Aktivitas bongkar muatan di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (REUTERS/Beawiharta)
"Tiga negara itu diduga melakukan kegiatan dumping," kata Ketua KADI Ernawati melalui keterangan tertulis, Senin (1/6).
Ernawati menuturkan penyelidikan sunset review pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dilakukan sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 150/PMK.011/2012 terhadap barang impor Hot Rolled Plate (HRP). Tindakan antidumping ini diatur pula dalam PP Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan pengamanan Perdagangan.
Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk menganalisis kemungkinan masih terjadinya dumping yang bisa menimbulkan kerugian bagi Indonesia.
Ernawati menilai kebijakan BMAD cukup efektif menurunkan volume impor barang dari negara-negara pelaku dumping. Berdasarkan catatan KADI, selama periode 2012-2014 atau setelah BMAD diterapkan rata-rata volume impor dari sejumlah negara pelaku dumping anjlok 22 persen, dari sebelumnya tumbuh 59 persen selama periode 2009-2011.
Khusus untuk produk HRP, volume impornya juga susut drastis dalam tiga tahun terakhir, dari 711.596 ton pada 2012 menjadi 357.373 ton pada 2014.
Penyusutan impor terutama terjadi untuk impor HRP dari tiga negara yang dikenakan BMAD, yakni Tiongkok, Singapura, dan Ukraina, dari 420.971 ton pada 2012 menjadi 256.179 ton pada 2014.
"Ketiga negara tersebut memiliki pangsa sebesar 72 persen dari total impor HRP," tutur Ernawati.
Credit CNN Indonesia