Upaya partai Republik membatalkan Obamacare gagal di Senat setelah sempat menuai protes (AFP Photo/Saul Loeb)
Jakarta, CB -- Kegagalan Presiden Donald
Trump mencabut Obamacare membuat marah sayap konservatif Partai Republik
dan meningkatkan ketegangan internal menjelang pemilihan umum Kongres
2018.
Para donor dan pegiat yang marah karena kegagalan
undang-undang layanan kesehatan di Senat mengatakan hal tersebut
memperkuat tekadnya untuk mendukung kandidat konservatif tahun depan,
bahkan jika itu berarti harus menggulingkan petahana dari Partai
Republik.
"Saya muak. Saya sangat frustrasi," kata Mica Mosbacher, pengumpul dana Partai Republik asal Houston yang dikutip Reuters,
Rabu (27/9). Dia juga mengaku "sangat kecewa pada Ted Cruz," senator
Republik asal Texas yang sempat mengancam akan menentang UU layanan
kesehatan terbaru karena ia ingin melihat perubahan.
Semasa kampanye 2016, Trump bersumpah akan menghapus Akta Layanan
Terjangkau 2010, capaian pendahulunya yang berasal dari Partai Demokrat,
Barack Obama. Sementara partai tersebut mengklaim telah memperluas
jangkauan asuransi kesehatan bagi jutaan orang lewat undang-undang yang
dikenal dengan Obamacare itu, Partai Republik justru melihatnya sebagai
pemborosan.
Undang-undang terbaru untuk membatalkan Obamacare
gagal pada Selasa waktu setempat setelah tiga senator Republik, termasuk
Susan Collins dan konservatif Rand Paul, mengatakan mereka tidak bisa
memberikan dukungan. Partai Republik menguasai kamar atas Kongres itu
dengan perbandingan tipis, 52-48.
Pada November 2018, seluruh 435
kursi Dewan Perwakilan dan 33 kursi di Senat akan diperebutkan dalam
pemilu. Di Senat, angka itu termasuk 23 jabatan yang kini dipegang
Demokrat dan delapan dari Republik.
Jika sejumlah besar anggota Republik terpaksa melawan anggota partai
sendiri dalam pemilu primer, Demokrat bakal mencari cara untuk
mengeksploitasi kelemahan para kandidat untuk bergulat merebut kuasa di
Dewan Perwakilan dan Senat dari lawannya.
Pergeseran pada kedua
kamar Kongres ke tangan Demokrat bakal membuat Trump semakin kesulitan
untuk meloloskan agenda reformasi pajak, memperkeras hukum imigrasi dan
mencabut Obamacare. Sejak Trump menjabat, Partai Republik sejauh ini
belum juga meloloskan legislasi yang signifikan bagi AS.
Bendera Palestina berkibar di samping bendera PBB (Reuters/Andrew Kelly)
Beijing (CB) - Interpol pada Rabu (27/9), menerima
Palestina sebagai negara anggota organisasi kepolisian internasional
tersebut meski mendapatkan penentangan keras dari Israel.
Hal
itu merupakan bagian dari upaya Palestina untuk menjadi anggota berbagai
organisasi internasional untuk diakui seluruh dunia sebagai negara.
Israel
secara konsisten menentang upaya tersebut dan berusaha keras melobi
agar Palestina gagal mewujudkan impian mereka. Rezim Zionis mengklaim
meraih kemenangan tahun lalu ketika Palestina gagal menjadi anggota
Interpol.
Pencalonan Palestina sebagai anggota disetujui bersama Kepulauan Solomon dalam konferensi tahunan Interpol di Beijing.
"Negara
anggota baru Negara Palestina dan Kepulauan Solomon menjadikan jumlah
anggota Interpol 192 negara," menurut keterangan Interpol di Twitter.
Palestina
memperoleh status negara pengamat di PBB pada 2012 dan sejak saat itu
bergabung dengan lebih dari 50 organisasi internasional dan konvensi,
menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Palestina.
Beberapa organisasi tersebut antara lain Mahkamah Pidana Internasional dan badan kebudayaan PBB UNESCO, demikian AFP.
Dokumen foto polisi penjaga perbatasan di kawasan Rakhine, Myanmar. (Reuters)
Yangon (CB) - Pemerintah Myanmar akan mengatur pembangunan
kembali desa-desa yang hancur selama kekerasan di negara bagian
Rakhine, kata seorang menteri, Rabu.
Hampir setengah juta warga Muslim Rohingya terpaksa mengungsi
karena kekerasan itu, yang dituding pemerintah dipicu oleh para
pemberontak Rohingya.
Rencana pembangunan kembali daerah-daerah yang hancur karena
terbakar itu tampaknya akan meningkatkan kekhawatiran soal masa depan
480.000 pengungsi dan menambah ketakutan atas praktik pembersihan etnis.
"Menurut undang-undang, tanah yang terbakar akan menjadi tanah yang
dikelola oleh pemerintah," kata Menteri Pembangunan Sosial, Bantuan dan
Pemukiman Kembali, Win Myat Aye, dalam suatu pertemuan di ibu kota
negara bagian Rakhine, Sittle, menurut laporan surat kabar Global New
Light of Myanmar.
Win Myat Aye juga mengepalai komite yang bertugas menerapkan
berbagai rekomendasi untuk mengatasi ketegangan Rakhine yang telah
sekian lama mendidih.
Dengan mengutip undang-undang pengelolaan bencana, Menteri Aye juga
mengatakan dalam pertemuan dengan pihak berwenang pada Selasa itu bahwa
pembangunan kembali akan menjadi langkah yang "sangat efektif".
Menurut UU, pemerintah mengawasi rekonstruski daerah-daerah yang rusak dalam bencana, termasuk karena konflik.
Tidak ada keterangan rinci soal rencana ataupun akses apa yang bisa
didapatkan oleh warga Rohingya ketika mereka kembali ke desa-desa
tempat mereka berasal.
Menteri Aye belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.
Berbagai kelompok pembela hak asasi manusia yang menggunakan
gambar-gambar satelit mengatakan bahwa sekitar setengah dari 400-an desa
di utara negara bagian Rakhine hangus terbakar dalam kekerasan.
Para pengungsi yang tiba di Bangladesh menuding tentara Myanmar dan
sejumlah warga Buddha, yang main hakim sendiri, meningkatkan kampanye
untuk melancarkan kekerasan serta pembakaran dengan tujuan untuk
mengusir warga Rohingya dari Myanmar.
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi terus menghadapi serangkaian
kritik pedas, juga desakan agar hadiah Nobel Perdamaian yang diterimanya
ditarik.
Suu Kyi pekan lalu mengeluarkan kecaman terhadap pelanggaran hak
dan ia bertekad bahwa para pelanggar akan diadili, demikian dikutip dari
Reuters.
Sebuah kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh, Selasa (19/9/2017). (REUTERS/Cathal McNaughton/cfo/17)
Jakarta (CB) - Organisasi kemanusiaan Indonesia, Aksi
Cepat Tanggap (ACT), menyampaikan rencana untuk memulai pembangunan
1.000 hunian sementara untuk pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh
pekan depan.
"Setelah mengirim bantuan pangan, kami akan meluncurkan 1.000 shelter, bukan plastik atau tenda, tetapi membangun rumah yang nyaman," kata Presiden ACT Ahyudin di Jakarta, Rabu.
Ahyudin mengatakan 1.000 hunian sementara tersebut akan dibagi dalam
10 blok pengungsian dengan masjid dan madrasah di masing-masing blok.
Sekitar 500 unit hunian sementara, menurut dia, akan diprioritaskan
untuk anak yatim dan piatu yang kehilangan orangtua saat berusaha
mengungsi ke Bangladesh.
Untuk membangun hunian sementara itu, Ahyudin mengatakan, ACT telah
menyiapkan dana Rp25 miliar sumbangan rakyat Indonesia untuk Rohingya.
Ahyudin menuturkan pembangunan hunian sementara akan dimulai Senin
pekan depan dan diperkirakan bisa selesai dalam tiga bulan.
ACT, ia menjelaskan, akan memanfaatkan tenaga lokal karena tidak
mungkin membawa tenaga dari Indonesia untuk mengerjakannya di
Bangladesh.
"Setelah pangan dialirkan, lalu perumahan, dilanjutkan dengan
pendidikan. Kami akan bikin madrasah dan membuat pasar agar tidak
selamanya bergantung pada bantuan," kata Ahyudin.
Pada Kamis (21/9), Indonesia telah mengirim 2.000 ton beras
menggunakan kapal kemanusiaan dari Terminal Petikemas Surabaya. Itu
merupakan bantuan kemanusiaan terbesar dari Indonesia untuk Rohingya.
Pengungsi
Rohingya baru menunggu memasuki kamp pengungsi sementara Kutupalang, di
Cox Bazar Bangladesh, Rabu (30/8/2017). (REUTERS/Mohammad Ponir
Hossain)
Cox's Bazar (CB) - Sekitar 480.000 muslim Rohingya sudah
melarikan diri ke Bangladesh sejak kekerasan pecah di Myanmar pada 25
Agustus menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (26/9),
bertambah dari sekitar 450.000 dalam dua hari.
Laporan
badan-badan PBB dan badan amal internasional menyebutkan perubahan
tersebut sebagian besar karena sekitar 35.000 warga Rohingya, yang
sebelumnya tidak dihitung, masuk ke dua kamp pengungsi.
Mereka
juga menyebutkan jumlah warga yang menyeberangi perbatasan mulai
bertambah lagi. PBB pada Sabtu memberikan data kedatangan 435.000 warga
Rohingya lebih.
Setelah melaporkan penurunan drastis kedatangan
pekan lalu, laporan baru itu menyatakan ratusan warga Rohingya
menyeberangi perbatasan setiap hari akhir-akhir ini.
Lahan seluas
delapan kilometer persegi di dekat kamp-kamp disiapkan untuk menampung
para pendatang baru tersebut, namun belum ada fasilitas yang dibangun.
Serangan
militan Rohingya di Rakhine State Myanmar pada 25 Agustus memicu
operasi militer balasan yang memaksa warganya menyeberangi perbatasan
untuk mengungsi ke Bangladesh.
Kamp-kamp dan tenda pengungsi di
sisi batas Bangladesh sudah menampung sekitar 300.000 warga Rohingya
sebelum kekerasan terakhir, dan sekarang kelebihan penghuni.
Mereka
yang berbondong-bondong menuju Bangladesh mengungkapkan tuduhan
pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran yang mereka saksikan di tempat
tinggal mereka di Myanmar yang mayoritas penduduknya Buddha, demikian
menurut warta kantor berita AFP.
New Delhi, India (CB) - Tentara India pada Rabu menyatakan
telah menewaskan beberapa gerilyawan dalam operasi besar di sepanjang
perbatasan dengan Myanmar.
Di dalam satu pernyataan, Komando Timur Angkatan Darat India
mengatakan operasi tersebut dilancarkan oleh selusin prajurit pada Rabu
dini hari. Pernyataan itu juga menjelaskan bahwa tentara tidak
menyeberangi perbatasan internasional, lapor Xinhua.
Operasi tersebut dilancarkan terhadap gerilyawan anggota
NSCN-Khaplang, cabang organisasi teror yang berusaha mendirikan negara
terpisah Nagaland di bagian timur-laut India.
"Serombongan prajurit Angkatan Darat India saat beroperasi di
sepanjang perbatasan India-Myanmar ditembaki oleh gerilyawan yang tak
dikenal. Tentara kami bereaksi dengan cepat dan melancarkan tembakan
sengit balasan terhadap gerilyawan," kata pernyataan tersebut,
sebagaimana dikutip Xinhua.
Tak ada korban jiwa di pihak India, kata Angkatan Darat.
Operasi itu dilancarkan dua tahun setelah Angkatan Darat India
melancarkan operasi besar serupa di perbatasan dengan Myanmar dan
menghancurkan beberapa kamp teror yang dioperasikan oleh anggota Naga
setelah tewasnya 20 prajurit dalam satu penyergapan di Negara Bagian
Manipur.
Presiden Pemerintah Regional Kurdi Irak Masoud Barzani. (ANTARA FOTO/REUTERS/Azad Lashkari)
Baghdad/Erbil (CB) - Pemimpin Kurdi Irak Masoud Barzani
mengatakan pada Selasa waktu setempat bahwa warga Kurdi memilih "ya"
dalam referendum kemerdekaan meski mendapat tentangan dari pemerintah di
Baghdad serta memicu kemarahan negara tetangga dan sekutu mereka
Amerika Serikat.
Suku Kurdi, yang memerintah wilayah otonomi di Irak sejak serbuan
pimpinan Amerika Serikat pada 2003, yang menggulingkan Saddam Hussein,
menggelar referendum pada Senin dalam langkah bersejarah dalam upaya
lama bergenerasi-generasi untuk membentuk negara sendiri.
Irak menganggap pemungutan suara itu melanggar hukum, terutama
karena diadakan tidak hanya di wilayah Kurdi, namun juga di wilayah
sengketa yang dikendalikan Kurdi di daerah lain di Irak utara.
Amerika
Serikat, negara besar Eropa dan tetangganya, Turki dan Iran, sangat
menentang keputusan untuk menggelar referendum itu, yang mereka anggap
merusak keseimbangan kawasan karena pada saat bersamaan semua pihak
masih berusaha melawan ISIS.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Barzani mengatakan bahwa suara
"ya" telah memenangkan referendum dan dia meminta pemerintah pusat Irak
di Baghdad terlibat dalam "pembicaraan serius" dan bukannya mengancam
Pemerintah Daerah Kurdi dengan penjatuhan sanksi.
Pemerintah Irak sebelumnya menolak melakukan pembicaraan mengenai
kemerdekaan Kurdi dan Turki mengancam akan memberlakukan blokade.
"Kami
mungkin akan menghadapi kesulitan namun kami akan bisa mengatasinya,"
kata Barzani, menyerukan kekuatan dunia untuk "menghormati kehendak
jutaan warga Kurdi yang telah memberikan suara" dalam referendum.
Sebelumnya, saluran Televisi Kurdi, Rudaw TV, mengatakan bahwa suara
kebanyakan, kemungkinan lebih dari 90 persen, telah memilih "ya". Hasil
akhir diperkirakan sudah dapat dipastikan pada Rabu waktu setempat.
Perayaan
berlanjut hingga dini hari pada Selasa di Erbil, ibu kota wilayah
Kurdi, yang disemarakkan oleh kembang api dan dihiasi dengan kibaran
bendera merah-putih-hijau milik Kurdi.
Di negara tetangganya,
Iran, ribuan warga Kurdi bergerak untuk mendukung referendum, tentangan
ditunjukkan oleh Teheran dengan mengerahkan jet tempur yang terbang di
daerah mereka.
Referendum telah memicu kekhawatiran akan timbulnya kemelut baru di kawasan.
Turki, yang telah memerangi pemberontakan Kurdi di dalam wilayah
perbatasannya selama beberapa dasawarsa, mengulangi ancaman ekonominya
dan pembalasan aksi militer.
Barzani, yang merupakan presiden Pemerintahan Regional Kurdi,
mengatakan bahwa hasil pemungutan suara tidak mengikat, namun
dimaksudkan untuk memberikan mandat untuk perundingan perdamaian
mengenai kemerdekaan Kurdi dengan Baghdad dan negara tetangga lain.
Warga
mengikuti sebuah unjuk rasa mendukung referendum kemerdekaan Kurdi Irak
di depan Palais des Nations di Jenewa, Swiss, Minggu (10/9/2017).
(REUTERS/Pierre Albouy)
Kairo, Mesir (CB) - Mesir pada Selasa (26/9) menyampaikan
keprihatinan yang mendalam mengenai konsekuensi negatif yang mungkin
muncul setelah referendum kemerdekaan Kurdistan Irak, demikian laporan
kantor berita resmi Mesir, MENA.
Mesir mendesak semua pihak terkait di Irak agar menahan diri dan
tidak melakukan tindakan sepihak yang bisa menambah rumit situasi,
merusak kestabilan Irak, dan memelihara ketegangan di wilayah tersebut,
kata Kementerian Luar Negeri Mesir di dalam satu pernyataan, sebagaimana
dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.
Mesir menyoroti pentingnya semua pihak yang terlibat dalam dialog
konstruktif untuk mencapai penyelesaian yang menyeluruh dan memuaskan
semua pihak selama menunggu penyelesaian masalah antara Baghdad dan
Erbil, Ibu Kota Wilayah Semi-Otonomi Kurdistan (KRG) di Irak Utara.
Pernyataan itu juga menyampaikan dukungan Mesir bagi keutuhan wilayah dan pemeliharaan persatuan Irak.
Suku Kurdi Irak pada Senin (25/9) mengadakan referendum mengenai
pemisahan diri Wilayah Kurdistan dari Irak, kendati ada tekanan dan
penentangan kuat dari Pemerintah Sentral Irak dan beberapa negara
tetangga utama Irak termasuk Turki dan Iran.
Hasil awal pemungutan suara memperlihatkan sedikitnya 93 persen
orang Kurdi Irak memberi suara "Ya" dalam referendum kemerdekaan Wilayah
Kurdistan dari Irak.
Turki, Iran serta Suriah khawatir kemerdekaan Kurdistan Irak akan
mengancam keutuhan wilayah mereka sendiri dengan mengilhami banyak orang
Kurdi di dalam negeri mereka untuk mengikuti tindakan itu.
CB – Gunung Agung masih berstatus awas
sampai Selasa petang, 26 September 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi Kementerian ESDM dan badan penanggulangan bencana
menegaskan tidak bisa memprediksi kapan gunung tertinggi itu meletus.
Gunung Agung telah berstatus Awas sejak Jumat 22 September 2017.
Peningkatan
aktivitas Gunung Agung mengundang perhatian dari ilmuwan geologi,
Richard Arculus. Profesor emeritus Universitas Nasional Australia itu
memperkirakan saat nanti Gunung Agung meletus, maka akan berdampak
penurunan suhu.
Perkiraan Arculus itu didasarkan dari letusan Gunung Agung pada 1963. Dikutip dari Abc News, Selasa
26 September 2017, dia mengatakan saat erupsi 54 tahun lalu, Gunung
Agung memuntahkan abu dan belerang dioksida dalam jumlah besar ke
atmosfer.
Belerang sulfur kemudian bereaksi dengan uap air di
udara dan kemudian membentuk tetesan asam sulfat. Tak main-main, kala
itu diprediksi sekitar 10 juta ton tetesan asam sulfat terakumulasi di
stratosfer, lapisan atas troposfer. Selanjutnya akumulasi itu membentuk
kabut asap.
Arculus menjelaskan, kabut asap kemudian beraksi
sebagai penghalang dan mengurangi jumlah sinar ultraviolet ke permukaan
bumi. Kondisi ini mengakibatkan efek pendinginan bumi.
Dia
mengatakan, pada letusan 1963 memang berdampak pada penurunan suhu
atmosfer global, turun sekitar 0,1 sampai 0,4 derajat celsius. Menurut
Arculus, kabut asam sulfat bisa bertahan di atmosfer atas bumi dalam
waktu beberapa tahun dan akhirnya jatuh ke bumi.
"Tetesan itu cukup kecil sehingga mereka bisa tinggal di sana sementara waktu tapi akhirnya mereka jatuh dalam hujan," ujarnya.
Dia
menjelaskan, jika nantinya terjadi penurunan suhu satu digit celsius,
maka pendinginan bumi itu tak banyak menolong dalam pemanasan global
saat ini.
Arculus mengatakan, pendinginan bumi yang terjadi
dampak letusan Gunung Agung tak akan begitu terasa oleh warga, sebab
berlangsung tidak lama.
"[Perubahan suhu] tidak berlangsung cukup
lama untuk kita perhatikan. Ini lebih mungkin menjadi efek instrumental
yang disadari ilmuwan," kata Arculus.
Dalam catatan sejarah, sejumlah dampak vulkanik menyebabkan perubahan iklim.
Letusan
Gunung Tambora, Sumbawa Nusa Tenggara Barat pada 1815 berdampak pada
suhu global secara luas. Arculus mengatakan, setelah Gunung Tambora
meletus, kawasan Eropa Utara dan Amerika timur laut mengalami apa yang
disebut 'Tahun tanpa musim panas’.
"Letusan Tambora menyebabkan
penurunan suhu yang cukup besar sehingga terjadi embun beku di wilayah
New England, Amerika Serikat pada Agustus, yang sebelumnya tak pernah
terjadi," jelasnya.
Dampak letusan Gunung Tambora juga
menyebabkan gagal panen yang meluas. Suhu global yang terpengaruh
letusan membuat orang yang bercocok tanam dan beternak mengalami
kesusahan.
CB – Dampak erupsi Gunung Agung pada 1963
menarik perhatian para peneliti. Gunung tertinggi di Bali yang meletus
terakhir kali pada 17 Maret 1963 itu dampaknya sampai ke belahan dunia
lain.
Warga di Amerika Serikat tidak bisa melihat penampakan
Gerhana Bulan pada Desember 1963, sembilan bulan usai letusan. Hal ini
lantaran letusan Gunung Agung membawa material partikel vulkanik ke
atmosfer dan bertahan dalam waktu lama. Dalam waktu lama partikel
tersebut makin bergerak ke atmosfer lapisan atas dan membuat penampakan
gerhana menjadi berbeda.
Selain berdampak menghilangnya Gerhana Bulan, dampak letusan itu juga
menarik studi dampak pendinginan bumi dari James Hansen, peneliti studi
ruang angkasa di Goddard Institute Badan Amerika Serikat. Hansen
merupakan salah satu saksi yang tak bisa melihat penampakan Gerhana
Bulan pada Desember 1963. Pada 1967 dia sudah menjadi karyawan NASA.
Dikutip
dari situs NASA, Senin 25 September 2017, pada periode 1960-an, terjadi
“pertarungan” wacana. Beberapa ilmuwan menduga bumi sedang memasuki
pendinginan global, sedangkan sebagian ilmuwan lain meyakini bumi
mengalami pemanasan global.
Untuk wacana pendinginan bumi,
berdasar dari teori perubahan suhu bumi yang dilontarkan matematikawan
Serbia, Milutin Milankovitch, yang menjelaskan bumi seharusnya memasuki
siklus zaman es, pendinginan.
Ide Milankovitch kala itu, mendapat
dukungan dari data yang dimiliki Murray Mitchell, peneliti dari Badan
Klimatologi dan Cuaca AS (NOAA), yang punya kumpulan data suhu
terlengkap. Tapi data tersebut hanya mencakup belahan bumi utara.
Data
Mitchell saat itu menunjukkan, suhu permukaan bumi mengalami periode
pendinginan sekitar 0,3 derajat celsius pada periode 1940 sampai 1970.
Sedangkan
perkiraan pemanasan global dilontarkan ahli iklim Uni Soviet, Mikhail
Budyko, dengan mengamati tren pendinginan bumi selama tiga periode. Tapi
selain itu, pada 1967, Budyko memperkirakan pendinginan akan beralih ke
pemanasan, salah satu penyebabnya karena emisi karbon dioksida dari
manusia.
Ilmuwan lain yang seide dengan bumi bakal mengalami
pemanasan global kala itu yaitu Veerabhadran Ramanathan.
Dalam makalahnya 1975, Ramanathan menuturkan Klorofluorokarbon (CFC)
adalah gas rumah kaca yang berbahaya, dan bisa menambah bumi makin
panas. CFC merupakan senyawa organik yang hanya mengandung karbon,
klorin, dan fluorin, yang diproduksi sebagai derivat volatil dari
metana, etana, dan propana.
Gagasan pendinginan dan pemanasan bumi itu menarik perhatian Hansen.
"Sudah diketahui lebih dari seabad peningkatan karbon dioksida bisa berdampak pada suhu global," kata Hansen.
Simulasi Efek Letusan
Didorong penasaran, Hansen bersama koleganya di NASA, Andy Lacis
mengembangkan model iklim sederhana untuk menyimulasikan perubahan
atmosfer menyebabkan suhu rata-rata bumi berubah dari waktu ke waktu.
Mereka memasukkan data berdasarkan rumus persamaan fisika tentang iklim
yang telah dikembangkan Hansen selama satu dekade terakhir.
Dalam rumusan baru, Hansen dan Lacis mengubah input datanya dengan
menyimulasikan pengaruh kumulatif semua gas rumah kaca buatan manusia
kecuali karbon dioksida. Input yang dimasukkan yaitu CFC,metana,
dinitrogen oksida dan ozon. Hasilnya mengejutkan, keduanya menemukan
efek pemanadan dari semua elemen yang digabungkan itu sebanding dengan
efek pemanasan karbon dioksida saja.
Model tersebut kemudian dipakai untuk mensimulasikan dampak letusan
Gunung Agung, 15 tahun setelah peristiwa itu terjadi. Maka Hansen
kemudian mengkalkulasi efek pendinginan Gunung Agung terhadap suhu
global.
Hansen dan Lacis kemudian menambahkan data cuaca global nyata dari peneliti Pusat Penelitian Atmosfer Nasional, Roy Jenne.
Pada pertengahan 1970-an, Hansen meminta mahasiswanya Jeremy Barberra
untuk mengolah data dari Jenne. Kolaborasi Hansen dan Barberra
menghasilkan perubahan rata-rata suhu.
Kemudian dalam analisisnya pada 1981, dalam jurnal Science,
tim Hansen melaporkan secara keseluruhan, suhu rata-rata bumi naik
sekitar 0,4 derajat celsius pada periode 1880 sampai 1978. Sedangkan
pada periode itu, antara 1940-1970, ada pendinginan global sekitar 0,1
derajat celsius.
Selain itu, tim Hansen menemukan tren pendinginan bumi beralih ke
tren pemanasan pada 1970. Tim tersebut mencatat, tren pemanasan yang
diamati dalam data dunia nyata ternyata konsisten dengan hasil model
iklim global yang ia kembangkan.
Hasilnya disimpulkan model iklim meski sederhana tapi secara akurat
mencerminkan penurunan suhu tropis dampak letusan Gunung Agung.
Pada grafis yang disampaikan, tim Hansen menunjukkan prediksi model
iklim menunjukkan pendinginan bumi terjadi sejak letusan Gunung Agung
sampai setidaknya 1966 dan pemanasan bumi terjadi setelahnya. Sedangkan
pada data pengamatan yang nyata, menunjukkan tren yang sama. Terjadi
pendinginan bumi setelah letusan Gunung Agung 1963.
Lokasi guncangan 6,5 SR yang diduga bom hidrogen Korea Utara
CB – Uji coba bom nuklir yang diklaim Korea
Utara sebagai bom hidrogen yang kekuatannya melebihi bom atom di
Hirosima dan Nagasaki Jepang pada Perang Dunia II, ternyata berdampak ke
Indonesia.
Deputi Perizinan dan Inspeksi Badan Pengawas Tenaga
Nuklir Khoirul Huda mengatakan, dari alat deteksi gempa yang dimiliki
oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, membenarkan bahwa uji
coba tersebut getarannya sampai di Indonesia.
"Kita dapat laporan bahwa getaran bukan dari gempa bumi. Tapi titik
pusatnya dari wilayah Korea Utara," kata dia, di sela-sela acara wisuda
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Batan, Yogyakarta, Rabu 27 September
2017.
Namun sayang, Khoirul enggan menyebut berapa kekuatan daya
getarnya. Kendati demikian, radiasi nuklirnya tidak bisa diketahui
sehingga dalam waktu dekat ini Bapeten akan membangun stasiun pemantau
radioatif.
"Supaya bisa memantau langsung radiasi nuklir yang
terpapar di udara jika ada uji coba senjata pemusnah massal. Kami
memandang penting keberadaan stasiun ini," paparnya.
Seperti diketahui, tidak semua negara bisa mengembangkan bom hidrogen seperti yang diklaim oleh Korea Utara.
Hal itu dikarenakan bom hidrogen merupakan versi yang lebih maju dari bom atom dan tingkat kesulitannya sangat tinggi.
CB – Badan Tenaga Nuklir Nasional atau Batan
menegaskan bahwa tidak ada laporan mengenai ilmuwan asal Indonesia
bergabung dalam proyek senjata nuklir Korea Utara.
Kepala Batan,
Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan, lembaganya tetap memantau adanya
informasi tersebut serta memberikan perhatian khusus terkait uji coba
bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara beberapa waktu lalu.
"Sampai sekarang belum ada laporan, dan saya berharap jangan sampai
ada (ilmuwan nuklir Indonesia bergabung di Korut)," kata pria lulusan
Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu, 27 September
2017.
Djarot pun sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri
Retno LP Marsudi dalam menyikapi tindakan nekad negeri paling tertutup
di dunia tersebut.
"Apa yang dilakukan (Korut) itu (uji coba bom
hidrogen) adalah tindakan ‘gila’. Kita juga sudah menyatakan pendapat
resmi atas apa yang sudah dilakukan Korut," dia menegaskan.
Bom
hidrogen merupakan versi yang lebih maju dari bom atom dan tingkat
kesulitannya sangat tinggi. Selain itu, bom hidrogen memiliki perbedaan
secara kimia.
Bom ini berbeda dengan bom eksplosif yang digunakan
teroris internasional yang kerap digunakan di Indonesia atau negara
lain. Dampak dari ledakan bom hidrogen pun ribuan kali lebih dahsyat
ketimbang bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, saat Perang Dunia
II.
CB – "Amerika Serikat telah menghina
Korea Utara. Pemimpin Agung (Kim Jong-un) sedang mempertimbangkan
mengujicoba bom hidrogen di Samudera Pasifik. Ini bisa jadi ledakan yang
paling kuat di Pasifik.”
Itulah pernyataan resmi Menteri
Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong-ho, dalam Sidang Tahunan Perserikatan
Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.
Pernyataan Ri ini sebagai tanggapan atas ancaman Presiden AS Donald
John Trump untuk menghancurkan Korea Utara secara total dan menyebut
Jong-un sebagai 'Manusia Rudal'.
Andaikata Korea Utara benar-benar meledakkan bom hidrogen di Samudera Pasifik, apa yang akan terjadi?
Profesor
Matematika Terapan dari NYU, Oliver Bühler, mengatakan, ledakan di
bawah air atau ledakan di atas tanah akibat uji coba bom hidrogen akan
menciptakan ombak dan getaran.
"Keduanya sangat kuat.
Pascaledakan, ombak atau getaran memancar keluar dan membawa energi ke
atmosfer sebesar 140 kiloton. Ini lebih tinggi dari bom yang dijatuhkan
di Hiroshima dan Nagasaki, yang masing-masing membawa 15 dan 21 kiloton
energi," kata Bühler, seperti dikutip Motherboard, Rabu, 27 September 2017.
Kendati
demikian, Bühler memastikan ombak tidak akan menyebabkan tsunami.
Sebab, usai ledakan ombak akan cepat memecah atau menyebar.
Akan
tetapi, partikel radioaktif akan semakin berisiko ketika berada di dekat
tanah atau air. Ledakan nuklir dapat menyedot kotoran, puing, air, dan
bahan lainnya serta menciptakan dampak radioaktif yang lebih luas.
Material
ini kemudian naik hingga atmosfer dan akan menyebar sejauh ratusan
kilometer. Ia juga meyakini bahwa dampak terbesar dari uji coba nuklir
bagi manusia adalah psikologis.
"Ketika Anda 'melempar' radiasi ke
mana saja, maka orang-orang segera mengubah kebiasaan hidup mereka,"
paparnya. Mulai dari tidak memakan makanan dari laut seperti ikan atau
bertamasya ke pantai sembari berenang.
"Hal-hal ini mungkin tidak
didukung oleh sains, tapi jelas menimbulkan kepanikan. Apalagi
kejadiannya berada di wilayah penduduk padat," tutur dia.
Intinya,
Bühler bersama sejumlah ilmuwan, menekankan betapa sulitnya memprediksi
konsekuensi jangka panjang dari hasil pengujian detonasi nuklir.
Meski
hingga kini belum terungkap di mana lokasi sesungguhnya uji coba
tersebut, pernyataan Ri memberi kesan bahwa Pyongyang tengah menyiapkan
ledakan yang melampaui uji coba yang pernah dilakukan oleh AS.
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis (REUTERS/Adnan Abidi)
Kabul - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis
melakukan kunjungan mendadak ke Kabul, Afghanistan. Sedikitnya enam
roket mendarat di dekat Bandara Internasional Kabul setelah pesawat yang
membawa Mattis mendarat.
Dituturkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish, kepada AFP,
Rabu (27/9/2017), sejumlah roket diluncurkan dan jatuh di dekat bagian
militer di kompleks Bandara Kabul pada Rabu (27/9) waktu setempat.
Danish menyatakan, tidak ada korban jiwa akibat roket itu.
Kepolisian
setempat telah mengisolasi lokasi tersebut. Penyelidikan tengah
dilakukan untuk mencari tahu lokasi persis asal roket diluncurkan. Tidak
ada penerbangan yang dibatalkan atau ditunda akibat serangan roket ini.
Situasi dekat Bandara Kabul usai serangan roket Foto: REUTERS/Mohammad Ismail
Secara terpisah, kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket itu. Melalui sayap media mereka, AMAQ, seperti dilansir Reuters, ISIS menyebut 'sejumlah penyusup' menggunakan beberapa roket SPG-9 dan mortir dalam serangan itu.
Serangan
roket ini terjadi beberapa jam setelah Mattis tiba di Kabul. Mattis
dilaporkan tidak berada di bandara saat serangan roket terjadi. Mattis
menjadi anggota kabinet pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang
mengunjungi Afghanistan.
Kunjungan mendadak Mattis di Kabul ini
dilakukan setelah Trump mengumumkan strategi baru untuk Afghanistan.
Trump berjanji meningkatkan operasi militer terhadap Taliban di
Afghanistan.
Situasi dekat Bandara Kabul usai serangan roket Foto: REUTERS/Mohammad Ismail
Mattis
mengatakan AS akan mengirimkan 3 ribu tentara tambahan ke Afghanistan,
untuk membantu melatihkan tentara Afghanistan yang bertempur melawan
Taliban dan kelompok militan lainnya. Diketahui saat ini ada 8.400
tentara AS di Afghanistan, yang kebanyakan menjadi penasihat militer
bagi pasukan bersenjata negara tersebut.
Bangkok - Mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, dijatuhi vonis 5 tahun penjara secara in-absentia dalam kasus subsidi beras. Yingluck melarikan diri ke luar negeri sejak 25 Agustus lalu.
Seperti dilansir Reuters dan AFP,
Rabu (27/9/2017), pembacaan putusan untuk kasus subsidi beras yang
menjerat Yingluck seharusnya digelar pada 25 Agustus, namun adik mantan
Perdana Menteri Thaksin Shinawatra itu tidak hadir.
Ketidakhadiran
Yingluck saat itu mengejutkan ratusan pendukungnya yang telah menunggu
di pengadilan. Sejumlah ajudan menyebut Yingluck kabur keluar dari
Thailand karena khawatir dijatuhi vonis berat.
Sidang pembacaan putusan akhirnya digelar oleh Mahkamah Agung Thailand pada Rabu (27/9) secara in-absentia,
atau tanpa dihadiri terdakwa. Dalam putusan pengadilan, Yingluck
dinyatakan bersalah atas dakwaan melakukan kelalaian dalam pelaksanaan
kebijakan subsidi beras yang gagal.
"Pengadilan menyatakan
terdakwa bersalah atas dakwaan yang dijeratkan... pengadilan menjatuhkan
vonis 5 tahun terhadapnya dan pengadilan juga sepakat secara bulat
bahwa vonis itu tidak ditunda pelaksanaannya," tegas hakim yang
membacakan putusan pengadilan.
Keberadaan Yingluck masih belum diketahui pasti. Bulan lalu, Reuters melaporkan Yingluck berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Sang kakak, Thaksin, dilaporkan memiliki rumah di Dubai.
Yingluck
menjabat PM Thailand setelah memenangkan pemilu tahun 2011. Dia
memperkenalkan kebijakan subsidi beras yang populer di kalangan petani,
namun disebut memicu kerugian negara hingga miliaran dolar Amerika.
Pemerintahan Yingluck dikudeta oleh militer Thailand tahun 2014.
Berdasarkan jumlah penduduk, Korea Utara berada di peringkat ke-52 namun memiliki kekuatan militer keempat terbesar di dunia.
Di tengah retorika
saling ancam antara Korea Utara dan Amerika Serikat, tidak jelas
bagaimana pendapat warga Korea Utara atas perang kata-kata itu karena
rezim Kim Jong-un mencengkeram kehidupan warga, antara lain dengan
menutup akses untuk informasi dari luar.
Negara itu terisolasi
dan sekaligus tertinggal di Abad ke-21 ini. Tak mudah mendapatkan
data-data dari Korea Utara dan sering kali hanya berupa perkiraan untuk
mencerminkan kehidupan di sana.
BBC menurunkan sembilan informasi grafis untuk membandingkan kondisi di Korea Utara dan Selatan.
Kim Il-sung mendirikan Korea Utara pada tahun 1948
dan dinasti keluarganya kemudian memerintah dengan peralihan kekuasaan
dari ayah ke anak laki-laki.
Dalam periode yang sama, Korea
Selatan sudah menjalani revolusi, beberapa kudeta, maupun pemilihan
umum. Total 12 presiden sudah memimpin Korea Selatan dalam 19 periode
pemerintahan.
Tiga juta telepon genggam mungkin banyak namun di
sebuah negara dengan 25 juta jiwa, artinya hanya sekitar satu telepon
genggam untuk setiap 10 orang di Korea Utara. Sebagian pemilik telepon
genggam kemungkinan berada di ibu kota Pyongyang.
Sementara di
Korea Selatan dengan penduduk 51 juta jiwa, malah lebih banyak pelanggan
telepon genggam daripada jumlah total penduduk.
Pasar perusahaan
jasa telepon genggam Koryolink berkembang di Korea Utara walau amat
terbatas. Perusahaan itu didirikan berdasarkan kemitraan dengan
perusahaan telekomunikasi asal Mesir, Orascom.
Koryolink sempat menjadi satu-satunya operator, namun belakangan Korea Utara mendirikan satu perusahaan lain, Byol.
Selain
terbatasnya telepon genggam, sebagian besar warga Korea Utara hanya
boleh menggunakan layanan internet negara, yang diawasi dengan ketat.
Mungkin terdengar sebagai mitos, namun beberapa
penelitian memperlihatkan bahwa secara rata-rata pria Korea Utara lebih
pendek dibandingkan pria Korea Selatan.
Profesor Daniel
Schwekendiek dari Universitas Sungkyunkwan di Seoul meneliti tinggi para
pengungsi Korea Utara yang menerobos ke Korea Selatan dan menemukan
perbedaan sekitar 3cm hingga 8cm.
Schwekendiek menyatakan bahwa
perbedaan tinggi itu tidak bisa dikaitkan dengan faktor genetika karena
kedua warga berasal dari 'keluarga yang sama'.
Dia juga menolak pandangan bahwa para pengungsi kecenderungannya lebih miskin sehingga lebih pendek.
Diperkirakan kekurangan pangan menjadi penyebab utama kenapa orang di Korea Utara lebih pendek dibanding orang Korea Selatan.
Gambar-gambar dari ibu kota Korea Utara, Pyongyang,
sering kali menghadirkan jalan yang lebar, licin, dan lenggang namun di
luar ibu kota situasinya berbeda.
Korea Utara memiliki jalan
sepanjang 25.554km berdasarkan data pada tahun 2006 namun hanya sekitar
3% yang beraspal atau hanya 724km.
Diperkirakan hanya 11 dari
1.000 orang Korea Utara yang memiliki mobil, yang artinya adalah antrean
panjang di halte bus bagi orang yang ingin bepergian.
Korea Utara mengandalkan batubara untuk menopang
perekonomiannya namun sulit menghitung nilainya secara akurat karena
data berasal dari negara-negara penerima batubara tersebut.
Sebagian
besar batubara asal Korea Utara diekspor ke Cina, yang sudah
memperlakukan larangan impor mulai Februari 2017. Namun beberapa
pengamat meragukan pelaksanaan larangan impor itu di lapangan.
"Ada
beberapa orang yang menelusuri jalur kapal dan melihat kapal-kapal
Korea Utara merapat di beberapa pelabuhan batubara di Cina setelah
larangan diterapkan. Saya yakin Cina mengurangi impor batubara namun
tidak menghentikan sama sekali," kata Kent Boydston, peneliti di
Peterson Institute for International Economics.
Hingga tahun 1973, Korea Utara dan Selatan amat seimbang jika dilihat dari perekonomian.
Namun
setelah itu, Korea Selatan meroket menjadi salah satu negara produsen
penting di dunia, dengan perusahaan seperti Samsung dan Hyundai menjadi
merek global.
Sementara Korut tampaknya mandek pada tahun 1980-an dengan sistem perekonomian terpusat yang kaku.
Walau merupakan negara yang berada di peringkat
ke-52 dari jumlah penduduk, Korea utara memiliki kekuatan militer
keempat terbesar di dunia.
Anggaran militer diperkirakan mencapai
25% dari GDP dan hampir setiap warga Korea Utara mengikuti latihan
milter dalam berbagai bentuk.
Serangkaian bencana kelaparan pada akhir 1990-an menyebabkan turunnya
tingkat harapan hidup di Korea Utara, namun sebenarnya tanpa bencana
itupun, usia rata-rata warga Korea Utara lebih singkat hampir 12 tahun.
Kekurangan pangan yang berkelanjutan merupakan salah satu faktor yang membuat tingkat harapan hidup di Korea Utara lebih rendah.
Tahun 2017, tingkat kelahiran di Korea Seatan mencapai yang terendah
walau selama satu dekade berupaya untuk mendongkrak tingkat kelahiran.
Pemerintah
Seoul sudah menyalurkan anggaran sebesar US$70 miliar atau sekitar
Rp936 triliun untuk bonus bagi kelahiran bayi, perpanjangan cuti
kelahiran, dan layanan kesehatan bagi kesuburan.
Drone untuk layanan taksi terbang terlihat di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin 25 September 2017. Kredit: Reuters
CB, Jakarta - Dubai melakukan uji terbang drone
pada hari Senin, 25 September 2017, untuk layanan taksi terbang tak
berawak pertama di dunia. Ini merupakan sebuah rencana ambisius kota Uni
Emirat Arab untuk memimpin dunia Arab dalam inovasi.
Taksi terbang yang dikembangkan oleh perusahaan drone Jerman
Volocopter menyerupai kabin helikopter dua kursi yang berada di bawah
sebuah ring besar yang dilengkapi 18 baling-baling.
Drone itu tidak berpenumpang untuk uji coba perdananya dalam sebuah
acara yang dirancang untuk Putra Mahkota Dubai Sheikh Hamdan bin
Mohammed.
Dirancang untuk terbang tanpa kontrol jarak jauh dan dengan durasi
penerbangan maksimum 30 menit, drone ini dilengkapi dengan banyak
pengaman jika terjadi masalah, seperti baterai cadangan, rotor dan,
untuk skenario terburuk, beberapa parasut.
Volocopter bersaing dengan lebih dari selusin perusahaan Eropa dan AS
yang didanai dengan baik. Masing-masing memiliki visi terinspirasi
fiksi ilmiah untuk menciptakan bentuk baru transportasi perkotaan yang
merupakan persilangan antara mobil listrik tanpa sopir dan pesawat yang
lepas landas dan mendarat secara vertikal untuk jarak pendek.
Pesertanya termasuk raksasa kedirgantaraan Airbus, yang bermaksud
untuk meluncurkan taksi terbang pada tahun 2020; Kitty Hawk, perusahaan
yang didukung oleh pendiri Google Larry Page; dan Uber, yang bekerja
sama dengan mitranya dalam strategi taksi terbangnya.
"Implementasinya dilakukan dengan menggunakan ponsel cerdas Anda,
sebuah aplikasi, dan memerintahkan Volocopter ke voloport berikutnya di
dekat Anda. Volocopter akan datang dan secara otonom menjemput Anda dan
membawa Anda ke tempat tujuan Anda," kata CEO Florian Reuter.
"Drone ini sudah mampu terbang berdasarkan jalur GPS hari ini, dan
kami akan menerapkan kemampuan indra penuh, juga menangani hambatan yang
tidak diketahui di jalan," tambahnya. Ia mengatakan bahwa pengembang
bermaksud untuk memulai taksi ini dalam waktu lima tahun.
Dalam penerbangan uji coba hari Senin, drone itu melayang naik
sekitar 200 meter dan berputar sekitar lima menit melewati hamparan
pasir yang mengepul dari pantai Teluk.
Sheikh Hamdan dan rombongannya bertepuk tangan dari lokasinya saat drone taksi terbang itu turun.
CB, Jakarta - Misteri
antariksa yang mungkin belum terkuak selama ini adalah bagaimana jika
bulan terbuat dari emas? Pertanyaan tersebut muncul di Quora,
sebuah situs pertukaran pengetahuan yang mengumpulkan
pertanyaan-pertanyaan dan jawabannya pada topik-topik tertentu. Corey
Powell, seorang penulis buku dan editor sains di laman berita Aeon mencoba menjawab permasalah tersebut. Jika bulan terbuat dari emas Kepadatan
emas yang tinggi akan menyebabkan massa bulan emas tujuh kali lebih
tinggi dari bulan kita saat ini. Bulan emas akan menyebabkan gravitasi
yang lebih tinggi. Jika memiliki radius yang tetap sama, gravitasi
permukaan akan meningkat secara linier dengan massa permukaan. Tingkat
gravitasinya permukaan bulan emas juga akan lebih besar dari gravitasi
permukaan bumi (sekitar 11 meter per detik). Kecepatan bulan akan lebih tinggi Kecepatan
tersebut meningkat sebagai akar kuadrat massa. Tidak akan ada manusia
yang bisa mendarat di bulan dalam 45 tahun karena akan sangat sulit dan
memakan biayar mahal. Pemandangan langit malam akan sangat indah Jika
bulan yang sebenarnya diganti dengan bulan emas, pemandangan bulan
dilangit akan tampak indah. Semua jenis kawah, batu, dan debu
dipermukaan bulan yang terbuat dari emas akan membuat refleksi berkilau
yang tersebar di seluruh bulan. Refleksi ini akan berlawanan dengan
bayangan matahari yang memantul dari permukaan emas bulan.
Bulan emas kira-kira akan delapan kali lebih terang di langit.
Refleksi sinar matahari yang berkilau bersinar seperti berlian di
langit, menciptakan bayangan tajam. Bulan Emas akan dramatis, bahkan di
siang hari. Berpengaruh pada pasang-surut laut Selain
itu, bulan emas akan menyebabkan kekuatan pasang surut air meningkat
secara linier dengan massa bulan. Pasang surut akan menjadi lima kali
lebih kuat dari pasang surut saat ini. Setiap pesisir bumi akan
mengalami banjir harian yang kuat. Kota-kota pesisir dan pantai di
seluruh dunia dipastikan akan hancur di bawah bulan emas. Daerah dengan
dataran rendah dan memiliki pantai yang luas akan berada dalam masalah.
Pasang-surut
bulan juga berhubungan dengan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi.
Bulan emas hanya akan terlihat bagus di fisiknya saja, namun dampak yang
disebabkan sangat merugikan kehidupan di bumi.
Salah satu kapal Ottoman yang tenggelam di kedalaman 300
meter di bawah Laut Hitam yang ditemukan tim Proyek Arkeologi Maritim
Laut Hitam. (Daily Mail)
CB, Jakarta - Penemuan
60 kapal Romawi kuno di Laut Hitam ternyata menarik perhatian ilmuwan
Indonesia, terutama di bidang arkeologi maritim. Salah satunya adalah
Shinatria Adhityatama, ilmuwan arkeologi maritim dari Pusat Penelitian
Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas).
Menurut pria yang karib
disapa Adit ini, Indonesia sebetulnya bisa melakukan hal yang sama.
"Banyak situs bawah laut di Nusantara yang belum tergali," kata dia,
saat dihubungi, Selasa, 26 September 2017. Proyek Arkeologi Maritim Laut
Hitam, menemukan 60 kapal Romawi, Bizantium, dan Ottoman kuno dari yang
berumur 2.500 tahun di dasar Laut Hitam, Bulgaria, Kamis, 22 September
2017.
Mulanya, puluhan kapal kuno yang tersebar di bagian bawah
Laut Hitam ini ditemukan saat penelitian tentang perubahan iklim,
terutama dampak perubahan tingkat air laut setelah siklus glasial
terbaru dan di paparan yang tenggelam. Laporan awal tersebut kemudian
ditindaklanjuti dengan pembentukan tim proyek Arkeologi Maritim Laut
Hitam, proyek arkeologi maritim terbesar yang pernah dilakakukan.
Menurut
laporan yang dirilis, Kamis, 22 September 2017, kapal tertua yang
ditemukan berusia hampir 2.500 tahun atau sekitar 400 atau 500 sebelum
Masehi. Jon Adams, arkeolog dari University of Southampton yang memimpin
ekspedisi tersebut, mengatakan kumpulan kapal tersebut merupakan bukti
arkeologi maritim terbesar yang pernah ditemukan. "Kami sedang
mengangkat 'museum' dari bawah laut," ujar Adams, seperti dikutip dari
NBC News, Senin, 25 September 2017.
Adit mengatakan, fitur geologi serupa, yakni ada di antara Paparan
Sunda dan Paparan Sahul. Sekadar informasi, Paparan Sunda pada zaman es
terakhir (75-10 ribu tahun lalu), menyatukan Pulau Sumatera, Jawa,
Kalimantan, dan daratan Asia Tenggara. Sedangkan Paparan Sahul
menyatukan Australia dan Papua. "Bisa saja dalam proses penelitian
paparan yang tenggelam itu kita menemukan kapal tenggelam yang umurnya
tua," ujar Shinatria.
Menurut dia, memang penelitian seperti itu
akan memakan biaya besar dan tenaga. Namun, hal itu bisa diatasi dengan
kerja sama bersama lembaga riset atau perguruan tinggi internasional.
Adit
menilai, temuan kapal Romawi kuno dan kapal era Ottoman akan memiliki
nilai sejarah yang tinggi. "Misalnya, bisa mengungkap pola pelayaran dan
perdagangan maritim saat itu," kata dia.
Proyek Arkeologi Maritim
Laut Hitam (Black Sea MAP) melibatkan sebuah tim internasional yang
dipimpin oleh University of Southampton. Ekspedisi tersebut telah
menjelajahi perairan 1.800 meter (5.900 kaki) di bawah permukaan Laut
Hitam sejak 2015 dengan menggunakan kapal lepas pantai yang dilengkapi
beberapa peralatan bawah laut paling maju di dunia.
Ed Parker, CEO
Black MAP mengatakan, "kapal-kapal yang ditemukan hanya terlihat di
mural dan mosaik sampai saat ini." Bangkai kapal ditemukan dengan
menggunakan teknik pemindaian laser robot, teknik akustik dan
fotogrametri. Sebagian besar kapal yang ditemukan berusia sekitar 1.300
tahun, namun yang tertua berasal dari abad 400-500 SM.
Banyak
kapal Romawi kuno tersebut menampilkan fitur struktural, perlengkapan
dan peralatan yang hanya dikenal dari gambar atau deskripsi tertulis
namun belum pernah terlihat sampai sekarang. "Kondisi bangkai kapal di
bawah sedimen ini sangat mengejutkan, struktural kayunya terlihat bagus
seperti baru," kata Jon menambahkan.
Jakarta - Tahun ini, tingkat es laut di Antartika
mengalami penurunan drastis. Menurut para ahli, tingkat penurunan es
tersebut tidak ada kaitannya dengan perubahan iklim, sebagaimana
dilaporkan The Guardian.
Berdasarkan kejadian tersebut, lebih dari 60 ahli meteorologi dan
ilmuwan seluruh dunia mengadakan pertemuan selama seminggu di Hobart,
Tasmania, untuk memahami perubahan es di benua beku itu.
Dr Jan Lieser dari Antarctic Climate and Ecosystems Cooperative
Research Centre, mengatakan telah terjadi peningkatan variabilitas es
laut Antartika selama beberapa tahun terakhir.
Pada bulan Maret lalu, terdapat laporan mengenai turunnya cakupan
es menjadi 2,075 juta kilometer persegi, terendah sejak pengamatan
satelit tahun 1979. Sedangkan rekor tertinggi dipecahkan tiga tahun
sebelumnya dengan cakupan lebih dari 20 juta kilometer persegi es.
Lieser mengatakan, suhu permukaan laut yang meningkat dapat menjadi
penyebab mencairnya es, namun juga dapat membantu es untuk membeku
kembali.
"Suhu yang meningkat mengurangi permukaan es laut tapi ada juga
mekanisme lain," katanya. "Peningkatan suhu meningkatkan lelehan di
bawah dataran - yang meningkatkan keseimbangan air tawar samudera. Air
segar lebih mudah membeku di permukaan, yang akan kembali meningkatkan
es."
The International Ice Charting Working Group Tasmanian melakukan
pertemuan untuk memetakan dan meramalkan perubahan suhu tersebut dengan
lebih baik, untuk membantu pelayaran di kutub.
Perubahan tingkat es laut di Antartika menyebabkan meningkatnya
jumlah turis dan kapal penelitian mengunjungi benua beku tersebut.
Manajer operasi Divisi Antartika Australia, Robb Clifton, mengatakan
jumlah dan lokasi es laut berperan besar dalam perencanaan perjalanan
musim panas.
Ketua kelompok kerja dan direktur Institut Meteorologi Denmark,
Marianne Thyrring, mengatakan, diperlukan lebih banyak data dari Antartika untuk mengidentifikasi kejadian ini.