CB, Jakarta - Mungkin sebagian orang menilai sains sangat rumit sehingga tak mengherankan jika ilmu pengetahuan dianggap membosankan.
Namun pada kenyataannya, banyak hal menarik dapat ditemukan jika
setiap individu mengetahui bidang apa yang paling mereka sukai di dalam
sains. Termasuk di antaranya golongan penyuka hal-hal 'menyeramkan'.
Sejumlah penelitian terbaru dari dunia sains, mengungkap penemuan menyeramkan dari berbagai bidang, mulai dari angkasa luar hingga hal-hal yang dekat dengan kita.
Dikutip dari Listverse, berikut 5 penemuan menyeramkan terbaru yang datang dari dunia sains. 1. Radiasi Kosmik
Planet Mars (NASA).
Sebuah penelitian baru menunjukkan, perjalanan sejauh 225 juta kilometer ke Planet Mars tak hanya menyebabkan jet lag kronis, namun terdapat sejumlah bahaya besar mengintai di baliknya.
Studi yang dipublikasi di Scientific Reports menemukan bahwa
tingkat radiasi kosmik yang terpapar ke para wisatawan dapat
menyebabkan kerusakan otak, kecemasan, dan demensia kronis. 2. Robot Pembunuh
Ilustrasi 'killer robots' (Melinda Sue Gordon)
Meski terdapat sejumlah keuntungan menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence
(AI) di masa depan, sebuah tim peneliti di Carnegie Mellon University
mengungkapkan bahwa mesin tersebut dapat membunuh tanpa pandang bulu.
AI 'dihargai' untuk menyebabkan kerusakan dan membunuh. Kemampuan
merusak dan membunuh itu dibangun karena robot sejak awal telah
diprogram dengan strategi optimal untuk menembak secara terus menerus
dan merusak apa pun yang terlihat olehnya.
Dari Cacing Hingga Suara Mengerikan Yupiter
3. Cacing di Dalam Mulut
Parasit yang ditemukan di mulut Jonathan Allen (Wired)
Profesor Jonathan Allen mengalami kesulitan mendiagnosis bagian kasar
berbentuk lingkaran yang terdapat di kulit bagian dalam mulutnya.
Gumpalan tersebut secara teratur berpindah ke tempat berbeda.
Ternyata gumpalan itu mengandung parasit berupa cacing kecil yang
hanya menginfeksi sebanyak 13 orang di Amerika Serikat, termasuk Allen
sendiri. Ia akhirnya mempublikasi sebuah artikel tentang cacing tersebut
yang ia berinama "Buddy". 4. Buaya Purba
Ilustrasi Carnufex carolinensis (Jorge Gonzales)
Ahli paleontologi di North Carolina State University baru-baru ini
menemukan spesies yang lebih tua dari dinosaurus dan merupakan kerabat
dekat dari buaya purba. Meski telah punah 230 juta tahun lalu, Carnufex
carolinensis (Carolina butcher) merupakan spesies mirip buaya dengan
panjang 3 meter dan berjalan menggunakan dua kaki layaknya manusia.
Dengan gigi seperti pisau dan gerakan yang lincah, Carnuflex
kemungkinan merupakan salah satu predator puncak sebelum kemunculan
dinosaurus. 5. Suara Mengerikan
Pesawat antariksa NASA yang sedang mengorbit Yupiter, Juno,
menggunakan alat perekam milik University of Iowa untuk mendengarkan
emisi radio lambat aurora yang terjadi di planet terbesar di tata surya
itu.
Peneliti yang mengubah data tersebut menjadi suara menemukan sesuatu yang mengejutkan. Bunyi tersebut mirip dengan sound effect dari film horor.
Emisi tersebut dihasilkan oleh elektron dari asal yang belum diketahui hingga saat ini.
Ignasius
Jonan dan Arcandra Tahar dilantik menjadi Menteri ESDM dan Wakil
Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10).
(Liputan6.com/Faizal Fanani)
CB, Jakarta Penunjukan Ignasius Jonan
sebagai Menteri ESDM terbilang mengejutkan. Bahkan hingga detik-detik
menjelang pelantikan, nama Jonan sama sekali tidak muncul sebagai
kandidat kuat pengganti Arcandra Tahar.
Namun menurut Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi, nama Jonan sebenarnya tidaklah muncul tiba-tiba.
"Ketika Presiden pada keputusan Pak Jonan tentu sudah melalui
pertimbangan yang cukup teliti, cukup dengan mendengar pendapat,
kemudian juga yang menjadi garis bawah Presiden beberapa waktu lalu,
Kementerian ESDM harus profesional. Kedua, punya keberanian, integritas
yang disampaikan tadi itu," jelas Johan di Istana Kepresidenan, Jakarta,
Jumat (14/10/2016).
Johan mengungkapkan, Presiden Jokowi sejak
awal sudah menyiapkan pos baru untuk Jonan selepas tak lagi menjabat
Menteri Perhubungan. Jonan akan dipercaya memegang holding BUMN yang
dilakukan pemerintah.
"Waktu itu sempat diplot di sana sebenarnya ketika selesai, karena
dianggap itu tadi yang seperti disampaikan Presiden, Pak Jonan ini
orangnya berani, punya integritas, kemudian juga punya kapasitas dan
kapabilitas," ungkap dia.
Namun di tengah perjalanan, Jokowi melihat Jonan lebih pas mengisi kursi Menteri ESDM.
Begitu juga Arcandra. Penunjukkannya sebagai wakil menteri mendampingi Jonan, bukan tanpa pertimbangan.
"Isunya soal bagaimana me-manage jadi soal managemen. Karena
itu digabungkanlah Pak Jonan sebagai Menteri dan Pak Arcandra Tahar
sebagai Wamen ESDM. Ya harapan Pak Presiden pada Pak Jonan maupun Pak
Arcandra tentu membenahi ESDM," ujar Johan.
Presiden Jokowi melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM dan juga melantik Arcandra Tahar sebagai
Wakil Menteri ESDM di saat yang sama, Jumat siang tadi. Keduanya
dilantik di Istana Negara, dan disaksikan menteri Kabinet Kerja dan
pejabat tinggi negara lainnya.
Jokowi: Jonan-Arcandra Figur Profesional dan Berani
Ignasius
Jonan dan Arcandra Tahar dilantik menjadi Menteri ESDM dan Wakil
Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10).
(Liputan6.com/Faizal Fanani)
CB, Jakarta Presiden Joko Widodo kembali menunjuk Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar ke jajaran kabinet. Jonan ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, sementara Arcandra sebagai wakilnya. Apa alasannya?
Usai melantik, Jokowi mengungkapkan salah satu alasan memilih Jonan
dan Arcandra adalah karena mereka dinilai sebagai figur yang
profesional.
"Saya yakin beliau berdua sebagai figur profesional yang tepat,
berani, dan berpotensi (melakukan) reformasi besar-besaran di ESDM,"
ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2016).
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan, baik Jonan maupun Arcandra
adalah sosok yang keras kepala, tapi kompeten. Dia juga yakin keduanya
bisa bekerja sama dengan baik di Kementerian ESDM.
"Saya yakin beliau berdua bisa selesaikan masalah di ESDM dan menjadi team work yang baik," katanya.
Jokowi juga mengatakan Jonan dan Arcandra bukan orang baru di kabinet. Keduanya pernah sama-sama menjabat sebagai menteri.
"Tidak usah saya kenalkan, semua sudah terkenal," katanya.
Jonan pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan sebelum terkena reshuffle dan
digantikan Budi Karya Sumadi. Sementara Arcandra Tahar diberhentikan
oleh Jokowi dari kursi Menteri ESDM setelah terkena masalah
kewarganegaraan.
CB, Washington DC - Mungkin Anda perlu berpikir dua kali jika ingin mendaftarkan diri ke sebuah paket wisata yang menawarkan liburan ke Mars. Sebuah penelitian baru menunjukkan, perjalanan sejauh 225 juta kilometer ke Planet Merah itu tak hanya menyebabkan jet lag kronis, namun bahaya besar mengintai di baliknya.
Studi yang dipublikasi di Scientific Reports menemukan bahwa
tingkat radiasi kosmik yang terpapar ke para wisatawan dapat
menyebabkan kerusakan otak, kecemasan, dan demensia kronis.
Padahal Amerika Serikat sedang berencana melakukan perjalanan ke Mars
dalam dua dekade mendatang. Tahun lalu, NASA merilis rencana tiga tahap Journey to Mars, di mana pengiriman manusia ke Planet Merah akan diperkirakan dilakukan pada 2030-an.
Meski menjejakkan kaki di Mars terdengar menyenangkan, namun terdapat
sejumlah dampak negatif dari misi tersebut. Sejumlah ilmuwan juga
mengkhawatirkan adanya masalah serius karbon hitam.
Penampakan Bumi dilihat dari angkasa luar (apod.nasa.gov)
Penelitian pada 2010 menemukan, emisi karbon hitam dari perjalanan angkasa luar akan menyebabkan peningkatan suhu di kutub Bumi, yang diprediksi akan mengancam Arktik, Antartika, atau bahkan dunia.
Namun, studi tersebut belum dapat disimpulkan, bahkan sejumlah
perusahaan berulang kali menekankan bahwa perjalanan angkasa luar hanya
memberikan sedikit ancaman terhadap lingkungan.
Virgin Galactic bahkan mengatakan, perjalanan sub-orbital lebih ramah lingkungan dibandingkan penerbangan New York ke London.
Hingga saat ini, belum ada satu orang yang tahu betul bagaimana
perjalanan angkasa luar akan berdampak pada Bumi. Jika lemari es dapat
menimbulkan ancaman bagi lingkungan, tampaknya bukan hal berlebihan
ketika kita menganggap perjalanan angkasa luar dapat berdampak buruk
bagi Bumi.
Hingga saat ini belum ada pesawat angkasa luar yang mampu membawa
manusia menempuh perjalanan 7 bulan atau lebih lama. Belum termasuk soal
rencana mengembalikan mereka ke Bumi, yang belum diketahui bagaimana.
Para ahli medis juga belum yakin apa konsekuensi fisik yang dialami
orang-orang yang mencoba untuk melakukan perjalanan dalam lingkungan
radiasi tinggi, dalam waktu lama.
Lebih jauh lagi, belum diketahui bagaimana manusia bisa selamat,
makan, bernafas, minum, di planet yang kering kerontang, tanpa air dan
oksigen.
Pantaskah Kita Pergi ke Mars?
Sudah Pantaskah Kita Pergi ke Mars?
Dalam kolom opini di CNN, Obama menulis, "Kita pernah menjelajahi di setiap planet di tata surya--sesuatu yang belum bisa dilakukan bangsa lain."
Yang dimaksud Obama bukan manusia yang dikirim ke planet-planet di luar Bumi, melainkan pesawat.
Penjelajahan ke dunia lain memang terdengar wah, meski
sebetulnya masih banyak permasalahan nyata yang harus diselesaikan di
Bumi. Misalnya saja, orang-orang di Flint, Michigan, belum seluruhnya
memiliki akses air bersih untuk minum, belum lagi penderitaan dan
kemiskinan di negara yang terbelakang.
Tak hanya negara yang berambisi untuk pergi ke Mars. Pendiri sejumlah
perusahaan teknologi juga saling bersaing untuk mencapai Planet Merah
terlebih dahulu.
Belum lama ini CEO Boeing mengatakan
bahwa ia yakin roket buatan perusahannya menjadi yang pertama mendarat
di Mars. Sementara itu Elon Musk, CEO SpaceX, mengklaim roket buatan
perusahaannya merupakan yang terbaik.
CEO
SpaceX, Elon Musk terlihat turun dari kapsul ruang angkasa SpaceX's
Dragon V2 saat peresmian di Hawthorne, California, (29/5/2014). (AFP
PHOTO/Robyn Beck)
Justin Bieber, Ashton Kutcher, Leonardo DiCaprio, dan Katy Perry
merupakan sejumlah selebritas yang telah membayar US$ 250.000 (sekitar
Rp 3,2 miliar dan mendaftar untuk melakukan perjalanan suborbital
angkasa luar di Virgin Galactic.
Saat ini dunia sedang menghadapi krisis nyata, mulai dari perubahan
iklim, pendidikan, kesehatan, perang, ketidaksetaraan gender, dan
sejumlah isu krusial lainnya.
Namun di sisi lain segelintir orang menghabiskan banyak biaya dan
berfokus untuk mewujudkan ambisinya mencapai Mars, yang dinilai banyak
orang bukan merupakan hal krusial. Bagaimana menurut Anda?
Rakyat
Thailand berduka setelah diumumkannya Raja Thailand Bhumibol Adulyadej
meninggal di RS Siriraj, Bangkok, Thailand, Kamis (13/10). (REUTERS /
Chaiwat Subprasom)
CB, Bangkok - Tentara junta militer Thailand
makin meningkatkan patroli keamanan di seluruh penjuru negeri.
Aktivitas itu dilakukan setelah Raja Bhumibol Aduljadej sakit parah dan
kemudian mangkat pada Kamis malam 13 Oktober 2016.
Menurut grup konsultan keamanan Verisk Maplecroft, ada informasi
tentang kemungkinan 'kekacauan politik' di Thailand setelah raja
mangkat. Demikian dikutip dari IBTimes, Jumat (14/10/2016).
Ratusan warga Thailand telah berkumpul di luar Rumah Sakit Siriraj,
Bangkok ketika raja mereka meninggal dunia. Sebagai pemimpin monarki
tertua, Bhumibol sangat populer di mata rakyatnya yang menganggap
dirinya adalah simbol stabilitas.
"Adanya peningkatan keamanan dan penahanan para oposisi
mengindikasikan junta tengah mempersiapkan segala potensi
ketidakstabilan terkait dengan pengumuman kematian raja," kata Ryan
Aherin, Senior Asia Analyst di Verisk Maplecroft.
"Suksesi tahta juga berpotensi adanya ketidakstabilan karena sang
putra mahkota, Maha Vajiralongkorn, tidak populer di mata elite politis
Thailand dengan gayanya yang flamboyan yang secara sosial tidak dapat
diterima," lanjutnya.
Dengan mangkatnya Raja Bhumibol itu
berarti penangkatan putra mahkota tinggal menunggu waktu. Pemerintah
Thailand makin meningkatkan keamanan karena adanya pelarangan diskusi
tentang kelurga kerajaan.
Pangeran Vajiralongkorn yang dekat dengan bekas PM Thaksin Shinawatra
yang tengah diasingkan, bisa menjadi ancaman bagi legitimasi junta--
yang selama ini berada di bawah bayang-bayang raja.
Para analis juga tak yakin apakah raja baru akan mendukung junta.
"Tak jelas apakah putra mahkota akan memberi restu resminya kepada junta ketika ia naik tahta," kata Aherin.
"Dengan pemilu yang sebentar lagi dilaksanakan, dan andai putra
mahkota menjatuhkan sanksi kerajaan bisa jadi akan ada terjadi ricuh
politik," tutupnya.
Sementara itu, sesaat setelah raja mangkat, PM Thailand mengumumkan
negerinya harus bisa menjaga keamanan dan meminta para pebisnis tetap
menginvestasi. Juga meminta para investor pasar modal untuk menahan
sahamnya setelah Raja Bhumibol mangkat.
Ia juga memperingati akan ada sanksi bagi mereka yang nekat menggoreng saham di bursa.
Rusia Tuduh NATO Rencanakan 'Serangan Global' dari Eropa Timur. Tentara Rusia di Lapangan Merah (Reuters)
CB, Hanoi -
Keinginan Rusia untuk menghidupkan kembali pangkalan militer Uni Soviet
di luar negeri harus dikubur. Sebab, salah satu negara yang
disebut-sebut akan menjadi tempat didirikannya markas itu, Vietnam menolak usulan Negeri Beruang Merah tersebut.
Penolakan ini disampaikan sehari setelah Rusia menyampaikan pertimbangannya untuk membuka pangkalan di dua negara, yaitu Vietnam dan Kuba.
Terkait hal itu, Vietnam pun bereaksi. Juru Bicara Kementerian Luar
Negeri, Le Hai Binh menegaskan, hal tersebut tak sesuai dengan kebijakan
dalam negeri negaranya.
"Vietnam selalu konsisten dengan kebijakannya yaitu tidak mau terikat
atau bersekutu dengan negara lain untuk melawan sesama negara di
dunia," sebut Le seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/10/2016).
"Kami juga tidak akan mengizinkan negara manapun membuka pangkalan militer di Vietnam," lanjut dia.
Dalam sejarah, daerah di Negeri Paman Ho, tepatnya di perairan Cam
Ranh, sempat dijadikan pangkalan militer Uni Soviet. Hal ini berlangsung
saat terjadinya Perang Dingin.
Ketika Uni Soviet runtuh, Rusia menutup semua pangkalan militer
tersebut. Mereka pun mulai mengurangi kehadirannya militernya di seluruh
dunia.
Cam Ranh dikenal sebagai salah satu tempat strategis yang saat ini
dimanfaatkan oleh militer Vietnam. Selain Rusia, kawasan ini juga pernah
dijadikan pangkalan militer AS.
Lautan di sana dikenal begitu dalam. Sehingga saat perang dingin berlangsung kapal selam Uni Soviet kerap beroperasi di perairan itu.
Jenderal Erwin Johannes Eugen Rommel dipaksa bunuh diri oleh Hitler (Wikipedia/Bundesarchiv)
CB, Berlin - Sabtu 14 Oktober 1944, tepat pukul 12.00, dua utusan Nazi
tiba di rumah Jenderal Erwin Johannes Eugen Rommel. Mereka -- yang
semuanya berpangkat bintang alias perwira tinggi -- datang membawa pesan
khusus dari Adolf Hitler.
Peristiwa hari itu tak lekang dari ingatan putra sang jenderal, Manfred Rommel, yang kala itu berusia 15 tahun.
Sekitar tiga perempat jam setelah pertemuan itu, Manfred melihat ayahnya keluar dari kamar sang ibu.
"Ayahku lalu berkata...Adolf Hitler memberinya dua pilihan, minum racun atau diseret ke Pengadilan Rakyat (Volksgerichtshof)," kata Manfred, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (13/10/2016).
Pada sang anak, Rommel mengaku dituduh terlibat dalam plot 20 Juli 1944 -- rencana pembunuhan terhadap Adolf Hitler yang gagal.
Hitler rupanya
tak ingin menurunkan status Rommel sebagai 'pahlawan perang Jerman',
sehingga ia menawarkan pilihan bunuh diri, dengan menelan pil sianida --
dengan efek mematikan yang luar biasa cepat, hanya 5 detik.
Jenderal Rommel memilih opsi pertama. Apalagi, Hitler menjanjikan, keluarganya bakal aman jika ia bunuh diri.
Jenderal Erwin Johannes Eugen Rommel diduga dalam plot pembunuhan Hitler pada 1944 (Wikipedia/Bundesarchiv) "Setelah mengucapkan selamat tinggal kepadaku...ayah
meninggalkan rumah, mengenakan seragam lengkap. Kami mengantarnya menuju
mobil, di sana ada seorang jenderal yang menyambutnya dengan salam
'Heil Hitler'."
Jenderal Rommel masuk ke dalam mobil lebih dulu,
ia duduk di kursi belakang. Para jenderal menyusul kemudian. Lalu,
kendaraan itu pun melaju pergi.
Sekitar 15 menit kemudian,
dering telepon terdengar. Itu panggilan dari rumah sakit. "Mereka
mengabarkan, ayah dibawa ke RS oleh dua jenderal, dalam kondisi
menderita cerebral apoplexy (kerusakan otak akibat tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah)," kata Manfred.
Rommel
dinyatakan tewas akibat luka-luka dalam perang pada 14 Oktober 1944. Ia
dimakamkan dengan upacara kenegaraan. Baru belakangan terkuak, sang
jenderal bunuh diri dalam kondisi terpaksa.
Jenderal Erwin Johannes Eugen Rommel dimakamkan secara kenegaraan (Wikipedia/Bundesarchiv)
Usai perang, sang istri menyatakan bahwa Rommel menentang plot
pembunuhan Hitler. Ia ingin menghindari anggapan di masa depan bahwa
Jerman kalah di Perang Dunia II karena Hitler ditikam dari belakang.
Rommel mengusulkan agar Hitler ditangkap dan diseret ke pengadilan rakyat.
Rubah Gurun
Erwin Rommel, yang juga dikenal sebagai Desert Fox
(Rubah Gurun) -- julukan yang diberikan oleh Inggris -- adalah salah
satu pemimpin militer paling dihormati Jerman di Perang Dunia II.
Jenderal Erwin Johannes Eugen Rommel bersama pasukannya di tengah perang (Wikipedia/Bundesarchiv) Dia memainkan peran penting dua pertempuran yang sangat
signifikan selama perang, di El Alamein, Afrika Utara dan pada insiden
D-Day -- pendaratan sekutu di Normandia yang menjadi pertanda awal
kejatuhan Nazi.
Rommel konon adalah jenderal Nazi yang manusiawi. Pasukannya tak pernah dituduh melakukan kejahatan perang.
Sang
jenderal juga dilaporkan mengabaikan perintah untuk membunuh pasukan
musuh, tentara Yahudi, dan warga sipil di wilayah komandonya.
Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pun tak segan-segan memujinya di depan parlemen.
"Kita punya lawan yang pemberani dan terampil," kata Churchil. "Yang layak aku juluki seorang jenderal besar."
George Patton, Bernard Montgomery, dan para jenderal Sekutu lainnya juga tak segan-segan memuji Rommel.
Dan
tak seperti tokoh Jerman era Perang Dunia II lainnya, Rommel lolos dari
beban 'dosa sejarah'. Dua pangkalan militer, sejumlah jalan di jerman
masih menyandang namanya. Monumen di kampung halamannya memujinya
sebagai sosok yang 'sopan', 'berani', dan 'korban tirani'.
Namun, sejumlah sejarawan Jerman punya pendapat lain. Rommel dinilai 'amat Nazi dan anti-Semit'. Ia juga dituduh menggunakan orang-orang Yahudi di Afrika Utara sebagai budak.
Plot Gagal Habisi Hitler
Ini yang ada di pikiran para pejabat kala itu: Adolf Hitler harus
mati. Pembunuhan dianggap satu-satunya cara untuk menghentikan
malapetaka yang membayangi Jerman.
Setelah bos Nazi itu tewas,
kudeta akan menyusul. Lalu, pemerintahan baru di Berlin bakal
menyelamatkan negara dari kehancuran di tangan pihak Sekutu.
Tanggal
20 Juli 1944 dipilih menjadi hari kematian Hitler. Kolonel Claus von
Stauffenberg ditugaskan sebagai algojo. Ia memasang bahan peledak di
sebuah tas, yang kemudian diletakkan di bawah meja di pos komando di
Rastenburg, Prusia. Sang eksekutor cepat-cepat pergi dari lokasi, menuju
Berlin, untuk melaksanakan Operasi Valkyrie -- untuk menggulingkan
pemerintahan pusat.
Tak berapa lama kemudian, Hitler mempelajari
peta di ruangan tersebut. Kolonel Heinz Brandt, yang merasa terganggu
dengan keberadaan tas itu, menyingkirkannya jauh-jauh dari titik di mana
sang fuhrer berdiri.
Pada pukul 12.42, bom itu meledak. Saat
kepulan asap hitam kian menipis, Hitler ditemukan dalam kondisi masih
hidup, terluka, wajah penuh jelaga, satu tangannya bahkan dalam kondisi
lumpuh sementara.
Plot pembunuhan HItler yang gagal pada 1944 (Wikipedia/Bundesarchiv)
Namun, tak ada hal gawat yang dialaminya, sore harinya Hitler masih
bisa menemui Benito Mussolini, bahkan memandu tur Il Duce ke lokasi
pemboman. Namun, nasib baik tak dialami empat orang lainnya, mereka
tewas akibat luka parah.
Suami Eva Braun itu yakin, suratan
takdir lah yang menyelamatkannya. "Aku yakin itu adalah 'pertanda' bahwa
masih ada tugas yang harus aku lakukan. Tak ada apapun yang akan
terjadi padaku," kata Hitler.
Balas dendam pun dilakukan Hitler.
'Pembersihan' pun digelar, lebih dari 7 ribu orang ditangkap, termasuk
pendeta bernama Dietrich Bonhoeffer. Lebih dari 5 ribu di antaranya
menemui ajal, baik karena dieksekusi atau bunuh diri.
Maut untuk Hitler yang Telat 13 Menit
Bukan kali itu saja plot pembunuhan Hitler dilakukan. Pada 8 November
1939, pemimpin Nazi itu dijadwalkan menyampaikan pidato tahunan di
sebuah pub yang khusus menyajikan beer, beer hall atau bierpalast, di
Munich.
Di sana, sang fuhrer akan berpidato tentang perjuangan Nazi pada
tahun 1920-an. Hitler menggunakan momentum tersebut untuk mengejek
musuh-musuhnya dan berkoar tentang keberhasilan Jerman memulai perang.
Namun, Hitler, para pejabat Nazi, juga loyalisnya tak menyadari, hanya beberapa meter dari podium, sebuah bom siap meledak.
Tak ada yang mendengar detak bom waktu tersebut, teredam riuh suara pengunjung, juga wadah dari gabus yang melapisinya.
Rencana pembunuhan Hitler (Wikipedia) Bom itu dirakit dan ditempatkan secara diam-diam oleh Georg
Elser. Sejak setahun sebelumnya, ia merencanakan aksi itu. Pria itu
merasa di bawah Hitler 'perang bakal tak terhindarkan'.
Namun aksinya digagalkan. Dalam waktu: 13 menit.
Biasanya,
setiap tahun, Hitler menyampaikan pidato dengan durasi yang sama.
Namun, kala itu, karena berniat segera kembali ke Berlin, ia
menyelesaikan pidato lebih awal.
Tiga belas menit setelah Hitler
meninggalkan lokasi, bom meledak, 8 orang tewas dan bangunan rusak
parah. Langit-langit tepat di atas podium tempat Hitler berpidato
runtuh.
Hitler selamat. Lalu, sampai 1945, ia memimpin Jerman dalam perang yang diwarnai genosida terhadap kaum Yahudi di Eropa.
Koran Nazi, Voelkischer Beobachter, kala itu menyebut peristiwa itu sebagai 'keajaiban yang menyelamatkan fuehrer'.
Rezim
Nazi diragukan akan terus bertahan tanpa Hitler juga tokoh lainnya. Itu
mengapa Elser berharap untuk membunuh bos Nazi itu. Sedikitnya itu
solusi jangka pendek.
Sejarawan pun yakin, jika Hitler berhasil
dihabisi pada 1939, niscaya perang akan dipersingkat, dan mengurangi
penderitaan para korban holocaust.
Rencana pembunuhan Hitler (Wikipedia)
Meski gagal, nama Georg Elser tercatat dalam sejarah sebagai orang
yang berjuang sendirian, mencoba untuk mencegah malapetaka perang yang
disulut Hitler. Tindakannya sekaligus menunjukkan, tak semua orang
Jerman kala itu adalah Nazi.
Juru
bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh Amerika
Serikat menghancurkan hubungan dengan Rusia menggunakan kebijakan 'bumi
hangus'. Foto/Sputnik/Valeriy Melnikov
MOSKOW
- Pemerintah Rusia melalui Kementerian Luar Negeri-nya menuduh
Washington terus menghancurkan hubungan biltareral dengan Moskow dengan
melakukan kebijakan ”bumi hangus” kebijakan yang dapat mempengaruhi
stabilitas internasional. Tuduhan itu disampaikan juru bicara
Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
Selama konferensi
pers pada hari Kamis, Zakharova mengatakan bahwa AS terus menyebar
kebohongan terhadap Rusia diiiringi ancaman sanksi. Selain itu, AS
melalui NATO juga menumpuk kekuatan militer di dekat perbatasan Rusia.
Berbagai
tindakan AS itulah yang dianggap Zakharova telah menghancurkan hubungan
kedua negara. ”Ada persepsi yang berkembang bahwa Pemerintah AS keluar
dengan menerapkan kebijakan ‘pembumihangusan’ hubungan bilateral,” kata
Zakharova, seperti dikutip Reuters, Jumat (14/10/2016).
“Ini
adalah kebijakan yang berbahaya yang penuh dengan konsekuensi negatif
bagi stabilitas internasional. Yang tidak akan menyebabkan sesuatu yang
baik, "katanya lagi.
Pada tanggal 7 Oktober 2016, Menteri Luar
Negeri AS; John Kerry menyerukan agar Rusia diselidiki atas dugaan
melakukan kejahatan perang di Suriah. Sehari kemudian, pejabat intelijen
AS menuduh Pemerintah Rusia berada di balik serangkaian cyber yang
ditargetkan terhadap Konvensi Nasional Partai Demokrat (DNC) dan tim
kampanye Hillary Clinton.
”Apa yang kita dengar pada format
harian, itu hanya sebuah kebohongan, misalnya, tentang 'hacker Rusia',
yang belum terlihat oleh siapa pun,” kata Zakharova.”Rata-rata warga
Amerika sedang digiring ke persepsi bahwa Rusia adalah musuh,” lanjut
diplomat Moskow ini.
Menurutnya, Washington telah menggunakan
cara apapun untuk menekan Moskow. “Moskow berharap bahwa pemerintahan
berikutnya di AS akan lebih bijaksana dari sebelumnya ini,” ujarnya.
Presiden
Rusia Vladimir Putin. Media-media Rusia terus memperingatkan pecahnya
perang nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat. Foto/REUTERS
MOSKOW
- Setelah sejumlah surat kabar Moskow memperingatkan bahwa Rusia dan
Amerika Serikat (AS) di ambang perang nuklir, kini giliaran televisi
pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan serupa. Stasiun televisi (TV)
itu mengingatkan warga Rusia untuk tahu lokasi perlindungan jika perang
terjadi.
”Jika itu harus terjadi suatu hari, setiap satu dari
Anda harus tahu di mana perlindungan bom terdekat. Hal terbaik untuk
mencari tahu sekarang,” demikian laporan stasiun NTV yang dikelola negara Rusia.
Penyiar
stasiun televisi itu menghabiskan dua jam untuk mengulas pertahanan
diri militer Rusia dengan senjata nuklirnya. ”Kami sudah muak dengan
omelan Amerika (tentang krisis) Suriah,” kata penyiar NTV,
Evgeny Kiselyov, dalam siarannya. “Perilaku impudent dari AS dapat
mengambil dimensi nuklir,” lanjut dia, yang dikutip Jumat (14/10/2016).
Kekhawatiran
pecahnya perang nuklir antara AS dan Rusia juga sudah jadi sorotan
media-media Barat. Terlebih sejak Rusia melakukan latihan perang nuklir
yang melibatkan 40 juta orang.
Selain itu, keputusan Rusia
menangguhkan perjanjian dengan AS soal pembuangan plutonium dan
pengerahan rudal nuklir Iskander M ke Kaliningrad ikut memperkuat
spekulasi tentang persiapan perang nuklir dari pihak Moskow. Namun, para
analis Rusia menganggap spekulasi itu telalu berlebihan.
”Ini
konyol,” kata Aleksander Baunov, seorang analis di Carnegie Moscow
Center. ”Ini bukan persiapan untuk perang,” katanya lagi.
Ketegangan
AS dan Rusia hingga kini belum mereda. Rusia sudah mengancam akan
menembak jatuh setiap jet tempur AS jika nekat menyerang tentara Suriah.
Sebaliknya, Pemerintah AS memberi sinyal untuk mempertimbangkan opsi
militer atau perang untuk mengakhiri krisis Suriah.
”Kabar
baiknya adalah tidak ada yang benar-benar ingin perang,” kata Pavel
Felgengauer, seorang analis militer di Moskow. ”Tapi itu akan menjadi
pertunjukan yang baik,” ujarnya.
Rusia membangun aliansi dengan China. Foto/Express
BEIJING
- Rusia dan China akan bekerjasama dan memperkuat hubungan militer
mereka. Hal ini dibuktikan setelah pejabat militer kedua negara
mengumumkan akan melakukan latihan pertahanan rudal dalam jangka waktu
tiga bulan ke depan.
Berita ini muncul pasca Rusia menyepakatai
kerjasama dengan Turki dan mengumumkan strategi militer terkoordinasi
dalam perang Suriah dan pembangunan pipa gas baru di antara kedua
negara.
Dalam sebuah forum keamanan di Beijing minggu ini,
pejabat senior China dan Rusia sepakat bahwa mereka harus melawan upaya
Amerika Serikat (AS) untuk membangun perisai pertahanan anti rudal. As
berencana membangun perisai pertahanan anti rudal di Korea Selatan
(Korsel) untuk mengantisipasi serangan Korea Utara (Korut).
"Sistem
pertahanan rudal sangat merusak kepentingan keamanan nasional China dan
Rusia. Chian dengan tegas menentang dan sangat mendesak AS dan Korsel
untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka," bunyi pernyataan bersama
petinggi militer Rusia Letnan Jenderal Viktor Poznikhir, dan China
Mayor Jenderal Cai seperti dikutip dari Express, Jumat (14/10/2016).
Poznikhir
bahkan menuduh Pentagon mengembangkan sistem pertahanan rudal untuk
menyerang musuh-musuhnya. "Jika salah satu dari gladiator mengambil
perisai, itu akan memberinya keuntungan yang nyata dan membuat dia
berpikir bahwa dia akan bisa menang, terutama jika ia menyerang pertama
kali. Apa yang akan dilakukan gladiator lain? Tentu ia juga akan
mengambil perisai dan juga pedang panjang dan kuat," katanya.
Hubungan
antara Rusia dan AS tengah berada di bawah tekanan sebagai akibat dari
serangan udara Rusia di Suriah, yang dinilai melanggar gencatan senjata
kesepakatan kedua negara.