Selasa, 20 September 2016

Warga NTT Desak Jokowi Batalkan Perjanjian dengan Australia


   Warga NTT Desak Jokowi Batalkan Perjanjian dengan Australia   

Petani rumpput laut di wilayah pesisir pantai Indonesia termasuk yang terkena dampak tumpahnya minyak Montara, di Timor Leste. ABC
 
CBJakarta - Sedikitnya 13 ribu warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban pencemaran laut Timor mendesak Presiden Joko Widodo membatalkan perjanjian 1997 antara Indonesia dan Australia tentang Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan Batas-batas Dasar Laut Tertentu di Laut Timor.

"Tuntutan pembatalan ini karena belum diratifikasi parlemen kedua negara dan tidak bisa diimplementasikan menyusul Timor Timur telah menjadi negara merdeka melalui referendum 1999," kata Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni sat dihubungi Tempo dari Jakarta, Senin, 19 September 2016.

Ribuan warga NTT ini merupakan petani rumput laut yang saat ini  menggugat PTTEP Australasia, sebuah perusahaan minyak asal Thailand, akibat anjungan minyak Montara yang dikelolanya di Blok Atlas Barat Laut Timor terbakar dan meledak pada 21 Agustus 2009. Ledakan dan kebakaran di blok itu mengakibatkan usaha rumput laut di wilayah pesisir Pulau Rote dan Kabupaten Kupang, NTT, hancur total.

Mereka juga meminta Presiden Jokowi dan Dewan Perwakilan Rakyat membatalkan Perjanjian 1997, yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan rekannya dari Australia, Alexander Downer, di Perth, Australia Barat, pada 1997.

Saat perjanjian itu diteken, Timor Timur masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, melalui referendum pada Agustus 1999, Timor Timur memilih menentukan nasib sendiri dengan melahirkan sebuah negara baru di kawasan Laut Timor bernama Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Jadi, apa pun alasannya, perjanjian tersebut wajib dibatalkan dan dirundingkan kembali secara trilateral.

Perjanjian 1997 tersebut hanya memuat 11 pasal dan dengan tegas menyatakan "Perjanjian ini mulai berlaku saat pertukaran piagam-piagam ratifikasi." Namun Australia secara sepihak mengimplementasikan Perjanjian 1997 tersebut tanpa mengindahkan pasal-pasal yang tercantum di dalamnya.

Karena itu, muncul pertanyaan di masyarakat NTT, "Apakah kita (Indonesia) perlu mempertahankan hubungan bilateral dengan Australia yang hanya menguntungkan kepentingan Australia semata, sementara kepentingan nasional Indonesia termasuk kedaulatan kita harus dikorbankan?”


Credit  TEMPO.CO



Isu HAM Papua ke PBB, Benny Giay: Saatnya Indonesia Refleksi

 Isu HAM Papua ke PBB, Benny Giay: Saatnya Indonesia Refleksi
Pengibaran bendera Bintang Fajar secara resmi di depan Gereka Vanuatu Presbyterian VANUATU PRESBYTERIAN CHURCH, Vanuatu. Tempat pengibaran bendera Bintang Fajar ini berjarak 200 meter dari Kantor MSG dan bendera ini akan terus berkibar sampai ULMWP diterima sebagai anggota MSG. Foto: Istimewa
 
CB, Jayapura- Masuknya isu hak asasi manusia (HAM) dan politik Papua ke sidang Majelis Umum PBB yang sedang berlangsung hingga 25 September 2016, adalah kenyataan sejarah yang tidak bisa dihindari dan seharusnya membuat pemerintah Indonesia merefleksikan diri.

Hal itu dikemukakan Pendeta Benny Giay, Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, kepada Jubi Minggu, 18 september 2016 menanggapi meluasnya isu Papua di Pasifik dan dorongan pemimpin negara-negara di Pasifik membawa isu West Papua ke Majelis Umum PBB.

“Bagi saya, ketika masalah Papua sampai ke Majelis Umum PBB oleh para pemimpin negara-negara Pasifik, itu membenarkan pandangan bahwa sejarah sudah saatnya berubah,” ujar Benny Giay yang menyampaikan bahwa setelah 50 tahun Papua di-Indonesiakan, inilah saatnya sejarah akan berubah.

Benny Giay merasa sangat optimistis bahwa harapan masyarakat Papua yang berjuang untuk penentuan nasib sendiri, sedang mengalami kebangkitan khususnya karena didorong oleh kebangkitan di Pasifik.

“Yang terjadi di Pasifik itu adalah kebangkitan kesadaran kemanusian. Di batin saya, kalau solidaritas untuk hak politik (kemerdekaan) maka itu bisa dilakukan profesional saja. Tetapi kebangkitan di pasifik ini melebihi itu,” ujar Giay yang melanjutkan bahwa kebangkitan itu dilandasai oleh satu kekhawatiran besar bahwa bangsa Papua akan punah.

Ferry Marisan, Direktur ElsHAM Papua memandang bahwa kemajuan advokasi isu Papua saat ini hingga ke Majelis Umum PBB terletak pada pihak yang mengadvokasi, yaitu negara.

“Kalau dulu advokasi dilakukan di Jenewa,Swiss oleh masyarakat sipil untuk isu-isu HAM Papua, maka kini, melalui Vanuatu dan Solomon bahkan Tonga, advokasi sudah meningkat ke New York oleh tangan negara,” ujar Ferry.

Ketika isu Papua masuk ke Majelis Umum PBB di New York maka artinya, lanjut Ferry, hal itu akan menjadi pembicaraan di tingkat negara-negara lain yang tidak saja Pasifik.

Peter Thomson, Duta Besar Fiji untuk PBB baru saja dilantik sebagai presiden sidang Majelis Umum. Thomson disumpah pada 12 September lalu,  membuka sesi ke-71 sidang Majelis Umum yang terdiri dari 193 negara itu.

“Kita tunggu hasilnya, negara-negara mana yang akan menambah dukungan, tidak saja untuk isu HAM tetapi juga referendum Papua dan agenda pendaftaran Papua ke Komite 24 Dekolonisasi,” ujarnya.

Ketua Umum KNPB dan Tim Kerja United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Victor Yeimo menilai sudah saatnya PBB mengambil tanggung jawab terkait hak politik Papua. “PBB harus ambil tanggung jawab untuk selesaikan status politik West Papua. Karena itu kekuatan rakyat dalam ULMWP, bersama negara  Pasifik dalam Koalisi Pasifik untuk West Papua  akan mendorong masalah ini ke Komite Dekolonisasi PBB untuk dapat memfasilitasi referendum,” ujarnya.

Melalui proses itu, kata Victor, Indonesia juga akan didesak untuk menghentikan kejahatan kemanusiaan yang terus berlanjut di West Papua.

Tetapi Ferry Marisan mengingatkan bahwa proses ini panjang dan bisa bertahun-tahun untuk meyakinkan negara-negara lain terus mendukung Papua. “Sekalipun demikian, capaian saat ini sudah membuka jalan ke sana,” ujarnya.

Baik Ferry maupun Pendeta Benny Giay tidak khawatir akan proses yang memakan waktu tersebut. Menurut Giay, justru saat inilah di era globalisasi peluang lebih besar karena banyak manusia bisa melihat apa yang terjadi.

“Kebangkitan solidaritas saat ini adalah tanda kebangkitan kesadaran kemanusiaan, dan itu terjadi di era globalisasi yang bisa diketahui oleh semua orang melalui media sosial. Saya menyambutnya dengan optmis,” ujar Giay.


Credit  TEMPO.CO




Mesir Terima Kapal Pengangkut Helikopter Anwar El-Sadat

 Mesir Terima Kapal Pengangkut Helikopter Anwar El-Sadat
Kapal LHD (Landing Helicopter Dock) angkatan Laut Mesir, Anwar El-Sadat saat upacara penyerahan dari DCNS ke Angkatan Laut Mesir di Saint-Nazaire, Prancis, 16 September 2016. REUTERS/Stephane Mahe

 Mesir Terima Kapal Pengangkut Helikopter Anwar El-Sadat
Seorang pria melintas dekat kapal pengangkut helikopter Mesir, Anwa El-Sadat di Saint-Nazaire, Prancis, 16 September 2016. Kapal Anwar El-Sadat merupakan kapal jenis Mistral kedua yang dimiliki Mesir, setelah kapal LHD Gamal Abdel Nasser. REUTERS/Stephane Mahe

 Mesir Terima Kapal Pengangkut Helikopter Anwar El-Sadat
Kapal LHD Anwar El-Sadat akan meninggalkan Saint-Nazaire dalam beberapa hari ke depan menuju pangkalan barunya di Alexandria. Mesir membeli dua kapal Mistral ex-Rusia, yang tidak jadi dikirim karena tekanan negara NATO dan Amerika Serikat ke Prancis. REUTERS/Stephane Mahe

 Mesir Terima Kapal Pengangkut Helikopter Anwar El-Sadat
Seorang Jendral memasuki kapal LHD Anwar El-Sadat saat upacara penyerahan di Saint-Nazaire, Prancis, 16 September 2016. LHD kelas Mistral dapat menjalankan misi sebagai pengangkut pasukan, perlengkapan, helikopter, kapal pendarat, dan tank amphibi. REUTERS/Stephane Mahe

 Mesir Terima Kapal Pengangkut Helikopter Anwar El-Sadat
Anggota Angkatan Laut Mesir di kapal LHD Anwar El-Sadat, saat upacara penyerahan di Saint-Nazaire, Prancis, 16 September 2016. Mesir mengirim 180 anggota angkatan lautnya untuk pelatihan mengoperasionalkan LHD Anwar El-Sadat di Saint-Nazaire. REUTERS/Stephane Mahe

 Mesir Terima Kapal Pengangkut Helikopter Anwar El-Sadat
Anggota Angkatan Laut Mesir mengikuti upacara penyerahan LHD Anwar El-Sadat di Saint-Nazaire, Prancis, 16 September 2016. Para anggota angkatan laaut Mesir berlatih dengan instruktur dari DCNS, STX Perancis, dan Kementerian Pertahanan Prancis. REUTERS/Stephane Mahe


Credit  Tempo.co



Pakistan, Tercepat Pertambahan Senjata Nuklirnya di Dunia

 Pakistan, Tercepat Pertambahan Senjata Nuklirnya di Dunia
Ilustrasi misil nuklir Pakistan dalam Parade militer. Dailypakistan.com.pk
CB, Islamabad -Pakistan diperkirakan menjadi negara dengan pertumbuhan senjata nuklir tercepat di dunia. Menurut analisa para ahli pertahanan Barat, Pakistan sedang membangun kompleks pengayaan uranium di kota Kahuta yang jaraknya sekitar 30 kilometer arah timur Islamabad, ibu kota Pakistan.

Pembangunan kompleks pengayaan uranium ini dinilai para pakar pertahanan Barat itu sebagai bukti baru betapa Pakistan sedang memperbanyak senjata nuklirnya.

"Kawasan itu berkisar 1,2 hektare dan berlokasi di kawasan aman di kompleks Khan Research Laboratories (KRL), barat daya komplek itu, " ujar satu pernyataan analisa pakar pertahanan yang dikutip dari Al Arabiya.net, 16 September 2016.

Struktur kompleks pengayaan uranium untuk membuat senjata nuklir termasuk fasilitas yang dibuat Pakistan dinilai mirip dengan fasilitas perusahaan pengayaan uranium URENCO yang terdapat di beberapa negara Eropa.

Analisa senjata nuklir Pakistan terbaru ini berdasarkan kajian yang dilakukan IHS Jane's Intelligence dengan menggunakan foto-foto satelit yang diambil oleh Airbus Defence and Space dari tanggal 28 September 2015 hingga 18 April 2016.

Kajian ini juga menyebutkan sejak uji senjata nuklir pertama tahun 1998 hingga sekarang, Pakistan telah memiliki sekitar 120 senjata nuklir. Ini artinya, jumlah senjata nuklir Pakistan lebih banyak dibandingkan India, Israel, dan Korea Utara.

Sebelumnya, ada laporan yang ditulis sejumlah ahli di Carnegie Endowment for International Peace and Stimson Center tahun 2015 yang menyatakan Pakistan mampu meningkatkan jumlah hulu ledaknya sebanyak 20 hulu ledak setiap tahun. Dengan kemampuan memproduksi sebanyak itu per tahunnya, membuat Pakistan menempati posisi ketiga di dunia untuk kepemilikan senjata nuklir dalam satu dekade ini.

Ironisnya, Pakistan berusaha bergabung dengan kelompok negara yang justru berusaha mencegah penyebaran senjata nuklir di dunia (Nuclear Suppliers Group, beranggotakan 48 negara) melalui pengendalian ekspor material dan teknologi yang dapat dipakai untuk membuat senjata atom.

Namun fisikawan Pakistan A.H Nayyar mengaku dibuat pusing dengan kompleks yang digunakan untuk melakukan pengayaan uranium untuk membuat senjata nuklir. Ia menambahkan, Pakistan mengimpor uranium dari Cina. Namun, ia curiga sebab tidak mungkin memastikan tujuan kawasan itu hanya berdasarkan foto-foto pencitraan satelit.





Credit  TEMPO.CO




Kelompok Ini Mau Gulingkan Presiden Duterte Januari 2017

 Kelompok Ini Mau Gulingkan Presiden Duterte Januari 2017
Rodrigo Duterte. REUTERS
 
CB, Manila- Beberapa warga blasteran Filipina-Amerika Serikat yang tinggal di Amerika Serikat berencana menggulingkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dari jabatannya pada Januari 2017.

Dalam satu wawancara radio, Menteri Komunikasi Kepresidenan Filipina Martin Andanar mengatakan seorang anggota kabinet yang berada di New York, AS diberitahu bahwa beberapa warga Filipina-Amerika sedang merancang cara menjatuhkan Presiden Duterte dari jabatannya.

Andanar seperti dikutip dari GMANETWORK, 19 Januari 2016, mengatakan kelompok Filipina-Amerika ini tidak menerima begitu saja fakta Presiden Duterte meraih 91 suara dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Andanar juga menyalahkan media atas pemberitaannya yang sampai ke luar negeri. "Jika semua berita anda tersebar secara internasional, itu tidak akan membantu," ujarnya.

Pernyataan Andanar ini disampaikan tiga hari setelah sejumlah jurnalis menerima undangan melalui pesan pendek untuk berkumpul di Monumen People Power di EDSA untuk menuntut PresiDEN Duterte mengundurkan diri dari jabatannya.

"Mari berkumpul, mari bersatu vs Duterte. Please hadiri demonstrasi hari ini di Edsa Monumen People Power dan mari kita menuntut pengunduran diriya. Ini akan jadi ujung tombak yang dilakukan oleh Gerakan Undur Diri Duterte, Magdalo dan para politikus lainnya. Tolong teruskan," begitu isi pesan pendek yang diterima media.

Menanggapi pesan pendek itu, Anandar meminta siapa saja yang mengetahui gerakan itu untuk segera menghubunginya. Gerakan ini dianggap sebagai rencana untuk menggoyang pemerintahan Duterte hasil pilihan rakyat Filipina.




Credit  TEMPO.CO




Putri Bangsawan Inggris Ditembak Mati dalam Perang Narkoba Filipina

 
Putri Bangsawan Inggris Ditembak Mati dalam Perang Narkoba Filipina
Putri bangsawan Inggris, Aurora Moynihan, 45, ditembak mati dalam perang narkoba di Filipina. | (news.com.au)
 
MANILA - Seorang putri bangsawan Inggris bernama Aurora Moynihan, 45, ditembak mati oleh “pasukan maut” anti-narkoba dalam perang narkoba di Filipina. Aurora tewas ditembak lima kali di bagian dada di sebuah jalan di Filipina.

“Pasukan maut” anti-narkoba adalah kelompok pembunuh yang terlibat perang narkoba atas nama Presiden Filipina Rorigo Duterte. Aurora merupakan putri dari bangsawan Inggris Baron Antony Moynihan dan adik dari bintang film Maritoni Fernandez.

Polisi Filipina mengatakan setelah ditembak mati, jasad Aurora dibuang di sebuah sudut jalan di Manila.  Menurut laporan media lokal, Aurora, telah masuk daftar pengawasan polisi sejak 2013, ketika ia ditangkap atas tuduhan kepemilikan kecil narkoba jenis kristal es yang dikenal di Filipina sebagai shabu.

Tubuhnya ditemukan terpuruk di selokan di sudut jalan Temple dan Giraffe di Kota Quezon, Manila pada pagi dini hari,  10 September 2016.

Di samping jasadnya terdapat tas hitam yang diduga berisi uang tunai, empat sachet kecil yang diduga shabu, pipa narkoba buatan sendiri, lampu, ponsel dan beberapa perhiasan. Di sekitar tubuhnya terdapat kardus bertuliskan;”Selebriti obat bius, Anda berikutnya".

Pada malam kematian Aurora, enam tersangka pengedar narkoba lainnya dan seorang pengguna ditembak mati dalam insiden terpisah di berbagai seluruh kota.
Departemen Kepolisian Kota Quezon (QCPD) pekan ini merilis rekaman CCTV yang menunjukkan jasad Aurora dibuang dari mobil Toyota SUV.

”Kami berpikir dengan bahwa asumsi dia naik (ke dalam mobil) dalam kondisi hidup dan ditembak di sana, dia mungkin tahu pembunuhnya,” kata Inspektur Polisi Guillermo Eleazar kepada wartawan.

Aktor Maritoni Fernandez mengatakan keluarganya sangat terkejut atas pembunuhan Aurora. ”Kami sebagai keluarga memiliki satu prioritas dan itu adalah untuk melindungi anak-anaknya dari rasa sakit,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip news.com.au, Selasa (20/9/2016).





Credit  Sindonews




Tak Bisa Bunuh 700.000 Orang, Duterte Perpanjang Perang Narkoba

 
Tak Bisa Bunuh 700.000 Orang, Duterte Perpanjang Perang Narkoba
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. | (REUTERS/Erik De Castro)
 
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengumumkan bahwa perang narkoba di negaranya diperpanjang hingga enam bulan ke depan. Dengan nada bercanda, Duterte mengatakan bahwa dia tidak bisa membunuh semua gembong dan pecandu narkoba yang mencapai 700.000 orang.

Sambil bergurau, Duterte mengaku menyesal. Sebab, jika sekitar 700.000 orang gembong dan pecandu narkoba yang sudah menyerahkan diri ke polisi dibunuh, maka laporan korban perang narkoba akan membengkak.

”Jadi, ketika saya mulai menekan semua orang (yang terkait narkoba), itu seperti cacing dari dalam kaleng dan tidak ada yang bisa percaya bahwa akan ada sekitar 700.000 (pengedar dan pecandu) baru guys, mungkin dalam bisnis narkoba ini yang telah menyerahkan diri kepada polisi dan militer,” kata Duterte kepada wartawan, seperti dikutip IB Times, Senin (19/9/2016).

”Tapi masalahnya adalah di headline, ‘Saya tidak bisa membunuh mereka semua’. Karena bahkan jika saya ingin (bunuh), saya tidak bisa membunuh mereka semua karena laporan terakhir akan tebal,” ujar Duterte mengacu pada laporan tentang korban perang narkoba.

Presiden berjuluk “The Punisher” atau “Penghukum” ini telah menghadapi kritik global atas pelanggaran hak asasi manusia dan pembunuhan di luar hukum terkait perang melawan narkoba yang dia kobarkan.

“Beri aku perpanjangan waktu sedikit, mungkin enam bulan, saya tidak punya ide bahwa ada ratusan ribu sudah dalam bisnis narkoba. Itu waktu dikenakan tiga sampai enam bulan. Saya tidak menyadari seberapa parah masalah ancaman narkoba di republik ini sampai saya menjadi presiden,” katanya.



Credit  Sindonews

Iran Bantah Persenjatai Pemberontak Houthi di Yaman

 
Iran Bantah Persenjatai Pemberontak Houthi di Yaman
Pemerintah Iran membantah bahwa mereka telah memberikan dukungan logistik, berupa senjata kepada kelompok pemberontak Yaman, Houthi. (Istimewa)
 
NEW YORK -
Pemerintah Iran membantah bahwa mereka telah memberikan dukungan logistik, berupa senjata kepada kelompok pemberontak Yaman, Houthi. Tudingan itu sendiri dilayangkan oleh Arab Saudi.

Tudingan itu tertuang dalam surat yang dikirimkan Suadi ke Dewan Keamanan (DK) PBB. Dalam surat itu, Saudi meminta DK PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada Iran karena memberikan dukungan kepada Houthi.

Merespon hal ini, perwakilan tetap Iran untuk PBB mengatakan, apa yang disampaikan oleh Saudi tidak didasari oleh bukti yang kongkrit. Iran menyebut, harusnya Saudi yang dijatuhi hukuman, karena terus menerus melakukan serangan terhadap warga Yaman.

"Klaim yang ditegaskan dapat dilihat dalam surat Arab Saudi, sebuah klaim yang tidak berimbang, yang tidak pernah bisa dibuktikan kebenarannya," kata perwakilan Iran untk PBB dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua pada Senin (19/9).

"Arab Saudi telah selama lebih dari satu setengah tahun, terlibat dalam skala penuh, perang yang tidak berimbang terhadap rakyat Yaman, dan telah melakukan kejahatan yang tak terbantahkan terhadap warga sipil tak berdaya, anak-anak dan perempuan di negara itu," pungkasnya.





Credit  Sindonews




Inggris dan Denmark Akui Ikut Keroyok Pasukan Rezim Suriah

 
Inggris dan Denmark Akui Ikut Keroyok Pasukan Rezim Suriah
Pesawat tempur koalisi yang dipimpin AS yang melakukan serangan di Suriah. | (Reuters)
 
LONDON - Militer Inggris dan Denmark mengakui bersama Amerika Serikat (AS) menyerang pasukan rezim Pemerintah Suriah di Suriah timur. Serangan udara keroyokan pada hari Sabtu lalu itu menewaskan lebih dari 60 tentara loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Serangan udara di wilayah Deir el-Zor itu awalnya dituduhkan terhadap militer Australia, Amerika Serikat dan Denmark. Namun, militer Inggris dan Denmark mengakui terlibat dalam serangan itu.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Inggris berpartisipasi dalam serangan koalisi udara baru-baru ini di Suriah, sebelah selatan dari Deir el-Zor pada hari Sabtu, dan kami sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan koalisi,” kata Kementerian Pertahanan Inggris, melalui akun Twitter-nya, @DefenceHQ.

”Inggris tidak sengaja menargetkan unit militer Suriah. Itu tidak akan sesuai untuk berkomentar lebih lanjut pada tahap ini,” lanjut kementerian itu, seperti dikutip Russia Today, semalam (19/9/2016).

Pada hari yang sama, Komando Pertahanan Denmark, juga mengakui terlibat dalam serangan mematikan yang merugikan militer Suriah.

”Dua (jet tempur) F-16 Denmark berpartisipasi bersama dengan pesawat negara lain dalam serangan tersebut. Serangan itu segera berhenti ketika laporan dari pihak Rusia mengatakan bahwa posisi militer Suriah telah terkena,” bunyi pernyataan Komando Pertahanan Denmark.

”Hal ini tentu saja disayangkan, koalisi keliru menghantam selain kekuatan ISIS,” lanjut pernyataan komando tersebut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov,  mengatakan, sebanyak 62 tentara Suriah tewas dan lebih dari 100 tentara lainnya terluka dalam serangan udara yang diluncurkan pasukan koalisi yang dipimpin AS.

”Jika serangan udara itu disebabkan oleh koordinat yang salah sasaran, itu konsekuensi langsung dari keengganan keras kepala dari sisi Amerika untuk berkoordinasi dengan Rusia dalam serangan terhadap kelompok teroris di Suriah,” kesal Konashenkov.



Credit  Sindonews



Memanas, Rusia Tantang Power untuk Sambangi Suriah

 
Memanas, Rusia Tantang Power untuk Sambangi Suriah
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova melemparkan tantangan kepada Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Samantha Power. (Reuters)
 
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova melemparkan tantangan kepada Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Samantha Power. Zakharova menantang Power  untuk melakukan perjalanan ke Suriah.

Tantangan Zakharova ini merupakan respon atas pernyataan yang dibuat oleh Power di PBB. Dimana, Power  melemparkan tudingan balik bahwa bukan AS yang melindungi kelompok teroris, melainkan Rusia.

Menurut Power, Zakharova dan Rusia harusnya malu karena telah melemparkan tudingan semacam itu. Power  menyebut AS adalah salah satu negara yang paling serius memerangi terorisme.

Tak lama setelah pernyataan Power muncul, Zakharova melalui akun Facebooknya menatang diplomat AS itu untuk berkunjung ke Suriah. Zakharova berujar dengan datang ke lokasi kejadian, dia akan tahu fakta yang sebenarnya.

"Untuk yang tersayang Samantha Power, untuk mengetahui arti dari kata 'malu,' Saya sangat mendorong Anda untuk melakukan perjalanan ke Suriah dan berbicara dengan orang di sana untuk diri sendiri," tulis Zakharova dalam akun Facebooknya, seperti dilansir buzzfeed pada Senin (19/9).

"Mari kita pergi bersama-sama. Jangan takut. Tak seorang pun akan meletakkan jari pada Anda di hadapan saya. Kecuali, tentu saja, orang-orang Anda tidak lagi 'keliru' menyerang sasaran yang salah. Anda akan membuat banyak kenangan baru. Dan mencari tahu apa 'malu' berarti dalam prosesnya," sambungnya


Credit  Sindonews




Pemberontak Sebut Gencatan Senjata di Suriah Sudah Berakhir


 
Pemberontak Sebut Gencatan Senjata di Suriah Sudah Berakhir
Pemberontak Suriah mengatakan, gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia sudah resmi berakhir. (Istimewa)
 
DAMASKUS -
Pemberontak Suriah mengatakan, gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia sudah resmi berakhir. Kesepakatan ini berlangsung selama kurang lebih satu pekan.

"Saya percaya bahwa gencatan senjata telah secara praktis gagal, dan telah berakhir," kata Kepala kantor politik dari kelompok Fastaqim yang berbasis di Aleppo, Zakaria Malahifji, seperti dilansir Reuters pada Senin (19/9).

Namun, dia juga mengatakan, pihaknya masih memantau situasi di Suriah dan melihat apakah ada yang bisa dilakukan secara teori untuk menyelamatkan dan memperpanjang gencatan senjata tersebut.

Saat ditanya apakah ia mengharapkan bantuan menjangkau daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di wilayah Aleppo timur, Malahifji mengatakan, pihaknya sudah tidak lagi berharap adanya bantuan yang masuk ke Allepo.

"Tidak ada harapan. Sudah beberapa hari terakhir ada pernyataan (akan masuknya bantuan), tapi setiap hari ada dalih mengenai batalnya masuk bantuan itu. Untuk saat ini, kami sudah tidak lagi berahap," sambungnya.

Di kesempatan yang sama, dia juga menuturkan bahwa kelompok pemberontak sedang mempersiapkan aksi militer baru. "Saya membayangkan dalam waktu dekat akan ada tindakan oleh faksi (pemberontak)," tukasnya.


Credit  Sindonews



Polisi Ringkus Tersangka Peledakan di New York


Polisi Ringkus Tersangka Peledakan di New York  
Ahmad Khan Rahami tersangka peledakan di New York dan New Jersey akhir pekan lalu akhirnya ditangkap kepolisian New York pada Senin (19/9) waktu setempat. (FBI/Handout via Reuters)
 
Jakarta, CB -- Kepolisian New York berhasil meringkus Ahmad Khan Rahami, 28 tahun, tersangka yang diduga sebagai dalang ledakan di Distrik Chelsea, New York, Amerika Serikat, yang melukai 29 orang pada akhir pekan lalu.

Dilansir CNN, Ahmad Khan ditangkap di Linden, New Jersey pada Senin (19/9) waktu setempat. Penangkapannya diwarnai baku tembak yang mengakibatkan sedikitnya dua petugas terkena tembakan.

Seorang petugas terkena tembakan di lengan dan seorang lagi mengalami luka di bagian dada. Ahmad Khan Rahami sendiri mengalami luka di bahu kanannya dan langsung dibawa dengan ambulans.

Rahami adalah warga naturalisasi AS asal Afghanistan. Selain diduga sebagai dalang pengeboman di New York, Rahami juga diyakini terkait dengan sebuah bom pipa dalam tas ransel yang ditemukan di wilayah Elizabeth, New Jersey, pada Minggu malam.

Atas hal itu, namanya masuk dalam daftar terduga teror guna mencegahnya meninggalkan Amerika Serikat.

Pada Sabtu pekan lalu, sebuah ledakan yang berasal dari tempat sampah mengguncang wilayah Seaside, New Jersey.

Kemudian, pada Minggu malam polisi menemukan sebuah tas ransel berisi bom di Elizabeth, New Jersey. Saat hendak diinvestigasi, salah satu bom meledak. Sebanyak 29 orang terluka akibat ledakan tersebut.

Pengeboman di New York dan New Jersey pada akhir pekan lalu membuat otoritas keamanan di Amerika Serikat meyakini ada jaringan teror di negara bagian tersebut.



Credit  CNN Indonesia

Dalang Ledakan New York Dikenal sebagai 'Badut Kelas'


Dalang Ledakan New York Dikenal sebagai 'Badut Kelas' Saat SMA, Ahmad Rahami dikenal sebagai badut kelas karena kerap melucu. Sebelum insiden peledakan di New York, ia tidak berada dalam radar aparat. (FBI/Handout via Reuters)
 
Jakarta, CB -- Sebelum namanya dikenal sebagai dalang peledakan di New York dan New Jersey, keluarga Ahmad Rahami dikenal para tetangga karena beberapa kali perselisihan kecil terkait restoran ayam goreng mereka.

Rahami, 28, merupakan warga naturalisasi AS yang lahir di Afghanistan.

Teman-teman SMA-nya mengenal Rahami sebagai “badut kelas”, karena kerap melucu.

“Badut kelas, pria yang sangat lucu dan baik,” kata teman sekelasnya Hakeen Ezzouhairy.

Rahami kemudian mengambil jurusan hukum pidana di Middlesex County, New Jersey pada 2010-2012, namun tak menyelesaikan kuliahnya.

Baru-baru ini, dia aktif dalam komunitas Islam, dan seorang temannya mengatakan Rahami mengunjungi kampung halamannya beberapa tahun lalu.
Salaam Ismial, seorang pekerja sosial di Masjid Al-Hadi di Elizabeth, mengaku ia melihat Rahami dalam banyak acara dalam setahun terakhir.

“Itu bukan Islam dan itu bukan Muslim,” kata Ismial soal peledakan. “Seorang Muslim yang baik akan mengutuk kekerasan ini.”

Rahami ditangkap pada Senin kemarin, setelah baku tembak dengan polisi yang mengakibatkan ia dan dua petugas terluka. Baku tembak terjadi di Linden, dekat Elizabeth, sekitar 32 km dari New York City.

Selain dalang peledakan di New York, Rahami juga merupakan tersangka pengeboman di New Jersey pada hari yang sama, Sabtu lalu.

Rahami tidak termasuk dalam daftar kontraterorisme AS, menurut sumber Reuters. Namun keluarganya diketahui oleh Wali Kota Chris Bollwage, karena beberapa kali keluhan sejak 2008, karena kebisingan di restoran mereka di wilayah komersial Elizabeth.

“Tersangka tidak dalam radar penegak hukum, namun tempat ayam goreng…yang dimiliki oleh keluarganya, kami punya beberapa masalah dan keluhan kebisingan,” kata Bollwage.


Media lokal juga melaporkan bahwa Rahami pernah bermasalah dengan hukum karena kepemilikan senjata dan menikam seseorang dalam persoalan domestik. Ia menghabiskan tiga bulan di penjara namun tak pernah didakwa.

Pada 2008 dan 2012, ia pernah dipenjara karena tidak membayar denda pelanggaran lalu lintas dan melanggar perintah penahanan.

Mohammad Rahami, mengatakan dalam wawancara dengan MSNBC bahwa ia tidak menyadari anaknya merencanakan pengeboman.

“Saya tak tahu apa yang terjadi, sebenarnya,” kata dia. “Sangat sulit untuk berbicara saat ini.”
Sementara itu, CNN dan beberapa media lain melaporkan bahwa ia beberapa kali mengunjungi Afghanistan dan Pakistan dalam beberapa tahun terakhir, namun belum bisa dipastikan berapa kali.

Seorang teman lama Rahami, Flee Jones, mengatakan bahwa Rahami pergi ke Afghanistan beberapa tahun lalu dan kemudian mulai menumbuhkan janggut dan memakai pakaian religius.

“Ia jadi lebih religius,” kata Jones. “Saya tak mengenal ia sebagai seseorang yang akan melakukan sesuatu seperti ini.”

Jones mengatakan saat remaja ia dan Rahami sering bermain basket dan menghabiskan waktu di restoran milik keluarga Rahami.

“Ia sering memperbolehkan kami nongkrong di dalam dan bernyanyi rap,” kata dia.


Credit  CNN Indonesia



Pelaku Pengeboman New York Diduga Pria Keturunan Afghanistan


Pelaku Pengeboman New York Diduga Pria Keturunan Afghanistan  
Seorang pria keturunan Afghanistan bernama Ahmad Khan Rahami diburu kepolisian New York terkait pengeboman yang melukai 29 orang. (FBI/Handout via Reuters)
 
Jakarta, CB -- Seorang pria keturunan Afghanistan diburu kepolisian New York terkait pengeboman yang melukai 29 orang. Foto-foto pria bernama Ahmad Khan Rahami tersebut telah disebar oleh kepolisian.

Diberitakan AFP, Rahami adalah warga naturalisasi AS asal Afghanistan. Menurut polisi dan FBI, Rahimi diburu karena akan diinterogasi terkait bom di New York dan New Jersey.

Rahami yang dicirikan berwarna rambut dan mata cokelat diketahui tinggal di Elizabeth, New Jersey, kota yang sama ditemukannya tas berisi peledak.

Walikota New York Bill de Blasio mengatakan kepada CNN bahwa Rahami kemungkinan "bersenjata dan berbahaya."

"Sekarang kami mendapat lebih banyak informasi ketimbang 24 jam terakhir. Temuan ini semakin mengarah bahwa serangan adalah tindakan teror," kata Blasio.

Bom meledak pada Sabtu pekan lalu di wilayah Chelsea, New York, melukai 29 orang dan merusak bangunan di sekitarnya akibat pecahan-pecahan benda tajam.

Polisi menemukan bom lainnya yang juga terbuat dari panci presto beberapa blok dari lokasi pertama. Kedua bom berisikan benda tajam berupa bagian dari ponsel, lampu Natal dan bahan peledak.




Credit  CNN Indonesia



Konvoi Bantuan PBB untuk Aleppo Diserang

 
Konvoi Bantuan PBB untuk Aleppo Diserang  
Ilustrasi bantuan PBB. (AFP/Mahmoud Taha)
 
Jakarta, CB -- Setidaknya 18 dari 31 kendaraan konvoi bantuan Suriah diserang pada Senin kemarin, menewaskan 12 orang.

Konvoi dari PBB dan Bulan Sabit Merah Arab Suriah (SARC) sedang berupaya menuju wilayah Orum al-Kubra di Aleppo, Suriah utara, untuk memberi bantuan kemanusiaan bagi 78 ribu orang, menurut PBB.

“Kemarahan kami atas serangan ini sangat besar,” kata utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura kepada wartawan. “Konvoi itu merupakan hasil dari proses panjang mendapat izin dan persiapan untuk membantu warga sipil yang terisolasi.”

Kelompok pemantau konflik Suriah Syrian Obsevatory for Human Rights mengatakan 12 sopir pekerja bantuan tewas dalam serangan itu, namun PBB sendiri belum mengonfirmasinya.

Jan Egeland, kepala satuan tugas kemanusiaan PBB untuk Suriah, mencuit lewat akun Twitter-nya bahwa “banyak yang terbunuh dan terluka” dalam serangan.

Konvoi itu “dibom hari ini ada koordinasi dengan banyak pihak” yang dilakukan oleh lembaga bantuan setiap kali menyalurkan bantuan kepada bagian mana pun di lapangan, tambahnya.

Kepala bantuan PBB, Stephen O’Brien mengatakan bahwa ia sangat mengkhawatirkan insiden itu dan menyerukan “semua pihak berkonflik, sekali lagi, untuk melakukan semua tindakan untuk melindungi aktor kemanusiaan, warga sipil, insfrastruktur sipil seperti diharuskan oleh hukum kemanusiaan internasional.”
Gudang milik SARC juga dibom, menurut juru bicara PBB Stephane Dujarric.

“Berbagai sumber mengonfirmasi bahwa kota itu dibombardir malam ini,” kata Dujarric. “Namun situasi dan laporan soal itu terus berkembang dan kami tidak bisa secara independen memverifikasi soal korban.”

Observatory sementara itu mengatakan bahwa pasukan udara Bashar al-Assad melancarkan lebih dari 40 serangan udara sejak gencatan senjata berakhir pada Senin malam kemarin, menewaskan 36 orang.

Sebelumnya, militer Suriah mengumumkan berakhirnya gencatan senjata yang digagas AS dan Rusia, serta menuding kelompok pemberontak melakukan lebih dari 300 pelanggaran dan gagal memenuhi kesepakatan.



Credit  CNN Indonesia



Republik Afrika Tengah diamuk bentrok SARA, enam tewas

 
Republik Afrika Tengah diamuk bentrok SARA, enam tewas
Milisi muslim Seleka di Republik Afrika Tengah (Reuters)
 
Dakar (CB) - Enam orang tewas pekan lalu di Republik Afrika Tengah akibat bentrok dua kelompok bersenjata, kata misi penjaga perdamaian PBB di negara itu dan pemerintah setempat seperti dikutip Reuters.

Bentrok terjadi Jumat pekan lalu antara kelompok muslim Seleka melawan milisi anti-Balaka dari kelompok Kristen di dua kota di utara negara itu, yakni Ndomete dan Kaga Bandoro.

Anti-Balaka dibentuk pada 2013 sebagai jawaban atas penggulingan Presiden Francois Bozize oleh Seleka.

Juru bicara kepresidenan Albert Mokpeme awalnya menyebut jumlah tewas 26 orang, namun Senin ini dikoreksi menjadi enam orang sesuai dengan hitungan PBB.

"MINUSCA (Misi PBB) hanya bisa memastikan pada tahap ini jumlah tewas enam orang," kata juru bicaranya Herve Verhoosel seraya menambahkan bahwa bentrokan itu tengah diselidiki.

Afrika Tengah sejak 2013 jatuh dalam kubangan bentrok antarkomunal dan antar-agama yang semakin kentara sejak Presiden Faustin-Archange Touadera disumpah Maret tahun ini menyusul Pemilu yang luas dianggap sebagai jalan ke arah rekonsiliasi.

Credit  ANTARA News




Obama: AS belum rela perempuan di tampuk kekuasaan

 
Obama: AS belum rela perempuan di tampuk kekuasaan
Presiden Amerika Serikat Barack Obama. (REUTERS/Carlos Barria )
 
 
New York (CB) - Masyarakat Amerika Serikat belum nyaman dengan kehadiran perempuan kuat dan itu sebabnya negara tersebut belum pernah memilih perempuan menjadi presiden, kata Presiden Barack Obama pada Ahad.

Obama, yang mendukung sesama kader Partai Demokrat -Hillary Clinton- untuk menggantikannya di Gedung Putih, menyatakan kepada sekelompok donatur politik di New York, bahwa mantan menteri luar negeri tersebut seharusnya bisa dengan mudah mengalahkan pesaingnya dari Partai Republik, Donal Trump.

Namun, perpecahan mendalam politik di Amerika Serikat akan membuat persaingan di antara keduanya menjadi ketat, kata Obama.

Presiden pertama Amerika Serikat berkulit hitam itu kemudian menceritakan pendapatnya mengapa perempuan tidak pernah terpilih menjadi orang pertama di negara yang sering mengaku paling demokratis tersebut.

"Ada alasan mengapa kita tidak pernah mempunyai perempuan presiden," kata dia.

"Kami sebagai masyarakat masih meraba-raba apa artinya mempunyai perempuan kuat. Hal tersebut masih mengganggu kami dalam banyak hal. Kecenderungan itu kemudian tampak dalam banyak cara," kata Obama.

Obama sering menceritakan peran kuat perempuan dalam hidupnya, termasuk ibu, nenek, istri, dan anak-anak perempuan sang presiden yang akan lengser Januari tahun depan itu.

Dalam beberapa jajak pendapat, keunggulan Clinton, mantan ibu negara dan senator Amerika Serikat, terus menipis melawan Trump.

"Ini seharusnya adalah pemilihan umum yang bisa dimenangi dengan mudah. Tapi yang terjadi justru sebaliknya," kata Obama.

"Alasannya kenapa persaingan ini akan berlangsung dengan ketat, adalah bukan karena kelemahan Hillary. Tapi karena, secara struktural, kami telah menjadi masyarakat yang sangat terpecah," kata dia.

Obama memang terkenal tidak pernah menyembunyikan ketidak-sukaannya terhadap Trump, salah seorang yang pernah menuding sang presiden tidak lahir di Amerika Serikat. Trump, pada Jumat pekan lalu, akhirnya mengakui bahwa Obama lahir di Amerika Serikat.

Kepada para donor, Obama menyatakan bahwa karakter Trump sangat berbeda dibandingkan calon presiden dari Partai Republik yang pernah dia hadapi pada pemilihan umum 2008 dan 2012 lalu.

"Saat saya melawan John McCain, kami juga mempunyai banyak perbedaan. Tapi saya tidak pernah menyatakan bahwa dia tidak layak menjadi presiden Amerika Serikat," kata Obama mengenai lawannya pada pemilu 2007.

"Saya juga tidak bisa mengatakan hal sama kepada Mitt Romney pada 2012. Tapi, Trump jelas tidak layak menjadi presiden," kata dia yang dilansir Reuters.


Credit  ANTARA News



Menlu AS, Jepang, Korsel bicarakan langkah keras bagi Korut


 
Menlu AS, Jepang, Korsel bicarakan langkah keras bagi Korut
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry. (REUTERS/Jonathan Ernst)
 
New York (CB) - Menteri luar negeri Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan bertemu di New York pada Minggu, sebelum sidang PBB, membicarakan langkah lebih keras terhadap Korea Utara.

Pertemuan itu juga untuk memperluas kerjasama satu sama lain setelah uji nuklir kelima dan terbesar Korea Utara.

Uji pada 9 September itu dinilai bentuk pelanggaran terhadap sanksi PBB, yang diperketat pada Maret.

Pertemuan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung Se itu adalah yang pertama sejak uji nuklir tersebut. Itu akan menjadi salah satu bahasan utama pemimpin dunia dalam Majelis Umum PBB pada minggu ini.

Dalam pernyataan bersama, menteri itu mengatakan bahwa Korea Utara mengabaikan sejumlah resolusi PBB yang melarang program-program misil dan nuklir mereka, dan menuntut tekanan internasional lebih.

Korea Utara telah menguji sejumlah senjata nuklir dan misil balistik dengan jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun ini di bawah pemimpinnya, Kim Jong Un.

"Mereka membicarakan pekerjaan penting yangs edang dibahas dalam Dewan keamanan untuk memperbanyak sanksi terhadap korea Utara dan mempertimbangkan sejumlah langkah lainnya untuk mereka sendiri, terutama untuk lebih membatasi sumber pendapatan bagi program-program misil dan nuklir Korea Utara, termasuk melalui sejumlah kegiatan ilegal," pernyataan apra menteri itu mengatakan.

"Mereka memastikan bahwa mereka masih terbuka untuk diskusi yang kredibel dan otentik yang ditujukan untuk denuklirisasi penuh Korea Utara," kata pernyataan itu.

Amerika Serikat telah mengatakan bahwa mereka berkeinginan untuk melakukan negosiasi dengan Korea Utara jika negara itu berkomitmen terhadap denuklirisasi, yang enggan dilakukan oleh Pyongyang.

Washington menekan Beijing, yang merupakan pendukung diplomatis dan rekan perdagangan paling penting bagi Korea Utara, untuk melakukan hal yang lebih demi mempengaruhi Korea Utara.

China menyampaikan kemarahannya pada korea Utara atas uji nuklir terbesar itu, namun belum menyebutkan langsung apakah mendukung sanksi baru lebih keras. Mereka mengatakan meyakini bahwa sanksi bukan jawaban dan meminta pertemuan perdamaian dilanjutkan, demikian Reuters.



Credit  ANTARA News


Senin, 19 September 2016

Bertemu JK, Presiden Venezuela Minta Dukungan RI di OPEC

 
CB, Caracas - Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pertemuan dilakukan di sela KTT Gerakan Non Blok di Margarita Island, Venezuela.
Dalam pertemuan itu, baik JK maupun Maduro membahas nota peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, migas, dan perdagangan. Penguatan ekonomi juga berkaitan dengan industri pariwisata.
"Secara khusus Maduro meminta dukungan Indoensia pada OPEC dalam penguatan usulan mekanisme stabilisasi harga melalui pembatasan produksi. Wapres Jusuf Kalla mengatakan akan mengkaji usulan Maduro," kata Juru Bicara Wapres Husain Abdullah melalui keterangan tertulis, Senin (19/9/2016).
Para kesempatan itu, JK juga meminta dukungan penuh kepada Venezuela. Dukungan itu berkaitan dengan rencana Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.
"Jusuf Kalla menyampaikan permintaan dukungan Venezuela untuk pencalonan RI sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-2020. Maduro menanggapi positif permintaan Jusuf Kalla," imbuh dia.
Dalam pertemuan itu, JK didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Wapres Mohammad Oemar.
KTT Non Blok kali ini digelar penuh kontroversi di Venezuela. Salah satunya adalah krisis ekonomi yang menyambangi negeri itu dinilai tidak pantas untuk menggelar pertemuan kepala negara yang jelas akan menghabiskan dana pemerintah.
Venezuela mengeluarkan uang sebanyak US$120 juta dolar untuk mempersiapkan pertemuan itu, sementara inflasi mencapai 3 digit.
"Jutaan dolar uang rakyat Venezuela dihabiskan untuk memenuhi ego pemerintah," kata pemimpin oposisi Henrique Capriles. Ia mengklaim banyak negara tak hadir dalam pertemuan itu.
Dilansir dari DW, hanya 8 kepala negara yang hadir dalam KTT Non Blok di Venezuela kali ini. India sebagai salah satu negara penggagas Non Blok, perdana menterinya,  Narendra Modi tidak datang.



Credit  Liputan6.com


Kala Letusan Dahsyat Tambora Disangka Meriam Nyi Roro Kidul

 
CB, Jakarta - Hari itu, 5 April 1815, suara ledakan terdengar keras. Asalnya dari letusan pertama Gunung Tambora yang memuntahkan lava dan awan abu dengan ketinggian lebih dari 30 meter.

Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Thomas Stamfford Raffles kala itu berada di Batavia, 1.287 kilometer jauhnya dari Tambora. Ia mengira suara itu berasal dari ledakan meriam.
Dan, bukan dia seorang yang salah sangka.

Sementara itu di Yogyakarta, komandan pasukan Inggris langsung mengerahkan pasukan. Ia mengira pihak lawan -- Belanda atau Prancis -- sedang melancarkan serangan.

Para pejabat yang berada di wilayah pesisir menduga, itu adalah sinyal dari kapal yang menemui masalah di tengah laut. Mereka pun memberangkatkan kapal penyelamat untuk mencari korban selamat.

Di Makasar, komandan kapal British East India Company, Benares juga melaporkan keberadaan tembakan meriam yang kian mendekat -- yang mungkin berasal dari para perompak.

Kecurigaan melanda hati Raffles yang juga seorang ilmuwan, saat suara ledakan dari arah tenggara terus-menerus terjadi hingga pagi berikutnya. Sesaat setelah fajar, hujan abu melanda, menandakan sebuah gunung -- entah di mana berada -- sedang meletus.


Bapak pendiri Singapura modern itu sama sekali tak mengira Tambora jadi 'biang keladinya'. Gunung yang sebelumnya tidur panjang selama 1.000 tahun itu sudah lama diyakini mati.

"Suara itu sepertinya sangat dekat...secara umum dikira letusan Merapi, Kelud, atau Bromo," tulis Raffles dalam memoarnya History of Java, seperti dikutip dari situs Scientific American.

Awan abu menyelubungi Jawa, cahaya Matahari memudar, udara panas dan lembab terasa mencekik, segala sesuatu terlihat tak alami. Namun, beberapa hari kemudian, letusan mereda, abu vulkanik juga tak sepekat sebelumnya.
Ternyata, itu baru permulaan. Lima hari kemudian, pada 10 April 1815, malapetaka terjadi. Tambora  meletus dahsyat. Kekuatannya mencapai level 7 Volcanic Explosivity Index (VEI).

Kekuatannya jadi  yang terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Empat kali lipat dari amuk Krakatau pada 1883, dan 10 kali lipat dari erupsi Gunung Pinatubo di Filipina pada 1991.

Erupsi diiringi halilintar sambung-menyambung, bunyinya menggelegar bagaikan ledakan bom atom, terdengar hingga ratusan kilometer. Langit gelap. Batu dan abu turun deras dari langit, mengubur apapun yang ada di bawahnya.

"Sekitar pukul 19.00 malam tiga bola api besar keluar dari Gunung Tombora. Kemudian tiga bola api itu bergabung di udara dalam satu ledakan dahsyat," demikian keterangan Raja Sanggar pada Letnan Owen Philips yang diutus Raffles, seperti dikutip dari BBC.

Suara dentuman yang dihasilkan jauh lebih keras dari sebelumnya. Awak kapal Benares mengungkapkan, bunyinya mirip tiga atau empat meriam ditembakkan sekaligus. "Saking kuatnya, kapal sampai terguncang." Setelah itu hujan abu datang dan kegelapan melanda.

Nyi Roro Kidul atau Tarung Para Jin

Di Sumatera, pemimpin lokal yang mendengar suara ledakan keras pada 11 April 1815 cepat-cepat menuju  Fort Marlborough, pemukiman Inggris di Bengkulu. Mereka mengira, konflik sedang pecah.

Pun dengan pemimpin lainnya lain di Sumatera dan sekitarnya. Setelah menerima informasi bahwa tak ada serangan yang terjadi, mereka mengaitkannya dengan kejadian  supranatural.

"Para tetua menyimpulkan itu adalah adu kuat para jin, demikian dilaporkan pejabat di Fort Marlborough.


Sementara itu di Gresik, Jawa Timur, penduduk setempat sepakat bahwa suara itu adalah 'meriam supranatural' penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul yang ditembakkan untuk merayakan pernikahan salah satu anaknya.

"Dan abu adalah ampasnya," demikian dikutip dari buku The Year Without Summer: 1816 and the Volcano That Darkened the World and Changed History Paperback karya William K. Klingaman.

Tsunami pertama mencapai Jawa Timur sekitar tengah malam pada 10-11 April. Tremor melanda wilayah tengah, 18 jam setelah letusan.

Yang paling menderita dari letusan Tambora adalah para manusia.

Vulkanolog dari Cambridge University, Clive Oppenheimer dalam bukunya  Eruptions that Shook the World memperkirakan, 60.000-120.000 nyawa terenggut, baik secara langsung -- oleh awan panas, tsunami -- maupun tak langsung, akibat kelaparan dan wabah penyakit yang berjangkit berbulan-bulan kemudian.

Kabar pertama meletusnya Tambora mencapai Inggris pada November 1815. Media The Times mempublikasikan secarik surat dari seorang pedagang di Hindia Belanda. "Kita baru mengalami letusan paling luar biasa yang mungkin belum pernah terjadi di manapun di muka Bumi," tulis dia, seperti dimuat situs sains, NewScientist.

Lautan sejauh mata memandang dipenuhi batang pohon, batu yang mengapung, juga jasad manusia gembung, yang menghalangi laju kapal.

Dua hari setelah letusan dahsyat, Sumbawa gelap gulita. "Tanaman padi sama sekali rusak, tak ada yang tersisa. Manusia dalam jumlah besar tewas seketika, lainnya meregangnyawa setiap harinya."
Dampak Global
Erupsi Tambora juga berdampak global. Abu dan panas sulfur dioksida menyembur melubangi atmosfer, suhu rata-rata global merosot 2 derajat Celcius atau sekitar 3 derajat Fahrenheit.

Di belahan dunia lain, efek Tambora juga merenggut ribuan nyawa. Bukan karena letusannya, melainkan akibat epidemi tifus dan kelaparan merata di wilayah Eropa. Rusuh tak terelakkan, rumah-rumah dan toko dibakar dan dijarah.

Badai salju melanda New England Juli tahun itu, panen gagal. Eropa pun mengalami kondisi yang sama parahnya.

Demikian pula di Yunan, Daratan Tiongkok, orang-orang terpaksa memakan tanah liat, karena cuaca yang buruk menggagalkan panen padi.

Penyair Li Yuyang dalam puisinya mengisahkan tentang rumah-rumah yang tersapu banjir. Para orangtua terpaksa menjual anak-anak mereka, ditukar dengan sekantung gandum. Suami menyaksikan istri dan buah hatinya mati perlahan akibat kelaparan.

Tambora bahkan mengubah peta sejarah, 18 Juni 1815, cuaca buruk yang diakibatkan Tambora konon ikut membuat Napoleon Bonaparte kalah perang di Waterloo. Hari terpedih dalam sejarah gilang-gemilang Sang Kaisar Prancis.





Credit  Liputan6.com



Prabu Siliwangi dan Penyebaran Islam di Tanah Jawa

 Prabu Siliwangi (Ilustrasi)
Prabu Siliwangi (Ilustrasi)
 
Oleh: Alwi Shahab

Sejarawan keturunan Jerman, Adolf Heuken SJ, dalam buku Masjid-masjid Tua di Jakarta menulis, tiada masjid di Jakarta sekarang ini yang diketahui sebelum 1640-an. Dia menyebutkan, Masjid Al-Anshor di Jl Pengukiran II, Glodok, Jakarta Kota, sebagai masjid tertua yang sampai kini masih berdiri. Masjid ini dibangun orang Moor, artinya pedagang Islam dari Koja (India).

Sejarah juga mencatat, pada Mei 1619, ketika VOC menghancurkan Keraton Jayakarta, termasuk sebuah masjid di kawasannya. Letak masjid ini beberapa puluh meter di selatan Hotel Omni Batavia, di antara Jl Kali Besar Barat dan Jl Roa Malaka Utara, Jakarta Kota.

Untuk mengetahui sejak kapan penyebaran Islam di Jakarta, menurut budayawan Betawi, Ridwan Saidi, bisa dirunut dari berdirinya Pesantren Quro di Karawang pada 1418. Syekh Quro, atau Syekh Hasanuddin, berasal dari Kamboja.

Mula-mula maksud kedatangannya ke Jawa untuk berdakwah di Jawa Timur, namun ketika singgah di pelabuhan Karawang, Syekh urung meneruskan perjalanannya ke timur. Ia menikah dengan seorang gadis Karawang, dan membangun pesantren di Quro.

Makam Syekh Quro di Karawang sampai kini masih banyak diziarahi orang. Di kemudian hari, seorang santri pesantren itu, yakni Nyai Subang Larang, dipersunting Prabu Siliwangi.
Dari perkawinan ini lahirlah Kian Santang yang kelak menjadi penyebar Islam. Banyak warga Betawi yang menjadi pengikutnya.


Perjuangan Penyebaran Agama Islam

Menurut Ridwan Saidi, di kalangan penganut agama lokal, mereka yang beragama Islam disebut sebagai kaum langgara, sebagai orang yang melanggar adat istiadat leluhur dan tempat berkumpulnya disebut langgar. Sampai sekarang, warga Betawi umumnya menyebut mushola dengan langgar. Sebagian besar masjid tua yang masih berdiri sekarang ini, seperti diuraikan Heuken, dulunya adalah langgar.

Menelusuri awal penyebaran Islam di Betawi dan sekitarnya (1418-1527), Ridwan menyebutkan sejumlah tokoh penyebarnya, seperti Syekh Quro, Kian Santang, Pangeran Syarif Lubang Buaya, Pangeran Papak, Dato Tanjung Kait, Kumpo Datuk Depok, Dato Tonggara, Dato Ibrahim Condet, dan Dato Biru Rawabangke.

Pada awalnya, penyebaran Islam di Jakarta mendapat tantangan keras, terutama dari bangsawan Pajajaran dan para resi. Menurut naskah kuno Carios Parahiyangan, penyebaran Islam di bumi Nusa Kalapa (sebutan Jakarta ketika itu) diwarnai dengan 15 peperangan. Peperangan di pihak Islam dipimpin oleh dato-dato, dan di pihak agama lokal, agama Buwun dan Sunda Wiwitan, dipimpin Prabu Surawisesa, yang bertahta sejak 1521, yang dibantu para resi.

Bentuk perlawanan para resi terhadap Islam ketika itu adalah fisik melalui peperangan, atau mengadu ilmu. Karena itulah, saat itu penyebar Islam umumnya memiliki ‘ilmu’ yang dinamakan elmu penemu jampe pemake.
Dato-dato umumnya menganut tarekat. Karena itulah, banyak resi yang akhirnya takluk dan masuk Islam. Ridwan mencontohkan resi Balung Tunggal, yang dimakamkan di Bale Kambang (Condet, Kramatjati, Jakarta Timur).

Ajaran Menyimpang Syekh Siti Jenar

Prabu Surawisesa sendiri akhirnya masuk Islam dan menikah dengan Kiranawati. Kiranawati wafat pada 1579, dimakamkan di Ratu Jaya, Depok. Sesudah masuk Islam, Surawisesa dikenal sebagai Sanghyang. Ia dimakamkan di Sodong, di luar komplek Jatinegara Kaum.
Ajaran tarekat dato-dato kemudian menjadi ‘isi’ aliran maen pukulan syahbandar yang dibangun oleh Wa Item. Wa Item adalah syahbandar pelabuhan Sunda Kalapa yang tewas ketika terjadi penyerbuan oleh pasukan luar yang dipimpin Falatehan (1527).

Selain itu, juga ada perlawanan intelektual yang berbasis di Desa Pager Resi Cibinong, dipimpin Buyut Nyai Dawit yang menulis syair perlawanan berjudul Sanghyang Sikshakanda Ng Kareyan (1518). Sementara, di Lemah Abang, Kabupaten Bekasi, terdapat seorang resi yang melakukan perlawanan terhadap Islam melalui ajaran-ajarannya yang menyimpang.

Resi ini menyebut dirinya sebagai Syekh Lemah Abang, atau Syekh Siti Jenar. Tantangan yang demikian berat mendorong tumbuhnya tradisi intelektual Betawi. Seperti dituturkan Ridwan Saidi, intelektualitas Islam yang bersinar di masyarakat Betawi bermula pada abad ke-19 dengan tokoh-tokoh Guru Safiyan atau Guru Cit, pelanjut kakeknya yang mendirikan Langgar Tinggi di Pecenongan, Jakarta Pusat.

Syekh Djuned Al-Betawi

Pada pertengahan abad ke-19 hingga abad ke-20 terdapat sejumlah sentra intelektual Islam di Betawi. Seperti sentra Pekojan, Jakarta Barat, yang banyak menghasilkan intelektual Islam. Di sini lahir Syekh Djuned al-Betawi yang kemudian menjadi mukimin di Makkah. Di sini juga lahir Habib Usman Bin Yahya, yang mengarang puluhan kitab dan pernah menjadi mufti Betawi.

Kemudian, sentra Mester (Jatinegara), dengan tokoh Guru Mujitaba, yang mempunyai istri di Bukit Duri. Karena itulah ia secara teratur pulang ke Betawi.

Guru Mujitaba selalu membawa kitab-kitab terbitan Timur Tengah bila ke Betawi. Dia punya hubungan dengan Guru Marzuki Cipinang, yang melahirkan sejumlah ulama terkemuka, seperti KH Nur Ali, KH Abdullah Syafi’ie, dan KH Tohir Rohili.

Juga, sentra Tanah Abang, yang dipimpin oleh Al-Misri. Salah seorang cucunya adalah Habib Usman, yang mendirikan percetakan 1900. Sebelumnya, Habib Usman hanya menempelkan lembar demi lembar tulisannya pada dinding Masjid Petamburan. Lembaran itu setiap hari digantinya sehingga selesai sebuah karangan. Jamaah membacanya secara bergiliran di masjid tersebut sambil berdiri.









Credit  REPUBLIKA.CO.ID


Indonesia Siapkan Observatorium Lebih Besar dari Bosscha

Observatorium Bosscha dianggap sudah tak ideal untuk pengamatan.
Indonesia Siapkan Observatorium Lebih Besar dari Bosscha
Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung (Antara/ Rezza Estily)
CB – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengungkapkan akan ada pengganti observatorium nasional pengganti Bosscha yang berada di Lembang, Bandung. Observatorium Bosscha sudah saatnya diganti sebab dianggap sudah tidak lagi cocok untuk pengamatan antariksa.

Kepala Biro Kerja Sama Hubungan Masyarakat dan Umum Lapan, Chris Dewanto, mengatakan saat ini tengah meminta proses izin pakai hutan untuk pembangunan observatorium pengganti Bosscha tersebut. Observatorium generasi terbaru itu akan berada di wilayah Gunung Timau, di Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Sekarang belum dibangun, baru proses perizinannya dulu. Observatorium tersebut nanti bisa digunakan pada tahun 2019," ujar Chris ketika ditemui VIVA.co.id usai konferensi pers Try Zero G for Asian Youth 2016 di Kantor Lapan, Rawamangun, Jakarta, Senin 19 September 2016.

Chris menuturkan, kondisi lingkungan Bosscha sekarang ini tidaklah sama dengan awal dibangun sekitar 100 tahun lalu. Pada saat itu, Bosscha didirikan di lingkungan yang gelap sehingga cocok untuk pengamatan antariksa saat malam hari.

"Sekarang kan Bosscha sudah menjadi tempat wisata dan banyak polusi cahayanya. Maka itu, kita alihkan dengan bangun observatorium nasional lainnya di Kupang, yang diameter teleskopnya lebih dari tiga meter yang juga nantinya untuk pengamatan antariksa," ucapnya.

Selain itu, Chris menambahkan, pemilihan Gunung Timau untuk mengamati antariksa, sebab di tempat tersebut daerahnya sudah gelap, jarang sekali hujan, dan sedikit awannya. Jadi, para peneliti akan melihat pemandangan alam semesta bisa terlihat dengan jelas, karena didukung lokasi observatorium.

"Area observatorium di Kupang itu luasnya sekitar 30 hektar dengan memperhatikan tidak terjadinya dijadikan banyak tempat wisata kembali di sekitarnya seperti yang terjadi di Bosscha. Semacam ada jarak, begitu," ucapnya.

Bila sudah dibangun, maka Indonesia akan mempunyai dua observatorium nasional. Observatorium pertama ada di Bosscha dan yang kedua berada di Kupang. Untuk pembangunan observatorium nasional yang saat ini tengah digarap, Lapan setidaknya harus menyiapkan dana sekitar Rp300 miliar.



Credit  VIVA.co.id