Rabu, 20 Maret 2019

Brazil Buka Kemungkinan Jadi Basis Rudal AS




Brazil Buka Kemungkinan Jadi Basis Rudal AS
Presiden Brazil, Jair Bolsonaro dilaporkan telah menandatangani perjanjian untuk membuka pangkalan bagi peluncuran satelit Amerika Serikat (AS). Foto/Istimewa


BRASILIA - Presiden Brazil, Jair Bolsonaro dilaporkan telah menandatangani perjanjian untuk membuka pangkalan bagi peluncuran satelit Amerika Serikat (AS). Penandatanganan ini dilakukan jelang pertemuannya dengan Presiden AS, Donald Trump di Washington.

Bolsonaro menandatangani perjanjian dengan perusahaan AS tentang pengamanan teknis untuk memungkinkan peluncuran satelit komersial dari pangkalan Alcantara di negara bagian Maranhao, Brasil utara. Alcantara adalah lokasi yang ideal, karena terletak di dekat Equator, mengurangi kebutuhan bahan bakar hingga 30 persen.

"Kita harus berterima kasih kepada Tuhan atas perubahan ideologi baru-baru ini di Brasil. Kami ingin memiliki Brasil yang hebat, sama seperti Trump ingin membuat Amerika hebat," kata Bolsonaro, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (19/3).

Namun, kesepakatan itu perlu persetujuan dari Kongres Brazil, yang memblokir perjanjian serupa oleh mantan presiden Fernando Henrique Cardoso dengan alasan bahwa negara itu akan kehilangan kedaulatan terhadap AS.

Sementara itu, terkait pertemuan dengan Trump, Bolsonaro mengatakan dia juga akan berbicara tentang kampanye bersama mereka untuk menggulingkan presiden sayap kiri Venezuela, Nicolas Maduro.

“Kita tidak bisa meninggalkan mereka sebagaimana adanya. Kita harus membebaskan bangsa Venezuela. Inilah sebabnya kami mengandalkan Amerika Serikat untuk mencapai tujuan ini," katanya.






Credit  sindonews.com



Empat orang tewas di Somalia dalam serangan udara


Empat orang tewas di Somalia dalam serangan udara

Ilustrasi. (Reuters)


Belum diketahui siapa yang bertanggung-jawab atas serangan itu. AS seringkali melancarkan serangan seperti itu di negara Tanduk Afrika tersebut



Mogadishu (CB) - Serangan udara di dekat Kotak Kecil Afgoye di Somalia telah menewaskan empat orang, kata keluarga salah seorang korban kepada Reuters pada Selasa (19/3).

Abiqadir Nur, seorang pegawai perusahaan telekomunikasi Hormuud Telecom, dan tiga orang lagi tewas sekitar pukul 01.30 GMT (10.30 WIB), saat mereka berkendaraan melalui Desa Laanta Buuro di Wilayah Lower Shabelle di bagian Barat-Daya negeri tersebut, sekitar 45 kilometer dari Ibu Kota Somalia, Mogadishu.

"Nur dan tiga orang lagi meninggal di lokasi. Saudaranya Mahad Nur menderita luka bakar total," kata sepupu Nur, Abdullahi Ali.

Belum diketahui siapa yang bertanggung-jawab atas serangan itu. AS seringkali melancarkan serangan seperti itu di negara Tanduk Afrika tersebut.

Serangan itu bertujuan mendukung Pemerintah Sentral Somalia, yang didukung PBB dan telah memerangi kelompok Ash-Shabaab selama bertahun-tahun.

Gerilyawan didesak ke luar Mogadishu pada 2011, tapi mempertahankan kehadiran yang kuat di bagian Selatan dan tengah negeri itu.

Komando AS di Afrika (AFRICOM) belum menanggapi permintaah komentar melalui surel.

Ash-Shabaab menyatakan kerabat orang yang tewas dalam serangan udara seringkali dimotivasi untuk bergabung dengan kelompok gerilyawan garis keras, yang ingin memberlakukan Hukum Syari'ah, di Somalia.





Credit antaranews.com



Situs AS Sebut Selandia Baru 'Shithole', Tolak Bantu Investigasi



Situs AS Sebut Selandia Baru \Shithole\, Tolak Bantu Investigasi
Teroris Selandia Baru, Brenton Tarrant, muncul di pengadilan. Foto/Istimewa


WELLINGTON - Polisi Selandia Baru tengah menyelidiki aktifitas tersangka pelaku teror Christchurch di dunia maya. Penyelidik meneliti keterlibatan Brenton Tarrant dalam pembicaraan sayap kanan dan aktivitas internet lainnya sejak serangan di Christchurch pada hari Jumat.

Lewat sebuah email, pihak kepolisian Selandia Baru meminta situs yang berpusat di Amerika Serikat yang memelihara email dan alamat IP yang terhubung ke sejumlah postingan tentang serangan itu. Tetapi permintaan itu disambut dengan jawaban penuh sumpah serapah.

Dalam balasan yang diposting di situs tersebut, pendirinya menggambarkan permintaan itu sebagai "lelucon" sebelum menyebut Selandia Baru sebagai "shithole" dan "negara pulau yang tidak relevan" seperti dikutip dari tvnz.co.nz, Rabu (20/3/2019).

Polisi dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi bahwa mereka telah menghubungi situs tersebut, tetapi tidak mau berkomentar lebih lanjut.

Tarrant memposting "manifesto" setebal 74 halaman secara online dan memberikan sinyal aksi penembakannya di setidaknya satu forum kontroversial yang populer di kalangan kelompok sayap kanan.

Dia juga menyiarkan langsung serangan itu, dengan Facebook mengatakan pihaknya telah menghapus 1,5 juta video dalam 24 jam karena pihak berwenang berusaha menghentikan penyebarannya.


Facebook mengatakan video asli pada layanannya, siaran langsung seorang pria bersenjata yang menembak di dalam dan sekitar masjid, ditonton kurang dari 200 kali.

Sementara salinan videonya yang diarsipkan ditonton sekitar 3.800 sebelum perusahaan itu menghapusnya, kata Facebook dalam sebuah posting blog pada hari Senin

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah menulis kepada dunia internasional meminta mereka untuk menindak perusahaan media sosial yang menyiarkan serangan teroris. 


Forum Internet Global untuk Menangkal Terorisme - sebuah konsorsium perusahaan teknologi global termasuk Facebook, Google dan Twitter - mengatakan mereka berbagi "sidik jari" digital lebih dari 800 versi video yang diedit.

Awal pekan ini, seorang remaja pria berusia 18 tahun dituduh menyiarkan sebuah siaran langsung yang tidak terhubung dengan teror muncul di Pengadilan Distrik Christchurch.

Remaja itu juga dituduh memasang foto salah satu masjid yang jadi sasaran penyerangan dengan pesan "target telah didapatkan." Pihak pengadilan menolak membebaskannya dengan jaminan dan bisa menghadapi hukuman penjara 14 tahun jika terbukti bersalah.



Credit  sindonews.com




Bagaimana Aturan Kepemilikan Senjata Api di Selandia Baru?



Tentara di Kamp Militer Waiouru berlatih dengan senapan MARS-L yang baru.[stuff.co.nz]
Tentara di Kamp Militer Waiouru berlatih dengan senapan MARS-L yang baru.[stuff.co.nz]

CB, Jakarta - PM Jacinda Ardern mengatakan akan mengubah UU Kepemilikan Senjata Api Selandia Baru pasca-penembakan di Christchurch.
"Aku bisa memberitahu Kalian satu hal sekarang: undang-undang senjata kita akan berubah," kata Ardern, dikutip dari Euronews, 20 Maret 2019.
"Ada upaya untuk mengubah undang-undang kami pada 2005, 2012 dan setelah penyelidikan pada 2017. Sekarang saatnya untuk perubahan," tutur Ardern.
Undang-undang senjata api Selandia Baru belum menjadi masalah politik besar akhir-akhir ini dan sebagian besar tetap tidak berubah sejak 1992 ketika kontrol diperketat setelah pembantaian Aramoana 1990, di mana seorang pria menewaskan 13 orang dengan senapan semi-otomatis.


1. Kepemilikan Senjata di Selandia Baru
Senjata api terus menjadi bagian yang rumit dari kehidupan sipil di Selandia Baru karena diperkirakan 1,2 juta senjata api dimiliki oleh sipil, menurut Small Arms Survey pada 2017 terhadap Selandia Baru dengan populasi di bawah 5 juta.
Rasio ini membuat tingkat kepemilikan senjata per kapita Selandia Baru jauh lebih tinggi daripada tetangga mereka, Australia, yang memiliki total 3 juta senjata di suatu negara dengan populasi hampir 20 juta orang.
Angka-angka ini masih jauh di bawah tingkat kepemilikan AS di mana ada lebih dari satu senjata api yang dimiliki setiap warga sipil.
Meskipun senjata berizin yang dimiliki terus meningkat setiap tahun dengan 238.7000 pemilik terdaftar pada tahun 2017 menurut gunpolicy.org, kematian akibat senjata tetap stabil dengan tingkat tahunan sekitar satu kematian per 100.000 orang, jumlah yang masih lebih tinggi dari Italia, Portugal, Spanyol dan Jerman.

2. Memperoleh Lisensi Senjata Api
Semua pemilik senjata harus memperoleh lisensi tetapi kebanyakan senjata individu tidak harus didaftarkan, menjadikan Selandia Baru salah satu dari sedikit negara di dunia yang mengizinkan ini.
Usia legal minimal untuk memiliki senjata api adalah 16 atau 18 tahun untuk senjata semi-otomatis gaya militer (MSSA).
Siapa pun yang berusia lebih dari itu yang dianggap oleh Polisi Selandia Baru "sehat dan layak" dapat memiliki senjata tanpa mendaftar secara khusus.
Pemohon lisensi senjata api masih harus melewati pemeriksaan latar belakang yang mempertimbangkan catatan kriminal, kesehatan mental, medis, kecanduan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Setelah disetujui, lisensi dikeluarkan selama 10 tahun, tetapi dapat dicabut kapan saja jika polisi yakin orang tersebut merupakan ancaman untuk memiliki senjata api.
Pengunjung ke Selandia Baru dapat mengajukan izin selama 1 tahun dari luar negeri berdasarkan lisensi yang ada di negara tempat tinggal mereka.
Kemungkinan besar pelamar akan disetujui untuk mendapatkan lisensi. Pada 2017, dari 43.509 orang mengajukan izin senjata api, sebanyak 43.321 izin diberikan.


3. Aturan Membawa Senjata Api

Undang-undang Selandia Baru mengharuskan seseorang memiliki tujuan yang sah dan memadai untuk memegang atau membawa senjata api jenis apa pun.
Namun, tujuan membawa senpi tidak didefinisikan dalam undang-undang dan harus diambil berdasarkan kasus per kasus.
Sementara perburuan dan pengendalian hama biasanya disetujui, namun untuk perlindungan pribadi dan pertahanan diri tidak. Pun ilegal meninggalkan senjata tanpa pengawasan di dalam kendaraan dan peluru senjata api yang dibawa dalam kendaraan harus dikosongkan dari magazin.

4. Ada Celah Hukum
Polisi telah lama prihatin tentang celah dalam kepemilikan senapan semi-otomatis gaya militer (MSSA) di Selandia Baru.
Semi-otomatis gaya militer adalah cara Selandia Baru adalah senjata serbu semi-otomatis.
Karena meski senjata api MSSA didefinisikan oleh hukum, senjata dengan fitur yang sedikit berbeda tetapi fungsi yang hampir sama dapat berada di luar peraturan yang lebih ketat.
Untuk membeli dan menggunakan senapan semacam itu memerlukan pengesahan kategori E dari lisensi senjata api standar, prasyarat menjadi referensi dari klub penembakan atau alasan lain seperti pengendalian hama atau koleksi senjata.
Tetapi menurut polisi ada celah dalam hukum dari kepemilikan senjata jenis ini di tangan pemegang lisensi reguler.
Konfigurasi senjata kategori A berarti senjata api tidak sesuai dengan definisi MSSA seperti hanya memiliki strip plastik cetakan yang terhubung dengan pegangan ke penopang bahu untuk membuatnya berbeda dengan senapan kategori E.
Senapan serbu dapat diubah menjadi MSSA hanya dengan menambahkan magazin berkapasitas lebih besar.
Senjata yang dimiliki tidak terdaftar tidak dapat dihitung secara akurat, tetapi pada tahun 2017, diperkirakan ada 1.500.000 senjata api ilegal dan tidak sah di Selandia Baru, menurut gunpolicy.org.

Senjata api berbagai jenis di Selandia Baru.[stuff.co.nz]


5. Kategori Senjata Api
Dikutip dari New Zealand Herald, menurut undang-undang saat ini, orang dapat memperoleh lisensi senjata kategori A standar setelah pemeriksaan kepribadian, mengikuti tes, dan membuktikan bahwa pistol akan disimpan dengan aman.
Pemilik berlisensi dapat membeli berbagai senjata api semi-otomatis, mulai dari kaliber 0,22 hingga 0,308, dan harganya mulai dari NZ$ 1500 (Rp 14,5 juta) hingga NZ$ 7000 (Rp 68 juta).
Senapan semi-otomatis adalah senjata standar untuk musim menembak bebek, yang dimulai pada bulan Mei.

Orang dengan lisensi senjata yang menginginkan pistol atau senjata otomatis gaya militer harus mendapatkan dukungan dan kategori lisensi yang berbeda. Lisensi kategori B diperlukan untuk pistol dan pemilik harus bergabung dengan klub dan hanya bisa menembakkan pistol di klub.

Lisensi kategori C adalah untuk kolektor, yang dapat memiliki senjata tetapi tidak menembakannya, dan lisensi kategori E diperlukan untuk kepemilikan senapan otomatis gaya militer dengan magazin 30 peluru.
Di Selandia Baru pemegang lisensi senjata api terdaftar, tetapi senjatanya tidak didaftarkan. Sebagian besar negara, selain Selandia Baru, Amerika Serikat dan Kanada, mendaftarkan senjata api pemiliknya.



Credit  tempo.co



PM Selandia Baru Segera Ubah UU Kepemilikan Senjata Api




Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru. Sumber: Channel NewsAsia
Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru. Sumber: Channel NewsAsia

CB, Jakarta - Senin Kemarin, Perdana Menteri Jacinda Ardern berjanji akan mengumumkan perubahan UU Kepemilikan Senjata Api Selandia Baru dalam beberapa hari ke depan, pasca-penembakan di Christchurch.
"Dalam waktu 10 hari ke depan setelah aksi terorisme mengerikan ini, kami akan mengumumkan reformasi peraturan, yang saya yakini, akan membuat masyarakat kita lebih aman," kata Ardern, dikutip dari Public Radio International, 20 Maret 2019.
Menurut UU Senjata Api Selandia Baru saat ini, senjata api kategori A termasuk senjata semi-otomatis namun dibatasi hingga tujuh peluru. Namun, senjata yang dipakai pelaku penembakan masjid adalah senapan dengan magazin peluru kapasitas besar.

Sejauh ini, Ardern tidak memberikan rincian terkait UU senjata api yang baru, meski dia menyatakan mendukung larangan senjata api semi-otomatis.
"Di Selandia Baru, kepemilikan senjata adalah hak legal istimewa, namun bukan hak hukum," tutur Alexander Gillespie, profesor hukum di University of Waikato Selandia Baru.
"Jadi ini berarti perdana menteri bisa bertindak lebih cepat daripada apa yang terjadi, katakanlah, di Amerika Serikat," sambungnya.

Senjata mesin dan shootgun yang digunakan penembakan masjid di Selandia Baru di Christchurch, 15 Maret 2019. Penembakan massal pertama terjadi di masjid Masjid Al Noor di Christchurch. Social Media Website/Handout via REUTERS TV
Namun, ada lobi hukum yang kuat dari para pemburu di Selandia baru dan pendukung kepemilikan senjata api, yang mengatakan masalahnya bukan pada senjata tetapi pemiliknya, kata Gillespie.
Sementara distributor senjata api Whanganui khawatir, reaksi spontan terhadap penembakan di masjid hanya membuat polisi Selandia Baru dan orang jahat yang memiliki senjata api semi-otomatis.

Senjata yang digunakan pelaku penembakan di Christchurch adalah peluru tajam dari senapan serbu AR-15, senapan semi-otomatis yang dapat dimodifikasi untuk 30 butir amunisi dari tujuh peluru, kata Whanganui, distributor senjata api Selandia Baru yang telah menjual senjata selama 30 tahun, mengatakan kepada New Zealand Herald.





Credit  tempo.co

Kritik AS, Prancis: Klausul NATO Pasal 5, Bukan Pasal F-35




Kritik AS, Prancis: Klausul NATO Pasal 5, Bukan Pasal F-35
Pesawat jet tempur siluman F-35 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat. Foto/REUTERS


WASHINGTON - Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly mengatakan Eropa mengkhawatirkan komitmen jangka panjang Amerika Serikat (AS) terhadap NATO. Dia juga secara implisit mengkritik pendekatan Presiden AS Donald Trump terhadap aliansi militer tersebut.

"Apa yang dikhawatirkan orang Eropa adalah ini; apakah komitmen AS akan abadi?," kata Parly dalam sebuah acara di Washington, sebelum dia dijadwalkan untuk bertemu dengan rekannya dari Amerika, Patrick Shanahan, di Pentagon untuk membahas berbagai masalah termasuk Suriah.

Dengan Washington yang semakin fokus pada tantangan strategis dari China, Parly mengatakan tanda tanya telah muncul atas aliansi transatlantik.

"Mereka yang mengajukan pertanyaan tidak akan diyakinkan," katanya. "Dengan suasana penarikan saat ini; penarikan dari medan perang, dari perjanjian, dari pakta perdagangan," lanjut Parly yang menyindir AS atas penarikan pasukannya dari Suriah dan penarikannya dari sejumlah perjanjian internasional.

Lebih lanjut Parly menyindir prinsip solidaritas NATO. "Aliansi haruslah tanpa syarat, jika semacam itu bukanlah aliansi. Klausul solidaritas NATO bernama Pasal 5, bukan pasal F-35," imbuh Parly, mengacu pada pesawat jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin yang disarankan AS agar dibeli para sekutu NATO, seperti dikutip Reuters, Rabu (20/3/2019).

Trump pada bulan November lalu mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron karena menyerukan Eropa untuk membentuk pasukan sendiri guna melindungi diri dari musuh potensial.

Macron mengatakan bahwa Eropa membutuhkan pasukan nyata untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat atas pertahanan dalam menghadapi militer Rusia yang bangkit kembali. 






Credit  sindonews.com




Meteor Sedahsyat 10 Kali Bom Hiroshima Meledak di Atmosfer




Meteor Sedahsyat 10 Kali Bom Hiroshima Meledak di Atmosfer
Ledakan meteor pada 15 Februari 2013 di atas Chelyabinsk. Pada 18 Desember 2018, meteor meledak di atas atmosfer Bumi di atas Laut Bering, Rusia, dengan kekuatan 10 kalinya bom Hiroshima. Foto/YouTube


MOSKOW - Sebuah meteor meledak di atmosfer Bumi, di atas Laut Bering, Rusia pada 18 Desember tahun lalu tanpa diketahui publik. Para ilmuwan mengungkap meteor yang meledak itu melepaskan energi 10 kalinya bom atom yang menghancurkan Hiroshima, Jepang.

Bola api itu merobek langit Semenanjung Kamchatka Rusia pada 18 Desember dan melepaskan energi yang setara dengan 173 kiloton TNT. Itu adalah ledakan udara terbesar sejak meteor lain meluncur ke atmosfer di atas Chelyabinsk, di barat daya Rusia, enam tahun lalu, dan terbesar kedua dalam 30 tahun terakhir.

Tidak seperti meteor yang meledak di atas Chelyabinsk, yang terekam CCTV, ponsel dan kamera dasbor mobil, kedatangan meteor pada Desember 2018 lalu tidak diketahui pada saat itu karena meledak di lokasi terpencil.

National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat (AS) menerima informasi tentang ledakan tersebut dari angkatan udara AS setelah satelit militer mendeteksi cahaya inframerah dari bola api pada bulan Desember.

Lindley Johnson, seorang perwira pertahanan planet di NASA, mengatakan kepada BBC, yang dikutip Selasa (19/3/2019), bahwa ledakan sebesar ini diperkirakan hanya dua atau tiga kali seabad.

Analisis badan antariksa menunjukkan bahwa meteor itu, mungkin selebar beberapa meter, melesat ke atmosfer Bumi pada kecepatan 72.000 mph dan meledak pada ketinggian 16 mil. Manajer program pengamatan objek dekat Bumi NASA, Kelly Fast, yang berbicara pada konferensi di konferensi Lunar and Planetary Science ke-50 di dekat Houston, mengatakan bahwa ledakan itu melepaskan sekitar 40 persen energi di Chelyabinsk.

Sejak peristiwa itu terungkap, para peneliti meteor telah meminta maskapai penerbangan untuk melihat bola api yang mendekati rute yang digunakan oleh maskapai komersial yang terbang antara Amerika Utara dan Asia.

Peter Brown, spesialis meteor di Western University di Kanada, melihat ledakan itu secara independen dalam pengukuran yang dilakukan oleh stasiun pemantauan global. Ledakan meninggalkan jejaknya dalam data yang direkam oleh jaringan sensor yang mendeteksi infrasonik, yang memiliki frekuensi terlalu rendah untuk didengar oleh telinga manusia. Jaringan itu didirikan untuk mendeteksi tes bom nuklir rahasia.

Peristiwa di atas Laut Bering adalah pengingat lain bahwa meskipun ada upaya untuk mengidentifikasi dan melacak batuan ruang angkasa yang bisa menimbulkan ancaman bagi Bumi, meteor yang cukup besar masih bisa muncul tanpa peringatan. NASA sedang bekerja untuk mengidentifikasi 90 persen asteroid yang mendekati Bumi pada tahun 2020, yang ukurannya lebih besar dari 140 meter. 

Pada 15 Februari 2013, meteor selebar 20 meter meledak di atas Chelyabinsk dan menerangi langit pada pagi hari. Pada puncaknya, bola api itu terbakar yang cahayanya 30 kali lebih terang daripada matahari. Kilatan cahaya itu memunculkan gelombang kejut yang membuat orang jatuh bangun dan menghancurkan jendela di ribuan apartemen. Tidak ada yang terbunuh, tetapi lebih dari 1.200 orang terluka, di mana banyak dari mereka terkena pecahan kaca. Beberapa orang menderita luka bakar pada retina mata karena menonton kilatan cahaya tersebut.

Pada tahun 1908 ledakan meteor paling kuat di zaman modern mengguncang tanah di Rusia. Batu itu meledak di atas Tunguska, sebuah daerah berpenduduk jarang di Siberia, dan meratakan sekitar 80 juta pohon di atas area seluas 770 mil persegi.


Credit sindonews.com




FAO Serukan Vietnam Berlakukan Darurat Nasional Flu Babi


Flu Babi (Ilustrasi)
Flu Babi (Ilustrasi)

Wabah virus flu babi telah menyebar ke 17 provinsi di Vietnam

CB, HANOI -- Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (19/3) menyarankan Vietnam memberlakukan wabah Flu Babi Afrika (ASF) yang menyebar dengan cepat sebagai darurat nasional. Virus tersebut pertama kali dideteksi sebulan lalu di tiga peternakan di dua provinsi di bagian utara Vietnam.

"Virus tersebut kemudian menyebar ke 17 provinsi di Vietnam Utara dengan 239 wabah yang sudah dikonfirmasi," kata FAO dalam satu pernyataan.

Daging babi menyumbang tiga perempat dari total konsumsi daging di Vietnam, yang berpenduduk 95 juta jiwa, tempat sebagian besar dari 30 juta ekor babi yang diternak dikonsumsi di dalam negeri. "Hilangnya babi karena infeksi ASF dan tindakan pengendalian mengarah kepada beban ekonomi yang berat bagi banyak keluarga di pedesaan," kata Albert T Lieberg, perwakilan FAO di Vietnam, setelah pertemuan pekan lalu dengan pihak berwenang Vietnam.

Vietnam melaksanakan pengendalian ketat gerakan babi dan produk-produk babi dan memusnahkan lebih 25 ribu ekor babi. Tetapi FAO mengatakan peternakan-peternakan kecil dengan "biosecurity" akan menimbulkan penyebaran ASF.

Penyakit itu, yang tidak bisa disembuhkan pada babi tetapi tidak berbahaya bagi manusia, juga menyebar secara cepat di China, negara tetangga Vietnam, pekan lalu. Beijing melarang impor babi, babi hutan dan produk-produk terkait dari Vietnam.



Credit  republika.co.id



Myanmar Vonis Pemimpin Rakhine 20 Tahun Penjara


Myanmar Vonis Pemimpin Rakhine 20 Tahun Penjara
Ilustrasi. (Pixabay/Succo)




Jakarta, CB -- Pengadilan Myanmar menjatuhkan vonis hukuman penjara 20 tahun terhadap pemimpin etnis di Rakhine, Aye Maung, dan penulis lokal, Wai Hin Aung, atas tuduhan makar.

"Aye Maung dan penulis Wai Hin Aung dijatuhi masing-masing hukuman 20 tahun atas tuduhan makar tingkat tinggi dan dua tahun masing-masing atas penghinaan negara," ujar pengacara Win, Aye Nu Sein, kepada AFP, Selasa (19/3).


Usai sidang, aparat langsung menenangkan ratusan pendukung Aye yang sudah menunggu di depan Pengadilan Sittwe di Rakhine.

Pendukung Aye di Rakhine memang tergolong banyak, mengingat ia adalah mantan ketua Partai Nasional Arakan yang kerap menyuarakan ketidakadilan atas etnis minoritas Rohingya.


Aye dan Wai diadili karena dituduh melontarkan pidato yang menyulut gesekan pada Januari 2018 lalu, sehari sebelum bentrokan kembali pecah di Rakhine.

Menurut laporan sejumlah media lokal, saat itu Aye mengkritik pemerintah pusat karena memperlakukan etnis minoritas di Rakhine layaknya "budak" dan menyerukan perlawanan bersenjata.


Keesokan harinya, para pengunjuk rasa di Rakhine bergerak hingga sempat menduduki salah satu gedung pemerintahan. Kepolisian kemudian melepaskan tembakan, menewaskan tujuh orang.

Selama ini, Rakhine menjadi salah satu titik panas di Myanmar, di mana etnis minoritas Muslim, terutama Rohingya, dilaporkan didera persekusi bahkan pembantaian.

Dalam operasi militer terakhir yang pecah sejak pertengahan 2017 lalu, ribuan orang dilaporkan tewas, sementara 740 ribu Rohingya membanjiri Bangladesh.




Credit  cnnindonesia.com



Jaksa Selidiki Alasan Penembakan di Utrecht


Polisi berjaga di sekitar trem yang menjadi lokasi penembakan di Utrecht, Belanda, Senin (18/3).
Polisi berjaga di sekitar trem yang menjadi lokasi penembakan di Utrecht, Belanda, Senin (18/3).
Foto: AP Photo/Peter Dejong

Pelaku penemabakan di Utrecht pernah divonis karena kepemilikan senjata pada 2014




CB, AMSTERDAM -- Jaksa Belanda pada Selasa (19/3) mengatakan mereka sedang menyelidiki kemungkinan alasan teroris dalam penembakan di satu trem di kota Utrecht. Insiden penembakan tersebut menyebabkan tiga orang terbunuh dan lima terluka.

Seorang pria kelahiran Turki yang berusia 37 tahun, Gokmen Tanis ditangkap tujuh jam setelah perburuan pada Senin (18/3) oleh pasukan keamanan dan kini masih dalam penahanan.

Jaksa mengatakan dia menjadi tersangka dalam tiga penembakan mematikan, kemungkinan dengan tujuan menyebar teror. Dua tersangka lain juga dalam penahanan, kata polisi, namun peran mereka masih belum jelas.

"Sejauh ini, latar belakang teroris sangat menjadi pertimbangan," kata jaksa dengan mengutip cara penembakan dan sepucuk surat yang ditemukan di pintu keluar-masuk kendaraan.

Tetapi masih belum jelas apakah Tanis bertindak atas nama keyakinan politik atau balas dendam pribadi. "Motif lain masih dikesampingkan", kata jaksa seperti dilansir Reuters.

Tanis mempunyai catatan dengan penegakkan hukum. Dia pernah divonis karena memiliki senjata pada 2014 dan mengutil dan perampokan awal bulan ini.

Menurut pengadilan distrik Utrecht, Tanis baru dibebaskan dari tahanan pada 1 Maret, setelah ditahan atas dakwaan melakukan pemerkosaan. 
Seharusnya dia akan disidang pada Juli untuk dakwaan pemerkosaan.

Berdasarkan hukum Belanda, Tanis harus dihadapkan ke seorang hakim sampai dengan Kamis, tetapi belum dituntut.

Tiga korban dikenali sebagai seorang perempuan berumur 19 tahun dan dua laki-laki berusia 28 dan 49 tahun, tiga lainnya berumur antara 20 hingga 74 tahun mengalami luka parah akibat tembakan.

Jaksa mengatakan sejauh ini belum menemukan hubungan antara para korban dengan tersangka bersenjata. "Sangat menyedihkan peristiwa seperti ini terjadi di dunia pada hari-hari ini," kata Rene van Nieuwenhuizen, seorang akuntan yang tinggal di Utrecht, kota yang indah berpenghuni 430 ribu. Saya tidak menyangka akan terjadi pada saya tetapi ini terjadi dan orang-orang terbunuh."

Mahmut Tanis, seorang pamannya yang tinggal di Nederland mengatakan kepada kantor berita Turki Anadolu bahwa dia meragukan motif radikal.

"Melihat keadaan keponakan saya, kemunginan dia melakukan serangan teror sangat rendah," katanya dengan menambahkan bahwa dia sudah beberapa tahun tidak bertemu dan bahwa tindakannya kemungkinan berasal dari 'urusan hati'.

Tanis sebelumnya telah ditahan, kata jaksa yang menolak memberi keterangan lebih terperinci. Belum ada pernyataan dari Tanis ataupun pengacara yang mewakilinya.





Credit  republika.co.id




Usai Teror, Warga Selandia Baru Serahkan Senjata ke Polisi


Usai Teror, Warga Selandia Baru Serahkan Senjata ke Polisi
Ilustrasi. (AP Photo/Mark Baker)




Jakarta, CB -- Sejumlah warga Selandia Baru menyerahkan senjata mereka ke kepolisian seiring dengan upaya pemerintah untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api setelah teror penembakan di dua masjid di Christchurch menewaskan 50 orang pekan lalu.

Seorang petani dari Masterton, John Hart, adalah salah satu warga yang ikut serta dalam gerakan tersebut. Pada Selasa (19/3), ia menyerahkan senapan semi-otomatisnya kepada kepolisian.

"Di ladang, senjata ini sangat berguna untuk beberapa hal, tapi hal itu tidak menepikan risiko penyalahgunaan. Kami tidak butuh senjata ini di negara ini," kata Hart melalui akun Twitter pribadinya.


Tak hanya Hart, sejumlah warga lain juga dengan penuh kesadaran diri menyerahkan senjata mereka ke kepolisian, termasuk seorang pria yang menyebut dirinya Blackstone di Twitter.

"Ini adalah salah satu keputusan termudah yang pernah saya buat. Sudah punya senjata selama 31 tahun. Saat saya menyadarinya, saya hanya bisa dengan kesadaran penuh menyerahkannya ke kepolisian untuk dihancurkan," tulisnya.

Begitu banyak warga yang menyerahkan senjata, kepolisian sampai-sampai mengimbau warga agar memberi kabar terlebih dulu sebelum datang karena mereka juga harus mempersiapkan keamanan.

"Karena peningkatan keamanan dan situasi belakangan ini, kami mengimbau warga agar menelepon terlebih dulu sebelum menyerahkan senjata," demikian pernyataan kepolisian Selandia Baru sebagaimana dikutip AFP.

Gerakan di Selandia Baru ini menuai cibiran dari sejumlah warganet, terutama yang tinggal di Amerika Serikat, di mana gagasan untuk merevisi aturan kepemilikan senjata ditentang luas.

"Apa maksudnya menyerahkan senjata pribadi kalian? Apakah kalian sadar apa yang terjadi pada masyarakat yang menyerahkan hak memiliki senjata?" tulis seorang warganet, Kaden Heaney.

Melanjutkan pernyataannya, Heaney menulis, "Orang jahat akan mengambil pistol, pisau, bom, atau apa pun yang mereka mau untuk membunuh tak peduli apa yang terjadi pada orang baik. Siapa yang akan melindungi kalian?"


Sementara perdebatan ini bergulir di jagad maya, Perdana Menteri Jacinda Ardern tetap menekankan bahwa jajaran pemerintahannya akan memperketat aturan kepemilikan senjata.

"Sebagai kabinet, kami jelas bersatu dan sangat jelas, serangan teror di Christchurch pada Jumat lalu adalah aksi terorisme terburuk di tanah kami," ucap Ardern.

"Faktanya, ini juga salah satu yang terburuk secara global belakangan ini. Ini menunjukkan serangkaian kekurangan dalam aturan senjata di Selandia Baru."

Perdebatan mengenai aturan ini mencuat setelah pelaku penembakan di Christchurch, Brenton Tarrant, dilaporkan menggunakan senjata semi-otomatis saat melepaskan tembakan membabi buta di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood pekan lalu.



Credit  cnnindonesia.com




Wapres AS Kunjungi Zona Bencana Nebraska



Wapres AS Kunjungi Zona Bencana Nebraska
Wapres AS Kunjungi Zona Bencana Nebraska. (Reuters).


MISSOURI - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence berkunjung ke lokasi banjir Nebraska yang menewaskan empat orang dan merugikan ratusan juta dolar.

Laporan media termasuk CNN menyatakan sebanyak 74 wilayah dari total 93 daerah di Nebraska mendeklarasikan keadaaan darurat sejak kemarin. “Ini jelas bencana paling luas yang kita alami dalam sejarah negara bagian kita,” papar Gubernur Nebraska Pete Ricketts, dilansir Reuters.

“Ricketts akan bersama Pence saat dia memantau kerusakan akibat banjir,” tweet juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders. Menurut Sanders, Pence melakukan kunjungan itu atas permintaan Presiden AS Donald Trump. 

Pakar meteorologi Pusat Prediksi Cuaca, Badan Cuaca Nasional, Bob Oravec menjelaskan banjir itu diperparah oleh mencairnya salju dari hujan lebat pekan lalu dan suhu yang lebih panas. “Sebagian besar salju di Nebraska sekarang mencair, menambah ketinggian air di sungai Dakota Utara dan Selatan. Di sana ada salju dengan ketebalan hingga 20 inchi dan telah mencair,” kata dia.

Sungai Missouri yang terpanjang di Amerika Utara meluap hingga mengakibatkan banjir di Nebraska antara Omaha dan Kansas City di jalur negara bagian Missouri. Sungai diperkirakan mencapai ketinggian 14,5 meter pada Selasa (19/3), memecahkan rekor sebelumnya pada 2011.

Satu orang hilang pada Senin (18/3), menambah empat orang yang dilaporkan tewas, termasuk satu orang di Iowa yang diselamatkan dari banjir tapi kemudian meninggal dunia akibat lukanya.

Pejabat negara bagian menyatakan 290 orang diselamatkan oleh Patroli Negara Bagian Nebraska, pasukan Garda Nasional dan tim search and rescue (SAR).

“Kerusakan di sektor peternakan diperkirakan mencapai USD400 juta, dan dampak pada pertanian belum dapat ditentukan,” ungkap Steve Wellman, direktur Departemen Pertanian Nebraska.



Credit  sindonews.com






Raja Salman Ucapakan Duka Cita atas Banjir Bandang di Papua


Raja Salman Ucapakan Duka Cita atas Banjir Bandang di Papua
Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menyampaikan ucapan belasungkawa terkait musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Sentani. Foto/Reuters

RIYADH - Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Salman bin Abdulaziz Al Saud dilaporkan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, terkait musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Kami telah menerima kabar musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Papua, dan dampak yang ditimbulkan oleh musibah tersebut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," kata Raja Salman melalui sebuah surat kepada Jokowi, seperti dilansir Saudi Press Agency pada Selasa (19/3).

"Dengan ini, Kami ingin menyampaikan ucapan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada Yang Mulia Presiden dan segenap keluarga korban tragedi tersebut, atas nama bangsa dan pemerintah Saudi, seraya memohon kepada Allah SWT semoga senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada para korban meninggal dunia, memberikan kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan, memberikan kesembuhan dengan segera kepada para korban luka, serta menjaga bangsa dan negara Indonesia dari segala hal buruk dan bencana. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan doa," sambungnya.

Selain Raja Salman, ucapan duka cita juga disampaikan oleh Putera Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman (MBS). Di mana, MBS mengatakan telah menerima kabar musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Papua, dan dampak yang ditimbulkan oleh musibah tersebut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Dengan ini, saya ingin menyampaikan ucapan belasungkawa yang teramat dalam, kepada Presiden dan segenap keluarga korban, seraya memohon kepada Allah SWT semoga senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada para korban meninggal dunia, serta kesembuhan bagi para korban luka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan doa," ungkapnya.

Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) menuturkan total korban jiwa akibat banjir badang itu berjumlah 89 orang. BNPB menyebut 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan tujuh korban meninggal akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura 




Credit  sindonews.com




Raja Salman Luncurkan Proyek Hiburan Senilai Rp327,3 Triliun di Saudi


Raja Salman Luncurkan Proyek Hiburan Senilai Rp327,3 Triliun di Saudi
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Kerajaan Arab Saudi didampingi Putra Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan sejumlah proyek hiburan di Riyadh. Foto/SPA

RIYADH - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi meluncurkan sejumlah proyek hiburan di Riyadh senilai USD23 miliar atau lebih dari Rp327,3 triliun. Stasiun televisi pemerintah Saudi melaporkan peluncuran sejumlah proyek itu pada hari Selasa, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (20/3/2019).

Proyek-proyek tersebut termasuk taman, jalur olahraga, dan pusat seni.

Saudi membangun King Salman Park yang akan menjadi taman kota terbesar di dunia yang luasnya lebih dari 13 kilometer persegi (13 kali ukuran Gardens by the Bay di Singapura, 5 kali ukuran Hyde Park di London, 4 kali ukuran Central Park di New York).

Proyek taman terbesar di dunia itu bertujuan untuk meningkatkan pangsa ruang hijau per kapita di Riyadh sebanyak 16 kali, di mana lebih dari 7,5 juta pohon akan ditanam di seluruh kota Riyadh.

Pusat seni yang sedang dibangun diatur untuk menampung lembaga-lembaga budaya dan artistik seperti museum, teater, dan galeri. Harapannya bisa mengubah Riyadh menjadi "pameran terbuka" yang menampung karya 1.000 seniman lokal dan internasional.

Ada tujuh museum berbeda yang akan dibangun. Di antaranya, Museum Penerbangan, Museum Astronomi dan Luar Angkasa, Museum Sains, Museum Hutan, Museum Realitas Virtual, Museum Arsitektur, dan Event Square seluas 40.000 meter persegi.

Sedangkan jalur olahraga yang dibangun akan menghubungkan kota dari timur ke barat, membentang sejauh 135 kilometer, dan akan mencakup jalur bersepeda dan menunggang kuda. Selain itu juga dibangun jalur jogging serta pusat olahraga dan budaya.

Proyek-proyek itu masih menjadi bagian dari Kingdom’s Vision 2030 (Visi Kerajaan 2030) dan diharapkan menghasilkan 70.000 pekerjaan baru bagi warga di berbagai sektor.

Proyek-proyek hiburan tersebut akan memberikan peluang investasi bagi investor di dalam dan di luar Kerajaan Saudi dengan total investasi senilai USD13,3 miliar, termasuk proyek perumahan, perhotelan, perusahaan, pendidikan, rekreasi dan komersial. 


Proyek diatur untuk memulai tahap implementasi selama paruh kedua 2019.


Credit  sindonews.com




PM Inggris Memohon ke Uni Eropa Minta Keputusan Brexit Diulur


PM Inggris Memohon ke Uni Eropa Minta Keputusan Brexit Diulur
Perdana Menteri Inggris, Theresa May. (REUTERS/Henry Nicholls)




Jakarta, CB -- Perdana Menteri Inggris, Theresa May, bakal memohon untuk mengulur keputusan pengunduran diri negara itu dari keanggotaan Uni Eropa (Brexit). Hal itu terjadi karena parlemen negara itu selalu tidak sepakat dan menolak pengajuan usulan soal persyaratan Brexit dengan kesepakatan dari pemerintah, yang saat ini memicu krisis politik.

Seperti dilansir The Guardian, Rabu (20/3), juru bicara May menyatakan pemerintah akan tetap berencana mengumumkan sikap soal Brexit pada 29 Maret mendatang. Jika lewat dari tenggat waktu, maka mereka akan beralasan perpanjangan keputusan terjadi karena persoalan teknis.

May bakal menyurati Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk, untuk meminta perpanjangan waktu soal keputusan Brexit. Hal itu harus dilakukan sebelum para pemimpin Uni Eropa bertemu di Brussels, Belgia, pada Kamis besok.

"Anda harus menunggu surat itu untuk mengetahui isinya," kata juru bicara May yang tidak disebutkan namanya.


Ketua Parlemen Inggris, John Bercow, menolak pengajuan Brexit dengan kesepakatan dan membuat negara itu masuk dalam krisis politik.

Sedangkan di kabinet May, sikap para menteri juga terpecah antara yang mendukung keputusan Brexit ditunda. Ada yang mengusulkan perpanjangan waktu itu hanya tiga bulan dan yang lebih dari itu.

Juru runding Brexit dari Uni Eropa, Michel Bernier, meminta kejelasan sikap pemerintah Inggris. Dia mempertanyakan jika terjadi penundaan apakah nantinya Inggris dipastikan bakal langsung bersikap, atau malah terjerumus semakin dalam ke krisis politik.


"Perdana menteri menyakini kesepakatan yang dia setujui dengan Uni Eropa sudah yang paling baik, dan dia akan terus berusaha mencari cara supaya parlemen meloloskan itu, supaya kita dapat meninggalkan Uni Eropa secepatnya," lanjut juru bicara May. 




Credit  cnnindonesia.com




AS Sebut Rudal Iran Destabilisasi Timur Tengah


Rudal Iran
Rudal Iran

AS mengatakan rudal Iran menaikkan risiko perlombaan senjata regional.



CB, JENEWA -- Pejabat tinggi pengendalian senjata Amerika Serikat, Selasa (19/3), mengatakan program rudal Iran membuat ketidakstabilan di Timur Tengah. Selain itu, rudal Iran menaikkan risiko perlombaan senjata regional melalui persediaan senjata seperti itu bagi kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon dan Yaman.

Presiden AS Donald Trump menuding Iran melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan melakukan percobaan rudal balistik dan meluncurkan dua satelit sejak Desember. "Program roket Iran merupakan penyumbang kunci atas meningkatnya ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan, meningkatnya risiko perlombaan senjata regional," kata Asisten Menteri Luar Negeri untuk urusan Pengendalian, Verifikasi dan Pemenuhan Senjata Yleem Poblete dalam pidato di konferensi perlucutan senjata yang disponsori PBB.

"Iran harus segera menghentikan semua kegiatan terkait rancangan rudal balistik yang bisa digunakan sebagai senjata nuklir, dan menahan perebakan misil dan teknologi roket untuk kelompok teror ataupun tokoh-tokoh non-pemerintah," katanya dengan menceladukungan Iran terhadap gerakan Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon.

Dia mengatakan Iran menyediakan rudal balistik bagi Houthi yang menembakkannya ke Arab Saudi dan sistem pesawat tak berawak bagi kelompok Houthi agar mampu melakukan serangan dengan sasaran daratan di Arab Saudi serta Uni Emirat Arab. "Kami berkomitmen secara aktif melawan perebakan rudal balistik regional Iran dan pengirimannya yang di luar hukum," ia menambahkan.

Poblete mendesak semua negara yang bertanggung jawab melaksanakan resolusi DK-PBB mengenai pengetatan pengiriman teknologi terkait roket ke Iran. Dia lebih lanjut juga menuduh Iran memburu bahan-bahan farmasi untuk tujuan penyerangan, tetapi tidak menjabarkannya.

Seorang diplomat Iran memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampik pidatonya dengan mengatakan murah, tidak profesional, palsu, tidak rasional dan menyedihkan, serta menuduh AS menyabot forum Jenewa.




Credit  republika.co.id




Presiden Kazakhstan Mundur Setelah Tiga Dekade Berkuasa


Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev.
Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev.
Foto: REUTERS/Nicolas Asfonri/Pool

Nazarbayev memimpin sejak Kazakhstan masih menjadi bagian dari Uni Soviet.



CB,ALMATY -- Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev mengundurkan diri setelah 30 tahun memimpin, Selasa (19/3). Dikenal sebagai 'Papa' bagi banyak rakyatnya, pria 78 tahun tersebut telah memimpin Kazakhstan sejak 1989, ketika masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Dia adalah pemimpin era Uni Soviet terakhir yang masih memimpin. "Saya telah mengambil keputusan yang tidak mudah, yakni mundur sebagai presiden," kata Nazarbayev dalam pidatonya di televisi.

Dengan latar belakang bendera negara berwarna biru dan kuning, dia kemudian menandatangani dekrit pengunduran dirinya mulai 20 Maret. "Sebagai pendiri negara Kazakh yang merdeka, tugas saya adalah memfasilitasi lahirnya generasi baru pemimpin yang akan melanjutkan reformasi di negara ini," ujarnya.

Namun, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin ini mengatakan ia akan tetap memegang kunci dewan keamanan dan pemimpin Partai Nur Otan. Dia akan menyerahkan kepresidenan kepada sekutu yang setia hingga akhir masa jabatannya pada April 2020.

Nazarbayev tidak memiliki penerus untuk mengemban posisinya sebagai presiden. Sesuai konstitusi, Ketua Parlemen Kassym-Jomart Tokayev (65 tahun) akan memegang jabatan sebagai presiden selama masa jabatan Nazarbayev.

Tokayev mengenyam pendidikan di Moskow. Ia adalah seorang diplomat yang fasih berbahasa Kazakh, Rusia, Inggris, dan Cina. Dia sebelumnya pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan perdana menteri.



Credit  republika.co.id




Selasa, 19 Maret 2019

Turki Nekat Beli Sistem Rudal S-400 Rusia, AS Bilang Masalah Besar



Turki Nekat Beli Sistem Rudal S-400 Rusia, AS Bilang Masalah Besar
Sistem pertahanan rudal S-400 Triumf Rusia. Foto/Sputnik/ Ilya Pitalev


WASHINGTON - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton mengecam kesepakatan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Moskow antara Turki dan Rusia. Kenekatan Ankara dalam membeli sistem rudal canggih Moskow itu dia anggap sebagai batu sandungan utama dalam hubungan AS-Turki.

"Kami khawatir tentang pembelian sistem pertahanan udara Rusia yang disebut S-400, itu masalah besar," kata Bolton, saat berbicara kepada pembawa acara radio AM 970 John Catsimatidis pada Minggu (17/3/2019 pagi.

Ditanya apakah Turki teman atau musuh bagi Amerika Serikat, Bolton mengutip sejumlah masalah lain yang memengaruhi hubungan kedua negara.

"Ya, Anda tahu mereka masih sekutu NATO; kami mencoba bekerja dengan mereka, tetapi mereka memiliki hubungan yang sangat buruk dengan teman dekat kami, Israel. Itu sesuatu yang perlu kita waspadai," kata Bolton.

"Perbedaan pendapat sehubungan dengan konflik di Suriah adalah masalah lain," lanjut dia.

"Saya pikir Presiden Trump ingin memiliki hubungan yang baik dengan Turki; dia ingin melihat perdagangan AS dengan Turki meningkat, tetapi kita membutuhkan mereka untuk membantu kita mengatasi beberapa masalah lain di Suriah dan di tempat lain di kawasan itu," papar Bolton, dikutip Sputnik, Senin (18/3/2019).

Ankara dan Moskow telah menandatangani kontrak senilai USD2,5 miliar untuk pengiriman empat set batalion S-400 ke Turki pada 2017. Sistem pertahanan udara canggih terseut diperkirakan akan mulai dikirimkan tahun ini.

Washington telah menekan Ankara untuk mundur dari kesepakatan itu, dan menawarkan kontrak sistem pertahanan udara Patriot senilai USD3,5 miliar sebagai pengganti S-400.

Turki telah mengabaikan permintaan tersebut, dan bersikeras bahwa pihaknya masih mengharapkan untuk menerima jet tempur F-35 buatan AS. Pentagon sendiri terus melobi Kongres agar memblokir penjualan F-35 ke Ankara jika Turki nekat melanjutkan kesepakatan pembelian sistem rudal S-400 Rusia. 


Pekan lalu, juru bicara Pentagon Charlie Summers memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi besar bagi hubungan militer AS-Turki jika Ankara tidak membatalkan kesepakatan pembelian S-400. "Mereka tidak akan mendapatkan F-35 jika mereka mengambil S-400," katanya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam ultimatum Pentagon dan mengatakan kesepakatan Turki-Rusia tidak ada hubungannya dengan keamanan NATO, Amerika Serikat atau F-35.



Credit  sindonews.com


Menlu Retno sampaikan dukacita atas penembakan di Utrecht


Menlu Retno sampaikan dukacita atas penembakan di Utrecht

Menlu Retno Marsudi. (Antaranews)




Jakarta (CB) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan dukacita dan simpati sehubungan dengan penembakan di Utrecht, Belanda, yang terjadi Senin (18/3).

Ungkapan dukacita tersebut disampaikan Menlu Retno dalam pembicaraan dengan Menlu Belanda Stef Blok.

Melalui cuitan yang diunggahnya pada Senin malam, Menlu Retno menyampaikan kecaman Indonesia terhadap aksi kekerasan tersebut dan keyakinan bahwa pelaku akan segera ditangkap dan diadili.

"Mari kita semua mempersatukan upaya untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, menghormati, dan membawa kedamaian bagi umat manusia," demikian cuitan Menlu Retno.

 Polisi Belanda telah menangkap seorang pria yang dicurigai menembak mati tiga orang dan melukai lima orang lainnya di sebuah trem di Kota Utrecht. Peristiwa itu diduga terkait perselisihan keluarga

Gökmen Tanis (37), seorang pria berkewarganegaraan ganda Belanda-Turki, ditangkap di sebuah jalan di utara kota beberapa jam setelah penembakan yang terjadi pada pukul 10.45 waktu setempat di persimpangan 24 Oktoberplein.

Awalnya pihak berwenang mengatakan serangan ini mungkin terkait terorisme, demikian dilaporkan The Guardian.

Akibat insiden ini, otoritas Belanda mengimbau warga Utrecht untuk tinggal di rumah, siswa dicegah meninggalkan sekolah dan kampus, dan banyak toko di kota itu tutup.

Seorang juru bicara kantor kejaksaan Belanda mengatakan para penyelidik masih mempertimbangkan kemungkinan motif teror tetapi alasan lain juga tidak dikesampingkan.





Credit  antaranews.com



Eropa Selidiki Kaitan Sayap Kanan dan Teroris Christchurch


Gambar yang diambil dari video terduga pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).
Gambar yang diambil dari video terduga pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).
Foto: AP

Tarrant meneceritakan perjalanannya dan pandangannya melalui manifesto.



CB, ISTANBUL -- Pihak berwenang di Eropa bekerja memastikan terdakwa penembakan masjid di Selandia Baru memiliki hubungan dengan kelompok sayap kanan di benua Eropa. Sejak Jumat, para pejabat di Turki, Bulgaria, dan Yunani telah memulai penyelidikan formal terhadap dugaan perjalanan pelaku ke Eropa pada tahun-tahun sebelum ia pindah ke Selandia Baru.

Brenton Harrison Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun, tampaknya telah melakukan perjalanan ke seluruh Eropa, Timur Tengah, dan Asia, termasuk ke Turki, Prancis, Pakistan, Bulgaria, Hungaria, dan Korea Utara, seperti dilansir di The Guardian, Selasa (19/3).

Manifesto yang diterbitkan online pada menit sebelum dugaan serangan Tarrant terhadap dua masjid di Christchurch mengklaim saat bepergian melalui Eropa barat pada 2017 pandangannya tentang imigrasi berubah secara dramatis. Tarrant menulis saat melakukan perjalanan melalui Prancis, Portugal, dan Spanyol dia merasa ngeri dengan pembunuhan Ebba Ã…kerlund, seorang gadis berusia 11 tahun. Gadis tersebut tewas ketika seorang pria Uzbek, Rakhmat Akilov, melajukan truknya ke sekelompok pejalan kaki di Stockholm pada April 2017.

Dua dari senapan yang digunakan dalam penembakan Christchurch memiliki referensi ke Ã…kerlund yang tertulis di sana, di antara pesan-pesan lainnya. Manifes itu juga merujuk pemilihan Prancis 2017, mengatakan ia putus asa pada kekalahan pemimpin Front Nasional sayap kanan, Marine Le Pen.

Manifes itu memberi kesan sangat sedih tentang imigrasi di Prancis. Dia menulis dia merasa marah dan putus asa bahwa orang-orang Prancis sering menjadi minoritas sendiri. Tarrant tidak berada di radar badan-badan intelijen di Australia atau Selandia Baru, para ahli percaya kemungkinan ia telah dipengaruhi gerakan identitas sayap kanan.

Dibentuk di Prancis pada 2016, gerakan ini menampilkan kiasan umum tentang apa yang diklaim penganutnya sebagai pengganti budaya Eropa dengan yang bukan Eropa, banyak di antaranya digemakan dalam dokumen tersebut, berjudul "Penggantian Agung".

Ahli kontra-terorisme Greg Barton, dari Deakin University di Melbourne, mengatakan tampaknya Tarrant berbagi sejumlah gagasan dengan gerakan itu. "Ini hanya spekulasi saja, tetapi akan masuk akal dalam konteks itu ia telah mengambil ide-ide tersebut saat bepergian di Eropa pada waktu itu," katanya kepada Guardian.

Manifesto itu juga menyatakan keprihatinan terhadap lingkungan, sesuatu yang dikatakan Barton adalah prinsip "gerakan dominion", sebuah kelompok yang ia gambarkan sebagai manifestasi Selandia Baru dari identitas Eropa. Gerakan itu menutup situsnya setelah penembakan Jumat, dan mengeluarkan pernyataan yang mengatakan dengan tegas mengutuk peristiwa di Christchurch.

"Baik gerakan kami maupun anggotanya tidak pernah memiliki komunikasi atau hubungan dengan pelaku," kata kelompok itu dalam sebuah catatan di halaman tertutup. Situsnya sebelumnya menyatakan Eropa adalah orang-orang yang menentukan bangsa ini.


Pejabat Yunani mengatakan Tarrant telah mengunjungi Yunani secara singkat pada 2016. Sebuah pernyataan dari kementerian perlindungan warga mengatakan ia terbang dari kota Istanbul Turki pada 20 Maret dan tinggal beberapa hari di pulau Kreta dan Santorini.

Tarrant juga memiliki dua pemberhentian di bandara Yunani pada November dan Desember tahun itu. Seorang sumber kepolisian Yunani mengatakan penyelidikan atas pergerakan Tarrant masih berlanjut.

Dia juga melakukan dua perjalanan ke Turki pada 2016 untuk total 43 hari. Dia mengunjungi negara itu dari 17-20 Maret dan tiba kembali pada 13 September sebelum pergi pada 25 Oktober. Pejabat Turki yang mengatakan pihak berwenang saat ini sedang menyelidiki gerakan dan kontak teroris itu di dalam negara.

Manifes itu memuat banyak referensi eksplisit ke kekaisaran Ottoman, Turki dan presidennya, Recep Tayyip ErdoÄŸan, yang menyatakan umat Islam harus diusir dari bagian Turki yang terletak di barat dari pembagian benua antara Eropa dan Asia.

Menurut kepala jaksa Bulgaria, Sotir Tsatsarov, Tarrant mengunjungi Bulgariafrom 9-15 November tahun lalu, mengklaim ia ingin mengunjungi situs bersejarah dan mempelajari sejarah negara Balkan. Tsatarov mengatakan negara itu akan menyelidiki apakah alasan ini benar atau jika ia memiliki tujuan lain.

Penyelidik mengatakan Tarrant tiba di Sofia dari Dubai pada 9 November dan menyewa mobil pada hari berikutnya untuk mengunjungi situs bersejarah di 10 lokasi. "Dia berangkat pada 15 November dengan penerbangan menuju ibukota Romania, Bucharest, di mana dia menyewa mobil untuk bepergian ke Hungaria," kata Tsatsarov.

Warga Australia ini juga melakukan perjalanan dengan bus melintasi Serbia, Kroasia, Montenegro, dan Bosnia-Herzegovina dari 28-30 Desember 2016. Dalam siaran langsung serangan pada Jumat, sebuah lagu nasionalis Serbia dapat terdengar diputar melalui pelantang suara mobilnya.

Menurut laporan radio, Tarrant juga mengunjungi Spanyol tahun lalu. Jaringan Cadena Ser mengatakan dia menghabiskan satu malam di sebuah hotel di selatan kota Jerez pada Februari 2018.



Credit  republika.co.id



Teroris Christchurch Diduga Dapat Bantuan dari Sebuah Organisasi



Teroris Christchurch Diduga Dapat Bantuan dari Sebuah Organisasi
Intelijen Turki menduga teroris Selandia Baru, Brenton Tarrant, mendapat bantuan dan dukungan dari sebuah organisasi. Foto/Istimewa


ANKARA - Badan intelijen Turki dilaporkan tengah melakukan menyelidiki perjalanan yang dilakukan oleh teroris Christchurch. Mereka menduga, pelaku yang merupakan warga negara Australia telah dibantu dan didukung oleh organisasi dengan "sumber daya yang baik."

Brenton Tarrant (28) diketahui masuk ke Turki dua kali pada 2016, masing-masing selama seminggu pada bulan Maret dan lebih dari sebulan di bulan September.

Selama delapan tahun terakhir ia telah melakukan perjalanan beberapa kali ke Eropa, serta negara-negara lain seperti Pakistan dan Korea Utara (Korut).

Pihak berwenang Turki telah mulai menyelidiki segala sesuatu dari catatan hotel hingga rekaman kamera untuk mencoba memastikan alasan kunjungannya.

Politisi senior dari Turki telah bertemu dengan perwakilan pemerintah Selandia Baru dan diperkirakan akan menghabiskan beberapa hari ke depan di Christchurch.

Pejabat polisi dan intelijen mengatakan tingkat pengetahuannya, dan pilihan tujuan, tidak biasa bagi seseorang dengan latar belakang dan pendidikannya.

Tarrant diketahui tidak mendaftarkan dirinya ke perguruan tinggi. Ia mendapatkan pekerjaan di gym lokal ketika meninggalkan sekolah di kota baru Grafton, Wales Selatan.


Toygun Atilla, yang merupakan koresponden terorisme dan keamanan untuk surat kabar utama Turki, Hurriyet, mengatakan kepada kantor berita Australia, ABC, bahwa minat Tarrant pada Kekaisaran Ottoman, yang menguasai sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat dan Afrika Utara antara abad ke-14 dan awal ke-20 dan kejatuhannya, telah menimbulkan kecurigaan.

"Profil biasa semacam itu, yang tidak berpendidikan sangat baik, dan tidak kaya, orang ini tidak dapat melakukan tindakan kekerasan seperti itu sendiri," urainya. 


"Intelejen Turki berpikir ada organisasi dengan sumber daya yang baik di belakang ini," imbuhnya seperti dikutip dari Radionz.co.nz, Selasa (19/3/2019).

Polisi di Yunani dan Balkan juga menyelidiki informasi tentang perjalanan Tarrant melalui wilayah antara 2016 dan 2018.

Badan intelijen Inggris, MI5, juga sedang menyelidiki potensi hubungan antara Tarrant dan kelompok-kelompok ekstrimis domestik negara itu.

The Sunday Times melaporkan bahwa MI5 - yang mengendalikan kontra intelijen dan keamanan Inggris - telah memimpin penyelidikan.


Credit  sindonews.com



Erdogan: serangan teror di Selandia Baru diatur

Erdogan: serangan teror di Selandia Baru diatur

Rangkaian bunga dan kartu diletakkan di tempat peringatan sebagai penghormatan bagi korban serangan masjid, dekat garis polisi di depan Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, Minggu (17/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/djo





Canakkale, Turki (CB) - Serangan teroris pekan lalu di Selandia Baru, yang menewaskan tak kurang dari 50 orang yang sedang Shalat Jumat "bukan perbuatan per-orangan tapi diatur", kata presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin.

"Kami sekali lagi berbicara dari Canakkale setelah 104 tahun, dan mengatakan kami telah menerima pesanmu," kata Erdogan selama upacara peringatan ke-104 Pertempuran Canakkale, untuk memperingati mereka yang gugur dalam kemenangan bersejarah Turki.

"Kami juga mengerti teroris macam apa itu yang menyampaikan ancaman 'Kalian takkan pergi dari sisi Anatoli ke sisi Eropa," kata Erdogan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam. Ia merujuk kepada pengejawantahan Islamfobia yang disiarkan daring oleh tersangkat teroris dalam serangan tersebut, "Ini bukan perbuatan per orangan, tapi sudah diatur."

Di dalam percakapan telepon, Erdogan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dalam serangan teroris itu.

"Kami berharap Pemerintah Selandia Baru akan memperlakukan ini secara sungguh-sungguh," katanya.

"Ini tak boleh diremehkan, seperti yang dilakukan negara-negara Barat," tambah Erdogan.

Sedikitnya 50 orang meninggal ketika seorang teroris melepaskan tembakan ke arah orang yang sedang Shalat Jumat pekan lalu di Masjid An-Nur dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru.

Sejumlah orang yang sama cedera, dan beberapa orang dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.





Credit  antaranews.com




Lebih 1.000 orang dikhawatirkan tewas akibat Topan Idai di Mozambik


Lebih 1.000 orang dikhawatirkan tewas akibat Topan Idai di Mozambik

Topan Idai memporak-porandakan Mozambik Tengah sebelum meluluh-lantakkan tetangganya, Zimbabwe. (Photo courtesy standardmedia.co.ke/NNN) (standardmedia.co.ke/NNN)




Beira, Mozambik (CB) - Lebih dari 1.000 orang dikhawatirkan telah menemui ajal akibat topan yang menerjang Mozambik pekan lalu, dan banyak orang tewas serta lebih dari 200 orang hilang di negara tetangga Mozambil, Zimbabwe.

Kota Beira di Mozambik Tengah menghadapi amukan Topan Idai pada Kamis (14/3). sebelum topan tersebut memporak-porandakan tetangga Mozambik, Zimbabwe. Topan Idai membawa angin kencang dan banjir bandang --yang merendam jalan dan rumah.

"Untuk saat ini, kami secara resmi telah mencatat 84 korban jiwa, tapi ketika kami terbang di atas daerah tersebut ... pagi ini untuk memahami apa yang terjadi, semuanya menunjukkan bahwa kami dapat mencatat lebih dari 1.000 korban jiwa," kata Presiden Mozambik Filipe Nyusi dalam pidato kepada seluruh warganya.

"Ini benar-benar adalah bencana kemanusiaan," kata Nyusi, sebagaimana dilaporkan beberapa kantor berita Organisasi Kantor Berita Negara Non-Blok, NNN --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. "Lebih dari 100.000 orang menghadapi ancaman bahaya."

Gambar yang diambil dari udara dan disiarkan oleh organisasi nir-laba, Mission Aviation Fellowship, memperlihatkan banyak orang terjebak di atap rumah sementara ketinggian air mencapai jendela rumah.

"Luasnya kerusakan ... (di) Beira sangat besar dan mengerikan," kata Federasi Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC).

"Situasinya mengerikan. Kerusakan sangat luas," kata Jamie LeSueur dari IFRC.

"Hampir semuanya hancur. Saluran komunikasi telah benar-benar terputus dan jalan-jalan telah rusak. Sebagian masyarakat yang terpengaruh tak bisa didatangi," katanya.

Satu bendungan besar jebol pada Ahad (17/3) dan air yang mengalir memutus jalan terakhir ke Beira, katanya.

Gubernur Provinsi Sofala Alberto Mondlane memperingatkan bahwa "ancaman paling besar yang kita hadapi sekarang, bahkan lebih besar daripada topan itu, ialah banjir sebab hujan terus-menerus mengguyur."

Topan sempurna

Emma Beaty, Koordinator kelompok organisasi non-pemerintah yang bernama Cosaco, mengatakan, "Kami tak pernah menghadapi topan sebesar ini sebelumnya di Mozambik."

"Beberapa bendungan telah jebol, dan yang lain telah mencapai kapasitas penuhnya. Bendungan tersebut dalam waktu dekat akan membuka pintu air pengendali banjir. Ini adalah gabungan banjir, topan dan bendungan jebol serta terciptanya potensi gelombang; semuanya ada sehingga kami menghadapi topan yang sempurna."

Nyusi mengatakan air Sungai Pungwe dan Buzi "telah menjebol tanggulnya dan air yang mengalir menenggelamkan seluruh desa".

"Masyarakat terkucil dan banyak mayat mengambang" di sungai, katanya.

Bandar udara internasional Beira ditutup akibat kerusakan yang ditimbulkan topan itu tapi belakangan dibuka kembali. 



Credit  antaranews.com




PBB Sebut Israel Rampas Akses Air Bersih Warga Palestina


Pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Foto: EPA

Israel terus melakukan penjarahan tanah Palestina.


CB, JAKARTA --- Pengawas Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menegaskan Israel telah merampas hak jutaan warga Palestina dalam mengakses pasokan air bersih. Bersamaan dengan itu, Israel terus melakukan penjarahan tanah Palestina.

Anggota khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Palestina, Michael Lynk mengatakan Israel terus bergerak melakukan ekspansi ke pemukiman di Tepi Barat wilayah yang diduduki. “Israel terus bergerak mengekspansi pemukiman di Tepi Barat yang diduduki, ada sekitar 20.000-25.000 pemukim baru dalam setahun,” kata Lynk seperti dilansir Maan News, Selasa (19/3).

Menurut pengawas penyelesaian perdamaian, upaya intensif memulihkan pos-pos ilegal di tepi barat telah meningkat di bawah pemerintahan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sejak pendudukan di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur pada 1967, ada seorang 500-600 ribu orang Israel telah berpindah ke pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki.


Hal tersebut telah melanggar hukum internasional. Diperkirakan ada sebanyak 196  pemerintah yang mengakui pemukiman Israel tersebar di wilayah Palestina, berdasarkan hukum internasional semuanya dianggap ilegal.




Credit  republika.co.id




Pasukan Israel jarah rumah anggota senior Fatah di Ramallah


Pasukan Israel jarah rumah anggota senior Fatah di Ramallah

Pasukan Israel di Beit Fourik, wilayah pendudukan Tepi Barat, Minggu (17/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/djo (REUTERS/MOHAMAD TOROKMAN)




Ramallah (CB) - Pasukan Israel menjarah rumah keluarga seorang anggota senior Fatah dan seorang pengacara, serta menahan keduanya, di Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.

Beberapa kendaraan militer Israel menyerbu Permukiman Ramallah At-Tihta di Kota Ramallah, tempat serdadu Yahudi menyerbu rumah Zakaria Zubeidi, anggota Dewan Revolusioner Fatah, dan menginterogasi anggota keluarganya selama beberapa jam.

Tentara Israel juga menyerbu dan dengan kasar menggeledah rumah Tarek Barghout, seorang pengacara yang bekerja untuk Komisi Urusan Tahanan, serta menginterogasi anggota keluarganya, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Zakaria Zubeidi adalah anggota terkemuka Brigade Syuhada Al-Aqsa, sayap bersenjata Fatah, selama intifada (aksi perlawanan) kedua tapi belakangan diberi amnesti oleh Israel, dalam kesepakatan yang dicapai dengan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina.

Zakaria Zubeidi dan Tarek Barghout telah dijebloskan ke dalam tahanan Israel sejak 27 Februari, ketika mereka ditangkap oleh pasukan Israel.



Credit  antaranews.com



Kemelut Al Aqsa, Parlemen Yordania Desak Usir Dubes Israel


Kemelut Al Aqsa, Parlemen Yordania Desak Usir Dubes Israel
Ilustrasi Kompleks Masjid Al Aqsa. (AFP PHOTO / THOMAS COEX)




Jakarta, CB -- Parlemen Yordania mendesak pemerintah mengusir duta besar Israel di Amman. Hal itu sebagai respons atas kebijakan negara Zionis itu yang menutup sebagian dan larangan beribadah di kompleks Masjid Al Aqsa dalam beberapa waktu terakhir.

"Parlemen merekomendasikan pemerintah untuk memanggil duta besar Yordania dari Israel dan mengusir dubes Israel dari Amman sebagai tanggapan atas agresi Israel yang sedang berlangsung di tempat-tempat suci di Yerusalem," bunyi laporan kantor berita resmi Yordania, Petra, Senin (18/3).

Parlemen Yordania juga mendesak pemerintah untuk mengangkat isu agresi Israel tersebut ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).


Parlemen Yordania juga meminta pemerintah mendorong DK PBB agar menghentikan pelanggaran Israel dan melindungi warga Palestina.

Desakan itu muncul setelah pengadilan Israel secara sepihak memerintahkan penutupan salah satu area ibadah di Masjid Al Aqsa yang dikenal dengan Golden Gate atau Temple Mount bagi umat Yahudi.

Yordania mengecam larangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Yordania menegaskan Israel akan memikul "tanggung jawab penuh dan konsekuensi berbahaya" dari keputusan tersebut, seperti dikutip AFP.

Layaknya Arab Saudi sebagai penjaga Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, Yordania merupakan penjaga Masjid Al Aqsa di Yerusalem.

Selain Mesir, Yordania merupakan satu-satunya negara Arab yang menjalin hubungan dan memiliki kesepakatan damai dengan Israel.

Namun, sebagian warga Yordania, yang lebih dari setengahnya berasal dari Palestina, menolak perjanjian damai dengan Israel tersebut.

Sementara itu, ketegangan di kompleks Masjid Al Aqsa, tempat suci bagi umat Islam dan Yahudi, terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Sekelompok warga Palestina bahkan dilaporkan melempar bom molotov ke sebuah pos polisi Israel di kompleks suci tersebut pada pekan lalu.

Permasalahan bermula ketika pengelola Masjid Al Aqsa membuka kembali Golden Gate.

Area itu disegel oleh Israel sejak 2003 lalu. Akses ke Golden Gate ditutup oleh pengadilan Israel ketika intifada kedua meletus. Tel Aviv menduga aktivitas militan banyak terjadi di sana.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengutuk apa yang ia sebut sebagai "eskalasi yang disulut oleh Israel" di kompleks Al Aqsa itu.



Credit cnnindonesia.com





Grospic: kehadiran koalisi internasional di Suriah tidak sah


Grospic: kehadiran koalisi internasional di Suriah tidak sah

Petempur Daesh (ISIS) dan keluarga mereka berjalan saat mereka menyerah di desa Baghouz, provinsi Deir Al Zor, Suriah, Selasa (12/3/2019). (REUTERS/RODI SAID)




Praha (CB) - Pemimpin Grup Parlemen Ceko bagi Persahabatan dengan Suriah Stanislav Grospic menegaskan apa yang dinamakan "Koalisi Internasional" yang dipimpin AS dengan dalih "memerangi organisasi teror Da'esh (ISIS) di Suriah dan Irak" telah menunjukkan jenis berbeda dukungan buat organisasi teroris sejak awal.

Grospic menyatakan kehadiran "koalisi" tersebut di Suriah tidak sah.

Di dalam satu pernyataan kepada koresponden SANA --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam--di Praha pada Senin, Grospic mengatakan kehadiran tidak sah yang berlanjut "koalisi" itu di wilayah Suriah bertujuan menghambat proses pembersihan sisa sarang pelaku teror di Suriah dan memperpanjang krisis di negara Arab tersebut.

Grospic mengutuk pembantaian yang dilakukan baru-baru ini oleh pesawat "koalisi" di Daerah Al-Baghouz di pinggir timur Deir Ez-Zour, dan menyatakan kehadiran "koalisi" itu adalah lambang baru agresi imperialis dan kejahatan baru yang tak boleh dilupakan.





Credit  antaranews.com



Kementerian Hukum AS Turut Selidiki Boeing 737 MAX


Kementerian Hukum AS Turut Selidiki Boeing 737 MAX
Ilustrasi Boeing 737 MAX 8. (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)




Jakarta, CB -- Kementerian Hukum Amerika Serikat dilaporkan turut menyelidiki proses pembuatan Boeing 737 MAX. Mereka menjadi lembaga lain yang turut mengusut dugaan kegagalan fungsi perangkat di burung besi itu, selain Badan Penerbangan AS (FAA).

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (19/3), Kementerian Hukum AS menerbitkan surat perintah (subpoena) permintaan kepada seorang yang terlibat pembuatan pesawat itu. Menurut sumber, juri agung federal memintanya membuka catatan surel, pesan pendek, dan seluruh bentuk komunikasi.

Kementerian Hukum AS belum bisa memberi komentar soal itu. Sedangkan Boeing dan Badan Penerbangan AS (FAA) juga tidak bisa membenarkan soal penyelidikan itu.


"Boeing tidak menanggapi atau memberi komentar atas pertanyaan yang bersinggungan dengan persoalan hukum, baik secara internal, litigasi, atau penyelidikan pemerintah," tulis Juru Bicara Boeing, Charles Bickers, melalui surel.

Biro Penyelidik Penerbangan Prancis (BEA) kemarin menyatakan dari hasil pengusutan permulaan terhadap data kotak hitam, terlihat ada kemiripan antara kecelakaan Ethiopian Airlines ET302 dan Lion Air JT610. Menurut mereka hal itu akan menjadi bahan untuk penyelidikan lebih jauh.

Pemerintah Ethiopia yang memutuskan mengirim dua kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 maskapai Ethiopian Airlines yang jatuh pada 10 Maret lalu ke Prancis, karena mereka tidak mempunyai kemampuan dan peralatan untuk menganalisis data pada perangkat itu. Insiden itu menyebabkan 157 awak dan penumpangnya meninggal.

Menurut Menteri Perhubungan Ethiopia, Dagmawit Moges, hasil kesimpulan awal dari pembacaan data di kotak hitam akan diungkap dalam 30 hari. Dia menyatakan data kecelakaan Lion Air akan dibandingkan dengan insiden Ethiopian Airlines.

Dari data penerbangan yang dilansir situs FlightRadar24, kedua pesawat itu sempat mengalami kendala dalam mempertahankan ketinggian jelajah sebelum jatuh.

Banyak pihak mencurigai sistem anti-stall (MCAS) yang ditambahkan di 737 MAX 8. Perangkat itu secara otomatis memerintahkan hidung pesawat menurun ketika pesawat dianggap dalam situasi stall.

Dalam kasus Lion Air, pilot mengalami kesulitan mengendalikan pesawat ketika mengaktifkan mode autopilot. Perangkat MCAS terus menerus mengarahkan hidung pesawat menukik tak berapa lama usai lepas landas.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak jauh dari di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, saat hendak menuju Nairobi, Kenya, 10 Maret 2019.

Pesawat itu mengangkut 157 penumpang dari 32 negara dan seluruhnya dipastikan tewas dalam kecelakaan itu.

Hasil penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 08.38 pagi waktu setempat.

Insiden ini membuat gelombang larangan terbang terhadap Boeing seri 737 MAX meluas di seluruh dunia. 




Credit  cnnindonesia.com




AS Minta Bantuan China Dalam Proses Denuklirisasi Korut



AS Minta Bantuan China Dalam Proses Denuklirisasi Korut
John Bolton mengatakan, pihaknya telah meminta China, sekutu utama dan mitra dagang Korut untuk membantu mengembalikan pembicaraan ke jalur yang benar. Foto/Istimewa


WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah meminta bantuan China untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi dengan Korea Utara (Korut). Washington mengklaim bahwa Pyongyang tidak mau mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kembali ke meja perundingan.

Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton mengatakan, pihaknya telah meminta China, sekutu utama dan mitra dagang Korut untuk membantu mengembalikan pembicaraan ke jalur yang benar.

"Gagasan bahwa ada peran bagi China dalam negosiasi adalah sesuatu yang kami bersedia pertimbangkan, jika kami bisa melihat beberapa gerakan di pihak Korut," kata Bolton, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (18/3).

Dia kemudian mengatakan, pemimpin Korut, Kim Jong-un tidak mau mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan AS.

"Korut sayangnya tidak mau melakukan apa yang perlu mereka lakukan. Baru tadi malam, mereka mengeluarkan pernyataan tidak membantu, bahwa mereka berpikir untuk kembali ke pengujian rudal balistik nuklir, yang tidak akan menjadi ide yang baik di pihak mereka," ungkapnya.

Bolton merujuk pada pernyataan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son yang Jumat lalu mengatakan Kim Jong-un mungkin akan mempertimbangkan kembali pembicaraan denuklirisasi dengan AS. 





Credit  sindonews.com