Minggu, 13 Januari 2019

Israel Klaim Sudah Serang Ribuan Target Iran di Suriah


Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eisenkot. Foto/Times of Israel/Flash90


TEL AVIV - Israel mengklaim telah menyerang ribuan target militer Iran di Suriah dalam beberapa tahun terakhir. Klaim itu disampaikan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eisenkot.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, Eisenkot untuk pertama kalinya mengonfirmasi skala serangan militer Israel yang sedang berlangsung untuk menggagalkan penumpukan kekuatan Iran di Suriah.


"Kami mencapai ribuan target tanpa mengklaim tanggung jawab atau meminta pujian," katanya. Eisenkot akan pensiun sebagai Kepala Staf IDF pada minggu depan.

Eisenkot mengatakan Israel dalam dua tahun terakhir mengalihkan fokusnya ke Iran, musuh utamanya, untuk mencegah IDF terjebak dalam memerangi musuh-musuh sekunder seperti Hamas di Gaza.

"Ketika Anda bertarung selama bertahun-tahun melawan musuh yang lemah, itu juga melemahkan Anda," ujarnya, yang dilansir Sabtu (12/1/2019) malam.

Pada awalnya, Eisenkot mengatakan operasi Israel di Suriah beroperasi di bawah "ambang batas tertentu". Penekanan Eisenkot itu mengacu pada IDF yang membatasi serangan terhadap pengiriman senjata yang ditujukan untuk kelompok proksi Iran, yakni Hizbullah yang berbasis di Lebanon, selama beberapa tahun pertama perang saudara yang pecah pada 2011.

Tetapi pada tahun-tahun berikutnya, Eisenkot mengatakan Iran membuat "perubahan signifikan" dalam strategi Suriah-nya, dan mulai mengimpor sumber daya dari seluruh dunia Muslim dalam upaya untuk memperkuat cengkeramannya di negara itu.

"Visi mereka adalah untuk memiliki pengaruh signifikan di Suriah dengan membangun kekuatan hingga 100.000 petempur Syiah dari Pakistan, Afghanistan dan Irak," katanya.“Mereka membangun pangkalan intelijen dan pangkalan angkatan udara di setiap pangkalan udara Suriah. Dan mereka membawa warga sipil untuk mengindoktrinasi mereka," ujarnya.


Pada 2016, Eisenkot mengatakan Komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani, telah memobilisasi 3.000 pasukannya di Suriah, bersama dengan 8.000 petempur Hizbullah dan 11.000 tentara Syiah asing lainnya.

Pada Januari 2017, Eisenkot mengaku menerima izin dengan suara bulat dari kabinet keamanan Israel untuk meningkatkan serangan di Suriah hingga hampir setiap hari. Pada 2018 saja, dia mengklaim Israel menjatuhkan 2.000 bom ke target Iran.

Soleimani berusaha membalas serangan Israel yang meningkat dengan meluncurkan 30 roket di Israel utara Mei lalu, tetapi Eisenkot mengatakan bahwa tidak ada satu pun yang mencapai target.


Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1369958/43/israel-klaim-sudah-serang-ribuan-target-iran-di-suriah-1547318423



Damaskus: Israel Terus Serang Suriah karena Dilindungi AS

Pemandangan di Damaskus, Suriah, saat diserang rudal pesawat-pesawat jet tempur Israel, Jumat (11/1/2019) malam. Foto/SANA



DAMASKUS - Rezim Suriah mengadu ke PBB soal serangan rudal pesawat-pesawat jet tempur Israel di Damaskus pada Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (12/1/2019) WIB. Menurut pemerintah Presiden Bashar al-Assad militer Tel Aviv terus menyerang Damaskus karena dilindungi Amerika Serikat (AS).

Kantor berita SANA mengutip sumber militer Damaskus melaporkan ada berbagai sasaran di Damaskus yang diserang rudal-rudal Tel Aviv. Namun, sebagian besar rudal tersebut berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Damaskus.


Kementerian Luar Negeri rezim Assad menerbitkan surat protes serangan Tel Aviv yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kepala Dewan Keamanan PBB. Dalam surat tersebut, rezim Assad menilai serangan Israel tidak beralasan.

"Agresi berbahaya ini cocok dengan kerangka upaya Israel untuk memperpanjang krisis dan perang melawan teroris di Suriah, dan untuk meningkatkan moral sisa-sisa para teroris yang bertindak sebagai agennya," bunyi surat tersebut.

"Selain itu, ini adalah upaya lain dari pemerintah Israel untuk menghindari masalah dalam negerinya yang mendesak," lanjut surat itu.

Menurut Kementerian Luar Negeri Suriah perlindungan AS memungkinkan Israel melakukan serangan yang berkelanjutan. AS juga dinilai memberikan dukungan militer, politik, dan media yang memungkinkan Tel Aviv leluasa melakukan agresi.

Agresi terhadap Damaskus pada Jumat malam menargetkan Bandara Internasional Damaskus dan sebuah gudang di bandara. Namun, sumber Kementerian Perhubungan Suriah mengatakan bahwa lalu lintas di bandara tidak terpengaruh oleh serangan.


Serangan udara Jumat malam adalah yang pertama sejak serangan Israel pada Hari Natal, di mana setidaknya tiga tentara Suriah terluka dan gudang amunisi dekat Damaskus dihancurkan. Dalam serangan itu, pasukan pertahanan udara Suriah melaporkan telah menembak jatuh sebagian besar rudal musuh yang diluncurkan dari ruang udara Lebanon.

Kementerian Pertahanan Rusia mengecam Israel atas serangan 25 Desember itu karena menjadikan pesawat sipil sebagai perisai yang membuat militer Damaskus menahan diri untuk merespons dengan sistem pertahanan udara.



Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1369950/43/damaskus-israel-terus-serang-suriah-karena-dilindungi-as-1547314548


Keluarga Muslim Ditolak Jenguk Bayi di Sebuah RS di AS

Muslimah mengenakan niqab (ilustrasi)

CB, VIRGINIA -- Sebuah keluarga Muslim dilaporkan dilarang mengunjungi bayi baru lahir di Rumah Sakit Inova Fair Oaks di Fairfax, Virginia, Amerika Serikat (AS), karena mereka dinilai terlihat 'menakutkan'. Keluarga Muslim itu mengklaim mereka diberitahu bahwa mereka akan diusir dari rumah sakit sebelum staf akhirnya memanggil polisi.

Keluarga Zahr mengatakan, mereka dilarang mengunjungi bayi yang baru lahir di rumah sakit. Menurut mereka, staf rumah sakit mengatakan keluarga Muslim terlihat 'menakutkan'.

Mereka tiba menjelang akhir jam kunjungan di Inova Fair Oaks. Menurut bibi bayi itu, Arwa Zahr ketika mereka sampai di bangsal kerja, mereka diadang oleh seorang penjaga keamanan.

Arwa Zahr bersama ibu dan ayahnya atau kakek-nenek bayi bermaksud akan menjenguk bayi sebelum ditolak. Kedua wanita itu mengenakan niqab, yang menutupi leher dan wajahnya. Keluarga itu mengklaim bahwa niqab menjadi alasan mereka tidak diizinkan untuk melihat bayi itu.

"Dia berteriak kepada saya dan dia memberi tahu kami, 'Kamu tidak diizinkan berada di sini' dan kemudian berkata, 'Kamu tahu, kamu terlihat menakutkan," ujar Arwa Zahr mengatakan kepada NBC 4 dilansir Mirror.co uk pada Ahad (13/1).

Zahr mengatakan, setelah ditolak menjenguk bayi, mereka diperintahkan kembali ke ruang tunggu. Zahr pun kemudian menghadapi penjaga keamanan dan mengatakan bahwa penjaga tidak sopan.

Penjaga kemudian memanggil pejabat pengawas rumah sakit. Oleh staf rumah sakit, keluarga Zahr kemudian diminta meninggalkan rumah sakit.

"Kami mencoba menjelaskan kepada (pengawas) sisi cerita kami. Dia (pengawas) memandangi ibu  saya ketika dia mencoba menjelaskan apa yang terjadi, dan dia berkata padanya, 'Tutup mulutmu atau aku akan mengusirmu," kata Ahmed.

"Dia memberi tahu mereka, 'Tidak ada yang menginginkanmu di sini. Para perawat tidak menginginkanmu. Para dokter tidak menginginkanmu di sini'," lanjut dia.

Ketika Ahmed Zahr terus membela keluarganya, ia mengklaim staf itu memanggil polisi. Keluarga itu kemudian berbicara dengan petugas sebelum meninggalkan rumah sakit tanpa melihat bayi perempuan itu.

Ahmed Zahr mengatakan, dia tidak pernah mengalami pelecehan seperti itu sebelumnya. Bahkan, lebih menyakitkan karena kakek-nenek bayi itu, Dr Nabil Zahr dan Karima Zohdi adalah sukarelawan pendeta di rumah sakit tetangga yang memiliki hubungan kuat dengan Inova Fair Oaks.

Dalam sebuah pernyataan kepada media AS, rumah sakit mengeluarkan pernyataan, "Inova menghormati dan menghargai komunitas pasien kami yang beragam dan percaya bahwa semua pasien memiliki hak untuk lingkungan yang aman dan terhormat, bebas dari segala bentuk diskriminasi."

Credit REPUBLIKA.CO.ID


https://m.republika.co.id/berita/internasional/amerika/19/01/13/pl8hmj409-keluarga-muslim-ditolak-jenguk-bayi-di-sebuah-rs-di-as


Sudan Bergolak, Imam Masjid Dilarikan dari Amuk Massa Antipemerintah

Massa antipemerintah Sudan berunjuk rasa di jalanan kota Khartoum setelah ibadah salat Jumat, (11/01) waktu setempat. (Reuters)

Khartoum - Pemuka agama terkemuka Sudan,Abdul HaiYousuf, dilarikan keluar masjid setelah ibadah salat Jumat (11/01), waktu setempat, berakhir ricuh.

Pada kejadian di ibu kota Sudan, Khartoum, jemaah masjid Khatim al-Mursaleen memprotes Yousuf yang disebut kerap mendukung kebijakan pemerintah.

Ulama yang sempat menempuh pendidikan di Arab Saudi itu dianggap tak bersedia memimpin protes masyarakat terhadap Omar al-Bashir, presiden Sudan selama 30 tahun terakhir.


Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, seorang jemaah laki-laki terlihat berteriak kepada Yousuf, "Berdiri dan pimpin kami dari masjid ini."

Massa yang semakin beringas lantas terdengar meneriakkan yel, "Jatuhkan rezim ini."

Aparat kepolisian lantas menembakkan gas air mata kepada para jemaah masjid yang turun ke jalan untuk berdemonstrasi.

Selama tiga pekan terakhir, demonstrasi antipemerintah di Sudan telah menewaskan setidaknya 22 orang.

Para demonstran, yang menentang kenaikan harga bahan bakar minyak dan bahan makanan, mendesak Presiden Bashir segera mengakhiri jabatannya.

Selama tiga pekan terakhir, gelombang protes terhadap pemerintah Sudan terus terjadi. (AFP)

Apa yang terjadi di Khartoum?

Sebuah video yang muncul di Facebook memperlihatkan seorang umat di masjid Khatim al-Mursaleen menentang Yousuf.

Yousuf, yang selama ini dikenal mendorong umatnya melakukan aksi solidaritas untuk Gaza dan Suriah, kemudian dilarikan keluar masjid melalui pintu terdekat dari mimbar.

https://www.facebook.com/mohamed.mohagoub.7/videos/vb.100012722169289/690468821387184/?type=2&video_source=user_video_tab

Sebuah video lain menunjukkan jemaah yang terus-menerus menyanyikan yel di depan masjid.

Keaslian video itu belum dapat diverifikasi secara cepat. Namun sebelum ini, Yousuf diketahui meminta pemerintah Sudan mengendalikan kekisruhan yang terjadi.

Merujuk laporan kantor berita Reuters, Jumat kemarin demonstrasi di Khartoum dan Omdurman lebih besar dibandingkan hari-hari sebelumnya. Gelombang protes disebut telah membesar.

Aparat keamanan terlihat mengejar para pengunjuk rasa. Namun belum ada laporan tentang korban luka maupun tewas.

Mengapa protes terjadi di Sudan?

Unjuk rasa dimulai sejak 19 Desember lalu, tak lama setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga minyak dan roti.

Gelombang protes bereskalasi menjadi desakan agar Presiden Bashir mengundurkan diri. Bashir yang naik ke tampuk kepresidenan melalui kudeta tahun 1989 dinilai keliru mengelola perekonomian Sudan.

Presiden Sudan, Omar al-Bashir, menolak mengundurkan diri. (AFP)

Selama 2018 harga sejumlah bahan pokok di Sudan naik dua kali lipat. Di saat yang sama, nilai mata uang negara itu anjlok.

Tiga perempat pendapatan Sudan dari sektor minyak lenyap setelah masyarakat kawasan selatan negara itu memutuskan memisahkan diri dan membentuk Republik Sudan Selatan tahun 2011.

Perekonomian Sudan selama 20 tahun terakhir juga tertekan akibat sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat.

Sanksi yang dicabut Oktober 2017 itu muncul karena AS menuduh Sudan mendukung kelompok teror.

Meski sebagian penduduk Sudan mendesak Bashir untuk mundur, sebagian penduduk lainnya tetap mendukung kepemimpinannya. (AFP)

Bagaimanapun, pada 10 Januari lalu, Bashir menyatakan tidak akan mengundurkan diri dari jabatan presiden.

Merujuk konstitusi Sudan, masa kepemimpinan Bashir baru akan berakhir tahun 2020.

"Bagi mereka yang mendambakan kekuasaan, satu-satunya cara adalah melalui kotak suara serta pemilu yang adil dan bebas," kata Bashir dalam pidato resminya.

Rezim pemerintahan Bashir kerap dituding melanggar hak asasi manusia. Pada tahun 2009 dan 2010, Pengadilan Kriminal Internasional menuduhnya melakukan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Saat itu, surat perintah penangkapan terhadap Bashir telah diterbitkan.

Credit BBC World - detikNews



https://m.detik.com/news/bbc-world/d-4381591/sudan-bergolak-imam-masjid-dilarikan-dari-amuk-massa-antipemerintah



Perempuan Palestina Tewas Ditembak Israel dalam Aksi Demo di Gaza

Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Jakarta - Pasukan Israel menembak mati seorang perempuan Palestina saat aksi demo yang berlangsung di sepanjang perbatasan Gaza.

Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qudra menyebut perempuan itu ditembak di bagian kepala saat aksi demo di sebelah timur Gaza City pada Jumat (11/1) waktu setempat.

Qudra seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (12/1/2019), mengidentifikasi perempuan tersebut sebagai Amal al-Taramsi. Perempuan berumur 43 tahun itu merupakan perempuan ketiga yang tewas dalam bentrokan saat aksi-aksi demo di perbatasan Jalur Gaza dalam beberapa bulan terakhir. Setidaknya 241 warga Palestina telah tewas dalam bentrokan tersebut.

Militer Israel tidak mengeluarkan tanggapan mengenai insiden penembakan tersebut. Namun disebutkan bahwa sekitar 13 ribu warga Palestina ikut serta dalam aksi-aksi "rusuh" di sejumlah lokasi di sepanjang perbatasan Gaza.

"Para perusuh telah membakar ban-ban dan melemparkan batu-batu, bahan peledak dan granat terhadap pasukan Israel dan di pagar keamanan Jalur Gaza," ujar juru bicara militer Israel.

Ditambahkannya, pasukan Israel merespons "sesuai prosedur operasi standar."

Dalam insiden itu, para pengunjuk rasa mencoba menghancurkan pagar kawat berduri di dekat perbatasan dan pasukan Israel merespons dengan tembakan dan gas air mata. Qusra mengatakan, setidaknya 25 warga Palestina lainnya menderita luka-luka tembak dalam insiden itu.

Militer Israel kemudian menggempur dua posisi milik Hamas, penguasa Gaza. Sumber keamanan Hamas mengatakan, tak ada yang terluka dalam serangan itu. 



Credit detikNews


https://m.detik.com/news/internasional/d-4381506/perempuan-palestina-tewas-ditembak-israel-dalam-aksi-demo-di-gaza




Sabtu, 12 Januari 2019

Buka Pangkalan Militer di Asia Tenggara-Karibia, Rusia Kecam Inggris


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Foto/Istimewa



MOSKOW - Rusia mengutuk rencana Inggris untuk membuka pangkalan militer di Asia Tenggara dan Karibia. Moskow mengatakan siap untuk mengambil tindakan balasan jika kepentingannya dan sekutunya terancam.

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson mengatakan kepada surat kabar Sunday Telegraph bulan lalu bahwa London sedang mengerjakan rencana untuk membangun dua pangkalan asing baru dalam beberapa tahun mendatang setelah meninggalkan Uni Eropa.


Williamson tidak merinci di mana pangkalan-pangkalan itu akan dibangun, tetapi surat kabar itu melaporkan bahwa opsi pembangunan itu termasuk di Singapura atau Brunei di dekat Laut Cina Selatan dan Montserrat atau Guyana di Karibia.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, menggambarkan pernyataan Williamson membingungkan dan memperingatkan rencana tersebut dapat mengganggu kestabilan dunia.

"Tentu saja, Inggris seperti negara lain adalah independen ketika datang ke rencana pembangunan militernya. Tetapi dengan latar belakang meningkatnya ketegangan militer dan politik secara keseluruhan di dunia pernyataan tentang keinginan untuk membangun kehadiran militernya di negara ketiga kontraproduktif, destabilisasi dan mungkin bersifat provokasional," ujarnya.


"Jika ada tindakan yang mengancam keamanan Rusia atau sekutunya, negara kami berhak mengambil tindakan balasan yang sesuai," sambungnya memperingatkan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/1/2019).

Sekedar informasi, Rusia memiliki pangkalan militer di beberapa negara di bekas Uni Soviet dan mengoperasikan fasilitas militer di Suriah dan Vietnam.


Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1369885/41/buka-pangkalan-militer-di-asia-tenggara-karibia-rusia-kecam-inggris-1547284928


FBI Kembali Selidiki Dugaan Trump Bekerja untuk Rusia


Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CB -- Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (The Federal Bureau of Investigation/FBI) dilaporkan kembali membuka penyelidikan 2017 terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Seperti dilansir The New York Timesmelalui AFP, penyelidikan dilakukan terkait dugaan Trump bekerja untuk Rusia.

Penyelidikan kontra-intelijen ganda dan penyelidikan kriminal awalnya dilakukan setelah Trump memecat Direktur FBI James comey pada 2017. Kontra-intelijen dilakukan guna mengetahui kebenaran Trump bekerja bagi Rusia secara sukarela atau tidak.

Hal itu dilakukan juga untuk menentukan apakah ini merupakan ancaman nasional atau tidak. Sementara itu, pemeriksaan terkait kriminal dilakukan guna melihat unsur pelanggaran dalam pemecatan Comey. 


Penyelidikan ini kemudian dipercayakan kepada Robert Mueller yang sempat menyelidiki dugaan intevensi Rusia dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016.

The Times sempat mengatakan FBI sudah mencurigai hubungan Trump dan Rusia selama kampanye 2016. Namun, penyelidikan tidak dilakukan sampai Trump memecat Comey akibat menolak bersumpah setia kepadanya dan membatalkan penyelidikan itu. 

Ini bermula ketika anggota Kongres dari Partai Republik John Ratcliffe bulan lalu bertanya kepada Comey mengenai 'bukti' yang cukup soal kolusi antara kampanye Trump dan Rusia dalam Pemilihan Presiden AS 2016. Comey menyatakan FBI memiliki alasan mencurigai orang AS yang membantu Rusia. 


FBI sebelumnya telah meminta keterangan empat warga AS terkait perkara ini. Empat orang itu disebut memiliki hubungan dengan Trump.

Badan Intelijen Amerika (CIA) bahkan menyimpulkan Rusia telah membantu memenangkan Trump melalui intervensi tersebut. Hal itu teridentifikasi melalui ribuan email yang diretas dari surat elektronik Ketua Kampanye Hillary Clinton dan lembaga lainnya. 

Namun, di tengah penyelidikan FBI, Trump memecat Comey. Tak lama setelah itu, Departemen Kehakiman menunjuk penasihat khusus untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilihan Presiden 2019.

Credit CNN Indonesia


https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190112132521-134-360344/fbi-kembali-selidiki-dugaan-trump-bekerja-untuk-rusia



Trump Pecahkan Rekor Penutupan Pemerintahan AS Terlama

Penutupan pemerintahan Amerika Serikat sudah memasuki hari ke-22 pada Sabtu (12/1).(AFP TV)

Jakarta, CB -- Penutupan pemerintahan Amerika Serikat sudah memasuki hari ke-22, pada Sabtu (12/1).

Ini adalah rekor terbaru penutupan terlama pemerintah AS. Penutupan parsial pemerintah ini menjadi rekor terpanjang di AS dan menyalip rekor penutupan 21 hari pada 1995-1996 di bawah pemerintahan Bill Clinton. 

Penutupan pemerintahan ini menyebabkan 800 ribu pegawai federal tak digaji. Pekerja seperti agen FBI, pengontrol lalu lintas udara, dan staf museum pun tidak digaji sampai Jumat (11/1). 


Hal ini terjadi karena adanya ketidaksepakatan antara Presiden AS Donald Trump dengan partai Demokrat tentang pembangunan tembok perbatasan Meksiko yang membutuhkan uang banyak. 

Sebelumnya, pada Jumat pagi, Trump menyatakan menyatakan belum akan menetapkan status darurat nasional atas penutupan pemerintahan AS untuk sementara waktu. 

"Saya tidak akan melakukannya secepat ini," katanya saat pertemuan di Gedung Putih dikutip dari AFP. 

Trump menggambarkan deklarasi darurat sebagai jalan keluar yang mudah. Dia juga mengatakan bahwa Kongres harus bertanggungjawab dengan menyetujui US$5,7 miliar. 

"Jika mereka tidak bisa melakukannya, saya akan mendeklarasikan keadaan darurat nasional. Saya punya hak mutlak."

Sampai saat ini, Trump mengungkapkan beberapa kali bahwa dia sudah semakin dekat untuk mengambil keputusan kontroversial. 

Beberapa menit sebelumnya, sekutu Trump Senator Republik Lindsey Graham melontarkan cuitan setelah pembicaraannya dengan Trump. 


"Tuan presiden, nyatakan darurat nasional Sekarang."

Naun tak jelas apa yang membuat Trump urung menyatakan darurat nasional dan berubah arah. 


Credit CNN Indonesia


https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190112091204-134-360327/trump-pecahkan-rekor-penutupan-pemerintahan-as-terlama




Iran kepada Prancis: Rudal Balistik adalah Hak Kami

Foto/Ilustrasi/SINDONews/Ian



TEHERAN - Iran meminta Prancis untuk berhenti mengulangi klaim tidak bertanggung jawab dan tidak benar tentang program pengembangan rudal balistik Teheran. Demikian laporan yang diturunkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran.

"Program rudal pertahanan buatan Iran adalah hak alami bangsa Iran," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/1/2019).


Prancis sebelumnya meminta Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan yang terkait dengan rudal balistik yang dapat membawa senjata nuklir, setelah Teheran mengatakan dapat menempatkan dua satelit ke orbit dalam beberapa minggu mendatang.


"Prancis ingat bahwa program rudal Iran (tidak) sesuai dengan Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll.

"Menyerukan Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan terkait rudal balistik yang dirancang untuk membawa senjata nuklir, termasuk tes menggunakan teknologi rudal balistik," lanjutnya.


Credit Sindonews.com


https://international.sindonews.com/read/1369817/43/iran-kepada-prancis-rudal-balistik-adalah-hak-kami-1547262703


Prancis Minta Iran Hentikan Pengembangan Rudal Pembawa Nuklir


Iran saat menguji coba rudal balistik. Foto/REUTERS


PARIS - Pemerintah Prancis meminta Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak nuklir. Seruan itu muncul setelah Teheran mengklaim dapat menempatkan dua satelit ke orbit dalam beberapa minggu mendatang.
"Prancis ingat bahwa program rudal Iran (tidak) sesuai dengan Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll kepada wartawan, yang dikutip Reuters, Sabtu (12/1/2019).

"Menyerukan Iran untuk segera menghentikan semua kegiatan terkait rudal balistik yang dirancang untuk membawa senjata nuklir, termasuk tes menggunakan teknologi rudal balistik," lanjut dia.
Von der Muhll menanggapi komentar Presiden Hassan Rouhani pada hari Kamis, yang mengatakan dua satelit akan dikirim ke luar angkasa menggunakan rudal buatan Iran.
Sementara itu, Teheran menolak seruan Paris. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tuduhan yang berulang kali bahwa Teheran mengembangkan senjata nuklir merupakan klaim tak bertanggung jawab.
"Program rudal pertahanan buatan Iran adalah hak alami bangsa Iran," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi. "Program rudal Iran tidak melanggar resolusi 2231 PBB," katanya lagi.
Prancis sendiri merupakan salah satu negara yang mempertahankan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015. Kesepakatan itu secara resmi bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. 

JCPOA 2015 itu merupakan kesepakatan nuklir Teheran yang disepakati oleh Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). Dalam kesepakatan tersebut, Iran bersedia mengekang program nuklir dengan imbalan penjatuhan sanksi internasional.
Namun, AS yang dipimpin Presiden Donald Trump telah keluar dari JCPOA. Sejak itu, Washington memulihkan sanksi terhadap Teheran.
Washington ingin negosiasi ulang terkait kesepatan internasional tersebut. Tapi, Teheran menolaknya karena JCPOA 2015 merupakan kesepakatan final.

Credit Sindonews.com


https://international.sindonews.com/read/1369779/41/prancis-minta-iran-hentikan-pengembangan-rudal-pembawa-nuklir-1547233983


Menteri India Berencana Tempatkan Lansia untuk Hidup Bersama Sapi di Panti Jompo


Foto: AFP.


NEW DELHI – Seorang menteri di Delhi, India, berencana untuk membuat panti jompo di mana sapi dan orang-orang lanjut usia (lansia) bisa hidup berdampingan dalam satu ruang. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat menikmati tahun-tahun emasnya dan hari tua bersama.

“Gagasan eksperimental ini akan melihat panti jompo di bangun di tempat di mana penampungan ternak saat ini sedang dimodernisasi di Ghummanhera, Delhi, tempat sapi dan para lansia akan hidup berdampingan, saling menjaga satu sama lain,” kata Menteri Pembangunan Delhi, Gopal Rai, sebagaimana dilansir RT pada Jumat (11/1/19).

Meskipun sapi dianggap suci di India, mereka dapat ditinggalkan ketika mereka bertambah tua dan tidak lagi menghasilkan susu. Mereka akan ditinggalkan ke jalan-jalan kota.


“Ketika seekor sapi sudah mengering, orang-orang meninggalkannya dan dia berakhir di gaushala (tempat berlindung sapi). Demikian pula, manusia yang juga ditinggalkan dan dikirim ke panti jompo, bahkan oleh keluarga kaya. Jadi, kami telah memutuskan bahwa unit di Ghummanhera akan menjadi gaushala sekaligus juga rumah hari tua,” kata Rai.

Rai menjelaskan rencana untuk membuka tempat perlindungan sapi paling maju di daerah tersebut yang juga akan menjadi rumah bagi manusia, di mana para lansia akan ditemani sapi.

“Lahan seluas 18 hektar akan dialokasikan untuk rencana ini,” tambahnya, seperti dikutip oleh Siasat Daily.



Sejumlah negara bagian India lainnya juga baru-baru ini membuat kebijakan baru seputar sapi, misalnya Negara Bagian Madhya Pradesh yang mengumumkan pembentukan kementerian sapi pada musim gugur lalu.

Sebuah sensus ternak 2012 menemukan ada lebih dari 12.000 sapi liar di Delhi, dan lima juta di seluruh negeri. Setiap bulan, sekira 600 sapi ditangkap di Delhi dan dikirim ke lima tempat penampungan.

Ide yang tidak biasa dalam menggabungkan tempat penampungan sapi dan rumah untuk para lansia itu telah menuai kritik. Beberapa percaya bahwa pengaturan tersebut merupakan cara untuk mengeksploitasi penduduk lansia untuk merawat ternak, sehingga menghemat biaya untuk mempekerjakan lebih banyak staf.


Credit Okezone.com



https://news.okezone.com/read/2019/01/11/18/2002964/menteri-india-berencana-tempatkan-lansia-untuk-hidup-bersama-sapi-di-panti-jompo



Perempuan Uighur Kaget Foto Kamp Beda Dengan Kenyataan



Mantan Penghuni Kamp Uighur Gulbachar Jalilova (kiri) memberikan paparan saat kunjungan di Kantor Republika, Jakarta, Jumat (11/1).

 

 

CB, JAKARTA - Mantan peserta kamp di Provinsi Xianjang, Cina Gulbachar Jalilova (54 tahun) mengaku terkejut melihat perbedaan foto yang diambil pekan lalu oleh jurnalis dari beberapa media internasional ke kamp yang diduga muslim Uighur disiksa di sana. Jalilova menggambarkan kondisi sebenarnya penuh dengan penyiksaan.

Ruangan dengan ukuran 7x3x6 yang tanpa jendela menjadi tempat sehari-harinya selama 16 bulan dia ditempatkan di kamp Uighur. "Kami ditahan di kamar pengap dan gelap.kadang-kadang mereka mengikat logam seberat 5 kilogram di kaki kami sebagai cara hukuman. dur tidur kami bergantian, hanya empat jam semalam," ujar Jalilova saat kunjungannya ke Republika pada Jumat (11/1).

Jelilova berasal dari Kazakhstan. Dia menghabiskan dua dekade terakhir berbisnis di perbatasan Cina-Kazahstan. Pada Mei 2017, dia tiba-tiba ditangkap di kota Urumqi, Cina dengan tuduhan mentransfer dana secara ilegal sebesar 17 ribu yuan (3500 dolar AS) dari Cina dan Turki.

"Ketika saya berada di kamp, saya memberi tahu mereka bahwa saya adalah orang asing dan bahwa saya tidak melakukan kesalahan," katanya. 

Setelah ditangkap dan ditempatkan di kamp, dia tersiksa dan terpisah dari anaknya. Setiap pekan anaknya hanya bisa mengirim surat kepadanya.
"Kami diberitahu bahwa kami tidak memiliki hak di sana. Kami tidak memiliki hak untuk melakukan panggilan telepon, kami seperti orang mati," ceritanya.

Kehidupan sehari-hari hanya dalam ruangan pengap. Dalam hal minum sebagai energi pertahanan tubuh pun dibatasi oleh Cina di kamp itu. Ketika mereka menggunakan air dalam tubuh mereka, mereka disangka berwudhu kemudian disiksa.

Pendidikan vokasi yang diakui Cina, menurut Jalilova berbentuk pengajaran ajaran-ajaran komunis, baik itu dari lagu-lagu komunis Cina dan undang-undang komunis. Semua wajib dihapal, wajib dipelajari bahkan dijadikan ujian.

"Dalam satu kamar pengap terdiri dari 40-50 orang. Jadi jika waktu tidur, kami bergantian sehingga waktu tidur kami hanya ada empat jam," ujarnya.

Pernyataan Gulbachar Jalilova ini bertentangan dengan klaim Pemerintah Cina, namun sesuai dengan kelompok advokasi masyarakat Uighur dan hak asasi manusia lainnya. 

Jalilova mengaku selama berada di dalam kamp dirinya kerap dipukuli dan ketika pertama kali masuk dia memiliki berat 76 kilogram tetapi dalam sebulan ia kehilangan berat badan lebih dari 20 kilogram. "Ini foto saya sekitar tahun 2017," Jelilova menunjukkan foto sebelum berada di Kamp.

"Tujuan akhir dari kamp-kamp konsentrasi itu adalah untuk menghilangkan orang-orang Uighur, kaum Muslim," katanya.

Jelilova mengatakan, dia dikeluarkan dari kamp setelah upaya lobi yang berkelanjutan oleh keluarganya dan pemerintah KAzhastan. "Saya dibebaskan dari kamp konsentrasi tiga bulan lalu, tetapi setiap hari situasi di kamp konsentrasi masih terbayang-bayang di pelupuk mata saya," ujarnya.

"Tangisan rakyat Uighur masih terngiang di telinga saya," ungkapnya.

Berdasarkan data yang dirilis perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan lebih dari 1 juta etnis minoritas Muslim Uighur telah ditahan tanpa persetujuan mereka di pusat penahanan tidak resmi di Xinjiang. Pemerintah Cina mengatakan kamp-kamp tersebut adalah pusat pelatihan kejuruan yang menyediakan pelatihan bahasa dan pendidikan ulang bagi para ekstremis.


 
Credit REPUBLIKA.CO.ID
 

 https://m.republika.co.id/amp_version/pl6356385

 

Diterjang Badai Salju, Jerman dan Swedia Lumpuh


Diterjang Badai Salju, Jerman dan Swedia Lumpuh. (Reuters).


BERLIN - Hujan salju yang turun begitu lebat di sebagian wilayah Jerman dan Swedia menimbulkan kekacauan, kemarin. Sejumlah jalan raya tidak dapat diakses, kereta api tidak dapat beroperasi, dan sekolah diliburkan untuk sementara waktu akibat tumpukan salju setinggi 100 meter lebih.

Palang Merah Jerman memberikan bantuan makanan dan kebutuhan lainnya kepada pengendara yang terjebak di tengah tumpukan salju di Bavaria. Sehari sebelumnya, seorang anak berusia sembilan tahun tewas tertimpa pohon tumbang. Petugas tanggap gawat darurat menemukan jasadnya 40 menit kemudian.


Kondisi ekstrem serupa juga terjadi di Swedia Utara hingga menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total. Seorang petugas SAR dari Austria harus berjuang melewati tumpukan salju setinggi dada orang dewasa untuk mencapai lokasi snowboarder.

Seorang lelaki berusia 41 tahun asal Polandia juga dilaporkan tersesat setelah pergi menuju piste di sebuah resort di Schlossalmbahn. Di Austria, hujan salju sempat mereda setelah mengguyur selama beberap hari hingga memiliki ketebalan tiga meter.

Sebanyak tujuh orang telah meninggal dunia dan dua pendaki hilang sejak akhir pekan lalu. “Kuantitas salju sebanyak ini di atas ketinggian 800 meter hanya terjadi sekali dalam 30-100 tahun,” kata Alexander Radlherr dari Institusi Pusat Austria untuk Meteorologi dan Geodinamika.

Di Swedia, hujan salju juga dibarengi dengan angin kencang di sejumlah wilayah. Di satu area kecepatan angin bahkan dilaporkan mencapai 49,7 meter per detik saat Badai Jan menerjang Stekenjokk.


Kondisi di Jerman mencapai titik berbahaya dan disebut telah melumpuhkan aktivitas publik. Layanan kereta api dihentikan beroperasi dengan wilayah selatan dan timur sebagai wilayah yang terdampak paling buruk. Jalan raya juga terputus oleh tumpukan salju dan pohon yang tumbang.

Dua persimpangan jalan raya A8 ditutup dari selatan hingga timur. Para pengendara yang terjebak di jalan raya bermalam di dalam mobil di dekat Rosenheim. Palang Merah Bavaria dan lembaga pemerintah turun ke jalan untuk membantu mereka.

Jalan di area Berchtesgaden yang berbatasan dengan Austria ditutup karena terblokade. Pemerintah Jerman sedikitnya menerjunkan 200 tentara untuk membantu ratusan orang yang terjebak salju. 

Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1369816/41/diterjang-badai-salju-jerman-dan-swedia-lumpuh-1547262468






Rusia Bakal Tembak Jatuh Pesawat yang Melanggar Wilayah Udaranya



Rusia tengah mempersiapkan rancangan keputusan menembak jatuh pesawat yang dianggap sebagai ancaman negara. Foto/Ilustrasi/Istimewa



MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia ingin mengkonfirmasi otoritasnya untuk menembak jatuh pesawat yang melanggar wilayah udara negara itu dan menjadi ancaman atau kematian, termasuk pesawat yang dibajak.

Rancangan keputusan pemerintah yang disiapkan oleh militer Rusia akan mengubah aturan keterlibatan untuk pesawat yang melanggar perbatasan, yang terakhir ditinjau pada tahun 1994. Dokumen lama secara eksplisit melarang serangan terhadap sebuah pesawat, jika diketahui ada penumpang atau sandera di dalamnya.


Dokumen baru, yang melewati tahap feedback publik minggu ini, akan menghilangkan larangan dan memungkinkan menembak jatuh pesawat yang menimbulkan ancaman terhadap nyawa atau bencana lingkungan yang besar serta merampingkan prosedur untuk bagaimana penggunaan kekuatan mematikan tersebut dapat diperoleh dan diimplementasikan.

Namun, perubahan itu murni teknis karena militer Rusia telah diberi wewenang untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap pesawat sipil, yang diberikan di bawah undang-undang anti-terorisme saat ini. Dalam hal ini, Rusia tidak berbeda dengan banyak negara lain, yang belajar dengan sangat baik terhadap peristiwa bulan September 2001 di mana sebuah pesawat penumpang dapat berfungsi sebagai senjata paling mematikan jika diarahkan pada target bernilai tinggi. 

Keputusan pemerintah yang baru, diharapkan mulai berlaku pada bulan Februari, dimaksudkan untuk menghilangkan perbedaan antara bagian-bagian berbeda dari hukum Rusia seperti disitir dari RT, Sabtu (12/1/2019).

Rusia memiliki sejarah menyakitkan dengan pesawat sipil yang melanggar perbatasannya. Pada tahun 1983, sebuah pesawat penumpang Korea Airlines ditembak jatuh oleh militer setelah menyimpang ke wilayah udara Soviet karena kelalaian pilot. 


Komandan militer, yang mengizinkan penembakan, bertindak dengan anggapan bahwa pesawat itu adalah pesawat mata-mata Boeing RC-135 AS yang mengumpulkan data intelijen di pangkalan militer dan kru pesawat mengabaikan perintah serta tembakan peringatan dengan sengaja.

Insiden itu menjadi salah satu momen menentukan Perang Dingin, yang terjadi selama periode ketegangan yang meningkat antara kedua kubu ideologis. Insiden itu juga memiliki efek mengerikan pada militer Soviet, yang empat tahun kemudian berkontribusi pada keberhasilan prestasi pilot amatir Jerman Mathias Rust, yang menerbangkan pesawat kecilnya sampai ke Lapangan Merah dan mendaratkannya di salah satu jembatan Moskow, cukup banyak yang tidak tertandingi oleh pertahanan udara.


Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1369814/41/rusia-bakal-tembak-jatuh-pesawat-yang-melanggar-wilayah-udaranya-1547261781



Sudan Cari Solusi Terbaik Atasi Aksi Demo


Suasana tempat belajar mengaji bagi anak-anak di selatan Kota Darfur, Sudan.


CB, JAKARTA -- Pemerintah Sudan tetap berusaha mencari penyelesaian terbaik dan menjamin ketersediaan bahan-bahan pokok dan bahan bakar dengan membuka keran impor, walaupun didemo besar-besaran akhir-akhir ini. Kedutaan Besar Sudan di Jakarta menyebutkan beberapa negara seperti Turki, Rusia, Qatar dan Kuwait menyatakan dukungannya kepada kebijakan pemerintah tersebut.

Pemerintah Sudan bertekad untuk menyelesaikan masalah ini dan mencegah situasi semakin memburuk dan melakukan sejumlah langkah. Langkah itu di antaranya membuka keran impor, peluang investasi dan menghindari bentrokan antara aparat keamanan dan para demonstran agar tidak dituduh menghalangi kebebasan dan hak menyatakan pendapat seperti telah dijamin dalam konstitusi Sudan.

Duta Besar Republik Sudan untuk Indonesia Dr Elsiddieg Abdulaziz Abdalla menyinggung aksi-aksi protes yang terjadi di negaranya dan pemberitaan negatif di berbagai belahan dunia dalam wawancara dengan sejumlah wartawan di kantornya di Jakarta, Jumat, terkait dengan Hari Kemerdekaan ke-63 Republik Sudan yang jatuh pada 1 Januari 2019.

"Media Barat hanya fokus pada aksi-aksi protes atau kekerasan di negara-negara Afrika seperti Sudan atau Timur Tengah," kata Dubes Elsiddieg yang menyampaikan perkembangan domestik Sudan termasuk di dalamnya masalah pengungsi yang berjumlah 9 juta, hubungan bilateral Sudan-Indonesia, dan masalah kawasan dan dunia.

"Kekuatan-kekuatan eksternal berusaha ingin membuat Sudan tak stabil, tak aman dan pecah," kata dia, seraya menambahkan pemisahan Sudan Selatan dari Sudan merupakan langkah pertama mereka.

Aksi-aksi demonstrasi mewarnai Sudan beberapa pekan belakangan ini yang dipimpin oleh mahasiswa dan masyarakat di beberapa negara bagian sebagai imbas dari krisis dan kelangkaan barang pokok di pasaran, kenaikan harga dan lemahnya perputaran uang.

Aksi yang awalnya damai berubah menjadi rusuh. Beberapa kantor pemerintah dirusak dan dibakar, kendaraan dan aset-aset lainnya juga tak luput dari pengrusakan, bahkan kantor-kantor partai pemerintah (Partai Kongres Nasional) hancur dan korban tewas mencapai 19 orang dan dua di antaranya aparat keamanan.

Pihak oposisi Partai Komunis, Partai Kebangkitan (Baath), Partai Kongres Sudan, Partai Ummah Elsadeeg Elmahdi dan Partai Pembebasan memanfaatkan situasi ini.

Partai-partai tersebut menghasut dan memobilisasi massa lewat selebaran, orasi yang mengkritik pemerintah, dan menuntut Presiden Omar El Bashir mundur dan membentuk pemerintahan transisi.

Beberapa kelompok bersenjata Sudan di luar negeri mengarahkan para anggota dan pengikutnya ikut aksi protes. Kedutaaan besar Sudan di Paris, Perancis, Australia dan London, Inggris termasuk yang didemo.

Para pegiat di Washington AS menyerukan para senator dan anggota DPR untuk mendesak pemerintah Sudan agar berhenti menggunakan kekerasan. Amnesti Internasional menuntut diadakannya penyelidikan segera dan Kongres Rakyat Arab meminta pemerintah Sudan untuk tidak menggunakan kekerasan.

Sejumlah diplomat dari kedutaan Kenya, Ethiopia, Jibouti, Nigeria dan Mesir mengkritik aksi demonstrasi dan perusakan tersebut. Partai-partai politik pemerintah yang tergabung dalam koalisi rekonsiliasi nasional kemudian membuat aksi tandingan besar-besaran yang menekankan bahwa jutaan orang akan berada di belakang pemerintah dan ini merupakan pesan kuat kepada oposisi agar tidak main-main dengan pemerintah.

Republik Sudan yang berpenduduk sekitar 42 juta jiwa adalah negara yang terletak di timur laut benua Afrika. Sebelum referendum yang memisahkan Sudan menjadi dua bagian, Sudan merupakan negara terluas di Afrika dan di daerah Arab, serta terluas ke-10 di dunia. Kini negara ini berbatasan dengan Mesir, Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Afrika Tengah, Chad, dan Libya.

Credit Republika.co.id

https://m.republika.co.id/berita/internasional/afrika/19/01/12/pl71l8313-sudan-cari-solusi-terbaik-atasi-aksi-demo





Jepang Segera Beli Pulau Mageshima Rp 2,07 T untuk Militer AS


Pulau Mageshima terpilih oleh Jepang dan AS sebagai pangkalan latihan militer AS.

CBJakarta - Pemerintah Jepang dalam waktu dekat menandatangani kontrak pembelian  pulau Mageshima untuk digunakan sebagai pangkalan militer Amerika Serikat. Pulau ini nantinya akan dipakai sebagai tempat kapal induk dan pesawat tempur berlatih.

Pulau Mageshima berlokasi di prefektur Kagoshima di kota Nishinoomote, seperti dikutip dari Asia News Networking, Kamis, 10 Februari 2018


Pulau Mageshima terpilih berdasarkan hasil penilaian pemerintah Jepang dan Amerika Serikat pada tahun 2011. Keduanya masih menegosiasikan harga dengan pemilik pulau, satu perusahaan pengembang berkantor di Tokyo.



Harga pulau Mageshima diperkirakan mencapai 16 miliar yen atau setara dengan Rp 2,07 triliun. Pulau yang berjarak sekitar 12 kilometer arah barat pulau Tanegashima berukuran luas sekitar 4 kilometer persegi dan tidak ada penduduk di dalamnya.


Setelah dibeli, pemerinah berencana membangun fasilitas pasukan angkatan pertahanan diri di Mageshima. Bersamaan itu, militer Amerika Serikat akan menggunakan pulau itu.

Komite Konsultatif Jepang-Amerika Serikat yang juga dikenal dengan sebutan dua plus dua mengelurkan satu dokumen pada Juni 2011 yang menyatakan Mageshima sebagai kandidat tempat kapal induk dan pesawat tempur AS bermarkas.

Jepang dan Amerika juga secara resmi sepakat bahwa pulau Mageshima sebagai area resmi untuk transfer selama pelatihan dua plus dua, diperkirakan akan diadakan pada awal Juni mendatang.

Selain pulau Mageshima, pasukan militer Amerika Serikat juga membangun markasnya di Atsugi di prefektur Kanagawa, Jepang. Lalu Iwoto, juga menjadi area penempatan pesawat terbang Amerika Serikat.

Credit TEMPO.CO




https://dunia.tempo.co/read/1163952/jepang-segera-beli-pulau-mageshima-rp-207-t-untuk-militer-as






AS Dilaporkan Mulai Angkut Peralatan Militer dari Suriah


AS dilaporkan mulai menarik sejumlah peralatan militer dari Suriah. Foto/Ilustrasi/Istimewa



WASHINGTON - Gelombang pertama peralatan darat militer Amerika Serikat (AS) telah ditarik dari Suriah dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menandakan awal penarikan militer AS seperti yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

"Beberapa kargo sudah dipindahkan," kata pejabat yang mengetahui langsung operasi tersebut seperti dilansir dari CNN, Jumat (11/1/2019).



Karena masalah keamanan, pejabat itu tidak akan menjelaskan dengan tepat apa muatan kargo itu atau apakah sudah dipindahkan dengan pesawat terbang atau kendaraan darat. Pejabat itu juga tidak akan mengatakan berasal dari wilayah Suriah mana peralatan tersebut, meskipun secara luas diharapkan penarikan akan dimulai di Suriah utara.

Para pejabat sebelumnya mengatakan kepada CNN berharap untuk melihat diskusi tentang persentase peralatan yang ditarik sebagai cara memenuhi maksud Trump - meskipun diperkirakan tidak ada pasukan yang segera keluar dari Suriah. Para pejabat senior seperti Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional John Bolton telah menolak untuk menetapkan batas waktu kapan pasukan AS akan ditarik dari Suriah.

Departemen Pertahanan AS ingin menunjukkan kemajuan ke Trump, dan penarikan ini adalah cara untuk melakukannya. 

"Karena kepedulian terhadap keamanan operasional, kami tidak akan membahas pergerakan pasukan atau jadwal waktu tertentu, tetapi kami berharap untuk memberikan pembaruan berkala tentang kemajuan mengenai persentase peralatan yang dikeluarkan dari Suriah," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan pada awal pekan ini.


Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi penarikan, telah mengidentifikasi kapal, pesawat dan unit darat yang akan digunakan dalam operasi. Mereka akan memberikan informasi intelijen dan pengintaian saat penarikan terjadi, mengamankan pasukan dan kendaraan transportasi darat yang berat. Sebagian besar aset yang diperlukan sudah ada di wilayah tersebut.

Militer AS sedang melakukan penarikan di bawah perintah yang ditandatangani oleh mantan Menteri Pertahanan James Mattis tepat sebelum ia meninggalkan kantor 31 Desember lalu. Perencana militer masih bekerja dengan dasar bahwa semua pasukan akan ditarik dari Suriah. 

"Jika ada perubahan, seperti meninggalkan pasukan di Suriah timur dan selatan, Trump harus menyetujui rincian spesifik tersebut," kata pejabat tadi.


Credit Sindonews.com




https://international.sindonews.com/read/1369596/42/as-dilaporkan-mulai-angkut-peralatan-militer-dari-suriah-1547180715




Fenomena Aneh, Kelompok Serangga 'Menginvasi' Masjidilharam Makkah

Para petugas menangani serbuan serangga di kompleks Masjidilharam, Makkah, Arab Saudi. Foto/Twitter @albaid4



MAKKAH - Kelompok serangga dalam jumlah besar "menginvasi" kompleks Masjidilharam, salah satu situs tersuci umat Islam di Makkah, Arab Saudi. Tim khusus pekerja sanitasi dikerahkan untuk menangani fenomena aneh berupa serbuan belalang, jangkrik hitam dan kecoak tersebut.

Kejadian langka itu telah dikonfirmasi otoritas kota Makkah. Belum jelas apa penyebab serbuan kelompok serangga ke salah satu situs tujuan jamaah haji dan umrah umat Muslim tersebut.


"Kami telah memanfaatkan semua upaya yang tersedia untuk mempercepat pemberantasan serangga demi kepentingan keselamatan dan kenyamanan para tamu di rumah Tuhan," bunyi pernyataan otoritas kota Makkah, seperti dikutip dari Al-Araby, Jumat (11/1/2019).

Kejadian langka ini juga memicu tim khusus pekerja sanitasi melakukan fumigasi di seluruh kota Makkah. Para warga bingung melihat fenomena tersebut.

Pemerintah kota Makkah telah menunjuk hampir 130 orang untuk mengatasi masalah itu.

"Kami fokus pada bidang reproduksi dan pengembangbiakan serangga, selokan, dan sumber air terbuka di sekitar pekarangan Masjidilharam dan di semua toilet di pekarangan masjid," lanjut otoritas kota Makkah.

Media sosial Arab Saudi juga diramaikan posting foto dan video perihal kejadian itu. Tak hanya kompleks Majidilharam, sekolah dan rumah-rumah warga di sekitar situs suci juga jadi target "invasi" serangga.

"Pada Sabtu malam saya berdoa di Masjidilharam dan serangga ada di mana-mana, masjid memikat mereka, tidak hanya di halaman, tetapi bahkan di sekitar Kakbah," kata warga setempat, Abdulwhab Soror, 64, kepada The National.

"Saya telah tinggal di Makkah seumur hidup saya dan saya belum pernah menyaksikan sesuatu seperti ini sebelumnya," ujarnya.


Foto/Twitter @yasmena_arafat
Fenomena itu bahkan membingungkan para pakar margasatwa. Dr Jacky Judas, manajer dan penasihat ilmiah keanekaragaman hayati terestrial di WWF and Emirates Nature, mengatakan kejadian ini adalah yang pertama kali.

"Ini adalah pertama kalinya bagi saya untuk melihat spesies ini dalam jumlah besar. Saya tidak terkejut bahwa orang mengatakan hal yang sama," kata Dr Judas. 


"Saya belum pernah melihat spesies ini dalam jumlah besar ini," katanya lagi.

Dia mengatakan sumbernya bisa berupa beberapa bisnis di Semenanjung Arab yang membudidayakan jangkrik untuk memberi makan burung. Beberapa serangga bisa saja melarikan diri dan menyebar ke Makkah. 

Laporan lain dari situs reliefweb.int,mengatakan serbuan serangga itu kemungkinan akibat kondisi ekologis dari perkembangbiakan serangga di sepanjang pantai Laut Merah di Sudan dan Eritrea pada musim dingin selama Desember lalu.

Laporan itu menyatakan perkembangbiakan serangga di Mesir tenggara, di pantai Laut Merah di Arab Saudi dan Oman lebih kecil daripada yang mengganggu Sudan dan Eritrea. Serbuan serangga itu juga didukung oleh hujan lebat setelah Topan Luban, badai tropis yang sangat parah yang memengaruhi Yaman, Somalia dan Oman khususnya, pada Oktober 2018.

Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1369769/43/fenomena-aneh-kelompok-serangga-menginvasi-masjidilharam-makkah-1547222083



Ashrawi: "jalan apartheid" israel ancam keamanan dan perdamaian internasional


"Jalan Apartheid", yang memisahkan jalur mobil Palestina dengan Israel di Jerusalem. (Kantor Berita Palestina -WAFA)


Ramallah, Palestina, (CB) - Anggota Komite Pelaksana PLO Hanan Ashrawi, Jumat (11/1), mengutuk keras pembukaan "Jalan Apartheid" baru oleh Israel di Jerusalem dan daerah sekitarnya, sehingga memisahkan orang Palestina dan pemukim Yahudi dengan tembok setinggi delapan meter.

"Pembuatan jalan Apartheid bru menegaskan keinginan nyata Israel untuk menancapkan kuku rejim kolonial rasisnya dan memaksakan `Israel Raya` di semua wilayah Palestina, yang bersejarah," kata Ashrawi di dalam satu siaran pers.

Ashrawi menambahkan, "Dengan dukungan selimut pemerintah AS saat ini, termasuk pengesahan pelanggaran yang mengerikan oleh Israel dan penghinaan total terhadap hukum internasional serta konsensus global, Israel berhasil menghancurkan kesinambungan wilayah serta keutuhan wilayah Tepi Barat Sungai Jordan --termasuk Jerusalem Timur-- untuk meningkatkan permukiman kolonialnya dan memfasilitasi pembentukan Bantustan di seluruh wilayah Palestina, yang diduduki."

Pejabat PLO tersebut menyeru masyarakat internasional, termasuk Uni Eropa, "untuk menghadapi perwujudan mencolok rasisme kolonial ini dan meminta pertanggung-jawaban Israel atas tindakan sepihak tidak sahnya dan kejahatan perang dengan langkah nyata yang efektif, termasuk sanksi".


Ashrawi juga mencela serangan militer Israel setiap hari ke dalam jantung kota besar Palestina, termasuk Ramallah dan Al-Bireh, demikian laporan Kantor Berita Palesitna, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu. Ia menggambarkan perbuatan Isrel itu sebagai aksi teror membabi-buta terhadap penduduk sipil dengan tujuan memaksakan kendali mutlak Israel

Ashrawi juga mengutuk rencana Israel untuk merampas 1.200 dunum (satu dunum sama dengan 1.000 meter) lahan orang Palestina yang diduduki di Bethlehem untuk memperluas permukiman tidak saha Efrat dan Gush Etzion, termasuk tanah yang oleh UNESCO digambarkan sebagai warisan dunia yang terancam.

Wanita pejabat Palestina itu juga menggambarkan keputusan Kementerian Keuangan Israel untuk mengeluarkan izin bagi rencana permukiman terpisah yang akan merampas 139 dunum lahan orang Palestina di Desa Deir Dibwan.

Ashrawi menambahkan, "Kebungkaman dan ketulian organisasi internasional dan pemerintah di seluruh dunia terhadap tindakan Israel membuat berani penguasa pendudukan Israel untuk menghancurkan sisa peluang bagi perdamaian yang adil dan berdirinya Negara Palestina Merdeka dengan perbatasan 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya."

"Setiap hari, Israel kembali menegaskan statusnya sebagai negara merah yang bertindak dengan kekebalan terus-menerus. Israel mencemooh hukum internasional dan semua negara yang terus menutup mata atas pelanggarannya," kata Ashrawi.

Ashrawi menyimpulkan, "Sikap diam dan kebungkaman ini akan makin membuat Israel berani untuk meningkatkan aksi agresinya dengan kekebalan dan mengancam keamanan serta perdamaian internasional."

Credit AntaraNews



https://m.antaranews.com/berita/786536/ashrawi-jalan-apartheid-israel-ancam-keamanan-dan-perdamaian-internasional





Rusia Batalkan Kunjungan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh


Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Foto/Istimewa

MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov dan pejabat senior Hamas Moussa Abu Marzouk telah membahas perkembangan terbaru di Jalur Gaza selama percakapan telepon.

Moskow menyatakan keprihatinan mendalam setelah perselisihan yang berlangsung lama antara Hamas dan Otoritas Palestina tentang pembagian kekuasaan memburuk minggu ini ketika Otoritas Palestina menarik personelnya dari perbatasan Rafah Gaza yang berseberangan dengan Mesir. Mereka digantikan oleh karyawan Hamas.


Akibatnya, perjalanan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang direncanakan ke Moskow minggu depan dibatalkan.

"Pertemuan 15 Januari antara Ismail Haniyeh dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dibatalkan karena padatnya jadwal Lavrov," cuit Abu Marzouk seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Jumat (11/1/2019). 

Tidak ada tanggal baru diumumkan.

Kementerian Luar Negeri Rusia sendiri tidak membuat pengumuman resmi tentang pembatalan pertemuan tersebut.


Berita itu pertama kali muncul setelah kantor berita Interfax mengutip duta besar Otoritas Palestina untuk Rusia mengatakan bahwa Haniyeh tidak akan menuju ke Moskow pada Januari.

Namun, sumber diplomatik mengatakan kepada Asharq Al-Awsat, bahwa Rusia telah menyatakan frustrasi atas perkembangan terakhir di Gaza, yang melumpuhkan upayanya untuk mendorong rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas ke depan.

"Moskow memiliki harapan besar bahwa kunjungan Haniyeh akan memberikan dorongan tambahan bagi rekonsiliasi," kata sumber Rusia itu.

Credit Sindonews.com



https://international.sindonews.com/read/1369639/41/rusia-batalkan-kunjungan-pemimpin-hamas-ismail-haniyeh-1547193403