CB, TEHERAN -- Hubungan Iran dan Arab Saudi
kembali memanas setelah eksekusi massal yang dilakukan pemerintah
kerajaan, termasuk kepala ulama Syiah. Pertengkaran diplomatik pun telah
dilakukan kedua negara dalam menghadapi masalah ini. Tidak menutup
kemungkinan, perang antara dua negara OPEC tersebut dapat terjadi.
Berikut adalah beberapa senjata Iran yang mungkin digunakan dalam melawan Saudi seperti dilansir dari The National Interest:
1. Rudal Jelajah Soumar
Iran diduga telah mengembangkan rudal jelajah jarak jauh baru yang disebut Soumar dengan jarak 1.500 mil. Senjata ini tampaknya didasari dari Kh-55 Rusia yang direkayasa. Namun Iran tidak memiliki teknologi untuk meniru mesin senjata Rusia. Meski demikian, kendati senjata tersebut adalah mesin rendah dari tempat lain, senjata Iran bisa menimbulkan tantangan bagi Saudi.
Berikut adalah beberapa senjata Iran yang mungkin digunakan dalam melawan Saudi seperti dilansir dari The National Interest:
1. Rudal Jelajah Soumar
Iran diduga telah mengembangkan rudal jelajah jarak jauh baru yang disebut Soumar dengan jarak 1.500 mil. Senjata ini tampaknya didasari dari Kh-55 Rusia yang direkayasa. Namun Iran tidak memiliki teknologi untuk meniru mesin senjata Rusia. Meski demikian, kendati senjata tersebut adalah mesin rendah dari tempat lain, senjata Iran bisa menimbulkan tantangan bagi Saudi.
2. Pasukan Quds
Pengawal Revolusi Iran Corps (IRGC) elit pasukan Quds mungkin adalah satu alat yang paling efektif untuk digunakan melawan Saudi. Berjumlah sekitar 15 ribu tentara, operasi khusus ini membuat hidup pasukan Amerika Serikat yang menduduki Irak sengsara. Pasukan Quds beroperasi di seluruh dunia, sekarang pasukan Quds berjuang melawan ISIS di Irak dan Suriah.
Pengawal Revolusi Iran Corps (IRGC) elit pasukan Quds mungkin adalah satu alat yang paling efektif untuk digunakan melawan Saudi. Berjumlah sekitar 15 ribu tentara, operasi khusus ini membuat hidup pasukan Amerika Serikat yang menduduki Irak sengsara. Pasukan Quds beroperasi di seluruh dunia, sekarang pasukan Quds berjuang melawan ISIS di Irak dan Suriah.
3. Kapal Selam Ghadir Class Midget
Dirancang untuk beroperasi di perairan dangkal Teluk Persia, Iran bisa menggunakan Ghadir untuk menyerang fasilitas pengiriman dan pelabuhan Saudi. Kapal selam ini memiliki kecepatan maksimum 11 knot dan dilengkapi dengan tabung torpedo 21 inci yang dapat digunakan untuk diam-diam meletakkan ranjau.
Dirancang untuk beroperasi di perairan dangkal Teluk Persia, Iran bisa menggunakan Ghadir untuk menyerang fasilitas pengiriman dan pelabuhan Saudi. Kapal selam ini memiliki kecepatan maksimum 11 knot dan dilengkapi dengan tabung torpedo 21 inci yang dapat digunakan untuk diam-diam meletakkan ranjau.
4. Rudal balistik
Kekuatan rudal balistik Iran menjadi ancaman militer konvensional paling serius di wilayah tersebut. Rudal ini mampu menyerang instalasi politik, militer dan ekonomi di Teluk, menimbulkan ancaman kerusakan serius yang nyata pada tatanan regional. Rudal tidak diragukan lagi dapat menyebabkan kekacauan dan masalah.
Kekuatan rudal balistik Iran menjadi ancaman militer konvensional paling serius di wilayah tersebut. Rudal ini mampu menyerang instalasi politik, militer dan ekonomi di Teluk, menimbulkan ancaman kerusakan serius yang nyata pada tatanan regional. Rudal tidak diragukan lagi dapat menyebabkan kekacauan dan masalah.
5. Serangan cepat
Arab Saudi tergantung pada ekspor minyak sebagai bahan bakar ekonomi. Untuk itu Iran bisa mencoba menutup Selat Hormuz atau mengganggu lalu lintas perkapalan di Teluk Persia. Pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran mempersiapkan speedboat bersenjata untuk menyerang fasilitas pengiriman dan pelabuhan Saudi selama konflik. Serangan bisa membuat kerusakan besar terhadap angkatan laut Saudi dan juga pelabuhan.
Arab Saudi tergantung pada ekspor minyak sebagai bahan bakar ekonomi. Untuk itu Iran bisa mencoba menutup Selat Hormuz atau mengganggu lalu lintas perkapalan di Teluk Persia. Pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran mempersiapkan speedboat bersenjata untuk menyerang fasilitas pengiriman dan pelabuhan Saudi selama konflik. Serangan bisa membuat kerusakan besar terhadap angkatan laut Saudi dan juga pelabuhan.
Credit REPUBLIKA.CO.ID