Senin, 26 September 2016

PSK hingga Racun, Ini 10 Cara CIA 'Lumpuhkan' Musuh

 
CB, Virginia - Pada awal 1950-an, CIA memulai sebuah program yang disebut MK-ULTRA. Projek tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap kemajuan kemampuan mata-mata Uni Soviet, kini Rusia.

Agensi intelijen itu menyelidiki apakah Lysergic acid diethylamide (LSD) -- obat yang terkenal dengan efek psikologinya -- bisa digunakan untuk pengendalian pikiran.
Keberadaan MK_ULTRA sendiri lumayan dikenal, namun tidak ada yang tahu seberapa gilanya detail pelaksanaan projek tersebut.
Agen CIA melakukan hal yang sangat edan dengan percobaan LSD mereka. Tidak jelas apakah mereka mendapatkan sesuatu yang menjadi tujuan mereka dalam percobaan itu.
Tapi sejarah mencatat ada setidaknya 10 percobaan gila yang dilakukan CIA untuk menguji keefektifan LSD, seperti dikutip dari Listverse.com, Jumat (23/9/2016).

1. Para Agen Saling Meracuni
Pada masa awal percobaan MK-ULTRA, LSD digunakan pada agen CIA yang bersedia menjadi tikus percobaan. Mereka mengambil sedikit LSD dan mencatat efek yang dirasakan.
Tapi seiring dengan berjalannya waktu, para agen badan intelijen itu akhirnya setuju untuk 'diracuni' kapan saja. Agen memasukkan LSD ke dalam minuman rekan kerja mereka hampir setiap hari.
Mereka kerap kali menemukan kopi yang diminum setiap pagi mengandung asam di dalamnya. Para agen hanya menganggap hal tersebut sebagai suatu 'resiko' pekerjaan mereka.
Namun percobaan itu semakin gila. Pada 1954 CIA mengadakan pesta kantor besar-besaran. Kala itu para agen diminta untuk tidak memasukkan LSD ke dalam minuman dan disarankan untuk tidak membawa obat tersebut.
Namun, sudah tidak ada lagi rasa saling percaya di antara agen. Seorang anggota badan intelijen itu bahkan membawa botol wine-nya sendiri. Dia bahkan tidak pernah melepaskan minuman itu dari tangannya, walaupun hanya satu detik.

2. Agen CIA 'Berubah' Jadi Pesulap
Setelah beberapa tahun membius agen dengan menggunakan LSD, CIA memutuskan untuk melakukan percobaan kepada masyarakat acak.
Untuk melancarkan percobaan itu mereka harus mempelajari ilmu baru, bagaimana membuat orang tidak mencurigai apa yang mereka lakukan.
Singkat cerita, CIA mempekerjakan seorang pesulap profesional, John Mullholland. Pria itu kemudian menuliskan manual tentang bagaimana menjadi 'ringan' tangan.
Hal tersebut berguna untuk melatih agen memasukkan LSD ke dalam minuman seseorang tanpa diketahui. Mullholland juga mengajari agen CIA itu bagaimana cara mengalihkan perhatian.
Salah satunya dengan menyalakan korek api untuk mengalihkan perhatian target dari tangan yang satu lagi. Pesulap itu juga mengajarkan trik menempelkan pil LSD di bawah laptop dan menjatuhkannya di dalam minuman.
Walaupun telah mempekerjakan seorang pesulap, sebuah laporan mengatakan metode Mullholland tidak pernah digunakan. Namun dokumen lainnya menyebutkan bahwa tipuan sulap itu menjadi 'kunci' program MK-ULTRA.

PSK dan Pasien Kejiwaan

3. CIA Gunakan PSK untuk Bius Klien
Salah satu cara gila lainnya yang digunakan CIA untuk menguji LSD adalah melalui Operasi Klimaks Tengah Malam. Seperti namanya, operasi itu melibatkan pekerja seks komersial dan sebuah rumah bordil.
CIA membayar  PSK di tempat itu sebanyak US$ 100, untuk menggoda para pria memasuki tempat mereka. Setelah para hidung belang masuk ke dalam jebakan, mereka diberi minuman yang mengandung LSD.
Mereka kemudian dibawa ke dalam kamar kaca satu arah, di mana agen mengamati perilaku pria-pria mabuk itu.
CIA mengaku melakukan uji coba itu untuk melihat apakah PSK bisa dijadikan agen rahasia. Mereka juga ingin tahu apakah seks dan obat dapat digunakan untuk mendapatkan informasi.
Namun ada yang mengatakan bahwa CIA melakukan hal itu hanya untuk melihat orang melakukan hubungan intim.

4. Pasien Mental Diberi Obat-obatan hingga Koma
Kanada disebut-sebut juga memiliki keterlibatan dengan percobaan MK-ULTRA. Seorang profesor bernama Dr. Hebb dilaporkan berhasil mencuci otak pelajar untuk menerima informasi yang menyatakan Tuhan menciptakan dunia dalam 7 hari.
Dia 'meracuni' pelajar ateis di dalam tangki deprivasi sensorik dan memutar rekaman yang mendukung penciptaan.
Ketika mereka keluar dari dalam tangki tersebut mereka menjadi sangat mendukung ide bahwa jagad raya diciptakan oleh tuhan yang maha kuasa.
Berawal dari ide Dr,. Hebb tersebut seorang peneliti lainnya, Dr Cameron melakukan percobaan lebih lanjut. Dia menggunakan minuman cocktail bercampur LSD untuk membuat pasien kejiwaan mengalami koma selama 10 hari.
Ketika mereka mulai sadar dari koma, Dr. Cameron memberi kejutan listrik 2 kali sehari, hampir 5 kali lebih sering dari biasanya.
Dengan melakukan hal berbahaya itu, dia berharap dapat 'merancang kembali' pola pikir manusia dan mengubah pola pandang seseorang seutuhnya. Percobaan itu bisa saja berhasil.
Setelah beberapa hari metode yang digunakan Cameron dipresentasikan dalam manual latihan interogasi CIA.

Mabuk dan Kucing Percobaan

5. Mabuk Selama 174 Hari
Beberapa eksperimen yang dilakukan CIA untuk mencapai tujuannya benar-benar gila. Salah satu percobaan dilakukan hanya untuk melihat berapa lama seorang agen dapat mabuk.
Jawabannya mengejutkan. Setelah penelitian dilakukan didapatkan hasil bahwa agen  itu bisa 'terbang' dalam waktu yang sangat lama.
Dalam sebuah percobaan CIA menggunakan sekelompok orang keturunan Afrika-Amerika yang tinggal di lingkungan di mana masyarakatnya biasa mengonsumsi obat-obatan.
Kelompok itu kemudian diberi LSD selama 77 hari berturut-turut. Setiap kali mereka mulai terbiasa dengan dosis yang diberikan, takaran LSD akan dinaikkan untuk melihat apakah orang-orang itu dapat menahannya.
Tidak puas dengan hasil tersebut, CIA menggunakan seorang pasien kejiwaan di Kentucky. LSD diberikan kepada pria itu setiap hari tanpa henti hingga 174 hari lamanya.
Setelah percobaan berakhir, pasien kejiwaan itu diduga menjadi ketergantungan LSD selama hidupnya.

6. Kucing Percobaan
Tidak puas hanya menggunakan manusia sebagai alat percobaannya, CIA kemudian menggunakan binatang. Mereka memberikan LSD pada beberapa hewan seperti anjing, laba-laba, dan kucing.
Percobaan pada kucing itu direkam. Pertama-tama mereka memasukkan hewan tersebut ke dalam sebuah kotak dalam keadaan sadar. Setelah itu peneliti CIA menaruh tikus ke dalam tempat yang sama.
Awalnya kucing itu langsung menerkam mangsanya. Namun, setelah gas LSD disemprotkan ke dalam kotak itu, kucing yang tadinya garang berubah drastis. Hewan itu malah menjadi ketakutan menghadapi tikus putih itu.
Setiap kali makhluk kecil itu mendekat, kucing akan melompat 'menyelamatkan' diri ke sudut kotak. Video itu kemudian dikirimkan kepada angkatan sebagai bukti bahwa LSD bekerja dengan baik.

Gajah dan Perkampungan Prancis

7. Gajah Overdosis
Tidak puas dengan hasil percobaan pada kucing, CIA kembali melakukan eksperimen hewan. Kali ini mereka menggunakan binatang yang lebih besar, gajah.
Pada 1962 University of Oklahoma bersama dengan CIA, melakukan eksperimen efek LSD pada gajah. Penelitian itu dilakukan karena mereka ingin melihat dapatkah binatang besar itu menjadi liar dan mengamuk setelah di suntik obat tersebut.
Alih-alih membuat gajah itu mengamuk, obat itu malah membuat hewan itu mati.
Gajah seberat 3.200 kilogram itu diberikan LSD sebanyak 297 miligram. Hewan itu tidak menjadi gila, dia hanya membunyikan suara terompet belalai, jatuh ke tanah, dan kejang-kejang.
Mereka mencoba menyelamatkan gajah itu dengan menuangkan 2.800 miligram Sparine melalui telinganya. Sayang usaha itu tidak berhasil. Gajah itu pingsan selama 1 jam 40 menit dan mati.

8. 'Meracuni' Perkampungan Prancis
Pada 195,1, warga di perkampungan Prancis dilanda rasa pusing dan halusinasi. Seorang pria bahkan dilaporkan dimakan ular saat dia terjun ke sungai, mencoba membuat dirinya tenggelam.
Sementara itu pria lainnya berhalusinasi jantungnya 'merangkak' keluar hingga kaki, dan meminta dokter untuk mengembalikannya ke tempat semula.
Warga lainnya mengaku bunga merah tumbuh di sekujur tubuhnya. Akibat dari kekacauan itu, banyak orang masuk rumah sakit dan setidaknya 5 orang tewas.
Setelah ditelusuri, hal tersebut ternyata diakibatkan oleh roti yang dikonsumsi warga mengandung LSD.
Hal tersebut diutarakan oleh seorang wartawan, H.P. Albarelli Jr. Albarelli mengaku mendapatkan informasi tersebut dari orang dalam CIA. Mengejutkannya, badan intelijen itu sama sekali tidak menyangkal kemungkinan itu.

Politisi dan Obat Baru

9. CIA Mencoba Meracuni Fidel Castro
Setelah melihat efek yang dirasakan pengguna LSD, CIA bertekad untuk mempermalukan seorang politisi terkenal Fidel Castro.
Rencananya, mereka akan memberikan dosis obat itu kepada Castro, saat dia melakukan jumpa pers dalam sebuah siaran langsung TV. Para agen berharap jika Castro merasakan efeknya, dia akan mempermalukan dirinya sendiri di depan umum dengan bertingkah konyol atau mabuk.
Namun rencana itu tidak terlaksanakan. Target mereka berubah dari mempermalukan menjadi membunuh pria itu.
Walaupun begitu CIA tetap berencana meracuni pimpinan musuh. Terakhir mereka menargetkan Presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser.

10. LSD Digantikan dengan Obat Baru
Setelah melakukan beberapa eksperimen menggunakan LSD, CIA kembali membuat obat jenis baru yang disebut BZ.
CIA beranggapan projek MK_ULTRA adalah sebuah kegagalan. Mereka mengatakan bahwa obat itu tidak terlalu efektif dan berguna.
Badan intelijen itu kemudian kembali membuat beberapa eksperimen obat, di antaranya Electric Kool-Aid Acid Test dan Unabomber.




Credit  Liputan6.com





10 'Penelitian Gila' yang Raih Penghargaan Ig Nobel

 
CB, Cambridge - Seorang pria Inggris yang tinggal di Pegunungan Alpen dan mencoba hidup seperti kambing selama tiga hari, menjadi peraih salah satu kategori Ig Nobel.
Pria bernama Tom Thwaites itu memiliki prostesis atau bagian tubuh buatan yang membuatnya dapat berjalan seperti hewan berkaki empat. Lalu, apakah Ig Nobel itu?
Seperti dilansir Wikipedia, Ig Nobel merupakan sebuah parodi penghargaan Nobel yang mengkhususkan pada hasil penelitian yang awalnya membuat masyarakat tertawa namun akhirnya membuat mereka berpikir dan kritis.
Ig Nobel yang tak sepopuler Nobel asli itu terinspirasi oleh majalah sains humor Annals of Improbable Research. Setiap tahun, penghargaan itu diselenggarakan di Harvard University, Amerika Serikat.

Pada tahun ini, Ig Nobel tak hanya diraih oleh Tom Thwaites. Sejumlah penelitian 'konyol' lain seperti mempelajari kepribadian bebatuan juga meraih penghargaan.
Walaupun penghargaan itu terdengar gila, namun jika dipelajari lebih dalam, penelitian yang meraih Ig Nobel sebenarnya dimaksudkan untuk mengatasi masalah di dunia nyata. Hampir seluruh studi tersebut juga telah ditinjau dan dimuat dalam jurnal ilmiah.
Tak hanya diberikan secara perorangan, produsen mobil asal Jerman Volkswagen juga meraih Ig Nobel dalam bidang kimia setelah berhasil membuat cara untuk mencurangi tes emisi.
Si manusia-kambing, Tom Thwaites, menerima penghargaan di bidang biologi dengan Charles Foster yang juga menghabiskan waktu di alam liar untuk mendapat pengalaman hidup dari sudut pandang hewan.
Thwaites mengaku, pada awalnya ia melakukan hal itu sebagai upaya untuk melarikan diri dari tekanan kehidupan modern. Pria tersebut menghabiskan satu tahun untuk meneliti idenya.
Ia bahkan membujuk seorang ahli prostesis, Dr Glyn Heath di Salford University untuk membuatkannya satu set kaki kambing.
Saat menjalankan penelitiannya Thwaites membangun ikatan kuat dengan hewan, khususnya kambing. Di sisi lain, ia juga hampir menyebabkan pertengkaran besar di antara hewan itu.
"Aku hanya berjalan berkeliling, mengunyah rumput, dan melihat ke atas dan tiba-tiba semuanya berhenti mengunyah dan terdapat ketegangan di mana aku tak perhatikan sebelumnya. Satu atau dua kambing menggerak-gerakkan tanduknya dan aku pikir diriku akan terlibat dalam satu perkelahian," ujar Thwaites kepada BBC News.

Daftar Penerima Ig Nobel 2016

Ig Nobel ke-26 yang di yang dihelat pada Kamis, 22 September 2016 di Sanders Theater, Harvard University, dilaporkan menjadi acara paling kisruh.
Hadirin penghargaan tersebut melemparkan pesawat kertas sementara peraih Nobel berusaha membagikan hadiah.
Seperti dikutip dari BBC News, Jumat (23/9/2016), berikut adalah daftar pemenang Ig Nobel 2016.
Penghargaan di bidang Reproduksi
Ahmed Shafik, karena telah meneliti efek pemakaian celana berbahan polyester, katun, atau wol dalam kehidupan seks tikus.
Penghargaan di bidang Ekonomi
Marks Avis dan rekan, dalam mempersepsikan kepribadian bebatuan dari perspektif penjualan dan pemasaran.
Penghargaan di bidang Fisika
Gabor Horvath dan rekan, dalam penelitian yang mengungkap bahwa kuda berambut putih lebih tahan terhadap langau, serta penemuannya yang mengungkap mengapa capung sangat teratrik dengan batu nisan hitam.
Penghargaan di bidang Kimia
Volkswagen, dalam memecahkan emisi polusi berlebih pada mobil secara otomatis, elektromekanik memproduksi emisi lebih sedikit ketika mobil diuji coba.
Penghargaan di bidang Kedokteran

Christoph Helmchen dan rekan, karena telah menemukan bahwa kita bisa mengurangi gatal di sisi kiri badan dengan melihat ke cermin dan menggaruk bagian kanan badan (dan sebaliknya).
Penghargaan di bidang Psikologi

Evelyne Debey dan rekan, karena telah bertanya kepada seribu pembohong tentang seberapa sering mereka berbohong, dan memutuskan apakah para peneliti mempercayai jawaban tersebut.
Penghargaan di bidang Perdamaian

Gordon Pennycook dan rekan, dalam studi ilmiahnya yang berjudul "On the Reception and Detection of Pseudo-Profound Bullshit".
Penghargaan di bidang Biologi

Diberikan bersama-sama kepada Charles Foster karena telah hidup di alam liar sebagai luak, berang-berang, rusa, rubah, dan burung, serta Thomas Thwaites yang membuat prostetis yang membuatnya dapat bergerak dan menghabiskan waktu di perbukitan dengan membaur di kalangan kambing.
Penghargaan di bidang Sastra
Fredrik Sjoberg, atas karya autobiografi tiga volume tentang kesenangan mengoleksi lalat mati dan lalat yang belum mati.
Penghargaan di bidang Persepsi
Atsuki Higashiyama dan Kohei Adachi, karena telah menyelidiki apakah hal-hal terlihat berbeda ketika kita membungkuk dan melihat dunia di antara kaki.





Credit  Liputan6.com





















Para Ilmuwan Singkap Rahasia Manuskrip Kuno yang Gosong


 
CB, Tel Aviv - Pada 1970, para ahli arkeologi melakukan ekskavasi situs sinagog purba di Israel dan menemukan bongkah silindris gosong yang tampak seperti sisa-sisa gulungan naskah.
Dokumen yang terbuat dari lembaran kulit hewan ini terbakar parah. Benda itu sudah sangat ringkih sehingga menyentuh permukaannya saja dapat meluruhkannya, apalagi membukanya.
Para peneliti yang penasaran seakan putus harapan untuk bisa membaca isi gulungan manuskrip yang dikenal dengan sebutan Gulungan Ein Gedi itu.
Untunglah, baru-baru ini para peneliti berhasil menggunakan teknologi pencitraan sinar X khusus. Dengan demikian, tim ilmuwan University of Kentucky berhasil menciptakan citra tulisan yang ada dalam gulungan itu tanpa membukanya atau menyentuhnya sama sekali.
Dikutip dari laman NPR pada Sabtu (24/9/2016), temuan tersebut dipaparkan para Rabu lalu dalam jurnal Science Advances.
Penanggalan karbon radio menengarai dokumen itu ditulis pada Abad ke-3 atau 4, setelah Gulungan Laut Mati dan sebelum temuan cuplikan kitab di Mesir.
Tulisan di dalamnya menggunakan bahasa Ibrani dan terungkap lah bahwa Gulungan Ein Gedi berasal dari kitab Imamat. Menurut para penulis penelitian, temuan itu merupakan gulungan tertua Perjanjian Lama yang pernah ditemukan di ruang suci suatu sinagog.
 

Pembacaan Secara Virtual

Tim peneliti mengistilahkan teknik rekonstruksi citra itu sebagai "buka bungkus secara virtual" dan mencakup 4 langkah komputasi.
Pertama, tim melakukan pemindaian gosongan itu dengan tomografi berbantu mikrokomputer. Cara ini non-invasif ini merupakan salah satu teknik Sinar-X.
Walaupun tidak menyentuh bendanya, benda penelitian harus sempat dipegang secara fisik ketika menempatkannya, jadi tetap harus hati-hati. Para kurator dari Israel Antiquities Authority membantu dalam hal ini.
Kata William Searles, "Para kurator melakukan tugas penanganan benda-benda, dan merekalah pakarnya."
Setelah selesai, gulungan itu dikembalikan ke dalam penyimpanan pelindungnya.
Berikutnya, para tim itu melakukan analisa data Sinar-X untuk mengurai di ujung awal dan ujung akhir gulungan tersebut. Lapisan-lapisan gulungan itu sudah rusak dan memiliki ketebalan yang berbeda.
Tim itu menciptakan algoritma komputer untuk menduga bentuk masing-masing lapisan dan membandingkan dengan data untuk menduga di mana ujung awal dan akhir yang sebenarnya.
Proses dilakukan berulang hingga "permukaannya menjadi rinci, termasuk letak rekahan, dan tintanya kelihatan.”
Langkah ke tiga adalah melakukan analisa tinta guna mencari huruf-huruf yang tertera. Mereka menciptakan perangkat lunak (software) yang meliihat setiap titik pada lapisan kulit dan menentukan kadar "kecerahan", yaitu dengan membandingkan dengan huruf sekeliling.
Tim menggunakan kepadatan pantulan sinar X dari manuskrip itu. Semakin padat pantulannya, semakin cerlang titik itu. Dengan demikian, dihasilkan citra 3 dimensi huruf-huruf yang berpendar. Dari tampilan hasilnya, para peneliti menduga tinta yang dipakai mengandung logam.
Tapi, tulisan pada citra 3 dimensi masih belum mungkin dibaca. Huruf-hurufnya bergulung dan bertumpukan satu sama lain. Pada tahap akhir, para peneliti mengubah model 3 dimensi itu menjadi halaman 2 dimensi, seakan dibuat rata secara virtual.
Citra akhirnya mengungkapkan kolom huruf-huruf terang bahasa Ibrani dengan latar belakang yang gelap. Beberapa kalimat hilang karena rekahan yang melintasinya.
Beberapa bagian hilang atau rusak, tapi cukup utuh sehingga memungkinkan para cendekiawan di Hebrew University di Yerusalem untuk mengenali cuplikan itu berasal dari kitab Imamat.

Penggunaan di Masa Depan

Dalam laporan disebutkan bahwa, secara realistis, "pendekatan tradisional menarik sehelai dokumen dari tumpukan dan menekannya agar rata" tidak bisa diakukan pada manuskrip yang sedemikian ringkihnya. Rekonstruksi virtual menggunakan sinar X merupakan teknik terbaik yang ada sekarang.
Karena pekerjaan ilmu komputer ini mendapat pembiayaan publik melalui National Science Foundatioan (NSF)--badan sejenis LIPI di Indonesia--maka perangkat lunak (software) lengkapnya harus diterbikan tahun depan, demikan dijelaskan oleh Seth Parker, salah satu penulis laporan.
Searles dan Parker berharap agar cara pencitraan baru ini bisa membantu memecahkan teka-teki artifak lain, misalnya gulungan-gulungan yang rusak di Pompeii dan Herculaneum.




Credit  Liputan6.com




 
CB, Thiruvananthapuram - Kuil kuno ini menyimpan harta karun miliaran dolar: patung dan koin-koin emas, butiran permata, perak, segala macam perhiasan.

Nilainya diperkirakan sekitar US$ 11,2 miliar bahkan US$ 20,2 miliar saat ditemukan pada 2011 lalu. Jika dikonversikan ke rupiah mencapai triliunan.

Harta-harta tersebut disimpan dalam sejumlah ruang tersembunyi di  Kuil Sree Padmanabhaswamy di Thiruvananthapuram -- yang sebelumnya bernama Trivandrum-- ibukota negara bagian Kerala di India selatan.

Selama berabad-abad harta itu tersimpan dengan aman di rumah ibadah yang dibangun pada Abad ke-16 oleh raja yang memerintah Kerajaan Travancore.

Legenda menyebut raja-raja Travancore menyimpan kekayaan luar biasa di balik dinding istana dan gudang-gudang kuil. Namun, tak ada berani menyentuh harta tersebut.

Sebab, konon, ada dua ular kobra raksasa yang menjaga kamar harta rahasia di ruangan bawah tanah. Tak hanya itu, diyakini bahwa seseorang yang membuka tempat penyimpanan, apalagi mengambil sesuatu dari sana niscaya akan mendapat kutukan.

Hanya segelintir orang yang berkesempatan menyaksikan secara langsung harta karun di Kuil Padmanabhaswamy.

Ananda Padmanabhan, seorang pengacara, menjadi salah satu orang yang mendapat keistimewaan itu.

"Saya melihat isi lemari besi, namun saya tak bisa bicara banyak soal itu, sebab, kasusnya saat ini masih ditangani pengadilan," kata dia seperti dikutip dari Guardian, Minggu (25/9/2016).

Selama delapan tahun terakhir, Padmanabhan berupaya untuk  melindungi harta itu agar tetap utuh. Rumor 'kutukan' bagi siapa yang mengambil harta ternyata tak lagi mempan.

Sebab, ia meyakini, emas senilai lebih dari satu miliar rupee  telah diambil dari kuil. Ia menduga keluarga Kerajaan Travancore, yang menjadi pelindung rumah ibadah, bertanggung jawab atas insiden itu.

Pria itu menambahkan, ada 108 kuil Vaishnava di dunia. "Ini hanya salah satunya."

Vaishnavites adalah pemuja dewa Hindu Wisnu. Bagi mereka, kuil adalah salah satu tempat paling suci di muka Bumi.

Menurut Padmanabhan, Kuil Sree Padmanabhaswamy memiliki enam gudang harta utama dan senjumlah tempat rahasia di mana koin emas, batu mulia dan karya seni yang disimpan.

Setelah kemerdekaan, India menasionalisasi kekayaan para Maharaja. Status mereka sebagai penguasa dicabut. Pada tahun 1947 kerajaan Travancore disatukan dengan negara bagian Cochin dan menjadi Kerala seperti yang dikenal sekarang ini.

Saat ini, pemerintah berusaha untuk menguasai sekitar 3.000 ton emas -- termasuk di Padmanabhaswamy --  melelehkan beberapa di antaranya untuk dijual sebagai perhiasan, demi mengatasi kelangkaan batu mulia itu di pasar India yang 'rakus'.

Di sisi lain, keluarga  kerajaan menganggap harta karun tersebut adalah hak mereka.

"Keluarga kerajaan berpikir, harta ini adalah milik pribadi mereka. Tapi pada tahun 1972, pemerintah mengambil semua keuntungan dari sana," tambah Padmanabhan.

Ada pengecualian bagi penguasa yang bisa terus memiliki kekayaan mereka.

Namun, maharaja terakhir meninggal pada tahun 1991. "Jadi sekarang keluarga kerajaan tidak memiliki klaim atas Padmanabhaswamy, "kata Padmanabhan.

Pertempuran hukum atas siapa yang harus bertanggung jawab atas pengelolaan kekayaan tersebut dimulai pada tahun 2007,
setelah Padmanabhan berpendapat bahwa keluarga kerajaan -- yang mengelola yayasan -- melakukan mismanajemen dan menyedot sejumlah harta benda dari sana.

"Keluarga kerajaan mengatakan bahwa gudang harta tidak pernah dibuka. Namun, dari pencatatan kuil telah dibuka setidaknya tujuh kali."

Sejumlah pihak menolak usulan pemerintah untuk mencairkan beberapa emas yang ada di kuil. Sebab, keputusan itu dinilai kontroversial, apalagi harta yang ada di sana memiliki nilai spiritual dan sejarah.

Salah satu organisasi Hindu berpendapat bahwa kekayaan Padmanabhaswamy harus tetap berada di sana.

Padmanabhan mengaku tidak memiliki pendapat tentang apa yang harus dilakukan dengan harta karun tersebut. "Tujuan utama saya adalah agar aset kuil dicatat dan diinventarisasi. Sekarang mereka sudah melakukan itu, Mahkamah Agung akan memutuskan apa langkah selanjutnya. Peran saya sekarang hampir berakhir. "

Mahkamah Agung telah menangani kasus tersebut selama 10 bulan, dan akan mengumumkan agenda sidang berikutnya dalam beberapa minggu mendatang.

Sebuah komite yang dibentuk MA untuk sementara menjalankan fungsi administrasi kuil.

Sebaliknya Keluarga kerajaan berpendapat bahwa kuil tersebut telah menjadi milik mereka selama berabad-abad, dan bahwa mereka adalah wali yang sah dari kekayaan itu.

R Chandrakutty, mantan pemimpin serikat yang mewakili sekitar 50 karyawan kuil, mengatakan, ada sejumlah benda yang dicuri.
"Ada satu suling terbuat dari gading gajah. Usianya berabad-abad. Aku ingat pernah melihat sekali, tapi benda itu tidak ada lagi."

Arwah Raja yang Hadir Lewat Mimpi

Konon, tak hanya Kuil Sree Padmanabhaswamy yang dipenuhi harta karun.

Pada Jumat 18 Oktober 2013, Desa Daundia Khera di negara bagian Uttar Pradesh, India mendadak ramai. Orang-orang berkumpul di reruntuhan bekas benteng kerajaan dari Abad ke-19.

Siang itu, tim arkeolog memulai penggalian harta karun, yang konon diketahui lewat petunjuk mimpi orang suci Hindu yang terkenal (swami). Sang swami mengatakan, arwah Raja Rao Ram

Baksh Singh mendatanginya lewat mimpi, memberitahukan tentang harta dalam jumlah berlimpah yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 50 miliar atau Rp 56,6 triliun kala itu!


Perburuan harta dimulai saat Shobhan Sarkar --nama swami tersebut-- menceritakan tentang mimpinya itu pada salah satu menteri India yang mengunjungi ashram-nya.

Kata swami pada Pak Menteri, arwah raja yang digantung pada 1858 setelah memberontak melawan pemerintah kolonial Inggris, memintanya mengurus 1.000 ton harta karun di bawah bekas benteng kerajaan.

Sejumlah ahli geologi dan arkeologi India yang menyurvei area

Mereka menemukan bukti keberadaan logam di kedalaman 66 kaki atau 20 meter di bawah tanah. Demikian ungkap Hakim Distrik, Vijay Anand Karan seperti dimuat FOXNews, 18 Oktober 2013. Penggalian adalah satu-satunya cara untuk mengonfirmasinya.

Penduduk Desa Daundia Khera yang miskin, yang bahkan tak menikmati aliran listrik di hingga Abad ke-21 ini, mengaku mengetahui keberadaan harta di desanya lewat cerita turun-temurun.

"Semua orang di desa ini tahu soal itu," kata Vidyawati Sharma,
Namun, sayang, 'petunjuk' harta karun dalam jumlah besar itu mungkin hanya fantasi belaka.






Credit  Liputan6.com



Jumat, 23 September 2016

India Sepakat Beli 36 Jet Tempur Rafale Buatan Perancis

 
 
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Dassault Rafale Angkatan Udara Perancis (Armee de l'Air).
NEW DELHI, CB - Pemerintah India, Jumat (23/9/2016), menandatangani kesepakatan dengan perusahaan dirgantara Perancis Dassault untuk membeli 36 unit jet tempur Rafale dengan nilai 7,9 miliar dolar AS.

Menteri pertahanan India Manohar Parrikar dan rekannya Menhan Perancis Jean-Yves le Drian meneken kesepakatan itu dalam sebuah upacara di New Delhi sekaligus mengahiri perundingan alot kedua negara.

Para pakar pertahanan mengatakan kedatangan 36 jet Rafale itu akan menambah kekuatan AU India di saat negeri itu berupaya memperbarui armada MiG-21 buatan Rusia yang menua.

Pesawat buatan Rusia itu kerap dijuluki "peti mati terbang" lantaran catatan keselamatannya yang sangat buruk.

Negeri yang menjadi salah satu importir persenjataan di dunia itu telah meneken beberapa kesepakatan sebagai bagian dari perjanjian bernilai 100 miliar dolar AS sejak PM Narendra Modi berkuasa pada 2014.

Kesepakatan ini menunjukkan kepercayaan India terhadap Rafale, yang sejak lama susah mencari pembeli di luar Perancis, meski mendapat babtuan dari pemerintahan Presiden Francois Hollande.

India memulai negosiasi pembelian 126 jet Rafale empat tahun lalu, tetapi seiring dengan perundingan jumlah itu dikurangi dengan alasan biaya dan keinginan untuk mebangun pesawat itu di India.

Tahun lalu, PM Modi berkunjung ke Paris dan secara prinsip India sepakat untuk membeli jet-jet Perancis itu sebagai bagian untuk memperbarui angkatan udara yang mengandalkan pesawat dari masa kejayaan Uni Soviet.

Namun, kesepakatan itu kembali terhambat dengan beberapa masalah antara lain New Delhi bersikukuh agar perusahaan pembuat senjata menanam investasi sebesar satu persen dari nilai kesepakatan dengan India.

Untuk meluruskan masalah ini Hollande kemudian ganti berkunjung ke India pada Januari lalu sekaligus menjadi tamu PM Modi dalam perayaan Hari Republik.

Namun, sejumlah pejabat mengatakan, masalah utama yang dihadapi dalam kesepakatan ini adalah harga jual jet-jet Rafale itu.

Ini adalah pemesanan terbesar yang diterima Dassault untuk jet Rafale setelah Mesir sepakat membeli 24 unit jet buatan Perancis itu tahun lalu.

Pada akhir 2015, AU Qatar juga membeli 24 unit jet tempur Rafale.

Saat ini, jet-jet Rafale digunakan dalam operasi udara untuk menyerang ISIS di Irak dan Suriah. Pesawat ini juga pernah terlibat dalam serangan udara di Libya dan Afganistan.




Credit  KOMPAS.com