Rabu, 22 Maret 2017

Kerja Sama Ekonomi, Raja Swedia Temui Jokowi di Indonesia

 
Kerja Sama Ekonomi, Raja Swedia Temui Jokowi di Indonesia  
Raja Swedia Carl XVI Gustaf bersama Ratu Silvia berencana berkunjung ke Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan kebudayaan. (Foto: REUTERS/TT News Agency/Fredrik Sandberg)
 
Jakarta, CB -- Raja Swedia Carl XVI Gustaf bersama Ratu Silvia direncanakan berkunjung ke Indonesia dan bertemu Presiden Joko Widodo dalam rangka memperkuat hubungan bilateral, 22-24 Mei mendatang.

Berdasarkan keterangan resmi kantor Kepemerintahan Swedia, kunjungan keluarga kerajaan ke Jakarta ini dilakukan guna memperluas peluang kerja sama ekonomi dan kebudayaan antar kedua negara.

"Raja Carl XVI Gustaf akan berkunjung ke Indonesia sebagai respons dari undangan dari Presiden Joko Widodo," bunyi pernyataan resmi di situs pemerintah Swedia yang diunggah Senin (20/3).

Menurut Kementerian Luar Negeri RI, hubungan bilateral Jakarta-Stockholm terbilang cukup erat, khususnya dalam sektor ekonomi dan investasi.

Nilai investasi Swedia di Indonesia telah mencapai U$12,4 juta selama lima tahun terakhir. Mayoritas investasi yang dilakukan masih berada pada sektor perdagangan.

Sejumlah investor asal Swedia seperti perusahaan ritel furniture IKEA, Electrolux, dan produsen otomotif Volvo telah menanamkan modalnya di Indonesia.

Selain investasi dan perdagangan, baru-baru ini kedua negara juga tengah memperkuat kerja sama dalam sektor energi. Sekitar Februari lalu, Menteri Energi Swedia Ibrahim Baylan telah lebih dulu berkunjung ke Indonesia.

Di Jakarta, Baylan menandatangani sejumlah kesepakatan kerja sama bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Ignasius Jonan.

Hari ini, Kepala Badan Koordinasi penanaman Modal (BKM) Thomas Lembong juga mengunjungi Swedia dan bertemu dengan sejumlah pimpinan perusahaan di sana.

Dalam pertemuannya, Thomas berupaya meyakinkan para CEO perusahaan tersebut bahwa Indonesia merupakan negara yang stabil dan cocok untuk penanaman modal asing.

Thomas menjelaskan, misinya saat ini adalah untuk menerjemahkan keinginan dan komitmen dari investor di negara-negara yang dikunjunginya menjadi realita.

"Langkah-langkah reformasi melalui keterbukaan dan simplifikasi prosedur yang dilakukan oleh BKPM selama ini juga semakin mempermudah proses berinvestasi di Indonesia," katanya.



Credit  CNN Indonesia