Kamis, 29 Oktober 2015

Kapal Selam Rusia Ancam Kabel Internet Bawah Laut AS



Kapal Selam Rusia Ancam Kabel Internet Bawah Laut AS Ilustrasi kapal selam. (Doc. US Navy)
 
Washington, D.C., CB -- Kapal selam Rusia beberapa kali tertangkap sensor bawah laut Amerika Serikat berada di dekat kabel internet bawah laut. Sebelumnya, kapal Rusia yang diduga mata-mata berlayar mendekati AS.

Diberitakan CNN, Kamis (29/10), Rusia memang telah membantah bahwa kapal bernama Yantar yang menyusuri perairan Kuba bulan lalu adalah mata-mata. Namun kapal itu mengusik perhatian intelijen angkatan laut AS.


Menurut dua pejabat pertahanan AS yang enggan disebut namanya, Yantar adalah kapal kamuflase yang bisa menurunkan kapal selam berukuran kecil yang bisa memotong kabel internet yang menghubungkan AS dengan Eropa.

Ini adalah kali pertama setelah bertahun-tahun Rusia tidak melakukan manuver tersebut. Sumber CNN mengatakan Rusia memang tidak ada niat untuk memotong kabel yang sangat penting bagi jaringan percakapan dan berkirim data AS dan Eropa itu. Tujuan Rusia, kata dia, hanya ingin memamerkan kemampuan militer mereka kepada intel AS.

Selama beberapa bulan terakhir, kapal selam Rusia terdeteksi berada di laut dalam, bergerak mendekati kabel tersebut. Jaringan sensor rahasia angkatan laut AS menyala beberapa kali saat kapal selam itu mendekatinya. Pejabat AS mengatakan, Rusia sudah pasti tahu bahwa tindakan mereka ini akan terdeteksi sensor.

Rusia belakangan ini memang meningkatkan operasi kapal selam mereka, seperti yang disampaikan oleh komandan tinggi angkatan laut AS untuk Eropa Laksamana Mark Ferguson bulan lalu.

"Menurut kepala AL Rusia, Chirkov, intensitas patroli kapal selam Rusia meningkat hampir 50 persen pada tahun lalu," kata Ferguson.

Peningkatan kegiatan kapal selam Rusia ini tidak terjadi selama lebih dari satu dekade. Ferguson juga mencatat ekspansi AL Rusia di Arktik dan investasi lebih dari US$2 miliar untuk armada Laut Hitam.

Menurut AS, tindakan Rusia ini adalah untuk memperluas cakupan operasi angkatan laut dan menunjukkan kemampuan untuk mengendalikan wilayah maritim selama konflik.

"Rusia telah memperkenalkan kemampuan seperti yang ditunjukkan kapal selam baru mereka yang bertenaga serang nuklir serta pertahanan rudal balistik. Mereka juga meningkatkan jangkauan kapal selam mereka dengan rudal jelajah yang canggih," kata Ferguson.

September lalu, kapal selam kelas Kilo pertama Rusia yang dilengkapi dengan rudal jelajah Kaliber dipindahkan dari Laut Utara ke Laut Hitam, membawa senjata yang bisa mencapai Eropa Timur, berdasarkan laporan angkatan laut AS.


Credit  CNN Indonesia