Rabu, 06 April 2016

Jadulnya Perangkat Teknologi di Gedung Putih AS


Jadulnya Perangkat Teknologi di Gedung Putih AS  
Belum lama ini Gedung Putih melakukan pembaruan dari beberapa perangkat komunikasi terknologi yang dipakai sejak satu dekade lalu. (Reuters/Joshua Roberts)
 
Jakarta, CB -- Ada satu hal yang menarik perhatian dari markas negara adidaya, Gedung Putih. Di sana, perangkat teknologi yang digunakan nyatanya tidak secanggih yang sering ditampilkan di film-film Hollywood.

Percaya atau tidak, New York Times mewartakan, Gedung Putih masih menggunakan komputer desktop lawas keluaran satu dekade lalu dan pengeras suara (speakerphone) dari era 1985.

Sementara urusan Internet, koneksi Wi-Fi tentunya ada di dalam Gedung Putih yang sampai sekarang dihuni oleh staf kepresidenan Barack Obama itu. Namun, kemampuan koneksinya bisa dibilang mampu membuat mereka mengernyitkan dahi.

Tak hanya itu, printer Gedung Putih pun hanya bisa mencetak dengan warna hitam putih saja, belum bisa menyalin tulisan dari dua sisi kertas.



Bagaimana soal penggunaan ponsel pintar? Mereka semua, termasuk Obama sendiri, hanya menggunakan BlackBerry lawas. Produk iPhone tidak diperbolehkan.

Staf administrasi pesawat Air Force One turut menambahkan, mereka biasa mengirim surat elektronik atau email menggunakan koneksi Internet dari udara menuju darat yang dianggap tidak jauh lebih baik dari modem dial-up era 1990an.

Tentu saja penunjang teknologi seperti itu dirasa tidak ideal. Staf Presiden Obama telah memikirkan cara untuk mengubah kondisi tersebut, terlebih masa jabatan Obama tinggal menghitung bulan.



Masih dari New York Times, staf Obama menginginkan ada semacam 'warisan' yang bermanfaat bagi kepengurusan Gedung Putih berikutnya, khususnya dari segi teknologi informasi.

Karenanya Gedung Putih memutuskan untuk mulai berbenah dan melakukan upgrade perangkat teknologi yang dimulai sejak tahun lalu.


Dari laptop lemot, kabel LAN dan iPhone

Tanggung jawab atas teknologi Gedung Putih telah lama memang terbagi ke dalam empat lembaga, yaitu National Security Council, Executive Office of the President, Secret Service, dan White House Communications Agency.

Namun upaya semua badan pemerintah tersebut seperti tumpang tindih lantaran keempatnya telah berusaha melakukan pembaruan sedikit demi sedikit untuk Gedung Putih.

Ada pula momen yang menggelitik pada 2014 silam. Kala itu para asisten sedang menemani Obama pada liburan musim panas di Kebun Anggur Martha. Kemudian mereka kesulitan mengoperasikan laptop lemot saat sedang merevisi pernyataan kepresidenan.

Mereka pun tidak bisa mendapatkan dukungan teknologi langsung dari White House Communications Agency karena anggota staf di sana tidak memiliki wewenang untuk masuk ke perangkat komputer yang dikeluarkan oleh Executive Office of the President.



Dari situ, deputi pimpinan operasi Gedung Putih Anita Decker Breckenridge memutuskan untuk merekrut teknisi David Recordon pada 2015. Recordon merupakan perancang teknologi untuk Mark Zuckerberg dan karyawan di Facebook.

"Sungguh tantangan yang menarik untuk saya," ucap Recordon.

Salah satu tugas awal Recordon adalah memetakan kabel LAN dan kabel telepon yang ditanam di dalam dinding 1600 Pennsylvania Avenue. Tim teknisi akhirnya menemukan dan menyingkirkan 5.896 kilogram kabel terbengkalai.

Dengan diperbaikinya kabel koneksi, Recordon pun mengganti komputer lawas Gedung Putih dengan produk-produk terbaru yang ditenagai prosesor cepat dan modern. Printer pun kini sudah diganti dengan kemampuan cetak tinta berwarna.

Sistem telepon yang serba jadul juga diganti dengan kemampuan digital lengkap dengan pengeras suara (speakerphone) dan tombol speed-dial yang bisa diubah menjadi online.

Nirkabel Wi-Fi di ruangan Roosevelt Room akhirnya mendapatkan koneksi yang kencang dan bisa melakukan streaming secara live dari Facebook.

Penggunaan password juga bukan lagi kendala. Kini Gedung Putih sudah menerapkan teknologi chip pintar dan kode PIN untuk masuk.

Recordon tak lupa merancang sistem basis web untuk para pengunjung ke bagian West Wing yang bisa diatur secara aman dari komputer apa saja.

Satu hal lain yang tak kalah menarik, banyak asisten Gedung Putih sekarang sudah mengantongi iPhone terbaru.

Kendati begitu, Obama tetap menggunakan perangkat BlackBerry yang sengaja dimodifikasi secara khusus dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Perangkat dari Apple yang digunakan Obama hanya iPad yang memanfaatkan koneksi Wi-Fi saja.

Breckenridge pun berharap, 'warisan' teknologi yang ditinggalkan staf Kepresidenan Obama tersebut bisa bermanfaat bagi penerusnya yang hidup di era Facebook, Twitter, dan seterusnya.



Credit  CNN Indonesia