Credit REPUBLIKA.CO.ID
Kamis, 03 Mei 2018
Korea Utara bantah retas data Komite Sanksi PBB

Seorang pria berjalan di sebuah jalan
yang didekorasi dengan bendera Korea Utara di Pyongyang, Korea Utara,
Rabu (12/4/2017). (REUTERS/Damir Sagolj/cfo/17)
Perserikatan Bangsa Bangsa/PBB, Amerika Serikat (CB) -
Korea Utara pada Rabu (02/05) membantah telah meretas basis data komite
PBB yang bertugas mengawasi penerapan sanksi terhadap Pyongyang, dan
meminta Washington fokus pada upaya perdamaian menjelang rencana
pertemuan tingkat tinggi pemimpin kedua negara.
Dalam pernyataannya, misi Korea Utara di PBB mengatakan Pyongyang "tidak pernah mengakui resolusi-resolusi sanksi ilegal dan tidak sah dari Dewan Keamanan" dan "tidak tertarik dengan apa yang dilakukan Komite Sanksi", menambahkan pikiran bahwa mereka melakukan operasi peretasan "tidak masuk akal".
"AS dan pasukan yang musuh harus secara jujur mengakui tren waktu dan melakukan upaya untuk melakukan pekerjaan yang membantu deeskalasi dan proses perdamaian di semenanjung Korea, bukannya memanipulasi cerita dengan insiden peretasan tersebut," kata Misi Korea Utara dalam pernyataan itu.
Misi Korea Utara menambahkan bahwa AS menyampaikan tuduhan peretasan itu dalam pertemuan tertutup Komite Sanksi. Namun, misi AS membantah telah menyampaikan tuduhan semacam itu.
"Kutipan dan komentar yang dihubung-hubungkan dengan delegasi AS tersebut seluruhnya tidak benar," kata seorang juru bicara yang dikutip kantor berita AFP.
Tekanan AS membuat PBB menjatuhkan tiga set sanksi ekonomi terhadap Korea Utara tahun lalu berkenaan dengan program senjata nuklirnya, terutama yang berpengaruh pada sektor seperti batu bara, besi, perikanan, tekstil dan minyak.
Dalam pernyataannya, misi Korea Utara di PBB mengatakan Pyongyang "tidak pernah mengakui resolusi-resolusi sanksi ilegal dan tidak sah dari Dewan Keamanan" dan "tidak tertarik dengan apa yang dilakukan Komite Sanksi", menambahkan pikiran bahwa mereka melakukan operasi peretasan "tidak masuk akal".
"AS dan pasukan yang musuh harus secara jujur mengakui tren waktu dan melakukan upaya untuk melakukan pekerjaan yang membantu deeskalasi dan proses perdamaian di semenanjung Korea, bukannya memanipulasi cerita dengan insiden peretasan tersebut," kata Misi Korea Utara dalam pernyataan itu.
Misi Korea Utara menambahkan bahwa AS menyampaikan tuduhan peretasan itu dalam pertemuan tertutup Komite Sanksi. Namun, misi AS membantah telah menyampaikan tuduhan semacam itu.
"Kutipan dan komentar yang dihubung-hubungkan dengan delegasi AS tersebut seluruhnya tidak benar," kata seorang juru bicara yang dikutip kantor berita AFP.
Tekanan AS membuat PBB menjatuhkan tiga set sanksi ekonomi terhadap Korea Utara tahun lalu berkenaan dengan program senjata nuklirnya, terutama yang berpengaruh pada sektor seperti batu bara, besi, perikanan, tekstil dan minyak.
Credit antaranews.com
RI Berencana Datangkan Pemimpin Korsel-Korut ke Asian Games

Wakil Menlu Korsel Lim Sung-nam bertemu dengan
Menlu RI Retno Marsudi. Pihak Indonesia menyatakan berencana ingin
mengundang pemimpin dari Negeri Ginseng. (CNN Indonesia/Riva Dessthania
Suastha)
Hal tersebut disampaikan Retno pada Rabu (2/5) di kantornya, Jakarta, usai bertemu Wakil Menlu Korsel Lim Sung-nam.
"Ya itu sedang kami coba jajaki kemungkinan mengundang mereka," ucap Retno saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan pemimpin kedua Korea datang ke Jakarta.
Meski begitu Retno tak menyebut apakah Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un yang mereka undang.
|
|
Pada Februari lalu, Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara peserta seperti Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev.
Sebagai salah satu peserta olimpiade, Korut turut mengirimkan pejabat seniornya ke pembukaan acara tersebut, yakni adik Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, Kim Yo-jong. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, keluarga pemimpin Korut diutus mewakili negara di ajang internasional.
Sejauh ini Retno mengatakan kedua Korea masih berembuk soal pengiriman tim gabungan di cabang-cabang olahraga Asian Games.
Namun, para atlet Korsel dan Korut kemungkinan besar berparade dalam satu bendera unifikasi di pembukaan Asian Games 18 Agustus nanti, kata Retno.
|
|
"Yang sudah hampir pasti adalah Korut dan Korsel akan tampil jadi satu di pembukaan Asian Games nanti. Tapi, soal mereka mengirimkan tim gabungan di cabang-cabang olahraga mana saja itu masih dibahas kedua negara," ujarnya.
Selain itu, Retno mengatakan pertemuannya dengan Lim sore tadi banyak membahas kelanjutan hasil pertemuan tinggi antara Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada pekan lalu.
Kepada Retno, Lim mengatakan kedua Korea sepakat memperkuat kerja sama sebagai implementasi dari Deklarasi Panmunjom yang disepakati Moon dan Kim, Jumat (27/4).
Beberapa kerja sama itu meliputi rencana Korsel mempertemukan ratusan ribu warganya yang terpisah dari keluarga yang berada di Korut.
|
|
Seoul dan Pyongyang, papar Retno, juga berencana menggelar pertemuan militer bulan ini untuk menghentikan seluruh "kegiatan permusuhan" demi membangun kepercayaan di antara kedua negara.
Selain itu, Lim juga mengatakan sudah ada rencana dari Presiden Moon untuk berkunjung ke Pyongyang tahun ini.
Dalam kesempatan itu, Retno mengatakan Lim juga mengungkapkan terima kasihnya kepada Indonesia yang terus mendukung proses perdamaian di Semenanjung Korea.
"Minggu lalu sebelum KTT Inter-Korea berlangsung, saya juga mendapat telepon dari Menlu Korsel yang mengucapkan terima kasih karena RI terus mendukung perdamaian di Semenanjung Korea. Hal itu kembali diutarakan Lim saat bertemu dengan saya tadi," ujar Retno.
Credit cnnindonesia.com
Rusia Ingin Bantu Kembangkan Jet Tempur Pertama Turki
ANKARA
- Perusahaan-perusahaan Rusia tertarik untuk mengembangkan mesin TF-X,
jet tempur pertama Turki yang dikembangkan secara lokal. Pejabat proyek
pengembangan jet tempur tersebut mengungkap rencana bantuan dari Moskow
itu.
"Ada minat Rusia dalam hal ini, tetapi terlalu dini untuk mengatakan jika gagasan itu akan mendapatkan pijakan lebih lanjut," kata pejabat tersebut kepada Defense News tanpa menyebutkan nama, yang dilansir Kamis (3/5/2018).
Ankara kini mulai gencar berinvestasi pada perusahaan-perusahaan pertahanan di negara itu untuk mengembangkan proyek bernilai miliaran dollar, termasuk proyek jet tempur buatan Turki serta pesawat nirawak canggih.
Turki sejatinya adalah sekutu NATO. Namun, hubungan Turki dengan sekutu-sekutunya di keanggotaan aliansi itu terutama Amerika Serikat (AS) sedang mengalami kemerosotan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya karena AS dan Prancis mendukung pasukan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Afrin, Suriah.
Pasukan YPG diperangi tentara Turki karena dianggap sebagai kelompok teroris yang membahayakan keamanan nasional Ankara. Namunm oleh AS pasukan Kurdi itu menjadi sekutu utamanya dalam perang melawan ISIS.
Rusia telah memanfaatkan perseteruan internal NATO itu dengan membuat kesepekatan penjualan sistem rudal pertahanan udara S-400 dengan Turki. Moskow juga menggarap proyek pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki.
Pengembangan mesin untuk TF-X dapat dilakukan oleh konglomerat pertahanan Rusia, Rostec. Seorang direktur perusahaan tersebut mengatakan kepada wartawan di Eurasia Air Show di Turki selatan bahwa proposal untuk mesin jet tempur itu sedang disatukan.
Proyek TF-X masih menunggu dukungan kritis dari Presiden Turki Recep Tayyip ErdoÄŸan. Sedangkan dua perusahaan pertahanan terbesar Turki, Aselsan dan Turkish Aerospace Industries, telah menandatangani sebuah memorandum yang setuju untuk membagi pekerjaan pada proyek tersebut. Untuk desain jet tempur, Pemerintah Turki telah mengalokasikan USD1,178 miliar.
"Ada minat Rusia dalam hal ini, tetapi terlalu dini untuk mengatakan jika gagasan itu akan mendapatkan pijakan lebih lanjut," kata pejabat tersebut kepada Defense News tanpa menyebutkan nama, yang dilansir Kamis (3/5/2018).
Ankara kini mulai gencar berinvestasi pada perusahaan-perusahaan pertahanan di negara itu untuk mengembangkan proyek bernilai miliaran dollar, termasuk proyek jet tempur buatan Turki serta pesawat nirawak canggih.
Turki sejatinya adalah sekutu NATO. Namun, hubungan Turki dengan sekutu-sekutunya di keanggotaan aliansi itu terutama Amerika Serikat (AS) sedang mengalami kemerosotan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya karena AS dan Prancis mendukung pasukan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Afrin, Suriah.
Pasukan YPG diperangi tentara Turki karena dianggap sebagai kelompok teroris yang membahayakan keamanan nasional Ankara. Namunm oleh AS pasukan Kurdi itu menjadi sekutu utamanya dalam perang melawan ISIS.
Rusia telah memanfaatkan perseteruan internal NATO itu dengan membuat kesepekatan penjualan sistem rudal pertahanan udara S-400 dengan Turki. Moskow juga menggarap proyek pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki.
Pengembangan mesin untuk TF-X dapat dilakukan oleh konglomerat pertahanan Rusia, Rostec. Seorang direktur perusahaan tersebut mengatakan kepada wartawan di Eurasia Air Show di Turki selatan bahwa proposal untuk mesin jet tempur itu sedang disatukan.
Proyek TF-X masih menunggu dukungan kritis dari Presiden Turki Recep Tayyip ErdoÄŸan. Sedangkan dua perusahaan pertahanan terbesar Turki, Aselsan dan Turkish Aerospace Industries, telah menandatangani sebuah memorandum yang setuju untuk membagi pekerjaan pada proyek tersebut. Untuk desain jet tempur, Pemerintah Turki telah mengalokasikan USD1,178 miliar.
Credit sindonews.com
Amerika Uji Terbang Bom Gravitasi Nuklir B61-12
WASHINGTON
- Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah melakukan beberapa kali uji
coba penerbangan dari bom gravitasi nuklir yang dipandu, B61-12. Uji
coba itu bertujuan untuk membuat senjata tersebut menjadi tiga kali
lebih akurat dari pendahulunya.
Wakil Kepala Staf untuk Pencegahan Strategis dan Integrasi Nuklir Angkatan Udara AS, Letnan Jenderal Jack Weinstein mengakui puluhan uji coba senjata tersebut.
"Kami sudah melakukan 26 tes teknik, pengembangan dan penerbangan," kata Weinstein. "Programnya berjalan sangat baik," ujarnya.
Program modifikasi B61-12, yang telah bekerja selama setidaknya tujuh tahun, dijadwalkan untuk dibawa oleh pesawat B-2 Spirit, serta pesawat B-21 Long Range Strategic Bomber yang akan datang, yang dikenal sebagai Raider.
Weinstein tidak mengatakan platform mana yang telah melakukan pengujian terbaru, tetapi kantor program gabungan F-35 Lightning II telah bekerja untuk mengintegrasikan modifikasi terbaru ke dalam berbagai persenjataannya. Integrasi itu dijadwalkan akan dilakukan sekitar tahun 2020-an.
Dokumen Nuclear Posture Review (NPR) Pentagon baru-baru ini tidak hanya menyerukan peningkatan kemampuan senjata nuklir tetapi juga menekankan kebutuhan penting untuk memodernisasi senjata saat ini, seperti rudal jelajah dan rudal balistik antarbenua, sebagai bagian dari triad nuklir.
Triad ini terdiri dari rudal balistik antarbenua (ICBM), pembom strategis, dan rudal balistik kapal selam (SLBM).
"Ketika saya mengatakan 'pesawat berkemampuan ganda,' saya harus benar-benar spesifik," katanya. "Pesawat berkemampuan ganda disebut B-52 dan B-2, itu konvensional dan nuklir. Itu juga berarti F-16 dan Strike Eagle, dan pesawat lain yang terbang dari NATO," ujarnya seperti dikutip Military, Kamis (3/5/2018).
Jet tempur generasi kelima F-35 telah dirancang dengan persyaratan untuk membawa muatan senjata nuklir. Pada 2015, F-35 terbang dengan B61-12 untuk mengukur getarannya.
Wakil Kepala Staf untuk Pencegahan Strategis dan Integrasi Nuklir Angkatan Udara AS, Letnan Jenderal Jack Weinstein mengakui puluhan uji coba senjata tersebut.
"Kami sudah melakukan 26 tes teknik, pengembangan dan penerbangan," kata Weinstein. "Programnya berjalan sangat baik," ujarnya.
Program modifikasi B61-12, yang telah bekerja selama setidaknya tujuh tahun, dijadwalkan untuk dibawa oleh pesawat B-2 Spirit, serta pesawat B-21 Long Range Strategic Bomber yang akan datang, yang dikenal sebagai Raider.
Weinstein tidak mengatakan platform mana yang telah melakukan pengujian terbaru, tetapi kantor program gabungan F-35 Lightning II telah bekerja untuk mengintegrasikan modifikasi terbaru ke dalam berbagai persenjataannya. Integrasi itu dijadwalkan akan dilakukan sekitar tahun 2020-an.
Dokumen Nuclear Posture Review (NPR) Pentagon baru-baru ini tidak hanya menyerukan peningkatan kemampuan senjata nuklir tetapi juga menekankan kebutuhan penting untuk memodernisasi senjata saat ini, seperti rudal jelajah dan rudal balistik antarbenua, sebagai bagian dari triad nuklir.
Triad ini terdiri dari rudal balistik antarbenua (ICBM), pembom strategis, dan rudal balistik kapal selam (SLBM).
"Ketika saya mengatakan 'pesawat berkemampuan ganda,' saya harus benar-benar spesifik," katanya. "Pesawat berkemampuan ganda disebut B-52 dan B-2, itu konvensional dan nuklir. Itu juga berarti F-16 dan Strike Eagle, dan pesawat lain yang terbang dari NATO," ujarnya seperti dikutip Military, Kamis (3/5/2018).
Jet tempur generasi kelima F-35 telah dirancang dengan persyaratan untuk membawa muatan senjata nuklir. Pada 2015, F-35 terbang dengan B61-12 untuk mengukur getarannya.
Credit sindonews.com
Dari 128 Jet Eurofighter Typhoon Jerman Hanya 4 Siap Tempur
BERLIN
- Hanya empat dari 128 jet Eurofighter Typhoon yang dioperasikan oleh
Angkatan Udara Jerman yang siap untuk misi tempur nyata. Musababnya,
sistem pertahanan diri dari ratusan jet tempur itu tidak berfungsi.
Selain itu, jet-jet tempur andalan militer Berlin ini kekurangan rudal air-to-air. Masalah di persenjataan Jerman itu diungkap majalah Spiegel hari Rabu.
Laporan majalah itu mengungkap masalah perangkat kritis yang dipasang di ujung sayap jet canard delta membuat sebagian besar Eurofighters Jerman tidak layak untuk layanan tempur.
Perangkat, yang dikenal sebagai Sub-Sistem Aids Defensif (DASS), pada jet tempur Jerman dirancang untuk mendeteksi serangan rudal dan memperingatkan pilot dari ancaman musuh yang datang. Perangkat ini juga berfungsi sebagai flare dispenser dan dan memiliki peringatan laser opsional.
Laporan itu menyatakan, sekitar setengah tahun lalu, teknisi menemukan bahwa perangkat tidak didinginkan dengan baik, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem elektronik yang sensitif.
DASS selama ini diklaim sebagai bagian penting yang menjamin kelangsungan hidup pilot, dan itu harus aktif selama semua misi terbang.
Majalah Jerman itu menyatakan, masalah tersebut bukan satu-satunya yang mencengkeram Angkatan Udara Jerman. Pasokan rudal air-to-air kompatibel Eurofighter terbatas. Militer dilaporkan tidak dapat dengan cepat memperoleh sejumlah proyektil yang dibutuhkan.
Selain hanya empat jet dari seluruh armada Eurofighter Jerman yang siap terbang untuk misi tempur setiap saat, masalah itu juga membuat Jerman tidak layak untuk memenuhi kewajibannya sebagai anggota NATO.
Seorang juru bicara militer Jerman mengatakan kepada Spiegel mengklaim statistik kesiapan tempur untuk armada Eurofighter "terlihat lebih baik daripada tahun 2017". Namun, jumlah pasti dari jet tempur yang tersedia untuk misi tempur tidak diklasifikasikan.
Jerman telah mengumumkan 82 Eurofighters untuk High Readiness Forces (HRF) dan Forces of Lower Readiness. Sebagai anggota NATO, Jerman berkontributor menyebarkan jet-jet tempurnya yang siap pakai jika terjadi krisis dalam waktu 90 hingga 180 hari. Namun, menurut laporan Spiegel, mengingat bahwa tidak ada permintaan untuk penyebaran seperti itu, Bundeswehr dapat mengklaim mereka memenuhi semua kewajiban operasional saat ini.
"Kami dapat mengatakan dengan hati nurani yang baik bahwa sebagian besar pasukan kami siap digunakan karena saat ini tidak ada misi," kata sumber militer kepada majalah itu.
Ini bukan pertama kalinya media Jerman menyingkap keadaan militer negara yang tampaknya mengerikan. Sebelumnya pada bulan April, muncul laporan bahwa dari 97 jet Panavia Tornado yang saat ini dalam pelayanan militer, hanya 10 unit yang memenuhi persyaratan NATO.
Pada tahun 2016, kontribusi Jerman terhadap koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam serangan terhadap ISIS di Suriah dipertanyakan ketika instrumen kokpit Tornado berubah menjadi terlalu terang untuk pilot yang terbang dalam misi malam hari. Armada itu kemudian beralasan setelah monitor di kokpit mulai kehilangan sekrup selama penerbangan.
Selain itu, jet-jet tempur andalan militer Berlin ini kekurangan rudal air-to-air. Masalah di persenjataan Jerman itu diungkap majalah Spiegel hari Rabu.
Laporan majalah itu mengungkap masalah perangkat kritis yang dipasang di ujung sayap jet canard delta membuat sebagian besar Eurofighters Jerman tidak layak untuk layanan tempur.
Perangkat, yang dikenal sebagai Sub-Sistem Aids Defensif (DASS), pada jet tempur Jerman dirancang untuk mendeteksi serangan rudal dan memperingatkan pilot dari ancaman musuh yang datang. Perangkat ini juga berfungsi sebagai flare dispenser dan dan memiliki peringatan laser opsional.
Laporan itu menyatakan, sekitar setengah tahun lalu, teknisi menemukan bahwa perangkat tidak didinginkan dengan baik, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem elektronik yang sensitif.
DASS selama ini diklaim sebagai bagian penting yang menjamin kelangsungan hidup pilot, dan itu harus aktif selama semua misi terbang.
Majalah Jerman itu menyatakan, masalah tersebut bukan satu-satunya yang mencengkeram Angkatan Udara Jerman. Pasokan rudal air-to-air kompatibel Eurofighter terbatas. Militer dilaporkan tidak dapat dengan cepat memperoleh sejumlah proyektil yang dibutuhkan.
Selain hanya empat jet dari seluruh armada Eurofighter Jerman yang siap terbang untuk misi tempur setiap saat, masalah itu juga membuat Jerman tidak layak untuk memenuhi kewajibannya sebagai anggota NATO.
Seorang juru bicara militer Jerman mengatakan kepada Spiegel mengklaim statistik kesiapan tempur untuk armada Eurofighter "terlihat lebih baik daripada tahun 2017". Namun, jumlah pasti dari jet tempur yang tersedia untuk misi tempur tidak diklasifikasikan.
Jerman telah mengumumkan 82 Eurofighters untuk High Readiness Forces (HRF) dan Forces of Lower Readiness. Sebagai anggota NATO, Jerman berkontributor menyebarkan jet-jet tempurnya yang siap pakai jika terjadi krisis dalam waktu 90 hingga 180 hari. Namun, menurut laporan Spiegel, mengingat bahwa tidak ada permintaan untuk penyebaran seperti itu, Bundeswehr dapat mengklaim mereka memenuhi semua kewajiban operasional saat ini.
"Kami dapat mengatakan dengan hati nurani yang baik bahwa sebagian besar pasukan kami siap digunakan karena saat ini tidak ada misi," kata sumber militer kepada majalah itu.
Ini bukan pertama kalinya media Jerman menyingkap keadaan militer negara yang tampaknya mengerikan. Sebelumnya pada bulan April, muncul laporan bahwa dari 97 jet Panavia Tornado yang saat ini dalam pelayanan militer, hanya 10 unit yang memenuhi persyaratan NATO.
Pada tahun 2016, kontribusi Jerman terhadap koalisi pimpinan Amerika Serikat dalam serangan terhadap ISIS di Suriah dipertanyakan ketika instrumen kokpit Tornado berubah menjadi terlalu terang untuk pilot yang terbang dalam misi malam hari. Armada itu kemudian beralasan setelah monitor di kokpit mulai kehilangan sekrup selama penerbangan.
Credit sindonews.com
AS, China dan Saudi Terboros dalam Belanja Militer
STOCKHOLM
- Belanja militer global pada tahun 2017 meningkat ke level tertinggi
sejak Perang Dingin. Amerika Serikat (AS), China dan Arab Saudi secara
berurutan menduduki daftar teratas sebagai negara terboros dalam belanja
militer.
Data itu merupakan hasil riset Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), lembaga penelitian yang berbasis di Swedia, yang dirilis hari Rabu (2/5/2018).
Menurut laporan SIPRI, pengeluaran militer dunia pada 2017 diperkirakan mencapai USD 1,73 triliun pada 2017, naik 1,1 persen dari tahun sebelumnya.
AS tetap pemboros terbesar di dunia dengan belanja militer USD610 miliar, tidak berubah dari tahun ke tahun. AS mendominasi 35 persen dari pengeluaran militer global. Nilai itu setara dengan belanja militer tujuh negara tertinggi.
Anggaran pertahanan AS juga diperkirakan akan meningkat secara signifikan tahun ini.
China, di tempat kedua, diperkirakan telah menghabiskan USD228 miliar. Menurut laporan SIPRI, pangsa belanja global China meningkat dua kali lipat sejak 2008 menjadi 13 persen.
Sedangkan Arab Saudi menggantikan Rusia di tempat ketiga, dengan menghabiskan USD69,4 miliar pada 2017.
Militer Rusia di urutan keempat dengan menghabiskan USD66,3 miliar. Anggaran belanja ini turun 20 persen secara riil dan merupakan penurunan pertama sejak 1998. SIPRI mengaitkan penurunan ini dengan sejumlah faktor termasuk jatuhnya harga minyak.
India menggantikan Prancis dengan menempati posisi kelima dengan menghabiskan USD63,9 miliar. Selanjutnya, Prancis (USD 57,8 miliar), Inggris (USD47,2 miliar), Jepang (USD45,4 miliar), Jerman (USD44,3 miliar) dan Korea Selatan (USD39,2 miliar).
Secara keseluruhan, 29 negara sekutu NATO menghabiskan USD900 miliar untuk belanja militer pada tahun 2017, atau menyumbang 52 persen dari total pengeluaran dunia.
Pengeluaran militer di Eropa Tengah dan Eropa Barat meningkat masing-masing sebesar 12 dan 1,7 persen pada tahun 2017. Menurut SIPRI, hal itu dipicu sebagian oleh persepsi ancaman yang berkembang dari Rusia.
"Melanjutkan pengeluaran militer dunia yang tinggi adalah penyebab keprihatinan serius," kata ketua SIPRI Jan Eliasson dalam sebuah pernyataan.
"Ini merongrong pencarian solusi damai untuk konflik di seluruh dunia," ujarnya.
Data itu merupakan hasil riset Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), lembaga penelitian yang berbasis di Swedia, yang dirilis hari Rabu (2/5/2018).
Menurut laporan SIPRI, pengeluaran militer dunia pada 2017 diperkirakan mencapai USD 1,73 triliun pada 2017, naik 1,1 persen dari tahun sebelumnya.
AS tetap pemboros terbesar di dunia dengan belanja militer USD610 miliar, tidak berubah dari tahun ke tahun. AS mendominasi 35 persen dari pengeluaran militer global. Nilai itu setara dengan belanja militer tujuh negara tertinggi.
Anggaran pertahanan AS juga diperkirakan akan meningkat secara signifikan tahun ini.
China, di tempat kedua, diperkirakan telah menghabiskan USD228 miliar. Menurut laporan SIPRI, pangsa belanja global China meningkat dua kali lipat sejak 2008 menjadi 13 persen.
Sedangkan Arab Saudi menggantikan Rusia di tempat ketiga, dengan menghabiskan USD69,4 miliar pada 2017.
Militer Rusia di urutan keempat dengan menghabiskan USD66,3 miliar. Anggaran belanja ini turun 20 persen secara riil dan merupakan penurunan pertama sejak 1998. SIPRI mengaitkan penurunan ini dengan sejumlah faktor termasuk jatuhnya harga minyak.
India menggantikan Prancis dengan menempati posisi kelima dengan menghabiskan USD63,9 miliar. Selanjutnya, Prancis (USD 57,8 miliar), Inggris (USD47,2 miliar), Jepang (USD45,4 miliar), Jerman (USD44,3 miliar) dan Korea Selatan (USD39,2 miliar).
Secara keseluruhan, 29 negara sekutu NATO menghabiskan USD900 miliar untuk belanja militer pada tahun 2017, atau menyumbang 52 persen dari total pengeluaran dunia.
Pengeluaran militer di Eropa Tengah dan Eropa Barat meningkat masing-masing sebesar 12 dan 1,7 persen pada tahun 2017. Menurut SIPRI, hal itu dipicu sebagian oleh persepsi ancaman yang berkembang dari Rusia.
"Melanjutkan pengeluaran militer dunia yang tinggi adalah penyebab keprihatinan serius," kata ketua SIPRI Jan Eliasson dalam sebuah pernyataan.
"Ini merongrong pencarian solusi damai untuk konflik di seluruh dunia," ujarnya.
SIPRI mengatakan bahwa angka-angka itu termasuk biaya operasi, pembelian senjata dan peralatan serta penelitian dan pengembangan.
Credit sindonews.com
Cambridge Analytica gulung tikar

Papan nama dan bidang jasa yang
ditawarkan perusahaan konsultasi politik Cambridge Analytica yang
terpampang di sebuah gedung di London, Inggris (REUTERS/Henry Nicholls)
Jakarta (CB) - Cambridge Analytica, perusahaan data yang
memicu kontroversi akibat caranya menangani data pengguna Facebook Inc,
dan induk perusahaannya SCL Elections Ltd, segera ditutup, kata
perusahaan itu seperti dikutip Reuters.
SCL Elections dan Cambridge Analytica akan mengajukan pailit ke pengadilan, kata perusahaan ini, setelah kehilangan pelanggan dan menghadapi segunung gugatan hukum dalam kontroversi menyangkut laporan bahwa perusahaan ini telah memanen data pribadi pengguna Facebook sejak 2014.
"Kepungan liputan media secara tidak langsung telah mengusir semua konsumen dan pemasok perusahaan ini," kata Cambridge Analytica. "Akibatnya perusahan memutuskan adalah sudah tidak layak lagi meneruskan operasi bisnis yang membuat Cambridge Analytica tidak lagi memiliki alternatif yang realistis dalam menempatkan perusahaan dalam manajemen."
Tudingan penyalahgunaan data 87 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica yang disewa tim sukses Presiden Donald Trump pada Pemilu 2016, telah menjatuhkan harga saham jejaring sosial terbesar di dunia itu dan mengundang rangkaian penyelidikan resmi di berbagai negara.
Cambridge Analytica tutup efektif mulai Rabu dan para karyawan telah diperintahkan untuk mengembalikan komputer mereka, tulis Wall Street Journal belum lama ini.
Cambridge Analytica adalah anak perusahaan SCL Group, sedangkan SCL sendiri merupakan kontraktor pemerintah dan militer yang melayani segala hal dari riset keamanan pangan sampai kontranarkotika dan kampanye politik.
SCL didirikan 25 tahun lalu, sedangkan Cambridge Analytica didirikan sekitar 2013 yang awalnya fokus ke Pemilu AS. Cambridge Analytica disuntik dana 15 juta dolar AS oleh miliarder yang juga donator Partai Republik Robert Mercer dan seseorang yang ditunjuk oleh Steve Bannon yang kemudian menjadi penasihat Donald Trump itu.
Cambridge Analytica sendiri bergerak dalam bidang penyediaan riset konsumen dengan menyasar iklan dan jasa berkaitan data lainnya, baik untuk pelanggan politik maupun perusahaan.
Setelah Trump memenangkan Pemilu AS 2016, CEO Cambridge Analytica Alexander Nix kebanjiran pelanggan. Perusahaan ini mengklaim bisa mengembangbiakkan profil psikologis pelanggan dan pemilih dengan formula khusus yang jauh lebih ampub ketimbang perusahaan iklan biasa, demikian Reuters.
SCL Elections dan Cambridge Analytica akan mengajukan pailit ke pengadilan, kata perusahaan ini, setelah kehilangan pelanggan dan menghadapi segunung gugatan hukum dalam kontroversi menyangkut laporan bahwa perusahaan ini telah memanen data pribadi pengguna Facebook sejak 2014.
"Kepungan liputan media secara tidak langsung telah mengusir semua konsumen dan pemasok perusahaan ini," kata Cambridge Analytica. "Akibatnya perusahan memutuskan adalah sudah tidak layak lagi meneruskan operasi bisnis yang membuat Cambridge Analytica tidak lagi memiliki alternatif yang realistis dalam menempatkan perusahaan dalam manajemen."
Tudingan penyalahgunaan data 87 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica yang disewa tim sukses Presiden Donald Trump pada Pemilu 2016, telah menjatuhkan harga saham jejaring sosial terbesar di dunia itu dan mengundang rangkaian penyelidikan resmi di berbagai negara.
Cambridge Analytica tutup efektif mulai Rabu dan para karyawan telah diperintahkan untuk mengembalikan komputer mereka, tulis Wall Street Journal belum lama ini.
Cambridge Analytica adalah anak perusahaan SCL Group, sedangkan SCL sendiri merupakan kontraktor pemerintah dan militer yang melayani segala hal dari riset keamanan pangan sampai kontranarkotika dan kampanye politik.
SCL didirikan 25 tahun lalu, sedangkan Cambridge Analytica didirikan sekitar 2013 yang awalnya fokus ke Pemilu AS. Cambridge Analytica disuntik dana 15 juta dolar AS oleh miliarder yang juga donator Partai Republik Robert Mercer dan seseorang yang ditunjuk oleh Steve Bannon yang kemudian menjadi penasihat Donald Trump itu.
Cambridge Analytica sendiri bergerak dalam bidang penyediaan riset konsumen dengan menyasar iklan dan jasa berkaitan data lainnya, baik untuk pelanggan politik maupun perusahaan.
Setelah Trump memenangkan Pemilu AS 2016, CEO Cambridge Analytica Alexander Nix kebanjiran pelanggan. Perusahaan ini mengklaim bisa mengembangbiakkan profil psikologis pelanggan dan pemilih dengan formula khusus yang jauh lebih ampub ketimbang perusahaan iklan biasa, demikian Reuters.
Credit antaranews.com
Korsel minta pasukan AS bertahan terlepas dari upaya berdamai dengan Korut

Jet tempur Angkatan Udara Amerika
Serikat F-16 mengambil bagian dalam latihan udara gabungan yang disebut
'Vigilant Ace' antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, di Pangkalan
Udara Osan di Pyeongtek, Korea Selatan, Rabu (6/12/2017). (REUTERS/Kim
Hong-Ji)
Seoul (CB) - Pemerintah Korea Selatan pada Rabu menyatakan
bahwa persoalan penempatan pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayahnya
sama sekali tidak berhubungan dengan perundingan damai dengan Korea
Utara, dan bahwa tentara AS mesti tetap bertahan bahkan kalau perjanjian
perdamaian disepakati.
"Penempatan tentara Amerika Serikat di Korea Selatan adalah persoalan persekutuan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Tidak ada hubungannya dengan perundingan perdamaian," kata juru bicara istana kepresidenan Gedung Biru Kim Eui-kyeom mengutip pernyataan Presiden Moon Jae-in.
Gedung Biru menyampaikan pernyataan itu merespons pertanyaan media mengenai kolom tulisan akademisi dan penasihat kepresidenan Korea Selatan, Moon Chung-in, yang disiarkan pada awal pekan ini.
Moon Chung-in mengatakan bahwa akan sulit membenarkan kehadiran pasukan AS di Korea Selatan jika perjanjian damai ditandatangani setelah pemimpin kedua negara Korea menggelar pertemuan bersejarah pekan lalu untuk mengakhiri konflik.
Namun demikian, Seoul masih ingin tentara Amerika Serikat tetap bertahan karena mereka memainkan peran mediator dalam konfrontasi militer antara tetangga-tetangga kuat seperti China dan Jepang, kata seorang pejabat kepresidenan lain kepada para reporter dengan syarat namanya tak disebut pada Rabu.
Penasihat presiden Moon Chung-in diminta tidak menciptakan kebingungan mengenai sikap sang presiden, kata Kim.
AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan. Pyongyang sudah sejak lama meminta mereka keluar sebagai salah satu syarat untuk menghentikan program peluru kendali dan nuklirnya.
Namun ersoalan penarikan pasukan Amerika Serikat itu tidak disebut sama sekali dalam deklarasi yang ditandatangani Presiden Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Kim dan Moon hanya berjanji untuk mengupayakan penghapusan penuh senjata nuklir di Semenanjung Korea.
Tentara Amerika Serikat sudah ditugaskan di Korea Selatan sejak Perang Korea, yang berakhir tahun 1953 dengan kesepakatan gencatan senjata yang membuat kedua negara secara teknis masih berperang.
Moon dan Kim mengatakan berniat mengakhiri sengketa di Semenanjung Korea dan menjanjikan perang tidak terulang di kawasan itu, demikian menurut siaran kantor berita Reuters.
"Penempatan tentara Amerika Serikat di Korea Selatan adalah persoalan persekutuan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Tidak ada hubungannya dengan perundingan perdamaian," kata juru bicara istana kepresidenan Gedung Biru Kim Eui-kyeom mengutip pernyataan Presiden Moon Jae-in.
Gedung Biru menyampaikan pernyataan itu merespons pertanyaan media mengenai kolom tulisan akademisi dan penasihat kepresidenan Korea Selatan, Moon Chung-in, yang disiarkan pada awal pekan ini.
Moon Chung-in mengatakan bahwa akan sulit membenarkan kehadiran pasukan AS di Korea Selatan jika perjanjian damai ditandatangani setelah pemimpin kedua negara Korea menggelar pertemuan bersejarah pekan lalu untuk mengakhiri konflik.
Namun demikian, Seoul masih ingin tentara Amerika Serikat tetap bertahan karena mereka memainkan peran mediator dalam konfrontasi militer antara tetangga-tetangga kuat seperti China dan Jepang, kata seorang pejabat kepresidenan lain kepada para reporter dengan syarat namanya tak disebut pada Rabu.
Penasihat presiden Moon Chung-in diminta tidak menciptakan kebingungan mengenai sikap sang presiden, kata Kim.
AS menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan. Pyongyang sudah sejak lama meminta mereka keluar sebagai salah satu syarat untuk menghentikan program peluru kendali dan nuklirnya.
Namun ersoalan penarikan pasukan Amerika Serikat itu tidak disebut sama sekali dalam deklarasi yang ditandatangani Presiden Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Kim dan Moon hanya berjanji untuk mengupayakan penghapusan penuh senjata nuklir di Semenanjung Korea.
Tentara Amerika Serikat sudah ditugaskan di Korea Selatan sejak Perang Korea, yang berakhir tahun 1953 dengan kesepakatan gencatan senjata yang membuat kedua negara secara teknis masih berperang.
Moon dan Kim mengatakan berniat mengakhiri sengketa di Semenanjung Korea dan menjanjikan perang tidak terulang di kawasan itu, demikian menurut siaran kantor berita Reuters.
Credit antaranews.com
PM Jepang janji tak akan pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe
memberikan pernyataan kepada wartawan pada hari kerja resmi pertama di
Tahun Baru saat konferensi pers di kediaman resminya di Tokyo, Jepang,
Senin (4/1). (REUTERS/Toru Hanai)
Ramallah, wilayah Palestina (CB) - Perdana Menteri Jepang
Shinzo Abe mengatakan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa
negaranya tidak akan memindahkan kedutaan besar di Israel dari Tel Aviv
ke Yerusalem menurut siaran kantor berita Palestina Wafa, Selasa (1/5),
dua pekan sebelum Amerika Serikat (AS) merampungkan pemindahan
kedutaannya yang kontroversial.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kota Ramallah, Abe mengatakan kepada Abbas bahwa Jepang "tidak akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem" menurut siaran Wafa.
Amerika Serikat dijadwalkan memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei, langkah yang memicu kemarahan warga Palestina, yang menganggap wilayah timur kota tersebut sebagai ibu kota mereka.
Keputusan Presiden Donald Trump itu meruntuhkan konsensus internasional puluhan tahun bahwa masa depan kota sengketa itu harus dirundingkan antara kedua pihak, tetapi Israel berharap negara lain akan mengikuti langkah Amerika Serikat.
Wafa mewartakan Abe menegaskan kembali dukungannya terhadap pembentukan negara Palestina merdeka di dalam kerangka solusi dua negara dan Abbas berterima kasih kepada Abe atas dukungan negaranya bagi rakyat Palestina.
Abbas juga memberi tahu Abe bahwa Palestina tetap "siap bekerja sama bagi keberhasilan upaya internasional apa pun untuk menemukan satu proses politik" berdasarkan hukum internasional serta pembentukan negara Palestina.
Palestina menolak bertemu tim perundingan Trump berkenaan dengan sengketa pemindahan kedutaan dan Abbas menyeru negara lain untuk masuk guna memfasilitasi proses perdamaian yang baru.
Abe dalam kunjungannya ke Timur Tengah juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu menurut siaran kantor berita AFP.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kota Ramallah, Abe mengatakan kepada Abbas bahwa Jepang "tidak akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem" menurut siaran Wafa.
Amerika Serikat dijadwalkan memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei, langkah yang memicu kemarahan warga Palestina, yang menganggap wilayah timur kota tersebut sebagai ibu kota mereka.
Keputusan Presiden Donald Trump itu meruntuhkan konsensus internasional puluhan tahun bahwa masa depan kota sengketa itu harus dirundingkan antara kedua pihak, tetapi Israel berharap negara lain akan mengikuti langkah Amerika Serikat.
Wafa mewartakan Abe menegaskan kembali dukungannya terhadap pembentukan negara Palestina merdeka di dalam kerangka solusi dua negara dan Abbas berterima kasih kepada Abe atas dukungan negaranya bagi rakyat Palestina.
Abbas juga memberi tahu Abe bahwa Palestina tetap "siap bekerja sama bagi keberhasilan upaya internasional apa pun untuk menemukan satu proses politik" berdasarkan hukum internasional serta pembentukan negara Palestina.
Palestina menolak bertemu tim perundingan Trump berkenaan dengan sengketa pemindahan kedutaan dan Abbas menyeru negara lain untuk masuk guna memfasilitasi proses perdamaian yang baru.
Abe dalam kunjungannya ke Timur Tengah juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu menurut siaran kantor berita AFP.
Credit antaranews.com
Filipina Perkuat Angkatan Laut dengan Sistem Rudal Israel

Ilustrasi. (REUTERS/Stringer)
"Kini sedang dalam fase integrasi di bawah bimbingan Rafael Israel," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Filipina, Arsenio Andolong dalam sebuah pernyataan.
Dilansir The Inquirer, Angkatan Laut Filipina juga menerima peluncur rudal Typhoon MLS-ER, dan sistem perluru kendali Mini Typhoon 12,77 mm dari Israel.
Pejabat senior Angkatan Laut Filipina menyatakan sistem rudal Israel tersebut tiba sekitar dua minggu lalu. Dia menilai rudal itu bakal menjadi terobosan, karena merupakan aset angkatan laut pretama yang memiliki kemampuan menembak rudal.
"Ini membuat Angkatan Laut lebih kredibel. Angkatan Bersenjata lebih kredibel. Artinya, kita lebih kredibel saat berpatroli di wilayah yang menjadi tanggung jawab kita," kata pejabat yang tidak mau disebut namanya itu seperti dilansir Inquirer, media Filipina, Rabu (2/5).
Sistem peluru kendal atau rudal Spike-ER mampu menjangkau sesaran hingga delapan kilometer. Rudal seharga 270 juta peso (sekitar Rp72,8 miliar) itu akan dipasang di kapal perang Filipina. Filipina mengalokasikan 125 miliar peso (sekitar Rp33,7 triliun) selama lima tahun ke depan untuk memodernisasi militer dengan kapal perang, jet tempur, helikopter, pesawat mata-mata, drone dan sistem radar.
Credit cnnindonesia.com
Pesawat Militer AS Jatuh di Georgia, 9 Orang Diduga Tewas

Ilustrasi. (U.S. Air Force photo)
"Kami memastikan sembilan orang, terdiri atas lima awak dan empat penumpang berada di pesawat," kata juru bicara Garda Nasional Puerto Rico, Mayor Paul Dahlen.
Dia tidak dapat memastikan bahwa kesembilannya tewas, tapi gambar-gambar kecelakaan telah berbicara sendiri. Foto-foto yang beredar di Twitter memperlihatkan puing-puing pesawat terbakar serta asap tebal.
Rekaman video memperlihatkan pesawat jatuh lalu meledak menimbulkan bola api yang besar. Seorang saksi, Michael Garrett mengatakan pesawat itu terbalik sebelum jatuh.
"Pesawat itu berbalik, pelan-pelan seperti gerakan lambat," kata Garret seperti dilaporkan Reuters, Kamis (3/5).
Militer masih menyelidiki insiden tersebut.
Militer AS diguncang sejumlah kecelakaan penerbangan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk sebuah jet tempur F-16 dekat Las Vegas bulan lalu, yang menewaskan pilotnya.
Sehari sebelumnya, empat orang tewas saat sebuah helikopter marinir jatuh dalam misi pelatihan di California Selatan.
Di Djibouti, dua insiden memicu pesawat militer dinonaktifkan.
Menurut Military Times, kecelakaan yang melibatkan pesawat militer naik 40 persen pada periode 2013-2017.
Kenaikan itu bertepatan dengan pemotongan anggaran sejak 2013, yang berdampak pada pelatihan dan persiapan.
Credit cnnindonesia.com
Pesawat Pengintai AS Dicegat Sukhoi Rusia

Sukhoi Su-27 milik Rusia. (Norwegian Air Force /Scanpix/AFP Photo)
Jet Rusia itu terbang dengan jarak 6 meter dari pesawat AS, kata salah seorang pejabat itu. Menurutnya, peristiwa itu berlangsung selama sekitar sembilan menit.
|
|
Para pejabat menyebut pencegatan itu dilakukan secara aman, meski tak profesional. Sementara itu, seorang petinggi Angkatan Laut mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya hanya mengklasifikasikan pencegatan penerbangan hanya sebagai 'aman' atau 'tidak aman'.
Letnan Komandan Zach Harrell, juru bicara Angkatan Laut AS di Eropa, menolak mengomentari insiden ini secara spesifik. Dia hanya mengatakan "kapal dan pesawat Angkatan Laut AS secara rutin berinteraksi dengan unit militer dari negara lain."
Dia juga mengatakan pihaknya akan memberikan informasi terkait interaksi tak aman.
Pencegatan tak aman terakhir terjadi pada Januari lalu, ketika Su-27 Rusia terbang sekitar 1 meter dari pesawat EP-3 milik Angkatan Laut Amerika.
|
|
Angkatan Laut AS menyebut pencegatan saat itu tidak aman dan tidak profesional.
Menyusul insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri AS menerbitkan pernyataan yang menuding Rusia "terang-terangan melanggar kesepakatan dan hukum internasional yang berlaku."
Credit cnnindonesia.com
Tiga Operasi Gagal Mossad Israel yang Memalukan
TEL AVIV
- Mossad, badan intelijen Israel sedang jadi sorotan dunia setelah
diklaim sukses mencuri arsip pembuatan bom nuklir Iran yang
disembunyikan di sebuah gudang rahasia di selatan Teheran. Namun, di
balik ketenaran ini ada beberapa kegagalan operasi yang memalukan korps
intelijen negara Yahudi ini.
Mossad, yang nama panjangnya Ha-Mossad le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim sudah lama diselimuti misteri dan mitologi di kalangan intelijen internasional karena berada di belakang beberapa operasi rahasia paling berani pada abad yang silam. Hanya beberapa yang terungkap dan seringkali sengaja diungkap beberapa tahun kemudian setelah operasi.
Israel biasanya menahan diri untuk mengeksploitasi kebocoran data dari kelompok intelijen global yang bersumber dari komunitas intelijennya. Musababnya, merusak mistik dari Mossad. Sumber-sumber intelijen Israel juga kerap takut mengungkap operasi rahasia badan tersebut.
Namun, aksi pencurian arsip program bom nuklir Iran oleh Mossad telah dikonfirmasi Amos Yadlin, mantan kepala intelijen militer Israel. Menurutnya, penyitaan arsip itu adalah kudeta yang sangat mengesankan yang mengirim pesan bahwa intelijen Israel dapat menembus rahasia terdalam Teheran.
"Kontra intelijen di Iran akan bekerja sangat keras untuk menutup celah ini," katanya.
Kendati demikian, ada tiga kegagalan operasi Mossad yang terkenal dan dianggap memalukan badan intelijen Israel tersebut. Tiga operasi ini adalah;
1. Operasi Pasca-Black September
Pada tanggal 5 September 1972, para anggota kelompok "Black September" Palestina menyerang orang-orang Israel di Olimpiade Munich. Kelompok ini menewaskan seorang atlet dan seorang pelatih serta menyandera sembilan orang lainnya.
Para sandera tewas kemudian selama upaya penyelamatan pasukan Jerman yang gagal di sebuah lapangan udara militer di luar Munich. Secara keseluruhan, 11 orang Israel tewas dalam pengepungan yang mengejutkan dunia dan mengantar era baru terorisme global.
Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Israel saat itu, Golda Meir, membentuk unit khusus Mossad dengan tujuan memburu semua yang terlibat. Pembalasan itu membentang dunia dan berlanjut sampai kegagalan pertama dialami badan intelijen negara Yahudi tersebut.
Kegagalan yang dimaksud adalah, pembunuhan yang tidak disengaja terhadap pelayan asal Maroko; Ahmed Bouchikhi, di Lillehammer, Norwegia. Para agen Mossad mengira korban sebagai kepala operasi Black September, Ali Hassan Salameh. Beberapa agen Mossad diadili yang menjadi pukulan besar terhadap reputasi agen tersebut.
2. Fiascos
Pada tahun 1997, agen-agen Mossad berusaha membunuh kepala Hamas Khaled Mashaal di Amman, Yordania. Dua agen memasuki Yordania menggunakan paspor palsu Kanada dan meracuni Mashaal ketika dia meninggalkan kantor Hamas dengan menempatkan perangkat di dekat telinganya.
Para agen itu ditangkap tak lama sesudah beraksi. Raja Hussein dari Yordania marah, karena kedaulatan negaranya dilanggar agen-agen intelijen Israel. Raja Hussein mengancam akan membatalkan perjanjian perdamaian yang masih baru dengan Israel jika Mashaal sampai meninggal. Israel akhirnya mengirim penangkal racun yang menyelamatkan hidup pentolan Hamas itu.
Agen-agen Israel dipulangkan. Tak hanya itu, Israel ditekan Yordania untuk setuju membebaskan pemimpin spiritual Hamas, Ahmed Yassin, dari penjara. Sebaliknya, Kepala Mossad saat itu, Danny Yatom, mengundurkan diri.
Mossad, yang nama panjangnya Ha-Mossad le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim sudah lama diselimuti misteri dan mitologi di kalangan intelijen internasional karena berada di belakang beberapa operasi rahasia paling berani pada abad yang silam. Hanya beberapa yang terungkap dan seringkali sengaja diungkap beberapa tahun kemudian setelah operasi.
Israel biasanya menahan diri untuk mengeksploitasi kebocoran data dari kelompok intelijen global yang bersumber dari komunitas intelijennya. Musababnya, merusak mistik dari Mossad. Sumber-sumber intelijen Israel juga kerap takut mengungkap operasi rahasia badan tersebut.
Namun, aksi pencurian arsip program bom nuklir Iran oleh Mossad telah dikonfirmasi Amos Yadlin, mantan kepala intelijen militer Israel. Menurutnya, penyitaan arsip itu adalah kudeta yang sangat mengesankan yang mengirim pesan bahwa intelijen Israel dapat menembus rahasia terdalam Teheran.
"Kontra intelijen di Iran akan bekerja sangat keras untuk menutup celah ini," katanya.
Kendati demikian, ada tiga kegagalan operasi Mossad yang terkenal dan dianggap memalukan badan intelijen Israel tersebut. Tiga operasi ini adalah;
1. Operasi Pasca-Black September
Pada tanggal 5 September 1972, para anggota kelompok "Black September" Palestina menyerang orang-orang Israel di Olimpiade Munich. Kelompok ini menewaskan seorang atlet dan seorang pelatih serta menyandera sembilan orang lainnya.
Para sandera tewas kemudian selama upaya penyelamatan pasukan Jerman yang gagal di sebuah lapangan udara militer di luar Munich. Secara keseluruhan, 11 orang Israel tewas dalam pengepungan yang mengejutkan dunia dan mengantar era baru terorisme global.
Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Israel saat itu, Golda Meir, membentuk unit khusus Mossad dengan tujuan memburu semua yang terlibat. Pembalasan itu membentang dunia dan berlanjut sampai kegagalan pertama dialami badan intelijen negara Yahudi tersebut.
Kegagalan yang dimaksud adalah, pembunuhan yang tidak disengaja terhadap pelayan asal Maroko; Ahmed Bouchikhi, di Lillehammer, Norwegia. Para agen Mossad mengira korban sebagai kepala operasi Black September, Ali Hassan Salameh. Beberapa agen Mossad diadili yang menjadi pukulan besar terhadap reputasi agen tersebut.
2. Fiascos
Pada tahun 1997, agen-agen Mossad berusaha membunuh kepala Hamas Khaled Mashaal di Amman, Yordania. Dua agen memasuki Yordania menggunakan paspor palsu Kanada dan meracuni Mashaal ketika dia meninggalkan kantor Hamas dengan menempatkan perangkat di dekat telinganya.
Para agen itu ditangkap tak lama sesudah beraksi. Raja Hussein dari Yordania marah, karena kedaulatan negaranya dilanggar agen-agen intelijen Israel. Raja Hussein mengancam akan membatalkan perjanjian perdamaian yang masih baru dengan Israel jika Mashaal sampai meninggal. Israel akhirnya mengirim penangkal racun yang menyelamatkan hidup pentolan Hamas itu.
Agen-agen Israel dipulangkan. Tak hanya itu, Israel ditekan Yordania untuk setuju membebaskan pemimpin spiritual Hamas, Ahmed Yassin, dari penjara. Sebaliknya, Kepala Mossad saat itu, Danny Yatom, mengundurkan diri.
3. Curi Paspor Selandia Baru
Pada tahun 2004, Selandia Baru secara singkat memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel setelah menangkap dua warga Israel yang dicurigai sebagai agen Mossad. Penyebabnya, dua orang itu berupaya mencuri atau mengambil paspor Selandia Baru dengan cara curang.
Mossad juga dikenal melakukan operasi yang sukses. Tiga operasi yang terkenal antara lain;
1. Menangkap Dalang Nazi, Adolf Eichmann
Mengangkat tabir kerahasiaan setengah abad, Mossad membuka arsipnya pada tahun 2012 untuk mengungkap cerita lengkap di balik operasi paling legendarisnya, yakni penangkapan tahun 1960 terhadap dalang Nazi, Adolf Eichmann.
Pada tanggal 11 Mei 1960, sebuah tim Mossad yang terdiri atas tujuh orang menunggu di dekat stasiun bus Buenos Aires di mana Eichmann tiba setiap malam dari pekerjaannya di sebuah pabrik Mercedes-Benz. Eichman saat itu bekerja dengan nama alias Ricardo Klement.
Setelah turun dari bus, agen-agen Mossad menyergapnya, dengan satu orang menyodorkan tangan yang bersarung ke mulut Eichmann. Langkah itu untuk mengantisipasi seandainya dia memiliki pil sianida yang disembunyikan di gigi seperti yang dilakukan para mantan petinggi Nazi lainnya.
Eichmann ditahan di sebuah rumah yang aman selama sembilan hari sampai tim Mossad membawanya dengan pesawat El Al. Dia dibius, mengenakan seragam El Al, duduk di kelas satu dan lolos pemeriksaan sebagai anggota kru yang sakit.
Pengadilan terhadap Eichmann di Yerusalem pada tahun berikutnya menampilkan kesaksian mencekam tentang lebih dari 100 orang Yahudi yang selamat dari penyiksaan dan deprivasi di kamp-kamp konsentrasi, di mana Eichmann adalah arsiteknya.
Dia dihukum karena kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dan digantung pada tahun 1962. Dia merupakan satu-satunya terdakwa yang dieksekusi mati Israel selama menerapkan hukuman mati.
2. Infiltrasi ke Rezim Suriah
Salah satu pencapaian besar Mossad adalah menempatkan salah satu dari orang-orangnya di dalam eselon teratas dari kepemimpinan Suriah. Agen Mossad yang menyusup itu adalah Eli Cohen. Dia berhasil menjalin hubungan dekat dalam hierarki politik dan militer Suriah yang sejatinya musuh bebuyutan Israel di awal 1960-an.
Cohen sukses menjadi penasihat utama menteri pertahanan Suriah. Dia memperoleh data intelijen rahasia yang secara luas, yang membantu Israel mempersiapkan kemenangan dalam perang Timur Tengah 1967.
Pada tahun 1965, Cohen ditangkap pasukan Suriah. Dia diadili dan digantung di alun-alun Damaskus. Jenazahnya belum dikembalikan ke Israel hingga kini. Namun, dia dianggap sebagai pahlawan nasional Israel.
3. Menangkap Pembocor Rahasia Nuklir Israel
Tahun 1986, koran Inggris; Sunday Times, merilis bocoran dokumen arsip program nuklir Israel. Dokumen itu dibocorkan Mordechai Vanunu, mantan teknisi di sebuah pabrik nuklir Israel. Data yang dibocorkan bersifat sensitif dan detail termasuk gambar-gambar program senjata nuklir Israel.
Sejak kebocoran data itu, Mossad ditugaskan membawa Vanunu ke pengadilan Israel.
Seorang agen Mossad perempuan, yang menyamar sebagai turis Amerika, memikat Vanunu ke Italia. Agen itu membius, menculik dan membawa Vanunu secara rahasia dengan kapal ke Israel.
Vanunu dihukum 18 tahun di penjara Israel. Sejak itu, Israel tidak membenarkan atau pun menyangkal memiliki senjata nuklir.
Credit sindonews.com
Ironis, Usik Nuklir Iran tapi Senjata Nuklir Israel Ancaman Terbesar
WASHINGTON
- Aksi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membeberkan
program bom atom Iran menuai kritik balik. Tel Aviv dinilai ironis,
karena program senjata nuklir Israel yang dirahasiakan menjadi ancaman
terbesar di Timur Tengah.
Kritik ini dilontarkan mantan penasihat hak asasi manusia (HAM) PBB dan analis Timur Tengah James A. Paul kepada Sputnik. Paul mengatakan kemarahan Netanyahu atas Iran itu ironis dan salah tempat.
"Untuk setiap pengamat yang berpengetahuan, sungguh ironis bahwa Israel, yang program senjata nuklir rahasianya sejauh ini adalah yang paling berbahaya di kawasan itu, mengeluh tentang dugaan senjata nuklir di negara tetangga," katanya.
Tidak seperti Iran, kata Paul, Israel memiliki gudang senjata nuklir besar yang didokumentasikan dengan baik yang siap digunakan.
"Israel sebenarnya memiliki senjata nuklir yang nyata dan siap tempur dan telah memilikinya untuk beberapa waktu. Apakah Washington mengeluh atau mengancam akan mengambil tindakan? Tentu saja tidak!," kritik Paul, yang dilansir Kamis (3/5/2018).
Bagi Paul, argumen Netanyahu maupun Presiden Donald Trump bertentangan dengan logika dan akal sehat.
"Kita hidup di dunia Alice-in-Wonderland di mana senjata nuklir negara-negara yang tidak bersahabat dianggap sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan senjata nuklir sekutu dipandang sebagai sesuatu yang masuk akal dan dipertahankan," ujarnya.
Netanyahu pada hari Senin membeberkan banyak dokumen yang diklaim sebagai arsip otentik tentang program senjata nuklir Iran. Dokumen itu diklaim diperoleh melalui kerja intelijen Israel yang hebat. New York Times mengutip pejabat Israel menyatakan, dokumen itu diambil mata-mata Mossad dari sebuah gudang rahasia di Iran pada tahun 2016.
Aksi Netanyahu membeberkan dokumen program pembuatan senjata nuklir Iran itu sengaja untuk untuk memberikan dukungan politik kepada Trump agar Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.
"Saya merasa sulit untuk memprediksi apa dampak yang ditimbulkan oleh konferensi pers Perdana Menteri Netanyahu mengenai masa depan kesepakatan nuklir Iran, meskipun presentasi dramatisnya mungkin akan memberikan sejumlah dampak tertentu bagi keputusan Presiden Trump yang diharapkan untuk menarik diri dari kesepakatan (nuklir Iran)," kata Paul.
Pernyataan Netanyahu, lanjut Paul, berpotensi menciptakan keraguan dalam pikiran publik tentang keandalan kesepakatan nuklir Iran sebagai instrumen perdamaian.
Kritik ini dilontarkan mantan penasihat hak asasi manusia (HAM) PBB dan analis Timur Tengah James A. Paul kepada Sputnik. Paul mengatakan kemarahan Netanyahu atas Iran itu ironis dan salah tempat.
"Untuk setiap pengamat yang berpengetahuan, sungguh ironis bahwa Israel, yang program senjata nuklir rahasianya sejauh ini adalah yang paling berbahaya di kawasan itu, mengeluh tentang dugaan senjata nuklir di negara tetangga," katanya.
Tidak seperti Iran, kata Paul, Israel memiliki gudang senjata nuklir besar yang didokumentasikan dengan baik yang siap digunakan.
"Israel sebenarnya memiliki senjata nuklir yang nyata dan siap tempur dan telah memilikinya untuk beberapa waktu. Apakah Washington mengeluh atau mengancam akan mengambil tindakan? Tentu saja tidak!," kritik Paul, yang dilansir Kamis (3/5/2018).
Bagi Paul, argumen Netanyahu maupun Presiden Donald Trump bertentangan dengan logika dan akal sehat.
"Kita hidup di dunia Alice-in-Wonderland di mana senjata nuklir negara-negara yang tidak bersahabat dianggap sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan senjata nuklir sekutu dipandang sebagai sesuatu yang masuk akal dan dipertahankan," ujarnya.
Netanyahu pada hari Senin membeberkan banyak dokumen yang diklaim sebagai arsip otentik tentang program senjata nuklir Iran. Dokumen itu diklaim diperoleh melalui kerja intelijen Israel yang hebat. New York Times mengutip pejabat Israel menyatakan, dokumen itu diambil mata-mata Mossad dari sebuah gudang rahasia di Iran pada tahun 2016.
Aksi Netanyahu membeberkan dokumen program pembuatan senjata nuklir Iran itu sengaja untuk untuk memberikan dukungan politik kepada Trump agar Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.
"Saya merasa sulit untuk memprediksi apa dampak yang ditimbulkan oleh konferensi pers Perdana Menteri Netanyahu mengenai masa depan kesepakatan nuklir Iran, meskipun presentasi dramatisnya mungkin akan memberikan sejumlah dampak tertentu bagi keputusan Presiden Trump yang diharapkan untuk menarik diri dari kesepakatan (nuklir Iran)," kata Paul.
Pernyataan Netanyahu, lanjut Paul, berpotensi menciptakan keraguan dalam pikiran publik tentang keandalan kesepakatan nuklir Iran sebagai instrumen perdamaian.
"Mereka yang tahu benar-benar menyadari bahwa Netanyahu telah lama memukul drum terhadap senjata nuklir Iran dan jadi klaimnya bukanlah sesuatu yang baru dan tentu saja tidak mengherankan. Selanjutnya, bukti yang dia sajikan adalah tentang program di masa lalu, jauh sebelum kesepakatan nuklir disetujui," papar Paul.
Paul menambahkan, argumen Netanyahu dianggap banyak ahli tidak memberikan bukti baru atau mengubah permainan untuk isu program nuklir Iran yang diselesaikan dalam perjanjian 2015.
"Tampaknya tidak ada bukti dalam kumpulan dokumen besar ini yang menunjukkan bahwa Iran memiliki program senjata nuklir saat ini, bertentangan dengan kesepakatan itu," katanya.
"Dalam kasus ini, ada kesepakatan dengan Iran di tempat, dengan susah payah dinegosiasikan, dan masih ada dukungan internasional yang sangat kuat untuk itu. Terlepas dari upaya dari Washington, kekuatan asing lainnya yang ditandatangani masih berpegang pada perjanjian dan berdebat untuk mendukungnya," imbuh Paul.
Pada hari Rabu, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS Bob Corker mengatakan bahwa Presiden Donald Trump hampir pasti akan membuat AS menarik diri dari perjanjian nuklir internasional 2015 dengan Iran pada bulan ini.
Paul mengkritik bukti tidak akurat yang telah diklaim AS dan Inggris Raya tentang dugaan program Senjata Pemusnah Massal di Irak sebelum Perang Teluk 2003. Menurutnya, skandal itu memberi lebih banyak alasan untuk berhati-hati dan skeptis tentang klaim Netanyahu tentang masalah nuklir Iran saat ini.
"Pada tahun 2002 dan 2003, kami diyakinkan oleh CIA dan MI6 bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal dari segala jenis dan dalam jumlah besar. AS dan sekutu Inggris-nya berperang untuk 'melucuti senjata' Irak tetapi tidak menemukan senjata yang mereka miliki. Kata mereka akan menemukan," ujar Paul.
Credit sindonews.com
Prancis: Laporan Israel Perkuat Pentingnya Kesepakatan Nuklir Iran
PARIS
- Kementerian Luar Negeri Prancis menuturkan, klaim tentang program
nuklir Iran yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin
Netanyahu memperkuat pentingnya kesepakatan nuklir dengan Iran.
Kemlu Prancis, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (2/5), menuturkan laporan yang dibuat oleh Netanyahu juga dapat menjadi dasar untuk pemantauan jangka panjang terhadap kegiatan nuklir Teheran.
"Kesepakatan itu diperkuat oleh rincian yang disampaikan oleh Israel, semua kegiatan yang terkait dengan pengembangan senjata nuklir secara permanen dilarang oleh kesepakatan itu," kata Kemlu Prancis.
Sebelumnya, hal senada disampaikan oleh Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry. Dalam serangkaian tweetnya, Kerry mengatakan informasi yang diungkapkan oleh Israel adalah bukti mengapa perjanjian harus dipertahankan.
“Tidak ada negosiasi - dan semua itu berubah dengan (kesepakatan). Gembar-gemborkan kesepakatan dan Anda kembali ke sana besok!” kata Kerry, yang menegosiasikan perjanjian tersebut.
Kemarin, Netanyahu menunjukkan slide dan video yang diklaim sebagai bukti bahwa Iran memiliki program pembuatan bom nuklir yang dirahasiakan. Dia menuduh Teheran berbohong tentang program nuklirnya yang membuat kesepakatan tahun 2015 tidak berlaku lagi.
Para pejabat Iran menolak klaim Israel tersebut. Iran pun menyebut Netanyahu sebagai "seorang bocah yang mencoba menakut-nakuti," dan menyebut presentasinya sebagai propaganda.
"Kami memperingatkan rezim Zionis dan sekutu-sekutunya untuk menghentikan rencana dan perilaku berbahaya mereka atau mereka akan menghadapi respon mengejutkan dan tegas Iran," tegas Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami.
Kemlu Prancis, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (2/5), menuturkan laporan yang dibuat oleh Netanyahu juga dapat menjadi dasar untuk pemantauan jangka panjang terhadap kegiatan nuklir Teheran.
"Kesepakatan itu diperkuat oleh rincian yang disampaikan oleh Israel, semua kegiatan yang terkait dengan pengembangan senjata nuklir secara permanen dilarang oleh kesepakatan itu," kata Kemlu Prancis.
Sebelumnya, hal senada disampaikan oleh Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry. Dalam serangkaian tweetnya, Kerry mengatakan informasi yang diungkapkan oleh Israel adalah bukti mengapa perjanjian harus dipertahankan.
“Tidak ada negosiasi - dan semua itu berubah dengan (kesepakatan). Gembar-gemborkan kesepakatan dan Anda kembali ke sana besok!” kata Kerry, yang menegosiasikan perjanjian tersebut.
Kemarin, Netanyahu menunjukkan slide dan video yang diklaim sebagai bukti bahwa Iran memiliki program pembuatan bom nuklir yang dirahasiakan. Dia menuduh Teheran berbohong tentang program nuklirnya yang membuat kesepakatan tahun 2015 tidak berlaku lagi.
Para pejabat Iran menolak klaim Israel tersebut. Iran pun menyebut Netanyahu sebagai "seorang bocah yang mencoba menakut-nakuti," dan menyebut presentasinya sebagai propaganda.
"Kami memperingatkan rezim Zionis dan sekutu-sekutunya untuk menghentikan rencana dan perilaku berbahaya mereka atau mereka akan menghadapi respon mengejutkan dan tegas Iran," tegas Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami.
Credit sindonews.com
Langganan:
Postingan (Atom)