Kamis, 08 Juni 2017

Sebut Minus Bukti, Saudi Sangkal Dalangi Serangan Maut Teheran



Sebut Minus Bukti, Saudi Sangkal Dalangi Serangan Maut Teheran
Asap masih mengepul di kompleks kantor parlemen Iran di Teheran usai serangan bersenjata pada hari Rabu (7/6/2017). Sebanyak 12 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan ini. Foto/REUTERS


RIYADH - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyangkal tudingan Garda Revolusi Iran bahwa Riyadh mendalangi serangan yang membunuh 12 orang di Teheran pada hari Rabu. Saudi menyebut tidak bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.

Kelompok Islamic State atau ISIS telah mengaku mengaku bertanggung jawab atas serangan maut di Teheran.

Bantahan Saudi disampaikan Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir. ”Kami mengecam serangan teroris di manapun itu terjadi dan kami mengutuk pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah di manapun kejadiannya,” kata Jubeir, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/6/2017).

Menlu Jubeir melanjutkan, tidak ada bukti yang menyiratkan Arab Saudi dalam serangan di Teheran. Riyadh, kata dia, tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab.

”Kami tidak tahu ini, kami belum melihat bukti,” ujarnya. Dia mengulangi sikap luar negeri Riyadh bahwa Iran adalah sponsor utama terorisme di seluruh dunia.



Sebelumnya, Komando Garda Revolusi Iran (IRGC) menuding Saudi dan Amerika Serikat (AS) dalang serangan teroris di Teheran.

”Serangan teroris ini terjadi hanya seminggu setelah pertemuan antara presiden AS (Donald Trump) dan pemimpin Saudi yang mendukung teroris. Fakta bahwa ISIS mengklaim bertanggung jawab, membuktikan bahwa mereka terlibat dalam serangan brutal tersebut,” bunyi pernyataan IRGC.

Serangan bersenjata di Teheran terjadi di dua lokasi. Pertama di kantor parlemen dan kedua di kompleks makam pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Khomeini. 




Credit  sindonews.com



Tuduh Saudi Dalang Serangan, Iran Ingin Balas Dendam


Tuduh Saudi Dalang Serangan, Iran Ingin Balas Dendam
Aksi pria bersenjata yang melakukan serangan di kantor parlemen Iran di Teheran, Rabu (7/6/2017). Foto itu dirilis media propaganda ISIS, Amaq. Foto/REUTERS TV.


TEHERAN - Komando Garda Revolusi Iran (IRGC) menuding Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) mendalangi serangan mematikan di Teheran. IRGC berjanji akan membalas dendam atas serangan yang membunuh 12 orang dan melukai puluhan orang lainnya tersebut.

Serangan di kantor parlemen Iran dan makam pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Khomeini, terjadi hari Rabu (7/6/2017). Kelompok Islamic State atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

 “Serangan teroris ini terjadi hanya seminggu setelah pertemuan antara presiden AS (Donald Trump) dan pemimpin Saudi yang mendukung teroris. Fakta bahwa ISIS mengklaim bertanggung jawab, membuktikan bahwa mereka terlibat dalam serangan brutal tersebut,” bunyi pernyataan IRGC.



Wakil komanadan IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Salami, mengatakan bahwa Iran akan membalas dendam atas serangan tersebut.

”Jangan diragukan lagi bahwa kita akan membalas dendam atas serangan hari ini di Teheran, terhadap teroris, afiliasi mereka dan pendukung mereka,” katanya seperti dikutip kantor berita Mehr.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa serangan tersebut akan membuat rakyat di negaranya lebih bersatu.

”Serangan teroris hari ini di Teheran akan membuat Republik Islam Iran lebih bertekad dalam memerangi terorisme, ekstremisme dan kekerasan regional,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor berita ISNA, Kamis (8/6/2017).

”Kami akan membuktikan sekali lagi bahwa kita akan menghancurkan plot musuh dengan lebih banyak kesatuan dan lebih banyak kekuatan,” ujarnya.

Kelompok ISIS yang diperangi Iran di Suriah telah mengancam mayoritas warga Syiah di Iran dengan lebih banyak serangan.”Kekhalifahan (ISIS) tidak akan melewatkan kesempatan untuk menumpahkan darah mereka sampai hukum Syariah diterapkan,” bunyi pernyataan kelompok itu seperti dilansir Reuters.

Serangan di Teheran adalah yang pertama kali yang diklaim ISIS terhadap Iran.

Pakar Timur Tengah Catherine Shkadam kepada Russia Today mengatakan pelaku serangan di Teheran ingin meragukan keputusan rakyat Iran untuk memberi mandat kepada Hassan Rouhani sebagai presiden untuk kedua kalinya.

”Iran baru saja berhasil menggelar pemilihan presiden. Semuanya berjalan sesuai rencana, damai, progresif,” katanya. 


”Ada keinginan yang jelas untuk mengemukakan cerita ketakutan, membuat orang memiliki rasa tidak aman, serta meragukan pejabat mereka dan bagaimana mereka dapat melindungi perbatasan mereka sendiri,” ujarnya.



Credit  sindonews.com

Kelompok Bersenjata Serang Parlemen Iran, 12 Tewas


Kelompok Bersenjata Serang Parlemen Iran, 12 Tewas
Seorang anak dievakuasi dari gedung parlemen Iran yang diserang sekelompok orang bersenjata. Foto/Istimewa
 

TEHERAN - Sekelompok orang bersenjata dan pelaku bom bunuh diri telah menyerang parlemen Iran di Teheran dan makam Ayatollah Khomeini. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang.

Dikutip dari Al Jazeera, empat pria bersenjata menyerang gedung perkantoran parlemen pada Rabu (7/6/2017) pagi.  Sementara makam pencetus revolusioner Iran, Ruhollah Khomeini, dihantam bom bunuh diri, media pemerintah melaporkan.

"Salah satu penyerang di komplek parlemen Iran meledakkan dirinya di lantai empat, saat dikepung oleh pasukan keamanan," penyiar IRIB melaporkan.

Anggota parlemen Elias Hazrati mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa tiga penyerang, satu dengan pistol dan dua dengan senapan serbu AK-47, menggerebek gedung perkantoran di komplek parlemen.

Sejumlah pejabat mengatakan sedikitnya 39 orang terluka dalam serangan tersebut.

Kantor berita ISNA mengutip seorang anggota parlemen yang mengatakan bahwa semua pintu parlemen ditutup dan akses ke komplek parlemen ditutup oleh polisi. Kantor berita semi-resmi Tasnim Iran mengatakan pengepungan di parlemen telah berakhir dan bahwa empat penyerang telah terbunuh.

"Ada kepanikan di jalan-jalan di ibukota karena serangan tersebut. Itu adalah kekacauan di dalam parlemen. Kemungkinan besar serangan ini terkoordinasi. Bukanlah suatu kebetulan bahwa hal itu terjadi dalam hitungan menit satu sama lain," kata Andrew Simmons dari Al Jazeera. 


Credit  sindonews.com








Pesawat Militer Angkut 120 Orang Hilang di Myanmar


Pesawat Militer Angkut 120 Orang Hilang di Myanmar
Pesawat Y-8F-200 militer Myanmar yang mengangkut 120 orang hilang. Foto/Wikipedia


YANGON - Sebuah pesawat militer dengan 120 penumpang dan awak kapal telah hingal di lepas pantai Myanmar. Pesawat tersebut hilang dalam perjalanan menuju kota terbesar di negara itu, Yangon.

Pesawat Y-8F-200 buatan China lepas landas dari kota pesisir selatan Myeik pada pukul 13:06 siang waktu setempat pada hari Rabu (7/6/2017) seperti dikutip dari Sky News. Itu adalah sebuah penerbangan reguler dan mingguan yang dengan jurusan sejumlah kota di pesisir.

"Mereka yang berada di dalam pesawat termasuk 106 tentara dan anggota keluarga dan 14 awak," kata militer Myanmar.

Pesawat, dengan kapasitas maksimal 200, dibeli pada Maret 2016 dan memiliki 809 jam terbang. "Ada 2,4 ton perbekalan militer di pesawat," kata militer Myanmar lagi.

Militer Myanmar mengatakan bahwa mereka kehilangan kontak saat terbang di ketinggian 18.000 kaki di atas Laut Andaman, 29 menit setelah lepas landas.

Sebuah pernyataan di halaman Facebook komandan militer Senior Min Aung Hlaing mengatakan bahwa pesawat tersebut diyakini berada sekitar 20 mil (32km) ke barat Dawei saat hilang.

Enam kapal angkatan laut dan tiga pesawat militer dimobilisasi untuk mencarinya, di mana pencarian tetap dilanjutkan meski di tengah kegelapan.

"Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat ini setelah kehilangan kontak," ucap pejabat penerbangan sipil di bandara Myeik, Kyaw Kyaw Htey.

Ia menambahkan bahwa cuaca saat lepas landas telah "normal", dengan jarak pandang yang baik.





Credit  sindonews.com









Pemilu Inggris dalam Bayang-Bayang Teror



Pemilu Inggris dalam Bayang-Bayang Teror 
PM Inggris Theresa May dalam kampanye di Stoke-on-Trent, Selasa (6/6). (AFP PHOTO / POOL/ Ben Stansall)


Jakarta, CB -- Inggris akan menggelar pemilihan umum hari ini, Kamis (8/6). Namun, kekhawatiran masih membayangi berkaitan dengan serangan teror beruntun yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Kampanye final yang dilakukan Rabu difokuskan kedua kandidat perdana menteri, Theresa May dari Partai Konservatif dan Jeremy Corbyn dari Partai Buruh, ke kawasan perkotaan, yang dianggap krusial dalam pemungutan suara.

Popularitas Perdana Menteri Theresa May menanjak usai dia memutuskan pemilihan kilat pada 18 April, setelah menggulirkan proses Brexit dan merebut angka keunggulan hingga dua digit atas Corbyn.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, pamor pemimpin Partai Konservatif itu terus menurun, terlebih setelah debat politik terakhir yang membahas soal keanggotaan Uni Eropa, kebijakan domestik dan keamanan negara.

"Beri saya dukungan Anda untuk memimpin Inggris, beri saya wewenang untuk berbicara untuk Inggris, perkuat tangan saya saat saya berjuang untuk Inggris," kata May dalam kampanye pada Selasa di Stoke-on-Trent, kota dengan suara tertinggi untuk meninggalkan Uni Eropa.

Dengan perundingan resmi Brexit yang akan dimulai pada 19 Juni mendatang, May berharap bisa mendapatkan dukungan dari Partai Kemerdekaan Inggris (UKIP) yang anti Uni-Eropa, sekaligus merebut jatah kursi Partai Buruh di Parlemen.



Partai Konservatif menjalankan kampanye ala presiden, yang mempromosikan May sebagai pemimpin ‘kuat dan stabil’ dan memperingatkan bahwa Corbyn, ‘bukan kandidat yang cocok’.

Di sisi lain, kendati tidak banyak diperhitungkan, Corbyn kerap mendapat momentum dan kampanyenya selalu dihadiri banyak pendukung.

Partai Buruh juga mendapatkan lebih banyak simpatisan setelah rilis manifesto Pantai Konservatif pada 18 Mei lalu, soal uraian biaya perawatan lansia, yang disebut media sebagai ‘Pajak Demensia’.

Manifesto yang memangkas biaya perawatan itu tidak populer di kalangan pendukung Partai Konservatif, yang membuat May terpaksa membatalkan hal itu, dan mendorong kritik lebih lanjut bahwa dia tidak dapat diandalkan.

Di sisi lain, serangan teror beruntun yang mengguncang Inggris sejak Maret semakin memukul pamor May. Terlebih otoritas mengungkap bahwa pelaku tiga teror terakhir, sudah masuk dalam radar intelijen Inggris.

Dalam serangan terakhir di London Bridge yang menewaskan delapan orang, Khuram Shazad Butt disebut telah berada dalam daftar pelaku teror dinas intelijen Inggris, begitu juga dengan Youssef Zaghba.



Mengutip AFP, pemilih umumnya lebih berpihak pada Partai Konservatif mengenai masalah keamanan, namun May mendapat banyak kecaman soal itu ketika menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri selama enam tahun.

Meskipun demikian, publik memberikan apresiasi terhadap layanan darurat dan unit respon cepat, yang mengalami pemotongan anggaran dalam beberapa tahun terakhir.

Kendati demikian, Partai Konservatif masih unggul dalam poling.

Menurut poling yang dipublikasikan Selasa oleh Survation, dikutip Reuters, May masih unggul dibanding Corbyn, kendati selisih keduanya semakin kecil, yakni 41,6 persen berbanding 40,4 persen.

Di sisi lain, Bookmakers memprediksikan May akan tetap memenangkan suara mayoritas.




Credit  CNN Indonesia







Pentagon: China Akan Bangun Pangkalan Militer di Pakistan



Pentagon: China Akan Bangun Pangkalan Militer di Pakistan Pentagon melaporkan China akan memperbanyak pangkalan militer di luar negeri. (REUTERS/Stringer)


Jakarta, CB -- Laporan Pentagon yang dirilis Selasa (6/6) waktu setempat menyebutkan bahwa China akan membangun pangkalan militer di Pakistan, menyusul prediksi AS bahwa Beijing akan memperbanyak pangkalan militer di luar negeri setelah mereka membangun fasilitas di Djibouti.

"China kemungkinan besar akan berusaha untuk membangun pangkalan militer tambahan di negara-negara yang memiliki hubungan persahabatan yang sudah berlangsung lama dengan kepentingan strategis serupa, seperti Pakistan," kata laporan tersebut, dikutip Reuters.

Prediksi itu termaktub dalam laporan setebal 97 halaman yang dipresentasikan pada Kongres. Pentagon menyebut perkiraan biaya yang dikeluarkan China guna membangun fasilitas militer tersebut mencapai US$180 miliar.

Angka itu bahkan lebih tinggi dari bujet pertahanan tahunan China sejumlah US$140 miliar.



Dalam laporan itu, AS berulang kali menyebutkan pembangunan pangkalan angkatan laut pertama China di Djibouti, yang juga sudah menjadi markas militer utama AS karena berada di posisi strategis di pintu masuk selatan Laut Merah pada rute ke Terusan Suez.

Keberadaan pangkalan militer China di Djibouti, yang berada di tepi barat laut Samudera Hindia memicu kekhawatiran di India, bahwa hal itu akan menjadi satu lagi rangkaian aset militer China yang mengelilingi India, termasuk di Bangladesh, Myanmar dan Sri Lanka.

Kendati demikian, laporan tersebut tidak membahas potensi reaksi India terhadap kemungkinan pembangunan pangkalan China di Pakistan.

Namun Pakistan, dalam laporan AS, sudah menjadi pasar utama di kawasan Asia Pasifik untuk ekspor senjata China. Wilayah itu berkontribusi sebesar US$9 miliar dari angka US$20 miliar ekspor senjata China sejak 2011 hingga 2015.

Tahun lalu, China menandatangani kesepakatan dengan Pakistan untuk penjualan delapan kapal selam.


Selain membangun fasilitas militer di luar negeri, AS juga menekankan pesatnya pengembangan pertahanan China di kawasan laut bahkan di luar angkasa.

Pentagon menyebut peluncuran satelit komunikasi Quantum pada 2016, yang menurut mereka merepresentasikan “kemajuan penting dalam penelitian kriptografi."

Adapun, selama beberapa tahun terakhir, Pentagon terus mengungkapkan kekhawatirannya akan mata-mata siber China. Mereka juga menyebut fasilitas komputer pemerintah AS pernah diretas China tahun lalu.

“Intrusi China tahun lalu berfokus pada akses jaringan untuk mengekstrak informasi," kata laporan tersebut.

"China menggunakan kemampuan siber untuk mendulang data intelijen dari sektor diplomatik, ekonomi, dan pertahanan AS.”

Dalam sebuah bagian yang membahas Angkatan Laut China, laporan tersebut meramalkan bahwa kapal induk pertama yang diproduksi di dalam negeri yang diproduksi di China kemungkinan akan mencapai kemampuan operasi awal pada tahun 2020.





Credit  CNN Indonesia






Korea Utara Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Pantai Timur


Korea Utara Uji Coba Rudal Anti-Kapal di Pantai Timur 
Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal kendati PBB mengancam memberikan sanksi berat. (REUTERS/KCNA)


Jakarta, CB -- Militer Korea Selatan menyebut tetangganya, Korea Utara, kembali menembakkan beberapa rudal anti-kapal di lepas Pantai Timur pada Kamis (8/7). Itu merupakan aksi militer terbaru rezim Kim Jong-un dalam rangkaian uji coba rudal dan nuklir yang memicu kekhawatiran global dan ancaman sanksi lainnya.

Kantor Komando Gabungan Korea Selatan mengatakan rudal anti-kapal itu diluncurkan pada Kamis pagi dari Wonsan, Provinsi Gangwon, di pesisir Korea Utara.

Itu merupakan uji coba rudal ke-empat oleh Korut sejak Presiden Korsel Moon-Jae-in menjabat pada 10 Mei lalu. Militer Korsel menyebut Presiden Moon telah diberitahu mengenai peluncuran terakhir, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut.


Di sisi lain, diberitakan Reuters, Moon berjanji melakukan dialog dengan Pyongyang terkait program uji coba rudal yang mereka lakukan. Namun, hingga kini dialog itu belum terlaksana.

Adapun, peluncuran rudal anti-kapal itu dilakukan kurang dari seminggu setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengeluarkan sanksi baru bagi negara tertutup tersebut. Di sisi lain, Pyong Yang tampak tidak peduli dan mengatakan akan terus melanjutkan program nuklir dan senjata tanpa penundaan.

Di bawah pemimpin generasi ketiga Kim Jong-un, Korea Utara semakin gencar melakukan uji coba rudal dan nuklir. Dia menyebut eksperimen itu dilakukan guna mengembangkan rudal balistik antar benua (ICBM) yang mampu menyerang daratan Amerika Serikat.






Credit  CNN Indonesia





Jerman Resmi Tarik Pasukan dari Turki


Jerman Resmi Tarik Pasukan dari Turki 
Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengumumkan Jerman secara resmi menarik pasukan dari Turki. (REUTERS/Baz Ratner)


Jakarta, CB -- Pemerintah Jerman secara resmi menarik pasukannya dari pangkalan militer Incirlik di Turki, Rabu (7/6), menyusul meningkatnya krisis diplomatik antara Berlin dan Ankara.

Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengumumkan seluruh tentara juga sarana dan prasarana militer, termasuk jet tempur Tornado, yang dikerahkan sebagai bagian dari koalisi internasional melawan ISIS, akan dipindahkan ke basis militer Asraq di Yordania.

Setidaknya terdapat 270 tentara Jerman yang ditempatkan di Incirlik, dekat perbatasan Suriah.


von der Leyen menyebut proses pemindahan pasukan dan peralatan militer itu akan memakan waktu dua bulan.

Ketegangan antara Turki dan Jerman terus meruncing dalam beberapa pekan terakhir, menyusul penolakan Ankara atas kunjungan anggota parlemen Jerman ke Incirlik.

Turki merilis surat penolakan tersebut pada Mei dan menyebut alasan itu berkaitan dengan keputusan Jerman memberi suaka pada tentara Turki yang dituding terlibat dalam kudeta gagal, tahun lalu.


Atas penolakan itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut pihaknya akan mempertimbangkan menarik seluruh pasukan dari Turki.

“Kami akan terus melanjutkan komunikasi dengan Turki, tapi secara paralel, kami juga mencari cara untuk tetap meneruskan misi ini,” kata Merkel, dikutip Independent.

“Itu berarti mencari opsi selain Incirlik, salah satunya Yordania.”

Namun opsi dialog yang diupayakan Jerman ternyata tidak membuahkan hasil yang berimbas pada penarikan pasukan secara resmi. 






Credit  CNN Indonesia




Trump Calonkan Chris Wray Jadi Direktur Baru FBI


Trump Calonkan Chris Wray Jadi Direktur Baru FBI 
Donald Trump kantongi satu nama calon direktur baru FBI. (Reuters/Carlos Barria)



Jakarta, CB -- Setelah memecat direktur FBI James Comey beberapa waktu lalu, kini Presiden Donald Trump sudah menominasikan calon direktur FBI baru. Rabu (7/6), Trump mengumumkan bahwa dia berencana menominasikan Christopher A. Wray sebagai direktur FBI baru.

"Saya akan mencalonkan Christopher A Wray, orang yang memiliki kredensial sempurna untuk menjadi direktur baru FBI. Detail akan menyusul," tulis Trump dalam akun media sosialnya, dikutip dari CNN.

Wray sendiri adalah mantan asisten jaksa agung di divisi kriminal di departemen kehakiman. Dia memimpin divisi ini sejak 2003 sampai 2005 di bawah pemerintahan Presiden George W. Bush.

Saat ini dia menjadi mitra litigasi di firma hukum King & Spalding yang berbasis di Washington DC. Dia juga mewakili Gubernur New Jersey Chris Christie saat investigasi Bridgegate di Jembatan George Washington. Pekan lalu, Christie mengatakan pada Bergen Record bahwa Trump tak akan membuat kesalahan dengan mencalonkan Wray untuk memimpin FBI.

"Chris Wray adalah orang yang luar biasa. Dia memiliki semua kemampuan yang diperlukan untuk menjadi direktur hebat FBI," kata Jaksa Agung Jeff Sessions dalam pernyataannya.


"Saya mengucapkan selamat kepada Presiden Trump karena memilih pemimpin yang terbukti memiliki keahlian, independensi, dan integritas, seorang pria yang bisa dipercaya olehh semua orang Amerika."

Pengumuman yang mendadak ini sekaligus mematahkan adanya anggapan ketegangan antara Sessions dengan Trump.









Credit  CNN Indonesia



Mantan direktur FBI buka-bukaan, Trump memang telah menekan dia


Mantan direktur FBI buka-bukaan, Trump memang telah menekan dia
Mantan direktur FBI James Comey (kiri) (REUTERS/Joshua Roberts)
Saya perlu loyalitas. Saya harapkan loyalitas

Washington (CB) - Mantan direktur FBI James Comey menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump memang berusaha melemahkan penyelidikan FBI atas dugaan intervensi Rusia dalam Pemilihan Presiden 2016.

Trump telah meminta Comey untuk menghentikan penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn sebagai bagian dari penyelidikan FBI atas investigasi apakah Rusia campur tangan dalam Pemilu AS.

Fakta itu terungkapd ari kesaksian Comey kepada Senat AS yang kemudian diposting pada laman Komisi Intelijen Senat.

Comey mengaku bahwa Trump pernah menyuruh dia dalam satu makan malam yang terjadi 27 Januari, sepekan setelah presiden itu dilantik, bahwa, "Saya perlu loyalitas. Saya harapkan loyalitas."

Comey yang dipecat Trump bulan lalu akan menyampaikan testimoni dalam kapasitasnya kepada pribadi, kepada Komisi Intelijen Senat, Kamis waktu AS. Dengar pendapat ini sangat dinantikan banyak pihak.

Pada makan malam itu, Trump menanyai Comey apakah dia masih ingin menjabat direktur FBI, kata Comey.

Mantan bos FBI itu mengaku menjadi prihatin bahwa Trump sedang berusaha menciptakan "semacam hubungan patronase."

Penyelidikan atas dugaan intervensi Rusia ini telah menggantung pemerintahan Trump sejak dia dilantik dan sekaligus mengancam realisasi prioritas-prioritas kebijakannya karena komisi-komisi di Kongres juga menggelar penyelidikan sendiri-sendiri atas dugaan intervensi Rusia itu.

Rusia sendiri membantah kesimpulan dinas-dinas intelijen AS bahwa negara itu telah berusaha mempengaruhi hasil Pemilu As dengan menguntungkan Trump dengan berbagai cara seperti meretas email para pejabat senior Partai Demokrat. Trump juga membantah kesimpulan komunitas intelijen AS itu, demikian Reuters.





Credit  antaranews.com







Pasukan gabungan serang kapal ISIS di Sungai Efrat


Pasukan gabungan serang kapal ISIS di Sungai Efrat
Dokumen foto pasukan Pemerintah Suriah dalam pasukan gabungan dipimpin Amerika Serikat (AS) yang bertugas memerangi ISIS di kawasan Sungai Eufrat. (twitter.com/@SyirianMFS)
Ini bukan pertama kalinya kami menyerang ..."

Beirut (CB) - Pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat (AS) menyerang kelompok ISIS yang tengah melintasi Sungai Efrat untuk mendukung kawan mereka di Raqqa, demikian laporan juru bicara pasukan gabungan Kolonel Ryan Dillon, Selasa (6/6).

Pasukan Demokratik Suriah (SDF),  yang terdiri dari aliansi petempur Kurdi dan Arab, pada Selasa memulai serangan terhadap Raqqa, ibu kota kekhalifahan kelompok ISIS di Suriah.

Dengan pertempuran yang telah dilakukan selama berbulan-bulan di bagian utara, barat dan timur Raqqa, SDF dengan dukungan serangan udara, artileri, intelijen dan dukungan logistik pasukan gabungan telah berhasil mengurung daerah Sungai Efrat.

Ketika SDF mulai memasuki distrik-distrik di Kota Raqqa pada Selasa, pasukan gabungan melancarkan serangan udara dan artileri mereka guna menghantam pertahanan kelompok ISIS, kata Kolonel Dillon saat dihubungi Reuters melalui telepon.

Dalam dua hari terakhir ini pasukan gabungan, menurut dia, menyerang unit taktis yang menghancurkan 19 kapal di 12 posisi pertempuran, delapan kendaraan dan toko senjata.

Meskipun ISIS masih menguasai tepi selatan Sungai Efrat di seberang Raqqa, ia mengemukakan bahwa serangan udara pasukan gabungan dalam beberapa bulan terakhir telah menghancurkan jembatan yang menghubungkannya dengan kota.

"Ini bukan pertama kalinya kami menyerang kapal tongkang dan perahu yang bergerak melintasi sungai untuk mendukung operasi ISIS di dan sekitar Raqqa," kata Dillon.

Sebanyak 19 kapal yang diserang pada Selasa mengangkut para petempur dan peralatan mereka.

Serangan udara pasukan gabungan telah membunuh banyak warga sipil di Raqqa dan kota-kota yang dikuasai ISIS di sepanjang lembah Sungai Efrat, demikian laporan pemantau perang dan kelompok hak asasi manusia di Suriah.

Pasukan gabungan pimpinan AS mencatat bahwa 3.000 hingga 4.000 anggota ISIS bersenjata diduga bersembunyi di Kota Raqqa, di mana mereka telah membangun pertahanan untuk mengantisipasi serangan di kota yang berjarak sekitar 90 kilometer dari perbatasan dengan Turki.

Pasukan gabungan mengumumkan telah berusaha keras menghindari jatuhnya korban sipil dan akan melakukan penyelidikan atas laporan apapun.








Credit  antaranews.comt












Presiden Palestina tolak PM Israel ingin awasi Lembah Jordan


Presiden Palestina tolak PM Israel ingin awasi Lembah Jordan
Nabil Abu Rdeinah. (iinanews.org)
Pesan ini menyatakan bahwa Israel tak ingin mewujudkan perdamaian ..."

Ramallah, Palestina (CB) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Selasa (6/6) menolak pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai wewenang keamanan Israel atas Lembah Jordan sepanjang masa, setelah kedua pihak mencapai kesepakatan perdamaian.

Juru Bicara Presiden Palestina Nabil Abu Rdeinah memandang pernyataan perpanjangan kendali Israel atas Lembah Tepi Barat Sungai Jordan itu sebagai pesan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan masyarakat internasional.

"Pesan ini menyatakan bahwa Israel tak ingin mewujudkan perdamaian atas dasar prinsip keadilan dan keabsahan internasional," kata Abu Rdeinah melalui kantor berita resmi Palestina, WAFA.

Abu Rdeinah, sebagaimana dikutip Xinhua, menambahkan, "Pernyataan semacam itu menciptakan suasana yang membuat rumit keadaan dan tidak membantu keberhasilan upaya yang bertujuan mewujudkan perdamaian dan kestabilan di wilayah ini."

Ia meninjau kembali pertemuan sebelumnya antara Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Trump selama kunjungan Trump ke Tepi Barat Sungai Jordan.

"Mereka melicinkan jalan bagi perdamaian yang langka, tapi Israel berusaha menghilangkan kesempatan baik ini dengan menolak perdamaian," ujarnya.

Abu Rdeinah merujuk kepada pihak Israel sebagai berusaha menghambat semua upaya Arab, internasional dan terutama AS untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi diluncurkannya kembali proses perdamaian di Palestina dan Israel menjadi lebih serius,

Sikap Israel selama ini akan mengarah kepada makin besarnya perpecahan di wilayah itu dan mempengaruhi ajang politik selama tahun-tahun mendatang, katanya menambahkan.





Credit  antaranews.com







Iran tuding Saudi ada di belakang serangan teror di Teheran


Iran tuding Saudi ada di belakang serangan teror di Teheran
ilustrasi penembakan (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)


London (CB) - Beberapa pembom bunuh diri dan orang-orang bersenjata menyerang parleman Iran dan astana Ayatollah Khomeini di Teheran untuk menewaskan paling sedikit 13 orang. Serangan teror semacam ini jarang terjadi di Iran, sedangkan Pengawal Revolusi Iran menuding Arab Saudi berad di balik serangan teror itu.

ISIS sudah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan mengancam akan lebih sering lagi menyerang Iran yang mayoritas Syiah yang dianggap militan Sunni ekstrimis itu sebagai bid'ah.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mencuit, "Para raja pensponsor teror mengancam meluaskan peperangan ke tanah air kita. Serangan terselubung yang paling dibenci tuan-tuan mereka: kursi demokrasi."

Dia tidak secara eksplisit mengungkapkan negara mana yang dia tuduh dalam cuitan itu, namun wakil pangeran mahkota Saudi Mohammed bin Salman al-Saud bulan lalu pernah mengatakan Saudi akan membawa konflik memperebutkan pengaruh, ke tanah Iran.

Saudi sendiri membantah terlibat dalam serangan di Teheran itu. Yang jelas serangan ini kian memperburuk hubungan Saudi-Iran di tengah persaingan kedua negara untuk mengendalikan Teluk dan menjadi pemimpin dunia Islam.

Serangan teror itu terjadi setelah Saudi dan beberapa negara Arab Sunni lainnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena negara ini dianggap mendukung Iran dan kelompok-kelompok militan.

Ini adalah serangan teror yang pertama kali diklaim ISIS dilakukan di dalam negeri Iran yang merupakan salah satu kekuatan kunci dalam perang melawan ISIS di Irak dan Suriah.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran Reza Seifollhai berkata kepada televisi nasional bahwa para penyerang berasal dari dalam negeri Iran yang bergabung dengan ISIS. Polisi Iran sudah menangkap lima terduga.

Sementara itu Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei berkata bahwa "Kembang api ini tidak akan mempengaruhi Iran. Itu semua akan segera dibasmi. Terlalu kecil untuk mempengaruhi niat bangsa dan pemerintah Iran."

Pengawal Revolusi Iran menuduh Saudi berada di balik serangan itu, dan bersumpah akan menuntut balas.

"Serangan teroris ini terjadi hanya satu minggu setelah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (Donald Trump) dan para pemimpin terbelakang (Saudi) yang mendukung teroris. Fakta bahwa ISIS mengaku bertanggung jawab adalah membuktikan mereka terlibat dalam serangan brutal itu," kata Pengawal Revolusi.

Trump mengaku mengirimkan doa kepada para korban serangan Teheran namun menegaskan bahwa negara-negara yang mensponsori terorisme berisiko menjadi korban dari kejahatan yang mereka sendiri promosikan.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengaku tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas serangan teror di Teheran itu dan menyatakan tidak ada bukti ekstrimis-ekstrimis Saudi terlibat, demikian Reuters.




Credit  antaranews.com


Pelaku serangan teror di Teheran menyamar berpakaian wanita


Pelaku serangan teror di Teheran menyamar berpakaian wanita
Senjata AK-47 yang di antaranya digunakan pelaku teror penyerangan gedung parlemen Iran. (en.wikipedia.org)


Jakarta (CB) - Menyamar dalam pakaian wanita, orang-orang bersenjata menyerbu masuk pintu masuk utama gedung parlemen Iran untuk melakukan serangan, kata Wakil Menteri Dalam Negeri Iran Mohammad Hossein Zolfaghari seperti dikutip Reuters.

Salah seorang dari pria yang menyamar dalam pakaian wanita itu meledakkan rompi bom bunuh diri yang dikenakannya.

Pembom bunuh diri dan orang-orang bersenjata menyerang parleman Iran dan astana Ayatollah Khomeini di Teheran untuk menewaskan paling sedikit 13 orang. Pengawal Revolusi Iran mengambinghitamkan Arab Saudi di balik serangan teror itu.

Dari video yang dirilis ISIS terlihat seorang pria penyerang berada di dalam gedung parlemen Iran untuk kemudian berkata dalam Bahasa Arab, "Ya Tuhan, terima kasih. Kalian kira kami akan pergi? Tidak! Kami akan tetap di sini, Insya Allah."

Helikopter polisi berputar-putar di atas gedung parlemen Iran, sedangkan para petembak jitu membidik dari puncak gedung. Dalam jangka lima jam, empat penyerang tewas dan insiden pun berakhir, lapor media massa Iran.

"Saya sedang di dalam gedung parlemen itu ketika penembakan terjadi. Semua orang kaget dan ketakutan. Saya lihat dua orang menembak membabibuta," kata seorang wartawan yang berada di tempat kejadian perkara.

Setelah serangan di gedung parlemen itu, seorang pembom bunuh diri meledakkan bahan peledak yang dibawa rompi yang dikenakannya di astana pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini, beberapa kilometer dari Teheran, kata Zolfaghari.

Penyerang kedua di sini ditembak mati. Astana ini adalah tempat tujuan utama wisatawan religi.

"Para teroris membawa bahan peledak yang sudah terpasang ke diri mereka dan tiba-tiba menembak," kata pengunjung astana, Mohammadali Ansari.

Rabu malam waktu setempat, Zolfaghari menyatakan serangan teror itu menewaskan 13 orang dan 43 terluka.

Kementerian Intelijen mengatakan pasukan keamanan menangkap tim teroris ketiga yang merencanakan serangan teror ketiga. Badan Keamanan Nasional mengatakan Iran juga menggagalkan 58 rencana serangan serupa.

Serangan militan sangat jarang terjadi di Iran, kendati dua kelompok militan Sunni, Jaish al-Adl dan Jundallah, melancarkan pemberontakan maut yang sebagian terjadi di daerah-daerah terasing, selama satu dekade terakhir ini.

Provinsi Sistan dan Baluchestan di tenggara perbatasan Iran dengan Pakistan dan Afghanistan, adalah daerah asal suku minoritas Balouch yang sudah sejak lama menjadi kantong pemberontak Sunni yang memerangi pemerintah mayoritas Syiah.

Tahun lalu pihak berwajib Iran menggagalkan persekongkolan para militan Suni untuk membom Teheran dan kota-kota lain selama Ramadan, demikian Reuters.







Credit  antaranews.com








Rabu, 07 Juni 2017

Lima Negara Asia Siap Hadang Invasi ISIS



Tak akan ada celah buat ISIS bangun basis mereka di Asia Tenggara.
Lima Negara Asia Siap Hadang Invasi ISIS
Ads by Kiosked

Darurat militer di Marawi, Filipina. Kelompok ISIS mulai merambah Asia. (REUTERS/Erik De Castro)



CB – Sebanyak lima negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania telah bersepakat melawan kehadiran kelompok radikal ISIS yang saat ini telah terbukti menunjukkan keberadaan di kawasan Asia Tenggara dengan berupaya menduduki Kota Marawi, Filipina selatan.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, kelima negara tersebut adalah Indonesia, Australia, Filipina, Malaysia, dan Brunei. Kelima negara menggunakan kerangka pemberantasan terorisme yang telah disepakati banyak negara dalam pertemuan multi-nasional anti terorisme yang telah diselenggarakan di Bali dan Sydney, Australia.
"Kita sepakat untuk melakukan satu hal, bahwa melawan terorisme harus bersifat supra-nasional. Artinya kita fokus kepada zona di wilayah Australia, Indonesia, Filipina, Malaysia, termasuk Brunei tentunya, untuk kita fokus kepada penanggulangan rencana ISIS untuk membangun kembali basis-basis mereka di Asia Tenggara," ujar Wiranto usai menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Rabu, 7 Juni 2017.
Wiranto mengatakan, hal yang pertama-tama akan dilakukan adalah melakukan pengembangan strategi pertahanan yang lebih aplikatif terlebih dahulu dengan Australia. Menurut Wiranto, inisiasi pengembangan strategi itu telah dimulai dengan pertemuannya dengan Grigson yang baru saja dilakukan.
Menurut Wiranto, sebagai strategi pertahanan dalam negeri, pemerintah memutuskan untuk melakukan penguatan pertahanan di provinsi-provinsi yang paling dekat dengan Filipina selatan. Wiranto mengatakan, rapat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah-pemerintah daerah di sana akan segera digelar guna menghalau ISIS mencapai Indonesia.

"Dalam waktu singkat kita akan adakan rapat koordinasi untuk secara komperhensif nanti, untuk melakukan langkah-langkah terencana, untuk membendung kemungkinan tersebarnya basis teror dari wilayah Marawi ke tempat-tempat lain, terutama Indonesia.”


Credit  VIVA.co.id




Polemik Trump dan Wali Kota London Muslim Memburuk



Trump menurut Khan mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memecah.
Polemik Trump dan Wali Kota London Muslim Memburuk
Ads by Kiosked

Donald Trump dan Sadiq Khan (REUTERS/Jonathan Ernst (L) and REUTERS/Clodagh Kilcoyne (R))


CB – Pascaserangan London, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebutkan langsung bereaksi. Dalam pernyataannya, dia juga menyesalkan jika serangan demi serangan teroris terjadi di London pada saat Wali Kota London Sadiq Khan memimpin kota tersebut. Diketahui bahwa Sadiq Khan memang adalah
pemeluk agama Islam.
Merespons hal tersebut, Sadiq Khan menyayangkan pernyataan Trump. Menurutnya, hal tersebut bertendensi memecah belah masyarakat yang harus saling menopang menghadapi serangan teroris di Ibu Kota Inggris tersebut.
Riwayat polemik antara Trump dan Khan memang sudah terjadi sejak Trump maju ke Pemilu AS. Apalagi pada saat itu, Trump sempat menggaungkan akan melarang orang beragama Islam untuk masuk ke negaranya. Namun setelah Khan terpilih, Trump sempat "memuji" keberhasilan Khan yang bisa dipilih warga Inggris dan sempat mengatakan bahwa Khan diterima di AS.
Namun hal tersebut ditanggapi Wali Kota tersebut, negatif. Menurutnya, dia tak perlu menginjak Amerika apabila Trump melarang warga Muslim. Khan tidak ingin menjadi bagian pengecualian yang menurutnya tak adil.
Khan juga terang-terangan pada saat itu menyatakan lebih menyukai Hillary Clinton, rival Trump menjadi Presiden dibandingkan Donald Trump tersebut.

"Saya tidak perlu jadi pengecualian untuk bebas ke Amerika. Ini bukan soal saya namun soal saudara saya, keluarga saya dan semua umat Muslim di seluruh dunia," kata Khan sebagaimana diberitakan The Independent Inggris.




Credit  VIVA.co.id





Serangan Bersenjata di Iran Tewaskan Tujuh Orang



Dikhawatirkan pelaku membawa bom dan telah menyandera empat orang.
Serangan Bersenjata di Iran Tewaskan Tujuh Orang

Petugas bersenjata mengawasi area Parlemen Iran yang diserang. (Reuters)


CB – Serangan yang terjadi di Parlemen Iran dan area makam Ayatollah Khomeini di Iran dikabarkan menewaskan tujuh orang. Lokasi penyerangan hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat ibu kota.
Dilaporkan Reuters, menurut sumber yang belum terkonfirmasi, para pelaku yang berjumlah tiga orang telah menahan empat orang sebagai sandera di dalam gedung Parlemen. Mereka melakukan aksinya menggunakan pistol dan senapan jenis AK-47.
Kantor berita Iran, ISNA melaporkan, seluruh gedung di Parlemen telah didtutup. Sedangkan menurut Tasmin News Agency, korban tewas akibat serangan berjumlah tujuh orang dan beberapa lainnya terluka.
"Saya sedang di dalam parlemen saat serangan terjadi. Semua orang sangat terkejut dan ketakutan. Saya melihat dua orang bersenjata menembak secara acak," ujar seorang jurnalis yang menolak disebut namanya.

Sekitar setengah jam kemudian, seorang penyerang melakukan penembakan di Makam Ayatollah Khomeini dan melukai beberapa orang. Menurut laporan kantor berita IRNA, salah seorang pelaku serangan diduga membawa bom dalam aksi tersebut.




Credit  VIVA.co.id


ISIS Klaim Dalang Serangan Gedung Parlemen Iran

Juga situs keramat makam Ayatollah Khomeini.
ISIS Klaim Dalang Serangan Gedung Parlemen Iran

Pentolan ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. (REUTERS/Social Media Website via Reuters TV)



CB – Jaringan teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bersenjata di dalam Gedung Parlemen Iran dan situs keramat makam pemimpin Iran modern, Ayatollah Khomeini di Teheran, Iran pada Rabu, 7 Juni 2017. Hal itu sebagaimana dilaporkan Jerusalem Post yang mengutip kantor berita nasional AMAQ.
"Militan dari Negara Islam atau ISIS yang menyerang makam Khomeini dan gedung Parlemen di Iran," demikian disebutkan kantor berita itu.
Serangan bersenjata dilaporkan menewaskan hingga tujuh orang dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka. Para pria bersenjata juga disebutkan sempat membawa bom meski tak disaksikan ada ledakan.
Menurut saksi, hingga saat ini ada potensi bahwa serangan itu berbuntut adanya tawanan. Sementara jumlah kerugian materi belum dihitung.

Pascaserangan, intelijen Iran sebagaimana dilansir Reuters memang telah menyebutkan bahwa serangan ini adalah ulah teroris.



Credit  VIVA.co.id









Rostec Sebut Indonesia Segera Miliki Varian Terbaru Sukhoi



Dua pesawat Sukhoi jenis T-50 (kiri) dan SU-35 dalam suatu pameran dirgantara di Moskow, pada 2011.
Dua pesawat Sukhoi jenis T-50 (kiri) dan SU-35 dalam suatu pameran dirgantara di Moskow, pada 2011.


CB, MOSKOW – Direktur Kerja Sama Internasional dan Kebijakan Regional Rostec, Victor Kladov, mengungkapkan, negosiasi antara Rostec dan Pemerintah Indonesia terkait pembelian pesawat tempur Sukhoi-35 (SU-35) telah memasuki tahap akhir. Rostec merupakan perusahaan milik pemerintah Rusia yang bergerak dalam industri pertahanan dan militer.
Menurut Kladov, Rostec dan Pemeritah Indonesia sudah mencapai kata sepakat dalam rencana pembelian pesawat tempur SU-35. “Semua klausul di kontrak telah disepakati,” ujar Kladov seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (7/6).
Sebelumnya, Pemerintah Rusia dan Pemerintah Indonesia disebut tengah melakukan negosiasi soal rencana pembelian pesawat tempur terbaru buatan Rusia tersebut. Pembicaraan kontrak tersebut telah dilakukan pada Maret 2017 silam. Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu pejabat dari Federal Service for Military Technical Cooperation (FSTMC) Rusia.
Pesawat tempur SU-35 merupakan varian terbaru pesawat tempur yang dikembangkan oleh perusahaan penerbangan asal Rusia, Sukhoi. Pengembangan tersebut dilakukan Sukhoi pada 2003 hingga 2008. Pesawat SU-35 pertama kali diperkenalkan ke publik pada saat gelaran Paris Air Show pada 2013 silam. Pesawat ini disebut merupakan pesawat generasi terbaru '4++ Generation'. Seperti pada varian sebelumnya, SU-35 merupakan pesawat tempur yang memiliki berbagai keunggulan dan bisa diterjunkan ke dalam berbagai pertempuran.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID





Pemandangan Kehancuran Kota Mosul Akibat Pertempuran



Pemandangan Kehancuran Kota Mosul Akibat Pertempuran
Pemandangan bangunan dan mobil yang hancur akibat pertempuran dengan ISIS di Mosul, Irak, 5 Juni 2017. REUTERS/Erik De Castro

Pemandangan Kehancuran Kota Mosul Akibat Pertempuran
Anggota militer Irak berjalan disamping bangunan dan mobil yang hancur akibat pertempuran dengan ISIS di Mosul, Irak, 5 Juni 2017. REUTERS/Erik De Castro

Pemandangan Kehancuran Kota Mosul Akibat Pertempuran
Sebuah truk milik militer Irak yang terbakar akibat pertempuran dengan militan ISIS di Mosul barat, Irak, 5 Juni 2017. REUTERS/Erik De Castro

Pemandangan Kehancuran Kota Mosul Akibat Pertempuran
Sebuah bangunan yang hancur akibat pertempuran dengan ISIS di Mosul, Irak, 5 Juni 2017. REUTERS/Erik De Castro

Pemandangan Kehancuran Kota Mosul Akibat Pertempuran
Anggota militer Irak beristirahat dibawah bangunan yang hancur akibat pertempuran dengan ISIS di Mosul, Irak, 5 Juni 2017. REUTERS/Erik De Castro

Pemandangan Kehancuran Kota Mosul Akibat Pertempuran
Sebuah truk militer Irak yang terbakar dan bangunan yang hancur akibat pertempuran dengan ISIS di Mosul, Irak, 5 Juni 2017. REUTERS/Erik De Castro







Credit  tempo.co

















Sukhoi Bangun Dua Pesawat Siluman Pak Fa pada 2017



Sukhoi Bangun Dua Pesawat Siluman Pak Fa pada 2017
Media online sputniknews.com (5 Juni 2017) menulis bahwa Sukhoi Aviation Holding Company akan membuat dua pesawat generasi kelima T-50 (PAK FA), pada tahun ini. Sputnik mengutip pernyataan Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Yuri Borisov. Russian Defense Ministry


Sukhoi Bangun Dua Pesawat Siluman Pak Fa pada 2017
Yuri Borisov menyebutkan bahwa program pembuatan Pak Fa sudah memasuki tahap akhir. Dua pesawat tempur siluman Pak Fa yang akan dibuat merupakan pesawat ke-10 dan 11. Sputnik/ Vladimir Astapkovich


  
Sukhoi Bangun Dua Pesawat Siluman Pak Fa pada 2017
Rusia membangun pesawat tempur generasi kelima PakFa sebagai pesawat andalan di masa depan. Pesawat siluman Pak Fa merupakan program penguatan Angkatan Udara Rusia dan menerima Pak Fa, pada 2018-2025. AP/Sukhoi Company Press Service


Sukhoi Bangun Dua Pesawat Siluman Pak Fa pada 2017
Pesawat tempur siluman T-50 PAK-FA (Promising Aviation Complex of Frontline Aviation) dibangun sebagai jawaban dari pesawat generasi kelima Amerika Serikat F-22 Raptor. Kantor Berita Rusia TASS menulis bahwa PAK FA adalah intisari dari semua teknologi rancang bangun pesawat tempur Rusia. Sergey Bobylev/TASS


Sukhoi Bangun Dua Pesawat Siluman Pak Fa pada 2017
Sukhoi Design Bureau, perancang dan pembuat T-50 PAK FA, mencatat belum pernah ada pesawat dengan jejak radar rendah, visibilitas optikal dan infra merah. Para ahli di Rusia memperkirakan Radar Cross-Section (RCS) PAK FA adalah 0,3-0,4 meter persegi. Vladimir Astapkovich/TASS


Sukhoi Bangun Dua Pesawat Siluman Pak Fa pada 2017
Pesawat Tempur Siluman Pak Fa adalah pesawat tempur yang memiliki kemampuan manuver tinggi dan kontrol yang baik saat pesawat terbang horisontal dan vertikal dengan kecepatan supersonik dan kecepatan rendah. ITAR-TASS/Marina Lystseva







Credit  tempo.co




Sejarah bagi TNI AU, Letkol Pnb Anjar Legowo Capai 3.000 Jam Terbang di Pesawat F-16




Letkol Pnb M. Anjar Legowo mendapat ucapan selamat dari Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Andyawan usai meraih 3.000 jam terbang di F-16. Sumber gambar: Penlanud Iswahjudi

Letkol Pnb M. Anjar “Beagle” Legowo merupakan orang pertama di Indonesia yang berhasil menorehkan tinta emas berhasil meraih 3.000 jam terbang menggunakan jet tempur F-16 Fighting Falcon. Bagi TNI AU sendiri, ini merupakan torehan sejarah karena selama ini belum ada penerbang F-16 TNI AU berhasil membukukan angka tiga ribu jam di jet tempur buatan AS tersebut.


Letkol Pnb M. Anjar "Beagle" Legowo meraih 3.000 jam terbang di F-16. Sumber gambar: Penlanud Iswahjudi

Letkol Pnb M. Anjar “Beagle” Legowo meraih 3.000 jam terbang di F-16. Sumber gambar: Penlanud Iswahjudi

Prestasi 3.000 jam terbang di F-16 diraih Anjar ketika melaksanakan latihan terbang subuh pada Senin (5/6/17). Atas prestasi tersebut “Beagle” mendapat apresiasi dari Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Andyawan M.P., S.I.P., M.Tr (Han) dengan disematkannya badge 3.000 jam terbang F-16.
Letkol Pnb M. Anjar “Beagle” Legowo yang beristrikan Meirina Kusumanintias, merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1998, Sekbang Angkatan 60 tahun 2000, saat ini menjabat sebagai Kafaslat Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi.

Foto bersama dengan Danlanud Iswahjudi dan jajaran pejabat serta kru pesawat F-16. Sumber gambar: Penlanud Iswahjudi

Foto bersama dengan Danlanud Iswahjudi dan jajaran pejabat serta kru pesawat F-16. Sumber gambar: Penlanud Iswahjudi

Usai menyematkan badge 3.000 jam terbang Danlanud Iswahjudi mangatakan bahwa pencapaian 3.000 jam terbang merupakan prestasi yang membanggakan dan membahagiakan khususnya bagi Letkol Pnb M. Anjar Legowo.
”Ini adalah prestasi dan yang pertama di Indonesia, 3.000 jam terbang dengan menggunakan pesawat F-16. Semoga nantinya prestasi ini dapat diikuti oleh adik-adik para penerbang bahkan lebih dari 3.000 jam terbang,” tutur Marsma TNI Andyawan.


Credit  angkasa.grid.id






Jet Rusia Cegat Pesawat Pembom AS di Atas Baltik



Jet Rusia Cegat Pesawat Pembom AS di Atas Baltik
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, jet tempur Su-27 berhasil mencegat pesawat pembom strategis B-52 milik Amerika Serikat (AS) di atas wilayah Baltik. Foto/Istimewa


MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, jet tempur Su-27 berhasil mencegat pesawat pembom strategis B-52 milik Amerika Serikat (AS) di atas wilayah Baltik. Su-27 kemudian mengawal B-52 keluar wilayah udara itu.

"Awak Su-27 Rusia, yang mendekati benda udara pada jarak yang aman, mengidentifikasinya sebagai pembom strategis B-52 AS dan mengawalnya," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (6/6).

"Insiden di atas perairan netral Laut Baltik terjadi pada pukul 07:00 waktu setempat. Su-27, yang berfungsi sebagai bagian dari patroli pertahanan udara Baltik Angkatan Laut Rusia, kembali ke lapangan terbangnya setelah melakukan operasi tersebut," sambungnya.

Sejauh ini belum ada pernyataan apapun baik dari Kementerian Pertahanan AS, atau dari Gedung Putih mengenai insiden terbaru yang melibatkan kedua pesawat militer tersebut.

Namun, bila melihat dari insiden sebelumnya, AS akan menyalahkan Rusia atas kejadian semacam itu. AS pada umumnya akan menyebut jet tempur Rusia telah melakukan tindakan berbahaya, yang memaksa pesawat mereka untuk melakukan manuver pencegahan. 




Credit sindonews.com




Montenegro Resmi Gabung NATO, Rusia Umbar Ancaman



Montenegro Resmi Gabung NATO, Rusia Umbar Ancaman
Perdana Menteri Montenegro Dusko Markovic disambut Wakil Presiden AS Mike Pence di Gedung Putih, Senin (5/6/2017). Foto/REUTERS/Joshua Roberts


WASHINGTON - Montenegro resmi menjadi anggota ke-29 Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan mendapat pujian dari  Amerika Serikat (AS). Rusia menganggap negara itu menunjukkan sikap bermusuhan terhadap Moskow dan mengancam akan melakukan tindakan pembalasan.

Hubungan Rusia dengan negara sempalan Yugoslavia itu sudah memanas sejak Montenegro bersama dengan Uni Eropa ikut menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Montenegro resmi bergabung dengan NATO sejak Senin, 5 Juni 2017. Negara itu juga berharap bisa bergabung dengan Uni Eropa.

Ancaman Rusia muncul saat Perdana Menteri Montenegro Dusko Markovic berada di Washington untuk menghadiri upacara yang menandai anggota baru NATO. Setelah upacara berlangsung, Markovic bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence di Gedung Putih.

Markovic mengatakan kepada Pence bahwa negaranya siap memenuhi target NATO untuk membelanjakan 2 persen dari anggaran PDB untuk pertahanan pada tahun 2024.

Ancaman dari Moskow disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia, Selasa (6/6/2017). ”Mengingat jalur yang tidak bersahabat yang dipilih oleh otoritas Montenegro, pihak Rusia berhak mengambil tindakan balasan atas dasar timbal balik,” bunyi pernyataan kementerian itu seperti dikutip Reuters.

”Dalam dunia politik, sama seperti fisika, untuk setiap tindakan ada reaksi yang berlawanan,” lanjut Kementerian Luar Negeri Rusia.

Langkah berani Montenegro bergabung dengan NATO dipuji Wakil Menteri Luar Negeri AS Thomas Shannon.”Patut dipuji karena menegaskan hak kedaulatannya untuk memilih aliansi sendiri bahkan dalam menghadapi tekanan asing,” katanya menyindir Rusia yang menekan Montenegro.

”Seperti yang dikatakan Presiden Trump dalam pidatonya di Kongres pada 28 Februari, 'Amerika menghormati hak semua bangsa untuk memetakan jalan mereka sendiri',” imbuh Shannon.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa aksesi Montenegro baik untuk perdamaian dan keamanan internasional.

”Negara lain yang mencari keanggotaan jika sebuah negara itu benar-benar melakukan reformasi, mempromosikan demokrasi, memperkuat peraturan undang-undang, memodernisasi angkatan bersenjatanya, dan berkontribusi terhadap pertahanan kolektif kita, dia juga dapat bergabung dengan aliansi tersebut,” kata Stoltenberg. 



Credit  sindonews.com