Rabu, 21 Maret 2018

Senat akan Akhiri Keterlibatan AS dalam Konflik Yaman


Konflik di Yaman

Konflik di Yaman
Foto: VOA

Sebanyak 55 senator menentang resolusi yang mendukung militer AS dalam konflik Yaman.



CB, WASHINGTON -- Senat Amerika Serikat (AS) telah memblokir sebuah resolusi kekuatan perang, untuk mengakhiri keterlibatan militer AS dalam konflik Yaman, pada Selasa (20/3). Sebanyak 55 senator dalam pemungutan suara, memilih menentang resolusi yang akan mendukung gerakan prosedural militer AS dalam konflik tersebut.

Tiga senator, yaitu Mike Lee perwakilan Partai Republik dari Utah, Bernie Sanders perwakilan independen dari Vermont, dan Chris Murphy perwakilan Partai Demokrat dari Connecticut, telah mendorong dilakukannya pemungutan suara itu.

Menurut mereka, militer AS telah membantu Arab Saudi dan negara-negara lain tanpa otorisasi Kongres. Dalam konflik yang sedang berlangsung di Yaman tersebut koalisi pimpinan Arab Saudi berperang melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Mereka berpendapat, memberikan bantuan termasuk dukungan logistik dan pengisian bahan bakar udara, merupakan bentuk keterlibatan dalam tindakan permusuhan. Hal itu dinilai turut berkontribusi terhadap krisis kemanusiaan yang besar di Yaman.

"Para Founding Fathers memberikan kekuasaan kepada Kongres untuk mengesahkan konflik militer, karena Kongres adalah cabang yang paling bertanggung jawab kepada rakyat. Bukan kepada Presiden tapi Kongres," kata Sanders, dikutip CNN.

Para pejabat pemerintahan Trump dan mayoritas anggota Partai Republik menentang langkah Kongres itu, dengan alasan dukungan militer terbatas tidak memerlukan persetujuan kongres. Mereka juga mengatakan keterlibatan AS di Yaman diperlukan untuk melawan ancaman dari Iran.

"Dukungan AS akan meningkatkan, bukan menurunkan, risiko adanya korban sipil. Dan itu menandakan kami tidak serius dalam melawan Iran dan sekutunya," kata Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell sebelum pemungutan suara.

Menteri Pertahanan James Mattis telah melakukan perjalanan ke Capitol untuk melobi para senator yang memblokir resolusi tersebut.




Credit  republika.co.id