Senin, 26 September 2016

Seri Pertama Pesawat Amfibi Be-200CS Mulai Diproduksi



Pabrik pesawat terbang di Taganrog (1.150 kilometer sebelah selatan Moskow) telah mulai memproduksi seri pertama pesawat amfibi Be-200CS untuk Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia.

Beriev Be-200
Upacara penyambutan versi modern pesawat amfibi Beriev Be-200ChS yang dimodifikasi untuk Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia di Beriev Aircraft Company, Taganrog, Rusia, 30 Mei 2016. Sumber: Valery Matytsin/TASS
Rusia telah mulai memproduksi pesawat terbaru untuk Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia (MChS). Seiring dengan berkembangnya kebutuhan, model pesawat Be-200 telah dimodernisasi dan menjadi seri pertama pesawat amfibi di Rusia.
Pada awalnya, terdapat sejumlah pilihan untuk sistem konfigurasi dan penggunaan pesawat ini. Pada saat yang sama, negosiasi dengan perusahaan Rolls-Royce untuk pembuatan komponen mesin demi mempromosikan pesawat ini di pasar Barat bahkan telah dilakukan.
Namun, pimpinan Kementerian Pertahanan dan MChS akhirnya memutuskan untuk tetap melakukan produksi pesawat dengan perusahaan lokal, sehingga proses produksinya tidak bergantung pada isu-isu politik.
Upacara penyambutan versi modern pesawat amfibi Beriev Be-200ChS yang dimodifikasi untuk Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia di Beriev Aircraft Company, Taganrog, Rusia, 30 Mei 2016. Valery Matytsin/TASSUpacara penyambutan versi modern pesawat amfibi Beriev Be-200ChS yang dimodifikasi untuk Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia di Beriev Aircraft Company, Taganrog, Rusia, 30 Mei 2016.
Kokpit pesawat amfibi Beriev Be-200ChS yang dimodifikasi untuk Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia. Marina Lystseva/TASSKokpit pesawat amfibi Beriev Be-200ChS yang dimodifikasi untuk Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia.
Staf Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia berada di dalam pesawat Beriev Be-200 selama operasi pemeriksaan daerah puing-puing perahu Dalny Vostok yang tenggelam di Laut Okhotsk, 4 April 2015. RIA NovostiStaf Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia berada di dalam pesawat Beriev Be-200 selama operasi pemeriksaan daerah puing-puing perahu Dalny Vostok yang tenggelam di Laut Okhotsk, 4 April 2015.
Sebuah pesawat Beriev Be-200CS dari Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran di Heihe, Provinsi Heilongjiang, 8 September 2011. ReutersSebuah pesawat Beriev Be-200CS dari Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran di Heihe, Provinsi Heilongjiang, 8 September 2011.
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin dan rekannya dari Italia, Silvio Berlusconi, duduk di perahu saat keduanya tengah memeriksa pesawat amfibi Be-200 selama pertemuan mereka di Sankt Peterburg, 23 Oktober 2009. ReutersPerdana Menteri Rusia Vladimir Putin dan rekannya dari Italia, Silvio Berlusconi, duduk di perahu saat keduanya tengah memeriksa pesawat amfibi Be-200 selama pertemuan mereka di Sankt Peterburg, 23 Oktober 2009.
Sebuah pesawat amfibi multiguna Beriev Be-200 terlihat selama latihan pemadaman kebakaran hutan Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia di dekat Desa Krasnokamenka, Krimea, 27 Mei 2015. Alexei Pavlishak/TASSSebuah pesawat amfibi multiguna Beriev Be-200 terlihat selama latihan pemadaman kebakaran hutan Kementerian Penanggulangan Bencana Rusia di dekat Desa Krasnokamenka, Krimea, 27 Mei 2015.
Menurut analis militer surat kabar Izvestia Dmitry Safonov, langkah ini membantu pihak produsen untuk menghindari konsekuensi atas pemberlakuan sanksi Barat yang membatasi pemasokkan pesawat di pasar luar negeri.
“Keputusan untuk menciptakan Be-200CS yang sepenuhnya menggunakan komponen dalam negeri tidak memungkinkan pesawat untuk dipasarkan ke Barat — biaya pemasokkan suku cadang akan dikenakan kepada pembeli. Saat ini, pesawat tersebut ditujukkan untuk pasar dalam negeri dan untuk negara-negara Asia Tenggara,” kata sang ahli.
Menurutnya, pesawat ini memiliki kemampuan angkut sebesar 8.000 kilogram dan 12 meter kubik (12 ton) air dengan menggunakan sebuah tangki khusus untuk memadamkan kebakaran.
“Fitur utama pesawat amfibi ini adalah ia dapat menyedot air ketika mendarat. Pesawat ini akan mengisi tangki dengan air hingga penuh dan terbang kembali ke udara. Oleh sebab itu, negara yang menjadi klien Rusia nantinya adalah negara-negara yang memiliki sungai dan waduk yang besar, bukan laut. Ini dikarenakan air laut yang mengandung garam akan merusak pohon-pohon di sekitar wilayah pemadaman api,” kata Safonov.

Spesifikasi

Kru pesawat: Dua orang
Kapasitas penumpang: 64 orang
Panjang pesawat: 32,05 meter
Lebar sayap: 32,78 meter
Tinggi: 8,90 meter
Berat: 28.000 kilogram
Kapasitas beban: 8.000 kg, serta 12 meter kubik air di dalam tangki (delapan bagian tangki air dengan kemungkinan penyemprotan baik secara berurutan maupun secara bersamaan)
Maksimum berat lepas landas:
  • dari permukaan air: 40.000 kg
  • dari darat: 42.000 kg



Credit RBTH Indonesia



Delapan Senjata Baru Tentara Rusia, Andalan di Masa Depan


Sejumlah perusahaan teknik militer Rusia menyajikan lebih dari sebelas ribu sampel senjata modern pada Forum Teknik Militer Internasional ARMY 2016 yang diselenggarakan di luar kota Moskow. Berikut adalah delapan senjata yang paling mencuri perhatian.

Army-2016
Berbagai perangkat militer ditampilkan selama Forum Teknik Militer Internasional ARMY2016 di Pusat Pameran dan Kongres Patriot, di Taman Rekreasi dan Kebudayaan Patriotik Militer milik Angkatan Bersenjata Rusia, luar kota Moskow. Sumber:  Alexey Filippov/RIA Novosti

1. Bom Klaster “Drel”

Bom tandan atau bom klaster bersayap yang berbobot 540 kilogram ini dirancang untuk menembak target pada jarak 30 kilometer. Bom ini berfungsi untuk menghancurkan kendaraan lapis baja, pusat komando, dan unit pengendali energi milik musuh dengan kekuatan termal atau radar.
Bom klaster “Drel”. Sumber: Dmitry Reshetnikov / TASS 
Bom klaster “Drel”. Sumber: Dmitry Reshetnikov / TASS
Bom ini dikatakan dapat berfungsi dan mengatasi baik hambatan buatan maupun alami.

2. Robot “Soratnik”

Kompleks senjata api ini dapat mendukung para pasukan militer, patroli, dan pihak keamanan wilayah. Robot ini memiliki sistem pengendali jarak jauh yang memungkinan perangkat ini dimodernisasi (perusahaan Kalashnikov saat ini tengah bekerja pada proyek tersebut) hingga sepenuhnya dapat beroperasi secara otomatis tanpa campur tangan manusia.
Robot “Soratnik”. Sumber: Press Photo 
Robot “Soratnik”. Sumber: Press Photo
Pada roda rantai kompleks ini dapat dilengkapi dengan senjata ringan. Dalam konfigurasi dasar, kompleks ini dilengkapi dengan senjata gabungan AK-74M dan senapan tembak runduk Dragunov.

3. Sistem Artileri Senjata Gerak Otomatis “Flox”

Senjata ini merupakan senjata gerak otomatis (self-propelled gun) Rusia pertama dengan meriam 120 milimeter. Sistem ini menggabungkan fungsi senjata jarak jauh, howitzer, dan mortir. Senjata ini juga dapat ditembakkan pada posisi musuh yang berjarak seratus meter sampai dengan sepuluh kilometer.
Senjata gerak otomatis “Flox”. Sumber: Ladislav Karpov/TASS 
Senjata gerak otomatis “Flox”. Sumber: Ladislav Karpov / TASS
Pada atap kendaraan lapis baja dipasangkan senjata jarak jauh dengan senapan 12,7 milimeter “Kord”.

4. Robot Perang “Uran-9”

Robot ini bertugas melakukan eksplorasi dan mendukung pasukan dengan tembakan. Selain itu, robot ini juga dapat dilibatkan dalam operasi melawan terorisme. Kompleks ini dilengkapi dengan meriam otomatis 30 milimeter, senapan berkaliber 7,62 mm, serta peluru kendali antitank “Attack”.
Robot perang “Uran-9”. Sumber: Ladislav Karpov / TASS 
Robot perang “Uran-9”. Sumber: Ladislav Karpov / TASS
Uran-9 dapat beroperasi pada jarak hingga tiga kilometer dari operator. Hingga akhir 2016, angkatan bersenjata Rusia akan menerima lima unit kompleks tersebut.
Pada masing-masing kompleks tersebut ada empat unit kendaraan tempur dalam versi robot-intelijen atau robot pendukung tembakan, serta satu pusat kontrol mobile, dan dua traktor.

5. Kendaraan Pertahanan Udara “Gibka-S”

Sistem ini dirancang untuk melindungi pasukan dari pesawat musuh di ketinggian rendah dan sangat rendah (masing-masing 500 meter dan 150 meter). Kendaraan ini dilengkapi dengan kompleks pertahanan udara portabel terbaru "Verba".
Kendaraan pertahanan udara “Gibka-S”. Sumber: Press Photo 
Kendaraan pertahanan udara “Gibka-S”. Sumber: Press Photo
Amunisinya terdiri dari delapan buah rudal.

6. Senapan Mesin Ringan RPK-16

RPK-16 terbaru dengan peluru 5,45 milimeter adalah versi modern dari senapan RPK-74 Soviet.
Model ini memiliki rel Picatinny, sehingga senjata ini dapat dilengkapi dengan berbagai jenis alat bidik, mulai dari penglihatan malam, sensor termal, kolimator, dan bidikan teleskopik.
Senapan mesin ringan RPK-16. Sumber: Grigoriy Sysoev / RIA Novosti 
Senapan mesin ringan RPK-16. Sumber: Grigoriy Sysoev / RIA Novosti
Menurut pihak pengembang, tentara Rusia kini dapat menembakkan tembakan tunggal dan mengenai target berdiameter 20 centimeter pada jarak 300 hingga 400 meter (senapan TTX memengaruhi tenaga lawan pada jarak 800 meter).
Senapan ini juga dilengkapi dengan drum ringan terbaru dengan kapasitas 96 butir amunisi.  Bobot senjata ini dalam kondisi siap pakai berikut dengan peralatannya hanya seberat 4,5 kilogram.

7. Robot Pengintai “Vikhr”

Kompleks pengintai dan penyerang “Vikhr” (angin puyuh) dibuat dengan dasar kendaraan tempur infanteri BMP-3. Sistem yang ditemukan pada roda rantai dan sasis roda dilengkapi dengan meriam 30 mm dan senapan berkaliber 7,62 mm, serta peluru kendali antitank “Kornet-M”.
Robot pengintai “Vikhr”. Sumber: Dmitry Reshetnikov / TASS 
Robot pengintai “Vikhr”. Sumber: Dmitry Reshetnikov / TASS
Sistem ini dapat secara otomatis mendeteksi, menangkap dan melacak target, tetapi keputusan untuk menembak tetap diambil oleh operator unit tersebut. “Angin Puyuh” dapat digunakan setiap saat berkat kamera beresolusi tinggi dan sensor gambar termal yang dimilikinya.

8. Pengangkut Lapis Baja Terapung BT-3F 

Alat transportasi amfibi terbaru ini dapat menampung hingga 12 pasukan penerjun payun dan menahan tembakan dari senapan berkaliber 14,5 milimeter KPVT pada jarak 200 meter.
Pengangkut lapis baja terapung BT-3F. Sumber: Press Photo 
Pengangkut lapis baja terapung BT-3F. Sumber: Press Photo
Pada atap BT-3F dipasangkan modul kendali senjata jarak jauh dengan senapan 7,62 milimeter yang dilengkapi dengan televisi dan penginderaan termal.
Di bagian puncaknya dapat dipasangkan senapan berkaliber 12,7 atau 14,5 milimeter dan granat berkaliber 30 atau 40 milimeter.



Credit  RBTH Indonesia




Sebanyak 40 Jet China Manuver di Laut China Timur, Jepang Bereaksi

 
Sebanyak 40 Jet China Manuver di Laut China Timur, Jepang Bereaksi
Pesawat-pesawat jet tempur China J-11B saat bermanuver. | (REUTERS/Jason Lee)
 
TOKYO - Militer China mengerahkan sekitar 40 pesawat jet termasuk jet pengebom H-6K ke kawasan Laut China Timur pada hari Minggu. Militer Jepang pun bereaksi, di mana jet-jet tempurnya melakukan aksi “scramble”.

Sebanyak 40 pesawat jet China itu bermanuver melewati Selat Miyako di Laut China Timur. Puluhan jet militer Beijing melesat ke wilayah Pasifik Barat.

Juru Bicara Departemen Pertahanan China, Shen Jinke, mengatakan penerbangan 40 pesawat itu merupakan latihan rutin. Dari 40 pesawat yang bermanuver, kata Shen Jinke, termasuk di dalamnya jet pengebm H-6K, Su-30, dan pesawat tanker udara.

”Latihan melibatkan aksi pengintaian dan peringatan dini, serangan terhadap sasaran permukaan laut, dan dalam penerbangan pengisian bahan bakar untuk menguji kemampuan pertempuran Angkatan Udara di laut lepas,” katanya.

Sebuah laporan yang dilansir kantor berita Xinhua, menambahkan, kontingen Militer Pertahanan China (PLAAF) juga melakukan patroli rutin di Zona Identifikasi Pertahanan (Adiz) di Laut China Timur. China telah mengumumkan Adiz di Laut China Timur pada November 2013, yang memicu kritik tajam dari Jepang dan negara-negara regional lainnya.

Menurut Shen, latihan dan transit melalui Selat Miyako dilakukan sesuai dengan kebutuhan Angkatan Udara China guna mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional. ”Serta untuk mempertahankan pembangunan yang damai,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang, dalam sebuah pernyataan yang dikutip kantor berita Kyodo, Senin (26/9/2016), mencatat bahwa pesawat-pesawat jet China memang tidak melanggar ruang udara Jepang.

Jet-jet tempur Jepang sendiri secara teratur melalukan aksi “scramble” atau pengacakan dalam merespons pesawat militer China di dekat wilayah udara kedaulatannya di Laut China Timur. Di kawasan maritim itu, kedua negara terlibat sengketa pulau bernama Senkaku atau Diaoyu.

Meski tidak terjadi insiden berbahaya, analis militer menilai manuver China pada hari Minggu kemarin merupakan manuver tidak biasa.

“Ini sangat jarang, jumlah besar dan berbagai pesawat belum pernah terlihat sebelumnya,” kata ahli militer yang berbasis di Beijing, Li Jie, kepada South China Morning Post.



Credit  Sindonews




China Sebar Drone Siluman untuk Jaga Pulau Sengketa


 
China Sebar Drone Siluman untuk Jaga Pulau Sengketa
China akan menggunakan drone siluman untuk menjaga dan memetakan wilayah Laut China Selatan dan Timur. | (Istimewa)
 
BEIJING - China tengah mempersiapkan untuk menerbangkan pesawat drone siluman untuk mengawasi dan memetakan perairan serta pulau-pulau yang menjadi sengketa dengan negara lain. Kebijakan ini dilakukan ditengah meningkatnya ketegangan atas sejumlah wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan dan Timur.

Drone China akan mensurvei Kepulauan Senkaku/Diaoyu di Laut China Timur, yang juga diklaim oleh Jepang, dan wilayah luas di Laut China Selatan yang juga diklaim oleh sejumlah negara. Beijing mengklaim Laut China Selatan yang memiliki 12.186 pulau yang tersebar di wilayah seluas lebih dari 3.000 kilometer persegi. Beberapa dari pulau itu berada jauh dari daratan China.

"Karang dan pulau-pulau adalah bagian penting dari wilayah nasional kita. Informasi geologi mereka yang tepat adalah bukti penting untuk demarkasi perairan teritorial dan untuk melindungi kepentingan maritim nasional dan keamanan," kata general manager dari Cina TopRS Technology Co Ltd, Li Yingcheng seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (25/9/2016).

Yingcheng mencatat bahwa banyak pulau dan karang di Laut China Selatan yang memiliki kekayaan yang jauh lebih besar dari pada apa yang terlihat di atas air. China akan menggunakan dua drone siluman ZC-5B dan ZC-10. Kedunya dilengkapi sistem navigasi Beidou, analog Cina dari sistem Google, dan dapat menjangkau wilayah penuh hingga 80 mil laut dan sebagian daerah yang tersebar di 1.500 mil laut.

"ZC-5B secara khusus dirancang untuk memetakan dan mensurvei terumbu laut yang terbuka. Drone ini memiliki jangkauan operasi lebih dari 1.400 km dan dapat bekerja hingga 30 jam," kata Yingcheng.

Berita ini muncul ditengah ketegangan atas sejumlah wilayah yang diperebutkan. Laut Cina Selatan menjadi rebutan di Asia Tenggara, termasuk Filipina, Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan. Pada bulan Juli, Pengadilan Tetap Arbitrase memutuskan Cina tidak memiliki hak bersejarah untuk mengklaim wilayah itu. Beijing pun mengecam keputusan itu dan menyatakan tidak akan mematuhi putusan tersebut.

Sejak itu sengketa panjang panjang lainnya di Laut Cina Timur antara Cina dan Jepang, ikutan memburuk. Kedua belah pihak saling menuduh penumpukan militer di daerah dan sejumlah pelanggaran.




Credit  Sindonews




Dua Jenderal AS Dipecat, Salah Satu Diduga karena "Kumpul Kebo"

 
Dua Jenderal AS Dipecat, Salah Satu Diduga karena Kumpul Kebo
Brigadir Jenderal Michael Bobeck, jenderal AS yang dipecat setelah diduga terlibat skandal 'kumpul kebo' dengan eksekutif kontraktor Angkatan Darat AS. | (U.S. Army)
 
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) memecat dua jendral senior. Salah satu dari mereka diduga terlibat skandal “hubungan di luar nikah” atau “kumpul kebo” dengan kontraktor Angkatan Darat AS.

Brigadir Jenderal Michael Bobeck, diduga menjalani hubungan di luar nikah di rumah sewa. Bocoran informasi skandal Jenderal Bobeck itu menyebar sehingga memicu penyelidikan internal.

Militer AS juga mengumumkan pemecatan  Mayor Jenderal Wayne Grigsby, Komandan Divisi Infanteri 1 di Fort Riley, Kansas. Militer AS tidak merinci secara jelas penyebab pasti pemecatan kedua jenderal senior itu.

Bobeck merupakan mantan pilot helikopter yang memimpin program penerbangan Garda Nasional. Dia diselidiki setelah tinggal di sebuah rumah sewa atau apartemen milik eksekutif Peduzzi Associates Ltd.

Peduzzi adalah perusahaan konsultan dengan divisi yang menawarkan dukungan kepada militer Pemerintah AS. Perusahaan itu telah melakukan bisnis dengan Departemen Pertahanan atau Pentagon.

Pengacara Bobeck, Letnan Kolonel Adam Kazin, mengatakan bahwa jenderal tersebut menyangkal telah melakukan kesalahan atau terlibat insider trading dengan perusahaan.

”Setiap implikasi bahwa ada kesalahan itu sangat menjengkelkan dia,” kata Kazin. ”Menyalahgunakan posisinya untuk memperkaya diri tidak sejalan dengan bagaimana dia memandang dirinya sendiri,” lanjut dia.

Kazin mengatakan, Bobeck telah meminta agar privasi keluarganya dilindungi. Menurut USA Today, Peduzzi muncul pada catatan Kongres sebagai pelobi untuk Sikorsky, sebuah divisi dari kontraktor pertahanan AS Lockheed Martin.

Sikorsky membangun helikopter militer, termasuk Black Hawk, helikopter transportasi untuk tugas aktif dan unit Garda Nasional.

Joe Ferreira, eksekutif Peduzzi memperbolehkan Bobeck untuk tinggal di sebuah apartemen bawah tanah menyusul perceraiannya.

Ferreria mengatakan bahwa persahabatan mereka sudah lama terjalin. Menurutnya, akomodasi gratis untuk Bobeck tidak ada hubungannya dengan bisnisnya.

Ferrerira melanjutkan, Bobeck tinggal di apartemen itu setelah menceraikan istrinya. ”Saya yakin ini adalah apa yang teman lakukan untuk teman,” kata Ferreira melalui e-mail, sebagaimana dikutip Russia Today, Minggu (25/9/2016).




Credit  Sindonews




RI-Liga Arab Sepakat Tingkatkan Kerjasama di Berbagai Bidang


 
RI-Liga Arab Sepakat Tingkatkan Kerjasama di Berbagai Bidang
Indonesia dan Liga Arab telah menandatangani keputusan bersama untuk meningkatkan kerja sama konkret di berbagai bidang yang tertuang dalamMemorandum of Cooperation. (Istimewa)
 
NEW YORK -  Indonesia dan Liga Arab telah menandatangani keputusan bersama untuk meningkatkan kerja sama konkret di berbagai bidang yang tertuang dalam Memorandum of Cooperation (MoC). Kesepakatan ini ditandatangani di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-71 di New York, Amerika Serikat (AS).

Menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Minggu (25/9), Penandatanganan MoC tersebut dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno L.P. Marsudi, dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit.

"Bidang kerja sama yang tercakup di dalam MoC tersebut antara lain perdamaian dan keamanan, ekonomi, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan," kata Kemlu dalam keterangannya.

"Dengan ditandatanganinya MoC tersebut Indonesia memiliki akses terhadap 22 anggota Liga Arab, sehingga kerja sama yang dapat dilakukan dengan negara-negara di kawasan tersebut akan semakin luas dan intensif," sambungnya,

Penandatanganan MoC ini, lanjut Kemlu juga merupakan capaian signifikan hubungan Indonesia dengan Liga Arab, dan mendorong kemitraan dengan organisasi tersebut menjadi lebih terbuka dan konkret. Kedua pihak juga berkomitmen untuk terus menjaga kesinambungan kerja sama ini di masa depan. 
                                                                                                           
Kemlu menambahkan, Liga Arab yang  merupakan salah satu organisasi regional tertua di dunia memiliki peran penting di mata Indonesia, baik secara historis maupun strategis. Secara historis, Liga Arab merupakan salah satu dari sedikit pihak yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Adapun secara strategis, Liga Arab merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam mengedepankan kepentingan nasional yang secara konkret bermanfaat bagi kepentingan masyarakat di kedua kawasan.



Credit  Sindonews




RI Bergabung Dalam UN70 Initiative

 
RI Bergabung Dalam UN70 Initiative
Indonesia bergabung dalam UN70 Intiative, sebuah kelompok yang bertugas untuk mengevaluasi kinerja PBB dan memberikan rekomendasi kepada Sekertaris Jenderal PBB yang baru (Istimewa)
 
NEW YORK - Indonesia bergabung dalam UN70 Intiative, sebuah kelompok yang bertugas untuk mengevaluasi kinerja PBB dan memberikan rekomendasi kepada Sekertaris Jenderal PBB yang baru. Pertemuan pertama Indonesia sebagai anggota UN70 Intiative dilakukan Rabu lalu, di sela-sela Sidang Umum PBB.

"Indonesia bersama dengan Colombia, Ethiopia, Ghana, Jordan, Mexico dan Uruguay bergabung dengan Norway untuk menyusun rekomendasi yang dinamakan UN70 Intiative, untuk disampaikan ke sekjen PBB yang baru," kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, seperti tertuang dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Minggu (25/9).

Retno menyampaikan, PBB telah melakukan banyak hal dalam menjaga keamanan, perdamaian, dan kesejahteraan dunia. "Namun demikian masih lebih banyak yang harus dilakukan oleh PBB ke depan. Untuk itu di abad ke-21 kita membutuhkan PBB yang lebih transparan, efektif, inklusif, akuntabel dan efisien," ucapnya.

Menurut Retno, setidaknya ada lima rekomendasi yang disampaikan UN70 Intiative kepada Sekjen PBB yang baru. Rekomandesak itu antara lain, pertama melaksanakan kepemimpinan yang kuat dan berimbang/imparsial, serta menunjukkan kemandirian, akuntabilitas, dan integritas sebagai seorang manajer.

Kedua, Menempatkan pencegahan konflik sebagai agenda utama PBB di bidang perdamaian dan keamanan. Rekomendasi ketiga, Sekjen PBB kelak harus mendorong implementasi Agenda 2030, Addis Ababa Action Agenda, dan Paris Climate Agreement, melalui advokasi, dukungan PBB yang terkoordinasi baik, dan kemitraan yang lebih dalam

Lalu, mengadopsi pendekatan baru untuk merespon secara efektif kebutuhan kemanusiaan, sembari memperkuat pencegahan, perlindungan, dan ketahanan. Rekomendasi terakhir adalah Sekjen PBB harus mengadvokasi rasa hormat terhadap Hak asasi manusia bagi semua orang dan mengurangi celah implementasi.

Dalam upaya untuk mendapat dukungan dan masukan serta pemikiran negara anggota PBB lainnya terhadap rekomendasi UN70, Retno menyampaikan pentingnya untuk UN70 melakukan outreach.
"Kita perlu meningkatkan visibilitas atas langkah UN70 melalui outreach, yang dapat dilakukan melalui berbagai format pertemuan outreach kepada negara anggota PBB  dan media," ucapnya.

UN70 sendiri merupakan inisiatif yang diluncurkan oleh Menlu Norwegia, Borge Brende, pada Februari 2015. Inisiatif tersebut bertujuan untuk mengevaluasi berbagai capaian PBB selama 70 tahun terakhir, sejumlah tantangan yang dihadapi oleh PBB saat ini, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong kerja PBB yang lebih efektif.

Keikutsertaan Indonesia pada UN70 konsisten komitmen diplomasi multilateral yang kuat terkait pemajuan agenda reformasi PBB, yang dipandang selalu mengedepankan prinsip-prinsip transparansi, efektivitas, inklusivitas dan akuntabilitas.


Credit  Sindonews





Bentrok, Pasukan Koalisi Saudi Bunuh Jenderal Houthi

 
Bentrok, Pasukan Koalisi Saudi Bunuh Jenderal Houthi
Pasukan Arab Saudi meluncurkan serangan ke wilayah Yaman dari perbatasan. | (REUTERS)
 
JAZAN - Seorang jenderal pasukan khusus pemberontak Houthi Yaman tewas dalam bentrokan dengan pasukan Koalisi Teluk yang dipimpin Arab Saudi di perbatasan Saudi dan Yaman. Hal itu diungkap sumber di Koalisi Saudi pada hari Sabtu.

Sumber yang dikutip Reuters, Minggu (25/9/2016) mengatakan, Mayor Jenderal Hassan Almalsi, Kepala Pasukan Khusus Houthi, tewas pada hari Kamis ketika mencoba untuk menyusupkan skuad milisi Houthi ke wilayah selatan Najran, Arab Saudi.

Pasukan Koalisi Saudi telah memerangi pemberontak Houthi Yaman sejak Maret 2015 setelah kubu oposisi Yaman itu merebut Ibu Kota Sanaa. Aksi pemberontak Houthi itu membuat presiden sah Yaman, Abd Rabbo Mansour Hadi melarikan diri ke Saudi untuk meminta perlindungan.

Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang. Pembicaraan damai yang disponsori PBB pada bulan lalu masih gagal mendamaikan pihak yang berseteru di Yaman.

Konflik di Yaman bukan hanya melibatkan pemberontak Houthi dan pasukan Presiden Hadi. Namun, telah meluas menjadi perseteruan regional antara Saudi dan Iran.

Riyadh menilai Teheran sebagai ancaman penting bagi stabilitas di Timur Tengah dan sekitarnya karena memberi dukungan kepada milisi Houthi. Namun, Iran yang menilai Houthi sebagai otoritas sah Yaman, membantah tuduhan Saudi.

Houthi dalam beberapa pekan ini juga kerap menembakkan rudal ke wilayah perbatasan Saudi, namun berhasil dicegat.



Credit  Sindonews





Meradang, Barat Tuduh Rusia Penjahat Perang di Aleppo

 
Meradang, Barat Tuduh Rusia Penjahat Perang di Aleppo
Kondisi kota di Aleppo, Suriah, hancur dibombardir rezim Suriah usai gencatan senjata berakhir. | (REUTERS)
 
NEW YORK - Para diplomat dari negara-negara Barat meradang saat debat di forum pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York pada hari Minggu. Mereka kompak menuruh Rusia sebagai penjahat perang di Aleppo, Suriah.

Kemarahan Barat itu disampaikan Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB; Samantha Power dan Duta Besar Prancis untuk PBB; Francois Delattre. Sebagai puncak kemarahan, para diplomat Barat melakukan aksi walk-out meninggalkan Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.

Ketiga diplomat Barat menuduh Rusia mendukung aksi ofensif Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad. Rycroft mengatakan sulit untuk menyangkal bahwa keduanya, rezim Suriah dan sekutunya Rusia, sedang melakukan kejahatan perang.

”Setelah lima tahun konflik, Anda mungkin berpikir bahwa rezim telah mengisinya dengan kebiadaban, yang haus darah terhadap rakyatnya sendiri,” kata Rycroft.

”Tapi akhir pekan ini, rezim (Suriah) dan Rusia terjun ke kedalaman baru dan melepaskan neraka baru di Aleppo,” lanjut dia.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan; "Membawa perdamaian hampir merupakan tugas yang mustahil sekarang". Alasannya, pemberontak Suriah telah menyabotase perjanjian gencatan senjata dengan menopang pasukannya.

Churkin menuduh balik koalisi Barat sudah gagal untuk memisahkan antara pasukan oposisi moderat dengan kelompok teroris termasuk kelompok Front Fatah Sham, sebuah kelompok sayap al-Qaida.

Diplomat Rusia ini bersikeras bahwa Moskow masih menginginkan gencatan senjata bersama melalui negosiasi baru di antara pihak yang bertikai di Suriah.

Utusan Khusus PBB di Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan sedikitnya 213 warga sipil telah tewas sejak serangan dimulai di Aleppo. Sedangkan para pekerja kemanusiaan di lapangan melaporkan bahwa sekitar setengah dari korban jiwa adalah anak-anak.

“Kita telah melihat situasi di Aleppo mencapai puncak horor baru,” katanya di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB; Samantha Power, menuruh Rusia berperilaku barbar di Aleppo.

“Assad, telah lama memiliki kekuatan untuk menghentikan penderitaan ini,” ujar Samantha Power, seperti dikutip BBC, Senin (26/9/2016). “Daripada perdamaian, Rusia dan Assad berperang, Rusia dan Assad mengebom rumah sakit,” katanya lagi.




Credit  Sindonews




Menurut Inggris, Rusia bersalah karena perpanjang Perang Suriah

 
Menurut Inggris, Rusia bersalah karena perpanjang Perang Suriah
Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson (kanan) (REUTERS/Kirsty Wigglesworth/Pool)
(Rusia) bersalah karena memperpanjang perang ini dan membuatnya menjadi jauh lebih mengerikan
London (CB) - Rusia bersalah karena memperlama perang di Suriah dan mungkin melakukan kejahatan perang dengan menyasar konvoi bantuan, kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson dalam wawancara yang disiarkan, Minggu.

Sebuah konvoi terdiri dari 31 trruk diserang Senin malam lalu sehingga menewaskan sekitar 20 warga sipil. Para pejabat AS meyakini pesawat Rusia bertanggung jawab atas serangan itu, namun Moskow membantah terlibat.

"(Rusia) bersalah karena memperpanjang perang ini dan membuatnya menjadi jauh lebih mengerikan," kata Johnson dalam acara Andrew Marr, BBC.

"Ketika sampai kepada contoh-contoh seperti membom target bantuan di Aleppo, kita mesti mempertimbangkan apakah ada atau tidak penyasaran itu padahal diketahui bahwa itu seluruhnya target-target sipil tak berdosa, itu adalah kejahatan perang," sambung Johnson.



Credit  ANTARA News




Rusia-Pakistan akan gelar latihan militer gabungan

 
Rusia-Pakistan akan gelar latihan militer gabungan
Personel militer Pakistan. (Wikimedia Commons)
 
Islamabad (CB) - Rusia dan Pakistan akan melakukan latihan militer gabungan pertama mereka akhir pekan ini menurut militer Pakistan pada Jumat (23/9), di tengah peningkatan ketegangan antara Islamabad dan rivalnya India.

"Satu kontingen pasukan darat Rusia tiba di Pak(istan) untuk latihan gabungan Pak-Rusia pertama mulai 24 September sampai 10 Oktober 2016," kata juru bicara militer Letnan Jenderal Asim Bajwa pada Jumat di Twitter, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Latihan itu dianggap sebagai demonstrasi hubungan yang lebih dekat antara kedua negara setelah mereka menandatangani pakta kerja sama militer pada 2014.

Kegiatan tersebut dilakukan setelah latihan militer Angkatan Udara Pakistan (Pakistani Air Force/PAF) pekan ini yang menurut para pejabat sudah lama direncanakan.

Analis pertahanan dan keamanan Pakistan Hasan Askari mengatakan latihan tersebut "menunjukkan keinginan Rusia untuk memperluas pilihan mereka di Asia Selatan", menambahkan bahwa itu adalah konsekuensi "alami" dari hubungan lebih dekat India dengan Amerika Serikat.

Islamabad juga merundingkan sebuah perjanjian dengan Moskow untuk membeli helikopter tempur.

"Helikopter ini akan dipasok tahun ini, namun kemungkinan baru tiba pada 2017," kata Askari sebagaimana dikutip AFP.

Pada Kamis PAF melancarkan Highmark Exercise, menutup bagian-bagian jalur motor keluar Ibu Kota untuk mendaratkan "beberapa" pesawat tempur untuk pertama kali dalam enam tahun menurut sumber keamanan senior kepada AFP.

Latihan itu dilakukan setelah India dan Pakistan berselisih soal serangan di pangkalan Angkatan Darat India di wilayah sengketa Kashmir yang disalahkan Delhi pada Islamabad.

Namun para pejabat Pakistani menyatakan Highmark adalah latihan rutin, dan seorang pejabat senior memberitahu AFP bahwa persiapan yang meliputi penetapan tanggal dan tempat sudah mulai dilakukan setahun lalu.

Latihan itu ditujukan untuk meningkatkan "kesiapan operasional" menurut pejabat itu, dan menyatakan bahwa kegiatan akan berlanjut selama beberapa pekan dan diikuti evaluasi bulanan.




Credit  ANTARA News




Pertempuran hidup mati kembali berkecamuk di Aleppo


Pertempuran hidup mati kembali berkecamuk di Aleppo
Aleppo di Suriah luluh lantak akibat perang saudara dan bombardemen Rusia . (SANA/Handout via REUTERS)
Beirut  (CB) - Pemerintah Suriah dan pasukan pemberontak bertempur untuk memperebutkan dataran tinggi di pinggiran Aleppo, Sabtu waktu setempat, ketika pesawat tempur kembali membombardir daerah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak lewat ofensif dukungan Rusia yang membuat kebijakan AS di Suriah di ambang kegagalan.

Dalam gerak maju ofensif darat besar-besaran, pasukan Suriah dan milisi Syiah merebut kamp pengungsi Palestina di Handarat yang berada beberapa kilometer arah utara Aleppo, namun beberapa jam kemudian mendapatkan serangan balasan dari pemberontak.

"Para pejuang melancarkan perang mati-matian karena ini adalah pertempuran soal eksistensi," kata seorang panglima pemberontak kepada Reuters.

Pemberontak mengaku merebut kembali sebagian atau semua Handarat. Sedangkan Observatorium HAM Suriah menyatakan pertempuran masih berkecamak di sana.

Belum ada komentar dari pihak militer Suriah.

Serangan ke Aleppo di mana sekitar 250.000 warga sipil terjebak di sebuah sektor yang tengah dikepung itu  mungkin menjadi pertempuran paling dahsyat dalam perang saudara Suriah yang sudah menewaskan ratusan ribu orang dan mengusir 11 juta orang dari tempat tinggalnya.

Penduduk mengatakan serangan udara ke Aleppo timur sejak ofensif itu diumumkan Kamis lalu menjadi lebih sering terjadi dibandingkan sebelumnya, dengan menggunakan bom yang lebih dahsyat. Beberapa orang terbunuh dalam dua hari terakhir.

Dua pekan setelah Moskow dan Washington mengumumkan gencatan senjata, Presiden Bashar al-Assad dan sekutunya Rusia dan Iran melancarkan kampanye serangan untuk mencatat kemenangan besar di medan laga yang telah menguburkan semua harapan diplomasi.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry sampai menghiba kepada Rusia untuk menghentikan serangan udara.

Pemberontak menyebutkan serangan udara Sabtu itu menghantam paling sedikit empat daerah padat penduduk di timur Aleppo. Mereka yakin semuanya diakibatkan pesawat tempur Rusia, demikian Reuters.


Credit  ANTARA News



Aleppo Dibombardir 200 Serangan Udara Selama Akhir Pekan


Aleppo Dibombardir 200 Serangan Udara Selama Akhir Pekan  
Selama akhir pekan, Aleppo dibombardir 200 serangan udara, tingkat serangan yang belum pernah terjadi sejak perang sipil Suriah pecah pada 2011 lalu. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
 
Jakarta, CB -- Pasca gencatan senjata yang berakhir pada Senin pekan lalu, Aleppo terus digempur. Pada akhir pekan kemarin saja, CNN melaporkan kota itu dibombardir oleh 200 serangan udara.

Pertahanan Sipil Suriah, yang juga dikenal dengan The White Helmets, menjelaskan bahwa ia menemukan tubuh seorang ayah dan anaknya dibawah reruntuhan setelah serangan udara. Tiga anggota keluarga itu tewas akibat serangan udara; anak dan ayah tersebut, serta seorang anak lain. Ibu dan anak perempuan yang berada di ruangan lain apartemen itu, selamat dan dibawa ke rumah sakit.

Serangan mematikan itu mengenai rumah mereka pada pukul 05.00 pagi Jumat lalu, di Qaterji, Aleppo Timur. Serangan itu merupakan awal dari ratusan serangan udara selama akhir pekan lalu.

Seorang aktivis dari Aleppo menggambarkan masifnya pengeboman itu tak pernah terjadi sebelumya, sejak perang sipil Suriah pecaha pada Maret 2011.

Sebagai respons dari rangkaian serangan udara itu, para aktivis di Twitter mem-posting berbagai foto dan video dari Aleppo dengan tagar #HolocaustAleppo dalam bahasa Arab. Belum diketahui berapa korban jiwa akibat serangan udara pada akhir pekan atau pun sejak gencatan senjata berakhir.

Gencatan senjata yang berlaku di seluruh Suriah berakhir pada Senin malam pekan lalu, setelah efektif selama satu pekan. Serangan awal yang menandai berakhirnya gencatan senjata adalah serangan terhadap 18 dari 31 tuk konvoi bantuan kemanusiaan PBB.


Credit  CNN Indonesia


Pesawat tempur Pakistan jatuh

 
Pesawat tempur Pakistan jatuh
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
 
Peshawar (CB) - Sebuah pesawat tempur Angkatan Udara Pakistan jatuh di wilayah barat laut negara itu pada Sabtu (24/09), menewaskan pilotnya, menurut pernyataan Angkatan Udara.

Insiden tersebut bertempat sekitar 13 kilometer sebelah barat dari Kota Peshawar.

Pesawat tempur itu sedang melakukan misi pelatihan operasional rutin ketika kecelakaan terjadi, ungkap pihak berwenang.

"Pilot, Opsir Udara III Omar Shahzad, mengalami luka parah dan mati syahid, tidak ada laporan korban sipil dan kerusakan properti di lokasi kejadian," menurut pernyataan AU Pakistan.

Penyelidikan akan digelar untuk mencari tahu penyebab kecelakaan, imbuhnya.

Agustus tahun lalu, 12 orang tewas ketika sebuah helikopter militer jatuh di wilayah barat laut Pakistan.

Dan pada Mei tahun lalu, helikopter militer Mi-17 jatuh di resor wisata di bukit Gilgit, menewaskan tujuh orang, termasuk dua duta besar luar negeri, demikian laporan AFP. (mr)



Credit  ANTARA News




Ini 10 Helikopter Serbu Paling 'Sangar' di Muka Bumi

 
CB, Jakarta Secara keseluruhan, ada 27 helikopter serbu militer di seluruh dunia hingga saat ini. Tapi, helikopter serbu mana yang terbaik sekarang?
Situs Wonderlist.com yang dikutip pada Sabtu (24/9/2016) membuat daftar 10 helikopter serbu termaju sedunia.
Analisis yang dilakukan didasarkan kepada kombinasi penilaian unjuk kerja, kecepatan, perlindungan, keuletan, kemampuan daya tembak, dan avionik.
Daftar ini hanya berisi helikopter serbu terbaik yang sedang dipakai saat ini:

1. Mil Mi-24 Hind (Rusia)
Mi-24 adalah salah satu helikopter meriam, tempur, dan serbu paling dikenal di seluruh dunia. Saat ini dipakai oleh 50 kesatuan udara.
Produksi Mi-24 sudah dihentikan pada 1991, tapi helikopter ini dipandang sebagai helikopter serbu yang terbaik dan paling maju yang pernah dibuat.
Mi-24 dilengkapi dengan meriam kembar 23-mm dan membawa rudal-rudal anti-tank 9M17P Skorpion (AT-2 Swatter) dan 9M114 Shturm (AT-6 Spiral).

2. Boeing AH-64D Longbow Apache (Amerika Serikat)
Helikopter empat bilah Boeing AH-64 Apache ini dikenal sebagai penguasa dan pemilik sistem senjata anti lapis baja paling digdaya dalam Perang Teluk.
Versi terkininya adalah AH-64E Apache Guardian yang hingga 2012 masih disebut dengan AH-64D Block III.
AH-64 Apache memiliki sebuah meriam M230 dan membawa 16 rudal anti-tank AGM-114L Hellfire 2, 4 rudal Stinger, Mistral untuk 2 rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder atau 2 rudal anti radar AGM-122 Sidearm dan selongsong roket 19-tembakan Hydra 70.

Pembawa Rudal

3. Agusta A129 Mangusta (Italia)
Helikopter ini merupakan helikopter serbu pertama yang dibuat di Eropa Barat. Agusta A129 Mangusta merupakan salah satu helikopter serbu paling canggih.
Agusta A129 Mangusta memiliki dua tempat duduk dan dua mesin. Ia dirancang khusus untuk peran anti-lapis baja.
Helikopter ini memiliki satu laras meriam 20-mm dan bisa menggendong serenteng senapan mesin 12,7-mm. Bisa juga untuk membawa 8 rudal anti-tank TOW-2A, 50 roket Medusa 70-mm atau 81-mm.

4. Denel AH-2 Rooivalk (Afrika Selatan)
Rooivalk helikopter serbu generasi baru dari Denel Aviation di Afrika Selatan.
AH-2 Rooivalk dapat membawa sejumlah jenis senjata tergantung kepada tugasnya. Ia dilengkapi dengan meriam 20-mm Armscor dan mengangkut 4 x 4 peluncur roket untuk TOW atau rudal anti-tank Denel ZT-6 Mokopa.
Ia juga membawa peluncur roket 70-mm roket biasa jika sedang tidak membawa rudal.
Kokpit Bertingkat
 
5. Z-10 (China)
Z-10 adalah helikopter baru China dan dikhususkan sebagai helikopter serbu. Ia diduga satu kelas dengan A-129 Mangusta dan AH-2 Rooivalk.
Pesawat ini memiliki konfigurasi pesawat meriam berbadan sempit dengan kokpit tandem bertingkat.
Z-10 memiliki sepucuk meriam 30-mm dan membawa rudal anti-tank HJ-9 atau HJ-10, rudal udara-ke-udara TY-90 dan selongsong roket biasa.

6. Eurocopter Tiger (Prancis & Jerman)
Sebagai salah satu helikopter serbu termaju, Eurocopter Tiger sekarang dipakai oleh angkatan udara Jerman dan Prancis. Helikopter ini pertama kali berdinas pada 2003.
Helikopter empat-bilah dengan dua mesin ini memiliki sepucuk meriam 30-mm dan membawa 8 rudal anti-tank HOT 2, HOT 3 atau Trigat 2, sebanyak 4 rudal udara-ke-udara jarak pendek Stinger 2 atau Mistral, ditambah dengan roket 68 x 68-mm dan serenteng senapan mesin 12,7 mm.

Tangguh di Segala Cuaca

7. Mil Mi-28 Havoc (Rusia)
Mil Mi-28 Havoc beroperasi di segala cuaca, baik siang maupun malam. Havoc merupakan salah satu helikopter serbu lapis baja yang termaju.
Ia ditugaskan untuk menjadi helikopter serbu tanpa kemampuan transpor sekunder dan mulai dipakai dinas di Rusia pada 2006.
Mil Mi-28 Havoc memiliki kecepatan maksimum 320 kilometer/jam, dilengkapi dengan sepucuk meriaam 30-mm dan membawa 9 rudal M114 Shturm-C, 9 rudal M120 atau M121F Vikhr, atau 9 rudal anti-tank A-2200.

8. Kamov Ka-52 Hokum-B (Rusia)
Pesawat ini merupakan versi 2 kursi sekaligus pembaruan untuk Ka-50 dan merupakan salah satu helikopter serbu tercepat dan termaju di dunia.
Kamov Ka-52 Hokum-B adalah helikopter serbu peran ganda dan sangat kuat di segala cuaca.
Ia juga merupakan yang paling lincah dan mampu beroperasi siang dan malam.
Ka-52 membawa sepucuk meriam 30-mm dengan 460 butir peluru, 12 rudal anti-tank Vikhr (AT-9 Spiral) atau 4 rudal udara-ke-udara Igla-V dan dapat membawa beberapa roket biasa.

Mesin Turbo Ganda

9. Bell AH-1Z Viper (Amerika Serikat)
Sebagai salah satu helikopter serbu termaju, Bell AH-1Z adalah versi modern untuk AH-1 Cobra. Ia dilengkapi dengan senjata-senjata dan perangkat penyintasan (survival) paling maju sedunia.
Bell AH-1Z Viper adalah satu-satunya helikopter dengan kemampuan rudal udara-ke-udara yang terintegrasi sepenuhnya.
Helikopter ini memiliki meriam 3-laras ukuran 20-mm dengan 750 peluru dan membawa rudal anti-tank AGM-114A/B/C, rudal anti-kapal AGM-114F, rudal udara-ke-udara AIM-9, sejumlah selongsong untuk roket 70-mm biasa, dan bom tak berkendali.

10. AH-64E Apache Guardian (Amerika Serikat)
Bicara soal helikopter serbu terbaik, Boeing AH-64E Apache Guardian adalah yang termaju yang pernah dibuat.
Helikopter ini memiliki empat-bilah, mesin turbo ganda, dengan peletakan roda pendaratan di ekor, dan kokpit tandem untuk dua awak.
Dengan kecepatan maksimum 300 kilometer/jam, helikopter ini memiliki sepucuk meriam 30-mm dan membawa 16 rudal AGM-114L Hellfire, 2 rudal anti-tank, 4 rudal AIM-92 Stinger, atau 2 rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder, 2 rudal anti-radiasi AGM-122 Sidearm dan selongsong roket 19-tembakan roket Hydra 70.




Credit  Liputan6.com