturan soal
keterlibatan dan kompensasi untuk keluarga korban. JIAT menyatakan
"tindakan yang tepat" harus diambil terkait insiden ini, tanpa
memberikan rincian lebih lanjut. Juru bicara JIAT menyebut bahwa
tindakan itu termasuk proses peradilan.
"Tentu, publik harus
diberitahu soal apa yang menyebabkan kesalahan ini. Mereka memiliki hak
untuk melindungi diri mereka, namun jelas bahwa langkah hukum harud
diambil, pasukan koalisi memahami hal itu," kata Mansour Ahmed
al-Mansour, penasihat hukum JIAT.
"Koalisi menyerukan penyesalan
terkait insiden yang tidak disengaja ini dan menghaturkan rasa turut
berduka cita bagi para keluarga korban. Insiden ini tidak sejalan dengan
tujuan koalisi, yang ingin melindungi warga dan mengembalikan keamanan
dan stabilitas di Yaman," bunyi pernyataan koalisi Saudi.
PBB
memperkirakan sekitar 10 ribu warga Yaman tewas dalam konflik yang telah
berlangsung selama lebih dari satu tahun ini. PBB menuding koalisi
serangan udara pimpinan Saudi menyebabkan 60 persen dari total kematian
3.800 warga sipil sejak Maret 2015.
Pertempuran terus berlanjut
pada Sabtu (15/10), dengan media Houthi mengaku bertanggung jawab atas
serangan rudal ke wilayah kamp militer Saudi di Provinsi Asir
Israel membekukan hubungan dengan
UNESCO setelah draft resolusi yang tidak menyebutkan mengapa situs suci
di Yerusalem berarti bagi umat Yahudi. (Reuters/Ammar Awad)
Jakarta, CB
--
Israel membekukan hubungan dengan UNESCO, badan PBB
soal pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, terkait dengan situs
suci di Yerusalem.
Kamis lalu, Dewan Eksekutif UNESCO di Paris
meloloskan draf keputusan soal situs suci Yerusalem. Draf itu menyebut
soal pentingnya situs itu bagi tiga agama—Kristen, Islam dan
Yudaisme—namun tidak membahas soal betapa pentingnya situs bagi umat
Kristen dan Yahudi.
Draf tersebut banyak mengkritik aksi Israel
di Yerusalem, Tepi Barat dan Gaza. Diusulkan oleh negara-negara Arab,
draf itu mendapat tentangan dari Israel dan Amerika Serikat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam draf tersebut.
“Menyatakan
bahwa Israel tak punya koneksi dengan Kuil Suci dan Tembok Barat
seperti menyatakan China tak punya koneksi dengan Tembok Besar China
atau bahwa Mesir tak punya koneksi dengan Piramida. Karena keputusan
absurd ini memnbuat UNESCO kehilangan sisa legitimasinya,” kata
Netanyahu seperti dikutip dari CNN, Jumat (14/10).
Menyusul
pemungutan suara oleh UNESCO, Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennet
lewat surat menyatakan bahwa Israel akan membekukan semua aktivitas
profesional dengan UNESCO.
Mark Toner, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS juga mengkritik draft dari UNESCO.
“Kami sangat khawatir soal resolusi yang dipolitisasi dan berulang ini
yang tidak berdampak apa pun terhadap hasil konstruktif di lapangan. Dan
kami tak yakin [resolusi] itu harus diadopsi,” kata Toner.
AS
sendiri menghentikan sumbangan dana bagi UNESCO pada 2011 setelah badan
itu menerima keanggotaan penuh Palestina. Sebelumnya, Washington memberi
US$80 juta setahun kepada UNESCO.
Resolusi terbaru UNESCO
diajukan oleh negara Arab termasuk Mesir, Aljazair, dan Qatar. Sebanyak
24 negara mendukung resolusi, empat menolak, dan 26 absen.
Pemerintah Palestina di lain pihak menyambut keputusan UNESCO.
“Palestina
akan terus mempertahankan hak rakyat kami melalui semua kesempatan
legal dan diplomatik yang tersedia, termasuk organisasi PBB,” ujar
Kementerian Luar Negeri Palestina dalam pernyataan. "Agenda damai kami
tidak akan rusak oleh propaganda, juga toleransi dan kepatuhan kami
terhadap hukum internasional tidak akan diubah oleh kesalahan dan sikap
sinis."
Wilayah situs suci Yerusalem bagi umat Muslim merupakan
lokasi Nabi Muhammad mengalami Isra Miraj, bagi umat Yahudi dan Kristen
merupakan fondasi di mana Adam diciptakan serta lokasi Ibrahim akan
mengorbankan anaknya Ismail. Bagi Yahudi situs itu juga merupakan situs
Kuil Pertama dan Kedua.
Keputusan draft itu akan final sebelum
sidang pleno Dewan Eksekutif UNESCO pada Selasa besok: apakah akan
diadopsi atau akan diperdebatkan lebih lanjut.
Beijing (CB) - Dua astronaut Tiogkok Jing Haipeng dan Chen
Dong menggunakan wahana ruang angkasa Shenzhou-11, Senin pagi, menuju
laboratorium ruang angkasa Tiangong-2 untuk melakukan instalasi dan
berbagai uji sains.
Peluncuran Shenzhou-11 dilakukan menggunakan roket Long March-2F
dari Pusat Peluncuran satelit Jiuquan, Gurun Gobi pada 7.30 waktu
setempat, didahului dengan seremoni pelepasan, termasuk memperkenalkan
dua astronot pria tersebut.
Jing Haipeng (50) menjadi komandan dalam misi selama satu bulan
tersebut. Penerbangan ke ruang angkasa itu merupakan yang kali ketiga
bagi Jing Haipeng. Sebelumnya, dia terbang ke ruang angkasa untuk misi
Shenzhou-7 pada 2008 dan Shenzhou-9 pada 2012.
Sementara Chen Dong (38) adalah pilot Angkatan Udara dengan 1.500
jam terbang, yang bergabung sebagai astronot pada Mei 2010 dan lulus
untuk menjalankan misi Shenzhou-11 pada Juni 2016.
Wakil Direktur sekaligus juru bicara Badan Ruang Angkasa Tiongkok
Wu Ping dalam jumpa wartawan mengatakan sebelum "docking" di
Tiangong-2, Shenzhou-11 berkeliling selama dua hari.
"Dua astronot tersebut kemudian menuju Tiangong-2, dan akan
menetap selama 30 hari. Ini merupakan waktu menetap terlama kali
pertama yang dilakukan oleh astronot Tiongkok," katanya.
Wu ping menambahkan Jing Haipeng dan Chen Dong memiliki tugas
utama melakukan berbagai pengujian dan instalasi Tiangong-2 sebagai
laboratorium ruang angkasa.
Pada 2017 pesawat kargo ruang angkasa Tiongkok Tianzhou-1akan
diluncurkan untuk membawa perbekalan makanan dan bahan bakar.
Laboratorium pertama ruang angkasa Tiongkok, Tiangong-1, telah
diluncurkan pada September 2011 dan akan berakhir masa edarnya pada
tahun depan.
Washington (CB) - Raja terakhir Rwanda Kigeli V meninggal
dunia dalam usia 80 tahun pada Minggu pagi (16/10), demikian menurut
keterangan di laman resmi miliknya.
Lahir dengan nama lengkap
Jean-Baptiste Ndahindurwa di Kamembe, Kigeli V mengasingkan diri pada
1960 setelah terlibat konflik dengan penjajah Belgia. Pada 1961,
Kerajaan Rwanda dihapuskan.
Kigeli V mengasingkan diri ke sejumlah negara Afrika sebelum menetap di Washington pada 1922.
Selama di Amerika Serikat, ia memimpin King Kigeli V Foundation untuk membantu para pengungsi Rwanda.
Masih belum jelas apa penyebab kematian Kigeli V.
Menurut
laporan majalah lokal Washington pada 2013, Kigeli V tinggal di rumah
bersubsidi, menerima bantuan makanan dan sumbangan lain di Oakton,
Virginia, dan ia bermurah hati berbagi cokelat kepada anak-anak
tetangga.
"Mereka menyebut saya Raja Afrika," ujar Kigeli.
Selama
puluhan tahun ia mengungkapkan harapan untuk kembali kampung halamannya
di Rwanda, negara mungil di Afrika timur yang merupakan salah satu
negara termiskin dunia, sebagai seorang raja.
Donetsk (CB) - Komandan militer pemberontak Ukraina Arseny
Pavlov tewas, Minggu (16/10), dalam pengeboman di Donetsk, Ukraina
timur, menurut keterangan otoritas setempat, menyebut insiden tersebut
merupakan deklarasi perang.
Usai mencaplok Semenanjung Crimea
dari Ukraina pada 2014, Rusia mendukung pemberontakan pro-Moskow di
Ukraina timur yang merenggut hampir 10 ribu korban jiwa.
Pavlov alias ‘Motorola’ memimpin batalion Sparta dan merupakan komandan senior pasukan pemberontak.
Alexander
Zakharchenko, perdana menteri daerah separatis Republik Rakyat Donetsk,
mengatakan Presiden Ukraina Petro Poroshenko telah melanggar gencatan
senjata dan mendeklarasikan perang.
Pavlov tewas akibat ledakan bom yang dipasang di lift sebuah gedung.
Pada Minggu malam, lokasi kejadian dikelilingi oleh truk militer, kendaraan lapis baja dan sekitar 50 personel bersenjata.
Gerilyawan batalion Sparta mengatakan pengawal pribadi Pavlov juga tewas dalam pengeboman tersebut.
"Pengeboman
dilakukan oleh pasukan Ukraina atau oleh pihak kami sendiri," menurut
pernyataan batalion Sparta, seperti dilaporkan AFP.
Pavlov
berpartisipasi dalam berbagai pertempuran sengit melawan pasukan Ukraina
di sekitar Bandara Donetsk. Ia berhasil selamat dari upaya pembunuhan
pada Juni silam.
Pihak-pihak yang terlibat konflik Ukraina
menyepakati perjanjian damai dukungan Jerman dan Prancis pada Februari
2015, tetapi meski perjanjian Minsk berhasil meredakan pertempuran,
konflik masih berkecamuk.
Presiden Filipina, Rodrigo R. Duterte (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Manila (CB) - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Minggu,
menyatakan bahwa pihaknya akan mengangkat putusan arbitrase atas
kontroversi Laut China Selatan saat bertemu pemimpin China dan berjanji
tidak akan menyerahkan kedaulatan atau menyimpang dari putusan Mahkamah
Internasional di Den Haag, Belanda, pada Juli lalu.
Duterte mengungkapkan kunjungannya ke China pada pekan ini untuk
menjelaskan titik balik hubungan bilateral, namun dia mengakui ada
beberapa perhatian publik tentang pemulihan hubungan yang cepat dan
meyakinkan rakyat Filipina bahwa hal itu tidak akan berdampak pada
kedaulatan maritim negaranya, lapor Reuters.
Menanggapi komentar yang menyebutkan bahwa dia tidak akan bisa
duduk nyaman bersama pemimpin China, Duterte mengatakan keputusan oleh
Pengadilan Tetap Arbitrase akan dibicarakan dan parameter keputusan akan
dibahas, tapi tidak akan ada upaya pemaksaan.
Keputusan tersebut merupakan pukulan telak atas pengakuan China di
sebagian besar wilayah di Laut China Selatan. Beijing telah menolak
mengakui kasus tersebut dan mencela sejumlah negara yang menginginkan
China mematuhi putusan tersebut.
"Saya tidak akan mengajukan tawaran lagi di mana pun. Kami akan
terus menuntut bahwa wilayah itu milik kami," katanya dalam konferensi
pers di kediamannya di Kota Davao.
"Keputusan majelis internasional akan menjadi acuan," ujarnya.
Pergerakan sikap presiden yang di luar dugaan tehadap kuatnya
keterlibatan China yang terjadi hanya beberapa bulan setelah keputusan
arbitrase yang menimbulkan kekhawatiran kawasan atas reaksi Beijing di
Laut China Selatan itu menandai perubahan mencolok dalam kebijakan luar
negeri setelah Duterte memegang jabatan sebagai Presiden Filipina pada
30 Juni 2016.
Duterte berangkat ke China, Selasa, bersama sedikitnya 200 anggota
rombongan dari kalangan pengusaha elit Filipina untuk memperkuat
kebijakan aliansi komersial baru. Beberapa pihak mengharapkan
pembiayaan perusahaan di Filipina, ekspor pertanian, investasi
infrastruktur utama, dan pariwisata menjadi prioritas kunjungan ke China
tersebut.
Kunjungan tersebut terjadi di tengah gencarnya komentar
anti-Amerika yang disampaikan Duterte mengenai wacana hubungan jangka
panjang dengan Amerika Serikat.
Pada saat dia terus mencela dan mencaci maki Washington atas
kekhawatiran tentang perang berdarah pada kasus penyalahgunaan narkoba,
Duterte menegaskan langkah awal strategis tentang kepatuhan konstitusi
yang menjunjung kebijakan luar negeri secara independen.
Dia membicarakan keinginannya untuk mengintensifkan hubungan dagang
dan hubungan kerja yang lebih dekat dengan China, namun tidak akan
menghindari pembicaraan atas apa yang mereka perselisihkan.
"Tidak ada pemaksaan. Kami akan bicara, kami mungkin akan
menguraikan sesuatu dalam keputusan tersebut dan menentukan batas-batas
wilayah kami, zona ekonomi khusus," katanya dalam pertemuan dengan
wartawan di Davao itu.
"Tidak ada tawar-menawar. Itu wilayah kami dan beberapa di antara
kalian menginginkan jawaban atas pertanyaan itu. Tidak ada
tawar-menawar," tegas Duterte.
Komentar Duterte itu mungkin dianggap ocehan oleh China, tetapi
mungkin tidak ingin mendengar tentang putusan internasional yang sangat
merugikan, dan termasuk pembatalan "garis sembilan putus-putus"
berbentuk U pada peta dan paspor China.
Foto
dokumen: Asap mengepul di Sinai Utara, Mesir terlihat dari perbatasan
selatan Jalur Gaza dengan Mesir. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Kairo (CB) - Sedikitnya 100 gerilyawan tewas dalam
serangan udara yang dilancarkan oleh Pemerintah Mesir sejak Sabtu pagi
(15/10) terhadap sasaran mujahidin di Sinai Utara.
Serangan udara itu adalah pembalasan atas tewasnya 12 personel
Angkatan Darat pada Jumat di satu pos pemeriksaan, kata satu sumber
keamanan kepada Xinhua.
Pada Sabtu pagi, Angkatan Bersenjata Mesir mengatakan dalam
pernyataan yang disiarkan melalui televisi bahwa militer memburu para
penjahat dan anasir teror yang melancarkan serangan pada Jumat.
Serangna udara itu ditujukan kepada tempat persembunyian gerilyawan
bersenjata yang terlibat dalam serangan pada Jumat. Semua daerah yang
menampung anasis teror serta depot senjata dan amunisi dihancurkan dalam
serangan udara tersebut, yang berlangsung selama tiga jam dan terus
berlangsung, kata pernyataan itu.
Sedikitnya 40 gerilyawan cedera dalam serangan udara tersebut, tambah sumber itu.
Ia menyatakan serangan udara tersebut telah ditujukan ke tiga tempat
yang diduga sebagai pangkalan di Kota Rafah, Sheikh Zuweid dan
Al-Arish.
Kobaran api dan asap masih terlihat di sekitar lokasi, tambah sumber tersebut.
Serangan gerilyawan pada Jumat terjadi di Daerah Sinai Utara, 40
kilometer dari Kota Kecil Bid Al-Abd, saat sekelompok gerilyawan
menyerang pos pemeriksaan dengan menggunakan senapan dan senjata
otomatis, kata beberapa sumber keamanan.
Militer Mesir melancarkan serangan balasan dan menewaskan 15 pelaku teror pada Jumat.
Provinsi Sinai Utara telah menjadi pangkalan bagi serangan
anti-keamanan yang menewaskan ratusan polisi dan militer sejak
penggulingan pimpinan militer terhadap presiden Mohamed Moursi dari kubu
Islam pada 2013. Angkatan Bersenjata melalui kerja sama dengan polisi
telah mengumumkan "perang melawan terorisme" dan makin banyak tentara
dikerahkan.
Kelompok gerilyawan yang berpusat di Sinai dan setia kepada IS
mengaku bertanggung-jawab atas sebagian besar serangan, termasuk
serangan pada Jumat, demikian Xinhua melaporkan.
Kairo (CB) - Militer Mesir melancarkan beberapa serangan
udara yang menargetkan sejumlah ektremis di Semenanjung Sinai pad Sabtu,
kata pihak militer, setelah ISIS menewaskan 12 tentara di sebuah pos
pemeriksaan.
Sinai utara adalah sebuah benteng bagi para
ekstremis Sunni, yang telah menewaskan ratusan tentara dan polisi sejak
militer menggulingkan presiden Mohamed Moursi pada 2013.
Serangan
yang terjadi pada Jumat memperlihatkan beberapa mortir dan roket
ditembakkan ke arah sebuah pos militer di barat El Arish, ibu kota
provinsi Sinai utara, menurut para pejabat.
Pihak militer
mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh sebuah stasiun
televisi, bahwa pesawat mereka telah lepas landas pada Sabtu dini hari.
Peluncuran
pesawat tersebut dimaksudkan untuk melakukan misi pengintaian dan
pengeboman di wilayah tersebut yang berlangsung beberapa jam.
Serangan
tersebut menargetkan beberapa tempat persembunyian para ekstremis
bersenjata yang terlibat dalam serangan pada Jumat, seraya menambahkan
bahwa sejumlah ekstremis tewas dan persenjataan mereka dihancurkan.
Pihak militer telah mengerahkan pasukannya ke Semenanjung tersebut dalam beberapa tahun terakhir untuk melawan pemberontakan.
Isis
menargetkan warga asing di Mesir, dan mengklaim telah mengebom sebuah
pesawat maskapai Rusia tahun lalu, yang membawa turis pulang dari resort
di Sinai. Seluruh 244 orang dalam penerbangan tersebut tewas, demikian
dikutip dari laporan AFP.
Dokumentasi
anggota Organisasi Badr Syiah berlatih sebelum peperangan selanjutnya
untuk merebut kembali Mosul di Provinsi Diyala, Irak, Selasa
(27/9/2016). Foto diambil 27 September 2016. (REUTERS/Stringer)
London (CB) - Inggris mengirim 40 tentara ke Tunisia,
untuk melatih pasukan militer setempat dalam melawan dan mencegah
penyebaran ISIS dari negara tetangga, Libya, kata Menteri Pertahanan
Inggris, Michael Fallon, Sabtu.
Pelatihan militer itu akan mengedepankan perencanaan kegiatan,
operasi intelijen, pengawasan, dan patroli. Latihan tersebut merupakan
misi ketiga yang digelar tentara Inggris sejak 30 orang wisatawan asal
Inggris tewas akibat serangan di Tunisia.
Jumlah warga Inggris yang tewas dalam pembantaian di hotel, di
kawasan wisata Sousse, di pesisir Laut Mediterania, Juni akhir tahun
lalu, dikabarkan paling banyak dibanding korban pengeboman di London
pada Juli 2005.
"Kami bermaksud membantu tentara Tunisia melawan teroris Daesh alias
ISIS yang membantai warga Inggris tak bersalah di pantai tahun lalu,"
kata Fallon.
"Pelatihan ini akan membantu tentara Tunisia menguatkan penjagaan di
perbatasan dan menghentikan penyebaran Daesh di sepanjang pesisir,"
kata dia.
Pelatihan itu akan diikuti 200 tentara Tunisia di beberapa lokasi.
Sebelumnya dua misi serupa telah digelar pada Februari dan akhir tahun
lalu.
Markas Partai Republik Dilempar Bom, Ada Tulisan 'Nazi' di Tembok (GOP North Carolina/NBCNews)
CB, North Carolina - Kantor Partai Republik di
North Carolina dilempar bom tangan dan terbakar. Tak hanya itu, di
gedung dekatnya terdapat tulisan "Nazi Republikan" dan "tinggalkan
kota". Insiden terjadi pada Sabtu 15 Oktober 2016 malam, waktu setempat.
Dikutip dari NBCNews, Senin (17/10/2016), otoritas
Hillsborough mengatakan tak ada orang yang terluka atas insiden yang
menimpa markas Partai Republik untuk wilayah Orange County.
Sebuah botol yang mengandung bahan bakar dilempar ke arah kaca depan
kantor pusat Partai Republik itu. Akibatnya meledak dan membakar
sejumlah furniture dan barang-barang di dalamnya. Api padam karena sistem otomatis pemadaman di kantor tersebut.
Sementara itu, di tembok dekat markas tersebut, terdapat coretan grafiti bertuliskan 'Nazi Republicans, Leave Town or Else' dengan lambang swastika di dekatnya.
Seorang pebisnis yang memiliki kantor dekat markas Republik menemukan kerusakan itu pada Minggu 16 Oktober pagi.
"Aksi menyebalkan itu sudah keterlaluan karena sampai merusak
properti," kata Wali Kota Hillsborough, Tom Stevens. Dalam pernyataannya
ia mengatakan, "Insiden itu jelas mengancam keamanan komunitas karena
kebakaran bisa saja meluas. Dan mencoret-coret dinding dengan pesan
kebencian merusak kehormatan dan kesatuan warga sipil."
Markas Partai Republik Dilempar Bom, Ada Tulisan 'Nazi' di Tembok (Shauna Williams/NBCNews)
"Saya percaya saya berbicara atas nama seluruh warga Hillsborough:
aksi seperti itu tidak akan dimaafkan oleh kami," lanjut pernyataan wali
kota.
Juru bicara Partai Republik di North Carolina, Emily Weeks mengatakan kepada NBCNews bahwa kantor tersebut tidak bisa digunakan. Seluruh material termasuk catatan surat suara kemungkinan juga rusak.
Ia mengatakan sebelumnya markas Grand Old Party (GOP) tersebut tidak pernah mendapatkan ancaman.
Dalam sebuah pernyataan, GOP eksekutif Dallas Woodhouse menyebut
insiden itu merupakan kejahatan kebencian dan mengatakan bahwa "semua
orang Amerika harus marah" dengan "serangan kekerasan terhadap demokrasi
kita."
Tim kampanye Hillary Clinton juga
mengutuk insiden itu sebagai "mengerikan dan tidak dapat diterima,"
menambahkan rasa syukur bahwa tidak ada yang terluka dalam aksi itu.
Kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump menuding
mereka yang berada di balik insiden itu sebagai "binatang yang mewakili
Hillary Clinton dan Demokrat di North Carolina." (Pihak berwenang belum
mengidentifikasi tersangka apapun.)
Mereka "mengebom kantor kami di Orange County karena kita menang," katanya di Twitter.
Namun, sebuah jajak pendapat NBCNews dan Wall Street Journal Marist
dilakukan pekan lalu mengatakan Clinton memimpin Trump lebih tinggi
empat poin di negara bagian itu. Secara nasional, Clinton memimpin Trump
dengan 11 poin, menurut sebuah jajak pendapat NBC News/ WSJ yang
dirilis Minggu.
"Keamanan tambahan akan diminta untuk semua kantor GOP dan acara kami
di seluruh negara bagian sampai 8 November," tutup Woodhouse.
CB, Moskow - Ketegangan politik yang saat ini terjadi antara Amerika Serikat dengan Rusia membuat sejumlah orang khawatir akan pecahnya Perang Dunia III.
Hubungan dua negara superpower itu saat ini berada di titik
paling rendah sejak Perang Dingin, menyusul pertentangan sikap antara
pihak Gedung Putih dan Kremlin soal konflik Suriah.
Beberapa pihak menilai, sejumlah aktivitas yang terjadi di Rusia akhir-akhir ini menunjukkan bahwa negara tersebut telah memberikan sinyal sedang bersiap-siap untuk perang.
Sejumlah kabar dan spekulasi pun membuat orang-orang khawatir akan ketegangan dua negara itu. Dikutip dari Washington Post,
Minggu (16/10/2016) berikut empat kabar tentang yang dinilai sebagai
persiapan perang Rusia serta analisis dan konfirmasi sejumlah pihak. 1. Tempat Penampungan Bom Baru
Sebuah poster yang terdapat di kota tetangga Moskow meminta para
penduduknya menyumbang 500 rubel atau sekitar Rp 103 ribu untuk
membangun sebuah penampungan bom baru. Menurut poster tersebut, Rusia
diperkirakan akan mendapat serangan nuklir dari Amerika Serikat dan negara satelitnya.
Namun poster tersebut belum diketahui kebenarannya. Banyak orang menyebut hal itu sebagai hoax yang mungkin bertujuan untuk menipu pensiunan. 2. Jatah Roti Darurat
Gubernur St. Petersburg Rusia disebut-sebut telah menyetujui rencana
untuk memastikan ransum roti seberat 300 gram selama 20 hari untuk
masing-masing 5 juta warga kota.
Namun hal tersebut dianggap tak lebih dari sebuah aksi publisitas.
Komentator Rusia segera menangkap 'gema' dari Perang Dunia II ketika
tentara Jerman menduduki sebuah kota--sekarang bernama Leningrad--
selama 900 hari.
"Itu dua kali lebih banyak dari jumlah ransum saat pengepungan
Leningrad," ujar analis militer, Alexander Golts di Yezhednevny Zhurnal. 3. Merekrut Tentara Baru
Menurut sejumlah kabar, Pemerintah Rusia menyetujui amandemen
undang-undang yang memungkinkan untuk menambah tentara dengan
menandatangani cadangan dan veteran selama enam bulan kontrak berbayar.
Namun menurut Golts, hal tersebut tak serta merta menandakan bahwa
Rusia bersiap untuk perang. Ia mengatakan, peraturan tersebut hanya
terjadi dalam keadaan luar biasa, seperti menanggapi bencana alam atau
gangguan dalam negeri.
Tapi dalam hal memelihara atau memulihkan perdamaian dan keamanan,
bisa diartikan bahwa mereka melakukannya di suatu tempat di luar Rusia.
"Kemungkinan tidak dapat dikesampingkan bahwa Moskow sedang memikirkan operasi darat besar di Suriah," ujar Golts. 4. Pergerakan Misil
Rusia telah memindahkan misil berkemampuan nuklir ke Kaliningrad,
wilayah yang berbatasan dengan negara-negara Baltik. Kabar tersebut
sontak membuat sejumlah komentator khawatir akan terjadi perang nuklir.
Namun Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor
Konashenkov mengatakan, salah satu misilnya dengan sengaja terpapar
satelit mata-mata AS dan bahwa penyebarannya merupakan bagian dari
pelatihan reguler.
Menteri Luar Negeri Lithuania, di mana negaranya berbatasan dengan
Kaliningrad, menggambarkan langkah itu sebagai taktik negosiasi,
meskipun bukan salah satu yang menyenangkan.
CB, Sanaa -
Kapal perang jenis perusak milik Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat
(AS) kembali menjadi target serangan rudal yang ditembakkan dari wilayah
Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi. Insiden tersebut merupakan kali
ketiga dalam pekan ini.
Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (16/10/2016) sejumlah rudal ditembakkan ke USS Mason yang
tengah berada di zona perairan internasional di Laut Merah. Namun
seorang pejabat militer AS menjelaskan, kapal perang itu berhasil
mempertahankan diri dan menghindari hantaman rudal.
Pada Kamis lalu, USS Mason melakukan aksi balasan dengan meluncurkan
rudal jelajah yang diarahkan ke tiga lokasi radar pesisir di kawasan
yang dikontrol pemberontak Houthi.
Serangan balasan ini telah disetujui oleh Presiden Barack Obama
sekaligus menandai aksi militer pertama Washington yang menargetkan
pemberontak Houthi di Yaman. Pertanyaan pun mencuat terkait eskalasi
serangan lanjutan.
Dalam pernyataan yang disampaikan juru bicara Pentagon, Peter Cook,
ia menekankan bahwa tindakan yang diambil USS Mason itu hanya terbatas
untuk membalas serangan yang diarahkan ke kapal perang penghancur
tersebut. Ia memastikan aksi militer tersebut tidak terkait dengan
perang saudara yang terjadi di Yaman.
USS Mason telah tiga kali mendapat serangan rudal. Yang pertama terjadi pada 10 Oktober lalu. Sementara yang kedua terjadi pada 13 Oktober.
Pihak tertuduh, pemberontak Houthi membantah bertanggung jawab atas
serangan tersebut. Mereka juga memperingatkan akan mempertahankan diri
jika diperlukan.
Yaman--negara termiskin di Timur Tengah--saat ini tengah dilanda
perang saudara di mana konflik telah memicu kelaparan yang menyebabkan
lebih dari 10.000 orang tewas sejak Maret 2015 lalu.
Sejumlah negara diketahui terlibat konflik dalam negeri Yaman, yakni Arab Saudi dan
Iran. Sementara sebagai sekutu lama, AS menyokong persenjataan dan
memberikan izin bagi koalisi yang dipimpin Arab Saudi untuk mengisi
bahan bakar pesawat tempurnya di pangkalan udara mereka.
Di lain pihak, Iran mendukung kelompok pemberontak Houthi. Pekan
lalu, Negeri Para Mullah itu mengatakan telah mengerahkan dua kapal
perangnya ke Teluk Aden untuk mengamankan kawasan tersebut dari para
perompak.