MAKKAH (CB) - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah
meluncurkan lima proyek sebagai bagian dari tiga tahap pengembangan
Masjidil Haram. Bila seluruh proyek tersebut rampung, masjid itu mampu
menampung lebih dari 1,6 juta umat.
Sebagaimana dilansir The National, Rabu (15/7/2015), proyek yang dikerjakan antara lain perluasan bangunan, lanskap, terowongan, bangunan servis, dan sebuah ring road.
Berdasarkan kantor berita Saudi Press, perluasan bangunan tersebut mencapai 1,47 juta meter persegi dan termasuk 78 gerbang baru di lantai dasar yang mengelilingi bangunan yang telah diperluas.
Menteri Keuangan Ibrahim bin Abdulaziz Al Assaf mengatakan, dalam pengembangan akan dibangun enam lantai baru untuk tempat salat, menambah 680 eskalator, 24 lift untuk penyandang disabilitas, serta 21 ribu toilet dan tempat wudhu.
Proyek untuk mengembangkan Masjid Agung Makkah dimulai pada 2011 oleh mendiang Raja Abdullah bin Abdulaziz. Proyek tersebut diperkirakan memakan biaya hingga USD26,6 miliar atau sekira Rp353,5 triliun dan dikerjakan oleh Group Saudi Binladin.
Dikabarkan, Pemerintah Saudi menggelontorkan dana sebesar USD35,5 miliar atau sekira Rp471,7 triliun sebagai kompensasi kepada pemilik tanah supaya proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Sebagaimana dilansir The National, Rabu (15/7/2015), proyek yang dikerjakan antara lain perluasan bangunan, lanskap, terowongan, bangunan servis, dan sebuah ring road.
Berdasarkan kantor berita Saudi Press, perluasan bangunan tersebut mencapai 1,47 juta meter persegi dan termasuk 78 gerbang baru di lantai dasar yang mengelilingi bangunan yang telah diperluas.
Menteri Keuangan Ibrahim bin Abdulaziz Al Assaf mengatakan, dalam pengembangan akan dibangun enam lantai baru untuk tempat salat, menambah 680 eskalator, 24 lift untuk penyandang disabilitas, serta 21 ribu toilet dan tempat wudhu.
Proyek untuk mengembangkan Masjid Agung Makkah dimulai pada 2011 oleh mendiang Raja Abdullah bin Abdulaziz. Proyek tersebut diperkirakan memakan biaya hingga USD26,6 miliar atau sekira Rp353,5 triliun dan dikerjakan oleh Group Saudi Binladin.
Dikabarkan, Pemerintah Saudi menggelontorkan dana sebesar USD35,5 miliar atau sekira Rp471,7 triliun sebagai kompensasi kepada pemilik tanah supaya proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Credit Okezone