Credit republika.co.id
Jumat, 13 April 2018
Jet tempur Yunani jatuh di Laut Aegea

Ilustrasi: Jet tempur F-15 (Pixabay)
Athena (CB) - Seorang pilot Yunani dinyatakan hilang pada
Kamis (12/04) setelah pesawat tempur Mirage 2000-5 jatuh di Laut Aegea,
yang terletak di antara semenanjung Yunani dan Anatolia, seusai mencegat
jet-jet Turki, kata stasiun televisi ERT.
Kapal penjaga dan Angkatan Laut telah dikirim ke dekat Pulau Skyros, lokasi yang diyakini tempat pesawat itu jatuh.
Belum diketahui segera apakah pilot berhasil keluar dari pesawat tersebut.
ERT mengatakan bahwa pesawat itu adalah bagian dari patroli dua pesawat yang baru saja mencegat jet tempur Turki.
Pesawat tempur Yunani secara umum menyebar untuk mencegat jet-jet Turki yang melintasi apa yang Athena anggap sebagai wilayah udara Yunani di atas Laut Aegea. Demikian dilansir Kantor Berita AFP.
Kapal penjaga dan Angkatan Laut telah dikirim ke dekat Pulau Skyros, lokasi yang diyakini tempat pesawat itu jatuh.
Belum diketahui segera apakah pilot berhasil keluar dari pesawat tersebut.
ERT mengatakan bahwa pesawat itu adalah bagian dari patroli dua pesawat yang baru saja mencegat jet tempur Turki.
Pesawat tempur Yunani secara umum menyebar untuk mencegat jet-jet Turki yang melintasi apa yang Athena anggap sebagai wilayah udara Yunani di atas Laut Aegea. Demikian dilansir Kantor Berita AFP.
Credit antaranews.com
Pesawat Militer Aljazair Jatuh, Total 257 Korban Tewas
ALJIR - Sekitar 257 penumpang tewas ketika pesawat angkut militer Ilyushin Il-76 jatuh di dekat ibu kota Aljazair.
Pesawat itu mengalami kecelakaan di dekat bandara Boufarik, barat daya Aljir, kemarin. Sesaat pesawat jatuh, banyak orang berkumpul di dekat badan pesawat yang hancur dan terbakar. Banyak jenazah penumpang pesawat yang dievakuasi dengan kantung mayat berwarna putih.
Stasiun televisi milik pemerintah Aljazair melaporkan sebanyak 257 orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Kementerian Pertahanan (Kemhan) Aljzair mengungkapkan jumlah martir yang meninggal adalah 247 penumpang dan 10 awak kabin, sebagian besar adalah tentara dan juga keluarganya. “Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Pusat Militer di Ain Naadja untuk dilakukan identifikasi,” demikian keterangan Kemhan Aljazair.
Melansir Reuters, Kemhan mengungkapkan pesawat transportasi militer itu hendak terbang ke Tindouf, wilayah perbatasan Aljazair dengan Sahara Barat. “Kecelakaan itu terjadi perimeter bandara,” ungkap Kementerian Pertahanan Aljazair. Mereka juga menyatakan ucapan duka bagi keluarga korban.
Juru bicara Badan Perlindungan Sipil Aljazair Mohammed Achour mengungkapkan, pesawat yang mengalami kecelakan itu berjenis Ilyushin II-76 buatan Rusia. “Pesawat itu mengangkut tentara dan anggota keluarganya,” katanya dilansir Guardian.
Militer menyatakan melakukan penyidikan mengenai penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. “Panglima Militer Jenderal Gaid Salah telah meninjau lokasi kecelakaan,” demikian keterangan militer Aljazair. Salah telah memerintahkan investasi mendalam kecelakaan tersebut.
Sementara itu, seorang anggota partai berkuasa di Aljazair, FLN, Djamel Ould Abbes mengungkapkan kepada stasiun televisi Ennahar kalau 26 anggota pejuang Polisario juga tewas. Polisario merupakan kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan di Sahara Barat, wilayah yang juga diklaim oleh Maroko.
Tindouf merupakan kawasan di mana ribuan pengungsi dari Sahara Barat. Sebagian besar penduduk di sana adalah pendukung Polisario. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berusaha memediasi ketegangan di kawasan tersebut selama bertahun-tahun, tetapi selalu mengalami kegagalan.
Ketegangan di kawasan Sahara Barat terjadi sejak kolonialisasi Spanyol meninggal kawasan itu pada 1975. Maroko mengklaim kawasan itu. Sedangkan Polisario membentuk Republik Demokratis Arab Sahrawi di Sahara Barat. Polisario didukung penuh Aljazair.
Pesawat Ilyushin II-76 terbaru itu ternyata sudah berusia tua. Pesawat itu diproduksi pada 1970-an. Pesawat yang dijadikan alat transportasi itu dikabarkan tidak mendapatkan perawatan yang baik. Salah satu kelebihan pesawat tersebut adalah mampu lepas landas dan mendarat di landasan yang tidak rata.
Ilyushin Il-76 dikenal NATO dengan nama Candid merupakan pesawat empat mesin turbofan yang didesain perusahaan peawat Ilyushin. Pesawat itu pertama kali digunakan sebagai angkut komersial pada 1967 untuk menggantikan Antonov An-12.
Pesawat itu awal mulanya digunakan untuk mengakut mesin berat ke wilayah pedalaman. Kemudian, Ilyushin Il-76 dibuat versi militer dan dikenal luas dan digunakan di Eropa, Asia, dan Afrika. Itu biasanya digunakan sebagai tanker pengisi bahan bakar dan pusat komando.
Ilyushin Il-76 juga dikenal sebagai pesawat kargo untuk mengangkut alat berat. Itu juga digunakan sebagai transportasi layanan darurat bagi warga sipil untuk bantuan kemanusiaan dan operasi bencana di seluruh dunia.
Pesawat itu mengalami kecelakaan di dekat bandara Boufarik, barat daya Aljir, kemarin. Sesaat pesawat jatuh, banyak orang berkumpul di dekat badan pesawat yang hancur dan terbakar. Banyak jenazah penumpang pesawat yang dievakuasi dengan kantung mayat berwarna putih.
Stasiun televisi milik pemerintah Aljazair melaporkan sebanyak 257 orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Kementerian Pertahanan (Kemhan) Aljzair mengungkapkan jumlah martir yang meninggal adalah 247 penumpang dan 10 awak kabin, sebagian besar adalah tentara dan juga keluarganya. “Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Pusat Militer di Ain Naadja untuk dilakukan identifikasi,” demikian keterangan Kemhan Aljazair.
Melansir Reuters, Kemhan mengungkapkan pesawat transportasi militer itu hendak terbang ke Tindouf, wilayah perbatasan Aljazair dengan Sahara Barat. “Kecelakaan itu terjadi perimeter bandara,” ungkap Kementerian Pertahanan Aljazair. Mereka juga menyatakan ucapan duka bagi keluarga korban.
Juru bicara Badan Perlindungan Sipil Aljazair Mohammed Achour mengungkapkan, pesawat yang mengalami kecelakan itu berjenis Ilyushin II-76 buatan Rusia. “Pesawat itu mengangkut tentara dan anggota keluarganya,” katanya dilansir Guardian.
Militer menyatakan melakukan penyidikan mengenai penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. “Panglima Militer Jenderal Gaid Salah telah meninjau lokasi kecelakaan,” demikian keterangan militer Aljazair. Salah telah memerintahkan investasi mendalam kecelakaan tersebut.
Sementara itu, seorang anggota partai berkuasa di Aljazair, FLN, Djamel Ould Abbes mengungkapkan kepada stasiun televisi Ennahar kalau 26 anggota pejuang Polisario juga tewas. Polisario merupakan kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan di Sahara Barat, wilayah yang juga diklaim oleh Maroko.
Tindouf merupakan kawasan di mana ribuan pengungsi dari Sahara Barat. Sebagian besar penduduk di sana adalah pendukung Polisario. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berusaha memediasi ketegangan di kawasan tersebut selama bertahun-tahun, tetapi selalu mengalami kegagalan.
Ketegangan di kawasan Sahara Barat terjadi sejak kolonialisasi Spanyol meninggal kawasan itu pada 1975. Maroko mengklaim kawasan itu. Sedangkan Polisario membentuk Republik Demokratis Arab Sahrawi di Sahara Barat. Polisario didukung penuh Aljazair.
Pesawat Ilyushin II-76 terbaru itu ternyata sudah berusia tua. Pesawat itu diproduksi pada 1970-an. Pesawat yang dijadikan alat transportasi itu dikabarkan tidak mendapatkan perawatan yang baik. Salah satu kelebihan pesawat tersebut adalah mampu lepas landas dan mendarat di landasan yang tidak rata.
Ilyushin Il-76 dikenal NATO dengan nama Candid merupakan pesawat empat mesin turbofan yang didesain perusahaan peawat Ilyushin. Pesawat itu pertama kali digunakan sebagai angkut komersial pada 1967 untuk menggantikan Antonov An-12.
Pesawat itu awal mulanya digunakan untuk mengakut mesin berat ke wilayah pedalaman. Kemudian, Ilyushin Il-76 dibuat versi militer dan dikenal luas dan digunakan di Eropa, Asia, dan Afrika. Itu biasanya digunakan sebagai tanker pengisi bahan bakar dan pusat komando.
Ilyushin Il-76 juga dikenal sebagai pesawat kargo untuk mengangkut alat berat. Itu juga digunakan sebagai transportasi layanan darurat bagi warga sipil untuk bantuan kemanusiaan dan operasi bencana di seluruh dunia.
Sebelumnya pada Februari 2014, pesawat Angkatan Udara Aljazair Lockheed C-130 Hercules jatuh di pegunungan di Aljazair timur dan menewaskan 77 orang.
Credit sindonews.com
Jerman Tolak Kirim Militer ke Suriah

Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan bahwa
Jerman tidak akan melibatkan militer dalam merespons dugaan penggunaan
senjata kimia di Suriah. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
Dalam konferensi pers, Kamis (12/4), Merkel dua kali menyatakan bahwa militer Jerman 'tidak akan berpartisipasi dalam kemungkinan aksi militer' di Suriah. Meski dia menyatakan bahwa Berlin mendukung perlunya 'mengirimkan sinyal tegas bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat diterima.'
"Tidak melakukan apa-apa juga sulit," kata Merkel seperti dilansir Deutsche Welle, Jumat (13/4). Dia menambahkan bahwa jika Amerika Serikat, Inggris dan Prancis akan mengambil tindakan militer, Jerman akan memberi bantuan non-militer.
Dengan lembut, Merkel juga mengkritik Rusia. Dia menyatakan Moskow menghambat penyelidikan penuh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) membuat Rusia tidak tampak positif.
|
|
"Tapi jika kita tetap ingin menekan Rusia, mitra Barat tidak dapat memulai aksinya terpisah," kata Maas.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk menyerang Suriah terkait dugaan penggunaan senjata kimia di Douma, Sabtu (7/4) yang menewaskan lebih dari 70 orang dan 500 lainnya masih dirawat di rumah sakit. Pemerintah Presiden Bashar Al Assad membantah segala tuduhan dan Rusia menegaskan akan melindungi Suriah dari ancaman serangan.
Credit cnnindonesia.com
Lebanon tolak wilayah udaranya digunakan untuk menyerang Suriah

Pesawat tempur F15 (en.wikipedia.org)
Beirut, Lebanon (CB) - Presiden Lebanon Michel Aoun pada
Kamis (12/4) mengutuk serangan udara Israel ke Suriah, dan mengatakan
penggunaan wilayah udara Lebanon adalah "serangan terhadap kedaulatan
kami", kata National News Agency (NNA).
Aoun selama satu sidang kabinet kembali menyampaikan pengumuman yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri dua hari sebelumnya bahwa Lebanon siap mengajukan komplain resmi ke Dewan Keamanan PBB mengenai penggunaan secara tidak sah oleh Israel wilayah udara Lebanon untuk menyerang sasaran di Suriah.
Perdana Menteri Lebanon Saad Al-Hariri juga mengomentari ketegangan saat ini selama sidang tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan, "Kami bekerja untuk membebaskan Lebanon dari setiap potensi masalah yang mungkin dihadapinya akibat dari perkembangan regional."
Pada Senin, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dua pesawat tempur F-15 Israel telah melancarkan delapan serangan rudal dari wilayah udara Lebanon, dengan sasaran satu pangkalan udara di dekat Homs, Suriah.
Presiden AS Donald Trump dengan tegas telah menyampaikan kesediaan negaranya untuk menyerang Suriah. Presiden AS itu sedang mengumpulkan dukungan dan keikut-sertaan negara lain Barat dalam serangan yang direncanakan tersebut.
Namun Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan setiap kemungkinan serangan hanya akan makin merusak kestabilan di wilayah itu, sehingga dapat mengancam keamanan dan perdamaian internasional.
Dengan setiap kemenangan militer Suriah, negara Barat meningkatkan retorika dan berusaha mengubah jalur peristiwa, kata Bashar selama pertemuannya dengan Penasehat Senior Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khemenei, Ali Akbar Velayati --yang sedang berkunjung ke Suriah.
Kedua pihak sepakat bahwa ancaman aksi militer terhadap Suriah oleh negara Barat adalah dusta belaka yang dibuat oleh negara itu dan alat mereka kelompok gerilyawan di dalam Suriah, setelah pembebasan Ghout Timur di sebelah timur Ibu Kota Suriah, Damaskus.
Pada Sabtu lalu (7/4), gerilyawan di Kabupaten Douma, Damaskus, menuduh pasukan militer Suriah menggunakan gas klorin, yang mengakibatkan tewasnya 40 orang.
Pemerintah Suriah dengan tegas telah membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan gerilyawan memalsukan fakta untuk menarik serangan asing terhadap Suriah.
Aoun selama satu sidang kabinet kembali menyampaikan pengumuman yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri dua hari sebelumnya bahwa Lebanon siap mengajukan komplain resmi ke Dewan Keamanan PBB mengenai penggunaan secara tidak sah oleh Israel wilayah udara Lebanon untuk menyerang sasaran di Suriah.
Perdana Menteri Lebanon Saad Al-Hariri juga mengomentari ketegangan saat ini selama sidang tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan, "Kami bekerja untuk membebaskan Lebanon dari setiap potensi masalah yang mungkin dihadapinya akibat dari perkembangan regional."
Pada Senin, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dua pesawat tempur F-15 Israel telah melancarkan delapan serangan rudal dari wilayah udara Lebanon, dengan sasaran satu pangkalan udara di dekat Homs, Suriah.
Presiden AS Donald Trump dengan tegas telah menyampaikan kesediaan negaranya untuk menyerang Suriah. Presiden AS itu sedang mengumpulkan dukungan dan keikut-sertaan negara lain Barat dalam serangan yang direncanakan tersebut.
Namun Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan setiap kemungkinan serangan hanya akan makin merusak kestabilan di wilayah itu, sehingga dapat mengancam keamanan dan perdamaian internasional.
Dengan setiap kemenangan militer Suriah, negara Barat meningkatkan retorika dan berusaha mengubah jalur peristiwa, kata Bashar selama pertemuannya dengan Penasehat Senior Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khemenei, Ali Akbar Velayati --yang sedang berkunjung ke Suriah.
Kedua pihak sepakat bahwa ancaman aksi militer terhadap Suriah oleh negara Barat adalah dusta belaka yang dibuat oleh negara itu dan alat mereka kelompok gerilyawan di dalam Suriah, setelah pembebasan Ghout Timur di sebelah timur Ibu Kota Suriah, Damaskus.
Pada Sabtu lalu (7/4), gerilyawan di Kabupaten Douma, Damaskus, menuduh pasukan militer Suriah menggunakan gas klorin, yang mengakibatkan tewasnya 40 orang.
Pemerintah Suriah dengan tegas telah membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan gerilyawan memalsukan fakta untuk menarik serangan asing terhadap Suriah.
Credit antaranews.com
AS Bidik 8 Target Potensial di Suriah
WASHINGTON
- Pemerintah Presiden Donald Trump dilaporkan telah mempertimbangkan
delapan target potensial di Suriah untuk diserang militer Amerika
Serikat. Delapan target itu termasuk pusat penelitian dan fasilitas
senjata kimia.
Jumlah target yang dibidik militer AS itu diungkap sumber pemerintah AS kepada CNBC. Laporan perihal target Pentagon ini muncul di saat Trump dan tim keamanan nasionalnya tengah membahas situasi di Suriah.
Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, keputusan akhir apakah AS akan menggunakan kekuatan militer atau tidak terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad belum juga diambil.
"Kami terus menilai (data) intelijen dan terlibat dalam percakapan dengan mitra dan sekutu kami," kata Sanders dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Jumat (13/4/2018).
Trump, lanjut Sanders, telah berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Theresa May semalam. Pemerintah Inggris menyatakan, Trump dan May setuju memberikan tanggapan internasional atas dugaan serangan senjata kimia di Douma yang mereka tuduhkan dilakukan rezim Assad.
Sementara itu, seorang sumber pemerintah AS yang berbicara dalam kondisi anonim mengatakan, selain pusat penelitian dan fasilitas senjata kimia, dua pangkalan udara Suriah juga jadi bagian dari delapan target potensial yang dibidik Pentagon.
Sumber itu juga mencatat bahwa militer Suriah telah memposisikan kembali sejumlah besar aset udara ke lapangan udara yang dikendalikan Rusia. Harapannya, agar Washington enggan menyerang.
"Kami mencari (keputusan) dengan sangat sangat serius, sangat dekat dengan situasi itu dan kami akan melihat apa yang terjadi," kata Trump kepada wartawan, pada hari Kamis.
Selama lima hari terakhir, Trump telah mempertajam retorikanya melawan Suriah dan sekutunya yang paling kuat, Rusia. Pemimpin Amerika ini telah mengejutkan dunia setelah meminta Rusia bersiap menyambut kedatangan rudal-rudal Washington di Suriah yang dia klaim bagus, baru dan "pintar".
Tahun lalu, pemerintahan Trump menembakkan total 59 rudal jelajah Tomahawk dari kapal perusak Angkatan Laut, USS Porter dan USS Ross, di Mediterania timur.
Rudal-rudal itu menghantam hanggar pesawat, bunker amunisi, sistem pertahanan udara, dan radar. Selain itu, Pentagon mengatakan pasukan Rusia di Suriah secara resmi diberitahu sebelum pemogokan, tetapi Moskow tidak melakukan tindakan militer.
Credit sindonews.com
Gedung Putih: Belum Ada Keputusan Final Gempur Suriah
WASHINGTON
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum membuat keputusan
tentang bagaiman menanggapi serangan kimia di Suriah dan masih menunggu
informasi intelijen. Hal tersebut diungkapkan juru bicara Gedung Putih
Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan.
"Presiden Trump baru saja menyelesaikan pertemuan dengan tim Keamanan Nasionalnya untuk membahas situasi di Suriah," kata Sanders.
"Belum ada keputusan akhir yang dibuat. Kami terus menilai infromasi intelijen dan terlibat dalam percakapan dengan mitra dan sekutu kami," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (13/4/2018).
Sebelumnya, dalam cuitannya, Trump membantah pernah mengatakan akan menyerang Suriah sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan kimia. Serangan itu bisa cepat, bisa juga lambat.
Tweet itu jelas berbeda dari pesan lain yang dikeluarkan Trump melalui Twitter sehari sebelumnya di mana dia mengatakan Rusia harus bersiap-siap untuk rudal baru dan "pintar" yang akan datang ke Suriah. Presiden AS juga mengkritik Rusia karena bermitra dengan "hewan" mengacu pada Presiden Suriah Bashar Assad.
Pada hari Sabtu, beberapa portal berita online oposisi Suriah melaporkan - mengutip militan - bahwa pasukan pemerintah Suriah menggunakan gas klorin di kota Douma dan menewaskan hingga 70 orang.
Pemerintah Suriah membantah bahwa mereka menggunakan senjata kimia, mengatakan serangan itu didramatisir oleh kelompok pejuang Jaish al-Islam untuk dijadikan dalih bagi kemungkinan intervensi eksternal di Suriah.
Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah pada hari Minggu secara tegas membantah laporan tentang serangan senjata kimia di Douma. Perwakilan Pusat mengunjungi tempat dugaan serangan dan mempertanyakan dokter lokal, yang mengatakan bahwa mereka tidak menerima individu dengan gejala keracunan kimia.
"Presiden Trump baru saja menyelesaikan pertemuan dengan tim Keamanan Nasionalnya untuk membahas situasi di Suriah," kata Sanders.
"Belum ada keputusan akhir yang dibuat. Kami terus menilai infromasi intelijen dan terlibat dalam percakapan dengan mitra dan sekutu kami," sambungnya seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (13/4/2018).
Sebelumnya, dalam cuitannya, Trump membantah pernah mengatakan akan menyerang Suriah sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan kimia. Serangan itu bisa cepat, bisa juga lambat.
Tweet itu jelas berbeda dari pesan lain yang dikeluarkan Trump melalui Twitter sehari sebelumnya di mana dia mengatakan Rusia harus bersiap-siap untuk rudal baru dan "pintar" yang akan datang ke Suriah. Presiden AS juga mengkritik Rusia karena bermitra dengan "hewan" mengacu pada Presiden Suriah Bashar Assad.
Pada hari Sabtu, beberapa portal berita online oposisi Suriah melaporkan - mengutip militan - bahwa pasukan pemerintah Suriah menggunakan gas klorin di kota Douma dan menewaskan hingga 70 orang.
Pemerintah Suriah membantah bahwa mereka menggunakan senjata kimia, mengatakan serangan itu didramatisir oleh kelompok pejuang Jaish al-Islam untuk dijadikan dalih bagi kemungkinan intervensi eksternal di Suriah.
Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah pada hari Minggu secara tegas membantah laporan tentang serangan senjata kimia di Douma. Perwakilan Pusat mengunjungi tempat dugaan serangan dan mempertanyakan dokter lokal, yang mengatakan bahwa mereka tidak menerima individu dengan gejala keracunan kimia.
Credit sindonews.com
Bos CIA: Ratusan Tentara Rusia Tewas dalam Serangan AS di Suriah
WASHINGTON
- Calon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo,
mengkonfirmasi ratusan tentara Rusia tewas pasukan AS di Suriah awal
tahun. Pompeo ditunjuk oleh Presiden Donald Trump untuk menggantikan Rex
Tillerson yang dicopot beberapa waktu lalu.
Mike Pompeo, yang saat ini menjabat sebagai direktur CIA, memberikan konfirmasi sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang hubungan AS dengan Rusia. Serangan pada Februari lalu oleh pasukan khusus AS - diakui pada saat itu oleh pejabat Rusia dan Suriah tetapi sampai sekarang belum dikonfirmasi oleh AS - menargetkan pasukan Suriah pro-pemerintah yang bekerja bersama tentara bayaran Rusia.
"Di Suriah, sekarang, beberapa minggu yang lalu Rusia mendapatkan pertandingan mereka," kata Pompeo kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.
"Beberapa ratus orang Rusia terbunuh," imbuhnya seperti dikutip dari Time, Jumat (13/4/2018).
Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan bahwa AS telah berkomunikasi dengan Rusia sebelum serangan itu dan tidak ada pasukan pemerintah Rusia yang terbunuh.
Konflik di Suriah yang telah berjalan selama tujuh tahun yang awalnya merupakan perang saudara berubah menjadi perang multi kelompok. Namun setelah kelompok ekstrimis ISIS hancur, konflik berubah menjadi perang proksi. Rusia dan Iran serta sekutunya berada di sisi Rezim Bashar al-Assad, sementara AS dan aliansinya berada di barisan pejuang Suriah.
Mike Pompeo, yang saat ini menjabat sebagai direktur CIA, memberikan konfirmasi sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang hubungan AS dengan Rusia. Serangan pada Februari lalu oleh pasukan khusus AS - diakui pada saat itu oleh pejabat Rusia dan Suriah tetapi sampai sekarang belum dikonfirmasi oleh AS - menargetkan pasukan Suriah pro-pemerintah yang bekerja bersama tentara bayaran Rusia.
"Di Suriah, sekarang, beberapa minggu yang lalu Rusia mendapatkan pertandingan mereka," kata Pompeo kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.
"Beberapa ratus orang Rusia terbunuh," imbuhnya seperti dikutip dari Time, Jumat (13/4/2018).
Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan bahwa AS telah berkomunikasi dengan Rusia sebelum serangan itu dan tidak ada pasukan pemerintah Rusia yang terbunuh.
Konflik di Suriah yang telah berjalan selama tujuh tahun yang awalnya merupakan perang saudara berubah menjadi perang multi kelompok. Namun setelah kelompok ekstrimis ISIS hancur, konflik berubah menjadi perang proksi. Rusia dan Iran serta sekutunya berada di sisi Rezim Bashar al-Assad, sementara AS dan aliansinya berada di barisan pejuang Suriah.
Credit sindonews.com
AS dan Sekutu Diminta Tahan Diri Tak Kirim Militer ke Suriah
Duta Besar Rusia untuk PBB meminta Amerika
Serikat dan sekutunya menahan diri tidak mengirim pasukan militer ke
Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia. (U.S. Marine Corps/Lance
Cpl. Cutler Brice/Handout via REUTERS)
Berbicara usai pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB yang diminta oleh Bolivia atas ancaman aksi militer di Suriah oleh Presiden Donald Trump, Nebenzia mengatakan situasi dapat jadi lebih berbahaya karena ada pasukan Rusia di Suriah.
"Prioritas utama adalah menghindari bahaya perang," kata Nebenzia kepada media. "Kami berharap tidak akan ada tidak ada pilihan,"
Ketika ditanya maksud dia terkait perang antara Amerika Serikat dan Rusia, Nebenzia mengatakan, "Kita tidak dapat mengecualikan segala kemungkinan, sayangnya, karena kita melihat pesan yang datang dari Washington. Mereka amat gaduh,"
Trump mengatakan dia mengadakan pertemuan di Suriah dan berharap membuat keputusan dengan segera.
Rusia telah meminta Sekjen PBB Antonio Guterres untuk mengumumkan secara terbuka hasil pertemuan yang sempat diadakan pada Jumat di Suriah.
Dalam upaya untuk menghindari eskalasi, Swedia mengusulkan resolusi Dewan Keamanan yang akan meminta Guterres mengirim tim pelucutan senjata tingkat tinggi ke Suriah.
Hal itu dilakukan untuk "mengatasi semua masalah luar biasa pada penggunaan senjata kimia, baik sekali maupun untuk selamanya."
Nebenzia berterima kasih kepada Swedia atas usahanya, namun menambahkan, "Terus terang dalam situasi yang kita temukan saat ini, itu bukan prioritas langsung."
Credit cnnindonesia.com
Pasukan Arab Saudi hadang serangan baru gerombolan Houthi

Ilustrasi barisan perempuan bersenjata pro Houthi. (REUTERS/Khaled Abdullah)
Jeddah, Arab Saudi (CB) - Pasukan pertahanan udara Arab
Saudi, Rabu, mencegat serangan gerombolan bersenjata Houthi dengan
peluru kendali balistik dan pesawat nirawak, yang menyasar ibu kota,
Riyadh, kota Jazan dan Najran, serta bandar udara Abha.
Peluru kendali itu ditujukan ke Riyadh dan dua kota selatan. Satu pesawat nirawak bersenjata membidik bandar udara Abha dan pesawat nirawak kedua menuju ke lingkungan warga di Jazan.
Terdapat ledakan keras dan asap membubung ke langit Riyadh ketika pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan peluru kendali itu.
Tidak ada laporan tentang korban atau kerusakan. Gerombolan bersenjata Houthi, yang didukung Iran, meluncurkan puluhan peluru kendali pada tahun lalu, yang ditujukan ke Riyadh dan kota selatan Arab Saudi.
Semua telah berhasil dicegat dan dijatuhkan pasukan pertahanan udara Arab Saudi. Namun, pada bulan lalu satu kepingan rudal membunuh seorang ekspatriat Mesir di Riyadh, korban tewas pertama yang disebabkan oleh serangan rudal.
Persekutuan pimpinan Arab Saudi, yang bertempur untuk mengembalikan pemerintahan sah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi di Yaman, menghasilkan bukti, rudal yang menargetkan Arab Saudi dibuat di Iran, dan serangan itu telah menarik kecaman global, yang terakhir Presiden Prancis, Emmanuel Macron, selama kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman, ke Paris.
Juru bicara sekutu itu, Rabu, mengatakan, pesawat nirawak yang digunakan dalam serangan terbaru adalah dari jenis dan spesifikasi yang digunakan masyarakat Iran.
Koalisi yang dipimpin Saudi memperingatkan militan Houthi dan yang mendukung mereka bahwa serangan teroris yang menargetkan wilayah-wilayah sipil Kerajaan tidak akan ditolerir, dan koalisi tersebut akan merespon secara tegas.
Mereka, yang melengkapi Houthi dengan kemampuan pesawat nirawak, juga akan membayar mahal, kata juru bicara itu.
Peluru kendali itu ditujukan ke Riyadh dan dua kota selatan. Satu pesawat nirawak bersenjata membidik bandar udara Abha dan pesawat nirawak kedua menuju ke lingkungan warga di Jazan.
Terdapat ledakan keras dan asap membubung ke langit Riyadh ketika pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan peluru kendali itu.
Tidak ada laporan tentang korban atau kerusakan. Gerombolan bersenjata Houthi, yang didukung Iran, meluncurkan puluhan peluru kendali pada tahun lalu, yang ditujukan ke Riyadh dan kota selatan Arab Saudi.
Semua telah berhasil dicegat dan dijatuhkan pasukan pertahanan udara Arab Saudi. Namun, pada bulan lalu satu kepingan rudal membunuh seorang ekspatriat Mesir di Riyadh, korban tewas pertama yang disebabkan oleh serangan rudal.
Persekutuan pimpinan Arab Saudi, yang bertempur untuk mengembalikan pemerintahan sah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi di Yaman, menghasilkan bukti, rudal yang menargetkan Arab Saudi dibuat di Iran, dan serangan itu telah menarik kecaman global, yang terakhir Presiden Prancis, Emmanuel Macron, selama kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman, ke Paris.
Juru bicara sekutu itu, Rabu, mengatakan, pesawat nirawak yang digunakan dalam serangan terbaru adalah dari jenis dan spesifikasi yang digunakan masyarakat Iran.
Koalisi yang dipimpin Saudi memperingatkan militan Houthi dan yang mendukung mereka bahwa serangan teroris yang menargetkan wilayah-wilayah sipil Kerajaan tidak akan ditolerir, dan koalisi tersebut akan merespon secara tegas.
Mereka, yang melengkapi Houthi dengan kemampuan pesawat nirawak, juga akan membayar mahal, kata juru bicara itu.
Credit antaranews.com
100 asosiasi industri AS desak Kongres kurangi friksi perdagangan dengan China

Bendera Amerika Serikat. (Public Domain Pictures)
Washington (CB) - Lebih dari 100 asosiasi industri yang
mewakili produsen Amerika Serikat, petani, pengecer, perusahaan
teknologi, dan pemangku kepentingan rantai pasokan lainnya mendesak
Kongres AS untuk memainkan peran yang kuat dalam mengurangi friksi
perdagangan yang meningkat dengan China.
"Peningkatan ketegangan perdagangan dengan China dapat mengakibatkan kerugian bagi semua perusahaan anggota kami, petani, pekerja mereka, dan konsumen mereka," kata berbagai asosiasi industri tersebut melalui sebuah surat kepada Ketua House Ways and Means Committee Kevin Brady dan Ranking member Richard Neal, dirilis oleh National Retail Federation pada Kamis.
"Seperti yang dipersyaratkan oleh Konstitusi, Kongres harus memainkan peran yang kuat dalam mengurangi situasi ini dengan cepat," kata surat itu, yang memperingatkan bahwa tarif pemerintahan Donald Trump atas impor China akan merugikan bisnis dan konsumen AS.
"Sementara tarif belum berlaku, kemungkinan pengenaan tarif pada miliaran dolar barang, pembatasan investasi potensial yang belum ditentukan dan ancaman perang perdagangan potensial menciptakan ketidakpastian di seluruh bisnis dan masyarakat pertanian di sini di Amerika Serikat, menekan harga komoditas, dan telah merugikan perusahaan, petani, konsumen, dan pasar AS,” lanjut surat itu.
Asosiasi industri ini juga berpendapat bahwa pendekatan tarif administrasi Trump tidak cukup memperhitungkan peran rantai pasokan global dalam produksi dan perakitan produk.
"Perusahaan AS biasanya bekerja dengan kontrak di mana saja dari enam hingga sembilan bulan sebelumnya. Penerapan tarif impor dari China pasti akan mengganggu rantai pasokan tersebut," kata surat itu.
Surat itu muncul setelah pemerintahan Trump pekan lalu merilis daftar usulan produk China senilai 50 miliar dolar AS yang akan dikenakan pada tarif tambahan sebesar 25 persen, berdasarkan apa yang disebut Section 301 penyelidikan dugaan kekayaan intelektual dan transfer teknologi China praktis.
Pemerintah Cina telah mengecam keras dan dengan tegas menentang investigasi Section 301 yang tidak berdasar dan daftar usulan produk dan kenaikan tarif berdasarkan penyelidikan.
China juga telah meluncurkan daftar produk senilai 50 miliar dolar yang diimpor dari Amerika Serikat yang akan dikenakan pada tarif tambahan sebesar 25 persen, sebagai tanggapan terhadap rencana tarif AS itu.
Sampai sekarang, pejabat pemerintah dari kedua negara tidak pernah terlibat dalam negosiasi mengenai friksi perdagangan, menurut juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng.
"Ada prinsip-prinsip yang harus diikuti untuk negosiasi. Pihak AS tidak menunjukkan kesungguhan untuk bernegosiasi," kata Gao Kamis, seraya menambahkan China akan berjuang sampai akhir jika Amerika Serikat bersikeras melakukan unilateralisme dan proteksionisme perdagangan. Demikian Kantor Berita Xinhua memberitakan.
"Peningkatan ketegangan perdagangan dengan China dapat mengakibatkan kerugian bagi semua perusahaan anggota kami, petani, pekerja mereka, dan konsumen mereka," kata berbagai asosiasi industri tersebut melalui sebuah surat kepada Ketua House Ways and Means Committee Kevin Brady dan Ranking member Richard Neal, dirilis oleh National Retail Federation pada Kamis.
"Seperti yang dipersyaratkan oleh Konstitusi, Kongres harus memainkan peran yang kuat dalam mengurangi situasi ini dengan cepat," kata surat itu, yang memperingatkan bahwa tarif pemerintahan Donald Trump atas impor China akan merugikan bisnis dan konsumen AS.
"Sementara tarif belum berlaku, kemungkinan pengenaan tarif pada miliaran dolar barang, pembatasan investasi potensial yang belum ditentukan dan ancaman perang perdagangan potensial menciptakan ketidakpastian di seluruh bisnis dan masyarakat pertanian di sini di Amerika Serikat, menekan harga komoditas, dan telah merugikan perusahaan, petani, konsumen, dan pasar AS,” lanjut surat itu.
Asosiasi industri ini juga berpendapat bahwa pendekatan tarif administrasi Trump tidak cukup memperhitungkan peran rantai pasokan global dalam produksi dan perakitan produk.
"Perusahaan AS biasanya bekerja dengan kontrak di mana saja dari enam hingga sembilan bulan sebelumnya. Penerapan tarif impor dari China pasti akan mengganggu rantai pasokan tersebut," kata surat itu.
Surat itu muncul setelah pemerintahan Trump pekan lalu merilis daftar usulan produk China senilai 50 miliar dolar AS yang akan dikenakan pada tarif tambahan sebesar 25 persen, berdasarkan apa yang disebut Section 301 penyelidikan dugaan kekayaan intelektual dan transfer teknologi China praktis.
Pemerintah Cina telah mengecam keras dan dengan tegas menentang investigasi Section 301 yang tidak berdasar dan daftar usulan produk dan kenaikan tarif berdasarkan penyelidikan.
China juga telah meluncurkan daftar produk senilai 50 miliar dolar yang diimpor dari Amerika Serikat yang akan dikenakan pada tarif tambahan sebesar 25 persen, sebagai tanggapan terhadap rencana tarif AS itu.
Sampai sekarang, pejabat pemerintah dari kedua negara tidak pernah terlibat dalam negosiasi mengenai friksi perdagangan, menurut juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng.
"Ada prinsip-prinsip yang harus diikuti untuk negosiasi. Pihak AS tidak menunjukkan kesungguhan untuk bernegosiasi," kata Gao Kamis, seraya menambahkan China akan berjuang sampai akhir jika Amerika Serikat bersikeras melakukan unilateralisme dan proteksionisme perdagangan. Demikian Kantor Berita Xinhua memberitakan.
Credit antaranews.com
Presiden Xi pimpin gelar militer terbesar di Laut China Selatan

Presiden China Xi Jinping. (REUTERS/Wu Hong/Pool)
Beijing (CB) - Presiden China Xi Jinping memimpin gelaran
alat utama militer terbesar dari yang pernah diperlihatkan sebelumnya
oleh armada militernya di Laut China Selatan, Kamis.
Penggelaran tersebut juga merupakan aksi unjuk kekuatan paling terakhir di Laut China Selatan yang diperselisihkan.
Televisi Sentral China memperlihatkan gambar Xi menumpang kapal perusak Changsha sebelum berlayar ke sebuah lokasi yang disebutkan secara khusus di Laut China Selatan dan memperhatikan prosesi tersebut, yang melibatkan lebih 10.000 perseonel AL, 76 jet tempur, dan kelompok 48 kapal perang dan kapal selam.
Xi mengatakan kepada bala tentara yang berkumpul bahwa kebutuhan China untuk memiliki pasukan AL yang unggul di dunia "tak pernah lebih mendesak daripada hari ini" dan mendorong mereka untuk menunjukkan kesetiaan kepada partai, sebelum menyaksikan dengan menggunakan teropong empat jet tempur J-15 tinggal landas dari Liaoning, kapal induk pesawat satu-satunya beroperasi.
Dia mengatakan Tentara Pembebasan Rakyat China hendaknya bekerja untuk mengembangkan armada lautnya, membangun sistem tempur maritim modern dan memperkuat kemampuannya dalam misi-misi militer yang berbeda.
Angkatan bersenjata China, yang terbesar di dunia, sedang menjalani program modernisasi yang mencakup investasi di bidang teknologi dan peralatan baru seperti pesawat-pesawat tempur siluman dan kapal-kapal induk, serta pengurangan jumlah personel.
Tapi, keberadaan militer China telah membuat risau para tetangganya khususnya karena sikap asertifnya yang meningkat di kawasan-kawasan yang diperselisihkan di Laut China Selatan dan Timur dan soal Taiwan, wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri. Beijing mengklaimnya sebagai miliknya.
China juga mengumumkan pihaknya akan menyelenggarakan latihan militer dengan peluru tajam di Selat Taiwan pada 18 April 2018, demikian laporan Reuters.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentaranya menilai situasi itu di bawah kendali dan dapat menjamin keselamatan Taiwan.
Xi, yang juga sebagai ketua Komisi Militer Sentral dan panglima tertinggi, telah memperlihatkan kegemaran untuk mempertontonkan kemampuan militer, termasuk parade skala besar tank dan peluru kendali melintasi pusat kota Beijing tahun 2015, dan lainnya di pangkalan latihan terpencil Zhurihe di wilayah Mongolia pada Juli.
Gelar armada China itu berlangsung setelah kapal induk USS Theodore Roosevelt melakukan apa yang militer Amerika Serikat (AS) sebut sebagai latihan rutin di Laut China Selatan pada Selasa (10/4).
Penggelaran tersebut juga merupakan aksi unjuk kekuatan paling terakhir di Laut China Selatan yang diperselisihkan.
Televisi Sentral China memperlihatkan gambar Xi menumpang kapal perusak Changsha sebelum berlayar ke sebuah lokasi yang disebutkan secara khusus di Laut China Selatan dan memperhatikan prosesi tersebut, yang melibatkan lebih 10.000 perseonel AL, 76 jet tempur, dan kelompok 48 kapal perang dan kapal selam.
Xi mengatakan kepada bala tentara yang berkumpul bahwa kebutuhan China untuk memiliki pasukan AL yang unggul di dunia "tak pernah lebih mendesak daripada hari ini" dan mendorong mereka untuk menunjukkan kesetiaan kepada partai, sebelum menyaksikan dengan menggunakan teropong empat jet tempur J-15 tinggal landas dari Liaoning, kapal induk pesawat satu-satunya beroperasi.
Dia mengatakan Tentara Pembebasan Rakyat China hendaknya bekerja untuk mengembangkan armada lautnya, membangun sistem tempur maritim modern dan memperkuat kemampuannya dalam misi-misi militer yang berbeda.
Angkatan bersenjata China, yang terbesar di dunia, sedang menjalani program modernisasi yang mencakup investasi di bidang teknologi dan peralatan baru seperti pesawat-pesawat tempur siluman dan kapal-kapal induk, serta pengurangan jumlah personel.
Tapi, keberadaan militer China telah membuat risau para tetangganya khususnya karena sikap asertifnya yang meningkat di kawasan-kawasan yang diperselisihkan di Laut China Selatan dan Timur dan soal Taiwan, wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri. Beijing mengklaimnya sebagai miliknya.
China juga mengumumkan pihaknya akan menyelenggarakan latihan militer dengan peluru tajam di Selat Taiwan pada 18 April 2018, demikian laporan Reuters.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentaranya menilai situasi itu di bawah kendali dan dapat menjamin keselamatan Taiwan.
Xi, yang juga sebagai ketua Komisi Militer Sentral dan panglima tertinggi, telah memperlihatkan kegemaran untuk mempertontonkan kemampuan militer, termasuk parade skala besar tank dan peluru kendali melintasi pusat kota Beijing tahun 2015, dan lainnya di pangkalan latihan terpencil Zhurihe di wilayah Mongolia pada Juli.
Gelar armada China itu berlangsung setelah kapal induk USS Theodore Roosevelt melakukan apa yang militer Amerika Serikat (AS) sebut sebagai latihan rutin di Laut China Selatan pada Selasa (10/4).
Credit antaranews.com
Reputasi Hadiah Nobel terancam saat sengketa melanda Swedish Academy

- (NobelPrize.org)
Stockholm, Swedia (CB) - Nobel Foundation memperingatkan
bahwa reputasi internasional Hadiah Nobel bisa terancam setelah
serangkaian pertikaian mengguncang Swedish Academy, badan yang
menganugerahkan Hadiah Nobel di bidang sastra.
Dalam siaran persnya pada Rabu (11/4), Nobel Foundation menyatakan anggota dewannya telah bertemu untuk membahas perkembangan terkini, yang meliputi tiga anggota Academy yang pada Jumat mengumumkan bahwa mereka mundur --tindakan yang telah mengguncang dunia sastra dan budaya.
"Tak terelakkan bahwa krisis sulit di dalam institusi pemberi penghargaan juga merusak reputasi Hadiah Nobel. Kami bisa menyatakan bahwa kepercayaan pada Swedish Academy telah benar-benar rusak. Bagaimana kejadian yang sekarang membahayakan Hadiah Nobel belum bisa sepenuhnya dinilai," kata Nobel Foundation dalam siaran pers yang dikutip Xinhua.
Ketiga anggota Academy itu memilih untuk mundur setelah kebanyakan anggota memberi suara untuk tidak mengeluarkan seorang anggota yang suaminya dituduh melakukan pelecehan seksual dan menggunakan pengaruh Academy tersebut serta membocorkan nama sejumlah peraih hadiah Nobel Sastra pada masa lalu.
Pada Rabu, sisa anggota Academy tersebut mengadakan pertemuan darurat guna memutuskan cara bergerak maju setelah berhari-hari perang kata-kata sengit di media Swedia.
Dalam pernyataannya, Nabel Foundation menjelaskan sejumlah langkah yang disarankan yang dipandang perlu untuk memulihkan kepercayaan pada Swedish Academy, untuk melindungi reputasi Hadiah Nobel, dan untuk memastikan bahwa pekerjaan untuk memilih peraih Nobel Literatur tahun ini dilakukan dengan cara yang bisa dipercaya.
Setiap pelanggaran kerahasiaan dan konflik kepentingan harus ditangani sejalan dengan peraturan internal, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa setiap dugaan kejahatan mesti ditangani lewat jalur hukum.
Dalam siaran persnya pada Rabu (11/4), Nobel Foundation menyatakan anggota dewannya telah bertemu untuk membahas perkembangan terkini, yang meliputi tiga anggota Academy yang pada Jumat mengumumkan bahwa mereka mundur --tindakan yang telah mengguncang dunia sastra dan budaya.
"Tak terelakkan bahwa krisis sulit di dalam institusi pemberi penghargaan juga merusak reputasi Hadiah Nobel. Kami bisa menyatakan bahwa kepercayaan pada Swedish Academy telah benar-benar rusak. Bagaimana kejadian yang sekarang membahayakan Hadiah Nobel belum bisa sepenuhnya dinilai," kata Nobel Foundation dalam siaran pers yang dikutip Xinhua.
Ketiga anggota Academy itu memilih untuk mundur setelah kebanyakan anggota memberi suara untuk tidak mengeluarkan seorang anggota yang suaminya dituduh melakukan pelecehan seksual dan menggunakan pengaruh Academy tersebut serta membocorkan nama sejumlah peraih hadiah Nobel Sastra pada masa lalu.
Pada Rabu, sisa anggota Academy tersebut mengadakan pertemuan darurat guna memutuskan cara bergerak maju setelah berhari-hari perang kata-kata sengit di media Swedia.
Dalam pernyataannya, Nabel Foundation menjelaskan sejumlah langkah yang disarankan yang dipandang perlu untuk memulihkan kepercayaan pada Swedish Academy, untuk melindungi reputasi Hadiah Nobel, dan untuk memastikan bahwa pekerjaan untuk memilih peraih Nobel Literatur tahun ini dilakukan dengan cara yang bisa dipercaya.
Setiap pelanggaran kerahasiaan dan konflik kepentingan harus ditangani sejalan dengan peraturan internal, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa setiap dugaan kejahatan mesti ditangani lewat jalur hukum.
Credit antaranews.com
Diguncang Skandal Seks, Ketua Panel Hadiah Nobel Mundur
STOCKHOLM
- Kepala Swedish Academy, lembaga yang memilih pemenang hadiah Nobel
sastra, mengundurkan diri. Langkah itu diambil di tengah krisis yang
berkembang atas tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan seorang pria
yang mempunyai hubungan dengan lembaga itu.
Sara Danius mengumumkan keputusannya setelah pertemuan darurat tiga jam anggota akademi di pusat Stockholm.
Danius mengatakan dia telah kehilangan kepercayaan dari akademi, tetapi bungkam tentang apakah ada pemungutan suara untuk memaksanya mengundurkan diri.
"Ini adalah keinginan akademi bahwa saya meninggalkan jabatan saya sebagai sekretaris tetap," kata Danius, seorang sejarawan sastra Swedia berusia 56 tahun, dan wanita pertama yang memegang posisi itu.
"Saya ingin terus, tetapi ada hal-hal lain yang harus dilakukan dalam hidup," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (13/4/2018).
Sebelumnya tiga anggota akademi mengundurkan diri minggu lalu karena masalah ini, tetapi aturan rahasia yang membuat sumpah seumur hidup seorang anggota tidak dapat mengundurkan diri secara teknis, meskipun mereka berhenti berpartisipasi dalam kegiatan.
Kecaman dan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga itu telah menimbulkan keprihatian bahwa citra hadiah Nobel dan reputasi Swedia di mata internasional akan hancur.
"Ini sudah sangat mempengaruhi hadiah Nobel dan itu masalah cukup besar," kata Danius.
Pada hari Rabu, dewan Yayasan Nobel mengkritik tajam Swedish Academy, mengatakan lembaga terancam mencoreng reputasi hadiah Nobel.
Pengunduran diri terjadi setelah harian Dagens Nyheter pada November menerbitkan pernyataan dari 18 wanita yang mengatakan mereka telah mengalami pelecehan dan penganiayaan fisik oleh pria yang dituduh.
Akademi telah memutuskan semua hubungan dengan pria tersebut dan memotong hibah yang diberikan kepadanya. Pihak akademi juga telah meluncurkan penyelidikan internal dan meminta bantuan dari sebuah firma hukum.
Akademi, yang di bawah perlindungan langsung raja Norwegia, secara tradisional sangat berhati-hati dan telah sangat terguncang oleh skandal itu.
Dari 18 tetua akademi, tujuh tidak lagi anggota aktif, dan dua wanita telah cuti selama beberapa tahun
Sara Danius mengumumkan keputusannya setelah pertemuan darurat tiga jam anggota akademi di pusat Stockholm.
Danius mengatakan dia telah kehilangan kepercayaan dari akademi, tetapi bungkam tentang apakah ada pemungutan suara untuk memaksanya mengundurkan diri.
"Ini adalah keinginan akademi bahwa saya meninggalkan jabatan saya sebagai sekretaris tetap," kata Danius, seorang sejarawan sastra Swedia berusia 56 tahun, dan wanita pertama yang memegang posisi itu.
"Saya ingin terus, tetapi ada hal-hal lain yang harus dilakukan dalam hidup," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (13/4/2018).
Sebelumnya tiga anggota akademi mengundurkan diri minggu lalu karena masalah ini, tetapi aturan rahasia yang membuat sumpah seumur hidup seorang anggota tidak dapat mengundurkan diri secara teknis, meskipun mereka berhenti berpartisipasi dalam kegiatan.
Kecaman dan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga itu telah menimbulkan keprihatian bahwa citra hadiah Nobel dan reputasi Swedia di mata internasional akan hancur.
"Ini sudah sangat mempengaruhi hadiah Nobel dan itu masalah cukup besar," kata Danius.
Pada hari Rabu, dewan Yayasan Nobel mengkritik tajam Swedish Academy, mengatakan lembaga terancam mencoreng reputasi hadiah Nobel.
Pengunduran diri terjadi setelah harian Dagens Nyheter pada November menerbitkan pernyataan dari 18 wanita yang mengatakan mereka telah mengalami pelecehan dan penganiayaan fisik oleh pria yang dituduh.
Akademi telah memutuskan semua hubungan dengan pria tersebut dan memotong hibah yang diberikan kepadanya. Pihak akademi juga telah meluncurkan penyelidikan internal dan meminta bantuan dari sebuah firma hukum.
Akademi, yang di bawah perlindungan langsung raja Norwegia, secara tradisional sangat berhati-hati dan telah sangat terguncang oleh skandal itu.
Dari 18 tetua akademi, tujuh tidak lagi anggota aktif, dan dua wanita telah cuti selama beberapa tahun
Credit sindonews.com
Kamis, 12 April 2018
Israel Ancam Musnahkan Rezim Assad Jika Iran Balas Serangan ke Suriah
TEL AVIV
- Israel akan memusnahkan rezim Bashar al-Assad jika Iran membalas
serangan udara terhadap sebuah pangkalan udara Suriah. Serangan tersebut
menewaskan sejumlah tentara Iran.
Seorang pejabat keamanan senior Israel mengatakan kepada harian lokal Maariv bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad akan "musnah" sesaat setelah serangan balasan Iran.
"Jika Iran bertindak melawan Israel dari wilayah Suriah, maka Assad dan pemerintahannya yang akan membayar harga untuu itu," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.
"Pemerintah, bersama dengan Assad sendiri, akan hilang begitu saja. Kami akan merekomendasikan bahwa Iran tidak bertindak melawan kami," imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Kamis (12/4/2018)
Pejabat senior itu juga memperingatkan bahwa pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, akan mengalami nasib yang sama seperti Assad jika Teheran nekat melakukan aksi balasan terhadap Israel.
"Nasrallah perlu memahami bahwa nasibnya tidak akan lebih baik daripada nasib Assad. Dia akan membayar harga yang sangat mahal," katanya.
Iran, sekutu kuat Assad, telah mengancam akan menanggapi serangan udara di sebuah pangkalan militer Suriah pada hari Senin. Suriah, Rusia dan Iran menyalahkan Israel atas serangan tersebut.
Tujuh orang Iran dilaporkan berada di antara sekitar 14 orang yang tewas dalam serangan rudal itu, dan seorang pejabat senior Iran yang mengunjungi Damaskus mengatakan serangan itu "tidak akan tidak dijawab."
Pangkalan udara Suriah dihantam rudal lebih dari 24 jam setelah serangan kimia di kota Douma yang dikuasai pejuang.
Iran adalah salah satu pendukung terkuat Assad dan telah mengirim ribuan pasukan serta milisi sekutu untuk mendukung pasukannya.
Harian Israel Haaretz melaporkan pada hari Rabu bahwa militer Israel berada dalam "siaga tinggi" dan telah mengambil ancaman pembalasan dari Iran "sangat serius".
"Perbatasan utara sedang dalam siaga tinggi di tengah kekhawatiran akan serangan balas dendam yang mungkin dilakukan oleh Iran atau Hizbullah," tulis Haaretz, seraya menambahkan bahwa kabinet keamanan Israel akan bersidang karena takut akan pembalasan Iran.
Seorang pejabat keamanan senior Israel mengatakan kepada harian lokal Maariv bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad akan "musnah" sesaat setelah serangan balasan Iran.
"Jika Iran bertindak melawan Israel dari wilayah Suriah, maka Assad dan pemerintahannya yang akan membayar harga untuu itu," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.
"Pemerintah, bersama dengan Assad sendiri, akan hilang begitu saja. Kami akan merekomendasikan bahwa Iran tidak bertindak melawan kami," imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Kamis (12/4/2018)
Pejabat senior itu juga memperingatkan bahwa pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, akan mengalami nasib yang sama seperti Assad jika Teheran nekat melakukan aksi balasan terhadap Israel.
"Nasrallah perlu memahami bahwa nasibnya tidak akan lebih baik daripada nasib Assad. Dia akan membayar harga yang sangat mahal," katanya.
Iran, sekutu kuat Assad, telah mengancam akan menanggapi serangan udara di sebuah pangkalan militer Suriah pada hari Senin. Suriah, Rusia dan Iran menyalahkan Israel atas serangan tersebut.
Tujuh orang Iran dilaporkan berada di antara sekitar 14 orang yang tewas dalam serangan rudal itu, dan seorang pejabat senior Iran yang mengunjungi Damaskus mengatakan serangan itu "tidak akan tidak dijawab."
Pangkalan udara Suriah dihantam rudal lebih dari 24 jam setelah serangan kimia di kota Douma yang dikuasai pejuang.
Iran adalah salah satu pendukung terkuat Assad dan telah mengirim ribuan pasukan serta milisi sekutu untuk mendukung pasukannya.
Harian Israel Haaretz melaporkan pada hari Rabu bahwa militer Israel berada dalam "siaga tinggi" dan telah mengambil ancaman pembalasan dari Iran "sangat serius".
"Perbatasan utara sedang dalam siaga tinggi di tengah kekhawatiran akan serangan balas dendam yang mungkin dilakukan oleh Iran atau Hizbullah," tulis Haaretz, seraya menambahkan bahwa kabinet keamanan Israel akan bersidang karena takut akan pembalasan Iran.
Israel telah berusaha untuk menghindari keterlibatan langsung dalam perang saudara tujuh tahun Suriah. Namun mereka mengakui melakukan puluhan serangan udara. Serangan itu untuk menghentikan apa yang dikatakannya sebagai pengiriman senjata berkelanjutan kepada musuhnya Hizbullah, kelompok Syiah Lebanon itu, bersama dengan Iran dan Rusia, mendukung rezim Assad.
Credit sindonews.com
5 Hal yang Perlu Tahu jika AS Serang Suriah
WASHINGTON
- Para ahli militer memberikan penilaian jika Amerika Serikat (AS)
benar-benar meluncurkan serangan militer terhadap rezim Suriah sebagai
respons atas dugaan serangan senjata kimia di Douma. Analisis para ahli
ini mencakup jenis rudal, target hingga tujuan sebenarnya dari serangan
Washington.
Berikut lima hal yang perlu diketahui jika militer Donald Trump benar-benar nekat menggempur rezim Suriah yang dilindungi militer Rusia.
1. Jenis Rudal AS yang Mungkin Ditembakkan
Lawrence Korb, mantan asisten menteri pertahanan AS, mengatakan kepada Al Jazeera militer AS kemungkinan akan menggunakan rudal Tomahawk.
Tomahawk digunakan dalam serangan-serangan AS sebelumnya di Suriah tahun lalu sebagai tanggapan terhadap penggunaan senjata kimia di kota Khan Sheikhun, Idlib, yang dikuasai pemberontak.
Pentagon kala itu mengatakan 59 rudal jelajah Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang di Mediterania terhadap pangkalan udara Shayrat di Provinsi Homs. Pangkalan yang diserang itu dituduh AS sebagai tempat peluncuran serangan kimia.Enam personel militer Suriah tewas oleh serangan rudal Tomahawk kala itu.
Menurut para analis, bukan tidak mungkin rudal Tomahawk kembali diandalkan Pentagon kali ini.
"Menurut sumber tidak resmi, AS mengerahkan beberapa kapal induk dengan rudal jelajah di Laut Mediterania dan Laut Merah," kata Fuad Shahbazov, seorang ahli keamanan dan militer yang bermarkas di Azerbaijan.
"Juga kemungkinan serangan dengan jet tempur harus dipertimbangkan karena AS memiliki pangkalan udara besar di negara-negara Teluk," ujarnya.
2. Target Pontensial Serangan AS
Menurut Shahbazov, AS kemungkinan besar akan menyerang markas komandan dan kontrol angkatan bersenjata Suriah, serta lokasi yang diduga jadi tempat penyimpanan senjata kimia.
Dilihat dari lokasi saat ini, rudal jelajah AS sudah berada di atas kapal angkatan lautnya yang siaga di sepanjang perairan Mediterania. Shahbazov mengatakan, benteng pasukan pro-Assad di provinsi Latakia mungkin menghadapi serangan dari laut.
Tetapi, Afzal Ashraf dari Pusat Keamanan Konflik dan Terorisme, mengatakan melalui tweet kepada Al Jazeera, bahwa Presiden AS Donald Trump yang secara khusus mengatakan rudal "pintar" akan digunakan mungkin tidak dihargai oleh komandan militernya. Sebaliknya, strategi baru mungkin dibuat para komandan militer Pentagon.
"Mereka biasanya tidak suka menyatakan apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana mereka akan lakukan sebelumnya," kata Ashraf. "Jadi militer AS mungkin memutuskan untuk menggunakan metode lain," katanya.
3. Tujuan serangan Amerika
Korb mengatakan, tujuan utama serangan AS terhadap rezim Suriah adalah pencegahan penggunaan senjata kimia lebih lanjut.
Berikut lima hal yang perlu diketahui jika militer Donald Trump benar-benar nekat menggempur rezim Suriah yang dilindungi militer Rusia.
1. Jenis Rudal AS yang Mungkin Ditembakkan
Lawrence Korb, mantan asisten menteri pertahanan AS, mengatakan kepada Al Jazeera militer AS kemungkinan akan menggunakan rudal Tomahawk.
Tomahawk digunakan dalam serangan-serangan AS sebelumnya di Suriah tahun lalu sebagai tanggapan terhadap penggunaan senjata kimia di kota Khan Sheikhun, Idlib, yang dikuasai pemberontak.
Pentagon kala itu mengatakan 59 rudal jelajah Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang di Mediterania terhadap pangkalan udara Shayrat di Provinsi Homs. Pangkalan yang diserang itu dituduh AS sebagai tempat peluncuran serangan kimia.Enam personel militer Suriah tewas oleh serangan rudal Tomahawk kala itu.
Menurut para analis, bukan tidak mungkin rudal Tomahawk kembali diandalkan Pentagon kali ini.
"Menurut sumber tidak resmi, AS mengerahkan beberapa kapal induk dengan rudal jelajah di Laut Mediterania dan Laut Merah," kata Fuad Shahbazov, seorang ahli keamanan dan militer yang bermarkas di Azerbaijan.
"Juga kemungkinan serangan dengan jet tempur harus dipertimbangkan karena AS memiliki pangkalan udara besar di negara-negara Teluk," ujarnya.
2. Target Pontensial Serangan AS
Menurut Shahbazov, AS kemungkinan besar akan menyerang markas komandan dan kontrol angkatan bersenjata Suriah, serta lokasi yang diduga jadi tempat penyimpanan senjata kimia.
Dilihat dari lokasi saat ini, rudal jelajah AS sudah berada di atas kapal angkatan lautnya yang siaga di sepanjang perairan Mediterania. Shahbazov mengatakan, benteng pasukan pro-Assad di provinsi Latakia mungkin menghadapi serangan dari laut.
Tetapi, Afzal Ashraf dari Pusat Keamanan Konflik dan Terorisme, mengatakan melalui tweet kepada Al Jazeera, bahwa Presiden AS Donald Trump yang secara khusus mengatakan rudal "pintar" akan digunakan mungkin tidak dihargai oleh komandan militernya. Sebaliknya, strategi baru mungkin dibuat para komandan militer Pentagon.
"Mereka biasanya tidak suka menyatakan apa yang akan mereka lakukan dan bagaimana mereka akan lakukan sebelumnya," kata Ashraf. "Jadi militer AS mungkin memutuskan untuk menggunakan metode lain," katanya.
3. Tujuan serangan Amerika
Korb mengatakan, tujuan utama serangan AS terhadap rezim Suriah adalah pencegahan penggunaan senjata kimia lebih lanjut.
Tetapi, kata Ashraf, masih belum jelas apakah Amerika Serikat tahu di mana senjata kimia disimpan di Suriah.
"Jika kita tahu di mana senjata kimia itu maka itu dapat dihancurkan. Jika mereka menyerang instalasi senjata kimia, pertanyaan yang harus ditanyakan mengapa mereka tidak menyerang di sana sebelumnya. Saya ragu ada instalasi senjata kimia yang dinyatakan Barat. Jadi serangan ini akan menjadi target militer umum," ujarnya.
Menurut Ashraf, AS kemungkinan akan mempertahankan pesawat tempur dan kapal angkatan lautnya dari dekat pasukan Rusia.
"Apa yang tampak keluar adalah apa yang dikenal sebagai 'serangan kebuntuan' yang melibatkan rudal jelajah dan rudal lainnya untuk menghindari kemungkinan keterlibatan antara pesawat dan kapal Rusia dan AS," katanya.
"Jika itu terjadi, garis merah yang sangat besar disilangkan dan kami memasuki beberapa wilayah yang sangat sulit yang melibatkan perang antara Rusia dan AS, dan itu adalah sesuatu yang tidak benar-benar ada," imbuh Ashraf.
4. Kemungkinan Respons Rusia
Reaksi Moskow, kata Korb, kemungkinan besar akan terbatas pada kecaman publik, jika AS tidak menargetkan militer Rusia.
Namun, Shahbazov mengatakan peringatan kementerian pertahanan Rusia tentang pembalasan harus dicatat.
"(Tanggapan Rusia) akan mencakup serangan rudal terhadap pasukan oposisi dan posisi militer pasukan khusus AS," katanya, yang menambahkan bahwa operasi darat jangka panjang terhadap pemberontak sangat tidak mungkin.
Membandingkan serangan rudal Tomahawk AS bulan April 2017, Ashraf mencatat kemungkinan Rusia memberikan sekutunya peringatan bahwa serangan itu akan datang.
"Satu-satunya perbedaan nyata dari waktu lalu adalah bahwa Suriah diberi tip-off melalui Rusia dan mereka mampu membubarkan aset mereka, jadi tidak banyak orang terbunuh dan tidak ada banyak peralatan yang hancur. Kasus ini, kedengarannya seolah-olah peringatan tidak akan tersedia," katanya.
5. Pengunaan Sistem Rudal Pertahanan Rusia di Suriah
Shahbazov mengatakan sistem rudal pertahanan utama Rusia di Suriah, S-300 Gladiator, telah dikerahkan di negara ini pada akhir tahun 2016. "Namun, mungkin juga Rusia akan menggunakan S-400 yang juga telah dikerahkan di Suriah selama lebih dari setahun ini. Sistem ini dapat menantang semua jet tempur modern. Tetapi Rusia belum menggunakan sistem ini di Suriah," katanya.
Korb mengatakan tidak mungkin Rusia akan dapat melawan serangan AS.
Ashraf setuju bahwa banyak target AS di Suriah kemungkinan akan diterjang. "Jika Rusia sesuai dengan kata-katanya, beberapa dari rudal itu akan diadang. Tidak ada sistem pertahanan udara yang memenuhi bukti, jadi saya kira proporsi yang cukup signifikan akan menembus target mereka," katanya, yang dilansir Kamis (12/4/2018).
Credit sindonews.com
Rusia Sebut Serangan Kimia Suriah Pentas Drama White Helmet
MOSKOW
- Para pejabat Rusia menuduh para relawan pertahanan sipil Suriah yang
dikenal sebagai White Helmet "mementaskan" drama serangan kimia
baru-baru ini di kota Douma yang dikuasai pemberontak.
Moskow telah menyalahkan para relawan responsif pertama di daerah yang dikuasai pemberontak atas serangan kimia hari Sabtu, yang menewaskan sebanyak 60 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang.
Rusia, sekutu dekat rezim Suriah, telah menunjuk jari kepada White Helmets sejak insiden serupa seperti serangan kimia tahun lalu di kota Khan Sheikhoun.
Serangan senjata kimia telah menewaskan ratusan orang sejak awal konflik Suriah, dengan PBB menyalahkan empat serangan terhadap rezim Suriah dan lima pada kelompok ISIS.
Sejak serangan terakhir, yang telah membangkitkan momok pembalasan Amerika Serikat (AS), para pejabat Rusia telah berusaha sekali lagi untuk menyalahkan kelompok kemanusiaan.
"Bertindak murni sebagai organisasi teroris, 'White Helmet' sekali lagi membuat pementasan kamera 'serangan kimia' pada warga sipil Douma," kata Letnan Jenderal Viktor Poznikhir pada briefing di Moskow, seperti dikutip dari Al Araby, Kamis (12/4/2018).
Pada hari Selasa, duta besar Rusia untuk Uni Eropa membuat tuduhan yang sama selama wawancara dengan Euronews.
"Kami telah melihat acara lain yang dipentaskan. Ada personel, yang dilatih khusus - dan Anda bisa menebak dengan siapa - di antara apa yang disebut White Helmet, yang sudah tertangkap basah dengan video yang dipentaskan," kata Vladimir Chizov.
Kementerian pertahanan Rusia pada hari Senin merilis sebuah pernyataan, menuduh White Helmets menyebarkan laporan palsu.
The White Helmets memiliki salah satu sumber utama untuk informasi tentang serangan kimia terhadap Douma. Kelompok itu secara tegas menolak tuduhan yang dibuat oleh pejabat Rusia.
Organisasi Kesehatan Dunia PBB telah mengatakan sekitar 500 pasien di Douma mendatangi fasilitas kesehatan dengan "tanda dan gejala konsisten dengan paparan bahan kimia beracun".
Rezim Suriah dan Kremlin sama-sama menyangkal bertanggung jawab atas serangan kimia dan telah mempertanyakan apakah serangan itu benar-benar terjadi, meskipun rekaman dari Douma dengan bukti kuat menunjukkan serangan kimia.
Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi pada Rabu bahwa Washington akan melakukan serangan balasan di Suriah. Trump mengatakan kepada Rusia untuk "bersiap-siap" setelah mereka mengancam akan "menembak jatuh" rudal dan pesawat tempur AS.
Moskow telah menyalahkan para relawan responsif pertama di daerah yang dikuasai pemberontak atas serangan kimia hari Sabtu, yang menewaskan sebanyak 60 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang.
Rusia, sekutu dekat rezim Suriah, telah menunjuk jari kepada White Helmets sejak insiden serupa seperti serangan kimia tahun lalu di kota Khan Sheikhoun.
Serangan senjata kimia telah menewaskan ratusan orang sejak awal konflik Suriah, dengan PBB menyalahkan empat serangan terhadap rezim Suriah dan lima pada kelompok ISIS.
Sejak serangan terakhir, yang telah membangkitkan momok pembalasan Amerika Serikat (AS), para pejabat Rusia telah berusaha sekali lagi untuk menyalahkan kelompok kemanusiaan.
"Bertindak murni sebagai organisasi teroris, 'White Helmet' sekali lagi membuat pementasan kamera 'serangan kimia' pada warga sipil Douma," kata Letnan Jenderal Viktor Poznikhir pada briefing di Moskow, seperti dikutip dari Al Araby, Kamis (12/4/2018).
Pada hari Selasa, duta besar Rusia untuk Uni Eropa membuat tuduhan yang sama selama wawancara dengan Euronews.
"Kami telah melihat acara lain yang dipentaskan. Ada personel, yang dilatih khusus - dan Anda bisa menebak dengan siapa - di antara apa yang disebut White Helmet, yang sudah tertangkap basah dengan video yang dipentaskan," kata Vladimir Chizov.
Kementerian pertahanan Rusia pada hari Senin merilis sebuah pernyataan, menuduh White Helmets menyebarkan laporan palsu.
The White Helmets memiliki salah satu sumber utama untuk informasi tentang serangan kimia terhadap Douma. Kelompok itu secara tegas menolak tuduhan yang dibuat oleh pejabat Rusia.
Organisasi Kesehatan Dunia PBB telah mengatakan sekitar 500 pasien di Douma mendatangi fasilitas kesehatan dengan "tanda dan gejala konsisten dengan paparan bahan kimia beracun".
Rezim Suriah dan Kremlin sama-sama menyangkal bertanggung jawab atas serangan kimia dan telah mempertanyakan apakah serangan itu benar-benar terjadi, meskipun rekaman dari Douma dengan bukti kuat menunjukkan serangan kimia.
Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi pada Rabu bahwa Washington akan melakukan serangan balasan di Suriah. Trump mengatakan kepada Rusia untuk "bersiap-siap" setelah mereka mengancam akan "menembak jatuh" rudal dan pesawat tempur AS.
Credit sindonews.com
China Latihan Besar di LCS, AS Tak Mau Kalah

Amerika Serikat mengerahkan USS Theodore
Roosevelt ke Laut China Selatan, beberapa hari setelah Beijing latihan
besar-besaran di tempat yang sama. (Courtesy Aaron B. Hicks/U.S.
Navy/Handout via Reuters)
Kapal bertenaga nuklir itu memimpin kelompok serbu mengadakan latihan rutin di perairan sengketa Laut China Selatan, Selasa (10/4), bergerak menuju Filipina yang merupakan salah satu sekutu AS di bidang pertahanan.
Amerika Serikat tak sendiri menjalankan patroli di perairan strategis itu. Angkatan laut China, Jepang dan sejumlah negara Asia Tenggara pun beroperasi di sana, sehingga ketegangan dan kemungkinan kecelakaan di laut meningkat.
"Kami sempat melihat kapal China di sekitar kami," kata Laksmana Muda Steve Koehler, komandan kelompok serbu tersebut, kepada beberapa wartawan yang ikut di atas kapal induk.
|
|
"Mereka adalah salah satu angkatan laut yang beroperasi di Laut China Selatan, tapi saya katakan bahwa semua kapal bersikap profesional."
Sejumlah angkatan laut di Pasifik barat, termasuk China dan sembilan negara ASEAN, tengah menggodok kode etik berpapasan (CUES) di laut untuk menghindari konflik.
USS Theodore Roosevelt datang ke Laut China Selatan beberapa hari setelah China melakukan latihan udara dan laut besar di wilayah yang sama. Sejumlah analis menyebut langkah itu menunjukkan perkembangan kemampuan AL Beijing yang luar biasa.
Perkembangan keberadaan militer China di perairan tersebut memicu kekhawatiran negara-negara Barat soal niat Beijing.
|
|
Amerika Serikat selama ini mengkritik militerisasi China di pulau buatan yang ada di lautan tersebut dan melakukan patroli udara maupun air secara reguler untuk menegaskan kebebasan bernavigasi.
"Transit di Laut China Selatan ini bukan hal yang baru dalam rencana kami, maupun reaksi kami atas hal tersebut. Ini mungkin kebetulan saja semua terjadi dalam waktu yang bersamaan," kata Koehler.
"Semua operasi yang kami lakukan di dan di sekitar Laut China Selatan atau perairan manapun di mana kita beroperasi, ada fungsi hukum internasional yang berlaku dan itu yang ingin kami akui."
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China terkait perdagangan dan masalah teritorial belakangan meningkat di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sejumlah pihak mengkhawatirkan Laut China Selatan, jalur vital perdagangan global, suatu hari bisa jadi medan tempur antara dua negara besar tersebut.
Credit cnnindonesia.com
Langganan:
Postingan (Atom)