Sabtu, 22 Desember 2018

AS Tingkatkan Pendanaan Militer Ukraina usai Serangan Rusia

Kapal-kapal Angkatan Laut Ukraina singgah di pelabuhan Mariupol, Laut Azov. 2 Desember 2018. Foto/REUTERS/Gleb Garanich


WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan memberikan dana tambahan USD10 juta untuk militer Ukraina guna meningkatkan kekutan angkatan lautnya. Keputusan Washington ini diambil setelah Rusia menembaki dan menangkap tiga kapal militer Ukraina di dekat Selat Kerch, pantai Crimea, bulan lalu.
Tambahan dana bantuan dari Washington itu diumumkan Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat waktu setempat.
Menurut departemen itu, langkah tersebut diambil AS setelah Lithuania dan Inggris meningkatkan bantuan keamanan mereka kepada Ukraina menyusul serangan 25 November di dekat Selat Kerch.
"Amerika Serikat menyerukan Rusia untuk segera menyerahkan kembali kapal-kapal yang disita dan awaknya kepada Ukraina," kata departemen itu, dalam pengumumannya yang dikutip Reuters, Sabtu (22/12/2018).
"Untuk menjaga Selat Kerch dan Laut Azov terbuka bagi kapal yang transit ke dan dari pelabuhan Ukraina, dan untuk menghormati kedaulatan Ukraina dan integritas wilayah," lanjut departemen tersebut.
Rusia telah mengaku menembaki kapal-kapal militer Ukraina sebelum akhirnya menangkap ketiga kapal dan para awaknya di dekat Crimea. Alasannya, menurut Moskow, kapal-kapal itu melanggar wilayah Rusia di Crimea.
Moskow menyatakan para kru kapal Kiev menolak perintah untuk berhenti beroperasi di wilayah Rusia di Crimea, sehingga tembakan dari kapal perang dilepaskan. Namun, pemerintah dan militer Ukraina membantah tuduhan Moskow. Menurut Kiev, kapal-kapal militernya beroperasi di perairan internasional.

Crimea sebelumnya adalah wilayah Ukraina. Namun, melepaskan diri melalui referendum pada tahun 2014 atau saat krisis Ukraina pecah. Setelah memisahkan diri, Crimea memilih bergabung dengan Rusia.
Namun, Ukraina dan negara-negara Barat tidak pernah mengakui referendum itu. Mereka menuduh Rusia menganeksasi Crimea secara ilegal.
Credit Sindonews.com


https://international.sindonews.com/read/1364962/42/as-tingkatkan-pendanaan-militer-ukraina-usai-serangan-rusia-1545455617



Satuan TNI Terintegrasi Berikan Daya Tangkal di Natuna



Latihan perang TNI (ilustrasi)

 
 

CB, JAKARTA -- Satuan TNI Terintegrasi Natuna telah diresimikan oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, beberapa waktu lalu. Satuan ini diharapkan mampu memberikan daya tangkal terhadap ancaman, khususnya di perbatasan.

"Peresmian Satuan TNI Terintegrasi Natuna ini, juga merupakan perwujudan kontinuitas gagasan, dimana perencanaannya melibatkan para Perwira-Perwira TNI lintas generasi, dari Mabes TNI maupun Mabes Angkatan. Pembangunan Satuan TNI Terintegrasi akan terus dilanjutkan di pulau-pulau strategis lainnya sesuai tahapan pembangunan di Renstra berikutnya," tutur Hadi dalam keterangan pers yang Republika.co.id terima, Jumat (21/12).
 
Hadi menjelaskan, ke depan, Satuan TNI Terintegrasi direncanakan akan menjadi bagian dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan yang akan segera dibentuk.  Satuan TNI Terintegrasi saat ini masih berupa embrio yang terdiri dari satuan-satuan TNI AD, yaitu Batalyon Komposit yang diperkuat oleh Kompi Zeni Tempur, Baterai Rudal Artileri Pertahanan Udara, dan Baterai Artileri Medan.
 
Sementara itu, dari Satuan TNI AL selain Pangkalan TNI AL, juga terdapat Kompi Komposit Marinir dan fasilitas pelabuhan untuk mendukung operasional Kapal Perang TNI AL, yang beroperasi disekitar perairan Natuna. Sedangkan Pangkalan Udara TNI AU dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti Hanggar Integratif dan Hanggar Skuadron Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk mendukung operasional Pesawat Udara TNI.
 
"Selain itu juga dilengkapi dengan mess dan Rumah Sakit Integratif, untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh prajurit TNI di Natuna," kata Hadi.
 
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, Satuan TNI Terintegrasi Natuna masih akan terus berkembang sesuai peningkatan eskalasi ancaman. Menurutnya, perencanaan ke depan dimungkinkan untuk menyempurnakan Satuan TNI Terintegrasi menjadi organisasi permanen dan terintegrasi dalam satu komando dan dilengkapi dengan sistem kendali operasi berbasis kemampuan network centric warfare.

Credit REPUBLIKA.CO.ID

https://m.republika.co.id/amp_version/pk3zpy430

 

 

LAPAN: TNI AL Tetarik Boyong Pesawat N219 untuk Gantikan Nomad


Pesawat N219 melintasi taxi way usai terbang perdana di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 16 Agustus 2017. TEMPO/Prima Mulia


CBTangerang Selatan - Selain maskapai di Indonesia maupun maskapai luar negeri, ternyata Tentara Nasional Indonesia juga tertarik dengan pesawat N219. Angkatan Laut tertarik untuk menggantikan pesawat Nomad.

"Untuk memantau perbatasan wilayah Indonesia," kata Kepala Program pesawat N219 LAPAN Agus Ariwibowo saat ditemui usai workshop Composite Float Development For Amphibious Aircraft yang berlangsung di Puspiptek, Jumat pekan lalu. Namun, hingga berita ini diturunkan, TNI AL belum bisa dikonfirmasi perihal minat mereka terhadap N219 untuk menggantikan Nomad.
Menurut Agus, kandidat utama yang menggantikan pesawat Nomad milik TNI AL ini adalah pesawat N219. Selain mengangkut penumpang, pesawat ini bisa dimodifikasi untuk mengangkut orang sakit.


"Nanti kami juga menawarkan teknologi amfibi yang bisa digunakan untuk mendarat di air. Bisa digunakan untuk pesawat angkut pasukan untuk dikirim ke daerah terpencil," kata dia.
Pesawat N219 memiliki kapasitas 19 penumpang ini. Agus menjelaskan, pesawat ini hanya membutuhkan landasan sebesar lapangan bola atau memiliki landasan sekitar 500 meter untuk mendarat.

Saat ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia menggarap pengerjaan pesawat Amfibi untuk digunakan di wilayah perairan yang tidak terjangkau oleh pesawat selain amfibi.


Credit TEMPO.CO

Pesawat N219 Amfibi Bisa Mendarat di Sungai dan Laut yang Tenang








Pesawat N219 terbang perdana di Bandung, Jawa Barat, 16 Agustus 2017. Pesawat buatan PT Dirgatara Indonesia dan LAPAN ini terbang sekitar 20 menit di atas langit Bandung. TEMPO/Prima Mulia


CBTangerang Selatan - Pesawat N219 garapan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia hanya membutuhkan landasan sepanjang 400-600 meter. Nantinya, pesawat ini akan ada dua jenis, yakni basic yang hanya bisa mendarat di darat dan amfibi yang bisa mendarat di air.


"Tempat yang cocok untuk pesawat N219 ketika mendarat di perairan yakni bisa di sungai atau di lautan yang ombaknya tenang," kata Kepala Program pesawat N219 LAPAN Agus Ariwibowo saat ditemui usai workshop Composite Float Development For Amphibious Aircraft yang berlangsung di Puspiptek, Jumat pekan lalu.
Misalnya, kata dia, seperti sungai di Kalimantan. "Di sana sungainya lebar-lebar. Cukup bisa untuk mendarat, kemudian di pantai yang ombaknya tidak terlalu tinggi," ujarnya. "Seperti di Wakatobi, Raja Ampat, Pulau Bawah (Kepulauan Riau) dan Pulau Moyo (NTB) dengan ketinggian ombak tidak lebih dari 30 sentimeter."


Apabila mendarat di sungai, kata Agus, pesawat ini bisa mendarat di sungai yang mempunyai lebar minimal 20 sampai 30 meter. "Saya kira sungai di Kalimantan jauh lebih lebar hanya kedalaman saja yang tidak boleh terlalu dangkal. Bisa merusak pelampungnya," kata Agus.
Soal ketahanan, pesawat akan lebih tahan jika mendarat di air tawar. Sebaliknya, kata dia, kalau mendarat di laut, setelah dipakai harus segera disiram. "Agar tidak terjadi korosi akibat garam," ujarnya.


Credit TEMPO.CO







Makam Nabi Ilyasa AS Ditemukan Dikelilingi Masjid Kuno


Makam Nabi Ilyasa AS Ditemukan Dikelilingi Masjid Kuno
Area yang diduga kuburan Nabi Ilyasa AS. FOTO/ Ist
EGI - Insiden bendungan yang meledak di wilayah Egil di Turki yang menyebabkan rendahnya permukaan air menyebabkan ditemukannya sebuah desa Muslim kuno yang diyakini telah tenggelam hampir dua abad yang lalu.

Penemuan masjid, madrasah dan makam mengungkapkan desa itu ditempati oleh sebagian besar umat Islam di masa lalu. Juga ditemukan beberapa struktur yang menakjubkan termasuk makam Nabi Ilyasa.



Seperti dilansir dari DailyMail, pembukaan sekitar 20 tahun lalu, bendungan mencakup 78 rumah di desa termasuk masjid, madrasah dan kuburan.

Sebelum menutup untuk pembangunan bendungan, tubuhnya dikatakan telah dipindahkan ke daerah terdekat, Kale.

Bendungan yang selesai pada tahun 1997 menyediakan air bagi hampir 930.000 penduduk Diyarbakir, kota terbesar di Turki tenggara.

Namun, hujan deras yang berlangsung minggu lalu menyebabkan bendungan pecah dan ketinggian air menurun.

Sejumlah prasasti kuno berusia 2.700 tahun berhasil ditemukan kembali oleh para ilmuwan di dalam empat terowongan yang dibangun oleh penjarah ISIS.

Sebelumnya pada Februari lalu Terowongan tersebut berada di bawah makam Nabi Yunus yang telah dihancurkan ISIS selama menguasai Kota Nineveh, salah kota kuno di Irak, dari Juni 2014 hingga Januari 2017.

ISIS menggunakannya untuk mencari harta karun milik salah satu Raja Bangsa Asyura (kini Irak) yang bernama Esarhaddon.

Penemuan tujuh prasasti di empat terowongan kini telah dipublikasikan oleh Al-Juboori Ali Y, Direktur dari Pusat Studi di Universitas Mosul, dalam jurnal Iraq.

Al-Juboori menulis bahwa salah satu prasasti yang telah diterjemahkan berbunyi, "Istana Esarhaddon, raja yang kuat, raja dunia, raja Asyur, gubernur Babel, raja Sumeria dan Akkad, raja dari segala raja-raja di Mesir bagian bawah, Mesir bagian atas dan Kush kerajaan kuno yang terletak di sebelah selatan Mesir di Nubia".

Hal ini dikonfirmasikan oleh penemuan lain di salah satu situs arkeologi yang menyebut bahwa Esarhaddon pernah mengalahkan penguasa Kush dan memilih penguasa baru untuk memerintah Mesir.

Sementara itu, prasasti lain yang ditemukan di bawah makam Yunus menjelaskan bahwa Esarhaddon telah "merekonstruksi kuil dewa Asyur, salah satu dewa utama Bangsa Asyur" dan membangun kembali kota-kota kuno Babilonia dan Esagil, serta "memperbaharui patung-patung dewa-dewa besar".

Prasasti ini juga menceritakan bahwa Esarhaddon merupakan anak dari Sanherib yang memerintah pada tahun 704-681 SM dan merupakan keturunan dari Sargon II atau lebih dikenal sebagai Raja Asyur di masa 721-705 SM.






Credit Sindonews.com


https://autotekno.sindonews.com/newsread/1364786/124/makam-nabi-ilyasa-as-ditemukan-dikelilingi-masjid-kuno-1545389951




Dikuasai Indonesia, Ini Jajaran Direksi Freeport yang Baru



CB, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) telah menguasai 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia. Perseroan juga mengubah susunan direksi baru Freeport Indonesia.


Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Inalum dan Freeport McMoran selaku pemilik Freeport Indonesia telah menyepakati susunan direksi yang baru, dengan mengangkat Tony Wenas sebagai Direktur Utama Freeport Indonesia, Waki Direktur Orias Petrus Moedak, Jenpino Ngabdi, Robert Charles Schroeder dan Mark Jerome Johnson sebagai Direktur.

"Direksinya ada empat orang Indonesia. Dua non Indonesia," kata Budi, di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Sedangkan susunan dewan komisaris terdiri dari, Richard Carl Adkerson‎ sebagai Komisaris Utama, Wakil Komisaris Amin Sunaryadi, Komisaris Budi Gunadi Sadikin, Hinsa Siburian, Kathleen Lynne Quirk dan ‎Adrianto Machribie‎.

"Komisaris juga ada empat orang Indonesia dan dua bukan Indonesia," ujarnya.

Budi mengungkapkan, dari 51,23 persen saham tersebut, kepemilikannya  terdiri dari 41'23 persen untuk Inalum dan 10 persen untuk Pemerintah Daerah Papua.

Saham Pemerintah Daerah Papua akan dikelola perusahaan khusus PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPPM) yang 60 persen sahamnya akan dimiliki oleh Inalum dan 40 persen oleh BUMD Papua‎.

"PTFI akan dimiliki oleh Inalum, McMoran, dan PT IPMM  itu punya Inalum dan BUMD Papua sebesar 40 persen 60 persen Inalum," tandasnya.

Jokowi:RI Rebut Freeport untuk Kemakmuran Rakyat

Presiden Jokowi memberi pidato saat merayakan Hari Musik Nasional 2017 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/3). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saham PT FreeportIndonesia sebesar 51,2 persen telah resmi beralih ke PT Inalum (Persero). Hal ini sesuai dengan apa yang dilaporkan para Menteri ESDM Ignasius Jonan kepadanya dirinya di Istana sore ini.

"Saya baru saja menerima laporan dari seluruh menteri yang terkait dari Dirut PT Inalum dan dari CEO Freeport. Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar," ujar dia di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

 

Menurut Jokowi,‎ dengan resminya peralihan saham tersebut menjadi momen yang bersejarah bagi Indonesia. Terlebih setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973. Dengan kepemilikan mayoritas ini, akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Bahwa nantinya income pendapatan baik pajak, nonpajak, royalti lebih baik. Dan inilah kita tunggu. Mendapat laporan terkait lingkungan yang berkaitan dengan smelter telah terselesaikan dan sudah disepakati. Artinya semuanya sudah komplit dan tinggal bekerja saja," kata dia.

Selain itu, lanjut Jokowi, pemerintah pusat juga memastikan jika 10 persen saham Freeport akan menjadi milik masyarakat Papua melalui pemerintah daerah. Hal ini diharapkan bisa memberikan kontribusi besar bagi pendapatan daerah tersebut.

"Dan juga masyarakat di Papua juga akan mendapatkan 10 persen

Credit Liputan6.com


https://m.liputan6.com/bisnis/read/3854324/dikuasai-indonesia-ini-jajaran-direksi-freeport-yang-baru



Divestasi Freeport lunas dan tiga hal yang perlu diketahui

Hak atas fotoBIRO SETPRESImage captionPresiden Jokowi menyebut divestasi saham ini akan memberi keuntungan lebih bagi warga Papua.

Pemerintah Indonesia menyatakan secara resmi telah menguasai saham mayoritas perusahaan emas yang beroperasi di Mimika, Papua, PT Freeport Indonesia.

Pemerintah melalui perusahaan pelat merah, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, kini memegang 51,23% saham Freeport. Saham itu ditebus dengan harga US$3,85 miliar atau sekitar Rp56,1 triliun.

Porsi saham Freeport itu merupakan yang terbesar yang pernah dipegang pemerintah.

"Ini adalah momen yang bersejarah setelah Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (21/12).

Setelah pelunasan ini, saham mayoritas itu akan dibagi dua. Inalum akan memegang 41,2% dan 10% menjadi hak pemerintah daerah Papua.

Pengelolaan saham Papua itu akan dikerjakan PT Indonesia Papua Metal dan Mineral. Perusahaan itu dikuasai Inalum sebesar 60%, dimiliki secara minoritas oleh Pemda Papua.

Dari mana dana pembelian saham Freeport?

Sejak pemerintah berniat membeli mayoritas saham Freeport tahun 2017, sumber dana tidak pernah secara terbuka dipublikasikan.

Dalam sejumlah kesempatan, Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin, menyebut 11 bank bersedia mendanai transaksi itu. Namun Budi tidak merinci nama-nama lembaga keuangan itu.

Hak atas fotoNURPHOTO/GETTY IMAGESImage captionCEO Freeport McMoran, Richard Adkerson, memeluk Menteri ESDM Ignasius Jonan, setelah penandatanganan perjanjian divestasi saham, pada 27 September 2018.

Mengutip Detikcom, Inalum bersiasat dengan menerbitkan surat utang sebesar US$4 miliar.

Sejumlah bank yang menjadi penjamin obligasi itu antara lain BNP Paribas, Citigroup, MUFG, Maybank, CIMB, dan Standard Chartered.

Berdasarkan catatan, harga saham mayoritas yang dibayar Inalum lebih rendah daripada tawaran pertama Freeport, sebesar US$12,1 miliar.

Adapun, Inalum membayar saham mayoritas itu kepada Freeport McMoRan Inc dan perusahaan tambang asal Inggris, Rio Tinto.

Ketika mengalami kesulitan modal tahun 1996, Freeport menggandeng Rio Tinto yang berbasis di London.

Apa yang terjadi setelah pelunasan ini?

Pengalihan saham mayoritas Freeport terjadi bersamaan dengan penerbitan izin usaha pertambangan khusus operasi produksi untuk Freeport.

Izin itu menggantikan kontrak karya Freeport yang akan habis tahun 2021 setelah diterbitkan pada 1967 dan diperbaharui tahun 1991.

Izin pertambangan khusus Freeport ini akan berlaku sampai 2041. Selama periode itu, pemerintah wajib memberikan kepastian hukum serta jaminan fiskal untuk Freeport.

Di sisi lain, dalam lima tahun ke depan Freeport harus sudah membangun pabrik pengolahan dan pemurnian emas (smelter).

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno berharap smelter Freeport akan dibangun di Papua. Ia ingin pabrik itu akan berdiri di dekat sungai agar listrik diproduksi dari tenaga air.

Hak atas fotoNURPHOTO/GETTY IMAGESImage captionTambang emas Freeport masih terus menjadi pro dan kontra, termasuk di kalangan masyarakat Papua.

Merujuk UU 4/2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, pemegang kontrak karya tidak boleh mengekspor hasil tambang jika tak memberi nilai tambah terhadap produk itu.

Artinya, setiap perusahaan tambang termasuk Freeport wajib memiliki smelterdi Indonesia. Penjualan produk mentah hasil tambang di dalam negeri dikecualikan dari regulasi itu.

Terkait smelter, Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan komitmennya.

"Itu akan kita bangun dalam waktu lima tahun, akan segera kita tentukan di mana. Ini juga harapan pemerintah untuk memberikan nilai tambah," ujarnya.

Hak atas fotoAFPImage captionDalam catatan BPK, operasional Freeport merusak ekosistem hingga ratusan triliun rupiah.

Freeport masih berutang

Meksi pengalihan saham mayoritas selesai seiring pelunasan oleh PT Inalum, Freeport tetap diwajibkan membayar denda yang dijatuhkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Freeport harus membayar Rp460 miliar karena menggunakan hutan lindung tanpa izin dari pemerintah. Denda itu wajib dilunasi dalam dua tahun ke depan.

Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), limbah yang dihasilkan Freeport selama ini ternyata merusak ekosistem. Nilai kerusakan itu ditaksir Rp185 triliun.

Menteri Lingkungna Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyebut pihaknya akan segera mengkaji lebih lanjut dugaan kerusakan lingkungan tersebut.

Credit BBC INDONESIA


https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46650494





Sejarah Freeport Indonesia Hingga Jadi Rebutan Negara Maju

freeport. ©2018 liputan6.com

 

CBTambang FreeportIndonesia merupakan salah satu tambang emas terbesar di dunia. Tak hanya emas, tambang gunung Grasberg ini juga memiliki kandungan bijih lain, yakni tembaga dan perak.

Penemuan harta karun di bumi Papua dimulai dari petualangan penjelajah Belanda, Jean Jacques Dozy pada 1936. Dozy melakukan pendakian di gunung Papua untuk mencari ladang baru eksplorasi minyak saat bergabung dengan perusahaan minyak, Nederlandsch Nieuw Guinee Petroleum Maatschappij (NNGPM).

Laporan penemuan tambang ini kemudian terbengkalai di perpustakaan Belanda selama perang dunia ke II, dan dilaporkan hingga berdebu. Saat itu kondisi dunia tidak mendukung, menjelang berkecamuknya Perang Dunia II yang melibatkan banyak negara, termasuk Belanda.

Seperti tulis Lisa Pease, wartawan Majalah Probe Amerika dengan judul artikel: "JFK, Indonesia, CIA & Freeport Sulphur", edisi Maret-April 1996. Pertengahan 1959, revolusi mengatasnamakan rakyat berkecamuk di Kuba dipimpin Fidel Castro. Fidel berhasil merebut Kota Havana hingga memaksa rezim diktator Batista hengkang.

Dampak dari hal ini, kebijakan pun berubah paska Castro berkuasa. Dia melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Kuba, termasuk Freeport Sulphur yang saat itu siap mengapalkan biji nikel produksi perdana.

Sempat tak terdengar kabar, pada Agustus 1959, berlangsung pertemuan antara Forbes Wilson, direktur dan pakar ahli pertambangan Freeport dengan Jan van Fruisen, Direktur Pelaksana East Borneo Company.

Dalam rapat itu, Jan van Fruisen bercerita kepada Wilson isi buku Dozy ditemukan dalam kondisi berdebu. Wilson kemudian tertarik dengan laporan Dozy soal gunung tembaga itu.

Berbekal buku tulisan Dozy, Wilson dan rombongannya pada februari 1960 mengunjungi lokasi tambang Papua. Rombongan ekspedisi ini dibantu oleh suku setempat untuk menjelajahi wilayah pegunungan itu. Hasil penelusuran dituangkan dalam buku "Conquest of Copper Mountain".

Persis seperti yang ditulis oleh Dozy, Wilson menuliskan kekagumannya akan hamparan mineral tidak pernah dia lihat sebelumnya. Saat mencapai Erstberg, dia terperanjat dengan hamparan bijih tembaga di atas permukaan tanah.

Wilson menyebut wilayah itu sebagai tempat terjadinya mineralisasi tidak lazim di atas ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut. Dia memperkirakan kandungan logamnya mencapai 40 hingga 50 persen bijih besi, tiga persen tembaga, dan masih terdapat emas dan perak di dalamnya.

Berselang beberapa waktu kemudian, Wilson melaporkan lewat kabel temuan itu kepada Presiden Freeport Bob Hills di New York, Amerika Serikat. Dia menyebut dari areal 14 hektar, hanya satu hektar tanpa bijih tembaga. Sedangkan kedalaman baru mencapai seratus meter.

Setelah menganalisis laporan Wilson, konsultan tambang Freeport memperkirakan akan mendapat 13 juta ton di atas permukaan dan 14 ton di bawah tanah dengan kedalaman seratus meter. Perlu sekitar USD 60 juta dolar untuk mengeksplorasi kawasan itu.

Ongkos produksi juga ditaksir mencapai USD 16 sen per pon dan harga jual USD 35 sen saban pon. Dengan begitu, Freeport menduga modal investasi akan balik dalam tiga tahun. Laporan ini kini tersimpan di National Archieve, Washington DC, Amerika Serikat.

National Archieve adalah lembaga independen menyimpan dokumen catatan sejarah dan dokumen. Lembaga ini bertanggung jawab memelihara dan menerbitkan salinan hukum asli dan otoritatif dikeluarkan oleh kongres, pernyataan presiden dan perintah eksekutif, serta federal.

Temuan-temuan menggiurkan ini membuat pimpinan Freeport begitu gembira dengan kemungkinan keuntungan melimpah yang bakal diperoleh. Namun, saat proyek tambang akan dimulai, hubungan Belanda dan Indonesia kian memanas memperebutkan Irian Barat.

Akhir 1961, Presiden Soekarno memerintahkan pendaratan pasukan di wilayah itu. Freeport pun kian jengkel dengan sikap Presiden John Fitgerald Kennedy saat itu karena lebih memihak Indonesia.

Belum lagi dengan sikap Amerika menghentikan bantuan pemulihan ekonomi Eropa setelah Perang Dunia Kedua (rencana Marshal) untuk Belanda. Freeport sebenarnya lebih cemas kepada Soekarno yang gencar dengan prinsip nasionalisme dan antikolonialisme.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selanjutnya turun tangan dan akhirnya memutuskan membentuk pemerintahan transisi di Irian Barat. Kemudian diadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969, untuk memutuskan apakah rakyat Papua akan memilih bergabung dengan Indonesia atau Belanda.

Dalam laporan Lisa, dua tahun sebelum Pepera, Freeport sudah mendapat Kontrak Karya Pertama pada 50 April 1967. Perjanjian bisnis ini berlaku 30 tahun dan bisa diperpanjang. Lisa juga menemukan Freeport melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan izin dan perpanjangan kontrak karyanya.

Sejak 1967 hingga kini Freeport masih menggangsir bumi Papua, menambang emas, perak, dan tembaga. Selama hampir setengah abad itu telah muncul pelbagai masalah, terutama menyangkut jatah penerimaan negara karena kurang optimal.

Pemerintah pun ingin peran negara, terutama badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk ikut mengelola tambang dikuasai Freeport McMoran di daerah Mimika, Papua, itu. Dengan sekian banyaknya persoalan itu, pemerintah pun didesak agar melakukan renegosiasi kontrak karya dengan demikian lebih menguntungkan negara dan rakyat Papua.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara mengatakan, Freeport merasa dirinya digdaya karena di bawah bendera Amerika Serikat. Setelah sekian lama menikmati keuntungan besar, perusahaan itu seperti ogah-ogahan membagi keuntungan lebih banyak dengan pemerintah.

Kontrak karya ditandatangani pertama kali pada 1967 berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pertambangan. Berikutnya pada 1991 kontrak karya kedua kembali diteken dan berlaku 30 tahun mendatang, dengan opsi perpanjangan dua kali, masing-masing 10 tahun.

Pemerintah sempat meminta renegosiasi kontrak karya itu. Sebab beleid baru tentang pertambangan sudah lahir, yakni Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Namun Freeport tidak mau mengubah kontrak sesuai akta itu.

"Mereka mengancam bakal memperkarakan ke pengadilan arbitrase internasional. Jadi persoalannya lebih pada arogansi kekuasaan. Di sisi lain, pemimpin kita pengecut," kata Marwan kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Polemik keberadaan Freeport Indonesia di Tanah Air kemudian menemui babak baru. Pemerintah yang memiliki ambisi merebut Freeport kemudian mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara(Minerba).

Intinya, melalui aturan ini, pemerintah membuka peluang perusahaan tambang untuk ekspor konsentrat dengan syarat mengubah status Kontrak Karya (KK) menjadi IUPK. Selain itu harus tetap membayar bea keluar.

Salah satu perusahaan yang pada awalnya getol menolak aturan ini adalah Freeport Indonesia. Presiden dan CEO Freeport-McMoRan Inc., Richard C. Adkerson secara resmi menolak keputusan pemerintah yang mengubah status Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Credit Merdeka.com


https://m.merdeka.com/uang/sejarah-freeport-indonesia-hingga-jadi-rebutan-negara-maju.html



Freeport Tetap Pengelola Meski Mayoritas Saham Dimiliki RI

Freeport McMoran masih akan menjadi pengelola tambang PT Freeport Indonesia, meski Pemerintah Indonesia melalui Inalum mendominasi kepemilikan saham. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).

Jakarta, CB -- Freeport McMoran masih akan menjadi pengelola tambang PT Freeport Indonesia, meski Pemerintah Indonesia melalui PT Inalum mendominasi kepemilikan saham

Diketahui, transaksi divestasi saham Freeport rampung pada Jumat (21/12) kemarin. Usai transaksi, RI resmi menggenggam 51,2 persen saham Freeport Indonesia. Sementara, 48 persen sisanya masih dipegang Freeport McMoran, perusahaan tambang yang berbasis di Amerika Serikat.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menjelaskan tambang emas dan tembaga tersebut merupakan tambang terumit di dunia lantaran letaknya di bawah tanah. Dalam hal ini, Freeport McMoran telah terbukti kompeten untuk mengelola dan mengembangkan tambang tersebut. 


Namun, bukan berarti ia meragukan kemampuan para teknisi Indonesia dalam mengelola Tambang Grasberg. 

"Saya sangat yakin engineer Indonesia bisa, hanya kita perlu belajar, suatu hari saya yakin alumni kita bisa. Cuma perlu belajar dari McMoran sebagai best proven operator underground mining(pengelola terbaik tambang bawah tanah)," katanya, Jumat (21/12). 

Saat ini, Freeport Indonesia membangun tambang bawah tanah sepanjang 700 kilometer. Ke depan, Freeport Indonesia akan melanjutkan pembangunan tambang bawah tanah hingga mencapai 1.000 km. 


"Sukses ini akan menggema ke seluruh dunia, jadi banyak perusahaan-perusahaan tambang internasional lain ke Indonesia," imbuh Budi. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengaku manajemen menyiapkan modal sebesar US$14 miliar atau setara Rp203 triliun (mengacu kurs Rp14.500 per dolar AS) untuk pembangunan tambang bawah tanah di Grasberg, Papua. 

"Ada tambahan US$14 miliar lagi sampai dengan 2041," kata Tony. 


Untuk tahun depan, produksi Freeport Indonesia diperkirakan akan menurun lantaran transisi tambang terbuka (open pit) menjadi tambang bawah tanah. Setelah 2020, ia melanjutkan produksi Freeport Indonesia akan kembali normal bahkan meningkat. 

Kemarin, pemerintah lewat Inalum telah melunasi pembayaran divestasi 51,23 persen saham Freeport Indonesia. Inalum membayar US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto. 

Usai divestasi ini kepemilikan Inalum meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen. Dari kepemilikan saham sebesar 51,23 persen, pemerintah mengalokasikan 10 persen saham Freeport Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika. 

Hal itu sesuai dengan penandatangan perjanjian antara Inalum dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika pada 12 Januari 2018 lalu.

Credit CNN Indonesia


https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222110549-85-355695/freeport-tetap-pengelola-meski-mayoritas-saham-dimiliki-ri



Kronologi Upaya RI Kuasai 51 Persen Saham Freeport



CB, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa saham PT Freeport Indonesia sudah dikuasai Indonesia sebesar 51,2 persen. Saham perusahaan tambang ini resmi beralih ke PT Inalum, induk holding pertambangan nasional.


"Saya baru saja menerima laporan dari seluruh menteri yang terkait dari Dirut PT Inalum dan dari CEO PT Freeport. Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Ini dinilai menjadi momen bersejarah. Memang, selama puluhan tahun, tambang emas ini dikelola perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, di bawah bendera PT Freeport Indonesia. Tambang emas Freeport di Papua adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Proses pengambilalihan saham Freeport Indonesia pun dimulai, terutama di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mengutip data dari PT Inalum, berikut proses panjang Indonesia hingga bisa menguasai 51 persen saham Freeport Indonesia:

10 Januari 2017

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan untuk meningkatkan kepemilikan negara di PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi 51 persen dari saat itu sebesar 9,36 persen

11 Januari 2017

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 1/2017 yang merupakan perubahan keempat PP No. 23/2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara, yang di antaranya memuat tentang:

- Perubahan ketentuan tentang divestasi saham sampai dengan 51 persen secara bertahap

- Kewajiban pemegang Kontrak Karya (KK) untuk merubah izinnya menjadi rezim Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Januari - Agustus

Renegosiasi antara Freeport McMoRan (FCX), pemilik 90,64 persen PTFI, dan pemerintah berlangsung untuk memastikan operasional PTFI dalam jangka panjang. Renegosiasi mencakup 4 hal:

- Divestasi 51 persen

- Kelanjutan operasi PTFI hingga 2041 melalui perubahan KK menjadi IUPK

- Jaminan investasi jangka panjang terkait dengan perpajakan, PNBP dan jaminan regulasi pembangunan smelterdengan deadline operasional pada 12 Januari 2022.

18 April 

MoU antara FCX and pemerintah memberikan jaminan KK akan tetap berlaku hingga ada IUPK yang disetujui bersama beserta jaminan stabilitas investasi.

27 Agustus

Pemerintah dan FCX mencapai kesepahaman untuk:

- PTFI mengubah Kontrak Karya (KK) ke IUPK dan mendapatkan jaminan operasi.

- Pemerintah memberikan jaminan fiskal dan regulasi untuk operasional PTFI.

- PTFI akan membangun smelter dalam jangka waktu 5 tahun.

- FCX bersedia mengurangi kepemilikan saham di PTFI, sehingga entitas Indonesia bisa memiliki 51 persen saham di PTFI.

- Setelah 4 butir di atas disepakati, maka PTFI akan mendapatkan perpanjangan masa operasi 2 x 10 tahun hingga 2041.

September - November

Perundingan Pemerintah RI, Inalum, FCX dan Rio Tinto terkait struktur divestasi.

18 Desember

Kementerian Badan Usaha Milik Negara secara resmi menugaskan Inalum untuk membeli saham divestasi PTFI hingga saham yang dimiliki peserta Indonesia di PTFI mencapai 51 persen.

Tambang Grasberg PT Freeport Indonesia. Foto: Liputan6.com/Ilyas Istianur P

 

12 Januari 2018

Pemerintah pusat mengalokasikan 10 persen dari saham PTFI untuk Pemda Papua dan Mimika.

18 Februari

Pembahasan hasil due diligence dan valuasi oleh Danareksa, PwC, Morgan Stanley dan Behre Dolbear Australia terkait divestasi saham PTFI.

28 Februari – 11 Juli

Perundingan terkait harga dan struktur transaksi antara Inalum, FCX dan Rio Tinto.

12 Juli

Penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara Inalum, FCX dan Rio Tinto terkait dengan harga dan struktur transaksi.

13 Juli – 25 September

Penyelesaian proses divestasi saham, pemberian jaminan fiskal dan regulasi, detail terkait pembangunan smelter, dan tindak lanjutdari HoA.

27 September

Penandatanganan perjanjian terkait divestasi saham PTFI yang terdiri dari:

1. Perjanjian Divestasi PTFI

2. Perjanjian Jual Beli Saham PTRTI

3. Perjanjian Pemegang Saham PTFI

15 November

Dana hasil penerbitan obligasi sebesar USD 4 miliar sudah masuk ke rekening Inalum.

Credit Liputan6.com


https://m.liputan6.com/bisnis/read/3854251/kronologi-upaya-ri-kuasai-51-persen-saham-freeport





51 Persen Saham Freeport Sudah Dilunasi Inalum




CB, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa Indonesia telah menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia. PT Inalum telah membayar lunas pembelian saham Freeport Indonesia tersebut.


"Saya baru saja menerima laporan. Disampaikan bahwa saham PT Freeport 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/12/2018).


Ia melanjutkan, Jumat ini merupakan hari yang bersejarah karena setelah Freeportberoperasi di indonesia sejak 1973 dan baru saat ini Indonesia bisa menjadi pemegang pengendali.

"Bahwa nantinya income pendapatan baik pajak, non-pajak, royalti lebih baik. Dan inilah kita tunggu. Mendapat laporan terkait lingkungan yang berkaitan dengan smelter telah terselesaikan dan sudah disepakati. Artinya semuanya sudah komplit dan tinggal bekerja saja." tambah dia. 

Jokowi menegaskan, masyarakat di Papua juga akan mendapatkan 10 persen dari saham Freeport yang ada. "Dan tentu saja papua dapat pajak daerahnya.

Credit Liputan6.com


https://m.liputan6.com/bisnis/read/3854237/51-persen-saham-freeport-sudah-dilunasi-inalum





Muslim Uighur di Xinjiang: Indonesia harus desak Cina agar buka akses informasi

Hak atas fotoKEVIN FRAYER/GETTY IMAGESImage captionKeluarga dari etnis Uighur berdoa saat perayaan Idul Adha di provinsi Xinjiang, Cina, pada 12 September 2016.

Pemerintah Indonesia dinilai memiliki posisi yang kuat untuk mendorong pemerintah Cina membuka informasi atas apa yang menimpa etnis Uighur di provinsi Xinjiang.

Dalam laporan Amnesty Internasional, sekitar satu juta penduduk Uighur mengalami penyiksaan dan tidak diketahui nasibnya ketika dimasukkan ke "kamp pendidikan ulang".

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Agung Nurwijoyo, mengatakan Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, anggota Dewan Keamanan PBB, dan juga memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Cina, bisa memanfaatkan hal itu agar menjembatani persoalan yang dialami komunitas tersebut.

"Indonesia punya peranan yang signifikan, karena Indonesia punya hubungan baik dengan Cina. Nah ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk berkomunikasi dengan Cina untuk membuka akses informasi terhadap orang Uighur dan itu akan menghapus kecurigaan global atas kasus Uighur," jelas Agung Nurwijoyo kepada wartawan dalam diskusi di Jakarta, Kamis (20/12).

"Saya pikir Indonesia bisa mendorong di situ untuk membuka akses informasi tentang apa yang terjadi di Cina dan ini jadi pintu masuk Indonesia bermain dalam di level diplomasi global," sambungnya.

Hanya saja, menurutnya, belum adanya sikap resmi pemerintah atas permasalahan ini dikarenakan Indonesia masih menunggu respon negara-negara Islam lain.

"Kayaknya pemerintah masih wait and see, karena rata-rata negara-negara Islam di dunia belum banyak bersuara," ujarnya seraya meyakini bahwa Indonesia akan mengambil jalan soft diplomacy untuk merespon kasus etnis Uighur.

Dari pengamatannya, langkah soft diplomacy itu ditempuh untuk menghindari balasan pemerintah Cina yang justu akan merugikan ekonomi Indonesia, yakni embargo.

Ini melihat besarnya investasi yang ditanam di dalam negeri. Merujuk pada data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi dari Cina pada periode Januari-September 2018 mencapai US$ 1,8 miliar.

Hak atas fotoVYACHESLAV OSELEDKO/AFP/GETTY IMAGESImage captionKeluarga Uighur memegang foto sanak famili mereka yang ditahan di kamp pendidikan ulang di Xinjiang.

"Mungkin saja akan diembargo. Secara global, ketergantungan terhadap Cina besar. Bukan hanya negara-negara Islam, tapi Afrika sendiri tergantung pada Cina. Jadi di luar masalah kemanusiaan, kalkulasi politik menjadi pertimbangan untuk memberi respon. Karena pernyataan apapun kan pernyataan politik," ungkapnya.

"Sementara respon keras pasti akan memberikan feed back balik. Karena Cina tidak mau dicampuri urusan dalam negerinya. Meski kemanusiaan urusan semua pihak, tapi Cina tidak begitu."

JK: pemerintah berhati-hati respon isu Uighur

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah belum menentukan sikap apapun atas apa yang menimpa etnis minoritas Uighur, lantaran masih menunggu laporan Duta Besar Indonesia di Beijing.

Di mana pemerintah Cina mempersilakan dubes ke Xinjiang untuk melihat situasi sebenarnya.

Selain itu, pemerintah juga kata JK, akan menunggu penjelasan Duta Besar Cina yang sebelumnya disurati Kementerian Luar Negeri pada 17 Desember lalu.

Menurut JK, pemerintah sangat berhati-hati dalam merespon isu Uighur sebab ada dugaan kelompok tersebut memang terlibat kelompok terorisme. Ia merujuk pada penangkapan empat etni Uighur di Poso karena dituduh membantu Santoso.

"Kita belum ada statment resmi, tentang apa yang terjadi di Xinjiang. Karena pihak Cina menjelaskan orang Uighur terkait dengan radikalisme," jelas Jusuf Kalla kepada wartawan, Kamis (20/12).

Itu mengapa, kata JK, sikap pemerintah berbeda dalam kasus Rohingya dan Uighur.

Hak atas fotoREUTERSImage captionPemerintah Cina mengklaim di tempat inilah etnik Uighur 'menerima pendidikan kejuruan'.

"Jadi kita lihat dulu, karena itu berbeda kasus di Myanmar dengan ini. Tapi pemerintan concern dan sudah disampaikan kepada pemerintah Cina. Perlu dicatat bahwa kita harus bedakan perlakuan diskriminatif dengan kemungkinan adanya radikalisme," imbuhnya.

Namun begitu, sejumlah kalangan mulai dari Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, hingga DPR mendesak pemerintah segera bersikap. Wakil Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, misalnya meminta pemerintah mengambil tindakan diplomatik. Baginya, pembangunan "kamp pendidikan uang" itu merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan.

"Apa yang terjadi di Xinjiang, bagi umat Islam Uighur suatu tindakan kejahatan yang saya yakin ini bertentangan dengan peraturan manapun. Jadi harus dihentikan dan pemerintah Cina harus bertanggung jawab terhadap praktik semacam ini," ujarnya.

Dia juga menyebut dalam beberapa kali kunjungannya ke Cina, pemerintah setempat selalu menyatakan tidak terjadi apa-apa pada kaum Uighur. Tapi jawaban itu, menurut Amirsyah, menunjukkan ada hal yang ditutupi. Karena itu, hari ini (21/12) MUI akan menyatakan sikap resmi kepada pemerintah.

Senada dengan MUI, Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga memaksa pemerintah bersikap tegas atas dugaan tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang diderita warga Uighur. Kata dia, pemerintah jangan sampai tersandera hanya karena besarnya investasi Cina di dalam negeri.

"Pemerintah jangan takut dengan Cina karena ada investasi atau utang dalam bentuk proyek. Ini membuat kita tidak mau ikut campur dan menutup mata. Ini bahaya, pengkhianatan terhadap UUD 1945 dan politik luar negeri kita," tukasnya.

Menurut Fadli Zon, kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, menempatkan Indonesia dalam posisi independen dalam menentukan sikap namun aktif dalam perdamaian dunia. Hal itu semestinya bisa ditunjukkan dalam kasus Uighur.

"Kelihatan sekali diplomasi politik Jokowi ini melempem dan betul-betul tidak menunjukkan kapasitas sebagai negara besar."

Keluarga etnis Uighur yang berada di "kamp pendidikan" disiksa

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebut dalam laporan lembaganya ada satu juta pendudukan Uighur yang ditahan di "kamp pendidikan ulang". Mereka itu, kata Usman, dituduh sebagai ekstremis dan teroris jaringan ISIS, namun tanpa ada bukti sahih.

Hak atas fotoREUTERSImage captionWakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah belum menentukan sikap apapun atas apa yang menimpa etnis minoritas Uighur, lantaran masih menunggu laporan Duta Besar Indonesia di Beijing.

"Pernah ada penangkapan Uighur di Thailand sebanyak 109 orang. Semuanya dituduh melakukan tindakan terorisme, tapi cuma 13 yang terbukti terlibat itupun kasus pelanggaran hukum biasa," tukas Usman Hamid.

Hasil penyelidikan Amnesty pula, jutaan orang Uighur yang berada di kamp tersebut, tidak diketahui nasibnya. Bahkan pihak keluarga yang sempat ditemui Amnesty, mengaku tak lagi mendapat kabar setelah keluarga mereka dimasukkan ke kamp.

"Pada 3 November lalu, ada seorang etnis Uighur ditangkap di Xinjiang. Belakangan diketahui kondisi kesehatannya memburuk berdasarkan hasil kunjungan keluarganya pada 13 Desember lalu. Dia disiksa selama di kamp dan diisolasi.

Padahal dia sebenarnya tidak berbuat apa-apa di kamp. Tapi dia sempat melihat suatu insiden yang akhirnya memintanya untuk diam, namun dia tak menuruti," kata Usman menceritakan kronologi keluarga Uighur.

"Dia lalu diminta menandatangani dokumen yang menyangkal ada penyiksaan di kamp tersebut. Saat dikunjungi, matanya susah melihat dan ada tanda bekas siksaan," sambungnya.

Bagi Usman Hamid, apa yang menimpa pada kaum Uighur persis sama seperti orang Papua. Dimana mereka mengalami perlakuan sewenang-wenang, penyiksaan, penangkapan, dan juga kian termarjinalkan karena besarnya arus imigrasi ke Xinjiang.

"Kalau di Papua ada istilah BBM (Buton, Bugis, Makasar) yang berdatangan sehingga membuat orang Papua jadi minoritas, persis terjadi di Xinjiang. Uighur dari penduduk mayoritas jadi minoritas karena banyaknya imigrasi."

Sementara pemerintah Cina yang tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur di Xinjiang termasuk Jalur Sutra, berusaha meredam aksi-aksi pemberontakan dari etnis Uighur demi menjaga kestabilan ekonominya. Caranya dengan menebar isu bahwa etnis Uighur terkait dengan kelompok terorisme.

"Isu terorisme jadi dalih mempersekusi orang-orang Uighur. Perang melawan terorisme menjadi dalih menyembunyikan praktik-praktik pelanggaran kemanusiaan."

Dari pengamatan Amnesty, tidak ada satupun negara di Asia Tenggara yang bersuara melindungi warga Uighur. Ini karena derasnya kucuran uang yang diberikan pemerintah Cina. Usman mencontohkan Kamboja yang memperoleh bantuan sebesar 1,2 miliar Dollar setelah memulangkan 20 orang Uighur ke Cina.

"Sayangnya Cina kuat secara ekonomi. Laos juga begitu. Negara-negara ASEAN mendapat kemudahan ekonomi dari Cina dan dengan sendirinya membantu pemulangan Uighur ke Cina tanpa ada persetujuan dari orang yang bersangkutan."

Itu mengapa Amnesty, kata Usman, agak pesimistis negara-negara tetangga akan bersikap tegas terhadap Cina. Dia berharap Indonesia sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB bisa mengambil sikap melindungi etnis minoritas tersebut.

"Indonesia mungkin satu-satunya negara yang relatif kondisi HAMnya lebih baik dan punya tempat lebih strategis di Dewan Keamanan PBB, meski statusnya tidak tetap," pungkasnya.

Credit BBC INDONESIA


https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46637762


Natal 2018, Cina Tangkap Umat Kristen, Tutup Gereja dan...


Suasana gereja di Cina. [ CNN ]
CB, Jakarta - Pemerintah Cina semakin keras melakukan persekusi terhadap umat Kristen menjelang Natal 2018. Situasi ini menjadi perhatian masyarakat internasional.
Tindakan persekusi meliputi penangkapan dan penahanan pendeta terkemuka di Cina bersama 100 umat Kristen pada 9 Desember 2018, menutup gereja, menyita Alkitab, hingga melarang orang berkumpul.
Pemerintah Komunis Cina kmenggrebek dan menutup gereja Early Rain Covenant Church di Chengdu dan gereja Rongguili di Guangzhou. Pendeta terkemuka gereja Early Rain Covenant, Wang Yi dan istrinya, Jiang Rong ditangkap pekan lalu dan kini sudah bebas.


CNN melaporkan, beberapa pendeta yang ditahan mengalami tindakan kekerasan termasuk penganiayaan dan pelecehan.
Dua gereja ini sangat terkenal di Cina dan tidak terdaftar.
Gereja Rongguili juga merupakan salah satu gereja bawah tanah untuk umat Kristen di Guangzhou.
Mengutip laporan Christianity Today International.Com, 17 Desember 2018, sebanyak 60 polisi dan petugas urusan agama melakukan penggrebekan di gereja Rongguili yang sedang menjalankan ibadah pekan lalu.
Aparat memerintahkan penutupan gereja, menyita berbagai materi, dan mengambil telepon seluler umat yang beribadah. Sebanyak lebih dari 4 ribu buku disita.
Aparat juga memasuki ruang anak-anak untuk belajar Alkitab yang berada di lantai atas.
"Mereka membacakan pemberitahuan penegak hukum bahwa perkumpulan ini ilegal, penerbitan buku ilegal, pengumpulan dana ilegal, dan semua Alkitab disita," kata seorang anggota gereja Rongguili seperti dikutip dari South China Morning Post, 17 Desember 2018.
Gereja Rongguili dituduh melanggar Undang-undang Urusan Keagamaan.
Pemberitahuan ini kemudian disebarkan ke media sosial agar umat Kristiani mengikuti ibadah di 15 gereja Protestan yang terdaftar di Guangzhou dan di bawah pengawasan pemerintah Cina.
Identitas setiap umat termasuk anak-anak yang terkena razia dicatat. Telepon seluler mereka diperintahkan untuk tidak diaktifkan dan diserahkan kepada aparat.
Sebelum meninggalkan lokasi, aparat keamanan memperingatkan agar mereka tidak kembali beribadah ke gereja tersebut.
Menurut Human Rights Watch, di masa Xi Jinping sebagai pemimpin Cina, pengawasan terhadap umat Kristen semakin ketat dengan tujuan gereja dan penganut agama lain mendukung pemerintah dan Partai Komunis Cina. Persekusi terhadap umat beragama di Cina pun kini menjadi perhatian masyarakat internasional.
Credit TEMPO.CO


https://dunia.tempo.co/read/1157601/natal-2018-cina-tangkap-umat-kristen-tutup-gereja-dan/full?view=ok

Ketika Warga Cina Pun Turut Bersuara Soal Uighur


Massa berbagai ormas Islam menggelar aksi solidaritas selamatkan muslim Uighur di depan Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Jumat (21/12).


CB, JAKARTA -- Koordinator Tionghoa Anti-Korupsi Lieus Sungkharisma menyatakan pemerintahan Indonesia harus sensitif dan cepat tanggap terkait masalah etnis Muslim Uighur yang menurut beberapa pihak mengalami penindasan oleh pemerintah Cina.

"Jadi kita yang hadir di sini, sebenarnya mengingatkan dan mempertanyakan kebenarannya. Itu di video, fotonya lihat sadis kan?,” kata Lius saat ditemui usai menghadiri aksi solidaritas umat Islam Uighur, di depan Kedubes Cina, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).

Dia menilai jika tidak ada sikap dari pemerintah, itu menyakitkan umat Islam yang ada di Indonesia. “Makanya walaupun saya bukan Muslim, kalau soal seperti ini saya peduli. Harus disuarakan, tidak boleh didiamkan," ujar dia.   

Lebih lanjut, Lieus mengharapkan pemerintah Indonesia memanggil duta besar Cina untuk Indonesia untuk memberikan penjelaskan kepada publik mengenai kondisi yang sebenarnya ke publik soal keadaan etnis Uighur di negara berjuluk negeri tirai bambu tersebut.

"Kalau perlu meminta PBB untuk melakukan investigasi, itu yang umat Islam, rakyat Indonesia harapkan," ujarnya. 

Lieus menegaskan massa tidak benci pada negara Cina, tetapi menolak atas dugaan semua tindakan-tindakan pelanggaran HAM.

Menurut dia, Indonesia juga punya sejarah dengan Cina, bahkan dulu ada Cheng Ho yang menurut beberapa sumber adalah seorang Muslim. 

“Kita dengan negara RRC-nya dari dulu bersaudara. Tapi sekali lagi bukan kebencian kita kepada negara itu, tapi hal-hal yang melanggar HAM, beragama itu tidak boleh dikekang dan dilarang," ujar Lieus menambahkan.

Massa berkumpul di depan Kedubes Cina, untuk menuntut sedikitnya enam poin yakni mengutuk keras terhadap pemerintahan Cina/Cina atas penindasan terhadap Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, mengecam keras bahwa perbuatan yang dilakukan rezim di Cina tersebut adalah merupakan pelanggaran nyata atas Hak Asasi Manusia dan Hukum Internasional.

Kemudian menegaskan adanya kebebasan beragama bagi segenap manusia. mendesak organisasi kerja sama Islam (OKI), PBB, dan Komnas HAM RI untuk menyelamatkan nasib umat Islam Uighur dan bersikap tegas terhadap pemerintah Cina untuk memberikan hak-hak sipil bagi mereka, dan secara khusus meminta kepada pemerintah Indonesia untuk dapat menyalurkan sikap umat Islam Indonesia dengan bersikap keras dan tegas terhadap pemerintah Cina dan membela nasib umat Islam Uighur.

Selain itu, menyerukan kepada Umat Islam sedunia umumnya dan khususnya Umat Islam di Indonesia untuk melakukan gerakan solidaritas dengan menyalurkan bantuan dan pertolongan bagi saudara-saudara muslim Uighur melalui cara yang memungkinkan.

Selanjutnya, mendesak pemerintah RI untuk mendorong pemerintah Cina agar memberikan kemerdekaan kepada Uighur agar mengusir Dubes Cina dari Indonesia apabila tidak mau memberikan kemerdekaan pada Muslim Uighur.  

Credit REPUBLIKA.CO.ID

 

https://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/12/22/pk4a7n320-ketika-warga-cina-pun-turut-bersuara-soal-uighur




GNPF Ulama Sebut Ada Penganiayaan Hingga Jual Organ Uighur


Massa berbagai ormas Islam menggelar aksi solidaritas selamatkan muslim Uighur di depan Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta, Jumat (21/12).


CB, JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan aksi solidaritas untuk umat Muslim di Uighur, Xinjiang pada Jumat (21/12) merupakan upaya umat Muslim Indonesia untuk menyampaikan aspirasi atas derita yang dialami saudara se-Muslim di Uighur.

Menurut kabar yang ia dengar, terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) secara masif oleh pemerintah Tiongkok terhadap umat Islam di Uighur, Xinjiang. 

Bahkan, kata dia, ada yang mengatakan terjadi penganiayaan, pembunuhan, dan penjualan organ. 

"Sebab itu kami meminta kejelasan dan keterangan dari Kedutaan besar Cina yang ada di Indonesia," kata Yusuf kepada awak media di depan Kantor Kedubes Cina, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Jumat (21/12).

Jika kabar tersebut benar, ia menuntut agar hal tersebut dihentikan. "Jangan diteruskan karena itu kan sudah sangat-sangat melanggar HAM sekali. Karena itukan manusia biar bagaimanapun, tidak bisa dianiaya, disiksa semacam itu bahkan sampai dibunuh dengan hal-hal yang sifatnya dengan cara-cara yang sadis," kata dia.

Sementara itu, kata dia, jika Kedubes Cina menampik hal itu, pihaknya akan terbuka dengan kebenaran yang ada. 

"Kami tidak berandai-andai, insya Allah mereka (umat Islam) akan terbuka dan mau menerima, selama mereka (Kedubes Cina) mau menjelaskan semua agar kami mendapatkan informasi yang jelas," kata dia. 

Selain itu, ia mengaku aksi solidaritas yang dilakukan sejumlah umat Islam di Indonesia merupakan dorongan dari rasa empati sebagai sesama muslim. 

"Ini bukan dari satu Ormas (organisasi masyarakat), ini gabungan dan darimana saja dan tidak ada yang mengkoordinir, mereka mempunyai keterpanggilan yang sama, rasa empati pada umat Muslim yang ada di negara lain," kata dia. 

Selain itu, ia menegaskan aksi solidaritas akan terus dilakukan sampai ada komitmen yang kuat dari pemerintah Indonesia untuk mendorong pemerintah Tiongkok menghentikan derita yang dialami umat muslim Uighur.

"Kami akan terus menyampaikan aspirasi ini, kita akan terus menyampaikan, dengan cara apapun kita akan meyampaikan, selama yang kita sampaikan itu sesuai dengan ketentuan hukum dan tidak melangar hukum," jelas dia.

Bahkan, pada aksi solidaritas tersebut, ada ancaman akan memboikot barang-barang yang diproduksi Cina jika hal ini tidak segera diselesaikan. "Ya itu bisa juga bisa terjadi," kata dia.

Cina, negara yang berideologi komunisme, dilaporkan telah mengoperasikan kamp-kamp reedukasi untuk etnis Uighur dan Kazakhs di Xinjiang. 

The Associated Press mengutip sejumlah saksi yang menyebutkan Partai Komunis Cina telah melarang rakyat di wilayah itu untuk menggunakan bahasa etnis daerah setempat. Larangan bahkan mencakup persoalan yang sifatnya pribadi, semisal menjalankan ibadah sesuai ajaran Islam.

Xinjiang terletak di bagian barat Cina dan dihuni mayoritas Muslim dari etnis Uighur dan Kazakh. Beberapa tahun silam, isu separatisme menguat di sana. Beijing meresponsnya dengan kebijakan tangan besi dalam dua tahun belakangan. Hasilnya, ratusan ribu Muslimin ditahan dan dimasukkan dalam kamp-kamp.

Kedubes Cina di Jakarta dalam rilisnya mengatakan pemerintah Beijing melindungi dan menjamin kebebasan beragama, termasuk kaum Muslim Uighur. Namun, sebagian masyarakat Musim Uighur terjangkit ekstremisme dan radikalisme. Re-education camp ialah upaya melakukan deradikalisasi melalui pendidikan vokasi.

Credit REPUBLIKA.CO.ID


https://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/12/22/pk482d320-gnpf-ulama-sebut-ada-penganiayaan-hingga-jual-organ-uighur







Pemimpin Uighur: Perangi Terorisme Hanya Dalih Pemerintah China


Bangunan kamp-kamp interniran di Xinjiang, tempat para Muslim Uighur dan lainnya ditahan untuk pendidikan ulang. Foto/REUTERS
BERLIN - Kelompok Muslim Uighur di Xinjiang yang merasa ditindas otoritas China di kamp-kamp "pendidikan ulang" minta negara-negara Muslim di dunia angkat bicara. Ketua Kongres Uighur Dunia, Dolkun Isa, menyebut klaim memerangi terorisme hanya dalih pemerintah China untuk meredam perbedaan pendapat.
Kongres Dunia Uighur yang berbasis di Jerman dibentuk untuk mewakili minoritas Muslim Uighur yang tinggal di Xinjiang,  China barat. Dalam sebuah wawancara dengan FRANCE 24, dia mengatakan apa yang disebut kamp "pendidikan ulang" yang dibuat oleh China untuk menahan orang Uighur adalah "kamp konsentrasi abad 21". 
Dia juga mengecam negara-negara Muslim karena gagal berbicara tentang nasib orang-orang Uighur China.
Menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia, antara 1 juta hingga 3 juta orang telah ditahan di kamp-kamp "pendidikan ulang" China sejak fasilitas itu dibangun pada April 2017.
Dolkun Isa mengecam penyiksaan fisik dan mental serta "cuci otak" yang dialami oleh kaum Uighur di kamp-kamp di Xinjiang. Dia menepis klaim pemerintah China bahwa pendidikan ulang itu ditujukan untuk memerangi terorisme dan memberikan pelatihan kepada warga setempat.
Isa mengklaim kamp-kamp itu sebagai ganti dari kebijakan "pembersihan etnis". Menurutnya, tuduhan-tuduhan teroris oleh pemerintah terhadap dirinya dan orang-orang Uighur lainnya dibuat untuk meredam perbedaan pendapat.

Dia berharap negara-negara Barat bisa meminta Beijing untuk menutup kamp-kamp tempat komunitas Muslim Uighur dan lainnya ditahan. Namun, dia menyesalkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mengangkat masalah ini dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping.
Lebih lanjut dia mengecam negara-negara Muslim karena sebagian besar diam atas nasib orang Uighur."Memalukan, bahwa mereka tidak mau berbicara untuk membela sesama Muslim," tulis FRANCE 24, Kamis (20/12/2018), mengutip Isa.
Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1364358/41/pemimpin-uighur-perangi-terorisme-hanya-dalih-pemerintah-china-1545284193




AS Jual Rudal Patriot ke Turki, Kesepakatan S-400 Rusia Bisa Kacau


Ilustrasi persaingan bisnis senjata pertahanan antara Amerika Serikat dan Rusia. Foto/YouTube



WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan setuju untuk menjual sistem rudal Patriot kepada Turki senilai USD3,5 miliar. Keputusan Washington itu bisa mengacaukan penjualan sistem rudal S-400 Rusia kepada Ankara yang sudah mencapai kesepakatan.
Kesepakatan penjualan senjata pertahanan S-400 Moskow kepada Ankara senilai USD2,5 miliar sudah final dan hanya tinggal pengiriman yang direncanakan dilakukan pada 2019. Namun, jika pemerintah Presiden Tayyip Erdogan membatalkannya secara sepihak dan menerima tawaran sistem rudal Patriot AS maka kesepakatan Moskow dan Ankara bisa berntakan.
Patriot buatan Raytheon dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) buatan Lockheed Martin adalah senjata pertahanan saingan utama S-400 Moskow.
Persaingan bisnis senjata AS dan Rusia dengan Turki sebagai pasarnya ini menjadi rumit. 
Di satu sisi, Ankara menginginkan senjata canggih Moskow itu demi melindungi wilayahnya yang rawan. Namun, sebagai anggota NATO, Ankara juga menjadi penyandang dana program jet tempur siluman F-35 yang konsepnya jelas anti-senjata Moskow.
Sekadar diketahui, sistem rudal S-400 buatan Rusia, yang dilengkapi dengan delapan peluncur dan 32 rudal, mampu menargetkan pesawat tempur siluman seperti pesawat tempur F-35.
Langkah Turki untuk mengakuisisi senjata Moskow itu sidah menimbulkan kekhawatiran di antara sesama anggota NATO dan Washington. Kongres AS telah meminta penangguhan transfer jet F-35 pesanan Turki.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa transaksi senjata pertahanan Rusia dan AS harus dilihat sebagai terpisah satu sama lain. Dia menegaskan bahwa Moskow sedang dalam proses memasok Ankara dengan S-400.
“Kami memenuhi perjanjian yang kami miliki dengan rekan-rekan Turki kami. Anda tahu bahwa kontrak itu terpenuhi. Ini akan dilanjutkan," kata Peskov kepada wartawan, Rabu, yang dilansir CNBC, Kamis (20/12/2018).
Keputusan Washington yang setuju menjual sistem rudal Patriot kepada pemerintah Erdogan disampaikan Departemen Luar Negeri AS.
"Penjualan ini konsisten dengan prakarsa AS untuk menyediakan sekutu kunci dengan sistem modern yang mampu berjejaring untuk mempertahankan diri terhadap ketidakstabilan regional," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri, yang menolak diidentifikasi karena tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka.
Pakar strategi pasar senjata berpendapat penjualan sistem rudal Patriot bisa mempersulit penjualan S-400 Moskow ke Turki karena dua sistem rudal mustahil dapat dioperasikan bersama-sama. Selain itu, jet F-35 yang juga diharapkan dibeli oleh Turki tidak dapat dioperasikan bersamaan dengan S-400.
"Turki tidak dapat membeli keduanya," kata Tim Ash, ahli strategi pasar di Bluebay Asset Management. "Saya pikir AS akan menarik baik penjualan Patriot dan F-35 jika Turki sejalan dengan S-400," ujarnya.
“Saya pikir berita tentang Patriot masih positif, karena ini menunjukkan AS dan Turki berbicara dan bergerak kembali bersama-sama. Konon, orang Turki mungkin mencoba mengendarai terlalu banyak tawaran, dan mungkin berakhir dengan tanpa hasil."
Turki mengatakan bulan lalu bahwa pembelian sistem rudal Rusia tidak dapat dibatalkan, namun Ankara membuka pintu jika AS menjual perangkat pertahanannya.
Senjata Moskow pada umumnya dianggap lebih murah daripada senjata Amerika, karena sebagian besar tanpa dukungan pemeliharaan yang meluas.
Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1364318/42/as-jual-rudal-patriot-ke-turki-kesepakatan-s-400-rusia-bisa-kacau-1545275987

Erdogan: Turki Ambil Alih Perjuangan Melawan ISIS


Presiden Recep Tayyip Erdogan mengataka Turki akan mengambil alih perang terhadap ISIS setelah AS mundur dari Suriah. Foto/Istimewa
ISTANBUL - Turki akan mengambil alih perang melawan militan Negara Islam (IS) di Suriah saat Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya. Hal itu ditegaskan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Dalam sebuah pidato di Istanbul, Erdogan mengatakan Turki akan memobilisasi untuk memerangi pasukan Negara Islam yang tersisa di Suriah dan menunda rencana untuk menyerang para pejuang Kurdi di timur laut negara itu, pergeseran yang dipicu oleh keputusan Amerika untuk mundur.
"Kami akan bekerja pada rencana operasional kami untuk menghilangkan elemen ISIS, yang dikatakan tetap utuh di Suriah, sejalan dengan percakapan kami dengan Presiden Trump," kata Erdogan, mengacu pada Negara Islam seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/12/2018).
Sebelumnya Presiden AS, Donald Trump menyatakan, kini saatnya negara lain menggantikan posisi AS sebagai "polisi" di Timur Tengah dan berjuang untuk melawan kelompok teror di kawasan itu.
Hal itu diungkapkan Trump setelah sebelumnya mengumumkan akan menarik pasukan AS dari Suriah dan mengklaim kemenangan atas ISIS di Suriah.
Melalui akun Twitternya, Trump membela keputusan untuk menarik semua tentara AS dari Suriah. Dia menyatakan, sudah cukup bagi AS hambur-hamburkan uang di Timur Tengah untuk melindungi orang-orang yang tidak senang kepada AS. 
"Keluar dari Suriah bukanlah suatu kejutan. Saya telah berkampanye selama bertahun-tahun, dan enam bulan yang lalu, ketika saya sangat terbuka untuk melakukannya, saya setuju untuk tinggal lebih lama. Rusia, Iran, Suriah dan lainnya adalah musuh lokal ISIS. Kami sedang melakukan pekerjaan di sana. Saatnya pulang dan membangun kembali," kicau Trump.
Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1364901/43/erdogan-turki-ambil-alih-perjuangan-melawan-isis-1545415633

Belanda khawatirkan rencana AS tarik pasukan dari Suriah, Afghanistan



Seorang pria terlihat berlari setelah serangan udara di desa terkepung Douma di bagian timur Ghouta di Damaskus, Suriah, Selasa (6/2/2018). (REUTERS/BASSAM KHABIEH)

Den Haag, (CB) - Belanda, seperti sekutu-sekutu Amerika Serikat lainnya, pada Jumat (21/12) menyuarakan kekhawatirannya atas keputusan AS menarik pasukan dari Suriah.
Belanda mengatakan rencana Washington mengurangi kehadiran militernya di Afghanistan merupakan langkah yang prematur, mengingat konflik masih berlangsung di sana.
Pengumuman Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengagetkan Belanda, yang menyumbang kepada misi militer di Suriah dan Afghanistan, kata Menteri Pertahanan Ank Bijleveld kepada wartawan di Den Haag.
Belanda mendukung pertempuran melawan para milisi ISIS dengan menyediakan jet-jet F-16. Belanda akan mengakhiri partisipasinya dalam operasi itu, yang berada di bawah komando militer AS, pada 31 Desember.
Bijleveld mengatakan berakhirnya kehadiran militer AS di Suriah akan memiliki "konsekuensi yang berjangkauan jauh bagi kawasan dan keamanan". ISIS "belum sepenuhnya dikalahkan dan ancaman belum sirna", kata dia, sebagaimana dikutip Reuters.
Belanda juga kaget akan pengumuman rencana Washington mengurangi jumlah pasukannya secara signifikan di Afghanistan, ujar dia.
Bijleveld mengatakan pengurangan jumlah tentara di Afghanistan akan menjadi langkah yang prematur. Di Afghanistan, Belanda menempatkan 100 prajurit dalam misi pimpinan NATO -untuk mendukung tentara dan pasukan kepolisian Afghanistan.
"Kami mengintensifkan usaha-usaha di Afghanistan karena situasi keamanan belum membaik dengan cukup cepat," kata dia.
Reaksi lain
Dari Kabul, Reuters melaporkan bahwa para pejabat Afghanistan dan mitra-mitra Amerika dari Barat pada Jumat bereaksi dengan rasa khawatir atas laporan bahwa AS berencana mengurangi sedikitnya 5.000 dari 14.000 prajuritnya dari Afghanistan, setelah langkah-langkah tentatif menuju pembicaraan perdamaian.
Walaupun sudah ada penerimaan yang meningkat di Kabul, Presiden Trump tak sabar atas kemajuan dalam mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 17 tahun itu.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Menteri Pertahanan Jim Mattis mengundurkan diri.
Mattis telah dipandang luas di Afghanistan sebagai penjamin keterlibatan AS. Pengunduran dirinya akan menimbulkan kecemasan di benak banyak pejabat Afghanistan.
Kabar itu menyusul pertemuan dua hari di Abu Dhabi antara utusan perdamaian khusus AS Zalmay Khalilzad dan wakil-wakil Taliban yang membahas penarikan pasukan internasional dan gencatan senjata tahun 2019.
Credit antaranews.com



https://m.antaranews.com/berita/780329/belanda-khawatirkan-rencana-as-tarik-pasukan-dari-suriah-afghanistan



Afghanistan: Penarikan Pasukan AS tak Pengaruhi Keamanan




Pasukan sekutu di Afganistan,ilustrasi




CB, KABUL -- Pemerintah Afghanistan mengatakan penarikan 5.000 pasukan Amerika Serikat (AS) tidak akan mempengaruhi atau berdampak pada keamanan negara tersebut. Sebab Afghanistan mengklaim telah memegang kendali penuh atas semua wilayahnya. 

"Jika mereka (pasukan AS) mundur dari Afghanistan, hal itu tidak akan memiliki dampak keamanan karena dalam empat setengah tahun terakhir, Afghanistan telah memegang kendali penuh," ujar juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Haroon Chakhansuri, pada Jumat (21/12), dikutip laman Radio Free Europe.

Ini merupakan respons pertama Afghanistan atas kabar Presiden AS Donald Trump sedang merencanakan penarikan 5.000 pasukannya dari negara tersebut. Menurut seorang pejabat pemerintah AS, keputusan itu telah dibuat oleh Trump. Perintah lisan pun sudah diberikan guna memulai proses penarikan pasukan. 

Saat ini terdapat 14 ribu pasukan AS di Afghanistan. Bila 5.000 pasukan ditarik, 9.000 pasukan lainnya harus tetap melaksanakan misinya, salah satunya membantu militer Afghanistan melawan milisi Taliban.

Namun dengan keterbatasan personel, militer AS di Afghanistan dapat dipastikan akan membatasi misinya. Hal itu dinilai akan dimanfaatkan Taliban untuk memperluas serangannya di seluruh negara tersebut. 

AS mulai melakukan intervensi militer di Afghanistan pada 2001, tepatnya pascaserangan terhadap gedung World Trade Center (WTC). AS hendak menumpas Taliban dan pemimpinnya Osama bin Laden.

Selama sekitar 17 tahun melakukan intervensi militer di Afghanistan, lebih dari 2.400 pasukan AS tewas. Jumlah tersebut dipastikan meningkat selama pasukan AS berada di sana. Sebab saat melancarkan serangan, termasuk bom bunuh diri, Taliban selalu membidik militer atau gedung pemerintahan.

Credit REPUBLIKA.CO.ID

https://m.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/18/12/22/pk3mr0335-afghanistan-penarikan-pasukan-as-tak-pengaruhi-keamanan

Pemerintah AS Dipastikan Tutup, Sejumlah Layanan Terhenti


Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS/Carlo Allegri/File Photo

WASHINGTON - Gara-gara Kongres Amerika Serikat (AS) menunda kesepakatan pengeluaran anggaran, pemerintah yang dipimpin Presiden Donald Trump dipastikan mengalami shutdown atau penutupan, Sabtu (22/12/2018). Sejumlah layanan agen utama pemerintah dinyatakan terhenti.

Kongres pada hari Jumat menunda kesepakatan pengeluaran anggaran. Keputusan itu dipicu perselisihan pemerintah Presiden Trump dan para anggota parlemen soal pendanaan dinding perbatasan AS-Meksiko.

Meski sejumlah layanan agen utama AS dipastikan terhenti mulai hari Sabtu waktu setempat, pembicaraan di Capitol Hill antara pejabat Gedung Putih dan para pemimpin Kongres tetap berlangsung.

Pemerintah Trump menginginkan anggaran USD5 miliar untuk pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko. Namun, para anggota parlemen dari kubu Demokrat menentangnya.

Trump pada hari Jumat mengatakan ada kemungkinan besar Senat tidak akan menyetujui permintaan anggaran sebesar USD5 miliar untuk mendanai proyek dinding perbatasan. Menurutnya, penutupan pemerintah kemungkinan dimulai Jumat tengah malam waktu setempat.

Sebelum bertemu dengan Senat dari Partai Republik di Gedung Putih, Trump telah menulis pesan di Twitter yang berbunyi; "Demokrat sekarang memiliki penutupan".

Padahal, Trump minggu lalu mengatakan bahwa dia akan bangga untuk menutup pemerintah atas masalah keamanan perbatasan. "Saya Akan menjadi orang yang mematikannya," katanya.

"Jika Demokrat memilih tidak, akan ada penutupan yang akan berlangsung untuk waktu yang sangat lama," katanya dalam tweet.

Pemimpin Senat dari kubu Demokrat, Chuck Schumer, menolak disalahkan. "Presiden Trump, Anda yang memiliki penutupan," katanya di lantai Senat, seperti dikutip Reuters. "Anda mengatakannya dengan kata-kata Anda sendiri."

Senator Republik, Bob Corker dan Richard Shelby, mengatakan negosiasi sedang dilakukan untuk melihat apakah RUU pendanaan dapat dikompromikan atau tidak.

Trump telah memanggil para Senator Partai Republik ke Gedung Putih pada hari Jumat pagi untuk mendukun pendanaan dinding perbatasan sebelum mereka mengambil suara prosedural tentang apakah akan mempertimbangkan RUU yang disahkan oleh parlemen atau tidak.

Credit Sindonews.com


https://international.sindonews.com/read/1364940/42/pemerintah-as-dipastikan-tutup-sejumlah-layanan-terhenti-1545449135


China Uji Rudal via Kapal Selam yang Bisa Bawa Nuklir ke AS

Kapal selam rudal balistik (SSBN) Tipe 094 China. Foto/CRS by Navy Office of Legislative Affairs via Wikimedia Commons
BEIJING - Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China baru-baru ini melakukan uji coba rudal Julong (JL)-3 yang diluncurkan dari kapal selamnya. Misil balistik ini bisa membawa hulu ledak nuklir ke target di mana pun di wilayah Amerika Serikat (AS).
Uji coba misil berkemampuan nuklir itu dilaporkan The Diplomat, 20 Desember 2018.
Laporan itu mengatakan misil JL-3 diluncurkan 24 November dari kapal selam konvensional yang dimodifikasi di Laut Bohai. Sumber laporan itu dari pejabat pemerintah Amerika Serikat.
Misil JL-3 memiliki jangkauan terbang lebih dari 5.500 mil. Jangkauan ini lebih panjang dari pendahulunya; misil JL-2 yang dapat menempuh jarak 4.300 mil.
Sekadar diketahui, pemerintah China telah menginvestasikan miliaran dolar selama 15 tahun terakhir untuk meningkatkan kekuatan kapal selamnya yang dapat memusnahkan seluruh kota dan pangkalan militer AS tanpa melakukan perjalanan terlalu jauh dari pantainya.
Laporan Departemen Pertahanan AS tentang Kekuatan Militer China Tahun 2018 mengatakan Beijing sedang bersiap membangun kapal selam Tipe 096 yang akan dipersenjatai dengan rudal JL-3. Pembangunan kapal itu diperkirakan akan dimulai pada awal tahun 2020.
Kapal Tipe 096 akan menggantikan kapal selam Tipe 094 kelas Jin yang sudah tua.
"Operasional empat SSBN (kapal selam rudal balistik) kelas Jin China mewakili penangkal nuklir dasar laut pertama yang kredibel," tulis Departemen Pertahanan AS dalam laporan itu.
Semantara itu, pihak berwenang di Beijing membantah perihal uji coba rudal berkemampuan nuklir yang bisa mengancam AS.

Credit Sindonews.com


https://international.sindonews.com/read/1364932/40/china-uji-rudal-via-kapal-selam-yang-bisa-bawa-nuklir-ke-as-1545440077


Sekutu AS di Asia-Pasifik bergetar setelah Mattis mundur


Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James (Jim) Mattis. (Reuters)


Sydneyl,(CB) - Pengunduran diri tiba-tiba Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis memicu kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Asia-Pasifik.

Sekutu Amerika tersebut menyebut mantan jenderal itu berhasil membangun kepercayaan dan melunakkan hasrat keterpencilan, kata para pejabat dan pengamat pada Jumat.

Kawasan itu --yang mencakup sekutu-sekutu AS yang kuat yakni Jepang, Korea Selatan dan Australia-- memiliki beberapa titik bara api yang paling mudah berubah, dengan ketegangan tinggi di Semenanjung Korea dan militerisasi China di Laut China Selatan --yang menimbulkan gesekan.

Mattis, yang menganut aliansi tradisional Amerika, mengatakan dia mundur setelah tak sepaham dengan Presiden Donald Trump terkait kebijakan luar negeri, termasuk keputusan-keputusan mengejutkan pekan ini untuk menarik pasukan dari Suriah dan mulai merencanakan jumlah tentara di Afghanistan.

"Dia secara umum dipandang salah satu orang dewasa dalam pemerintahan Trump," kata Senator Jim Molan dari Australia kepada harian the Australian.

Dikatakannya, pengunduran diri Mattis dikarenakan hal itu memperkenalkan "variabel ekstrim baru" ke dalam pembuatan keputusan AS. Mattis telah menjadi pengeritik Laut China Selatan tapi ia bekerja untuk menjamin ketegangan-ketegangan tidak mendidih.

"Dia telah menjadi titik keberlanjutan dan penjaga gawang dalam pemerintahan yang sebagian besar mereka bergantung pada watak insting Trump, yang lebih banyak, saya pikir, berpaham isolasionis dan jelas skeptis -- mengenai komitmen-komitmen aliansi," kata Euan Graham, pengamat kebijakan luar negeri dan keamanan dan direktur eksekutif La Tobe Asia di Universitas La Trobe.

Pengunduran diri Mattis juga merampok Australia, tanpa duta besar AS sejak tahun 2016, sekutu kunci dalam pemerintahan Trump. "Australia selalu punya telinga Mattis," kata satu sumber diplomatik yang berkedudukan di AS, kepada Reuters.

Australia memiliki sekitar 800 prajurit di Timur Tengah sejak tahun 2014, sebagian besar berkedudukan di Irak, sebagai bagian dari usaha koalisi memerangi kelompok ISIS. Sekitar 300 prajurit berada di Afghanistan, tempat mereka hadir di sana sejak tak lama setelah perang mulai 17 tahun lalu.

Trump mengumumkan pada Rabu bahwa pasukan AS di Suriah akan ditarik, sebuah keputusan yang melanggar kebijakan AS di kawasan itu.

Seorang pejabat AS mengatakan pada Kamis, Trump berencana menarik sedikitnya 5.000 dari 14.000 prajurit AS di Afghanistan. Mattis telah mendorong kehadiran militer AS yang kuat untuk meningkatkan usaha-usaha perdamaian di sana.


Credit Antaranews.com


https://m.antaranews.com/berita/780325/sekutu-as-di-asia-pasifik-bergetar-setelah-mattis-mundur




Ribuan prajurit marinir lepas Dankormar Bambang Suswantoro




Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono (kiri) didampingi istri Alike Bambang Suswantono (kanan) memberi hormat pada prajurit di atas kendaraan tempur RM-70 MLRS Vampire saat upacara tradisi pelepasan di Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/12/2018). Kegiatan tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono sebagai Dankormar yang selanjutnya akan diemban oleh Mayjen TNI (Mar) Suhartono. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww)


Surabaya (CB) - Ribuan prajurit Marinir wilayah Timur melepas Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, pada kegiatan Exit Briefing di lapangan apel Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra Karangpilang, Surabaya, Jumat.

Bambang Suswantono dalam kesempatan itu  mohon pamit untuk melanjutkan tugas dan jabatan selanjutnya sebagai Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kepala Staf TNI AL (Kasal).  Kedudukannya digantikan oleh Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

 Di depan ribuan prajurit dan PNS Marwiltim, Komandan Korps Marinir menyampaikan sekilas tentang Dharma Bhakti Korps Marinir, mulai awal terbentuknya hingga saat ini, yakni Korps Marinir selalu andil turut serta dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, Korps Marinir juga menunjukkan kepada dunia, bisa hadir dalam rangka perdamaian dunia, tambahnya.

"Yang hadir sudah pernah andil menorehkan sejarah perjalanan Korps Marinir, semua pelaku sejarah berpikir dan berbuat yang terbaik untuk Korps Marinir, kita mempunyai doktrin, dedikasi loyalitas prajurit Korps Marinir yang dulu lebih dikenal dengan prajurit KKO AL," katanya.

 Menurutnya, Semua orang tahu bagaimana loyalitas prajurit Korps Marinir dalam perjalanannya. Pasang surut Korps Marinir   tidak lepas dari keputusan politik, Korps Marinir besar pada tahun 1960 sampai dengan tahun 1970.

"Awal berganti pemimpin nasional berganti juga reputasi Korps Marinir, setelah itu berdirilah Pasmar 1, kemudian Pasmar 2, berganti pemimpin lagi sekarang ini berdiri Pasmar 3 Sorong. Semua ini adalah komitmen dari Panglima tertinggi untuk memperbesar Korps Marinir yang kita cintai dan kita banggakan ini," katanya dalam siaran pers.

 Ia menjelaskan,  prajurit harus banyak berlatih dan berlatih. Korps Marinir bahkan melaksanakan pelatihannya di pulau-pulau terluar NKRI (Mianggas, Natuna, Dabosikep, Sabang, Merauke, Sorong, Sebatik, Bima) untuk menunjukkan kemampuan.

 "Atas nama pribadi dan keluarga apabila ada kekhilafan dan kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja dalam menjabat Komadan Korps Marinir mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.

 Usai memimpin apel khusus, dilanjutkan dengan acara tradisi pelepasan, yaitu Komandan Korps Marinir beserta istri dengan menaiki kendaraan tempur RM 70 Grad dilepas ribuan prajurit Korps Marinir Wilayah Timur dengan melewati lorong gapura yang dibentuk dari kendaraan tempur hingga ke ruang VIP Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir.

Di depan ruang VIP Menbanpur 2 Mar, Komandan Korps Marinir menuliskan pesan untuk prajurit Korps Marinir khususnya prajurit Marwiltim yaitu "Hai Marinir !!! Teruslah untuk Berbuat yang terbaik Bagi Korps Marinir Yang Membanggakan!!".

Kemudian acara dirangkai dengan ucapan terimakasih secara spontan dari prajurit yang rumahnya pernah diperbaiki dalam kegiatan bedah rumah.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan melepas Komandan Korps Marinir beserta Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir dari Mako Menbanpur 2 Mar hingga ke Pos satu Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya.

Di sepanjang jalan Komandan Korps Marinir beserta istri disambut dengan lambaian tangan oleh ribuan prajurit Korps Marinir, Jalasenastri dan PNS yang berjajar rapi.

Credit ANTARANews.Com 


https://m.antaranews.com/berita/780299/ribuan-prajurit-marinir-lepas-dankormar-bambang-suswantoro

 

Libatkan Pemukim Yahudi, Israel Kian Brutal Rampas Tanah


Pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat

CB, BETHLEHEM -- Pemukim Israel kembali merampas tanah Palestina Kamis (20/12) di kota Battir Bethlehem, di Tepi Barat. Sekelompok warga Israel menduduki wilayah itu, dalam upaya untuk memperluas akses pemukiman Yahudi.

Dilansir dari English.Palinfo.com,Komite Anti-pemukiman Israel lokal, Hasan Breijieh mengatakan para pemukim membajak tanah Palestina di saat mereka gencar membuka jalan bagi pembentukan pos pemukiman baru.

"Penduduk lokal Palestina telah berjaga-jaga kepada para pemukim yang masuk ke tanah mereka dan membantu buldoser dari kerusakan lebih lanjut pada saluran budidaya mereka," terang Hasan, Kamis (20/12).

Selain di Bethlehem, perampasan lahan juga terjadi di wilayah Gaza. Di wilayah Gaza yang dekat dengan perbatasan Israel, pasukan pendudukan Israel pada Rabu malam merangsek ke perbatasan timur kamp pengungsi al-Bureij, di Jalur Gaza tengah.

Empat buldoser Israel bergerak 70 meter ke kamp al-Bureij dan meratakan tanah Palestina di perbatasan. Serangan kedua dilakukan Israel, tidak lebih dari 24 jam.

Credit REPUBLIKA.CO.ID

https://m.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/18/12/21/pk2uqe320-libatkan-pemukim-yahudi-israel-kian-brutal-rampas-tanah



Spesies Amfibi Baru Dinamai Donald Trump

Ilmuwan menemukan sebuah amfibi baru dan menamainya Donald Trump. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CB -- Ilmuwan menemukan sebuah amfibi baru dan menamainya dengan nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dilansir dari CNN, amfibi buta yang sering menguburkan kepalanya di pasir diberi nama resmi Dermophis Donaldtrumpi.

Penamaan ini sebagai bentuk penolakan perubahan iklim AS oleh Trump. Nama ini dipilih oleh bos besar EnviroBuild dengan membayar US$25 ribu pada lelang hak nama.

Makhluk kecil tanpa kaki itu ditemukan di Panama. Pemilik EnviroBuild Aidan Bell mengatakan kemampuan amfibi untuk mengubur kepalanya di tanah cocok dengan pendekatan Trump terhadap pemanasan global.

Sebelumnya, ngengat kuning pun sempat dinamai Neopalpa Donaldtrumpi pada 2017.

Perubahan iklim sudah merugikan kehidupan orang Amerika, dari kebakaran hutan hingga banjir, dan akan bertambah buruk, menurut laporan pemerintah AS yang dipublikasikan pada November.

Tanggapan Trump untuk laporan itu adalah, "Saya tidak percaya."

Makhluk yang baru ditemukan adalah jenis caecilian dan hak penamaannya dilelang untuk mengumpulkan uang bagi Rainforest Trust. Para ilmuwan yang menemukan amfibi berukuran 10cm tersebut telah setuju untuk menggunakan nama Dermophis Donaldtrumpi ketika mereka secara resmi mempublikasikan penemuan ini dalam literatur ilmiah.

"Ini adalah nama yang sempurna. Caecilian diambil dari bahasa Latin caecus, yang berarti 'buta', dengan sempurna mencerminkan visi strategis yang telah secara konsisten ditunjukkan Presiden Trump terhadap perubahan iklim," ujar Bell. 

Rainforest Trust mengungkapkan sebagai hewan amfibi, hewan berkilau sangat rentan terhadap dampak pemanasan global dan karena itu terancam punah akibat kebijakan iklim yang disebut-sebut.

Direktur Eksekutif Rainforest Trust UK Chris Redston mengatakan melindungi hutan hujan yang tersisa di dunia diakui sebagai salah satu cara paling efektif untuk mengurangi perubahan iklim, namun setiap hari hampir 70.000 hektar hutan hujan dihancurkan selamanya.

"Kerusakan ini bukan hanya salah satu penyebab utama perubahan iklim, tetapi juga berdampak buruk pada satwa liar yang terancam punah, masyarakat adat dan pola cuaca planet ini." 


Credit Credit CNN Indonesia

https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20181220095623-199-355116/spesies-amfibi-baru-dinamai-donald-trump