Senin, 17 Oktober 2016

5 Temuan Terbaru yang 'Menyeramkan' di Dunia Sains


CB, Jakarta - Mungkin sebagian orang menilai sains sangat rumit sehingga tak mengherankan jika ilmu pengetahuan dianggap membosankan.
Namun pada kenyataannya, banyak hal menarik dapat ditemukan jika setiap individu mengetahui bidang apa yang paling mereka sukai di dalam sains. Termasuk di antaranya golongan penyuka hal-hal 'menyeramkan'.
Sejumlah penelitian terbaru dari dunia sains, mengungkap penemuan menyeramkan dari berbagai bidang, mulai dari angkasa luar hingga hal-hal yang dekat dengan kita.
Dikutip dari Listverse, berikut 5 penemuan menyeramkan terbaru yang datang dari dunia sains.
1. Radiasi Kosmik
Sebuah penelitian baru menunjukkan, perjalanan sejauh 225 juta kilometer ke Planet Mars tak hanya menyebabkan jet lag kronis, namun terdapat sejumlah bahaya besar mengintai di baliknya.
Studi yang dipublikasi di Scientific Reports menemukan bahwa tingkat radiasi kosmik yang terpapar ke para wisatawan dapat menyebabkan kerusakan otak, kecemasan, dan demensia kronis.
2. Robot Pembunuh
Meski terdapat sejumlah keuntungan menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di masa depan, sebuah tim peneliti di Carnegie Mellon University mengungkapkan bahwa mesin tersebut dapat membunuh tanpa pandang bulu.
AI 'dihargai' untuk menyebabkan kerusakan dan membunuh. Kemampuan merusak dan membunuh itu dibangun karena robot sejak awal telah diprogram dengan strategi optimal untuk menembak secara terus menerus dan merusak apa pun yang terlihat olehnya.

Dari Cacing Hingga Suara Mengerikan Yupiter

3. Cacing di Dalam Mulut
Profesor Jonathan Allen mengalami kesulitan mendiagnosis bagian kasar berbentuk lingkaran yang terdapat di kulit bagian dalam mulutnya. Gumpalan tersebut secara teratur berpindah ke tempat berbeda.
Ternyata gumpalan itu mengandung parasit berupa cacing kecil yang hanya menginfeksi sebanyak 13 orang di Amerika Serikat, termasuk Allen sendiri. Ia akhirnya mempublikasi sebuah artikel tentang cacing tersebut yang ia berinama "Buddy".
4. Buaya Purba
Ahli paleontologi di North Carolina State University baru-baru ini menemukan spesies yang lebih tua dari dinosaurus dan merupakan kerabat dekat dari buaya purba. Meski telah punah 230 juta tahun lalu, Carnufex carolinensis (Carolina butcher) merupakan spesies mirip buaya dengan panjang 3 meter dan berjalan menggunakan dua kaki layaknya manusia.
Dengan gigi seperti pisau dan gerakan yang lincah, Carnuflex kemungkinan merupakan salah satu predator puncak sebelum kemunculan dinosaurus.
5. Suara Mengerikan
Pesawat antariksa NASA yang sedang mengorbit Yupiter, Juno, menggunakan alat perekam milik University of Iowa untuk mendengarkan emisi radio lambat aurora yang terjadi di planet terbesar di tata surya itu.
Peneliti yang mengubah data tersebut menjadi suara menemukan sesuatu yang mengejutkan. Bunyi tersebut mirip dengan sound effect dari film horor.
Emisi tersebut dihasilkan oleh elektron dari asal yang belum diketahui hingga saat ini.





Credit  Liputan6.com









Cerita di Balik Pengangkatan Jonan dan Arcandra Pimpin ESDM






CB, Jakarta Penunjukan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM terbilang mengejutkan. Bahkan hingga detik-detik menjelang pelantikan, nama Jonan sama sekali tidak muncul sebagai kandidat kuat pengganti Arcandra Tahar.

Namun menurut Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi, nama Jonan sebenarnya tidaklah muncul tiba-tiba.
"Ketika Presiden pada keputusan Pak Jonan tentu sudah melalui pertimbangan yang cukup teliti, cukup dengan mendengar pendapat, kemudian juga yang menjadi garis bawah Presiden beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM harus profesional. Kedua, punya keberanian, integritas yang disampaikan tadi itu," jelas Johan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/10/2016).
Johan mengungkapkan, Presiden Jokowi sejak awal sudah menyiapkan pos baru untuk Jonan selepas tak lagi menjabat Menteri Perhubungan. Jonan akan dipercaya memegang holding BUMN yang dilakukan pemerintah.
"Waktu itu sempat diplot di sana sebenarnya ketika selesai, karena dianggap itu tadi yang seperti disampaikan Presiden, Pak Jonan ini orangnya berani, punya integritas, kemudian juga punya kapasitas dan kapabilitas," ungkap dia.
Namun di tengah perjalanan, Jokowi melihat Jonan lebih pas mengisi kursi Menteri ESDM.
Begitu juga Arcandra. Penunjukkannya sebagai wakil menteri mendampingi Jonan, bukan tanpa pertimbangan.
"Isunya soal bagaimana me-manage jadi soal managemen. Karena itu digabungkanlah Pak Jonan sebagai Menteri dan Pak Arcandra Tahar sebagai Wamen ESDM. Ya harapan Pak Presiden pada Pak Jonan maupun Pak Arcandra tentu membenahi ESDM," ujar Johan.
Presiden Jokowi melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM dan juga melantik Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM di saat yang sama, Jumat siang tadi. Keduanya dilantik di Istana Negara, dan disaksikan menteri Kabinet Kerja dan pejabat tinggi negara lainnya.



Credit  Liputan6.com






Jokowi: Jonan-Arcandra Figur Profesional dan Berani

 






CB, Jakarta Presiden Joko Widodo kembali menunjuk Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar ke jajaran kabinet. Jonan ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, sementara Arcandra sebagai wakilnya. Apa alasannya?
Usai melantik, Jokowi mengungkapkan salah satu alasan memilih Jonan dan Arcandra adalah karena mereka dinilai sebagai figur yang profesional.
"Saya yakin beliau berdua sebagai figur profesional yang tepat, berani, dan berpotensi (melakukan) reformasi besar-besaran di ESDM," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2016).
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan, baik Jonan maupun Arcandra adalah sosok yang keras kepala, tapi kompeten. Dia juga yakin keduanya bisa bekerja sama dengan baik di Kementerian ESDM.
"Saya yakin beliau berdua bisa selesaikan masalah di ESDM dan menjadi team work yang baik," katanya.
Jokowi juga mengatakan Jonan dan Arcandra bukan orang baru di kabinet. Keduanya pernah sama-sama menjabat sebagai menteri.
"Tidak usah saya kenalkan, semua sudah terkenal," katanya.
Jonan pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan sebelum terkena reshuffle dan digantikan Budi Karya Sumadi. Sementara Arcandra Tahar diberhentikan oleh Jokowi dari kursi Menteri ESDM setelah terkena masalah kewarganegaraan.



Credit  Liputan6.com






Jumat, 14 Oktober 2016

Bahaya Mengintai Manusia yang 'Nekat' Pergi ke Mars?

 
CB, Washington DC - Mungkin Anda perlu berpikir dua kali jika ingin mendaftarkan diri ke sebuah paket wisata yang menawarkan liburan ke Mars. Sebuah penelitian baru menunjukkan, perjalanan sejauh 225 juta kilometer ke Planet Merah itu tak hanya menyebabkan jet lag kronis, namun bahaya besar mengintai di baliknya.
Studi yang dipublikasi di Scientific Reports menemukan bahwa tingkat radiasi kosmik yang terpapar ke para wisatawan dapat menyebabkan kerusakan otak, kecemasan, dan demensia kronis.
Padahal Amerika Serikat sedang berencana melakukan perjalanan ke Mars dalam dua dekade mendatang. Tahun lalu, NASA merilis rencana tiga tahap Journey to Mars, di mana pengiriman manusia ke Planet Merah akan diperkirakan dilakukan pada 2030-an.
Meski menjejakkan kaki di Mars terdengar menyenangkan, namun terdapat sejumlah dampak negatif dari misi tersebut. Sejumlah ilmuwan juga mengkhawatirkan adanya masalah serius karbon hitam.
Penelitian pada 2010 menemukan, emisi karbon hitam dari perjalanan angkasa luar akan menyebabkan peningkatan suhu di kutub Bumi, yang diprediksi akan mengancam Arktik, Antartika, atau bahkan dunia.
Namun, studi tersebut belum dapat disimpulkan, bahkan sejumlah perusahaan berulang kali menekankan bahwa perjalanan angkasa luar hanya memberikan sedikit ancaman terhadap lingkungan.
Virgin Galactic bahkan mengatakan, perjalanan sub-orbital lebih ramah lingkungan dibandingkan penerbangan New York ke London.
Hingga saat ini, belum ada satu orang yang tahu betul bagaimana perjalanan angkasa luar akan berdampak pada Bumi. Jika lemari es dapat menimbulkan ancaman bagi lingkungan, tampaknya bukan hal berlebihan ketika kita menganggap perjalanan angkasa luar dapat berdampak buruk bagi Bumi.
Hingga saat ini belum ada pesawat angkasa luar yang mampu membawa manusia menempuh perjalanan 7 bulan atau lebih lama. Belum termasuk soal rencana mengembalikan mereka ke Bumi, yang belum diketahui bagaimana.
Para ahli medis juga belum yakin apa konsekuensi fisik yang dialami orang-orang yang mencoba untuk melakukan perjalanan dalam lingkungan radiasi tinggi, dalam waktu lama.
Lebih jauh lagi, belum diketahui bagaimana manusia bisa selamat, makan, bernafas, minum, di planet yang kering kerontang, tanpa air dan oksigen.


Pantaskah Kita Pergi ke Mars?

Sudah Pantaskah Kita Pergi ke Mars?
Dalam kolom opini di CNN, Obama menulis, "Kita pernah menjelajahi di setiap planet di tata surya--sesuatu yang belum bisa dilakukan bangsa lain."
Yang dimaksud Obama bukan manusia yang dikirim ke planet-planet di luar Bumi, melainkan pesawat.
Penjelajahan ke dunia lain memang terdengar wah, meski sebetulnya masih banyak permasalahan nyata yang harus diselesaikan di Bumi. Misalnya saja, orang-orang di Flint, Michigan, belum seluruhnya memiliki akses air bersih untuk minum, belum lagi penderitaan dan kemiskinan di negara yang terbelakang.
Tak hanya negara yang berambisi untuk pergi ke Mars. Pendiri sejumlah perusahaan teknologi juga saling bersaing untuk mencapai Planet Merah terlebih dahulu.
Belum lama ini CEO Boeing mengatakan bahwa ia yakin roket buatan perusahannya menjadi yang pertama mendarat di Mars. Sementara itu Elon Musk, CEO SpaceX, mengklaim roket buatan perusahaannya merupakan yang terbaik.
Justin Bieber, Ashton Kutcher, Leonardo DiCaprio, dan Katy Perry merupakan sejumlah selebritas yang telah membayar US$ 250.000 (sekitar Rp 3,2 miliar dan mendaftar untuk melakukan perjalanan suborbital angkasa luar di Virgin Galactic.
Saat ini dunia sedang menghadapi krisis nyata, mulai dari perubahan iklim, pendidikan, kesehatan, perang, ketidaksetaraan gender, dan sejumlah isu krusial lainnya.
Namun di sisi lain segelintir orang menghabiskan banyak biaya dan berfokus untuk mewujudkan ambisinya mencapai Mars, yang dinilai banyak orang bukan merupakan hal krusial. Bagaimana menurut Anda?





Credit  Liputan6.com





Junta Militer Persiapkan Skenario Terburuk Setelah Raja Mangkat

 
CB, Bangkok - Tentara junta militer Thailand makin meningkatkan patroli keamanan di seluruh penjuru negeri. Aktivitas itu dilakukan setelah Raja Bhumibol Aduljadej sakit parah dan kemudian mangkat pada Kamis malam 13 Oktober 2016.
Menurut grup konsultan keamanan Verisk Maplecroft, ada informasi tentang kemungkinan 'kekacauan politik' di Thailand setelah raja mangkat. Demikian dikutip dari IBTimes, Jumat (14/10/2016).
Ratusan warga Thailand telah berkumpul di luar Rumah Sakit Siriraj, Bangkok ketika raja mereka meninggal dunia. Sebagai pemimpin monarki tertua, Bhumibol sangat populer di mata rakyatnya yang menganggap dirinya adalah simbol stabilitas.
"Adanya peningkatan keamanan dan penahanan para oposisi mengindikasikan junta tengah mempersiapkan segala potensi ketidakstabilan terkait dengan pengumuman kematian raja," kata Ryan Aherin, Senior Asia Analyst di Verisk Maplecroft.
"Suksesi tahta juga berpotensi adanya ketidakstabilan karena sang putra mahkota, Maha Vajiralongkorn, tidak populer di mata elite politis Thailand dengan gayanya yang flamboyan yang secara sosial tidak dapat diterima," lanjutnya.
Dengan mangkatnya Raja Bhumibol itu berarti penangkatan putra mahkota tinggal menunggu waktu. Pemerintah Thailand makin meningkatkan keamanan karena adanya pelarangan diskusi tentang kelurga kerajaan.
Pangeran Vajiralongkorn yang dekat dengan bekas PM Thaksin Shinawatra yang tengah diasingkan, bisa menjadi ancaman bagi legitimasi junta-- yang selama ini berada di bawah bayang-bayang raja.
Para analis juga tak yakin apakah raja baru akan mendukung junta.
"Tak jelas apakah putra mahkota akan memberi restu resminya kepada junta ketika ia naik tahta," kata Aherin.
"Dengan pemilu yang sebentar lagi dilaksanakan, dan andai putra mahkota menjatuhkan sanksi kerajaan bisa jadi akan ada terjadi ricuh politik," tutupnya.
Sementara itu, sesaat setelah raja mangkat, PM Thailand mengumumkan negerinya harus bisa menjaga keamanan dan meminta para pebisnis tetap menginvestasi. Juga meminta para investor pasar modal untuk menahan sahamnya setelah Raja Bhumibol mangkat.
Ia juga memperingati akan ada sanksi bagi mereka yang nekat menggoreng saham di bursa.





Credit  Liputan6.com





Vietnam Tolak Perairannya Dijadikan Pangkalan Militer Rusia

 
CB, Hanoi - Keinginan Rusia untuk menghidupkan kembali pangkalan militer Uni Soviet di luar negeri harus dikubur. Sebab, salah satu negara yang disebut-sebut akan menjadi tempat didirikannya markas itu, Vietnam menolak usulan Negeri Beruang Merah tersebut.
Penolakan ini disampaikan sehari setelah Rusia menyampaikan pertimbangannya untuk membuka pangkalan di dua negara, yaitu Vietnam dan Kuba.
Terkait hal itu, Vietnam pun bereaksi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Le Hai Binh menegaskan, hal tersebut tak sesuai dengan kebijakan dalam negeri negaranya.
"Vietnam selalu konsisten dengan kebijakannya yaitu tidak mau terikat atau bersekutu dengan negara lain untuk melawan sesama negara di dunia," sebut Le seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/10/2016).
"Kami juga tidak akan mengizinkan negara manapun membuka pangkalan militer di Vietnam," lanjut dia.
Dalam sejarah, daerah di Negeri Paman Ho, tepatnya di perairan Cam Ranh, sempat dijadikan pangkalan militer Uni Soviet. Hal ini berlangsung saat terjadinya Perang Dingin.
Ketika Uni Soviet runtuh, Rusia menutup semua pangkalan militer tersebut. Mereka pun mulai mengurangi kehadirannya militernya di seluruh dunia.
Cam Ranh dikenal sebagai salah satu tempat strategis yang saat ini dimanfaatkan oleh militer Vietnam. Selain Rusia, kawasan ini juga pernah dijadikan pangkalan militer AS.
Lautan di sana dikenal begitu dalam. Sehingga saat perang dingin berlangsung kapal selam Uni Soviet kerap beroperasi di perairan itu.



Credit  Liputan6.com





14-10-1944: Bunuh Diri Jenderal 'Dalang' Plot Pembunuhan Hitler

 
CB, Berlin - Sabtu 14 Oktober 1944, tepat pukul 12.00, dua utusan Nazi tiba di rumah Jenderal Erwin Johannes Eugen Rommel. Mereka -- yang semuanya berpangkat bintang alias perwira tinggi -- datang membawa pesan khusus dari Adolf Hitler.

Peristiwa hari itu tak lekang dari ingatan putra sang jenderal, Manfred Rommel, yang kala itu berusia 15 tahun.

Sekitar tiga perempat jam setelah pertemuan itu, Manfred melihat ayahnya keluar dari kamar sang ibu.

"Ayahku lalu berkata...Adolf Hitler memberinya dua pilihan, minum racun atau diseret ke Pengadilan Rakyat (Volksgerichtshof)," kata Manfred, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (13/10/2016).

Pada sang anak, Rommel mengaku dituduh terlibat dalam plot 20 Juli 1944 -- rencana pembunuhan terhadap Adolf Hitler yang gagal.

Hitler rupanya tak ingin menurunkan status Rommel sebagai 'pahlawan perang Jerman', sehingga ia menawarkan pilihan bunuh diri, dengan menelan pil sianida -- dengan efek mematikan yang luar biasa cepat, hanya 5 detik.
Jenderal Rommel memilih opsi pertama. Apalagi, Hitler menjanjikan, keluarganya bakal aman jika ia bunuh diri.

"Setelah mengucapkan selamat tinggal kepadaku...ayah meninggalkan rumah, mengenakan seragam lengkap. Kami mengantarnya menuju mobil, di sana ada seorang jenderal yang menyambutnya dengan salam 'Heil Hitler'."

Jenderal Rommel masuk ke dalam mobil lebih dulu, ia duduk di kursi belakang. Para jenderal menyusul kemudian. Lalu, kendaraan itu pun melaju pergi.

Sekitar 15 menit kemudian, dering telepon terdengar. Itu panggilan dari rumah sakit. "Mereka mengabarkan, ayah dibawa ke RS oleh dua jenderal, dalam kondisi menderita cerebral apoplexy (kerusakan otak akibat tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah)," kata Manfred.

Rommel dinyatakan tewas akibat luka-luka dalam perang pada 14 Oktober 1944. Ia dimakamkan dengan upacara kenegaraan. Baru belakangan terkuak, sang jenderal bunuh diri dalam kondisi terpaksa.
Usai perang, sang istri menyatakan bahwa Rommel menentang plot pembunuhan Hitler. Ia ingin menghindari anggapan di masa depan bahwa Jerman kalah di Perang Dunia II karena Hitler ditikam dari belakang.
Rommel mengusulkan agar Hitler ditangkap dan diseret ke pengadilan rakyat.

Rubah Gurun

Erwin Rommel, yang juga dikenal sebagai Desert Fox (Rubah Gurun) -- julukan yang diberikan oleh Inggris -- adalah salah satu pemimpin militer paling dihormati Jerman di Perang Dunia II.

Dia memainkan peran penting dua pertempuran yang sangat signifikan selama perang, di El Alamein, Afrika Utara dan pada insiden D-Day -- pendaratan sekutu di Normandia yang menjadi pertanda awal kejatuhan Nazi.

Rommel konon adalah jenderal Nazi yang manusiawi. Pasukannya tak pernah dituduh melakukan kejahatan perang.

Sang jenderal juga dilaporkan mengabaikan perintah untuk membunuh pasukan musuh, tentara Yahudi, dan warga sipil di wilayah komandonya.
Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pun tak segan-segan memujinya di depan parlemen.

"Kita punya lawan yang pemberani dan terampil," kata Churchil. "Yang layak aku juluki seorang jenderal besar."

George Patton, Bernard Montgomery, dan para jenderal Sekutu lainnya juga tak segan-segan memuji Rommel.

Dan tak seperti tokoh Jerman era Perang Dunia II lainnya, Rommel lolos dari beban 'dosa sejarah'. Dua pangkalan militer, sejumlah jalan di jerman masih menyandang namanya. Monumen di kampung halamannya memujinya sebagai sosok yang 'sopan', 'berani', dan 'korban tirani'.

Namun, sejumlah sejarawan Jerman punya pendapat lain. Rommel dinilai 'amat Nazi dan anti-Semit'. Ia juga dituduh menggunakan orang-orang Yahudi di Afrika Utara sebagai budak.


Plot Gagal Habisi Hitler

Ini yang ada di pikiran para pejabat kala itu: Adolf Hitler harus mati. Pembunuhan dianggap satu-satunya cara untuk menghentikan malapetaka yang membayangi Jerman.

Setelah bos Nazi itu tewas, kudeta akan menyusul. Lalu, pemerintahan baru di Berlin bakal menyelamatkan negara dari kehancuran di tangan pihak Sekutu.

Tanggal 20 Juli 1944 dipilih menjadi hari kematian Hitler. Kolonel Claus von Stauffenberg ditugaskan sebagai algojo. Ia memasang bahan peledak di sebuah tas, yang kemudian diletakkan di bawah meja di pos komando di Rastenburg, Prusia. Sang eksekutor cepat-cepat pergi dari lokasi, menuju Berlin, untuk melaksanakan Operasi Valkyrie -- untuk menggulingkan pemerintahan pusat.

Tak berapa lama kemudian, Hitler mempelajari peta di ruangan tersebut. Kolonel Heinz Brandt, yang merasa terganggu dengan keberadaan tas itu, menyingkirkannya jauh-jauh dari titik di mana sang fuhrer berdiri.

Pada pukul 12.42, bom itu meledak. Saat kepulan asap hitam kian menipis, Hitler ditemukan dalam kondisi masih hidup, terluka, wajah penuh jelaga, satu tangannya bahkan dalam kondisi lumpuh sementara.
Namun, tak ada hal gawat yang dialaminya, sore harinya Hitler masih bisa menemui Benito Mussolini, bahkan memandu tur  Il Duce ke lokasi pemboman. Namun, nasib baik tak dialami empat orang lainnya, mereka tewas akibat luka parah.

Suami Eva Braun itu yakin, suratan takdir lah yang menyelamatkannya. "Aku yakin itu adalah 'pertanda' bahwa masih ada tugas yang harus aku lakukan. Tak ada apapun yang akan terjadi padaku," kata Hitler.

Balas dendam pun dilakukan Hitler. 'Pembersihan' pun digelar, lebih dari 7 ribu orang ditangkap, termasuk pendeta bernama Dietrich Bonhoeffer. Lebih dari 5 ribu di antaranya menemui ajal, baik karena dieksekusi atau bunuh diri.


 

Maut untuk Hitler yang Telat 13 Menit

Bukan kali itu saja plot pembunuhan Hitler dilakukan. Pada 8 November 1939, pemimpin Nazi itu dijadwalkan menyampaikan pidato tahunan di sebuah pub yang khusus menyajikan beer, beer hall atau bierpalast, di Munich.
Di sana, sang fuhrer akan berpidato tentang perjuangan Nazi pada tahun 1920-an. Hitler menggunakan momentum tersebut untuk mengejek musuh-musuhnya dan berkoar tentang keberhasilan Jerman memulai perang.

Namun, Hitler, para pejabat Nazi, juga loyalisnya tak menyadari, hanya beberapa meter dari podium, sebuah bom siap meledak.

Tak ada yang mendengar detak bom waktu tersebut, teredam riuh suara pengunjung, juga wadah dari gabus yang melapisinya.

Bom itu dirakit dan ditempatkan secara diam-diam oleh Georg Elser. Sejak setahun sebelumnya, ia merencanakan aksi itu. Pria itu merasa di bawah Hitler 'perang bakal tak terhindarkan'.

Namun aksinya digagalkan. Dalam waktu: 13 menit.

Biasanya, setiap tahun, Hitler menyampaikan pidato dengan durasi yang sama. Namun, kala itu, karena berniat segera kembali ke Berlin, ia menyelesaikan pidato lebih awal.

Tiga belas menit setelah Hitler meninggalkan lokasi, bom meledak, 8 orang tewas dan bangunan rusak parah. Langit-langit tepat di atas podium tempat Hitler berpidato runtuh.

Hitler selamat. Lalu, sampai 1945, ia memimpin Jerman dalam perang yang diwarnai genosida terhadap kaum Yahudi di Eropa.

Koran Nazi, Voelkischer Beobachter, kala itu menyebut peristiwa itu sebagai 'keajaiban yang menyelamatkan fuehrer'.

Rezim Nazi diragukan akan terus bertahan tanpa Hitler juga tokoh lainnya. Itu mengapa Elser berharap untuk membunuh bos Nazi itu. Sedikitnya itu solusi jangka pendek.

Sejarawan pun yakin, jika Hitler berhasil dihabisi pada 1939, niscaya perang akan dipersingkat, dan mengurangi penderitaan para korban holocaust.
 Meski gagal, nama Georg Elser tercatat dalam sejarah sebagai orang  yang berjuang sendirian, mencoba untuk mencegah malapetaka perang yang disulut Hitler. Tindakannya sekaligus menunjukkan, tak semua orang Jerman kala itu adalah Nazi.




Credit  Liputan6.com












Rusia: Hancurkan Hubungan, AS Gunakan Kebijakan "Bumi Hangus"

 
Rusia: Hancurkan Hubungan, AS Gunakan Kebijakan Bumi Hangus
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh Amerika Serikat menghancurkan hubungan dengan Rusia menggunakan kebijakan 'bumi hangus'. Foto/Sputnik/Valeriy Melnikov
 
MOSKOW - Pemerintah Rusia melalui Kementerian Luar Negeri-nya menuduh Washington terus menghancurkan hubungan biltareral dengan Moskow dengan melakukan kebijakan ”bumi hangus” kebijakan yang dapat mempengaruhi stabilitas internasional. Tuduhan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Selama konferensi pers pada hari Kamis, Zakharova mengatakan bahwa AS terus menyebar kebohongan terhadap Rusia diiiringi ancaman sanksi. Selain itu, AS melalui NATO juga menumpuk kekuatan militer di dekat perbatasan Rusia.

Berbagai tindakan AS itulah yang dianggap Zakharova telah menghancurkan hubungan kedua negara. ”Ada persepsi yang berkembang bahwa Pemerintah AS keluar dengan menerapkan kebijakan ‘pembumihangusan’ hubungan bilateral,” kata Zakharova, seperti dikutip Reuters, Jumat (14/10/2016).

“Ini adalah kebijakan yang berbahaya yang penuh dengan konsekuensi negatif bagi stabilitas internasional. Yang tidak akan menyebabkan sesuatu yang baik, "katanya lagi.

Pada tanggal 7 Oktober 2016, Menteri Luar Negeri AS; John Kerry menyerukan agar Rusia diselidiki atas dugaan melakukan kejahatan perang di Suriah. Sehari kemudian, pejabat intelijen AS menuduh Pemerintah Rusia berada di balik serangkaian cyber yang ditargetkan terhadap Konvensi Nasional Partai Demokrat (DNC) dan tim kampanye Hillary Clinton.

”Apa yang kita dengar pada format harian, itu hanya sebuah kebohongan, misalnya, tentang 'hacker Rusia', yang belum terlihat oleh siapa pun,” kata Zakharova.”Rata-rata warga Amerika sedang digiring ke persepsi bahwa Rusia adalah musuh,” lanjut diplomat Moskow ini.

Menurutnya, Washington telah menggunakan cara apapun untuk menekan Moskow. “Moskow  berharap bahwa pemerintahan berikutnya di AS akan lebih bijaksana dari sebelumnya ini,” ujarnya.



Credit  Sindonews






Giliran TV Rusia Peringatkan Pecahnya Perang Nuklir Lawan AS

 
Giliran TV Rusia Peringatkan Pecahnya Perang Nuklir Lawan AS
Presiden Rusia Vladimir Putin. Media-media Rusia terus memperingatkan pecahnya perang nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat. Foto/REUTERS
 
MOSKOW - Setelah sejumlah surat kabar Moskow memperingatkan bahwa Rusia dan Amerika Serikat (AS) di ambang perang nuklir, kini giliaran televisi pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan serupa. Stasiun televisi (TV) itu mengingatkan warga Rusia untuk tahu lokasi perlindungan jika perang terjadi.

”Jika itu harus terjadi suatu hari, setiap satu dari Anda harus tahu di mana perlindungan bom terdekat. Hal terbaik untuk mencari tahu sekarang,” demikian laporan stasiun NTV yang dikelola negara Rusia.

Penyiar stasiun televisi itu menghabiskan dua jam untuk mengulas pertahanan diri militer Rusia dengan senjata nuklirnya. ”Kami sudah muak dengan omelan Amerika (tentang krisis)  Suriah,” kata penyiar NTV, Evgeny Kiselyov, dalam siarannya. “Perilaku impudent dari AS dapat mengambil dimensi nuklir,” lanjut dia, yang dikutip Jumat (14/10/2016).

 

Kekhawatiran pecahnya perang nuklir antara AS dan Rusia juga sudah jadi sorotan media-media Barat. Terlebih sejak Rusia melakukan latihan perang nuklir yang melibatkan 40 juta orang.

Selain itu, keputusan Rusia menangguhkan perjanjian dengan AS soal pembuangan plutonium dan pengerahan rudal nuklir Iskander M ke Kaliningrad ikut memperkuat spekulasi tentang persiapan perang nuklir dari pihak Moskow. Namun, para analis Rusia menganggap spekulasi itu telalu berlebihan.

”Ini konyol,” kata Aleksander Baunov, seorang analis di Carnegie Moscow Center. ”Ini bukan persiapan untuk perang,” katanya lagi.

 

Ketegangan AS dan Rusia hingga kini belum mereda. Rusia sudah mengancam akan menembak jatuh setiap jet tempur AS jika nekat menyerang tentara Suriah. Sebaliknya, Pemerintah AS memberi sinyal untuk mempertimbangkan opsi militer atau perang untuk mengakhiri krisis Suriah.

”Kabar baiknya adalah tidak ada yang benar-benar ingin perang,” kata Pavel Felgengauer, seorang analis militer di Moskow. ”Tapi itu akan menjadi pertunjukan yang baik,” ujarnya.



Credit  Sindonews


Setelah Gandeng Turki, Rusia Bangun Aliansi dengan China

 
Setelah Gandeng Turki, Rusia Bangun Aliansi dengan China
Rusia membangun aliansi dengan China. Foto/Express
 
BEIJING - Rusia dan China akan bekerjasama dan memperkuat hubungan militer mereka. Hal ini dibuktikan setelah pejabat militer kedua negara mengumumkan akan melakukan latihan pertahanan rudal dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

Berita ini muncul pasca Rusia menyepakatai kerjasama dengan Turki dan mengumumkan strategi militer terkoordinasi dalam perang Suriah dan pembangunan pipa gas baru di antara kedua negara.

Dalam sebuah forum keamanan di Beijing minggu ini, pejabat senior China dan Rusia sepakat bahwa mereka harus melawan upaya Amerika Serikat (AS) untuk membangun perisai pertahanan anti rudal. As berencana membangun perisai pertahanan anti rudal di Korea Selatan (Korsel) untuk mengantisipasi serangan Korea Utara (Korut).

"Sistem pertahanan rudal sangat merusak kepentingan keamanan nasional China dan Rusia. Chian dengan tegas menentang dan sangat mendesak AS dan Korsel untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka," bunyi pernyataan bersama petinggi militer Rusia Letnan Jenderal Viktor Poznikhir,  dan China Mayor Jenderal Cai seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016).

Poznikhir bahkan menuduh Pentagon mengembangkan sistem pertahanan rudal untuk menyerang musuh-musuhnya. "Jika salah satu dari gladiator mengambil perisai, itu akan memberinya keuntungan yang nyata dan membuat dia berpikir bahwa dia akan bisa menang, terutama jika ia menyerang pertama kali. Apa yang akan dilakukan gladiator lain? Tentu ia juga akan mengambil perisai dan juga pedang panjang dan kuat," katanya.

Hubungan antara Rusia dan AS tengah berada di bawah tekanan sebagai akibat dari serangan udara Rusia di Suriah, yang dinilai melanggar gencatan senjata kesepakatan kedua negara.

Credit  Sindonews